Indonesia: Morning Market Update - 14 October
Indonesia: Morning Market Update - 14 October
Masih, Sales
Masih, Sales
Transcription
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 14 October 2021 Global Market Wrap Items Nilai transaksi (Rp miliar) Volume transaksi (jt shm) Net asing (Rp miliar) Net asing (jt shm) Kapitalisasi pasar (Rp tn) Avg 2020 8,849.9 7,609.8 -197.6 -313.0 6,071.3 Terakhir 19,273.0 16,097.5 1,205.5 -361.1 6,275.4 H-1 20,336.6 15,554.9 -428.6 -1,070.6 6,226.7 Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi, indeks Dow Jones melanjutkan pelemahan tipisnya sedangkan S&P 500 dan Nasdaq berhasil ditutup menguat setelah bergerak berfluktuatif di sepanjang perdagangan. Laporan keuangan emiten di kuartal tiga tahun ini, Sektoral Index Technology Financials Healthcare Basic Material Transportation & Log Industrials Infrastructur Property Energy Consumer Cycl Consumer Non-Cyclica Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 8,707 1,483 1,350 1,154 1,232 1,133 977 854 1,054 830 726 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A -0.6% 0.7% 0.4% 0.4% -1.7% 2.3% -0.3% 0.2% -1.3% -0.7% 1.7% N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Penutupan 1 year return 1 day return YTD return Negara JCI FSSTI KLCI SET KOSPI SENSEX HSI NKY AS30 IBOV DJI SX5P UKX Indonesia Singapura Malaysia Thailand Korsel India Hongkong Jepang Australia Brasil Amerika Eropa Inggris 6,537 3,156 1,600 1,644 2,944 60,737 24,963 28,140 7,572 113,456 34,378 3,553 7,142 26.3% 23.5% 5.1% 29.1% 23.7% 48.9% 1.3% 19.1% 18.5% 14.2% 20.6% 20.5% 20.3% 0.8% 1.4% 1.0% 0.6% 1.0% 0.8% -1.4% -0.3% 0.0% 1.1% 0.0% 0.5% 0.2% 9.3% 11.0% -1.6% 13.4% 3.8% 27.2% -8.3% 3.7% 11.5% -4.7% 12.3% 14.3% 10.5% Dual Listing (US$) TLKM TINS *Rp/US$ mempengaruhi pergerakan pasar. Berdasarkan fed minutes/risalah rapat bank sentral pada September lalu terungkap bahwa jika proses pemulihan ekonomi Amerika berjalan sesuai dengan jalurnya maka bank sentral akan mulai melakukan pengurangan pembelian obligasi senilai US$120 miliar per bulan paling cepat pada Indeks Saham Index data inflasi serta fed minutes The Fed menjadi sentimen utama yang Closing US$ 26.47 0.104 IDR 1,881.8 1,484.1 +/-0.09 0.00 Daily % chg -0.34% 0.00% pertengahan November ini dan akan selesai pada pertengahan tahun depan. Sementara itu berdasarkan data dari departemen perdagangan pada bulan lalu terjadi inflasi sebesar 0.4% mom/5.4% yoy lebih tinggi dari sebelumnya dan konsensus Dow Jones yang memprediksikan inflasi September akan berada pada level 0.3% mom/5.3% yoy. Dengan mengeluarkan komponen inflasi makanan dan energi maka inflasi inti berada pada level 0.2% mom/4% yoy tidak jauh berbeda/relatif sama dengan ekskpektasi di level 0.3% dan 0.4%. 14,218 Suku Bunga & Inflasi Items Deposito IDR 3 bln Kredit Bank IDR BI 7-Days RR Fed Funds Target ECB Main Refinancing Domestic Yen Interest Call Latest Interest Inflation 3.52% 12.26% 3.50% 1.60% 0.25% 5.40% 0.00% 3.40% -0.04% -0.40% Real interest rate 1.90% -5.15% -3.40% 0.36% Dow Jones melemah -0,53 poin (-0,00%) pada level 34,378 S&P 500 menguat +13 poin (+0.30%) pada level 4,364 Nasdaq bertambah +106 poin (+0.73%) pada level 14,572 EIDO naik +0.48 poin (+2.03%) pada level 24.16 Harga Komoditas Minyak WTI US$/ bbl CPO RM/ ton Nikel US$/ ton Timah US$/ ton Emas US$/tr. oz Batu Bara US$/ ton Tepung Terigu US$/ ton Jagung US$/bushel Kedelai US$/bushel Tembaga US$/ton Sumber : Bloomberg Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%) 80.4 5,259.0 18,936 37,568 1,793.0 243.4 146.5 4.9 11.9 9,759.5 96.0% 71.5% 26.3% 105.9% -5.7% 344.9% -7.0% 33.2% 14.2% 46.1% -0.2 163.0 -58.5 9.3 32.8 1.0 8.1 -0.1 0.0 239.5 -0.25% 3.20% -0.31% 0.02% 1.86% 0.41% 5.84% -2.02% -0.25% 2.52% Technical Ideas Menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street seiring mulai adanya kepastian kapan bank sentral Amerika akan melakukan pengurangan progam pembelian obligasi diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu berlanjutnya optimisme investor akan proses pemulihan ekonomi