IslamicMarkets uses cookies.
About our cookie policy.
  of  

or
Sign in to continue reading...

Bank BTN: Laporan Tahunan 2018

IM Insights
By IM Insights
1 month ago
Bank BTN: Laporan Tahunan 2018

Fatwa, Halal, Iman, Islam, Murabahah, Salah, Salam, Sukuk, Falah, Ta’widh, Credit Risk, Daya, Istiqlal, Masih, Murabahah Receivables, Participation, Provision, Receivables, Reserves, Sales

Capital Investment

Pricewaterhousecoopers

PT Bank CIMB Niaga Tbk

Bank Syariah Mandiri

EXIM Bank

Bank Maybank Indonesia

Bri syariah

CitiBank

PT Bank OCBC NISP

Taspen (Persero)

Bank Nagari Sukuk RP100 Billion 8-Jan-2021

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Ijarah 22-Feb-2023 - Series A

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Ijarah 22-Feb-2028 - Series B

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Ijarah 22-Feb-2033 - Series C

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Ijarah 22-Feb-2038 - Series D

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase I RP127 Billion 7.80% 10-Jul-2023 - Series A

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase I RP150 Billion 8.35% 10-Jul-2025 - Series B

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase I RP258 Billion 8.40% 10-Jul-2028 - Series C

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase I RP105 Billion 8.90% 10-Jul-2033 - Series D

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase I RP110 Billion 9.00% 10-Jul-2038 - Series E

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase II RP114 Billion 8.65% 10-Oct-2023 - Series A

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase II RP45 Billion 9.00% 10-Oct-2025 - Series B

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase II RP15 Billion 9.10% 10-Oct-2028 - Series C

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase II RP50 Billion 9.65% 10-Oct-2038 - Series D

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase III RP263 Billion 8.50% 19-Feb-2022- Series A

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase III RP263 Billion 9.10% 19-Feb-2024- Series B

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase III RP204 Billion 9.35% 19-Feb-2026- Series C

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase III RP45 Billion 9.60% 19-Feb-2029- Series D

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase III RP60 Billion 9.80% 19-Feb-2034- Series E

Perusahaan Listrik Negara Sukuk Phase III RP28 Billion 9.95% 19-Feb-2039- Series F

Indonesia Eximbank Sukuk Phase I RP135 Billion 6.15% 16-Jun-2019 - Series A

Indonesia Eximbank Sukuk Phase I RP365 Billion 7.50% 06-Jun-2021- Series B

Indonesia Eximbank Sukuk Phase II RP211.5 Billion 18-Nov-2019 - Series A

Indonesia Eximbank Sukuk Phase II RP250 Billion 8-Nov-2021 - Series B

Indonesia Eximbank Sukuk Phase II RP14 Billion 8-Nov-2023 - Series C

Indonesia Eximbank Sukuk Phase II RP155 Billion 8-Nov-2025 - Series D

Indonesia Eximbank Sukuk Phase III RP230 Billion 3-May-2020 - Series A

Indonesia Eximbank Sukuk Phase III RP145 Billion 23-Apr-2022 - Series B

Indonesia Eximbank Sukuk Phase III RP66 Billion 23-Apr-2024 - Series C


Create FREE account or Login to add your comment
0 Comments


Transcription

  1. Laporan Tahunan 2018 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Laporan Tahunan MEMPERSIAPKAN EKOSISTEM DIGITAL MELALUI TRANSFORMASI UNTUK MENDUKUNG BISNIS YANG BERKELANJUTAN MEMPERSIAPKAN EKOSISTEM DIGITAL MELALUI TRANSFORMASI UNTUK MENDUKUNG BISNIS YANG BERKELANJUTAN MEMPERSIAPKAN EKOSISTEM DIGITAL MELALUI TRANSFORMASI UNTUK MENDUKUNG BISNIS YANG BERKELANJUTAN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Menara Bank BTN Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta 10130 T. 021 - 6336 789, 6332 2666 F. 021 - 6346 704 Email: csd@btn.co.id www.btn.co.id Contact Center: 1500286 Cover#BTN_AR2018#INA.indd 1 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 07/05/19 22.14
  2. Cover #BTN_AR2018#INA.indd 2 07/05/19 22.14
  3. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited MEMPERSIAPKAN EKOSISTEM DIGITAL MELALUI TRANSFORMASI UNTUK MENDUKUNG BISNIS YANG BERKELANJUTAN Di tengah kondisi bisnis perbankan yang penuh tantangan , Perseroan mampu memantapkan kinerjanya dibuktikan dengan keberhasilan dalam meningkatkan posisinya yang cukup kompetitif di industri perbankan dan sektor perumahan nasional, khususnya pada realisasi Program Sejuta Rumah. Keberhasilan kinerja tersebut, tidak terlepas dari proses transformasi Digital Banking yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan, sehingga Perseroan mampu beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi perubahan industri perbankan yang semakin kompleks. Menyadari tantangan ke depan, Perseroan telah mengambil langkah penting untuk memperkuat fundamental keuangan khususnya dalam mempersiapkan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang semakin dekat. Untuk itu, di tahun 2018 Perseroan telah memperkuat tata kelola proses bisnis yang lebih prudent dan meningkatkan penambahan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebagai upaya untuk meningkatkan rasio coverage. Bagi Perseroan, transformasi Digital Banking dengan upaya memperkuat fundamental keuangan merupakan keharusan untuk mengelola tantangan bisnis perbankan ke depannya, guna mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan Perseroan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian bangsa. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 1 1 07/05/19 22.25
  4. TEMA DAN KESINAMBUNGAN TEMA 2012 2013 2014 2015 Dedicated to Indonesian Families Transformasi yang didukung dengan implementasi Tata Kelola yang baik dalam Pencapaian Bisnis Berkualitas BTN TERDEPAN , GCG RUMAHKOE BTN 5IAP Menjadi Pemain Utama Program Sejuta Rumah Menghadapi tahun 2015 yang sering disebut sebagai era ekonomi baru, era persaingan bebas ASEAN, Perseroan meluncurkan tagline yang sekaligus menjadi budaya perusahaan yang baru yaitu BTN TERDEPAN, GCG RUMAHKOE. Tagline baru ini menunjukkan tekad Perseroan yang besar untuk mewujudkan visi perusahaan “Menjadi Bank yang terdepan dalam pembiayaan perumahan” dengan berlandaskan pada Good Corporate Governance. Posisi Perseroan di bidang pembiayaan perumahan semakin kokoh. Ditopang sejarah panjang di bidang tersebut, ditambah “Program 5 Siap”, maka Perseroan siap menjadi pemain utama program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah. 5 Siap itu adalah Siap Sumber Daya Manusia (SDM), Siap Teknologi, Siap Proses Bisnis, Siap Pendanaan dan Siap Suplai Rumah. Dengan bekal itu, Perseroan yakin akan terus dapat meningkatkan kinerjanya kini dan di masa mendatang. Rumah tidak hanya merupakan kebutuhan pokok (human basic needs) bagi keluarga Indonesia, namun lebih dari itu. Sektor properti memiliki peran yang penting bagi perekonomian nasional. Tak kurang dari 175 industri bergantung pada sektor ini. Banyak sekali tenaga kerja yang dapat diserap, sehingga berdampak pada berkurangnya pengangguran. 2 Mengarungi tahun 2013, Perseroan dalam proses menuju level selanjutnya melalui transformasi yang meliputi bidang bisnis, budaya, serta infrastruktur (foundations). Sesuai fokus dan visi Perseroan untuk menjadi bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan, maka tahun 2013 dapat diilustrasikan sebagai dasar dalam membangun rumah Perseroan. Seperti seseorang yang mendirikan rumah, maka orang itu akan menggali dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu yang kokoh, sehingga ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah Laporan Tahunan 2018 itu kokoh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dibangun. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 2 07/05/19 22.26
  5. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen 2016 2017 Mengokohkan Landasan Pertumbuhan Berkelanjutan , Mendukung Akselerasi Program Sejuta Rumah Transformasi Berbasis Digital Banking untuk Mendukung Penguatan dan Perluasan Bisnis Perumahan Di tahun 2016 Perseroan mampu mencatatkan keberhasilan dalam kinerja, menerapkan praktik tata kelola perusahaan secara baik, dan meraih citra positif di mata publik. Keberhasilan dicapai berkat konsistensi Perseroan dalam menjalankan bisnis berdasarkan kaidah industri dan niaga yang sehat, memiliki sumber daya yang mampu menghasilkan value creation, comply dengan peraturan dan memiliki arah serta strategi yang jelas. Transformasi Perseroan berbasis digital menjadi prioritas Perseroan di tahun 2017. Sebab dominasi digital pada aspek bisnis di segala sektor dan lini sudah kian nyata. Pemahaman Perseroan terhadap generasi milenial serta pengembangan SDM generasi milenial menjadi perhatian manajemen Perseroan untuk mengantisipasi persaingan khususnya dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan kehandalan bersaing di market saat ini. Perseroan akan terus mengembangkan penggunaan teknologi digital terkini yang khusus maupun bersifat umum untuk mendukung layanan dan jaringannya. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 3 Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 2018 MEMPERSIAPKAN EKOSISTEM DIGITAL MELALUI TRANSFORMASI UNTUK MENDUKUNG BISNIS YANG BERKELANJUTAN Di tengah kondisi bisnis perbankan yang penuh tantangan, Perseroan mampu memantapkan kinerjanya dibuktikan dengan keberhasilan dalam meningkatkan posisinya yang cukup kompetitif di industri perbankan dan sektor perumahan nasional, khususnya pada realisasi Program Sejuta Rumah. Keberhasilan kinerja tersebut, tidak terlepas dari proses transformasi Digital Banking yang secara konsisten diterapkan oleh Perseroan, sehingga Perseroan mampu beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi perubahan industri perbankan yang semakin kompleks. Menyadari tantangan ke depan, Perseroan telah mengambil langkah penting untuk memperkuat fundamental keuangan khususnya dalam mempersiapkan implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71 yang semakin dekat. Untuk itu, di tahun 2018 Perseroan telah memperkuat tata kelola proses bisnis yang lebih prudent dan meningkatkan penambahan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebagai upaya untuk meningkatkan rasio coverage. Bagi Perseroan, transformasi Digital Banking dengan upaya memperkuat fundamental keuangan merupakan keharusan untuk mengelola tantangan bisnis perbankan kedepannya, guna mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan Perseroan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian bangsa. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 07/05/19 22.26
  6. MENGEMBANGKAN DIGITAL BANKING , MENDORONG PENCAPAIAN SEJUTA RUMAH Bank BTN siap mendukung terciptanya ekosistem industri perumahan yang sehat dan berkualitas, utamanya dari sisi pembiayaan yang salah satunya digerakkan melalui Program Pembangunan Sejuta Rumah yang mana pencapaian Bank BTN dari tahun ke tahun terus meningkat. Keberhasilan Bank BTN dalam mendorong realisasi Program Sejuta Rumah didukung oleh transformasi digital banking yang telah mengawali terciptanya berbagai inisiatif pengembangan dan inovasi produk dan layanan Perseroan. Produk-Produk Pendukung Keberhasilan Bank BTN mendukung Program Sejuta Rumah ditunjang oleh berbagai inovasi produk dan layanan serta transformasi digital. KPR Gaeesss! ABCG Mikro Pengembangan KPR/KPA BTN Platinum produk pembelian rumah/apartemen untuk segmentasi generasi milenial (21-35 tahun) dengan berbagai kemudahan dan keunggulan. Academy-Business-Community-Government (ABCG) adalah prakarsa Bank BTN dalam kolaborasi 4 pihak (akademisi, dunia usaha, komunitas, Pemerintah) guna mendukung pembangunan perumahan swadaya berbasis komunitas. www.rumahmurahbtn.co.id www.btnproperti.co.id Portal yang memasarkan properti kategori Non Performing Loan (NPL) di berbagai daerah di Indonesia yang siap jual dengan mekanisme lelang maupun melalui penjualan langsung. Portal mencari rumah dan KPR idaman dengan pengajuan KPR/KPA secara online, yang memudahkan pencarian proyek rekanan Bank BTN, simulasi angsuran, online live chat 24 jam, serta teknologi 4D Tour Service untuk gambaran realistis unit properti yang dipilih. 4 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 4 07/05/19 22.26
  7. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PENCAPAIAN SEJUTA RUMAH 2018 757 .159 Pada tahun 2018 Bank BTN membiayai lebih 757 ribu unit rumah melalui penyaluran kredit properti berupa KPR maupun kredit konstruksi. 2015 2018 2.493.604 Sejak digulirkan Pemerintah pada tahun 2015, hingga tahun 2018 Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk 2,49 juta unit rumah. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 5 5 07/05/19 22.26
  8. BTN AGILE TRANSFORMATION JOURNEY TRANSFORMASI 1 Periode Survival Sejalan dengan komitmen Bank BTN untuk memperkokoh dominasi bisnis di sektor perumahan , didukung organisasi yang solid dan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan kompetensi tinggi, Bank BTN telah menapaki fase transformasi digital banking untuk mengembangkan potensi pasar yang ada serta mampu beradaptasi dengan cepat dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin dinamis. Periode survival telah dilalui dengan baik, melangkah ke depan Bank BTN akan menapaki fase transformasi Global-Playership agar mampu membawa produk dan layanan Bank BTN beroperasi sesuai standar layanan internasional dan kelas dunia. LOMPATAN TRANSFORMASI Dipicu program sejuta rumah Program Sejuta Rumah 2013 2015 MEMPERKOKOH Positioning bisnis di sektor perumahan dan construction value chain. Mempertahankan dominasi pasar KPR segmen Mass (Subsidized & Non Subsidized). Memperluas kredit segmen emerging affluent & affluent Meningkatkan kredit konstruksi dalam mendukung supply rumah dengan membidik segmen UMKM, Komersial dan Korporasi 6 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 6 07/05/19 22.26
  9. TRANSFORMASI 2 Periode Digital Banking TRANSFORMASI 3 Periode Global-Playership ASPIRASI Transformational Enterprise-Globe Mindset ASPIRASI Bank Perumahan Terdepan di Indonesia dengan Layanan Kelas Dunia Produk dan layanan sudah beroperasi secara internasional Bisnis yang lebih kuat Infrastruktur SDM 2016 2019 2025 AKTIF BERPERAN MEMBANGUN Sebagai integrator & akselerator di sektor bisnis perumaan Strong customer orientation untuk membidik dan meningkatan pendanaan berbasis CASA Meningkatkan peran BTN HFC sebagai lembaga think tank utama di Indonesia Menyasar segmen emerging affluent dan affluent yang meliputi keluarga dan kalangan muda (generasi milenial, digital savvy) Mengembangkan inisiatif untuk mendukung pengembangan developer rumah subsidi Mengembangkan layanan digital banking untuk memperkuat image bank di segmen menengah atas Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 7 7 07/05/19 22.26
  10. TESTIMONI Menyediakan rumah untuk rakyat melalui Program Sejuta Rumah adalah komitmen Pemerintah . Kelancaran program ini tidak terlepas dari dukungan Bank BTN. Bank BTN, Sahabat Keluarga Indonesia. Sumber : Biro Setpres Republik Indonesia Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Sektor pembangunan perumahan adalah salah satu sektor yang paling strategis berperan dalam pembangunan ekonomi. Peran Bank BTN berkiprah dalam pembangunan ekonomi khususnya sektor perumahan ini tidak diragukan lagi. Semakin besar kontribusi dalam menyokong sektor pembangunan perumahan untuk mendorong perekonomian bangsa. Semakin erat kemitraan dengan pemerintah dan bersinergi dengan BUMN maupun swasta untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi rakyat banyak. Sumber : Dokumentasi Bank BTN Muhammad Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Bank BTN diharapkan menjadi bank terkemuka dalam pelayanan khususnya penyediaan perumahan. Semoga Bank BTN selalu terdepan dalam inovasi dan pembiayaan perumahan. Maju terus Bank BTN. Sumber : Dokumentasi Bank BTN Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP Panglima TNI 8 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 8 07/05/19 22.26
  11. Bank BTN senantiasa hadir untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh lapisan masyarakat . Terlebih dalam mendukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan pemerintah. Semoga Bank BTN semakin sukses dalam berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanannya guna mendorong kemajuan perekoniomian nasional dan kesejahteraan masyarakat. Sumber : Dokumentasi Bank BTN Jenderal Pol. Prof. M. Tito Karnavian KAPOLRI Saya turut bangga atas kemajuan dari Bank Tabungan Negara yang selalu mendukung program Pemerintah dalam kepemilikan rumah. Oleh karena itu teruslah semangat memberikan yang terbaik bagi bangsa. Sumber : Dokumentasi Bank BTN Rini M. Soemarno Menteri BUMN Bank BTN menjadi mayoritas yang menyalurkan FLPP bagi penyediaan rumah bagi rakyat kita. Terima kasih atas kerja sama ini tapi sekali lagi kita tingkatkan kerja sama ke depan karena tahun 2018 kita bisa membangun 1 juta 41 ribu rumah. Terus maju, BTN juaranya KPR. Pelayanan yang cepat dengan akad kredit yang lebih cepat mendekati konsumen melalui pameran-pameran, strategi yang cukup baik sekali apalagi sekarang ada millennial movement by us yang akan mempercepat pertumbuhan penyediaan perumahan di Indonesia. Sumber : Dokumentasi Bank BTN Basuki Hadimuljono Menteri PUPR Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 9 9 07/05/19 22.26
  12. DAFTAR ISI Tema dan Kesinambungan Tema 2 Mengembangkan Digital Banking , Mendorong Pencapaian Sejuta Rumah 4 BTN Agile Transformation Journey 6 Testimoni 8 Ikhtisar Kinerja Perseroan Tahun 201814 16 IKHTISAR UTAMA 2018 Ikhtisar Data Keuangan Penting Ikhtisar Bisnis dan Operasional Ikhtisar Saham Perseroan Informasi bagi Investor dan Pemegang Saham Aksi Korporasi 2018 Ikhtisar Obligasi, Sukuk atau Obligasi Konversi dalam 2 (Dua) Tahun Terakhir Peristiwa Penting 2018 Penghargaan Sertifikasi 18 22 24 26 28 28 30 37 43 44 LAPORAN MANAJEMEN Laporan Dewan Komisaris Laporan Direksi Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan 10 68 PROFIL PERSEROAN Identitas Perusahaan Milestone Perseroan Riwayat Singkat Perseroan Visi, Misi, dan Nilai Budaya Perusahaan Strategi Mencapai Visi dan Misi BTN Transformation Journey Brand Perusahaan Bidang Usaha Kegiatan Usaha yang Dijalankan Produk dan Jasa Struktur Organisasi Perseroan Profil Dewan Komisaris Profil Dewan Pengawas Syariah Profil Direksi Profil Pejabat Satu Level di Bawah Direksi Profil Pejabat Eksekutif Pendidikan dan/atau Pelatihan Dewan Komisaris, Direksi, Komite-Komite, Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal Statistik Jumlah Karyawan dan Data Pengembangan Kompetensi Struktur Grup Komposisi Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham dan Persentase Berdasarkan Klasifikasi Entitas Anak dan Entitas Asosiasi Kronologi Penerbitan dan Pencatatan Saham Kronologi Pencatatan Efek Lainnya Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Informasi pada Situs Website Perseroan Jaringan Mitra Usaha Peta Wilayah Operasional Nama dan Alamat Kantor Wilayah dan Cabang 70 72 74 76 79 80 81 82 83 84 100 102 113 116 127 128 132 132 136 136 139 139 140 141 144 145 147 148 150 46 52 66 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 10 07/05/19 22.26
  13. 156 ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Tinjauan Makroekonomi dan Industri Perekonomian Global Perekonomian Indonesia Tinjauan Industri Perbankan Industri Perumahan Tinjauan Operasi per Segmen Usaha Informasi Segmen Usaha Kinerja per Segmen Usaha Konvensional Syariah Jasa dan Layanan Perbankan Pendapatan dan Profitabilitas per Segmen Usaha Aspek Pemasaran Strategi Pemasaran Strategi Digital Banking Analisis Kinerja Keuangan Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Laporan Arus Kas Komitmen dan Kontinjensi Suku Bunga Dasar Kredit Analisa Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutang serta Rasio Keuangan yang Relevan Transaksi Spot dan Derivatif Informasi Material Lainnya Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal Serta Dasar Penentuan Kebijakan Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal Investasi Barang Modal pada Tahun Buku Terakhir Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Perbandingan antara Target & Realisasi 2018 Key Performance Indicator (KPI) & Kesehatan Bank Kebijakan Dividen dan Pembagiannya Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan dan/atau Manajemen (ESOP/MSOP) Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum 158 158 160 161 162 164 164 166 166 174 178 181 182 182 184 188 188 200 203 204 205 Dampak Perubahan Suku Bunga Terhadap Kinerja Bank Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan dan/atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi/Pihak Berelasi Informasi Transaksi Terkait Investasi, Ekspansi, Divestasi, Penggabungan Usaha, Akuisisi, Restrukturisasi, Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Perubahan Peraturan Perundang-undangan yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Perusahaan Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Dampaknya yang Diterapkan di Tahun 2018 Kontribusi kepada Negara Informasi Kelangsungan Usaha Prospek Usaha Prospek Makroekonomi 2019 Prospek Sektor Perumahan dan Perkembangan Program Sejuta Rumah Strategi Pengembangan Usaha Manajemen Risiko Struktur Modal Penerapan Manajemen Risiko Risiko Kredit Risiko Pasar Risiko Likuiditas Risiko Operasional Risiko Hukum Risiko Stratejik Risiko Kepatuhan Risiko Reputasi 221 226 227 227 230 230 232 232 234 235 240 240 242 245 267 268 268 274 274 274 274 205 209 210 210 213 213 213 214 216 217 276 PENDUKUNG BISNIS Human Capital Tata Kelola Teknologi Informasi 278 294 217 220 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 11 221 11 07/05/19 22.26
  14. DAFTAR ISI 308 TATA KELOLA PERUSAHAAN Tata Kelola Perusahaan Dasar , Tujuan, dan Komitmen Penerapan GCG Implementasi GCG yang Berkelanjutan Penilaian GCG Perseroan Struktur, Kebijakan dan Mekanisme Tata Kelola Perseroan Rapat Umum Pemegang Saham Dewan Komisaris Komisaris Independen Direksi Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi Hubungan Afiliasi antara Dewan Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham Utama/Pengendali Kebijakan Keberagaman Komposisi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Tata Kelola Remunerasi Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Organ dan Komite di Bawah Dewan Komisaris Komite-Komite di Bawah Direksi Sekretaris Perusahaan Fungsi Kepatuhan Fungsi Audit Internal Fungsi Audit Eksternal Fungsi Manajemen Risiko Sistem Pengendalian Intern Permasalahan Hukum Sanksi Administrasi 12 310 313 316 325 333 335 347 360 362 375 377 379 383 393 411 447 455 462 471 482 485 504 508 509 Akses Informasi dan Data Perseroan Kode Etik Perusahaan (Code of Conduct) Pengungkapan Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Kebijakan Pengendalian Gratifikasi Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) Tata kelola Unit Usaha Syariah (UUS) Buy Back Saham dan Buy Back Obligasi Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Dana Besar (Large Exposure) Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial Penyediaan Dana untuk Kegiatan Politik Pengungkapan Informasi tentang Sanksi Administrasi Otoritas Pasar Modal dan Otoritas Lainnya Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Rencana Strategis Bank Pernyataan dan Praktik Bad Corporate Governance Pernyataan dan Praktik Good Corporate Governance Pernyataan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern dan Manajemen Risiko 509 517 520 522 527 531 535 547 547 548 548 548 549 550 551 556 557 557 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 12 07/05/19 22.26
  15. 558 598 TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tanggung Jawab Sosial terkait Hak Asasi Manusia Tanggung Jawab dalam Bidang Lingkungan Hidup Tanggung Jawab dalam Bidang Ketenagakerjaan , Kesehatan dan Keselamatan Kerja Tanggung Jawab dalam Bidang Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan Tanggung Jawab dalam Bidang Produk dan Nasabah LAPORAN KEUANGAN AUDITED 560 568 570 576 584 592 847 LAMPIRAN Referensi SEOJK Nomor 30-SEOJK.04-2016: Laporan Tahunan Perusahaan Publik Kriteria Annual Report Award 2018 Kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Glosarium Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 13 847 856 868 870 13 07/05/19 22.26
  16. IKHTISAR KINERJA PERSEROAN TAHUN 2018 17 ,24% Total Aset 306,44triliun 261,37triliun 2017 8,01% Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil - Neto 10,09triliun 9,34triliun 2017 2018 2018 naik 17,24% 19,41% Dana Pihak Ketiga naik 8,01% 229,83triliun 192,47triliun 2017 39,93 % CKPN 2018 naik 19,41% 3,32triliun 2,37triliun 2017 2018 naik 39,93% 19,18% Total Kredit 215,72triliun 181,00triliun 2017 10,05% Total Ekuitas 2018 naik 19,18% 23,84triliun 21,66triliun 2017 2018 naik 10,05% 22,54% Total Pembiayaan Syariah 17,99triliun 2017 (7,25) % Laba Tahun Berjalan 22,04triliun 2018 naik 22,54% 2,81triliun 3,03triliun 2017 2018 turun 7,25% 14 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 14 07/05/19 22.26
  17. CSR CAR CAR berada di level 18 ,21% pada tahun 2018. Pada tahun 2018, Perseroan menyalurkan dana CSR mencapai Rp5.180 miliar CASA Market Share KPR Program Sejuta Rumah Rasio CASA mencapai 43,48% Pada tahun 2018, total market share KPR mencapai 39,35% Selama tahun 2018, realisasi Program Sejuta Rumah mencapai 757.159 unit *Sumber Data SEKI Bank Indonesia Jumlah ATM konsisten meningkat setiap tahunnya menjadi 2.126 ATM tersebar di seluruh Indonesia dengan pertumbuhan 8,25% (yoy) pada akhir tahun 2018 Meraih dua penghargaan dalam bidang Tata Kelola yaitu “Top 50 ASEAN Public Listed Companies” dan “Top 3 Public Listed Companies in Indonesia” pada ajang ASEAN Corporate Governance Awards 2018 yang diselenggarakan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) NPL Neto Perseroan berada di level 1,83% pada tahun 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pendahuluan_BTN_AR2018#INA.indd 15 15 07/05/19 22.26
  18. IKHTISAR UTAMA 2018 Ikhtisar Data Keuangan Penting Ikhtisar Bisnis dan Operasional Ikhtisar Saham Perseroan Informasi bagi Investor dan Pemegang Saham Aksi Korporasi 2018 Ikhtisar Obligasi , Sukuk atau Obligasi Konversi dalam 2 (Dua) Tahun Terakhir Peristiwa Penting 2018 Penghargaan Sertifikasi 16 18 22 24 26 28 28 30 37 43 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 16 07/05/19 22.31
  19. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 17 17 07/05/19 22.31
  20. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING 2014 2015 2016 2017 2018 Aktiva Produktif 141 .561.595 168.035.035 206.477.677 237.786.483 278.281.291 Kredit yang Diberikan 106.271.277 127.732.158 150.221.960 181.002.783 215.716.247 Pembiayaan/Piutang Syariah 9.644.524 11.223.646 14.224.421 17.987.798 22.041.427 Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain 1.496.455 7.839.477 17.581.350 24.697.503 26.464.760 Efek-Efek 5.446.372 1.819.562 4.186.141 7.720.954 5.868.658 Obligasi Pemerintah 8.238.065 8.230.908 9.243.639 8.183.973 9.393.138 Jumlah Aset 144.582.353 171.807.592 214.168.479 261.365.267 306.436.194 Simpanan dari Nasabah 106.470.677 127.708.670 147.787.618 177.091.421 211.034.488 Giro 23.422.618 31.368.443 42.643.680 50.019.826 53.673.188 Tabungan 26.167.914 30.757.681 32.776.835 38.217.936 38.350.839 Deposito Berjangka 56.880.145 65.582.546 69.536.953 85.481.932 115.462.283 Simpanan dari Bank Lain 1.179.269 1.721.198 3.643.889 5.063.433 2.992.579 Efek-Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali 3.817.603 2.135.091 1.385.000 1.385.000 935.000 Surat Berharga yang Diterbitkan 8.519.884 12.492.202 14.919.910 20.480.459 20.644.760 Pinjaman yang Diterima 6.998.213 7.726.728 4.999.616 7.991.053 15.499.493 132.329.458 157.947.485 182.828.998 223.937.463 263.784.017 - - 12.208.945 15.764.370 18.811.729 12.252.895 13.860.107 19.130.536 21.663.434 23.840.448 Posisi Keuangan (Rp Juta) Jumlah Liabilitas Jumlah Dana Syirkah Temporer Jumlah Ekuitas Laba Rugi (Rp Juta) Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil 12.807.328 14.966.209 17.138.819 20.091.600 22.851.758 Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus (7.342.747) (8.155.133) (8.975.274) (10.750.660) (12.762.581) 5.464.581 6.811.076 8.163.545 9.340.940 10.089.177 894.82 1.106.526 1.282.822 1.605.931 2.071.594 (771.166) (901.008) (707.531) (884.401) (1.714.427) (729) 7.198 - - - (4.010.139) (4.490.187) (5.386.604) (6.170.567) (6.852.544) 1.577.367 2.533.605 3.352.232 3.891.903 3.593.800 Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil - Neto Pendapatan Operasional Lainnya Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dan Non Keuangan Pembalikan (Beban) Estimasi Penyisihan Penurunan Nilai Komitmen dan Kontinjensi Beban Operasional Lainnya Laba Operasional Pendapatan Bukan Operasional - Neto 1.960 8.281 (22.148) (30.348) 16.475 Laba Sebelum Beban Pajak 1.579.327 2.541.886 3.330.084 3.861.555 3.610.275 Beban Pajak (433.755) (690.979) (711.179) (834.089) (802.352) Laba Tahun Berjalan 1.145.572 1.850.907 2.618.905 3.027.466 2.807.923 1.145.572 1.850.907 2.618.905 3.027.466 2.807.923 Laba tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada: •Pemilik • Kepentingan Non Pengendali Laba Komprehensif Tahun Berjalan-Setelah Pajak - - - - - 1.120.716 1.811.337 5.631.617 3.056.679 2.782.507 1.120.716 1.811.337 5.631.617 3.056.679 2.782.507 - - - - - 108 175 247 286 265 Laba Komprehensif Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada: •Pemilik • Kepentingan Non Pengendali Laba per Saham (Nilai Penuh) 18 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 18 07/05/19 22.31
  21. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen 2014 2015 2016 2017 2018 Rasio Keuangan (%) Rasio Kecukupan Modal (CAR) 14,64 16,97 20,34 18,87 18,21 Non Performing Loan (NPL) Gross 4,01 3,42 2,84 2,66 2,82 Non Performing Loan (NPL) Netto 2,76 2,11 1,85 1,66 1,83 Return On Asset (ROA) 1,14 1,61 1,76 1,71 1,34 Return On Equity (ROE) 10,95 16,84 18,35 18,11 14,93 4,47 4,87 4,98 4,76 4,32 88,97 84,83 82,48 82,06 85,58 108,86 108,78 102,66 103,13 103,25 Net Interest Margin (NIM) Biaya Operasonal terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Loan to Deposit Ratio (LDR) Persentase Pelanggaran BMPK • Pihak Terkait 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 • Pihak Tidak Terkait 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Persentase Pelampauan BMPK • Pihak Terkait 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 • Pihak Tidak Terkait 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 Giro Wajib Minimum (GWM) GWM Utama Rupiah: • Konvensional 8,09 7,95 6,72 7,02 6,61 • Syariah 5,09 5,04 5,08 5,00 5,30 GWM Valuta Asing 8,39 8,08 8,47 8,38 8,69 Posisi Devisa Netto 1,92 1,74 0,29 1,29 1,55 Jumlah Aset Kredit yang Diberikan (Rp Miliar) (Rp Miliar) 215.716 306.436 261.365 181.003 214.168 150.222 127.732 171.808 106.271 144.582 19,18% 17,24% Jumlah Kredit yang Diberikan meningkat, menjadi Jumlah Aset meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 306.436.194 juta Rp 2014 2015 2016 2017 2018 215.716.247 juta Rp Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 19 19 07/05/19 22.31
  22. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Jumlah Simpanan Nasabah Jumlah Ekuitas (Rp Miliar) (Rp Miliar) 211.034 23.840 21.663 177.091 19.131 147.788 127.709 13.860 12.253 106.471 19,17% 10,05% Jumlah Simpanan Nasabah meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 211.034.488 juta Rp Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Jumlah Ekuitas meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus (Rp Miliar) (Rp Miliar) 22.852 12.763 20.092 10.751 17.139 8.975 14.966 7.343 12.807 8.155 13,74% 18,71% Jumlah Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil meningkat, menjadi 2014 2015 2016 23.840.448 juta Rp 2017 2018 22.851.758 juta Rp Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil - Neto (Rp Miliar) Jumlah Beban Bunga, Bagi Hasil dan Bonus meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 12.762.581 juta Rp Laba Tahun Berjalan - Setelah Pajak (Rp Miliar) 3.027 10.089 9.341 2.808 2.619 8.164 6.811 1.851 5.465 8,01% 1.146 (7,25)% Jumlah Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil - Neto meningkat, menjadi 2014 20 2015 2016 2017 2018 10.089.177 juta Rp Jumlah Laba Tahun BerjalanSetelah Pajak menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 2.807.923 juta Rp Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 20 07/05/19 22.31
  23. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Non Performing Loan (NPL) Netto Return On Asset (ROA) (Persentase %) (Persentase %) 2,76 1,76 1,61 1,71 2,11 1,34 1,85 1,66 1,83 1,14 Rasio Non Performing Loan (NPL) menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 1,83% Return On Equity (ROE) 2014 2015 2016 2017 2018 1,34% Net Interest Margin (NIM) (Persentase %) 18,35 Rasio Return on Asset (ROA) menjadi (Persentase %) 18,11 4,87 16,84 4,98 4,47 4,76 4,32 14,93 10,95 Rasio Return On Equity (ROE) menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 14,93% Biaya Operasonal terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 84,83 82,48 82,06 2014 2015 2016 2017 2018 (Persentase %) 108,86 108,78 85,58 102,66 103,13 103,25 Biaya Operasonal terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 4,32% Loan to Deposit Ratio (LDR) (Persentase %) 88,97 Rasio Net Interest Margin (NIM) menjadi 85,58% Loan to Deposit Ratio (LDR) menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 103,25% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 21 21 07/05/19 22.31
  24. IKHTISAR BISNIS DAN OPERASIONAL 2014 2015 2016 2017 2018 Ikhtisar Bisnis (Rp Juta) Perbankan Konsumer Penyaluran Kredit Konsumer 23.684.924 30.399.375 34.804.253 44.187.731 49.371.120 Simpanan Konsumer 34.811.565 38.618.436 44.389.209 52.743.237 61.792.136 Penyaluran Kredit Komersial 13.807.906 16.565.305 18.521.043 23.298.077 29.135.261 Simpanan Komersial 62.911.655 77.985.698 100.568.259 120.011.519 146.263.780 Penyaluran Pembiayaan Syariah 4.105.301 4.281.418 5.960.741 7.489.093 8.326.533 Simpanan Syariah 8.747.457 11.104.536 15.030.249 18.754.100 22.342.676 36.002 39.375 62.880 93.758 116.880 Perbankan Komersial Unit Usaha Syariah Penerimaan Fee Based Income Syariah Operasional Lainnya Jumlah Kantor Cabang Jumlah ATM Jumlah Pegawai Skor GCG 65 65 65 75 76 1.830 1.830 1.830 1.964 2.126 8.582 9.042 9.380 10.245 11.810 Komposit 2 "SEHAT" Komposit 2 "SEHAT" Komposit 2 "SEHAT" Komposit 2 "SEHAT" Komposit 2 "SEHAT" Penyaluran Kredit Konsumer Simpanan Konsumer (Rp Miliar) (Rp Miliar) 49.371 61.792 44.188 52.743 44.389 34.804 30.399 34.812 38.618 23.685 11,73% 17,16% Jumlah Penyaluran Kredit Konsumer meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 49.371.120 juta Rp Penyaluran Kredit Komersial Jumlah Simpanan Konsumer meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 Simpanan Komersial (Rp Miliar) (Rp Miliar) 146.264 29.135 120.976 23.298 100.568 18.521 16.565 77.986 13.808 62.912 25,05% 20,90% Jumlah Penyaluran Kredit Komersial meningkat, menjadi 2014 22 61.792.136 juta Rp 2015 2016 2017 2018 29.135.261 juta Rp Jumlah Simpanan Komersial meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 146.263.780 juta Rp Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 22 07/05/19 22.31
  25. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pembiayaan Syariah Simpanan Syariah (Rp Miliar) (Rp Miliar) 8.327 22.343 18.754 7.489 15.030 5.961 4.105 11.105 8.747 4.282 19,14% 11,19% Jumlah Simpanan Syariah meningkat, menjadi Jumlah Pembiayaan Syariah meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 8.326.533 juta Rp Penerimaan Fee Based Income Syariah (Rp Miliar) 22.342.676 juta Rp 2014 2015 2016 2017 2018 Jumlah ATM (Unit) 116,88 2.126 1.830 93,76 1.830 1.830 1.964 62,88 36,00 24,66% 39,37 8,25% Jumlah Penerimaan Fee Based Income Syariah meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 116.880 juta Rp Jumlah Pegawai Jumlah ATM meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 2.126 Unit ATM Skor GCG (Orang) Komposit 2 Komposit 2 Komposit 2 Komposit 2 Komposit 2 “SEHAT” “SEHAT” “SEHAT” “SEHAT” “SEHAT” 11.810 10.360 8.582 9.042 9.244 14,00% Perseroan kembali meraih skor GCG Jumlah Pegawai meningkat, menjadi 2014 2015 2016 2017 2018 11.810 Pegawai 2014 2015 2016 2017 2018 Komposit 2 “SEHAT” Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 23 23 07/05/19 22.31
  26. IKHTISAR SAHAM PERSEROAN PENCATATAN SAHAM PERDANA (INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO) PENAWARAN UMUM TERBATAS I RIGHTS ISSUE Perseroan mencatatkan sahamnya pertama kali di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Desember 2009 dengan menawarkan 2.360.057.000 lembar saham Seri B atau 27,08% dari modal ditempatkan, dengan harga penawaran Rp800 per lembar saham kepada masyarakat. Pencapaian IPO tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat, yang ditandai dengan oversubscribe sebanyak 2,04 kali dengan nilai proceed sebesar Rp1,88 triliun. Hal tersebut mendapatkan penghargaan “Best IPO in Indonesia 2009” dari Majalah The Asset dan “Mid Cap/IPO Deal of The Year in Southeast Asia 2009” dari Publisher Alpha South Asia (Hong Kong). Pada tahun 2012, Perseroan melakukan aksi korporasi berupa Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) kepada para pemegang saham Perseroan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue dengan tujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan juga untuk meningkatkan jumlah saham publik yang diperjual belikan (floating shares). Kondisi ini akan meningkatkan kapitalisasi pasar dan likuiditas saham BBTN di pasar modal sekaligus untuk mendukung pertumbuhan kredit, sehingga dapat menambah minat investor untuk berinvestasi lebih pada saham BBTN. Adapun ringkasan transaksi Rights Issue Perseroan adalah: Jenis Penawaran HMETD Jumlah Saham yang Ditawarkan 1.512.857.500 Saham Seri B Nilai Nominal Saham Rp500 (lima ratus Rupiah) Harga Pelaksanaan Rp1.235 (seribu dua ratus tiga puluh lima Rupiah) Waktu Pelaksanaan Agustus 2017 - Januari 2018 Jumlah Saham Tercatat Setelah Rights Issue 10.481.074.500 lembar saham Jumlah Dana (Proceeds) Diterima Rp1.868.379.012.500 (satu triliun delapan ratus enam puluh delapan miliar tiga ratus tujuh puluh sembilan juta dua belas ribu lima ratus Rupiah) Rasio Konversi 555.000 (lima ratus lima puluh lima ribu) Saham Lama berhak atas 94.943 (sembilan puluh empat ribu sembilan ratus empat puluh tiga) HMETD Dilusi Kepemilikan 14,61% (empat belas koma enam satu persen) sebelum pelaksanaan MESOP dan sebesar 16,49% (enam belas koma empat puluh sembilan persen) setelah pelaksanaan MESOP Periode Perdagangan HMETD 23 - 29 November 2012 Periode Pelaksanaan HMETD 23 - 29 November 2012 Tanggal Pencatatan Efek di Bursa 23 November 2012 Pencatatan Bursa Bursa Efek Indonesia Pembeli Siaga PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas 24 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 24 07/05/19 22.31
  27. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited INFORMASI HARGA , VOLUME DAN KAPITALISASI SAHAM PERSEROAN TAHUN 2017 – 2018 Periode Tahun 2017 2018 Triwulan Jumlah saham yang beredar (lembar) Harga Penutupan (Rp) Harga Terendah (Rp) Harga Tertinggi (Rp) Rata-rata volume perdagangan harian (lot saham) I 10.590.000.000 2.270 1.695 2.360 211.178 24.039.300 27.534.000 Kapitalisasi Pasar (Rp Juta) II 10.590.000.000 2.600 2.140 2.710 133.321 III 10.590.000.000 3.150 2.320 3.340 160.448 33.358.500 IV 10.590.000.000 3.570 2.690 3.610 321.682 37.806.300 I 10.590.000.000 3.800 3.370 3.890 154.068 40.242.000 II 10.590.000.000 2.450 2.370 3.770 253.440 25.945.500 III 10.590.000.000 2.630 2.110 2.920 435.016 27.851.700 IV 10.590.000.000 2.540 2.010 2.820 331.937 26.898.600 Grafik Ikhtisar Saham Triwulanan 435.016 3.800 3.570 321.682 331.937 253.440 3.150 211.178 133.321 160.448 154.068 2.630 2.600 2.450 2.540 2.270 TW I TW II 2017 TW III TW IV TW I TW II TW III 2018 TW IV Rata-rata volume perdagangan harian (lot saham) Harga Penutupan (Rp) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 25 25 07/05/19 22.31
  28. INFORMASI BAGI INVESTOR DAN PEMEGANG SAHAM Sepanjang tahun 2018 , kinerja pasar modal dalam negeri menghadapi berbagai tantangan. Hal ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi global di mana pertumbuhan ekonomi dunia melambat di tingkat 3,6% (yoy). Pelemahan ini terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS), Eropa dan Tiongkok. Sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat, ketidakpastian di pasar keuangan global mulai berkurang seiring dengan berkurangnya ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok, ditambah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Funds Rate (FFR) yang lebih rendah. No Negara Indeks 1 India 2 Argentina 3 Indonesia JCI Index 4 AS DJI Index 5 Malaysia FBMKLCI Index 6 Australia AS30 Index 7 Vietnam VNINDEX Index 8 Singapura STI Index Beberapa peristiwa tersebut turut serta menimbulkan sentimen pasar yang berpengaruh pada kinerja indeks saham di beberapa negara selama tahun 2018. Sebagian besar kinerja indeks saham global mengalami koreksi secara tahunan di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan sebesar 2,54% (yoy) ke tingkat 6.194,50 per 31 Desember 2018. Meski mencatatkan kinerja negatif, kinerja IHSG masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa indeks global lain, sebagaimana yang terlihat pada tabel berikut: YoY Performance 2017 2018 S&P BSE 34.056,83 36.068,33 5,91% MERVAL Index 30.065,61 30.292,55 0,75% 6.355,65 6.194,50 -2,54% 24.719,22 23.327,46 -5,63% 1.796,81 1.690,58 -5,91% 6.167,29 5.709,40 -7,42% 984,24 892,54 -9,32% 3.402,92 3.068,76 -9,82% 9 Thailand SET Index 1.753,71 1.563,88 -10,82% 10 Jepang NKY Index 22.764,94 20.014,77 -12,08% 11 Inggris UKX Index 7.687,77 6.728,13 -12,48% 12 Filipina PSEi 13 Hong Kong HSI Index 14 Korea Selatan 15 16 26 8.558,42 7.466,02 -12,76% 29.919,15 25.845,70 -13,61% KOSPI Index 2.467,49 2.041,04 -17,28% Turki XU100 Index 115.333,00 91.270,48 -20,86% Tiongkok SHCOMP Index 3.307,17 2.493,90 -24,59% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 26 07/05/19 22.31
  29. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kinerja Saham Perseroan IHSG (Rp) BBTN (Rp) 7.000 4.100 6.500 3.600 6.000 3.100 5.500 2.600 5.000 2.100 4.500 1.600 4.000 1.100 Des ‘17 Jan ‘18 Feb ‘18 Mar ‘18 Apr ‘18 Mei ‘18 Jun ‘18 IHSG Jul ‘18 Agt ‘18 Sep ‘18 Okt ‘18 Nov ‘18 Des ‘18 BBTN Indikator Kinerja Saham Indikator BBTN 2017 BBTN 2018 Harga Penutupan (Rp) 3.570 2.540 Harga Terendah (Rp) 1.695 2.010 Harga Tertinggi (Rp) 3.610 3.890 209.739 294.954 Rata-rata Volume Perdagangan Harian (Lot Saham) PE (x) PBV (x) Kapitalisasi Pasar (Rp Juta) 12,49 9,58 1,75 1,13 37.806.300 26.898.600 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 27 27 07/05/19 22.31
  30. AKSI KORPORASI 2018 Pada tahun 2018 dan 2017 , Perseroan tidak melakukan aksi korporasi seperti pemecahan saham (stock split), penggabungan saham (reverse stock), dividen saham, saham bonus, dan perubahan nilai nominal saham. IKHTISAR OBLIGASI, SUKUK ATAU OBLIGASI KONVERSI DALAM 2 (DUA) TAHUN TERAKHIR INFORMASI OBLIGASI Nama Obligasi Nominal (Rp Juta) Tanggal Penerbitan Tanggal Jatuh Tempo Jangka Waktu (Tahun) Kupon (%) Peringkat 2017 2018 Jatuh Tempo/ Belum Jatuh Tempo Bursa Obligasi BTN XIV Tahun 2010 1.650.000 11 Juni 2010 11 Juni 2020 10 10,250% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi BTN XV Tahun 2011 1.300.000 28 Juni 2011 28 Juni 2021 10 9,500% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012 2.000.000 5 Juni 2012 5 Juni 2022 10 7,900% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 2.000.000 27 Maret 2013 27 Maret 2023 10 7,900% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri D 800.000 08 Juli 2015 08 Juli 2025 10 10,50% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri B 500.000 08 Juli 2015 08 Juli 2020 5 9,875% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri C 800.000 08 Juli 2015 08 Juli 2022 7 10,000% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri A 1.347.000 30 Agustus 2016 30 Agustus 2019 3 8,200% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia 28 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 28 07/05/19 22.31
  31. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Nama Obligasi Nominal (Rp Juta) Tanggal Penerbitan Tanggal Jatuh Tempo Jangka Waktu (Tahun) Kupon (%) Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Peringkat 2017 2018 Jatuh Tempo/ Belum Jatuh Tempo Bursa Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri B 1.653.000 30 Agustus 2016 30 Agustus 2021 5 8,750% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri A 1.466.000 13 Juli 2017 13 Juli 2020 3 8,300% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri B 1.295.000 13 Juli 2017 13 Juli 2022 5 8,500% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri C 853.000 13 Juli 2017 13 JUli 2024 7 8,700% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri D 1.386.000 13 Juli 2017 13 Juli 2027 10 8,900% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Total 17.050.000 INFORMASI SUKUK ATAU OBLIGASI KONVERSI YANG MASIH BEREDAR DALAM 2 (DUA) TAHUN BUKU TERAKHIR Perseroan tidak menerbitkan sukuk atau obligasi konversi yang masih beredar dalam 2 (dua) tahun buku terakhir. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 29 29 07/05/19 22.31
  32. PERISTIWA PENTING 2018 Maret Januari 23 Bank BTN Bagikan Dividen 10 Gandeng Pengadilan , Perseroan Luncurkan Aplikasi E-Panjar Dalam rangka mendukung kelancaran proses peradilan di Indonesia, Perseroan menggandeng Pengadilan Negeri (PN) Cibinong meluncurkan aplikasi e-Panjar. Melalui e-Panjar, masyarakat bisa membayar biaya panjar perkara dengan mudah & praktis. Pengadilan pun dapat menghitung serta mengelola biaya panjar dengan lebih cepat, tepat, akurat, & praktis. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018 memutuskan untuk pembagian dividen kepada pemegang saham sebanyak 20% dari laba bersih tahun 2017 atau sebesar Rp605,49 miliar dari total laba sebesar Rp3,027 triliun. Sementara 80% sisanya sebagai laba ditahan akan digunakan Perseroan untuk ekspansi kredit dan pengembangan usaha. April Februari 06 Dukung Pendidikan, Perseroan Tawarkan Kredit Pendidikan Single Digit 19 Perseroan Gelar Kompetisi BTN Mortgtech Hackathon Perseroan terus berupaya memacu lini bisnis digital banking sesuai dengan strategi transformasi digital Perseroan guna mendukung Program Sejuta Rumah. Kali ini, Perseroan dengan didukung Daily Social menggelar BTN Mortgtech (mortgage technology) Hackathon. 30 Perseroan meluncurkan kredit untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dengan plafon hingga Rp200 juta dan bunga hanya sebesar 6,5% flat selama 5 tahun. Pinjaman tersebut diluncurkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 30 07/05/19 22.31
  33. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Mei April 08 TCASH dan Perseroan Jangkau Nasabah Lewat Ponsel 17 Manjakan Nasabah , Perseroan Luncurkan Kartu Debit Berlambang Garuda Setelah Bank Indonesia meluncurkan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada akhir tahun 2017 lalu, Perseroan mendukung penuh implementasi GPN di perbankan nasional. Perseroan berharap dengan hadirnya kartu debit berlogo GPN tidak hanya membuat transaksi perbankan menjadi lebih baik bagi nasabah, tapi juga mendukung kelancaran berbagai program Pemerintah. Mei TCASH, sebagai uang elektronik milik Telkomsel, mengembangkan kerja sama strategis dengan Perseroan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia mengakses layanan keuangan lewat telepon selular (ponsel). Perseroan terus berupaya memudahkan nasabah mengakses berbagai produk perbankan sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia menjadi bankable. 15 Perseroan dan Grab Wujudkan Impian Ribuan Mitra Pengemudi Untuk Miliki Rumah 05 Perseroan dan PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia) bekerja sama mewujudkan keinginan para mitra pengemudi GrabBike untuk memiliki rumah impian. Kerja sama ini merupakan salah satu sinergi Perseroan sebagai agent of development untuk mendukung pemerintah mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah bagi pekerja sektor informal yang memiliki pendapatan tidak tetap. Perseroan Gelar Roadshow Tabungan e’batarapos Perseroan menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) untuk memperluas inklusi keuangan ke seluruh lapisan masyarakat lewat produk Tabungan e’Batarapos. Produk tabungan tersebut ditargetkan bisa menarik nasabah dan meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Perseroan dengan menggelar roadshow ke sejumlah provinsi di tanah air. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 31 31 07/05/19 22.31
  34. PERISTIWA PENTING 2018 Juni 04 Juli Incar Potensi Dana Asing , Perseroan Luncurkan Tabungan Felas Perseroan resmi meluncurkan produk tabungan valas dalam dua mata uang sebagai langkah strategis menggarap potensi dana asing dan menambah variasi produk serta layanan bagi nasabah Perseroan. Dengan produk ini, Perseroan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menabung, bertransaksi, dan berinvestasi dalam mata uang asing. 19 Dukung Pengembangan Wilayah Maja, Perseroan Gelontorkan Kredit Untuk PNS Di Lebak Dalam rangka menyukseskan Program Sejuta Rumah, Perseroan menggelar kemitraan dengan Korps Pegawai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dan PT Bintang Energi Lestari untuk menyediakan rumah bagi hampir 10.000 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Lebak yakni Maja di Kabupaten Lebak, Banten. 29 Perseroan Sabet Predikat Bank Terbaik 2018 Predikat tersebut diraih atas keberhasilan Perseroan mencatatkan lompatan posisi aset selama enam tahun terakhir dan berhasil menembus peringkat ke-5 bank dengan aset terbesar. Berbagai transformasi akan terus dilakukan untuk mencapai target menjadikan Perseroan sebagai Global Player pada 2025 mendatang. 26 Perseroan Jadi Bank Buku 3 Paling Menguntungkan Perseroan mendapat pengakuan sebagai emiten bank kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3 yang paling menguntungkan. Pengakuan tersebut disematkan melalui predikat The Best Public Companies berdasarkan Wealth Added Index (WAI) 2018 untuk kategori perbankan. Saham Perseroan pun kembali masuk dalam jajaran saham paling likuid di pasar modal atau indeks LQ45. 32 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 32 07/05/19 22.31
  35. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Agustus 14 Raup Pendanaan Murah FLPP , Perseroan Bidik Penyaluran KPR Sejahtera Agustus Perseroan menandatangani Perjanjian Kerja sama Tripartit antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PPDPP) dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) tentang penyaluran KPR Sejahtera atau biasa disebut KPR Subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). 15 Sukseskan Program Sejuta Rumah, Perseroan Gelar BTN Property Award 2018 15 Perseroan kembali menggelar ajang penghargaan bertajuk BTN Property Award 2018. Ajang apresiasi bagi para pelaku bisnis properti di Indonesia tersebut digelar untuk terus memacu semangat bersinergi para pengembang terutama dalam mendukung kesuksesan Program Sejuta Rumah. Perseroan Sosialisasikan Penggunaan Fintech di Pondok Pesantren Perseroan terus mendukung pengembangan aplikasi fintech di Pondok Pesantren, dengan penambahan fitur-fitur yang memudahkan layanan transaksi para santri. Dengan pengembangan aplikasi fintech oleh santri di lingkungan ponpes diharapkan dapat benarbenar bisa menjawab kebutuhan fasilitas layanan perbankan sesuai dengan syariat Islam. 27 Perseroan Restrukturisasi Kredit Korban Gempa Lombok Untuk meringankan beban para korban gempa di Nusa Tenggara Barat, Perseroan memberikan kemudahan bagi debitur untuk mendapatkan restrukturisasi. Langkah Perseroan ini merupakan tindak lanjut dari arahan dan himbauan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan perlakuan khusus terhadap debitur yang terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 33 33 07/05/19 22.31
  36. PERISTIWA PENTING 2018 Agustus September 28 Dukung Infrastruktur Pengembangan Bandara di Indonesia , Perseroan Kucurkan Kredit Rp1 Triliun ke AP II Perseroan mengucurkan kredit korporasi senilai Rp1 triliun untuk PT Angkasa Pura II (Persero). Pembiayaan tersebut diberikan untuk meningkatkan pengembangan bandar udara di lingkungan AP II sekaligus dalam rangka mendukung sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan meningkatkan kinerja bisnis Perseroan. September 13 Perseroan Luncurkan BTN House Price Index (BTN HPI) Pertumbuhan permintaan hunian dan pengembangan kawasan hunian yang semakin pesat mendorong Perseroan merilis indeks harga rumah atau House Price Index (HPI) untuk dijadikan acuan bagi para stakeholder di bidang properti dalam berinvestasi. HPI yang diracik tim riset Housing Finance Center (HFC) Perseroan memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai tren pertumbuhan harga rumah yang lebih akurat dengan metode matched sales menggunakan data penyaluran KPR BTN di seluruh wilayah di Indonesia. 09 Bank BTN Tingkatkan DPK Ritel Lewat Tabungan e’Batarapos e’Batarapos memiliki fasilitas perbankan yang lengkap dan menguntungkan, di antaranya bisa menabung di hari Sabtu & Minggu, dapat melakukan penyetoran dan penarikan di seluruh outlet Bank BTN, Kantor Pos maupun di mesin ATM yang tersebar luas, dapat melakukan transaksi di mobile banking, mendapatkan kartu ATM berlogo Visa dan saldo di atas 1 Juta tidak dikenakan biaya administrasi. 34 27 KPR Mikro untuk MBR dengan Skim ABCG Diujicoba di Jawa Tengah Perseroan bersama Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pertanahan Nasional, Pemerintah Kabupaten Kendal dan Universitas Diponegoro (UNDIP) melakukan sinergi dalam memfasilitasi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mendapatkan akses pendanaan dari Bank untuk memiliki rumah melalui skema KPR Mikro “Academy-Business-Community Government” atau ABCG untuk mendukung pembangunan perumahan swadaya yang berbasis komunitas yang membutuhkan rumah tinggal. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 34 07/05/19 22.31
  37. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Oktober 03 Oktober Perseroan Luncurkan Progam KPR Khusus Milenial Bertajuk KPR Gaeesss !! Tidak mau ketinggalan merebut ceruk pasar para milenial, Perseroan merilis program KPR anyar bertajuk “KPR Gaeesss!”. KPR Gaeesss memberikan kemudahan, dari awal pengajuan aplikasi KPR atau KPA, dan biaya yang terjangkau untuk uang muka, biaya provisi dan administrasi. 11 Perseroan Sukses Lelang 563 Unit Rumah Sitaan Lewat Portal www.rumahmurahbtn.co.id 04 Perseroan Siapkan Restrukturisasi Kredit bagi Korban Gempa & Tsunami di Sulawesi Tengah Semenjak diluncurkan pada tanggal 9 Februari 2018 lalu, jumlah peminat rumah lelang dari Portal www.rumahmurahbtn.co.id milik Perseroan semakin meningkat. Pelelangan agunan dari KPR atau KPA yang macet merupakan salah satu upaya Perseroan untuk melakukan restrukturisasi kredit bermasalah dan lewat portal www.rumahmurahbtn.co.id menjadi lebih efektif menarik peminat. Perseroan meracik skema restrukturisasi kredit bagi para debitur yang terdampak bencana alam. Perseroan sangat prihatin dengan kondisi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya para debitur karena itu Perseroan akan memberikan restrukturisasi kredit kepada mereka dengan memperhatikan kondisi fisik serta psikologis nasabah serta situasi Sulawesi Tengah ke depannya sehingga tidak memberatkan mereka. 15 Ribuan Atlet KOI Bisa Nikmati KPR BTN Sejalan dengan komitmen menyukseskan Program Sejuta Rumah dan mendukung kesejahteraan para atlet nasional, Perseroan menggelar kemitraan dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Lewat kemitraan tersebut, pengurus, anggota dan ribuan atlet nasional yang tergabung dalam KOI bisa memiliki rumah dengan skema menarik dan terjangkau. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 35 35 07/05/19 22.31
  38. PERISTIWA PENTING 2018 Desember Oktober 08 Bank BTN Dukung Pengembangan Ekonomi Digital 23 Gandeng Notaris Seluruh Indonesia , Perseroan Tingkatkan Kualitas Kredit Dalam rangka meningkatkan kualitas kredit Perseroan terutama dalam mengamankan portofolio kredit sebagai aset, Perseroan menggandeng Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP-INI). Kemitraan strategis dengan PP-INI tersebut digelar untuk mengamankan dokumen kredit berupa akta tanah sesuai ketentuan yang berlaku. Presiden RI Joko Widodo bersama Direktur Utama Perseroan meninjau pameran start up dalam acara BTN Digital Start Up Connect 2018 di Balai Kartini, Jakarta. Dukungan Perseroan terhadap ekonomi digital diwujudkan dengan merangkul perusahaan perintis di antaranya Plug N Play Indonesia yang diajak untuk mencari perusahaan start up yang siap dijadikan strategic partner Perseroan untuk bertransformasi digital. Sejalan dengan transformasi bisnis digital banking yang sedang berjalan, Perseroan optimis kolaborasi ini akan mendukung bisnis Perseroan dalam pengembangan bisnis perbankan berbasis e-commerce dan fintech. November 10 07 Perseroan Jalin Kerja Sama dengan Bluebird untuk Program Pembiayaan Perumahan Para Pengemudi dan Karyawan Sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan karyawan, Bluebird menjalin kerja sama dengan Perseroan dalam program pembiayaan perumahan bagi keluarga besar Bluebird. Pada kerja sama ini, Perseroan berkomitmen memberikan fasilitas pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah, baik KPR Subsidi maupun KPR Non Subsidi bagi para karyawan serta pengemudi Bluebird yang telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan Bluebird maupun Perseroan. 36 HUT KPR ke-42, Perseroan Ajak Milenial Ambil Peran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama Perseroan, Maryono menyapa para milenial dalam acara Spirit of KPR BTN ke-42 bertajuk Growing with Millennials di Jakarta, Senin (10/12). HUT KPR ke-42 menjadi momentum bagi Perseroan untuk mengajak milenial berperan tidak hanya sebagai objek tapi juga subjek dari bisnis properti ke depan, terutama menjadi inovator dan akselerator percepatan program satu juta rumah. Selama 42 tahun Perseroan berkontribusi membantu program perumahan rakyat dengan merealisasikan KPR untuk membiayai hampir 5 juta unit rumah di Indonesia. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 36 07/05/19 22.31
  39. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PENGHARGAAN 1 2 5 3 8 4 9 6 11 11 12 INTERNASIONAL 1 4 7 10 13 Gold Award Dari League of American Communication Professionals 2017 Vision Awards , 16 Juli 2018 Top 80 Reports Asia - Pasific Region Dari League of American Communication Professionals 2017 Vision Awards, 16 Juli 2018 The 5th Ranking of Indonesia The Best Public Companies based on Wai™ 2018 Industry Category: Banks Dari Majalah SWA ASEAN Best Public Companies, 26 Juli 2018 2 5 8 Top 10 Indonesian Reports of 2017 Dari League of American Communication Professionals 2017 Vision Awards, 16 Juli 2018 Top 100 Reports Worldwide Dari League of American Communication Professionals 2017 Vision Awards, 16 Juli 2018 TOP 50 ASEAN PLCs (TOP 31-50) Dari ASEAN Capital Markets Forum ASEAN Corporate Governance Awards, 21 November 2018 3 6 9 Best CEO category SOE’S Bank 11 Public Company in Asia & Turkey Dari Perbanas, Economic Review, International Business School, Indonesia-Asia Institute Human Development for Corporate Transformation Indonesia -Turkey Global Leaders Award 2018, 24 November 2018 The Best Company in Asia & Turkey 12 2018 category SOE’S Public Company - Bank Dari Perbanas, Economic Review, International Business School, Indonesia-Asia Institute Human Development for Corporate Transformation Indonesia -Turkey Global Leaders Award 2018, 24 November 2018 Winner in the category Public Risk Award Dari ERMA (Enterprise Risk Management Academy) ASEAN Risk Award 2018, 6 Desember 2018 Runner Up in the category GRC Award Dari ERMA (Enterprise Risk Management Academy) ASEAN Risk Award 2018, 6 Desember 2018 14 Best Report Financials: Silver Dari League of American Communication Professionals 2017 Vision Awards, 16 Juli 2018 The 11th Ranking of Indonesia The Best Public Companies based on Wai™ (Overall) 2018 Dari Majalah SWA ASEAN Best Public Companies, 26 Juli 2018 TOP 3 PLCs (Indonesia) Dari ASEAN Capital Markets Forum ASEAN Corporate Governance Awards, 21 November 2018 Gold Awards in Corporate Governance and Investor Relations Dari The Asset The Asset Corporate Award 2018, 10 Desember 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 37 37 07/05/19 22.31
  40. PENGHARGAAN 1 2 3 7 8 6 9 11 10 12 NASIONAL 1 4 7 10 Penghargaan Bidang Pendidikan Dari Koran Sindo Apresiasi CSR 2017 25 Januari 2018 Top Home Ownership Loan Product Dari Warta Ekonomi Jawara Financial Indonesia 2018 , 29 Maret 2018 Kategori Indonesia Melayani Terbaik Silver Winner Dari BUMN Track Revolusi Mental Award, 25 April 2018 3rd the Best of the Best Indonesia Human Capital 2018 Dari Economic Review & IndonesiaAsia Institute Human Development for Corporate Transformation Indonesia Human Capital Award - IV - 2018 30 Mei 2018 38 2 5 8 11 Best Achiever in CEO State Owned Enterprises (BUMN) Dari Mens Obsession Obsession Award, 22 Maret 2018 Top Apartment Ownership Loan Product Dari Warta Ekonomi Jawara Financial Indonesia 2018, 29 Maret 2018 Excellent Growth - Kategori Bank BUMN Dari Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Award 2018, 7 Mei 2018 3rd Best Overall Performance Sharia Business Unit (UUS) Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Ecxellence Awards 2018 5 Juni 2018 3 6 9 12 Top Used Bank in Commercial Bank Based on Business Activities/Buku 3 Dari Warta Ekonomi Jawara Financial Indonesia 2018, 29 Maret 2018 Juara I Kategori Indonesia Mandiri Terbaik - Gold Winner Dari BUMN Track Revolusi Mental Award, 25 April 2018 Top Performing Listed Companies 2018, Kapitalisasi Pasar ≥ Rp 10 triliun Dari Majalah Investor Investor Award 2018 - 100 Best Listed Companies 2018, 14 Mei 2018 3rd Best Opening Account Mobile Application Commercial Bank Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Ecxellence Awards 2018 5 Juni 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 38 07/05/19 22.32
  41. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen 13 14 15 17 18 19 21 13 16 19 22 1st Best ATM Center Commercial Bank Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Excellence Awards 2018 5 Juni 2018 4th Best Walk-In Channel Commercial Bank Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Ecxellence Awards 2018 5 Juni 2018 BTN SYARIAH KATEGORI Sharia Banking for Achieving Exceptional Total Service Quality Satisfaction Based on Customer Perception Survey SQIndex 2018 Dari Carre Service Quality Monitoring Indonesia Service Quality Award, SQ Diamond Award 2018 2 Agustus 2018 Juarai 1 Kategori Pengembangan Talenta Terbaik Dari BUMN Track 7th Anugerah BUMN 2018, 9 Agustus 2018 22 14 17 20 23 2nd Best Telepon Sharia Business Unit (UUS) Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Ecxellence Awards 2018 5 Juni 2018 6th Best Overall Performance Commercial Bank Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Ecxellence Awards 2018 5 Juni 2018 Juara 1 BUMN Tbk Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) Terbaik Dari BUMN Track 7th Anugerah BUMN 2018, 9 Agustus 2018 Bank Berpredikat “Sangat Bagus” Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2017 Dari Infobank 23th Infobank Awards 2018, 14 Agustus 2018 23 15 18 21 24 Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 16 20 24 3rd Best Telepon Commercial Bank Dari Infobank & MRI 15th Banking Service Ecxellence Awards 2018 5 Juni 2018 Bank Terbaik 2018 - Kategori Bank Umum dengan Modal Inti Rp5 Triliun - Rp30 Triliun Dari Majalah Investor Investor Awards Best Bank 2018, 29 Juni 2018 CEO Driving Execution Terbaik Dari BUMN Track 7th Anugerah BUMN 2018, 9 Agustus 2018 Bank Berpredikat “Sangat Bagus” atas Kinerja Keuangan 2008 - 2017 Dari Infobank 23th Infobank Awards 2018, 14 Agustus 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 39 39 07/05/19 22.32
  42. PENGHARGAAN 27 28 29 31 30 34 32 35 36 NASIONAL 25 28 31 34 Top 8 Popular Company in Banking Sector Dari Warta Ekonomi Indonesia Corporate PR Award 2018 24 Agustus 2018 BUMN Berpredikat “Sangat Bagus” atas Kinerja Keuangan 2008 - 2017 Dari Infobank 9th BUMN Awards 2018 26 September 2018 The Best Assets Quality Sharia Business Unit of Commercial Banks 2015-2017 Dari Infobank 7th Sharia Awards 2018 26 September 2018 Penyelenggara Terbaik III Program BHUN 2017 Dari Kementerian BUMN Penghargaan BUMN Hadir untuk Negeri 2017 29 Oktober 2018 40 26 29 32 35 Top 5 Popular CEO Dari Warta Ekonomi Indonesia Corporate PR Award 2018 24 Agustus 2018 Syariah Berpredikat “Sangat Bagus” atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2017 (Golden Awards) Dari Infobank 7th Sharia Awards 2018 26 September 2018 The Best Sharia Business Unit; Kategori Bank Syariah Aset 20T dan Di Atas 20T Dari Tempo Media Group & Indonesia Banking School Indonesia Banking Award 2018, 26 September 2018 Dokumentasi BHUN 2017 Terbaik Dari Kementerian BUMN Penghargaan BUMN Hadir Untuk Negeri 2017 29 Oktober 2018 27 30 33 36 BUMN Berpredikat “Sangat Bagus” atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2017 Dari Infobank 9th BUMN Awards 2018 26 September 2018 Sharia Business Unit (UUS) dengan Predikat “Sangat Bagus” atas Kinerja Keuangan 2013-2017 Dari Infobank 7th Sharia Awards 2018 26 September 2018 Living Legends Companies 2018 Dari SWA Living Legends Companies 2018, 11 Oktober 2018 The 2nd Rank Financial Services Companies Dari SWA & NBO Group Indonesian Best Company in Creating Leaders from Within 2018, 31 Oktober 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 40 07/05/19 22.32
  43. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen 38 37 41 37 40 43 46 The Best in Housing Financing Dari Republika Anugerah Syariah Republika 2018 , 8 November 2018 SOE with Best Supporting in One Million Housing Program Dari Warta Ekonomi Apresiasi Indonesia untuk BUMN 23 November 2018 TOP 5 BUMN dalam Kinerja Bisnis Dari Warta Ekonomi Apresiasi Indonesia untuk BUMN 23 November 2018 The 3rd Rank of The Best CEO 2018 Employee’s Choice Dari SWA The Best CEO 2018 29 November 2018 39 40 42 45 43 46 38 41 44 47 Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Peringkat 1 Bank BUMN Tbk - Terbaik di Indonesia - 2018 (Buku 3) Aset > Rp100 T Dari Economic Review Anugerah Perbankan Indonesia - VII 2018 19 November 2018 BUMN Populer dalam Sektor Keuangan Dari Warta Ekonomi Apresiasi Indonesia untuk BUMN 23 November 2018 Top Most Caring SOE in Providing Employee Benefit Dari Warta Ekonomi Apresiasi Indonesia untuk BUMN 23 November 2018 Bank Berpredikat Sehat untuk Bank Kategor BUKU III dengan Aset di atas Rp 100 triliun Dari Warta Ekonomi Indonesia Best Banking Award 2018 30 November 2018 44 48 39 42 45 48 KPR BTN, Produk Pembiayaan Perumahan Terbesar 2018 Kategori Perbankan Dari Property & Bank, Aliansi Jurnalis Property & Keuangan, MyHomes. TV Indonesia Property & Bank Award 2018, 21 November 2018 TOP 5 BUMN Populer di Sektor Keuangan Dari Warta Ekonomi Apresiasi Indonesia untuk BUMN 23 November 2018 The TOP 50 Companies for 2018 (Top 8 Best Company) Dari Forbes Indonesia The 8th Annual Best of The Best Awards 2018 29 November 2018 BUMN/BUMD dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik Tahun 2018 Dari KPK Penghargaan Gratifikasi Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2018, 5 Desember 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 41 41 07/05/19 22.32
  44. PENGHARGAAN 49 50 52 53 NASIONAL 49 52 Top Leader on IT Leadership 2018 Dari IT Works TOP IT 2018 6 Desember 2018 Best Overall Dari Indonesian Institute of Corporate Directorship The 10th IICD Corporate Governance Conference & Award 10 Desember 2018 42 50 53 TOP IT on Property Web & Application 2018 Dari IT Works TOP IT 2018 6 Desember 2018 TOP 50 Big Capitalization Public Listed Company Dari Indonesian Institute of Corporate Directorship The 10th IICD Corporate Governance Conference & Award 10 Desember 2018 51 54 Runner Up in the category Risk Educator Award Dari ERMA (Enterprise Risk Management Academy) ASEAN Risk Award 2018, 6 Desember 2018 Most Trusted Company Based on Corporate Governance Perception Index (CGPI) Dari IICG & SWA Good Corporate Governance Award 2018 19 Desember 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 42 07/05/19 22.32
  45. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited SERTIFIKASI 1 1 2 2 ISO 9001 :2015 Compliance Assurance dari SGS Diterima oleh Compliance & Governance Division Masa berlaku sampai 19 Oktober 2021 ISO 9001:2015 Internal Audit Services (General, Syariah & IT Audit) dari SGS Diterima oleh Internal Audit Division Masa berlaku sampai 11 Agustus 2020 3 3 4 4 ISO 9001:2015 Non Subsidized Mortgage Processing (KPR & KPA Ready Stock) which include the Process of Loan Application Initial Data Entry, Loan Document checking, Loan Approval & Disbursement dari SGS Diterima oleh Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Masa berlaku sampai 6 Januari 2021 ISO 9001:2015 Risk Management Services dari SGS Diterima oleh Risk Management Division Masa berlaku sampai 6 Agustus 2021 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 43 43 07/05/19 22.32
  46. LAPORAN MANAJEMEN Laporan Dewan Komisaris Laporan Direksi Tanggung Jawab Pelaporan Tahunan 44 46 52 66 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 44 07/05/19 22.32
  47. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 45 45 07/05/19 22.32
  48. LAPORAN DEWAN KOMISARIS I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Utama 46 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 46 07/05/19 22.32
  49. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Perseroan telah menerapkan pengelolaan risiko secara menyeluruh dan komprehensif baik pada level strategis , bisnis dan operasional. Pada level strategis, pengelolaan risiko dilakukan melalui monitoring risk appetite & risk tolerance secara periodik. Pada level bisnis, pengelolaan risiko dilakukan dengan memperkuat aspek four eyes principle pada proses bisnis kredit dan mengoptimalkan credit scoring sebagai decision tools untuk kredit dengan plafon dan segmen tertentu. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Pertama-tama, izinkan Dewan Komisaris mengungkapkan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan Perseroan dalam melanjutkan transformasi serta dapat membangun momentum pertumbuhan. Sepanjang tahun 2018, Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsi pengawasannya secara maksimal, dengan iktikad baik, dan bertanggung jawab. Pelaksanaan fungsi tersebut dilakukan secara independen, berpedoman kepada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, Rencana Bisnis Bank dan Cetak Biru Strategi Pengembangan Jangka Panjang yang pelaksanaannya sesuai dengan prinsip kehati-hatian Bank, penerapan manajemen risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik sesuai Anggaran Dasar Perseroan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Laporan Dewan Komisaris ini berisikan pandangan Dewan Komisaris terhadap penilaian kinerja Direksi tahun 2018, pengawasan terhadap implementasi kebijakan strategis, penerapan tata kelola perusahaan, serta langkah Perseroan ke depan. Makro Ekonomi 2018 Perbaikan ekonomi dunia yang terjadi pada tahun 2017 ternyata tertahan di tahun 2018, dimana pertumbuhan ekonomi dunia bergerak stabil di level 3,7% (yoy) sepanjang tahun 20172018. Pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang meningkat dari 2,2% (yoy) di 2017 menjadi 2,9% (yoy) akibat dorongan kebijakan fiskal Presiden Trump. Seiring dengan membaiknya ekonomi AS dan kebijakan moneter The Fed yang menaikkan suku bunga, mata uang USD mengalami penguatan (yang di sisi lain mendorong pelemahan Rupiah). Hal ini mendorong keluarnya dana global dari negara berkembang yang berujung pada munculnya ketidakpastian di pasar keuangan dunia. 19,48% Total kredit dan pembiayaan tumbuh 19,48% dari Rp198,99 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp237,76 triliun pada tahun 2018. Di tengah ketidakpastian ini, secara umum kondisi ekonomi Indonesia masih cukup baik yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat menjadi 5,17% (yoy) di tahun 2018 dan inflasi yang terjaga di level 3,13% (yoy). Namun karena Rupiah mengalami pelemahan akibat keluarnya dana asing dari Indonesia, maka Bank Indonesia (BI) mengambil Kebijakan Moneter yang bersifat pre-emptive, front-loading and ahead the curve dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 bps sepanjang tahun 2018. Kebijakan ini terbukti mampu mendorong kestabilan Rupiah di paruh kedua tahun 2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 47 47 07/05/19 22.32
  50. LAPORAN DEWAN KOMISARIS Di tengah kondisi suku bunga yang meningkat , fungsi intermediasi sistem perbankan sepanjang tahun 2018 terus membaik, yang ditandai dengan pertumbuhan kredit bank yang terus meningkat. Kredit perbankan nasional tumbuh 11,75% (yoy) menjadi Rp5.294,88 triliun. Di sisi lain, sampai dengan akhir tahun 2018 Perseroan mampu menyalurkan total kredit dan pembiayaan tumbuh 19,48% dari Rp198,99 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp237,76 triliun pada tahun 2018. Pertumbuhan DPK Perseroan naik sebesar 19,41% menjadi Rp229,83 triliun dari Rp192,47 triliun. Hal ini mendorong aset Perseroan meningkat sebesar 17,24% (yoy) menjadi Rp306,44 triliun dibandingkan posisi tahun 2017 yang mencapai Rp261,37 triliun. Naiknya suku bunga tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan karena menghadapi biaya operasional yang ikut meningkat secara nasional. Akibatnya Net Interest Margin (NIM) industri perbankan terkoreksi dari 5,32% pada akhir 2017 menjadi 5,14% pada akhir 2018. Namun demikian, perbankan Indonesia masih menunjukkan kondisi yang kuat yang ditunjukkan oleh Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 22,97% dan juga Return on Assets (ROA) yang bertahan stabil di level 2,55%. Penilaian atas Kinerja Direksi 2018 Tahun 2018 adalah tahun yang penuh tantangan sekaligus peluang bagi Perseroan. Tantangannya antara lain kondisi ekonomi global dan domestik yang belum terlalu kondusif, yang berdampak ketatnya likuiditas Bank dan tingkat bunga yang cenderung meningkat. Tumbuhnya industri financial technology yang menggerogoti pangsa pasar transaksional banking sedikit banyak tentunya berdampak terhadap industri perbankan nasional termasuk juga Perseroan. Disamping tantangan tersebut Perseroan sebagai Bank yang fokus dalam kredit pemilikan rumah dan pembiayaan penyediaan perumahan memiliki peluang pasar yang cukup lebar, satu dan lain hal karena backlog perumahan di Indonesia yang cukup besar. Di tengah kondisi yang cukup menantang, Perseroan tetap berkomitmen untuk terus tumbuh dan memperkuat aspek prudent bisnis. Hal ini ditunjukan dengan capaian bisnis 2018 yang cukup baik, berdasarkan laporan keuangan 2018 audited aset Perseroan berhasil tumbuh Rp45,07 triliun (17,24% yoy) menjadi Rp306,44 triliun dan menjadikan Perseroan sebagai Bank terbesar ke-5 di industri perbankan nasional. Pertumbuhan kredit yang tumbuh konsisten di atas industri dan dominan di sektor perumahan merupakan dukungan nyata Perseroan untuk memperkokoh peran dalam pembangunan sektor perumahan nasional. Di tahun 2018, Kredit 48 Perseroan tumbuh Rp38,77 triliun (19,48% yoy) menjadi Rp237,76 triliun, lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan kredit nasional sebesar 11,75% (yoy). Disaat perbankan menghadapi tantangan likuiditas ketat, Dana Pihak Ketiga Perseroan berhasil tumbuh mengimbangi pertumbuhan kredit, dengan tumbuh Rp37,36 triliun (19,41% yoy) menjadi Rp229,83 triliun. Profitabilitas Perseroan masih dapat terjaga yang ditunjukan dengan rasio NIM sebesar 4,32% di tahun 2018, di saat kenaikan suku bunga acuan yang cukup agresif. Disisi lain, Perseroan terus fokus untuk meningkatkan pertumbuhan fee based income sebagai inisiatif untuk peningkatan profitabilitas. Di tahun 2018, fee based income Perseroan berhasil tumbuh 29,40% (yoy) menjadi Rp2,06 triliun. Rasio NPL gross di tahun 2018 tercatat sebesar 2.82%, naik dibandingkan tahun 2017. NPL - Nett Perseroan juga tercatat mengalami kenaikan pada level 1.83% dari 1.66% pada tahun sebelumnya. Di samping itu, permodalan yang kuat juga merupakan capaian yang cukup baik, dimana Capital Adequacy Ratio Perseroan di tahun 2018 sebesar 18,21% yang melampaui ketentuan kecukupan modal minimum. Dalam rangka persiapan implementasi PSAK 71 di tahun 2020, Perseroan telah mempersiapkan dengan memperkuat rasio coverage dari laba tahun berjalan. Sehingga, mempertimbangkan hal tersebut, perolehan laba Perseroan yang sesuai rencana Rp3,80 triliun di tahun 2018 menjadi Rp2,81 triliun. Dari sisi pengelolaan likuiditas, Dewan Komisaris melihat tim manajemen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyeimbangkan kebutuhan dana jangka pendek dengan penyaluran kredit berjangka waktu panjang, khususnya bagi penyaluran kredit perumahan. Untuk itu, Dewan Komisaris mendukung upaya-upaya yang dilakukan Direksi dalam memenuhi kebutuhan pendanaan, baik melalui peningkatan penghimpunan dana murah maupun pendanaan wholesale (penerbitan surat berharga dan pinjaman) yang telah dilakukan sepanjang tahun 2018. Pertumbuhan bisnis tersebut, tidak lepas dari fokus bisnis Bank di sektor perumahan dan upaya perbaikan yang terus dilakukan untuk mewujudkan kinerja ekselen, hal ini ditunjukan dengan market share KPR yang kuat dengan tetap dominan pada segmen Subsidi dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Di September 2018, market share KPR Bank BTN adalah 38% dengan market share KPR di segmen subsidi mencapai 94%. Peningkatan market share tersebut sejalan dengan, kontribusi Bank BTN pada program sejuta rumah yang terus meningkat, ditunjukan dengan realisasi pembiayaan perumahan sebesar 757 ribu unit rumah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Perbaikan proses menuju kinerja ekselen Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 48 07/05/19 22.32
  51. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen juga menunjukkan hal yang positif . Hal ini terlihat dari konsistensi peningkatan Skor band KPKU yang telah berada di band emerging industry leader dan terus meningkat untuk menuju band industry leader. Di samping itu, Dewan Komisaris mendukung pelaksanaan transformasi berkelanjutan oleh Direksi sebagai upaya menghadapi tantangan dan peluang di industri perbankan, meningkatkan keunggulan kompetitif Perseroan, meningkatkan efisiensi serta optimalisasi operasional Bank untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang terus berkembang. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberhasilan menjalankan inisiatif transformasi tahap digital Banking serta upaya yang akan dilakukan dalam penerapan digital ekosistem bagi Perseroan. Di sisi lain, Dewan Komisaris juga menilai Direksi mampu memperkuat bisnis inti Bank di bidang perumahan dan perluasan construction value chain untuk mendukung peningkatan supply rumah. Pengawasan terhadap Implementasi Kebijakan Strategis Direksi Dewan Komisaris selama menjalankan fungsi pengawasanya tahun 2018 telah memberikan cukup banyak nasihat kepada Direksi antara lain meliputi aspek-aspek pengembangan bisnis Perseroan, kelanjutan transformasi, pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik, penerapan manajemen risiko, penerapan prinsip kehati-hatian Bank, peningkatan pengendalian internal, penguatan organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penajaman internalisasi budaya perusahaan, dan lain sebagainya. Saran-saran dan nasihat sebagaimana Dewan Komisaris sampaikan di atas merupakan output hasil rapat-rapat internal Dewan Komisaris, rapat internal Dewan Komisaris dengan KomiteKomite Dewan Komisaris, dan Rapat bersama antara Dewan Komisaris dan Direksi. Selama tahun 2018 Dewan Komisaris telah melaksanakan 46 kali rapat internal Dewan Komisaris, serta 36 kali rapat bersama Dewan Komisaris dan Direksi. Pandangan atas Prospek Usaha Perseroan Perkembangan ekonomi nasional dari tahun ke tahun senatiasa diikuti dengan peningkatan fungsi intermediasi perbankan. Penyaluran kredit Perseroan diprediksikan akan terus mengalami pertumbuhan sejalan dengan masih tingginya kekurangan penyediaan perumahan (backlog) khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pengalaman dan keahlian Perseroan dalam bisnis pembiayaan perumahan yang sudah teruji, serta dukungan Pemerintah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), bantuan tunai uang muka, dan kebijakan relaksasi LTV oleh Bank Indonesia, merupakan Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited serangkaian peluang pengembangan prospek usaha ke depan. Dalam mengejar peluang tersebut, Dewan Komisaris secara terus-menerus menekankan kepada Direksi agar: 1. Fokus dalam sektor pembiayaan perumahan dan housing related 2. Pelaksanaan proses bisnis agar selalu bersandar pada prinsip kehati-hatian Bank, pelaksanaan manajemen risiko yang baik, dan good corporate governance (GCG) secara persistent. Penekanan nasihat Dewan Komisaris untuk meningkatkan pelaksanaan hal-hal yang Dewan Komisaris sebutkan di atas tadi mengingat masih ditemukan adanya beberapa penyimpangan atas ketentuan yang berlaku, masih ada kelemahan pengendalian internal, belum optimalnya supervisi atasan, serta mengantisipasi penerapan PSAK-71. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Perseroan menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus menerapkan GCG secara konsisten dan berkesinambungan, serta menjadikan prinsip-prinsip GCG sebagai landasan operasional pada seluruh aktivitas. Dewan Komisaris mendukung Perseroan untuk tetap fokus pada penguatan sistem tata kelola yang baik dengan mengikuti standar tata kelola yang dikeluarkan baik oleh regulator di Indonesia maupun tata kelola sesuai standar Asian Corporate Governance Scorecard demi terwujudnya tata kelola yang unggul dan berdaya saing tinggi. Perseroan juga telah menjalankan upgrading governance capability, yang ditunjukan dengan penerapan Integrated Governance Risk Compliance (iGRC) pada lingkungan Perseroan. Implementasi iGRC tersebut, diharapkan dapat menciptakan koordinasi fungsi pengendalian dan optimalisasi proses menjadi lebih efektif dan efisien. Dewan Komisaris juga mengapresiasi kinerja Direksi yang telah bekerja keras menerapkan GCG pada setiap aspek operasional bisnis dan berhasil meraih beberapa penghargaan. Pengakuan implementasi Tata Kelola tercermin dari adanya beberapa penghargaan bidang Tata Kelola/Good Corporate Governance (GCG) baik di tingkat Regional (ASEAN) maupun nasional yang berasal dari regulator OJK maupun lembaga expertise GCG yang merupakan pihak independen, Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Berdasarkan kriteria penilaian dari OJK untuk self assessment tata kelola periode Semester II 2018, Perseroan mendapatkan peringkat ke-2 atau kategori Baik, yang mencerminkan Perseroan telah melakukan penerapan tata kelola yang baik. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 49 49 07/05/19 22.32
  52. LAPORAN DEWAN KOMISARIS Penerapan GCG sesuai best practice sepanjang tahun 2018 , membuahkan kinerja finansial yang baik dan pengakuan pihak eksternal dalam bentuk berbagai penghargaan tata kelola (GCG) baik pada tingkat Nasional dan Internalasional, antara lain adalah perolehan Top 50 ASEAN PLC’s dan Top 3 PLC’s di Indonesia pada ajang ASEAN CG Scorecard yang diselenggarakan di Kuala Lumpur tanggal 21 November 2018, perolehan penghargaan sebagai Best Overall dari Top 50 Big Capitalization PLC’s pada ajang The 10th IICD Corporate Governance Award yang diselenggarakan oleh IICD pada hari tanggal 11 Desember 2018 di Jakarta. Disamping itu, dalam pengelolaan perusahaan Bank BTN selalu mengedepankan etika dan integritas. Bank BTN menerapkan Sistem Pengendalian Gratifikasi bekerja sama dengan KPK dalam mengendalikan praktik gratifikasi dan suap di lingkungan kerja. Bertepatan pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diselenggarakan oleh KPK, Bank BTN memperoleh penghargaan sebagai BUMN/BUMD dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik tahun 2018. Penilaian atas Kinerja Komite di Bawah Dewan Komisaris Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, Dewan Komisaris Perseroan memiliki organ pendukung sebagai berikut: Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Dewan Komisaris menilai bahwa sepanjang tahun 2018, komite-komite di bawah Dewan Komisaris telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Komite Audit telah memantau dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan audit, serta tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupun pengendalian internal. Komite Pemantau Risiko telah melakukan evaluasi terkait self assessment profil risiko Bank, kecukupan perangkat dan pelaksanaan manajemen risiko, melakukan review dan memberikan pandangan atas kredit dan pembiayaan yang dikonsultasikan Direksi kepada Dewan Komisaris, penyediaan dana pihak terkait yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris dan lain sebagainya. Komite Remunerasi dan Nominasi membantu Dewan Komisaris melakukan review terhadap kecukupan sistem dan besaran remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris, review bakal calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang pantas untuk diusulkan oleh Dewan Komisaris kepada rapat Umum Pemegang Saham untuk mengisi jabatan Direksi dan Dewan Komisaris yang lowong, review bakal calon Kepala Divisi Internal Audit dan Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan. 50 Sistem Pelaporan Pelanggaran Dalam sistem pelaporan pelanggaran atau Whislteblowing System (WBS) Perseroan, Dewan Komisaris juga melakukan review atas kecukupan pelaksanaan WBS. Selama tahun 2018 Dewan Komisaris melihat bahwa, laporan yang masuk melalui WBS senantiasa mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan baik oleh Direksi. Dapat juga Dewan Komisaris laporkan bahwa pengaduan yang masuk melalui sarana WBS tercatat sebanyak 112 pengaduan yang terdiri dari 11 pengaduan melalui Surat, 30 pengaduan melalui SMS atau datang langsung dan 71 pengaduan melalui email. Berdasarkan jumlah pengaduan yang masuk sebanyak 106 pengaduan telah selesai tanpa proses audit klarifikasi dan/atau audit khusus dan sebanyak 6 pengaduan diteruskan melalui proses audit klarifikasi dan/atau audit khusus. Manajemen Risiko dan Pengendalian Internal Di tahun 2018 Perseroan telah menerapkan struktur manajemen risiko yang cukup baik sesuai dengan regulasi yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dewan Komisaris senantiasa menekankan kepada Direksi agar terus konsisten untuk menerapkan praktik manajemen risiko yang baik dan meningkatkan Pengendalian Internal Bank. Hasil self assessment profil risiko Perseroan di tahun 2018, Perseroan meraih risiko komposit termasuk dalam peringkat low to moderate. Perseroan telah menerapkan pengelolaan risiko secara menyeluruh dan komprehensif baik pada level strategis, bisnis dan operasional. Pada level strategis, pengelolaan risiko dilakukan melalui monitoring risk appetite & risk tolerance secara periodik. Pada level bisnis, pengelolaan risiko dilakukan dengan memperkuat aspek four eyes principle pada proses bisnis kredit dan mengoptimalkan credit scoring sebagai decision tools untuk kredit dengan plafon dan segmen tertentu. Selanjutnya, pengelolaan risiko level operasional dilakukan dengan memperkuat aspek kepatuhan dan implementasi risk management tools di seluruh unit kerja seperti Risk Control Self Assesment (RCSA) dan BTN Loss Event Database (BTN LED) sehingga profil risiko unit kerja dapat dipetakan secara komprensif dan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan strategis Perseroan. Sistem pengendalian internal yang efektif merupakan komponen penting bagi manajemen Bank dan menjadi dasar bagi kegiatan operasional Bank yang sehat dan aman. Dewan Komisaris juga melakukan proses pengawasan terhadap implementasi sistem pengendalian internal Perseroan secara konsisten Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 50 07/05/19 22.32
  53. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen untuk menjaga aset , menjamin tersedianya pelaporan keuangan dan manajerial yang dapat dipercaya, meningkatkan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta mengurangi risiko terjadinya kerugian, penyimpangan dan pelanggaran aspek kehati-hatian. Karena itu, Dewan Komisaris juga melakukan penguatan atas mekanisme pengawasan yang ada, menerapkan akuntabilias, serta mengawasi pelaksanaan budaya pengendalian internal pada seluruh jenjang organisasi di Perseroan. Pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sepanjang tahun 2018, Dewan Komisaris melihat bahwa kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Perseroan telah berjalan dengan sangat baik. Programprogram pengembangan sosial dan kemasyarakatan Perseroan yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya, keagamaan serta bidang lingkungan, telah dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang matang, bertanggung jawab, serta mengacu pada kebijakan CSR Perseroan. Program tersebut juga senantiasa memperhatikan kebutuhan masyarakat dan diharapkan dapat mendorong peningkatan manfaat bagi pemangku kepentingan. Pada tahun 2018, Perseroan merealisasikan jumlah biaya pengembangan sosial dan kemasyarakatan mencapai Rp5,18 miliar, dengan realisasi kegiatan penyaluran dana CSR Perseroan meliputi bidang ekonomi, seni dan budaya, olahraga, pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana, keagamaan, dan pelestarian alam. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Dewan Komisaris Perseroan pada tahun 2018 menjadi sebagai berikut: Jabatan Nama Komisaris Utama/ Komisaris Independen I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Independen Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Arie Coerniadi Komisaris Independen Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Garuda Wiko Komisaris Non Independen Iman Sugema Komisaris Non Independen Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Sumiyati Komisaris Non Independen Parman Nataatmadja* *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) Apresiasi Dewan Komisaris melalui Laporan ini sekali lagi menyampaikan penghargaan yang tinggi dan terima kasih kepada Direksi dan seluruh jajaran organisasi Perseroan atas kerja keras, dedikasi dan komitmennya sepanjang tahun 2018 dan tahun-tahun sebelumnya, dengan harapan di tahun-tahun mendatang dedikasi, komitmen, dan profesionalisme dapat terus dijaga dan ditingkatkan untuk kemajuan Perseroan dalam upaya mencapai visi dan misi Perseroan. Perubahan Komposisi Dewan Komisaris Ucapan terima kasih dan penghargaan juga Dewan Komisaris sampaikan kepada pemegang saham, nasabah, mitra bisnis dan seluruh pemangku kepentingan lainnya atas dukungan yang telah diberikan kepada Perseroan selama tahun 2018. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 23 Maret 2018, Perseroan mengangkat 1 (satu) orang Komisaris yakni Saudara Parman Nataatmadja sebagai Komisaris Perseroan. Dengan keputusan RUPS Tahunan 2018 tersebut, maka susunan keanggotaan Dewan Komisaris yakin dengan dukungan semua pihak, Perseroan mampu menjadi Bank yang terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga. Atas Nama Dewan Komisaris Jakarta, April 2019 I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Utama/Komisaris Independen Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 51 51 07/05/19 22.32
  54. LAPORAN DIREKSI Maryono Direktur Utama 52 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 52 07/05/19 22.32
  55. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Dalam menghadapi tantangan perekonomian saat ini , Perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan dengan fundamental keuangan yang semakin kuat. Hal ini dibuktikan dengan peran strategis Perseroan pada sektor perumahan nasional dan keberhasilan dalam meningkatkan posisinya yang cukup kompetitif di industri perbankan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari gagasan transformasi periode digital banking yang telah dijalankan sejak tahun 2015. Upaya menjaga fundamental keuangan untuk mempersiapkan implementasi PSAK 71 yang semakin dekat juga menjadi fokus Perseroan. Fokus pada tata kelola proses bisnis yang lebih prudent dan upaya peningkatan rasio coverage telah dilakukan Perseroan di tahun 2018 untuk menjaga fundamental keuangan agar tetap sehat, guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, yang kami hormati. Pada kesempatan yang baik ini izinkan kami menyampaikan Laporan Pengelolaan Perseroan untuk Tahun buku 2018. Secara umum, pencapaian kinerja Perseroan sangat baik. Tidak hanya pada aspek keuangan namun juga aspek non keuangan kendatipun kondisi perekonomian global dan nasional masih belum mengalami pemulihan secara signifikan. 17,24% Pada tahun 2018, aset Perseroan tercatat sebesar Rp306,44 triliun mengalami pertumbuhan sebesar 17,24% dari tahun 2017 sebesar Rp261,37 triliun. 19,48% Kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp237,76 triliun tumbuh sebesar 19,48% dari sebelumnya sebesar Rp198,99 triliun. KONDISI MAKROEKONOMI DAN INDUSTRI PERBANKAN 2018 Berlanjutnya volatilitas pasar keuangan dan tensi perdagangan dunia mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2018. Dalam World Economic Outlook April 2019, IMF melihat bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat terjadi pada tahun 2017 dan berlanjut pada paruh pertama 2018. Namun pada paruh kedua 2018 terjadi perlambatan aktivitas ekonomi dunia yang terutama terjadi pada negara maju. Sehingga pertumbuhan ekonomi dunia yang naik ke 3,8% (yoy) di 2017 kemudian turun menjadi 3,6% (yoy) di 2018. Penurunan aktivitas ekonomi dunia tersebut merupakan pengaruh atas adanya peningkatan risiko dari keberlanjutan normalisasi kebijakan moneter AS yang menyebabkan pengetatan likuiditas global, peningkatan tensi perang dagang, serta eskalasi kondisi geopolitik. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 53 53 07/05/19 22.32
  56. LAPORAN DIREKSI Sementara , sektor keuangan global menghadapi tantangan yang menyangkut Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) yang didorong oleh perubahan kebijakan fiskal dan moneter terutama yang dilakukan oleh AS. Di tengah gejolak ekonomi global, Indonesia tetap mampu menjaga kesehatan fundamental ekonomi antara lain terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang stabil. Perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,17% (yoy) pada tahun 2018. Pencapaian pertumbuhan ini lebih tinggi dari tahun 2017 sebesar 5,07%. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi yang stabil, investasi yang meningkat, serta belanja Pemerintah yang membaik. Pertumbuhan konsumsi yang tetap kuat ini didukung oleh terjaganya laju inflasi. Di sisi lain, volatilitas dan ketidakpastian global juga memberikan tekanan pada sektor keuangan di Indonesia. Keluarnya arus modal asing terutama di pasar modal mendorong pelemahan IHSG sepanjang tahun 2018. Pelemahan di perdagangan bursa tersebut sejalan dengan pelemahan yang dialami oleh hampir semua perekonomian di dunia dikarenakan meningkatnya ketidakpastian global. Seiring dengan adanya tekanan di sektor keuangan global, mata uang negara berkembang termasuk Rupiah mengalami depresiasi. Hingga Desember 2018, Rupiah telah terdepresiasi sebesar 6,16%. Pelemahan ini membuat Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI 7 Days Repo Rate) sebesar 175 bps menjadi 6,00% untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman. Pertumbuhan PDB Indonesia yang lebih kuat sejalan dengan kenaikan pengeluaran konsumsi tersebut ditopang oleh pengelolaan inflasi yang baik oleh Pemerintah. Inflasi di tahun 2018 sebesar 3,13% atau lebih rendah dibandingkan inflasi tahun 2017 sebesar 3,61%. Pencapaian ini sejalan dengan target BI sebesar 3,5% (±1%). Meskipun risiko ekonomi global masih tetap berlanjut, namun tampaknya Indonesia mampu bertahan untuk terus bertumbuh dengan bertumpu pada sumber pertumbuhan dari dalam negeri. Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia pada masa mendatang termasuk pada industri perbankan nasional. 54 Hal ini ditunjukan dengan kecukupan modal (CAR) dan Net Interest Margin (NIM) masih tetap solid dan tercatat masing-masing sebesar 22,97% dan 5,14% pada Desember 2018. Fungsi intermediasi perbankan semakin membaik dengan pertumbuhan kredit yang meningkat menjadi 11,75% (yoy) pada Desember 2018. Namun perhimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan pertumbuhan menjadi 6,45% (yoy) pada Desember 2018 yang didorong oleh perlambatan pertumbuhan DPK valuta asing. Disamping itu, pertumbuhan KPR pada tahun 2018 mencatatkan kenaikan dari 7,2% pada September 2016 menjadi 13,31% (yoy) pada Desember 2018, lebih tinggi dari pertumbuhan kredit Rupiah sebesar 11,63% (yoy). Peran kredit perumahan terutama perumahan masyarakat berpenghasilan rendah perlu didorong untuk menstimulus pertumbuhan kredit perbankan. Di sisi lain, kredit ke sektor perumahan merupakan salah satu kredit yang masih menjanjikan pertumbuhan mengingat backlog permintaan yang masih tercatat mencapai 11,4 juta. Perbaikan dan pertumbuhan pada sektor perumahan tentunya akan berdampak positif terhadap industri turunannya yang pada akhirnya akan menciptakan multiplier effect yang besar terhadap perekonomian Indonesia. IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STRATEGIS Dalam menghadapi tantangan dinamika makro ekonomi dan persaingan yang semakin ketat, Perseroan senantiasa berinovasi yang dijabarkan melalui tahapan periode transformasi yang telah disusun. Saat ini, Perseroan sedang menapaki periode transformasi Digital Banking. Sebagai bentuk strategi pertumbuhan yang berkesinambungan, inisiatif transformasi tetap difokuskan untuk memperkuat bisnis (stronger business) di sektor perumahan, yang didukung oleh peningkatan kapabilitas sumber daya manusia dan infrastruktur untuk mendukung keberlanjutan bisnis. Sesuai dengan fokus transformasi, manajemen telah menetapkan arah Kebijakan Umum Direksi (KUD), yaitu “Membangun momentum pertumbuhan berlandaskan bisnis yang lebih kuat, pembangunan kompetensi human capital dan infrastruktur bisnis yang handal” untuk mencapai visi Perseroan sebagai Bank terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga. Selama tahun 2018, Perseroan telah berhasil Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 54 07/05/19 22.32
  57. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen menjalankan rencana-rencananya dengan garis besar sebagai berikut : a.Memperkuat positioning bisnis mortgage dan construction value chain •Memperkuat positioning kredit pada segmen mass subsidized dan mass non subsidized; • Meningkatkan pembiayaan segmen aspiring affluent (emerging affluent dan affluent); • Menjalin kerja sama dengan BUMN dan anak usahanya yang bergerak di bidang non konstruksi perumahan. • Memperluas pangsa pasar segmen UKM, komersial dan korporasi guna mendukung supply perumahan; • Melakukan sekuritisasi aset sebagai strategi alternatif dalam memperluas pembiayaan KPR. b. Memperkuat struktur pendanaan dan Rasio CASA •Mengoptimalkan share of wallet nasabah captive dengan meningkatkan average balance nasabah mass; • Meningkatkan pendanaan konsumer berbasis CASA melalui akuisisi nasabah aspiring affluent dan meningkatkan utilisasi account sebagai basis transaksi nasabah • Memperluas kerja sama pendanaan institusi berbasis construction value chain; • Meningkatkan kerja sama Business to Business (B2B) (bersama-sama dengan unit kredit) kepada nasabah korporasi dan BUMN dalam rangka up-selling •Meningkatkan wholesale funding berdana murah c. Meningkatkan pendapatan non bunga • Meningkatkan perolehan Fee Based Income (FBI) berbasis recurring dan layanan • Meningkatkan jumlah Number of Account (NoA) dan aktivitas transaksi nasabah melalui penawaran layanan berbasis digital banking •Memperdalam share of wallet nasabah dengan memperkuat peran BTN Prioritas sebagai Asset Under Management (AUM) segmen affluent • Memperluas aktivitas corporate banking dan treasury dengan mengembangkan transaksi targeted nasabah komersial dan lembaga; • Melakukan kegiatan pemasaran (cross-selling) dalam rangka meningkatkan transaksi Supply Chain Financing (SCF) kepada pihak anchor kredit korporasi & BUMN untuk menjaring supplier, distributor atau agen • Mengoptimalkan pendapatan pasif melalui penjualan aset off balance sheet secara masif. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited d.Meningkatkan efektivitas collection dan asset recovery •Memperkuat pembendungan kolektibilitas lancar; • Meningkatkan perbaikan postur kolektibilitas kredit; •Meningkatkan collection dan penyelesaian kredit e. Meningkatkan kualitas dan produktivitas pegawai • Membangun manajemen top talent dan suksesi •Internalisasi employer value proposition melalui aktivitas rekrutmen terarah untuk menarik top talent; • Evaluasi manajemen berbasis kinerja (mekanisme kompensasi yang menarik dan untuk seluruh segmen bisnis); • Internalisasi budaya kerja yang kolaboratif dan fokus pada wawasan eksternal untuk transformasi digital; • Meningkatkan kapabilitas unit human capital untuk melaksanakan eksekusi inisiatif strategis penguatan budaya kerja dengan dukungan top management. f. Memperkuat penerapan governance, manajemen risiko dan Integrasi GRC • Meningkatkan standar corporate governance melalui 11 pilar BI/OJK, standar CGPI, dan ASEAN CG Scorecard •Melakukan Reengineering proses pemberian kredit, collection, remedial dan proses utama lainnya • Melaksanakan penerapan integrated GRC dengan melakukan pemantauan terhadap Key Performance Indicator (KPI), Key Risk Indicator (KRI), dan Key Compliance Indicator (KCI). g. Penguatan infrastruktur IT • Penguatan infrastruktur IT difokuskan pada pengembangan IT berbasis digital banking dan digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses. • Penguatan peran Portal BTN Properti ; • Mengembangkan aplikasi internet banking & mobile banking melalui peningkatan platform dan integrasi antar sistem, seperti iColl, iCash dan property portal; •Mengembangkan management tools untuk aktivitas marketing dan sales dengan membentuk digital marketing & sales tools; •Peningkatan operational supporting tools saat ini, untuk menambah kapasitas pencegahan risiko; Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 55 55 07/05/19 22.32
  58. LAPORAN DIREKSI • Memaksimalkan pemetaan risiko (risk profiling) unit kerja; •Integrasi Loan Origination System dan penambahan iCremo untuk melakukan monitoring penyaluran kredit; •Reengineering proses bisnis pembiayaan yang lebih mengarah pada model sentralisasi melalui digitalisasi sistem back office untuk mengotomatisasi proses dan menghubungkan ke berbagai database PENCAPAIAN KINERJA Analisis Pencapaian Kinerja Keuangan Secara umum, tahapan transformasi yang dilakukan telah berhasil menjadikan Perseroan sebagai organisasi yang kuat dan agile, dibuktikan dengan keberhasilan Perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan dan fundamental keuangan yang semakin kuat. Pada tahun 2018, Perseroan mampu meningkatkan posisinya yang cukup kompetitif di industri perbankan. Dibandingkan dengan rata-rata industri, Perseroan tumbuh lebih tinggi, baik dari segi kredit dan pembiayaan, pendanaan maupun aset. Kredit dan pembiayaan Perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 19,48% menjadi Rp237,76 triliun yang ditopang oleh kredit perumahan yang terus tumbuh. Di tahun 2018, KPR Non Subsidi Perseroan tumbuh 12,19% yang didominasi oleh segmen middle income dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan rata-rata ticket size Rp250 juta sampai dengan Rp350 juta. KPR Subsidi berhasil tumbuh 29,70% yang disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Kredit yang terus tumbuh tersebut, merupakan komitmen Perseroan untuk menyukseskan Program Sejuta Rumah dan meningkatkan peran strategis pada sektor perumahan nasional. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, selama tahun 2018, Perseroan telah berkontribusi untuk Program Sejuta Rumah dengan mencapai penyaluran sebanyak 757.159 unit hunian, lebih besar dari target yang sebesar 750.000 unit. Kondisi likuiditas yang semakin ketat di saat kredit dan pembiayaan yang terus tumbuh adalah tantangan yang dihadapi oleh perbankan nasional di tahun 2018. Per Desember 2018, kredit nasional tumbuh 11,7% sementara DPK tumbuh 6,5% lebih lambat dari 56 pertumbuhan tahun 2017 sebesar 9,36%. Perlambatan pertumbuhan DPK tersebut disebabkan pertumbuhan giro dan tabungan yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, dari masing-masing sebesar 13,5% dan 11,3% menjadi 6,9% dan 7,4%. Selaras dengan industri secara garis pertumbuhan DPK Perseroan juga mengalami tren pertumbuhan yang searah, terutama pada produk tabungan. Namun demikian, strategi yang diterapkan manajemen berhasil meningkatkan pertumbuhan DPK Perseroan sebesar 19,41% menjadi Rp229,83 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, aset Perseroan meningkat menjadi sebesar Rp306,44 triliun atau tumbuh 17,24% di Desember 2018. Tingkat pertumbuhan aset tersebut, mempertegas bahwa Perseroan adalah Bank Buku III yang pada persaingannya, berkompetisi ketat dengan Bank Buku IV. Upaya menjaga fundamental keuangan untuk mempersiapkan implementasi PSAK 71 yang semakin dekat juga menjadi fokus Perseroan dalam mencapai kinerja tahun 2018. Adapun, beberapa langkah strategis yang telah dilakukan Perseroan di antaranya adalah fokus pada proses bisnis yang lebih prudent, dengan memperkuat penerapan tiga pilar pada proses bisnis kredit dan upaya meningkatkan pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), untuk menjaga fundamental keuangan agar tetap sehat, guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka perolehan laba Perseroan yang sesuai rencana adalah Rp3,80 triliun di tahun 2018 hanya tercapai Rp2,81 triliun. Namun, secara profitabilitas bisnis Perseroan terus tumbuh, yang ditunjukan dengan perolehan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang terus meningkat, dimana PPOP Perseroan tahun 2018 tercatat sebesar Rp5,31 triliun atau tumbuh 11,13% dibanding tahun sebelumnya. Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Perseroan tetap terjaga, pada tahun 2018 sebesar 18,21%. Rasio-rasio profitabilitas pun juga berada pada tingkat yang sehat dan terkendali. Imbal Hasil atas Aktiva (Return on Asset/ROA) mencapai 1,34%, sedangkan Imbal Hasil atas Ekuitas (Return on Equity/ ROE) sebesar 14,93%. Net interest margin (NIM) per 31 Desember 2018 sebesar 4,32%. Sementara itu, Rasio Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 85,58%. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 56 07/05/19 22.32
  59. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pengembangan Human Capital Tahun 2018 merupakan tahun dimana Perseroan membangun momentum pertumbuhan melalui peningkatan kapabilitas organisasi dan human capital . Dengan komposisi tenaga kerja yang didominasi oleh generasi milenial, Perseroan secara konsisten mengembangkan kompetensi human capital agar terus berinovasi, menjunjung tinggi integritas dan agile dalam menghadapi era digital disruption yang semakin kuat dan persaingan perbankan yang semakin dinamis. Untuk itu, di tahun 2018 Perseroan telah melakukan beberapa inisiatif strategis dalam pengembangan human capital, di antaranya adalah membentuk Direktorat Strategic Human Capital untuk menerapkan kebijakan pengembangan human capital yang mencakup seluruh aspek human capital meliputi Organization Development, Human Capital Acquisition, Human Capital Development, Human Capital Engagement, Human Capital Reward dan Human Capital Information System untuk mendukung salah satu misi Perseroan yaitu “Menyiapkan dan mengembangkan human capital yang berkualitas, profesional, dan memiliki integritas tinggi” Hingga periode 31 Desember 2018, Perseroan telah merekrut sebanyak 1.400 pegawai baru untuk mendukung pengembangan bisnis dan perluasan jaringan kantor serta penggantian pegawai yang memasuki masa persiapan pensiun. Pada tahun 2018, jumlah pegawai Perseroan mencapai 11.810 pegawai meningkat 14,00% dari posisi akhir tahun 2017 sebanyak 10.360 pegawai. Dalam rangka mengarahkan perilaku digital culture dan mindset pada seluruh pegawai dan jajaran pimpinan, Perseroan telah menetapkan nilai-nilai Budaya Perusahaan yang menjadi landasan dalam penetapan aturan, kebijakan dan sistem organisasi. Budaya Perusahaan dibangun dengan fokus tema “Going Digital Through People Empowerment To Win The Competition” yang diimplementasikan melalui lima nilai budaya perusahaan yang disingkat ‘SIIPS’ adalah Sinergi, Integritas, Inovasi, Profesionalisme dan Spirit Mencapai Keunggulan. Kelima nilai budaya perusahaan ini menjadi pondasi bagi seluruh pegawai Perseroan (‘Bitniz’) dalam berperilaku untuk mencapai visi Perseroan. Selanjutnya, untuk memastikan efektivitas dalam pengembangan kompetensi human capital Perseroan membagi pengembangan kompetensi pegawai Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited melalui 3 (tiga) School yaitu Leadership, Business, dan Operational Banking. Secara keseluruhan pada tahun 2018, Perseroan menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang diikuti sebanyak 28.827 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.153 peserta mengikuti School of Business, 4.893 peserta mengikuti School of Leadership dan 13.781 peserta mengikuti School of Operational Banking. Berbagai upaya yang dilakukan oleh Perseroan tersebut, berhasil dibuktikan dengan pengakuan pihak eksternal yang di antaranya adalah Juara I Pengembangan Talenta Terbaik, Top Most Caring SOE in Providing Employee Benefit dan The 3rd Rank of The Best CEO 2018 Employee’s Choice. Sementara itu, dari aspek internal keterikatan pegawai yang semakin tinggi juga mencerminkan keberhasilan atas implementasi kebijakan pengembangan talenta Perseroan. Hal ini dibuktikan dengan nilai EES Perseroan di tahun 2018 sebesar 85, mengindikasikan bahwa keterikatan Pegawai pada level Top Quartile (tinggi). Implementasi Teknologi Informasi Digital Banking Era digital disruption yang semakin kuat, mendorong Perseroan untuk memanfaatkan Teknologi Informasi sebagai inovasi dalam mengembangkan value proposition bisnis bank, yaitu: (i) Kemudahan dalam layanan transaksi, dengan melengkapi layanan keuangan berbasis digital seperti mobile banking, internet banking, dan cash management; (ii) Proses yang lebih cepat dan tepat, melalui inovasi channel digital di antaranya portal BTN Properti dan rumahmurahbtn.co.id untuk memudahkan masyarakat dalam mencari dan mengajukan KPR secara online, Pembukaan rekening tabungan melalui channel digital dan mitra E-commerce untuk kemudahan berbelanja segala kebutuhan nasabah; dan (iii) Proses yang lebih efisien, melalui implementasi aplikasi BTN SMART (sales management tools) di Cabang dan Outlet, aplikasi BTN Survey (Digital OTS) untuk mempercepat proses survei/OTS, serta mengubah 10 Kantor Cabang (beserta outlet) menjadi Smart Branch (Kantor Cabang/Outlet Digital) yang memfasilitasi nasabah untuk memperoleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening dan transaksi. Implementasi inovasi tersebut, berhasil meningkatkan kinerja dan daya saing Perseroan yang ditandai dengan prestasi kinerja di tahun 2018, di antaranya jumlah transaksi mobile banking yang lebih dari 4 juta transaksi, pertumbuhan member mobile banking di Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 57 57 07/05/19 22.32
  60. LAPORAN DIREKSI atas 35 % dan fee based bisnis digital channel tumbuh di atas 18%. Penghargaan yang telah diraih oleh bank berkaitan dengan digital banking, yaitu: 3rd Best Opening Account Mobile Application Commercial Bank (Infobank & MRI), Top Leader on IT Leadership 2018 (IT Work), dan Top IT on Property Web & Application 2018 (IT Work) PROSPEK USAHA Perbaikan ekonomi global terus berlanjut di tengah bayang-bayang munculnya koreksi akibat perubahan kebijakan moneter global yang menandai berakhirnya kebijakan moneter non-konvensional (dalam bentuk likuiditas longgar/murah) dan terus berlanjutnya perang dagang yang disulut oleh Amerika Serikat (AS). Kedua hal ini mendorong terjadinya arus balik dana asing dari negara berkembang yang selama ini sudah mereka pakai untuk membiayai investasi. Meskipun risiko global masih tetap dapat muncul, namun secara garis besar ekonomi dunia sudah melewati titik terendahnya dan akan terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tentunya mempunyai dampak yang positif terhadap perekonomian Indonesia. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 tetap kuat di atas 5%, yakni pada kisaran 5,0-5,4% (yoy), dengan tingkat inflasi yang terkendali pada kisaran 3,5% (±1%) Stabilitas dan kesehatan sistem keuangan tetap solid ditopang oleh pertumbuhan intermediasi perbankan yang berlanjut di 2019. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit berada dalam kisaran 10-12% (yoy). Di sisi lain, tren likuiditas perbankan diperkirakan akan berlanjut di tahun 2019 yang dikarenakan beberapa hal. Pertama, Loan Deposit Ratio (LDR) perbankan nasional yang meningkat akibat pertumbuhan pendanaan yang lebih lambat dibanding pertumbuhan kredit. Kedua, Pemerintah semakin aktif menerbitkan obligasi ritel yang dapat dibeli oleh perorangan sehingga terdapat potensi switching dari simpanan di bank (baik deposito maupun tabungan) menjadi obligasi ritel. Saat ini obligasi ritel yang dimiliki Pemerintah terdiri dari Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST). Sehingga, kondisi tersebut menjadikan persaingan mendapatkan DPK menjadi semakin kompetitif, sehingga memengaruhi pertumbuhan dana di tahun 2019 mendatang. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan DPK nasional pada 2019 berada pada kisaran 8,0-10,0% (yoy). 58 Sementara pada sektor properti, rasio kontribusi KPR terhadap PDB (Mortgage to GDP Ratio) yang masih berpeluang untuk ditingkatkan merupakan indikasi bahwa sektor perumahan masih jauh dari jenuh. Berdasarkan laporan Secondary Mortgage Facility atau PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) di tahun 2017 rasio KPR terhadap PDB di Indonesia tercatat sebesar 2,9%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan rasio kontribusi KPR terhadap PDB di negara Kawasan Asia Tenggara lainnya, seperti Filipina (3,8%), Thailand (22,3%), Malaysia (38,4%) dan Singapura (44,8%). Komitmen Pemerintah dalam menyelesaikan backlog perumahan dalam bentuk Program Sejuta Rumah yang dicanangkan oleh Pemerintahan Jokowi – JK juga merupakan peluang Perseroan untuk memperluas bisnis perumahan, terutama di segmen Subsidi dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Berdasarkan sensus tahun 2015, menunjukkan bahwa persentase rumah tangga yang menempati rumah milik sendiri telah meningkat dari 78% pada tahun 2010 menjadi 82,63% pada tahun 2015. Dengan demikian, masih terdapat backlog perumahan sebesar 11,4 juta unit rumah yang menunggu untuk segera diselesaikan. Di sisi lain, bonus demografi dan proyeksi pertumbuhan populasi Mass – Affluent Community (MAC) yang ditopang oleh era digital disruption yang semakin kuat merupakan peluang bisnis yang terus dikembangkan oleh Perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan. Bonus demografi dan potensi ekonomi digital yang semakin luas tersebut menjadikan kesempatan bagi Perseroan untuk meningkatkan feeder income dan peningkatan share of wallet nasabah populasi MAC. Berdasarkan analisis yang dikemukakan oleh beberapa lembaga riset, masyarakat kelas menengah (MAC) merupakan populasi yang mendominasi dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan populasi lainnya, dengan jumlah populasi 141 juta jiwa. Memandang ke depan, persiapan implementasi PSAK 71 yang wajib dilakukan di tahun 2020 menuntut Bank untuk memperkuat fundamental keuangan dan aspek prudent bisnis pada proses bisnis kredit dan collection – recovery. Melihat prospek usaha tersebut, Direksi optimis bahwa meskipun di tengah tantangan dinamika makro dan upaya penguatan fundamental keuangan untuk mempersiapkan implementasi PSAK 71, Perseroan akan tetap mampu melakukan yang terbaik. Hal ini tidak terlepas dari peluang bisnis yang masih terbuka lebar yang di antaranya adalah kredit perumahan yang jauh dari jenuh, dan bonus demografi di saat Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 58 07/05/19 22.32
  61. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen era digital disruption yang semakin kuat yang dapat dimaksimalkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di tahun 2019 . Dengan, memperhatikan kondisikondisi tersebut di atas, Direksi telah menetapkan tema pertumbuhan dengan fokus pertumbuhan terkendali yang berkualitas dengan memperkuat aspek prudent bisnis. Dukungan terhadap program-program pemerintah untuk menyelesaikan backlog perumahan pun terus dilaksanakan, karena Perseroan sebagai salah satu agen pembangunan bangsa, disatu sisi melihat bahwa Program Sejuta Rumah tersebut dapat memberikan multiplier effect hingga ke 136 sektor industri yang diharapkan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi secara lebih cepat, namun disisi lain pelakunya dapat menjadi potensi bisnis Perseroan, baik dari segi kredit, pendanaan dan sumber fee based income. PENERAPAN TATA KELOLA Perseroan memahami pentingnya implementasi GCG sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis agar senantiasa selaras dengan tujuan dan kebutuhan setiap stakeholder. Oleh sebab itu, dalam penerapannya, Perseroan terus mengadopsi berbagai standar tata kelola terbaik yang berlaku di regional maupun internasional antara lain meliputi ASEAN Corporate Governance Scorecard, POJK No. 55/POJK.03/2016 dan SE OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Principles for Enhancing Corporate Governance (Basel Committee on Banking Supervision), dan POJK No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka beserta SE OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Pada tahun 2018, Perseroan memasuki fase kedua atau penerapan GCG yakni untuk berfokus pada Upgrading Governance Capability sejalan dengan Roadmap pengembangan GCG periode 2017-2020. Pada fase ini, Perseroan meningkatkan kapabilitas governance yang sejalan dengan penyempurnaan kebijakan, pengembangan aplikasi governance, rencana konglomerasi keuangan dan inisiatif Governance, Risk, and Compliance (GRC). Penerapan GCG sesuai best practice sepanjang tahun 2018, membuahkan kinerja finansial yang baik dan pengakuan pihak eksternal dalam bentuk berbagai penghargaan tata kelola (GCG) baik pada tingkat Nasional dan Internasional, antara lain adalah: Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (i) Juara I BUMN Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) Terbaik (BUMN Track); (ii) Gold Award - Vision Award (LACP); (iii) Top 50 ASEAN Publicly Listed Companies (PLCs) – ASEAN Corporate Governance Awards (ASEAN Capital Market Forum); (iv) Top Publicly Listed Companies (PLCs) – ASEAN Corporate Governance Awards (ASEAN Capital Market Forum), dan (v) Gold Awards in Corporate Governance and Investor Relations – (The Asset). Disamping itu, berdasarkan hasil self assessment Tingkat Kesehatan Bank Perseroan tahun 2018 berada pada komposit dua (Sehat), mengindikasikan bahwa manajemen telah melakukan penerapan Tata Kelola secara baik dan memadai atas prinsip Tata Kelola di seluruh tingkatan organisasi. STRUKTUR DAN MANAJEMEN TATAKELOLA Perseroan telah menyusun Roadmap GCG dalam rangka melakukan penguatan GCG dari waktu ke waktu yang meliputi 4 (empat) pilar GCG yaitu Commitment on Governance, Governance Structure, Governance Mechanism dan Governance Outcome. Penerapan keempat pilar GCG tersebut memiliki tujuan untuk menciptakan keselarasan kepentingan dan tujuan antara Perseroan dengan para pemangku kepentingan dan selanjutnya akan mendorong terciptanya keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Dalam aspek governance structure, Perseroan menjamin tersedianya struktur dan infrastruktur tata kelola yang memadai, memaksimalkan efektivitas proses pelaksanaan tata kelola, dan mendorong terciptanya outcome tata kelola yang berkualitas untuk memenuhi harapan segenap pemangku kepentingan. Sementara pada aspek governance mechanism, tercermin dalam berbagai kebijakan pokok GCG (soft-structure GCG) yang dimiliki Perseroan dalam implementasi GCG yang akan menjadi living document bagi segenap jajaran dan tingkatan organisasi Perseroan. Perseroan telah memiliki 8 (delapan) kebijakan pokok GCG. Pada tahun 2018, Perseroan telah melakukan penyempurnaan terkait struktur tata kelola antara lain Pedoman Kebijakan Tata Kelola Perusahaan (PKTKP) sebagai acuan utama dalam menerapkan praktik kebijakan tata kelola perusahaan, serta penyempurnaan atas Pedoman Management System (PMS) sebagai peraturan pelaksanaan PKTKP. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 59 59 07/05/19 22.32
  62. LAPORAN DIREKSI MANAJEMEN RISIKO Dalam menjalankan pengelolaan manajemen risiko , Perseroan memiliki fungsi Manajemen Risiko yang memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam sistem pengendalian internal Perseroan Khususnya terkait komponen risk assessment dalam internal control framework COSO. Penerapan Fungsi Manajemen Risiko didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 34/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum yang juga menjadi acuan manajemen risiko Perseroan. Perseroan juga telah memiliki panduan kebijakan di bidang manajemen risiko yaitu Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko (PKMR) di mana di dalamnya telah mencakup ketentuan-ketentuan minimal yang disyaratkan oleh Peraturan Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan. Review terhadap PKMR telah dilakukan secara berkala sekurang-kurangnya 1 tahun sekali oleh Direksi dan Dewan Komisaris dengan menyempurnakan panduan kebijakan manajemen risiko. Perseroan merancang pengelolaan manajemen risiko untuk mewujudkan pengelolaan bisnis yang sehat dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan, sehingga dapat mengoptimalkan stakeholder value. Perseroan menerapkan pendekatan komprehensif dalam mengelola risiko-risiko secara menyeluruh, meningkatkan kinerja dalam mengelola ketidakpastian, meminimalisir ancaman dan memaksimalkan peluang tanpa mengabaikan prinsip-prinsip manajemen risiko yang paling kurang mencakup Pengawasan aktif Dewan Komisaris dan Direksi; Kecukupan kebijakan, prosedur dan penetapan limit; Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian Risiko serta sistem informasi Manajemen Risiko; serta Sistem pengendalian intern yang menyeluruh. Sebagai salah satu Bank Sistemik, telah menetapkan rencana yang akan dilakukan apabila mengalami kondisi tekanan keuangan (financial stress) yang dapat membahayakan kelangsungan usaha. Rencana tersebut dituangkan dalam bentuk Rencana Aksi (Recovery Plan) sesuai POJK No. 14/POJK.03/2017 tanggal 4 April 2017. Perseroan telah menyusun Dokumen Recovery Plan yang di dalamnya memuat Trigger Level (untuk tujuan pencegahan, pemulihan 60 dan perbaikan). Untuk setiap indikator Opsi Pemulihan yang dicantumkan dalam Recovery Plan telah mencakup antara lain Indikator Permodalan, Likuiditas, Rentabilitas dan Kualitas Aset. Sepanjang tahun 2018, Perseroan secara wajib telah mengelola sebanyak 8 (delapan) jenis risiko. Dari seluruh risiko yang wajib dikelola, terdapat 3 (tiga) jenis risiko utama yang Perseroan hadapi meliputi risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko operasional. Strategi pengelolaan manajemen risiko Perseroan disesuaikan dengan strategi Bisnis Perseroan. Strategi tersebut dilaksanakan guna mendukung pengembangan usaha Perseroan ke depan di antaranya melalui: 1. Penerapan manajemen risiko selain difokuskan kepada pengembangan dan simulasi pengukuran risiko dan permodalan, juga difokuskan kepada pengembangan budaya sadar risiko pada segenap jajaran di Perseroan serta pada fungsi Ex Ante dalam rangka meminimalisir timbulnya eksposur risiko. Sehingga kebijakan manajemen risiko yang telah ditetapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan usaha dan operasional harian pada setiap level. 2. Penyusunan kebijakan dan prosedur Manajemen Risiko 3.Mengembangkan sistem informasi manajemen risiko berupa Internal Credit Rating (ICR) untuk kredit komersial dan enhancement Loss Event Database (LED) untuk risiko operasional. 4.Pelaksanaan stress testing untuk Risiko Kredit telah dilakukan 1 (satu) kali dalam setahun, stress testing Risiko Pasar 1 (satu) kali dalam setahun dan stress testing Risiko Likuiditas dilakukan sebanyak 4 (empat) kali dalam setahun guna menilai ketahanan Perseroan terhadap skenario stress/ krisis. Perseroan juga melakukan penilaian profil risiko melalui penilaian peringkat risiko inheren dan peringkat kualitas penerapan manajemen risiko untuk menentukan peringkat risiko Perseroan. Penilaian Kualitas Penerapan Manajemen Risiko merupakan penilaian terhadap 4 (empat) aspek yang saling terkait meliputi tata kelola risiko, kerangka manajemen risiko, proses manajemen risiko, kecukupan sumber daya manusia, dan kecukupan sistem informasi manajemen, serta kecukupan sistem pengendalian risiko. Hasil penilaian secara mandiri (Self Assessment) atas tingkat kesehatan Perseroan pada triwulan IV tahun 2018 memperoleh Peringkat risiko komposit 2 (Low to Moderate). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 60 07/05/19 22.32