domestik dan naiknya beberapa harga komoditas akan menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak menguat dengan support di level 6,495 dan resistance di level 6,575. Stocks AALI (Buy). Support: Rp10,150, Resist: Rp10,500 BBTN (Buy). Support: Rp1,635, Resist: Rp1,715 ICBP (Buy). Support: Rp8,875, Resist: Rp9,025 ITMG(Buy on Weakness). Support: Rp25,800, Resist: Rp26,750 XBNI (Buy). Support Rp1,045, Resist: Rp1,065 XCLQ (Buy). Support: Rp98, Resist: Rp102 XIFE (Buy). Support: Rp104, Resist: Rp108 ETF Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 14 October 2021 News Highlight Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja sektor industri pengolahan atau industri manufaktur di kuartal III-2021 terindikasi menurun. Hal ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang sebesar 48,75%, atau lebih rendah dari 51,4% pada kuartal II-2021. Tak hanya menurun, kinerja industri pengolahan dalam negeri bahkan berada di zona kontraksi, atau catatan indeks di bawah 50%. BI mengatakan , penurunan tersebut seiring dengan penurunan kegiatan dunia usaha pada periode yang sama karena ada kebijakan pembatasan mobilitas pada kuartal III-2021. Penurunan terjadi pada seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama Total Karyawan dengan indeks 46,76% atau lebih rendah dari 47,68% dari bulan sebelumnya dan Volume Produksi dengan indeks 49,46% atau menurun dari 54,20% dari kuartal II-2021. Ada juga penurunan Volume Persediaan Barang Jadi yang tercatat 49,64% atau menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 51,63%z barang jadi. Secara subsektor pun, mayoritas mengalami penurunan kinerja. Dengan indeks terendah pada subsektor Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya, subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya, serta subsektor Pupuk, Kimia, dan Barang dari Karet. Meski begitu, BI optimistis kinerja industri manufaktur akan meningkat di kuartal IV-2021 dan bahkan berada di zona ekspansi, dengan PMI-BI sebesar 51,17%. Hal ini seiring dengan optimisme peningkatan pada seluruh komponen pembentuknya, terutama volume produksi, volume pesanan, dan volume persediaan barang jadi. Mayoritas subsektor juga diperkirakan meningkat, dengan indeks tertinggi pada subsektor kertas dan barang cetakan serta subsektor semen dan Barang Galian non Logam. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melalui anak perusahaannya PT Chandra Asri Perkasa (“CAP2”) dan Aramco Trading Company (“ATC”) hari ini menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (“MoU”) untuk melihat peluang potensial bagi ATC dalam memasok bahan baku untuk mendukung operasi Chandra Asri Perkasa (“CAP2”), kompleks petrokimia berskala global kedua milik Chandra Asri. Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh manajemen Chandra Asri dan manajemenATC. ATC dan Chandra Asri berharap MoU ini akan memelopori kerja sama jangka panjang antara kedua perusahaan dalam memastikan ketersediaan bahan baku untuk fasilitas cracker CAP2. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 14 October 2021 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Manajemen Chandra Asri, dalam keterangan resminya Rabu (13/10) menjelaskan, ATC memiliki portofolio dan rekam jejak yang baik dalam menyediakan bahan baku sesuai standar yang dibutuhkan Chandra Asri. Perseroan berharap kerja sama ini dapat menjamin tersedianya pasokan bahan baku untuk CAP2 yang pada akhirnya berkontribusi dalam menciptakan produk-produk petrokimia bernilai tinggi. Perseroan juga berharap kemitraan ini dapat menjadi langkah untuk mendukung pertumbuhan industri petrokimia Indonesia dan memenuhi kebutuhan domestik akan produk-produk petrokimia. Sementara itu manajemen ATC, mengatakan kolaborasi ini menyoroti komitmen ATC untuk mengeksplorasi peluang di antara kedua perusahan, seiring ATC memperluas portofolionya di pasar Indonesia. Manajemen berharap dapat memperkuat jejak perseroan di pasar Asia di mana volume perdagangan perseroan telah meningkat pesat selama beberapa tahun. Secara khusus, ATC