  63. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Memandang ke depan , upaya peningkatan penerapan GCG secara berkelanjutan memasuki tahap Building Governance Sustainability. Pada fase ini, Perseroan akan membangun dan mengimplementasikan governance sustainability melalui implementasi aplikasi governance, rencana aksi keuangan berkelanjutan serta sustainable GCG award. Hasil implementasi Tata Kelola akan terus diarahkan untuk meningkatkan kinerja Perseroan. SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL Perseroan melaksanakan sistem pengendalian internal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan kinerja Perseroan, meningkatkan nilai bagi stakeholder, meminimalisir risiko kerugian dan menjaga kepatuhan pada ketentuan dan peraturan penundang-undangan yang berlaku. Penerapan sistem pengendalian internal Perseroan merupakan komponen pengawasan yang penting dalam pengelolaan Perseroan dan menjadi acuan kegiatan operasional yang sehat dan terkendali. Perseroan mengacu pada COSO (Committee of the Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) - Internal Control Integrated Framework dalam menyusun kerangka kerja pengendalian internal guna memastikan kecukupan pengendalian operasional maupun finansial, pelaporan keuangan, efektivitas dan efisiensi operasional, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Perseroan melalui Divisi Audit Internal Perseroan telah melakukan sosialisasi pengendalian internal dengan menggunakan COSO Framework dalam setiap pelaksanaan audit sebagai bagian dalam pencegahan fraud dengan memperkuat lingkungan pengendalian (Control Environment) unit bisnis/operasional atau first line defense. Sepanjang tahun 2018, Divisi Audit Internal Perseroan telah melaksanakan langkah-langkah yang dilakukan Perseroan dalam rangka memastikan terselenggaranya kegiatan pemantauan yang efektif, antara lain: 1.Memastikan bahwa fungsi pemantauan telah ditetapkan secara jelas dan terstruktur dengan baik dalam organisasi Perseroan; 2. Menetapkan satuan kerja/pegawai yang ditugaskan untuk memantau efektivitas pengendalian internal; 3. Menetapkan frekuensi yang tepat untuk kegiatan pemantauan yang didasarkan pada risiko yang melekat pada Perseroan dan sifat/ frekuensi perubahan yang terjadi dalam kegiatan operasional; Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 4.Mengintegrasikan SPIN ke dalam kegiatan operasional dan menyediakan laporan rutin seperti jurnal pembukuan, management review dan laporan mengenai persetujuan atas eksepsi/ penyimpangan dari kebijakan dan prosedur yang ditetapkan (justifikasi atas irregularities) yang selanjutnya dilakukan kaji ulang; 5. Melakukan kaji ulang terhadap dokumentasi dan hasil evaluasi dari satuan kerja/pegawai yang ditugaskan untuk melakukan pemantauan; 6. Menetapkan informasi/feed back dalam format dan frekuensi yang tepat. Perseroan juga melakukan Internal Control Assessment (ICA) dalam rangka evaluasi atas efektivitas sistem pengendalian internal. Penilaian tersebut mengukur kualitas pengendalian internal dari satuan kerja auditee atas 5 (lima) komponen pengendalian internal COSO Framework menggunakan kriteria dan metodologi rating kuesioner Internal Control Assessment (ICA) serta professional judgment auditor melalui pengujian langsung (walkthrough) di lapangan. Evaluasi atas efektivitas sistem pengendalian internal (risk control) Perseroan dilakukan pada seluruh unit Kantor Pusat (divisi/desk) serta terhadap 76 Kantor Cabang dan 24 Kantor Cabang Syariah. Seluruh hal yang terkait dengan permasalahan kecukupan pengendalian internal telah dilaporkan langsung kepada Direksi serta kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Upaya tindak lanjut telah dilakukan untuk meminimalkan risiko dan mengatasi permasalahan yang muncul. SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN Sistem pelaporan pelanggaran merupakan bagian dari sistem pengendalian internal dalam mencegah terjadinya praktik penyimpangan. Perseroan memiliki kebijakan Whistleblowing System (WBS) yang berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No.5/8/PBI/2003 yang diubah dengan PBI Nomor 11/23/PBI/2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/28/DPNP mengenai Kebijakan Anti Fraud. Penerapan WBS tersebut bertujuan untuk mendeteksi dini dan mencegah terhadap terjadinya penyimpangan ataupun pelanggaran; serta secara bertahap menciptakan iklim kerja yang terbuka, tulus, jujur dan bertanggung jawab. Perseroan melakukan internalisasi WBS dengan pendistribusian pedoman Penerapan Kebijakan Sistem Pelaporan Pelanggaran – SPP, yang ditetapkan berdasarkan Surat Edaran Direksi serta presentasi sharing session secara langsung kepada seluruh pimpinan dan pegawai Perseroan. Selain Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 61 61 07/05/19 22.32
  64. LAPORAN DIREKSI itu , sosialisasi WBS juga dilakukan melalui website Perseroan dan berbagai media, seperti buletin internal, poster, presentasi langsung pedoman etika dan kebijakan WBS. Mekanisme penyampaian laporan pelanggaran melalui WBS dilakukan dengan membuat laporan pengaduan/pengungkapan dan mengirimkannya berdasarkan indikasi pelanggaran tersebut dilakukan. Perseroan juga membangun infrastruktur pendukung dalam menerapkan kebijakan WBS dimana pelapor dapat menyampaikan laporannya melalui media yang telah disediakan melalui kotak surat, email resmi yang ditujukan kepada Tim WBS, serta media penyaluran lainnya seperti Surat/PO BOX, Telepon/SMS, dan datang langsung. Dalam rangka memaksimalkan WBS, Perseroan berkomitmen untuk memberikan jaminan perlindungan kepada Pelapor yang beritikad baik melaporkan setiap pelanggaran yang berisiko merugikan Perseroan. Perlindungan yang diberikan secara komprehensif sesuai dengan kebutuhan, antara lain meliputi: perlindungan fisik, baik terhadap diri sendiri maupun keluarganya; perlindungan terhadap harta benda miliknya dan milik keluarga atas teror ataupun pembalasan yang harus dialaminya; perlindungan yang bersifat administratif; serta perlindungan hukum, dalam proses litigasi di Pengadilan Negeri, termasuk biayanya, dan bila perlu termasuk perlindungan melalui LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Sepanjang tahun 2018, Perseroan telah menerima sebanyak 112 pengaduan yang terdiri dari 11 pengaduan melalui Surat/PO BOX, 30 pengaduan melalui SMS/Handphone/ datang langsung dan 71 pengaduan melalui Email. Dari jumlah tersebut, Perseroan telah menyelesaikan tanpa proses audit lanjutan (audit klarifikasi dan/atau audit khusus) sebanyak 106 pengaduan dan 6 pengaduan diteruskan ke proses audit (audit klarifikasi dan/atau audit khusus). PENILAIAN KINERJA KOMITE-KOMITE DIREKSI Sejalan dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, dalam melaksanakan tugas kepengurusannya, Direksi didukung oleh 7 (tujuh) Komite di bawah Direksi. Komite-komite tersebut sebagai berikut: 1. Komite Manajemen Risiko 2. Asset and Liability Management Committee (ALCO) 62 3. 4. 5. 6. 7. Komite Kebijakan Perkreditan Komite Kredit Komite Produk Komite Personalia Komite Pengarah Teknologi Infomasi Penilaian kinerja terhadap Komite di bawah Direksi ditentukan berdasarkan rencana kerja komite yang terkait dengan rencana kerja Perseroan. Pelaksanaan kerja Komite tercermin dalam rapat kerja Komite dan hasil keputusan rapat komite. Pada tahun 2018, Direksi menilai Komite di bawah Direksi telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan efektif dalam membantu pelaksanaan tugas Direksi. Kriteria dan dasar pertimbangan penilaian kinerja komite di bawah Direksi berdasarkan beberapa hal, di antaranya jumlah rapat yang diadakan; kehadiran Direksi; risalah rapat; serta pengambilan keputusan yang diambil saat pembahasan rapat. Komite Manajemen Risiko memiliki peran untuk merumuskan kebijakan, strategi dan sasaran pengelolaan risiko serta sarana dalam melakukan monitoring dan pengambilan keputusan terkait pelaksanaan manajemen risiko Perseroan. Pada tahun 2018, Komite Manajemen Risiko telah menyelenggarakan sebanyak 5 (lima) kali rapat antara lain melakukan pembahasan tentang self assessment laporan profil risiko Perseroan. Asset and Liability Committee (ALCO) memiliki peran untuk merumuskan kebijakan, strategi dan sasaran serta sarana dalam melakukan monitoring dan pengambilan keputusan terkait pelaksanaan Asset Liability Management (ALMA) Perseroan. Pada tahun 2018 ALCO telah melaksanakan sebanyak 14 (empat belas) kali rapat, dengan pembahasan utama terkait kinerja asset and liability Perseroan. Komite Kebijakan Perkreditan memiliki peran untuk merumuskan kebijakan, mengawasi pelaksanaan kebijakan, memantau perkembangan dan kondisi portofolio perkreditan serta memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah perbaikan di bidang perkreditan. Pada tahun 2018 Komite Kredit telah melaksanakan sebanyak 5 (lima) kali rapat dengan salah satu agenda membahas analisa kredit dan strategi atas kebijakan relaksasi KPR BI. Komite Produk berperan memiliki peran untuk merumuskan kebijakan, mengawasi pelaksanaan kebijakan, memantau perkembangan dan memberikan saran langkah perbaikan terkait dengan produk Perseroan. Pada tahun 2018, Komite Produk telah Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 62 07/05/19 22.32
  65. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited melaksanakan tugas dengan menyelenggarakan 2 (dua) kali rapat yang membahas tentang Launching KPR Pendidikan, Launching Tabungan BTN TCASH, Standardisasi Fasade Kantor Cabang serta rencana Pembuatan Marketing Kit Produk & Layanan Bank. secara konsisten telah dijalankan Perseroan dengan pendekatan triple bottom lines meliputi kinerja ekonomi (economic indicators), kinerja lingkungan (environmental indicators) dan kinerja sosial (social indicators). Komite Personalia berperan memiliki peran untuk merumuskan kebijakan, mengawasi pelaksanaan kebijakan, memantau perkembangan dan kondisi Ketenagakerjaan serta memberikan saran langkah perbaikan yang sesuai dengan peraturan Ketenagakerjaan Perseroan dan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku di lndonesia. Pada tahun 2018, Komite Personalia telah melaksanakan 12 (dua belas) rapat, yang membahas tentang pemenuhan jabatan dan pegawai di unit kerja serta promosi dan mutasi pegawai. Pada tahun 2018, program CSR Perseroan telah sejalan dengan prinsip 3P (people, profit, planet), yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan keberlanjutan program serta diharapkan dapat mendorong peningkatan manfaat bagi pemangku kepentingan melalui penerapan kebijakan alokasi anggaran CSR yang memperhatikan asas kepatuhan dan kewajaran. Dengan berlandaskan prinsip 3P, program CSR Perseroan berorientasi pada penciptaan nilai tambah kepada seluruh pemangku kepentingan maupun komunitas sekitar, serta mendukung program tujuan pembangunan berkelanjutan. Komite Pengarah Teknologi Infomasi memiliki peran untuk merumuskan kebijakan, strategi dan sasaran serta sarana dalam melakukan monitoring dan pengambilan keputusan terkait pelaksanaan pengelolaan Teknologi Informasi Perseroan. Pada tahun 2018, Komite Pengarah Teknologi Informasi telah melaksanakan 3 (tiga) kali rapat yang membahas tentang pengembangan TI Perseroan. TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN SERTA PROGRAM BL Dengan kesadaran bahwa keberhasilan dalam dunia bisnis tidak hanya ditentukan oleh kinerja manajemen dan operasional yang baik, melainkan juga karena didukung oleh kontribusi Perseroan dalam investasi non-keuangan melalui pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Perseroan melaksanakan program CSR dan PKBL dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, memberikan dukungan terhadap keberhasilan bisnis dalam jangka panjang, serta memenuhi harapan pemangku kepentingan terhadap Perseroan. Dengan adanya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, Perseroan berkomitmen untuk menerapkan prinsip keuangan berkelanjutan guna mencegah terjadinya praktik pendanaan atau investasi pada kegiatan usaha yang menggunakan sumber daya secara berlebihan, yang akhirnya berdampak pada kesenjangan sosial, dan mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup. Penerapan prinsip tersebut juga terlihat dalam berbagai aktivitas CSR dan PKBL yang Perseroan melaksanakan berbagai program CSR melalui empat bidang utama yang meliputi Tanggung Jawab terhadap Lingkungan Hidup; Tanggung Jawab terhadap Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja; Tanggung Jawab terhadap Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan; serta Tanggung Jawab terhadap Produk dan Nasabah. Perseroan menjalankan keempat bidang CSR tersebut, dengan menitikberatkan pada beberapa program dan kegiatan meliputi pengembangan ekonomi, seni dan budaya, olahraga, pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana umum, keagamaan, dan pelestarian lingkungan. Perseroan telah menganggarkan dana CSR pada tahun 2018 mencapai Rp5,5 miliar, dan pada 31 Desember 2018 dana tersebut terserap sebesar Rp5,18 miliar atau mencapai 94,18% dari yang ditargetkan. Beberapa bidang kegiatan penyaluran dana CSR Perseroan meliputi ekonomi, seni dan budaya, olahraga, pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana, keagamaan, dan pelestarian alam. Selain kegiatan CSR, Perseroan juga melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Pada tahun 2018, Perseroan mengalokasikan dana untuk PKBL Tahun 2018 sebesar Rp22 miliar. Realisasi penyaluran dana PKBL hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp21,78 miliar. Di tahun 2018, Perseroan telah menyalurkan dana Program Kemitraan sebesar Rp37,27 miliar kepada 760 mitra binaan yang terbagi menjadi 7 (tujuh) sektor meliputi sektor perikanan, perkebunan, pertanian, peternakan, industri, usaha jasa dan perdagangan. Sementara itu, realisasi penyaluran bantuan Program Bina Lingkungan mencapai Rp21,78 miliar. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 63 63 07/05/19 22.32
  66. LAPORAN DIREKSI Salah satu kegiatan PKBL Perseroan dilaksanakan melalui program ‘BUMN Hadir untuk Negeri’. Melalui program ini, Perseroan membangun Balai Ekonomi Desa (Balkondes) sebagai suatu wadah yang didirikan bertujuan membantu meningkatkan perekonomian desa setempat serta pemberdayaan dan pengembangan SDM yang berbasis wisata melalui pengembangan kegiatan di lingkungan sekitar. Program dan Kegiatan CSR dan PKBL senantiasa kami laksanakan dengan perencanaan yang matang, bertanggung jawab, serta mengacu pada kebijakan Perseroan. Kegiatan CSR dilakukan di seluruh jaringan kantor yang terdiri dari Kantor Pusat dan Kantor Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Pelaksanaan program disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait agar program rapat terealisasi dengan baik. PERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DIREKSI Pada tahun 2018, melalui keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan 2018, Perseroan memberhentikan dengan hormat Saudara Adi Setianto sebagai Direktur IT & Operation, terhitung Jabatan sejak ditutupnya RUPS Tahunan. Perseroan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi, sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Direksi Perseroan. Selain itu, Perseroan melakukan perubahan nomenklatur jabatan anggota Direksi Perseroan yakni Direktur Collection, Asset Management & Legal menjadi Direktur Collection & Asset Management. Perseroan juga melakukan penambahan bidang tugas Direktur yakni Direktur Strategic Human Capital. RUPS Tahunan 2018 juga memutuskan untuk mengalihkan penugasan Saudara Nixon L.P. Napitupulu yang semula Direktur Collection, Asset Management & Legal menjadi Direktur Collection & Asset Management dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatan sejak keputusan RUPS pengangkatan yang bersangkutan. Dan, mengangkat Saudara Andi Nirwoto sebagai Direktur IT & Operation serta Saudara Yossi Istanto sebagai Direktur Strategic Human Capital. Dengan keputusan RUPS Tahunan 2018 tersebut, maka susunan keanggotaan Direksi Perseroan pada tahun 2018 menjadi sebagai berikut: Nama Direktur Utama Direktur Finance & Treasury Direktur IT & Operation Direktur Commercial Banking Direktur Consumer Banking Direktur Strategy, Compliance & Risk Direktur Collection & Asset Management Maryono Iman Nugroho Soeko Andi Nirwoto Oni Febriarto Rahardjo Budi Satria R. Mahelan Prabantarikso Nixon L.P Napitupulu Direktur Distribution & Network Dasuki Amsir Direktur Strategic Human Capital Yossi Istanto Perubahan komposisi Direksi tersebut dibutuhkan Perseroan dalam rangka mendorong percepatan implementasi strategi bisnis, transformasi dan mencapai target-target bisnis yang semakin menantang. Kami yakin dengan komposisi Direksi saat ini, Perseroan akan dapat semakin bertumbuh dengan lebih baik. 64 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 64 07/05/19 22.32
  67. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen APRESIASI DAN PENUTUP Sebagai rangkaian penutup , kami atas nama seluruh jajaran Direksi mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Dewan Komisaris atas segala arahan, saran, dan rekomendasi yang diberikan kepada Direksi. Penghargaan yang sama juga disampaikan kepada seluruh pemegang saham, nasabah, dan mitra usaha, atas dukungan, kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Direksi juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh karyawan yang telah berkarya dengan penuh dedikasi dan kecintaan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing- Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited masing serta mendukung upaya untuk mewujudkan visi, misi dan target Perseroan secara bahu membahu tanpa mengenal lelah. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya yang tidak mungkin dapat kami sebutkan satu persatu, yang senantiasa telah menjalin kerja sama terbaik sehingga Perseroan dapat mencapai berbagai target peningkatan usaha dan pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan. Semoga Allah SWT senantiasa bersama kita dan mencurahkan rahmat, hidayah serta melindungi kita semua dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Atas Nama Direksi Jakarta, April 2019 Maryono Direktur Utama Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 65 65 07/05/19 22.32
  68. TANGGUNG JAWAB PELAPORAN TAHUNAN Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2018 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan. Kami juga menyatakan bahwa Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Internal Perusahaan sudah cukup memadai. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Jakarta, April 2019 I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Utama/Komisaris Independen Kamaruddin Sjam Arie Coerniadi Lucky Fathul Aziz Hadibrata Garuda Wiko Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen 66 Iman Sugema Maurin Sitorus Sumiyati Komisaris Non Independen Komisaris Non Independen Komisaris Non Independen Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 66 07/05/19 22.32
  69. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Surat Pernyataan Anggota Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2018 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan. Kami juga menyatakan bahwa Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Internal Perusahaan sudah cukup memadai. Jakarta, April 2019 Maryono Direktur Utama Iman Nugroho Soeko Oni Febriarto Rahardjo R. Mahelan Prabantarikso Nixon L.P Napitupulu Direktur Direktur Direktur Direktur Budi Satria Dasuki Amsir Yossi Istanto Andi Nirwoto Direktur Direktur Direktur Direktur Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Kilas Kinerja&Smabutan#BTN_AR2018_INA.indd 67 67 07/05/19 22.32
  70. PROFIL PERSEROAN Identitas Perusahaan Milestone Perseroan Riwayat Singkat Perseroan Visi , Misi, dan Nilai Budaya Perusahaan Strategi Mencapai Visi dan Misi BTN Transformation Journey Brand Perusahaan Bidang Usaha Kegiatan Usaha yang Dijalankan Produk dan Jasa Struktur Organisasi Perseroan Profil Dewan Komisaris Profil Dewan Pengawas Syariah Profil Direksi Profil Pejabat Satu Level di Bawah Direksi Profil Pejabat Eksekutif 68 70 72 74 76 79 80 81 82 83 84 100 102 113 116 127 128 Pendidikan dan/atau Pelatihan Dewan Komisaris, Direksi, Komite-Komite, Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal Statistik Jumlah Karyawan dan Data Pengembangan Kompetensi Struktur Grup Komposisi Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham dan Persentase Berdasarkan Klasifikasi Entitas Anak dan Entitas Asosiasi Kronologi Penerbitan dan Pencatatan Saham Kronologi Pencatatan Efek Lainnya Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Informasi pada Situs Website Perseroan Jaringan Mitra Usaha Peta Wilayah Operasional Nama dan Alamat Kantor Wilayah dan Cabang 132 132 136 136 139 139 140 141 144 145 147 148 150 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 68 07/05/19 22.38
  71. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 69 69 07/05/19 22.38
  72. IDENTITAS PERUSAHAAN Nama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nama Panggilan Perusahaan Bank BTN Bidang Usaha Bank Umum Status Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kepemilikan Saham 1. Pemerintah Republik Indonesia : 60,00% 2. Publik Lokal : 16,82% 3. Publik Asing : 23,18% Tanggal Pendirian 9 Februari 1950 70 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 70 07/05/19 22.38
  73. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Perubahan Nama dan Tanggal Efektif Perubahan Nama Perusahaan Didirikan dengan nama “Postspaarbank” pada 1897, kemudian berubah nama menjadi “Tyokin Kyoku” atau “Kantor Tabungan” pada 1942. Kembali berubah nama menjadi “Kantor Taboengan Pos” pada 1945. Pada 1950, dilakukan perubahan nama menjadi “Bank Tabungan Pos” oleh Pemerintah RI. Efektif pada tahun 1963, Perseroan berubah nama menjadi “Bank Tabungan Negara”. Dasar Hukum Pendirian Undang-Undang Darurat No. 9 Tahun 1950 Lembaran Negara Republik Indonesia No. 12 Tahun 1950 Modal Dasar Rp10.239.216.000.000,- (sepuluh triliun dua ratus tiga puluh sembilan miliar dua ratus enam belas juta Rupiah) terbagi atas: 1. 1 (satu) saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal setiap saham sebesar Rp500 (lima ratus Rupiah); dan 2. 20.478.431.999 (dua puluh miliar empat ratus tujuh puluh delapan juta empat ratus tiga puluh satu ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saham Seri B dengan nilai nominal setiap saham sebesar Rp500 (lima ratus Rupiah). Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Dari Modal Dasar tersebut, telah ditempatkan dan diambil bagian serta disetor sebanyak kurang lebih 51,71% atau sejumlah 10.590.000.000,(sepuluh miliar lima ratus sembilan puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp5.295.000.000.000,- (lima triliun dua ratus sembilan puluh lima miliar Rupiah) yang terdiri dari: 1. 1 (satu) saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal sebesar Rp500,(lima ratus Rupiah); 2. 10.589.999.999 (sepuluh miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saham Seri B, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp5.294.999.999.500,- (lima triliun dua ratus sembilan puluh empat miliar sembilan ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu lima ratus Rupiah). Bursa Saham Bursa Efek Indonesia Tanggal Pencatatan Saham 17 Desember 2009 Kode Saham BBTN Jumlah Pegawai 2018 11.810 orang Kantor Pusat Menara Bank BTN Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta 10130, Indonesia Telepon 62-21 6336789 Faks. 62-21 6346704 Email csd@btn.co.id Website www.btn.co.id Contact Center 1500-286 www.btn.co.id BankBTNcoid @BankBTNcoid Bankbtn Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 71 71 07/05/19 22.38
  74. MILESTONE PERSEROAN 1950 Perubahan nama menjadi “Bank Tabungan Pos” oleh Pemerintah RI. 1897 1945 Perseroan berdiri dengan nama “Postspaarbank” pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Pemerintah RI mengambil alih Tyokin Kyoku dan didirikan Kantor Taboengan Pos. 1953 1946 Semua Kantor Taboengan Pos diduduki oleh Belanda dan berhenti bekerja. 1942 Perseroan diambil alih Pemerintah Jepang dan diganti namanya dengan Tyokin Kyoku atau Kantor Tabungan. 1949 Pemerintah RI membuka kembali Kantor Taboengan Pos dengan nama Bank Tabungan Pos RI Dikukuhkan sebagai badan hukum di bawah Kementerian Perhubungan dan diizinkan membuka Kantor Cabang. 1963 Berganti nama menjadi Bank Tabungan Negara dan berpindah menjadi di bawah Menteri Urusan Bank Sentral. 1965 1976 Pengintegrasian Bank-bank Umum Negara dan Bank Tabungan Negara kedalam Bank Sentral. Realisasi KPR BTN pertama kali di Perumahan Tanah Mas Kota Semarang. Berdiri Bank Tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia yang terdiri dari Bank Tabungan Negara, Bank Indonesia, Bank Koperasi Tani dan Nelayan, Bank Umum Negara, BNI 1946 dan Bank Dagang Negara. 1968 Bank tunggal kembali dipecah dan dibuka kembali Bank Tabungan Negara disingkat BTN. 72 1971 BTN bekerja sama dengan Perum Pos dan Giro untuk melaksanakan program Tabungan Nasional (Tabanas) dan Tabungan Asuransi Berjangka (Taska) 1986 Mendapatkan kredit dari IBRD/Bank Dunia sebesar USD266.550.000 ditandatangani oleh Pemerintah RI. 1974 1989 Mendapat tugas membiayai perumahan rakyat dari Menteri Keuangan. Pertama kali menerbitkan Obligasi dan awal melaksanakan kegiatan bank umum. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 72 07/05/19 22.38
  75. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 2008 Memperoleh Sertifikasi ISO 9001-2000 untuk layanan kredit jangka menengah atas dengan pola layanan 1-5-1 . 1992 2002 Efektif menjadi PT Persero. Dengan sistem online real sistem, berbasis IBM-AS400, teknologi informasi diimplementasikan ke seluruh Kantor Cabang. 1994 Memperoleh izin untuk beroperasi sebagai Bank Devisa. 2001 Direkapitulasi oleh Pemerintah RI dengan nilai Rp13,6 Triliun. 2009 2005 Pembentukan Usaha Unit Syariah dan dibuka Kantor Cabang Syariah Pertama di Jakarta Harmoni. 2016 2012 2013 Perseroan melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan listing di Bursa Efek Indonesia (Go Public). 2018 Perseroan melanjutkan agenda transformasi yaitu “Digital Banking Periods”. Perseroan melakukan Right Issue. Sekuritisasi KPR melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) pertama di Indonesia. Mengembangkan Ekosistem Digital untuk Mendukung Bisnis yang Berkelanjutan Perseroan melakukan transformasi menuju leading housing bank dan world class banking. 2014 Perseroan bersama SMF menandatangani Sekuritisasi terbesar. 2015 Perseroan turut serta mensukseskan Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat. 2017 Perseroan masih melanjutkan tahapan transformasi digital banking periods dengan mengembangkan berbagai produk dan layanan yang berbasis digital, salah satunya adalah pembukaan Smart Branch Jakarta Harmoni. Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Perseroan dihadapkan pada pertumbuhan pasar properti perumahan yang cenderung melambat, yang disertai dengan perkembangan teknologi, membuat industri perbankan harus melakukan transformasi. Pada tahun 2018, untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan, Perseroan membangun ekosistem digital untuk mendukung bisnis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi sebagai bank pembiayaan perumahan terdepan di Indonesia. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 73 73 07/05/19 22.38
  76. RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN Sejarah panjang PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., atau Bank BTN (selanjutnya disebut Perseroan) diawali dengan berdirinya Postspaarbank pada tahun 1897. Pada tahun 1942, Postspaarbank diambil alih oleh Pemerintah Jepang dan berubah nama menjadi Tyokin Kyoku atau Kantor Tabungan. Kemudian hal ini berlanjut pada tahun 1945 Pemerintah Republik Indonesia mengambil alih Tyokin Kyoku dan mendirikan Kantor Taboengan Pos. Di era pasca kemerdekaan, tepatnya tahun 1950 Pemerintah Republik Indonesia mengubah nama Tyokin Kyoku menjadi Bank Tabungan Pos, dan kemudian kembali berganti nama menjadi Bank Tabungan Negara pada tahun 1963 hingga sekarang. Pada tahun 1974, Pemerintah menunjuk Perseroan sebagai satu-satunya institusi yang menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sejalan dengan program Pemerintah yang tengah menggalakkan program perumahan untuk rakyat. Di tahun 1976, Perseroan melakukan realisasi pertama kali di Perumahan Tanah Mas Kota Semarang. Pada tahun 1994, Perseroan mendapatkan izin operasi sebagai Bank Devisa, dan selanjutnya Perseroan ditunjuk sebagai bank komersial yang fokus pada pembiayaan rumah pada tahun 2002. Kemudian, pada tahun 2009 Perseroan melakukan sekuritisasi KPR pertama di Indonesia. Perseroan melakukan sekuritisasi aset melalui pencatatan transaksi Kontrak Investasi Kolektif - Efek Beragun Aset (KIK-EBA), lalu pada 17 Desember 2009 melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (IPO) dan listing di Bursa Efek Indonesia. Perseroan memiliki tekad untuk membantu seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan impian mereka memiliki rumah idaman. Tekad tersebut diwujudkan Perseroan dengan terus fokus pada pembiayaan perumahan serta konsistensinya 74 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 74 07/05/19 22.38
  77. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Perseroan fokus pada pembiayaan sektor perumahan melalui tiga produk utama , yakni perbankan konsumer, perbankan komersial dan perbankan syariah. Selama lebih dari enam dekade menyediakan beragam produk dan layanan di bidang perumahan, terutama melalui KPR, baik KPR Subsidi untuk segmen menengah ke bawah maupun KPR Non Subsidi untuk segmen menengah ke atas. Upaya ini membuahkan hasil yang baik, Perseroan sukses meningkatkan posisinya menjadi peringkat ke-5 bank terbesar di Indonesia dari segi aset. Dengan tujuan memberikan hasil terbaik kepada para pemangku kepentingan, Perseroan senantiasa konsisten dalam menekankan fokusnya sebagai pemimpin pembiayaan perumahan. Perseroan bercita-cita menjadi Bank yang terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga. Pada tahun 2015, Perseroan berperan penting dalam membantu program Pemerintah “Program Sejuta Rumah Untuk Rakyat”. Perseroan telah ditunjuk sebagai salah satu Bank yang mendukung program pemerintah melalui pembiayaan KPR. Sebagai upaya mendorong percepatan program sejuta rumah, di tahun 2016 Perseroan terus menggenjot supply dan demand untuk KPR, di antaranya dengan mempermudah pembiayaan bagi pengembang untuk kredit konstruksi maupun pencairan KPR, memberikan kemudahan pembiayaan kepada para pengembang untuk akselerasi KPR subsidi, KPR non subsudi maupun KPR mikro. Tahun 2016 menjadi tahun pertama bagi Perseroan memasuki transfomasi Tahap II, yaitu periode digital banking. Perseroan telah mengembangkan berbagai produk dan menambah layanan digital berbasis digital seperti mobile BTN, internet banking dan cash management. Pada tahun 2017, perjalanan proses transformasi digital banking Perseroan terus berlanjut. Dari sisi bisnis, perseroan terus meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi tahapan transformasi perseroan di era digital, salah satunya dengan membuka Smart Branch. Smart Branch Bank BTN dilengkapi beragam layanan untuk memfasilitasi kebutuhan nasabah dalam memperoleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi, dan transaksi di luar produk perbankan. Pada tahun 2018, periode digital banking melalui perbaikan infrastruktur dan jaringan teknologi informasi telah mulai membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2018, Perseroan berhasil mendongkrak fee based income (FBI) hingga 26,53% menjadi Rp2.062,99 miliar. Selain itu, melalui penerapan berbagai kebijakan strategis yang dilakukan sepanjang tahun 2018, Perseroan berhasil meraih peringkat pertama untuk kategori The Best Good Corporate Governance dalam ajang Anugerah BUMN 2018. Perseroan dinilai telah berhasil menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan melebihi BUMN Terbuka lainnya. Selain meraih The Best GCG, dalam ajang tersebut Perseroan juga meraih penghargaan Pengembangan Talenta Terbaik dan The Best CEO untuk kategori Driving Execution. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 75 75 07/05/19 22.38
  78. VISI , MISI, DAN NILAI BUDAYA PERUSAHAAN VISI Terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga. MISI Berperan aktif dalam mendukung sektor perumahan, baik dari sisi penawaran maupun dari sisi permintaan, yang terintegrasi dalam sektor perumahan di Indonesia Memberikan layanan unggul dalam pembiayaan kepada sektor perumahan dan kebutuhan keuangan Keluarga Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan produk, jasa dan jaringan strategis berbasis digital Menyiapkan dan mengembangkan human capital yang berkualitas, profesional, dan memiliki integritas tinggi Meningkatkan shareholder value dengan fokus kepada peningkatan pertumbuhan profitabilitas sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance Memedulikan kepentingan masyarakat, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan Penetapan Visi dan Misi Perseroan dilakukan secara periodik berdasarkan mekanisme penyusunan Rencana Jangka Panjang (RJP) Bank. Visi dan Misi Perseroan telah direview dan disetujui pada Cetak Biru Rencana Strategis Bank BTN. 76 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 76 07/05/19 22.38
  79. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited NILAI BUDAYA PERUSAHAAN Sinergi Spirit Mencapai Keunggulan Integritas Profesionalisme Budaya Perusahaan dibangun dari nilai-nilai yang menjadi prinsip-prinsip yang diyakini baik dan benar dalam menjalankan pekerjaan serta menjadi pegangan bagi setiap insan dalam berperilaku , bertindak dan mengambil keputusan untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai budaya perusahaan mengarahkan perilaku anggota organisasi dan menjadi landasan dalam penetapan aturan, kebijakan dan sistem organisasi (“the way we do things around here”). Inovasi SINERGI Membangun kerja sama yang sinergis dengan seluruh stakeholders dilandasi sikap tulus, terbuka dan mendorong kolaborasi yang produktif dengan menjunjung tinggi sikap saling percaya dan menghargai untuk mencapai tujuan bersama. INTEGRITAS Konsisten antara pikiran, perkataan dan tindakan sesuai dengan ketentuan perusahaan, kode etik profesi dan prinsip-prinsip kebenaran yang terpuji. INOVASI Senantiasa mengembangkan gagasan baru dan penyempurnaan berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi perusahaan. PROFESIONALISME Visioner, kompeten di bidangnya, selalu mengembangkan diri dengan teknologi terkini sehingga menghasilkan kinerja terbaik. SPIRIT MENCAPAI KEUNGGULAN Menunjukkan semangat dan komitmen yang kuat untuk mencapai hasil terbaik serta memberikan pelayanan yang melebihi harapan pelanggan (internal dan eksternal) dengan menempatkan pentingnya aspek kualitas disetiap kegiatan serta risiko yang telah diperhitungkan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 77 77 07/05/19 22.38
  80. VISI , MISI, DAN NILAI BUDAYA PERUSAHAAN Setiap Nilai Budaya Perusahaan memiliki 2 (dua) Perilaku Utama yang merupakan acuan bertindak bagi seluruh Insan Perseroan (Bitniz). 10 (sepuluh) perilaku utama tersebut adalah: SINERGI 1. Tulus, terbuka dan kolaborasi yang produktif 2. Saling percaya dan menghargai INOVASI INTEGRITAS 1. Konsisten dan disiplin 2. Jujur dan berdedikasi 1. Tanggap terhadap perubahan 2. Kreatif dan Inovatif dalam melakukan penyempurnaan yang bernilai tambah PROFESIONALISME 1.Kompeten, intrapreneurship dan bertanggung jawab 2. Bekerja cerdas dan berorientasi pada hasil 78 SPIRIT MENCAPAI KEUNGGULAN 1. Antusias, proaktif dan pantang menyerah 2. Efektif, efisien dan mengutamakan kepuasan pelanggan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 78 07/05/19 22.38
  81. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited STRATEGI MENCAPAI VISI DAN MISI Perseroan telah menetapkan pilar strategis dalam rangka pertumbuhan usaha serta mewujudkan visi untuk menjadi yang ‘Terdepan dan terpercaya dalam memfasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga’, sebagai berikut: VISI DAN MISI MASS MASS (KPR Bersubsidi) (Non-Subsidi) EMERGING AFFLUENT AFFLUENT UKM & CORP. & SYNDICATION (Konstruksi) •Menjadi market maker bisnis perumahan •Mendukung pengembangan developer •Mengoptimalisasi Share of Wallet (SOW) dan biaya pelayanan • Strategi untuk KPR subsidi juga berlaku untuk non-subsidi •Mengembangkan insecured lending melalui anak usaha •Meningkatkan layanan sektor informasi •Memperdalam Share of Wallet (SOW) nasabah Existing to Bank (ETB) •Mendapatkan nasabah New to Bank (NTB) kaya CASA melalui bank digital • Digital distruption: Ekosistem KPR •Pengembangan coverage model • Re-branding positioning untuk BTN Prioritas • Membangun produk dan advisory wealth management BTN • Akuisisi nasabah UKM di Value Chain • Corp. & Syndications fokus ke high-ticket • Produk sederhana (simple products) untuk mendorong transaksi Syariah dan Anak Usaha Organisasi yang agile dengan kapabilitas tinggi Human capital, man power planning dan budaya berbasis kinerja Optimalisasi produktivitas cabang dan sales/service model Process best-in-class melalui digitalisasi Integrated GRC yang komprehensif Infrastruktur digital, big data, advanced analytics dan teknologi Segmen Bisnis Human Capital/Infrastruktur Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 79 79 07/05/19 22.38
  82. BTN TRANSFORMATION JOURNEY TRANSFORMASI 1 Periode Survival TRANSFORMASI 2 Periode Digital Banking TRANSFORMASI 3 Periode Global-Playership ASPIRASI Transformational Enterprise-Globe Mindset ASPIRASI Bank Perumahan Terdepan di Indonesia dengan Layanan Kelas Dunia LOMPATAN TRANSFORMASI Produk dan layanan sudah beroperasi secara internasional Bisnis yang lebih kuat Dipicu program sejuta rumah Infrastruktur SDM Program Sejuta Rumah 2013 2015 2016 2019 2025 Periode survival telah dilalui dengan baik , saat ini Perseroan menapaki fase digital banking. Fokus implementasi transformasi adalah memperkokoh dominasi bisnis di sektor perumahan, memperluas peran Perseroan dalam merealisasikan Program Sejuta Rumah serta menawarkan layanan digital banking untuk memperluas pendanaan berbasis CASA dan peningkatan basic transaction account. MEMPERKOKOH AKTIF BERPERAN MEMBANGUN Positioning bisnis di sektor perumahan dan construction value chain. Sebagai integrator & akselerator di sektor bisnis perumaan Strong customer orientation untuk membidik dan meningkatan pendanaan berbasis CASA Mempertahankan dominasi pasar KPR segmen Mass (Subsidized & Non Subsidized). Memperluas kredit segmen emerging affluent & affluent Meningkatkan kredit konstruksi dalam mendukung supply rumah dengan membidik segmen UMKM, Komersial dan Korporasi 80 Meningkatkan peran BTN HFC sebagai lembaga think tank utama di Indonesia Menyasar segmen emerging affluent dan affluent yang meliputi keluarga dan kalangan muda (generasi milenial, digital savvy) Mengembangkan inisiatif untuk mendukung pengembangan developer rumah subsidi Mengembangkan layanan digital banking untuk memperkuat image bank di segmen menengah atas Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 80 07/05/19 22.38
  83. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited BRAND PERUSAHAAN 1 . Atap rumah menggambarkan visi dan misi utama Perseroan sebagai lembaga pemberi Kredit Pemilikan Rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia. 2. Dua pola segi enam besar dan kecil, melambangkan falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia “yang besar melindungi dan menumbuhkan yang kecil”. 3. Simbol atap rumah dengan kesan tiga dimensi yang berbentuk ruang, melambangkan keleluasaan Perseroan sebagai wadah bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan perbankan. 4. Tiga Dimensi yang terbentuk dari 4 Pilar Kokoh berarti menunjukkan keamanan dan keluwesan Perseroan. Simbol garis merah di bawah kata BTN diartikan sebagai kepercayaan diri. Warna biru melambangkan kematangan Perseroan yang berpengalaman dalam mengelola bisnis perbankan dan kebijaksanaan dalam mengemban misi utama pembangunan nasional. Warna emas melambangkan kredibilitas Perseroan sebagai bank yang solid dalam membuktikan diri sebagai bank yang mendapatkan kepercayaan masyarakat. Warna merah melambangkan kepercayaan diri Perseroan sebagai bank yang tangguh dalam menjalankan roda bisnis perbankan di Indonesia. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 81 81 07/05/19 22.38
  84. BIDANG USAHA KEGIATAN USAHA MENURUT ANGGARAN DASAR TERAKHIR Berdasarkan Anggaran Dasar terakhir Pasal 3 ayat 2 , Perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan sebagai berikut: a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu; b. Memberikan kredit; c. Menerbitkan surat pengakuan hutang; d. Membeli, menjual atau menjaminkan atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya: 1. Surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh Perseroan selaku Bank yang masa berlakunya tidak lebih lama dari pada kebiasaan dalam perdagangan surat dimaksud; 2. Surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat dimaksud; 3.Kertas perbendaharaan negara dan Surat Jaminan Pemerintah; 4. Sertifikat Bank Indonesia (SBI); 5.Obligasi 6. Surat dagang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 7. Instrument surat berharga lain yang berjangka waktu sesuai dengan peraturan perundangundangan e. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah; f.Menempatkan dana pada, meminjam dana dari atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel tunjuk, cek atau sarana lainnya; g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga; h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga; 82 i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak; j. Melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di Bursa Efek; k.Melakukan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain termasuk melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia; l. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat; m.Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh yang berwenang; n. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan; o. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit, termasuk kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia; p.Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan; q. Melakukan kegiatan jasa keuangan, commercial banking, dan investment banking lainnya; r. Melakukan kegiatan usaha berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang dan peraturan perundang-undangan; s. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh Bank sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Selain kegiatan usaha utama tersebut, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung kegiatan usaha sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 82 07/05/19 22.38
  85. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited KEGIATAN USAHA YANG DIJALANKAN Hingga periode 31 Desember 2018 , Perseroan telah menjalankan seluruh kegiatan usaha yang tertulis dalam anggaran dasar terakhir. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 83 83 07/05/19 22.38
  86. PRODUK DAN JASA www .rumahmurahbtn.co.id 01 Perbankan Konsumer PRODUK KREDIT KONSUMER 1. Kredit Perumahan a. KPR BTN Subsidi Program untuk Pemilikan Rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan suku bunga rendah dan cicilan ringan untuk pembelian rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun. b. KPR BTN Mikro Produk dengan kemudahan untuk membeli lahan atau rumah, ataupun renovasi rumah secara bertahap serta untuk membangun rumah di atas lahan yang sudah dimiliki pemohon, yang diprioritaskan untuk masyarakat yang bekerja di sektor informal. 84 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 84 07/05/19 22.38
  87. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 01 Perbankan Konsumer c . KPR Non Subsidi Kredit pemilikan rumah bagi nasabah segmen menengah ke atas. Layanan KPR non subsidi terdiri dari produk KPR BTN Platinum, KPA BTN, dan KP Ruko. • KPR BTN Platinum Kredit pemilikan rumah untuk keperluan pembelian rumah dari developer ataupun non developer, baik untuk pembelian rumah baru atau second, pembelian rumah siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), maupun take over kredit dari Bank lain. - KPR Gaeesss! Merupakan pengembangan fitur dari produk KPR/KPA BTN Platinum untuk memenuhi kebutuhan pembelian rumah atau apartemen untuk calon debitur dari segmentasi generasi millenial (21-35 tahun) dengan berbagai kemudahan & keunggulan. - KPR Atlet Program khusus untuk produk KPR/KPA BTN Platinum yang diperuntukkan bagi atlet-atlet Indonesia maupun pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) • KPA BTN Kredit pemilikan apartemen untuk keperluan pembelian apartemen dari developer ataupun non developer, baik untuk pembelian apartemen baru atau second, pembelian apartemen siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), maupun take over kredit dari Bank lain. • KP Ruko BTN Kredit pemilikan ruko untuk membeli unit rumah toko, rumah usaha, rumah kantor, maupun kios dengan pelayanan yang cepat dan mudah. d. Kredit Perumahan Lainnya • Kredit Agunan Rumah BTN Fasilitas kredit yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan konsumtif dengan menjaminkan rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan. • Kredit Bangun Rumah BTN Fasilitas kredit bagi yang ingin membangun rumah di atas tanah milik sendiri. • Manfaat Layanan Tambahan BPJS Ketenagakerjaan – Pinjaman Uang Muka Perumahan Fasilitas pinjaman uang muka perumahan untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengajukan KPR BTN Subsidi. 2. Kredit Non Perumahan Kredit Konsumer Non Perumahan menjadi salah satu fokus utama Perseroan dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis, karena memiliki pasar potensial yang mampu bertahan dari krisis keuangan global. Kredit ini juga memiliki basis nasabah yang banyak dan tersebar. Produk-produk Kredit Konsumer Non Perumahan mencakup Kredit Ringan BTN (Kring BTN), Kredit Ringan BTN Pra Pensiunan (Kring BTN Pra Pensiun), Kredit Ringan BTN Pensiunan (Kring BTN Pensiunan), Kredit Swadana BTN, Kredit Pegawai. a. Kredit Ringan BTN (Kring BTN) Fasilitas kredit yang ditujukan bagi karyawan perusahaan/instansi guna memenuhi berbagai kebutuhannya tanpa agunan cukup hanya memanfaatkan SK Pegawai pemohon. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 85 85 07/05/19 22.38
  88. PRODUK DAN JASA 01 Perbankan Konsumer b . Kredit Ringan BTN Pra Pensiun (Kring BTN Pra Pensiun) Fasilitas kredit yang diberikan kepada calon debitur/debitur dengan sumber pembayaran (repayment) berasal dari sumber penghasilan tetap atau fixed income (gaji dan uang pensiun) yang gajinya belum atau telah disalurkan melalui Bank, yang digunakan untuk keperluan konsumtif. Jangka waktu pembiayaan ini dapat melintasi masa pensiun debitur. c. Kredit Ringan BTN Pensiunan (Kring BTN Pensiun) Fasilitas kredit yang ditujukan bagi para pensiunan PNS, TNI/POLRI, maupun janda/duda-nya yang manfaat pensiunannya dibayarkan melalui rekening di Bank BTN. d. Kredit Swadana BTN Fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah dengan jaminan berupa tabungan maupun deposito yang disimpan di Bank BTN dengan maksimal kredit 90% dari dana yang disimpan oleh nasabah tersebut dengan suku bunga kompetitif, proses cepat dan mudah, jangka waktu sangat fleksibel sampai dengan 1 tahun dan dapat diperpanjang. e. Kredit Pegawai Fasilitas kredit lunak bagi karyawan yang telah memenuhi persyaratan tertentu. PRODUK SIMPANAN KONSUMER 1. Tabungan Konsumer a. Tabungan BTN Batara Tabungan serba bisa yang dilengkapi dengan berbagai kemudahan transaksi untuk menunjang aktivitas keuangan nasabah. b. Tabungan BTN Prima Tabungan investasi dengan berbagai keuntungan yang mengantarkan nasabah pada kehidupan lebih baik. c.TabunganKu Tabungan perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan untuk menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. d. Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) Tabungan untuk siswa dengan persyaratan mudah dan sederhana serta fitur yang menarik, dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini. e. Tabungan BTN e’BATARAPOS Tabungan yang hadir lebih dekat dan lebih mudah untuk masyarakat karena dapat melakukan transaksi di Kantor Pos Online seluruh Indonesia. f. Tabungan BTN Cermat 86 Tabungan yang memberikan akses dan kemudahan transaksi perbankan melalui EDC dan rekening ponsel sampai ke pelosok negeri tanpa harus datang ke kantor Bank. Tabungan yang digunakan dalam program LakuPandai. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 86 07/05/19 22.38
  89. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 01 Perbankan Konsumer g . Tabungan Rekening Dana Nasabah (RDN) Rekening tabungan yang diselenggarakan oleh Bank dan ditujukan bagi Investor untuk keperluan transaksi pasar modal. h. Tabungan BTN siap! Tabungan berjangka yang diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan perencanaan masa depan nasabah. i. Tabungan BTN Felas Produk yang dapat digunakan untuk menabung, bertransaksi, dan berinvestasi dalam mata uang asing. Tersedia dalam mata uang USD & SGD. j. Tabungan Simuda Rumahku Tabungan berjangka yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan pemuda usia 18-30 tahun sebagai sarana edukasi perencanaan kepemilikan rumah sejak dini. 2. Deposito BTN Ritel Deposito Bank BTN merupakan simpanan berjangka dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing. Manfaat Deposito Bank BTN adalah bunga menarik, bunga deposito dapat dikapitalisasikan ke dalam pokok, bunga deposito dapat dipindahbukukan untuk pembayaran angsuran rumah, tagihan rekening listrik dan telepon, jangka waktu penempatan bervariasi mulai dari 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan, serta dapat dijadikan sebagai jaminan kredit (Kredit Swadana). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 87 87 07/05/19 22.38
  90. PRODUK DAN JASA 02 Perbankan Komersial PRODUK KREDIT KOMERSIAL 1 . Kredit Perumahan a. Kredit Modal Kerja (KMK) Konstruksi BTN Fasilitas kredit yang ditujukan untuk pengembang. Kredit ini berfungsi sebagai modal kerja untuk membiayai pembangunan bangunan horizontal (rumah tinggal, rumah toko, rumah kantor, kios, dll) maupun bangunan vertikal/high rise building (rumah susun, apartemen, kondotel, gedung perkantoran, dll) berikut sarana dan prasarananya sepanjang berdasarkan penilaian Bank BTN layak/feasible untuk diberikan kredit. Pada kredit ini, Bank BTN memberikan fasilitas maksimal 80% dari biaya pembangunan atau konstruksi. b. Kredit Pemilikan Lahan (KPL) BTN Kredit yang diberikan kepada pengembang untuk pembelian lahan perumahan sederhana/bersubsidi yang pembangunannya dibiayai oleh Bank BTN. 2. Kredit Non Perumahan Kredit Non Perumahan Bank BTN terdiri dari Produk Kredit UMKM, Linkage Program dan Kredit Korporasi. Kredit UMKM mencakup KUR BTN, KUMK, Kredit Investasi, KMK dan KMK Kontraktor. Linkage Program mencakup kredit kepada Bank Perkreditan Rakyat dan Koperasi Simpan Pinjam (Koperasi). Sedangkan Kredit Korporasi mencakup Kredit Konstruksi, Investasi, Modal Kerja, Modal Kerja Kontraktor dan Sindikasi. a. Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) BTN Kredit yang diperuntukkan bagi nasabah yang memiliki usaha produktif dengan kriteria UMKM. Kredit dapat digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan/atau investasi dengan maksimal plafon s.d. Rp5 Miliar. 88 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 88 07/05/19 22.38
  91. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 02 Perbankan Komersial b . Program Kemitraan Program untuk meningkatkan kompetensi usaha kecil agar menjadi Tangguh dan mandiri. c. Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kredit modal kerja dan/atau investasi yang diberikan kepada debitur yang bergerak dalam bidang usaha yang menurut skalanya berstatus sebagai UMKM di bidang usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup. d.Kredit Linkage BTN Fasilitas kredit yang diberikan kepada badan usaha berbadan hukum yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi untuk diteruspinjamkan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. e. Kredit Korporasi Kredit Korporasi adalah kredit yang diberikan kepada Debitur berbentuk badan usaha berbadan hukum (Perseron) dalam rangka memenuhi kebutuhan modal kerja dan/atau kebutuhan investasi. • Kredit Modal Kerja (KMK) BTN Kredit Modal Kerja (Working Capital Loan) adalah kredit jangka pendek yang diberikan untuk membiayai modal kerja dari suatu perusashaan. • Kredit Investasi BTN Kredit Investasi (Invesment Loan) adalah kredit jangka menengah dan panjang yang diberikan untuk membiayai proyek baru ataupun proyek perluasan dari suatu perusahaan. • Kredit Modal Kerja Kontraktor (KMK Kontraktor) Fasilitas kredit modal kerja untuk membantu kontraktor menyelesaikan pekerjaan mereka berdasarkan kontrak tertentu dalam jumlah hingga 60% dari nilai kontrak. • Kredit Sindikasi Kredit Sindikasi adalah salah satu sistem pembiayaan kredit (kredit investasi, kredit modal kerja, maupun sebagai guarantor) dimana beberapa Bank secara bersama-sama membiayai proyek yang diajukan oleh nasabah dengan syarat-syarat dan ketentuan yang sama. PRODUK SIMPANAN KOMERSIAL 1. Giro BTN Giro BTN merupakan produk simpanan dengan fleksibilitas tinggi yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan Cek/BG, media penarikan lainnya, atau dengan BTN Cash Management System (i-Cash). a. Jenis Giro BTN berdasarkan kepemilikan • Giro Perorangan Giro perorangan merupakan rekening atas nama perorangan yang dibuka oleh orang perorangan termasuk individu yang memiliki usaha dan penarikannya dapat melalui Cek/ BG, ATM dan media penarikan lainnya. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 89 89 07/05/19 22.38
  92. PRODUK DAN JASA 02 Perbankan Komersial • Giro Lembaga Giro lembaga merupakan rekening atas nama instansi pemerintah/lembaga negara, badan usaha/badan hukum (termasuk di dalamnya Bank dan Bank Perkreditan Rakyat) dan semua badan usaha atau badan hukum yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. • Giro Gabungan (Joint Account) Giro gabungan (joint account) merupakan rekening yang dimiliki oleh lebih dari satu pemilik rekening yang dapat terdiri dari gabungan badan/lembaga, perorangan dan/atau gabungan dari keduanya. b. Jenis Giro BTN berdasarkan Jenis Valuta • Giro BTN Rupiah Giro BTN Rupiah merupakan simpanan pihak ketiga dalam mata uang Rupiah yang penarikannya dapat dilakukan menggunakan dengan menggunakan Cek/BG, media penarikan lainnya, atau dengan BTN Cash Management System (i-Cash). • Giro BTN Valas Giro BTN Valas merupakan simpanan pihak ketiga dalam mata uang asing (USD) yang penarikannya dapat dilakukan menggunakan Surat Perintah Pembayaran. 2. Deposito Berjangka Lembaga Merupakan Simpanan berjangka untuk investasi dalam mata uang Rupiah atau Valuta Asing dengan suku bunga yang menarik dan bersaing a. Deposito BTN Rupiah Deposito BTN Rupiah merupakan simpanan berjangka untuk investasi dalam mata uang rupiah dengan jangka waktu 1, 2, 3, 6, 12 dan 24 bulan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu atau pada saat jatuh tempo menurut perjanjian antara nasabah dan bank. b. Deposito BTN Valas Deposito BTN Valas merupakan simpanan berjangka untuk investasi dalam mata uang asing (USD) dengan jangka waktu 1, 2, 3, 6, 12 dan 24 bulan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara nasabah dan bank. c.Deposito On Call Lembaga Deposito On Call BTN merupakan simpanan berjangka untuk investasi dalam mata uang rupiah dan mata uang asing (USD) dengan jangka waktu minimal 1 hari dan maksimal 35 hari yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada waktu jatuh tempo sesuai perjanjian antara nasabah dan bank. 90 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 90 07/05/19 22.38
  93. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited www .rumahmurahbtn.co.id 03 Unit Usaha Syariah PRODUK PEMBIAYAAN SYARIAH Produk pembiayaan Unit Usaha Syariah dikategorikan menjadi Pembiayaan Konsumer dan Pembiayaan Komersial. Uraian terkait Produk Pembiayaan Usaha Syariah dijabarkan sebagai berikut: 1. Pembiayaan Konsumer a. KPR BTN Sejahtera iB KPR BTN Sejahtera iB adalah produk pembiayaan BTN Syariah guna pembelian rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan margin rendah, angsuran ringan dan tetap sepanjang jangka waktu pembiayaan dengan akad “Murabahah” (jual beli) dalam rangka pemilikan Rumah, Rumah Susun, atau apartemen yang merupakan program pemerintah. b. KPR BTN Platinum iB Pembiayaan kepada Nasabah perorangan dengan akad “Murabahah” (jual beli) dengan angsuran tetap sepanjang jangka waktu pembiayaan dalam rangka pemilikan Rumah, Rumah Toko, Rumah Kantor, Rumah Susun atau Apartemen dalam kondisi baru maupun Second. c. Pembiayaan Properti BTN iB (KPR HITS) Produk Pembiayaan dengan menggunakan akad “Musyarakah Mutanaqisah” (sharing kepemilikan) yang disewakan ke nasabah dengan angsuran fleksibel, dapat digunakan untuk pembiayaan kepemilikan rumah, aset barang lainnya maupun sistem refinancing. d. KPR BTN Indent iB Produk pembiayaan dalam rangka pembelian rumah, ruko, rukan, rusun/apartemen secara inden (atas dasar pesanan), bagi nasabah perorangan dengan menggunakan prinsip akad “istishna’” (jual beli atas dasar pesanan), dengan pengembalian secara tangguh (cicilan bulanan) dalam jangka waktu tertentu. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 91 91 07/05/19 22.38
  94. PRODUK DAN JASA 03 Unit Usaha Syariah e . Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PKB) BTN iB Pembiayaan kepada Nasabah perorangan dengan akad “Murabahah” (jual beli) dalam rangka pemilikan kendaraan bermotor yang diperuntukkan untuk kepentingan pribadi. f. Pembiayaan Tunai Emas (Tunas) BTN iB Pembiayaan kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan dana nasabah dengan berdasarkan akad “Qardh, Rahn dan Ijarah” yang diberikan Bank kepada Nasabah berdasarkan kesepakatan dan disertai dengan Surat Gadai. g. Pembiayaan Multijasa BTN iB Pembiayaan dengan akad “Kafalah bil Ujroh” yang dapat digunakan untuk keperluan mendanai berbagai kebutuhan layanan jasa bagi Nasabah seperti: Paket biaya pendidikan, Paket biaya pernikahan, Paket biaya travelling (perjalanan wisata), Paket biaya Umrah/Haji Plus, Paket biaya kesehatan, Paket biaya jasa lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip Syariah. h. Pembiayaan Multimanfaat BTN iB Pembiayaan konsumtif perorangan dengan akad “Murabahah” yang dapat digunakan untuk keperluan pembelian berbagai jenis barang yang bermanfaat sesuai kebutuhan dan tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku, seperti barang elektronik, furniture dan alat rumah tangga, serta barang kebutuhan lainnya. i. Pembiayaan Emasku BTN iB Pembiayaan kepada nasabah perorangan dengan akad “Murabahah” yang digunakan untuk pembelian emas batangan dengan cicilan tetap selama jangka waktu j. Pembiayaan Talangan Haji Pembiayaan kepada nasabah perorangan dengan akad “Qard” yang digunakan untuk pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2. Pembiayaan Komersial a. Pembiayaan Konstruksi BTN iB Produk pembiayaan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal kerja pengembang perumahan untuk membangun proyek perumahan dan industri ikutannya dengan menggunakan prinsip akad “Musyarakah” (kerja sama), dengan rencana pengembalian berdasarkan proyeksi kemampuan cashflow nasabah. b. Pembiayaan Modal Kerja BTN iB Pembiayaan dengan prinsip akad “Mudharabah” (bagi hasil), atau “Musyarakah” (Kerja sama) yang diberikan kepada lembaga, instansi, atau perusahaan untuk memenuhi berbagai kebutuhan modal kerja usaha untuk industri perdagangan dan jasa, dengan rencana pengembalian berdasarkan proyeksi kemampuan cashflow nasabah. c. Pembiayaan Investasi BTN iB 92 Pembiayaan dengan prinsip “Murabahah” (Jual beli) atau “Musyarakah” (Kerja sama) yang diberikan kepada nasabah lembaga, instansi, atau perusahaan untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (capital expenditure) dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, ekspansi atau peningkatan kapasitas usaha, dengan rencana pengembalian berdasarkan proyeksi kemampuan cashflow nasabah. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 92 07/05/19 22.38
  95. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 03 Unit Usaha Syariah d . Pembiayaan KUR BTN iB Pembiayaan dengan prinsip “Musyarakah” (kerja sama) atau “Murabahah” (jual beli) yang diberikan kepada usaha produktif dalam kategori usaha mikro, kecil dan menengah yang berbentuk perorangan dan Lembaga Linkage untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi, dengan rencana pengembalian sesuai cashflow nasabah. e. Pembiayaan Sindikasi BTN iB Pembiayaan yang diberikan berupa sindikasi dan atau Club Deal oleh lebih dari satu Bank diberikan kepada satu nasabah yang jumlah pembiayaannya terlalu besar apabila diberikan oleh satu Lembaga keuangan Bank/Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan pilihan akad “Mudharabah” (bagi hasil), “Musyarakah” (kerja sama), “Murabahah” (bagi hasil), atau “Ijarah” (sewa). PRODUK SIMPANAN SYARIAH 1. Giro Syariah a. Giro BTN iB Produk simpanan dengan prinsip “Wadiah” (titipan), untuk tujuan keperluan operasional keuangan nasabah dengan memberikan bonus yang menguntungkan bagi nasabah atas simpanannya guna memperlancar aktivitas bisnis. b. Giro BTN Prima iB Produk simpanan dengan prinsip “Mudharabah Mutlaqah” (bagi hasil), ditujukan untuk keperluan investasi, nasabah akan mendapatkan bagi hasil yang menguntungkan guna memperlancar aktivitas bisnis. 2. Tabungan Syariah a. Tabungan BTN Batara iB Produk simpanan dana dengan akad “Wadi’ah” (titipan), digunakan untuk keperluan transaksi perbankan sehari-hari dengan memberikan berbagai manfaat yang menguntungkan bagi nasabah, dan biaya administrasi tanpa mengurangi pokok simpanan. b. Tabungan BTN Prima iB Produk simpanan dana berakad “Mudharabah Mutlaqah” (bagi hasil), ditujukan untuk keperluan Investasi dengan memberikan bagi hasil yang menguntungkan dan bersaing bagi nasabah, dan biaya administrasi tanpa mengurangi pokok simpanan. c. Tabungan BTN Haji iB dan Umroh iB Produk simpanan yang ditujukan untuk mewujudkan niat Ibadah Haji dan Umroh nasabah dengan akad “Mudharabah” (bagi hasil) dengan memberikan bagi hasil yang menguntungkan dan kompetitif. d. TabunganKu iB Produk simpanan dengan akad “Wadiah” (titipan), dengan memberikan bonus yang menarik. Diterbitkan secara bersamasama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 93 93 07/05/19 22.38
  96. PRODUK DAN JASA 03 Unit Usaha Syariah e . Tabungan BTN Qurban iB Produk simpanan yang ditujukan untuk mewujudkan niat ibadah qurban dengan akad “Mudharabah Mutlaqah” (bagi hasil), dengan memberikan bagi hasil yang menguntungkan dan kompetitif. f. Tabungan BTN Simpel iB Produk Simpanan khusus Pelajar yang berusia di bawah 17 tahun dan belum memiliki KTP dengan setoran awal yang sangat ringan dengan tetap memberikan bonus yang menarik. g. Tabungan BTN Emas iB Produk tabungan dengan akad ‘Mudharabah Muthlaqah” yang digunakan untuk memberikan kemudahan nasabah dalam mempersiapkan dana untuk pembelian emas dan kebutuhan lain nasabah dimasa yang akan datang. 3. Deposito Syariah a. Deposito BTN iB Sarana penyimpanan uang untuk investasi yang aman, nyaman, dan terpercaya dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan prinsip “Mudharabah Mutlaqah” (bagi hasil). Deposito ini dapat perorangan maupun lembaga. b.Deposito On Call iB 94 Sarana penyimpanan uang untuk investasi yang aman dan terpercaya dalam jangka waktu yang lebih singkat, berdasarkan prinsip “Mudharabah Mutlaqah” (bagi hasil). Deposito ini dapat diberikan kepada perorangan maupun lembaga. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 94 07/05/19 22.38
  97. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 04 Jasa dan Layanan Perbankan Jasa dan Layanan Perbankan yang dimiliki Perseroan di antaranya berupa kartu konsumer , wealth management, electronic channel, dan jasa berbankan lainnya. Jasa dan layanan yang ditawarkan oleh Kartu konsumer berupa kartu debit dan kartu kredit. Jasa yang ditawarkan oleh Wealth management berupa produk simpanan, surat berharga (ORI, Sukuk, dan SBR), Reksa Dana, dan Bancassurance. Jasa Electronic channel terdiri dari produk ATM dan KiosK, CDM, Internet Banking, Cash Management, SMS Banking, dan MobileBanking. Sedangkan jasa dan layanan perbankan lainnya berupa jasa trading, jasa administrasi, jasa layanan, dan jasa lainnya. Adapun jasa dan layanan yang diberikan Perseroan berdasarkan kegiatan usaha Perbankan Konsumer sebagai berikut. KARTU KONSUMER 1. Kartu Debit BTN Berfungsi sebagai kartu ATM sekaligus sebagai kartu debit yang mempermudah nasabah membayar transaksi dan keperluan belanja di toko berlogo Visa di seluruh dunia dengan mudah, aman dan cepat serta dapat digunakan untuk belanja online di berbagai merchant online (untuk beberapa jenis kartu ATM BTN). Kartu ATM Debit BTN saat ini memiliki varian yang cukup banyak yang disesuaikan dengan segmen tabungan. Varian kartu ATM Debit BTN antara lain adalah Kartu ATM Tabunganku, Kartu ATM Institusi, Kartu Debit BTN Visa Regular, Kartu Debit BTN Visa e’Batarapos, Kartu Debit BTN Visa Juara, Kartu Debit BTN Visa Syariah, Kartu Debit BTN Visa Gold, dan Kartu Debit BTN Visa Platinum untuk nasabah prioritas Bank BTN. 2. Kartu Kredit BTN Kartu Kredit BTN membantu dalam memenuhi kebutuhan nasabah yang dapat digunakan untuk transaksi belanja di toko berlogo Visa di seluruh dunia dengan mudah, aman dan cepat. 3. Kartu Suka-suka BTN Kartu Debit Visa pertama dengan desain kartu yang disesuaikan dengan keinginan masing-masing nasabah atau komunitas, serta dapat digunakan di seluruh jaringan VISA diseluruh dunia. 4. Debit BTN Online VBV (Verified by Visa) Dengan Debit BTN Online VBV (Verified by Visa), nasabah dan dengan mudah bertransaksi online dengan kartu debit BTN Syariah (e-Commerce). WEALTH MANAGEMENT Keberadaan bisnis Wealth Management memberi kontribusi dalam perolehan pendapatan melalui fee based income yang berasal dari penjualan produk non banking baik Bancassurance, Reksadana, maupun instrument investasi yang dikeluarkan pemerintah. Dalam pengembangan bisnis Wealth Management bidang proteksi, Pereroan bekerja sama dengan beberapa mitra asuransi besar yakni PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, PT Zurich Topaz Life, PT Asuransi Sinarmas MSIG dan PT FWD Life Indonesia. Sedangkan dalam pengambangan produk investasi, Perseroan bekerja sama Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 95 95 07/05/19 22.38
  98. PRODUK DAN JASA 04 Jasa dan Layanan Perbankan dengan mitra investasi PT Trimegah Aset Manajemen , PT Bahana TCW Investment Management, PT Manulife Asset Management Indonesia, PT Schroder Investment Management Indonesia dan PT Insight Investment Management. Tahun ini Perseroan juga menjadi bagian dalam penjualan produk Sukuk Negara Ritel Seri SR010, Saving Bonds Ritel Seri SBR004, Obligasi Negara Ritel Seri ORI015 dan Sukuk Tabungan Seri ST002. Pada tahun 2018 jaringan Wealth Management telah memiliki 43 Outlet BTN Prioritas dan 8 Lounge BTN Prioritas yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Layanan yang diberikan terdiri dari Airport Excecutive Lounge, Airport Handling, Airport Transfer, Concierge Service, Merchant Discount, SMS Market Update, Bingkisan Ulang Tahun dan Hari Raya, Meeting Room, E-Consolidated Statement, Safe Deposit Box dan Priority Event. ELECTRONIC CHANNEL ATM Layanan Automatic Teller Machine (ATM) yang dapat melayani penarikan tunai dengan denominasi Rp50.000 dan Rp100.000 yang tersebar di seluruh wilayah Kantor Cabang Perseroan dan lokasi-lokasi premium seperti Gallery ATM di Mall, pusat perbelanjaan, perkantoran, pasar dan perumahan sehingga makin memudahkan bagi nasabah dalam bertransaksi serta didukung jaringan yang online 24 jam. CDM (CASH DEPOSIT MACHINE) Layanan mesin ATM yang dapat menerima setoran tunai sehingga memudahkan dalam bertransaksi, cepat dan realtime. Dapat menerima denominasi uang Rp20.000, Rp50.000 dan Rp100.000. ATM NON TUNAI (KIOSK) Sebuah mesin yang berdimensi kompak tampak modern, touchscreen dan mirip sebuah mesin ATM namun tidak dapat melayani penarikan uang tunai. Dapat berfungsi sebagai media promosi dan melayani transaksi finansial non tunai. SMS BANKING Layanan aplikasi perbankan bagi nasabah perorangan untuk kenyamanan dalam melakukan transaksi finansial (non tunai) dan non finansial dimana saja dan kapan saja menggunakan telepon selular (HP) yang dapat diakses baik melalui pengiriman teks ke nomor akses 3555 atau melalui perintah USSD (Unstructured Supplementary Service Data). Nasabah dapat mendaftarkan diri melalui mesin ATM BTN atau menghubungi Customer service di kantor cabang Bank BTN. MOBILE BANKING Aplikasi perbankan bagi nasabah perorangan untuk kenyamanan dalam melakukan transaksi finansial (non tunai) dan non finansial dimana saja dan kapan saja menggunakan telepon selular (HP) dengan melakukan download aplikasi iMobile BTN dari Google Play, Blackberry World dan Apple Store. Koneksi jalur data internet sehingga lebih murah dan efisien. Tarif data internet mengikuti kebijakan masingmasing operator penyedia jaringan. 96 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 96 07/05/19 22.38
  99. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 04 Jasa dan Layanan Perbankan INTERNET BANKING Layanan perbankan bagi nasabah perorangan untuk dapat memperoleh informasi keuangan dan melakukan swakelola transaksi perbankan melalui media internet . Alamat website: https:// internetbanking.btn.co.id dengan mendaftarkan diri melalui mesin ATM BTN atau menghubungi Customer Service kantor cabang Bank BTN. Tarif data internet mengikuti kebijakan masing-masing operator penyedia jaringan. VIRTUAL ACCOUNT Layanan nomor identifikasi dari pelanggan suatu perusahaan (end user) yang telah bekerja sama dengan Perseroan baik untuk pelanggan perorangan maupun non perorangan sebagai identifikasi penerimaan dana. ELECTRONIC DATA CAPTURE (EDC) Layanan selayaknya mesin ATM mini yang berfungsi sebagai sarana penyedia transaksi dan alat pembayaran yang penggunaannya dengan cara memasukkan kartu atau menggesek (swipe) kartu ATM (Kartu Debit atau Kredit) dalam suatu bank atau antar bank serta dilengkapi fasilitas pembayaran lainnya yang terkoneksi secara realtime online. CASH MANAGEMENT Layanan khusus bagi nasabah lembaga untuk melakukan swakelola transaksi perbankan melalui koneksi internet. Alamat website: https://cashmanagement.btn.co.id dengan melakukan pendaftaran ke kantor cabang Bank BTN terdekat. Tarif data internet mengikuti kebijakan masing-masing operator. BRANCHLESS BANKING Layanan jasa perbankan bagi nasabah bank yang dilakukan di luar wilayah jaringan kantor bank melalui kerja sama pemanfaatan jaringan teknologi informasi dengan perusahaan telekomunikasi dan atau kerja sama dengan agen yang bertindak untuk dan atas nama bank dalam rangka memperluas jangkauan layanan perbankan dan mendorong terwujudnya layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau disebut LAKU PANDAI. PORTAL BTN PROPERTI Layanan khusus berbasis portal properti yang memudahkan calon debitur dalam hal pencarian listing proyek yang telah bekerja sama dengan Bank BTN, simulasi angsuran, pengajuan KPR/KPA secara online, online live chat 24 jam, serta fitur-fitur lainnya. Portal BTN Properti juga melengkapi fiturnya dengan teknologi 4D Tour Service yang memungkinkan calon debitur mendapatkan gambaran real terhadap unit properi yang dipilih. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 97 97 07/05/19 22.38
  100. PRODUK DAN JASA 04 Jasa dan Layanan Perbankan JASA DAN LAYANAN PERBANKAN LAINNYA Selain menyalurkan kredit dan menghimpun dana pihak ketiga , Perseroan juga menyediakan layanan konsumer lainnya untuk meningkatkan fee based income, seperti: Pengiriman uang dalam dan luar negeri, Penukaran uang valuta asing, Kotak penyimpanan (safe deposit box), Pembayaran tagihan (telepon, listrik dan air), Pembayaran internet dan TV berlangganan, Pembelian tiket penerbangan dan tiket kereta api, serta Isi ulang pulsa. Selain itu, sebagai penyedia solusi total perbankan kepada nasabah lembaga, Perseroan menyediakan berbagai jasa dan layanan bagi nasabah Lembaga antara lain: 1. Garansi Bank BTN Merupakan pernyataan yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan nasabah untuk menjamin risiko tertentu yang timbul apabila nasabah tidak dapat menjalankan kewajibannya (wanprestasi) dengan baik kepada pihak yang menerima jaminan. 2. SKBDN atau L/C Lokal Adalah setiap janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis Pemohon (Applicant) yang mengikat Bank Pembuka (Issuing Bank) untuk: a. Melakukan pembayaran kepada Penerima atau ordernya atau mengaksep membayar wesel yang diterima oleh Bank b. Memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada Penerima atau ordernya atau mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima, atau c. Memberi kuasa kepada bank lain untuk menegoisasi wesel yang ditarik oleh Penerima 3. Virtual Account BTN Layanan bagi nasabah Giro Lembaga BTN berupa account virtual yang dapat digunakan oleh pelanggan/mitra dari nasabah lembaga tersebut untuk melakukan pembayaran tagihan menggunakan kartu bank manapun dan nasabah lembaga dapat melakukan monitoring penerimaan pembayaran secara online real time terhadap hasil pembayaran pelanggannya. 4. Transfer Management Transfer Management merupakan layanan bank kepada nasabah Lembaga untuk membantu nasabah melakukan transfer dana lembaga secara online, baik Inhouse Transfer (antar rekening), Domestic transfer (LLG/Clearing dan RTGS), dan International Fund Transfer (transfer ke bank lain baik di dalam maupun luar negeri dalam mata uang asing). Transfer dapat dilakukan dalam single currency (kode mata uang yang dikirim sama dengan kode mata uang yang diterima), dan multi currency (kode mata uang yang dikirim tidak sama dengan kode mata uang yang diterima). 5. Payment Management 98 Payment management merupakan bentuk kerja sama bank dengan nasabah untuk membantu nasabah mengelola pembayaran dan tagihan seperti; a. Edu Payment / SPP Online BTN b. Edu payment merupakan layanan bagi lembaga pendidikan berupa penerimaan setoran biaya pendidikan dan biaya lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan secara online real time. c. Bill Payment (Pembayaran tagihan telepon, listrik, air, gas dll) d. Pembayaran Pajak e. Pembayaran pembelian produk Pertamina f. Pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan g. Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan h. Pembayaran Pensiun (Taspen dan ASABRI) i. Pembayaran Tagihan Rumah Sakit j. Bank Operasional I dan II Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 98 07/05/19 22.38
  101. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 04 Jasa dan Layanan Perbankan 6 . Payroll Service BTN Payroll Service merupakan bentuk kerja sama bank dengan nasabah untuk membantu nasabah membayar honor atau gaji karyawannya. JASA DAN LAYANAN UNIT USAHA SYARIAH 1. Kartu Debit Visa BTN Syariah Fasilitas layanan kartu yang memberikan kemudahan bagi nasabah melalui ATM seperti tarik tunai dan transfer, dapat dilakukan di seluruh jaringan ATM Bank BTN, Link, ATM Bersama, Prima, Visa dan Plus serta berbelanja di toko-toko berlogo Visa di dalam dan luar negeri. 2. Kiriman Uang Fasilitas layanan pengiriman uang secara real time ke sesama rekening Bank BTN dan BTN Syariah serta pengiriman uang ke Bank lain menggunakan fasilitas SKN, RTGS, Link, ATM Bersama dan Prima. 3.BTN Cash Management Layanan berbasis internet dengan menggunakan aplikasi web-browser yang berguna untuk membantu nasabah dalam mengelola kegiatan perbankan secara mandiri, efektif dan efisien. 4. Payment Point BTN iB Fasilitas layanan bagi nasabah untuk memudahkan dalam membayar tagihan rutin dan tetap seperti tagihan pembayaran uang pendidikan. 5. Payroll BTN iB Layanan bagi perusahaan, lembaga atau perorangan dalam mengelola pembayaran gaji, THR, bonus dan kebutuhan finansial lainnya yang bersifat rutin bagi karyawan. 6. Penerimaan Biaya Perjalanan Haji Fasilitas yang memberikan kepastian dan kemudahan untuk mendapatkan porsi keberangkatan ibadah haji dengan sistem online dari Siskohat. 7.SPP Online BTN iB Layanan bagi Perguruan Tinggi/Sekolah dalam menyediakan delivery channel menerima setoran biaya-biaya pendidikan secara realtime dan online. 8. Program Pengembangan Operasional BTN iB Program yang diberikan oleh Bank kepada Nasabah lembaga dalam bentuk dana, barang, maupun fasilitas lainnya untuk mendukung kelancaran operasional Nasabah dengan persyaratan tertentu yang disepakati Bank dan Nasabah dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance (GCG). 9. Garansi Bank BTN iB Jasa yang diberikan oleh Bank berupa jaminan pembayaran sejumlah uang tertentu yang diberikan kepada pihak yang menerima jaminan untuk suatu kepentingan transaksi/proyek tertentu yang akan dijalankan Nasabah dengan akad “Kafalah” (Garansi). 10.Safe Deposit Box BTN iB Tempat dalam bentuk Boks yang dirancang khusus dengan ukuran tertentu dan dilengkapi system pengamanan untuk menjamin keamanan barang berharga atau dokumen penting yang disimpan dari bahaya kebakaran, perampokan, dan lainnya. Akad yang digunakan adalah “Ijarah” (Sewa). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 99 99 07/05/19 22.38
  102. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN Board of Directors Sharia Supervisory Board Direktur Commercial Banking Direktur Consumer Banking Direktur Distribution & Network Direktur Collection & Asset Management Direktur IT & Operation Mortgage SEVP Small Medium Enterprise Banking Retail Funding & Personal Lending Subsidized Mortgage Lending Digital Channels & Contact Center Retail Risk Information Technology Strategic Planning & Development Commercial Banking Wealth Management Non Subsidized Mortgage Lending Service Quality & Distribution Commercial Risk Information Technology Operations Commercial Funding Sharia Regional Offices Consumer Collection & Remedial Operations & Business Support Corporate Syndication & Transaction Banking Segment Proposition & Marketing Development Asset Management Credit Operations • Branch Office • Priority Banking Procurement & General Services Asset & Liability Committee Committee 100 IT Steering Committee Board of Commissioner Director Risk Management SEVP Personnel Committee Division Credit Committee Credit Policy Committee Group Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 100 07/05/19 22.38
  103. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Sejalan dengan transformasi bisnis yang tengah dijalani Perseroan , Direksi telah melakukan penyesuaian terhadap struktur organisasi agar proses eksekusi inisiatif bisnis dan operasional dapat berjalan efektif. Pada 30 April 2018, Direksi telah memberikan perubahan Ketetapan Direksi No. 03/KD/DIR/SIPD/2017 tentang Struktur Organisasi Kantor Pusat menjadi No. 04/DIR/KD/TMO/2018 yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. Shareholders Meeting Board of Commissioners Direktur Utama Direktur Finance & Treasury Direktur Strategy, Compliance & Risk Direktur Strategic Human Capital Digital Ecosystem SEVP Audit Committee Treasury Corporate Strategy & Alliances Management Compliance & Governance Human Capital Strategy Digital Ecosystem Business Build Internal Audit Institutional Banking Transformation Management Office Policy, Procedures & Business Process Reengineering Human Capital Management Agile Development Corporate Secretary Finance & Accounting Housing Finance Center Enterprise Risk Management Learning Center Remuneration & Nomination Committee Risk Monitoring Committee Integrated Corporate Governance Committee Legal Products Committee Intergrated Risk Management Committee Garis Komando Garis Koordinasi Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 101 101 07/05/19 22.38
  104. PROFIL DEWAN KOMISARIS Parman Nataatmadja Garuda Wiko Lucky Fathul Aziz Hadibrata Kamaruddin Sjam Komisaris Non Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen 102 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 102 07/05/19 22.38
  105. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited I Wayan Agus Mertayasa Sumiyati Arie Coerniadi Maurin Sitorus Iman Sugema Komisaris Utama / Komisaris Independen Komisaris Non Independen Komisaris Independen Komisaris Non Independen Komisaris Non Independen Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 103 103 07/05/19 22.38
  106. PROFIL DEWAN KOMISARIS I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Utama /Komisaris Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 71 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan Sarjana Ilmu Ekonomi dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1973 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Utama/Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa 2016 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 7 Januari 2016 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 6 April 2016. Pengalaman Kerja • Memulai karir pada tahun 1973 sebagai Credit Analyst di Kantor Pusat Bank Bumi Daya hingga menempati jabatan sebagai General Manager di Bank Bumi Daya di luar negeri yaitu Los Angeles, Hong Kong, dan New York (1991–1992) • Chief Executive di Bumi Daya Finance Hongkong (1992–1993) • General Manager di Bank Bumi Daya New York (1993–1994) • Direktur Bank Pembangunan Indonesia (1994–1999) • Executive Vice President & Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (1999–2005) • Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2005–2010) •Chairman Non Executive Director, Bank Mandiri (Europe) Limited, London UK (2010-2015). Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Ketua Komite Remunerasi & Nominasi serta Anggota Komite Audit dan Anggota Komite Pemantau Risiko sejak 25 April 2016 hingga saat ini. Pelatihan • International Risk Management and Treasury Dealer Refreshment Program for Executives, diselenggarakan MM FEB UGM, Indonesian Bankers Association (IBI) & Banking Professional Certification Body (LSPP) di Roma-Milan pada Oktober 2018. • Living Wills,Planning For Bank Recovery And Resolution di UK-London pada September 2017 • Workshop Expand Leadership Program for BOD/BOC di Bali tanggal 2-5 Agustus 2017 •IIA Conference 2017 di Sydney, Australia pada Juli 2017 • Workshop Deeper Understanding on IFRS 9 & BASEL IV and Progress of BASEL III Implementation di Bali pada Mei 2017 •ASEAN Global Leadership Program (London Business School - SRW & Co) di London UK pada September 2016 • Global Strategic Management (Harvard Business School) di Boston, USA pada bulan Juni 2009 • New Challanges, New Solutions (Harvard Business School) di Boston, USA pada bulan Juli 2008 • Changing The Game Negotiation & Competitive Decision (Harvard Business School) di Boston, USA pada bulan Agustus 2003 • Beberapa kursus/pelatihan di bidang Finance dan Legal di Singapura dan Hong Kong pada 1991 • Management Development Program, di University of Champaign Urbana Iliois USA pada 1990 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. 104 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 104 07/05/19 22.38
  107. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 71 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Ekonomi Universitas Tanjungpura, Pontianak pada tahun 1972 • Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, Jakarta pada tahun 1997 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 24 Maret 2015 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 29 Juni 2015 Pengalaman Kerja • Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (2009–2014) • Direktur Pengawasan Instansi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (2002–2007) Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Ketua Komite Audit dan Anggota Komite Remunerasi & Nominasi sejak tanggal 02 Juli 2018 – saat ini Pelatihan • • • • • Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Marid ECIIA Conference and on - Site Learning Program oleh IIA pada September 2018 IIA 2018 Conference, Denpasar - Bali pada Agustus 2018 Executive Risk Management Refreshment Program, Germany pada Juli 2018 Integration of GRC di New Zealand, Australia pada September 2017 Risk Culture & Leadership The Paramount of GRC di Geneva-Switzerland, Prague-Czechia dan Budapest, Hungary pada Maret 2017 • Enhancing the Power of Enterprise Risk Management in Creating a Sound Bank and Financial Risk Integration di Stockholm, Swedia pada September 2016 • Benchmarking and Workshop Enterprise Risk Management in UK di London, UK pada April 2016 •ECIIA European Conference Paris France & On Site Learning pada September 2015, Seminar National IIA Conference pada Agustus 2015, Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkat Tinggi (SPATI) oleh BPKP dan LAN pada tahun 2002 • Program Studi Banding di Ghuangzhou dan Shenzhen, China pada tahun 2002 • Short Term Training Programme on Auditing Objectives and Methods Applied to public Sector (Performance Audit) di Marseille, Perancis pada tahun 1999 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 105 105 07/05/19 22.38
  108. PROFIL DEWAN KOMISARIS Arie Coerniadi Komisaris Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 51 tahun Domisili Tangerang Riwayat Pendidikan Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia pada tahun 1991 . Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 24 Maret 2015 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 29 Juni 2015 Pengalaman Kerja • • • • Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko dan Anggota Komite Remunerasi & Nominasi sejak tanggal 02 Juli 2018 - saat ini Pelatihan • Workshop Key Risk Management Challenges In 2018 di Makassar tanggal 27 September 2018 • Transforming ASEAN Organization: The Leadership Imperative, USA pada April 2018 • The Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP) di Geneva-Switzerland, PragueCzechia dan Austria pada Oktober 2017 •Deeper Understanding on IFRS 9 & BASEL IV and Progress of BASEL III Implementation di Bali pada Mei 2017 • Risk Culture & Leadership The Paramount of GRC di Geneva-Switzerland, Prague-Czechia dan Budapest, Hungary pada Maret 2017 • Enhancing the Power of Enterprise Risk Management in Creating a Sound Bank and Financial Risk Integration pada September 2016 di Stockholm, Swedia • Mobile World Congress, untuk Solusi Mobile Payment dan Mobile Banking, termasuk Mobile Ekyc pada Februari 2016 di Barcelona, Spanyol •Financial Market Operation oleh New York Institute of Finance pada tahun 1998 di New York • Securities Lending and Borrowing di Amsterdam pada tahun 1996 • Global Custodian Services oleh State Street pada tahun 1995 di Sydney Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. 106 Vice President di NISP Sekuritas (2005-2010), Group Head Vice President di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (2010–2014), Chief Finance Officer di Sarana Global Indonesia (2011–2016), Vice President di Kustodian Sentral Efek Indonesia (1998–2000) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 106 07/05/19 22.38
  109. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 62 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Peternakan pada Universitas Padjajaran, Bandung pada tahun 1980 • Master of Art (MA) dalam bidang Development Economics dari Boston University, Massachusetts, USA pada tahun 1985. • Master of Science (MS) dari Universitas Hasanuddin, Makassar pada tahun 1991 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 24 Maret 2015 kemudian dialihkan menjadi Komisaris Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank BTN tanggal 7 Januari 2016, telah menjalani cooling off selama paling kurang 6 bulan dan telah dinyatakan efektif sebagai Komisaris Independen oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 15 November 2017 Pengalaman Kerja • • • • Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Anggota Komite Audit dan Anggota Komite Remunerasi & Nominasi sejak tanggal 21 November 2017 – saat ini Pelatihan • International Conference Risk Beyond oleh ERMA di Yogyakarta pada Desember 2018 • Workshop Key Risk Management Challenges In 2018 di Makassar pada September 2018 • In Depth Directorship Program oleh IICD di Denpasar Bali pada September 2018 •BARA Risk Forum di Denpasar Bali pada Juli 2018 • Transforming ASEAN Organization: The Leadership Imperative, USA pada april 2018 •ERMA International Conference on ERM “Navigating the Future of Risk, Integration of Business Processes” di Yogyakarta pada Desember 2017 •(The Internal Capital Adequacy Assessment Process) ICAAP di Geneva-Switzerland, PragueCzechia dan Austria pada Oktober 2017 • The IIA International Conference 2016 pada Juli 2016 di New York & Washington DC, USA •International Enterprise Risk Management Benchmarking in Spain di Barcelona Spanyol pada 2015 • Leading and Managing People: Power and Relationships oleh Wharton Bussines School University of Pennsylvania pada tahun 2014 • A New Era of Conduct Supervision: Consequences, Challenges,and Opportunities oleh OJK, AusAID dan The World Bank di Bali pada tahun 2014 • Workshop on Banking Supervision Indonesia FSA-Japan FSA oleh OJK dan Japan FSA pada tahun 2014 • Strengthening the Asian Financial Sector Toward Sustainable and Inclusive Growth oleh ADB Institute di Jepang pada tahun 2013 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Kepala Perwakilan Bank Indonesia New York (2007–2010) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI di Bandung (2010–2012) Deputi Komisioner Manajemen Strategis 1B di OJK (2012–2014) Direktur Utama Dana Pensiun OJK (Periode 2015–2016) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 107 107 07/05/19 22.38
  110. PROFIL DEWAN KOMISARIS Sumiyati Komisaris Non Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 57 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • D4 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tahun 1986 • Master of Financial Management (M.F.M) dari Central Queensland University, Australia pada tahun 1994 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Non Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 2 September 2015 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 22 Februari 2016. Pengalaman Kerja • Inspektur Jendral Kementerian Keuangan (2017-sekarang) • Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan (2015–2016) • Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan (2009– 2015) • Komisaris PT Jiwasraya (Persero), (2012–2015). Rangkap Jabatan Saat ini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2017– sekarang). Beliau juga mendapat penugasan khusus sebagai Anggota Komite Pemantau Risiko 31 Oktober 2017 - saat ini Pelatihan • • • • • • • • • Hubungan Afiliasi 108 Enterprise Risk Management oleh CRMS di USA pada September 2018 IIA 2018 Conference di Denpasar Bali pada Agustus 2018 Executive Risk Management Refreshment Program di Germany pada Juli 2018 Integration of GRC di New Zealand, Australia pada September 2017 Deeper Understanding on IFRS 9 & BASEL IV and Progress of BASEL III Implementation di Bali pada Mei 2017 London Business School dan SRW & Co di London, UK pada September 2016 Enterprise Risk Management di Jepang pada tahun 2015 Enhancing The Strategy management System Forwards Obtaining Break Through Results di Jakarta pada tahun 2014 High Performance Leadership di Inggris pada tahun 2012 Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 108 07/05/19 22.38
  111. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 61 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Hukum (S1) dari Universitas Indonesia pada tahun 1983 • Master in Monetary and International Economic University of Illionis Urbana – Campaign USA tahun 1990 dan meraih gelar Ph.D. in Monetary and International Economics dari University of Kentucky, Lexington, USA pada tahun 1994 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Non Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 7 Januari 2016 dan dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 6 Juni 2016 Pengalaman Kerja • Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2014-2017) • Sekretaris Ditjen Pengelolaan Utang, Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan RI pada tahun 2014 • Direktur Executive Asian Development Bank, Manila, Philippina (2011-2013) Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Anggota Komite Remunerasi & Nominasi sejak tanggal 1 November 2016 - sekarang Pelatihan • Executive Risk Management Refreshment Program di Germany pada Juli 2018 • Workshop Key Risk Management Challenges In 2018 di Makassar pada September 2018 • Refreshment International Risk Management Program For Executive di Taiwan, Macau dan Hong Kong tanggal 26 Februari - 03 Maret 2018 • Finance for Non-Finance Manager di Hong Kong pada November 2017 •Seminar Expand Leadership Program for BOD/BOC di Bali pada Agustus 2017 • Deeper Understanding on IFRS 9 & BASEL IV and Progress of BASEL III Implementation di Bali pada Mei 2017 •Risk Culture & Leadership The Paramount of GRC di Geneva-Switzerland, PragueCzechia dan Budapest, Hungary pada Maret 2017 • Program Impact Evaluation and Use of Monitoring & Evaluation in Performanced Based Planning Budgeting di Shanghai, Cina pada tahun 2010 •Economic Development Strategy and Market pada tahun 2002 di Jepang dan Korea Selatan • Macro Economic Modeling di Denhaag, Netherlands pada tahun 2002 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 109 109 07/05/19 22.38
  112. PROFIL DEWAN KOMISARIS Iman Sugema Komisaris Non Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 54 tahun Domisili Bogor Riwayat Pendidikan • Sarjana (S1) dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987 • Ph.D in economics, Department of Economics, Research School of Pacific and Asian Studies, The Australian National University (1996-2000) Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Non Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 12 April 2016 dan dinyatakan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 25 Juli 2017 Pengalaman Kerja • Ketua Eksekutif, Ec-Think Indonesia (Economic Think Tank ), Corp (2010–sekarang), • Direktur Inter CAFE (International Center for Applied Finance and Economics), Bogor Agricultural University (2005–2013) • Ekonom Senior, Inter CAFE (Pusat Internasional untuk Terapan Keuangan dan Ekonomi), Institut Pertanian Bogor (2005–sekarang) • Ekonom Senior, INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) (2002–sekarang) • Senior Economist ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) (2002–sekarang) Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Anggota Komite Pemantau Risiko sejak tanggal 15 Agustus 2017 - saat ini Pelatihan • Refreshment International Risk Management Program For Executive di Taiwan, Macau dan Hong Kong tanggal 26 Februari - 03 Maret 2018 • Integration of GRC di New Zealand, Australia pada September 2017 • Deeper Understanding on IFRS 9 & BASEL IV and Progress of BASEL III Implementation di Bali pada Mei 2017 • ERMA Bali International Conference On Enterprise Risk Management di Denpasar, Bali pada Desember 2016 • Pembekalan Uji Manajemen Risiko Level 1 dan 2 di Jakarta pada tahun 2016 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali 110 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 110 07/05/19 22.38
  113. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Garuda Wiko Komisaris Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 54 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Hukum di Universitas Tanjungpura Pontianak tahun 1988 • Magister Sains di bidang Pengkajian Ketahanan Nasional di Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 1996 • Meraih gelar Doktor di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro pada tahun 2006 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tanggal 17 Maret 2017 dan dinyatakan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 25 Juli 2017 Pengalaman Kerja • Dosen Program Magister Management Universitas Tanjungpura (2008–sekarang) • Anggota Senat Institut Agama Islam Negeri Pontianak, dan Guru Besar Jurusan Syariah (2010– sekarang). Rangkap Jabatan Mendapat penugasan khusus sebagai Anggota Komite Audit dan Anggota Komite Pemantau Risiko sejak tanggal 15 Agustus 2017 - saat ini Pelatihan • Risk Management Certification Refresher Program “Cyber Risk and Financial Crime in Banking Industry”, diselenggarakan Banker Association for Risk Management, di Bali tahun 2018; • International Risk Management and Treasury Dealer Refreshment Program for Executives, diselenggarakan MM FEB UGM, Indonesian Bankers Association (IBI) & Banking Professional Certification Body (LSPP) di Roma-Milan pada Oktober 2018. • Asean Global Leadership Program “Transforming ASEAN Organizations, The Leadership Imperative”, diselenggarakan New York University Stern School of Business and SRW&Co, di New York pada April 2018; • Expand Leadership Program, diselenggarakan Corporate Leadership Development Institute (CLDI) & YPK BUMN, di Bali tahun 2017; • Risk Management Certification Refresher Program “Living Wills, Planning for Bank Recovery and Resolution, diselenggarakan BSMR & GARP, di London tahun 2017; •Arbitration Workshop in Construction di Jakarta tahun 2008 • Lokakarya dan Penelitian Studi Hukum Kritis & Pluralisme Hukum di Pontianak tahun 2004 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 111 111 07/05/19 22.38
  114. PROFIL DEWAN KOMISARIS Parman Nataatmadja Komisaris Non Independen Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 61 tahun Domisili Tangerang Riwayat Pendidikan • Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia Jakarta tahun 1985 • Master bidang Finance dari SUNY di Buffalo, New York tahun 1988 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat sebagai Komisaris Non Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tanggal 23 Maret 2018 dan akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dan memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku Pengalaman Kerja • • • • Direktur Utama di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (2008 –2018) Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (2005 –2018) President Director PT Niaga International Factors (1996 –2005) Direktur PT Danareksa Finance (1993 –1996) Rangkap Jabatan • • • • Staff Khusus V Kementerian BUMN (2018 –sekarang) Komisaris Utama Mitra Dagang Madani (2017 – sekarang) Komisaris Utama PT PNM Invesment Management (Juli 2008 – sekarang) Komisaris Utama PT PNM Venture Capital (2008- sekarang) Pelatihan • Narasumber dalam acara Peran lndusti Jasa Keuangan dalam Mendukung Pengembangan Start Up Business penyelenggara STIE Prasetya Mulya di Jakarta tahun 2016 • Narasumber FEALAC (Forum East Asia Latin America Corporation) diselenggarakan oleh Colombian Government – Bogota tahun 2006 • Leading Change di Jakarta tahun 2006 • Seminar Orientation on New Folding Poduct di IFS Singapura tahun 1997, dan seminar Asia Financing & Risk Management Conference di Bali 1996 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali 112 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 112 07/05/19 22.38
  115. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PROFIL DEWAN PENGAWAS SYARIAH Prof . Dr. H. Muhammad Quraish Shihab, MA Ketua Dewan Pengawas Syariah Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 75 tahun Domisili Jakarta Selatan Riwayat Pendidikan • S1 Universitas Al-Azhar Kairo Mesir - 1967 • S2 Universitas Al-Azhar Kairo Mesir -1969 • S3 Universitas Al-Azhar Kairo Mesir - 1982 Dasar Hukum Penunjukan • Menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank BTN sejak 22 Januari 2019 berdasarkan Surat OJK No. SR-4/PB.13/2019 Tanggal 10 Januari Hal Keputusan atas Pengajuan Calon Dewan Pengawas Syariah UUS PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk • Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk Tanggal 23 maret 2018 Pengalaman Kerja • Wakil Rektor IAIN Alauddin 1974-1980 • Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta se Indonesia Timur (Kopertis Wilayah Timur) 1967-1980 • Pembantu Pimpinan Koordinator Antar Kepolisian Indonesia Timur dalam Bidang Mental 1973-1975 • Rektor IAIN Syarif Hidayatullah 1992-1998 • Anggota DPS Bank Muamalat 1992-1999 • Menteri Departemen Agama 1998 • Anggota Eminent Person Group Indonesia Malaysia Person Group Indonesia Malaysia 2010 • Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Arab, Mesir dan Jibuti 1998-2002 • Pendiri dan Anggota Council of Muslim Elders 2014-sekarang • Anggota MPR-RI periode 1982-1987 dan periode 1987-2002 • Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 1985-1998 • Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional 1988-1996 • Anggota Badan Akreditasi Nasional 1994-1998 • Anggota Dewan Riset Nasional 1995-1999 • Anggota Pentashih Al-Qur’an Departemen Agama RI 1989 sd Sekarang • Direktur Pengkaderan Ulama MUI 1994-1997 Rangkap Jabatan • Ketua DPS UUS CIMB Niaga 2004 - Sekarang • Ketua DPS UUS CIMB Niaga Pelatihan Training Program in Strategic Management for Upper Level Government Official Tahun 1980 oleh the Institute for Training and Development di Amherst Massachussets Amerika Serikat Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 113 113 07/05/19 22.38
  116. PROFIL DEWAN PENGAWAS SYARIAH Muhammad Gunawan Yasni , SE.Ak., MM, CIFA, FIIS, CRP, CA Anggota Dewan Pengawas Syariah Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 49 Tahun Domisili Tangerang Riwayat Pendidikan • S1 Universitas Indonesia - 1993 • S2 STIE Prasetiya Mulya - 1995 Dasar Hukum Penunjukan • Menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank BTN sejak 22 Januari 2019 berdasarkan Surat OJK No. SR-4/PB.13/2019 Tanggal 10 Januari Hal Keputusan atas Pengajuan Calon Dewan Pengawas Syariah UUS PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk • Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Tanggal 23 maret 2018 Pengalaman Kerja • • • • • • Rangkap Jabatan • DPS Asuransi Astra • DPS Bank BRI Syariah • DPS Manulife Asset Management Pelatihan • Certified Islamic Financial Analyst Tahun 2001 oleh Pasca Sarjana UI di UI Salemba • Fellow Of Islamic Insurance Society tahun 2010 oleh Asosiasi Asuransi Syariah di AASI Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. 114 Wakil Sekretaris – Badan Pelaksana Harian DSN MUI Periode 2015-2020 Dosen Kajian Timur Tengah-Islam Pascasarjana Universitas Indonesia. Dewan Pengawas Syariah di BATASA Sharia Fund pada 2003 –2007, SIMAS Sharia Insurance tahun 2004-2005, Deutsche Bank Sharia Custodian & Investment Banking tahun 2006 – 2009, State Owned Indonesia Exim Bank tahun 2007-2012 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 114 07/05/19 22.38
  117. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited DR .H.Mohamad Hidayat, MBA,MH Anggota Dewan Pengawas Syariah Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 51 Tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • S-1 Fakultas Syariah IAIN Jakarta tahun 1992. • S-2 MBA dari IPWI Jakarta. • S-2 dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Institute at Business Law & Legal Management (IBLAM) Jakarta tahun 2003. • S-3 di bidang Islamic Economic and Finance di Universitas Trisakti, Jakarta Tahun 2014. Dasar Hukum Penunjukan Hasil Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk Tanggal 23 maret 2018 Pengalaman Kerja • • • • • • • • Dewan Pleno DSN-MUI. Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Dewan Pembina Assosiasi Asuransi Syariah Indonesia Dosen S-2 Pada Indonesian Banking School, Pasca Sarjana Program PSTTI Universitas Indonesia, dan Program IEF Universitas Trisakti. Advisor/supervisor pada beberapa lembaga keuangan/non keuangan syariah. Pengasuh Ponpes Tahfiz Al Qurna Al Wasiah Jakarta Khotib tetap Masjid Istana Presiden dan Masjid Wakil Presiden RI, OJK, BI, dll Penulis Buku, Mubaligh dll. Rangkap Jabatan • • • • Anggota DPS BSM (perbankan) Anggota DPS PT Asuransi Manulife (asuransi) Anggota DPS PT Asuransi Allianz Syariah (asuransi) Anggota DPS PT BRIngin Life Syariah Pelatihan • Ahli Syariah Pasar Modal, tahun 2017 • Sertifikat Kompetensi DPS dari BNSP, tahun 2017 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 115 115 07/05/19 22.38
  118. PROFIL DIREKSI Yossi Istanto R . Mahelan Prabantarikso Budi Satria Oni Febriarto Rahardjo Maryono Direktur Direktur Direktur Direktur Direktur Utama 116 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 116 07/05/19 22.38
  119. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Iman Nugroho Soeko Nixon L .P. Napitupulu Dasuki Amsir Andi Nirwoto Direktur Direktur Direktur Direktur Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 117 117 07/05/19 22.38
  120. PROFIL DIREKSI Maryono Direktur Utama Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 63 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 1981 • Magister Manajemen (S2) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, Jakarta pada tahun 1998 Dasar Hukum Penunjukan • Diangkat pertama kali sebagai Direktur Utama Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank BTN tanggal 28 Desember 2012 dan dinyatakan efektif tanggal 18 Maret 2013. • Kemudian, diangkat kembali sebagai Direktur Utama Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 17 Maret 2017 untuk Periode 2, dan dinyatakan efektif tanggal 17 Maret 2017. Pengalaman Kerja • • • • • • Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagi anggota Direksi pada perusahaan lain. Namun, beliau memiliki jabatan sebagai WSBI Board of Directors periode 2018-2021 dan Ketua HIMBARA (Himpunan Bank Milik Negara) periode 2017–sekarang. Pelatihan •25th WSBI World Congress di New Delhi India tanggal 15-18 November 2018, • Annual Meeting IMF di Nusa Dua Bali tanggal 12 Oktober 2018, • Workshop Risk Management (BARA) di Roma – Milan tanggal 08-11 Oktober 2018 • Workshop Bancassurance Innovation di Zurich tanggal 06-10 Agustus 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 346.800 lembar saham / 0,0032748% 118 Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Des 2012 – sekarang) Direktur Utama Bank Mutiara (Nov 2008 - Des 2012). Group Head Jakarta Network Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jan 2005- Nov 2008) Group Head Regional Network Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jan – Des 2004) Kepala Wilayah I PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jul 2002 – Des 2003) Kepala Wilayah IX PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Agt 1999 – Jul 2002) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 118 07/05/19 22.38
  121. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Iman Nugroho Soeko Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 63 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Insinyur Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung pada tahun 1979 • Master of Social Science dari Univ. of Birmingham, Inggris pada tahun 1989 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 25 Februari 2014 dan dinyatakan efektif tanggal 16 Juni 2014. Pengalaman Kerja • • • • • • • Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada perusahaan lain. Pelatihan • CEO Forum International Public Relations Summit di Jakarta tanggal 02 November 2018 • Seminar ASEAN Global Leadership Programme by SRW di Cambridge tanggal 15-19 Oktober 2018 • Seminar Paradigma Infrastuktur Finance di Denpasar Bali tanggal 09 Oktober 2018 • Assessment ITMS di Jakarta tanggal 26 September 2018 • Refreshment International Risk Management Program for Executive di Taiwan tanggal 26 Februari - 03 Maret 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 184.300 lembar saham / 0,0017403% Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Feb 2014 – sekarang) Chief Executive PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Europe) Ltd (BMEL) (Okt 2010 – Nov 2013) Chairman PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Europe) Ltd (Jun 2009 – Okt 2010) Group Head – IBCMS PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jan 2009 – Apr 2010) General Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Singapore) (Agt 1999 – Okt 2001) General Manager PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) (Hong Kong) (Apr 1996 – Des 1997) Deputi General Manager PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) (Hong Kong) (Jul 1995 – Apr 1996) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 119 119 07/05/19 22.38
  122. PROFIL DIREKSI Oni Febriarto Rahardjo Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 47 tahun Domisili Tangerang Riwayat Pendidikan • Sarjana Teknik (S1) dari Universitas Diponegoro, Semarang pada tahun 1994 • Magister Manajemen (S2) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta pada tahun 1996 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 24 Maret 2015 dan dinyatakan efektif tanggal 19 Mei 2015 Pengalaman Kerja • Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2015 – sekarang). • Branch Manager PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Kantor Cabang Ciputat) ( Nov 2012 – Mar 2013) • Kepala Small and Medium Lending Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2013 – Mar 2015) Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada perusahaan lain. Pelatihan • Executive Leader Forum di Jakarta tanggal 16 Oktober 2018 • Workshop Bancassurance Innovation di Zurich tanggal 08-10 Agustus 2018 • CLSA ASEAN Forum 2018 di Bangkok tanggal 07-09 Maret 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 184.300 lembar saham / 0,0017403% 120 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 120 07/05/19 22.38
  123. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited R . Mahelan Prabantarikso Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 49 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Jenderal Sudirman, Purwokerto pada tahun 1992 • Magister Management (S2) dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 2004 • Doktor Manajemen Bisnis/Strategik Manajemen Agribisnis (S3) dari Institut Pertanian Bogor, Bogor pada tahun 2018 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 17 Maret 2017 dan dinyatakan efektif tanggal 25 Juli 2017 Pengalaman Kerja • Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2017 – sekarang) • Kepala Strategic Innovation & Performance Division, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mei 2015 – Mar 2017) • Kepala Change Management Office, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2013 – Apr 2015) • Superitendent Human Capital Projects Bank BTN (2012 - 2013) Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada Perusahaan lain Pelatihan • • • • Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 210.400 lembar saham / 0,0019868% Seminar High Level Meeting OJK di Bali tanggal 12 Oktober 2018 Investor Summit 2018 di Jakarta tanggal 27 Agustus 2018 Workshop BUMN Executive Club di Jakarta tanggal 31 Juli 2018 Executive Education Harvard Bussiness School di Jakarta tanggal 09-14 Juli 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 121 121 07/05/19 22.38
  124. PROFIL DIREKSI Nixon L .P. Napitupulu Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 49 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan Sarjana Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan pada tahun 1994 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 17 Maret 2017 dan dinyatakan efektif tanggal 25 Juli 2017 Pengalaman Kerja • • • • • • Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada Perusahaan lain Pelatihan • Seminar ASEAN Global Leadership Programme by SRW di Cambridge tanggal 15-19 Oktober 2018 • Assessment ITMS di Jakarta tanggal 26 September 2018 • Investor Summit 2018 di Jakarta tanggal 27 Agustus 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Kepemilikan Saham 146.400 lembar saham / 0,0013824% 122 Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2017 – sekarang) Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen Pos (Mei 2015– Mar 2017) Head of Tim Transisi Bank Joint Venture PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jan 2015 – Mei 2015) Head of Priority Project Bank Joint Venture PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Okt 2014– Des 2015) Group Head Corporate Secretary Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jan 2013– Sep 2014) Pj Group Head Strategy & Performance Management Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Jun 2012 – Jan 2013) • Group Head Micro Network Development Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Agt 2010 – Mei 2012) • Pj Group Head Micro Network Development Group PT Bank Mandiri (Persero)Tbk (Jan 2010 – Jul 2010) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 122 07/05/19 22.38
  125. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Budi Satria Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 55 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana hukum (S1) dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta pada tahun 1987 • Magister Manajemen (S2) Universitas Indonesia Jakarta pada tahun 2001 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank BTN tanggal 17 Maret 2017 dan dinyatakan efektif tanggal 25 Juli 2017 Pengalaman Kerja • • • • • • • Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada Perusahaan lain Pelatihan •25th WSBI World Congres di New Delhi India tanggal 15-18 November 2018 • Workshop Risk Management (BARA) di Roma – Milan tanggal 08-11 Oktober 2018 • Assessment ITMS di Jakarta tanggal 26 September 2018 • National Championship League 2018 di New Zealand tanggal 27-29 Agustus 2018 • Seminar Proyeksi Ekonomi & Bisnis Relaksasi LTV di Jakarta tanggal 31 Juli 2018 • WSBI Regional Group Meeting Asia Pasific ke-24 di Hongkong tanggal 17-19 April 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 146.400 lembar saham / 0,0013824% Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2017 - sekarang) Kepala Kantor Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Okt 2015 – Mar 2017) Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Apr 2014 – Sep 2015) Kepala Kantor Wilayah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Jun 2012 – Mar 2014) Inspektur ( Regional Head, Audit) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Okt 2011 – Mei 2012) Wakil Kepala Divisi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Jan 2007 – Sep 2011) Chief Representative PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ( Apr 2004 – Des 2006) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 123 123 07/05/19 22.38
  126. PROFIL DIREKSI Dasuki Amsir Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 55 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Krisna Dwipayana, Bekasi pada tahun 1986 • Magister Manajemen (S2) dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1996 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur Bank BTN pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank BTN tanggal 28 Desember 2017 dan dinyatakan efektif tanggal 26 Juni 2018 Pengalaman Kerja • • • • • • • • • • • Direktur Distribution & Network PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Des 2017 – Sekarang) Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) (April–Desember 2017) Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (2016–2017) Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara XII (2015–2016) Pemimpin Remedial & Recovery Commercial Loan (Head Office) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Agust 2015 – Okt 2015) Pemimpin Kantor Wilayah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Surabaya ( Jun 2012 – Agust 2015) Pemimpin Business Banking Sektor Kantor Wilayah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Surabaya (Jun 2011 – Jun 2012) Pemimpin Sentra Kredit Menengah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Sept 2010 – Jun 2011) Pemimpin Sentra Kredit Menengah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Palembang (Mei 2009 – Agust 2010) Pemimpin Sentra Kredit Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Medan (Jan 2009 – Mei 2009) Pemimpin Sentra Kredit Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Sukabumi (Feb 2007 – Des 2008) Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada Perusahaan lain Pelatihan • Digital BCG Asia Pasifik Conference di Singapura tanggal 28-29 Juni 2018 • UKMR Level 5 di Jakarta tanggal 03 Februari 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 2.000 lembar saham / 0,0000189% 124 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 124 07/05/19 22.38
  127. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Yossi Istanto Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 45 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Hukum (S1) dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta pada tahun 1996 • Magister Hukum Bisnis (S2) dari Universitas Katholik Parahyangan, Bandung pada tahun 2004 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BTN tanggal 23 Maret 2018 dan dinyatakan efektif tanggal 10 September 2018 Pengalaman Kerja • Direktur Strategic Human Capital PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2018 – sekarang) • Kepala Legal Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2017 – Mar 2018) • Kepala Legal & Loan Document Desk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Apr 2014 – Mar 2017) Rangkap Jabatan Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Pelatihan • Seminar Directorship Program di Jakarta 08-09 Oktober 2018 • Sosialisasi Integrated Talent Management Kementerian BUMN di Jakarta tanggal 02 Agustus 2018 • BSMR Level 5 di Jakarta tanggal 05-06 April 2018 Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali Kepemilikan Saham 0 lembar saham / 0% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 125 125 07/05/19 22.38
  128. PROFIL DIREKSI Andi Nirwoto Direktur Kewarganegaraan Warga Negara Indonesia Usia 48 tahun Domisili Jakarta Riwayat Pendidikan • Sarjana Teknik (S1) dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada tahun 1994 • Master of Finance (S2) dari Universitas Gadjah Mada/ University of Lexington Kentucky, USA pada tahun 1997 Dasar Hukum Penunjukan Diangkat pertama kali sebagai sebagai Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank BTN tanggal 23 Maret 2018 dan dinyatakan efektif tanggal 10 September 2018 Pengalaman Kerja • Direktur IT & Operation PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2018 – sekarang) • General Manager Operational Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (July 2017 – Maret 2018) • General Manager Divisi Solusi & Security Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (November 2015 – July 2017) • General Manager Divisi Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Oktober 2014 – November 2015) • Deputi General Manager Divisi Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Des 2009 – Okt 2014) Rangkap Jabatan Saat ini tidak menjabat sebagai Direksi pada Perusahaan lain Pelatihan • • • • • Hubungan Afiliasi Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya, maupun pemegang saham utama dan/atau pengendali. Kepemilikan Saham 0 lembar saham / 0% 126 Fact Finding Mission on Swiss Fintech di Zurich tanggal 05-10 November 2018 Executive Leader Forum di Jakarta tanggal 16 Oktober 2018 Annual Meeting IMF di Nusa dua Bali tanggal 11-12 Oktober 2018 Assessment ITMS di Jakarta tanggal 26 September 2018 Workshop BUMN Executive Club di Jakarta tanggal 31 Juli 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 126 07/05/19 22.38
  129. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PROFIL PEJABAT SATU LEVEL DI BAWAH DIREKSI Warga Negara Indonesia , usia 48 tahun, berdomisili di Jakarta. Meraih gelar Magister (S-2) Ilmu Hukum dari Universitas Indonesia Jakarta tahun 2002. Pengalaman Kerja Memulai karir di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sejak tahun 1997, dan pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Makassar (2016), Kepala Kantor Wilayah 5 (2017) dan Kepala Divisi Compliance & Governance (2018). PPT yang diselenggarakan oleh Efektif Pro di Jakarta (2018), Sertifikasi UKMR level 4 yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan di Jakarta (2018), Pembekalan UKMR level 4 yang diselenggarakan oleh Efektif Pro di Jakarta (2018) dan Sertifikasi Kredit yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan di Jakarta (2018). Pelatihan Beliau pernah mengikuti sejumlah pelatihan dan Seminar di antaranya: Corporate Secretary yang diselenggarakan oleh Manpower Indonesia di Jakarta (2018), Strategy Excellence yang diselenggarakan oleh Aztech di Dubai (2018), Pelatihan APU & Achmad Chaerul Sekretaris Perusahaan Warga Negara Indonesia, usia 55 tahun, berdomisili di Jakarta. Meraih gelar Sarjana (S-1) Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta tahun 1985. Dasar Pengangkatan Pertama Diangkat sebagai Kepala Auditor Internal efektif sejak tanggal 13 November 2017 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 612/DIR/2017 tanggal 07 November 2017 tentang Rotasi/Promosi Pegawai. Pengalaman Kerja Memulai karir di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sejak tahun 1986 dan jabatan sebelumnya adalah sebagai Kepala Finance & Accounting Division (2011 - 2017). Training yang diikuti antara lain Beliau pernah mengikuti beberapa pendidikan/workshop baik di dalam dan di luar negeri sebagai berikut: Developing The Strategic Manager 2 yang diselenggarakan oleh AGSM UNSW Business School, Australia pada tahun 2016, Pelatihan Akuntansi Aset (PSAK & ISAK) yang diselenggarakan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), Jakarta pada tahun 2017, Workshop Implementasi Akuntansi Aset yang diselenggarakan oleh PT Barka Cahaya Mediatama di Jakarta pada tahun 2017. Triani Pudji Astuti Kepala Internal Audit Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 127 127 07/05/19 22.38
  130. PROFIL PEJABAT EKSEKUTIF 128 Anton Rijanto Alex Sofyan Noor 47 tahun . Magister (S-2) Manajemen Universitas Hasanudin. Diangkat menjadi Kepala Divisi Commercial Funding & Services berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 177/ DIR/2017. 52 tahun. Sarjana (S-1) Ekonomi, Universitas Islam Indonesia. Diangkat menjadi Kepala Divisi Commercial Risk berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. Heru Kurniawan Sindhu Rahardian Ardita 47 tahun. Magister (S-2) Manajemen Institut Pertanian Bogor. Diangkat menjadi Kepala Divisi Commercial Lending berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. 46 tahun. Magister (S-2) Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Corporate & Loan Syndication berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 260/DIR/2017. Hirwandi Gafar Suryanti Agustinar 50 tahun. Sarjana (S-1) Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung. Diangkat menjadi Kepala Divisi Subsidized Mortgage berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 125/ DIR/2014 53 tahun. Magister (S-2) Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 150/ DIR/2014. Nasril Sri Rezeki Murni Sudarsari 53 tahun. Sarjana (S-1) Manajemen Keuangan, STIE KBP Padang. Diangkat menjadi Kepala Divisi Service Quality & Distribution berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. 53 tahun. Magister (S-2) Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Wealth Management berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.177/DIR/2017. Joni Prasetiyanto Ferry Sipahutar 50 tahun. Magister (S-2) Hukum Bisnis, Universitas Indonesia. Diangkat menjadi Kepala Divisi Sharia berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. 48 tahun, Magister (S-2) Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Retail Funding & Services berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/ DIR/2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 128 07/05/19 22.38
  131. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Erwin Dwi Kusuma Marfiades 39 tahun . Sarjana (S-1) Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh November. Diangkat menjadi Kepala Divisi Retail Risk berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 502/DIR/2017. 54 tahun. Magister (S-2) Manajemen Universitas Borobudur. Diangkat menjadi Kepala Divisi Consumer Collection & Remedial berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 579/ DIR/2017. Elisabeth Novie Riswanti Lusiana Anjarsari 51 tahun. Sarjana (S-1) Hukum Perdata, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Asset Management berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 177/ DIR/2017. 45 tahun. Magister (S-2) Hukum, Universitas Indonesia. Diangkat sebagai PLT Kepala Divisi Legal berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 294/DIR/2018. Purwa Riadi Bimo Haryo Prawiro P 40 tahun. Sarjana (S-1) Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur. Diangkat menjadi Kepala Divisi IT Strategic Planning & Development berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 463/DIR/2017. 42 tahun. Sarjana (S-1) Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB). Diangkat menjadi Kepala Divisi IT Operation berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 501/DIR/2017. Adee Indriana D Rudolf Valentino Saragih 47 tahun. Sarjana (S-1) Ekonomi Pembangunan Universitas Sebelas Maret. Diangkat menjadi Kepala Divisi Operation & Business Support berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 353/DIR/2017. 52 tahun. Sarjana (S-1) Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Diangkat menjadi Kepala Divisi Credit Operations berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 177/ DIR/2017. Adi Suharto Atmadja Nofry Rony Poetra 54 tahun. Sarjana (S-1) Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Diangkat menjadi Kepala Procurement & General Service berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. 50 tahun. Master of Business Administration, The George Washington University, Washington DC, USA. Diangkat menjadi Kepala Divisi Treasury berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 257/DIR/2015. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 129 129 07/05/19 22.38
  132. PROFIL PEJABAT EKSEKUTIF 130 Dadang Eka Jatnika Adi Santoso Budi Darma 49 tahun . Magister (S-2) Akuntansi, Universitas Diponegoro. Diangkat menjadi Kepala Finance & Accounting berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 612/DIR/2017. 53 tahun. Sarjana (S-1) Ekonomi Manajemen Universitas Pancasila. Diangkat menjadi Kepala Divisi Institutional Banking berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 260/ DIR/2017. Beki Kanuwa Wilson Arafat 46 tahun. Sarjana (S-1) Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB). Diangkat menjadi Kepala Divisi Corporate Strategy & Performance Management berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 353/DIR/2017. 47 tahun. Magister (S-2) Manajemen Pemasaran Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Transformation Management Office, berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 177/DIR/2017. R. Wahyu B. Witjaksono Sahat Sihombing 48 tahun. Magister (S-2) Manajemen Keuangan, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi PLT Kepala Divisi Compliance & Governance berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 1037/DIR/2018. 52 tahun. Magister (S-2) Ekonomi Manajemen IPPM Jakarta. Diangkat menjadi Kepala Divisi Enterprise Risk Management berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 353/ DIR/2017. Eko Waluyo Hertanta 47 tahun. Magister (S-2) Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Divisi Human Capital Management & Culture Specialist berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 180/ DIR/2017. 54 tahun. (S-2) Manajemen Keuangan, Universitas Padjadjaran. Diangkat menjadi Kepala Divisi Human Capital Organization Development & Policy berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 466/ DIR/2018. Rifki Sengadji L. Esti Dwi Retnosari 54 tahun. Magister (S-2) Manajemen Universitas Ars Internasional. Diangkat menjadi Kepala Divisi Learning Center berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 260/DIR/2017. 49 tahun. Sarjana (S-1) Teknik Industri, Universitas Pasundan. Diangkat sebagai PLT Kepala Desk Policy & Procedure berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/ DIR/2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 130 07/05/19 22.38
  133. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Mohammad Faiz Raden Meta Sutriatin Rukmitasari 49 tahun . Sarjana (S-1) Hukum, Universitas Islam Indonesia. Diangkat menjadi Kepala Divisi Small Medium Enterprise Lending berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. 51 tahun. Magister (S-2) Manajemen Keuangan, Oklahoma City University. Diangkat sebagai PLT Kepala Divisi Digital Channels berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 294/DIR/2018. Satya Wijayantara Dewi Fitrianingrum 51 tahun. Magister (S-2) Ilmu Hukum, Universitas Jayabaya. Diangkat menjadi Kepala Kantor Wilayah 1 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 177/ DIR/2017. 52 tahun. Magister (S-2) Manajemen, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Kantor Wilayah 2 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 177/DIR/2017. Frisaba H Yusdianto Manahan Hutapea 54 tahun. Sarjana (S-1) Hukum, Universitas Krisnadwipayana. Diangkat menjadi Kepala Kantor Wilayah 3 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/ DIR/2018. 50 tahun. Sarjana (S-1) Ekonomi, Universitas Sumatera Utara. Diangkat menjadi Kepala Kantor Wilayah 4 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 579/DIR/2017. Edward Alimin Syarif Sri Nuryanti Ekaningsih 50 tahun. Magister (S-2) Manajemen, Universitas Terbuka. Diangkat sebagai PLT Kepala Kantor Wilayah 5 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 747/ DIR/2018. 54 tahun. Sarjana (S-1) Hukum Perdata, Universitas Gadjah Mada. Diangkat menjadi Kepala Kantor Wilayah 6 berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 545/DIR/2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 131 131 07/05/19 22.38
  134. PENDIDIKAN DAN /ATAU PELATIHAN DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, KOMITE-KOMITE, SEKRETARIS PERUSAHAAN, DAN UNIT AUDIT INTERNAL Informasi mengenai pendidikan dan pelatihan Dewan Komisaris, Direksi, Komite-Komite, Sekretaris Perusahaan dan Unit Audit Internal telah dimuat dalam pembahasan bab Tata Kelola Perusahaan. STATISTIK JUMLAH PEGAWAI DAN DATA PENGEMBANGAN KOMPETENSI JUMLAH PEGAWAI Pada tahun 2018, Perseroan mempekerjakan 11.810 pegawai, terdiri dari Pegawai Tetap sebanyak 10.025 orang, Pegawai Kontrak/PKWT sebanyak 1.785 orang. Selain itu, Perseroan juga mempekerjakan Pegawai Outsource sebanyak 10.286 orang sehingga jumlah pegawai pada tahun 2018 mengalami kenaikan 14,00% dari total pegawai sebanyak 10.360 pada tahun 2017. Informasi perkembangan jumlah pegawai selama 3 (tiga) tahun terakhir sebagai berikut: Jumlah Pegawai 132 Pegawai Tetap Pegawai Kontrak 2018 10.025 1.785 2017 8.780 1.580 2016 8.561 683 Jumlah Pegawai Outsource Tidak Termasuk Outsource Termasuk Outsource 10.286 11.810 22.096 9.223 10.360 19.583 6.728 9.244 15.972 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 132 07/05/19 22.38
  135. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Tabel berikut akan menjelaskan perbandingan komposisi pegawai Perseroan dalam kurun 3 (tiga) tahun terakhir dengan pengelompokan berdasarkan level organisasi, tingkat pendidikan, status kepegawaian, usia, jenis kelamin dan lokasi unit kerja: Komposisi Jumlah Pegawai Berdasarkan Level Organisasi 2016 Level Organisasi 2017 Jumlah Level 22 % Jumlah 2018 % Jumlah % 3 0,03% 4 0,04% 4 0,03% Level 19 s/d 21 90 0,97% 99 0,96% 106 0,90% Level 15 s/d 18 926 10,02% 993 9,58% 1.129 9,56% Level 13 s/d 14 1.860 20,12% 2.364 22,82% 2.353 19,92% Level 11 s/d 12 4.567 49,41% 5.139 49,60% 5.901 49,97% Level 8 s/d 10 1.798 19,45% 1.761 17,00% 2.317 19,62% Jumlah 9.224 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% Komposisi Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan 2016 Tingkat Pendidikan 2017 Jumlah Pasca Sarjana % Jumlah 2018 % Jumlah % 332 3,59% 358 3,46% 379 3,21% Sarjana 6.533 70,67% 7.438 71,80% 8.459 71,63% Sarjana Muda 1.686 18,24% 1.871 18,06% 2.067 17,50% SLTA Jumlah 693 7,50% 693 6,69% 905 7,66% 9.224 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% Komposisi Jumlah Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian 2016 Status Kepegawaian Jumlah Pegawai Tetap Pegawai Outsource Tidak Termasuk Outsource Termasuk Outsource % Jumlah 2018 % Jumlah % 8.561 92,6% 8.780 84,7% 10.025 84,89% 683 7,4% 1.580 15,3% 1.785 15,11% 6.728 42,1% 9.223 47,1% 10.286 46,55% 9.244 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% 15.972 100,00% 19.583 100,00% 22.096 100,00% Pegawai Kontrak Jumlah 2017 5.901 5.139 4.567 2.364 2.353 2.317 1.860 3 4 4 90 99 106 2016 2017 2018 2016 2017 2018 Level 22 Level 19 s/d 21 926 993 1.129 2016 2017 2018 Level 15 s/d 18 2016 2017 2018 Level 13 s/d 14 2016 2017 2018 Level 11 s/d 12 1.798 1.761 2016 2017 Level 8 s/d 10 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 133 2018 133 07/05/19 22.38
  136. STATISTIK JUMLAH KARYAWAN DAN DATA PENGEMBANGAN KOMPETENSI Komposisi Pegawai Berdasarkan Usia 2016 Usia 2017 Jumlah ≥ 51 % 689 2018 Jumlah 7,45% % 685 6,61% Jumlah % 673 5,70% 31 – 50 2.794 30,23% 3.122 30,14% 3.617 30,63% ≤ 30 5.761 62,32% 6.553 63,25% 7.520 63,67% Jumlah 9.244 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% Komposisi Pegawai Berdasarkan Gender 2016 Gender 2017 Jumlah % 2018 Jumlah % Jumlah % Laki-laki 5.180 56,04% 5.797 55,96% 6.465 54,74% Perempuan 4.064 43,96% 4.563 44,04% 5.345 45,26% Jumlah 9.244 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% DATA PENGEMBANGAN KOMPETENSI Berikut tabel jumlah pendidikan dan pelatihan pegawai Perseroan berdasarkan level jabatan yang mencerminkan adanya kesempatan untuk masing-masing level organisasi pada periode Januari–Desember 2018: Jenis, Tujuan, dan Peserta/Level Jabatan Pelatihan Jenis Pelatihan Tujuan Pelatihan Level Jabatan Jumlah Peserta 2018 2017 Leadership Fokus untuk pengembangan leadership • Junior staff •Staff • Senior staff • Assistant Manager •Manager • Senior Manager • Ass. Vice President • Vice President • Exec. Vice President • Sr. Vice President • Directors & Commissioners 4.893 1.112 Business Fokus untuk pengembangan pelatihan mengenai produk dan layanan • Junior staff •Staff • Senior staff • Assistant Manager •Manager • Senior Manager • Ass. Vice President • Vice President • Exec. Vice President • Sr. Vice President • Directors & Commissioners 10.153 13.295 Operational Banking Fokus untuk pengembangan pelatihan mengenai kegiatan operasional untuk mendukung unit bisnis • Junior staff •Staff • Senior staff • Assistant Manager •Manager • Senior Manager • Ass. Vice President • Vice President • Exec. Vice President • Sr. Vice President • Directors & Commissioners 13.781 9.736 134 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 134 07/05/19 22.38
  137. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Pada tahun 2018 , Perseroan menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang diikuti sebanyak 28.827 pegawai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.153 pegawai mengikuti School of Business, 4.893 peserta mengikuti School of Leadership dan 13.781 peserta mengikuti School of Operational Banking. Realisasi pendidikan dan pelatihan tahun 2018 dimaksud mengalami peningkatan sebesar 19,59%. BIAYA PENGEMBANGAN KOMPETENSI Investasi atau biaya yang dikeluarkan Perseroan pada program pendidikan dan pelatihan pegawai sepanjang tahun 2018 mencapai Rp138.272 Juta, sedangkan pada tahun 2017 sebesar Rp164.686 juta. Realisasi biaya pendidikan tahun 2018 tersebut lebih rendah dari tahun 2017 karena Perseroan menetapkan metode delivery blanded learning yang menggabungkan online learning dan offline learning sehingga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi efektivitas dari masingmasing program pendidikan dan pelatihan. Berbagai upaya yang dilakukan Perseroan di bidang Human Capital pada tahun 2018 membawa pengakuan dari pihak eksternal yakni penghargaan 3rd The Best of The Best Indonesia Human Capital 2018. Berikut grafik biaya pelatihan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir: Grafik Biaya Pelatihan (Rp Miliar) 164,69 141,04 138,27 106,98 105,99 2014 2015 2016 2017 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 135 135 07/05/19 22.38
  138. STRUKTUR GRUP Hingga periode 31 Desember 2018 , Perseroan tidak memiliki anak perusahaan, entitas asosiasi, joint venture dan special purpose vehicle (SPV). Oleh karena itu, Perseroan tidak memiliki informasi terkait struktur grup dalam bentuk yang menggambarkan entitas induk, entitas anak, entitas asosiasi, joint venture, dan special purpose vehicle (SPV). Perseroan merupakan BUMN, dimana Negara Republik Indonesia memiliki saham sebesar 60% dan 40% saham dimiliki oleh Publik sebagaimana telah di uraikan dalam sub bab Komposisi Pemegang Saham. KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM 40% Publik • 16,82% Publik Lokal • 23,18% Publik Asing 60% Negara RI 31 Desember 2018 No Pemegang Saham 1 Negara RI 2 Publik Publik Lokal Publik Asing Total Negara Republik Indonesia memiliki satu lembar Saham Seri A Dwiwarna. Saham Seri A Dwiwarna memberikan kepada pemegangnya hak-hak istimewa yang tidak dimiliki oleh pemegang saham lainnya, yaitu menyetujui pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi, menyetujui perubahan Anggaran Dasar termasuk perubahan modal, menyetujui penggabungan, peleburan pengambil alihan dan pemisahaan Perseroan, pengajuan permohonan agar Perseroan dinyatakan pailit dan pembubaran serta meminta laporan dan penjelasan 136 Jumlah Saham Lembar % 1 6.354.000.000 60,00% 17.895 1.781.005.375 16,82% 580 2.454.994.625 23,18% 18.476 10.590.000.000 100,00% mengenai hal tertentu kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan khususnya peraturan di bidang Pasar Modal. Pada tanggal 31 Desember 2018, Negara Republik Indonesia memiliki 6.354.000.000 lembar Saham Biasa dan satu lembar Saham seri A Dwiwarna yang memiliki hak suara khusus, sehingga kepemilikan sahamnya sebesar 60%. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 136 07/05/19 22.38
  139. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited INFORMASI 20 PEMEGANG SAHAM TERBESAR Rincian 20 nama pemegang saham terbesar setelah Pemerintah Republik Indonesia adalah sebagai berikut : No 1 Nama DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JHT Saham % Status Negara 381.056.208 3,60 Perseroan Terbatas Indonesia Indonesia 2 PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE 134.525.600 1,27 Asuransi 3 JPMBLSAS UCITS CLT REHANDELSBANKENTILLVAXTMARKNAD TEMA 122.000.000 1,15 Badan Usaha Asing Swedia 4 JPMCB NA RE-SWEDBANK ROBUR GLOBAL EMERGING MARKETS 98.413.100 0,93 Badan Usaha Asing Swedia 5 NT TST CO S/A LSV EMERGING MARKETS EQUITY FUND, LP 92.008.000 0,87 Badan Usaha Asing AS 6 CITIBANK NEW YORK S/A GOVERNMENT OF NORWAY 86.000.000 0,81 Badan Usaha Asing Norwegia 7 PT TASPEN 78.956.200 0,75 Dana Pensiun Indonesia 8 JPMCB NA RE-VANGUARD TOTAL INTERNATIONAL STOCK INDEX FUND 57.875.059 0,55 Badan Usaha Asing AS 9 JPMCB NA RE - VANGUARD EMERGING MARKETS STOCK INDEX FUND 56.467.338 0,53 Badan Usaha Asing AS 10 UBS AG LDN BRANCH A/C CLIENT 56.322.363 0,53 Badan Usaha Asing Swiss 11 CITIBANK NEW YORK S/A DIMENSIONAL EMERGING MARKETS VALUE FUND 52.076.227 0,49 Badan Usaha Asing AS 12 SG SGBT AFII PIONEER GLOBAL SELECT 51.388.900 0,49 Badan Usaha Asing Luksemburg 13 PT TASPEN (ASURANSI) - AFS 49.398.900 0,47 Dana Pensiun 14 CITIBANK NEW YORK S/A EMERGING MARKETS CORE EQUITY PORTFOLIO OF DFA INV DIMENSIO 48.549.835 0,46 Badan Usaha Asing Indonesia AS 15 SSB EBY5 S/A ACF LORD ABT SEC TR LAIO FD 48.013.300 0,45 Badan Usaha Asing AS 16 DJS KETENAGAKERJAAN PROGRAM JP 45.449.000 0,43 Perseroan Terbatas Indonesia 17 PICTET AND CIE (EUROPE) S.A., PICTET-ASIAN EQUITIES EX JAPAN 42.605.100 0,40 Badan Usaha Asing Luksemburg 18 SSB 2Q27 S/A ISHARES CORE MSCI EMERGING MARKETS ETF 41.711.876 0,39 Badan Usaha Asing AS 19 PT PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE - REP 40.031.500 0,38 Asuransi 20 BNYM S/A ACADIAN EM MKTS SM ALL CAP EQ FD LLC 39.636.900 0,37 Badan Usaha Asing Indonesia AS PEMEGANG SAHAM YANG MEMILIKI 5% ATAU LEBIH Hingga akhir tahun 2018, tidak terdapat pemegang saham yang persentase kepemilikannya lebih dari 5%, selain Pemerintah Republik Indonesia. KEPEMILIKAN SAHAM OLEH MANAJEMEN No Jabatan Nama Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan Saham (%) Dewan Komisaris 1 Komisaris Utama/Independen I Wayan Agus Mertayasa - 0,0000000% 2 Komisaris Independen Arie Coerniadi - 0,0000000% 3 Komisaris Independen Lucky Fathul Aziz Hadibrata - 0,0000000% 4 Komisaris Independen Kamaruddin Sjam - 0,0000000% 5 Komisaris Independen Garuda Wiko - 0,0000000% 6 Komisaris Non Independen Iman Sugema 82.900 0,0007828% 7 Komisaris Non Independen Maurin Sitorus 82.900 0,0007828% 8 Komisaris Non Independen Sumiyati 82.900 0,0007828% 9 Komisaris Non Independen Parman Nataatmadja* - 0,0000000% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 137 137 07/05/19 22.38
  140. KOMPOSISI PEMEGANG SAHAM No Jumlah Saham (Lembar) Kepemilikan Saham (%) Maryono 346.800 0,0032748% 184.300 0,0017403% - 0,0000000% Jabatan Nama Direktur Utama Direksi 1 2 Direktur Finance & Treasury Iman Nugroho Soeko 3 Direktur IT & Operation Andi Nirwoto** 4 Direktur Commercial Banking Oni Febriarto Rahardjo 184.300 0,0017403% 5 Direktur Consumer Banking Budi Satria 146.400 0,0013824% 6 Direktur Strategy, Compliance & Risk R. Mahelan Prabantarikso 210.400 0,0019868% 7 Direktur Collection & Asset Management Nixon L. P. Napitupulu 146.400 0,0013824% 8 Direktur Distribution & Network Dasuki Amsir 9 Direktur Strategic Human Capital Yossi Istanto***   Total 2.000 0,0000189% - 0,0000000% 1.469.300 0,0138744% *) Diangkat sebagai Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berdasarkan hasil keputusan RUPS Tahunan Perseroan tanggal 23 Maret 2018 dan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) dan memenuhi Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. **) Telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 27/KDK.03/2018 tanggal 7 September 2018 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr. Andi Nirwoto selaku Direktur IT & Operation PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 10 September 2018. ***) Telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 28/KDK.03/2018 tanggal 7 September 2018 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr. Yossi Istanto selaku Direktur Strategic Human Capital PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak tanggal 10 September 2018. KELOMPOK PEMEGANG SAHAM MASYARAKAT DENGAN KEPEMILIKAN KURANG DARI 5% 31 Desember 2018 Pemegang Saham Saham Jumlah Publik Lembar %   Publik Lokal Perorangan Indonesia Karyawan Koperasi           16.345 328.037.964 7,74% 1.093 14.408.000 0,34% 5 348.800 0,01% Yayasan 14 21.100.933 0,50% Dana Pensiun 90 250.408.905 5,91% Asuransi 76 415.188.681 9,80% 10,40% Perseroan Terbatas Reksadana Sub Total 62 440.647.196 210 310.864.896 7,34% 17.895 1.781.005.375 42,04% Publik Asing Perorangan Asing Badan Usaha Asing Sub Total TOTAL 138 55 9.007.240 0,21% 525 2.445.987.385 57,74% 580 2.454.994.625 57,96% 18.475 4.236.000.000 100,00% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 138 07/05/19 22.38
  141. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited JUMLAH PEMEGANG SAHAM DAN PERSENTASE KEPEMILIKAN BERDASARKAN KLASIFIKASI 31 Desember 2018 Pemegang Saham Negara RI Jumlah Saham Lembar % 1 6.354.000.000 60,00% 16.345 328.037.964 3,10% 1.093 14.408.000 0,14% Koperasi 5 348.800 0,00% Publik Publik Lokal Perorangan Indonesia Karyawan Yayasan 14 21.100.933 0,20% Dana Pensiun 90 250.408.905 2,36% Asuransi 76 415.188.681 3,92% Perseroan Terbatas Reksadana Sub Total 62 440.647.196 4,16% 210 310.864.896 2,94% 17.895 1.781.005.375 16,82% Publik Asing Perorangan Asing Badan Usaha Asing Sub Total TOTAL 55 9.007.240 0,09% 525 2.445.987.385 23,10% 580 2.454.994.625 23,18% 18.476 10.590.000.000 100,00% ENTITAS ANAK DAN ENTITAS ASOSIASI Hingga periode 31 Desember 2018, Perseroan tidak memiliki entitas anak dan entitas asosiasi. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 139 139 07/05/19 22.38
  142. KRONOLOGI PENERBITAN DAN PENCATATAN SAHAM PENCATATAN SAHAM PERDANA (INITIAL PUBLIC OFFERING) Perseroan mencatatkan sahamnya pertama kali di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Desember 2009 dengan menawarkan 2.360.057.000 lembar saham Seri B atau 27,08% dari modal ditempatkan, dengan harga penawaran Rp800 per lembar saham kepada masyarakat. Pencapaian IPO (Initial Public Offering) tersebut mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat, yang ditandai dengan oversubscribe sebanyak 2,04 kali dengan nilai proceed sebesar Rp1,88 triliun. Hal tersebut mendapatkan penghargaan “Best IPO in Indonesia 2009” dari majalah The Asset dan “Mid Cap/IPO Deal of The Year in Southeast Asia 2009” dari Publisher Alpha South Asia (Hong Kong). Tahun Penerbitan Saham 17 Desember 2009 Jumlah Saham 2.360.057.000 lembar saham Seri B atau 27,08% dari modal ditempatkan Nilai Nominal Saham Rp500 per lembar saham Harga Penawaran Rp800 per lembar saham Jumlah Saham Tercatat Setelah IPO 8.623.285.575 lembar saham Seri B Pencatatan Bursa Bursa Efek Indonesia AKSI KORPORASI (PENAWARAN UMUM TERBATAS I - RIGHTS ISSUE) Pada tahun 2012, Perseroan melakukan aksi korporasi berupa Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) kepada para pemegang saham Perseroan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue dengan tujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan juga untuk meningkatkan jumlah saham publik yang diperjual belikan (floating shares). Kondisi ini akan meningkatkan kapitalisasi pasar dan likuiditas saham BBTN di pasar modal sekaligus untuk mendukung pertumbuhan kredit, sehingga dapat menambah minat investor untuk berinvestasi lebih pada saham BBTN. Jenis Penawaran HMETD Jumlah Saham yang Ditawarkan 1.512.857.500 Saham Seri B Nilai Nominal Saham Rp500 (lima ratus Rupiah) Harga Pelaksanaan Rp1.235 (seribu dua ratus tiga puluh lima Rupiah) Jumlah Saham Tercatat Setelah Rights Issue 10.481.074.500 lembar saham Jumlah Dana (Proceeds) Diterima Rp1.868.379.012.500 (satu triliun delapan ratus enam puluh delapan miliar tiga ratus tujuh puluh sembilan juta dua belas ribu lima ratus Rupiah) Rasio Konversi 555.000 (lima ratus lima puluh lima ribu) Saham Lama berhak atas 94.943 (sembilan puluh empat ribu sembilan ratus empat puluh tiga) HMETD Dilusi Kepemilikan 14,61% (empat belas koma enam satu persen) sebelum pelaksanaan MESOP dan sebesar 16,49% (enam belas koma empat puluh sembilan persen) setelah pelaksanaan MESOP Periode Perdagangan HMETD 23 - 29 November 2012 Periode Pelaksanaan HMETD 23 - 29 November 2012 Tanggal Pencatatan Efek di Bursa 23 November 2012 Pencatatan Bursa Bursa Efek Indonesia Pembeli Siaga PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas 140 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 140 07/05/19 22.38
  143. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited KRONOLOGI PENCATATAN EFEK LAINNYA Kronologi pencatatan efek lainnya yang terdiri dari pencatatan obligasi , Sekuritisasi KPR, dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD), sebagai berikut: KRONOLOGIS PENCATATAN OBLIGASI Peringkat Jatuh Tempo/ Belum Jatuh Tempo Nominal (Rp Juta) Tanggal Penerbitan Tanggal Jatuh Tempo Jangka Waktu (Tahun) Kupon (%) 2017 2018 Obligasi Bank BTN XIV Tahun 2010 1.650.000 11 Juni 2010 11 Juni 2020 10 10,250% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN XV Tahun 2011 1.300.000 28 Juni 2011 28 Juni 2021 10 9,500% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012 2.000.000 5 Juni 2012 5 Juni 2022 10 7,900% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 2.000.000 27 Maret 2013 27 Maret 2023 10 7,900% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Bursa Efek Indonesia Nama Obligasi Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri B 500.000 08 Juli 2015 08 Juli 2020 5 9,875% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri C 800.000 08 Juli 2015 08 Juli 2022 7 10,000% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri D 800.000 08 Juli 2015 08 Juli 2025 10 10,50% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri A 1.347.000 30 Agustus 2016 30 Agustus 2019 3 8,200% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri B 1.653.000 30 Agustus 2016 30 Agustus 2021 5 8,750% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri A 1.466.000 13 Juli 2017 13 Juli 2020 3 8,300% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri B 1.295.000 13 Juli 2017 13 Juli 2022 5 8,500% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri C 853.000 13 Juli 2017 13 Juli 2024 7 8,700% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri D 1.386.000 13 Juli 2017 13 Juli 2027 10 8,900% idAA+ idAA+ Belum Jatuh Tempo Total Bursa Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia 17.050.000 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 141 141 07/05/19 22.38
  144. KRONOLOGI PENCATATAN EFEK LAINNYA OBLIGASI YANG TELAH DITERBITKAN PERSEROAN Nama Obligasi Nominal (Rp Juta) Jangka Waktu Jatuh Tempo Tingkat Bunga Bursa Obligasi Bank BTN I Tahun 1989 50.000 5 tahun 25 Juli 1994 *) 18,75% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN II Tahun 1990 50.000 5 tahun 1 Juni 1995 *) 16,25% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN III Tahun 1991 50.000 5 tahun 11 November 1996 *) 20,00% tetap Obligasi Bank BTN IV Tahun 1991 100.000 5 tahun 23 Januari 1996 *) 17,00% tetap Obligasi Bank BTN V Tahun 1993 150.000 5 tahun 31 Juli 1998 *) 15,25% tetap untuk tahun pertama dan kedua, mengambang untuk tahun Bursa Efek Indonesia berikutnya hingga jatuh tempo Obligasi Bank BTN VI Tahun 1995 350.000 5 tahun 21 Desember 2000 *) 17,25% tetap untuk tahun pertama, mengambang untuk tahun berikutnya hingga jatuh tempo Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN VII Tahun 1996 200.000 5 tahun 22 Juli 2001 *) 17,125% tetap untuk tahun pertama, mengambang Bursa Efek Indonesia untuk tahun berikutnya hingga jatuh tempo Obligasi Bank BTN VIII Tahun 1997 400.000 5 tahun 18 Juli 2002 *) 14,15% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN IX Tahun 2003 750.000 5 tahun 2 Oktober 2008 *) 12,50% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN X Tahun 2004 750.000 5 tahun 25 Mei 2009 *) 12,20% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi BTN XI Tahun 2005 750.000 5 tahun 6 Juli 2010 *) 12,00% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN XII Tahun 2006 1.000.000 10 tahun 19 September 2016*) 12,75% tetap Obligasi Bank BTN XIII Tahun 2009 Seri A 300.000 3 tahun 29 Mei 2012 *) 11,75% tetap Obligasi Bank BTN XIII Tahun 2009 Seri B 300.000 4 tahun 29 Mei 2013 *) 12,00% tetap Obligasi Bank BTN XIII Tahun 2009 Seri C 900.000 5 tahun 29 Mei 2014 *) 12,25% tetap Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN XIV Tahun 2010 1.650.000 10 tahun 11 Juni 2020 10,25% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Bank BTN XV Tahun 2011 1.300.000 10 tahun 28 Juni 2021 9,50% tetap Bursa Efek Indonesia Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012 2.000.000 10 tahun 5 Juni 2022 7,90% tetap Obligasi Berkelanjuta I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 2.000.000 10 tahun 27 Maret 2023 7,90% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri A 900.000 3 tahun 8 Juli 2018 *) 9,625% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri B 500.000 5 tahun 8 Juli 2020 9,875% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri C 800.000 7 tahun 8 Juli 2022 10,00% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri D 800.000 10 tahun 8 Juli 2025 10,50% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri A 1.347.000 3 tahun 30 Agustus 2019 8,20% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri B 1.653.000 5 tahun 30 Agustus 2021 8,75% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri A 1.466.000 3 tahun 13 Juli 2020 8,30% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri B 1.295.000 5 tahun 13 Juli 2022 8,50% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri C 853.000 7 tahun 13 Juli 2024 8,70% tetap 1.386.000 10 tahun 13 Juli 2027 8,90% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri D Obligasi Subordinasi BTN I Tahun 2004 250.000 10 tahun 25 Mei 2014 **) 12,60% tetap untuk tahun pertama sampai tahun kelima, 22,60% tetap untuk tahun ke enam sampai tahun kesepuluh jika Bank tidak melakukan opsi beli pada tahun kelima sejak tanggal penerbitan Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia Bursa Efek Indonesia *) Bank telah melakukan pelunasan obligasi yang diterbitkan pada tanggal jatuh temponya. **) Bank telah melakukan opsi beli kembali pada 25 Mei 2009 142 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 142 07/05/19 22.38
  145. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kronologis Pencatatan Negotiable Certificate Of Deposit (NCD) No. jenis 1. NCD Tahap IV 2017 2. NCD Tahap I 2018 3. 4. 5. NCD Tahap II 2018 NCD Tahap III 2018 NCD Tahap IV 2018 TOTAL Nominal 540.000.000.000 1.440.000.000.000 690.000.000.000 2.020.000.000.000 340.000.000.000 Tgl Transaksi Seri Jangka Waktu Jatuh Tempo Rate 13-Des-17 C 24 bulan 13-Dec-19 6,60% 3-Apr-18 18-Jul-18 05-Nov-18 10-Dec-18 Nominal Per Seri 60.000.000.000 B 12 bulan 02-Apr-19 6,20% 610.000.000.000 A 6 bulan 15-Jan-19 7,60% 520.000.000.000 B 12 bulan 16-Jul-19 7,70% 170.000.000.000 A 6 bulan 07-May-19 8,30% 1.340.000.000.000 B 9 bulan 02-Aug-19 8,40% 170.000.000.000 C 12 bulan 05-Nov-19 8,50% 510.000.000.000 A 3 bulan 12-Mar-19 8,00% 80.000.000.000 B 6 bulan 11-Jun-19 8,40% 5.030.000.000.000 260.000.000.000 3.720.000.000.000 Ikhtisar Negotiable Certificate Of Deposit (NCD) Telah Jatuh Tempo No. 1 jenis NCD Tahap I Nominal 625.000.000.000 Tgl Transaksi 05-Dec-14 2 NCD Tahap II 1.005.000.000.000 26-Feb-15 3 NCD Tahap III 500.000.000.000 17-Feb-15 4 NCD Tahap IV 1.110.000.000.000 30-Apr-15 5 NCD Tahap I 2016 740.000.000.000 09-Jun-16 6 NCD Tahap II 2016 1.115.000.000.000 05-Aug-16 7 NCD Tahap III 2016 371.000.000.000 30-Nov-16 8 NCD Tahap IV 2016 500.000.000.000 29-Dec-16 9 NCD Tahap V 2016 500.000.000.000 30-Dec-16 10 NCD Tahap I 2017 11 NCD Tahap III 2017 12 NCD Tahap II 2017 13 NCD Tahap IV 2017 14 NCD Tahap I 2018 TOTAL 1.735.000.000.000 21-Feb-17 550.000.000.000 03-Oct-17 1.050.000.000.000 05-Oct-17 540.000.000.000 13-Dec-17 1.440.000.000.000 03-Apr-18 11.781.000.000.000 Seri Jangka Waktu Jatuh Tempo Rate Nominal Per Seri A 6 bulan 04-Jun-15 9,00% B 12 bulan 27-Nov-15 9,25% 280.000.000.000 45.000.000.000 C 15 bulan 26-Feb-16 9,50% 300.000.000.000 A 6 bulan 26-Aug-15 9,00% 470.000.000.000 B 12 bulan 18-Feb-16 9,25% 85.000.000.000 C 15 bulan 19-May-16 9,50% 10.000.000.000 D 18 bulan 18-Aug-16 9,70% 440.000.000.000 E 5 bulan 15-Jul-15 9,00% 500.000.000.000 A 6 bulan 30-Oct-15 8,75% 330.000.000.000 B 12 bulan 02-May-16 9,00% 620.000.000.000 C 18 bulan 31-Oct-16 9,25% 160.000.000.000 A 3 bulan 09-Sep-16 6,85% 740.000.000.000 A 3 bulan 03-Nov-16 7,19% 440.000.000.000 B 6 bulan 01-Feb-17 7,47% 275.000.000.000 C 12 bulan 10-Aug-17 7,80% 400.000.000.000 A 3 bulan 28-Feb-17 7,04% 20.000.000.000 B 6 bulan 29-May-17 7,26% 351.000.000.000 A 3 bulan 29-Mar-17 7,75% 315.000.000.000 B 6 bulan 03-Jul-17 7,74% 185.000.000.000 6 bulan 03-Jul-17 7,73% 500.000.000.000 A 6 bulan 22-Aug-17 7,28% 1.195.000.000.000 B 12 bulan 16-Feb-18 7,43% 540.000.000.000 12 bulan 02-Oct-18 6,50% 550.000.000.000 A 6 bulan 03-Apr-18 6,00% 230.000.000.000 B 12 bulan 05-Oct-18 6,25% 820.000.000.000 A 6 bulan 12-Jun-18 5,90% 160.000.000.000 B 12 bulan 13-Dec-18 6,20% 320.000.000.000 A 6 bulan 02-Oct-18 5,90% 830.000.000.000 11.111.000.000.000 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 143 143 07/05/19 22.38
  146. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Nama Lembaga dan Profesi Penunjang Alamat Jasa yang Diberikan Biaya (Rp) Periode Penugasan 2.367.000.000 31 Desember 2018 Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (Anggota Ernest & Young Global) Gedung Bursa Efek Indonesia Menara 2 Lantai 7 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 52 – 53, Jakarta 12190 Indonesia Tel : 62-21 5289 5000 Fax : 62-21 5289 4100 Jasa Audit Laporan Keuangan, Audit PKBL Setiabudi Atrium Suite 809 - 810 Jl. HR Rasuna Said Kav. 62, Jakarta 12920 Indonesia Tel : 62-21 5795 7755 Fax : 62-21 5795 7750 Pemeringkatan Efek Obligasi 192.500.000 Periode 1 Maret 2018 sd 1 Maret 2019 Pemeringkatan EBA SP 04 Kelas A Tahun 2018 850.000.000 Periode 12 Februari 2018 sd 1 Februari 2019 Prudential Tower, 20th Fl Jl. Jenderal Sudiirman Kav. 79, Jakarta 12910 Indonesia Tel : 62-21 5795 7755 Fax : 62-21 5795 7750 Jasa Pemeringkatan Atas Perusahaan dan/atau Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Bank BTN 110.000.000 Periode 3 September 2018 2 September 2019 Jl. Hayam Wuruk No. 28 Jakarta 10120 Indonesia Tel : 62-21 570 9009 Fax : 62-21 570 9026 Jasa Administrasi Saham Pasar Sekunder PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 262.000.000 31 Desember 2018 Jl. Suryo No. 54, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12180 Indonesia Jasa Pembuatan Akta RUPS 132.550.000 31 Desember 2018 Pemeringkat Efek PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) PT Fitch Ratings Indonesia Biro Administrasi Efek PT Datindo Entrycom Notaris Ashoya Ratam, SH, Mkn Notaris & PPAT 144 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 144 07/05/19 22.38
  147. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited INFORMASI PADA WEBSITE PERSEROAN BERANDA Produk BTN PERSEORANGAN BTN Prioritas BTN Syariah BISNIS TATA KELOLA Hubungan Investor Login E-Banking Produk Dana Kredit Konsumer Kredit Komersil Terdiri dari berbagai produk dana Perseroan yang mencakup Tabungan , Deposito dan Giro baik perorangan maupun lembaga. Terdiri dari kredit untuk perorangan berupa Pinjaman Bangunan, Pinjaman Khusus dan Pinjaman Ringan. Fasilitas kredit untuk usaha yang terdiri dari Pinjaman Usaha dan Pinjaman Usaha Mikro Kecil dan Menengah. E-Channel Jasa Layanan Program SBDK Berisi informasi fasilitas E-Banking, berbagai Kartu, dan berbagai fasilitas Perseroan demi kemudahan transaksi nasabah. Terdiri dari Layanan Tambahan, Layanan Transaksi, Pengiriman Uang serta Jasa Penyimpanan. Terdiri dari program-program dari produk atau layanan Perseroan. Informasi mengenai suku Bunga Dasar Kredit Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 145 145 07/05/19 22.38
  148. INFORMASI PADA SITUS WEB BANK BERANDA PERSEORANGAN Produk BTN PERSEORANGAN BTN Prioritas BISNIS BTN Syariah TATA KELOLA Hubungan Investor Login E-Banking Hunian Idaman Kendaraan Impian Mudahnya Beribadah Persiapan Haji & Umroh Investasi Jangka Panjang Kemudahan Transaksi Simpanan Praktis Perencanaan Masa Depan Berisi tentang informasi-informasi ringan tentang hunian maupun perencanaan masa depan BERANDA Produk BTN PERSEORANGAN BTN Prioritas BISNIS BTN Syariah Jasa & Layanan TATA KELOLA Hubungan Investor Meningkatkan Usaha Solusi Memulai Usaha Login E-Banking Solusi Institusi Solusi Nasabah BISNIS Terkait informasi mengenai usaha BERANDA Produk BTN PERSEORANGAN BTN Prioritas BTN Syariah TATA KELOLA Login E-Banking Informasi Pemegang Saham Laporan Keuangan Tahunan Isi Kode Etik Profil Dewan Komisaris dan Direksi Informasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 146 BISNIS Hubungan Investor Piagam/Charter Dewan Komisaris, Direksi, Komite-komite, dan Unit Audit Internal. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 146 07/05/19 22.38
  149. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited JARINGAN MITRA USAHA Perseroan senantiasa menjalin kerja sama dengan berbagai mitra usaha , dengan tujuan untuk mencapai target yang telah ditetapkan. Perseroan juga menjalankan berbagai kemitraan bisnis dalam rangka penyediaan layanan produk perbankan serta kenyamanan transaksi yang dilakukan oleh nasabah. Bentuk kerja sama yang dilakukan oleh Perseroan dengan mitra usaha di antaranya sebagai berikut: No. Instansi 1. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 2. Telkomsel 3. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) 4. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) 5. PT Angkasa Pura II (Persero) 6. Blue Bird Keterangan Aplikasi E-Panjar dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) TCASH-BTN KPR Atlet Konstruksi Properti Kredit Investasi Pembiayaan Perumahan 7. PPDPP dan PT SMF Kredit KPR 8. Grab Indonesia Kredit KPR Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 147 147 07/05/19 22.38
  150. PETA WILAYAH OPERASIONAL SUMATERA KALIMANTAN JAWA BALI DAN NUSA TENGGARA SUMATERA JAWA KALIMANTAN Kantor Wilayah 1 Kantor Wilayah 4 Kantor Wilayah - Kantor Cabang 46 Kantor Cabang 6 12 Kantor Cabang Kantor Cabang Pembantu 51 Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas 57 Kantor Kas Outlet Syariah 12 Outlet Syariah 59 Outlet Syariah 4 Outlet Prioritas 6 Outlet Prioritas 28 Outlet Prioritas 5 202 Kantor Cabang Pembantu 19 356 Kantor Kas 20 Kantor Pos 700 Kantor Pos 1 .624 Kantor Pos 299 ATM 286 ATM 1.520 ATM 113 148 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 148 07/05/19 22.38
  151. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited JARINGAN KANTOR 2016 2017 Kantor Wilayah 4 5 6 Kantor Cabang 65 75 76 Kantor Cabang Pembantu 243 279 304 Kantor Kas 477 485 468 28 32 48 3 3 3 2 .948 2.951 2.948 10 22 23 3.778 3.852 3.876 Kantor Cabang Syariah 23 24 24 Kantor Cabang Pembantu Syariah 36 42 48 Payment Point Kantor Layanan Setara KCP Kantor Layanan Setara Kantor Kas Mobil Kas Keliling Total jaringan Kantor Konvensional SULAWESI Kantor Kas Syariah MALUKU DAN PAPUA SULAWESI 2018 6 7 8 Payment Point Syariah 11 13 13 Total Jaringan Kantor Syariah 76 86 93 BALI DAN NUSA TENGGARA MALUKU DAN PAPUA Kantor Wilayah 1 Kantor Wilayah - Kantor Wilayah - Kantor Cabang 6 Kantor Cabang 3 Kantor Cabang 3 Kantor Cabang Pembantu 3 Kantor Cabang Pembantu 18 Kantor Cabang Pembantu Kantor Kas 22 Kantor Kas 9 Kantor Kas 4 11 Outlet Syariah 4 Outlet Syariah 1 Outlet Syariah - Outlet Prioritas 2 Outlet Prioritas 2 Outlet Prioritas - Kantor Pos 126 Kantor Pos ATM 116 ATM 141 61 Kantor Pos 61 ATM 30 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 149 149 07/05/19 22.38
  152. NAMA DAN ALAMAT KANTOR WILAYAH DAN CABANG Kantor Pusat Menara BTN Jl . Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat 10130 Telp. : (021) 6336789, 6332666 Fax : (021) 6346704 Email :csd@btn.co.id Website :www.btn.co.id Kantor Wilayah Kantor Wilayah 1 Kantor Wilayah Jawa Barat Jl. Jend. Sudirman No. 19 Bekasi 17143 Telp. : (021) 88953281, 88953282 Fax : (021) 8849519 Email :kantorwilayah1@btn.co.id Kantor Wilayah 2 Kantor Wilayah DKI Jakarta & Banten Gedung Yodya Tower Lt. 3 Jl. Mayjen DI Panjaitan Kav 8, RT 003 RW 011, Kel. Cipinang Cempedak, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur Telp. : (021) 2301184, 31901656, 3905775 Fax :Email :kantorwilayah2@btn.co.id Kantor Wilayah 3 Kantor Wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Jl. Raya Darmo No. 123-125 Surabaya Jawa Timur 60241 Telp. : (031) 5661704 , 5661204 Fax : (031) 5661696 Email :kantorwilayah3@btn.co.id Kantor Wilayah 4 Kantor Wilayah Sumatera Komplek Perkantoran Batam Center Jl. Engku Putri No. 1, Kel. Belian, Kec. Nongsa Batam Center Telp. : (0778) 7711331, 7711215, 7711661 Fax :Email :kantorwilayah4@btn.co.id Kantor Wilayah 5 Kantor Wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua Jl. Sultan Hassanudin No. 1 Makassar Telp. : (0411) 5070760 Fax :Email :kantorwilayah5@btn.co.id Kantor Wilayah 6 Kantor Wilayah Jawa Tengah & DIY Jl. M.T. Haryono No. 717 Semarang 50242 Telp. : (024) 8455932 Fax :Email :kantorwilayah6@btn.co.id Kantor Cabang Konvensional Kantor Cabang Konvensional Wilayah 1 Kantor Cabang Bandung Jl. Jawa No. 7 Bandung 40117 Telp. : (022) 4232112, 4241036, 4241034 Fax : (022) 4204562 Email :kc.bandung@btn.co.id Kantor Cabang Bogor Jl. Pengadilan No. 13-15 Bogor 16121 Telp. : (0251) 8311700 Fax : (0251) 8323007, 8351432 Email :kc.bogor@btn.co.id Kantor Cabang Bekasi Jl. Jend. Sudirman No. 19 Bekasi 17143 Telp. : (021) 8840649 Fax : (021) 8849519 Email :kc.bekasi@btn.co.id 150 Kantor Cabang Depok Jl. Margonda Raya No. 186 Depok 16423 Telp. : (021) 7751236, 7751237 Fax : (021) 7772927 Email :kc.depok@btn.co.id Kantor Cabang Cirebon Jl. Siliwangi No. 16 Cirebon 45121 Telp. : (0231) 209143, 209153 Fax : (0231) 209777 Email :kc.cirebon@btn.co.id Kantor Cabang Karawang Jl. Kertabumi No. 29 A-D, Karawang 41311 Jawa Barat Telp. : (0267) 412282, 412283 Fax : (0267) 412247 Email :kc.karawang@btn.co.id Kantor Cabang Purwakarta Jl. RE. Martadinata No. 1 Purwakarta 41114 Telp. : (0264) 201024, 210830, 210831, 206637 Fax : (0264) 201591 Email :kc.purwakarta@btn.co.id Kantor Cabang Cikarang Pertokoan Cikarang Center City Blok B No 2, 3, 5, 6 Jl. Raya Cikarang - Cibarusah, 17750 Kabupaten Bekasi Telp. : (021) 22180085, 22180086 Fax : (021) 8936418 Email :kc.cikarang@btn.co.id Kantor Cabang Cibubur Ruko Madison Blok B1 No. 6-8 Cibubur Time Square Jl. Raya Alternatif Transyogi Km. 3 Cibubur-Bekasi 17435 Telp. : (021) 84300071, 84300073 Email :kc.cibubur@btn.co.id Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 150 07/05/19 22.38
  153. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Kantor Cabang Harapan Indah Bekasi Ruko Office Park Harapan Indah Blok OP Kavling No . OP1-01 & OP1-02 Harapan Indah - Bekasi 17132 Telp. : (021) 88386971 (hunting) 88386972, 88386974 Fax : (021) 88386974 Email :kc.harapanindah@btn.co.id Kantor Cabang Kelapa Gading Square Gedung Emerald Tower Jl. Boulevard Barat Blok XB No. 3 Kelapa Gading - Jakarta Utara 14240 Telp. : (021) 45866883, 45866884 Fax : (021) 45866885 Email :kc.kelapagadingsquare@btn. co.id Kantor Cabang Tasikmalaya Jl. Sutisna Senjaya No. 101 Tasikmalaya 46112 Telp. : (0265) 334464, 334465 Fax : (0265) 330884 Email :kc.tasikmalaya@btn.co.id Kantor Cabang Ciputat Jl. Dewi Sartika No. 21 Ciputat Tangerang Selatan 15411 Telp. : (021) 7445145 Fax : (021) 7490968, 7402731 Email :kc.ciputat@btn.co.id Kantor Cabang Cimahi Jl. Jend. Amir Machmud/Raya Timur No. 475 Cimahi 40524 Telp. : (022) 6651644, 6651645 Fax : (022) 6652586 Email :kc.cimahi@btn.co.id Kantor Cabang Jakarta Kebon Jeruk Jl. Anggrek No. 01 Kel. Kelapa Dua Kec. Kebon Jeruk Kebon Jeruk Jakarta Barat 11550 Telp. : (021) 53666345 Fax : (021) 59666344 Email :kc.jakartakebonjeruk@btn.co.id Kantor Cabang Sukabumi Jl. Jendral Sudirman No. 49, Kel. Sriwedari, Kec. Gunung Puyuh Sukabumi - Jawa Barat Telp. : (0266) 223446,235951 Fax : (0266) 223447 Email :kc.sukabumi@btn.co.id Kantor Cabang Bandung Timur Jl. Raya Cinunuk No. 223 A Kec. Cileunyi, Kab. Bandung Telp. : (022) 7816883 Fax : (022) 7838482, 7816876 Email :kc.bandungtimur@btn.co.id Kantor Cabang Konvensional Wilayah 2 Kantor Cabang Jakarta Kuningan Wisma Budi Lt. 1 & 2 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C6 Jakarta Selatan 12940 Telp. : (021) 52964652 Fax : (021) 52964974 Email :kc.jakartakuningan@btn.co.id Kantor Cabang Jakarta Harmoni Menara BTN Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat 10130 Telp. : (021) 6336789, 6332666 2310490 Fax : (021) 6386593, 6332676 6333021 Email :kc.jakartaharmoni@btn.co.id Kantor Cabang Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan No. 01 Tangerang 15118 Telp. : (021) 5539363 Fax : (021) 5537977, 5581186 Email :kc.tangerang@btn.co.id Kantor Cabang Jakarta Cawang Gedung Yodya Tower Lt. 1-2 Jl. Mayjen DI Panjaitan Kav 8, RT 003, RW 011, Kel. Cipinang Cempedak Kec. Jatinegara, Jakarta Timur Telp. : (021) 22986826, ) 22986827 Fax : (021) 21012381 Email :kc.jakartacawang@btn.co.id Kantor Cabang Cilegon Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 49 Cilegon 42414 Telp. : (0254) 391766, 392681, 393479 Fax : (0254) 393480 Email :kc.cilegon@btn.co.id Kantor Cabang Bumi Serpong Damai Kompleks BSD, Ruko Sektor VII E Blok K No. 8 Jl. Raya Serpong, Tangerang 15310 Telp. : (021) 5372235, 5372237 Fax : (021) 5372238 Email :kc.bumiserpongdamai@btn.co.id Kantor Cabang Karawaci Perumnas Karawaci I Jl. Cendrawasih No. 1, Tangerang 15115 Telp. : (021) 5517849, 5517850 Fax : (021) 5524367, 5511420 Email :kc.karawaci@btn.co.id Kantor Cabang Jakarta Melawai Jl. Melawai Raya No. 19 C-D, Kel. Melawai, Kec. Kebayoran Baru Jakarta Selatan Telp. : (021) 27517843, 27517840 Fax : (021) 27517858 Email :kc.jakartamelawai@btn.co.id Kantor Cabang Jakarta Pluit Jl. Pluit Kencana Raya No. 79, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara 14440 Telp. : (021) 97115586 Fax : (021) 66601530 Email :kc.jakartapluit@btn.co.id Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kantor Cabang Bintaro Jaya CBD Bintaro Blok B7 No. A3 - 04A, Kel. Pondok Jaya, Kec. Pondok Aren Tangerang Selatan Telp. : (021) 22215981 Fax : (021) 22215983 Email :kc.bintarojaya@btn.co.id Kantor Cabang Konvensional Wilayah 3 Kantor Cabang Surabaya Jl. Pemuda No. 50 Surabaya 60271 Telp. : (031) 5353513, 5353519 Fax : (031) 5345073, 5458002 Email :kc.surabaya@btn.co.id Kantor Cabang Denpasar Jl. Dewi Sartika No. 2 Denpasar 80114 Telp. : (0361) 243811 Fax : (0361) 243815 Email :kc.denpasar@btn.co.id Kantor Cabang Malang Jl. Ade Irma Suryani No. 2-4 Malang 65119 Telp. : (0341) 323956 Fax : (0341) 323959, 350050 Email :kc.malang@btn.co.id Kantor Cabang Sidoarjo Jl. Ahmad Yani No. 15 – Sidoarjo 61212 Telp. : (031) 8929211 , 8957949 8957950 Fax : (031) 8957951 Email :kc.sidoarjo@btn.co.id Kantor Cabang Mataram Jl. Pejanggik No. 99-101 Cakranegara Mataram 83121 Telp. : (0370) 631186, 638289 Fax : (0370) 634542 Email :kc.mataram@btn.co.id Kantor Cabang Kupang Jl. Jend. Sudirman No. 87 Kupang 85119 Telp. : (0380) 831004 Fax : (0380) 833741 Email :kc.kupang@btn.co.id Kantor Cabang Bangkalan Jl. Teuku Umar No. 16 Kel. Kemayoran, Kec. Bangkalan 69116 Telp. : (031) 3098929, 3098831 3098930 Fax : (031) 3098834 Email :kc.bangkalan@btn.co.id Kantor Cabang Madiun Jl. Dr. Sutomo No. 38, Madiun 63116 Telp. : (0351) 451460, 459034 459034, 457927, 459500 Fax : (0351) 463510 Email :kc.madiun@btn.co.id Kantor Cabang Jember Jl. A. Yani No. 05 Jember 68118 Telp. : (0331) 484611, 489292 489266 Fax : (0331) 484617 Email :kc.jember@btn.co.id Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 151 151 07/05/19 22.38
  154. NAMA DAN ALAMAT KANTOR WILAYAH DAN CABANG Kantor Cabang Kediri Jl . Diponegoro No. 22 - 24 Kediri 64121 Telp. : (0354) 691260, 691262 Fax : (0354) 691265 Email :kc.kediri@btn.co.id Kantor Cabang Gresik Kompleks Pertokoan Multi Sarana Plaza Blok C 01 No. 1 Jl. Gubernur Suryo, Gresik 61118 Telp. : (031) 3973455 Fax : (031) 3973456 Email :kc.gresik@btn.co.id Kantor Cabang Surabaya Bukit Darmo Jl. Mayjend HR Muhammad Kav. 399 Kel. Putat Gede, Kec. Sukomanunggal Telp. : (031) 7323344, 7322146 7322147 Fax : (031) 7232899 Email :kc.surabayabukitdarmo@btn.co.id Kantor Cabang Mojokerto Jl. Majapahit No. 130 - 134 Blok1-2 Mojokerto 61323 Telp. : (0321) 323850, 323853 Fax : (0321) 323853 Kantor Cabang Banyuwangi Jl. Brawijaya No. B-1 dan B-2 Kel. Sobo, Kec. Banyuwangi Kab. Banyuwangi 68418 Telp. : (0333) 414490, 415690 Fax : (0333) 415676 Email :kc.banyuwangi@btn.co.id Kantor Cabang Konvensional Wilayah 4 Kantor Cabang Medan Jl. Pemuda No. 10A Medan 20151 Telp. : (061) 4149777 Fax : (061) 4158112, 4153203 Email :kc.medan@btn.co.id Kantor Cabang Palembang Jl. Jend. Sudirman Km. 4,5 No. 125 Palembang 30128 Telp. : (0711) 411175, 410552 Fax : (0711) 410854 Email :kc.palembang@btn.co.id Kantor Cabang Batam Jl. Engku Putri No.1, Kel. Belian Nongsa Batam Center Telp. : (0778) 470630, 470625, 470628 Fax : (0778) 457262, 453923 Email :kc.batam@btn.co.id Kantor Cabang Pekanbaru Jl. Jend. Sudirman No. 393 Pekanbaru 28116 Telp. : (0761) 40494, 40185, 40188 Fax : (0761) 32271, 44776 Email :kc.pekanbaru@btn.co.id Kantor Cabang Padang Jl. H. R. Rasuna Said No. 3, Jati Baru Padang Tim, Kota Padang 25129 Telp. : (0751) 31903, 32094, 32096 Fax : (0751) 31900, 34938 Email :kc.padang@btn.co.id Kantor Cabang Jambi Jl. H. M. Yusuf Singadikane No. 146, Jambi Telp. : (0741) 61793, 61792 Fax : (0741) 62665 Email :kc.jambi@btn.co.id 152 Kantor Cabang Pematang Siantar Jl. Sutomo No. 5 G-H, Kel. Proklamasi Kec. Pematang Siantar Barat - Pematang Siantar Telp. : (0622) 28887 Fax :(0622)24020 Email :kc.pematangsiantar@btn.co.id Kantor Cabang Banjarbaru Jl. Ahmad Yani Km 33 RT 01 RW 01 Loktabak Utara, Banjarbaru Kalimantan Selatan 71114 Telp. : (0511) 774116, 774171 Fax : (0511) 774116 Email :kc.banjarbaru@btn.co.id Kantor Cabang Bandar Lampung Jl. Wolter Monginsidi No. 80-88 Bandar Lampung 35215 Telp. : (0721) 489253, 489255, 484778 483256 Fax : (0721) 489252 Email :kc.bandarlampung@btn.co.id Kantor Cabang Manado Jl. Wolter Monginsidi No. 56 Manado 95115 Telp. : (0431) 868095, 855504, 855505 Fax : (0431) 868013, 863416 Email :kc.manado@btn.co.id Kantor Cabang Bengkulu Jl. Soeprapto No. 7 - 8, Bengkulu 38223 Telp. : (0736) 20875 Fax : (0736) 20874 Email :kc.bengkulu@btn.co.id Kantor Cabang Tanjung Pinang Jl. D.I. Panjaitan Km. 9 Komplek Plaza Bintan Center Blok Bunga No. 9 – 12 Tanjung Pinang Telp. : (0771) 7447101 , 7447088 Fax : (0771) 7447082 Email :kc.tanjungpinang@btn.co.id Kantor Cabang Pangkal Pinang Jl. Perniagaan, Mall Bangka Trade Center B11 - B14 - Pangkal Pinang Telp. : (0717) 423748 Fax : (0717) 488706 Email :kc.pangkalpinang@btn.co.id Kantor Cabang Banda Aceh Jl. Sri Ratu Afiatuddin No. 19 - 23 , Gampong Peunayong, Banda Aceh Telp. : (0651) 35756, 35757 Fax : (0651) 35758 Email :kc.bandaaceh@btn.co.id Kantor Cabang Konvensional Wilayah 5 Kantor Cabang Makassar Jl. Kajaolalido No. 4 Makassar 90111 Telp. : (0411) 316016, 316011 Fax : (0411) 316388 Email :kc.makassar@btn.co.id Kantor Cabang Jayapura Jl. Koti No. 22 Jayapura 99111 Telp. : (0967) 537970, 537971 Fax : (0967) 533373 Email :kc.jayapura@btn.co.id Kantor Cabang Kendari Jl. A. Yani , Komplek A. Yani Square Blok. A6-7 Kendari 93117 Telp. : (0401) 322101 Fax : (0401) 322502 Email :kc.kendari@btn.co.id Kantor Cabang Ambon Jl. Diponegoro No. 75B Ambon Telp. : (0911) 355882, 354471 348552, 355882 Fax : (0911) 348559 Email :kc.ambon@btn.co.id Kantor Cabang Palu Jl. Jend. Sudirman No. 2, Palu 94111 Telp. : (0451) 424555, 428555 (0451) 425993 Email :kc.palu@btn.co.id Kantor Cabang Palangkaraya Jl. Diponegoro No. 23 Palangkaraya 73111 Telp. : (0536) 3223407, 3222698 3224136 Fax : (0536) 3221020 Email :kc.palangkaraya@btn.co.id Kantor Cabang Balikpapan Jl. Jend. Sudirman No. 141, Balikpapan Telp. : (0542) 420333 Fax : (0542) 420896 Email :kc.balikpapan@btn.co.id Kantor Cabang Banjarmasin Jl. R. E. Martadinata No. 4 Banjarmasin 70111 Telp. : (0511) 4368133, 4366669 4366670 Fax : (0511) 4366492, 43363964 Email :kc.banjarmasin@btn.co.id Kantor Cabang Gorontalo Jl. Prof. HB. Yasin No. 55, Kel Limba U2, Kota Selatan - Gorontalo Telp. : (0435) 830490, 829481 Fax : (0435) 826707, 823943 Email :kc.gorontalo@btn.co.id Kantor Cabang Samarinda Jl. RE. Martadinata No. 01 Samarinda 75127 Telp. : (0541) 736930, 731695, 731510 Fax : (0541) 737698 Email :kc.samarinda@btn.co.id Kantor Cabang Ternate JL. Pahlawan Revolusi (Samping Kantor Pos Ternate) Kel. Gamalama, Ternate Tengah - Maluku Utara Telp. : (0921) 3111330 Fax : (0921) 3126968 Email :kc.ternate@btn.co.id Kantor Cabang Pontianak Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78122 Telp. : (0561) 740163 Fax : (0561) 740168 Email :kc.pontianak@btn.co.id Kantor Cabang Panakukang Jl. Hertasning Blok I No. 2 Makassar 90222 Telp. : (0411) 868831, 868833 Fax : (0411) 868833 Email :kc.panakukang@btn.co.id Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 152 07/05/19 22.38
  155. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Kantor Cabang Konvensional Wilayah 6 Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kantor Cabang Solo Jl . Slamet Riyadi No. 282 Solo 57141 Telp. : (0271) 726930 Fax : (0271) 726931 Email :kc.solo@btn.co.id Kantor Cabang Tegal Jl. Gajah Mada No. 33 - Tegal Telp. : (0283) 343050, 343835, 323038 Fax : (0283) 357439 Email :kc.tegal@btn.co.id Kantor Cabang Pekalongan Jl. Merdeka No. 7 Pekalongan 51113 Telp. : (0285) 433883, 433884, 433484 433917, 413222 Fax : (0285) 433926, 413902 Email :kc.pekalongan@btn.co.id Kantor Cabang Kudus Jl. Ahmad Yani No. 45 Kel. Panjunan Kec. Kota, Kab. Kudus, Jawa Tengah 59312 Telp. : (0291) 438732 Fax : (0291) 4250112 Email :kc.kudus@btn.co.id Kantor Cabang Purwokerto Jl. Jend. Sudirman No. 431 Purwokerto 53116 Telp. : (0281) 641114 Fax : (0281) 638386 Email :kc.purwokerto@btn.co.id Kantor Cabang Magelang Jl. Tentara Pelajar No. 40, Magelang Telp. : (0293) 3215983 Fax : (0293) 3215463 Email :kc.magelang@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Wilayah 1 Kantor Cabang Syariah Wilayah 2 Kantor Cabang Syariah Bekasi Jl. Jend. Ahmad Yani Blok A.IV No.5-6 dan Blok B No. 1 Kel. Kayuringin Jaya Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi Telp. : (021) 8893333 Fax : (021) 88956655 Email :kcs.bekasi@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Jakarta Harmoni Jl. Suryo Pranoto No. 9 B-D Kel. Petojo Selatan Kec. Gambir Jakarta Pusat 10130 Telp. : (021) 3860617, 3860620, 3864265 Fax : (021) 3447271, (021) 3857706 Email :kcs.jakartaharmoni@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Mataram Jl. Pejanggik No. 18-19 Kel. Cakranegara Kab. Mataram Telp. : 0370 - 7503646 Fax :Email :kcs.mataram@btn.co.id Kantor Cabang Semarang Jl. M.T. Haryono No. 717 Semarang 50242 Telp. : (024) 312151, 446166 Fax : (024) 312186 Email :kc.semarang@btn.co.id Kantor Cabang Yogyakarta Jl. Jend. Sudirman No. 71 Yogyakarta 55223 Telp. : (0274) 589898, 581014 581016 Fax : (0274) 561289 Email :kc.yogyakarta@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Kantor Cabang Syariah Bandung Jl. Diponegoro No. 8, Bandung Kel. Citarum, Kec. Bandung Wetan Bandung 40115 Telp. : (022) 4265472, 4265473, 4265474 Fax : (022) 4265385 Email :kcs.bandung@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Bogor Jl. Jendral Sudirman No. 01, Kec. Bogor Tengah, Bogor 16121 Telp. : (0251) 8327171, 8327575 Fax : (0251) 8324567 Email :kcs.bogor@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Cirebon Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 91 Indramayu Cirebon Telp. : (0231) 235485, 235486, 235488 Fax : (0231) 205790 Email :kcs.cirebon@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Tasikmalaya JI. Yudanegara No. 10 Kel. Yudanegara Kec. Cihideung Kota Tasikmalaya 46112 Telp. : (0265) 310612, 7296566, 7296567 7296568 Fax : (0265) 310613 Email :kcs.tasikmalaya@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Jakarta Pasar Minggu Jl. Ruko Grand Palace Blok G & H, Jl. Raya Ps. Minggu Km 16 Pancoran - Jakarta Selatan Telp. : (021) 7993662,7993015 Fax : (021) 7993174 Email :kcs.pasarminggu@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Tangerang Jl. Serpong Raya, Ruko Villa Melati Mas Blok. SR-1 No. 23-24 Serpong - Tangerang 15320 Telp. : (021) 5370773 Fax : (021) 5370744 Email :kcs.tangerang@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Serang Jl. Jend Ahmad Yani No. 175, Cipete Kel. Sumur Pecung, Kec. Serang, Kota Serang - Banten Telp. : (0254) 7915869 Fax : (0254) 7915900 Email :kcs.cilegon@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Wilayah 3 Kantor Cabang Syariah Surabaya Jl. Diponegoro No. 29 Surabaya 60271 Telp. : (031) 5666363,5610518 Fax : (031) 5610519 Email :kcs.surabaya@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Wilayah 4 Kantor Cabang Syariah Batam Jl. Sriwijaya Komp. Regency Park Lot 29 Pelita - Batam 29432 Telp. : (0778) 421921 , 437880 Fax : (0778) 422126 Email :kcs.batam@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Medan Jl. Ir. H. Juanda No. 48 Medan Telp. : (061) 4144554 Fax : (061) 4144546 Email :kcs.medan@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Pekanbaru Jl. Arifn Ahmad, Kel, Sidomulyo Timur Kec. Tampan Pekanbaru Telp. : (0761) 7891314 Fax : (0761) 7891313 Email :kcs.pekanbaru@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Palembang Jl. Veteran No. 325 - 329, Palembang 30114 Telp. : (0711) 355417, 355963 Fax : (0711) 313366 Email :kcs.palembang@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Banda Aceh Jl. Teuku Umar No. 430-432 Kel. Lamteumen Timur Kec. Jaya Baru Banda Aceh 23236 Telp. : (0651) 40330 Fax : (0651) 40331 Email :kcs.bandaaceh@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Malang Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 87, Kel. Rampal Celaket, Kec. Klojen, Kota Malang 65112 Telp. : (0341) 3012469 Fax : (0341) 579777 Email :kcs.malang@btn.co.id Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 153 153 07/05/19 22.38
  156. NAMA DAN ALAMAT KANTOR WILAYAH DAN CABANG Kantor Cabang Syariah Wilayah 5 Kantor Cabang Syariah Wilayah 6 Kantor Cabang Syariah Makassar Jl . Slamet Riyadi No. 7 A Kel. Bulogading, Kec. Ujung Pandang 90111 Telp. : (0411) 3613399, 3613499 Fax : (0411) 320785 Email :kcs.makassar@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Yogyakarta Jl. Faridan M Noto No. 10, Kota Baru, Gondokusuman Yogyakarta 55224 Telp. : (0274) 551055, 512467 Fax : (0274) 551056 Email :kcs.yogyakarta@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Banjarmasin Jl. Jend Ahmad Yani KM 5,5 No. 456 Kel. Pemurus Luar, Kec. Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin - Kalimantan Selatan Telp. : (0511) 3250530, 3250540 3250560 Fax : (0511) 3260900 Email :kcs.banjarmasin@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Balikpapan Jl. Jenderal Sudirman No. 565 - 566, Balikpapan 76114 Telp. : (0542) 742260, 742258 Fax : (0542) 742229 Email :kcs.balikpapan@btn.co.id 154 Kantor Cabang Syariah Tegal Jl. Gajah Mada No. 107 , Kel. Pekauman Kec. Tegal Barat Kota Tegal Jawa Tengah 52113 Telp. : (0283) 342923 ,342933 Fax : (0283) 342913 Email :kcs.tegal@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Solo Jl. Brigjen Slamet Riyadi No. 332 Solo 57141 Telp. : (0271) 712127, 7008978, 7008947 Fax : (0271) 717276 Email :kcs.solo@btn.co.id Kantor Cabang Syariah Semarang Jl. Achmad Yani No. 181 Kel. Wonodri Kec. Semarang Selatan, Kota Semarang Telp. : (024) 8449918, 8449919 Fax : (024) 8410825 Email :kcs.semarang@btn.co.id Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 154 07/05/19 22.38
  157. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Profil Perusahaan_BTN_AR2018#INA.indd 155 155 07/05/19 22.38
  158. ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN Tinjauan Makroekonomi dan Industri Perekonomian Global Perekonomian Indonesia Tinjauan Industri Perbankan Industri Perumahan Tinjauan Operasi per Segmen Usaha Informasi Segmen Usaha Kinerja per Segmen Usaha Konvensional Syariah Jasa dan Layanan Perbankan Pendapatan dan Profitabilitas per Segmen Usaha Aspek Pemasaran Strategi Pemasaran Strategi Digital Banking Analisis Kinerja Keuangan Laporan Posisi Keuangan Laporan Laba Rugi Laporan Arus Kas Komitmen dan Kontinjensi Suku Bunga Dasar Kredit Analisa Kemampuan Membayar Utang dan Kolektibilitas Piutang serta Rasio Keuangan yang Relevan Transaksi Spot dan Derivatif Informasi Material Lainnya Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal Serta Dasar Penentuan Kebijakan Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal Investasi Barang Modal pada Tahun Buku Terakhir Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Perbandingan antara Target & Realisasi 2018 Key Performance Indicator (KPI) & Kesehatan Bank 156 158 158 160 161 162 164 164 166 166 174 178 181 182 182 184 188 188 200 203 204 205 205 209 210 210 213 213 213 214 Kebijakan Dividen dan Pembagiannya Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan dan/atau Manajemen (ESOP/MSOP) Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Dampak Perubahan Suku Bunga Terhadap Kinerja Bank Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan dan/atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi/Pihak Berelasi Informasi Transaksi Terkait Investasi, Ekspansi, Divestasi, Penggabungan Usaha, Akuisisi, Restrukturisasi, Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Perubahan Peraturan Perundang-undangan yang Berpengaruh Signifikan Terhadap Perusahaan Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Dampaknya yang Diterapkan di Tahun 2018 Kontribusi kepada Negara Informasi Kelangsungan Usaha Prospek Usaha Prospek Makroekonomi 2019 Prospek Sektor Perumahan dan Perkembangan Program Sejuta Rumah Strategi Pengembangan Usaha Manajemen Risiko Struktur Modal Penerapan Manajemen Risiko Risiko Kredit Risiko Pasar Risiko Likuiditas Risiko Operasional Risiko Hukum Risiko Stratejik Risiko Kepatuhan Risiko Reputasi 217 217 220 221 221 226 227 227 230 230 232 232 234 235 240 240 242 245 267 268 268 274 274 274 274 216 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 156 07/05/19 22.46
  159. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 157 157 07/05/19 22.46
  160. TINJAUAN MAKROEKONOMI DAN INDUSTRI TINJAUAN UMUM : PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI PERBANKAN SERTA INDUSTRI PERUMAHAN Grafik Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perekonomian Global (Persentase %) 5,01 4,88 2014 2015 158 5,03 5,07 5,17 2016 2017 2018 Pertumbuhan PDB Amerika Serikat (AS) yang membaik di tahun 2018 menjadi salah satu kunci perbaikan pertumbuhan ekonomi dunia dan mendorong optimisme pasar keuangan dunia bahwa pertumbuhan PDB AS tumbuh lebih tinggi menjadi sebesar 2,9% (yoy) di tahun 2018 dibandingkan pertumbuhannya pda tahun 2017 yang sebesar 2,2% (yoy) (World Economic Outlook April 2019, IMF). Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ini menurut IMF sejalan dengan normalisasi kebijakan moneter AS untuk merespon perbaikan indikator perekonomian AS di antaranya konsumsi rumah tangga, ekspor dan penurunan tingkat pengangguran. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 158 07/05/19 22.46
  161. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Di tengah gejolak ketidakpastian dunia ini, ekonomi Indonesia secara fundamental tetap kuat yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2018 sebesar 5,17% (yoy) dibandingkan 5,07% (yoy) di tahun sebelumnya. “ Menindaklanjuti perbaikan ekonomi AS yang konsisten ini, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali sepanjang tahun 2018 yaitu dari 1,50% di awal 2018 menjadi 2,50% di akhir 2018. Keputusan Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan ini sejalan dengan perbaikan permintaan domestik yang menyebabkan kenaikan kinerja industri ditopang oleh kepercayaan konsumen yang membaik. Situasi berbeda dihadapi oleh negara-negara di Kawasan Uni Eropa dimana pertumbuhan ekonominya turun dari 2,4% (yoy) di 2017 menjadi 1,5% (yoy) di 2018 yang terutama disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan ekonomi Perancis dan Italia. Disisi lain, negara-negara berkembang seperti Tiongkok juga menghadapi tantangan perlambatan ekonomi yang disebabkan oleh penurunan kinerja ekspor dan investasi sejalan dengan pelemahan permintaan dunia disamping kebijakan keuangan yang lebih ketat di negara tersebut. Perekonomian global di tahun 2019 dipengaruhi oleh kebijakan AS terkait proteksionisme dan perpajakan; normalisasi kebijakan moneter yang berlanjut di negara maju; dan faktor geopolitik. Kinerja perdagangan internasional sangat dipengaruhi oleh kebijakan proteksionisme perdagangan AS dan berlanjutnya perang dagang antar negara. Pertumbuhan PDB dunia yang sempat naik ke level 3,8% (yoy) di 2017, menurut IMF turun menjadi 3,6% (yoy) di 2018 dan akan terus turun menjadi 3,3% (yoy) di 2019 untuk kemudian naik kembali menajdi 3,6% (yoy) di 2020. Penurunan pertumbuhan PDB dunia disebabkan oleh pengaruh adanya peningkatan risiko dari kebijakan moneter AS, peningkatan tensi perang dagang, dan ekskalasi kondisi geopolitik. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 159 159 07/05/19 22.46
  162. TINJAUAN MAKROEKONOMI DAN INDUSTRI Perekonomian Indonesia Dinamika perekonomian dunia yang terjadi di sepanjang tahun 2018 berdampak kepada pelemahan mata uang Rupiah yang sebenarnya juga dialami oleh negara-negara berkembang lainnya sebagai dampak atas keberlanjutan perbaikan ekonomi Amerika Serikat . Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Rupiah diperdagangkan melemah terhadap Dollar AS per bulan di sepanjang tahun 2018. Nilai Rupiah terhadap Dollar AS pada akhir tahun 2018 berada pada level 14.568 atau melemah sebesar 7,47% (yoy) posisinya pada akhir tahun 2017. Upaya stabilisasi Rupiah menjadi fokus perhatian Bank Indonesia yang dilakukan melalui intervensi dengan menggunakan cadangan devisa maupun dengan menaikkan suku bunga acuan. Cadangan devisa sempat mencapai level tertingginya yaitu sebesar USD132 miliar di bulan Januari 2018 namun kemudian tergerus menjadi USD121 miliar pada akhir 2018 karena dipakai oleh Bank Indonesia untuk menjaga kestabilan Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya dan juga untuk menjaga bekerjanya mekanisme pasar dengan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan. Kebijakan tersebut tetap ditopang oleh strategi intervensi ganda dan strategi operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas khususnya di pasar uang Rupiah dan valas. Di tengah gejolak ketidakpastian dunia ini, ekonomi Indonesia secara fundamental tetap kuat yang ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2018 sebesar 5,17% (yoy) dibandingkan 5,07% (yoy) di tahun sebelumnya. Berlanjutnya penguatan ekonomi Indonesia ini ditopang oleh konsumsi yang stabil, investasi yang meningkat, serta belanja Pemerintah yang membaik. Pertumbuhan konsumsi yang tetap kuat ini didukung oleh terjaganya laju inflasi yang menjaga kestabilan daya beli masyarakat Indonesia. Pertumbuhan PDB Indonesia yang lebih kuat sejalan dengan kenaikan pengeluaran konsumsi tersebut ditopang oleh pengelolaan inflasi yang baik oleh Pemerintah. Inflasi di tahun 2018 sebesar 3,13% (yoy) atau lebih rendah dibandingkan inflasi tahun 2017 sebesar 3,61% (yoy). Pencapaian ini sejalan dengan target Bank Indonesia (BI) sebesar 3,5%±1%. Namun demikian, BI memutuskan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate  sebesar 175bps sepanjang tahun 2018 menjadi 6,00% di akhir tahun 2018 dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar 4,25% untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman. 160 Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan mampu bertahan ditengah tantangan global baik ekonomi dan geopolitik diapresiasi oleh dunia internasional. Persepsi positif terhadap perekonomian Indonesia diperkuat dengan kenaikan peringkat utang negara Indonesia di sepanjang tahun 2018. Moody’s telah menaikkan peringkat utang negara Indonesia menjadi Baa2/stable outlook dari Baa3/positive outlook pada tanggal 13 April 2018. Sebelumnya, Rating and Investment, Inc dan Japan Credit Rating Agency juga menaikkan peringkat utang negara Indonesia menjadi BBB/stable outlook dari BBB-/positive outlook pada bulan Maret dan Februari di tahun yang sama. Dua Rating Agency yang lain yaitu Fitch Ratings dan S&P Global juga menempatkan rating Indonesia pada posisi Investment Grade yang semakin menunjukkan bahwa Indonesia sudah menjadi negara yang mendapatkan Full Investment Grade. Meski demikian, defisit transaksi berjalan masih menjadi tantangan Pemerintah di tahun 2018. Seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi di dalam negeri, defisit transaksi berjalan meningkat dari USD26,2 miliar di tahun 2017 menjadi USD31,1 miliar pada tahun 2018. Kenaikan impor baik bahan baku, barang modal dan barang konsumsi mendorong peningkatan defisit berjalan. Total ekspor Indonesia senilai US180,7 miliar di tahun 2018 atau naik 6,99% (yoy) dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar US$168,8 miliar. Sementara itu, total impor meningkat sebesar 20,72% (yoy) menjadi USD181,2 miliar di tahun 2018 dibandingkan sebesar USD150,1 miliar di tahun 2017. Disisi lain, surplus transaksi modal dan finansial tumbuh melambat menjadi US25,1 miliar akibat dinamika pasar keuangan global karena faktor eksternal khususnya yang terjadi di perekonomian AS. Pertumbuhan PDB Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,3% (yoy) di tahun 2019, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB sebesar 5,17% (yoy) di tahun 2018. Pengendalian inflasi yang telah teruji dengan baik menyebabkan inflasi diperkirakan berada di level 3,50% (yoy). Sementara itu, nilai tukar Rupiah diperkirakan masih dipengaruhi oleh dinamika yang terjadi pasar global sehingga tekanan terhadap Rupiah masih berlanjut dan kurs Rupiah terhadap Dollar AS diperkirakan sebesar 15.000. Harga minyak dunia diproyeksikan bertahan di level USD70,00/barel sejalan dengan permintaan komoditas yang berlanjut di tahun mendatang, Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 160 07/05/19 22.46
  163. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Indikator Ekonomi Indonesia Indikator Satuan 2018 Proyeksi 2019 Pertumbuhan ekonomi (%, yoy) 5,17 5,30 Inflasi (%) Nilai tukar Rupiah 3,13 3,50 14.248 15.000 (%) 5,00 5,30 (USD/barel) 68,0 70,0 (Rp/US$) Suku bunga SPN 3 bulan Harga Minyak Lifting minyak (ribu barel/hari) Lifting gas (ribu barel setara minyak/hari) 776 775 1.136 1.250 Sumber: Kementrian Keuangan Pertumbuhan ekonomi yang membaik di tahun 2019 masih didorong oleh konsumsi baik rumah tangga maupun pemerintah. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,1% sedangkan konsumsi pemerintah naik sedikit lebih tinggi 5,4% seiring dengan keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Alokasi anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp402,5 triliun atau naik 2,4% di tahun 2019. Sejalan dengan pembangunan infrastruktur yang berlanjut ini kualitas infrastruktur Indonesia membaik ditandai dengan perbaikan ranking menjadi 52 dari 137 negara (naik 9 peringkat dari tahun 2013-2014) berdasarkan data Global Competitiveness Report (2017-2018). Disamping itu, kinerja logistik Indonesia berada pada ranking 46 dari 160 negara (naik 17 peringkat dari tahun sebelumnya) berdasarkan data Logistic Performance Index (2018) dimana infrastruktur yang menjadi salah satu komponen perhitungan juga mengalami perbaikan peringkat (dari peringkat 73 menjadi 54). Tinjauan Industri Perbankan Fungsi intermediasi bank berjalan lebih baik di tahun 2018 sejalan dengan pertumbuhan PDB Indonesia yang lebih tinggi sebesar 5,17% (yoy). Dukungan kredit perbankan untuk berbagai sektor ekonomi di Indonesia mampu tumbuh sebesar 11,75% (yoy) menjadi Rp5.294,88 triliun ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan sebagai katalis peningkatan kredit perbankan. Ditahun sebelumnya, seiring dengan perbaikan pertumbuhan PDB Indonesia menjadi sebesar 5,07% (yoy), aktivas penyaluran kredit bank naik 8,24% (yoy) menjadi Rp4.737,94 triliun. Aset perbankan tumbuh sebesar 9,22% (yoy) menjadi Rp8.068,35 triliun dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp7.387,14 triliun sejalan dengan pertumbuhan kredit perbankan tersebut. Meski demikian, sektor perbankan menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) di tahun 2018. DPK perbankan tumbuh melambat menjadi 6,45% (yoy) menjadi Rp5.630,45 triliun di tahun 2018 dari posisi DPK tahun 2017 sebesar Rp5.289,21 triliun. Pertumbuhan DPK tahun 2018 tersebut lebih lambat dibandingkan kenaikan DPK sebesar 9,35% (yoy) di tahun 2017. Perkembangan kredit, aset dan DPK perbankan dalam lima tahun terakhir dijelaskan dalam grafik berikut ini. (yoy) (Rp Triliun) 9.000 16,0% 14,0% 13,3% 8.000 7.000 12,0% 9,2% 10,0% 9,8% 9,8% 9,2% 6.000 5.000 8,0% 4.000 6,0% 3.000 4,0% 2.000 2,0% 1.000 0 0,0% 2014 Sumber: OJK 2015 2016 Aset 2017 Kredit DPK 2018 Pertumbuhan Aset (LHS) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 161 161 07/05/19 22.46
  164. TINJAUAN MAKROEKONOMI DAN INDUSTRI Dilihat dari jenis penggunaan kredit , kredit modal kerja perbankan membukukan kenaikan kredit tertinggi sebesar 13,03% (yoy) dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 8,50% (yoy). Kredit jenis ini juga mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap total kredit yang diberikan kepada pihak ketiga bukan bank sebesar 47,50% atau setara dengan Rp2.512,48 triliun. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh mencapai Rp138,26 triliun atau tumbuh 10,35% (yoy) menjadi Rp1.473,66 triliun ditopang oleh pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebagai komponen utama pertumbuhan PDB Indonesia. Di tahun 2018, kredit investasi juga mampu tumbuh lebih kuat sebesar 10,93% (yoy) menjadi Rp1.308,75 triliun. Porsi kredit konsumsi dan kredit investasi terhadap total kredit di tahun 2018 adalah sebesar masing-masing 27,8% dan 24,7%. Kinerja permodalan perbankan di Indonesia masih kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 22,97% di tahun 2018. CAR yang kuat ini diperlukan untuk menopang pertumbuhan kredit perbankan yang tumbuh 11,75% (yoy) di tahun 2018 dibandingkan 8,24% (yoy) satu tahun sebelumnya. Net Interest Margin (NIM) industri perbankan turun menjadi 5,14% di tahun 2018 dari 5,32% pada tahun sebelumnya dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan dan peningkatan biaya operasional terhadap pendapatan operasional perbankan. Meski demikian rasio Return on Assets (ROA) perbankan di tahun 2018 relatif stabil di level 2,55%. Industri Perumahan Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pada kuartal IV tahun 2018 Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh melambat sebesar 0,35% (qoq) dan 2,98 (yoy) dibandingkan dengan kuartal sebelumnya masing-masing sebesar 0,42% (qoq) dan 3,18% (yoy). Perlambatan pertumbuhan ini bersumber dari semua tipe rumah, baik kecil, menengah maupun besar. Selain itu pada kuartal IV 2018 tersebut penjualan properti residensial mengalami pertumbuhan yang negative sebesar 5,78% (qoq), meskipun penurunan pertumbuhannya lebih baik dari kuartal sebelumnya yang sebesar -14,14%. Penurunan pertumbuhan penjualan ini disebabkan oleh penurunan permintaan konsumen, terbatasnya penawaran perumahan dari pengembang, dan tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Perlambatan pertumbuhan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 6,45% (yoy) menjadi Rp5.630,45 triliun dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan semua komponen DPK yang berupa giro, tabungan dan simpanan berjangka. Penurunan pertumbuhan terbesar terjadi pada simpanan berjangka yang tumbuh sebesar 5,75% (yoy) menjadi Rp2.490,16 triliun pada 2018 dibandingkan dengan pertumbuhannya pada 2017 sebesar 8,98% (yoy). Giro juga mengalami perlambatan pertumbuhan yaitu dari 9,72% (yoy) di 2017 menjadi 6,61% (yoy) atau menjadi Rp1.315,03 triliun di akhir 2018. Sementara tabungan mengalami kenaikan sebesar 7,29% (yoy) menjadi Rp1.825,26 triliun di 2018 yang lebih rendah dari pertumbuhannya pada 2017 sebesar 9,63% (yoy). (Indeks) (%) 206,62 207,35 210 208,22 7 6 201,36 5 200 4 3,50 3,18 190 2,98 3 1,96 2 180 0,55 0,42 0,35 0,42 III IV I* 170 1 0 I II III IV I II 2015 Sumber: Bank Indonesia * Perkiraan III 2016 IHPR (lhs) IV I II III IV 2017 % Perubahan Triwulanan (rhs) I II 2018 2019 % Perubahan Tahunan (rhs) Meski demikian, harga properti residensial diperkirakan meningkat di kuartal I tahun 2019 ditopang oleh kenaikan indeks IHPR sebesar 0,42% (qoq). Estimasi kenaikan ditopang oleh kenaikan harga rumah tipe kecil sebesar 0,59% (qoq) dan dan pada rumah tipe menengah sebesar 0,38% (qoq). Disisi lain, kenaikan harga rumah tipe besar melambat menjadi 0,29% (qoq). Sementara itu, dilihat dari pertumbuhan tahunan, harga properti residensial 162 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 162 07/05/19 22.46
  165. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen diperkirakan melambat di kuartal I tahun 2019 menjadi 1 ,96% (yoy) karena perlambatan harga di semua tipe rumah, yaitu untuk tipe kecil menjadi 3,05% (yoy), tipe menengah menjadi 1,61% (yoy), dan tipe besar menjadi 1,24% (yoy). Dari sisi pembiayaan konsumen, persentase jumlah konsumen yang menggunakan fasilitas KPR untuk pembelian properti residensial pada triwulan IV 2018 sebesar 76,73%, turun dari 77,20% pada kuartal sebelumnya. Konsumen yang melakukan pembelian dengan tunai bertahap sebanyak 15,86% dan sisanya sebesar 7,41% dengan pembayaran tunai. 15,12% Tunai Bertahap 15,86% Tunai Bertahap 7,68% Tunai 7,41% Tunai Triwulan III Triwulan IV 2018 2018 77,20% KPR 76,73% KPR Sumber: Bank Indonesia Pertumbuhan KPR dan KPA pada triwulan IV 2018 sebesar 1,14% (qoq) dan 13,89% (yoy). Sementara itu, pencairan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada triwulan tersebut tumbuh sebesar 158,20% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan 89,90% pada triwulan sebelumnya. (%) 20 17,31 15 12,35 11,39 10,57 10 7,70 8,10 7,98 7,34 5 2,27 0,92 1,75 2,20 III IV 8,02 6,78 7,87 6,45 3,39 2,39 1,53 8,40 13,89 13,53 11,99 11,40 1,89 1,88 I II 4,17 3,02 3,28 2,43 1,14 0,51 0 I II I II 2015 III IV 2016 III IV I II 2017 III IV 2018 Pertumbuhan Triwulanan (qtq) Pertumbuhan Tahunan (yoy) (Miliar Rp) 4.500 319,6 4.000 294,1 3.950 259,7 3.500 3.016 3.000 2.579 2.500 158,2 2.703 102,1 2.000 1.921 31,0 1.530 1.500 1.000 500 89,9 49,5 -83,8 487 -2,2 -87,7 11,6 317 -28,1 373 285 268 474 -85,6 435 -38,9 -20,4 958 825 164 0 I II III 2015 Sumber: Kementrian PUPR IV I II III IV I 2016 II III 2017 Nominal (lhs) IV I II III IV 2018 Pertumbuhan Tahunan (rhs) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 163 163 07/05/19 22.46
  166. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA INFORMASI SEGMEN USAHA Pengungkapan informasi mengenai segmen usaha Perseroan bertujuan untuk memungkinkan pengguna laporan tahunan dan laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis Bank , yang terlibat dalam lingkungan ekonomi dimana Bank beroperasi. Hingga akhir periode 31 Desember 2018, Perseroan melaksanakan kegiatan operasional yang mencakup dua segmen usaha utama 164 yaitu Konvensional dan Syariah. Selain itu, Perseroan juga menyediakan jasa layanan perbankan lainnya sebagai pendukung bisnis utama. Perseroan telah mengidentifikasi dan mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis dimana Bank terlibat (segmen usaha). Segmen pendapatan, biaya, hasil, aset dan liabilitas, termasuk bagian yang dapat diatribusikan langsung kepada segmen, serta yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 164 07/05/19 22.46
  167. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Perseroan melakukan analisa terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi keberlangsungan usaha. Faktor eksternal yang menjadi perhatian dan fokus Perseroan di antaranya adalah perkembangan ekonomi makro, kebijakan pemerintah terkait program Sejuta Rumah dan pertumbuhan revenue pool perbankan yang akan berpengaruh pada bisnis perumahan. “ Gambaran singkat segmen operasi Perseroan sebagai berikut: Syariah Konvensional Jasa Layanan Perbankan lainnya Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 165 165 07/05/19 22.46
  168. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA KINERJA PER SEGMEN USAHA Konvensional Pada segmen usaha konvensional , Perseroan menyediakan produk simpanan dan kredit yang bersifat konsumer dan komersial. Kinerja segmen konvensional diuraikan sebagai berikut. Perbankan Konsumer Produk Kredit Konsumer Perseroan menyediakan produk kredit konsumer yang terdiri dari Kredit Perumahan dan Kredit Non-Perumahan. Untuk produk kredit perumahan diklasifikasikan menjadi KPR Subsidi, KPR Non Subsidi, dan Kredit Perumahan Lainnya. Seluruh produk kredit perorangan konsumer disalurkan dalam mata uang Rupiah. Pada tahun 2018, Perseroan berhasil menyalurkan kredit konsumer sebesar Rp49.371.119 juta tumbuh 11,73% dari tahun 2017 sebesar Rp44.187.731 juta. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh penyaluran KPR subsidi dan Kredit Perumahan yang meningkat masing-masing sebesar 20,31% dan 14,65% dari tahun sebelumnya. Tabel Penyaluran Produk Kredit dan Pembiayaan Tahun 2016-2018 (Rp juta) No Jenis Kredit 1. Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 2017 2018 Kredit Perumahan 30.133.461 37.708.048 43.234.117 14,65 25,14 KPR Subsidi 15.609.653 20.504.547 24.668.579 20,31 31,36 KPR Non Subsidi 12.724.741 15.390.702 16.700.374 8,51 20,95 1.799.067 1.812.799 1.865.164 2,89 0,76 Kredit Perumahan Lainnya 2. Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) 2016 Kredit Non Perumahan Total 4.670.792 6.479.683 6.137.002 (5,29) 38,73 34.804.253 44.187.731 49.371.119 11,73 26,96 Diagram Penyaluran Produk Kredit Perbankan Konsumer Tahun 2016-2018 (Persentase %) 13,42% Kredit Non Perumahan 86,58% Kredit Perumahan 2016 14,66% Kredit Non Perumahan 85,34% Kredit Perumahan 2017 12,43% Kredit Non Perumahan 87,57% Kredit Perumahan 2018 1. KPR Subsidi Sejak tahun 1976 hingga saat ini, skema penyaluran KPR Subsidi terus berganti, meski demikian Perseroan tetap konsisten menyalurkan KPR Subsidi. KPR Subsidi BTN senantiasa menyediakan berbagai kemudahan dan biaya yang ringan pagi masyarakat yang ingin memiliki rumah. 166 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 166 07/05/19 22.46
  169. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen KPR Subsidi merupakan program pemilikan rumah dari Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh Bank Pelaksana baik secara konvensional maupun dengan prinsip syariah. KPR Subsidi ini memberikan suku bunga rendah dan cicilan ringan untuk pembelian rumah sejahtera tapak dan rumah sejahtera susun. Adapun ketentuan pemberian KPR SSB Tapak dan KPR SSB Susun adalah sebagai berikut: 1. Nilai KPR paling banyak sebesar harga jual rumah tapak atau susun dikurangi dengan uang muka; 2. Suku bunga KPR per tahun paling tinggi BI rate atau acuan lain yang dipersamakan dan diakui oleh Pemerintah ditambah 5% (lima perseratus) yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama operasional antara Bank Pelaksana dengan Pejabat Perbendaharaan Satker; 3. Dalam hal bunga KPR sebagaimana dimaksud pada butir (2) lebih tinggi dari suku bunga KPR non subsidi yang berlaku pada Bank Pelaksana, maka suku bunga KPR SSB Tapak dan Susun menggunakan suku bunga KPR non subsidi periode berjalan (outstanding) yang berlaku pada Bank Pelaksana; 4. Suku bunga KPR yang dibayar debitur sebesar 5% (lima perseratus) per tahun sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, dan asuransi kredit; 5.Suku bunga sebagaimana dimaksud pada butir (4) bersifat tetap selama jangka waktu kredit (fixed rate mortgage) dengan metode perhitungan bunga tahunan (annuity) atau bunga efektif sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada Bank Pelaksana; 6.Jangka waktu KPR disepakati oleh Bank Pelaksana dan kelompok sasaran KPR SSB Tapak dan Susun yang disesuaikan dengan kemampuan membayar angsuran oleh kelompok sasaran KPR SSB Tapak dan Susun atau paling lama 20 (dua puluh) tahun; dan 7.Subsidi bunga kredit perumahan yang dibayar Pemerintah kepada Bank Pelaksana sebesar selisih suku bunga KPR paling tinggi sebagaimana dimaksud pada butir (2) dengan suku bunga KPR yang dibayar debitur sebagaimana dimaksud pada butir (4). Pada tahun 2018, Perseroan sukses menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp24.668.579 juta atau sebanyak 197.728 unit perumahan. Jumlah tersebut tercatat mengalami peningkatan 20,31% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp20.504.547 juta. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh KPR SSA/SSB Tapak meningkat secara signifikan 10,51% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan pertama kali mendapatkan tugas untuk memberikan pelayanan KPR Subsidi sesuai Surat Menteri Keuangan No. B-49/MK/IV/I/1974 tanggal 29 Januari 1974, dengan realisasi KPR pertama berlangsung pada tanggal 10 Desember 1976. Perseroan menyalurkan KPR Subsidi bekerja sama dengan Pemerintah, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah pembeli rumah pertama kali yang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperoleh KPR Subsidi dengan bunga rendah dan tetap selama jangka waktu KPR. Berdasarkan program subsidi Pemerintah saat ini, KPR bersubsidi diberikan kepada nasabah yang belum memiliki rumah dengan penghasilan maksimal sebesar Rp4 juta per bulan untuk membeli rumah tapak dan maksimal penghasilan sebesar Rp7 juta per bulan untuk pembelian rumah susun. Harga rumah terikat pada batas harga tertentu. Nasabah harus menyampaikan KTP dan NPWP pada saat pengajuan kredit. Perseroan menyalurkan KPR subsidi menggunakan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB). Berdasarkan kesepakatan dengan Pemerintah, Perseroan menyalurkan KPR dengan skema SSB. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Pada tahun 2018, anggaran SSB cukup untuk menyalurkan KPR subsidi sesuai target Perseroan yaitu kurang lebih 205 ribu rumah. Ketentuan mengenai penyaluran KPR Subsidi terakhir diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (Permen PUPR) No. 21/PRT/M/2016 tanggal 14 Juni 2016 tentang Kemudahan Dan/Atau Bantuan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Permen PUPR No. 26/PRT/M/2016 tanggal 14 Juli 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2016 Tentang Kemudahan Dan/Atau Bantuan Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 167 167 07/05/19 22.46
  170. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA Tabel Penyaluran KPR Subsidi Tahun 2016-2018 (Rp juta) 2017 2018 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) Jenis Kredit 1. KPR BTN Sejahtera Tapak 8.189.550 - 1.983.197 - - 2. KPR BTN Sejahtera Susun 6.536 - 12.837 - - 3. KPR BTN Sejahtera Susun Indent - - - - - 4. KPR SSA/SSB Tapak 7.408.861 20.500.609 22.654.342 10,51 176,70 5. KPR SSA/SSB Susun 4.705 3.863 15.797 308,93 (17,90) 6. KPR BTN Mikro Total 2016 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) No - 75 2.406 3.108 100 15.609.652 20.504.547 24.668.579 20,31 31,36 2. KPR Non Subsidi Selain KPR Subsidi, Perseroan juga memiliki berbagai layanan KPR non-subsidi yang menargetkan nasabah berpenghasilan menengah ke atas dengan suku bunga mengambang (floating). Jangka waktu yang ditawarkan maksimal selama 25 tahun untuk KPR Non Subsidi dan maksimal 15 tahun untuk Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) dan Kredit Ruko. KPR Non Subsidi Perseroan memberikan layanan untuk keperluan pembelian rumah dari developer ataupun non developer, baik untuk pembelian rumah baru atau second, pembelian rumah siap huni (ready stock) atau belum jadi (indent), maupun take over kredit dari Bank lain. Ketentuan uang muka minimal 15% atau sesuai peraturan Bank Indonesia tentang Rasio Loan to Value. Perseroan mencatatkan penyaluran KPR Non subsidi pada tahun 2018 sebesar Rp16.700,37 miliar, meningkat 8,51% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp15.390,70 miliar. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh KPR BTN Platinum yang meningkat sebesar 8,09% dari tahun sebelumnya. Tabel Penyaluran KPR Non Subsidi Tahun 2016-2018 (Rp juta) No Jenis Kredit 2016 2017 2018 1. KPR BTN Platinum 12.283.700 14.524.342 15.699.958 2. 3. KPA BTN 304.134 685.237 Kredit Ruko BTN 136.907 181.123 12.724.741 15.390.702 Total 3. Kredit Perumahan Lainnya Perseroan juga menawarkan jenis-jenis kredit perumahan serta kredit konsumer lainnya, yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kredit perumahan lainnya merupakan upaya Perseroan dalam mengembangkan bisnis sekaligus ditujukan untuk membantu konsumen memiliki hunian dengan keuntungan dan kemudahan yang tinggi. 168 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 8,09 18,24 854.608 24,72 125,31 145.808 (19,50) 32,30 16.700.374 8,51 20,95% Pada tahun 2018, Perseroan menyalurkan Kredit Perumahan Lainnya sebesar Rp1.865,16 miliar, naik 2,89% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp1.812,80 miliar. Hal tersebut terutama disebabkan oleh Kredit Agunan Rumah yang meningkat sebesar 4,16% dari tahun sebelumnya. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 168 07/05/19 22.46
  171. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Penyaluran Kredit Perumahan Lainnya Tahun 2016-2018 (Rp juta) 2016 2017 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) 2018 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) No Jenis Kredit 1. Kredit Agunan Rumah 1.766.754 1.773.333 1.847.158 4,16 0,37 2. Kredit Bangun Rumah 28.973 33.018 15.091 (54,29) 13,96 3. PUM-KB BPJS Ketenagakerjaan - - - - - 4. PRR-KB BPJS Ketenagakerjaan - 5.398 2.755 (48,96) - 5. TBUM Bapertarum 3.320 1.050 160 (84,76) (68,37) 6. TBM Bapertarum Total 20 - - - - 1.799.067 1.812.799 1.865.164 2,89 0,76 4. Kredit Konsumer Non Perumahan Perseroan memberikan kredit konsumer lainnya, di luar kredit perumahan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan nasabah kredit. Pada tahun 2018, Perseroan menyalurkan Kredit Konsumer Non Perumahan sebesar Rp6.137,00 miliar, turun 5,29% dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp6.479,68 miliar. Hal ini dikarenakan Kredit Swadana BTN yang turun sebesar 10,10% dari tahun sebelumnya. Di samping itu, penurunan tersebut juga didorong oleh fokus Perseroan yang mengarah pada pembiayaan perumahan. Tabel Penyaluran Kredit Konsumer Non Perumahan Tahun 2016-2018 (Rp juta) Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) No Jenis Kredit 2016 2017 2018 1. Kring BTN 621.456 804.100 776.884 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) (3,38) 29,39 22,87 2. Kring BTN Pensiunan 37.877 46.540 98.053 110,69 3. Kredit Swadana BTN 2.717.776 4.859.950 4.368.982 (10,10) 78,82 4. Kredit Pegawai 1.293.683 769.093 893.084 16,12 (40,55) 4.670.792 6.479.683 6.137.002 (5,29) 38,73 Total Produk Simpanan Konsumer Perseroan menyediakan beragam produk simpanan untuk menjawab kebutuhan nasabah, yang dikelompokkan menjadi 2 (dua) produk, yaitu Tabungan dan Deposito. Melalui penyediaan produk tersebut, Perseroan berupaya untuk menjaga tingkat likuiditas yang sehat, sumber dana berbiaya murah yang sejalan dengan strategi perusahaan untuk mempertahankan komposisi pendanaan yang kompetitif dan terjangkau. Pada tahun 2018, kinerja produk simpanan atau Dana Pihak Ketiga mengalami peningkatan baik dari segi jumlah rekening maupun jumlah dana yang berhasil dihimpun. Secara rinci, informasi terkait kinerja produk simpanan Perseroan sebagai berikut: Tabel Produk Simpanan Konsumer Tahun 2016-2018 (Rp juta) 2016 No Jenis Simpanan 1. Tabungan 2. Deposito Total Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 6.748.167 32.776.835 7.470.025 38.217.936 8.071.970 38.349.313 67.010 11.612.374 70.911 14.525.301 73.773 23.442.822 6.815.177 44.389.209 7.540.936 52.743.237 8.145.743 61.792.135 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 169 169 07/05/19 22.46
  172. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA Diagram Produk Simpanan Konsumer Tahun 2016-2018 (Persentase %) 26,16% Deposito 27,54% Deposito 37,94% Deposito 73,84% Tabungan 2016 72,46% Tabungan 62,06% Tabungan 2017 2018 1. Tabungan Konsumer Tabungan konsumer yang dimiliki Perseroan memberikan solusi tabungan transaksional dengan kemudahan transaksi pembelian dan pembayaran melalui channel Bank BTN untuk menunjang aktivitas keuangan konsumen. Pada tahun 2018, Perseroan menghimpun Tabungan Konsumer sebesar Rp38.349,31 miliar sedikit naik 0,34% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp38.217,94 miliar. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh jumlah Tabungan Batara yang meningkat sebesar 3,84% dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga melakukan inovasi dalam produk tabungan konsumer dengan meluncurkan tiga produk baru yaitu Tabungan Batara Tax Amnesty, Tabungan BTN Batara RDN dan Tabungan BTN Siap!. Tabel Tabungan Konsumer Tahun 2016-2018 (Rp juta) 2016 No Jenis Tabungan Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 1. Tabungan Batara 1.900.917 12.067.548 2.042.236 15.124.799 2.122.247 15.706.091 2. Tabungan BTN Pensiunan 8.643 73.084 9.446 82.679 11.557 138.876 3. Tabungan Batara Pendidik 33.203 72.733 29.606 84.518 23.696 88.646 17.374.048 4. Tabungan Batara Prima 41.225 15.898.413 38.540 17.666.053 36.102 5. Tabungan Batara Tax Amnesty - - 34 1.369 38 1.731 6. Tabungan BTN Batara RDN - - 1.957 1.068 2.045 1.279 7. Tabungan Lainnya 3.786.815 2.051.828 4.310.330 2.326.796 4.800.541 2.507.997 Tabungan BTN Junior 1.033.623 691.882 1.070.772 769.632 1.085.785 828.713 Tabungan BTN Juara 986.294 533.834 1.084.567 591.116 1.175.326 573.165 TabunganKu 291.601 585.061 629.410 720.546 394.372 766.031 Tabungan BTN Simpel 457.880 46.704 494.424 59.343 569.257 63.134 Tabungan Cermat 951.592 35.198 951.872 28.366 1.492.710 80.725 Tabungan BTN Perumahan 4.329 46.313 4.244 43.942 4.044 39.455 Tabungan BTN Haji Reguler 61.084 110.615 65.312 109.629 69.616 108.855 412 2.221 392 2.158 344 1.374 - - 9.337 2.064 8.310 17.684 Tabungan Felas - - - - 267 28.701 Tabungan Simuda Rumahku - - - - 510 160 977.364 2.613.229 1.037.876 2.930.654 1.075.744 2.530.645 Tabungan BTN Haji Plus Tabungan BTN Siap ! 8. Tabungan Pos Tabungan Tabanas Batara Tabungan eBatara Pos Total 170 77.207 66.673 38.154 50.458 24.684 41.892 900.157 2.546.556 999.722 2.880.196 1.051.060 2.488.753 6.748.167 32.776.835 7.470.025 38.217.936 8.071.970 38.349.314 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 170 07/05/19 22.46
  173. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 2 . Deposito Berjangka Produk deposito berjangka Perseroan memberikan kemudahan kepada konsumen atau nasabah untuk investasi berjangka dengan benefit yang tinggi. Investasi yang dilakukan dalam mata uang Rupiah dengan suku bunga yang menarik dan bersaing. Pada tahun 2018, Perseroan menghimpun Deposito Berjangka sebesar Rp23.442,82 miliar, meningkat 61,39% dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp14.525,30 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh jumlah deposito 3 bulan yang meningkat sebesar 110,22% dari tahun sebelumnya. Tabel Deposito Berjangka Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Deposito Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 1. 1 bulan 39.654 6.803.407 42.806 7.687.249 45.580 9.189.971 2. 2 bulan 806 74.579 1.058 83.266 1.424 1.910.496 3. 3 bulan 18.993 4.050.550 20.427 5.124.295 19.159 10.772.359 4. 6 bulan 4.879 378.137 4.376 1.329.091 5.299 1.161.032 5. 12 bulan 2.352 192.696 2.019 229.422 2.100 334.230 6. 24 bulan 281 11.907 215 9.697 191 13.818 7. Deposito On Call Total 45 101.098 20 62.281 20 60.916 67.010 11.612.374 70.911 14.525.301 73.773 23.442.822 Perbankan Komersial Produk Kredit Komersial Perseroan menyediakan produk kredit perbankan komersial untuk memberikan beragam solusi bagi konsumen dengan produk yang terdiri dari produk kredit perumahan dan kredit non perumahan. Kredit perumahan berupa kredit konstruksi, sedangkan kredit non perumahan terdiri dari kredit UMKM dan Kredit Komersial. Pada tahun 2018, Perseroan berhasil menyalurkan kredit komersial sebesar Rp29.137,82 miliar meningkat 25,05% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp23.298,08 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh Kredit Komersial yang meningkat signifikan sebesar 64,09% dari tahun sebelumnya. Tabel Penyaluran Kredit Komersial Tahun 2016-2018 (Rp juta) No Jenis Kredit 1. Kredit Konstruksi Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) 2016 2017 2018 11.720.021 13.393.800 14.004.333 4,56 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 14,28 2. Kredit UMKM 1.639.086 1.997.134 2.168.887 8,60 21,84 3. Kredit Komersial 5.156.324 7.969.070 12.964.598 62,69 54,55 18.515.430 23.360.004 29.137.819 24,73 26,17 Total 1. Kredit Konstruksi Perseroan memberikan beragam solusi pembangunan properti dengan banyak kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan. Perseroan menyediakan kredit konstruksi kepada pengembang perumahan untuk tujuan modal kerja yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan rumah dan apartemen. Untuk jenis kredit ini, Perseroan memberikan kredit maksimal hingga 80% dari biaya pembangunan atau konstruksi dengan suku bunga mengambang. Fasilitas kredit konstruksi memberikan kemudahan bagi nasabah perbankan komersial untuk melakukan pengembangan dalam pembangunan bangunan horizontal maupun bangunan vertikal/high rise building termasuk sarana dan prasarananya. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 171 171 07/05/19 22.46
  174. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA dibiayai . dengan tiga tahun dan dijamin dengan agunan berupa tanah yang diperoleh dan bangunan yang dibiayai. Kredit Konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung Program Sejuta Rumah karena penyaluran kredit tersebut mampu menciptakan supply rumah. Dalam membuat keputusan untuk membiayai kredit konstruksi, Perseroan memperhitungkan periode jatuh tempo berdasarkan perkiraan masa konstruksi. Kredit konstruksi dijamin dengan agunan berupa tanah dan bangunan yang akan dibangun di atas tanah. Pada tahun 2018, Perseroan menyalurkan kredit konstruksi sebesar Rp14.004,33 miliar meningkat 4,56% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp13.393,80 miliar. 2. Kredit UMKM Perseroan menyediakan kredit UMKM sebagai solusi bagi pengusaha mikro, kecil dan menengah serta bertujuan menyalurkan pembiayaan usaha yang produktif. Pada tahun 2018, Perseroan menyalurkan Kredit UMKM sebesar Rp2.168,89 miliar, meningkat 8,60% dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp1.997,13 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kredit KMK yang meningkat sebesar 19,12% dari tahun sebelumnya. Nasabah perbankan komersial yang telah mendapatkan Kredit Konstruksi BTN juga dapat memperoleh Kredit Kepemilikan Lahan, dimana Perseroan menyediakan kredit untuk tujuan memperoleh lahan yang akan digunakan untuk membangun hunian dan apartemen bersubsidi, dalam jumlah sampai dengan 70% dari biaya Jangka waktu kredit ini mengikuti jangka waktu kredit konstruksinya dan dijamin dengan agunan berupa tanah yang diperoleh dan bangunan yg Tabel Penyaluran Kredit UMKM Tahun 2016-2018 (Rp juta) No Jenis Kredit 1. KUR 2. KUMK 3. KMK 4. 2016 2017 2018 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) - 9.775 111.192 1.013.045 1.508.232 1.537.423 1,94 48,88 359.145 343.123 408.731 19,12 (4,46) Kredit Investasi UMKM 44.982 16.714 17.854 6,82 (62,84) 5. KMK Kontraktor UMKM 127.776 71.213 52.388 (26,44) (44,27) 6. Linkage Program 94.137 48.076 41.300 -14,09 (48,93) 1.639.086 1.997.134 2.168.887 8,60 21,84 Total 1037,52 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) - 3. Kredit Komersial Perseroan memasarkan kredit komersial selain dengan memberikan bunga yang kompetitif juga pelayanan prima yang ditawarkan. Pada tahun 2018, Perseroan menyalurkan kredit komersial sebesar Rp11.266,67 miliar, meningkat 33,36% dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp8.448,19 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kredit KMK yang meningkat 76,80% dari tahun sebelumnya. Tabel Penyaluran Kredit Komersial Tahun 2016-2018 (Rp juta) 1. KMK 1.612.221 4.063.721 7.982.149 96,42 2. Kredit Investasi 1.504.564 1.887.183 2.489.380 31,91 25,43 3. KMK Kontraktor 2.039.538 2.018.166 2.493.070 23,53 (1,05) 5.156.324 7.969.070 12.964.598 62,69 54,55 172 2017 2018 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) Jenis Kredit Total 2016 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) No 152,06 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 172 07/05/19 22.46
  175. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Produk Simpanan Komersial Perseroan menyediakan produk dan layanan pendanaan untuk segmen perbankan komersial yang meliputi giro dan deposito berjangka lembaga . Pada tahun 2018, Perseroan berhasil menghimpun produk simpanan komersial sebesar Rp146.263,78 miliar tumbuh 20,90% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp120.976,46 miliar. Informasi mengenai kinerja produk simpanan perbankan komersial adalah sebagai berikut: Tabel Produk Simpanan Komersial Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Produk Simpanan Komersial 1. Giro 2. Deposito Berjangka Lembaga Total 2017 2018 Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 39.726 42.643.680 42.526 50.019.826 46.463 6.851 57.924.579 6.938 70.956.631 8.760 92.589.683 46.577 100.568.259 49.464 120.976.457 55.223 146.263.780 53.674.097 Diagram Produk Simpanan Komersial Tahun 2016-2018 (Persentase %) 57,60% Deposito Berjangka Lembaga 42,40% Giro 58,56% Deposito Berjangka Lembaga 63,30% Deposito Berjangka Lembaga 41,44% Giro 2016 2017 36,70% Giro 2018 1. Giro Komersial Pada tahun 2018, Perseroan menghimpun giro komersial sebesar Rp53.674,10 miliar, meningkat 7,31% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp50.019,83 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh Giro non FLPP yang meningkat sebesar Rp3.476,23 miliar atau 11,59%. Tabel Giro Komersial Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Giro 1. Giro Non FLPP 2. Giro FLPP Total Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 39.722 21.785.323 42.522 29.993.100 46.457 33.469.326 4 20.858.357 4 20.026.726 5 20.204.771 39.726 42.643.680 42.526 50.019.826 46.463 53.674.097 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 173 173 07/05/19 22.46
  176. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA 2 . Deposito Berjangka Lembaga Pada tahun 2018, Perseroan menghimpun Deposito Berjangka Lembaga sebesar Rp92.589,68 miliar, meningkat 30,49% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp70.956,63 miliar. Tabel Deposito Berjangka Lembaga Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Deposito Rekening (unit) 1. Deposito Berjangka Lembaga 2. Deposito On Call Lembaga Total 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 6.772 55.981.037 6.815 67.726.064 8.666 79 1.943.542 123 3.230.567 94 91.395.169 1.194.513 6.851 57.924.579 6.938 70.956.631 8.760 92.589.683 Syariah Unit Usaha Syariah Produk Pembiayaan Syariah Perseroan mengklasifikasikan produk pembiayaan Unit Usaha Syariah ke dalam jenis konsumer dan komersial. Pada tahun 2018, Perseroan mampu mencatatkan realisasi pembiayaan Syariah berdasarkan segmen konsumer dan komersial mencapai Rp8,34 triliun, tumbuh 11,41% dibandingkan pada tahun 2016. Pencapaian ini didominasi oleh segmen konsumer dengan komposisi sebesar 67,98% sedangkan segmen komersial sebesar 32,02%. Tabel Pembiayan Syariah Tahun 2016-2018 (Rp juta) 2016 2017 2018 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) Pembiayaan Konsumer 3.666.853 4.518.292 5.671.816 25,53 23,22 Pembiayaan Komersial 2.293.888 2.970.801 2.671.857 (10,06) 29,51 5.960.741 7.489.093 8.343.673 11,41 25,64 No Jenis Pembiayan 1. 2. Total Diagram Pembiayan Syariah Tahun 2016-2018 (Persentase %) 38,48% Pembiayaan Komersial 61,52% Pembiayaan Konsumer 2016 39,67% Pembiayaan Komersial 60,33% Pembiayaan Konsumer 2017 32,02% Pembiayaan Komersial 67,98% Pembiayaan Konsumer 2018 1. Pembiayaan Konsumer Sepanjang tahun 2018, Unit Usaha Syariah menyalurkan pembiayaan konsumer sebesar Rp5,67 triliun, naik 25,53% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp4,52 triliun. Hal tersebut terutama didorong oleh kenaikan KPR SSM Tapak iB sebesar 74,66% . 174 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 174 07/05/19 22.46
  177. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Pelimpahan Pembiayaan Konsumer Tahun 2016-2018 (Rp juta) No Jenis Pembiayaan 1. KPR Sejahtera Tapak iB 2. KPR Sejahtera Susun iB 3. KPR SSM Tapak iB 2016 1.719.354 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 449.915 (54,07) (43,03) 2017 2018 979.559 - 13.718 425. (96,90) 100 223.543 1.973.177 3.446.371 74,66 782,68 4. KPR SSM Susun iB 5. KPR Platinum iB 6. KPR Indent iB 7. Pembiayaan Bangun Rumah iB 8. Pembiayaan PUMP Jamsostek iB 9. Pembiayaan Kendaraan Bermotor iB 10. Pembiayaan Gadai iB 2.112 3.082 866 (71,90) 45,97 11. Pembiayaan Multijasa iB 18.832 10.777 8.939 (17,05) (42,77) 12. Pembiayaan Multimanfaat iB 83.184 83.227 89.158 7,13 0,05 13. Pembiayaan Talangan Haji iB - - - - - 3.666.853 4.518.292 5.671.816 25,53 23,22 Total 943 28.035 13.075 (53,36) 2.872,21 1.196.310 1.005.354 1.098.928 9,31 (15,96) 394.257 407.016 550.710 35,30 3,24 24.209 12.635 10.199 (19,28) (47,81) - - - - - 4.109 1.711 3.227 88,60 (58,36) 2. Pembiayaan Komersial Pada tahun 2018, Unit Usaha Syariah berhasil mencatatkan perolehan pada produk pembiayaan komersial sebesar Rp2,67 triliun. Pencapaian tersebut turun 10,64% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp2,97 triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh turunnya Pembiayaan Investasi BTN iB sebesar 80,36% dari tahun sebelumnya. Tabel Pelimpahan Pembiayaan Komersial Tahun 2016-2018 (Rp juta) No Jenis Kredit 1. Pembiayaan Konstruksi BTN iB 2. Pembiayaan SYUKUR BTN iB 108 - 3. Pembiayaan Modal Kerja BTN iB 299.665 394.452 4. Pembiayaan Investasi BTN iB 167.951 203.312 2.293.888 2.970.801 Total 2016 2017 1.826.164 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) 2018 2.373.037 2.276.563 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) (4,79%) 29,95 - - (100,00) 355.369 (9,91%) 31,63 39.925 (80,36%) 21,05 2.671.857 (10,64%) 29,51 Produk Simpanan Syariah Jumlah produk simpanan Unit Usaha Syariah pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp22,34 triliun, tumbuh 19,13% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp18,75 triliun. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh peningkatan deposito sebesar 26,78%. Informasi secara rinci terkait kinerja produk simpanan Unit Usaha Syariah ditunjukkan dalam tabel berikut: Tabel Produk Simpanan Syariah Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Simpanan 1. Giro 2. Tabungan 3. Deposito Total Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 6.587 3.202.375 7.743 4.635.304 9.516 4.376.126 443.539 2.049.373 526.806 2.728.643 616.371 3.526.393 5.678 9.778.501 5.696 11.390.152 5.697 14.440.156 455.804 15.030.249 540.245 18.754.099 631.584 22.342.676 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 175 175 07/05/19 22.46
  178. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA Diagram Produk Simpanan Syariah Tahun 2016-2018 (Persentase %) 65,06% Deposito 60,73% Deposito 64,63% Deposito 21,31% Giro 24,72% Giro 2016 19,59% Giro 2017 2018 13,63% Tabungan 14,55% Tabungan 15,78% Tabungan 1. Giro Syariah Pada tahun 2018 jumlah Giro Unit Usaha Syariah sebesar Rp4,38 triliun, turun 5,59% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp4,63 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh Giro BTN Prima iB yang turun sebesar Rp259,18 miliar atau 15,47% dari tahun sebelumnya. Tabel Giro Syariah Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Giro 2017 Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 1. Giro BTN iB 5.102 2.262.359 6.170 2.749.326 7.815 2.781.854 2. Giro BTN Prima iB 1.485 940.016 1.573 1.885.978 1.701 1.594.272 6.587 3.202.375 7.743 4.635.304 9.516 4.376.126 Total 2. Tabungan Syariah Pada tahun 2018, produk tabungan Unit Usaha Syariah mengalami peningkatan baik dari jumlah rekening maupun jumlah dana yaitu sebesar 17% dan 29,24%. Tabel Tabungan Syariah Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Tabungan Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 1. Tabungan BTN Batara iB 269.265 563.695 320.874 617.345 388.194 760.378 2. Tabungan BTN Prima iB 100.413 1.389.225 110.493 2.017.945 120.787 2.664.925 3. Tabungan BTN Haji iB 29.719 91.009 32.158 86.040 39.627 92.296 4. TabunganKu iB 8.254 3.430 9.249 3.323 9.733 3.805 5. Tabungan BTN Qurban iB 2.406 1.347 3.176 1.754 4.271 2.147 6. Tabungan Simpel BTN iB 33.482 666 50.561 1.733 53.057 2.141 7. Tabungan Emas BTN iB Total 176 - - 295 503 702 701 443.539 2.049.373 526.806 2.728.643 616.371 3.526.393 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 176 07/05/19 22.46
  179. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 3 . Deposito Syariah Pada tahun 2018, produk deposito Unit Usaha Syariah mengalami peningkatan baik jumlah rekening maupun jumlah dana. Jumlah rekening sedikit meningkat sebesar 0,02% dan jumlah dana meningkat 26,78%. Peningkatan produk deposito terutama didorong oleh Deposito BTN iB (Lembaga) yang naik sebesar Rp2.982,29 miliar atau 27,56% dari tahun sebelumnya. Secara rinci, informasi mengenai produk deposito Unit Usaha Syariah berdasarkan jumlah rekening dan jumlah dana dalam tiga tahun terakhir sebagai berikut: Tabel Depoosito Syariah Tahun 2016-2018 2016 No Jenis Deposito Rekening (unit) 2017 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) 2018 Jumlah (Rp juta) Rekening (unit) Jumlah (Rp juta) 1. Deposito BTN iB (Perorangan) 4.501 484.751 4.557 499.900 4.603 597.912 2. Deposito BTN iB (Lembaga) 1.169 9.272.550 1.130 10.822.954 1.075 13.805.244 3. Deposito On Call iB 8 21.200 9 67.298 19 37.000 5.678 9.778.501 5.696 11.390.152 5.697 14.440.156 Total Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 177 177 07/05/19 22.46
  180. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA Jasa dan Layanan Perbankan Selain konvensional dan syariah , Perseroan juga memiliki segmen jasa dan layanan perbankan yang terdiri dari jasa trading, jasa administrasi, jasa layanan dan jasa lainnya. Pendapatan administrasi berupa biaya giro, biaya tabungan, biaya administrasi deposito dan biaya administrasi kredit. Pendapatan layanan berupa payment point, kartu dan E-Banking, Servicing Fee Sekuritisasi aset, Transfer, Garansi Bank, SDB, Fee Bancassurance, Administrasi Pembiayaan Syariah, serta Fee Jasa Perbankan. Disamping itu, Perseroan memiliki pendapatan lainnya berupa penilaian agunan, denda, dan lain lain. Pada tahun 2018, Perseroan berhasil meraih total penerimaan fee based income sebesar Rp2.090,33 miliar tumbuh 28,21% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp1.630,41 miliar. Peningkatan ini terutama berasal dari pendapatan layanan dan pendapatan lainnya yang masing-masing meningkat 35,62% dan 73,20% dibandingkan tahun sebelumnya. Tabel Penerimaan Feebased Income Tahun 2018 (Rp juta) Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 13,54% 47,12 623.458 9,96% 30,82 12.255 (8,75%) 2,14 359.149 7,28% 9,66 95,79 No Jenis Pendapatan 2016 2017 2018 1. Pendapatan Trading 272.689 401.169 455.502 2. Pendapatan Administrasi 433.407 566.972 13.149 13.430 305.296 334.782 Biaya Giro Biaya Tabungan 3. Biaya Adm Deposito 23.709 46.419 74.437 60,36% Biaya Adm kredit 91.254 172.342 177.617 3,06% 88,86 239.992 361.085 489.698 35,62% 50,46 140,09 Pendapatan Layanan Payment Point 7.598 18.242 21.629 18,57% Kartu & E-Banking 73.436 80.255 85.185 6,14% 9,29 Servicing Fee Sekuritisasi Aset 17.602 44.128 117.658 166,63% 150,70 Transfer 2.462 3.894 4.419 13,48% 58,17 35.503 43.436 54.960 26,53% 22,34 Safe Deposit Box 4.713 5.338 6.249 17,06% 13,28 Fee Bancasurance 29.827 52.128 51.597 (1,12%) 74,95 Adm. Pembiayaan Syariah 62.880 93.758 116.880 24,66% 49,10 5.972 19.854 31.121 56,75% 232,44 348.561 301.189 494.172 73,20% (13,59) Bank Garansi Fee Jasa Perbankan 4. Pendapatan Lainnya Penilaian agunan (LPA, taksasi) 12.293 23.339 31.562 35,23% 89,85 Denda 105.650 96.548 100.549 4,14% (8,62) Hapus Buku 178.427 138.972 130.900 (5,81%) (22,11) Lainnya Total 178 52.191 42.330 231.161 446,92% (18,89) 1.294.649 1.630.415 2.062.995 28,21% 25,93 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 178 07/05/19 22.46
  181. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Diagram Penerimaan Feebased Income Tahun 2016-2018 (Persentase %) 26,92% Pendapatan Lainnya 21,06% Pendapatan Trading 18,47% Pendapatan Lainnya 2016 18,53% Pendapatan Layanan 24,61% Pendapatan Trading 24,95% Pendapatan Lainnya 2017 33,48% Pendapatan Administrasi 21,79% Pendapatan Trading 2018 22,15% Pendapatan Layanan 34,77% Pendapatan Administrasi 23,43% Pendapatan Layanan 29,83% Pendapatan Administrasi Kartu Konsumer Perseroan mencatatkan jumlah pemegang kartu produk Konsumer untuk kartu ATM/Debit pada tahun 2018 sejumlah 5.550.277 unit dan Kartu Kredit sejumlah 22.412 unit kartu. Peningkatan ini terutama didorong oleh implementasi strategi Perseroan dalam program promosi transaksi electronic banking dalam rangka meningkatkan jumlah pemegang kartu. Tabel Kartu ATM/Debit dan Kredit No Jenis Pendapatan 1. Kartu ATM/Debit 2. Kartu Kredit Total 2016 2017 2018 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 4.652.914 5.710.058 5.550.277 (2,80) 22,72 21.727 22.073 22.412 1,54 1,59 4.674.641 5.732.131 5.572.689 (2,78) 22,62 Wealth Management Pada tahun 2018, jumlah nasabah Wealth Management tercatat tumbuh 12% menjadi sebanyak 23.762 nasabah dibandingkan tahun 2017 sebanyak 21.174 nasabah. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh optimalisasi penjualan melalui cross selling produk non banking, penambahan non banking produk yang lebih variatif, penambahan personil prioritas, penambahan outlet prioritas dan adanya penambahan fasilitas serta manfaat untuk nasabah prioritas. Disamping itu, Asset Under Management Perseroan (DPK dan AUM Non Banking) pada tahun 2018 mencapai Rp36.075,84 miliar, mengalami pertumbuhan 29% dibandingkan pada tahun 2017 sebesar Rp27.822,70 miliar. Rincian terkait Asset Under Management diuraikan dalam tabel berikut. Tabel Wealth Management (Rp juta) No Jenis Pendapatan 1. DPK 2. Surat Berharga ORI SUKUK SBR 3. Reksadana 4. Bancassurance Total 2016 2017 2018 Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 20.111.093 23.955.064 32.826.320 37,03 19,11 1.714.560 733.900 1.281.871 74,67 (57,20) 579.575 354.030 550.000 55,35 (38,92) 1.024.985 379.870 515.066 35,59 (62,94) 110.000 - 216.805 N/A (100,00) 531.417 357.603 780.685 (118,31) (32,71) 1.336.218 2.776.128 1.186.967 (57,24) 107,76 23.693.287 27.822.696 36.075.844 29,66 17,43 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 179 179 07/05/19 22.46
  182. TINJAUAN OPERASI PER SEGMEN USAHA Electronic Channel Layanan Electronik Channel (e-channel) terus menunjukkan tren positif dalam bisnis Perseroan. Secara bertahap sejalan dengan program transformasi berbasis digital yang ditetapkan, Perseroan terus mengembangkan transaksi perbankan berbasis e-channel dalam rangka mendukung program inklusi keuangan dari Bank Indonesia serta dalam upaya memperluas akses kepada layanan perbankan dan keuangan bagi seluruh nasabah. Pada tahun 2018, transaksi e-channel tercatat sejumlah 144.017.843 transaksi tumbuh 24,51% dibandingkan dengan tahun 2017 sejumlah 115.666.659 transaksi. Peningkatan ini terutama didorong oleh pengembangan fitur/ produk digital dan berbagai program promosi sehingga mampu menarik nasabah untuk meningkatkan transaksi electronic banking. Tabel Jumlah Transaksi E-Channel Tahun 2016-2018 No Jenis Pendapatan 1. ATM & KiosK 2. Naik/turun dari 2017 ke 2018 (%) 2016 2017 2018 72.191.957 85.673.578 100.604.363 17,43 Naik/turun dari 2016 ke 2017 (%) 18,67 CDM 143.073 150.602 119.001 (20,98) 5,26 Internet Banking 799.542 1.692.723 3.463.806 104,63 111,71 Cash Management 763.641 1.006.733 856.210 (14,95) 31,83 SMS Banking Mobile Banking Total 180 3.957.008 4.342.884 5.850.039 34,70 9,75 15.828.032 22.800.139 33.124.424 45,28 44,05 93.683.253 115.666.659 144.017.843 24,51 23,47 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 180 07/05/19 22.46