berupaya untuk mengeksplorasi potensi besar Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang sedang melaju, dengan kemampuan pengilangan yang berkembang dan pertumbuhan permintaan produk energi yang besar. Chandra Asri menjelaskan bahwa kehadiran CAP2 akan meningkatkan kapasitas produksi tahunan Perseroan dari saat ini 4,2 juta ton menjadi lebih dari 8 juta ton. Penambahan kapasitas ini ditujukan untuk terus memenuhi kebutuhan pasar domestik Indonesia yang terus meningkat sekaligus subtitusi impor. Kehadiran pabrik petrokimia kedua ini juga akan menjadi stimulus bagi industri petrokimia hilir lokal dan mendukung penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Di sisi lain, ATC mengatakan akan terus memproduksi dan mengirimkan bahan baku penting untuk industri dan produk-produk esensial untuk memenuhi kebutuhan para klien di lingkup PT PP Properti Tbk (PPRO) di tengah pandemi yang masih melanda, berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp 539 miliar sampai dengan kuartal III 2021. Manajemen PPRO mengungkapkan, marketing sales yang diraih PP Properti turun tipis sekitar 2% secara tahunan (YoY). Jika dibandingkan dengan Q32020 (marketing sales) belum ada pertumbuhan, namun masih sesuai dengan target sampai dengan akhir tahun 2021. PPRO pun kembali menimbang raihan marketing sales yang bisa dibukukan pada tahun ini. Manajemen menerangkan, jika berdasarkan realisasi di kuartal ketiga, maka PPRO cukup optimistis untuk meraih marketing sales senilai Rp 1,05 triliun sampai tutup tahun 2021. Angka itu lebih rendah dibandingkan target marketing sales PPRO di awal tahun yang mencapai Rp 1,7 triliun. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 14 October 2021 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Namun dengan kasus covid-19 yang lebih terkendali, gencarnya program vaksinasi serta dorongan insentif properti yang berjalan hingga akhir tahun nanti seperti PPN ditanggung pemerintah, kelonggaran Loan to Value (LTV) dan penurunan suku bunga, PPRO pun masih optimistis bisa mendongkrak raihan penjualan di sisa 2021. Selain pandemi yang lebih terkendali dan adanya dorongan stimulus properti dari pemerintah, PPRO juga optimistis dengan gencarnya proyek yang sedang digarap. Sampai dengan Q4-2021, total proyek residensial yang dikembangkan PPRO mencapai 20 proyek. Terdiri dari 17 proyek student apartment dan 3 lagoon series yakni Grand Kamala Lagoon, Grand Sungkono Lagoon, dan Grand Dharmahusada Lagoon. PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) hingga semester I 2021 membukukan laba bersih sebesar Rp2,828 miliar atau membaik dibandingkan periode sama tahun 2020, yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp4,386 miliar. Sehingga laba per saham dasar menjadi Rp0,49, sedangkan di semester I 2020 mencatatkan rugi per saham dasar Rp0,61. Dalam laporan keuangan semester I 2021 DADA yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/10) dijelaskan, laba tersebut didorong dari pendapatan perseroan sebesar Rp25,041 miliar, atau naik 66,6 persen dibandingkan di semester I 2020 yang hanya Meski beban pokok pendapatan membengkak 19,58 persen menjadi Rp11,617 miliar, namun laba kotor melonjak 160 persen menjadi Rp13,424 miliar. Sementara itu, aset perseroan tercatat tumbuh 15,84 persen menjadi Rp680,79 miliar. Hal itu ditopang membengkaknya utang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar 185,7 persen menjadi Rp40,043 miliar. Sementara, arus kas bersih digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp182,61 miliar, atau membengkak 35,82 persen dibandingkan di semester I 2020 yang tercatat sebesar Rp134,09 miliar. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 14 October 2021 PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200 ANALYSTS CERTIFICATION The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report. DISCLAIMERS This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report. Refer to Important disclosures on the last of this report
Create FREE account or Login to add your comment