  183. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PENDAPATAN DAN PROFITABILITAS PER SEGMEN USAHA Pada tahun 2018 , Perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2.807,92 miliar. Informasi pendapatan dan profitabilitas Perseroan dalam dua tahun terakhir diinformasikan pada tabel berikut: Tabel Laba Tahun Berjalan Per Segmen (Rp juta) Konvensional   2017 2018 Syariah 2017 Total 2018 2017 2018 Pendapatan segmen 18.446.732 20.781.512 1.644.868 2.070.246 20.091.600 22.851.758 Beban segmen (9.918.889) (11.756.380) (831.771) (1.006.201) (10.750.660) (12.762.581) Pendapatan segmen - neto 8.527.843 9.025.132 813.097 1.064.045 9.340.940 10.089.177 Pendapatan operasional lainnya 1.538.350 1.979.067 67.581 92.527 1.605.931 2.071.594 Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-aset keuangan Beban operasional lainnya Laba operasional Pendapatan (beban) bukan operasional - neto Beban pajak Laba tahun berjalan (855.103) (1.273.482) (29.298) (440.945) (884.401) (1.714.427) (5.842.016) (6.462.296) (328.551) (390.248) (6.170.567) (6.852.544) 3.369.074 3.268.421 522.829 325.379 3.891.903 3.593.800 10.290 126.086 (40.638) (109.611) (30.348) 16.475 (834.089) (802.352) - - (834.089) (802.352) 2.545.275 2.592.155 482.191 215.768 3.027.466 2.807.923 Jumlah Aset 237.968.664 278.036.919 23.396.603 28.399.275 261.365.267 306.436.194 Jumlah Liabilitas 219.258.258 257.665.349 20.443.575 24.930.397 239.701.833 282.595.746 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 181 181 07/05/19 22.46
  184. ASPEK PEMASARAN STRATEGI PEMASARAN Sepanjang tahun 2018 , Perseroan telah menerapkan beragam strategi pemasaran sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank pada setiap produk yang diarahkan untuk tetap fokus menjadikan Perseroan sebagai Bank terdepan dalam pembiayaan perumahan. Perkembangan digital dan kebutuhan nasabah yang semakin kompleks, menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penetapan dan penerapan strategi pemasaran Perseroan. Perseroan telah menjalankan strategi pemasaran untuk produk pendanaan dan kredit pada segmen consumer banking dan commercial banking, serta penerapan strategi pemasaran lainnya untuk produk unit usaha syariah sebagai berikut: 182 Produk Pendanaan Pada tahun 2018, Perseroan melaksanakan strategi pemasaran produk pendanaan untuk meningkatkan low cost and sustainable funding antara lain: 1. Menutup gap produk dan fitur tabungan. Perseroan menerapkan strategi ini dengan mengembangkan produk disertai dengan perbaikan proses bisnis yang berkelanjutan. 2. Perbaikan organisasi penjualan produk. Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan penguatan bisnis dengan perbaikan yang dibutukan pada organisasi penjualan produk. 3. Memperkuat segmentasi pasar sesuai segmentasi produk. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 182 07/05/19 22.46
  185. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen “ Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Menghadapi tantangan kedepan, Perseroan telah menyusun roadmap transformation journey dengan memuat strategi pengembangan usaha pada masa mendatang. Disamping itu, dalam memenuhi target pendanaan, Perseroan juga menjalankan beberapa program dan promosi di antaranya Program Super Untung Jaman Now (SUJAN), Program BTN Menabung 2018, Kado HUT BTN, Program BTN THR #TakHabisHabisRejeki 2018, dan Pesta Sembako e’BATARAPOS. Perseroan juga melakukan program khusus untuk nasabah BTN Prioritas serta peningkatan kerja sama instansi yakni kolaborasi antar divisi dana dan kredit untuk penyediaan jasa perbankan baik untuk karyawan instansi BUMN, Pemerintah atau lembaga lainnya. “ 4. Perbaikan komunikasi above the line (ATL) dan below the line (BTL) per produk. Perkembangan teknologi informasi yang kian pesat dan terbuka, memberikan sejumlah peluang bagi pemasaran produk dan layanan perbankan Perseroan. Produk Kredit Upaya Perseroan dalam mempercepat program sejuta rumah dilakukan dengan inisiatif Bank untuk memperkuat peran Bank sebagai housing market maker, yaitu berperan sebagai integrator dan akselerator di bidang perumahan. Pada tahun 2018, Perseroan telah menerapkan strategi pemasaran untuk tiap produk kredit yang dimiliki sebagai berikut: 1. Meningkatkan kerja sama dengan mitra-mitra Bank Inisiatif ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan potensi pasar dan pencapaian target kredit tahun 2018; mendapatkan potensi penjualan KPR Subsidi serta potensi kerja sama produk/ jasa keuangan lainnya; dan meningkatkan brand awareness, menjaga dan meningkatkan corporate Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 183 183 07/05/19 22.46
  186. ASPEK PEMASARAN image Perseroan sebagai Bank yang terdepan dan paling berpengalaman dalam bidang pembiayaan perumahan ; menjaga dan memperluas kerja sama dengan asosiasi developer perumahan dan developer peserta pameran. • Peluncuran skema baru dari pembiayaan perumahan bagi MBR yaiktu BP2BT atau KPR BTN BP2BT dengan target pasar yang belum terpenuhi oleh skema subsidi lain. 3.Pelaksanaan Marketing Communication Sepanjang tahun 2018, Perseroan melaksanakan developer gathering, marketing gathering, dan coffee morning, dengan pengembang yang diselenggarakan oleh seluruh Kantor Wilayah dan Kantor Cabang secara periodik. Selama tahun 2018, Perseroan melakukan tiga jenis pameran yaitu pelaksanaan Indonesia Property Expo I yang diselenggarakan pada 3-11 Februari 2018 dan IDE Prospect KPR Subsidi yang didapatkan sebesar Rp547 miliar. Kemudian, Perseroan juga melaksanakan Indonesia Property Expo II yang diselenggarakan pada 22-30 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) yang mendapatkan IDE Prospect KPR Subsidi mencapai Rp506 miliar. Di tahun 2018, Perseroan juga menyelenggarakan BTN Property Award pada 15 Agustus 2018 sebagai ajang pemberian apresiasi oleh Perseroan kepada para pengembang properti yang telah berkontribusi dalam mendukung kesuksesan program Satu Juta Rumah. 2. Ekspansi Pasar Perseroan melaksanakan strategi ekspansi pasar dengan tujuan untuk mendapatkan captive market penyaluran KPR BTN Subsidi dan KPR Mikro; proaktif mempertemukan supply dan demand melalui kegiatan sosialisasi layanan KPR dan open booth; serta membantu peningkatan pemupukan dana. Strategi ekspansi pasar dilakukan dengan melaksanakan beberapa kegiatan sepanjang tahun 2018 sebagai berikut: • Salah satu strategi ekspansi pasar adalah dengan marketing proaktif dengan mengadakan pertemuan bersama ASN/TNI/Polri yang memiliki captive market 1,6 juta orang yang belum punya rumah. Kegiatan pemasaran dilakukan oleh Kantor Wilayah/Kantor Cabang serta kegiatan audiensi dengan Polri. • Penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan mitra start up dan mitra potensial lainnya dalam penyaluran KPR BTN. • Pelaksanaan skema kolaborasi ABCG (Academic, Business, Community, Government) serta pelaksanaan project program ABCG tersebut. 184 Dalam rangka meningkatkan brand awareness dan pangsa pasar produk, Perseroan berinisiatif melakukan beberapa kegiatan di antaranya: • Pemasangan iklan di beberapa program radio yang memiliki segmentasi pasar yang sesuai dengan kriteria calon penerima KPR Subsidi atau kategori middle to low. •Pembuatan video motion graphic mengenai ketentuan dan fitur produk-produk KPR Subsidi yang digunakan sebagai media penyampaian informasi yang lebih efektif kepada target audiens. •Pembuatan sales kit untuk Kantor Cabang dan Kantor Wilayah sebagai panduan dan alat tambahan ketika melakukan kegiatan marketing ke mitra-mitra potensial. STRATEGI DIGITAL BANKING Sepanjang tahun 2018, Perseroan telah melakukan beberapa pengembangan produk dan fitur dengan tujuan untuk memperkuat posisi Bank di bidang digital banking yang di antaranya adalah: • Memperkuat posisi BTN mobile banking terutama untuk kalangan milenial dengan pengembangan fitur penerimaan pembayaran SPP di perguruan tinggi ternama. • Fitur pembelian Surat Berharga Negara (SBN) Ritel Online melalui BTN Internet Banking dan BTN Cash Mangement System (bekerja sama dengan Wealth Management Division). • Fitur pembayaran pajak kendaraan (Samsat Online) melalui BTN Internet Banking. • Memperluas kerja sama dengan komunitas pedagang pasar tradisional dan Pemerintah Daerah melalui produk E-Retribusi Pasar BTN. Selain itu, telah kerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO) dalam pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan untuk pasar tradisional di seluruh Indonesia. • Bekerja sama dengan Telkomsel dalam rangka memperluas jaringan keagenan BTN Griya Bayar dengan memanfaatkan Reseller T-Cash. • Fitur QR Pay yang dapat digunakan oleh nasabah Perseroan untuk melakukan pembayaran kepada merchant yang sudah tergabung dalam QR Merchant BTN melalui QR code dan BTN Mobile Banking. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 184 07/05/19 22.46
  187. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited • Penggunaan teknologi Optical Recognition Character (OCR) dalam proses pembukaan rekening online. • Proses pengembangan Produk dan Aktivitas Baru (PAB) yang telah selesai meliputi EDC Acquiring, Prepaid Server Based dan E-Wallet yang saat ini sedang dalam proses pengajuan ijin ke Regulator. • Pengembangan portal BTN Property yang telah dilengkapi dengan fitur yang lebih lengkap. Melalui pengembangan serta inisiatif yang dilakukan, Perseroan mencatatkan transaksi nasabah melalui e-channel telah mencapai 14,44 juta transaksi. Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan jumlah transaksi di loket teller sebesar 1,22 juta transaksi, memiliki perbandingan 92:8. Perbandingan Transaksi E-Channel vs Loket Teller Periode 2010-2018 92% 14.436.252 16.000.000 14.000.000 12.000.000 10.000.000 2% 8.000.000 1.222.057 6.000.000 4.000.000 0 Jan-10 Mar-10 Mei-10 Jul-10 Sep-10 Nov-10 Jan-11 Mar-11 Mei-11 Jul-11 Sep-11 Nov-11 Jan-12 Mar-12 Mei-12 Jul-12 Sep-12 Nov-12 Jan-13 Mar-13 Mei-13 Jul-13 Sep-13 Nov-13 Jan-14 Mar-14 Mei-14 Jul-14 Sep-14 Nov-14 Jan-15 Mar-15 Mei-15 Jul-15 Sep-15 Nov-15 Jan-16 Mar-16 Mei-16 Jul-16 Sep-16 Nov-16 Jan-17 Mar-17 Mei-17 Jul-17 Sep-17 Nov-17 Jan-18 Mar-18 Mei-18 Jul-18 Sep-18 Nov-18 2.000.000 Transaksi Loket Teller Transaksi E-Channel Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 185 185 07/05/19 22.46
  188. ASPEK PEMASARAN Pangsa Pasar Perseroan telah menjalakan beragam strategi pemasaran dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja masingmasing produk dan perluasan pangsa pasar . Pada tahun 2018, pangsa pasar Perseroan dari sisi aset bank Buku III tercatat mencapai sebesar 11,18%, Dana Pihak Ketiga sebesar 11,39%, sedangkan dari sisi Kredit yang diberikan mencapai 12,67%. Pangsa pasar Perseroan di industri perbankan nasional untuk setiap jenis produk sebagai berikut: Diagram Pangsa Pasar Aset Tahun 2016-2018 (Persentase %) 3,18% BTN 96,82% Non BTN 3,54% BTN 96,46% Non BTN 2016 3,80% BTN 96,20% Non BTN 2017 2018 Diagram Pangsa Pasar Kredit Tahun 2016-2018 (Persentase %) 96,60% Non BTN 3,40% BTN 2016 186 96,21% Non BTN 3,79% BTN 2017 95,97% Non BTN 4,03% BTN 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 186 07/05/19 22.47
  189. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Diagram Pangsa Pasar Dana Pihak Ketiga Tahun 2016-2018 (Persentase %) 2,64% BTN 97,36% Non BTN 2,79% BTN 97,21% Non BTN 2016 3,75% BTN 96,25% Non BTN 2017 2018 Diagram Pangsa Pasar Tabungan Tahun 2016-2018 (Persentase %) 98,02% Non BTN 1,98% BTN 97,72% Non BTN 2016 2,28% BTN 97,71% Non BTN 2017 2,29% BTN 2018 Diagram Pangsa Pasar Deposito Tahun 2016-2018 (Persentase %) 96,71% Non BTN 3,29% BTN 2016 96,33% Non BTN 3,67% BTN 2017 94,77% Non BTN 5,23% BTN 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 187 187 07/05/19 22.47
  190. ANALISIS KINERJA KEUANGAN LAPORAN POSISI KEUANGAN Aset Tabel Aset (Dalam Rp juta) 2018 Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank lain-neto 2017 Pertumbuhan Nominal Persentase 1.243.615 1.027.554 216.061 21,03% 15.417.862 12.554.585 2.863.277 22,81% 185,29% 1.587.051 556.301 1.030.750 26.464.760 24.697.503 1.767.257 7,16% Efek-efek 5.848.485 7.706.031 (1.857.546) (24,11%) Obligasi Pemerintah 9.393.138 8.183.973 1.209.165 14,77% Penempatan pada BI & bank lain-neto 188 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 188 07/05/19 22.47
  191. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Di tengah pertumbuhan ekonomi yang tumbuh dalam skala terbatas sebesar 5,17% di tahun 2018, Perseroan mampu membukukan kinerja di atas industri perbankan nasional dengan pertumbuhan kredit, DPK dan aset masing-masing sebesar 19,24%; 19,41%; dan 17,24% menjadi masing-masing Rp234,46 triliun; Rp229,83 triliun; dan Rp306,44 triliun. Perseroan selalu memperhatikan pengelolaan aktiva produktif dengan baik dan penuh kehati-hatian serta taat dengan penerapan kebijakan perbankan yang diatur regulator termasuk penerapan PSAK 71 yang mulai dilakukan tahun ini meski sebenarnya aturan tersebut baru efektif berlaku di awal tahun 2020 “ Tabel Aset (Dalam Rp juta) Pertumbuhan 2018 2017 234.459.542 196.634.594 37.824.948 19,24% 528.148 8.081 520.067 6435,68% Aset Tetap 5.017.694 4.837.319 180.375 3,73% Bunga yang masih akan diterima 2.959.502 2.296.440 663.062 28,87% 260.251 174.555 85.696 49,09% Kredit yang diberikan dan Pembiayaan/Piutang Syariah Tagihan Akseptasi Aset Pajak Tangguhan Aset Lain-lain Total Aset Nominal Persentase 3.256.146 2.688.331 567.815 21,12% 306.436.194 261.365.267 45.070.927 17,24% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 189 189 07/05/19 22.47
  192. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Kas Giro pada Bank Indonesia Posisi kas Perseroan mencapai Rp1 ,24 triliun di tahun 2018, meningkat 21,03% dibandingkan posisi kas tahun sebelumnya sebesar Rp1,03 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan bertambahnya posisi kas Perseroan dalam mata uang Rupiah menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,02 triliun pada tahun 2017, sedangkan posisi valas mengalami penurunan menjadi Rp3,11 miliar pada tahun 2018 dibandingkan Rp5,34 miliar pada tahun sebelumnya. Giro pada Bank Indonesia (BI) mengalami kenaikan sebesar 22,81% menjadi Rp15,42 triliun pada tahun 2018 dibandingkan Rp12,55 triliun setahun sebelumnya. Kenaikan ini sejalan dengan kenaikan giro pada BI dalam mata uang Rupiah dan Dollar AS menjadi Rp15,15 triliun dan Rp266,75 miliar pada tahun 2018 dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 21,12% dan 489,53%. Pada tahun sebelumnya akun ini dalam kedua jenis mata uang tersebut mencapai Rp12,51 triliun dan Rp45,25 miliar. Tabel Giro pada Bank Indonesia (Dalam Rp juta) Rupiah Dollar AS Giro pada Bank Indonesia Pertumbuhan 2018 2017 15.151.113 12.509.337 2.641.776 21,12% 266.749 45.248 221.501 489,53% 15.417.862 12.554.585 2.863.277 22,81% Nominal Persentase Rasio GWM Perseroan mampu memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) tentang Giro Wajib Minimum (GWM) sebagaimana yang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel Rasio GWM  Kategori Mata uang  Utama Konvensional Syariah Rupiah  Sekunder PLM* 2018 2017 6,61% 7,02% - 6,42% 5,45% - Dollar AS  8,69% 8,38% Rupiah 5,30% 5,00% *) Per 16 Juli 2018, berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal 3 April 2018 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, istilah GWM Sekunder berubah menjadi PLM (Penyangga Likuiditas Makroprudensial) dan GWM LFR berubah menjadi RIM (Rasio Intermediasi Makroprudensial) Berdasarkan ketentuan dari BI, persyaratan GWM Utama dalam Rupiah di tahun 2017 adalah sebesar 6,5%, GWM harian sebesar 5% dan GWM rata-rata sebesar 2%, sedangkan untuk mata uang asing masingmasing sebesar 8%. Untuk GWM Sekunder masingmasing adalah sebesar 4% dalam Rupiah. Pada tahun 2018, Perseroan harus memenuhi persyaratan GWM Utama dalam Rupiah sebesar 6,5%, GWM harian sebesar 4,5% dan GWM rata-rata sebesar 2%, untuk mata uang asing dan GWM Sekunder (PLM) tidak ada perubahan. Berdasarkan prinsip syariah, Perseroan harus memenuhi persyaratan GWM dalam Rupiah dan mata uang asing masing-masing sebesar 5% dan 1%. 190 Giro pada Bank Lain - Neto Giro pada Bank lain naik 185,29% atau setara dengan Rp1,03 triliun menjadi Rp1,59 triliun dibandingkan posisi tahun 2017 sebesar Rp556,30 miliar. Kenaikan ini seiring dengan bertambahnya giro pada bank lain dalam mata uang valas sebesar 320,37% menjadi Rp1,48 triliun, disisi lain terdapat penurunan pada giro bank lain dalam mata uang rupiah sebesar 46,35% menjadi Rp110,74 miliar di tahun 2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 190 07/05/19 22.47
  193. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Giro Pada Bank Lain (Dalam Rp juta) Rupiah Valuta asing 2018 2017 Nominal Persentase 110.735 206.393 (95.658) (46,35%) 1.478.034 351.604 1.126.430 320,37% (1.718) (1.696) (22) 1,30% 1.587.051 556.301 1.030.750 185,29% CKPN Giro pada Bank Lain Pertumbuhan Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro pada bank lain di tahun 2018 adalah 1,23% dalam mata uang rupiah dan 2,19% dalam valas. Untuk tahun 2017, rata-rata tingkat suku bunga untuk kedua jenis giro berdasarkan mata uang tersebut adalah 0,33% dan 0,04%. Sementara itu, dalam hal Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), Perseroan membentuk CKPN sebesar Rp1,72 miliar atas akun ini di tahun 2018. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian atas giro pada bank lain yang dibentuk telah memadai. Penempatan pada BI & Bank Lain - Neto Penempatan pada BI dan bank lain Perseroan sebesar Rp26,46 triliun pada tahun 2018, naik 7,16% dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya sebesar Rp24,69 triliun. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh penempatan Term Deposit Bank Indonesia dalam mata uang valas sebesar Rp2,66 triliun. Pada tahun 2018, Perseroan melakukan penempatan Sertifikat Bank Indonesia Syariah pada Bank Indonesia senilai Rp100 miliar. Tabel Penempatan pada Bank Indonesia & Bank Lain (Dalam Rp juta) 2018 Deposit Facility BI Term Deposit BI IDR Deposit Facility Syariah BI Sertifikat Bank Indonesia Syariah Term Deposit BI Valas Penempatan Bank lain Total Pertumbuhan 2017 Nominal Persentase 7.198.950 14.798.542 (7.599.592) (51,35%) 12.496.316 5.998.644 6.497.672 108,32% 4.005.000 3.894.000 111.000 2,85% 100.000 - 100.000 - 2.660.850 - 2.660.850 - 3.644 6.317 (2.673) (42,31%) 26.464.760 24.691.186 1.767.257 7,16% Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain untuk mata uang rupiah sebesar 4,39% untuk tahun 2018 dan 5,20% untuk tahun 2017. Adapun tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk penempatan Bank Indonesia dan bank lain untuk mata uang valas tahun 2018 adalah 0,81%. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan karena manajemen berkeyakinan bahwa penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dapat ditagih. Efek-efek Portofolio efek Perseroan sebagian besar berupa Sertifikat Deposito Bank Indonesia dengan kontribusi sebesar 51,22% di tahun 2018. Penurunan porsi di tahun 2018 sejalan dengan pembukuan investasi Sertifikat Bank Indonesia yang mencapai Rp3,01 triliun dari Rp0 pada tahun sebelumnya. Perseroan melakukan investasi pada efek-efek berupa obligasi korporasi sebesar Rp525,28 miliar di tahun 2018 dan Rp788,85 miliar di tahun 2017 dengan porsi masingmasing sebesar 8,95% dan 10,22%. Komposisi lain investasi pada efek-efek adalah Efek Beragun Aset dengan nilai investasi sebesar Rp760,93 miliar pada tahun 2018 dan Rp635,46 miliar di tahun sebelumnya dengan porsi masing-masing sebesar 12,97% dan 8,23%. Sementara itu, investasi pada jenis efek-efek lainnya memiliki kontribusi yang minimal dengan kontribusi di bawah 10,00%. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 191 191 07/05/19 22.47
  194. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Grafik Portfolio Efek-Efek (Persentase %) 8% 0% 13% 70% 1% 51% 0% 2% 3% 9% 4% 2017 Sertifikat Bank Indonesia Sertifikat Deposito Bank Indonesia Obligasi Korporasi Negotible Certificate of Deposits Medium Term Notes Reksadana Efek Beragun Aset 2018 9% 10% 20% Kolektibilitas efek-efek Perseroan sebagian besar masuk dalam kategori lancar dengan kontribusi sebesar 97,53% terhadap total efek-efek sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Porsi ini relatif tidak berubah di tahun 2018. Perseroan mengalokasikan CKPN sebesar Rp20,17 miliar di tahun 2018, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp14,92 miliar. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek yang dibentuk telah memadai. Tabel Efek-Efek berdasarkan Kolektibilitas (Dalam Rp juta) 2018 Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Pertumbuhan 2017 Nominal Persentase 5.723.571 7.602.315 (1.878.744) (24,71%) 72.382 68.724 3.658 5,32% 6.922 4.545 2.377 52,30% Diragukan 10.952 7.372 3.580 48,56% Macet 54.831 37.998 16.833 44,30% 5.868.658 7.720.954 (1.852.296) (23,99%) (20.173) (14.923) (5.250) 35,18% 5.848.485 7.706.031 (1.857.546) (24,11%) Total CKPN Neto Obligasi Pemerintah Portfolio Obligasi Pemerintah yang dimiliki Perseroan mencapai Rp9,39 triliun di tahun 2018, naik 14,77% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp8,18 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan investasi efek yang diterbitkan Pemerintah berupa Zero Coupon Bonds dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN) sebesar Rp2,65 triliun yang tidak dibukukan di tahun sebelumnya. Peningkatan investasi di Obligasi Pemerintah ini sejalan dengan peningkatan kepercayaan investor atas ekonomi Indonesia dengan perbaikan peringkat efek utang Indonesia menjadi Baa2/stable outlook dari Baa3/positive outlook pada tanggal 13 April 2018 oleh Moody’s. Tabel Obligasi Pemerintah (Dalam Rp juta) 2018 Pertumbuhan 2017 Nominal Persentase Tingkat bunga tetap 3.035.054 3.227.470 (192.416) (5,96%) Zero Coupon Bonds 2.647.127 - 2.647.127 - Tingkat bunga mengambang 3.141.131 4.868.122 (1.726.991) (35,48%) 569.826 88.381 481.445 544,74% 9.393.138 8.183.973 1.209.165 14,77% Obligasi Syariah Negara Jumlah Obligasi Pemerintah 192 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 192 07/05/19 22.47
  195. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Dilihat dari komposisinya , portofolio Obligasi Pemerintah milik Perseroan lebih terdiversifikasi dengan baik dengan kepemilikan SPN. Porsi Obligasi Pemerintah dengan tingkat bunga tetap adalah 32,31% diikuti oleh Obligasi Pemerintah dengan tingkat bunga mengambang sebesar 33,44%, SPN mencapai 28,18% dan Obligasi Syariah Negara sebesar 6,07%. Grafik Obligasi Pemerintah 2017-2018 (Persentase %) 1,09% 6% 39,44% 2017 59,48% 32% 2018 0% 34% Sebagai bagian dari pengelolaan risiko Perseroan, manajemen telah memitigasi risiko dari dampak fluktuasi harga pasar terhadap obligasi yang dimiliki dengan melakukan investasi dalam reksadana terproteksi yang dimiliki hingga jatuh tempo yang mempunyai underlying obligasi pemerintah seri FR63. Perseroan merupakan satu-satunya pihak yang memegang unit reksadana tersebut. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Perseroan tidak melakukan transaksi pembelian efekefek dengan janji dijual kembali (repurchase order atau repo) di tahun 2018. Tingkat Bunga Tetap Zero Coupon Bonds Tingkat Bunga Mengambang Obligasi Syariah Negara 28% Grafik Komposisi Kredit 2017 dan 2018 (Rp juta) 100% 250.000.000 240.000.000 80% 230.000.000 220.000.000 60% 210.000.000 40% 200.000.000 190.000.000 20% 180.000.000 0% 170.000.000 2017 Konvensional 2018 Syariah Total gross (RHS) Kredit yang diberikan Sejalan dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi di tahun 2018, aktivitas penyaluran kredit Perseroan tumbuh secara berkelanjutan. Kredit (gross) yang diberikan tumbuh 19,48% menjadi Rp237,76 triliun dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp198,99 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan kredit konvensional maupun syariah yang masing-masing tumbuh 19,18% dan 22,54% menjadi Rp215,72 triliun dan Rp22,04 triliun. Kredit konvensional masih memiliki porsi dominan sebesar 90,73% di tahun 2018 dibandingkan 90,96% di tahun sebelumnya. Sementara itu, berdasarkan jenis kredit yang diberikan kredit konsumsi masih memberikan kontribusi terbesar terhadap portofolio kredit Perseroan yakni sebesar 78,82% di tahun 2018 dan 78,50% di tahun sebelumnya. Porsi terbesar ini sejalan dengan kenaikan kredit pemilikan rumah (KPR) yang menjadi bisnis utama penyaluran kredit Perseroan. Perseroan mampu membukukan KPR senilai Rp175,90 triliun di tahun 2018, tumbuh 21,16% dari KPR tahun sebelumnya yang mencapai Rp145,17 triliun. Kredit investasi tumbuh 24,46% dari Rp5,76 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp7,16 triliun di tahun 2018. Kredit modal kerja, disisi lain, juga menunjukkan tren kenaikan dengan pertumbuhan sebesar 16,49% dari Rp35,20 triliun di tahun 2017 menjadi Rp41,00 triliun di tahun berikutnya. Meski terus berkembang, jenis kredit yang lain memberikan kontribusi yang masih terbatas di bawah 5,00%. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 193 193 07/05/19 22.47
  196. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Grafik Portofolio Kredit 2017-2018 (Persentase %) 2,89% 0,89% 0,04% 3,01% 78,50% 17,69% 0,89% 0,03% 78,82% 17,24% 2017 2018 Konsumsi Modal Kerja Investasi Sindikasi Direksi dan Karyawan Berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang diberikan Perseroan sebagian besar diperuntukkan untuk sektor perumahan. Hal ini sejalan dengan bisnis utama Perseroan sebagai penyalur kredit KPR. Kontribusi kredit yang diberikan kepada sektor perumahan adalah sebesar 90,27% di tahun 2018 dan 91,10% di tahun sebelumnya. Sementara itu, sektor konstruksi dan jasa usaha memberikan kontribusi masing-masing sebesar 4,56% dan 3,37% di tahun 2018. Porsi kedua jenis kredit berdasarkan sektor ekonomi ini adalah sebesar 4,27% dan 2,86% di tahun 2017. Tabel Komposisi Kredit dan Pembiayaan Syariah (Dalam Rp juta) Pertumbuhan 2018 2017 Perumahan 214.623.664 181.286.489 33.337.175 18,39% Konstruksi 10.837.419 8.504.791 2.332.628 27,43% Jasa usaha 8.005.132 5.696.110 2.309.022 40,54% Perdagangan restoran dan hotel 1.303.412 1.557.731 (254.319) (16,33%) Jasa-jasa sosial/masyarakat Transportasi, pergudangan dan komunikasi Manufaktur Nominal Persentase 780.783 836.737 (55.954) (6,69%) 1.225.355 202.793 1.022.562 504,24% 157.818 153.708 4.110 2,67% Pertambangan 87.799 164.435 (76.636) (46,61%) Listrik, gas dan air 89.603 128.923 (39.320) (30,50%) Pertanian 37.055 63.377 (26.322) (41,53%) Lain-lain Total-gross (RHS) CKPN Total-Neto 609.634 395.487 214.147 (54,15%) 237.757.674 198.990.581 38.767.093 (19,48%) (3.298.132) (2.355.987) (942.145) 39,99% 234.459.542 196.634.594 37.824.948 19,24% Perseroan mampu mengelola kualitas kredit dengan baik di tahun 2018 dengan kolektibilitas kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: Tabel Kredit dan Pembiayaan Syariah per Kolektibilitas (Dalam Rp juta) Pertumbuhan 2018 2017 210.776.397 176.247.277 34.529.120 20.282.599 17.455.231 2.827.368 16,20% Kurang lancar 569.932 236.411 333.521 141,08% Diragukan 473.366 348.530 124.836 35,82% Lancar Dalam perhatian khusus Macet Total 194 Nominal Persentase 19,59% 5.655.380 4.703.132 952.248 20,25% 237.757.674 198.990.581 38.767.093 19,48% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 194 07/05/19 22.47
  197. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Perseroan mengalokasikan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp3,30 triliun di tahun 2018, atau mengalami kenaikan sebesar 39,99% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,36 triliun. Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah yang dibentuk telah memadai. Fungsi pengawasan kredit Perseroan berfokus pada pencegahan penurunan kualitas portofolio kredit dan aktivitas penyaluran kredit yang tidak sehat yang dapat mengakibatkan timbulnya kerugian. Risiko kredit dikelola dan di atasi dengan membuat pembatasan penyaluran kredit (credit limit) dan kebijakan penyaluran kredit yang seragam, melakukan pengawasan individual portofolio secara periodik dan pengukuran tingkat kolektibilitas portofolio kredit. Selain itu, Perseroan telah mematuhi ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK), baik terhadap pihak-pihak berelasi maupun kepada pihak yang tidak berelasi. Tagihan Akseptasi Tagihan akseptasi Perseroan di tahun 2018 mencapai Rp528,15 miliar, pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp520,07 miliar dari tahun 2017 yang sebesar Rp8,08 miliar. Peningkatan tagihan akseptasi Perseroan khususnya berasal dari tagihan kepada nasabah dalam mata uang rupiah berupa Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Bunga yang masih akan diterima Sejalan dengan peningkatan kredit yang diberikan dan investasi atas obligasi Pemerintah, Perseroan membukukan kenaikan bunga yang masih akan diterima sebesar Rp2,96 triliun di tahun 2018. Pencapaian ini tumbuh 28,87% dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp2,30 triliun. Bunga yang masih akan diterima dari kredit yang diberikan naik menjadi Rp2,86 triliun di tahun 2018, tumbuh 30,56% dari Rp2,19 triliun di tahun sebelumnya. Sementara itu, bunga yang masih akan diterima yang berasal dari obligasi pemerintah adalah sebesar Rp77,75 miliar atau tumbuh 0,93% dari Rp77,04 miliar di tahun 2017. Aset tetap Nilai aset tetap bersih Perseroan mencapai Rp5,02 triliun di tahun 2018, tumbuh 3,73% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp4,84 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan nilai aset tetap bersih terutama dipengaruhi oleh meningkatnya nilai tanah, bangunan, dan peralatan kantor & kendaraan bermotor masing-masing sebesar Rp3,63 triliun, Rp1,50 triliun dan Rp2,27 triliun di tahun 2018 dibandingkan Rp3,58 triliun, Rp1,35 triliun dan Rp1,95 triliun pada periode tahun sebelumnya. Aset lainnya Aset lainnya terdiri dari komponen aset di luar yang telah disebutkan di atas. Secara kumulatif, aset lainlain Perseroan sebesar Rp3,52 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp2,86 triliun. Porsi terbesar dari aset lainnya adalah akun aset lain-lain bersih yang mencapai Rp3,26 triliun di tahun 2018 dari Rp2,69 triliun pada tahun sebelumnya. Liabilitas Tabel Liabilitas (Dalam Rp juta) 2018 Liabilitas segera 2017 Pertumbuhan Nominal Persentase 2.301.930 2.813.874 (511.944) (18,19%) Simpanan dari nasabah 211.034.488 177.091.421 33.943.067 19,17% Simpanan dari bank lain (40,90%) 2.992.579 5.063.433 (2.070.854) Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 935.000 1.385.000 (450.000) (32,49%) Liabilitas Akseptasi 528.148 8.081 520.067 6435,68% Surat-surat berharga yang diterbitkan 20.644.760 20.480.459 164.301 0,80% Pinjaman diterima 15.499.493 7.991.053 7.508.440 93,96% 2.999.519 2.999.319 200 0,01% Pinjaman subordinasi Liabilitas lainnya 6.848.100 6.104.823 743.277 12,18% Jumlah Liabilitas 263.784.017 223.937.463 39.846.554 17,79% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 195 195 07/05/19 22.47
  198. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Grafik Komposisi CASA Simpanan dari Nasabah dan Dana Syirkah Temporer 229 .83 Liabilitas segera Untuk menopang pertumbuhan kredit yang tinggi, Perseroan harus dapat menghimpun dana dari nasabah dalam jumlah besar. Pada tahun 2018, Perseroan mampu meningkatkan posisi simpanan dari nasabah termasuk dana syirkah temporer dari Rp192,47 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp229,83 triliun pada tahun 2018 atau naik sebesar 19,41%. Rasio giro dan tabungan atau CASA terhadap total DPK Perseroan sebesar 43,48% pada tahun 2018 dibandingkan 49,67% pada tahun sebelumnya. Penurunan rasio CASA ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan deposito berjangka sebesar 34,10% menjadi Rp129,90 triliun di tahun 2018 dibandingkan Rp96,87 triliun setahun sebelumnya. Komposisi DPK Perseroan pada tahun 2017-2018 dapat dilihat pada grafik di atas. Liabilitas segera Perseroan mengalami penurunan di tahun 2018 menjadi Rp2,30 triliun, turun 18,19% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,81 triliun. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya deposito berjangka jatuh tempo menjadi Rp62,87 miliar di tahun 2018 dari Rp501,04 miliar di tahun sebelumnya. Deposito berjangka jatuh tempo merupakan deposito berjangka yang telah jatuh tempo namun belum diambil oleh nasabah. Strategi Perseroan dalam menghimpun simpanan dari nasabah adalah fokus pada dana ritel berbiaya murah, dengan tujuan untuk meningkatkan rasio CASA secara bertahap. Peningkatan CASA dilakukan melalui berbagai program promosi yang menarik, kampanye undian berhadiah, serta penyempurnaan produkproduk Tabungan dan Giro melalui pengembangan digital dan electronic banking. 192,47 160.19 127.75 106.48 96,87 6.49% 6.00% 65.62 57.70 79.52 5.23% 34.83 5.20% 129,90 5.77% 40.95 41.88 30.76 25.55 23.23 31.37 45.85 54.66 58.05 Dec 14 Dec 15 Dec 16 Dec 17 Dec 18 Current Account Saving Account Time Deposit Total Deposit Blended Cost of Fund Simpanan dari nasabah Dana pihak ketiga (DPK) berupa simpanan dari nasabah dalam bentuk giro, tabungan dan deposito. Secara kumulatif, total DPK sebesar Rp211,03 triliun di tahun 2018, tumbuh 19,17% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp177,09 triliun. Dana Syirkah Temporer Tabel Dana Syirkah Temporer (Dalam Rp juta) Simpanan nasabah Simpanan dari bank lain Jumlah Dana Syirkah Temporer Pertumbuhan 2018 2017 18.794.497 15.382.372 3.412.125 22,18% 17.232 381.998 (364.766) (95,49%) 18.811.729 15.764.370 3.047.359 19,33% Nominal Persentase Perseroan mampu membukukan dana syirkah temporer senilai Rp18,81 triliun, naik 19,33% dari posisi tahun sebelumnya Rp15,76 triliun. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan simpanan nasabah yang mencapai Rp18,79 triliun di tahun 2018 dari sebesar Rp15,38 triliun di tahun sebelumya. Simpanan dari bank lain Simpanan dari bank lain mengalami penurunan sebesar 40,90% menjadi Rp2,99 triliun di tahun 2018 terutama disebabkan oleh perolehan simpanan dari bank lain berupa deposito yang turun menjadi sebesar Rp2,97 triliun dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,04 triliun. Pada tahun 2018 total simpanan dari bank lain mencapai Rp2,99 triliun dari sebesar Rp5,06 triliun di tahun sebelumnya. 196 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 196 07/05/19 22.47
  199. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Perseroan melakukan transaksi efek yang dijual dengan janji dibeli kembali atau repurchase order (repo) dengan pihak ketiga yakni Deutsche bank dan Standard Chartered Bank di tahun 2018. Nilai transaksi repo tersebut adalah sebesar Rp935 miliar di tahun 2018 atau turun 32,49% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp1,39 triliun. Penurunan ini seiring dengan berkurangnya transaksi repo dengan Standard Chartered Bank menjadi Rp435,00 miliar dari Rp885,00 miliar di tahun 2017. Liabilitas Akseptasi Liabilitas akseptasi Perseroan mencapai Rp528,15 miliar di tahun 2018. Pencapaian tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp520,07 miliar atau sebesar 6.435,68% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,08 miliar. Peningkatan liabilitas akseptasi khususnya berasal dari Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) kepada pihak berelasi sebesar Rp520,07 miliar Surat-surat berharga yang diterbitkan Perseroan secara aktif dan berkelanjutan menerbitkan surat-surat berharga (obligasi) di pasar modal Indonesia yang disajikan di tabel berikut: Tabel Surat Berharga yang Diterbitkan Nama Obligasi Jumlah Nominal (Rp juta) Jangka Waktu Jatuh Tempo 25 Juli 1994 Tingkat Bunga Obligasi Bank BTN I Tahun 1989 50.000 5 tahun 18,75% tetap Obligasi Bank BTN II Tahun 1990 50.000 5 tahun 1 Juni 1995 16,25% tetap Obligasi Bank BTN III Tahun 1991 50.000 5 tahun 11 November 1996 20,00% tetap Obligasi Bank BTN IV Tahun 1991 100.000 5 tahun 23 Januari 1996 17,00% tetap Obligasi Bank BTN V Tahun 1993 150.000 5 tahun 31 Juli 1998 15,25% tetap untuk tahun pertama BTN dan kedua, mengambang untuk tahun berikutnya hingga jatuh tempo Obligasi Bank BTN VI Tahun 1995 350.000 5 tahun 21 Desember 2000 17,25% tetap untuk tahun pertama, mengambang untuk tahun berikutnya hingga jatuh tempo Obligasi Bank BTN VII Tahun 1996 200.000 5 tahun 22 Juli 2001 17,125% tetap untuk tahun pertama, mengambang untuk tahun berikutnya hingga jatuh tempo Obligasi Bank BTN VIII Tahun 1997 400.000 5 tahun 18 Juli 2002 14,15% tetap Obligasi Bank BTN IX Tahun 2003 750.000 5 tahun 2 Oktober 2008 12,50% tetap Obligasi Bank BTN X Tahun 2004 750.000 5 tahun 25 Mei 2009 12,20% tetap Obligasi Bank BTN XI Tahun 2005 750.000 5 tahun 6 Juli 2010 12,00% tetap Obligasi Bank BTN XII Tahun 2006 1.000.000 10 tahun 19 September 2016 12,75% tetap Obligasi Bank BTN XIII Tahun 2009 Seri A 300.000 3 tahun 29 Mei 2012 11,75% tetap Obligasi Bank BTN XIII Tahun 2009 Seri B 300.000 4 tahun 29 Mei 2013 12,00% tetap Obligasi Bank BTN XIII Tahun 2009 Seri C 900.000 5 tahun 29 Mei 2014 12,25% tetap Obligasi Bank BTN XIV Tahun 2010 1.650.000 10 tahun 11 juni 2020 10,25% tetap Obligasi Bank BTN XV Tahun 2011 1.300.000 10 tahun 28 juni 2021 9,50% tetap Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012 2.000.000 10 tahun 5 Juni 2022 7,90% tetap Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 2.000.000 10 tahun 27 maret 2023 7,90% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri A 900.000 3 tahun 8 Juli 2018 9,63% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri B 500.000 5 tahun 8 Juli 2020 9,88% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri C 800.000 7 tahun 8 Juli 2022 10,00% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 Seri D 800.000 10 tahun 8 Juli 2025 10,50% tetap Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 197 197 07/05/19 22.47
  200. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Tabel Surat Berharga yang Diterbitkan Nama Obligasi Jumlah Nominal (Rp juta) Jangka Waktu Jatuh Tempo Tingkat Bunga Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri A 1.347.000 3 tahun 30 Agustus 2019 8,20% tetap Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 Seri B 1.653.000 5 tahun 30 Agustus 2021 8,75% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri A 1.466.000 3 tahun 13 Juli 2020 8,30% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri B 1.295.000 5 tahun 13 Juli 2022 8,50% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri C 853.000 7 tahun 13 Juli 2024 8,70% tetap Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Seri D 1.386.000 10 tahun 13 Juli 2027 8,90% tetap 250.000 10 tahun 25 Mei 2014 12,60% tetap untuk tahun pertama sampai tahun kelima, 22,60% tetap untuk tahun keenam sampai tahun kesepuluh jika Bank tidak melakukan opsi beli pada tahun kelima sejak tanggal penerbitan Obligasi Subordinasi Bank BTN I Tahun 2004 Selain obligasi dan obligasi subordinasi, Perseroan juga menerbitkan Negotiable Certificate of Deposits (NCD) pada tanggal 5 Oktober 2017 sebesar Rp1,05 triliun yang terbagi dalam 2 (dua) seri yakni Seri A sejumlah Rp230,00 miliar dengan bunga tetap 6,00% per tahun dan jatuh tempo 3 April 2018; dan Seri B sejumlah Rp820,00 miliar dengan bunga tetap 6,25% per tahun dan jatuh tempo 5 Oktober 2018. Pada tanggal 13 Desember 2017, Perseroan menerbitkan Negotiable Certificate of Deposits (NCD) Tahap IV Tahun 2017 dengan nilai pokok sebesar Rp540.000 dalam 3 (tiga) seri sebagai berikut: • Seri A: Nilai pokok NCD sebesar Rp160.000 dengan tingkat bunga sebesar 5,90% per tahun, untuk jangka waktu 181 (seratus delapan puluh satu) hari dan telah jatuh tempo pada tanggal 12 Juni 2018. NCD tersebut diterbitkan sebesar 97,12%. • Seri B: Nilai pokok NCD sebesar Rp320.000 dengan tingkat bunga sebesar 6,20% per tahun, untuk jangka waktu 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Desember 2018. NCD tersebut diterbitkan sebesar 94,08%. • Seri C: Nilai pokok NCD sebesar Rp60.000 dengan tingkat bunga sebesar 6,60% per tahun, untuk jangka waktu 730 (tujuh ratus tiga puluh) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal 13 Desember 2019. NCD tersebut diterbitkan sebesar 88,19%. 198 Pada tanggal 18 Juli 2018, Perseroan menerbitkan Negotiable Certificate of Deposits (NCD) Tahap II Tahun 2018 dengan nilai pokok sebesar Rp 690.000 dalam 2 (dua) seri sebagai berikut: • Seri A: Nilai pokok NCD sebesar Rp 520.000 dengan tingkat bunga sebesar 7,60% per tahun, untuk jangka waktu 181 (seratus delapan puluh satu) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 2019. NCD tersebut diterbitkan sebesar 96,32%. • Seri B: Nilai pokok NCD sebesar Rp 170.000 dengan tingkat bunga sebesar 7,70% per tahun, untuk jangka waktu 365 (tiga ratus enam puluh lima) hari dan akan jatuh tempo pada tanggal 16 Juli 2019. NCD tersebut diterbitkan sebesar 92,80%. Sampai dengan periode 31 Desember 2018, surat-surat berharga yang diterbitkan Perseroan dan belum jatuh tempo sebesar Rp20,77 triliun dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp20,48 triliun. Pinjaman diterima Pinjaman yang diterima terdiri dari pinjaman bank lain yang diperoleh dari Bank Central Asia (BCA). Sementara itu dari pihak berelasi, Perseroan memperoleh pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk jatuh tempo pada tanggal 7 Desember 2018 dan telah dilunasi oleh Perseroan pada tanggal Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 198 07/05/19 22.47
  201. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited jatuh tempo . Pinjaman yang diterima Perseroan per Desember 2018 mencapai Rp15,50 triliun, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp7,99 triliun per Desember 2017. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pinjaman diterima dari BCA dan SMF menjadi Rp5,00 triliun dan Rp8,07 triliun dari posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,00 triliun dan Rp4,60 triliun. Pada tahun 2018 Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi dari luar negeri dan dalam negeri dalam bentuk USD dimana beberapa lender yang ikut dalam sindikasi tersebut adalah PT Bank SBI Indonesia, PT Bank Shinhan Indonesia, The Korea Development Bank Cabang Singapura, DBS Bank Ltd, OverseaChinese Banking Corporation Limited dan PT ANZ Indonesia Bank dengan plafond sebesar Rp1,86 triliun, dan per Desember 2018 telah ditarik sebesar Rp1,43 triliun. Selain itu Perseroan juga memperoleh pinjaman bilateral dari PT Bank DKI sebesar Rp1 triliun. Semua pinjaman tersebut tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis dan operasional Perseroan. dengan suku bunga 9,00% dilakukan dalam 2 (dua) kali tahapan pencairan. Pencairan tahap ke-1 pada 30 Mei 2016 sebesar Rp1,50 triliun dan tahap ke-2 pada 20 Juni 2016 sebesar Rp1,50 triliun. Jangka waktu Pinjaman Subordinasi adalah 5 tahun (60 bulan) yang akan jatuh tempo masing-masing pada 30 Mei 2021 dan 20 Juni 2021. Pinjaman subordinasi ini telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-69/PB.31/2016 tanggal 30 Juni 2016. Pinjaman subordinasi Perseroan membukukan kenaikan ekuitas sebesar 10,05% dari Rp21,66 triliun menjadi Rp23,84 triliun di tahun berikutnya. Pertumbuhan ekuitas ini terutama disebabkan oleh peningkatan saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya menjadi sebesar Rp10,75 triliun dari Rp8,33 triliun di tahun sebelumnya. Akun ini merupakan fasilitas pemberian Pinjaman Subordinasi yang diperoleh dari PT SMF (Persero) yang ditujukan untuk mendukung Program Sejuta Rumah. Pinjaman Subordinasi sebesar Rp3,00 triliun Liabilitas lainnya Liabilitas lainnya terdiri dari beberapa akun dalam liabilitas yang tidak dijelaskan sebelumnya. Secara kumulatif, total liabilitas lainnya mencapai sebesar Rp6,85 miliar di tahun 2018 dan dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp6,10 triliun. Porsi terbesar dari akun ini adalah liabilitas dana jaminan pengembang (kewajiban pada pihak ketiga) yang mencapai Rp5,35 triliun di tahun 2018 dari sebesar Rp4,47 triliun di tahun sebelumnya. Ekuitas Tabel Ekuitas (Dalam Rp juta) 2018 2017 Pertumbuhan Nominal Persentase Modal ditempatkan dan disetor penuh 5.295.000 5.295.000 - 0,00% Tambahan modal disetor 2.054.454 2.054.454 - 0,00% Kerugian neto yang bekum direalisasi atas efek-efek dan obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual, setelah pajak tangguhan (107.430) (21.742) (85.688) (394,11%) (82.886) (143.158) 60.272 42,10% Pengukuran kembali program imbalan pasti Surplus revaluasi aset tetap 2.966.991 2.966.991 - 0,00% Saldo laba 13.714.319 11.511.889 2.202.430 19,13% Telah ditentukan penggunaannya 10.749.657 8.327.684 2.421.973 29,08% Belum ditentukan penggunaannya 2.964.662 3.184.205 (219.543) (6,89%) 23.840.448 21.663.434 2.177.014 10,05% Total Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 199 199 07/05/19 22.47
  202. ANALISIS KINERJA KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI Perseroan berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp2 ,81 triliun pada tahun 2018 atau turun sebesar 7,25% dari tahun 2017 yang sebesar Rp3,03 triliun. Penurunan laba bersih sejalan dengan persiapan penerapan PSAK 71 yang akan mulai berlaku efektif tahun 2020 sehingga Bank BTN menerapkan pencadangan yang lebih korservatif dengan meningkatkan beban pencadangan sebesar 93,45% dari Rp883,45 miliar menjadi Rp1,71 triliun di tahun 2018, sehingga meskipun pendapatan operasional naik namun laba bersih mengalami penyesuaian. Tabel Laba Rugi (Dalam Rp juta) Pendapatan Bunga Pendapatan Bagi Hasil Total Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil Beban Bunga Beban Pendanaan Lainnya Bonus Simpanan Wadiah Pertumbuhan 2018 2017 20.781.512 18.446.732 2.334.780 12,66% 2.070.246 1.644.868 425.378 25,86% Nominal Persentase 22.851.758 20.091.600 2.760.158 13,74% (11.627.554) (9.805.116) (1.822.438) 18,59% (128.826) (113.773) (15.053) 13,23% (12.436) (11.753) (683) 5,81% (993.765) (820.018) (173.747) 21,19% (12.762.581) (10.750.660) (2.011.921) 18,71% 10.089.177 9.340.940 748.237 8,01% Pungutan administrasi & kredit yang diberikan 819.837 750.364 69.473 9,26% Pendapatan dari penerimaan kredit yang dihapusbukukan 130.900 138.972 (8.072) (5,81%) Keuntungan penjualan efek-efek - neto 437.553 294.486 143.067 48,58% 8.586 101.934 (93.348) (91,58%) Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar efek-efek neto 30.316 8.145 22.171 272,20% Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar obligasi pemerintah 11.999 - - - 632.403 312.030 320.373 102,67% 2.071.594 1.605.931 465.663 29,00% (1.714.427) (884.401) (830.026) 93,85% Umum dan administrasi (3.225.353) (2.952.916) (272.437) 9,23% Gaji dan tunjangan pengurus & karyawan (2.876.562) (2.554.429) (322.133) 12,61% - (1.801) 1.801 - Premi program penjaminan Pemerintah (401.532) (346.755) (54.777) 15,80% Lain-lain (349.097) (314.666) (34.431) 10,94% (6.852.544) (6.170.567) (681.977) 11,05% 3.593.800 3.891.903 (298.103) (7,66%) 16.475 (30.348) 46.823 154,29% 3.610.275 3.861.555 (251.280) (6,51%) Hak Pihak Ketiga atas Bagi hasil Mudharabah Total Beban Bunga dan Bagi Hasil Pendapatan Bunga dan Bagi Hasil-Neto Pendapatan/(beban) operasional lainnya Keuntungan dari penjualan obligasi pemerintah - neto Lain-lain Total Pendapatan Operasional Lainnya Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-aset keuangan Beban operasional lainnya: Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar obligasi pemerintah - neto Total Beban Operasional Lainnya Laba Operasional Pendapatan Bukan Operasional - Neto Laba Sebelum Beban Pajak Beban Pajak - Neto (802.352) (834.089) 31.737 3,80% Laba Tahun Berjalan 2.807.923 3.027.466 (219.543) (7,25%) (25.416) 29.213 (54.629) (187,00%) 2.782.507 3.056.679 (274.172) (8,97%) 265 286 (21) (7,34%) Penghasilan komprehensif lainnya setelah pajak penghasilan Jumlah laba komprehensif Laba per Saham Dasar 200 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 200 07/05/19 22.47
  203. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Pendapatan bunga Tabel Pendapatan Bunga (Dalam Rp juta) Pertumbuhan 2018 2017 20.135.848 17.640.553 2.495.295 14,15% 24.002 34.513 (10.511) (30,46%) Tersedia untuk dijual 392.289 521.339 (129.050) (24,75%) Dimiliki hingga jatuh tempo 229.373 250.329 (20.956) (8,37%) 20.781.512 18.446.734 2.334.778 12,66% Kredit yang diberikan dan piutang Nilai wajar melalui laba rugi Jumlah Nominal Persentase Beban bunga Secara kumulatif, pendapatan bunga Perseroan mencapai Rp20,78 triliun di tahun 2018, tumbuh 12,66% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp18,45 triliun. Peningkatan ini terutama ditopang oleh kenaikan berkelanjutan atas pendapatan bunga dari kredit yang diberikan dan pembiayaan syariah sebesar 14,15% dari Rp17,64 triliun di tahun 2017 menjadi Rp20,14 triliun di tahun 2018. Kontribusi dari pendapatan bunga ini adalah sebesar 96,89% di tahun 2018, meningkat dari porsi tahun sebelumnya sebesar 95,63%. Perseroan membukukan beban bunga sebesar Rp11,63 triliun atau naik 18,59% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp9,81 triliun. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh bertambahnya beban deposito berjangka menjadi Rp6,12 triliun di tahun 2018 dari Rp5,13 triliun satu tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan DPK yang bersumber dari deposito berjangka. Kenaikan beban bunga lain juga dibukukan oleh akun surat berharga yang diterbitkan dan tabungan masing-masing menjadi Rp1,75 triliun dan Rp1,43 triliun ditengah peningkatan kedua akun ini di tahun 2018. Tabel Beban Bunga (Dalam Rp juta) 2018 Deposito berjangka Pertumbuhan 2017 Nominal Persentase 6.121.822 5.129.165 992.657 19,35% - - - - Surat berharga yang diterbitkan 1.753.488 1.520.084 233.404 15,35% Tabungan 1.433.139 1.187.888 245.251 20,65% Giro 925.651 802.585 123.066 15,33% Pinjaman diterima 737.136 566.758 170.378 30,06% Pinjaman subordinasi 270.200 270.200 0 0,00% Simpanan dari bank lain 291.627 236.255 55.372 23,44% Sertifikat deposito Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Jumlah 94.491 92.181 2.310 2,51% 11.627.554 9.805.116 1.822.438 18,59% Dengan memperhitungkan beban bunga di atas ditambah beban pendanaan lainnya sebesar Rp128,83 miliar, bonus simpanan wadiah senilai Rp12,44 miliar dan hak pihak ketiga atas bagi hasil mudharabah sebesar Rp993,76 miliar, Perseroan mampu membukukan pendapatan bunga dan bagi hasil neto sebesar Rp10,09 triliun di tahun 2018. Pendapatan operasional lainnya Pendapatan operasional lainnya secara kumulatif mencapai Rp2,07 triliun di tahun 2018, naik 29,00% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp1,61 triliun. Porsi terbesar berasal dari pungutan administrasi dan denda atas simpanan dan kredit yang diberikan sebesar Rp819,84 miliar dibandingkan Rp750,36 miliar di tahun 2017. Kontribusi terbesar lainnya berasal dari pendapatan lain-lain yang terdiri dari Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 201 201 07/05/19 22.47
  204. ANALISIS KINERJA KEUANGAN pendapatan yang bersumber dari jasa perbankan ; jasa penagihan; dan lainnya. Pendapatan operasional lainnya mencapai Rp632,40 miliar di tahun 2018, naik 102,67% dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp312,03 miliar. Komposisi pendapatan operasional lainnya didominasi oleh pendapatan yang bersumber dari Jasa Perbankan, Servicing Fee Sekuritisasi Aset dan lainnya dengan porsi sebesar 25,86%, 18,60% dan 52,17% di tahun 2018 dibandingkan 49,43%, 14,14% dan 30,58% di tahun 2017. Kedepan, Perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan operasional lainnya atau fee-based income, yang saat ini masih dirasakan kecil kontribusinya terhadap total pendapatan. Beberapa transaksi perbankan yang diharapkan meningkatkan fee based income adalah transaksi wealth management dan bancassurance, transaksi dari bisnis kartu, serta peningkatan transaksi perbankan melalui platform digital dan elektronik. Grafik Pendapatan Operasional Lainnya 2017-2018 (Persentase %) 31% 49% 52% 26% 3% 2017 2018 Jasa Perbankan Jasa Penagihan Payments Point Servicing Fee sekuritisasi aset Lainnya 14% 6% 19% Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-aset keuangan Jasa perbankan terdiri dari pendapatan dari transaksi transfer dana, pendapatan sewa safe deposit box dan pendapatan administrasi layanan ATM. Lainnya terutama terdiri dari provisi atas garansi bank yang diterbitkan, komisi yang diterima dari perusahaan asuransi atas produk asuransi yang terjual melalui Perseroan, pembalikan atas cadangan risiko pajak serta pembalikan cadangan operasional terkait dengan kasus pemalsuan bilyet deposito yang kasusnya telah dimenangkan oleh Perseroan di tingkat Mahkamah Agung. Perseroan membukukan penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-aset keuangan sebesar Rp1,71 triliun di tahun 2018 atau lebih tinggi 93,85% dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang mencapai Rp884,40 miliar. Dari jumlah tersebut, penyisihan kerugian untuk kredit diberikan memiliki porsi terbesar yang mencapai 99,69% atau setara dengan Rp1,71 triliun di tahun 2018 sejalan dengan pertumbuhan kredit yang diberikan. Tabel Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dan Non-Aset Keuangan (Dalam Rp juta) 2018 Kredit yang diberikan Efek-efek Penyertaan saham 2017 Pertumbuhan Nominal Persentase 1.709.059 883.450 825.609 93,45% 5.250 482 4.768 989,21% - 270 (270) 100% Giro pada bank-bank lain 22 214 (192) (89,72%) Properti terbengkalai 96 (15) 111 740,00% 1.714.427 884.401 830.026 93,85% Total 202 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 202 07/05/19 22.47
  205. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Beban operasional lainnya Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited naik dari Rp2 ,55 triliun di tahun 2017 menjadi Rp2,88 triliun di tahun berikutnya dengan pertumbuhan sebesar 12,61%. Dilihat dari kontribusinya, beban ini memiliki porsi signifikan terhadap jumlah beban operasional lainnya sebesar 41,98% di tahun 2018 dari porsi tahun sebelumnya sebesar 41,40%. Selain itu, beban umum dan administrasi adalah akun yang memiliki nilai terbesar dari beban operasional lainnya dengan kontribusi sebesar 47,07% atau setara dengan Rp3,23 triliun, lebih tinggi 9,23% dibandingkan posisi tahun 2017 sebesar Rp2,95 triliun. Kenaikan akun ini juga memberikan pengaruh atas kenaikan beban operasional lainnya. Beban operasional lainnya terdiri dari beban umum dan administrasi, beban gaji dan tunjangan karyawan, kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar obligasi pemerintah, premi program penjaminan pemerintah dan beban lain-lain. Total beban operasional lainnya mencapai Rp6,85 triliun di tahun 2018, naik 11,05% dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp6,17 triliun sejalan dengan ekspansi bisnis Perseroan di periode tersebut. Kenaikan ini terutama terutama dipengaruhi oleh peningkatan beban gaji dan tunjangan karyawan yang Tabel Beban Operasional Lainnya (Dalam Rp juta) 2018 2017 Pertumbuhan Nominal Persentase Umum dan administrasi 3.225.353 2.952.916 272.437 9,23% Gaji dan tunjangan karyawan 2.876.562 2.554.429 322.133 12,61% - 1.801 (1.801) 100,00% Premi program penjaminan pemerintah 401.532 346.755 54.777 15,80% Lain-lain 349.097 314.666 34.431 10,94% 6.852.544 6.170.567 681.977 11,05% Kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar obligasi pemerintah Jumlah beban operasional lainnya Dengan memperhitungkan pendapatan bunga – neto sebesar Rp10,09 triliun dan pendapatan operasional lainnya sebesar Rp2,07 triliun dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan dan non-aset keuangan serta beban operasional lainnya masingmasing sebesar Rp1,71 triliun dan Rp6,85 triliun, Perseroan membukukan laba operasional senilai Rp3,59 triliun. Pencapaian ini lebih rendah 7,66% dibandingkan posisi tahun 2017 sebesar Rp3,89 triliun. Perseroan mencapai pendapatan bukan operasional sebesar Rp.16,48 miliar meningkat 154,29% dari pencapaian beban bukan operasional di tahun sebelumnya sebesar Rp.30,35 miliar. Pencapaian laba sebelum pajak menjadi Rp3,61 triliun setelah memperhitungkan pendapatan bukan operasional neto. Setelah dikurangi dengan beban pajak, laba tahun berjalan Perseroan pada tahun 2018 turun 7,25% menjadi Rp2,81 triliun. Penurunan laba bersih sejalan dengan persiapan penerapan PSAK 71 yang akan mulai berlaku efektif tahun 2020 sehingga Perseroan menerapkan pencadangan yang lebih konservatif dengan meningkatkan beban pencadangan sebesar 93,45% dari Rp883,45 miliar menjadi Rp1,71 triliun di tahun 2018, sehingga meskipun pendapatan operasional naik namun laba bersih mengalami penyesuaian. Sementara itu, jumlah laba komprehensif di tahun 2018 mencapai Rp2,78 triliun setelah dikurangi rugi komprehensif lainnya setelah pajak sebesar Rp25,42 miliar. ARUS KAS Kenaikan kas dan setara kas tahun 2018 adalah sebesar Rp5,88 triliun sehingga saldo kas dan setara kas pada tahun 2018 adalah sebesar Rp44,72 triliun meningkat 15,13% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp38,84 triliun. Peningkatan tersebut terutama berasal dari aktivitas pendanaan Perseroan sebesar Rp6,60 triliun yang bersumber dari aktivitas penerimaan pinjaman dan penerbitan surat berharga. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 203 203 07/05/19 22.47
  206. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Tabel Arus Kas (Dalam Rp juta) 2018 2017 Pertumbuhan Nominal Persentase Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas operasi (2.410.430) 299.688 (2.710.118) (904,31%) Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas investasi 1.689.493 832.608 856.885 102,92% Kas neto (digunakan untuk)/diperoleh dari aktivitas pendanaan 6.598.304 8.097.145 (1.498.841) (18,51%) (Penurunan)/Kenaikan Neto Kas Dan Setara Kas 5.877.367 9.229.441 (3.352.074) (36,32%) Kas Dan Setara Kas Awal Tahun 38.837.639 29.608.198 9.229.441 31,17% Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun 44.715.006 38.837.639 5.877.367 15,13% Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan membukukan kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp2,41 triliun di tahun 2018, naik 904,31% dari kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp299,69 miliar di tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh peningkatan penerimaan bunga, bagi hasil dan marjin sehingga penerimaan kas sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi naik menjadi Rp3,59 triliun di tahun 2018 dibandingkan Rp3,12 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan dalam aset operasi dibandingkan kenaikan dalam liabilitas operasi menyebabkan kas neto digunakan untuk aktivitas operasi menjadi sebesar Rp2,41 triliun, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun sebelumnya senilai Rp299,69 miliar. Arus kas dari aktivitas investasi Perseroan mampu membukukan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp1,69 triliun terutama disebabkan oleh berkurangnya pembelian efek-efek tersedia untuk dijual menjadi sebesar Rp1,09 triliun di tahun 2018 dari sebesar Rp743 miliar di tahun sebelumnya. Komponen penambah kas dari aktivitas operasi lainnya berasal dari penerimaan obligasi pemerintah yang dimiliki hingga jatuh tempo sebesar Rp944,57 miliar ditahun 2018 meningkat dari sebesar Rp14,05 miliar di tahun 2017. Perseroan mampu membukukan kas neto dari aktivitas investasi sebesar Rp1,69 triliun, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun sebelumnya senilai Rp832,61 miliar. Arus kas dari aktivitas pendanaan Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan secara kumulatif mencapai Rp6,60 triliun di tahun 2018 dibandingkan perolehan Perseroan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp8,10 triliun pada 204 tahun sebelumnya. Hal ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya penerimaan dari surat-surat yang diterbitkan di tahun 2018 menjadi sebesar Rp1,04 triliun dari Rp5,83 triliun di tahun sebelumnya. Kas dan setara kas akhir periode Kenaikan bersih kas dan setara kas sebesar Rp5,88 triliun di tahun 2018 yang dikombinasikan dengan profil posisi kas dan setara kas awal tahun yang kuat menyebabkan Perseroan mampu membukukan kas dan setara akhir tahun sebesar Rp44,72 triliun. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp38,84 triliun. KOMITMEN DAN KONTINJENSI Liabilitas komitmen Perseroan sebesar Rp21,89 triliun di tahun 2018 dari Rp18,74 triliun di tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik menjadi Rp21,89 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp18,74 triliun. Sementara itu, liabilitas kontinjensi Perseroan mengalami peningkatan menjadi Rp975,43 miliar di tahun 2018 dibandingkan Rp628,98 miliar di tahun 2017. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan liabilitas kontinjensi berupa garansi yang diterbitkan dari sebesar Rp3,00 triliun di tahun 2017 menjadi Rp3,79 triliun di tahun 2018. Sedangkan tagihan kontinjensi berupa pendapatan bunga dalam penyelesaian naik menjadi Rp2,82 triliun di tahun 2018 dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp2,37 triliun. Secara kumulatif, liabilitas kontinjensi – neto naik menjadi Rp975,43 miliar di tahun 2018 dari Rp628,98 miliar di tahun sebelumnya. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 204 07/05/19 22.47
  207. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Komitmen dan Kontinjensi (Dalam Rp juta)   Komitmen Kontinjensi Periode Keterangan 2018 2017 Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik 21.892.927 18.740.054  Jumlah liabilitas komitmen 21.892.927 18.740.054 2.818.535 2.372.209  (3.793.965) (3.001.188)  (975.430) (628.979)  Tagihan kontinjensi Liabilitas kontinjensi Liabilitas kontinjensi neto SUKU BUNGA DASAR KREDIT Peraturan OJK Nomor 32/POJK.03/2016 tentang Transparansi dan Publikasi Laporan Bank mewajibkan bank umum di Indonesia yang menyelenggarakan kegiatan usaha secara konvensional melaporkan dan mempublikasikan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dalam mata uang Rupiah. Ketentuan lain terkait transparansi informasi produk bank dan penggunaan data pribadi nasabah diatur secara lebih rinci pada Surat Edaran OJK Nomor 34/SEOJK.03/2017. Persero secara berkala memperbaharui SBDK sesuai dengan pergerakan suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia sebagaimana dijelaskan dalam tabel di bawah. Hal ini sejalan dengan tujuan penerapan transformasi SBDK untuk memberikan kejelasan dan memudahkan nasabah dalam mempertimbangkan manfaat, biaya dan risiko kredit. SBDK juga meningkatkan good governance dan mendorong persaingan yang sehat dalam industri perbankan antara lain melalui terciptanya disiplin pasar (market discipline) yang lebih baik. Suku Bunga Dasar Kredit Berdasarkan Segmentasi Kredit Kredit   Kredit Konsumsi Korporasi Ritel Mikro KPR Non KPR Maret 2018  11,00%  11,50%  n/a  10,25%  11,50% Juni 2018  11,00%  11,50%  n/a  10,25%  11,50% September 2018  11,25%  11,50%  n/a  10,50%  11,50% Desember 2018  11,25%  11,50%  n/a  10,50%  11,50%  11,00%  11,67%  n/a  10,25%  11,50% 2018 2017 Rata-rata 2017 ANALISA KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG DAN KOLEKTIBILITAS PIUTANG SERTA RASIO KEUANGAN YANG RELEVAN Rasio Keuangan Disamping menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis perbankan di Indonesia, Perseroan memiliki komitmen yang kuat untuk taat kepada beragam peraturan yang diterbitkan oleh regulator baik Bank Indonesia (BI) maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sejalan dengan ekspansi bisnis berkelanjutan Perseroan yang tetap dijalankan sesuai dengan beragam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku tersebut, Perseroan mampu memenuhi ketentuan terkait rasio-rasio keuangan yang diatur oleh regulator. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 205 205 07/05/19 22.47
  208. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Konsolidasi Rasio 2018 2017 Rasio Kinerja Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 18,21% 18,87% Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 2,50% 2,31% Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 2,65% 2,48% Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 1,30% 1,10% NPL gross 2,82% 2,66% NPL net 1,83% 1,66% Return on Asset (ROA) 1,34% 1,71% Return on Equity (ROE) 14,93% 18,11% Net Interest Margin (NIM) 4,32% 4,76% 85,58% 82,06% Loan to Deposit Ratio (LDR) 103,25% 103,13% Net Stable Funding Ratio (NSFR) 118,83% Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Kepatuhan 1. a. b. Persentase Pelanggaran BMPK   a.1. Pihak Terkait 0,00% 0,00% a.2. Pihak Tidak Terkait 0,00% 0,00% Persentase Pelampauan BMPK   b.1. Pihak Terkait 0,00% 0,00% b.2. Pihak Tidak Terkait 0,00% 0,00% 2. Giro Wajib Minimum (GWM) a. b.   GWM utama Rupiah   i.Konvensional 6,61% 7,02% ii.Syariah 5,30% 5,00% GWM Valuta Asing 8,69% 8,38% 1,55% 1,29% 3. Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan Rasio Likuiditas Mengacu kepada rasio-rasio keuangan Perseroan yang disajikan di atas, ketentuan tentang rasio permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas dan kepatuhan Bank mampu dipenuhi oleh Perseroan. Rasio likuiditas dipakai untuk mengetahui kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajibannya. Salah satu parameter utama dalam rasio likuiditas adalah pemenuhan rasio Giro Wajib Minimum (GWM). Perseroan menjaga GWM Utama dan GWM Sekunder yang pada tahun 2018 telah berubah menjadi Penyangga Likuiditas Makroprudential (PLM). Perseroan secara konsisten mampu memenuhi rasio tersebut melebihi batas minimal yang ditetapkan Bank Indonesia. Pencapaian Perseroan dalam pemenuhan rasio ini adalah sebagai berikut: Kemampuan Membayar Hutang dan Kolektibilitas Piutang Kemampuan Perseroan membayar kewajiban (utang) dapat diukur dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas. Rasio-rasio tersebut akan menjadi parameter bagi Perseroan dalam menghitung kemampuan Perseroan menyediakan cadangan likuiditas.  Kategori Mata uang  Utama Konvensional Syariah 206 Rupiah  Sekunder PLM 2018 2017 6,61% 7,02% - 6,42% 5,45% - Dollar AS  8,69% 8,38% Rupiah 5,30% 5,00% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 206 07/05/19 22.47
  209. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Parameter berikutnya adalah LDR dan LFR yang telah diubah menjadi RIM (Rasio Intermediasi Makroprudensial) pada tahun 2018. Loan to Deposit Ratio (LDR) merupakan salah satu parameter untuk mengukur rasio likuiditas yang sehat. Rasio ini adalah perbandingan antara jumlah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga terhadap dana pihak ketiga (simpanan nasabah). LDR Perseroan sebesar 103,25% dibandingkan rasio tahun sebelumnya 103,13% dikarenakan Perseroan memiliki sumber dana jangka panjang selain dana pihak ketiga untuk membiayai kreditnya. Rasio Intermediasi Makroprudential adalah rasio kredit yang diberikan kepada pihak ketiga dalam Rupiah dan valuta asing, tidak termasuk kredit kepada bank lain ditambahkan surat berharga yang dimiliki, terhadap: a. dana pihak ketiga yang mencakup giro, tabungan, dan deposito dalam Rupiah dan valuta asing, tidak termasuk dana antar bank; dan b. suratsurat berharga dalam Rupiah dan valuta asing yang memenuhi persyaratan tertentu yang diterbitkan oleh Perseroan. Batas angka RIM= 80% - 92% dengan KPMM insentif sebesar 14%. Rasio RIM Perseroan di tahun 2018 adalah sebesar 104,73%. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2018 Perseroan mampu melakukan ekspansi kredit dengan tetap menjaga kecukupan modal sebesar 18,21%. Perseroan juga mengelola cadangan likuiditas dalam bentuk secondary reserve yang juga menjadi komponen likuiditas dalam bentuk High Quality Liquid Asset, yang ditetapkan dalam jumlah optimal dalam rentang di atas batas minimum secondary reserve setiap hari sebagai pendukung kebutuhan likuiditas Perseroan dan pemeliharaan GWM dan PLM yg telah di tentukan oleh Bank Indonesia. Posisi secondary reserve Perseroan selalu terjaga di atas batas minimum secondary reserve selama tahun 2018. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Rasio Solvabilitas Rasio permodalan adalah salah satu parameter yang digunakan dalam mengukur rasio solvabilitas. Sesuai dengan komitmennya untuk menjalankan bisnis perbankan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, Perseroan memastikan Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio [CAR]) mampu memenuhi risiko kredit, risiko pasar dan risiko operasional. Sesuai dengan peraturan BI, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)/CAR yang ditetapkan BI untuk bank dengan profil risiko 2 adalah sebesar 9,16%. CAR adalah rasio modal terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) atau (Risk-Weighted Assets [RWA]). Jumlah modal untuk risiko kredit terdiri dari Modal Inti (“Tier I”) dan Modal Pelengkap (“Tier II”). Dalam rangka perhitungan Risiko Pasar, Perseroan dapat memasukkan komponen Modal Pelengkap Tambahan (“Tier III”) yaitu Pinjaman Subordinasi berjangka pendek yang memenuhi kriteria tertentu sebagai komponen Modal. Total modal Perseroan mencapai Rp23,33 triliun terdiri dari modal inti dan pelengkap masing-masing sebesar Rp20,46 triliun dan Rp2,87 triliun di tahun 2018, lebih tinggi dibandingkan posisi total modal tahun sebelumnya yang mencapai Rp22,09 triliun dengan modal inti dan pelengkap masing-masing senilai Rp18,73 triliun dan Rp3,37 triliun. Dengan membandingkan total modal dengan ATMR Perseroan sebesar Rp128,14 triliun di tahun 2018, rasio CAR adalah sebesar 18,21% lebih rendah dibandingkan dengan rasio CAR tahun sebelumnya sebesar 18,87%. Sementara itu, CAR untuk modal inti sebesar 15,99% di tahun 2017 menjadi 15,97% di tahun berikutnya. Selain hal tersebut, obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan telah mendapatkan peringkat idAA+ dari lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), dengan rincian sebagai berikut: No Obligasi 1. Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I Tahun 2017 Peringkat Lembaga Pemeringkat idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 2. Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap II Tahun 2016 idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 3. Obligasi Berkelanjutan II Bank BTN Tahap I Tahun 2015 idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 4. Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap II Tahun 2013 idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 5. Obligasi Berkelanjutan I Bank BTN Tahap I Tahun 2012 idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 6. Obligasi Bank BTN XV Tahun 2011 idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) 7. Obligasi Bank BTN XIV Tahun 2010 idAA+ Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Disamping peringkat obligasi tersebut di atas, Perseroan memiliki peringkat perusahaan idAA+ yang diterbitkan oleh Pefindo dan peringkat nasional jangka panjang AA(idn) serta peringkat nasional jangka pendek AA(idn). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 207 207 07/05/19 22.47
  210. ANALISIS KINERJA KEUANGAN Rasio Profitabilitas dan Efisiensi Kolektibilitas Kredit Untuk mengukur profitabilitas dan efisiensi kinerja Perseroan rasio-rasio keuangan yang digunakan oleh perbankan adalah Laba sebelum pajak terhadap Aset (ROA), Laba setelah pajak terhadap Ekuitas (ROE), Marjin Bunga Bersih (NIM), dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Perseroan memiliki komitmen menjaga kualitas aset produktif ditengah ekspansi kredit dan bisnis perbankan lainnya. Per 31 Desember 2018, rasio NPL gross sebesar 2,82% sedangkan rasio NPL net 1,83%. Kedua rasio Perseroan ini pada tahun 2017 masingmasing sebesar 2,66% dan 1,66%. Kolektibilitas aset produktif Perseroan pada nilai tercatatnya sebelum cadangan kerugian penurunan disajikan dalam tabel di bawah. Rasio BOPO Perseroan di tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi 85,58% dari posisi tahun sebelumnya sebesar 82,06% sejalan dengan ekspansi bisnis berkelanjutan yang dilakukan Perseroan. Kenaikan ini turut mempengaruhi profitabilitas Perseroan di tengah tantangan persaingan antar bank yang semakin tinggi di Indonesia. Faktor ini berpengaruh kepada rasio NIM Perseroan sebesar 4,32% di tahun 2018 dari 4,76% di tahun 2017. Sementara itu, ROA dan ROE Perseroan adalah sebesar 1,34% dan 14,93% di tahun yang sama dibandingkan 1,71% dan 18,11% di tahun 2017. Berbagai upaya yang dilakukan oleh Perseroan untuk meminimalkan jumlah kredit macet di tahun 2018 di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Melakukan prinsip kehati-hatian terhadap pemberian kredit dan pembiayaan atas kredit baru, 2. Melakukan pembinaan dan penagihan atas debitur non performing, termasuk restrukturisasi debitur yang masih memiliki potensi bisnis, 3.Melakukan eksekusi agunan atas debitur non performing dengan melakukan lelang agunan dan Mencari mitra strategis dalam pengelolaan aset Perseroan. Tabel Kolektibilitas Aset Produktif 2018 (Dalam Rp juta) Dalam perhatian khusus Lancar Penempatan pada bank lain Tagihan spot dan derivatif Surat Berharga Surat Berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) Kurang lancar Diragukan Macet Total 1.831.609 - - - 1.718 1.833.327 167 - - - - 167 13.816.260 72.382 6.922 10.952 54.831 13.961.347 1.059.534 - - - - 1.059.534 Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) Tagihan Akseptasi Kredit 528.148 - - - - 528.148 210.776.397 20.282.599 569.932 473.366 5.655.380 237.757.674 Penyertaan - - - - - - Penyertaan modal sementara - - - - 270 270 23.881.178 1.644.480 52.211 14.238 110.778 25.702.885 - - 77.591 - - 77.591 Komitmen dan kontinjensi Aset yang diambil alih Tabel Kolektibilitas Aset Produktif 2017 (Dalam Rp juta) Dalam perhatian khusus Lancar Penempatan pada bank lain Tagihan spot dan derivatif Surat Berharga Surat Berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) 208 Kurang lancar Diragukan Macet Total 1.215.407 - - - 1.696 1.217.103 - - - - - - 13.600.780 68.724 4.545 7.372 37.998 13.719.419 1.532.720 - - - - 1.532.720 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 208 07/05/19 22.47
  211. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Kolektibilitas Aset Produktif 2017 (Dalam Rp juta) Dalam perhatian khusus Lancar Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) Tagihan Akseptasi Kredit Komitmen dan kontinjensi Diragukan Macet Total - - - - - - 8.081 - - - - 8.081 176.247.278 17.455.229 236.411 348.530 4.703.133 198.990.581 - - - - - - 270 - - - - 270 20.894.740 806.539 8.897 4.322 39.861 21.754.359 - - 77.591 - - 77.591 Penyertaan Penyertaan modal sementara Kurang lancar Aset yang diambil alih Rasio Kepatuhan Disamping rasio Giro Wajib Minimum (GWM) yang telah dijelaskan sebelumnya, rasio kepatuhan terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan dari regulator yang di antaranya adalah pemenuhan Batas Maksimum Pemberikan Kredit (BMPK), dan pemenuhan Posisi Devisa Neto (PDN). Rasio PDN Perseroan untuk tahun 2018 dan 2017 masing-masing sebesar 1,55% dan 1,29%. TRANSAKSI SPOT DAN DERIVATIF Perseroan membukukan transaksi spot dan derivatif untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 sebagaimana yang disajikan dalam tabel berikut ini: Tabel Transaksi Spot dan Derivatif No Transaksi Nilai Notional Tujuan Trading Tagihan dan Liabilitas Derivatif Hedging Tagihan Liabilitas A. Terkait Dengan Nilai Tukar 1 Spot 57.687 57.687 - 167 152 2 3 Forward - - - - - Option - - - - -   a. Jual - - - - -   b. Beli - - - - - 4 Future - - - - - 5 Swap - - - - - 6 Lainnya - - - - - B. Terkait Dengan Suku Bunga 1 Forward - - - - - 2 Option - - - - -   a. Jual - - - - -   b. Beli - - - - - 3 Future - - - - - 4 Swap - - - - - 5 Lainnya - - - - - 57.687 57.687 - 167 152 C. Lainnya   Jumlah Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 209 209 07/05/19 22.47
  212. INFORMASI MATERIAL LAINNYA STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL SERTA DASAR PENENTUAN KEBIJAKAN menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal terhadap risiko sehingga bisnis Bank sejalan dengan permodalan dan persyaratan likuiditas Bank . Kebijakan dan Penentu Kebijakan Struktur Modal Tujuan dari kebijakan manajemen atas permodalan adalah untuk memastikan permodalan yang dimiliki Perseroan kuat dan mampu menciptakan struktur permodalan yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha sekarang dan mempertahankan kelangsungan pengembangan di masa mendatang. Disamping itu, penetapan kebijakan permodalan ditujukan untuk pemenuhan ketentuan kecukupan permodalan yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan agar struktur permodalan Perseroan telah efisien. Rencana Permodalan yang disusun oleh Perseroan mengacu kepada kajian perkembangan ekonomi terkini disamping berdasarkan kepada penelaahan dan penilaian atas kebutuhan kecukupan permodalan yang dipersyaratkan. Direksi menyusun Rencana Permodalan yang merupakan bagian dari Rencana Bisnis Bank dan mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris. Perseroan merencanakan dan mengkaji bersama-sama secara rutin kebutuhan permodalan dengan didukung data-data analisis. Dalam perencanaan tersebut, Perseroan senantiasa 210 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 210 07/05/19 22.47
  213. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen “ Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Perseroan memiliki kemampuan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Modal inti (Tier 1) tumbuh 9,25% dari tahun sebelumnya. “ Berdasarkan peraturan yang berlaku, modal Perseroan terdiri dari: • Modal Inti, yang terdiri dari Modal Inti Utama (Common Equity Tier – CET 1) dan Modal Inti Tambahan (Additional Tier 1). Modal inti utama mencakup modal disetor dan cadangan tambahan modal (disclose reserve). Cadangan tambahan modal terdiri atas faktor penambah (agio, cadangan umum, laba tahun lalu, laba tahun berjalan, dan opsi saham) dan faktor pengurang (kerugian komprehensif lainnya dari transaksi aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual, selisih kurang Penyisihan Penghapusan Aset (PPA) atas aset produktif dengan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, dan PPA non produktif). • Modal Pelengkap (Maksimum 100% dari Modal Inti) yang terdiri dari cadangan umum PPA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah maksimum 1,25% dari ATMR Risiko Kredit dan Cadangan Tujuan. Jumlah modal inti dan modal pelengkap Perseroan di tahun 2018 masing-masing sebesar Rp20,46 triliun dan Rp2,87 triliun, lebih tinggi dibandingkan modal inti dan modal pelengkap tahun sebelumnya sebesar Rp18,73 triliun dan Rp3,37 triliun. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 211 211 07/05/19 22.47
  214. INFORMASI MATERIAL LAINNYA Struktur Permodalan Perseroan memiliki kemampuan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis . Modal inti (Tier 1) memiliki peran vital terhadap komposisi permodalan Perseroan dengan kontribusi mencapai 87,70% atau setara dengan Rp20,46 triliun sedangkan modal pelengkap Perseroan sebesar Rp2,87 triliun. Tabel berikut menyajikan laporan perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) pada periode 2017-2018. (Dalam Rp juta) Komponen Modal I. Modal inti (Tier 1) 1. Modal Inti Utama (Common Equity Tier - CET 1) 1.1. Modal Disetor (Setelah dikurangi Saham Treasury) 1.2. Cadangan Tambahan Modal 1.3. Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan 1.4. Faktor Pengurang Modal Inti Utama 2. Modal Inti Tambahan (Additional Tier - AT 1) 2018 2017 20.460.086 18.726.949 20.460.086 18.726.949 5.295.000 5.295.000 16.020.750 14.073.731 - - (855.664) (641.782) - - 2.1. Instrumen yang memenuhi persyaratan AT-1 - - 2.2. Agio/Disagio - - 2.3. Faktor Pengurang Modal Inti Tambahan: II. Modal Pelengkap (Tier 2) 1. Instrumen modal dalam bentuk saham atau lainnya yang memenuhi persyaratan Tier 2 2. Agio/Disagio 3. Cadangan umum PPA aset produktif yang wajib dibentuk (paling tinggi 1,25% ATMR Risiko Kredit) 4. Faktor Pengurang Modal Pelengkap Total Modal Aset Tertimbang Menurut Risiko ATMR untuk risiko kredit ATMR untuk risiko pasar ATMR untuk risiko operasional Total ATMR Rasio KPMM sesuai Profil Risiko - - 2.868.360 3.367.995 1.499.519 2.099.319 - - 1.368.841 1.268.676 - - 23.328.446 22.094.944   109.507.283    101.494.102 1.007.249  664.340 17.623.217  14.933.824 128.137.749  117.092.266 9,16%  9,18% Rasio CET 1 (%) 15,97%  15,99% Rasio Tier 1 (%) 15,97% 15,99% Rasio Tier 2 (%) 2,24%  2,88% Rasio KPMM (%) 18,21%  18,87% Selain modal inti, Perseroan mendapatkan fasilitas Pinjaman Subordinasi yang diperhitungkan sebagai modal pelengkap. Pinjaman subordinasi ini merupakan fasilitas pemberian Pinjaman Subordinasi yang diperoleh dari PT SMF (Persero) yang ditujukan untuk mendukung Program Sejuta Rumah. Pinjaman Subordinasi sebesar Rp3.000.000 dengan suku bunga 9,00% dilakukan dalam 2 (dua) kali tahapan pencairan. Pencairan tahap ke-1 pada 30 Mei 2016 sebesar Rp1.500.000 dan tahap ke-2 pada 20 Juni 2016 sebesar Rp1.500.000. Jangka waktu Pinjaman Subordinasi adalah 5 tahun (60 bulan) yang akan jatuh tempo masing-masing pada 30 Mei 2021 dan 20 Juni 2021. Pinjaman subordinasi ini telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-69/ PB.31/2016 tanggal 30 Juni 2016. 212 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 212 07/05/19 22.47
  215. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited IKATAN MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL Sejalan dengan ekspansi bisnis yang berkelanjutan , Perseroan melakukan investasi barang modal. Investasi ini digunakan untuk membeli sejumlah aset tetap atau menambah nilai aset tetap yang diharapkan dapat memberikan nilai manfaat di masa depan. Perseroan melakukan perikatan material mengenai investasi barang modal dengan berbagai pihak di tahun 2018 yang disajikan dalam tabel berikut: No Jenis Investasi barang modal Sumber Dana Denominasi (Rp juta) 1 Investasi Gedung Internal Perseroan 183.712 2 Mesin Kantor Internal Perseroan 173.913 3 Perabot Kantor Internal Perseroan 118.962 4 Perabot Rumah Dinas Internal Perseroan 1.640 5 Tanah Internal Perseroan 48.516 Total 526.743 Investasi barang modal dilakukan dalam mata uang Rupiah sehingga tidak perlu perencanaan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang asing yang terkait. Meski demikian, Perseroan melakukan perlindungan asuransi atas kegiatan investasi di tahun 2018 tersebut. INVESTASI BARANG MODAL PADA TAHUN BUKU TERAKHIR Untuk mendukung ekspansi bisnis berkelanjutan, Perseroan sampai dengan tahun 2018 telah melakukan investasi barang modal sebesar Rp7.411.526 juta. Investasi barang modal dalam bentuk aset tetap berupa tanah, bangunan, kendaraan bermotor, peralatan kantor, dan aset yang masih dalam penyesuaian berupa bangunan. Berikut rincian tabel investasi barang modal Perseroan ditahun 2018: Tabel Investasi Barang Modal Investastasi Barang Modal Tanah Tujuan Nilai (Rp juta) Investasi Barang Modal 3.628.606 Bangunan Investasi Barang Modal 1.498.583 Peralatan kantor dan kendaraan bermotor Investasi Barang Modal 2.265.131 Aset dalam penyelesaian Investasi Barang Modal 19.206 Total Penambahan Investasi Investasi Barang Modal 7.411.526 INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN Laporan keuangan Perseroan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (“PSS”) firma anggota Ernst & Young Global Limited. Manajemen Perseroan bertanggung jawab penuh terhadap penyajian laporan keuangan yang diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 28 Maret 2019. Perseroan menyatakan tidak ada informasi atau fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 213 213 07/05/19 22.47
  216. INFORMASI MATERIAL LAINNYA PERBANDINGAN ANTARA TARGET & REALISASI 2018 Perbandingan Target, Realisasi, dan Proyeksi Aspek Operasional Target, Realisasi, dan Proyeksi Posisi Kredit dan Pembiayaan Syariah Perseroan mampu membukukan realisasi kredit di tahun 2018 sebesar Rp86,83 triliun. Perolehan ini mencapai 96,47% dari target RKAP tahun 2018 sebesar Rp90,02%. Perseroan memproyeksikan perolehan kredit tetap tumbuh di tahun 2019 didukung oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dengan beberapa indikator sebagaimana yang telah dijelaskan di bagian perekonomian Indonesia. Dalam miliar Rupiah Keterangan Target RKAP 2018 Realisasi 2018 % Pencapaian terhadap target RKAP % Proyeksi 2019 I.KREDIT 80.464 78.506 97,57% 12% - 14% KONSUMER 50.891 49.371 97,01% 10% - 12% A.Perumahan 10% - 2% 45.317 43.234 95,40% 1. KPR Subsidi 23.815 24.669 103,58% 9% - 11% 2. KPR Non Subsidi 19.014 16.700 87,83% 12% - 14% 3. Non KPR 2.488 1.865 74,95% 8% - 10% B. Non Perumahan 5.574 6.137 110,09% 19% - 21% KOMERSIAL 29.573 29.135 98,52% 20% - 22% A.Perumahan 18.011 14.032 77,91% 14% - 16% B. Non Perumahan 11.562 15.103 130,63% 21% - 23% 1.KMK 9.838 12.596 128,03% 27% - 29% 2.Investasi 1.724 2.507 145,47% 12% - 14% 9.551 8.327 87,18% 13% - 15% 90.015 86.833 96,47% 12% - 14% II.PEMBIAYAAN TOTAL Target, Realisasi, dan Proyeksi Posisi Dana Pihak Ketiga Realisasi penghimpunan DPK di tahun 2018 adalah sebesar Rp229,83 triliun atau 99,68% dibandingkan dengan target RKAP tahun 2018 sebesar Rp230,54 triliun. Dalam miliar Rupiah Keterangan % Pencapaian terhadap target RKAP Target RKAP 2018 Realisasi 2018 Giro 56.839 58.049 102,13% 14% - 16 % Tabungan 54.731 41.877 76,51% 24% - 26% Deposito 118.969 129.902 109,19% 7% - 9% TOTAL 230.540 229.828 99,69% 12% - 14% 214 % Proyeksi 2019 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 214 07/05/19 22.47
  217. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Perbandingan Target , Realisasi, dan Aspek Keuangan Perseroan menargetkan pertumbuhan aspek keuangan di tahun 2019 di antaranya sebagaimana yang dijelaskan pada tabel berikut. Dalam miliar Rupiah Keterangan Target RKAP 2018 Realisasi 2018 Aset % Pencapaian terhadap target RKAP % Proyeksi 2019 306.271 306.436 100,05% 11% - 13% Pinjaman yang diterima 13.192 15.499 117,49% 39% - 41% Ekuitas 24.812 23.840 96,08% 10% - 12% Pendapatan bunga bersih 11.794 10.089 85,54% 14% - 16% 3.804 2.808 73,82% 14% - 16% Laba Bersih Realisasi total aset dan ekuitas pada tahun 2018 masing-masing sebesar 100,05% dan 96,08% terhadap target RKAP atau mencapai Rp306,44 triliun, dan Rp23,84 triliun di tahun 2018. Sedangkan pendapatan bunga bersih dan laba bersih masing-masing mencapai 85,54% dan 73,82%, tidak tercapainya laba bersih Perseroan pada tahun 2018 disebabkan oleh penerapan PSAK 71 dalam rangka menjaga fundamental keuangan Perseroan. Target, Realisasi, dan Struktur Modal Berikut adalah uraian terkait pencapaian terhadap RKAP 2018 dan proyeksi tahun 2019 atas struktur modal Perseroan: Dalam miliar Rupiah Keterangan Target RKAP 2018 Realisasi 2018 % Pencapaian terhadap target RKAP 21.706 20.460 94,26% 9% - 11% 3.088 2.868 92,88% 135% - 138% Modal Inti (Tier 1) Modal Pelengkap (Tier 2) Modal Pelengkap Tambahan Total Modal - - - 24.794 23.328 94,09% % Proyeksi 2019 25% - 27% Realisasi total modal di tahun 2018 adalah sebesar Rp23,33 triliun atau 94,09% dari target RKAP atas modal sebesar Rp24,79 triliun. Target dan Realisasi Rasio Keuangan Realisasi rasio keuangan terhadap target disajikan dalam tabel berikut: (Persentase %) No Keterangan Target RKAP 2018 Realisasi 2018 % Proyeksi 2019 1 KPMM (%) 16,97% 18,21% 8% - 10% 2 NPL - Gross (%) 2,37% 2,82% 24% - 26% 3 NIM (%) 4,88% 4,32% 0,50% - 0,70% 4 BOPO (%) 80,68% 85,58% 0,20% - 0,40% 5 ROE (%) 19,40% 14.93% 3% - 5% 6 ROA (%) 1,86% 1,34% 0,00% 7 LDR (%) 105,75% 103,25% 0,10% - 0,20% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 215 215 07/05/19 22.47
  218. INFORMASI MATERIAL LAINNYA KEY PERFORMANCE INDICATOR (KPI) & KESEHATAN BANK Key Performance Indicator KPI merupakan suatu ukuran kinerja secara kuantitatif untuk menilai tingkat pencapaian terhadap target yang disetujui sebelumnya oleh Manajemen. Pencapaian KPI mencerminkan faktor-faktor penentu keberhasilan suatu perusahaan. KPI Bank BTN mencakup empat perspektif yang terdiri dari aspek keuangan dan non keuangan. Rincian capaian KPI Perseroan pada tahun 2018 disajikan dalam tabel berikut. Key Performance Indicator (KPI) Individu Pejabat Material Risk Taker (MRT) Direksi Tahun 2018 Direktur Perspektif KPI 2018 Direktur Utama Commercial Banking Consumer Banking Distribution & Network Collection & Asset Man. IT & Operation Finance & Treasury Strategy, Compliance & Risk Strategic Human Capital Laba setelah pajak Indikator Finansial Korporat (% Market Cap Growth, % ROE, % CIR, % NIM) Rp. Pertumbuhan Aset Keuangan dan Pasar Rp. Growth kredit & DPK Rp. Wholesale funding Rp. Fee based income % NPL Nasional Fokus Pelanggan % growth Market share KPR Net Promoter Score Growth branchless banking % Implementasi PAB Rp Sekuritisasi Aset Efektivitas Produk dan Proses Availability Jaringan & Core Pemenuhan SDM sesuai MPP % Kol 2 Recovery rate Sistem Subrogasi Online KUR Rp. Laba per karyawan Fokus Tenaga Kerja Employee Engagement survey GRC Index % Implementasi RSTIK Skor KPKU Kepemimpinan, tata kelola dan tanggung jawab masyarakat % realisasi PKBL Skor CGPI Supervisi Divisi & Wilayah Agent of Development % Implementasi Agent of Development Transformasi Program Transformasi KPI Kolegial 216 Jumlah 12 12 12 12 12 11 11 10 10 Total 100 100 100 100 100 100 100 100 100 KPI Unit Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 216 07/05/19 22.47
  219. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Tingkat Kesehatan Bank Tingkat kesehatan Bank mencerminkan hasil penilaian kondisi Perseroan yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja Bank yang dapat dilihat dari peringkat akhir hasil penilaian berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No .4/POJK.03/2016 tanggal 26 Januari 2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dan Surat Edaran OJK No.14/ SEOJK.03/2017 tanggal 17 Maret 2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum dengan menggunakan pendekatan risiko (Risk - based bank rating) yang mencakup empat faktor yaitu: 1. Profil Risiko, 2. Tata Kelola, 3. Rentabilitas (Earnings), 4. Permodalan (Capital). Peringkat kesehatan Perseroan posisi Desember 2018 (Self Assessment) berada pada Peringkat Komposit 2 (PK-2) yang mencerminkan kondisi Bank yang secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited KEBIJAKAN DIVIDEN DAN PEMBAGIANNYA Kebijakan Dividen Pembagian dividen dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) atau Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) berdasarkan Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dalam penentuan jumlah dan pembayaran dividen di antaranya adalah tingkat kesehatan keuangan, tingkat kecukupan modal, kebutuhan dana untuk ekspansi usaha lebih lanjut, tanpa mengurangi hak dari RUPS Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Besarnya dividen Perseroan jumlahnya akan ditentukan pada saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Manajemen merencanakan untuk membagikan dividen apabila terdapat surplus kas dari kegiatan operasional setelah dana tersebut disisihkan untuk dana cadangan, kegiatan pendanaan, rencana pengeluaran modal serta modal kerja Perseroan. Pembagian Dividen Pembagian Dividen dilaksanakan berdasarkan Keputusan RUPS sebagaimana diuraikan sebagai berikut: Tahun Buku Laba Bersih Dividen Dividen per Saham 2017 Rp3,03 triliun Rp605,49 miliar Rp57,18 2016 Rp2,62 triliun Rp523,78 miliar Rp49,46 PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH PEGAWAI DAN/ATAU MANAJEMEN (ESOP/MSOP) Program kepemilikan saham oleh manajemen (Management Stock Option Program/MSOP) dan/ atau pegawai (Employee Stock Option Program/ ESOP) merupakan pemberian hak opsi pembelian saham kepada peserta program untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel Perseroan, sebanyak-banyaknya 4% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana. Pelaksanaan program Management and Employee Stock Option Program (MESOP) dilakukan dengan menerbitkan hak opsi dalam 3 tahap dengan rincian sebagai berikut: 1. Tahap Pertama Jumlah hak opsi yang diterbitkan sebesar maksimum 40% dari total saham dalam program MESOP, dan didistribusikan kepada peserta program MESOP pada 2010. Payout Ratio Tanggal Pengumuman Tanggal Pembayaran 20,00% 26 Maret 2018 24 April 2018 20,00% 20 Maret 2017 13 April 2017 2. Tahap Kedua Jumlah hak opsi yang diterbitkan sebesar maksimum 30% dari total saham dalam program MESOP, dan didistribusikan kepada peserta program MESOP pada 2011. 3. Tahap Ketiga Jumlah hak opsi yang diterbitkan sebesar maksimum 30% dari total saham dalam program MESOP, dan didistribusikan kepada peserta program MESOP pada 2012. Adapun persyaratan pegawai dan/atau manajemen yang berhak berpartisipasi dalam program MESOP tersebut adalah pegawai yang tercatat pada tanggal 30 September 2009 dan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, anggota Dewan Pengawas Syariah, Sekretaris Dewan Komisaris dan anggota Komite Audit. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 217 217 07/05/19 22.47
  220. INFORMASI MATERIAL LAINNYA No 1 Masa Berlaku Tahun Berakhir Hak Opsi Jumlah Opsi Harga Opsi (Rp/Saham) Februari 2011 - Agustus 2014 2014 145.234.500 855 MESOP MESOP 1 2 MESOP 2 Februari 2012 - Agustus 2015 2015 108.925.500 1.297,44 3 MESOP 3 Februari 2013 - Agustus 2016 2016 108.925.500 1.098,36 Jumlah 363.085.500 Sedangkan realisasi program MESOP disajikan dalam tabel berikut: Tabel Realisasi MESOP Tahap I No Keterangan/Nama Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Jumlah Opsi Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Dewan Komisaris 1 Arie Coerniadi - - - 2 Kamaruddin Sjam - - - 3 Lucky Fathul Aziz Hadibrata - - - 4 Catherinawati Hadiman - - - 5 Fajar Harry Sampurno - - - 6 Sumiyati - - - 3.991.000 1.354.000 1.354.000 - - - Direksi 1 Maryono 2 Irman Alvian Zahiruddin 3 Mansyur Syamsuri Nasution 4 Iman Nugroho Soeko - - - 5 Sis Apik Wijayanto - - - 6 Adi Setianto - - - 7 Sulis Usdoko 138.500 138.500 8 Oni Febriarto R. 9 Pejabat Eksekutif 10 Pegawai 7.430.600 65.000 65.000 6.925.500 6.925.500 136.751.500 136.751.500 Tabel Realisasi MESOP Tahap II No Keterangan/Nama Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Jumlah Opsi Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Dewan Komisaris 1 Arie Coerniadi - - - 2 Kamaruddin Sjam - - - 3 Lucky Fathul Aziz Hadibrata - - - 4 Catherinawati Hadiman - - - 5 Fajar Harry Sampurno - - - 6 Sumiyati - - - 218 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 218 07/05/19 22.47
  221. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Realisasi MESOP Tahap II No Keterangan /Nama Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Jumlah Opsi Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Direksi 1 Maryono 2 Irman Alvian Zahiruddin 3 Mansyur Syamsuri Nasution 3.991.000 855.500 855,500 - - - 4 Iman Nugroho Soeko - - - 5 Sis Apik Wijayanto - - - 6 Adi Setianto - - - 7 Sulis Usdoko 109,000 109.000 8 Oni Febriarto R. 9 Pejabat Eksekutif 10 Pegawai 5.467.500 51,000 51,000 5.467.500 5.467.500 102.442.500 102.442.500 Tabel Realisasi MESOP Tahap III No Keterangan/Nama Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Jumlah Opsi Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Dewan Komisaris 1 Arie Coerniadi - - - 2 Kamaruddin Sjam - - - 3 Lucky Fathul Aziz Hadibrata - - - 4 Catherinawati Hadiman - - - 5 Fajar Harry Sampurno - - - 6 Sumiyati - - - 828.500 Direksi 1 Maryono 2 Irman Alvian Zahiruddin 3.991.000 828.500 3 Mansyur Syamsuri Nasution - - - 4 Iman Nugroho Soeko - - - 5 Sis Apik Wijayanto - - - 6 Adi Setianto - - - 7 Sulis Usdoko 108.500 108.500 8 Oni Febriarto R. 54.500 54.500 9 Pejabat Eksekutif 10 Pegawai 7.430.600 5.566.500 5.566.500 102.367.500 102.367.500 Ketiga tahap Program MESOP tersebut telah dilaksanakan dengan berdasarkan syarat-syarat dan ketentuanketentuan yang ditetapkan oleh Direksi Bank BTN dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 219 219 07/05/19 22.47
  222. INFORMASI MATERIAL LAINNYA REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM Perseroan telah memperoleh izin untuk melakukan Penawaran Umum sesuai dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang tertuang dalam Surat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia No . PW.01/3104/DPRRI/V/2009 tanggal 29 Mei 2009, serta penetapan dari Pemerintah sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66 tahun 2009 dan diundangkan dalam Lembaran Negara No. 167 tanggal 16 November 2009 tentang Perubahan Struktur Kepemilikan Saham Negara Melalui Penerbitan dan Penjualan Saham Baru pada PT Bank Tabungan Negara (Persero). Berdasarkan Surat Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) No. S-10523/ BL/2009 tanggal 8 Desember 2009, pernyataan pendaftaran yang diajukan Perseroan dalam rangka IPO sejumlah 6.353.999.999 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B milik Negara Republik Indonesia dan 2.360.057.000 lembar Saham Biasa Atas Nama Seri B baru, dengan nilai nominal sebesar Rp500 (Rupiah penuh) setiap saham kepada masyarakat telah menjadi efektif pada tanggal 8 Desember 2009. Saham yang ditawarkan tersebut dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 17 Desember 2009 dengan harga jual Rp800 (Rupiah penuh) per saham. Berkaitan dengan penawaran umum saham perdana, Perseroan telah mengimplementasikan program kepemilikan saham oleh Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Allocation/MESA). Program MESA diberikan maksimal 9,62% dari saham baru yang diterbitkan kepada karyawan yang tercatat pada tanggal 30 September 2009. Program MESA tersebut telah efektif pada tanggal 17 September 2009 dan seluruh karyawan yang memiliki kualifikasi telah mengambil program tersebut dengan jumlah lembar saham biasa atas nama Seri B sebanyak 226.928.500 lembar (nilai nominal Rp500 per lembar saham) dengan harga beli Rp640 per lembar saham (setelah diskon 20% dari harga penawaran perdana sebesar Rp800 per lembar saham) dengan masa lockup selama enam bulan. Diskon harga saham untuk program MESA menjadi beban Perseroan di tahun 2009, yaitu sebesar 20% atau Rp41.353, yang termasuk beban pajak penghasilan. Adapun penggunaan dana hasil penawaran umum (Initial Public Offering/IPO) di tahun 2009 tersebut telah terealisasi di tahun 2009 dan 2010 sesuai dengan rencana penggunaan dana. Selain penawaran umum dalam bentuk saham, pada tanggal 30 Juni 2015, Perseroan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari OJK bagi penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015 dan Tahap II Tahun 2016. Laporan Penggunaan Dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2015 dan Tahap II Tahun 2016 telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), serta telah dilaporkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Perseroan. Pada tanggal 22 Juni 2017, Perseroan memperoleh Surat Pernyataan Efektif dari OJK bagi Penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017. Laporan penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017 telah disampaikan Perseroan kepada OJK dan BEI pada tanggal 05 Januari 2018 dan telah dilaporkan pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 23 Maret 2018. Tabel Realisasi Dana Hasil Penawaran Umum Jenis Penawaran Umum Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017 Tanggal Efektif 22 Juni 2017* Nilai Realisasi Hasil Penawaran Umum (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana Menurut Prospektus (Rp Juta) Realisasi Penggunaan Dana Menurut Prospektus (Rp Juta) Jumlah Hasil Penawaran Umum Biaya Penawaran Umum Realisasi Kredit Realisasi Kredit 5.000.000 7.118,50 Hasil Bersih Total Sisa Dana Hasil Penawaran Umum (Rp Juta) Total 4.992.881,50 4.992.881,50 4.992.881,50 4.992.881,50 4.992.881,50 - *) Pernyataan Pendaftaran Obligasi Berkelanjutan III Perseroan Tahap I Tahun 2017 efektif tanggal 22 Juni 2017, Pencatatan di Bursa Efek Indonesia dan Penerimaan Dana Hasil Penawaran Umum Efektif pada tanggal 13 Juli 2017. 220 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 220 07/05/19 22.47
  223. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen DAMPAK PERUBAHAN SUKU BUNGA TERHADAP KINERJA BANK Bank Indonesia (BI) menggunakan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) sebagai suku bunga acuan yang menggantikan BI Rate di bulan Agustus 2017 sebagai upaya upaya untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dengan tetap memelihara momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah masih melemahnya pertumbuhan ekonomi global. Di sepanjang tahun 2018, BI telah beberapa kali menaikkan suku bunga acuan tersebut dimulai pada tanggal 17 Mei 2018 dengan kenaikan sebesar 25bps menjadi 4,50%. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai bagian dari bauran kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas perekonomian di tengah berlanjutnya peningkatan ketidakpastian pasar keuangan dunia dan penurunan likuiditas global.  Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited INFORMASI TRANSAKSI MATERIAL YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN DAN/ATAU TRANSAKSI DENGAN PIHAK AFILIASI/PIHAK BERELASI Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan Selama tahun 2018, tidak terdapat transaksi yang mengandung benturan kepentingan, sehingga tidak terdapat informasi yang diungkapkan. Transaksi dengan Pihak Afiliasi atau Berelasi Dalam menjalankan usahanya, Perseroan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7 (Revisi 2010) tentang “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. Kenaikan suku bunga acuan berikutnya dilakukan oleh BI menjadi 5,75% pada tanggal 27 September 2018. Kenaikan ini konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Suatu pihak dianggap berelasi dengan Bank jika: a)suatu pihak yang secara langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak (i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan Bank; (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Bank; atau (iii) memiliki pengendalian bersama atas Bank; b) suatu pihak yang berada dalam kelompok usaha yang sama dengan Bank; c) suatu pihak yang merupakan ventura bersama di mana Bank sebagai venturer; d)suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Bank; e) suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (a) atau (d); f) suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh beberapa entitas, langsung maupun tidak langsung, individu seperti diuraikan dalam butir (d) atau (e); g) suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Bank atau entitas terkait Bank. Di bulan November 2018, BI memutuskan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25bps menjadi 6,00%. Keputusan ini untuk memperkuat upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman. Kenaikan suku bunga kebijakan tersebut juga untuk memperkuat daya tarik aset keuangan domestik dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan.  Transaksi dengan pihak-pihak berelasi dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga. Transaksi yang dilakukan Perseroan telah memenuhi peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.E.1 tentang “Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu”, pada saat transaksitransaksi tersebut dilakukan. Seluruh transaksi dan BI kembali menaikkan suku bunga acuan tersebut menjadi 4,75% sebesar 25bps pada tanggal 30 Mei 2018 sebagai langkah pre-emptive,  front-loading, dan  ahead of the curve Bank Indonesia untuk memperkuat stabilitas khususnya stabilitas nilai tukar terhadap perkiraan kenaikan suku bunga AS yang lebih tinggi dan meningkatnya risiko di pasar keuangan global akibat perubahan kebijakan AS dan sejumlah risiko geopolitik. Sebulan kemudian diakhir bulan Juni BI Bank Sentral kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps menjadi 5,25% dan 25bps menjadi 5,50% pada tanggal 15 Agustus 2018 untuk daya saing pasar keuangan domestik terhadap perubahan kebijakan moneter sejumlah negara dan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.  Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 221 221 07/05/19 22.47
  224. INFORMASI MATERIAL LAINNYA saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan yang relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 45 atas laporan keuangan . Selanjutnya, saldo dan transaksi yang material antara Perseroan dan Pemerintah Negara Republik Indonesia (RI) dan entitas lain yang berelasi dengan Perseroan diungkapkan juga pada Catatan 45. Dalam kegiatan normal usaha, Perseroan melakukan transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi dengan pihak-pihak berelasi telah dilakukan dengan kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama. Tabel di bawah menunjukkan rincian pihak-pihak berelasi dengan Perseroan beserta sifat dari transaksi yang dilakukan oleh Perseroan sampai dengan periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018: Tabel Pihak Berelasi Pihak Berelasi Sifat Transaksi Jenisl Transaksi Pemerintah Republik Indonesia Kepemilikan sebagai pemegang saham utama Obligasi Pemerintah PT Bank Syariah Mandiri Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Giro pada bank lain, dan Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain PT Bank Mandiri Taspen Pos Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, Efek-efek, dan Simpanan dari Bank Lain PT BRI Agroniaga Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, Simpanan dari Bank Lain, Surat Berharga yang Diterbitkan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, Efek-efek, dan Simpanan dari Bank Lain PT Hutama Karya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Indonesia Power Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Efek-efek PT Kereta Api Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Efek-efek PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Efek-efek dan Garansi yang diterbitkan PT Pupuk Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Timah (Persero) Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Efek-efek Perum Perumnas Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Efek-efek, dan Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT PP Properti Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Tagihan Akseptasi dan Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Waskita Beton Precast Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Tagihan Akseptasi dan Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Tagihan Akseptasi dan Garansi yang diterbitkan PT Wijaya Karya Industri Energi Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Tagihan Akseptasi PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Tagihan Akseptasi, Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Garansi yang diterbitkan Perum Percetakan Negara RI (Perum PNRI) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Adhi Karya (Persero) Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Angkasa Pura II (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Surat Berharga yang Diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Surat Berharga yang Diterbitkan PT Brantas Abipraya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah 222 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 222 07/05/19 22.47
  225. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Pihak Berelasi Pihak Berelasi Sifat Transaksi Jenisl Transaksi PT HK Realtindo Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan /piutang syariah PT Indah Karya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Jasamarga Bali Tol Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Garansi yang diterbitkan PT PNM Ventura Syariah Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Permodalan Nasional Madani Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Peruri Properti Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT PP Urban Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Taspen (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Surat Berharga yang Diterbitkan PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Virama Karya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Garansi yang diterbitkan PT Waskita Bumi Wira Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Waskita Karya Realty Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Garansi yang diterbitkan PT Wijaya Karya Realty Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Garansi yang diterbitkan PT Wisma Seratus Sejahtera Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah PT Yodya Karya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Kredit yang diberikan dan pembiayaan/piutang syariah dan Garansi yang diterbitkan Perum Jaminan Kredit Indonesia Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan dan Garansi yang diterbitkan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Asuransi Jiwa Bringin dan Sejahtera Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Asuransi Jasa Raharja (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT AXA Mandiri Financial Services Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT BNI Life Insurance Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Jasaraharja Putera Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Pertamina Bina Medika Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan dan Garansi yang diterbitkan PT Reasuransi Nasional Indonesia Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan dan Garansi yang diterbitkan PT Tugu Pratama Indonesia Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Surat Berharga yang Diterbitkan PT Sarana Multigriya Finance (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Pinjaman yang diterima dan Pinjaman Subordinasi Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 223 223 07/05/19 22.47
  226. INFORMASI MATERIAL LAINNYA Tabel Pihak Berelasi Pihak Berelasi Sifat Transaksi Jenisl Transaksi Perum Damri Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan Perum Jasa Tirta I Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Asuransi Asei Indonesia Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Barata Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Jasa Layanan Pemeliharaan Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT LEN Railway Systems Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Nindya Karya (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Patra Trading Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Pos Indonesia (Persero) Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT Peruri Digital Security Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan PT. Sucofindo Prima Internasional Konsultan Kepemilikan melalui pemerintah pusat RI Garansi yang diterbitkan Manajemen Kunci termasuk Direksi, Komisaris, Komite Audit, Kepala Divisi dan Kepala Cabang Hubungan pengendalian kegiatan perusahaan Kredit yang Diberikan dan Pembiayaan/piutang Syariah, Simpanan dari Nasabah, dan Dana Syirkah Temporer Tujuan Transaksi Pihak Berelasi Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan terutama untuk kepentingan dan keberlanjutan bisnis Perseroan. Nilai Transaksi Pihak Berelasi Nilai transaksi dengan pihak berelasi diklasifikasikan menjadi dua hal (1) transaksi karena hubungan kepemilikan dengan pemerintah Republik Indonesia; (2) transaksi dengan manajemen kunci sebagaimana dijelaskan di Catatan No. 45 dari laporan keuangan audit Perseroan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari laporan tahunan ini. Tabel Nilai Transaksi Pihak Berelasi Tahun 2017-2018 1. Transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan kepemilikan dengan Pemerintah Republik Indonesia (Dalam Rp juta)   2017 2018 262.619  870.392 Aset Giro pada bank lain-neto Penempatan pada BI & bank lain-net 6.317  3.644 Efek-efek 1.188.742  877.112 Obligasi Pemerintah 8.183.973  9.393.138 Kredit yang diberikan 4.393.372  11.483.694 Tagihan Akseptasi Total aset untuk pihak-pihak berelasi CKPN dari pihak-pihak berelasi 8.081  528.148 14.043.104  23.156.128 (1.764)  (2.153) 14.041.340  23.153.975 5,37%  7,55% Simpanan nasabah 94.738.386  83.098.406 Liabilitas akseptasi 8.081  528.148 Surat-surat berharga yang diterbitkan 5.370.625  6.925.026 Pinjaman diterima 4.993.145  8.069.151 Pinjaman subordinasi 2.999.319  2.999.519 108.109.556  101.620.250 48,28%  38,52% Total aset untuk pihak-pihak berelasi-neto Persentase total aset pihak berelasi terhadap total aset Liabilitas Total liabilitas untuk pihak-pihak berelasi Persentase total liabilitas pihak berelasi terhadap total liabilitas 224 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 224 07/05/19 22.47
  227. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (Dalam Rp juta)   2017 2018 154.636  534.702 Dana Syirkah Temporer Giro Mudharabah Tabungan Mudharabah 200.000  81.973 Deposito Mudharabah 4.954.653  5.623.470 Total dana syirkah untuk pihak-pihak berelasi 5.309.289  6.240.145 Persentase syirkah untuk pihak-pihak berelasi 33,68%  33,17% Pendapatan bunga dan bagi hasil     4.713  10.154 77.953  57.921 Obligasi Pemerintah 493.675  413.742 Kredit yang diberikan 200.215  461.592 Total pendapatan bunga untuk pihak-pihak berelasi 776.556  943.409 4,03%  4,32% Penempatan pada BI dan bank lain Efek-efek Persentase terhadap total pendapatan bunga dan bagi hasil Beban Bunga, bagi hasil dan bonus     3.705.858  1.111.531 Surat-surat Berharga 573.600  588.407 Pinjaman yang diterima 295.622  423.810 Pinjaman Subordinasi 270.200  270.200 Giro Mudharabah 873  3.264 Tabungan Mudharabah 331  5.625 106.935  30.364 4.953.419  2.433.201 Persentase terhadap total beban bunga dan bagi hasil 49,88%  20,67% Komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif     Garansi yang diberikan 378.722 834.470 Persentase terhadap total komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif 12,62%  22,00% Simpanan dari nasabah Deposito Mudharabah Total beban bunga untuk pihak-pihak berelasi 2. Transaksi dengan Manajemen Kunci (Dalam Rp juta)   2017 2018 Aset Kredit yang diberikan Cadangan kerugian penurunan nilai dari pihak-pihak berelasi 98.061  125.193 - (19) Total aset untuk pihak-pihak berelasi 98.061  125.174 Persentase total aset pihak berelasi terhadap total aset 0,04%  0,04% 76.493  100.338 Kompensasi karyawan kunci 151.069  178.219 Total liabilitas dari manajemen kunci 227.562  278.557 0,10%  0,11% Tabungan Mudharabah 1.157   2.316 Deposito Mudharabah 3.606  2.483 Liabilitas Simpanan nasabah Persentase terhadap total liabilitas Dana Syirkah Temporer Total dana syirkah untuk pihak-pihak berelasi 4.763  4.799 Persentase syirkah untuk pihak-pihak berelasi 0,03%  0,03% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 225 225 07/05/19 22.47
  228. INFORMASI MATERIAL LAINNYA (Dalam Rp juta)   2017 Pendapatan bunga dan bagi hasil Kredit yang diberikan Persentase terhadap total pendapatan bunga dan bagi hasil Beban Bunga, bagi hasil dan bonus 2018     5.589  6.155 0,03%  0,03%     3.169  2.914 0,03%  0,25%     Direksi 61.714  85.289 Dewan Komisaris 27.744  36.673 Karyawan Kunci 127.500  145.555 Total 216.958  267.517 8,49%  9,30% Simpanan dari nasabah Persentase terhadap total beban bunga dan bagi hasil Beban gaji dan tunjangan: Persentase terhadap total beban gaji dan tunjangan karyawan Kewajaran Transaksi Pihak Berelasi Ekspansi Kewajaran seluruh transaksi yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan, telah sesuai dengan standar PSAK 7 (revisi 2010) Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. Perseroan tidak melakukan kegiatan ekspansi di tahun 2018 sehingga informasi terkait tujuan, nilai transaksi dan sumber dana kegiatan ekspansi tidak disajikan oleh Perseroan. Mekanisme Review dan Pemenuhan Peraturan Transaksi Pihak Berelasi Mekanisme review atas transaksi dengan pihak berelasi melalui proses audit baik yang dilakukan oleh auditor internal maupun auditor eksternal untuk memastikan tingkat kewajaran transaksi dan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, laporan transaksi afiliasi di atas telah diaudit oleh Auditor. Salah satu tujuan pengungkapan transaksi pihak berelasi adalah upaya pemenuhan PSAK 7 (revisi 2010) Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. INFORMASI TRANSAKSI TERKAIT INVESTASI, EKSPANSI, DIVESTASI, PENGGABUNGAN USAHA, AKUISISI, RESTRUKTURISASI, TRANSAKSI AFILIASI DAN TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN Divestasi Perseroan tidak melakukan kegiatan divestasi di tahun 2018 sehingga Perseroan tidak menyajikan informasi terkait tujuan, nilai transaksi dan sumber dana kegiatan divestasi. Akuisisi Di tahun 2018, Perseroan tidak melakukan kegiatan akuisisi sehingga informasi terkait tujuan, nilai transaksi dan sumber dana kegiatan akuisisi tidak disajikan oleh Perseroan. Restrukturisasi Hutang dan Modal Perseroan tidak melakukan kegiatan restrukturisasi hutang maupun modal di tahun 2018 oleh karena itu Perseroan tidak menyajikan informasi tentang tujuan, nilai transaksi dan sumber dana kegiatan restrukturisasi. Investasi Perseroan tidak melakukan kegiatan investasi berupa penanaman modal pada instansi/ perusahaan di tahun 2018 sehingga tidak disajikan informasi terkait tujuan, nilai transaksi dan sumber dana kegiatan investasi. 226 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 226 07/05/19 22.47
  229. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PERUBAHAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERPENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP PERUSAHAAN Peraturan baru maupun amendemen dari peraturan yang telah ada sebelumnya menjadi bahan kajian Perseroan dalam rangka mengindentifikasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari perubahan ketentuan tersebut dan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan tersebut . Uraian tentang peraturan dan perubahannya yang efektif berlaku di sepanjang tahun 2018 dan dampaknya terhadap kinerja Perseroan disajikan dalam tabel berikut: No Peraturan Hal-hal yang Diatur 1. Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2017 tanggal 13 Desember 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat Kredit Usaha Rakyat Perseroan menerbitkan Surat Edaran Direksi No.21/DIR/SMLD/2018 perihal Kredit Usaha Rakyat 2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/ POJK.03/2017 tanggal 4 April 2017 tentang Rencana Aksi (Recovery Plan) Bagi Bank Sistemik Pelaksanaan Rencana Aksi (Recovery Plan) Perseroan menerbitkan Surat Edaran Direksi No.15/DIR/RMD/2018 perihal Petunjuk Pelaksanaan Rencana Aksi (Recovery Plan) 3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/ POJK.03/2017 tanggal 27 Juli 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan dan Program Corporate Social Responsibility Perseroan menerbitkan Peraturan Direksi No.6/PD/CSD/2018 perihal Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan dan Program Corporate Social Responsibility 4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 36/ POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Prinsip Kehati-hatian Dalam Kegiatan Penyertaan Modal Pedoman Perusahaan dalam rangka Penyertaan Modal Perseroan menerbitkan Peraturan Direksi No.03/PD/SPD/2018 perihal Perubahan Peraturan Direksi Nomor 9/PD/SIPD/2016 tentang Pedoman Perusahaan Dalam Rangka Penyertaan Modal 5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/ POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Kewajiban Penyusunan dan Pelaksanaan Kebijakan Perkreditan dan Pembiayaan Bagi Bank Umum Komite Kebijakan Perkreditan atau Pembiayaan Perseroan menerbitkan Peraturan Direksi No. 1/PD/PPD/2018 perihal Komite Kebijakan Perkreditan atau Pembiayaan 6. Peraturan Menteri (Permen) BUMN Nomor PER-03/ MBU/08/2017 tanggal 14 Agustus 2017 sebagaimana diubah dengan Permen BUMN Nomor PER-04/ MBU/09/2017 tanggal 13 September 2017 Pedoman Kerja sama BUMN Dalam rangka penyesuaian peraturan internal, Perseroan menerbitkan Surat Edaran Direksi No.10/DIR/PGSD/2018 tentang Perubahan SE DIR No.07/DIR/ PGSD/2016 tentang SOP Pengelolaan bagian Umum (General Service) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 7. Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 Gerbang Pembayaran Nasional Perseroan telah menerbitkan Surat Edaran Direksi No.36/DIR/DCCD/2018 perihal Petunjuk Pelaksanaan Mengenai Kartu ATM dan/atau Debit BTN Berlogo Nasional dalam rangka Mendukung Program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI DAN DAMPAKNYA YANG DITERAPKAN DI TAHUN 2018 Perubahan Kebijakan Akuntansi Salah satu indikator laporan keuangan yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan adalah laporan yang sesuai dengan seluruh kebijakan akuntansi yang relevan dengan bisnis perusahaan. Oleh karena itu Perseroan berkomitmen untuk patuh terhadap seluruh standar akuntansi keuangan terutama pada kebijakan baru atau perubahan kebijakan. Dampak terhadap Bank Pernyataan Kepatuhan terhadap Kebijakan Akuntansi Laporan keuangan pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan Bapepam-LK No. VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 227 227 07/05/19 22.47
  230. INFORMASI MATERIAL LAINNYA Laporan keuangan disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 (Amandemen 2015), “Penyajian Laporan Keuangan”. Laporan keuangan Unit Usaha Syariah yang didasarkan pada prinsip syariah disajikan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 101 (Revisi 2016) tentang “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”, PSAK No. 102 (Revisi 2016) tentang “Akuntansi Murabahah”, PSAK No. 104 tentang “Akuntansi Istishna”, PSAK No. 105 tentang “Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106 (Revisi 2016) tentang “Akuntansi Musyarakah” dan PSAK No. 107 tentang “Akuntansi Ijarah” yang menggantikan PSAK No. 59 tentang “Akuntansi Perbankan Syariah” yang berkaitan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan untuk topik tersebut, PSAK No. 110 (Revisi 2015) tentang “Akuntansi Sukuk”, PSAK No. 111 tentang “Akuntansi Wa’d” dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI Revisi 2013) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (Rp), yang merupakan mata uang fungsional Perseroan. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan, kecuali dinyatakan lain dibulatkan dalam jutaan Rupiah. Perubahan atas Kebijakan Akuntansi, Pengungkapan, dan Dampaknya terhadap Laporan Keuangan Perseroan telah menerapkan standar akuntansi pada tanggal 1 Januari 2018, yang dianggap relevan dengan laporan keuangan Perseroan, yaitu: a. PSAK No. 2 (Amandemen 2016), “Laporan Arus Kas Tentang Prakarsa Pengungkapan”, mensyaratkan entitas untuk menyediakan pengungkapan yang memungkinkan pengguna Laporan Keuangan untuk mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas maupun perubahan nonkas. b.PSAK No. 46 (Amandemen 2016), “Pajak Penghasilan Tentang Pengakuan Aset Pajak Tangguhan Untuk Rugi Yang Belum Direalisasi”, mengklarifikasi: • Bahwa perbedaan temporer dapat dikurangkan timbul ketika jumlah tercatat aset instrumen utang yang diukur pada nilai wajar dan nilai wajar tersebut lebih kecil dari dasar pengenaan pajaknya, tanpa mempertimbangkan apakah entitas memperkirakan untuk memulihkan jumlah tercatat instrumen utang melalui penjualan atau penggunaan, 228 • Bahwa untuk menentukan apakah laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dapat dimanfaatkan, maka penilaian perbedaan temporer yang dapat dikurangkan tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan pajak, • Bahwa pengurangan pajak yang berasal dari pembalikan aset pajak tangguhan dikecualikan dari estimasi laba kena pajak masa depan. Lalu entitas membandingkan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dengan estimasi laba kena pajak masa depan yang tidak mencakup pengurangan pajak yang dihasilkan dari pembalikan aset pajak tangguhan tersebut, • Bahwa beberapa aset entitas melebihi jumlah tercatatnya jika terdapat bukti yang memadai bahwa kemungkinan besar bahwa entitas akan mencapai hal tersebut. c. PSAK No. 15 (Penyesuaian 2017), “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”, saat pengakuan awal entitas dapat memilih untuk mengukur investee-nya pada nilai wajar atas dasar investasi per investasi. d. PSAK No. 53 (Amendemen 2017), “Pembayaran Berbasis Saham, Klasifikasi dan Pengukuran Transaksi Pembayaran Berbasis Saham”, bertujuan untuk memperjelas perlakuan akuntansi terkait klasifikasi dan pengukuran transaksi pembayaran berbasis saham. e.PSAK No. 111, “Akuntansi Wa’d”, mengatur entitas yang memberi atau menerima wa’d tidak mengakui aset dan liabilitas yang akan terjadi dari wa’d ketika menjadi akad. PSAK No. 111 ini dilengkapi dengan contoh penerapan wa’d pada transaksi lindung nilai dan repo syariah. Dampak terhadap laporan keuangan atas penerapan standar akuntansi tersebut di atas telah diungkapkan dalam catatan laporan keuangan yang relevan. Standar Akuntansi Belum Berlaku Efektif untuk Laporan Keuangan 31 Desember 2018 Berikut ini ikhtisar beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) - IAI yang relevan untuk Perseroan, namun belum berlaku efektif untuk laporan keuangan 31 Desember 2018: a.PSAK No. 24 (Amandemen 2018), ”Imbalan Kerja tentang Amendemen, Kurtailmen, atau Penyelesaian Program”, memberikan panduan yang lebih jelas bagi entitas dalam mengakui biaya masa lalu, keuntungan dan kerugian penyelesaian, Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 228 07/05/19 22.47
  231. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen biaya jasa kini dan bunga neto setelah adanya amendemen , kurtailmen, atau penyelesaian program karena menggunakan asumsi aktuarial terbaru (sebelumnya menggunakan asumsi akturial pada awal periode pelaporan tahunan). Selain itu, Amendemen PSAK 24 juga mengklarifikasi bagaimana persyaratan akuntansi untuk amendemen, kurtailmen, atau penyelesaian program dapat mempengaruhi persyaratan batas atas aset yang terlihat dari pengurangan surplus yang menyebabkan dampak batas atas aset berubah. b.PSAK 71: Instrumen Keuangan, yang diadopsi dari IFRS 9, berlaku efektif 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. PSAK ini mengatur klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan berdasarkan karakteristik dari arus kas kontraktual dan model bisnis entitas; metode kerugian kredit ekspektasian untuk penurunan nilai yang menghasilkan informasi yang lebih tepat waktu, relevan dan dimengerti oleh pemakai laporan keuangan; akuntansi untuk lindung nilai yang merefleksikan manajemen risiko entitas lebih baik dengan memperkenalkan persyaratan yang lebih umum berdasarkan pertimbangan manajemen. c.PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang diadopsi dari IFRS 15, berlaku sejak 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan. PSAK ini adalah standar tunggal untuk pengakuan pendapatan yang merupakan hasil dari joint project yang sukses antar Dewan Standar Akuntansi Internasional dan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, mengatur model pengakuan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, sehingga entitas diharapkan dapat melakukan analisis sebelum mengakui pendapatan. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited d. PSAK 73: Sewa, yang diadopsi dari IFRS 16, berlaku efektif 1 Januari 2020 dengan penerapan dini diperkenankan untuk entitas yang juga telah menerapkan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. PSAK ini menetapkan prinsip pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan atas sewa dengan memperkenalkan model akuntansi tunggal dengan mensyaratkan untuk mengakui aset hak-guna (right-of-use assets) dan liabilitas sewa. Terdapat 2 pengecualian opsional dalam pengakuan aset dan liabilitas sewa, yakni untuk: (i) sewa jangka-pendek dan (ii) sewa yang aset pendasarnya (underlying assets) bernilai rendah. e. Amendemen PSAK 62: Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71 Instrumen Keuangan dengan PSAK 62 Kontrak Asuransi, berlaku efektif 1 Januari 2020. Amandemen ini mengizinkan asurandur yang memenuhi kriteria tertentu untuk menerapkan pengecualian sementara dari PSAK 71 (deferral approach) atau memilih untuk menerapkan pendekatan berlapis (overlay approach) untuk aset keuangan yang ditetapkan. f. ISAK 33: Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka, berlaku efektif 1 Januari 2019 dengan penerapan dini diperkenankan. ISAK 33 mengklarifikasi penggunaan tanggal transaksi unutk menentukan kurs yang digunakan pada pengakuan awal aset, beban atu penghasilan terkait pada saat entitas telah meneriman atau membayar imbalan di muka dalam valuta asing. g. ISAK 34: Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan, berlaku efektif 1 Januari 2019 dengan penerapan dini diperkenankan. PSAK ini bertujuan untuk mengklarifikasi dan memberikan panduan dalam merefleksikan ketidakpastian perlakuan pajak penghasilan dalam laporan keuangan. Saat ini Perseroan sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang direvisi tersebut terhadap laporan keuangannya. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 229 229 07/05/19 22.47
  232. INFORMASI MATERIAL LAINNYA KONTRIBUSI KEPADA NEGARA Perseroan memiliki komitmen kuat dalam hal pemenuhan kewajiban sebagai wajib pajak , yaitu pembayar pajak dan pemotong/pemungut pajak. Jumlah setoran pajak tahun 2018 sebesar Rp2,54 triliun, lebih tinggi dibandingkan posisi tahun 2017 senilai Rp2,47 triliun. Sebagai pemotong/pemungut pajak, Perseroan secara aktif berperan dalam melakukan pemotongan/pemungutan, penyetoran dan pelaporan terhadap setiap objek. Tabel Kontribusi Kepada Negara (Dalam Rp) No. Jumlah Keterangan 1 PPh Badan 2 PPh Perorangan 3 PPN 4 PPnBM 5 PBB 6 Pajak Lainnya: 2017 2018 1.090.161.279.184 976.955.759.200 243.703.714.860 270.300.492.986 16.125.182.882 16.571.099.648 - - 7.673.144.300 10.343.823.750 PPh Pasal 22 3.208.876.542 4.455.043.563 PPh Pasal 23 28.693.971.546 29.092.577.368 PPh Pasal 26 PPh Pasal 4 ayat 2 26.058.806.421 33.727.244 1.051.876.285.028 1.232.412.647.194 2.467.501.260.763 2.540.165.170.952 Lainnya Jumlah Pembayaran Pajak INFORMASI KELANGSUNGAN USAHA Hal-hal yang Berpotensi Berpengaruh Signifikan terhadap Kelangsungan Usaha Pertumbuhan berkelanjutan atas kinerja keuangan Perseroan yang sejalan dengan kinerja operasional dalam waktu lima tahun terakhir membuktikan Perseroan tidak menghadapi hal-hal yang berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha khususnya di sepanjang tahun 2018. Kinerja keuangan dan operasional Perseroan yang menunjukkan kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya tersebut telah disajikan pada bagian Ikhtisar Data Keuangan Penting dan Ikhtisar Indikator Kinerja Operasional. Assessment Manajemen atas Hal-hal yang Berpengaruh Signifikan terhadap Kelangsungan Usaha Perseroan memiliki kemampuan untuk melanjutkan kelangsungan usahanya berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh Manajemen. Penilaian ini berdasarkan pada berbagai faktor di antaranya ketersediaan sumber daya Perseroan yang memadai; dan keyakinan manajemen bahwa tidak ada ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan Perseroan untuk melanjutkan 230 usahanya. Perseroan telah mendapatkan opini dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, termasuk didalamnya adalah posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas Perusahaan. Selain itu, Perseroan memiliki peringkat kualitas efek bersifat utang berkategori sangat baik (idAA+) oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Disamping peringkat obligasi tersebut di atas, Perseroan memiliki peringkat perusahaan idAA+ yang diterbitkan oleh Pefindo dan peringkat nasional jangka panjang AA(idn) serta peringkat nasional jangka pendek AA(idn). Hal ini mempertegas kemampuan Perseroan dalam menjaga kelangsungan usahanya. Asumsi yang Digunakan Manajemen dalam Melakukan Assessment Manajemen menggunakan beragam asumsi baik internal maupun eksternal di antaranya indikatorindikator ekonomi seperti PDB, tingkat inflasi, nilai tukar, dan proyeksi untuk melakukan penilian terhadap kelangsungan usaha di masa yang akan datang. Manajemen juga mempertimbangkan aspek kinerja keuangan yang disukung oleh tingkat kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas, serta efektivitas pelaksanaan Kebijakan dan Rencana Bisnis Perseroan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 230 07/05/19 22.47
  233. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Posisi Perseroan Perseroan melakukan analisa terhadap berbagai aspek yang mempengaruhi keberlangsungan usaha . Faktor eksternal yang menjadi perhatian dan fokus Perseroan di antaranya adalah perkembangan ekonomi makro, kebijakan pemerintah terkait program Sejuta Rumah dan pertumbuhan revenue pool perbankan yang akan berpengaruh pada bisnis perumahan. Sementara itu, kapasitas dan kapabilitas organisasi secara menyeluruh dalam menyikapi kondisi eksternal menjadi fokus perhatian faktor internal Perseroan. Selanjutnya, faktor eksternal dam internal dianalisis dengan analisis SWOT yang menghasilkan matriks sebagai berikut. ANALISIS SWOT PERSEROAN TAHUN 2018 Internal Strength (S) Internal Weakness (W) • Pertumbuhan bisnis yang pesat (Kredit, DPK dan Aset) • Dominasi bisnis KPR dengan perkiraan pangsa pasar >35% • Implementasi inisiatif transformasi bisnis Bank (BPI, Branch Activity dan Organisasi) • Basis nasabah yang kuat, dengan entry utama kredit KPR, konstruksi dan dana lembaga • • • • • External Opportunities (O) External Threats (T) • Relaksasi LTV KPR • Pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat di atas 5% • Komitmen Pemerintah pada program sejuta rumah •Bertumbuhnya mass & affluent • Peluang ekonomi digital yang semakin menguat • Bonus demografi berupa pertumbuhan demografi usia produktif atau generasi milenial • Alokasi APBN untuk hunian subsidi yang lebih rendah dibanding dengan 2018 dan asumsi 2019 • Kenaikan suku bunga acuan yang semakin agresif Profitabilitas bisnis yang rendah Cost of Fund DPK lebih tinggi dibanding industri Historis Kolektibilitas DPK masih di atas 10% Dominasi DPK dengan saldo > Rp2,0 miliar Program penjualan belum memaksimalkan potensi nasabah existing • Porsi Kolektibilitas 5 terhadap outstanding NPL yang dominan • Recovery rate kredit pasif yang rendah dan lama Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 231 231 07/05/19 22.47
  234. PROSPEK USAHA PROSPEK MAKROEKONOMI 2019 Pada tahun 2019 , kondisi makro ekonomi global diperkirakan melandai dan masih melanjutkan tekanan yang terjadi pada tahun 2018. Ketidakpastian pasar keuangan diperkirakan sedikit mereda. Bank Indonesia memperkirakan melandainya pertumbuhan ekonomi dunia terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi negara maju. Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mengalami perlambatan sebagai akibat pasar tenaga kerja yang semakin ketat dan dukungan fiskal yang terbatas. Kebijakan moneter The Fed lebih dovish dan diperkirakan akan menurunkan kecepatan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR). Di negara berkembang, pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan terus melambat yang dipengaruhi oleh 232 melemahnya konsumsi dan ekspor neto antara lain akibat ketegangan hubungan dagang AS dan dampak proses deleveraging yang masih berlanjut. Sementara, ketidakpastian pasar keuangan sedikit mereda dan mendorong aliran modal ke negara berkembang sejalan dengan lebih rendahnya prakiraan kecepatan kenaikan FFR dan berkurangnya eskalasi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019, diperkirakan tetap kuat yang ditopang oleh permintaan konsumsi baik swasta maupun Pemerintah. Sektor konsumsi masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 tetap baik yakni pada kisaran 5,0-5,4%, yang ditopang oleh terjaganya permintaan domestik dan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 232 07/05/19 22.47
  235. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 tetap baik yakni pada kisaran 5,0-5,4%, yang ditopang oleh terjaganya permintaan domestik dan membaiknya ekspor neto. Dalam industri perbankan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit berada dalam kisaran 10-12% (yoy) dan pertumbuhan DPK berada pada kisaran 8,0-10,0% (yoy). “ membaiknya ekspor neto. Inflasi yang terkendali dan berada di level 3,5% diharapkan mampu memperkuat pengeluaran konsumsi khususnya rumah tangga. Konsumsi rumah tangga diperkirakan tumbuh 5,1% di tahun mendatang. Dalam industri perbankan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit berada dalam kisaran 10-12% (yoy). Di sisi lain, transmisi kenaikan suku bunga kebijakan BI-7DRRR terhadap kenaikan suku bunga deposito yang sudah berjalan dengan baik, mendorong simpanan di perbankan menjadi semakin atraktif. Seluruh jenis simpanan menunjukkan peningkatan pertumbuhan. Dengan perkembangan pertumbuhan DPK yang mulai membaik, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan DPK pada 2019 berada pada kisaran 8,010,0% (yoy). Transisi politik tahun 2019 yang diharapkan berjalan lancar sebagaimana yang telah terjadi di pemilupemilu diperkirakan mampu menopang pengeluaran konsumsi sekaligus menjaga perbaikan pertumbuhan ekonomi di tahun mendatang. Kepercayaan pasar, kepastian usaha dan iklim investasi di tahun 2019 diharapkan tetap tumbuh sejalan dengan pelaksanaan pesta demokrasi setiap lima tahun tersebut. Dalam rangka mengantisipasi atas tantangan yang ada pada masa mendatang, baik yang berasal dari eksternal maupun internal, Perseroan akan menerapkan beberapa strategi di antaranya: •Memperkuat positioning bisnis di segmen mass • Meningkatkan peran sebagai housing market maker • Pengembangan ekosistem KPR Digital Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 233 233 07/05/19 22.47
  236. PROSPEK USAHA • • • • • Meningkatkan kapabilitas IT, terutama percepatan digital banking Peningkatan perolehan DPK berbasis CASA konsumer dan lembaga Peningkatan FBI termasuk penyelesaian kedit pasif Perbaikan proses bisnis collection Mempecepat inisiatif perbaikan proses dan digital banking dalam meningkatkan efisiensi dan menangkap momentum pertumbuhan nasabah digital savvy PROSPEK SEKTOR PERUMAHAN DAN PERKEMBANGAN PROGRAM SEJUTA RUMAH Pada masa mendatang, sektor perumahan masih memiliki prospek untuk tumbuh lebih cepat yang didukung oleh ekspektasi jumlah penduduk middle class yang diprediksi terus tumbuh secara signifikan dari 74 juta di tahun 2012 menjadi 141 juta pada tahun 2020. Proyeksi pertumbuhan penduduk middle class di Indonesia ditunjukkan sebagai berikut: Grafik Proyeksi Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tahun 2012 dan 2020 2012 2020 68,2 65,4 50,5 49,3 41,6 44,4 64,5 47,9 28,3 23,2 16,5 2,5 6,9 6,6 Elite Affluent Upper Middle Middle Emeerging Middle Aspirant Poor Pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 2018 mencapai 11,8%, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 8,2%, yang salah satunya didorong sebagai efek dari kebijakan relaksasi aturan loan to value (LTV). Kelonggaran LTV membuat KPR terus bertumbuh di atas pertumbuhan industri. Terdapat tiga poin relaksasi LTV meliputi pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti dan rasio FTV (financing to value) untuk pembiayaan properti. Kemudian juga pelonggaran jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden serta penyesuaian pengaturan tahapan dan besaran pencairan kredit atau pembiayaan. Merespons berbagai indikator ekonomi dan eksternal tersebut, Perseroan menyusun rencana strategis yang bertujuan untuk menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di antaranya dengan tetap mendukung program Pemerintah satu juta rumah dengan menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) baik KPR subsidi maupun non-subsidi. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2015 terdapat sekitar 11,38 juta kepala keluarga belum memiliki rumah. Hal ini merupakan captive market bagi KPR Bank BTN terutama untuk KPR subsidi dimana Bank adalah penyalur utama KPR bersubsidi program Pemerintah. Kontribusi Bank terhadap bisnis KPR di Indonesia sangat dominan dengan pangsa pasar di atas 35,0% ditopang oleh pertumbuhan bisnis KPR Perseroan yang pesat selain basis nasabah yang kuat. Perseroan berkomitmen mendukung pembiayaan perumahan khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui upaya-upaya antara lain mendorong keterjangkauan, memperkuat sumber pembiayaan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan. Hingga akhir 2018, program satu juta rumah mencapai 1.132.621 unit, dari total unit rumah yang terbangun, 69% di antaranya atau 785.641 unit merupakan rumah MBR dan 31% atau 346.980 unit rumah non MBR. Salah satu kontribusi Perseroan antara lain melakukan penurunan suku bunga KPR subsidi dari sebelumnya 7,25% menjadi 5% dengan tujuan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah. Penurunan ini memberi fleksibilitas dan kemudahan lebih bagi MBR. 234 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 234 07/05/19 22.47
  237. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pada akhir tahun 2018 , Perseroan telah menyalurkan KPR Subsidi kepada MBR mencapai lebih dari 2,9 juta dengan nilai KPR sebesar Rp96,2 triliun. Selama 4 tahun terakhir penyaluran KPR Subsidi oleh Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan kompetitor sejenis. Total KPR 39% % 61 19, 191.802 12, 215.557 % ,63 23 171.393 10% 150.218 14, 121.510 160.355 s.d Oktober 2016 Total Subsidi s.d Oktober 2017 s.d Oktober 2018 s.d Oktober 2016 s.d Oktober 2017 s.d Oktober 2018 Disamping fokus pada bisnis perubahan, Perseroan juga berkomitmen untuk melanjutkan inisiatif digital banking yakni dengan mengimplementasikan aplikasi terintegrasi yang mampu memudahkan transaksi perbankan cukup dalam satu genggaman. Selain itu, optimalisasi fee based income dengan memaksimalkan potensi pemenuhan kebutuhan harian nasabah melalui fitur pembayaran tagihan listrik, pulsa PDAM dan lain-lain. Hal ini dilakukan sejalan dengan pergeseran budaya nasabah dalam bertransaksi dari loket beralih ke penggunaan e-channel. Di sisi lain, Perseroan juga melakukan implementasi inisiatif pada pilar penguatan bisnis transformasi Perseroan untuk menopang perkembangan bisnis yang berkelanjutan. Keseluruhan hal ini merupakan upaya Perseroan dalam mencapai prospek usaha yang lebih cemerlang pada masa mendatang. STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA Roadmap Transformation Journey Menghadapi tantangan ke depan, Perseroan telah menyusun roadmap transformation journey dengan memuat strategi pengembangan usaha pada masa mendatang. Saat ini, Perseroan telah menapak pada fase II digital banking sebagai berikut: TRANSFORMASI 1 Periode Survival TRANSFORMASI 2 Periode Digital Banking TRANSFORMASI 3 Periode Global-Playership ASPIRASI Transformational Enterprise-Globe Mindset ASPIRASI Bank Perumahan Terdepan di Indonesia dengan Layanan Kelas Dunia LOMPATAN TRANSFORMASI Produk dan layanan sudah beroperasi secara internasional Bisnis yang lebih kuat Dipicu program sejuta rumah Infrastruktur SDM Program Sejuta Rumah 2013 2015 2016 2019 2025 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 235 235 07/05/19 22.47
  238. PROSPEK USAHA Perseroan telah merumuskan strategi pengembangan usaha dengan mempertimbangkan analisa SWOT dan perkembangan perekonomian global serta nasional . Direksi Perseroan menetapkan arah Kebijakan Umum Direksi (KUD) yaitu “Membangun momentum pertumbuhan berlandaskan bisnis yang lebih kuat, pembangunan kompetensi human capital dan infrastruktur bisnis yang handal”. Selanjutnya, Perseroan menyusun Grand Strategy level korporat untuk menunjang arah KUD dan mencapai strategi utama. Kebijakan Umum Direksi 2018 SUSTAINABLE GROWTH Memperkuat positioning bisnis mortgage dan construction value chain Memperkuat struktur pendanaan dan rasio CASA Meningkatkan pendapatan non-bunga Meningkatkan efektivitas collection & asset recovery Dukungan Permodalan Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Pegawai Memperkuat Manajemen Risiko dan Integrated GRC Peningkatan Kapabilitas IT guna Mendukung Digital Banking dan Digitalisasi Proses Membangun momentum pertumbuhan berlandaskan bisnis yang lebih kuat, pembangunan kompetensi human capital dan infrastruktur bisnis yang handal TEMA KUD 2018 GRAND STRATEGY Sustainable Growth Memperkuat positioning bisnis mortgage dan construction value chain Memperkuat struktur pendanaan dan rasio CASA Menciptakan pendapatan non bunga Meningkatkan efektivitas collection & asset recovery Dukungan Permodalan Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Pegawai Memperkuat Manajemen Risiko dan Integrated GRC Peningkatan Kapabilitas IT guna Mendukung Digital Bnking dan Digitalisasi Proses 236 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 236 07/05/19 22.47
  239. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pada tahun 2018 , Perseroan telah menerapkan strategi pengembangan usaha yang akan memiliki dampak jangka panjang pada performa Perusahaan ke depan, sebagai berikut: • Meningkatkan ekspansi kredit dengan melakukan marketing dan program promosi kredit, percepatan proses kredit, serta pembinaan terhadap debitur untuk dapat memenuhi kewajibannya. • Mempertahankan dan menggalakkan kegiatan marketing, terutama produk giro perorangan dan tabungan, yang merupakan dana ritel, disamping menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dan instansi untuk meningkatkan giro lembaga. Peningkatan penggalangan dana lebih intensif dengan melakukan kegiatan pemasaran, seperti promosi, undian berhadiah secara nasional, pengembangan produk, mempermudah akses layanan nasabah dengan melakukan relokasi outlet, penambahan jaringan ATM, dan layanan mobil keliling, serta layanan digital banking. Peningkatan dana pihak ketiga fokus kepada dana murah, yaitu giro dan tabungan, sedangkan deposito dipasarkan secara selektif (segmented). • Upaya meningkatkan Pendapatan Bunga melalui peningkatan realisasi kredit baik secara kualitas dan kuantitas, peningkatan bisnis dari realisasi KPR non subsidi, memperbaiki kualitas portofolio kredit dan optimalisasi penanganan kredit dalam penyelesaian. Terdapat empat pilar bisnis yang tertuang dalam grand strategy Perseroan untuk mencapai visi jangka panjang Perseroan yang terdiri dari memperkuat positioning bisnis mortgage dan construction value chain; memperkuat struktur pendanaan dan rasio CASA; meningkatkan pendapatan non bunga; dan meningkatkan efektivitas collection & asset recovery. Keempat pilar bisnis tersebut didukung oleh empat pilar enabler pendukungnya meliputi dukungan permodalan, meningkatkan kualitas dan produktivitas pegawai, memperkuat manajemen risiko dan integrated GRC, dan peningkatan kapabilitas IT guna mendukung digital banking dan digitalisasi proses. 1.Memperkuat positioning bisnis mortgage dan construction value chain Penguatan bidang kredit difokuskan untuk memperkuat bisnis inti bank di bidang perumahan dan perluasan construction value chain untuk mendukung peningkatan supply rumah. Arah kebijakan bank di bidang kredit adalah: • Memperkuat positioning kredit pada segmen mass subsidized dan mass non subsidized; • Meningkatkan pembiayaan segmen aspiring affluent (emerging affluent dan affluent); Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited • Menjalin kerja sama dengan BUMN dan anak usahanya yang bergerak di bidang Non konstruksi perumahan; • Memperluas pangsa pasar segmen UKM, Komersial dan Korporasi guna mendukung supply perumahan; • Melakukan sekuritisasi aset sebagai strategi alternatif dalam memperluas pembiayaan KPR. 2.Memperkuat struktur pendanaan dan Rasio CASA Penguatan bidang dana diarahkan untuk meningkatkan low cost dan sustainable funding dengan pendanaan berbasis CASA. Selain itu, penguatan bidang dana juga dilakukan melalui pendanaan komersial dan dana wholesale berjangka panjang dan murah. Arah kebijakan bank di bidang pendanaan adalah: •Mengoptimalkan share of wallet nasabah captive dengan meningkatkan average balance nasabah mass; • Meningkatkan pendanaan konsumer berbasis CASA melalui akuisisi nasabah aspiring affluent dan meningkatkan utilisasi account sebagai basis transaksi nasabah; • Memperluas kerja sama pendanaan institusi berbasis construction value chain; • Meningkatkan kerja sama Business to Business (B2B) (bersama-sama dengan unit kredit) kepada nasabah korporasi dan BUMN dalam rangka up-selling; •Meningkatkan wholesale funding berdana murah. 3. Meningkatkan sumber pendapatan non bunga Perseroan memandang pendapatan non bunga memiliki potensi untuk ditingkatkan. Selain itu, pendapatan non bunga merupakan new engine growth bagi Perseroan dengan fokus pengembangan layanan digital banking. Adapun kebijakan bank untuk merealisasikan hal tersebut adalah: • Meningkatkan perolehan pendapatan non bunga berbasis admin dan layanan • Memperluas aktivitas corporate banking dan treasury dengan mengembangkan transaksi target nasabah komersial dan lembaga; • Melakukan kegiatan pemasaran (cross-selling) dalam rangka meningkatkan transaksi Supply Chain Financing (SCF) kepada pihak anchor kredit korporasi & BUMN untuk menjaring supplier, distributor atau agen; • Mengoptimalkan pendapatan pasif melalui penjualan aset off balance sheet secara masif; Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 237 237 07/05/19 22.47
  240. PROSPEK USAHA 4 . Meningkatkan efektivitas collection dan asset recovery Komitmen Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan aset yang berkualitas diwujudkan dengan upaya mempertahankan konisistensi efektivitas collection dan asset recovery. Upaya ini disusun sesuai arah kebijakan bank yaitu: •Memperkuat pembendungan kolektibilitas lancar; • Meningkatkan perbaikan postur kolektibilitas kredit; •Meningkatkan collection dan penyelesaian kredit 5. Dukungan Permodalan Dalam rangka mendukung laju pertumbuhan kredit yang terus tumbuh, inisiatif penguatan modal pun menjadi salah satu objektif utama dalam rancangan strategi pertumbuhan di tiga tahun mendatang. Inisatif permodalan difokuskan untuk menjaga rasio kecukupan modal sesuai dengan ketentuan regulator dengan strategi sebagai berikut: • Meningkatkan profitabilitas; • Menerbitkan subdebt/convertible debt komersial; •Melakukan right issue apabila pemegang saham menyetujui. 6. Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas Pegawai Perseroan melakukan inovasi pengembangan human capital untuk menciptakan sustainable value kepada shareholder. Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan distinctive competence khususnya di bidang perumahan kepada seluruh insan Bitniz. Adapun arah kebijakan dalam pengembangan human capital di tiga tahun mendatang adalah sebagai berikut: • Membangun manajemen top talent dan suksesi melalui evaluasi manajemen karir dan job family serta menyusun strategic manpower planning dengan strategi alokasi pareto; 238 •Internalisasi employer value proposition melalui aktivitas rekrutmen terarah untuk menarik top talent; • Penguatan manajemen berbasis kinerja dengan memperkuat sistem manajemen kinerja dan mendesain mekanisme kompensasi yang menarik untuk seluruh segmen bisnis; • Penguatan budaya berkinerja yang tinggi dengan internaliasi budaya yang kolaboratif dan fokus pada wawasan eksternal untuk transformasi digital dan meningkatkan kapabilitas unit Human Capital untuk melaksanakan eksekusi inisiatif strategis penguatan budaya kerja yang didukung top management. 7. Memperkuat Manajemen Risiko dan Integrasi GRC (Governance, Risk & Compliance) Penerapan GRC yang terintegrasi diimplementasikan melalui perbaikan proses bisnis secara berkelanjutan dan peningkatan kapabilitas organisasi yang mengedepankan prinsip–prinsip GCG serta pengelolaan risiko secara terintegrasi dan komprehensif. Adapun inisiatif strategis untuk mendukung hal tersebut adalah: •Melakukan Reengineering proses pemberian kredit, collection, remedial dan proses utama lainnya; • Melaksanakan penerapan integrated GRC dengan melakukan pemantauan terhadap Key Performance Indicator (KPI), Key Risk Indicator (KRI), dan Key Compliance Indicator (KCI). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 238 07/05/19 22.47
  241. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 8 .Penguatan Infrastruktur Teknologi Informasi (TI) Fokus penguatan infrastuktur TI dilaksanakan melalui pengembangan berbasis digital banking untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses. Inisiatif yang dilaksanakan mengacu pada RSTIK 2017 antara lain: • Penguatan peran BTN Property Portal; • Membentuk solusi Customer Relationship Management (CRM) untuk mengetahui 360 degree customer view, profiling dan peningkatan kapabilitas pelayanan nasabah; • Mengembangkan aplikasi internet banking & mobile banking melalui peningkatan platform dan integrasi antar sistem seperti iColl, iCash dan property portal; •Mengembangkan management tools untuk aktivitas marketing dan sales dengan membentuk digital marketing & sales tools; • Perbaikan secara menyeluruh sistem wealth management; •Peningkatan operational supporting tools saat ini untuk menambah kapasitas pencegahan risiko; • Memaksimalkan pemetaan risiko (risk profiling) unit kerja; •Integrasi Loan Origination System dan penambahan iCremo untuk melakukan monitoring penyaluran kredit; • Reengineering proses bisnis pembiayaan yang lebih mengarah pada model sentralisasi melalui digitalisasi sistem back office untuk mengotomasi proses dan menghubungkan ke berbagai database; • Membangun sistem proses perencanaan dan evaluasi kinerja korporat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi Corporate Planning. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 239 239 07/05/19 22.47
  242. MANAJEMEN RISIKO S ebagai bank yang memiliki fokus utama pada pemberian kredit dan pembiayaan perumahan , Perseroan berupaya untuk meminimalkan dampak negatif atas perubahan iklim bisnis eksternal dengan melakukan pengelolaan risiko secara berkelanjutan. Perseroan juga senantiasa melandasi setiap aktivitas bisnis dengan memiliki struktur modal yang kuat serta mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit untuk memastikan bahwa Perseroan akan terus bertumbuh. Oleh karena itu, struktur permodalan dan penerapan manajemen risiko turut berperan dalam mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan eksposur risiko di seluruh proses bisnis Bank. 240 STRUKTUR MODAL Perseroan senantiasa menghubungkan tujuan keuangan dan kecukupan modal terhadap risiko melalui proses perencanaan modal. Demikian pula dengan bisnis yang didasarkan pada permodalan dan persyaratan likuiditas Perseroan. Kebutuhan permodalan tersebut direncanakan dan didiskusikan secara rutin dengan didukung data-data analisis. Perseroan memiliki Rencana Permodalan yang disusun berdasarkan telaah dan penilaian atas kebutuhan kecukupan permodalan yang dipersyaratkan dan tinjauan perkembangan ekonomi terkini. Direksi menyusun Rencana Permodalan sebagai bagian dari Rencana Bisnis Perseroan dan disetujui oleh Dewan Komisaris. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 240 07/05/19 22.47
  243. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Tujuan dari kebijakan manajemen atas permodalan adalah untuk memastikan permodalan yang dimiliki Bank kuat dan mampu menciptakan struktur permodalan yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha sekarang dan mempertahankan kelangsungan pengembangan di masa mendatang. “ Pelaksanaan kebijakan manajemen terkait permodalan bertujuan untuk memastikan bahwa Perseroan memiliki modal dan struktur permodalan yang kuat untuk mendukung strategi pengembangan ekspansi usaha dan mempertahankan kelangsungan pengembangan bisnis Perseroan pada masa mendatang. Selain itu, kebijakan permodalan ditetapkan untuk memenuhi ketentuan kecukupan permodalan yang ditetapkan oleh regulator serta memastikan agar struktur permodalan Perseroan telah efisien. Selaras dengan Peraturan Bank Indonesia, modal Perseroan terdiri dari modal inti dan modal pelengkap dengan masing-masing penjelasan sebagai berikut: Modal Inti Modal inti merupakan modal bank yang terdiri dari Modal Inti Utama (Common Equity Tier – CET 1) dan Modal Inti Tambahan (Additional Tier 1). Modal inti utama mencakup modal disetor dan cadangan tambahan modal (disclose reserve). Cadangan tambahan modal terdiri atas faktor penambah (agio, cadangan umum, laba tahun lalu, laba tahun berjalan, dan opsi saham) dan faktor pengurang (kerugian komprehensif lainnya dari transaksi aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual, selisih kurang Penyisihan Penghapusan Aset (PPA) atas aset produktif dengan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, dan PPA non produktif). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 241 241 07/05/19 22.47
  244. MANAJEMEN RISIKO Modal Pelengkap (Maksimum 100% dari Modal Inti) Modal pelengkap meliputi cadangan umum PPA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah maksimum 1,25% dari ATMR Risiko Kredit dan Cadangan Tujuan. Pada 2018, Perseroan memiliki jumlah modal inti dan modal pelengkap sebesar Rp23,33 triliun tersebut lebih tinggi dibandingkan modal inti dan modal pelengkap tahun 2017 sebesar Rp22,09 triliun. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO Dasar Penetapan Manajemen Risiko Perseroan mengelola permodalan guna menjaga kecukupan modal sesuai profil risiko Bank secara menyeluruh dan strategi untuk memelihara tingkat permodalan. Besarnya modal yang dikelola Perseroan harus dapat meng-cover risiko yang timbul dari aktivitas Perseroan namun tidak terbatas pada rencana ekspansi bisnis dan aktivitas lain. Perhitungan kecukupan modal mengacu pada Peraturan Regulator yang berlaku. Perseroan telah dengan konsisten melaporkan kecukupan permodalan kepada regulator dan publik melalui laporan KPMM dan mencantumkan rasio KPMM pada Laporan Publikasi Bank. Rasio KPMM menunjukkan bahwa Modal Bank (CAR 18,21%) dapat meng-cover risiko (potensi kerugian) yang timbul dari aktivitas Perseroan saat ini dan yang akan datang. Penerapan Manajemen Risiko Secara Umum 1. Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris Dewan Komisaris dan Direksi memastikan penerapan Manajemen Risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik, kompleksitas dan profil risiko Perseroan. 2. Dewan Komisaris dan Direksi memahami dengan baik jenis dan tingkat Risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan. 3. Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan dengan: •Menyetujui kebijakan manajemen risiko termasuk strategi dan kerangka manajemen risiko yang ditetapkan. • Mengevaluasi kebijakan Manajemen Risiko dan Strategi Manajemen Risiko minimal satu kali dalam satu tahun atau dalam frekuensi yang lebih sering apabila terdapat perubahan faktorfaktor yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan secara signifikan. • Mengevaluasi dan memutuskan permohonan Direksi yang berkaitan dengan transaksi yang memerlukan persetujuan Komisaris. 242 • Mengevaluasi pertanggungjawaban Direksi dan memberikan arahan perbaikan atas pelaksanaan kebijakan Manajemen Risiko secara berkala. 4. Direksi telah melakukan pengawasan dengan: • Menyusun kebijakan, strategi, dan kerangka Manajemen Risiko secara tertulis dan komprehensif termasuk limit Risiko secara keseluruhan dan per jenis Risiko. • Menyusun, menetapkan, dan memperbarui prosedur sebagai alat untuk mengidentifikasi, mengukur, memonitor, dan mengendalikan Risiko. •Menyusun dan menetapkan mekanisme persetujuan transaksi, termasuk yang melampaui limit dan kewenangan untuk setiap jenjang jabatan. • Mengevaluasi dan mengkinikan kebijakan, strategi, dan kerangka Manajemen Risiko minimal satu kali dalam satu tahun atau dalam frekuensi yang lebih sering dalam hal terdapat perubahan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan, eksposur Risiko, dan/atau profil Risiko secara signifikan. • Menetapkan struktur organisasi termasuk wewenang dan tanggung jawab yang jelas pada setiap jenjang jabatan yang terkait dengan penerapan Manajemen Risiko. •Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan, strategi, dan kerangka Manajemen Risiko serta mengevaluasi dan memberikan arahan berdasarkan laporan-laporan yang disampaikan oleh Enterprise Risk Management Division (RMD) termasuk laporan mengenai profil Risiko. • Memastikan seluruh Risiko yang material dan menimbulkan dampak yang buruk telah ditindaklanjuti dan pertanggungjawabannya dilaporkan kepada Dewan Komisaris secara berkala. • Memastikan pelaksanaan langkahlangkah perbaikan atas permasalahan atau penyimpangan kegiatan usaha Perseroan yang ditemukan oleh Internal Audit Division (IAD). •Mengembangkan budaya peduli risiko termasuk budaya anti fraud pada seluruh jenjang organisasi. • Memastikan kecukupan dukungan keuangan dan infrastruktur untuk mengelola dan mengendalikan Risiko. • Memastikan bahwa fungsi Manajemen Risiko telah diterapkan secara independen antara lain adanya pemisahan fungsi antara RMD dengan satuan kerja yang melakukan dan menyelesaikan transaksi. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 242 07/05/19 22.47
  245. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Kecukupan Kebijakan , Prosedur, dan Penetapan Limit Perseroan memiliki kebijakan, prosedur dan limit dalam menerapkan kebijakan Manajemen Risiko. Prosedur dan proses tersebut dituangkan dalam pedoman pelaksanaan yang di-review dan dikinikan secara berkala untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi. Dalam menetapkan kebijakan, prosedur dan penetapan limit Perseroan mempertimbangkan strategi manajemen risiko, tingkat risiko yang diambil dan toleransi risiko, serta limit yang memperhatikan kemampuan modal Perseroan untuk dapat menyerap eksposur risiko. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited secara berkala. Penetapan limit dilakukan secara komprehensif atas seluruh aspek yang terkait dengan risiko, yang mencakup limit secara keseluruhan, limit per risiko, dan limit per aktivitas bisnis bank yang memiliki eksposur risiko. Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta Sistem Informasi Manajemen Risiko Perseroan juga senantiasa memastikan bahwa Bank memiliki kecukupan atas proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, serta Sistem Informasi Manajemen Risiko. Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko Identifikasi Penerapan manajemen risiko didukung dengan kerangka yang mencakup kebijakan dan prosedur manajemen risiko serta limit risiko yang ditetapkan sejalan dengan visi, misi, dan strategi bisnis Bank. Kebijakan dan Prosedur manajemen risiko diimplementasikan dengan memperhatikan karakteristik dan kompleksitas kegiatan usaha, tingkat risiko yang akan diambil (Risk Appetite) dan toleransi risiko (Risk Tolerance), profil risiko serta peraturan yang ditetapkan otoritas dan/atau praktik perbankan yang sehat. Proses identifikasi Risiko dilakukan dengan menganalisis seluruh sumber Risiko, peristiwa Risiko dan dampak Risiko yang paling kurang dilakukan terhadap Risiko dari produk dan aktivitas Perseroan serta memastikan bahwa Risiko dari produk dan aktivitas baru telah melalui proses Manajemen Risiko yang layak sebelum diperkenalkan atau dijalankan. Bank memiliki prosedur dan proses untuk menerapkan kebijakan manajemen risiko. Kebijakan dan prosedur manajemen risiko tersebut dituangkan dalam pedoman pelaksanaan yang direview dan dikinikan secara berkala untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi. Dalam menetapkan kerangka manajemen risiko termasuk kebijakan, prosedur dan limit, Bank BTN memperhatikan tingkat risiko yang akan diambil (Risk Appetite) dan Toleransi Risiko (Risk Tolerance), strategi dan tujuan bisnis Bank serta kemampuan Bank dalam mengambil risiko (risk bearing capacity). Penetapan Limit Limit risiko ditetapkan dengan mengacu kepada tingkat risiko yang akan diambil, toleransi risiko, dan strategi Bank secara keseluruhan dengan memperhatikan kemampuan modal Bank untuk dapat menyerap eksposur risiko atau kerugian yang timbul, pengalaman kerugian di masa lalu, kemampuan sumber daya manusia, dan kepatuhan terhadap ketentuan eksternal yang berlaku. Prosedur dan penetapan limit mencakup akuntabilitas dan jenjang delegasi wewenang yang jelas, dokumentasi prosedur dan penetapan limit secara memadai, pelaksanaan kaji ulang terhadap prosedur dan penetapan limit Pengukuran Sistem pengukuran Risiko digunakan untuk mengukur eksposur Risiko yang melekat pada aktivitas Perseroan untuk dibandingkan dengan risk appetite Perseroan sehingga Perseroan dapat mengambil tindakan mitigasi risiko dan mengukur kecukupan modal Perseroan untuk meng-cover risiko residual. Pengukuran Risiko dilakukan secara berkala baik untuk produk dan portofolio maupun seluruh aktivitas bisnis Perseroan. Pemantauan Sistem dan prosedur pemantauan mencakup antara lain pemantauan terhadap besarnya eksposur Risiko, toleransi Risiko, kepatuhan limit internal, dan hasil stress testing maupun konsistensi pelaksanaan dengan kebijakan dan prosedur yang ditetapkan. Pemantauan dilakukan baik oleh unit pelaksana maupun oleh RMD. Pengendalian Risiko Proses pengendalian Risiko yang diterapkan disesuaikan dengan eksposur Risiko maupun tingkat Risiko yang akan diambil dan toleransi Risiko. Pengendalian Risiko dapat dilakukan, antara lain dengan cara mekanisme lindung nilai, dan metode mitigasi Risiko lainnya seperti penerbitan garansi, sekuritisasi aset, dan credit derivatives, serta penambahan modal Perseroan untuk menyerap potensi kerugian. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 243 243 07/05/19 22.47
  246. MANAJEMEN RISIKO Sistem Informasi Manajemen Risiko Sistem informasi Manajemen Risiko dikembangkan sesuai dengan kebutuhan Perseroan dalam rangka penerapan Manajemen Risiko yang efektif . Sistem informasi Manajemen Risiko dan informasi yang dihasilkan disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas kegiatan usaha Perseroan serta adaptif terhadap perubahan. Dalam mengembangkan teknologi sistem informasi dan perangkat lunak baru, dipastikan bahwa penerapan sistem informasi dan teknologi baru tersebut tidak akan mengganggu kesinambungan sistem informasi Perseroan. Sistem Pengendalian Intern yang Menyeluruh 1.Proses penerapan Manajemen Risiko yang efektif dilengkapi dengan sistem pengendalian intern yang handal. Terselenggaranya sistem pengendalian intern Perseroan yang handal dan efektif menjadi tanggung jawab dari seluruh satuan kerja operasional dan satuan kerja pendukung serta IAD. Pelaksanaan sistem pengendalian intern secara efektif dalam penerapan Manajemen Risiko Perseroan mengacu pada kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan. 2.Perseroan menerapkan four eyes principle (pemisahan fungsi) antara unit kredit dengan unit manajemen risiko, khususnya dalam hal pengambilan keputusan di bidang perkreditan dengan adanya unit kerja Credit Risk Desk. 3.Sistem pengendalian intern dalam penerapan Manajemen Risiko paling kurang mencakup: • Kesesuaian antara sistem pengendalian intern dengan jenis dan tingkat Risiko yang melekat pada kegiatan usaha Perseroan; • Penetapan wewenang dan tanggung jawab untuk pemantauan kepatuhan kebijakan, prosedur dan limit; 244 • Penetapan jalur pelaporan dan pemisahan fungsi yang jelas dari satuan kerja operasional kepada satuan kerja yang melaksanakan fungsi pengendalian; • Struktur organisasi yang menggambarkan secara jelas tugas dan tanggung jawab masingmasing unit dan individu; • Pelaporan keuangan dan kegiatan operasional yang akurat dan tepat waktu; •Kecukupan prosedur untuk memastikan kepatuhan bank terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku; • Kaji ulang yang efektif, independen, dan obyektif terhadap kebijakan, kerangka dan prosedur operasional Perseroan; • Pengujian dan kaji ulang yang memadai terhadap sistem informasi manajemen; • Dokumentasi secara lengkap dan memadai terhadap cakupan, prosedur-prosedur operasional, temuan audit, serta tanggapan pengurus Perseroan berdasarkan hasil audit; • Verifikasi dan kaji ulang secara berkala dan berkesinambungan terhadap penanganan kelemahan-kelemahan Perseroan yang bersifat material dan tindakan pengurus Perseroan untuk memperbaiki penyimpanganpenyimpangan yang terjadi. 4.Pelaksanaan kaji ulang terhadap penerapan Manajemen Risiko dilakukan secara berkala paling kurang setiap tahun oleh RMD dan IAD. Penerapan Manajemen Risiko Perseroan menerapkan manajemen risiko meliputi 8 (delapan) Risiko yaitu Risiko Kredit, Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, Hukum, Risiko Stratejik, Risiko Kepatuhan dan Reputasi. yang Risiko Risiko Risiko Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 244 07/05/19 22.47
  247. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Risiko Kredit Risiko Pasar Risiko Likuiditas 8 (delapan) Risiko Risiko Operasional Risiko Hukum Risiko Stratejik Risiko Kepatuhan Risiko Reputasi RISIKO KREDIT Pengelolaan Risiko Kredit Sebagai bagian dari pengelolaan risiko kredit, Bank secara teratur meninjau dan memperbarui Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko serta Pedoman Kebijakan Kredit dan Pembiayaan untuk kredit Bank dan pembiayaan sebagai bagian dari proses penilaian risiko. Eksposur Risiko Kredit dipantau sejak proses pemberian kredit sampai dengan jatuh tempo kredit. Pemantauan dan pengendalian risiko kredit di antaranya dengan mengevaluasi eksposur risiko kredit terhadap limit risiko kredit (Risk Appetite & Risk Tolerance), Bank sedang mereview kebijakan Internal Credit Rating antara unit bisnis bersama dengan Credit Risk Division (CRD) untuk kredit komersial dalam menganalisa dari segi risiko kredit. CRD terdiri dari CRD di Kantor Pusat, RCRH (Regional Credit Risk Head) di Kantor Wilayah dan BCRH (Branch Credit Risk Head) dan BCRA (Branch Credit Risk Analyst) di Kantor Cabang dan saat ini Bank telah menerapkan Four Eyes Principle. Selain itu telah dibentuk Departemen Monitoring pada Commercial Lending Division (CMLD) yang khusus memonitor eksposur kredit debitur-debitur besar (50 debitur inti). Berbeda dengan kredit komersial, proses pengendalian risiko kredit untuk kredit konsumer dilakukan melalui sistem iLoan Konsumer yaitu melengkapi aplikasi tersebut dengan Credit Scoring Model (CSM). Pengelolaan debitur kredit konsumer Kol-2 dan NPL dilakukan oleh Consumer Collection and Remedial Division (CCD) yang dilengkapi unit Desk Call dan unit Consumer Collection and Remedial Unit (CCRU) di Kantor Cabang. Penagihan debitur-debitur menunggak > 360 hari (kredit konsumer & Komersial), pengalihan debitur (Novasi, Cessie) dan lelang dikelola oleh Asset Management Division (AMD). Sebagai tindak lanjut penerapan Pilar 1 Basel II, Bank telah mengimplementasikan pengukuran risiko kredit dengan menggunakan Standardized Approach sesuai dengan SE OJK No. 42/SEOJK.03/2016 tanggal 28 September 2016 perihal Pedoman Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk Risiko Kredit dengan menggunakan Pendekatan Standar. Uraian terkait pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah, Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak, Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi, Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah, Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi, serta Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) digambarkan dalam tabel sebagai berikut: Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 245 245 07/05/19 22.47
  248. MANAJEMEN RISIKO Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 31 Desember 2017 No Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah Kategori Portofolio Jabodetabek Jawa Non Jabodetabek 45 .427.435 - - - 45.427.435 394.809 - - - 394.809 - - - - - 2.023.720 16.553 289 - 2.040.562 Sumatera Lain - Lain Total 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 60.682.877 38.956.028 23.696.509 24.169.762 147.505.176 6 Kredit Beragun Properti Komersial 13.142.233 6.041.279 2.746.879 2.761.830 24.692.221 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 523.014 374.502 191.777 199.701 1.288.994 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 1.923.775 1.624.915 823.869 2.529.034 6.901.593 9 Tagihan Kepada Korporasi 12.402.604 4.297.576 1.064.536 1.236.493 19.001.209 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya Total 966.583 711.365 533.996 888.346 3.100.290 4.836.185 2.182.664 572.505 968.405 8.559.759 142.323.235 54.204.882 29.630.360 32.753.571 258.912.048 * Lain-lain terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku dan Papua Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 31 Desember 2017 Tagihan Bersih Bedasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak No Kategori Portofolio > 1 Tahun s.d 3 Tahun > 3 Tahun s.d 5 Tahun >5 Tahun Non Kontraktual 40.559.434 3.709.960 354.642 803.399 - 45.427.435 53.487 20.936 196.510 123.876 - 394.809 - - - - - - <1 Tahun 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 Kredit Beragun Properti Komersial 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya Total 246 Total 1.260.451 726.024 54.087 - - 2.040.562 307.535 2.450.109 5.443.674 139.303.858 - 147.505.176 6.266.653 12.156.922 5.080.524 1.188.122 - 24.692.221 2.484 33.912 63.379 1.189.219 - 1.288.994 828.603 821.249 614.973 4.636.768 - 6.901.593 8.981.952 4.006.449 1.600.888 4.411.920 - 19.001.209 770.237 217.994 295.793 1.816.266 - 3.100.290 - - - - 8.559.759 8.559.759 59.030.836 24.143.555 13.704.470 153.473.428 8.559.759 258.912.048 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 246 07/05/19 22.47
  249. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 No Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah Kategori Portofolio Jabodetabek 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 6 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 11 Jawa Non Jabodetabek Sumatera Lain - Lain Total 48.436.894 - - - 48.436.894 4.396.793 32.721 - - 4.429.514 - - - - - 2.289.693 36.566 231 26 2.326.516 Kredit Beragun Rumah Tinggal 73.888.564 46.489.642 29.496.132 30.608.861 180.483.199 Kredit Beragun Properti Komersial 12.762.100 7.025.289 2.731.995 2.706.805 25.226.189 635.411 441.782 227.676 240.080 1.544.949 1.593.127 1.438.857 687.896 1.366.592 5.086.472 14.843.223 4.612.722 1.116.771 1.304.477 21.877.193 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 1.179.554 1.010.470 662.954 1.091.326 3.944.304 Aset Lainnya 6.815.693 2.322.784 697.224 1.137.669 10.973.370 166.841.052 63.410.833 35.620.879 38.455.836 304.328.600 Total * Lain-lain terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku dan Papua (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 Tagihan Bersih Bedasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak No Kategori Portofolio > 1 Tahun s.d 3 Tahun > 3 Tahun s.d 5 Tahun 43.610.741 3.011.337 363.665 1.451.151 - 48.436.894 2.673.335 1.107.124 600.887 48.168 - 4.429.514 - - - - - - <1 Tahun 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 7 Non Kontraktual >5 Tahun Total 1.832.091 494.425 - - - 2.326.516 155.711.328 2.435.328 6.259.200 16.077.343 - 180.483.199 Kredit Beragun Properti Komersial 5.793.389 11.086.660 8.346.140 - - 25.226.189 Kredit Pegawai atau Pensiunan 1.417.185 40.634 87.130 - - 1.544.949 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 3.628.566 778.525 611.415 67.966 - 5.086.472 9 Tagihan Kepada Korporasi 15.691.460 4.349.719 1.736.503 99.511 - 21.877.193 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 3.072.487 530.199 235.455 106.163 - 3.944.304 11 Aset Lainnya Total - - - - 10.973.370 10.973.370 233.430.582 23.833.951 18.240.395 17.850.302 10.973.370 304.328.600 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 247 247 07/05/19 22.47
  250. MANAJEMEN RISIKO Tabel Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 No Sektor Ekonomi Tagihan Kepada Pemerintah Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional (1) (2) (3) (4) (5) 31 Desember 2017 1 Pertanian, Perburuan, Kehutanan - - - 2 Perikanan - - - 3 Pertambangan dan Penggalian - - - 4 Industri Pengolahan - 5.009 - 5 Listrik, Gas dan Air - 221.888 - 6 Konstruksi - 71.489 - 7 Perdagangan Besar dan Eceran - 40.063 - 8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makanan Minum - - - 9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi - 30.092 - 10 Perantara Keuangan 37.914.975 26.268 - 11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan - - - 12 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib - - - 13 Jasa Pendidikan - - - 14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial - - - 15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya - - - 16 Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga - - - 17 Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - - - 18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya - - - 19 Bukan Lapangan Usaha - - - 20 Lainnya 7.512.460 - - 45.427.435 394.809 - Total 31 Desember 2018 1 Pertanian, Perburuan, Kehutanan - - - 2 Perikanan - - - 3 Pertambangan dan Penggalian - - - 4 Industri Pengolahan - 8.337 - 5 Listrik, Gas dan Air - 186.573 - 6 Konstruksi - 1.775.413 - 7 Perdagangan Besar dan Eceran - 1.251.608 - 8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makanan Minum - - - 9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi - 538.945 - 10 Perantara Keuangan 43.581.917 54.707 - 11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan - 581.210 - 12 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib - - - 13 Jasa Pendidikan - - - 14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial - - - 15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya - - - 16 Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga - - - 17 Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - - - 18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya - - - 19 Bukan Lapangan Usaha - 32.721 - 20 Lainnya 4.854.977 - - 48.436.894 4.429.514 - Total 248 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 248 07/05/19 22.47
  251. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) Tagihan Kepada Bank Kredit Beragun Rumah Tinggal Kredit Beragun Properti Komersial Kredit Pegawai atau Pensiunan Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel Tagihan Kepada Korporasi Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo Aset Lainnya (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) - - - - 5.728 15.622 17.004 - - - - - - - - - - - - - 8.017 142.679 16.274 - - - - - 20.460 96.182 24.196 - - - - - 13.357 117.304 433 - - - 21.933.515 - 425.558 8.901.650 503.935 - - - - - 181.647 1.372.949 124.472 - - - - - 13.477 612.892 104.440 - - - - - 14.250 170.318 5.835 - 2.040.562 - - - 39.823 1.526.841 11.521 - - - 2.758.706 - 17.739 1.982.439 11.670 - - - - - - 5.012 - - - - - - 14.436 207.998 12.145 - - - - - 24.518 419.289 12.674 - - - - - 119.213 589.114 34.443 - - - - - 959 8.313 - - - - - - - - - - - - - - 23.900 121.213 532 - - 147.505.176 - 1.288.994 5.974.100 2.711.394 2.220.716 - - - - - 4.411 - - 8.559.759 2.040.562 147.505.176 24.692.221 1.288.994 6.901.593 19.001.209 3.100.290 8.559.759 - - - - 2.373 4.644 14.355 - - - - - 1.420 1.538 2.650 - - - - - 9.055 68.538 8.933 - - - - - 17.123 93.632 32.161 - - - - - 7.796 81.213 1.204 - - - 23.082.548 - 433.781 10.386.550 1.175.779 - - - - - 152.595 2.414.204 144.807 - - - - - 16.048 699.269 22.040 - - - - - 9.379 687.628 9.061 - 2.326.516 - - - 23.311 877.773 20.575 - - - 2.143.641 - 29.445 2.276.819 17.691 - - - - - - - - - - - - - 17.730 282.937 12.496 - - - - - 12.496 383.508 17.646 - - - - - 46.117 337.748 139.789 - - - - - 4.037 7.120 - - - - - - - - - - - - - - 22.730 475.526 33.649 - - 180.483.199 - 1.544.949 4.268.710 2.798.546 2.291.468 - - - - - 12.326 - - 10.973.370 2.326.516 180.483.199 25.226.189 1.544.949 5.086.472 21.877.193 3.944.304 10.973.370 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 249 249 07/05/19 22.47
  252. MANAJEMEN RISIKO Tabel Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 31 Desember 2017 No Tagihan Berdasarkan Wilayah Keterangan Jabodetabek Jawa Non Jabodetabek Sumatera Lain - Lain Total 1 Tagihan 135 .852.279 52.701.486 29.447.262 32.592.751 250.593.778 2 Tagihan yang mengalami penurunan nilai 349.353 161.466 23.198 124.942 658.959 a. Belum jatuh tempo 165.001 74.590 6.912 17.843 264.346 b. Telah jatuh tempo 184.352 86.876 16.286 107.099 394.613 3 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Individual 156.853 62.567 19.768 108.714 347.902 4 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Kolektif 768.772 377.837 319.105 559.260 2.024.974 5 Tagihan yang dihapusbuku 326.871 118.123 75.325 145.050 665.369 Tabel Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 No Sektor Ekonomi Tagihan (1) (2) (3) Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo (4) (5) Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Individual Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Kolektif Tagihan yang Dihapus buku (6) (7) (8) 31 Desember 2017 1 Pertanian, Perburuan, Kehutanan 2 Perikanan 74.774 9.377 26.794 26.111 10.631 9.307 - - - - - 672 3 4 Pertambangan dan Penggalian 178.499 - - - 14.514 8.984 Industri Pengolahan 170.983 - 23.800 15.903 13.962 19.774 5 Listrik, Gas dan Air 6 Konstruksi 7 Perdagangan Besar dan Eceran 8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makanan Minum 353.380 - - - 485 255 29.352.289 175.041 151.407 153.167 637.619 254.388 1.843.859 60.732 23.992 24.885 134.899 202.918 839.785 - 126.443 68.719 40.951 9.731 9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 10 Perantara Keuangan 11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan 12 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 13 Jasa Pendidikan 239.100 - 14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 495.345 1.656 15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya 751.077 - 16 Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga 9.272 17 Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - 18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya 19 Bukan Lapangan Usaha 20 Lainnya Total 250 243.077 17.540 270 18.933 4.020 29.675 41.577.436 - 1.695 1.695 37.084 10.470 4.778.660 - 6.478 6.155 19.819 37.148 5.012 - - - 3 - - - 4.943 375 33.734 32.334 7.712 202 - - 36.866 583 - - - 5 - - - - - - 145.981 - - - 4.145 - 160.736.422 - - - 1.057.316 80.887 8.798.827 - - - - - 250.593.778 264.346 394.613 347.902 2.024.974 665.369 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 250 07/05/19 22.47
  253. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 No Tagihan Berdasarkan Wilayah Keterangan Jabodetabek Jawa Non Jabodetabek Sumatera Lain - Lain Total 1 Tagihan 158.310.825 62.004.555 35.538.043 38.344.849 294.198.272 2 Tagihan yang mengalami penurunan nilai 2.820.702 912.494 312.185 924.055 4.969.436 a. Belum jatuh tempo 2.669.054 808.535 227.556 858.123 4.563.268 b. Telah jatuh tempo 151.648 103.959 84.629 65.932 406.168 3 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Individual 584.175 268.557 117.900 374.875 1.345.507 4 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Kolektif 721.854 420.703 344.860 487.369 1.974.786 5 Tagihan yang dihapusbuku 230.846 199.721 176.736 179.898 787.201 (dalam jutaan rupiah) No Sektor Ekonomi Tagihan (1) (2) (3) Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo (4) (5) Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Individual Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Kolektif Tagihan yang Dihapus buku (6) (7) (8) 31 Desember 2018 1 Pertanian, Perburuan, Kehutanan 2 Perikanan 3 Pertambangan dan Penggalian 4 Industri Pengolahan 5 Listrik, Gas dan Air 6 Konstruksi 7 Perdagangan Besar dan Eceran 8 Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makanan Minum 9 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 10 Perantara Keuangan 11 Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan 12 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 13 Jasa Pendidikan 14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya 16 Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga 17 Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya 18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya 19 Bukan Lapangan Usaha 20 Lainnya Total 32.443 - 9.377 5.098 6.051 28.036 7.218 - - - 1.616 - 93.175 9.402 - 1.418 5.243 11.019 193.356 4.577 24.720 26.032 17.654 2.205 279.069 2.900 - 2.212 96 - 34.557.960 3.267.293 268.419 949.160 732.745 328.596 4.165.798 112.606 26.504 104.474 110.171 196.252 797.715 437.799 31.793 54.527 6.067 72.058 1.274.581 25.013 270 21.737 8.646 15.915 46.924.317 10.802 4.111 12.980 47.258 10.518 5.132.235 590.970 15.735 79.007 19.628 18.946 - - - - - - 322.062 4.712 1.535 3.354 5.775 17 433.539 35.900 - 12.282 8.288 31.449 570.212 - - - 88.583 7 12.826 5.380 - 1.670 1 - - - - - - - 540.872 - - - 10.878 - 192.375.750 55.913 23.704 71.556 906.086 72.183 6.485.144 1 - - - - 294.198.272 4.563.268 406.168 1.345.507 1.974.786 787.201 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 251 251 07/05/19 22.47
  254. MANAJEMEN RISIKO Tabel Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 No 31 Desember 2017 Keterangan CKPN Individual CKPN Kolektif 1 Saldo awal CKPN 378.570 1.753.387 2 Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net) 174.127 732.161 2.a Pembentukan CKPN pada periode berjalan 174.127 732.161 - - (204.795) (460.574) - - 347.902 2.024.974 2.b Pemulihan CKPN pada periode berjalan 3 CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada peride berjalan 4 Pembentukan (pemulihan) lainnya pada periode berjalan Saldo akhir CKPN Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat dan Risiko Kredit Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) dijabarkan sebagai berikut: Tabel Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat per 31 Desember 2017 Tag Lembaga Pemeringkat No Kategori Portofolio Peringkat Jangka Panjang Standards and Poor’s AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- Fitch Rating AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- Moody’s Aaa Aa1 s.d Aa3 A1 s.d A3 Baa1 s.d Baa3 PT. Fitch Ratings Indonesia AAA (idn) AA+(idn) s.d AA-(idn) A+(idn) s.d. A-(idn) BBB+(idn) s.d BBB-(idn) PT. ICRA Indonesia [Idr] AAA [Idr]AA+ s.d [Idr]AA- [Idr]A+ s.d [Idr]A- [Idr]BBB+ s.d [Idr]BBB- idA+ s.d id A- id BBB+ s.d id BBB- PT Pemeringkat Efek Indonesia idAAA 31 Desember 2017 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - 40.383.100 278.428 - 5.005 - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank 1.791.159 - 28.227 - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 9 Tagihan Kepada Korporasi - - - - 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo - - - - 11 Aset Lainnya - - - - 252 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 252 07/05/19 22.47
  255. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) No 31 Desember 2018 Keterangan 1 Saldo awal CKPN 2 CKPN Individual CKPN Kolektif 347.902 2.024.974 Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net) 1.244.838 489.781 2.a Pembentukan CKPN pada periode berjalan 1.244.838 489.781 - - (247.233) (539.969) - - 1.345.507 1.974.786 2.b Pemulihan CKPN pada periode berjalan 3 CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada peride berjalan 4 Pembentukan (pemulihan) lainnya pada periode berjalan Saldo akhir CKPN (dalam jutaan rupiah) Tagihan Bersih Peringkat Jangka Pendek BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- A-1 A-2 A-3 Kurang dari A-3 BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- F1+ s.d F1 F2 F3 Kurang dari F3 Ba1 s.d Ba3 B1 s.d B3 Kurang dari B3 P-1 P-2 P-3 Kurang dari P-3 BB+(idn) s.d BB-(idn) B+(idn) s.d B-(idn) Kurang dari B-(idn) F1+(idn) s.d F1(idn) F2(idn) F3(idn) Kurang dari F3(idn) [Idr]BB+ s.d [Idr]BB- [Idr]B+ s.d [Idr]B- Kurang dari [Idr]B- [Idr]A1+ s.d [Idr]A1 [Idr]A2+ s.d [Idr]A2 [Idr]A3+ s.d [Idr] A3 Kurang dari [Idr]A3 id BB+ s.d id BB- id B+ s.d id B- Kurang dari idB- idA1 idA2 idA3 s.d id A4 Kurang dari idA4 Tanpa Peringkat Total - - - - - - - 5.044.335 45.427.435 - - - - - - - 111.376 394.809 - - - - - - - - - - - - - - - - 221.176 2.040.562 - - - - - - - 147.505.176 147.505.176 - - - - - - - 24.692.221 24.692.221 - - - - - - - 1.288.994 1.288.994 - - - - - - - 6.901.593 6.901.593 - - - - - - - 19.001.209 19.001.209 - - - - - - - 3.100.290 3.100.290 - - - - - - - 8.559.759 8.559.759 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 253 253 07/05/19 22.47
  256. MANAJEMEN RISIKO Tabel Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat 31 Desember 2018 Tag Lembaga Pemeringkat No Kategori Portofolio Peringkat Jangka Panjang Standards and Poor ’s AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- Fitch Rating AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BBB- Moody’s Aaa Aa1 s.d Aa3 A1 s.d A3 Baa1 s.d Baa3 PT. Fitch Ratings Indonesia AAA (idn) AA+(idn) s.d AA-(idn) A+(idn) s.d. A-(idn) BBB+(idn) s.d BBB-(idn) PT. ICRA Indonesia [Idr] AAA [Idr]AA+ s.d [Idr]AA- [Idr]A+ s.d [Idr]A- [Idr]BBB+ s.d [Idr]BBB- idA+ s.d id A- id BBB+ s.d id BBB- PT Pemeringkat Efek Indonesia idAAA 31 Desember 2018 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - 42.419.586 282.634 - 4.884 101.709 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank 1.212.506 - 51.057 - 5 6 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 9 Tagihan Kepada Korporasi - - - - 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo - - - - 11 Aset Lainnya - - - - Sedangkan untuk Risiko Kredit Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) terbagi menjadi 2, yaitu: 1.Transaksi Derivatif Over the Counter Perseroan tidak memiliki transaksi derivatif per tanggal 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017. 2. Transaksi Repo Uraian terkait Transaksi Repo dijabarkan dalam tabel berikut: Tabel Transaksi Repo per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 No Kategori Portofolio 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 31 Desember 2017 Nilai Wajar SB Kewajiban Repo Tagihan Bersih ATMR 1.532.720 1.400.539 132.181 - Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank         5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi   Total 254 - - - - 1.532.720 1.400.539 132.181 - Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 254 07/05/19 22.47
  257. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) Tagihan Bersih Peringkat Jangka Pendek BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- A-1 A-2 A-3 Kurang dari A-3 BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- F1+ s.d F1 F2 F3 Kurang dari F3 Ba1 s.d Ba3 B1 s.d B3 Kurang dari B3 P-1 P-2 P-3 Kurang dari P-3 BB+(idn) s.d BB-(idn) B+(idn) s.d B-(idn) Kurang dari B-(idn) F1+(idn) s.d F1(idn) F2(idn) F3(idn) Kurang dari F3(idn) [Idr]BB+ s.d [Idr]BB- [Idr]B+ s.d [Idr]B- Kurang dari [Idr]B- [Idr]A1+ s.d [Idr]A1 [Idr]A2+ s.d [Idr]A2 [Idr]A3+ s.d [Idr] A3 Kurang dari [Idr]A3 id BB+ s.d id BB- id B+ s.d id B- Kurang dari idB- idA1 idA2 idA3 s.d id A4 Kurang dari idA4 Tanpa Peringkat Total - - - - - - - 6.017.308 48.436.894 - - - - - - - 4.040.287 4.429.514 - - - - - - - - - - - - - - - - 1.062.953 2.326.516 - - - - - - - 180.483.199 180.483.199 - - - - - - - 25.226.189 25.226.189 - - - - - - - 1.544.949 1.544.949 - - - - - - - 5.086.472 5.086.472 - - - - - - - 21.877.193 21.877.193 - - - - - - - 3.944.304 3.944.304 - - - - - - - 10.973.370 10.973.370 (dalam jutaan rupiah) No Kategori Portofolio 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 31 Desember 2018 Nilai Wajar SB Kewajiban Repo Tagihan Bersih ATMR 1.059.534 947.579 111.955 - Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank         5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi   Total - - - - 1.059.534 947.579 111.955 - Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 255 255 07/05/19 22.47
  258. MANAJEMEN RISIKO 3 .Transaksi Reverse Repo Perseroan tidak memiliki transaksi Reverse Repo per tanggal 31 Desember 2018 dan 31 Desember 2017. Dalam rangka menurunkan eksposur risiko kredit, Perseroan melakukan pre screening terhadap debitur, mewajibkan debitur memenuhi agunan yang dipersyaratkan, menganalisa dan mengevaluasi kelayakan kredit, dan melakukan pengikatan kredit secara legal. Perseroan telah mengalokasikan eksposur kredit berdasarkan area/wilayah geografis tempat mereka beroperasi dan mengalokasikan eksposur kredit berdasarkan sektor industri untuk melihat konsentrasi risiko kredit. Uraian terkait Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit dan Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit diuraikan sebagai berikut: Tabel Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit per 31 Desember 2017 No Kategori Portofolio 0% 20% 25% A Eksposur Neraca   1 Tagihan Kepada Pemerintah 45.295.254 - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - 278.427 - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - 1.967.335 - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - 63.786.597 - 83.718.579 6 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 248.441 709.819 - - 962.090 5.602 - - - 349.443 - - 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya   Total Eksposur Neraca B   35%     1.027.556 - - - 47.533.341 67.097.223 - 83.718.579 Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pd Transaksi Rekening Administratif         1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 9 Tagihan Kepada Korporasi - - - - 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo - - - -   Total Eksposur TRA - - - - C Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)       1 Tagihan Kepada Pemerintah 132.181 - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - 5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi - - - -   Total Counterparty Credit Risk 132.181 - - - 256 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 256 07/05/19 22.47
  259. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit 40% 45%   50%   75%   100%   ATMR 150%   Beban Modal Lainnya     - - - - - - - - 116.382 - - - - - - - - - 73.227 - - - - - - - - - - - - - - - - - 1.478.603 5.936.253         - - - - - - - - - - -     - - - - - 113.876 10.454 - - - - - - - 430.080 39.481 - - - - 42.058.822 3.861.000 - 24.631.423 - - 24.631.423 2.261.165 1.288.994 - - - - 644.497 59.165 - 5.936.253 - - - 4.594.154 421.743 - - - 15.016.749 - - 15.017.869 1.378.640 - - - 1.693.306 1.057.541 - 3.349.506 307.485 7.454.613 77.590 - 7.570.998 695.018 48.796.091 1.135.131 - 98.411.225 9.034.151           - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 60.799 - - 60.799 5.581 - - - - - - - - - - - - 7.080 - - - 5.310 487 - - - - 3.016.768 - - 3.016.768 276.939 - - - - - - - - - - - - 7.080 3.077.567 - - 3.082.877 283.007                   - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 257 257 07/05/19 22.47
  260. MANAJEMEN RISIKO Tabel Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit per 31 Desember 2018 No Kategori Portofolio 0 % A 20% 25% 35% Eksposur Neraca 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 48.324.939 - - - 32.680 282.634 - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - 2.239.641 - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - 105.241.996 37.676.914 37.564.289 6 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya Total Eksposur Neraca 334.967 150.199 - - 2.335.427 3.194 - - - 372.405 - - 1.243.616 - - - 52.271.629 108.290.069 37.676.914 37.564.289 B Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pd Transaksi Rekening Administratif 1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 9 Tagihan Kepada Korporasi - - - - 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo - - - - Total Eksposur TRA - - - - 111.955 - - - C Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - 5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi - - - - 111.955 - - - Total Counterparty Credit Risk 258 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 258 07/05/19 22.47
  261. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit 40% 45% 50% 75% 100% 150% ATMR Beban Modal Lainnya - - - - - - - - - - - 4.114.064 - - - - 2.113.559 193.602 - - - - - - - - - - - 86.875 - - - - 491.366 45.009 - - - - - - - 43.615.129 3.995.146 - - - - 25.190.990 - - 25.190.990 2.307.495 - - 1.544.949 - - - - 772.474 70.759 - - - 4.579.978 - - - 3.465.024 317.396 - - - - 15.739.311 - - 15.739.950 1.441.779 - - - - 1.865.224 1.706.675 - 4.499.718 412.174 - - - - 9.652.163 77.591 - 9.768.548 894.799 - - 5.745.888 4.579.978 52.447.688 1.784.266 - 105.656.758 9.678.159 - - - - - - - - - - - 137 - - - - 68 6 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 35.199 - - 35.199 3.224 - - - - - - - - - - - - 21.329 - - - 15.997 1.465 - - - - 3.799.261 - - 3.799.261 348.012 - - - - - - - - - - - 137 21.329 3.834.460 - - 3.850.525 352.707 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 259 259 07/05/19 22.47
  262. MANAJEMEN RISIKO Tabel Tagihan Bersih dan Teknis Mitigasi Risiko Kredit per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 31 Desember 2017 No Kategori Portofolio Tagihan Bersih Agunan A Eksposur Neraca 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 Kredit Beragun Properti Komersial 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro , Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya Total Eksposur Neraca Bagian Yang Tidak Dijamin Bagian Yang Dijamin Asuransi Kredit Garansi Lainnya 45.295.254 - - - - 45.295.254 394.809 - - - - 394.809 - - - - - - 2.040.562 - - - - 2.040.562 147.505.176 - - 63.786.598 - 83.718.578 24.631.423 - - - - 24.631.423 1.288.994 - - - - 1.288.994 6.894.513 248.441 - 709.819 - 5.936.253 15.984.441 962.090 - 5.602 - 15.016.749 3.100.290 - - 349.443 - 2.750.847 8.559.759 - - - - 8.559.759 255.695.221 1.210.531 - 64.851.462 - 189.633.228 B Eksposur Kewajiban Komitmen/ Kontinjensi pd Transaksi Rekening Administratif 1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial 60.799 - - - - 60.799 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 7.080 - - - - 7.080 9 Tagihan Kepada Korporasi 3.016.768 - - - - 3.016.768 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo - - - - - - 3.084.647 - - - - 3.084.647 Total Eksposur TRA C Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) 1 Tagihan Kepada Pemerintah 132.181 - - - - 132.181 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - - - 5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi - - - - - - 132.181 - - - - 132.181 Total Eksposur Counterparty Credit Risk 260 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 260 07/05/19 22.47
  263. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 No Kategori Portofolio Tagihan Bersih Agunan A Eksposur Neraca 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 Kredit Beragun Properti Komersial 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 11 Aset Lainnya Total Eksposur Neraca Bagian Yang Tidak Dijamin Bagian Yang Dijamin Asuransi Kredit Garansi Lainnya 48.324.939 - - - - 48.324.939 4.429.378 32.680 - - - 4.396.698 - - - - - - 2.326.516 - - - - 2.326.516 180.483.199 - - 88.636.110 - 91.847.089 25.190.990 - - - - 25.190.990 1.544.949 - - - - 1.544.949 5.065.144 334.966 - 150.200 - 4.579.978 18.077.932 2.335.428 - 3.193 - 15.739.311 3.944.304 - - 372.405 - 3.571.899 10.973.370 - - - - 10.973.370 300.360.721 2.703.074 - 89.161.908 - 208.495.739 - - - - - - B Eksposur Kewajiban Komitmen/ Kontinjensi pd Transaksi Rekening Administratif 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 137 - - - - 137 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial 35.199 - - - - 35.199 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Total Eksposur TRA - - - - - - 21.329 - - - - 21.329 3.799.261 - - - - 3.799.261 - - - - - - 3.855.926 - - - - 3.855.926 C Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) 1 Tagihan Kepada Pemerintah 111.955 - - - - 111.955 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - - - 5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi - - - - - - 111.955 - - - - 111.955 Total Eksposur Counterparty Credit Risk Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 261 261 07/05/19 22.47
  264. MANAJEMEN RISIKO Sekuritisasi Aset Tujuan Perseroan melakukan sekuritisasi adalah mentransformasi aset yang tidak likuid menjadi aset yang likuid dalam bentuk surat berharga /securities yang dapat diperjualbelikan (disebut dengan Asset Backed Securities – ABS atau Efek Beragun Aset – EBA). Sekuritisasi Aset KPR dilakukan Perseroan antara lain sebagai upaya untuk mitigasi maturity mismatch, alternative sumber pendanaan KPR, dan peningkatan lending capacity. Fungsi yang dijalankan oleh Perseroan dalam transaksi sekuritisasi meliputi 1.) Originator, 2.) Servicer, dan 3.) Investor. Dalam rangka sekuritisasi atas tagihan Kredit Pemilikan Rumah (“kumpulan tagihan”), Perseroan telah melakukan penjualan atas kumpulan tagihan kepada pihak ketiga (sekuritisasi KPR). Atas sekuritisasi KPR (efek beragun aset), Perseroan mengakuinya sebagai penjualan atas tagihan KPR tersebut dikarenakan Perseroan telah memindahkan risiko dan manfaat atas kepemilikannya kepada pihak ketiga. Oleh Karena itu, pada tanggal efektif sekuritisasi Perseroan menghentikan pengakuan atas kumpulan tagihan tersebut. Uraian terkait perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan menggunakan pendekatan standar adalah sebagai berikut: Tabel Sekuritisasi Aset, Peringkat dan Lembaga Pemeringkat (dalam jutaan rupiah) No Tahun Sekuritisasi Seri Surat Berharga Nilai Sekuritisasi Senior Class Junior Class Peringkat Senior Class Lembaga Pemeringkat 1 2018 SP BTN 04 2.000.000 1.824.000 176.000 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 2 2017 SP BTN 03 1.000.000 913.000 87.000 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 3 2016 SP BTN 02 1.000.000 913.000 87.000 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 4 2015 SP BTN 01 200.000 181.600 18.400 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 5 2014 KIK DBTN 05 1.500.000 1.371.000 129.000 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 6 2013 KIK DBTN 04 1.000.000 928.000 72.000 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 7 2012 KIK DBTN 03 1.000.000 925.000 75.000 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 8 2011 KIK DBTN 02 703.450 645.000 58.450 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 9 2010 KIK DBTN 01 750.000 688.500 61.500 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 10 2009 KIK DSMF II 391.305 360.000 31.305 idAAA PT Pemeringkat Efek Indonesia 11 2009 KIK DSMF I 111.111 100.000 11.111 AAA PT Moody's Indonesia 262 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 262 07/05/19 22.47
  265. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Uraian Transaksi Sekuritisasi dan Ringkasan aktivitas transaksi sekuritisasi – Perseroan bertindak sebagai kreditur asal dijabarkan sebagai berikut: Tabel Transaksi Sekuritisasi per 31 Desember 2017 (dalam jutaan rupiah) No Eksposur Sekuritisasi 1 Bank bertindak sebagai Kreditur Asal Tagihan Beragun Rumah Tinggal 2 Bank bertindak sebagai Penyedia Kredit Pendukung 3 Nilai aset yg disekuritisasi - 7.655.866 Nilai aset yang disekuritisasi yang mengalami penurunan nilai Telah Jatuh Tempo Belum Jatuh Tempo - - Laba/ Rugi dari aktivitas sekuritisasi - ATMR Pengurang Modal - - a. Fasilitas penanggung risiko pertama - - - - - - b. Fasilitas penanggung risiko kedua - - - - - - Bank bertindak sebagai Penyedia Fasilitas Likuiditas - - - - - - 4 Bank bertindak sebagai Penyedia Jasa 7.655.866 - - - - - 5 Bank bertindak sebagai Bank Kostudian - - - - - - 6 Bank bertindak sebagai Pemodal - - - - - - - - - - - - - - - - - 467.227 a. Senior tranche - Tagihan Beragun Rumah Tinggal b. Junior tranche - Tagihan Beragun Rumah Tinggal Tabel Transaksi Sekuritisasi per 31 Desember 2018 (dalam jutaan rupiah) No Eksposur Sekuritisasi 1 Bank bertindak sebagai Kreditur Asal Tagihan Beragun Rumah Tinggal 2 Bank bertindak sebagai Penyedia Kredit Pendukung 3 Nilai aset yg disekuritisasi - 9.655.866 Nilai aset yang disekuritisasi yang mengalami penurunan nilai Telah Jatuh Tempo Belum Jatuh Tempo - - Laba/ Rugi dari aktivitas sekuritisasi - ATMR Pengurang Modal - - a. Fasilitas penanggung risiko pertama - - - - - - b. Fasilitas penanggung risiko kedua - - - - - - Bank bertindak sebagai Penyedia Fasilitas Likuiditas - - - - - - 4 Bank bertindak sebagai Penyedia Jasa 9.655.866 - - - - - 5 Bank bertindak sebagai Bank Kostudian - - - - - - 6 Bank bertindak sebagai Pemodal - - - - - - - - - - - - - - - - - 595.415 a. Senior tranche - Tagihan Beragun Rumah Tinggal b. Junior tranche - Tagihan Beragun Rumah Tinggal Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 263 263 07/05/19 22.47
  266. MANAJEMEN RISIKO Tabel Ringkasan Aktivitas Sekuritisasi - Perseroan Bertindak sebagai Kreditur Asal per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No Nilai Aset Yang Disekuritisasi Underlying Asset 31 Desember 2018 Keuntungan/ (Kerugian) Penjualan Nilai Aset Yang Disekuritisasi Keuntungan/ (Kerugian) Penjualan 1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial 7.655.866 - 9.655.866 - 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan - - - - 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - 9 Tagihan Kepada Korporasi - - - - 10 Aset Lainnya - - - - 7.655.866 - 9.655.866 - Total Uraian terkait perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan menggunakan pendekatan standar adalah sebagai berikut: 1. Eksposur Aset di Neraca Tabel Eksposur Aset di Neraca (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No Kategori Portofolio 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 3 ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih 31 Desember 2018 ATMR setelah MRK ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR setelah MRK 45.295.254 - - 48.324.939 - - Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik 394.809 113.876 113.876 4.429.378 2.129.899 2.113.559 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 2.326.516 4 Tagihan Kepada Bank 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal 6 Kredit Beragun Properti Komersial 2.040.562 430.081 430.080 51.626.812 42.058.822 24.631.423 24.631.423 147.505.176 24.631.423 491.366 491.366 54.955.803 43.615.129 25.190.990 25.190.990 180.483.199 25.190.990 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 1.288.994 644.497 644.497 1.544.949 772.474 772.474 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 6.894.513 5.170.885 4.594.154 5.065.144 3.798.858 3.465.024 9 Tagihan Kepada Korporasi 15.984.441 15.984.441 15.017.869 18.077.932 18.077.932 15.739.950 10 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo 3.100.290 3.630.372 3.349.506 3.944.304 4.800.402 4.499.718 11 Aset Lainnya 8.559.759 7.570.998 7.570.998 10.973.370 9.768.548 9.768.548 255.695.221 109.803.384 98.411.225 300.360.721 119.986.271 105.656.758 Total 264 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 264 07/05/19 22.47
  267. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 2 . Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif Tabel Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No Kategori Portofolio ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih 31 Desember 2018 ATMR setelah MRK ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR setelah MRK 1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - 2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - 137 68 68 3 Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - - - 5 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - - 6 Kredit Beragun Properti Komersial 60.799 60.799 60.799 35.199 35.199 35.199 7 Kredit Pegawai atau Pensiunan 8 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 9 Tagihan Kepada Korporasi 10 - - - - - - 7.080 5.310 5.310 21.329 15.997 15.997 3.016.768 3.016.768 3.016.768 3.799.261 3.799.261 3.799.261 Tagihan yang Telah Jatuh Tempo Total - - - - - - 3.084.647 3.082.876 3.082.877 3.855.926 3.850.525 3.850.525 3. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) Tabel Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No Kategori Portofolio 1 Tagihan Kepada Pemerintah 2 3 ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih 31 Desember 2018 ATMR setelah MRK ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR setelah MRK 132.181 - - 111.955 - - Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - Tagihan Kepada - Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - - 4 Tagihan Kepada Bank - - - - - - 5 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel - - - - - - 6 Tagihan Kepada Korporasi - - - - - - 132.181 - - 111.955 - - Total Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 265 265 07/05/19 22.47
  268. MANAJEMEN RISIKO 4 . Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Setelmen (settlement risk) Perseroan tidak memiliki risiko kredit akibat kegagalan setelmen per 31 Desember 2018 dan 2017. Tabel Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Setelmen (settlement risk) (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No 1 2 Kategori Portofolio Tagihan Bersih Delivery versus payment 31 Desember 2018 ATMR sebelum MRK - ATMR setelah MRK - ATMR sebelum MRK Tagihan Bersih - - ATMR setelah MRK - - a. Beban Modal 8% (5-15 hari) - - - - - - b. Beban Modal 50% (16-30 hari) - - - - - - c. Beban Modal 75% (31-45 hari) - - - - - - d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari) - - - - - - Non-Delivery versus payment - - - - - - Total - - - - - - 5. Eksposur Sekuritisasi Tabel Eksposur Sekuritisasi (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No Jenis Transaksi Nilai Aset Yang Disekuritisasi 31 Desember 2018 Keuntungan/ (Kerugian) Penjualan Nilai Aset Yang Disekuritisasi Keuntungan/ (Kerugian) Penjualan 1 Fasilitas Kredit Pendukung yang memenuhi persyaratan - - - - 2 Fasilitas Kredit Pendukung yang tidak memenuhi persyaratan - - - - 3 Fasilitas Likuiditas yang memenuhi persyaratan - - - - 4 Fasilitas Likuiditas yang tidak memenuhi persyaratan - - - - 5 Pembelian Efek Beragun Aset yang memenuhi persyaratan - - - - 6 Pembelian Efek Beragun Aset yang tidak memenuhi persyaratan - - - - 7 Eksposur Sekuritisasi yang tidak tercakup dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai prinsip-prinsip kehati-hatian dalam aktivitas sekuritisasi aset bagi bank umum - - - - Total - - - - 6. Total Pengukuran Risiko Kredit Tabel Pengukuran Risiko Kredit (dalam jutaan rupiah) No 31 Desember 2017 1. Total ATMR Risiko Kredit 2. Total Faktor Pengurang Modal 266 31 Desember 2018 109.507.283 101.494.102 595.415 467.227 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 266 07/05/19 22.47
  269. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen RISIKO PASAR Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited dengan beberapa skenario perubahan kondisi eksternal , khususnya perubahan suku bunga pasar. Risiko Pasar merupakan risiko pada laporan posisi keuangan dan rekening administratif, akibat perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar. Dalam melakukan pengukuran risiko pasar, Perseroan menggunakan perhitungan Standard Method yang digunakan untuk menghitung Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) untuk Risiko Pasar. Risiko nilai tukar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar dikelola dengan cara menjaga Posisi Devisa Neto sesuai dengan peraturan Bank Indonesia. Gejolak eksternal juga diakomodasi dengan dilakukan stress testing untuk melihat sejauh mana Bank dapat bertahan Seluruh transaksi valas yang dilakukan oleh Perseroan adalah transaksi spot. Saat ini Perseroan belum melakukan transaksi valas yang bersifat derivative. Dalam perhitungan KPMM, Perseroan menggunakan metode standar sebagaimana diatur dalam SE OJK No.38/SEOJK.03/2016 tanggal 8 September 2016 tentang Pedoman Penggunaan Metode Standar Dalam Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Dengan Memperhitungkan Risiko Pasar. Uraian terkait Risiko Pasar dengan menggunakan metode standar dijabarkan sebagai berikut: Tabel Risiko Pasar Menggunakan Metode Standar (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No Jenis Risiko Bank Beban Modal ATMR 32.618 - b. Risiko Umum 2 Risiko Nilai Tukar 3 Risiko Ekuitas 4 5 1 31 Desember 2018 Bank Beban Modal ATMR 407.726 33.503 418.790 - - - 32.618 407.726 33.503 418.790 20.529 256.614 47.077 588.459 - - - - Risiko Komoditas - - - - Risiko Option - - - - 53.147 664.340 80.580 1.007.249 Risiko Suku Bunga a. Risiko Spesifik Total Eksposur Interest Rate Risk in the Banking Book (IRRBB) (%) Keterangan NII Sensitivity, NII 12 12 Bulan (25bps) 31 Desember 2017 31 Desember 2018 0,65 0,48 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 267 267 07/05/19 22.47
  270. MANAJEMEN RISIKO RISIKO LIKUIDITAS Risiko Likuiditas adalah Risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan /atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Ketidakmampuan memperoleh sumber pendanaan arus kas sehingga menimbulkan Risiko Likuiditas dapat disebabkan antara lain oleh: • Ketidakmampuan menghasilkan arus kas yang berasal dari aset produktif maupun yang berasal dari penjualan aset termasuk aset likuid; dan/atau • Ketidakmampuan menghasilkan arus kas yang berasal dari penghimpunan dana, transaksi antar Bank dan pinjaman yang diterima. RISIKO OPERASIONAL Risiko Operasional adalah Risiko akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Bank. Risiko Operasional dapat bersumber antara lain dari SDM, proses internal, sistem dan infrastruktur serta kejadian eksternal. Sumber-sumber Risiko tersebut dapat menyebabkan kejadian-kejadian yang berdampak negatif pada operasional Bank sehingga kemunculan dari jenis-jenis kejadian Risiko Operasional merupakan salah satu ukuran keberhasilan atau kegagalan Manajemen Risiko untuk Risiko Operasional. Adapun jenis-jenis kejadian Risiko Operasional dapat digolongkan menjadi beberapa tipe kejadian seperti fraud internal, fraud eksternal, praktik ketenagakerjaan dan keselamatan lingkungan kerja, nasabah, produk dan praktek bisnis, kerusakan aset fisik, gangguan aktivitas bisnis dan kegagalan sistem, serta kesalahan proses dan eksekusi, termasuk fraud yang timbul akibat aktivitas pencucian uang dan pendanaan terorisme. Uraian terkait Risiko Operasional dijabarkan sebagai berikut: Tabel Risiko Operasional (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2017 No 1 Pendekatan yang Digunakan Pendekatan Indikator Dasar 268 Pendapatan Bruto (Rata-rata 3 Tahun Terakhir) 7.964.706 Beban Modal 1.194.706 31 Desember 2018 ATMR 14.933.824 Pendapatan Bruto (Rata-rata 3 Tahun Terakhir) 11.180.456 Beban Modal 1.677.068 ATMR 20.963.355 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 268 07/05/19 22.47
  271. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 269 269 07/05/19 22.47
  272. MANAJEMEN RISIKO Uraian Profil Maturitas Rupiah dan Valas dijabarkan sebagai berikut : Tabel Profil Maturitas Rupiah per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 31 Desember 2017 No Pos - pos Saldo Jatuh Tempo <= 1 Bulan I > 1 Bulan s.d 3 Bulan > 3 Bulan s.d 6 Bulan > 6 Bulan s.d 12 Bulan > 12 Bulan Neraca A.Aset 1.Kas 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3. Penempatan pada bank lain 1.022.212 1.022.212 - - - - 37.200.523 37.200.523 - - - - 865.498 865.498 - - - - 14.619.701 11.399.094 559 35.594 870.195 2.314.259 198.990.581 4.099.939 1.523.607 3.815.228 5.710.801 183.841.006 8.351 8.351 - - - - 7.632.120 7.632.120 - - - - 260.338.986 62.227.737 1.524.166 3.850.822 6.580.996 186.155.265 192.583.585 154.058.217 20.110.272 3.118.493 14.315.661 980.942 - - - - - - 7.993.870 5.445.431 513.492 370.855 1.607.040 57.052 4. Surat Berharga yang Diterbitkan 17.932.020 - - 899.157 - 17.032.863 5. Pinjaman yang Diterima 10.990.372 - 1.299.911 3.998.083 1.693.127 3.999.251 4. Surat Berharga 5. Kredit yang diberikan 6. Tagihan lainnya 7.Lain-lain Total Aset B.Kewajiban 1. Dana Pihak Ketiga 2. Kewajiban pada Bank Indonesia 3. Kewajiban pada bank lain 6. Kewajiban lainnya 1.393.081 5.277 863 1.941 450.000 935.000 7.Lain-lain 8.417.661 8.417.661 - - - - Total Kewajiban 239.310.589 167.926.586 21.924.538 8.388.529 18.065.828 23.005.108 21.028.397 (105.698.849) (20.400.372) (4.537.707) (11.484.832) 163.150.157 Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca II Rekening Administratif A. Tagihan Rekening Administratif 1.Komitmen 2.Kontinjensi Total Tagihan Rekening Administratif - - - - - - 8.419.466 8.419.466 - - - - 8.419.466 8.419.466 - - - - 18.753.171 18.753.171 - - - - B. Kewajiban Rekening Administratif 1.Komitmen 2.Kontinjensi 2.930.233 2.930.233 - - - - 21.683.404 21.683.404 - - - - (13.263.938) (13.263.938) - - - - Selisih [(IA-IB)+(IIA-IIB)] 7.764.459 (118.962.787) (20.400.372) (4.537.707) (11.484.832) 163.150.157 Selisih Kumulatif 7.764.459 (118.962.787) (20.400.372) (4.537.707) (11.484.832) 163.150.157 Total Kewajiban Rekening Administratif Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif 270 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 270 07/05/19 22.47
  273. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 No Pos - pos Saldo Jatuh Tempo <= 1 Bulan I > 1 Bulan s.d 3 Bulan > 3 Bulan s.d 6 Bulan > 6 Bulan s.d 12 Bulan > 12 Bulan Neraca A.Aset 1.Kas 2. Penempatan pada Bank Indonesia 3. Penempatan pada bank lain 1.240.510 1.240.510 - - - - 38.951.379 38.851.379 25.000 - - 75.000 258.234 258.234 - - - - 12.402.226 9.218.508 559 35.594 856.962 2.290.603 237.757.674 5.969.746 2.246.973 3.142.422 6.521.652 219.876.881 528.418 270 362.388 165.760 - - 10.716.645 10.716.645 - - - - 301.855.086 66.255.292 2.634.920 3.343.776 7.378.614 222.242.484 226.861.029 175.382.370 35.325.012 5.087.263 1.412.801 9.653.583 - - - - - - 3.514.194 3.514.194 - - - - 4. Surat Berharga yang Diterbitkan 20.140.377 - 2.221.227 4.227.380 13.691.770 - 5. Pinjaman yang Diterima 18.499.012 - - 7.799.922 3.312.372 7.386.718 4. Surat Berharga 5. Kredit yang diberikan 6. Tagihan lainnya 7.Lain-lain Total Aset B.Kewajiban 1. Dana Pihak Ketiga 2. Kewajiban pada Bank Indonesia 3. Kewajiban pada bank lain 6. Kewajiban lainnya 1.463.148 - - 528.148 - 935.000 7.Lain-lain 9.087.156 9.087.156 - - - - Total Kewajiban 279.564.916 187.983.720 37.546.239 17.642.713 18.416.943 17.975.301 22.290.170 (121.728.428) (34.911.319) (14.298.937) (11.038.329) 204.267.183 Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca II Rekening Administratif A. Tagihan Rekening Administratif 1.Komitmen 2.Kontinjensi Total Tagihan Rekening Administratif 57.687 57.687 - - - - 10.108.195 10.108.195 - - - - 10.165.882 10.165.882 - - - - 21.908.920 21.908.920 - - - - B. Kewajiban Rekening Administratif 1.Komitmen 2.Kontinjensi 3.712.682 3.712.682 - - - - 25.621.602 25.621.602 - - - - (15.455.720) (15.455.720) - - - - Selisih [(IA-IB)+(IIA-IIB)] 6.834.450 (137.184.148) (34.911.319) (14.298.937) (11.038.329) 204.267.183 Selisih Kumulatif 6.834.450 (137.184.148) (34.911.319) (14.298.937) (11.038.329) 204.267.183 Total Kewajiban Rekening Administratif Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 271 271 07/05/19 22.47
  274. MANAJEMEN RISIKO Tabel Profil Maturitas Valas per 31 Desember 2017 dan 31 Desember 2018 31 Desember 2017 No Pos - pos Saldo Jatuh Tempo <= 1 Bulan I > 1 Bulan s.d 3 Bulan > 3 Bulan s.d 6 Bulan > 6 Bulan s.d 12 Bulan > 12 Bulan Neraca A.Aset 1.Kas 5.342 5.342 - - - - 45.248 45.248 - - - - 3. Penempatan pada bank lain 351.604 351.604 - - - - 4. Surat Berharga 632.438 481.211 - - 27.674 123.553 5. Kredit yang diberikan - - - - - - 6. Tagihan lainnya - - - - - - 2. Penempatan pada Bank Indonesia 7.Lain-lain Total Aset - - - - - - 1.034.632 883.405 - - 27.674 123.553 B.Kewajiban 1. Dana Pihak Ketiga II 391.244 378.631 12.497 - 116 - 2. Kewajiban pada Bank Indonesia - - - - - - 3. Kewajiban pada bank lain - - - - - - 4. Surat Berharga yang Diterbitkan - - - - - - 5. Pinjaman yang Diterima - - - - - - 6. Kewajiban lainnya - - - - - - 7.Lain-lain - - - - - - Total Kewajiban 391.244 378.631 12.497 - 116 - Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca 643.388 504.774 (12.497) - 27.558 123.553 Rekening Administratif A. Tagihan Rekening Administratif 1.Komitmen - - - - - - 79.735 79.735 - - - - 79.735 79.735 - - - - - - - - - - 70.955 70.955 - - - - 70.955 70.955 - - - - 8.780 8.780 - - - - Selisih [(IA-IB)+(IIA-IIB)] 652.168 513.554 (12.497) - 27.558 123.553 Selisih Kumulatif 652.168 513.554 (12.497) - 27.558 123.553 2.Kontinjensi Total Tagihan Rekening Administratif B. Kewajiban Rekening Administratif 1.Komitmen 2.Kontinjensi Total Kewajiban Rekening Administratif Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif 272 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 272 07/05/19 22.47
  275. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited (dalam jutaan rupiah) 31 Desember 2018 No Pos - pos Saldo Jatuh Tempo <= 1 Bulan I > 1 Bulan s.d 3 Bulan > 3 Bulan s.d 6 Bulan > 6 Bulan s.d 12 Bulan > 12 Bulan Neraca A.Aset 1.Kas 3.105 3.105 - - - - 2. Penempatan pada Bank Indonesia 2.927.599 2.927.599 - - - - 3. Penempatan pada bank lain 1.478.034 1.478.034 - - - - 700.788 549.561 - - 27.674 123.553 5. Kredit yang diberikan - - - - - - 6. Tagihan lainnya - - - - - - 4. Surat Berharga 7.Lain-lain Total Aset - - - - - - 5.109.526 4.958.299 - - 27.674 123.553 3.030.830 2.643.307 375.896 - 11.627 - - - - - - B.Kewajiban 1. Dana Pihak Ketiga 2. Kewajiban pada Bank Indonesia 3. Kewajiban pada bank lain - - - - - 4. Surat Berharga yang Diterbitkan - - - - - 5. Pinjaman yang Diterima - - - - - - 6. Kewajiban lainnya - - - - - - - II 7.Lain-lain - - - - - - Total Kewajiban 3.030.830 2.643.307 375.896 - 11.627 - Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca 2.078.696 2.314.992 (375.896) - 16.047 123.553 Rekening Administratif A. Tagihan Rekening Administratif 1.Komitmen 2.Kontinjensi Total Tagihan Rekening Administratif - - - - - - 130.569 130.569 - - - - 130.569 130.569 - - - - - - - - - - B. Kewajiban Rekening Administratif 1.Komitmen 81.283 81.283 - - - - Total Kewajiban Rekening Administratif 2.Kontinjensi 81.283 81.283 - - - - Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif 49.286 49.286 - - - - Selisih [(IA-IB)+(IIA-IIB)] 2.127.982 2.364.278 (375.896) - 16.047 123.553 Selisih Kumulatif 2.127.982 2.364.278 (375.896) - 16.047 123.553 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 273 273 07/05/19 22.47
  276. MANAJEMEN RISIKO Tabel Liquidity Coverage Ratio (LCR) Nilai LCR (%)   Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV  2017 Bank Secara Individu 156,20% 154,52% 150,79% 144,95% 166,29% 153,20% 121,65% 108,99%  2018 Bank Secara Individu RISIKO HUKUM RISIKO KEPATUHAN Pengukuran Risiko Hukum dilaksanakan oleh Enterprise Risk Management Division bersama-sama Legal Division berdasarkan laporan hasil evaluasi atas analisis kasus-kasus hukum secara individual terhadap kewajiban kontinjensi yang timbul dari tuntutan hukum yang terjadi. Pemantauan Risiko Hukum dilaksanakan oleh Enterprise Risk Management Division dengan mengevaluasi efektivitas implementasi kebijakan, prosedur dan kepatuhan terhadap kebijakan, regulasi hukum serta ketentuan limit Perseroan. Pemantauan dilaksanakan secara berkala terhadap seluruh posisi Risiko Hukum. Dalam melaksanakan pengendalian Risiko Hukum, memberi masukan hukum dan rekomendasi kepada setiap divisi dan satuan kerja serta melakukan review secara berkala terhadap perjanjian dan kontrak kerja sama dengan counterparty. Risiko Kepatuhan adalah Risiko akibat Bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan. Risiko Kepatuhan dapat bersumber antara lain dari perilaku hukum yaitu perilaku atau aktivitas Bank yang menyimpang atau melanggar dari ketentuan dan/atau peraturan perundang-undangan dan perilaku organisasi, yaitu perilaku atau aktivitas Bank yang menyimpang atau bertentangan dari standar yang berlaku secara umum. RISIKO STRATEJIK Risiko Stratejik adalah Risiko akibat ketidaktepatan dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu keputusan stratejik serta kegagalan dalam mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. RISIKO REPUTASI Risiko Reputasi adalah Risiko akibat menurunnya tingkat kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholder) yang bersumber dari persepsi negatif terhadap Bank. Risiko Reputasi dapat bersumber dari berbagai aktivitas bisnis Bank sebagai berikut: 1) kejadian-kejadian yang telah merugikan reputasi Bank, misalnya pemberitaan negatif di media massa, pelanggaran etika bisnis dan keluhan nasabah; atau 2) hal-hal lain yang dapat menyebabkan Risiko Reputasi, misalnya kelemahan pada tata kelola, budaya perusahaan, dan praktik bisnis Bank. Risiko Stratejik dapat bersumber antara lain dari kelemahan dalam proses formulasi strategi dan ketidaktepatan dalam perumusan strategi, sistem informasi manajemen yang kurang memadai, hasil analisa lingkungan internal dan eksternal yang kurang memadai, penetapan tujuan stratejik yang terlalu agresif, ketidaktepatan dalam implementasi stategi, dan kegagalan mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis. 274 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 274 07/05/19 22.47
  277. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. MDNA#BTN_AR2018#INA.indd 275 275 07/05/19 22.47
  278. PENDUKUNG BISNIS Human Capital Tata Kelola Teknologi Informasi 276 278 294 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 276 07/05/19 22.49
  279. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 277 277 07/05/19 22.49
  280. HUMAN CAPITAL P erseroan memandang Human Capital merupakan faktor terpenting dalam mencapai keunggulan bersaing sekaligus memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam kegiatan usaha Perseroan . Industri perbankan yang berkaitan erat dengan kepercayaan dan pelayanan membutuhkan kompetensi, integritas dan profesionalisme di seluruh unsur usaha. Pengelolaan Human Capital yang baik menjadi pondasi dalam menggerakkan kinerja Perseroan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Karena itu, Perseroan secara serius menempatkan Human Capital sebagai mitra strategis dalam menjalankan kegiatan usaha. Perseroan menjalankan strategi pengelolaan Human Capital dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk merespon tantangan dan menyesuaikan diri 278 terhadap tuntutan industri Perbankan yang dinamis, termasuk di dalamnya menjadi yang terdepan dalam digital banking. Selain itu, Perseroan juga senantiasa melakukan pengelolaan Human Capital sesuai dengan kebijakan dan strategi yang telah disusun mengacu pada Undang-Undang Ketenagakerjaan. Melalui Direktorat Strategic Human Capital, Perseroan menyelenggarakan organisasi yang efektif dan efisien dengan memperhatikan beberapa faktor mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, sistem manajemen kinerja, desain jabatan dan karir, remunerasi dan benefit, analisa produktivitas serta hal terkait lainnya dengan Human Capital. Direktorat tersebut dipimpin oleh Direktur Strategic Human Capital sebagaimana diatur dalam Ketetapan Direksi No. 04/DIR/KD/TMO/2018 tanggal 30 April 2018. Dalam Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 278 07/05/19 22.49
  281. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Perseroan menyelenggarakan organisasi yang efektif dan efisien dengan memperhatikan beberapa faktor mulai dari perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, sistem manajemen kinerja, desain jabatan dan karir, remunerasi dan benefit, analisa produktivitas, serta hal terkait lainnya. “ melaksanakan tugas dan tanggung jawab di bidang pengelolaan Human Capital, Direktorat Strategic Human Capital menjalankan melalui tiga Divisi yaitu Human Capital Management, Human Capital Strategy, dan Learning Center Division. KEBIJAKAN DAN STRATEGI HUMAN CAPITAL 2018 Pada tahun 2018 Perseroan menjalankan kebijakan strategis dalam bidang Human Capital sebagai berikut: 1. Alignment struktur organisasi human capital dengan strategi korporat dan bisnis Proses ini telah dilakukan melalui evaluasi dan penetapan struktur oganisasi baru beserta perangkat pendukungnya (job description, job specification dan job grading) dan monitoring pencapaian bisnis secara berkala dalam rangka evaluasi organisasi secara menyeluruh. 2. Mengembangkan kebijakan bidang human capital Pengembangan dan penyempurnaan kebijakan human capital dilakukan dalam rangka mewujudkan tata kelola serta penyesuaian terhadap perkembangan proses bisnis human capital. Adapun pengembangan dan penyempurnaan kebijakan human capital meliputi beberapa hal yaitu organization development, human capital acquisition, human capital engagement dan human capital reward. 3. Meningkatkan produktivitas pegawai Peningkatan produktivitas pegawai dilakukan melalui implementasi sales/individual incentive untuk jabatan bisnis dan support bisnis di Kantor Wilayah dan Kantor Cabang. Implementasi sales/ individual incentive diawali dengan sosialisasi kepada perwakilan unit kerja (Divisi, Kantor Wilayah dan Kantor Cabang). Pemberian insentif dilakukan setiap triwulan dengan faktor pengali tunjangan posisi sesuai job grade jabatan masingmasing. 4.Meningkatkan employee engagement and proposition Dalam rangka meningkatkan employee engagement dan proposition, telah dilakukan beberapa langkah yaitu employee retention, employee engagement dan talent attraction. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 279 279 07/05/19 22.49
  282. HUMAN CAPITAL 5 . Perencanaan dan pemenuhan pegawai secara pareto Perencanaan pegawai telah dilakukan melalui review Manpower Planning tahun 2018 sesuai struktur organisasi yang telah ditetapkan serta pemenuhan pegawai telah dilakukan melalui 2 jalur yaitu internal (rotasi dan promosi) serta eksternal (fresh graduate dan professional hire) secara berkelanjutan untuk memenuhi posisi kosong secara pareto. Dari proses ini, target 1.400 orang telah tercapai per Juli 2018. 6. Memperkuat program talent succession Perseroan mengimplementasikan talent succession melalui pelaksanaan assessment terhadap pegawai yang eligible untuk grade 14 ke atas sebanyak 1.779 pegawai. Perseroan juga melakukan pengembangan dan penyempurnaan talent management system pada HCIS yang dilakukan dalam rangka percepatan dan menjaga objektivitas proses perencanaan karir Perseroan. Selain itu, Perseroan juga mengimplementasikan mutasi (promosi dan rotasi) pegawai secara berkelanjutan untuk memenuhi jabatan kosong pada Perseroan. 7.Internalisasi corporate culture Implementasi program Budaya Perusahaan tahun 2018, melalui beberapa tahapan yaitu: a.Penetapan Tema dan Program Budaya Perusahaan 2018. b. Penambahan dan pelatihan Change Agent (CA). c. Publikasi SIIPS communication. d. Program internalisasi Budaya Perusahaan. 8. Meningkatkan efektivitas manajemen kinerja pegawai: a. Review dan penyesuaian KPI Individu. b. Pelaksanaan Perencanaan Sasaran Kerja Tahunan (PSKT) dan bimbingan kinerja pegawai tahun 2018. c.Implementasi Sistem Manajemen Kinerja (SMK) tahun 2018. d.Pengembangan performance management system. 9.Memperkuat risk management dan implementasi GRC, melalui penyempurnaan GRC road map Bank BTN bidang human capital: Aspek human capital telah dimasukkan ke dalam GRC untuk memastikan proses bisnis dan risk management aspek human capital berjalan dengan seharusnya. Adapun aspek yang diatur meliputi Manpower Planning, keselarasan spesifikasi pekerjaan dan pegawai, jenjang karir 280 karyawan, risiko Fraud dan kebijakan Know Your Employee, Budaya Kerja dan Sistem Pelatihan dan Pengembangan Pegawai. 10.Operational excellence a. Penyempurnaan materi indeks layanan human capital Indeks layanan human capital telah dilakukan melalui penyebaran kuesioner dalam rangka memperoleh feedback untuk perbaikan dan penyempurnaan bisnis proses human capital Perseroan. Pelaksanaan indeks layanan human capital telah dilakukan sebanyak 3 kali dalam tahun 2018. b. Pengembangan dan penyempurnaan aplikasi Intelligence BTN Employee Service (iBES) Pengembangan aplikasi berbasis digital untuk mempercepat bisnis proses human capital telah dikembangkan melalui iBES melalui modul Organization Management, Personnel Administration, Benefit Administration, time management, HR analytic, talent management, personal cost management, travel management, payroll, compensation management, performance management, learning solution, knowledge management dan fiori. Disamping pelaksanaan kebijakan strategis, Perseroan juga menjalankan inisiatif dalam bidang human capital tahun 2018 yakni meningkatkan kualitas dan produktivitas pegawai. Adapun pencapaian dari inisiatif yang telah dijalankan yaitu: 1. Implementasi manajemen karir dan job family sesuai best practice, melalui: • Tersusunnya rumpun jabatan dan job family Perseroan sebagai dasar perencanaan karir (career path) Pegawai. • Tersusunnya Kompetensi Perseroan (Inti, kepemimpinan dan keluarga jabatan) sebagai dasar perencanaan karir pegawai dan kurikulum pendidikan (learning). •Terlaksananya assessment pegawai tahun 2018 sebanyak 1.779 pegawai sebagai dasar pemetaan talent pegawai. •Terbangunnya tools perencanaan talent secara digital yaitu Talent Management System Bank BTN. 2.Terpenuhinya human capital yang handal secara konsisten, melalui: • Tersusunnya perhitungan man power planning (MPP) tahun 2018 sesuai kebutuhan Organisasi. • Terpenuhinya kebutuhan pegawai unit bisnis dan support bisnis sesuai MPP melalui rekrutmen eksternal sebanyak 1.400 pegawai tahun 2018 (fresh graduate & professional hire). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 280 07/05/19 22.49
  283. •Pelaksanaan job fair, campus hiring, seminar dan kuliah umum untuk mendukung rekrutmen pegawai pada perguruan tinggi di Indonesia. • Terimplementasinya perencanaan karir internal melalui mutasi dan promosi pegawai sebanyak 2.520 pegawai. •Terimplementasinya program alih status pegawai sebanyak 324 dari jalur frontliner (CS dan teller) dan 168 dari jalur TAD (outsourcing). •Terbangunnya tools rekrutmen secara online/ digital yaitu website rekrutmen Perseroan. • Terlaksananya implementasi EVP Perseroan melalui video komunikasi dan digital poster. 3. Terlaksananya implementasi Budaya Perusahaan tahun 2018 sesuai tahapan Transformasi Digital melalui: •Ditetapkannya tema Budaya Perusahaan 2018 yaitu Going Digital through People Empowerment to Win the Competition. • Kick off pelatihan dan sosialisasi program budaya tahun 2018 kepada CL dan CA yaitu SIIPS Thank You Card, SIIPS Idea, SIIPS Story, Follow Up Session dan Risk Champion. Untuk Change Leader saat ini berjumlah 140 pegawai dan Change Agent sebanyak 1.228 pegawai. •Terbangunnya tools monitoring Budaya Perusahaan secara digital yaitu DIGISIIPS. •Implementasi Innovation Award tahun 2018 dalam rangka menumbuhkan sikap berkreasi dan berinovasi pada seluruh pegawai untuk menyempurnakan atau memperbaiki suatu proses bisnis yang ada di Perseroan. •Terlaksananya Culture Assessment Index Tahun 2018 dalam rangka mengetahui seberapa jauh pemahaman seluruh insan BTN terhadap pelaksanaan Program Budaya Perusahaan. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 4. Perbaikan komponen remunerasi dan benefit pegawai melalui: • Penyesuaian posisi gaji Perseroan pada percentile P75 sehingga competitive di market. • Perbaikan ketentuan dan kebijakan terkait benefit pegawai seperti: fasilitas pindah pegawai, kredit pegawai, fasilitas kesehatan pegawai dan fasilitas lembur pegawai. •Terbangunnya tools digital kepegawaian Intelligence BTN Employee Service (iBES/HCIS) yang mempermudah aksesibilitas pegawai dalam pengurusan terkait kepegawaian. •Tersusunnya sales individual incentive sebagai kompensasi variabel untuk tenaga sales (marketing). 5. Pengembangan Kompetensi pegawai unit bisnis dan pendukung bisnis melalui: •Implementasi pendidikan dan pelatihan pegawai melalui 3 school yaitu Leadership, Business dan Operational Banking dimana pencapaian sampai dengan Desember 2018 sebesar 116,88% dari target (berdasarkan batch dan jumlah peserta). •Implementasi virtual classroom dan improvement Knowledge Management System (KMS) untuk mendorong e-learning. • Terlaksananya beasiswa pegawai S2 dalam negeri sebanyak 25 pegawai dan S2 luar negeri sebanyak 10 pegawai. Program beasiswa S1 dalam negeri sebanyak 27 pegawai. • Tersusunnya perangkat implementasi BTN Corporate University. PROFIL HUMAN CAPITAL Pada tahun 2018, Perseroan mempekerjakan 11.810 pegawai, terdiri dari Pegawai Tetap sebanyak 10.025 orang, Pegawai Kontrak 1.785 orang dan Pegawai Outsource sebanyak 10.286 orang. Jumlah pegawai pada tahun 2018 mengalami kenaikan 14% dari total pegawai sebanyak 10.360 pada tahun 2017. Informasi perkembangan jumlah pegawai selama 3 tahun terakhir sebagai berikut: Jumlah Pegawai Tahun Pegawai Tetap Pegawai Kontrak Jumlah Total Pegawai Outsource Tidak Termasuk Outsource Termasuk Outsource 2018 10.025 1.785 10.286 11.810 22.096 2017 8.780 1.580 9.223 10.360 19.583 2016 8.561 683 6.728 9.244 15.972 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 281 281 07/05/19 22.49
  284. HUMAN CAPITAL Tabel berikut akan menjelaskan perbandingan komposisi pegawai Perseroan dalam kurun 3 tahun terakhir dengan pengelompokan berdasarkan level organisasi , tingkat pendidikan, status kepegawaian, usia, jenis kelamin dan lokasi unit kerja: Komposisi Jumlah Pegawai Berdasarkan Grading 2016 Grading 2017 Jumlah Level 22 % 2018 Jumlah % Jumlah % 3 0,03% 4 0,04% 4 0,03% Level 19 s/d 21 90 0,97% 99 0,96% 106 0,90% Level 15 s/d 18 926 10,02% 993 9,58% 1.129 9,56% Level 13 s/d 14 1.860 20,12% 2.364 22,82% 2.353 19,92% Level 11 s/d 12 4.567 49,41% 5.139 49,60% 5.901 49,97% Level 8 s/d 10 1.798 19,45% 1.761 17,00% 2.317 19,62% Jumlah 9.224 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% 5.901 5.139 4.567 2.364 2.353 2.317 1.860 4 4 90 99 106 2017 2018 2016 2017 2018 3 2016 Level 22 Level 19 s/d 21 926 993 1.129 2016 2017 2018 Level 15 s/d 18 2016 2017 2018 2016 Level 13 s/d 14 2017 2018 Level 11 s/d 12 1.798 1.761 2016 2017 2018 Level 8 s/d 10 Komposisi Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan 2016 2017 Jumlah Pasca Sarjana % 2018 Jumlah % Jumlah % 332 3,59% 358 3,46% 379 3,21% Sarjana 6.533 70,67% 7.438 71,80% 8.459 71,63% Sarjana Muda 1.686 18,24% 1.871 18,06% 2.067 17,50% 693 7,50% 693 6,69% 905 7,66% 9.224 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% SLTA Jumlah 8.459 7.438 6.533 1.686 332 358 379 2016 2017 2018 Pasca Sarjana 282 1.871 2.067 693 2016 2017 Sarjana 2018 2016 2017 2018 Sarjana Muda 2016 693 905 2017 2018 SLTA Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 282 07/05/19 22.49
  285. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Komposisi Pegawai Berdasarkan Status Kepegawaian 2016 Status Kepegawaian Pegawai Tetap % 8.561 Pegawai Kontrak Pegawai Outsource Tidak Termasuk Outsource Jumlah 2017 Jumlah Termasuk Outsource Jumlah 92,6% 2018 % 8.780 Jumlah 84,7% % 10.025 (84,89%) (15,11%) 683 7,4% 1.580 15,3% 1.785 6.728 42,1% 9.223 47,1% 10.286 46,55% 9.244 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% 15.972 100,00% 19.583 100,00% 22.096 100,00% 10.025 8.561 9.223 10.286 8.780 6.728 1.580 1.785 683 2016 2017 2018 2016 Pegawai Tetap 2017 2018 2016 Pegawai Kontrak 2017 2018 Pegawai Outsource Komposisi Pegawai Berdasarkan Usia 2016 Usia 2017 Jumlah ≥ 51 % Jumlah 2018 % Jumlah % 689 7,45% 685 6,61% 673 5,70% 31 – 50 2.794 30,23% 3.122 30,14% 3.617 30,63% ≤ 30 5.761 62,32% 6.553 63,25% 7.520 63,67% Jumlah 9.244 100,00% 10.360 100,00% 11.810 100,00% 7.520 6.553 5.761 3.617 2.794 689 2016 685 673 2017 2018 ≥ 51 2016 3.122 2017 31 – 50 2018 2016 2017 2018 ≤ 30 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 283 283 07/05/19 22.49
  286. HUMAN CAPITAL Komposisi Pegawai Berdasarkan Gender 2016 Gender Jumlah 2017 % Laki-laki 5.180 56,04% Perempuan 4.064 Jumlah 9.244 Jumlah 2018 % 5.797 55,96% 43,96% 4.563 100% 10.360 Jumlah % 6.465 54,74% 44,04% 5.345 45,26% 100% 11.810 100% REKRUTMEN HUMAN CAPITAL Laki-laki Perempuan 6,465 5.797 5.345 5.180 4.563 Rekrutmen internal dilakukan untuk mengisi jabatan yang lowong di suatu unit kerja melalui proses promosi maupun rotasi pegawai. Perseroan memberikan kesempatan kepada pegawai agar dapat bekerja di unit kerja lainnya sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pengalaman maupun pengembangan karir sesuai dengan syarat dan kualifikasi yang dibutuhkan. 4.064 2016 2017 2018 2016 2017 2018 MANPOWER PLANNING Perseroan menerapkan rancangan organisasi serta jumlah pegawai yang efektif dan efisien agar selaras dengan strategi serta sasaran bisnis jangka pendek dan jangka panjang dengan tetap memperhatikan aspek manajemen risiko melalui penyusunan Man Power Planning setiap tahun. Man Power Planning melibatkan seluruh unit kerja untuk mengidentifikasi jumlah dan kebutuhan rekrutmen pegawai, pengembangan kompetensi, hingga manajemen kinerja sesuai dengan standar formasi dalam mendukung pelaksanaan strategi bisnis Perseroan. Proses ini ditinjau secara berkala untuk memastikan kesesuaian dengan pertumbuhan bisnis dan kondisi Perseroan. Pada tahun 2018, pelaksanaan Manpower Planning mampu memberikan pengaruh pada pencapaian kinerja Perseroan dengan tingkat rekrutmen untuk pemenuhan pegawai mencapai 100% dari target rekrutmen sebesar 1.400 pegawai baru. 284 Perseroan melaksanakan rekrutmen pegawai dengan menjunjung tinggi prinsip keterbukaan, kewajaran dan kesetaraan. Proses rekrutmen didasarkan pada kebutuhan usaha, kualitas dan kompetensi yang dimiliki kandidat. Karena itu, Perseroan menerapkan strategi dan sistem rekrutmen dengan memastikan mendapatkan talenta-talenta terbaik sebagai aset human capital, baik melalui jalur internal maupun eksternal. Perseroan menjaring kandidat rekrutmen eksternal menggunakan beragam jalur perekrutan, seperti pengumuman iklan di berbagai media cetak maupun elektronik (radio dan media sosial), kuliah/seminar umum, job fair, talent scouting atau job searching bekerja sama dengan beberapa universitas. Rekrutmen eksternal dilakukan dengan metode direct hire (rekrutmen dilakukan secara langsung oleh pihak Perseroan) dan alih daya (rekrutmen dilakukan dengan menggunakan pihak ketiga). Metode alih daya digunakan untuk merekrut pegawai dengan jabatan non organik dengan sifat pekerjaan non core. Sistem rekrutmen berbasis web (e-recruitment) dan kerja sama dengan situs rekrutmen professional terkait dengan program employee branding telah digunakan oleh Perseroan sehingga proses rekrutmen menjadi lebih efisien. Pada tahun 2018, proses rekrutmen dikelola dengan baik dan menghasilkan SDM yang mampu memberikan keunggulan kompetitif bagi Perseroan. Dari sisi kuantitas, Perseroan telah menyelenggarakan proses rekrutmen pegawai baru sebanyak 1.400 orang pada tahun 2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 284 07/05/19 22.49
  287. KESETARAAN DAN KESEMPATAN KERJA Perseroan berkomitmen membuka kesempatan kerja kepada para kandidat terbaik untuk bergabung dan membangun karir berdasarkan prinsip serta asas kesetaraan tanpa membedakan aspek gender , suku, ras dan agama sejalan dengan ketentuan yang berlaku baik di internal maupun peraturan-peraturan eksternal. Setiap pegawai diberikan kesempatan yang sama untuk berkontribusi dalam rangka peningkatan kinerja Perseroan tanpa diskriminasi individu. Wujud atas penerapan asas-asas kesetaraan dilakukan sejak proses rekrutmen, seleksi dan penempatan kerja termasuk hal-hal yang terkait dengan pengupahan, kesejahteraan, jaminan sosial tenaga kerja, kondisi lingkungan kerja, pelatihan dan lain-lain. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUMAN CAPITAL Perseroan meyakini bahwa setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang sesuai dengan potensi, keahlian dan kesempatan yang tersedia. Oleh karena itu, Perseroan mengembangkan kapabilitas dan kompetensi human capital menggunakan pendekatan terintegrasi yang dirancang dengan memperhatikan kebutuhan pegawai, organisasi dan sasaran bisnis. Pendidikan dan pelatihan pegawai juga diselaraskan dengan strategi dan kebijakan dalam bidang human capital secara efisien dan efektif, guna mendukung peningkatan kinerja Human Capital. Perseroan memberikan tanggung jawab kepada Learning Center Division untuk mengembangkan kapabilitas dan kompetensi pegawai melalui program Learning & Development. Program Learning & Development berorientasi pada tiga School yaitu: 1. School of Leadership School yang fokus untuk pengembangan leadership, antara lain Supervisor Development Program, Officer Development Program, Management Development Program, Senior Management Development Program, Vice President Development Program dan Executive Development Program. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 2. School of Business Banking School yang fokus untuk pengembangan pelatihan mengenai produk dan layanan Perseroan yaitu Kredit Perumahan Rakyat, funding, treasury, collection, sales and service dan lainnya. 3. School of Operational Banking School yang fokus untuk pengembangan pelatihan mengenai kegiatan operasional untuk mendukung unit bisnis, yaitu Information Technology, Finance, Risk, Human Capital, Legal dan lainnya. Perseroan melaksanakan program pendidikan dan pelatihan pegawai dengan mengacu pada kebijakan/ strategi manajemen dan hasil Training Need Analysis (TNA). Melalui kedua hal tersebut, Perseroan mengidentifikasi setiap pegawai yang memenuhi syarat mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan. Pasca pelatihan dilaksanakan evaluasi melalui Form Evaluasi Pasca Training untuk mengukur Return of Training Investment yang mencerminkan tingkat efektivitas pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk jenjang karir dan tingkat kebutuhan training lanjutan pegawai. Evaluasi ini tidak hanya dilakukan untuk peserta, namun demikian juga pada instruktur dan penyelenggaranya. Pada tahun 2018, Perseroan menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan yang diikuti sebanyak 28.827 pegawai. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.153 pegawai mengikuti school of business, 4.893 peserta mengikuti school of leadership dan 13.781 peserta mengikuti school of operational banking. Investasi atau biaya yang dikeluarkan Perseroan pada program pendidikan dan pelatihan pegawai sepanjang tahun 2018 mencapai Rp138,27 miliar, sedangkan pada tahun 2017 sebesar Rp164,69 miliar. Realisasi biaya pendidikan tahun 2018 tersebut lebih rendah dari tahun 2017 karena Perseroan menetapkan metode delivery blended learning yang menggabungkan online learning dan offline learning sehingga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi efektivitas dari masing-masing program pendidikan dan pelatihan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 285 285 07/05/19 22.49
  288. HUMAN CAPITAL Tabel Jenis . Tujuan. dan Peserta/Level Jabatan Pelatihan Jenis Pelatihan Tujuan Pelatihan Level Jabatan Jumlah Peserta 2018 2017 Leadership Fokus untuk pengembangan leadership • Staf Junior • Staf • Staf Senior • Asisten Manajer • Manajer • Manager Senior • Ass. Vice President • Vice President • Exec. Vice President • Sr. Vice President • Direksi & Komisaris 4.893 1.112 Business Fokus untuk pengembangan pelatihan mengenai produk dan layanan • Staf Junior • Staf • Staf Senior • Asisten Manajer • Manajer • Manager Senior • Ass. Vice President • Vice President • Exec. Vice President • Sr. Vice President • Direksi & Komisaris 10.153 13.295 Operational Banking Fokus untuk pengembangan pelatihan mengenai kegiatan operasional untuk mendukung unit bisnis • Staf Junior • Staf • Staf Senior • Asisten Manajer • Manajer • Manager Senior • Ass. Vice President • Vice President • Exec. Vice President • Sr. Vice President • Direksi & Komisaris 13.781 9.736 Tabel Beasiswa dalam Negeri No. Universitas Jumlah Penerima Gelar Akademik 1 Binus University, Jakarta 1 Pegawai Sarjana (S1) 2 STIE Atma Bhakti, Surakarta 1 Pegawai Sarjana (S1) 3 STIE Indonesia Membangun, Serang 1 Pegawai Sarjana (S1) 4 STIE Indonesia, Banjarmasin 1 Pegawai Sarjana (S1) 5 STIE Kusuma Negara, Jakarta 1 Pegawai Sarjana (S1) 6 STIE Persada Bunda, Riau 1 Pegawai Sarjana (S1) 7 STIE Urip Sumoharjo, Surabaya 1 Pegawai Sarjana (S1) 8 STMIK Bina Sarana Global, Tangerang 1 Pegawai Sarjana (S1) 9 Universitas 17 Agustus 1945, Cirebon 1 Pegawai Sarjana (S1) 10 Universitas Balikpapan, Balikpapan 2 Pegawai Sarjana (S1) 11 Universitas Batam, Batam 2 Pegawai Sarjana (S1) 12 Universitas Esa Unggul, Jakarta 1 Pegawai Sarjana (S1) 13 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Albanjari, Banjarmasin 1 Pegawai Sarjana (S1) 14 Universitas Kuningan, Kuningan 2 Pegawai Sarjana (S1) 15 Universitas Mercu Buana, Jakarta 1 Pegawai Sarjana (S1) 16 Universitas Muhammadiyah, Gresik 1 Pegawai Sarjana (S1) 17 Universitas Muhammadiyah, Mataram 1 Pegawai Sarjana (S1) 18 Universitas Pasundan, Bandung 1 Pegawai Sarjana (S1) 19 Universitas PGRI Adi Buana ,Surabaya 3 Pegawai Sarjana (S1) 286 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 286 07/05/19 22.49
  289. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Beasiswa dalam Negeri No . Universitas Jumlah Penerima Gelar Akademik 20 Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon 1 Pegawai Sarjana (S1) 21 Universitas Widyatama, Bandung 2 Pegawai Sarjana (S1) 22 School of Business and Management ITB, Jakarta 10 Pegawai Magister (S2) 23 Universitas Gadjah Mada, Jakarta 15 Pegawai Magister (S2) Jumlah Penerima Gelar Akademik 1 Pegawai Magister (S2) Tabel Beasiswa Luar Negeri No. 1 Universitas Birmingham University, United Kingdom 2 Cardiff University, United Kingdom 2 Pegawai Magister (S2) 3 Greenwich University, United Kingdom 1 Pegawai Magister (S2) 4 IHS. Erasmus Rotterdam, Netherlands 1 Pegawai Magister (S2) Magister (S2) 5 Malaya University, Malaysia 1 Pegawai 6 Melbourne University, Australia 1 Pegawai Magister (S2) 7 Monash University, Australia 2 Pegawai Magister (S2) 8 Salford University, United Kingdom 1 Pegawai Magister (S2) PENGELOLAAN KARIR Perseroan menyadari bahwa pelaksanaan jenjang karir yang jelas dapat mempengaruhi tingkat kepuasan dan keterikatan pegawai. Untuk itu, Perseroan telah menerapkan sistem pengelolaan karir bagi pegawai sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan pemangku jabatan yang cakap pada posisi-posisi kunci. Penerapan sistem ini telah diatur dalam Surat Edaran Direksi No. 26/DIR/HCD/2014 Tentang Perencanaan Karir Pegawai. Penerapan pengelolaan karir pegawai dilakukan untuk menempatkan pegawai terbaik pada jabatan yang kosong serta mengidentifikasi potensi dan memastikan bahwa seluruh pegawai mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan karirnya. Perseroan telah menerapkan pola karir untuk seluruh pegawai sebagai berikut: 1. Fast Track Pola karir Fast Track adalah pergerakan karir yang sangat dipercepat, dimana pegawai dapat direkomendasikan untuk promosi setelah memiliki masa kerja 1 s.d. 2 tahun sejak menduduki Personal Grade terakhir. Adapun pegawai yang mendapatkan kesempatan melalui Jalur Karir ini adalah pegawai yang termasuk dalam kategori Star berdasarkan hasil PemetaanTalent. 2. Middle Track Pola karir Middle Track adalah pergerakan karir yang dipercepat. dimana pegawai dapat direkomendasikan untuk promosi setelah memiliki masa kerja 2 s.d. 3 tahun sejak menduduki Personal Grade terakhir. Adapun pegawai yang mendapatkan kesempatan melalui Jalur Karir ini adalah pegawai yang termasuk dalam kategori Potentials berdasarkan hasil Pemetaan Talent. 3. Normal Track Pola karir Normal Track adalah pergerakan karir yang mengikuti aturan umum, dimana pegawai dapat direkomendasikan untuk promosi setelah memiliki masa kerja 3 s.d. 4 tahun sejak menduduki Personal Grade terakhir. Adapun pegawai yang mendapatkan kesempatan melalui Jalur Karir ini adalah pegawai yang termasuk dalam kategori Average dan Need to Develop pada Kelompok Talent 7 berdasarkan hasil Pemetaan Talent. 4. Slow Track Pola karir Slow Track adalah pergerakan karir dimana pegawai dapat direkomendasikan untuk promosi setelah memiliki masa kerja 4 s.d. 5 tahun sejak menduduki Personal Grade terakhir. Adapun pegawai yang mendapatkan kesempatan melalui Jalur Karir ini adalah pegawai yang termasuk dalam kategori Need to Develop pada Kelompok Talent 3 dan Slow Starter pada Kelompok Talent 4 berdasarkan hasil Pemetaan Talent. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 287 287 07/05/19 22.49
  290. HUMAN CAPITAL 5 . Non Track Pegawai yang masuk ke dalam pola karir ini belum dapat direkomendasikan untuk promosi. Adapun pegawai yang masuk ke dalam kategori Non-Track adalah pegawai yang termasuk ke dalam kategori Slow Starter pada Kelompok Talent 2 dan Unfit berdasarkan hasil Pemetaan Talent. Pola karir tersebut dilakukan melalui beberapa jalur dengan mempertimbangkan aspek-aspek di antaranya kebutuhan dan perkembangan organisasi serta penilaian sistem manajemen kinerja dalam tiga tahun terakhir. Jalur karir pegawai tersebut antara lain: 1.Promosi Jalur karir menuju golongan jabatan yang lebih tinggi dan diatur dengan mekanisme promosi. Pegawai yang berhak menjadi kandidat untuk dipromosikan adalah mereka yang termasuk dalam pola karir fast track, middle track, normal track dan slow starter sebagaimana dijelaskan pada ketentuan pola karir pegawai. berbeda, namun harus memulai dari golongan jabatan yang lebih rendah; ingin berpindah ke lokasi kerja yang berbeda dimana posisi yang tersedia atau terpenuhi persyaratan jabatannya merupakan jabatan dengan golongan jabatan yang lebih rendah daripada jabatannya saat ini. Selain itu, pergerakan ke jabatan dengan golongan jabatan yang lebih rendah juga bisa disebabkan karena sanksi sebagaimana diatur dalam mekanisme Demosi pada Kebijakan mengenai Peraturan dan Sanksi Disiplin. Penentuan karir pegawai dilakukan berdasarkan mekanisme yang jelas dan non diskriminatif. Sepanjang tahun 2018, Perseroan telah menerapkan praktik pengelolaan karir tersebut berdasarkan mekanisme yang telah diatur sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Pada tahun 2018, program promosi telah dilakukan pada 1.025 pegawai dan rotasi telah dilakukan pada 1.495 pegawai. SISTEM MANAJEMEN KINERJA 2.Rotasi Jalur karir ke golongan jabatan yang sama dan diatur dalam mekanisme rotasi. Rotasi dilakukan apabila terdapat jabatan lowong akibat dilakukan perputaran atau promosi dari jabatan setara atau pemangku jabatan berhalangan tetap. 3. Jalur Karir ke Jabatan pada Golongan Jabatan yang lebih rendah Jalur karir ke golongan jabatan yang lebih rendah terjadi karena permintaan pegawai sendiri dengan beberapa alasan yaitu ingin meniti karir pada bidang pekerjaan atau keluarga jabatan yang Perseroan mengimplementasikan sistem manajemen kinerja yang dapat mendorong peningkatan produktivitas pegawai serta memotivasi pegawai untuk menjalankan tugasnya secara optimal, meningkatkan loyalitas pegawai dan menggerakkan iklim pekerjaan yang terbuka, positif dan progresif. Dalam setiap tahunnya, Perseroan menyusun dan menetapkan target yang didistribusikan kepada seluruh Unit Kerja untuk selanjutnya diturunkan kepada masing-masing individu berdasarkan potensi dan kapabilitas pegawai. Setiap pegawai memiliki KPI Individu sebagai sasaran kerja yang diturunkan dari KPI Unit Kerja. Skema Proses Penetapan KPI Individu RKAP SASARAN BANK PENILAIAN KINERJA TUJUAN 288 SASARAN UNIT KERJA KPI INDIVIDU KOMPETENSI VALUE (BUDAYA PERUSAHAAN) KOMPETENSI LEADERSHIP SASARAN INDIVIDU Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 288 07/05/19 22.49
  291. Pada akhir alur sistem manajemen kinerja , Perseroan melakukan penilaian kinerja pegawai untuk periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2018. Kinerja individu direncanakan, ditetapkan, di-review dan dinilai menggunakan Formulir Manajemen Kinerja yang mencakup 3 sasaran penilaian kinerja yang meliputi Sasaran Kerja Individu pada tahun penilaian kinerja berjalan, Kompetensi Value (Budaya Perusahaan) yang mencakup implementasi perilaku Budaya Perusahaan dan Kompetensi Leadership yang dipersyaratkan pada jabatan individu yang dinilai dan ditunjukkan. Selain itu, Sistem Manajemen Kinerja Perseroan juga diimplementasikan dengan Metode 4DX (Four Disciplines of Execution) sebagai dasar penetapan sasaran/perencanaan kinerja dan pelaksanaan monitoringnya. Pada metode ini, KPI Perseroan ditetapkan sebagai sasaran terpenting dan menjadi komponen sistem manajemen kinerja individu, sedangkan KPI Unit Kerja ditetapkan sebagai Lag KPI yang menjadi tanggung jawab jabatan dan mendorong pencapaian KPI Korporat. Selanjutnya, KPI Individu ditetapkan sebagai Lead KPI yaitu aktifitas yang merupakan Lead Measures untuk mendorong pencapaian KPI Unit Kerja. Selanjutnya untuk pelaksanaan monitoring, Perseroan menggunakan Scoreboard dan pelaksanaan Wig Session secara berkelanjutan dan berkesinambungan serta pelaksanaan coaching & mentoring untuk memastikan pencapaian sasaran setiap individu. PENGHARGAAN DAN HUKUMAN Perseroan menerapkan penghargaan dan Hukuman sebagai bentuk apresiasi yang diberikan kepada pegawai untuk terus berkembang dan menciptakan berbagai inovasi melalui pemberian beberapa jenis penghargaan antara lain: 1. Penghargaan atas Prestasi Kerja yang luar biasa Penghargaan ini diberikan kepada pegawai yang menunjukkan hasil pemikiran dan karya cipta yang dapat menguntungkan Perseroan. Piagam Penghargaan Karya Utama diberikan dalam bentuk pemberian uang karya utama sebesar 3 kali gaji dasar pegawai yang bersangkutan dan cuti ekstra 5 hari kerja. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 3. Penghargaan Setelah Masa Kerja Penghargaan ini terdiri dari tiga jenis yaitu penghargaan Karya Purna Bakti, penghargaan Karya Satya Abadi dan penghargaan akhir masa bakti. Pegawai yang pensiun mendapatkan penghargaan Karya Purna Bakti. Sementara itu, pegawai yang meninggal dunia ketika melaksanakan tugas demi menjaga nama baik, keamanan, keutuhan harta serta kepentingan Perseroan mendapatkan penghargaan Karya Satya Abadi berupa piagam yang diberikan kepada ahli waris dan bantuan uang duka. Penghargaan akhir masa bakti diberikan kepada pegawai tetap yang diberhentikan dengan hormat dan meninggal dunia sebelum pensiun. 4. Penghargaan Khusus Penghargaan ini diberikan oleh Direksi secara khusus kepada mantan pegawai Perseroan atau instansi TNI/POLRI di tingkat Pusat dan Daerah, lembaga internasional serta swasta yang dianggap telah berjasa atau mempunyai andil besar atau bekerja sama dengan baik kepada Perseroan. 5. Penghargaan dengan Penugasan ke Luar Negeri Penghargaan ini diberikan kepada Divisi/Desk/ Kantor Wilayah/Kantor Cabang yang mencapai target tertentu. Perseroan memberikan penghargaan kepada pegawai, baik bersifat finansial maupun non finansial disesuaikan dengan kemampuan Perseroan dan implementasinya mengacu pada Surat Edaran Direksi SE No. 44/DIR/HCOD/2018. Setiap tahun financial reward dievaluasi dan diperbaiki untuk tetap mempertahankan daya saing Perseroan. Di sisi lain, Perseroan juga memberikan hukuman kepada karyawan yang melakukan pelanggaran atas kode etik maupun ketentuan terkait lainnya. hukuman diterapkan untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan nilai dan budaya Perseroan. Beberapa jenis sanksi yang diberikan antara lain sebagai berikut: Sanksi kategori Ringan 1. Teguran Lisan (TL) 2. Teguran Tertulis (TT) 3. Pernyataan Tidak Puas (PTP) 2. Penghargaan Masa Kerja Pegawai dengan masa kerja 15, 20, 25, 30 dan 35 tahun berhak mendapatkan penghargaan Satya Bakti berupa piagam penghargaan dan, uang Karya Satya Abadi dengan jumlah yang proporsional berdasarkan masa kerja dan cuti ekstra 5 hari kerja. Sanksi kategori sedang 1. Tidak mendapatkan uang cuti (TMUC) 2. Tidak mendapatkan penyesuaian gaji berkala (TMPGB) 3. Penurunan grade sebanyak 1 grade (gaji dasar menyesuaikan) (PG1) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 289 289 07/05/19 22.49
  292. HUMAN CAPITAL Sanksi kategori Berat 1 . Penurunan grade sebanyak minimal 2 grade (gaji dasar menyesuaikan) (PG2) 2. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 3. Pemutusan Hubungan Kerja dan Dilaporkan kepada Pihak yang berwajib (PHKPYB) KESEJAHTERAAN PEGAWAI Remunerasi Perseroan menerapkan sistem remunerasi guna memotivasi dan mempertahankan pegawai-pegawai terbaik serta bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan Human Capital yang berkualitas. Untuk mendukung strategi Perseroan dan mendorong kinerja yang optimal dan berkesinambungan. Perseroan menerapkan remunerasi berbasis kinerja dan risiko yang mengacu pada kinerja karyawan. Selain itu, Perseroan juga menerapkan struktur dan skala upah sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik dalam bidang ketenagakerjaan maupun otoritas terkait dalam industri perbankan. Perseroan berkomitmen untuk menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, adil dan seimbang, berbasis risiko serta senantiasa memastikan bahwa tidak ada pegawai yang menerima remunerasi di bawah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Program Pensiun Perseroan memberikan perhatian atas kesejahteraan pegawai menjelang pensiun melalui program Masa Persiapan Pensiun (MPP). Program tersebut diperuntukan bagi pegawai tetap yang telah mencapai usia 55 Tahun. MPP diselenggarakan selama 12 bulan sebagai kesempatan untuk mengikuti berbagai program pelatihan sehingga diharapkan dapat mendukung keberlangsungan hidup selepas pensiun. Pada tahun 2018, sebanyak 104 pegawai tetap mengikuti program pelatihan dalam MPP, yaitu: No. Batch Tanggal Peserta (pegawai) 1 Batch 1 19 sd. 23 Februari 28 2 Batch 2 1 sd. 5 Mei 25 3 Batch 3 17 sd. 21 September 26 4 Batch 4 5 sd. 9 November 25 Jumlah 104 Pelaksanaan program pensiun merupakan bentuk apresiasi kepada pegawai tetap atas kontribusinya di Perseroan. Pegawai tetap yang telah mencapai usia pensiun normal yaitu 56 tahun dan pegawai tetap 290 dengan status teller staff, customer service staff dan sekretaris yang berusia 36 tahun berhak mendapatkan manfaat pensiun. Perseroan menyelenggarakan program manfaat pensiun yang terdiri dari Program Manfaat Pasti dan Program Iuran Pasti sebagai hak pegawai tetap yang telah menjadi peserta Dana Pensiun. Pada program Manfaat Pasti, pegawai tetap mendapatkan manfaat sebesar formula yang sudah ditentukan oleh Dana Pensiun sedangkan pada Program Iuran Pasti, pegawai tetap mendapatkan manfaat pensiun dari akumulasi saldo iuran sebesar 2,5% dari gaji yang bersangkutan, 7,5% dari Perseroan dan hasil pengembangannya. Jumlah Manfaat Pensiun yang dapat diterima pegawai setinggi-tingginya 80% dari Penghasilan Dasar Pensiun mengacu kepada Ketetapan Direksi yang mengatur tentang Peraturan Dana Pensiun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Dapen BTN). HUBUNGAN INDUSTRIAL Perseroan berkomitmen untuk membangun dan memelihara hubungan industrial sebagai sebuah sistem hubungan kerja yang sehat dan konstruktif antara pegawai dan Perseroan. Hubungan yang harmonis dibutuhkan untuk memastikan terwujudnya produktivitas pegawai dan terpenuhinya perlindungan terhadap kepentingan, hak serta kewajiban semua pihak sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dalam hubungan industrial, Perseroan menempatkan Serikat Pekerja sebagai mitra strategis dalam membangun dan memelihara hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja melalui komunikasi secara berkala dan berkesinambungan. Kondisi ini mendorong Perseroan untuk melakukan pengelolaan hubungan industrial karena pekerja yang produktif akan berkontribusi besar terhadap kinerja Perseroan. Faktor kunci terwujudnya hubungan industrial yang harmonis adalah komunikasi yang baik antara Manajemen dan pegawai. Oleh karena itu, Perseroan telah membentuk Lembaga Kerja sama Bipartit (LKS Bipartit) yaitu forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial Perseroan yang anggotanya terdiri dari Pemangku Jabatan dan Serikat Pekerja Bank BTN (SP-BTN). Perseroan dengan SP-BTN telah menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati oleh kedua pihak. Perseroan bersama Serikat Pekerja secara berkala melakukan pertemuan baik formal maupun informal untuk membahas terkait pemenuhan hak dan kewajiban pegawai maupun perumusan sanksi Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 290 07/05/19 22.49
  293. disiplin jika terdapat pelanggaran . Pertemuan tersebut juga bertujuan untuk membangun dan menjaga komunikasi yang berkesinambungan. Hingga akhir tahun 2018, terdapat 1 Serikat Pekerja di lingkungan Perseroan. Sepanjang tahun 2018, Perseroan bersama Serikat Pekerja telah melaksanakan pertemuan formal sebanyak 1 (satu) kali melalui kegiatan Musyawarah Nasional Serikat Pekerja Bank BTN pada tanggal 13 s.d. 16 Mei 2018. Melalui serangkaian pertemuan tersebut, diharapkan tercipta hubungan industrial yang harmonis sehingga dapat terbangun lingkungan kerja aman dan nyaman mendukung kelancaran kegiatan operasional sehingga semakin produktif. EMPLOYEE ENGAGEMENT SURVEY (EES) Perseroan melakukan survei terhadap tingkat kepuasan dan keterikatan pegawai secara berkala dengan Employee Engagement Survey (EES). Survei tersebut melibatkan seluruh pegawai pada semua 1. Clear and promising direction 2. Confidence in leaders 3. Quality and customer focus 4. Respect and recognition 5. Development opportunities 6. Compensation and benefits Drivers 7. Performance management 8. Authority and empowerment 9.Resources 10.Training 11.Collaboration 12. Work, structure and process Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited level organisasi yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keterikatan pegawai kepada Perseroan. Dalam pelaksanaan survei ini, pegawai dapat mengungkapkan pendapatnya secara jujur mengenai hal-hal yang telah berjalan secara baik dan yang harus ditingkatkan di Perseroan. Melalui hasil EES survei, Perseroan dapat memperoleh gambaran mengenai kekuatan yang dimiliki Perseroan dan hal-hal yang perlu ditingkatkan, hasilnya dapat dijadikan dasar untuk menyusun langkah-langkah peningkatan guna mendukung pencapaian kinerja Perseroan yang lebih baik, serta hal lainnya yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif guna mendorong peningkatan produktivitas pegawai. Pada tahun 2018, Perseroan telah melaksanakan EES melalui kerja sama dengan pihak konsultan independen. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan survei ini yaitu penyebaran kuesioner ke seluruh pegawai tetap Perseroan secara online. Kuesioner terdiri dari pertanyaan yang mencakup dua aspek yaitu Engagement Questions dan Driver Questions. Secara umum metode perumusan keterikatan pegawai ditunjukkan dalam skema berikut: Financial Performance Engagement Commitment, Discretionary Effort Engaged Performance TM Customer Satisfaction Business Results Attraction & Talent Retention Enablement Optimized Roles, Supportive Environment Employee Performance Skor EES Perseroan menunjukkan peningkatan menjadi 85% pada tahun 2018 dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar 78%. Hasil EES tersebut mengindikasikan bahwa tingkat keterikatan pegawai dengan Perseroan mengalami peningkatan sebesar 8,97% dan berada pada level Top Quartile. Skor EES Perseroan dalam 2 tahun terakhir berada di atas acuan tingkat keterikatan pegawai lainnya seperti Financial Institution APAC sebesar 67%, Financial Institution Indonesia 72% serta BE Indonesia Benchmark 86%. Perseroan menindaklanjuti hasil survei tersebut dengan melaksanakan sosialisasi dan impact plan untuk merancang perbaikan-perbaikan pada organisasi. Usulan-usulan perbaikan tersebut kemudian dituangkan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) pada periode tahun berikutnya. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 291 291 07/05/19 22.49
  294. HUMAN CAPITAL Secara rinci , hasil EES Perseroan pada tahun 2018 mengindikasikan bahwa tingkat keterikatan pegawai cukup tinggi sebagaimana ditunjukkan pada skema berikut: 85% Employee Engagement • Commitment • Discretionary Effort % Favorable Employee Enablement • Optimized • Supportive Environment 84% % Neutral VS. IND % Unfavorable VS. Ind Bank VS. BUMN VS. Gen Indst VS. Glo Bank Employee Engagement 85 11 4 +9+8+3+18 +15 Employee Enablement 84 11 4 +7+7+4+17 +15 PENGELOLAAN KEGIATAN INFORMAL PEGAWAI Dalam rangka menyediakan wadah untuk kegiatan informal pegawai di luar jam kantor. Perseroan memberikan kemudahan bagi pegawai untuk menyalurkan hobi dan kreativitasnya dalam bidang olah raga, kesenian, sosial dan kerohanian. Kegiatan informal ini juga sebagai bentuk kepedulian Perseroan untuk menciptakan work-life balance bagi pegawai yang antara lain meliputi: 1. Kegiatan Religi Kegiatan keagamaan dilaksanakan dan dikoordinasikan dengan baik melalui organisasi keagamaan antara lain Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha. 292 2. Kegiatan Olah Raga Kegiatan olah raga dilaksanakan dan dikoordinasikan dengan baik melalui komunitaskomunitas olah raga yang ada antara lain : • Sepeda melalui BCC (Batara Cycle Community) • Lari melalui BTN Runners • Futsal dan sepak bola melalui PS Batara • Golf melalui Batara Golf • Bowling melalui Perkumpulan Bowling BTN 3. Kegiatan Seni • • • Photography melalui BTN Photography Tari melalui Lenggang Harmoni Musik melalui Batara Music Club Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 292 07/05/19 22.49
  295. ROADMAP PENGEMBANGAN HUMAN CAPITAL 2016-2020 Pencapaian pertumbuhan usaha Perseroan yang optimal dapat dicapai dengan penyelarasan pengembangan strategis di semua unsur usaha , termasuk pengembangan human capital. Memandang kedepan, Perseroan telah menyusun Roadmap Pengembangan human capital hingga 2020 sebagai dasar pengelolaan human capital selaras dengan roadmap transformasi Perseroan tahap Digital Banking. Roadmap Pengembangan human capital Perseroan berfokus pada 7 inisiatif utama sebagai berikut: 1.Menerapkan rencana suksesi dan manajemen karir yang jelas untuk mengidentifikasikan risiko ketersediaan pegawai di posisi kunci; Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 2.Menyusun strategic Manpower Planning untuk menentukan kesenjangan di jangka panjang dan mempersiapkan kebutuhan di masa depan; 3.Mengembangkan employer value proposition dan kampanye rekrutmen untuk menarik talenta terbaik ke Perseroan; 4.Meningkatkan dan menerapkan manajemen kinerja Perseroan untuk membangun perilaku yang diinginkan dan meningkatkan engagement pegawai; 5. Mengembangkan program top talent bagi pegawai Perseroan berkinerja tinggi untuk menciptakan suksesi yang tepat; 6.Mendorong perubahan melalui dukungan dan dukungan top management; 7.Penerapan budaya berbasis kinerja dan risiko untuk menjaga kesuksesan yang berkelanjutan. Roadmap Pengembangan Sumber Daya Manusia Tahun 2016-2020 Desain dan Perencanaan Menerapkan rencana suksesi dan manajemen karir yang jelas untuk mengindentifikasi risiko ketersediaan pegawai di posisi kunci Menyusun strategic man power plan untuk menentukan kesenjangan di jangka panjang dan mempersiapkan kebutuhan masa depan. Manajemen Kinerja Rekrutmen Pengembangan Human Capital Engage dan Retain Mempertahankan program management trainee/ODP secara konsisten untuk menyediakan pasokan pemimpin masa depan secara berkelanjutan bagi Perseroan. Mengembangkan Employer Value Proposition dan kampanye rekrutmen untuk menarik talenta terbaik di Perseroan Mendorong Perubahan melalui komitmen manajemen puncak dan fungsi Management Office Meningkatkan dan menerapkan manajemen kinerja Perseroan untuk membangun perilaku yang diinginkan dan meningkatkan engagement pegawai. Mengembangkan program talenta teratas bagi pegawai Perseroan berkinerja tinggi untuk menciptakan suplai suksesi yang kuat dan mempromosikan secara internal. Menambah pelatihan dan pengembangan untuk pegawai Perseroaan di level manajerial untuk membangun angkatan kerja yang best-in-class dan sangat produktif. Memperjelas peran strategis fungsi Human Capital dan menyediakan human capital yang memadai Penerapan budaya berbasis kinerja untuk menjaga kesuksesan yang berkelanjutan Memastikan implementasi roadmap Human Capital Sukses Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 293 293 07/05/19 22.49
  296. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI P erseroan menyadari bahwa pengelolaan Teknologi Informasi memegang peranan strategis untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional dan keamanan pengolahan data dan informasi . Selain itu, pengelolaan Teknologi Informasi yang baik juga dapat memberikan peningkatan efisiensi kegiatan operasional dan mutu pelayanan digital banking. Menyadari hal tersebut, Perseroan memanfaatkan Teknologi Informasi guna menyediakan layanan terbaik serta meminimalisir risiko operasional bisnis yang dihadapi. Di sisi lain, pengembangan Teknologi Informasi secara berkelanjutan juga dapat menjadikan sistem manajemen risiko yang dimiliki Perseroan berjalan dengan efektif. 294 VISI DAN MISI TEKNOLOGI INFORMASI Visi “Menyinergikan Strategi Bisnis dan Teknologi Informasi Dengan Menyediakan Layanan Teknologi Informasi kelas Dunia Untuk Mencapai Kemenangan Pada Era Digital” Misi “Menjadi mitra bisnis handal yang menyediakan layanan responsif dan akurat melalui teknologi mutakhir dan sistem integrasi terkemuka.” Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 294 07/05/19 22.49
  297. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Perseroan memanfaatkan Teknologi Informasi guna menyediakan layanan terbaik serta meminimalisir risiko operasional bisnis yang dihadapi. Di sisi lain, pengembangan Teknologi Informasi secara berkelanjutan juga dapat menjadikan sistem manajemen risiko yang dimiliki Perseroan berjalan dengan efektif. “ KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan telah memiliki dan menerapkan kebijakan dan strategi pengelolaan Teknologi Informasi dalam rangka menunjang Layanan Berbasis Digital ditetapkan berdasarkan Keputusan Direksi. Secara berkala, Perseroan meninjau kebijakan yang telah disusun guna memperkuat infrastruktur Teknologi Informasi sehingga mampu memberikan solusi pada layanan keuangan yang semakin efisien dan mudah diakses bagi nasabah. Kebijakan-kebijakan Perseroan dalam pengelolaan Teknologi Informasi sebagai berikut: 1. Peraturan Direksi Nomor 11/PD/ITPD/2017 Tentang Pedoman Tata Kelola (Governance) Teknologi Informasi Berbasis Manajemen Risiko Perubahan atas Peraturan Direksi Nomor 35/PD/ICTD/2010 Tentang Pedoman Tata Laksana (Governance) Teknologi Informasi Berbasis Manajemen Risiko 2. Peraturan Direksi Nomor 12/PD/ICTD/2016 Tentang Rencana Strategis Teknologi Informasi dan Komunikasi 2016-2018. 3. Peraturan Direksi Nomor 05/PD/ICTD/2014 Tentang Perubahan Atas Peraturan Direksi Nomor 18/PD/ CMO/2011 Tanggal 20 Juli 2011 Tentang Komite Pengarah Teknologi Informasi (IT Steering Committee). 4.Kebijakan Business Continuity Plan TI meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 01/DIR/DTI/2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Operating Procedure Disaster Recovery Center (DRC), Surat Edaran Direksi Nomor 23/DIR/ICTD/2011 tentang Pedoman Penerapan Business Continuity Plan, dan Surat Edaran Direksi Nomor 35/DIR/ICTD/2013 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 295 295 07/05/19 22.49
  298. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI Tentang Petunjuk Pelaksanaan Disaster Recovery Plan (DRP) dan Surat Edaran Direksi Nomor 18/DIR/ RMD/2017 perihal Kebijakan Business Continuity Management (BCM) dan Standard Operating Procedure (SOP) Business Continuity Plan (BCP). 5. Kebijakan keamanan informasi Teknologi Informasi meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 17/DIR/ DTI/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen Pengamanan Password/Cryptographic, Key/ Karakteristik Personal (Sidik Jari, Retina, Suara)/ PIN dan Surat Edaran Direksi Nomor 26/DIR/ICTD/ 2017 Perihal Perjanjian Kerahasiaan Informasi (Non-Disclosure Agreement). 6.Kebijakan Operasional meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 04/DIR/DTI/1999 tentang Pedoman Operasi Aplikasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Surat Edaran Direksi Nomor 05/DIR/DTI/1999 tentang Pedoman Operasi Backup Data, Surat Edaran Direksi Nomor 02/DIR/ICTD/2014 tentang Petunjuk Operasional Penyelesaian Laporan Master Error. 7. Kebijakan Manajemen Teknologi Informasi meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 41/DIR/ICTD/2011 tentang Pedoman Penerapan IT Risk Management dan Surat Edaran Direksi Nomor 33/DIR/ICTD/2011 tentang Standard Operating Procedure (SOP) Teknologi Informasi. 8. Kebijakan Standarisasi Teknologi Informasi meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 59/DIR/ ITPD/2017 perihal Standarisasi Sistem Teknologi Informasi yang merupakan hasil kajian dari Surat Edaran Nomor 51/DIR/ICTD/2014 tentang Standarisasi Sistem Teknologi Informasi. 9.Kebijakan Keamanan Informasi meliputi Surat Edaran Nomor 64/DIR/ITPD/2017 Perihal Pedoman Keamanan Informasi merupakan Perubahan atas, Surat Edaran Direksi Nomor 31/DIR/ICTD/2011 tentang Sistem Pengelolaan Pengamanan Informasi (Information Security Management System), dan Surat Edaran Direksi Nomor 40/DIR/ ICTD/2016 Tentang Perubahan atas Surat Edaran Direksi Nomor 01/DIR/ICTD/2014 perihal Pedoman Keamanan Informasi. 10. Kebijakan Operasional Teknologi Informasi meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 02/ DIR/ICTD/2014 Perihal Petunjuk Operasional Penyelesaian Laporan Master Error. 11. Kebijakan Operasional Teknologi Informasi meliputi Surat Edaran Direksi Nomor 05/DIR/ DTI/1999 Perihal Pedoman Operasi Backup Data PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 12. Kebijakan Keamanan Informasi meliputi Surat Edaran Nomor 26/DIR/ICTD/2017 Perihal Perjanjian Kerahasiaan Informasi (Non Disclosure Agreement) 296 Dalam rangka mendukung kebijakan serta mencapai target roadmap Teknologi Informasi yang telah ditetapkan, Perseroan menerapkan beberapa strategi pengelolaan Teknologi Informasi sebagai berikut: 1. Flexible Distribution • Penjualan dan layanan multi-channel yang menawarkan tingkat layanan yang konsisten pada seluruh channel distribusi. • Channel yang fleksibel dapat melayani kerja sama dengan partner. • Memulai transaksi dalam satu channel dan menyelesaikannya melalui channel yang lain. 2. Automated Processing • Proses otomatisasi dan integrasi end to end dengan menggunakan Enterprise Application Integration (EAI) dan Straight Through Processing (STP). • Mengurangi kebutuhan keterlibatan pengguna. • Mengoptimalkan kecepatan proses transaksi. 3. Resource Empowerment • Pelatihan, pembelajaran dan peningkatan keterampilan karyawan yang bersifat selfassisted. • Percepatan proses dalam peluncuran produk. • Peningkatan pemberdayaan karyawan dan customer experience yang lebih baik. 4. Agile Manufacturing •Pembuatan agile product yang memungkinkan adanya modifikasi dalam spesifikasi produk. • Memungkinkan adanya produk bundling. • Mempercepat waktu distribusi produk baru ke pasar. 5. Integrated Customer Analytics • Ketersediaan informasi nasabah yang lengkap dalam seluruh channel, meliputi profil nasabah, segmentasi nasabah, portofolio produk, evaluasi risiko dan batas kredit saat ini. •3600 customer visibility - pandangan terhadap nasabah secara lengkap. • Customer insights dari sistem analitik. 6. Advanced Security • Platform otentifikasi dan keamanan yang kuat. • Membentuk lingkungan yang aman dan terpercaya bagi nasabah dan mitra kerja dengan mempertahankan customer experience yang baik. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 296 07/05/19 22.49
  299. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen PROGRAM KERJA DAN INISIATIF INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI 2018 Perseroan untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sehingga Perseroan dapat memenangkan persaingan bisnis di industri perbankan . Dengan fokus bisnis utama pada pembiayaan perumahan memerlukan lompatan atau terobosan dalam inovasi model bisnis disertai dengan bisnis proses yang fleksibel dan adaptif dengan perkembangan faktor eksternal dengan tetap memperhatikan faktor internal. Salah satu strategi untuk memenangkan persaingan bisnis adalah memanfaatkan peluang tersebut secara optimal melalui pengembangan BTN Portal Properti sebagai Digital Mortgage Ecosystem. Pada tahun 2018, Perseroan melanjutkan fokus, inisiatif, dan kebijakan strategis pengembangan Teknologi Informasi tahun sebelumnya sebagaimana yang tertuang dalam Teknologi Informasi berdasarkan Rencana Strategi Teknologi Informasi & Komunikasi dan kebijakan turunannya yang selaras dengan strategi utama Perseroan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses bisnis, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pelayanan nasabah. Perseroan melalui IT Strategic Planning and Development Division (ITPD) pada tahun 2018 melaksanakan program dan inisiatif penerapan di bidang Teknologi Informasi pada beberapa bidang pengembangan untuk memperkuat infrastruktur Teknologi Informasi meliputi bidang teknologi, people, dan proses di antaranya adalah sebagai berikut: 1. Marketing & Sales Management Solution Implementation 2. Agile Product Configuration and Bundling Enhancements 3. Branchless Banking Initiative 4. Integrated Supply Chain Financing & Cash Management Services Implementation 5. Data Integration Services Enhancement 6. Smart Forex System Implementation 7. Case Management Solution Implementation 8. Corporate Performance Management Planning & Budgeting Solusion Implementation 9. Web Branch Enhancement: E-Froms 10.Fraud System Enhancement 11.Treasury System (Opics) Enhancement 12.Enterprise Risk Management System (ERMS) Implementation 13.Wealth Management Application Enhancement Disamping itu, Perseroan juga melakukan pengembangan Teknologi Informasi sesuai dengan kebutuhan bagi Perseroan yang bergerak di bidang layanan jasa keuangan berbasis digital. Beberapa pengembangan Teknologi Informasi di tahun 2018 meliputi Enhancement BTN Portal Properti Phase 2, BTN SMART, Perangkat Keamanan Teknologi Informasi (Firewall), Application Performance Monitoring serta kerja sama dengan Digital Platform. 1. Enhancement BTN Portal Properti Phase 2 Pengguna internet di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini merupakan tantangan dan peluang besar terhadap bisnis Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Enhancement BTN Portal Properti Phase 2 merupakan pengembangan yang dilakukan untuk memberikan user interface yang lebih baik, proses pembayaran yang lebih mudah, monitoring proses KPR yang actual dan berbagai kemudahan lainnya sehingga menjadi website terbaik di bidang penjualan properti. Enhancement tersebut bertujuan untuk dapat menguatkan Brand Image Perseroan, ekspansi bisnis inti, menjaga dan meningkatkan market share kredit nasabah, mendukung peningkatan akuisisi nasabah dan penyelesaian rumah lelang, mendukung optimalisasi peluang bisnis di bidang properti, serta memberikan kemudahan dalam proses pembelian rumah. 2. BTN SMART (Salesforce Monitoring and Referral Tool) Perseroan saat ini mengimplementasikan Program Transformasi 2020 periode 2017-2018. Salah satu program utama yang akan diimplementasikan pada periode 2017-2018 adalah pembentukan perangkat digital salesforce dinamakan BTN SMART. BTN SMART merupakan perangkat digital yang terintegrasi dengan tools yang dimiliki unit bisnis untuk kebutuhan salesforce. Integrasi antar sistem pada unit bisnis memungkinkan untuk dilakukan cross selling secara otomatis untuk nasabah ataupun calon nasabah potensial, sehingga akan memaksimalkan dalam memahami kebutuhan nasabah. Beberapa tools dimaksud antara lain iCustomer dan iWealth. BTN SMART (Salesforce Monitoring and Referral Tool) adalah perangkat salesforce terintegrasi yang dilengkapi dengan fitur Lead Management System (LMS) dan algoritma pengolahan data untuk pemonitoran kinerja cabang yang dapat diakses melalui handphone. Proses sendiri mulai dari tahap input, pengolahan data, output hingga dashboard untuk monitoring pencapaian. Tools sales force yang terintegrasi dan dapat digunakan oleh semua user baik funding maupun lending. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 297 297 07/05/19 22.49
  300. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI 3 . Perangkat Keamanan Teknologi Informasi Perseroan mengembangkan perangkat keamanan Teknologi Informasi dalam rangka menunjang perkembangan bisnis sesuai dengan cetak biru Rencana Transformasi Strategis 2016-2020, yakni “Meningkatkan kemampuan penjualan silang dan saluran distribusi”. Perangkat keamanan Teknologi Informasi juga ditujukan untuk peningkatan fungsi internet banking dan mobile banking, outlet cabang menuju kantor pusat/data center dapat diakses melalui jaringan berbasis intranet/ekstranet maupun internet. Akses jaringan intranet/ekstranet, memiliki risiko sangat tinggi dari gangguan cyber, diperlukan perangkat khusus yang memiliki fitur keamanan sesuai dengan kebijakan yang diimplementasikan kedalam sistem terpadu yang terjaga kerahasian (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) secara efektif dan efisien dengan memperhatikan kepatuhan terhadap ketentuan. Secara keseluruhan peningkatan keamanan Teknologi Informasi Perseroan pada tahun 2018 dapat melindungi/memitigasi akses melalui jaringan internal/eksternal maupun internet dari serangan internal maupun eksternal yang muncul pada outlet kantor secara komprehensif; melindungi/memitigasi akses melalui jaringan internal/eksternal maupun internet dari theft data (pencurian data) melalui spanning/intercept jaringan; memberikan batasan hak akses melalui jaringan internal/eksternal maupun internet dengan identitas pengguna yang didasarkan 298 kepada ketentuan kebijakan; serta memberikan audit trail dan real time monitoring komprehensif secara menyeluruh terhadap aktivitas traffic inbound maupun outbound dari outlet kantor, sehingga dapat memenuhi kebutuhan compliance dan audit. 4. Application Performance Monitoring Perseroan telah banyak mengembangkan aplikasi berbasis Web, diantara aplikasi tersebut terdapat beberapa aplikasi yang bersifat kritikal, mendukung bisnis Perseroan guna meningkatkan profit, antara lain adalah iLoan, iColl, iDoc, dan Middleware. Dalam rangka menjaga dan meningkatkan SLA dari layanan aplikasi tersebut perlu dilakukan Preventif Operation Monitoring yang komprehensif. 5. Kerja sama dengan Digital Platform (Plug and Play Indonesia) Dengan transformasi Perseroan menuju Era Digital Banking untuk mempercepat layanan kepada nasabah dan menghadapi persaingan industri global, maka diperlukan suatu langkah dinamis salah satunya dengan keikutsertaan menjadi anggota PnP sehingga diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menjalin hubungan antar pemain dalam berbagai mitra industri seperti memperluas jaringan/networking, peluang investasi ke perusahaan startup, Mentorship, serta Logistic Support, dan lain-lain. Pada tahun 2018, Perseroan telah menjalin kerja sama dengan StartUp Indonesia antara lain KYCK!, Manpro, Gradana, dan Buildeco. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 298 07/05/19 22.49
  301. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PENCAPAIAN ROADMAP TEKNOLOGI INFORMASI 2016-2018 Quick Wins while Laying the Foundation Streamlined and more efficient processes , quicker time to approval Kapabilitas yang Direalisasikan Post Mortgage Household Financial Provider Digital Mortgage Bank Streamlined and more efficient processes, quicker time to approval Online mortgage offering via digital channel Digital Property Developer-self service, loan origination behalf of buyers” Staff equiped with dgital devices, can work “on the go” Digitised loan origination with STP and workflow BTN Property Portal with enhanced features Online post-mortgage product offering Customer analytics and business intelligence Agile product configuration and digitised bundled product offering Unifid customer experience across channel Targeted sales and marketing, digital marketing campaigns Integrated Property Mobile App Single sign-on and enchanced digital security 2016 2017 TC02 - CRM Implementation Inisiatif Utama TC03 - Universal Customer Master 2018 TC29 - Marketing & Sales MGMT TC17 - EDW and BI Enchancement TC30 - Agile Product & Bundling TC04 - Channel Management Platform TC12 - LOS Replacement TC18 - BTN Property TC23 - Property Mobile Apps Portal Enchancement TC42 - Los Mobile App Mortgage Streamlining Inisiatif IT Inisiatif Bisnis Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 299 299 07/05/19 22.49
  302. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI Dalam jangka waktu tiga tahun terakhir , Perseroan telah menyusun dan menjalankan Rencana Strategi Teknologi Informasi Komunikasi (RSTIK) dalam wujud strategi manajemen Perseroan yang disusun sebagai rencana pengembangan dan pengelolaan Teknologi Informasi. Beberapa manfaat dan pencapaian yang berhasil diraih sebagai berikut: No Profil Inisiatif Inisiatif Utama RSTIK 2016-2018 Manfaat Total Inisiatif Timeline Persentase 1 People PP 01 - ICTD Organisation & Workload Assessment Penilaian untuk mengidentifikasi kapasitas sumber daya internal yang ada dan persyaratan beban kerja, proyeksi beban kerja di masa mendatang dan struktur organisasi IT yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis agar bergerak maju. 1 2018 100,00% 2 People PP 02 - Digital Banking Learning Implementation Identifikasi keterampilan yang diperlukan untuk mendukung aspirasi digital banking dan RSTIK 2016-2018 dan penciptaan rencana pembelajaran dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan sumber daya internal yang ada pada daerah-daerah yang masih memiliki kesenjangan. 1 2017 100,00% 3 People PP 03 Recruitment & Staff Transition Penempatan staf pada peran yang diperlukan untuk mendukung aspirasi digital banking Perseroan dan RSTIK 2016-2018, baik melalui transisi dari divisi lain dalam bank atau rekruitmen eksternal. 3 2020 85,00% 4 People PP 04 - Train the Trainer Practice Establishment Pembentukan manajemen Train the Trainer practice untuk semua aplikasi bisnis, terutama yang inti, untuk memungkinkan karyawan HQ dan cabang untuk dilatih/dilatih kembali ketika sumber daya baru dipekerjakan, sumber daya yang ada diposisikan kembali, fitur baru diperkenalkan atau aplikasi baru diimplementasikan, penciptaan pembelajaran dan pembangunan berkelanjutan untuk mendukung kesiapan staf dalam menjalankan fungsi mereka dan mengurangi ketergantungan dari vendor eksternal/supplier. 1 2018 100,00% 5 Proses PR 01 - Demand Management Governance Pembentukan tata kelola dan proses demand management untuk meningkatkan demand dan supply antara bisnis dan IT. Inisiatif ini akan meningkatkan kapabilitas Perseroan untuk menyaring dan memprioritaskan proyek-proyek yang akan dijalankan dan memastikan bahwa proyek yang disetujui adalah proyek yang memiliki business case yang merupakan business critical dan memiliki keselarasan dengan strategi bisnis. Inisiatif ini juga akan meningkatkan fungsi kematangan portofolio proyek. 1 2017 100,00% 6 Proses PR 02 - Supplier Management Improvement • Pembentukan kerangka kerja manajemen pemasok yang mencakup hubungan endto-end dengan pemasok/vendor - untuk mengaktifkan kontrol yang lebih baik, pemantauan, masalah dan manajemen risiko, ketepatan waktu pengiriman dan peningkatan transisi ke operasi business-as-usual (BAU). • Definisi strategi sourcing Perseroan bergerak maju untuk memungkinkan pengiriman IT yang lebih efisien dan efektif. 3 2018 100,00% 7 Proses PR 03 - Syariah IT Review (Spin Off Assessment) Penilaian untuk mengidentifikasi implikasi teknologi berdasarkan arah bisnis Perseroan dan keterbatasan peraturan untuk Syariah. 2 2016 100,00% 8 Proses PR 04 - Enterprise Architecture Practice & Governance Improvement Pembentukan praktik Arsitektur Perusahaan/ Enterprise Architecture (EA) berdasarkan praktik EA terkemuka untuk memungkinkan arsitektur bisnis agar selaras dengan perusahaan, fleksibilitas dan adaptasi terus menerus dari EA berdasarkan perubahan kebutuhan bisnis dan pemerintahan yang didefinisikan dengan baik untuk kelanjutan dan pengelolaan EA. 1 2018 100,00% 9 Proses PR 05 Partnership with 3rd Party Switching Provider for H2H Connections Membangun kerja sama dengan pihak ketiga, perusahaan switching untuk melakukan outsourcing konfigurasi host-to-host dan implementasi proyek. Hal ini akan menyediakan koneksi host-to-host pada masa mendatang, baik yang baru maupun yang sudah ada, dikelola oleh pihak ketiga sehingga mengurangi beban kerja internal 1 2019 100,00% 300 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 300 07/05/19 22.49
  303. No Profil Inisiatif Inisiatif Utama RSTIK 2016-2018 Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Total Inisiatif Manfaat Timeline Persentase 10 Proses PR 06 - Systems Development Life Cycle Process Improvement Meninjau proses Systems Development Life Cycle yang ada dan mengidentifikasi pain point dan peluang perbaikan untuk mengembangkan proses SDLC baru yang lebih efektif dan efisien . 1 2019 100,00% 11 Proses PR 07 - PMO Assistance for RSTIK Digital 2016-2018 Implementation Menyediakan bantuan Project Management Office (PMO) untuk pelaksanaan inisiatif IT untuk memastikan bahwa inisiatif diimplementasikan sesuai dan selaras dengan kebutuhan bisnis dan strategi bisnis secara keseluruhan. PMO juga akan mengelola inisiatif ruang lingkup, waktu, dan anggaran untuk memastikan bahwa implementasi berada dalam ruang lingkup, jadwal dan sesuai anggaran. 1 2020 45,00% 12 Teknologi TC 01 - Internet Banking dan Mobile Banking Enhancement • Peningkatan pada Internet banking dan mobile banking Perseroan (IBMB) untuk meningkatkan fitur dan fungsi dengan dukungan pemenuhan kebutuhan konsumen dan integrasi yang lebih baik dengan channel lain (mis. BTN Portal Properti) dan solusi backend. • Peningkatan pada IBMB Perseroan untuk meningkatkan keamanan dan kinerja pada teknologi, jaringan dan infrastruktur, dalam rangka meningkatkan keamanan dan kecepatan layanan transaksi. 33 2018 85,00% 13 Teknologi TC 02 - Customer Relationship Management Implementation Mengembangkan solusi manajemen customer relationship yang terintegrasi untuk memungkinkan Perseroan memiliki customer 360° view, customer profiling dan peningkatan kapabilitas pelayanan konsumen. 2 2017 100,00% 14 Teknologi TC 03 - Universal Customer Implementation Peningkatan data CIF yang ada untuk membuat customer repository master pusat dan perusahaan (untuk konsumen dan konsumen komersial) yang berisi rincian profil konsumen di mana setiap konsumen akan diberikan pengenalan konsumen yang unik di seluruh produk (pinjaman dan deposito) yang memungkinkan single customer view. 2 2017 85,00% 15 Teknologi TC 04 - Channel Management Platform Implementation •Implementasi channel management platform sebagai lapisan layanan untuk mengelola semua kegiatan channel serta mendukung kelancaran transaksi atau interaksi konsumen dari satu channel ke channel yang lain. Memberikan pilihan yang lebih besar dan fleksibilitas kepada konsumen (seluruh channel dengan bantuan maupun tanpa bantuan) yang memungkinkan integrasi di semua channel dengan bantuan maupun tanpa bantuan. Memastikan customer experience dari channel yang berbeda sehingga dapat disatukan. • Mengadakan pemeliharaan terpusat untuk semua channel melalui satu solusi channel management. 5 2019 100,00% 16 Teknologi TC 05 - Branch Front End Enhancement Meningkatkan dan melakukan migrasi dari sistem pengembangan cabang warisan (BDS) ke sistem cabang front end berbasis web (web branch) yang dapat meningkatkan efisiensi teller Perseroan dalam memberikan pelayanan kepada konsumen di cabang untuk meningkatkan customer experience. 12 2017 95,00% 17 Teknologi TC 06 Reconsiliation Enhancement • Peningkatan pada aplikasi rekonsiliasi saat ini (E-Recon) untuk mencakup semua jaringan ATM (on-us, ATM bersama, Prima, Alto dan jaringan lain) dan semua E-channel lain (Internet dan mobile banking, branchless banking, dll). • Peningkatan pada aplikasi yang berkaitan dengan GL (SAP, core banking) untuk memungkinkan peningkatan kecepatan dan ketepatan pengolahan data keuangan untuk kemampuan pelaporan yang lebih baik. 6 2018 85,00% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 301 301 07/05/19 22.49
  304. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI No Profil Inisiatif Inisiatif Utama RSTIK 2016-2018 18 Teknologi TC 07 Operational Risk Supporting Tools Enhancement Peningkatan pada alat pendukung operasional saat ini yang dapat mendukung mitigasi risiko pencegahan untuk bank . 19 Teknologi TC 08 - ERP Human Capital Enhancement 20 Teknologi 21 Total Inisiatif Timeline Persentase 9 2017 100,00% • Mengidentifikasi akar penyebab masalah untuk SAP HCIS dan solusi yang disarankan sesuai dengan kebutuhan bisnis masa depan Perseroan. • Menentukan solusi yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah lisensi untuk modul Employee Self Service (ESS) untuk SAP HCIS. • Fungsi perangkat tambahan yang sesuai dengan strategi divisi Human Capital. 2 2018 70,00% TC 09 - Replication Enhancement for DC1 & DC2 Perbaikan masalah replikasi dan meningkatkan replikasi untuk semua non-AS/400 aplikasi (mis LOS, CMS, Internet banking, mobile banking, dll) Implementasi server backup dan database untuk internet banking dan mobile banking channel di BTN DC2 (Surabaya) untuk memastikan aplikasi redundansi untuk ketersediaan dan keandalan 1 2020 100,00% Teknologi TC 10 - Risk Profiling System Implementation Implementasi sistem untuk bank risk profiling dan otomatisasi risk-based bank rating 4 2017 45,00% 22 Teknologi TC 11 E-Document Management System Implementation Implementasi dari solusi manajemen dokumen sentral dengan fungsi pencitraan dan kapabilitas physical archive tagging yang terintegrasi. Untuk mengaktifkan kapabilitas seperti manajemen konten, generasi dokumen dan pencarian/ pengambilan dokumen untuk semua dokumen pinjaman dan non-pinjaman 2 2018 100,00% 23 Teknologi TC 12 - LOS Replacement Implementasi solusi pinjaman baru yang terintegrasi untuk menggantikan aplikasi pinjaman saat ini dengan software LOS yang lebih baru yang dibangun pada platform BPM untuk memungkinkan modifikasi dan konfigurasi yang lebih mudah untuk setiap perubahan dalam proses persetujuan kredit. Solusi ini juga akan mengakomodasi kemampuan untuk melakukan originasi straight through processing dengan otomatisasi yang optimal dan untuk mengurangi aktivitas manual 36 2018 85,00% 24 Teknologi TC 13 - ESB (iBridge) Enhancement & BPM Implementation •Implementasi platform alur kerja perusahaan untuk mendukung aturan bisnis dan layanan aplikasi dan bertindak sebagai platform terpusat untuk menentukan, mengelola, mendistribusikan dan memantau proses alur kerja bisnis yang lebih efisien dan efektif •Meng-upgrade dan meningkatkan arus middleware BTN (iBridge) untuk mengadopsi solusi EAI/ESB tunggal, regional dan seragam serta infrastruktur di semua aplikasi dengan format pesan interface standar berdasarkan praktik terbaik dan standar industri 1 2017 100,00% 25 Teknologi TC 14 - IT Backend Automation & Monitoring Implementasi solusi monitoring dan otomatisasi IT backend untuk meningkatkan pemantauan kinerja infrastruktur IT dan memungkinkan pemeliharaan proaktif dan manajemen infrastruktur 2 2019 100,00% 26 Teknologi TC 16 - Security Enhancement for Database Encription Meningkatkan database yang ada untuk memperbaiki keamanan data dengan mengembangkan lapisan keamanan yang mengenkripsi data yang ditransfer ke database. Database dan file yang terenkripsi akan digunakan dalam aplikasi untuk keamanan yang lebih baik dan mencegah terjadinya interupsi. 1 2017 100,00% 302 Manfaat Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 302 07/05/19 22.49
  305. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen No Profil Inisiatif Inisiatif Utama RSTIK 2016-2018 Total Inisiatif 27 Teknologi TC 17 - Enterprise Data Warehouse / BI Analytics Enhancement • Implementasi terpusat data warehouse perusahaan dan analisis bisnis kemampuan yang memungkinkan bank untuk mengumpulkan, membersihkan, membuat model dan menganalisis data poin utama yang kemudian dapat diperkaya untuk membangun pemahaman yang lebih besar dari basis bank konsumen, kinerja produk/profitabilitas, transaksi dan interaksi kinerja, data peraturan, dan data statistik. • Kapabilitas pelaporan memungkinkan pengguna bisnis untuk merancang dan menghasilkan laporan yang diperlukan Penyediaan alat-alat analisis dan kapabilitas yang memungkinkan analisis konsumen secara real time, data mining, memimpin analisis, analisis prediktif real time, peringatan awal mengenai customer churn, dll. 28 Teknologi TC 18 - BTN Property Portal Enhancement 29 Teknologi TC 20 - ATM/Debit Card Enhancement Manfaat Timeline Persentase 16 2018 85,00% Implementasi portal properti tunggal untuk kedua konsumen, yaitu pengembang properti dan penjual (perorangan, agen, dll) untuk daftar properti (baru, sub sale, lelang), pencarian properti, pemesanan properti, aplikasi pinjaman, pra-persetujuan pinjaman/loan pre-approval, simulasi properti dan kredit, dan pemantauan proses aplikasi pinjaman online. 8 2017 100,00% Peningkatan pada kartu debit BTN yang ada saat ini, mengenai fungsi, ketersediaan, dan aspek keamanan untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan bisnis kartu dan untuk daya saing BTN di pasar. 21 2017 85,00% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 303 303 07/05/19 22.49
  306. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI No Profil Inisiatif 30 Teknologi TC 21 - ATM (Cash/Non Cash) Enhancement • Peningkatan fitur ATM tunai untuk mengaktifkan fungsi daur ulang dengan menerapkan cash recycle ATM (ATM setor dan tarik tunai). • Implementasi ATM non-tunai yang dapat mengaktifkan fungsi layanan self-service seperti kapabilitas untuk mencetak buku tabungan. • Pengembangan lingkungan pengujian ATM yang dapat mensimulasikan fungsi ATM untuk kebutuhan pengembangan. 13 2019 85,00% 31 Teknologi TC 22 - Financial Reporting (PSAK/ Finstudio) Enhancement Upgrade pada aplikasi pelaporan PSAK saat ini (berdasarkan mesin Finstudio) untuk meningkatkan kecepatan perhitungan dan akurasi data. 6 2016 70,00% 32 Teknologi TC 23 - Property Mobile App Implementation Implementasi dari aplikasi mobile properti untuk memungkinkan pencarian properti dan mendukung pembelian properti, dengan fitur pendukung seperti pencarian properti dengan pengalaman augmented reality, berbagai pilihan pandangan properti dan pencarian (termasuk pencarian berdasarkan lokasi melalui GPS), perbandingan properti, pinjaman simulasi, dan pengajuan pinjaman langsung melalui aplikasi mobile. 1 2018 100,00% 33 Teknologi TC 24 - Single Sign On (SSO) Implementation Implementasi Single Sign On untuk memungkinkan satu user ID dan password untuk dapat login ke semua aplikasi untuk semua pengguna Bank. 2 2016 60,00% 34 Teknologi TC 25 - APT Solution Implementation Implementasi aplikasi Advanced Persistent Threat (APT) untuk meningkatkan keamanan dan meningkatkan perlindungan sistem IT untuk virus/ malware yang tidak bisa ditangani oleh antivirus. Hal ini akan melindungi dari semua elemen yang mencurigakan, seperti kehilangan jaringan aset/data perusahaan, kelemahan yang ada di semua perangkat klien, jaringan dan perangkat keamanan. 1 2019 100,00% 35 Teknologi TC 26 - IRBB System Implementation Pelaksanaan sistem analisis kesenjangan pada IRBB (tingkat bunga di buku tabungan) untuk mendukung analisis otomatis pada kenaikan/ penurunan suku bunga dan meningkatkan akurasi perhitungan. 2 2018 100,00% 36 Teknologi TC 27 - Liquidity Risk Monitoring System Implementation Implementasi sistem pemantauan risk liquidity yang digunakan untuk mengukur dan memantau risk liquidity dalam kondisi normal dan kritis dan menyajikan laporan likuiditas. 6 2019 100,00% 37 Teknologi TC 28 - Billing, Statementing & Communication Enhancement • Mengimplementasikan fitur penagihan yang ditingkatkan untuk mengkonsolidasikan persyaratan penagihan di bank dan membuat hub penagihan bersama yang memanfaatkan proses umum di berbagai segmen konsumen dan unit bisnis. • Menerapkan solusi statementing dan komunikasi terpusat untuk menghasilkan laporan konsumen dan komunikasi lainnya dalam format yang dibutuhkan khusus untuk konsumen yang dapat dikirimkan kepada mereka melalui saluran komunikasi yang tepat sesuai pilihan mereka. 6 2020 100,00% 38 Teknologi TC 29 - Marketing & Sales Management Solution Implementation •Implementasi platform perusahaan pemasaran dan kampanye secara terpusat pada seluruh channel (dengan bantuan dan tanpa bantuan) di mana manajemen, monitoring dan umpan balik dari data kampanye dan pelaporan dapat dilaksanakan secara terpusat dan holistik. • Lead dapat dihasilkan secara real-time atau dalam waktu satu malam dan didistribusikan untuk menargetkan segmen. Hal ini juga memungkinkan penawaran dan kampanye yang harus didasarkan pada wawasan konsumen. • Memungkinkan perencanaan penjualan, bidang manajemen penjualan, dan kapabilitas otomasi tenaga penjualan. 6 2017 95,00% 304 Inisiatif Utama RSTIK 2016-2018 Manfaat Total Inisiatif Timeline Persentase Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 304 07/05/19 22.49
  307. Inisiatif Utama RSTIK 2016-2018 Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen No Profil Inisiatif 39 Teknologi TC 30 - Agile Product Configuration & Bundling Enhancement Implementasi fitur untuk mengaktifkan produk bundle misalnya KPR, asuransi rumah dengan penyedia pihak ke-3, rekening CASA Peningkatan fitur untuk memungkinkan penyesuaian suku bunga dengan tingkat induk tertentu baik untuk deposito dan pinjaman. 40 Teknologi TC 31 - Branchless Banking Initiative 41 Teknologi 42 Total Inisiatif Timeline Persentase 6 2017 100,00% Implementasi dari solusi branchless banking yang dapat mendukung interaksi konsumen dengan Perseroan melalui agen (yaitu tanpa harus pergi ke kantor cabang secara langsung) sebagai bagian dari inisiatif Laku Pandai Pemerintah. 18 2017 85,00% TC 32 - Integrated Supply Chain Financing with Cash Management Services Implementation • Mengembangkan layanan pada aplikasi pengelolaan kas BTN (iCash/internet banking komersial) untuk melakukan pengawasan kas untuk pembiayaan rantai pasokan pengembang. • Hal ini juga akan diintegrasikan dengan pemantauan kredit komersial solusi pinjaman. 1 2018 100,00% Teknologi TC 34 - Smart Forex System Implementation Pengembangan dan implementasi sistem smart forex untuk memungkinkan otomatisasi penuh dari transfer data antara sistem perdagangan saat ini dengan Bloomberg dan Reuters untuk peningkatan kecepatan dalam kegiatan perdagangan 1 2017 100,00% 43 Teknologi TC 36 - Corporate Performance Management Planning & Budgeting Solution Implementation Implementasi perencanaan manajemen kinerja perusahaan yang komprehensif dan solusi anggaran untuk meningkatkan efisiensi kapabilitas perencanaan Perseroan (pengembangan RKAP) dan meningkatkan pemantauan dan pelacakan indikator kinerja utama Perseroan 1 2016 45,00% 44 Teknologi TC 37 - Web Branch Enhancement E-Forms Mengimplementasikan fitur e-form pada front-end branch untuk originasi tunggal untuk pembukaan rekening CASA, pinjaman, aplikasi kartu kredit/ debit - memungkinkan entri data tunggal untuk beberapa produk 1 2016 100,00% 45 Teknologi TC 38 - Fraud System Enhancement Peningkatan sistem penipuan (fraud system) untuk memenuhi persyaratan peraturan dan memungkinkan Perseroan untuk memiliki anti-money laundering (AML) dan sistem Fraud Detection terpadu yang memicu peringatan dari kegiatan pencucian uang atau dicurigai penipuan transaksi pada konsumen dan rekening untuk semua channel. 1 2017 45,00% 46 Teknologi TC 40 - Enterprise Risk Management System Implementation Implementasi sistem manajemen risiko perusahaan yang digunakan untuk mempertahankan risiko strategis Perseroan. 1 2020 100,00% 47 Teknologi TC 41 - Wealth Management Application Enhancement Peningkatan pada aplikasi wealth management (iWealth) untuk memperbaiki dukungan dan otomatisasi pada kebutuhan bisnis wealth management. 7 2016 85,00% 48 Teknologi TC 42 - LOS Mobile App Implementation Implementasi mobile extension dari Loan Origination System (LOS) yang sudah ada untuk memungkinkan pelaksanaan aktivitas terkait pinjaman on-the-go, seperti lead, penilaian, persetujuan, koleksi/pengumpulan. 2 2016 100,00% 49 Teknologi TC 43 - Syariah Core Banking Upgrade Upgrade sistem core banking bisnis Syariah dari alphaBITS ke Arium Core Banking Next Generation yang akan meningkatkan fitur dan fungsi untuk memberikan dukungan yang lebih baik terhadap kebutuhan Perseroan. Versi baru ini akan memberikan pandangan yang lebih komprehensif dan analisis terpadu bagi konsumen untuk membantu Perseroan meningkatkan nilai bisnis dan kemudahan integrasi dengan aplikasi lain. 2 2017 100,00% Total Rata-Rata Penyelesaian RSTIK 2016-2018 Manfaat 90,20% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 305 305 07/05/19 22.49
  308. TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI SDM TEKNOLOGI INFORMASI Perseroan terus mengembangkan infrastruktur Teknologi Informasi yang selaras dengan kebutuhan bisnis juga disertai dengan dukungan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang Teknologi Informasi. Pada tahun 2018 Perseroan telah merekrut dan mengembangkan kompetensi SDM internal di bidang Teknologi Informasi melalui berbagai pendidikan dan pelatihan baik secara internal dan eksternal sesuai dengan kebutuhan, sebagai berikut: Tabel Pendidikan dan Pelatihan IT Materi Pendidikan dan Pelatihan Jumlah Peserta Penyelenggara AS/400 System Administration & Control 2 Eksternal Business Analyst Foundation 4 Eksternal Certified IT Capacity Planning 1 Eksternal Certified Risk Information System Contro 2 Eksternal Certified Secure Programmer.Net (ECSP) 3 Eksternal COBIT 5 Foundation dan Ujian Sertifikasi 4 Eksternal IBM Infosphere Data Stage Essential 3 Eksternal IRRBB Framework, Modelling, Implementasi 2 Eksternal Konsinyering KPKU BTN Tahun 2018 1 Eksternal KPKU BUMN Untuk Kelas Interpretasi 1 Eksternal Leadership Series Intermediate Batch 1 1 Internal Leveraging Fintech for Business 2 Eksternal Mapping OFI to AFI atas KPKU 2017 1 Eksternal Mastering ITIL Foundation 2011 & Exam 10 Eksternal Pedoman Kebijakan Tata Kelola Perusahaan 2 Eksternal Pelatihan Admin Aplikasi QPR BTN 5 Eksternal Pelatihan APU & PPT Tahun 2018 2 Internal Pelatihan dan Ujian ITIL Foundation V.3 3 Eksternal Pelatihan Penyusunan HPS Barang / Jasa 8 Eksternal Pembekalan UKMR Level 2 1 Eksternal Pengelolaan Arsip Dinamis Tahun 2018 4 Eksternal Pengelolaan Dokumen Pokok & Dana Jaminan 2 Internal Refreshment UKMR Level 3 1 Eksternal Sertifikasi TOGAF 9.1 Level 1 & 2 1 Eksternal Sertifikasi UKMR Level 2 1 Eksternal Simulasi Guest Bank Sistem BI-RTGS 1 Eksternal Sos. Hubungan Industrial & Pembinaan Peg 1 Internal Sosialisasi APU & PPT Tahun 2018 72 Internal Sosialisasi Risiko Operasional 2 Internal Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern 1 Internal Sosialisasi Strategi Anti Fraud 1 Internal System Analyst and Design Using SSADM 1 Eksternal Training BMBOOK V6 and IEEE Standards 4 Eksternal Training Of Trainers HCIS Intermediate 3 Eksternal Training Of Trainers iBes/HCIS Basic 5 Eksternal Training Teknik Penyusunan HPS 4 Eksternal Training Website Corporate (User & IT) 9 Eksternal Trend Pengadaan Teknologi Informasi 2018 2 Eksternal Website Corporate (User & Bisnis) 9 Eksternal Workshop Impelementasi Aplikasi BTN-RCSA 2 Internal Workshop Tabungan BTN Velas 5 Internal Grand Total 306 189 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 306 07/05/19 22.49
  309. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI Selain mengarah pada kegiatan operasional bisnis , pengembangan dan pengelolaan Teknologi Informasi di lingkungan Perseroan juga mengarah pada pemenuhan terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku, dalam hal ini tata kelola teknologi informasi. Perseroan menerapkan Tata Kelola Teknologi Informasi di seluruh proses kerja. Implementasi Tata Kelola Teknologi Informasi Perseroan terus ditingkatkan dari sisi Policy and Procedure dengan mengadopsi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, Peraturan Pemerintah, International Best Practice serta memitigasi adanya risiko dan ancaman baru berdasarkan perkembangan teknologi. Divisi IT Strategic Planning Development Division (ITPD) senantiasa memastikan fungsi Teknologi Informasi berada di arah yang benar dan mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku dengan berpedoman pada kerangka Tata Kelola Teknologi Informasi sebagai berikut: POJK 38/POJK.03/2016 Tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum SEOJK No. 21/SEOJK.03/2017 Tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum PKTKP 01/DIR/KD/PPD/2018 Tentang Pedoman Kebijakan Tata Kelola Perusahaan (PKTKP) Manajemen Pengembangan dan Pengadaan Operasi Teknologi Informasi Jaringan Komunikasi Rencana Pemulihan Bencana Pengamanan Informasi Layanan Perbankan Elektronik Penggunaan Pihak Penyedia Jasa TI Penyediaan Jasa TI oleh Bank PMS TI 01/PD/DIR/PPD/2019 Tentang Pedoman Kebijakan Teknologi Informasi PD No. 12/PD/ ICTD/2016 Tentang Rencana Strategis Teknologi Informasi dan Komunikasi 20162018 Domain SE No. 41/DIR/ ICTD/2011 Perihal Pedoman Penerapan IT Risk Management & Lampirannya SE No. 59/DIR/ITPD/2017 Perihal Standarisasi Sistem Teknologi Informasi SE No. 18/DIR/RMD/2017 Perihal Kebijakan Business Continuty Management (BCM) dan Standard Operating Procedur (SOP) Business Continuty Plan (BCP) SE No. 02/DIR/ ICTD/2014 Perihal Petunjuk Operasional Penyelesaian Laporan Master Error SE No. 64/DIR/ITPD/2017 Perihal Pedoman Keamanan Informasi SE No. 35/DIR/ICTD/2013 Perihal Petunjuk Pelaksanaan Disaster Recovery Plan (DRP) PT Bank Tabingan Negara (Persero) Tbk SE No. 05/DIR/ DTI/1999 Perihal Pedoman Operasi Backup Data PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk SE No. 26/DIR/ICTD/2017 Perihal Perjanjian Kerahasiaan Informasi (Non Disclosure Agrement) SE No. 23/DIR/ICTD/2011 Perihal Pedoman Penerapan Business Continuty Plan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk SE No. 04/DIR/ DTI/1999 Perihal Pedoman Operasi Aplikasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) SE No. 17/DIR/DTI/2007 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen Pengamanan Password/ Cryptographic Key/ Karakteristik Personal (Sidik Jari, Retina, Suara)/ PIN SE No. 01/DIR/DTI/2006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Operating Procedure Disaster Recovery Center (DRC) Surat Direksi No.33 /DIR/ICTD/2011 Perihal Standard Operating Procedure (SOP) Technology Information PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk SK DIR No.01/SK/DIR/ ITPD/2019 Tentang Komite Pengarah Teknologi Informasi (IT Streering Committee) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. SDM#BTN_AR2018#INA.indd 307 307 07/05/19 22.49
  310. TATA KELOLA PERUSAHAAN Tata Kelola Perusahaan Dasar , Tujuan, dan Komitmen Penerapan GCG Implementasi GCG yang Berkelanjutan Penilaian GCG Perseroan Struktur, Kebijakan dan Mekanisme Tata Kelola Perseroan Rapat Umum Pemegang Saham Dewan Komisaris Komisaris Independen Direksi Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi Hubungan Afiliasi antara Dewan Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham Utama/Pengendali Kebijakan Keberagaman Komposisi Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Tata Kelola Remunerasi Rapat Dewan Komisaris dan Direksi Organ dan Komite di Bawah Dewan Komisaris Komite-Komite di Bawah Direksi Sekretaris Perusahaan Fungsi Kepatuhan Fungsi Audit Internal Fungsi Audit Eksternal Fungsi Manajemen Risiko Sistem Pengendalian Intern Permasalahan Hukum Sanksi Administrasi 308 310 313 316 325 333 335 347 360 362 375 377 379 383 393 411 447 455 462 471 482 485 504 508 509 Akses Informasi dan Data Perseroan Kode Etik Perusahaan (Code of Conduct) Pengungkapan Budaya Perusahaan (Corporate Culture) Kebijakan Pengendalian Gratifikasi Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) Tata kelola Unit Usaha Syariah (UUS) Buy Back Saham dan Buy Back Obligasi Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Dana Besar (Large Exposure) Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial Penyediaan Dana untuk Kegiatan Politik Pengungkapan Informasi tentang Sanksi Administrasi Otoritas Pasar Modal dan Otoritas Lainnya Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Rencana Strategis Bank Pernyataan dan Praktik Bad Corporate Governance Pernyataan dan Praktik Good Corporate Governance Pernyataan Efektivitas Sistem Pengendalian Intern dan Manajemen Risiko 509 517 520 522 527 531 535 547 547 548 548 548 549 550 551 556 557 557 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 308 07/05/19 22.59
  311. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 309 309 07/05/19 22.59
  312. TATA KELOLA PERUSAHAAN B agi Perseroan , penerapan seluruh prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) tidak hanya sekedar menjalankan kewajiban semata, namun merupakan suatu kebutuhan dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Perseroan kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya. Komitmen Perseroan dalam menerapkan GCG terlihat dari internalisasi governance principles ke dalam governance framework yang terdiri dari governance structure dan governance process yang efektif, sehingga menghasilkan governance outcome yang memuaskan, sesuai dengan harapan seluruh pemangku kepentingan. 310 Pada proses jalannya governance structure, Dewan Komisaris senantiasa menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa kepengurusan Bank yang dilaksanakan oleh Direksi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan memberikan nasihat/ pendapat yang dibutuhkan atas setiap tindakan/ kegiatan strategis dalam rangka mencapai tujuan Perseroan. Adapun Direksi menjalankan fungsi pengelolaan dan kepengurusan Bank secara amanah dan profesional serta menghindari terjadinya potensi benturan kepentingan. Selain itu, Perseroan juga terus meningkatkan kepercayaan dan rasa aman investor atas investasi dalam era ekonomi global saat ini dengan menjalankan governance process yang efektif dan dapat diandalkan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 310 07/05/19 22.59
  313. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited “ Pada ajang ASEAN CG Scorecard yang diselenggarakan di Kuala Lumpur tanggal 21 November 2018, Perseroan berhasil memperoleh Top 50 ASEAN PLC’s dan Top 3 PLC’s di Indonesia untuk penilaian GCG berdasarkan ASEAN CG Scorecard. “ Keseluruhan upaya tersebut mampu membawa Perseroan memperoleh governance outcome yang baik dan tercermin dalam hasil kinerja keuangan maupun operasional yang memuaskan, menjadikan Perseroan memiliki reputasi yang baik, serta memenuhi harapan seluruh pemangku kepentingan. moral yang baik. Selanjutnya penerapan GCG yang konsisten disertai dengan inovasi yang tiada henti baik dari sisi produk dan pelayanan akan menjamin kepercayaan seluruh pemangku kepentingan serta menumbuhkan budaya kerja yang dapat membuahkan hasil kinerja terbaik. Penerapan GCG di lingkungan Perseroan telah menjadi kebutuhan guna mencapai tujuan untuk Moving Beyond Corporate Governance to True Bussiness Value. Yaitu Perseroan menjadi bank BUMN yang membanggakan dan berpartisipasi dalam mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bangsa. Untuk itulah Perseroan senantiasa mengelola setiap kegiatan usahanya dengan profesional dan memegang teguh prinsip GCG. Hal tersebut dimulai dengan adanya sumber daya manusia yang handal, profesional, berintegritas, berakhlak dan Pengakuan implementasi Tata Kelola juga tercermin dari adanya beberapa penghargaan bidang Tata Kelola/Good Corporate Governance (GCG) baik di tingkat Regional (ASEAN) maupun nasional yang berasal dari regulator OJK maupun lembaga expertise GCG yang merupakan pihak independen yaitu PT RSM Indonesia, Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) dan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 311 311 07/05/19 22.59
  314. TATA KELOLA PERUSAHAAN Berdasarkan kriteria penilaian dari OJK untuk Self Assessment tata kelola periode semester I 2018 , Perseroan mendapatkan peringkat 2 atau kategori Baik yang mencerminkan Perseroan telah melakukan penerapan tata kelola yang baik. Pada ajang ASEAN CG Scorecard yang diselenggarakan di Kuala Lumpur tanggal 21 November 2018, Perseroan berhasil memperoleh Top 50 ASEAN PLC’s dan Top 3 PLC’s di Indonesia untuk penilaian GCG berdasarkan ASEAN CG Scorecard. Pada ajang The 10th IICD Corporate Governance Award yang diselenggarakan oleh IICD pada hari Senin tanggal 11 Desember 2018 di Jakarta, Perseroan berhasil memperoleh penghargaan sebagai Best Overall dari Top 50 Big Capitalization PLC’s. 312 Perseroan senantiasa mengikuti rating dan survei Corporate Governance Perception Index (CGPI) selama 7 (tujuh) tahun berturut-turut yang dinilai oleh Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) sebagai lembaga riset dan pemeringkatan penilaian kualitas corporate governance. Pada ajang CGPI yang diselenggarakan tahun 2018, Perseroan memperoleh predikat “Perusahaan Sangat Terpercaya” (The Most Trusted Company) dengan skor 87,97. Disamping itu, dalam pengelolaan perusahaan Perseroan selalu mengedepankan etika dan integritas, Perseroan menerapkan Sistem Pengendalian Gratifikasi bekerja sama dengan KPK dalam mengendalikan praktik gratifikasi dan suap di lingkungan kerja. Bertepatan pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang diselenggarakan oleh KPK, Perseroan memperoleh penghargaan sebagai BUMN/BUMD dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik tahun 2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 312 07/05/19 22.59
  315. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited DASAR , TUJUAN, DAN KOMITMEN PENERAPAN GCG DASAR PENERAPAN GCG Dasar penerapan GCG di lingkungan Perseroan merujuk pada berbagai ketentuan, peraturan, dan perundang-undangan yang relevan serta mengacu pada pedoman-pedoman GCG yang diterbitkan oleh institusi nasional maupun internasional. Dasar rujukan penerapan GCG Perseroan sebagai berikut: 1. Undang-undang Republik Indonesia No. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang No 7 tahun 1992 tentang Perbankan. 2. Undang-undang Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 3.Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55/ POJK.03/2016 tentang penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. 4.Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-09/MBU/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) Pada Badan Usaha Milik Negara. 5.Peraturan Bank Indonesia No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. 6.Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/ POJK.03/2014 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan. 7.Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 8/ POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik. 8.Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/ POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik. 9.Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29/ POJK.04/2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik; 10.Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 13/ SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. 11.Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/ SEOJK.04/2015 tentang Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Selain itu, Perseroan mengadopsi berbagai standar tata kelola terbaik yang berlaku di regional maupun internasional dan meningkatkan cakupan implementasi GCG antara lain sebagai berikut: 1.Prinsip-prinsip Corporate Governance yang dikembangkan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). 2.ASEAN Corporate Governance (CG) Scorecard yang diterbitkan oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF). 3. Pedoman GCG Indonesia yang dikembangkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). 4.Pedoman GCG Perbankan Indonesia yang dikembangkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). 5. Principles for Enhancing Corporate Governance yang diterbitkan oleh Basel Committee on Banking Supervision. TUJUAN PENERAPAN PRINSIP GCG Perseroan menyadari bahwa keberlangsungan usaha suatu perusahaan tidak hanya diukur dari performa keuangan serta peningkatan keuntungan semata, namun juga melalui pengelolaan internal perusahaan di antaranya yaitu pelaksanaan GCG yang efektif. Hal tersebut akan menjamin terciptanya keseimbangan bisnis secara menyeluruh sehingga segenap bentuk kepentingan, baik bisnis maupun sosial, individu dengan kelompok, internal juga eksternal, jangka pendek dan jangka panjang serta kepentingan shareholders dan stakeholders akan menuju pada titik keseimbangan. Implementasi prinsip-prinsip GCG sangat diperlukan, dalam rangka menjadikan Perseroan sebagai bank lebih tangguh dan mampu bertahan dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Perseroan mengembangkan struktur GCG yang meliputi GCG structure dan GCG infrastructure guna menjalankan mekanisme GCG sesuai peraturan perundang-undangan serta best practices yang ada. Perseroan senantiasa mengikuti perkembangan praktik GCG terbaik di tingkat nasional, regional maupun internasional yang relevan dan tentunya disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan berlandaskan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 313 313 07/05/19 22.59
  316. DASAR , TUJUAN, DAN KOMITMEN PENERAPAN GCG prinsip-prinsip GCG pada seluruh kegiatan usaha Perseroan, diharapkan akan mendorong pengelolaan Perseroan secara profesional, efisien, dan efektif, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ Perseroan; menghasilkan kesinambungan usaha dalam jangka panjang; meningkatkan kontribusi Perseroan dalam perekonomian nasional; serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap Perseroan. PRINSIP-PRINSIP GCG PERSEROAN TRANSPARANSI AKUNTABILITAS Perseroan mengungkapkan informasi secara tepat waktu, memadai, jelas, akurat dan dapat diperbandingkan serta dapat diakses oleh pihak yang berkepentingan (stakeholders). Perseroan menetapkan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi masing-masing organ Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh jajaran di bawahnya yang selaras dengan visi, misi, nilai-nilai perusahaan, sasaran usaha dan strategi bank. RESPONSIBILITAS Perseroan menetapkan tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi masing-masing organ anggota Perseroan berpegang pada prinsip kehati-hatian (prudential banking practices) dan menjamin kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. INDEPENDENSI Perseroan menghindari terjadinya dominasi yang tidak wajar oleh stakeholder manapun dan tidak terpengaruh oleh kepentingan sepihak serta terbebas dari benturan kepentingan (conflict of interest). KOMITMEN PENERAPAN GCG Dalam perjalanannya, Perseroan mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik untuk menciptakan nilai tambah dan menjaga tingkat kepercayaan yang tinggi bagi para pemangku kepentingan guna mencapai visi dan keberlanjutan usaha. Bagi Perseroan, penerapan GCG menjadi alat yang digunakan Perseroan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas sehingga mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya, sejalan dengan peraturan perundang-undangan dan etika bisnis. Perseroan juga menyadari, perjalanan bisnis dari masa ke masa terus dihadapkan pada berbagai risiko yang semakin kompleks sehingga meningkatkan pula kebutuhan akan praktik terbaik penerapan GCG oleh Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan terus meningkatkan penerapan tata kelola bank dengan perkembangan regulasi antara lain terkait dengan Peraturan OJK No. 55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi 314 KEWAJARAN DAN KESETARAAN Perseroan memperhatikan kepentingan seluruh stakeholders berdasarkan atas kesetaraan dan kewajaran (equal treatment). Bank Umum dan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Keuangan, emiten dan Perusahaan Publik. Upaya penerapan GCG yang berkesinambungan juga dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan untuk Moving Beyond Corporate Governance to True Bussiness Value, upaya Perseroan untuk menjadi bank BUMN yang membanggakan dan berpartisipasi dalam mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bangsa. Untuk itulah, Perseroan berkomitmen untuk menjalankan kegiatan usaha dengan profesional dan memegang teguh prinsip GCG yang dimulai dengan penyediaan sumber daya manusia yang handal, profesional, berintegritas, berakhlak dan moral yang baik. Selanjutnya, komitmen penerapan GCG yang konsisten dan berkesinambungan dilakukan Perseroan disertai dengan inovasi yang tiada henti baik dari sisi produk dan pelayanan guna menjamin kepercayaan setiap pemangku kepentingan. Hingga akhir periode tahun buku, penerapan GCG di lingkungan Perseroan memiliki manfaat yang besar, sehingga Bank memiliki pedoman dalam menjalankan roda bisnisnya agar senantiasa selaras dengan tujuan dan kebutuhan setiap stakeholder. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 314 07/05/19 22.59
  317. Keyakinan bahwa peningkatan implementasi GCG berbanding lurus dengan peningkatan kinerja secara keseluruhan membuahkan hasil yang nyata . Hal ini dibuktikan dengan berbagai pencapaian penting Perseroan sepanjang tahun 2018 dengan pencatatan kinerja yang memuaskan baik dari sisi kinerja keuangan, operasional maupun penghargaan yang diperoleh. Perseroan mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan dana pihak ketiga dan mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar (market leader) dalam pembiayaan perumahan. Selain itu, Perseroan juga berhasil memperoleh pengakuan pihak eksternal dalam bentuk berbagai penghargaan baik terkait kinerja bank, transparansi informasi dan juga implementasi GCG telah diperoleh pada tahun 2018, antara lain: • Top 50 ASEAN PLC’s dan Top 3 PLC’s Indonesia pada ajang ASEAN Corporate Governance Awards 2018 dari ASEAN Corporate Governance dan ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited • Top 50 dan The Best Overall 2018 untuk kategori Perusahaan Terbuka Kapitalisasi Besar di Indonesia pada ajang 10th IICD Corporate Governance Conference & Award 2018 dari Indonesian Institute for Corporate Directorship. • Most Trusted Company Based on Corporate Governance Perception Index (CGPI) pada ajang Indonesia Most Trusted Companies Award 2018 dari Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). • BUMN dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik tahun 2018 dalam acara Hari Anti Korupsi Sedunia (HARKORDIA) dari Komite Pemberantasan Korupsi (KPK). Keselarasan antara stakeholder dan Perseroan akan menumbuhkan sikap saling percaya dan sikap yang kondusif di lingkungan perusahaan yang berujung pada timbul dan meningkatnya sifat kerja unggul dan profesionalisme di setiap insan Perseroan. Dengan kinerja keuangan yang baik, maka akan semakin menguatkan posisi Perseroan di dalam persaingan global, dan tentu akan memberi jalan untuk perkembangan Perseroan di tahun-tahun mendatang. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 315 315 07/05/19 22.59
  318. IMPLEMENTASI GCG YANG BERKELANJUTAN ROADMAP TATA KELOLA PERSEROAN Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan atas implementasi GCG , tidak hanya berdasarkan standar yang berlaku di Indonesia, tetapi juga berdasarkan best practice yang berlaku internasional, antara lain berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard. Perseroan telah menyusun Roadmap GCG dalam rangka melakukan penguatan GCG dari waktu ke waktu yang meliputi 4 (empat) pilar GCG yaitu Commitment on Governance, Governance Structure, Governance Mechanism dan Governance Outcome. Penerapan keempat pilar GCG tersebut memiliki tujuan untuk menciptakan keselarasan kepentingan dan tujuan antara Perseroan dengan para pemangku kepentingan dan selanjutnya akan mendorong terciptanya keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang. Pilar GCG BTN Governance Structure Governance Mechanism Governance Outcome Commitment on Governance Pada periode 2017-2020, Perseroan telah menyusun roadmap Tata Kelola Bank yang selaras dengan rencana jangka panjang Transformasi Perseroan, yaitu mempertimbangkan penerapan inisiatif Integrated Governance Risk & Compliance (iGRC), adanya rencana implementasi konglomerasi keuangan melalui pembentukan anak perusahaan serta rencana aksi keuangan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, Roadmap Tata Kelola tersebut akan lebih mengarahkan pencapaian tujuan Perseroan, dengan sasaran akhir menjadi salah satu perusahaan dengan praktik tata kelola terbaik di masa mendatang. Roadmap Tata Kelola diawali dengan melakukan reinforcing the foundation yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas tata kelola, dengan membangun dan menguatkan aspek struktur dan infrastruktur tata kelola bank. Perseroan melakukan pemetaan sumber daya manusia, rekrutmen, pendidikan serta pelatihan, penyesuaian struktur organisasi, penyusunan kebijakan, peraturan, sistem dan prosedur yang baru guna menerapkan governance, risk, dan compliance secara komprehensif dan terintegrasi. Kemudian, pada tahun 2018, Perseroan memasuki tahap upgrading governance capability, yang dilakukan dengan menerapkan Integrated Governance 316 Risk Compliance (iGRC). Tahap awal Integrated GRC diharapkan menciptakan koordinasi fungsi pengendalian dan optimalisasi proses sehingga proses menjadi lebih efisien tanpa mengurangi keefektifannya. Perseroan telah memiliki fungsi fundamental iGRC, yang dilingkupi oleh fungsi GCG, Risk Management, Compliance, Budaya Perusahaan, Etika Bisnis (Code of Conduct), dan Anti-Fraud. Manfaat atas penerapan iGRC antara lain: • Meningkatkan kemampuan dalam hal mengumpulkan informasi dengan cepat dan efisien • Meningkatkan kemampuan membuat keputusan secara lebih cepat dan tepat • Meningkatkan kemampuan dalam menjalankan proses secara konsisten • Mengurangi aktivitas yang sama atau duplikasi • Efisiensi biaya Tahap selanjutnya adalah proses iGRC yang efektif dan berdaya guna dalam meminimalkan penyimpangan/ deviasi baik dalam proses bisnis maupun hasil usaha. Perseroan telah telah menetapkan beberapa pilar strategis dalam proses transformasi ini yaitu: segmen usaha yang fokus dan spesifik, organisasi yang agile, human capital dan budaya kerja, optimalisasi sales channel, dan infrastruktur IT. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 316 07/05/19 22.59
  319. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tujuan akhir Roadmap yakni pursuing effective governance dilakukan untuk mencapai strata pelaksanaan tata kelola yang efektif merupakan prasyarat untuk mendukung pencapaian tujuan transformasi bisnis secara prudent , melalui pengelolaan risiko yang cerdas dan terukur, serta mematuhi seluruh regulasi dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Adapun tahapan Roadmap Tata Kelola Perseroan 2017-2020 sebagai berikut: Roadmap Tata Kelola Perseroan FASE 4 2020 Pursuing Effective Governance FASE 3 2019 Building Governance Sustainability FASE 2 2018 Upgrading Governance Capability FASE 1 2017 Meningkatkan kapabilitas governance yang sejalan dengan penyempurnaan kebijakan, pengembangan aplikasi governance, rencana konglomerasi keuangan dan inisiatif GRC. Reinforcing the Foundation Menyiapkan peraturan pendukung implementasi konglomerasi keuangan dan inisiatif GRC. Membangun governance sustainability melalui implementasi aplikasi governance, rencana aksi keuangan berkelanjutan serta sustainable GCG award. Mewujudkan governance yang efektif pada Entitas Utama dan perusahaan anak serta pencapaian rencana aksi keuangan berkelanjutan. FOKUS IMPLEMENTASI GCG 2018 Di tahun 2018, Perseroan menitikberatkan pada peningkatan kapabilitas governance sejalan dengan Integrated GRC melalui penyempurnaan kebijakan tata kelola serta pelaksanaan GRC Indeks yang meliputi penilaian aspek kepatuhan, penerapan manajemen risiko dan tata kelola. Adapun implementasi GCG tahun 2018 yang sejalan dengan Roadmap GCG Perseroan dilakukan melalui penerapan 3 Pilar GCG sebagai berikut: 2018 Upgrading Governance Capability Governance Structure Review dan penyempurnaan Kebijakan: • Induk Pedoman Perusahaan PKTKP; • Hierarkhi kebijakan internal perusahaan. • Pengembangan organisasi yang memisahkan fungsi kebijakan, operation dan sales; • Pengembangan Model Operasi Baru seperti BPI; Network & Distribution Design; dan Organization Design Governance Process 1. Pembangunan People Capability yang mencakup: • Employee Engagement khususnya untuk pegawai Millenial; • Strong Leadership & Capability untuk tingkat top dan middle management (L1 dan L2); • Empower the Core untuk middle management dan pegawai di bawahnya (L3) 2. Excellent Process yang mencakup: Business Process Improvement (BPI); Penerapan Compliance checklist; Pelaksanaan GRC Indeks; Pelaksanaan program budaya perusahaan (SIIPS); dan Penyediaan Sistem Informasi Manajemen dalam APU PPT 3. Product Competitiveness yang mencakup: Customer centric: Mass, Emerging affluent, UKM & Corp & Syndications dan Penyederhanaan produk tabungan. Governance Outcome • • • • Review struktur organisasi tata kelola baru; Governance Training programme; Hasil Self Assessment tata kelola berdasarkan OJK dgn hasil peringkat 2 (kategori Baik); Penilaian Tata Kelola berdasarkan Third Party Assessment: a. ACMF -> Top 50 ASEAN PLC’s dan Top 3 PLC’s di Indonesia; b. CGPI -> Indonesian Most Trusted Company; c. KPK -> BUMN dengan Sistem Pengendalian Gratifikasi Terbaik; d. IICD -> Best Overall Emiten berdasarkan ACGS; e. ASEAN Risk Award. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 317 317 07/05/19 22.59
  320. IMPLEMENTASI GCG YANG BERKELANJUTAN PENYEMPURNAAN PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI SERTA DEWAN KOMISARIS Secara berkala , Perseroan terus melakukan penyempurnaan yang dibutuhkan pada Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi serta Dewan Komisaris (Board Manual). Penyusunan Board Manual dilakukan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur Direksi dan Dewan Komisaris, terutama dengan terbitnya Peraturan OJK No. 55 tahun 2016 dan Surat Edaran OJK No. 13 tahun 2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum. Perseroan menindaklanjuti hal ini dengan menetapkan pedoman dan tata tertib kerja Direksi maupun Dewan Komisaris dalam keputusan masing-masing serta hubungan kerja di antara keduanya ke dalam Surat Keputusan Bersama (SKB). Penyempurnaan Peraturan Tata Kelola Sepanjang 2018 telah dilakukan penyempurnaan pedoman tata kelola perusahaan berupa Pedoman Kebijakan Tata Kelola Perusahaan (PKTKP) sebagai acuan utama dalam menerapkan praktik kebijakan tata kelola perusahaan yang mencakup 21 bab dari seluruh kebijakan proses bisnis bank. PKTKP berlaku 6 bulan terhitung sejak tanggal ditetapkan yang artinya mulai berlaku tanggal 23 Juli 2018. Sejak berlakunya PKTKP maka Ketetapan Direksi No. 06/DIR/DK/2009 tanggal 27 Mei 2009 tentang Pedoman Good Corporate Governance PT Bank Tabungan Negara (Persero) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Setelah diterbitkannya Pedoman Tata Kelola Perusahaan (PKTKP), maka diterbitkan pula Pedoman Management System (PMS) Tata Kelola Perusahaan sebagai peraturan pelaksanaan PKTKP melalui Peraturan Direksi No. 11/PD/DIR/PPD/2018 tanggal 23 Juli 2018 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan. Penguatan Implementasi Pedoman Tata Kelola OJK dan ASEAN CG Scorecard Perseroan telah menerapkan sebagian besar rekomendasi OJK yang terdiri dari 25 rekomendasi dalam 5 aspek dan 8 prinsip tata kelola perusahaan dalam rangka penguatan penerapan Roadmap Tata Kelola Perusahaan Indonesia dan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka serta prinsip-prinsip ASEAN CG Scorecard. Perseroan juga telah meningkatkan kualitas aspek keterbukaan informasi yang dilakukan antara lain melalui penyampaian informasi penting mengenai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada website Perseroan, sehingga pemegang saham dan investor dapat dengan mudah mengakses informasi yang diperlukan. Pada ajang ASEAN CG 318 Scorecard yang diselenggarakan di Kuala Lumpur tanggal 21 November 2018, BTN berhasil memperoleh Top 50 ASEAN PLC’s dan Top 3 PLC’s di Indonesia untuk penilaian GCG berdasarkan ASEAN CG Scorecard, yang artinya BTN masuk dalam 50 perusahaan Terbaik ASEAN dan 3 perusahaan Terbaik di Indonesia berdasarkan penilaian ASEAN CG Scorecard. Program Zero Tolerance to Fraud & Zero Defect Untuk menjamin setiap upaya yang dilakukan untuk memitigasi risiko terjadinya fraud berjalan efektif, maka Perseroan terus meningkatkan kepedulian Insan BITNIZ tentang aspek kepatuhan melalui sosialisasi secara berkesinambungan program anti fraud dan membentuk Tim Anti Fraud. Strategi Anti Fraud didukung oleh implementasi 4 (empat) pilar yaitu (a) Pencegahan; (b) Deteksi; (c) Investigasi, Pelaporan dan Sanksi; serta (d) Pemantauan, Evaluasi dan Tindak Lanjut. Lebih jauh lagi, komitmen anti fraud juga ditunjukkan dengan penyampaian surat Deklarasi Komitmen Bersih kepada seluruh stakeholders Perseroan. “Komitmen Bersih” mencakup bersih dari suap, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), dan praktek pungutan liar (pungli), mark up dan segala perbuatan lain yang mengarah KKN. Inisiatif Implementasi Integrated Governance, Risk and Compliance (iGRC) Pada tahun 2018, inisiatif Perseroan atas implementasi Integrated Governance, Risk and Compliance (iGRC) masuk pada aspek penerapan Governance, Risk and Compliance yang terintegrasi. Ketiga aspek tersebut terimplementasi ke dalam komponen penilaian kinerja baik di tingkat kantor pusat, cabang, divisi maupun unit kerja, sehingga pencapaian kinerja keuangan secara keseluruhan merupakan cerminan dari pengendalian internal yang telah dijalankan setiap tingkatan organisasi yang ada. Perseroan telah menetapkan beberapa pilar strategis dalam proses transformasi ini yaitu: segmen usaha yang fokus dan spesifik, organisasi yang agile, human capital dan budaya kerja, optimalisasi sales channel, dan infrastruktur IT. Untuk menjalankan pilar stategis tersebut Perseroan telah mencanangkan transformasi fungsi utama dari kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang. Kemudian, rencana transformasi ini juga didukung oleh pengembangan model operasi baru yang mencakup: (1) Business Process Improvement, (2) Network & Distribution Design, dan (3) menyempurnakan organisation design seperti meningkatkan peran risk management dan peningkatan kapasitas human capital. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 318 07/05/19 22.59
  321. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Peran iGRC sangat penting untuk dapat memastikan bahwa kantor pusat , wilayah, dan cabang dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dan terintegrasi. iGRC juga sangat penting untuk memastikan proses bisnis dan risk management berjalan dengan seharusnya dan didukung oleh human capital dengan kompetensi yang memadai. INISIATIF DALAM PENERAPAN KEUANGAN BERKELANJUTAN Sejalan dengan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik, Perseroan juga menjalankan berbagai kebijakan pendukung dalam rangka memenuhi prinsip keuangan berkelanjutan, yang terdiri dari: (1) Prinsip investasi bertanggung jawab; (2) Prinsip strategi dan praktik bisnis berkelanjutan; (3) Prinsip pengelolaan risiko sosial dan lingkungan hidup; (4) Prinsip tata kelola; (5) Prinsip komunikasi yang informatif; (6) Prinsip inklusif; (7) Prinsip pengembangan sektor unggulan prioritas; dan (8) Prinsip koordinasi dan kolaborasi. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Pendekatan Perseroan terhadap penerapan keuangan berkelanjutan telah tercermin dalam salah satu misi Perseroan yakni “Mempedulikan Kepentingan Masyarakat Sosial dan Lingkungan secara Berkelanjutan”. Perseroan menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang (long-term value creation) tidak hanya dalam bentuk terciptanya keunggulan bersaing yang berkelanjutan bagi perusahaan (sustainable competitive advantage), tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan yang lebih luas serta adanya penguatan ketahanan (strengthening resilience) karena Perseroan telah mengelola semua risiko (ekonomi, sosial dan lingkungan) dengan lebih tepat. Perseroan telah merumuskan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan ke dalam Roadmap Penerapan Keuangan Berkelanjutan termasuk target waktu yang ingin disasar dalam jangka 1 hingga 5 tahun (tahun 2019-2023). Program-program yang dirumuskan dalam Roadmap Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bank BTN meliputi perancangan dan penyusunan Sustainability Policy & Strategy (kebijakan dan penyesuaian struktur serta peran organisasi), penyesuaian dan peluncuran Green Finance Product & Index, serta pelaksanaan berbagai Sustainability Program dan Initiatives lainnya. Roadmap Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bank BTN tahun 2019-2023 2019 2020 2021 2022 2023 Sustainability Program & Initiavites Green Finance Product & Index Sustainability Policy & Strategy FASE I: Konsolidasi • • Menyiapkan perangkat kebijakan dan model keuangan berkelanjutan Penguatan Kelembagaan dan pembentukan struktur keuangan berkelanjutan FASE II: Pemantapan FASE III: Pengembangan Kajian, Kebijakan Risiko Keberlanjutan, Identifikasi dan Pengukuran Risiko Sosial dan Lingkungan Green Lending, Green Bond, Green Index (SRI - Kehati) dan Kartu Kredit terkait Lingkungan & Sosial Digitalisasi Proses dan Operasi. Green Office Pengembangan kapasitas Internal, Peningkatan Akses Layanan di Daerah Tertinggal (inklusi) Sustainability Report Program “Griya Daya BTN” Layanan Bank Ramah Disabilitas, Membentuk Gen-IH dan Kampanye Rumah Wi-Fi. Sustainability Finance Award Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 319 319 07/05/19 22.59
  322. IMPLEMENTASI GCG YANG BERKELANJUTAN PENERAPAN ASPEK , PRINSIP, DAN BEST PRACTICE TATA KELOLA PERUSAHAAN LAINNYA Salah satu upaya lain yang dijalankan Perseroan dalam rangka mengimplementasikan GCG yang berkelanjutan adalah dengan menerapkan aspek dan prinsip tata kelola yang berlaku secara internasional. Beberapa prinsip tersebut di antaranya Guidelines of Corporate Governance Principles for Banks yang Diterbitkan oleh Basel Committee in Banking Supervision mencakup 12 prinsip corporate governance, ASEAN CG Scorecard, CGPI, OECD, ASEAN Risk Award, dan praktik terbaik lainnya. No Rekomendasi Status PENERAPAN PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA Perseroan senantiasa patuh dalam mengimplementasikan GCG sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk mengacu pada Pedoman tata kelola perusahaan terbuka telah diatur dalam Peraturan OJK No. 21/POJK.04/2015 dan Surat Edaran OJK No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. POJK tersebut mengatur 5 (lima) aspek, 8 (delapan) prinsip, serta 25 (dua puluh lima) rekomendasi penerapan aspek dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Pada tahun 2018, Perseroan telah menerapkan seluruh rekomendasi dalam peraturan tersebut dengan rincian informasi sebagai berikut: Kepatuhan Perseroan Aspek 1: Hubungan Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham dalam Menjamin Hak-Hak Pemegang Saham Prinsip 1. Meningkatkan Nilai Penyelenggaraan RUPS 1 Perusahaan Terbuka memiliki cara atau prosedur teknis pengumpulan suara (voting) baik secara terbuka maupun tertutup yang mengedepankan independensi, dan kepentingan pemegang saham. Comply 1. Prosedur pengambilan suara dalam pengambilan keputusan atas suatu mata acara RUPS dilakukan dengan pengumpulan suara (voting) secara tertutup sebagaimana tertuang dalam Tata Tertib RUPS yang diungkapkan kepada publik melalui situs web Perseroan. 2. Prosedur pengambilan suara tersebut sudah menjaga independensi ataupun kebebasan pemegang saham. Pada tahun 2018, Perseroan telah menyelenggarakan RUPS Tahunan pada tanggal 23 Maret 2018. Semua keputusan diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka dilakukan pemungutan suara (voting). Keputusan diambil jika disetujui oleh lebih dari ½ (satu perdua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang hadir dalam rapat. Pemungutan suara dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut: 1. Pemegang saham atau kuasanya yang memberikan suara abstain atau yang tidak setuju akan diminta mengangkat tangan dan menyerahkan kartu suaranya kepada petugas. 2. Petugas Rapat akan mengumpulkan kartu suara dari pemegang saham atau kuasanya kemudian menyerahkan kartu suara kepada Notaris untuk dihitung. 3. Jumlah suara yang abstain dan tidak setuju diperhitungkan dengan suara yang sah yang dikeluarkan dalam Rapat dan selisihnya merupakan jumlah suara yang setuju. 4. Pemegang saham dengan hak suara yang sah namun tidak mengeluarkan suara (abstain) dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas pemegang saham yang mengeluarkan suara. 5. Notaris akan menghitung dan menyampaikan hasil pemungutan suara atas usulan keputusan Rapat yang diajukan. 2 Seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Terbuka hadir dalam RUPS Tahunan. Comply Dalam penyelenggaraan RUPS, Perseroan senantiasa mematuhi semua ketentuan yang berlaku. Pada periode pelaksanaan RUPS Tahunan pada tanggal 23 Maret 2018, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris termasuk anggota Komite Audit dapat hadir mengikuti RUPS Tahunan. 3 Ringkasan risalah RUPS tersedia dalam Situs Web Perusahaan Terbuka paling sedikit selama 1 (satu) tahun. Comply Perseroan menyediakan ringkasan risalah RUPS dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris melalui situs web Perseroan www.btn.co.id pada menu Hubungan Investor (Investor Relation), maupun di media cetak serta melalui sistem pelaporan elektronik IDXnet dan OJK E-reporting, yakni pada tanggal 23 Maret 2018 untuk RUPS Tahunan Tahun Buku 2017. 320 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 320 07/05/19 22.59
  323. No Rekomendasi Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Status Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kepatuhan Perseroan Prinsip 2 . Meningkatkan Kualitas Komunikasi Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham atau Investor. 4 Perusahaan Terbuka memiliki suatu kebijakan komunikasi dengan pemegang saham atau investor Comply Perseroan telah memiliki suatu kebijakan komunikasi dengan pemegang saham atau investor mengacu pada Kebijakan Hubungan Investor yang mencakup analyst meeting, public expose, investor meeting, Laporan Tahunan dan sebagainya. 5 Perusahaan Terbuka mengungkapkan kebijakan komunikasi Perusahaan Terbuka dengan pemegang saham atau investor dalam Situs Web. Comply Perseroan telah mengungkapkan kebijakan komunikasi dengan para pemegang saham atau investor pada situs web Perseroan (www.btn.co.id) menu Hubungan Investor - Pedoman Kebijakan Hubungan Investor. Aspek 2: Fungsi dan Peran Dewan Komisaris Prinsip 3. Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Dewan Komisaris. 6 7 Penentuan jumlah anggota Dewan Komisaris mempertimbangkan kondisi Perusahaan Terbuka. Penentuan komposisi anggota Dewan Komisaris memperhatikan keberagaman keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan. Comply Comply Penentuan jumlah anggota Dewan Komisaris telah mempertimbangkan kondisi Perseroan antara lain karakteristik, kapasitas, dan ukuran, serta pencapaian tujuan dan pemenuhan kebutuhan bisnis bank mengacu pada ketentuan Regulator. Jumlah anggota Dewan Komisaris saat ini dipandang cukup dan sesuai dengan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik atau sama dengan jumlah anggota Direksi. Komposisi anggota Dewan Komisaris memperhatikan keberagaman keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris pada Laporan Tahunan ini. Prinsip 4. Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris. 8 Dewan Komisaris mempunyai kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Dewan Komisaris. Comply Dewan Komisaris telah memiliki kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tanggal 24 November 2017 Bab IV Evaluasi Kinerja yang diuraikan pada bagian penilaian kinerja Dewan Komisaris pada Laporan Tahunan ini serta situs web Perseroan. 9 Kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Dewan Komisaris, diungkapkan melalui Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka. Comply Kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Dewan Komisaris diungkapkan pada bagian penilaian kinerja Dewan Komisaris pada Laporan Tahunan ini. 10 Dewan Komisaris mempunyai kebijakan terkait pengunduran diri anggota Dewan Komisaris apabila terlibat dalam kejahatan keuangan. Comply Perseroan telah memiliki kebijakan pada Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dalam Keputusan Dewan Komisaris No. 01/DEKOMBTN/2017 terkait pengunduran dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris apabila terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseroan dan/ atau Negara dan apabila yang bersangkutan dinyatakan bersalah oleh putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 11 Dewan Komisaris atau Komite yang menjalankan fungsi Nominasi dan Remunerasi menyusun kebijakan suksesi dalam proses Nominasi anggota Direksi. Comply Pengangkatan dan pemberhentian Direksi Perseroan dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip profesionalisme dan GCG. Perseroan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), oleh karena itu kebijakan suksesi Direksi di antaranya mengacu kepada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-03/MBU/02/2015 tentang Persyaratan, Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Direksi Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, sebagai perusahaan terbuka, kebijakan Perseroan juga mengacu kepada peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Uraian tentang kebijakan suksesi dalam proses Nominasi anggota Direksi Perseroan telah diungkapkan pada bagian Kebijakan Suksesi Direksi Laporan Tahunan ini. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 321 321 07/05/19 22.59
  324. IMPLEMENTASI GCG YANG BERKELANJUTAN No Rekomendasi Status Kepatuhan Perseroan Aspek 3 : Fungsi dan Peran Direksi Prinsip 5.Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Direksi. 12 Perusahaan Terbuka memiliki suatu kebijakan komunikasi dengan pemegang saham atau investor Comply Penentuan jumlah anggota Direksi telah mempertimbangkan kondisi Perseroan antara lain karakteristik, kapasitas, dan ukuran, serta pencapaian tujuan dan pemenuhan kebutuhan bisnis bank mengacu ketentuan Regulator. Jumlah anggota Direksi telah memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. 13 Perusahaan Terbuka mengungkapkan kebijakan komunikasi Perusahaan Terbuka dengan pemegang saham atau investor dalam Situs Web. Comply Komposisi anggota Direksi memperhatikan keberagaman keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian Keberagaman Komposisi Direksi pada Laporan Tahunan ini. 14 Anggota Direksi yang membawahi bidang akuntansi atau keuangan memiliki keahlian dan/atau pengetahuan di bidang akuntansi. Comply Pada periode 2018, Direktur yang membawahi bidang akuntansi atau keuangan memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja di bidang keuangan dengan informasi sebagai berikut: 1.Pendidikan • S1 Teknik Mesin ITB •S2 Accounting and Finance Universitas of Birmingham UK 2. Pengalaman Kerja • Treasury Manager Cabang Hongkong PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero) (tahun 1992 – 1995) • Deputy General Manager Cabang Hongkong PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero). (tahun 1995 – 1996) • General Manager (CE) Cabang Hongkong PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero). (tahun 1996 – 1997) • Wakil kepala urusan keuangan dan jasa Bank PT Bank Pembangunan Indonesia (Persero). (tahun 1998 – 1999) • General Manager (CEO) Cabang Singapore PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (tahun 1999 – 2001) • Department Head UP3 Financial Institution & Overseas Network (FION) group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (tahun 2001 – 2002) • Department Head Correspondent Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (tahun 2002 – 2003) • Department Head FI Credit Risk and Product Development PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (tahun 2003 – 2006) • Departement Head Credit Recovary II group dan Senior Recovary Manager Asset Management and Disposal Department PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (tahun 2006) • Pemegang Kewenangan Memutus Kredit (PKMK) setingkat Group Head untuk International Banking and Capital Market Services Group (IBCMS) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (tahun 2009 – 2010) • Group Head IBCMS Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (tahun 2009 – 2010) • Bank Mandiri Europe Ltd. (BMEL) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (tahun 2010 – 2013) Adapun sertifikasi yang dimiliki oleh Direktur yang membawahi bidang keuangan/ akuntansi dapat dilihat pada bagian Pengembangan Kompetensi Direksi Laporan Tahunan ini. Prinsip 6. Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi. 15 Direksi mempunyai kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Direksi. Comply Direksi telah memiliki kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) yang tercantum dalam Surat Keputusan Bersama tentang Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan tanggal 24 November 2017 Bab IV Evaluasi Kinerja serta sistem penilaian ini dirangkum sebagai Key Performance Indicator (KPI) sebagaimana yang diuraikan pada bagian penilaian kinerja Direksi Laporan Tahunan ini serta situs web Perseroan (www.btn.co.id) menu Investor Relation-GCG- Crossreference ASEAN CG Scorecard-SKB. 16 Kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Direksi diungkapkan melalui laporan tahunan Perusahaan Terbuka. Comply Kebijakan penilaian sendiri (Self Assessment) untuk menilai kinerja Direksi diungkapkan pada bagian penilaian kinerja Direksi pada Laporan Tahunan ini. 17 Direksi mempunyai kebijakan terkait pengunduran diri anggota Direksi apabila terlibat dalam kejahatan keuangan. Comply Perseroan telah memiliki kebijakan pada Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dalam Ketetapan Direksi No. 07/DIR/KD/CMPD/2017 terkait pengunduran dan pemberhentian anggota Direksi apabila terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseroan dan/atau Negara dan apabila yang bersangkutan dinyatakan bersalah oleh putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap. 322 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 322 07/05/19 22.59
  325. No Rekomendasi Status Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kepatuhan Perseroan Aspek 4 : Partisipasi Pemangku Kepentingan Prinsip 7. Meningkatkan aspek tata kelola perusahaan melalui partisipasi pemangku kepentingan. 18 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan untuk mencegah terjadinya insider trading. Comply Perseroan telah memiliki kebijakan mencegah terjadinya insider trading sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Direksi No. 39/PD/CSD/2011 tentang Pedoman Kebijakan Kegiatan Investor Relations sebagaimana yang dapat dilihat di situs web Perseroan (www.btn.co.id) menu Hubungan Investor - Pedoman Kebijakan Hubungan Investor. 19 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan anti korupsi dan anti fraud. Comply Pelaksanaan penerapan anti fraud di Perseroan diatur dengan Surat Edaran Direksi No.22/DIR/ IAD/2014 Tentang Standard Operating Procedure Strategi Anti Fraud Perseroan. Sebagai pedoman dalam implementasi Pengendalian Gratifikasi sebagai inisiatif dari program anti korupsi secara nasional, Perseroan menerbitkan petunjuk pelaksanaan pedoman pengendalian gratifikasi dalam suatu Surat Edaran Direksi No. 68/DIR/CMPD/2017. 20 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan tentang seleksi dan peningkatan kemampuan pemasok atau vendor. Comply Perseroan telah memiliki kebijakan terkait pengelolaan vendor sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Direksi No. 13/PD/PGSD/2015 dan Surat Edaran Direksi No. 47/DIR/PGSD/2015. Secara garis besar, cakupan kebijakan ini antara lain meliputi kriteria dalam seleksi vendor, mekanisme pengadaan yang transparan, evaluasi kinerja vendor, rekam jejak vendor. Peningkatan kemampuan pemasok atau vendor dilakukan dengan melakukan pembinaan kepada vendor melalui rapat koordinasi, monitoring dan evaluasi kinerja vendor. Pelaksanaan kebijakan seleksi vendor dilakukan dengan pengelolaan Daftar Rekanan Bank yang dapat digunakan sebagai database vendor dalam pengadan dengan metode penunjukan langsung/pemilihan langsung/seleksi langsung. Peraturan Direksi dan Surat Edaran tersebut di atas juga mengatur Standar Operating Procedure (SOP) mekanisme pengadaan yang transparan melalui metode lelang/pemilihan langsung/ seleksi langsung/penunjukan langsung serta ketentuan tentang kontrak kerja dengan vendor. Sehingga dengan penerapan kebijakan tersebut diharapkan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan perusahaan dapat terjamin. 21 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan tentang pemenuhan hakhak kreditur. Comply Kebijakan tentang pemenuhan hak-hak kreditur digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pinjaman kepada kreditur. Tujuan dari kebijakan dimaksud adalah untuk menjaga terpenuhinya hak-hak dan menjaga kepercayaan kreditur terhadap Perusahaan Terbuka. Dalam kebijakan tersebut mencakup pertimbangan dalam melakukan perjanjian, serta tindak lanjut dalam pemenuhan kewajiban Perusahaan Terbuka kepada kreditur. Kebijakan hak-hak dasar kreditur, antara lain adalah: 1. Menerima pelunasan pokok dan pembayaran bunga pada waktu yang disepakati. 2. Memperoleh hak atas denda keterlambatan pelunasan pokok dan pembayaran bunga. 3. Meminta keterangan, informasi, dan dokumen serta memeriksa pembukuan Perseroan. Untuk tahun 2018, terdapat 2 kreditur Perseroan yaitu: Kreditur Pinjaman Bilateral dan Kreditur Obligasi. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 323 323 07/05/19 22.59
  326. IMPLEMENTASI GCG YANG BERKELANJUTAN No Rekomendasi Status Kepatuhan Perseroan 22 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan sistem Whistle Blowing . Comply Perseroan telah memiliki kebijakan pelaksanaan Whistleblowing System yang diatur dalam Surat Edaran No. 21/DIR/IAD/2014 Perihal Standard Operating Procedure Whistle Blowing System Bank BTN yang telah mencakup jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan melalui sistem Whistle Blowing, cara pengaduan, perlindungan dan jaminan kerahasiaan pelapor, penanganan pengaduan, pihak yang mengelola aduan, dan hasil penanganan dan tindak lanjut pengaduan sesuai ketentuan OJK. Pengungkapan atas kebijakan Whistle Blowing System dimaksud pada periode 2018 diuraikan pada bagian Whistle Blowing System Laporan Tahunan ini. 23 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang kepada Direksi dan karyawan. Comply Insentif jangka panjang untuk Direksi dan Dewan Komisaris telah diatur dalam Peraturan Direksi No.02/PD/HCD/2017 tentang Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris dan Surat Edaran Direksi No. 57/DIR/ HCD/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi, sebagaimana yang telah diungkapkan pada bagian Penerapan Tata Kelola Pemberian Remunerasi Perseroan pada Laporan Tahunan ini. Peraturan Direksi tersebut mencakup remunerasi berbasis variable yang ditangguhkan maupun Material Risk Taker sebagaimana Peraturan Kementerian BUMN No. 04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN dan POJK No. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum. Sejak tahun 2009, Perseroan sudah melaksanakan pemberian insentif jangka panjang berupa MESOP untuk Direksi dan Pegawai sebagaimana uraian pada bagian Share Option pada Laporan Tahunan ini. Pada tahun 2018, Perseroan telah menerapkan remunerasi berbasis kinerja dan risiko. Aspek 5: Keterbukaan Informasi Prinsip 8. Meningkatkan Pelaksanaan Keterbukaan Informasi. 24 Perusahaan Terbuka memanfaatkan penggunaan teknologi informasi secara lebih luas selain Situs Web sebagai media keterbukaan informasi. Comply Perseroan senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi kepada stakeholders melalui pemanfaatan teknologi informasi, selain situs web Perseroan seperti melalui media sosial yaitu: Youtube Bank BTN Facebook BankBTNcoid Twitter @BankBTNcoid Instagram @bankbtn LinkedIn PT Bank Tabungan Negara Perseroan juga memberikan pengkinian informasi kepada pemegang saham melalui email, conference call dan TV Pasar Modal IBCM Channel Bursa Efek Indonesia, selain pendampingan site visit oleh investor ke kantor cabang Bank BTN, Non-Deal Roadshow, one-on-one meeting, Analyst Meeting Public Expose. 25 Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka mengungkapkan pemilik manfaat akhir dalam kepemilikan saham Perusahaan Terbuka paling sedikit 5%, selain pengungkapan pemilik manfaat akhir dalam kepemilikan saham Perusahaan Terbuka melalui pemegang saham utama dan pengendali. Comply Perseroan telah mengungkapkan informasi mengenai pemegang saham yang memiliki 5 % (lima persen) atau lebih saham Perseroan kepada regulator yaitu OJK dan BEI. Pada Laporan Tahunan ini perihal dimaksud telah diungkapkan pada bagian Informasi kepada Investor. RENCANA PENINGKATAN KUALITAS PENERAPAN GCG TAHUN 2019 Pada tahun 2019, upaya peningkatan penerapan GCG secara berkelanjutan memasuki tahap Building Governance Sustainability. Pada fase ini, Perseroan akan membangun dan mengimplementasikan governance sustainability melalui implementasi aplikasi governance, rencana aksi keuangan berkelanjutan serta sustainable GCG award. Hasil implementasi tata kelola akan terus diarahkan untuk meningkatkan transparansi kondisi keuangan maupun non keuangan Perseroan, perlindungan terhadap nasabah, peningkatan fungsi kepatuhan, penyelesaian permasalahan perbankan serta menyempurnakan implementasi GCG sesuai ketentuan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian BUMN, maupun ASEAN Corporate Governance Scorecard. 324 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 324 07/05/19 22.59
  327. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen PENILAIAN GCG PERSEROAN SELF-ASSESSMENT TATA KELOLA BANK Perseroan melaksanakan Self Assessment secara berkala dalam setiap tahunnya pada akhir bulan Juni dan Desember . Standar penerapan tata kelola selain mengacu pada Peraturan OJK No. 55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum juga telah mengikuti ketentuan Surat Edaran OJK No. 13/ POJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. 6. Penerapan fungsi audit intern; 7. Penerapan fungsi audit ekstern; 8.Penerapan manajemen risiko termasuk sistem pengendalian intern; 9. Penyediaan dana kepada pihak terkait (related party) dan penyediaan dana besar (large exposure); 10.Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan bank, laporan pelaksanaan tata kelola perusahaan dan pelaporan internal; 11.Rencana strategis bank. Kriteria yang Digunakan Pihak yang Melakukan Assessment Indikator yang menjadi standar pelaksanaan Self Assessment meliputi 11 (sebelas) parameter, yang terdiri dari: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi; 2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris; 3. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas Komite; 4. Penanganan benturan kepentingan; 5. Penerapan fungsi kepatuhan; Perseroan melaksanakan Self Assessment tata kelola dengan melibatkan seluruh Dewan Komisaris, Direksi dan unit kerja yang terkait dengan faktor penilaian tata kelola dimaksud. Hasil Penilaian Informasi perkembangan hasil penilaian sendiri (Self Assessment) Tata Kelola Perseroan dalam 4 tahun terakhir sebagai berikut: Tabel Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment Pelaksanaan Tata Kelola) Tahun 2014 - 2017 Keterangan Hasil Self Assessment Tata kelola Perusahaan 2015 2016 2017 2018 2 2 2 2 Pada penilaian Tata Kelola Perusahaan yang dilakukan pada bulan Juni 2018, hasil penilaian sendiri Self Assessment penerapan tata kelola Perseroan sebagai berikut: Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment Pelaksanaan Tata Kelola) (Individual) Peringkat Definisi Peringkat 2 Mencerminkan manajemen Bank telah melakukan penerapan Tata Kelola yang secara umum baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas prinsip Tata Kelola. Dalam hal terdapat kelemahan dalam penerapan prinsip Tata Kelola, secara umum kelemahan tersebut kurang signifikan dan dapat diselesaikan dengan tindakan normal oleh manajemen Bank. Kemudian, pada bulan Desember 2018, Perseroan kembali melaksanakan Self Assessment penerapan Tata Kelola Perusahaan dengan perolehan hasil penilaian sebagai berikut: Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment Pelaksanaan Tata Kelola ) (Individual) Peringkat Definisi Peringkat 2 Mencerminkan manajemen Bank telah melakukan penerapan Tata Kelola yang secara umum baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas prinsip Tata Kelola. Dalam hal terdapat kelemahan dalam penerapan prinsip Tata Kelola, secara umum kelemahan tersebut kurang signifikan dan dapat diselesaikan dengan tindakan normal oleh manajemen Bank Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 325 325 07/05/19 22.59
  328. PENILAIAN GCG PERSEROAN Dari kedua hasil penilaian tersebut , pelaksanaan tata kelola Perseroan pada tahun 2018 dapat disimpulkan sebagai berikut: Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment Pelaksanaan Tata Kelola) (Individual) Peringkat Definisi Peringkat 2 Mencerminkan manajemen Bank telah melakukan penerapan Tata Kelola yang secara umum baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas prinsip Tata Kelola. Dalam hal terdapat kelemahan dalam penerapan prinsip Tata Kelola, secara umum kelemahan tersebut kurang signifikan dan dapat diselesaikan dengan tindakan normal oleh manajemen Bank. Analisis Berdasarkan analisis Penilaian Sendiri (Self Assessment) pelaksanaan Tata Kelola yang terdiri dari Struktur Tata Kelola (Governance Structure), Proses Tata Kelola (Governance Process), dan Hasil Tata Kelola (Governance Outcome) pada masing-masing faktor penilaian Tata Kelola, maka dapat disimpulkan bahwa: A. Struktur Tata Kelola (Governance Structure) Struktur Tata Kelola secara umum memadai, yang dapat dilihat dari rangkuman sebagai berikut: 1. Faktor-faktor Positif Bank BTN telah memiliki struktur tata kelola dan infrastruktur yang lengkap dan sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). i. Struktur tata kelola telah lengkap terdiri dari Dewan Komisaris, Direksi, Komite, dan Satuan Kerja dengan jumlah anggota yang sesuai dan kompetensi yang memadai. ii. Satuan Kerja Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Audit Internal berada pada organisasi yang terpisah dan independen terhadap Satuan Kerja Operasional. ii. Bank BTN telah melakukan penyempurnaan peraturan kebijakan tentang pedoman tata tertib kerja Dewan Komisaris dan Direksi, sesuai dengan ketentuan POJK terbaru. iv. Bank BTN memiliki kebijakan, sistem, dan prosedur mengenai penyediaan dana kepada pihak terkait, penyediaan dana besar, dan transparansi kondisi keuangan serta non keuangan. v. Bank BTN telah menyusun rencana strategis dalam bentuk Rencana Korporasi (Corporate Plan) dan Rencana Bisnis (Business Plan) yang selaras dengan visi dan misi. 2. Faktor-faktor Negatif Pada tahun 2018 diadakan RUPS dimana terjadi perubahan pengurus anggota Dewan Komisaris yang baru tidak dapat langsung efektif bekerja karena wajib memperoleh persetujuan dari OJK. 3. Identifikasi Permasalahan dan Penyebab (Root Cause) Terdapat 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris yang berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan atas penilaian kemampuan dan kepatutan dari OJK. 4.Kekuatan Dewan Komisaris dan Direksi Bank BTN berkomitmen untuk memenuhi dan memperbaiki struktur dan infrastruktur Tata Kelola agar selalu menyesuaikan ketentuan regulator, pengawas, dan mengikuti dinamika kebutuhan bisnis. B. Proses Tata Kelola (Governance Process) Proses Tata Kelola secara umum memadai, yang dapat dilihat dari rangkuman sebagai berikut: 1. Faktor-Faktor Positif i. Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsi pengawasan dan memberi nasihat kepada Direksi ii. Direksi berkomitmen menjalankan kepengurusan perusahaan dengan melaksanakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan dalam setiap lini usaha iii. Satuan Kerja Audit Intern senantiasa menjalankan fungsinya sesuai peraturan yang berlaku iv. Audit Ekstern dilaksanakan dengan profesional, tanpa intervensi, dan dilakukan oleh Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar dan terlisensi oleh OJK v. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan dana besar telah dilakukan sesuai dengan prinsip kehati-hatian. vi. Atas temuan OJK, Direksi telah menindaklanjuti dengan perbaikan proses tata kelola perkreditan di antaranya pembaharuan ketentuan kewenangan restrukturisasi berulang, novasi, penyempurnaan petunjuk akuntansi perlakuan deferred interest. 2. Faktor-faktor Negatif Secara umum Pengendalian intern sudah memadai namun masih perlu dilakukan penyempurnaan mengingat masih adanya temuan-temuan audit pada operasional Bank. 3. Identifikasi Permasalahan dan Penyebab (Root Cause) i. Budaya risiko dan budaya kepatuhan dalam seluruh aspek operasional Bank masih perlu ditingkatkan. ii. Perlu adanya pemenuhan kuantitas SDM sesuai kebutuhan organisasi saat ini dan masa mendatang sesuai rencana bisnis Bank. iii. Perlu adanya peningkatan kualitas SDM di antaranya melalui peningkatan kompetensi teknis operasional dan fungsi supervisi pada setiap aktivitas pengelolaan operasional Bank. iv. Perlu adanya optimalisasi fungsi Risk Management, Compliance, dan Internal Audit. 326 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 326 07/05/19 22.59
  329. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited 4 .Kekuatan i. Bank BTN berkomitmen untuk menciptakan budaya risiko dan budaya kepatuhan melalui program-program budaya perusahaan yang telah diimplementasikan. ii. Bank BTN berkomitmen untuk senantiasa memperbaiki pengelolaan operasional bank, baik melalui pemenuhan kebutuhan jumlah, kompetensi, kemampuan supervisi SDM serta perbaikan proses bisnis bank (Business Process Improvement). iii. Bank BTN berkomitmen untuk menyempurnakan Tata Kelola Perusahaan salah satunya melalui implementasi Integrated Governance Risk and Compliance (GRC) framework dengan mengoptimalkan fungsi Three Lines of Defence. C. Hasil Tata Kelola (Governance Outcome) Hasil Tata Kelola secara umum Memadai, yang dapat dilihat dari rangkuman sebagai berikut: 1. Faktor-faktor Positif i. Bank telah mengungkapkan secara transparan kondisi keuangan dan non keuangan sesuai peraturan yang berlaku. ii. Bank telah melaksanakan assessment/audit secara obyektif iii. Bank telah melaksanakan prinsip kehati-hatian, Peraturan Pasar Modal, Perpajakan, Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme dan Peraturan Perundangan lainnya. iv. Bank telah melaksanakan ketentuan perlindungan konsumen. v. Kinerja Bank posisi per 31 Desember 2018 (Un-Audit) menunjukkan peningkatan, sebagai berikut: • Total asset Rp308,67 triliun tumbuh 18,10% dari posisi Desember 2017 sebesar Rp261,36 triliun • Laba bersih Rp3,21 triliun triliun meningkat 5,91% dari posisi Desember 2017 sebesar Rp3,03 triliun • DPK Rp230,26 triliun meningkat 19,34% dari posisi Desember 2017 sebesar Rp192,95 triliun • Kredit/Pembiayaan Rp237,76 triliun meningkat 19,49% dari posisi Desember 2017 sebesar Rp198,99 triliun • Kualitas kredit 2,35% (Net) membaik 0,31% dari 2,66% posisi Desember 2017 2. Faktor-faktor Negatif i. Masih terdapat denda, terkait laporan Bank kepada BI/OJK namun nilainya makin menurun (membaik) ii. Terdapat kasus Fraud yang memerlukan perhatian dan perbaikan secara komprehensif. iii. Meskipun kinerja Bank posisi Desember 2018 secara year on year (yoy) menunjukkan peningkatan, namun secara umum belum memenuhi target kinerja khususnya untuk kinerja Laba proporsional hingga Desember 2018. 3. Identifikasi Permasalahan dan Penyebab (Root Cause) i. Kualitas data dan dukungan teknologi manajemen sistem informasi Bank yang masih perlu ditingkatkan. ii. Perlu optimalisasi strategi anti fraud melalui sinergi Three Lines of Defense, terutama dalam pilar pencegahan berupa anti fraud awareness, indentifikasi kerawanan, know your employee. iii. Perlu evaluasi pelaksanaan dan perbaikan serta penyempurnaan strategi bisnis untuk menjamin kinerja Bank telah sesuai dengan rencana bisnis Bank. 4.Kekuatan Kelengkapan Struktur Tata Kelola sudah memadai yang didukung oleh komitmen Dewan Komisaris dan Direksi untuk meningkatkan hasil tata kelola dalam rangka menjaga keberlangsungan usaha. PENILAIAN PIHAK EKSTERNAL Selain melaksanakan Self Assessment, Perseroan juga secara konsisten telah melaksanakan third party assessment untuk mendapatkan second opinion terhadap kualitas implementasi GCG dalam rangka perbaikan kualitas implementasi GCG secara berkelanjutan, di antaranya adalah survei Corporate Governance Perception Index selanjutnya disingkat CGPI setiap tahun yang diadakan oleh Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dan Penilaian GCG berdasarkan standar ASEAN Corporate Governance Scorecard dilakukan oleh OJK dan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). Rating GCG – CGPI Award 2018 Perseroan senantiasa mengikuti rating dan survei Corporate Governance Perception Index selanjutnya disingkat CGPI setiap tahun yang diadakan oleh Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). CGPI merupakan program riset dan pemeringkatan penilaian kualitas corporate governance dengan tahapan penilaian sebagai berikut: 1. Tahapan Analisis Instrumen dan Dokumen Tahapan ini dilakukan melalui kegiatan berikut: a. Self Assessment; b. Penilaian Dokumen. 2. Tahapan Observasi Tahapan observasi dilakukan melalui klarifikasi instrument penilaian dan kelengkapan dokumen yang dimiliki perusahaan melalui paparan eksekutif dan diskusi organ perusahaan. Kriteria yang Digunakan Aspek penilaian dalam CGPI 2018 meliputi antara lain Struktur Tata Kelola (Governance Structure), Proses Tata Kelola (Governance Process), dan Hasil Tata Kelola (Governance Outcome). Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 327 327 07/05/19 22.59
  330. PENILAIAN GCG PERSEROAN Pihak yang Melakukan Assessment Pihak yang melakukan penilaian CGPI yaitu The Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG). Skor Penilaian Skor CGPI Perseroan pada tahun 2018 sebesar 87,97 dengan predikat “Perusahaan Sangat Terpercaya” (Most Trusted Company). Adapun hasil penilaian CGPI selama 4 tahun berturut-turut adalah sebagai berikut: Skor GCG CGPI Tahun 2014 - 2018 84,94 85,75 86,59 86,85 87,97 2014 2015 2016 2017 2018 Rekomendasi dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian Terdapat beberapa rekomendasi dari IICG terhadap pelaksanaan tata kelola Perseroan. Rekomendasi tersebut menjadi bahan penyempurnaan yang ditindaklanjuti implementasinya dalam penerapan tata kelola di Perseroan. Tabel Rekomendasi dan Tindaklanjut IICG Rekomendasi Tindak Lanjut Struktur Tata Kelola Direkomendasikan Perseroan perlu memperhatikan dan mengelola hak Pemegang Saham Minoritas dengan mengakomodasi aspirasi Pemegang Saham Minoritas dalam pemilihan Komisaris Independen dan Direktur tidak terafiliasi. Dalam RUPS, seluruh pemegang saham yang hadir berhak memberikan suara untuk agenda pemilihan Direksi dan Dewan Komisaris. Direkomendasikan Perseroan perlu mempertimbangkan dan merespon isu keberagaman gender dalam komposisi anggota Direksi Penetapan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi mengacu pada kebijakan keberagaman berdasarkan ketentuan Pemegang Saham dan ketentuan yang dituangkan dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris yang merupakan acuan pertimbangan dalam proses nominasi dan suksesi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan Memperhatikan keberagaman dari sisi independensi, keahlian/ pendidikan, pengalaman kerja, usia dan jenis kelamin serta mempertimbangkan kebutuhan dan kompleksitas Perseroan. Direkomendasikan Perseroan untuk mengembangkan dan memutakhirkan pedoman pelaksanaan tugas Direksi dan Dewan Komisaris, khususnya terkait hal pengunduran diri anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan senantiasa melakukan evaluasi dan penyempurnaan pedoman tata tertib kerja Direksi dan Dewan Komisaris termasuk di dalamnya mengatur terkait pengunduran diri anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Direkomendasikan Perseroan perlu menetapkan rancangan struktur organisasi disesuaikan dengan kebutuhan dan pembagian tugas diantara Direksi sesuai ruang kendali. Perseroan telah mencanangkan transformasi yang didukung oleh pengembangan model operasi baru yang mencakup (1) Business Process Improvement, (2) Network & Distribution Design, dan (3) menyempurnakan organisation design seperti meningkatkan peran risk management dan peningkatan kapasitas human capital. Proses Tata Kelola Direkomendasikan Perseroan perlu mengembangkan sistem dan mekanisme pengendalian intern perusahaan, serta melakukan evaluasi terhadap efektivitasnya. 328 Evaluasi atas efektivitas sistem pengendalian internal (risk control) Perseroan dilakukan pada seluruh unit Kantor Pusat dan Kantor Cabang. Segala sesuatu terkait dengan permasalahan kecukupan pengendalian intern telah dilaporkan langsung kepada Direksi melalui Direktur Utama serta kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 328 07/05/19 22.59
  331. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Rekomendasi dan Tindaklanjut IICG Rekomendasi Tindak Lanjut Direkomendasikan Perseroan perlu mengembangkan dan memutakhirkan kebijakan dan pedoman pengungkapan dan keterbukaan informasi perusahaan kepada stakeholders . Perseroan senantiasa melakukan keterbukaan informasi kepada stakeholders yang berpedoman pada POJK serta prinsip-prinsip ASEAN CG Scorecard. Direkomendasikan Perseroan perlu mengembangkan kebijakan, pedoman, sistem dan mekanisme terkait implementasi keberlanjutan dan green banking Perseroan menjalankan inisiatif dalam penerapan keuangan berkelanjutan melalui implementasi green finance product, yaitu produk dan jasa Perseroan yang memperhatikan aspek lingkungan mencakup aktivitas pendanaan (funding), kredit (lending), dan fee based income. Direkomendasikan Perseroan mengembangkan dan menyempurnakan sistem pengelolaan sumber daya manusia secara terintegrasi Perseroan telah mencanangkan transformasi yang didukung oleh pengembangan model operasi baru yang mencakup salah satunya peningkatan kapasitas human capital. Direkomendasikan Perseroan selalu menjaga proses perencanaan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang efisien dan efektif bagi perusahaan. Perseroan senantiasa melakukan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang berpedoman pada Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Perseroan baik pengadaan barang dan jasa yang bersifat strategis maupun non-strategis untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan sesuai kualitas, kuantitas dan waktu yang ditetapkan dengan harga terbaik serta menerapkan prinsip manajemen pengendalian risiko. Direkomendasikan Perseroan perlu mengembangkan dan melakukan penyempurnaan terhadap sistem dan instrumen transformasi model bisnis perusahaan. Perseroan mencanangkan transformasi fungsi utama dari kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang. Kemudian, rencana transformasi ini juga didukung oleh pengembangan model operasi baru yang mencakup: (1) Business Process Improvement, (2) Network & Distribution Design, dan (3) menyempurnakan organisation design seperti meningkatkan peran risk management dan peningkatan kapasitas human capital. Hasil Tata Kelola Direkomendasikan pertumbuhan kinerja keuangan harus tetap dipertahankan dengan terus menjaga prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko yang tersistematis. Perseroan senantiasa meningkatkan kualitas pengelolaan risiko dan melakukan review secara berkala guna memastikan efektivitas dan kecukupan Fungsi Manajemen Risiko sebagai wujud kepatuhan atas peraturan yang berlaku guna mendukung strategi pertumbuhan kinerja. Direkomendasikan untuk mempertimbangkan dan merespon isu berkebutuhan dan atau disabilitas dalam program penerimaan dan pengembangan SDM perusahaan. Perseroan memperhatikan SDM yang berkebutuhan khusus. Direkomendasikan agar Perseroan meningkatkan komunikasi dan pemahaman karyawan terhadap pedoman etika untuk mengurangi pelanggaran etika. Perseroan telah meningkatkan efektivitas sosialisasi pedoman etika kepada karyawan antara lain pembuatan video micro learning yang dapat diakses melalui Knowledge Management System, pelaksanaan kuis terkait gratifikasi,sosialisasi dan pelatihan. Direkomendasikan Perseroan perlu mengembangkan tindak lanjut penanganan dan penyelesaian permasalahan hukum yang dihadapi perusahaan. Perseroan senantiasa menjaga prinsip kehati-hatian dalam proses bisnis guna menghindari permasalahan hukum. Direkomendasikan Perseroan perlu mengembangkan tindak lanjut pengenaan denda dan teguran yang diterima dari pihak regulator. Perseroan senantiasa meningkatkan budaya kepatuhan pada semua tingkatan organisasi guna menghindari pengenaan sanksi regulator. Penilaian GCG Berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Assessment GCG lainnya yang dilakukan Perseroan adalah ASEAN Corporate Governance Scorecard yang merupakan parameter pengukuran praktik tata kelola yang disepakati oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF). Parameter tersebut dibuat berdasarkan OECD Principles dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor kepada perusahaan-perusahaan listing di wilayah ASEAN. Kriteria yang Digunakan Komponen penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard meliputi: 1. Hak-Hak Pemegang Saham 2. Perlakuan yang Setara terhadap Pemegang Saham 3. Peran Pemangku Kepentingan 4. Pengungkapan dan Transparansi 5. Tanggung Jawab Dewan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 329 329 07/05/19 22.59
  332. PENILAIAN GCG PERSEROAN Pihak Yang Melakukan Assessment Praktik Tata Kelola yang dilakukan oleh Perseroan berdasarkan ASEAN Corporate Governance Scorecard diperoleh melalui Third Party Assessment . Salah satu lembaga independen yang melakukan penilaian ASEAN CG Scorecard adalah Indonesian Institute of Corporate Directorship (IICD). Skor Penilaian Pada tahun 2018, Perseroan memperoleh nilai GCG berdasarkan standar ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) yang dilakukan oleh OJK dan Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). Hasil penilaian menunjukkan bahwa total skor Perseroan adalah sebesar 106,19 poin dengan predikat Leadership in Corporate Governance . Skor total yang didapatkan Perseroan berada jauh di atas skor rata-rata untuk perusahaan public (Tbk) atau emiten yang masuk dalam 100 kapitalisasi pasar terbesar di bursa yang nilainya sebesar 72,57 dalam penilaian tahun 2018 ini. Grafik berikut menyajikan perbandingan CG Score dari Perseroan dengan rata-rata 100 emiten (berdasarkan market cap terbesar) berdasarkan ASEAN CG Scorecard 2018. Perbandingan skor 100 emiten dengan BBTN 106,19 72,57 38,75 7,17 10,00 6,78 8,00 A B 12,25 15,00 18,66 23,44 26,40 9,00 1,32 C D E Level 2 Final CG Score Berdasarkan grafik tersebut, nilai final CG Score Perseroan dalam ASEAN CG Scorecard 2018 masih berada di atas rata-rata Final CG Score yang diperoleh seluruh emiten yang dinilai berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar (n=100), baik berdasarkan skor per prinsip maupun skor secara keseluruhan. Sedangkan dalam 3 tahun berturutturut sejak tahun 2016, skor Perseroan berada level 5 dengan skor nilai lebih dari 100. Total skor atau nilai akhir untuk kinerja Corporate Governance Perseroan yang diperoleh dari hasil penilaian akan diinterpretasikan sebagai berikut: No. Skor Nilai (Poin) Kinerja CG Perusahaan Interpretasi 1 60,00-69,99 Level 1 Minimum Requirement 2 70,00-79,99 Level 2 Fair 3 80,00-89,99 Level 3 Good 4 90,00-99,99 Level 4 Very Good 5 100 atau lebih Level 5 Leadership in corporate governance 330 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 330 07/05/19 22.59
  333. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Uraian Pernyataan Kepatuhan Perseroan Terhadap Pedoman Corporate Governance berdasarkan ASEAN CG Scorecard sebagai berikut : Level/No. Item Kriteria Standar Tata Kelola Perusahaan Status Penjelasan Level 1 Bagian A Hak-hak Pemegang Saham A.1 Hak Dasar Pemegang Saham. Comply - A.2 Hak untuk berpartisipasi dalam keputusan mengenai perubahan perusahaan yang fundamental. Comply - A.3 Hak untuk berpartisipasi secara efektif dan menggunakan suara dalam RUPS serta hak untuk mendapatkan informasi mengenai aturanaturan yang berlaku dalam RUPS. Comply - A.4 Pasar untuk pengendalian perusahaan harus diizinkan agar berfungsi secara efisien dan transparan. Comply - A.5 Pelaksanaan hak-hak kepemilikan oleh seluruh pemegang saham, termasuk investor kelembagaan, harus difasilitasi. Comply - Bagian B Perlakuan Setara Terhadap Pemegang Saham B.1 Hak suara dan kepemilikan saham B.2 Pemberitahuan RUPS Comply - - 1. Pengungkapan profil calon Dewan Komisaris dan Direksi belum tersedia pada Pemanggilan RUPS; 2. Pemanggilan RUPS tidak memuat informasi terkait Auditor Eksternal yang akan ditunjuk pada RUPS; 3. Form Surat kuasa untuk pemegang saham yang tidak hadir dalam RUPS tidak dilampirkan dalam Pemanggilan RUPS. B.3 Mencegah perdagangan orang dalam dan penyalahgunaan untuk kepentingan pribadi. Comply - B.4 Transaksi pihak berelasi yang dilakukan oleh Dewan Komisaris dan direksi. Comply - B.5 Melindungi pemegang saham minoritas dari tindakan pelanggaran. Comply - Bagian C Peran Pemangku Kepentingan C.1 Hak-hak pemangku kepentingan yang ditetapkan oleh hukum atau melalui perjanjian bersama harus dihormati. Comply - C.2 Kepentingan pemangku kepentingan dilindungi oleh hukum, pemangku kepentingan harus mendapatkan ganti rugi efektif untuk setiap pelanggaran atas hak-hak mereka. Comply - C.3 Mengembangkan mekanisme peningkatan kinerja untuk karyawan. Comply - C.4 Pemangku kepentingan termasuk karyawan individu dan badan perwakilan mereka, harus dapat berkomunikasi secara bebas atas perhatian mereka tentang praktik ilegal atau tindakan tidak etis kepada Dewan Komisaris dan hak-hak mereka tidak boleh dikompromikan dalam melakukan hal ini. Comply - Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 331 331 07/05/19 22.59
  334. PENILAIAN GCG PERSEROAN Level /No. Item Kriteria Standar Tata Kelola Perusahaan Status Penjelasan Bagian D Transparansi Dan Pengungkapan D.1 Transparansi Struktur Kepemilikan D.2 Kualitas Laporan Tahunan Comply - Perseroan belum mengungkap remunerasi setiap anggota Direksi dan Dewan Komisaris D.3 Pengungkapan atas Transaksi Pihak Berelasi Comply - D.4 Hubungan Direktur dan Dewan Komisaris dalam Saham Perusahaan Comply - D.5 Auditor Eksternal dan Laporan Auditor Comply - D.6 Media Komunikasi Comply - D.7 Pengajuan Tepat Waktu/Penerbitan Laporan Tahunan/ Keuangan Comply - D.8 Situs Perseroan Comply - D.9 Hubungan Investor Comply - Bagian E Tanggung Jawab Dewan E.1 Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Comply - E.2 Struktur Dewan Comply - E.3 Proses Dewan Comply - E.4 Posisi Dewan Comply - E.5 Kinerja Dewan - Perseroan belum mengungkapkan penilaian, proses penilaian kinerja Dewan Komisaris secara individual. Pada penilaian Bonus, beberapa item yang dapat dipenuhi oleh Perseroan sebagai berikut: Level/No. Item Kriteria Standar Tata Kelola Perusahaan Status Penjelasan Level 2 (B)C.1.1. Perseroan mengadopsi kerangka Laporan Berkelanjutan yang berbasis internasional (seperti GRI, Integrated Reporting, SASB). Comply - (B)D.1.1. Jangka waktu diumumkannya laporan keuangan yang diaudit dalam waktu 60 hari terhitung dari akhir tahun buku. Comply - (B)E.2.2. Perseroan telah menyelaraskan proses nominasi dengan strategy map yang ada. Comply - (B)E.6.1. Perseroan memiliki Komite Pemantau Risiko yang terpisah dari Dewan Komisaris. Comply - 332 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 332 07/05/19 22.59
  335. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited STRUKTUR , KEBIJAKAN DAN MEKANISME TATA KELOLA PERSEROAN STRUKTUR ORGAN TATA KELOLA Berdasarkan Undang Undang Perseroan Terbatas No. 40 tahun 2007, menyebutkan bahwa Organ Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris. RUPS, Direksi dan Dewan Komisaris saling menghormati tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar. Organ Perseroan dibangun untuk menjamin pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dapat berjalan dengan efektif dengan peran dan tanggung jawab yang jelas sehingga tercipta mekanisme kontrol check and balance. Organ Utama Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Dewan Komisaris Direksi Sekretaris Dewan Komisaris Sekretaris Perusahaan Komite Audit Komite Manajemen Risiko Dewan Pengawas Syariah Audit Eksternal Komite Asset and Liability (ALCO) Komite Pemantau Risiko Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) Komite Kredit *) Komite kebijakan perkreditan *) Komite kredit telah dibuat dalam struktur organisasi Perseroan melalui ketetapan Direksi No. 03/KD/DIR/ SIPD/2017 tanggal 20 April 2017 tentang Struktur Organisasi Kantor Pusat. Adapun ketentuan kebijakan mengenai Komite Kredit saat ini sedang dalam proses pengesahan oleh Direksi. Pada tingkat operasional, fungsi Komite Kredit tetap berjalan melalui pelaksanaan Rapat Direksi yang membawahi bidang kredit. Komite Remunerasi dan Nominasi Satuan Kerja Kepatuhan (SKK) Komite Pengarah Teknologi Informasi (KPTI) Unit Kerja Lain Komite Human Capital Unit Usaha Syariah (UUS) Organ Pendukung Komite Produk Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 333 333 07/05/19 22.59
  336. STRUKTUR , KEBIJAKAN DAN MEKANISME TATA KELOLA PERSEROAN KEBIJAKAN DAN INFRASTRUKTUR TATA KELOLA Dalam rangka meningkatkan kualitas dan cakupan implementasi tata kelola secara berkelanjutan, Perseroan menyusun dan menerapkan kebijakankebijakan tata kelola yang mengatur hubungan antar organ di dalam Perseroan sehingga terdapat tugas, tanggung jawab dan wewenang yang jelas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, prinsip-prinsip GCG, etika bisnis yang sehat maupun best practices. Governance Mechanism dapat tercermin dalam berbagai kebijakan pokok GCG (soft-structure GCG) yang dimiliki Perseroan dalam implementasi GCG yang akan menjadi living document bagi segenap jajaran dan tingkatan organisasi Bank. Desain kebijakan tata kelola Perseroan merupakan tatanan kebijakan sebagai kerangka dasar dan tata kelola dalam penyusunan kebijakan serta pelaksanaan aktivitas Perseroan, sebagai berikut: 1. Pedoman GCG yang disahkan dalam Peraturan Direksi No. 11/PD/DIR/PPD/2018 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance); 2. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris yang disahkan dalam Keputusan Bersama Dewan Komisaris No. 01/KOM-BTN/2017 sebagai pembaharuan Board Manual yang menjadi pedoman kerja sebelumnya; 3.Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi yang disahkan dalam Ketetapan Direksi No. 07/DIR/KD/ CMPD/2017 sebagai pembaharuan Board Manual yang menjadi pedoman kerja sebelumnya; 4. Tata Hubungan kerja Direksi dan Dewan Komisaris yang disahkan dalam Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris No.02/DEKOM-BTN/2017 dan Direksi No. 01/DIR-BTN/2017; 5.Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct) yang disahkan melalui Peraturan Direksi No. 16/PD/CMPD/2015; 6. Penerapan Pengendalian Gratifikasi yang disahkan melalui Surat Edaran No. 68/DIR/CMPD/2017; 7. Kebijakan Sistem Pelaporan Pelanggaran – SPP (Whitle Blowing System – WBS) dan Anti Fraud yang telah disahkan melalui Surat Edaran Direksi SE No. 21/DIR/IAD/2014. Hubungan Struktur, Mekanisme dan Hasil Tata Kelola Governance Structure Governance Mechanism 1. Jumlah dan komposisi Direksi, Dewan Komisaris, komitekomite dan satuan kerja cukup memadai dan sesuai dengan kebutuhan Perseroan. 1. Pelaksanaan fungsi tugas dan tanggung jawab organ-organ Perseroan memadai sehingga dapat mengoptimalkan fungsi pengawasan dan pengendalian. 2. Tugas pokok, tanggung jawab dan fungsi organ Perseroan memadai dan dilengkapi dalam kebijakan, pedoman dan tata tertib, prosedur dan sistem informasi telah tersedia dan mendukung kegiatan operasional. 2. Pengungkapan transaksi afiliasi, benturan kepentingan oleh Direksi dan Dewan Komisaris. 3. Penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar dilakukan melalui proses persetujuan kredit secara arm’s length. 4. Manajemen risiko telah diterapkan dengan baik sehingga risiko-risiko yang mungkin timbul dapat dikelola Governance Outcome 1. Kinerja Perseroan yang positif mencakup rentabilitas, efisiensi dan permodalan. 2. Pengungkapan kondisi keuangan dan non keuangan serta informasi penting lainnya yang didukung dengan situs website Perseroan yang informatif dan mudah diakses oleh pemangku kepentingan. 3. Kepatuhan dan pengelolaan risiko yang memadai serta tindak lanjut hasil audit sesuai komitmen. 4. Rencana bisnis bank menggambarkan pertumbuhan bank yang berkesinambungan Mekanisme Tata Kelola Mekanisme GCG merupakan proses penerapan prinsip yang didukung oleh kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola Perseroan, sehingga menghasilkan yang sesuai dengan harapan pemangku kepentingan. Proses penerapan melekat pada struktur organ tata kelola yang meliputi RUPS, Dewan Komisaris, Direksi, Komite-Komite di bawah Dewan Komisaris, Komite-Komite di bawah Direksi, Sekretaris Perusahaan, Fungsi Kepatuhan, Fungsi Audit Internal, Fungsi Audit Eksternal dan Fungsi Manajemen Risiko. 334 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 334 07/05/19 22.59
  337. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ tertinggi dalam tata kelola Perseroan yang memiliki fungsi sebagai wadah bagi para pemegang saham untuk mengambil keputusan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan pada kepentingan Perseroan, serta dilakukan secara wajar dan transparan. DASAR HUKUM RUPS merupakan organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan/atau Anggaran Dasar. Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan RUPS terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS luar Biasa (RUPSLB) yang dapat diadakan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan. KEBIJAKAN HUBUNGAN DENGAN PEMEGANG SAHAM Pada Pasal 5 POJK No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, salah satu fungsi Sekretaris Perusahaan adalah sebagai penghubung antara Emiten dengan pemegang saham, OJK dan pemangku kepentingan lainnya. Hingga akhir tahun 2018, kegiatan komunikasi kepada pemegang saham dikelola oleh Sekretaris Perusahaan dengan mengacu pada kebjakan internal yang mengatur tentang hubungan antara Perseroan dengan pemegang saham. Kebijakan tersebut meliputi pengelolaan strategi komunikasi eksternal dan internal secara terbuka. HAK, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB PEMEGANG SAHAM DALAM RUPS Perseroan memiliki 2 (dua) jenis saham yaitu Saham Seri A Dwiwarna dan Saham Seri B, dengan nilai nominal Rp500,- (lima ratus Rupiah) setiap saham. Pemegang Saham Seri A Dwiwarna merupakan pemegang saham pengendali dan memiliki keistimewaan dengan hak dan wewenang sebagai berikut: 1. Hak untuk menyetujui dalam RUPS hal-hal sebagai berikut: • Persetujuan perubahan Anggaran Dasar; • Persetujuan perubahan Permodalan; • Persetujuan Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris; • Persetujuan terkait penggabungan, peleburan, pengambilalihan, pemisahan dan pembubaran; • Persetujuan remunerasi anggota Direksi dan Dewan Komisaris; • Persetujuan pemindahtanganan aset yang berdasarkan Anggaran Dasar perlu persetujuan RUPS; •Persetujuan mengenai penyertaan dan pengurangan prosentase penyertaan modal pada perusahaan lain yang berdasarkan Anggaran Dasar perlu persetujuan RUPS; • Persetujuan penggunaan laba; • Persetujuan mengenai investasi dan pembiayaan jangka panjang yang tidak bersifat operasional yang berdasarkan Anggaran Dasar perlu persetujuan RUPS; 2. Hak untuk mengusulkan calon anggota Direksi dan calon anggota Dewan Komisaris; 3. Hak untuk mengusulkan mata acara RUPS; 4. Hak untuk meminta dan mengakses data dan dokumen Perseroan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 335 335 07/05/19 22.59
  338. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Di luar hak istimewa Saham Seri A Dwiwarna tersebut , sepanjang tidak ditentukan lain oleh Anggaran Dasar Perseroan, maka Pemegang Saham Seri A Dwiwarna dan Pemegang Saham Seri B memiliki hak yang sama, antara lain yaitu: 1. Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapat, dan memberikan suara dalam RUPS berdasarkan satu saham, memberi hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan satu suara; 2.Hak untuk memperoleh informasi mengenai perusahaan secara tepat waktu, benar, dan teratur, kecuali hal-hal yang bersifat rahasia; 3.Hak untuk menerima bagian dari keuntungan Perusahaan yang diperuntukan bagi Pemegang Saham dalam bentuk dividen dan pembagian keuntungan lainnya, sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki; 4.Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat mengenai prosedur yang harus dipenuhi berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS; 5.Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam Perusahaan, maka setiap pemegang saham berhak mengeluarkan suara sesuai dengan jenis, klasifikasi dan jumlah saham yang dimiliki, dan setiap pemegang saham berhak untuk diperlakukan setara berdasarkan jenis dan klasifikasi saham yang dimilikinya; 6. Hak untuk mengalihkan, melepaskan hak atau menjadikan jaminan utang seluruh atau sebagian besar harta kekayaan Perseroan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah nilai kekayaan bersih Perseroan baik dalam satu transaksi atau beberapa transaksi yang berdiri sendiri ataupun yang berkaitan satu sama lain Direksi harus mendapat persetujuan RUPS. RUPS memiliki wewenang antara lain untuk: 1. Mengangkat dan memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan kebijakan/ pedoman yang ditetapkan oleh pemegang saham; 2. Memberikan pengesahan/keputusan yang diperlukan untuk menjaga kepentingan usaha Perusahaan dalam jangka panjang dan jangka pendek sesuai dengan peraturan perundangundangan dan/atau Anggaran Dasar; 3. Memberikan persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan serta tugas pengawasan Dewan Komisaris sesuai 336 peraturan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar; 4. Menetapkan target dan menilai kinerja Direksi dan Dewan Komisaris; 5. Menetapkan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi; 6. Menetapkan auditor eksternal; 7. Menyetujui atau menolak RJPP dan RKAP; 8. Mengambil keputusan melalui proses yang terbuka dan adil serta dapat dipertanggungjawabkan; 9. Melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Adapun tugas dan tanggung jawab Pemegang Saham antara lain untuk: 1.Mematuhi ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan; 2.Tidak melakukan kegiatan pengawasan dan pengurusan Bank yang dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direksi; 3. Tidak memanfaatkan Perseroan untuk kepentingan pribadi, keluarga, Perseroan atau kelompok usahanya dengan semangat dan cara yang bertentangan dengan peraturan perundangundangan dan praktik-praktik yang sehat di industri perbankan; 4. Melakukan evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme RUPS. PELAKSANAAN RUPS TAHUN 2018 Penyelenggaraan RUPS Perseroan mengacu pada Undang-Undang Perseroan Terbatas, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka serta peraturan perubahannya melalui POJK No. 10/POJK.04/2017 tentang perubahan POJK No. 32/POJK.04/2014. Sesuai dengan pasal 21 Anggaran Dasar Perseroan, RUPS terdiri dari (1) RUPS Tahunan yang wajib diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah tahun berakhir dan (2) RUPS Luar Biasa yang dapat diselenggarakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan dan kepentingan Perseroan. Selama tahun 2018, Perseroan telah melaksanakan 1 (satu) kali RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2017 pada tanggal 23 Maret 2018. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 336 07/05/19 22.59
  339. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited TAHAPAN PELAKSANAAN RUPS TAHUNAN 2018 UNTUK TAHUN BUKU 2017 Adapun tahapan penyelenggaraan RUPS dilakukan sesuai dengan POJK No . 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka serta peraturan perubahannya melalui POJK No. 10/POJK.04/2017 tentang perubahan POJK No. 32/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan sebagai berikut: PEMBERITAHUAN RENCANA RUPS KEPADA OJK (Paling lambat 5 hari kerja sebelum pelaksanaan RUPS) Surat disampaikan kepada OJK melalui surat No. 82/DIR/CSD/II/2018 tanggal 7 Februari 2018, tembusan PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Datindo Entrycom PENGUMUMAN RUPS (Paling lambat H-14 dari pemanggilan RUPS (tanpa memperhitungkan tanggal pemanggilan dan pengumuman)) Melalui iklan di harian surat kabar Bisnis Indonesia & Investor Daily serta web Bursa, web BTN dan web OJK pada tanggal 14 Februari 2018. BERITA ACARA RUPS (Paling lambat 30 hari setelah RUPS) PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RUPS (Paling lambat 2 hari kerja setelah pelaksanaan RUPS) Surat disampaikan kepada OJK melalui surat No. 234/CSD/IR/ IV/2018 tanggal 20 April 2018, dan dipublikasikan di web Bursa dan web OJK Melalui iklan di harian surat kabar Bisnis Indonesia & Investor Daily serta web Bursa, web BTN dan web OJK pada tanggal 26 Maret 2018 (1 hari kerja setelah RUPS) Untuk memberikan kesempatan kepada para pemegang saham individual maupun institusi untuk berpartisipasi aktif menggunakan haknya sebagai pemegang saham, maka Perseroan melakukan pengumuman dan pemanggilan RUPS dengan jangka waktu masing-masing, paling kurang melalui 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, situs web Bursa Efek dan situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Setelah penyelenggaraan RUPS, Perseroan melakukan pengumuman ringkasan risalah RUPS paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah RUPS diselenggarakan, paling kurang melalui 1 (satu) surat kabar berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional, situs web Bursa Efek Indonesia dan situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. PEMANGGILAN RUPS (tanpa memperhitungkan tanggal RUPS dan tanggal pemanggilan) Melalui iklan di harian surat kabar Bisnis Indonesia & Investor Daily serta web Bursa, web BTN dan web OJK pada tanggal 1 Maret 2018 RUPS TAHUNAN 23 MARET 2018 KUORUM RUPS Kuorum kehadiran dan keputusan RUPS terhadap hal-hal yang harus diputuskan dalam RUPS dapat dilakukan apabila dihadiri oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna dan para pemegang saham lainnya dan/atau wakil-wakil mereka yang sah yang bersamasama mewakili lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah dan keputusan disetujui oleh pemegang saham Seri A Dwiwarna dan para pemegang saham lainnya dan/ atau wakil-wakil mereka yang sah yang bersama-sama mewakili lebih dari ½ (satu per dua) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang hadir dalam RUPS. Penyelenggaraan RUPS dilaksanakan secara wajar dan transparan, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 10/POJK.04/2017 tentang perubahan peraturan OJK No. 32/POJK.04/2014 dan Anggaran Dasar Perseroan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 337 337 07/05/19 22.59
  340. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM RUPS TAHUNAN 2018 Penyelenggaraan RUPS Tahunan Hari /Tanggal : Waktu : Tempat : Jumat / 23 Maret 2018 Pukul 14:51 WIB s.d 17:37 WIB Gedung Menara BTN, lantai 6 Jl. Gajah Mada No. 1 Jakarta Pusat -10130 Tabel Kehadiran Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit pada RUPS Tahunan 2018 Berdasarkan keputusan Rapat Dewan Komisaris tanggal 13 Maret 2018 yang disampaikan melalui surat Dewan Komisaris Perseroan No. 42/KOM/BTN/III/2018 tanggal 13 Maret 2018 perihal Pimpinan RUPST 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, RUPS Tahunan 2018 dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Komisaris, Direksi dan anggota Komite Audit Perseroan dengan rincian sebagai berikut: Nama Jabatan I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Utama/Independen Hadir V Kamaruddin Sjam Komisaris Independen V Arie Coerniadi Komisaris Independen V Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen V Garuda Wiko Komisaris Independen V Sumiyati Komisaris Non Independen V Maurin Sitorus Komisaris Non Independen V Iman Sugema Komisaris Non Independen V Maryono Direktur Utama V Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury V Adi Setianto Direktur IT & Operation V V Oni Febriarto Rahardjo Direktur Commercial Banking Budi Satria Direktur Consumer Banking V R. Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk V Nixon L.P Napitupulu Direktur Collection, Asset Management & Legal V Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network V Kamaruddin Sjam Ketua Komite Audit V I Wayan Agus Mertayasa Anggota Komite Audit V Lucky Fathul Aziz Hadibrata Anggota Komite Audit V Garuda Wiko Anggota Komite Audit V Sondang Gayatri Anggota Komite Audit V Rachmat Supratman Anggota Komite Audit V Adi Prakoso Anggota Komite Audit V Kehadiran Pemegang Saham Rapat tersebut telah dihadiri oleh pemegang saham dan/atau kuasa wakil pemegang saham yang seluruhnya memiliki 8.985.474.653 (delapan miliar sembilan ratus delapan puluh lima juta empat ratus tujuh puluh empat ribu enam ratus lima puluh tiga) saham termasuk di dalamnya saham Seri A Dwiwarna atau merupakan 84,85% (delapan puluh empat koma delapan lima persen) dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan Perseroan sampai dengan hari Rapat, yaitu sejumlah 10.590.000.000 (sepuluh miliar lima ratus sembilan puluh juta) saham yang terdiri dari: • 1 (satu) saham Seri A Dwiwarna; dan 338 Tidak Hadir • 10.589.999.999 (sepuluh miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saham Seri B; dengan memperhatikan Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 28 Februari 2018 sampai dengan pukul 16:15 Waktu Indonesia Barat. Kesempatan untuk Mengajukan Pertanyaan dan/atau Memberikan Pendapat Pemegang Saham atau Kuasanya diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan/atau memberikan pendapat. Sesi tanya jawab dilakukan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 338 07/05/19 22.59
  341. setelah selesainya pemaparan mata acara sebelum dimulainya pengambilan keputusan . Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen dan Mekanisme Pengambilan Keputusan dalam Rapat Keputusan Rapat dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat. Apabila mekanisme dengan cara musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan dalam Rapat dilakukan dengan cara pemungutan suara. Mata acara Rapat pertama sampai dengan mata acara Rapat kedelapan dilakukan pemungutan suara secara terbuka dimana Pemegang Saham atau kuasanya yang memberikan suara abstain atau yang tidak setuju akan diminta mengangkat tangan dan menyerahkan kartu suaranya kepada petugas. Sedangkan mata acara Rapat Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited kesepuluh dan kesebelas dilakukan pemungutan suara secara tertutup dimana Pemegang Saham atau kuasanya memberikan suara dengan cara mengisi Kartu Suara yang telah diberikan oleh Petugas pada saat registrasi, dan selanjutnya diserahkan kembali kepada petugas untuk dilakukan penghitungan suara secara elektronik. Untuk mata acara Rapat kesembilan, tidak dilakukan pemungutan suara karena hanya bersifat laporan. Pihak Independen Penghitung Suara Hasil pengambilan keputusan dihitung oleh PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek dan selanjutnya divalidasi oleh Notaris Ashoya Ratam SH., MKn. Keputusan dan Realisasi Hasil RUPS Tahunan 2018 Mata Acara Keputusan Keterangan 1 a. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja – Ernst & Young sesuai Laporan No. RPC-5666/PSS/2018 tanggal 14 Februari 2018 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material. b. Mengesahkan Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja – Ernst & Young sesuai Laporan No. RPC-5817/PSS/2018 tanggal 9 Maret 2018 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material. c. Dengan telah disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan disahkannya Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 serta disetujuinya Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, maka RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquite at de charge) kepada para anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana, dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Telah direalisasikan 2 Menyetujui penggunaan laba bersih Tahun Buku 2017 sebesar Rp3.017.466.149.252,00 sebagai berikut: a. Dividen sebesar 20% atau Rp605.493.229.850,40 ditetapkan sebagai Dividen Tunai dibagikan kepada Pemegang Saham yang akan dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut: • Khusus dividen bagian Pemerintah atas kepemilikan 60% saham sebesar Rp363.295.937.910,24 akan disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara dalam bentuk Rupiah Nomor: 502.000000980 di Bank Indonesia • Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2017 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Sebesar 80% atau Rp2.421.972.919,60 akan digunakan sebagai saldo laba ditahan. Telah direalisasikan 3 a. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja – Ernst & Young, sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2018. b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik tersebut, serta menetapkan Kantor Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja – Ernst & Young, karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2018, termasuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik pengganti tersebut. Telah direalisasikan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 339 339 07/05/19 22.59
  342. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Mata Acara Keputusan Keterangan 4 a . Memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk tahun buku 2017, serta menetapkan gaji/ honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi anggota Dewan Komisaris untuk tahun 2018. b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk tahun buku 2017, serta menetapkan gaji/ honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi anggota Direksi untuk tahun 2018. Telah direalisasikan 5 Menyetujui dokumen Rencana Aksi (Recovery Plan) Perseroan dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 14/POJK.03/2017 tanggal 4 April 2017 tentang Rencana Aksi (Recovery Plan) bagi Bank Sistemik. Telah direalisasikan 6 a. Menyetujui Rasio Kecukupan Dana (RKD) Dana Pensiun Perseroan minimal sebesar 107% (seratus tujuh persen). b. Melimpahkan kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk memutuskan peningkatan manfaat pensiun dan/atau pemberian manfaat lain atas dasar dan dengan memperhatikan usulan dari Direksi Perseroan, dengan ketentuan telah memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya sebagai berikut: • Rasio Kecukupan Dana (RKD) setelah kenaikan Manfaat Pensiun dan/atau pemberian Manfaat Pensiun Lain sebagaimana dimaksud pada nomor 1. • Tidak menimbulkan kewajiban iuran tambahan dan beban/kewajiban akuntansi PSAK No.24 bagi Perseroan. Telah direalisasikan 7 a. Mengukuhkan pemberlakuan Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-02/MBU/7/2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara dan perubahan-perubahannya. b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna terkait kewenangan RUPS sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-02/MBU/7/2017 dan perubahan-perubahannya. Telah direalisasikan 8 a. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana telah disampaikan dalam penjelasan Rapat. b. Menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar sehubungan dengan perubahan sebagaimana dimaksud pada butir 1 keputusan tersebut di atas. c. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara Rapat ini, termasuk menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan dalam suatu Akta Notaris dan menyampaikan kepada instansi yang berwenang untuk mendapatkan persetujuan dan/atau tanda penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar Perseroan, melakukan segala sesuatu yang dipandang perlu dan berguna untuk keperluan tersebut dengan tidak ada satu pun yang dikecualikan, termasuk untuk mengadakan penambahan dan/atau perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut jika hal tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang berwenang. Telah direalisasikan 9 Mata acara Rapat kesembilan bersifat laporan sehingga tidak dilakukan pengambilan keputusan. Telah direalisasikan 10 a. Menyetujui untuk memberhentikan dengan hormat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan: • Sdr. Ahmad Nazri Adlani sebagai Ketua • Sdr. Mohamad Hidayat sebagai Anggota • Sdr. Muhammad Syakir Sula sebagai Anggota Telah direalisasikan Pemberhentian anggota Dewan Pengawas Syariah tersebut terhitung sejak ditutupnya Rapat ini. b. Menyetujui untuk mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah: • Sdr. M. Quraish Shihab sebagai Ketua • Sdr. Mohamad Hidayat sebagai Anggota • Sdr. Muhammad Gunawan Yasni sebagai Anggota Dengan ketentuan bahwa pengangkatan yang bersangkutan kecuali Sdr. Mohamad Hidayat akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. c. Berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Pengawas Syariah Perseroan yang diangkat tersebut adalah sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang ke-5 sejak pengangkatan yang bersangkutan yaitu RUPS yang diselenggarakan tahun 2023, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu. 340 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 340 07/05/19 22.59
  343. Mata Acara Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Keputusan Keterangan d . Menyetujui pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Dewan Pengawas Syariah Perseroan dalam rangka pelaksanaan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. e. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam Akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Dewan Pengawas Syariah Perseroan kepada Kementerian Hukum dan HAM. 11 1. Memberhentikan dengan hormat Sdr. Adi Setianto sebagai Direktur IT & Operation, terhitung sejak ditutupnya Rapat dengan ucapan terimakasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Direksi Perseroan. 2. Merubah nomenklatur jabatan anggota Direksi Perseroan sebagai berikut: No. Semula 1. Direktur Collection, Asset Management & Legal 2. - Menjadi Direktur Collection & Asset Management Direktur Strategic Human Capital 3. Mengalihkan penugasan Sdr. Nixon L.P. Napitupulu yang semula Direktur Collection, Asset Management & Legal menjadi Direktur Collection & Asset Management dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatan sejak keputusan RUPS pengangkatan yang bersangkutan. 4. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Direksi Perseroan: • Sdr. Andi Nirwoto sebagai Direktur IT & Operation; • Sdr. Yossi Istanto sebagai Direktur Strategic Human Capital. 5. Mengangkat Sdr. Parman Nataatmadja sebagai Komisaris Perseroan. 6. Berakhirnya masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan yang diangkat sebagaimana dimaksud pada angka 4 dan angka 5 adalah sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang ke-5 sejak pengangkatan yang bersangkutan yaitu RUPS Tahunan tahun Buku 2022, dengan memperhatikan peraturan perundangundangan di bidang Pasar Modal dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu. 7. Dengan adanya perubahan Pengurus Perseroan sebagaimana dimaksud pada angka 1,2,3,4 dan 5 maka susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut: Direksi Jabatan Direktur Utama Direktur Finance & Treasury Direktur IT & Operation Direktur Commercial Banking Direktur Consumer Banking Direktur Strategy, Compliance & Risk Direktur Collection & Asset Management Nama Sdr. Maryono Sdr. Iman Nugroho Soeko Sdr. Andi Nirwoto Sdr. Oni Febriarto Rahardjo Sdr. Budi Satria Sdr. R. Mahelan Prabantarikso Sdr. Nixon L.P Napitupulu Direktur Distribution & Network Sdr. Dasuki Amsir Direktur Strategic Human Capital Sdr. Yossi Istanto Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 341 341 07/05/19 22.59
  344. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Mata Acara Keputusan Keterangan Dewan Komisaris Jabatan Komisaris Utama /Komisaris Independen Nama Telah direalisasikan, kecuali Sdr. Parman Nataatmadja masih subject to fit and proper test Sdr. I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Non Independen Sdr. Iman Sugema Komisaris Non Independen Sdr. Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Sdri. Sumiyati Komisaris Non Independen Sdr. Parman Nataatmadja Komisaris Independen Sdr. Arie Coerniadi Komisaris Independen Sdr. Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Sdr. Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Sdr. Garuda Wiko 8. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam akta notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan kepada Kementerian Hukum dan HAM, serta meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit & proper test) terhadap calon-calon Direksi dan Dewan Komisaris tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadwal dan Tata Cara Pembayaran Dividen Tunai Sesuai dengan keputusan Mata Acara Rapat Kedua sebagaimana tersebut di atas dimana Rapat telah menyetujui dan menetapkan dividen tunai tahun buku 2017 sebesar Rp605.493.229.850,40 atau sebesar Rp57.175.942 per lembar saham yang akan dibagikan kepada Pemegang Saham Perseroan, maka dengan ini diberitahukan jadwal dan tata cara pembayaran dividen tunai tahun buku 2017 sebagai berikut: Tabel Jadwal Pembagian Dividen NO 1 KETERANGAN TANGGAL Akhir Periode Perdagangan Saham Dengan Hak Dividen (Cum Dividen) • Pasar Reguler dan Negosiasi • Pasar Tunai 02 April 2018 05 April 2018 Awal Periode Perdagangan Saham Tanpa Hak Dividen (Ex Dividen) • Pasar Reguler dan Negosiasi • Pasar Tunai 03 April 2018 06 April 2018 3 Tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak Dividen (Record Date) 05 April 2018 4 Tanggal Pembayaran Dividen Tunai Tahun Buku 2017 24 April 2018 2 342 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 342 07/05/19 22.59
  345. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited TINDAK LANJUT KEPUTUSAN RUPS TAHUN SEBELUMNYA Keputusan dan Realisasi Hasil RUPS Tahunan 2017 Mata Acara Keputusan Keterangan 1 a . • Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja sesuai Laporan No. RPC-2935/PSS/2017 tanggal 10 Februari 2017 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material. • Mengesahkan Laporan Keuangan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 yang telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja sesuai Laporan No. RPC-2973/ PSS/2017 tanggal 17 Februari 2017 dengan pendapat wajar dalam semua hal yang material Telah direalisasikan b. Dengan telah disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan disahkannya Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016 serta Laporan Keuangan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, maka RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquite at de charge) kepada segenap anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016. 2 Menyetujui penggunaan laba bersih Tahun Buku 2016 sebesar Rp2.618.905.537.321,00 sebagai berikut: a. Dividen sebesar 20% atau Rp523.781.107.464,20 ditetapkan sebagai Dividen Tunai dibagikan kepada Pemegang Saham yang akan dibayarkan dengan ketentuan sebagai berikut: • Khusus dividen bagian Pemerintah atas kepemilikan 60% saham sebesar Rp314.268.664.748,52 akan disetorkan ke Rekening Kas Umum Negara dalam bentuk Rupiah Nomor: 502.000000980 di Bank Indonesia • Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk menetapkan jadwal dan tata cara pembagian dividen tahun buku 2016 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3 a. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, sebagai Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2017. b. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik tersebut, serta menetapkan Kantor Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan untuk Tahun Buku 2017, termasuk menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik pengganti tersebut. Telah direalisasikan 4 a. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk tahun buku 2016, serta menetapkan gaji/ honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi anggota Dewan Komisaris untuk tahun 2017. b. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem untuk tahun buku 2016, serta menetapkan gaji/ honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi Direksi untuk tahun 2017. Telah direalisasikan 5 Mengukuhkan pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/12/2016 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-09/MBU/07/2015 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara atas kegiatan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Perseroan. Telah direalisasikan 6 a. Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan, dalam rangka program Kementerian BUMN untuk melakukan standarisasi Anggaran Dasar BUMN terbuka. b. Menyetujui untuk menyusun kembali seluruh ketentuan dalam Anggaran Dasar sehubungan dengan perubahan sebagaimana dimaksud pada butir 1 (satu) keputusan tersebut di atas. Telah direalisasikan Telah direalisasikan b. Sebesar 80% atau Rp2.095.124.429.856,80 akan digunakan sebagai saldo laba ditahan. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 343 343 07/05/19 22.59
  346. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Mata Acara Keputusan Keterangan c . Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara Rapat ini, termasuk menyusun dan menyatakan kembali seluruh Anggaran Dasar dalam suatu Akta Notaris dan menyampaikan kepada instansi yang berwenang untuk mendapatkan persetujuan dan/atau tanda penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar, melakukan segala sesuatu yang dipandang perlu dan berguna untuk keperluan tersebut dengan tidak ada satu pun yang dikecualikan, termasuk untuk mengadakan penambahan dan/atau perubahan dalam perubahan Anggaran Dasar tersebut jika hal tersebut dipersyaratkan oleh instansi yang berwenang. 7 Mata acara Rapat ketujuh bersifat laporan sehingga tidak dilakukan pengambilan keputusan Telah direalisasikan 8 1. Memberhentikan dengan hormat nama-nama di bawah ini sebagai anggota Direksi: • Sdr. Maryono sebagai Direktur Utama. • Sdr. Mansyur Syamsuri Nasution sebagai Direktur. • Sdr. Catur Budi Harto sebagai Direktur • Sdr. Sulis Usdoko sebagai Direktur Telah direalisasikan Pemberhentian anggota Direksi tersebut terhitung sejak ditutupnya Rapat ini dengan ucapan terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat anggota Direksi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 2. Mengangkat nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Direksi: • Sdr. Maryono sebagai Direktur Utama • Sdr. R. Mahelan Prabantarikso sebagai Direktur • Sdr. Nixon L.P. Napitupulu sebagai Direktur • Sdr. Budi Satria sebagai Direktur 3. Mengangkat Sdr. Garuda Wiko sebagai Komisaris Independen. 4. Berakhirnya masa jabatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang diangkat tersebut adalah sampai dengan ditutupnya RUPS Tahunan yang ke-5 sejak pengangkatan yang bersangkutan yaitu RUPS yang diselenggarakan tahun 2022, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktu-waktu. 5. Dengan adanya pengangkatan tersebut, maka susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Jabatan Komisaris Utama/Komisaris Independen Nama I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Independen Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Arie Coerniadi Komisaris Independen Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Garuda Wiko Komisaris Non Independen Sumiyati Komisaris Non Independen Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Iman Sugema Direksi Jabatan Direktur Utama Direktur 344 Nama Maryono Iman Nugroho Soeko Direktur Adi Setianto Direktur Oni Febriarto R. Direktur Handayani Direktur R. Mahelan Prabantarikso Direktur Nixon L.P. Napitupulu Direktur Budi Satria Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 344 07/05/19 22.59
  347. Mata Acara Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Keputusan Keterangan 6 . Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam Akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan kepada Kementerian Hukum dan HAM, serta meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon-calon Dewan Komisaris dan Direksi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keputusan dan Realisasi Hasil RUPS Luar Biasa 2017 Status Agenda Pertama Hasil Keputusan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2017 Selesai 1. Mengukuhkan pemberhentian Sdri. Handayani selaku Direktur Perseroan terhitung sejak tanggal 18 Oktober 2017. Belum Selesai dengan Alasan Telah direalisasikan 2. Merubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut: • semula Direktur menjadi Direktur Finance & Treasury • semula Direktur menjadi Direktur IT & Operation • semula Direktur menjadi Direktur Commercial Banking • semula Direktur menjadi Direktur Consumer Banking • semula Direktur menjadi Direktur Strategy, Compliance & Risk • semula Direktur menjadi Direktur Collection, Asset Management & Legal • semula Direktur menjadi Direktur Distribution & Network 3. Mengalihkan penugasan nama-nama tersebut di bawah ini sebagai anggota Direksi Perseroan: • Sdr. Iman Nugroho Soeko dari semula Direktur menjadi Direktur Finance & Treasury • Sdr. Adi Setianto dari semula Direktur menjadi Direktur IT & Operation • Sdr. Oni Febriarto Rahardjo dari semula Direktur menjadi Direktur Commercial Banking • Sdr. R. Mahelan Prabantarikso dari semula Direktur menjadi Direktur Strategy, Compliance & Risk • Sdr. Nixon L.P. Napitupulu dari semula Direktur menjadi Direktur Collection, Asset Management & Legal • Sdr. Budi Satria dari semula Direktur menjadi Direktur Consumer Banking 4. Mengangkat Sdr. Dasuki Amsir sebagai Direktur Distribution & Network. 5. Berakhirnya masa jabatan anggota Direksi yang diangkat tersebut adalah sampai dengan ditutupnya RUPS tahunan yang ke-5 (kelima) sejak pengangkatan yang bersangkutan yaitu RUPS Tahunan yang diselenggarakan tahun 2022 dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal dan tanpa mengurangi hak RUPS untuk memberhentikan sewaktuwaktu. 6. Dengan adanya pemberhentian, perubahan nomenklatur jabatan, pengalihan tugas dan pengangkatan anggota-anggota Direksi Perseroan, maka susunan keanggotaan Direksi menjadi sebagai berikut: Direksi Jabatan Direktur Utama Direktur Finance & Treasury Direktur IT & Operation Direktur Commercial Banking Direktur Consumer Banking Direktur Strategy, Compliance & Risk Direktur Collection, Asset Management & Legal Direktur Distribution & Network Nama Sdr. Maryono Sdr. Iman Nugroho Soeko Sdr. Adi Setianto Sdr. Oni Febriarto Rahardjo Sdr. Budi Satria Sdr. R. Mahelan Prabantarikso Sdr. Nixon L.P. Napitupulu Sdr. Dasuki Amsir Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 345 345 07/05/19 22.59
  348. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM Status Agenda Hasil Keputusan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2017 Belum Selesai dengan Alasan Selesai 7 . Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan keputusan mata acara ini sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, termasuk untuk menyatakan dalam Akta Notaris tersendiri dan memberitahukan susunan Direksi Perseroan kepada Kementerian Hukum dan HAM, serta meminta Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test) terhadap calon Direksi tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. INFORMASI MENGENAI PEMEGANG SAHAM UTAMA DAN PENGENDALI Pemegang Saham adalah individu atau badan hukum yang secara sah tercatat sebagai pemilik saham dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan. Sebagai pemilik modal, pemegang saham melaksanakan hak dan tanggung jawabnya atas dasar prinsip kewajaran (fairness) sesuai dengan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan dengan tetap memperhatikan kelangsungan usaha Perseroan. Sebagai bank Badan Usaha Milik Negara terbuka, kepemilikan saham terbesar Perseroan adalah Negara Republik Indonesia sebanyak 60% yang menempatkan Negara Republik Indonesia sebagai Pemegang Saham Pengendali. Selain itu, Negara Republik Indonesia juga memiliki 1 (satu) lembar Saham Seri A Dwiwarna yang memberikan kepada pemegangnya hak-hak istimewa yang tidak dimiliki oleh pemegang saham lainnya dan sekaligus sebagai Pemegang Saham Pengendali. Di luar itu, 40% saham Perseroan dimiliki oleh masyarakat. Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2018 adalah sebesar 10.590.000.000 (sepuluh miliar lima ratus sembilan puluh juta) saham yang terdiri dari 1 (satu) saham Seri A Dwiwarna dan 10.589.999.999 (sepuluh miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan) saham Seri B. 40% Publik • 16,82% Publik Lokal • 23,18% Publik Asing 60% Negara RI 31 Desember 2018 No Pemegang Saham Publik 1 Negara RI 2 Publik Saham Lembar % 1 6.354.000.000 60,00% Publik Lokal 17.895 1.781.005.375 16,82% Publik Asing 580 2.454.994.625 23,18% 18.476 10.590.000.000 100,00% Total 346 Jumlah Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 346 07/05/19 22.59
  349. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris merupakan organ tata kelola perusahaan yang melakukan fungsi pengawasan terhadap kegiatan pengelolaan Perseroan untuk memastikan Bank menjalankan usahanya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan . Dewan Komisaris melaksanakan pengawasan dan memberikan saran terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi serta fungsi lain yang ditetapkan Anggaran Dasar maupun peraturan perundang-undangan. Dalam memenuhi tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris bertindak secara independen. DASAR HUKUM Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, mewajibkan seluruh perusahaan di Indonesia untuk memiliki Dewan Komisaris yang bertugas mengawasi kebijakan manajemen, proses manajemen di dalam perusahaan, sekaligus mengawasi dan memberikan saran/nasihat kepada Direksi. Referensi hukum lainnya yang menjadi dasar pembentukan Dewan Komisaris sebagai berikut: 1.Undang Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 10 tahun 1998. 2. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/1/PBI/2009 tanggal 27 Januari 2009 tentang Bank Umum. 3. PBI No. 13/27/PBI/2011 tanggal 28 Desember 2011 tentang Perubahan atas PBI No. 11/1/PBI/2009 tentang Bank Umum. 4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. 5. POJK No. 27/POJK.03/2016 tanggal 22 Juli 2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan. 6. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 39/SEOJK.03/2016 tanggal 13 September 2016 tentang tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Calon Pemegang Saham Pengendali, Calon Anggota Direksi dan Calon Anggota Dewan Komisaris Bank. 7. POJK No. 18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. 8. POJK No. 37/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program Alih Pengetahuan di Sektor Perbankan. 9. Anggaran Dasar Bank. JUMLAH DAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS Perseroan memiliki kebijakan keberagaman komposisi Dewan Komisaris yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat melakukan fungsi pengawasan secara efektif, obyektif dan independen, tidak memiliki benturan kepentingan yang dapat menganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Hingga akhir periode 31 Desember 2018, Perseroan memiliki 9 (sembilan) anggota Dewan Komisaris dengan informasi jumlah dan komposisi sebagai berikut: Tabel Komposisi Dewan Komisaris Perseroan Per 31 Desember 2018 Nama I Wayan Agus Mertayasa Jabatan Dasar Hukum Pengangkatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 7 Januari 2016 Iman Sugema Komisaris Non Independen Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 12 April 2016 Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 7 Januari 2016 Sumiyati Komisaris Non Independen Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 02 September 2015 Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada tanggal 23 Maret 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 347 347 07/05/19 22.59
  350. DEWAN KOMISARIS Tabel Komposisi Dewan Komisaris Perseroan Per 31 Desember 2018 Nama Jabatan Arie Coerniadi Dasar Hukum Pengangkatan Komisaris Non Independen Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Maret 2015 Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tanggal 7 Januari 2016 Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 24 Maret 2015 Garuda Wiko Komisaris Independen Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 17 Maret 2017 *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) PENILAIAN KEMAMPUAN DAN KEPATUTAN Pengangkatan seluruh anggota Dewan Komisaris tersebut berdasarkan pada penilaian kemampuan dan kepatutan yang mengacu pada POJK No.27/POJK.03/2016 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan menyebutkan bahwa calon anggota Dewan Komisaris wajib lulus fit and proper test dan memperoleh persetujuan dari OJK sebelum menjalankan tugas dan fungsi dalam jabatannya. Penilaian kemampuan dan kepatutan yang telah dilaksanakan tersebut mengindikasikan bahwa setiap anggota Dewan Komisaris memiliki integritas, reputasi keuangan yang baik serta kompetensi dan relevan dengan jabatannya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Tabel Daftar Kompetensi dan Fit and Proper Test Dewan Komisaris Nama Jabatan I Wayan Agus Mertayasa Kompetensi/ Keahlian Penyelenggara Uji Kemampuan dan Kepatutan Tanggal Menjabat Efektif Status Komisaris Utama/ Komisaris Independen 1.Keuangan 2.Perbankan Otoritas Jasa Keuangan 6 April 2016 Efektif Iman Sugema Komisaris Non Independen 1.Ekonomi 2.Keuangan Otoritas Jasa Keuangan 21 Juli 2017 Efektif Maurin Sitorus Komisaris Non Independen 1.Hukum 2.Ekonomi Otoritas Jasa Keuangan 06 Juni 2016 Efektif Sumiyati Komisaris Non Independen 1.Audit 2. Keuangan Publik 3.Pengembangan Sumber Daya Manusia Otoritas Jasa Keuangan 22 Februari 2016 Efektif Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen 1.Ekonomi 2.Keuangan Otoritas Jasa Keuangan Arie Coerniadi Komisaris Independen 1.Keuangan 2. Teknologi Informasi Otoritas Jasa Keuangan 29 Juni 2015 Efektif Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen 1.Keuangan 2. Ekonomi Makro 3.Strategi Manajemen Otoritas Jasa Keuangan 15 November 2017 Efektif Kamaruddin Sjam Komisaris Independen 1.Audit 2.Keuangan Otoritas Jasa Keuangan 29 Juni 2015 Efektif Garuda Wiko Komisaris Independen 1.Hukum 2.Pendidikan Otoritas Jasa Keuangan 21 Juli 2017 Efektif *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) 348 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 348 07/05/19 22.59
  351. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DEWAN KOMISARIS Perseroan mengangkat anggota Dewan Komisaris berdasarkan pada , antara lain, POJK No. 33/ POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, POJK No. 27/ POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan, SEOJK No. 39/SEOJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Calon Pemegang Saham Pengendali, Calon anggota Direksi, dan Calon Anggota Dewan Komisaris Bank. Melalui RUPS, Perseroan mengangkat anggota Dewan Komisaris dan berlaku efektif sejak mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang mengacu pada PBI No. 12/23/PBI/2010 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) Pasal 17 yang menyatakan bahwa Dewan Komisaris harus memiliki integritas, kompetensi dan reputasi keuangan. Sejalan dengan Anggaran Dasar Perseroan, pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dapat dilakukan apabila Dewan Komisaris tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik; tidak melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan Anggaran Dasar; terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseroan dan dinyatakan bersalah dengan putusan pengadilan. Selain itu, RUPS juga dapat memberhentikan anggota Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Dewan Komisaris dengan alasan yang tepat demi kepentingan dan tujuan Perseroan sesuai dengan pasal 71 POJK No.55/POJK.03/2016. MASA JABATAN Anggota Dewan Komisaris diangkat untuk jangka waktu terhitung sejak tanggal yang ditetapkan oleh RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan yang ke 5 (lima) setelah tanggal pengangkatannya, dengan syarat tidak boleh melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, namun dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota Dewan Komisaris sebelum masa jabatannya berakhir. Setelah masa jabatannya berakhir, para anggota Dewan Komisaris dapat diangkat kembali oleh RUPS untuk satu kali masa jabatan. PEMBIDANGAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS Fokus atau pembidangan tugas pengawasan masingmasing anggota Dewan Komisaris ditetapkan berdasarkan pada pembagian peran sebagai Ketua dan Wakil Ketua Komite Dewan Komisaris yang disesuaikan dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Berikut adalah pembidangan tugas pengawasan Dewan Komisaris: Tabel Bidang Fokus Pengawasan Dewan Komisaris Nama I Wayan Agus Mertayasa Jabatan Komisaris Utama/Komisaris Independen Fokus Pengawasan Ketua pada Komite Remunerasi dan Nominasi dan Anggota Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko Iman Sugema Komisaris Non Independen Anggota pada Komite Remunerasi dan Nominasi Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Anggota pada Komite Pemantau Risiko Sumiyati Komisaris Non Independen Anggota pada Komite Audit dan Anggota Komite Pemantau Risiko Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen Arie Coerniadi Komisaris Independen Ketua pada Komite Pemantau Risiko dan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Anggota pada Komite Audit dan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Ketua pada Komite Audit dan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Garuda Wiko Komisaris Independen Anggota pada Komite Pemantau Risiko *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 349 349 07/05/19 22.59
  352. DEWAN KOMISARIS PROGRAM ORIENTASI ATAU PENGENALAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS BARU Perseroan senantiasa mengadakan Program Orientasi atau Pengenalan bagi anggota Dewan Komisaris yang baru diangkat agar saling mengenal dan menjalin kerja sama sebagai satu tim yang solid , komprehensif, efektif. Program orientasi tersebut juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai kondisi Perseroan secara umum. Ketentuan terkait program pengenalan Dewan Komisaris telah diatur Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris, meliputi: 1.Pelaksanaan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan Business Ethics di Perseroan. 2. Keterangan mengenai tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi serta hal lain yang tidak diperbolehkan. 3. Gambaran mengenai Perseroan berkaitan dengan tujuan, sifat dan lingkup kegiatan Perseroan, kinerja keuangan, strategi, rencana jangka pendek dan jangka panjang Perseroan, risiko, pengendalian internal dan masalah-masalah strategis lainnya. 4. Keterangan berkaitan dengan kewenangan yang didelegasikan, audit internal dan eksternal, sistem dan kebijakan pengendalian internal serta Komite Audit. Pada tanggal 24 April 2018, Perseroan melalui Sekretaris Perusahaan telah menyelenggarakan program pengenalan kepada Dewan Komisaris dengan materi sebagai berikut: 1. Overview peran, tugas dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris 2. Penerapan kepatuhan dan GCG serta manajemen risiko 3. Hasil audit Perseroan 4. Penerapan budaya perusahaan 5. Overview bisnis Perseroan INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris Perseroan senantiasa menjunjung tinggi prinsip independensi dalam melaksanakan tugasnya, mengutamakan kepentingan Perseroan di atas kepentingan sendiri dan tetap menjaga agar dalam pelaksanaan tugasnya tidak dapat dipengaruhi oleh pihak manapun. KEPEMILIKAN SAHAM DEWAN KOMISARIS Sesuai ketentuan Bank Indonesia, anggota Dewan Komisaris baik secara sendiri-sendiri atau bersama sama dilarang memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain, oleh karenanya Perseroan berupaya meningkatkan kepatuhan terhadap setiap ketentuan yang berlaku dan menjaga independensi setiap Dewan Komisaris yang menjabat salah satunya dengan mewajibkan anggota Dewan Komisaris untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya, baik pada Perseroan, Bank lain, Lembaga Keuangan Bukan Bank dan perusahaan lainnya, yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Kepemilikan Saham Nama Jabatan I Wayan Agus Mertayasa Perseroan % Bank Lain Lembaga Keuangan Bukan Bank Perusahaan Lain Komisaris Utama/Komisaris Independen Nihil Nihil Nihil Nihil Iman Sugema Komisaris Non Independen 0,0007828 Nihil Nihil Nihil Maurin Sitorus Komisaris Non Independen 0,0007828 Nihil Nihil Nihil Sumiyati Komisaris Non Independen 0,0007828 Nihil Nihil Nihil Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen Nihil Nihil Nihil Nihil Arie Coerniadi Komisaris Independen Nihil Nihil Nihil Nihil Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Nihil Nihil Nihil Nihil Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Nihil Nihil Nihil Nihil Garuda Wiko Komisaris Independen Nihil Nihil Nihil Nihil *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) 350 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 350 07/05/19 22.59
  353. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited RANGKAP JABATAN DEWAN KOMISARIS Ketentuan rangkapan jabatan Dewan Komisaris diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris , dimana Anggota Dewan Komisaris hanya dapat merangkap jabatan sebagai Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat pada 1 (satu) lembaga/perusahaan bukan Lembaga keuangan dan Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Perseroan. Tabel Rangkap Jabatan Dewan Komisaris Nama I Wayan Agus Mertayasa Jabatan Komisaris Utama/Komisaris Independen Rangkap Jabatan Tidak Merangkap Iman Sugema Komisaris Non Independen Dosen Tetap Institut Pertanian Bogor (IPB) Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Tidak Merangkap Sumiyati Komisaris Non Independen Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen Staf Ahli Menteri BUMN Arie Coerniadi Komisaris Independen Tidak Merangkap Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Tidak Merangkap Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Tidak Merangkap Garuda Wiko Komisaris Independen Dosen Universitas Tanjungpura *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) Pada tahun 2018, terdapat 4 anggota Dewan Komisaris Perseroan yang memiliki rangkap jabatan, namun Hal ini tidak melanggar ketentuan yang dimuat dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dan peraturan yang berlaku BENTURAN KEPENTINGAN DEWAN KOMISARIS Benturan kepentingan merupakan suatu kondisi dimana kepentingan ekonomis Perseroan berbenturan dengan kepentingan ekonomis pribadi. Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Perseroan dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan Perseroan atau mengurangi keuntungan Perseroan dan wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusannya. Dalam hal terjadi potensi benturan kepentingan Dewan Komisaris sebagaimana yang telah di atur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris adalah sebagai berikut: 1. Mengutamakan kepentingan Perseroan dan tidak mengurangi keuangan Perseroan dalam hal terjadi benturan kepentingan 2.Menghindari diri dari pengambilan keputusan dalam situasi dan kondisi adanya benturan kepentingan Eksekutif pada 1 (satu) lembaga/ perusahaan bukan Lembaga keuangan dan Anggota Dewan Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif yang melaksanakan fungsi pengawasan pada 1 (satu) perusahaan anak bukan Bank yang dikendalikan oleh Perseroan. 3. Melakukan pengungkapan hubungan kekeluargaan, hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan dengan Anggota Komisaris lain dan/atau anggota Direksi dan/atau pemegang saham pengendali Bank dan/ atau pihak lainnya dalam rangka bisnis Perseroan. 4. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil pada kondisi adanya benturan kepentingan. PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja dan rapat yang diatur tersendiri dalam Keputusan Dewan Komisaris No.01/DEKOM-BTN/2017 Tentang Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 10 Agustus 2017. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris disusun berdasarkan prinsip-prinsip hukum korporasi, ketentuan Anggaran Dasar, peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, arahan Pemegang Saham serta praktik-praktik terbaik (best practices) Good Corporate Governance. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 351 351 07/05/19 22.59
  354. DEWAN KOMISARIS Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dapat memberikan panduan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris dengan lebih terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja Dewan Komisaris . Secara ringkas, isi yang terkandung dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris meliputi: Cakupan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Bab I Pendahuluan Bab II Landasan Hukum Bab III Visi, Misi dan Nilai Budaya Perusahaan Bab IV Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris berisikan: 1) Struktur dan Komposisi Dewan Komisaris; 2) Persyaratan Anggota Dewan Komisaris; 3) Kriteria tambahan bagi anggota Dewan Komisaris yang juga merupakan Komisaris Independen; 4) Rangkap Jabatan; 5) Pengangkatan dan Pemberhentian; 6) Masa Jabatan; 7) Tugas dan Tanggung Jawab; 8)Kewajiban; 9) Hak dan Wewenang; 10) Mekanisme Pembagian Tugas dan Wewenang Dewan Komisaris; 11)Larangan; 12) Etika Jabatan; 13) Waktu Kerja; 14) Pengaturan Rapat; 15)Kepemimpinan; 16) Evaluasi Kinerja; 17) Pelaporan dan Pertanggung Jawaban; dan 18) Sekretaris Dewan Komisaris dan Komite di bawah Dewan Komisaris Bab V Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi yang berisikan: 1) Ketentuan Umum; 2) Laporan Direksi kepada Dewan Komisaris; 3) Pemeriksaan Dewan Komisaris di Tempat Perseroan; 4) Pemberian Nasihat oleh Dewan Komisaris kepada Direksi; 5) Perbuatan Direksi yang memerlukan Persetujuan Dewan Komisaris; 6) Perbuatan Direksi yang Memerlukan Konsultasi Dewan Komisaris; dan 7) Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Bab VI Hubungan dengan Pemangku Kepentingan Bab VII Mekanisme Perubahan Bab VIII Penutup Pengungkapan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris secara lengkapnya dapat dilihat pada website Perseroan dengan alamat www.btn.co.id (menu Investor Relation – kebijakan tata kelola). TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DEWAN KOMISARIS Sesuai dengan Anggaran Dasar dan wewenang yang diberikan oleh RUPS serta yang tercantum dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja, Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Tugas Komisaris Utama 1.Memastikan fungsi Dewan Komisaris berjalan baik; 2. Memimpin rapat Dewan Komisaris; 3. Mengkoordinasikan dan menetapkan agenda rapat Dewan Komisaris secara efektif termasuk kebijakan dan isu-isu strategis; 4. Menciptakan budaya keterbukaan dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif; 352 5. Memastikan penyampaian informasi yang benar dan sesuai antara Dewan Komisaris dengan Direksi; 6.Memberikan saran dan memelihara hubungan yang efektif dan sehat dengan Direksi Tugas dan Tanggung Jawab Utama Dewan Komisaris 1. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan Perseroan oleh Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Rencana Jangka Panjang (RJP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahunan, ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan RUPS, peraturan perundangundangan, untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan usaha Perseroan serta melakukan tugas secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran Dasar, perundangundangan dan/atau keputusan RUPS; Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 352 07/05/19 22.59
  355. 2 . Menyusun pembagian tugas di antara Anggota Dewan Komisaris sesuai dengan keahlian dan pengalaman masing-masing Anggota Dewan Komisaris; 3. Menyusun program kerja dan target kinerja Dewan Komisaris tiap tahun serta mekanisme peer review terhadap kinerja Dewan Komisaris; 4.Menyusun mekanisme penyampaian informasi dari Dewan Komisaris kepada Stakeholders. 5.Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris kepada RUPS; 6. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan Action Plan Peningkatan GCG, Dewan Komisaris melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan manajemen perkreditan yang sehat dan penerapan GCG dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi; 7. Dalam kaitannya dengan pelaksanaan Action Plan Peningkatan GCG, Dewan Komisaris melakukan pengawasan secara aktif melalui Rapat Dewan Komisaris dan/atau Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi, terkait pelaksanaan Implementasi GCG. Wewenang Dewan Komisaris 1.Meminta keterangan dan/atau penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat Perseroan di bawah Direksi mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan; 2. Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi; 3.Meminta Direksi menghadiri Rapat Dewan Komisaris; 4.Meminta keterangan dan/atau penjelasan dari Pejabat di bawah Direksi mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan, baik dalam rangka pelaksanaan tugas dan kewenangan Dewan Komisaris, tanpa terlebih dahulu harus sepengetahuan Direksi; 5. Mengangkat dan memberhentikan seorang Sekretaris Dewan Komisaris, atas usulan Pemegang Saham Seri A Dwiwarna; 6. Membentuk Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi, Komite Pemantau Risiko, dan komite lainnya jika dianggap perlu dengan memperhatikan kebutuhan Perseroan; 7. Melakukan tindakan Pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentutan Anggaran Dasar Bank; 8.Menghadiri rapat Direksi dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan. 9. Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar, dan/atau keputusan RUPS. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PELAKSANAAN TUGAS PENGAWASAN DEWAN KOMISARIS 2018 Sepanjang tahun 2018 Dewan Komisaris telah mengarahkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis sebagai bentuk tugas pengawasan Dewan Komisaris yang meliputi: 1. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan Perseroan oleh Direksi termasuk pengawasan terhadap: • Rencana Bisnis Bank 2017-2019 dan realisasinya • Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahunan dan realisasinya • Evaluasi pencapaian Kinerja Bulanan • Peraturan perundang-undangan, untuk kepentingan Bank dan sesuai dengan maksud dan tujuan bisnis Bank. • Cetak Biru Transformasi Perseroan 2. Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran Dasar, perundangundangan, ketentuan Bank Indonesia dan/atau keputusan RUPS, di antaranya adalah: • Mengawasi dan memberikan nasihat kepada Direksi dalam menjalankan kegiatan bisnis Bank (kebijakan kepengurusan oleh Direksi). • Mengawasi efektivitas penerapan Tata Kelola pada setiap tingkatan dan jenjang organisasi Bank. • Mengawasi pelaksanaan manajemen risiko, compliance dan Internal Audit. • Memantau dan mengevaluasi kinerja Direksi. • Memantau kepatuhan Bank terhadap peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundangundangan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan pihak-pihak lainnya. • Mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan RJP, RBB dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). • Mengkaji pembangunan dan pemanfaatan teknologi informasi. 3. Memberikan pendapat dan saran secara tertulis kepada RUPS mengenai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJP), Rencana Bisnis Bank (RBB) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang diusulkan Direksi; 4. Memberikan pendapat kepada RUPS mengenai masalah strategis atau yang dianggap penting, termasuk pendapat mengenai kelayakan Visi dan Misi Bank. 5.Meneliti dan menelaah laporan berkala dan Laporan Tahunan yang disiapkan Direksi, termasuk laporan hasil audit intern Bank. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 353 353 07/05/19 22.59
  356. DEWAN KOMISARIS 9 .Melaksanakan review atas budaya kerja perusahaan 10.Memonitor pelaksanaan reimbursement dana kredit Fasilitas Likuiditas Pembiyaan Perumahan (FLPP). 11. Memberikan arahan dan saran-saran kepada Direksi atas pemberian kredit yang dikonsultasikan kepada Dewan Komisaris oleh Direksi. 6. Memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Satuan Kerja Audit Intern Bank, auditor eksternal, hasil pengawasan Bank Indonesia dan/atau hasil pengawasan otoritas lain. 7. Memastikan bahwa komite yang telah dibentuk telah menjalankan tugasnya secara efektif. 8.Melaksanakan review atas struktur organisasi PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI DEWAN KOMISARIS Dewan Komisaris juga melakukan pelatihan/seminar dalam rangka meningkatkan peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan atau bidang lainnya yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, masing-masing anggota Komisaris Perseroan merencanakan minimal 1 (satu) kali dalam satu tahun untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan/atau seminar baik di dalam maupun di luar negeri. Informasi Seminar/workshop yang telah diikuti oleh Anggota Dewan Komisaris selama periode JanuariDesember 2018, sebagai berikut: No 1 2 3 4 5 6 7 Nama I Wayan Agus Mertayasa Kamaruddin Sjam Ari Coerniadi Lucky Fathul Aziz Hadibrata Garuda Wiko Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Penyelenggara Komisaris Non Independen Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Keterangan Pendidikan 06/10/2018 14/10/2018 LSPP & MMUGM Int Risk Management & Treasury Dealer Refreshment Programe Executives 07/03/2018 10/03/2018 CLDI Expand Leadership Program For BOD/BOC. 02/07/2018 09/07/2018 LPPI Executive Risk Management Refreshment Program 29/09/2018 07/09/2018 IIA Madrid ECIIA Conference and On-Site Learning Program 2018 28/08/2018 29/08/2018 IIA IIA 2018 Conference 16/04/2018 20/04/2018 SRW Transforming ASEAN Organization: The Leadership Imperative 27/09/2018 28/09/2018 BARA Key Risk Management Challegers in 2018 16/04/2018 20/04/2018 SRW Transforming ASEAN Organization: The Leadership Imperative 12/07/2018 13/07/2018 BARA BARa Risk Forum 05/09/2018 06/09/2018 IICD In Depth Directorship Program 27/09/2018 28/09/2018 BARA Key Risk Management Challegers in 2018 06/12/2018 07/12/2018 ERMA CRMS International Conference Risk Beyond 16/04/2018 20/04/2018 SRW Transforming ASEAN Organization: The Leadership Imperative 06/10/2018 14/10/2018 LSPP & MMUGM Int Risk Management & Treasury Dealer Refreshment Programe Executives 25/02/2018 03/03/2018 MMUGM International Risk Management Refreshment Program Foe Executive 25/02/2018 03/03/2018 MMUGM International Risk Management Refreshment Program Foe Executive 02/07/2018 09/07/2018 LPPI Executive Risk Management Refreshment Program Komisaris Independen Iman Sugema 354 Tanggal Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 354 07/05/19 22.59
  357. No 8 9 Nama Sumiyati Parman Nataatmadja Jabatan Komisaris Non Independen Komisaris Non Independen Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Tanggal Penyelenggara Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Keterangan Pendidikan 02 /07/2018 09/07/2018 LPPI Executive Risk Management Refreshment Program 15/09/2018 22/09/2018 CRMS Enterprise Risk Management 28/08/2018 29/08/2018 IIA IIA 2018 Conference 02/05/2018 09/05/2018 Sandra Chalick Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko Level 1 Komisaris LSPP Uji Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko Level 1 Komisaris 04/06/2018 RAPAT DEWAN KOMISARIS Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris selama tahun 2018 terkait dengan frekuensi, agenda, dan peserta Rapat dibahas lebih lanjut pada Bab tersendiri dengan Judul Rapat Dewan Komisaris dan Direksi pada Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini. KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DEWAN KOMISARIS Pada tahun 2018, Dewan Komisaris telah menerbitkan sebanyak 145 (seratus empat puluh lima) surat berisi keputusan pengawasan dan pemberian nasehat beberapa aspek penting antara lain terkait sebagai berikut: NO Keputusan/Saran 1 Arahan dan nasihat dalam konsultasi kredit 2 Persetujuan penyediaan dana kepada pihak terkait 3 Persetujuan Struktur Organisasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 4 Peningkatan Supervisi Pemenuhan Kewajiban Giro Wajib Minimum 5 Tindak Lanjut Pengaduan Nasabah 6 Persetujuan Penetapan Peringkat Peserta Pengadaan Jasa Kantor Akuntan Publik 7 Persetujuan Rencana Kegiatan Pendidikan Tahun 2018 8 Persetujuan atas Perubahan SOP Layanan Priority Banking 9 Persetujuan Pengangkatan kepala Satuan Kerja Audit Internal (SKAI) 10 Persetujuan Pemenang Pengadaan KAP Pelaksana Jasa General Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2018 & Laporan Keuangan Pelaksanaan PKBL Tahun Buku 2018 Bank BTN 11 Tanggapan atas Draft Publikasi Laporan Keuangan Per 31 Desember 2017 (Audited) 12 Persetujuan Pemenang Pengadaan KAP Pelaksana Jasa General Audit Laporan Keuangan Tahun Buku 2018 & Laporan Keuangan Pelaksanaan PKBL Tahun Buku 2018 Bank BTN 13 Tanggapan Dewan Komisaris atas Kinerja Bank BTN Triwulan IV Tahun 2017 14 Tanggapan Pengadaan dan Usulan Penetapan KAP 2018 15 Persetujuan Laporan Tahunan 16 Keterlambatan Penyampaian Laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan 17 Rekomendasi dan Penilaian Calon Anggota Direksi 18 Penilaian Kinerja Pegawai Penugasan Khusus pada Sekretariat Dewan Komisaris 19 Persetujuan Kebijakan tentang Pedoman Kerja Sama Badan Usaha Milik Negara 21 Persetujuan Review PKMR Bank BTN Tahun 2017 22 Persetujuan Peraturan Direksi tentang Pengelolaan pengaduan Nasabah 23 Perubahan Susunan Keanggotaan Komite Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 355 355 07/05/19 22.59
  358. DEWAN KOMISARIS NO Keputusan /Saran 24 Persetujuan Rekomendasi Anggota Dewan Pengawas Syariah Unit Usaha Syariah 25 Rekomendasi Remunerasi Dewan Pengawas Syariah Perseroan 26 Persetujuan Struktur Organisasi dan ketentuan Jabatan SEVP PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk 27 Rekomendasi dan Penilaian Calon Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris 28 Pengangkatan Tenaga Ahli Dewan Komisaris 29 Pelaporan Profil Risiko Bank kepada Otoritas Jasa Keuangan 30 Pembagian Supervisi Dewan Komisaris dalam Rangka Internalisasi Budaya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 31 Arahan Dewan Komisaris atas Performance Review Bulan Maret 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 32 Permintaan Data dan Informasi Perkembangan Implementasi Cetak Biru Bank BTN 33 Arahan Dewan Komisaris atas kinerja dan Proses Bisnis PT BTN 34 Peningkatan Pengadilan Internal dalam Pengelolaan Simpanan Pihak Ketiga 35 Peningkatan Pengelolaan Kredit yang termasuk dalam kolektivitas 2 dan 5 36 Tanggapan atas Key Performance Indicators (KPI) Dewan Komsiaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 37 Pemenuhan Formasi Staf Dewan Komisaris 38 Optimalisasi Pengendalian Internal Unit Kerja 39 Penetapan Gaji Honorarium, Tunjangan, dan Fasilitas untuk Tahun 2018 serta Tantiem atas Kinerja Tahun Buku 2017 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 40 Pelaksanaan Eksternal Validation Sebagai Bagian dalam Kegiatan Penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard 41 Arahan Dewan Komisaris atas Kinerja Perusahaan Bulan Mei 2018 42 Persetujuan Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2018 dan Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2018 2020 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 43 Pelaporan Tingkat Kesehatan Bank dan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) kepada Otoritas Jasa Keuangan 44 Review Peraturan Hapus Buku dan Implementasi PSAK 71 pada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 45 Tindak Lanjut Permohonan Tanggapan Tertulis atas RSEOJK tentang Layanan Pengaduan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan 46 Persetujuan Revisi Surat Edaran Direksi tentang Tenaga Alih Daya 47 Pembayaran Komponen Remunerasi Long Term Incentive (LTI) Direksi dan Dewan Komisaris 48 Arahan Dewan Komisaris Terhadap Antisipasi dan Tindak Lanjut Kejadian Fraud di BTN 49 Arahan Dewan Komisaris atas Performance Review sampai dengan Juli 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 50 Pencatatan Kembali Aktiva yang Telah Dihapusbuku dari Neraca 51 Arahan Dewan Komisaris Pencapaian Target Kinerja Bank 52 Permohonan Persetujuan Batas Wewenang Memutus Kredit (BWMK) Komersial yang Dikonsultasikan kepada Dewan Komisaris PT Bank Tabungan Negara Tbk 53 Pengadaan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tahun Buku 2019 54 Program Human Capital Management untuk Mendukung Transformasi Bank 55 Tanggapan Dewan Komisaris atas Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Triwulan III 2018 56 Persetujuan Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2019 - 2021 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2019 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 57 Rencana Penyertaan Modal pada PT Permodalan Nasional Madami Investment Management (PNMIM) 58 Penyampaian Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 59 Progress Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Eksternal 60 Persetujuan usulan Risk Appetite dan Risk Tolerance PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2019 61 Rekomendasi Program Strategic Human Capital Management Tahun 2019 62 Persetujuan Prinsip Evaluasi Tugas Direktur Kepatuhan Strategi & Transformasi sebagai Tindak Lanjut Temuan OJK 356 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 356 07/05/19 22.59
  359. REKOMENDASI , PERSETUJUAN DAN NASIHAT DEWAN KOMISARIS Perseroan senantiasa melakukan monitor tindak lanjut penyelesaiannya atas setiap keputusan hasil Rapat Dewan Komisaris dan Direksi yang tertuang dalam Risalah Rapat pada setiap Rapat berikutnya. Dewan Komisaris telah memberikan berbagai rekomendasi yang disampaikan kepada Pemegang Saham. Sepanjang tahun 2018, persetujuan Dewan Komisaris dan nasihat Dewan Komisaris antara lain sebagai berikut: 1. Rekomendasi Dewan Komisaris • Penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang melakukan Jasa Audit Laporan Keuangan Bank •Rencana Penyertaan Modal Bank pada Perusahaan Anak •Batasan dan Kriteria perbuatan Direksi yang tidak memerlukan Persetujuan Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. 2. Persetujan Dewan Komisaris • Surat Kesepakatan Bersama tentang Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dan Direksi • Cetak Biru Transformasi Perseroan •Kebijakan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme •Kebijakan Business Continuity Management • Recovery Plan • Kriteria dan Kewenangan Direksi sesuai Anggaran Dasar • Penyediaan Dana Pada Pihak Terkait • RKAP 2018 dan RBB 2018-2020. 3. Nasihat-nasihat Dewan Komisaris • Tindak Lanjut Rekomendasi Auditor Eksternal dan Internal • Pelaksanaan Strategi Anti Fraud dan Whistle Blowing System • Strategi Penanganan Kredit Bermasalah • Strategi Peningkatan Dana Pihak Ketiga • Perbaikan Manajemen Perkreditan •Pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia dan Budaya Perusahaan. PENILAIAN KINERJA Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja terhadap Dewan Komisaris sendiri, kinerja terhadap Direksi baik secara individual maupun kolegial dan kinerja terhadap masing-masing komite sebagai Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited organ penunjang Dewan Komisaris. Penilaian kinerja tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasehat yang efektif. Adapun untuk masing-masing penilaian kenerja dijelaskan sebagai berikut: Penilaian Kinerja Dewan Komisaris Kebijakan Umum mengenai penilaian serta evaluasi kinerja Dewan Komisaris mengacu pada Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Perseroan. Pelaksanaan penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan penyampaian laporan kinerja Dewan Komisaris yang selanjutnya akan dievaluasi oleh Pemegang Saham. Prosedur Pelaksanaan Penilaian Kinerja Dewan Komisaris Prosedur pelaksanaan evaluasi atas kinerja Dewan Komisaris dilaporkan kepada pemegang saham melalui RUPS. RUPS merupakan rapat yang dihadiri oleh Pemegang Saham yang memenuhi syarat kuorum dan diselenggarakan oleh Direksi atas permintaan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris atau pemegang saham yang mewakili 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dalam rangka mengambil keputusan dan/ atau untuk pengambilan keputusan atas hal-hal yang kewenangannya tidak diserahkan kepada Direksi atau Dewan Komisaris. Selain itu Dewan Komisaris juga memiliki mekanisme penilaian yang mengacu kepada POJK dan Peraturan Kementerian BUMN sebagai berikut: 1.Penilaian Self Assessment sesuai dengan SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 Dewan Komisaris telah merumuskan Key Performance Indicator (KPI) berdasarkan 3 (tiga) aspek yaitu: aspek pengawasan dan pengarahan, aspek pelaporan serta aspek dinamis (lainnya terkait tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris), 2. Penilaian kinerja Dewan Komisaris juga dilakukan melalui mekanisme Self Assessment GCG berdasarkan ketentuan POJK No.55/POJK.03/2016, dan 3. Third Party Assessment dengan menggunakan standar internasional yaitu ASEAN CG Scorecard. Penjelasan lebih lanjut mengenai hasil Self Assessment GCG Bank berdasarkan ketentuan BI/OJK dan ASEAN CG Scorecard diuraikan pada bagian Membangun Komitmen Implementasi GCG Perseroan Berkelanjutan pada Laporan Tahunan ini. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 357 357 07/05/19 22.59
  360. DEWAN KOMISARIS Kriteria Penilaian Kinerja Dewan Komisaris Kriteria penilaian Dewan Komisaris dilakukan dengan beberapa alat ukur di antaranya : •Indikator Kinerja Dewan Komisaris (Key Performance Indicator/KPI) • Self Assessment GCG Bank • ASEAN CG Scorecard Pelaksanaan penilaian kinerja Dewan Komisaris dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria penilaian yang terkait dengan pelaksanaan pelaksanaan fungsi Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi demi kepentingan Perseroan dan Pemegang Saham khususnya serta pihak yang berkepentingan pada umumnya yang selanjutnya akan dievaluasi oleh Pemegang Saham. Pihak yang Melakukan Penilaian Dewan Komisaris Pihak yang melakukan assessment atas kinerja Dewan Komisaris yaitu Pemegang Saham dalam RUPS. Penilaian dilakukan berdasarkan parameter kriteria Penilaian Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris dalam Self Assessment pelaksanaan GCG sebagaimana diatur pada Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 13/SEOJK.03/2017 tanggal 17 Maret 2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. Pencapaian Indikator Kinerja Dewan Komisaris (KPI) Penilaian kinerja Dewan Komisaris berdasarkan Indikator Kinerja menunjukan bahwa secara keseluruhan Dewan Komisaris berhasil mencapai target yang ditetapkan. Key Performance Indicator (KPI) Dewan Komisaris 2018 No   Program Kerja Dewan Komisaris   II III Nilai Nilai Terbobot (4) (5) (6) (2):(1) *) Perhitungan Nilai (3)x(5)     Realisasi KPI Bobot % (1)   (2) (3)   I Nilai Target KPI       Aspek Pengawasan dan Arahan   70   1. Review dan Tanggapan RBB dan RKAP 4 kali 4 7 5 175% 4 280 20 2. Review dan Tanggapan Kinerja Bank 12 kali 12 15 20 125% 4 80 3. Review Tindaklanjut hasil/temuan Audit Internal/Eksternal 6 kali 6 12 5 200% 4 20 4. Rapat Dewan Komisaris 24 kali 24 82 20 342% 4 80 5. Memberi Tanggapan /Nasihat / Persetujuan/Saran/Arahan kepada Direksi 24 kali 24 145 20 604% 4 80 Aspek Pelaporan   20   1. Menyusun dan menyampaikan Program Kerja Tahunan 1 kali 1 1 5 100% 3 15 2. Menyampaikan Laporan/pendapat kepada Pegegang Saham/ RUPS 4 kali 4 4 10 100% 3 30 3. Menyampaikan Laporan Tentang Tugas Pengawasan (Regulator) 2 kali 2 2 5 100% 3 15 Aspek Dinamis / Lain-lain       10   1. Pengenalan / Induksi 1 kali 1 1 2 100% 3 6 2. Peningkatan Kompetensi 16 kali 16 20 3 125% 4 12 3. Pengesahan RKAP dan LPT (Laporan Pertanggungjawaban Tahunan kepada RUPS 1 kali 1 1 5 100% 3 15 100   Total Nilai 60 33 373 NILAI 358 ISTIMEWA Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 358 07/05/19 22.59
  361. *) Perhitungan Nilai Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited   Hasil Nilai Rentang Nilai Kinerja Terbobot Kategori >110% 4 351 - 400 ISTIMEWA > 95% - < 110% 3 281 - 350 SANGAT BAIK > 85% - < 95% 2 101 - 280 BAIK > 75% - < 85% 1 0 - 100 CUKUP Penilaian Dewan Komisaris terhadap Kinerja Direksi Penilaian kinerja terhadap Direksi ditentukan berdasarkan tugas dan tanggung jawab pengurusan oleh Direksi yang tercantum pada Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, Anggaran Dasar dan Amanat Pemegang Saham yang dituangkan dalam tolok ukur kriteria penilaian kinerja Direksi dan masing-masing Direksi, selanjutnya laporan penilaian kinerja Direksi dan masing-masing anggota Direksi dievaluasi oleh Dewan Komisaris untuk kemudian disampaikan kepada Pemegang Saham. Proses penilaian kinerja Direksi dilaksanakan dalam RUPS. Meski demikian, sepanjang tahun 2018, Dewan Komisaris yang menjalankan tugas atas pengawasan Perseroan menilai bahwa Direksi telah melakukan pengelolaan Perseroan dengan sangat baik, sejalan dengan visi, misi dan tujuan Perseroan. Penilaian Dewan Kinerja Komite Komisaris terhadap Dewan Komisaris senantiasa melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala atas kinerja komite-komite di bawah Dewan Komisaris yang meliputi Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Nominasi dan Remunerasi. Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan realisasi dan penyelesaian program kerja yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Komite serta dilaporkan kepada Dewan Komisaris dalam laporan masing-masing komite. Adapun dasar penilaian kinerja Komite mencakup (1) realisasi laporan pelaksanaan tugas Komite sesuai dengan tanggung jawab masing-masing, (2) rekomendasi yang diberikan dan (3) frekuensi rapat yang dilakukan Komite sehingga dapat membantu fungsi pengawasan dan pemberian nasehat Dewan Komisaris. Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab melakukan pengawasan atas hal-hal yang terkait dengan informasi keuangan, sistem pengendalian internal, efektivitas pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal, efektivitas pelaksanaan manajemen risiko serta kepatuhan terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku. Selama tahun 2018, Komite Audit telah memantau dan mengevaluasi perencanaan dan pelaksanaan audit serta tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupun pengendalian internal. Komite Pemantau Risiko bertugas dan bertanggung jawab dalam memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris dengan melakukan evaluasi atas pedoman kebijakan manajemen risiko Bank (Risiko Kredit, Risiko Pasar, Risiko Likuiditas, Risiko Operasional, Risiko Hukum, Risiko Stratejik, Risiko Kepatuhan dan Risiko Reputasi), melakukan evaluasi kesesuaian antara pedoman kebijakan manajemen risiko Bank dengan pelaksanaannya dan melakukan pemantauan serta mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Pemantau Risiko mengadakan rapat dengan Enterprise Risk Management Division secara berkala membahas isu-isu terkini, Profil Risiko Triwulanan Perseroan, Tingkat Kesehatan Bank dan hal-hal yang terkait dengan manajemen risiko Perseroan termasuk ikut mereview Pedoman Kebijakan Manajemen Risiko yang di dalamnya terdapat Risk Appetite dan Risk Tolerance Perseroan. Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki tugas dan tanggung jawab membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya di bidang yang berkaitan dengan nominasi dan remunerasi terhadap anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Selama tahun 2018, Komite Remunerasi dan Nominasi telah membantu Dewan Komisaris menganalisa data bakal calon anggota Direksi serta mengidentifikasi calon anggota Dewan Komisaris yang memenuhi syarat serta mengusulkan sistem remunerasi yang sesuai bagi Direksi dan Dewan Komisaris berupa sistem penggajian/honorarium, fasilitas/tunjangan, tantiem. Pada tahun 2018, Dewan Komisaris telah melakukan penilaian atas efektivitas kinerja komite-komite di bawah Dewan Komisaris. Dewan Komisaris menilai bahwa sepanjang tahun buku komite-komite telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan cukup efektif dilihat dari pencapaian Key Performance Indicator (KPI) masing-masing komite. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 359 359 07/05/19 22.59
  362. KOMISARIS INDEPENDEN KRITERIA KOMISARIS INDEPENDEN Keberadaan Komisaris Independen bertujuan untuk menciptakan jalannya kegiatan usaha yang lebih obyektif dan independen , dan juga untuk menjaga “fairness” serta mampu memberikan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham mayoritas dan perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham minoritas termasuk pemangku kepentingan lainnya. Pemenuhan kriteria independensi masing-masing Komisaris Independen Perseroan dapat dilihat pada tabel berikut: Kriteria Nama 1 2 3 4 Status I Wayan Agus Mertayasa √ √ √ √ Independen Arie Coerniadi √ √ √ √ Independen Lucky Fathul Aziz Hadibrata √ √ √ √ Independen Kamaruddin Sjam √ √ √ √ Independen Garuda Wiko √ √ √ √ Independen Keterangan Kriteria Independensi 1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Emiten atau Perusahaan Publik tersebut dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir, kecuali untuk pengangkatan kembali sebagai Komisaris Independen Emiten atau Perusahaan Publik pada periode berikutnya; 2. Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada Emiten atau Perusahaan Publik tersebut; 3. Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Emiten atau Perusahaan Publik, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau pemegang saham utama Emiten atau Perusahaan Publik tersebut; 4. Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupung tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan Publik. JUMLAH KOMISARIS INDEPENDEN Perseroan memiliki Komisaris Independen yang efektif per tanggal 31 Desember 2018 sebanyak 5 (lima) orang dari total jumlah Komisaris efektif sebanyak 8 (delapan) orang atau sebesar 62,5% dari jumlah Komisaris, sehingga telah memenuhi ketentuan komposisi minimal 50% (Jumlah Komisaris Independen/Total Komisaris) sesuai dengan Peraturan Otorisasi Jasa Keuangan No.55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. 360 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 360 07/05/19 22.59
  363. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PERNYATAAN INDEPENDENSI ANGGOTA KOMISARIS INDEPENDEN Komisaris Independen Perseroan , telah membuat dan menandatangani Surat Pernyataan Independensi dan telah disampaikan kepada OJK, dengan masing-masing pernyataan sebagai berikut: 1.) Tidak memiliki hubungan keuangan, hubungan kepengurusan, hubungan kepemilikan, dan/atau hubungan keluarga dengan Bank, yang dapat mempengaruhi kemampuan saya untuk bertindak independen sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yan mengatur mengenai Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum; 2.) Apabila di kemudian hari ditemukan bahwa saya memiliki hubungan sebagaimana dimaksud pada angka 1, maka saya bersedia melepaskan jabatan Komisaris Independen saya dan bersedia untuk diganti. Di samping membuat pernyataan independensi, anggota Dewan Komisaris juga berkewajiban untuk melapor apabila terjadi perubahan status yang mempengaruhi independensinya serta memastikan praktik ini telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip GCG. Secara rinci, surat pernyataan independensi yang dimaksud sebagaimana yang tercatum di bawah ini: Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 361 361 07/05/19 22.59
  364. DIREKSI Direksi merupakan organ dalam pelaksanaan Tata Kelola yang bertanggung jawab penuh atas jalannya pengelolaan Perseroan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan . Direksi bertanggung jawab mengelola dan menetapkan arah strategis Perseroan, memanfaatkan dan menjaga aset Perseroan untuk tujuan dan kepentingan Perseroan. Untuk selanjutnya, Direksi melaporkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Dewan Komisaris. DASAR HUKUM Dasar hukum penunjukan Direksi mengacu pada beberapa ketentuan, antara lain: 1.Undang Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 2.Undang Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 10 tahun 1998. 3. Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/1/PBI/2009 tanggal 27 Januari 2009 tentang Bank Umum. 4. PBI No. 11/1/PBI/2009 tanggal 27 Januari 2009 tentang Bank Umum. 5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 33/ POJK.04/2014 tanggal 8 December 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. 6. POJK No. 27/POJK.03/2016 tanggal 22 Juli 2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan. 7. Surat Edaran OJK (SEOJK) No. 39/SEOJK.03/2016 tanggal 13 September 2016 tentang tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Calon Pemegang Saham Pengendali, Calon Anggota Direksi dan Calon Anggota Dewan Komisaris Bank. 8. POJK No. 55/POJK.03/2016 tanggal 7 Desember 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. 9. POJK No. 18/POJK.03/2016 tanggal 16 Maret 2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum. 10.POJK No. 37/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program Alih Pengetahuan di Sektor Perbankan. 11.POJK No. 46/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum. 12.Anggaran Dasar Bank. JUMLAH DAN KOMPOSISI DIREKSI Per 31 Desember 2018, Jumlah anggota Direksi Perseroan adalah sebagai berikut: Nama Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Maryono Direktur Utama Diangkat kembali untuk periode ke-2 pada RUPS Tahunan Perseroan tanggal 17 Maret 2017 Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury RUPS Tahunan Perseroan tanggal 25 Februari 2014 Andi Nirwoto Direktur IT & Operation RUPS Tahunan Perseroan tanggal 23 Maret 2018 Oni Febriarto Rahardjo Direktur Commercial Banking RUPS Tahunan Perseroan tanggal 24 Maret 2015 Budi Satria Direktur Consumer Banking RUPS Tahunan Perseroan tanggal 17 Maret 2017 R. Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk RUPS Tahunan Perseroan tanggal 17 Maret 2017 Nixon L.P Napitupulu Direktur Collection & Asset Management RUPS Tahunan Perseroan tanggal 17 Maret 2017 Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network RUPS Luar Biasa Perseroan tanggal 28 Desember 2017 Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital RUPS Tahunan Perseroan tanggal 23 Maret 2018 362 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 362 07/05/19 22.59
  365. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Pengangkatan Direksi tersebut telah berdasarkan pada kualifikasi personil sebagaimana diatur POJK No .27/ POJK.03/2016 tentang Uji Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan menyebutkan bahwa calon anggota Direksi wajib lulus fit and proper test dan memperoleh persetujuan dari OJK sebelum menjalankan tugas dan fungsi dalam jabatannya. PENILAIAN KEMAMPUAN DAN KEPATUTAN Seluruh calon Direksi periode tahun 2018 telah lulus dalam fit and proper test dan memperoleh persetujuan dari OJK sebelum diangkat menjadi Direksi Perseroan melalui RUPS untuk menjalankan tugas dan fungsi dalam jabatannya tersebut. Tabel Daftar Kompetensi dan Fit and Proper Test Direksi Nama Jabatan Kompetensi/ Keahlian Penyelenggara Uji Kemampuan dan Kepatutan Tanggal Menjabat Efektif Maryono Direktur Utama 1.Perbankan 2.Leadership 3. Strategic Management Otoritas Jasa Keuangan 17 Maret 2017 Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury 1.Keuangan 2. Treasury Otoritas Jasa Keuangan 16 Juni 2014 Andi Nirwoto Direktur IT & Operation 1. Operation 2.IT Otoritas Jasa Keuangan Oni Febriarto Rahardjo Direktur Commercial Banking 1.Perkreditan 2. Commercial Banking Budi Satria Direktur Consumer Banking R. Mahelan Prabantarikso Periode Jabatan Status RUPST 17 Maret 2017 – RUPST 17 Maret 2022 Efektif RUPST 25 Februari 2014 – RUPST 25 Februari 2019 Efektif 10 September 2018 RUPST 23 Maret 2018 – 23 Maret 2023 Efektif Otoritas Jasa Keuangan 19 Mei 2015 RUPST 24 Maret 2015 – 24 Maret 2020 Efektif 1.Consumer Banking 2. Manajemen Otoritas Jasa Keuangan 25 Juli 2017 RUPST 17 Maret 2017 – RUPST 17 Maret 2022 Efektif Direktur Strategy, Compliance & Risk 1.Compliance 2. Risk Management Otoritas Jasa Keuangan 25 Juli 2017 RUPST 17 Maret 2017 – RUPST 17 Maret 2022 Efektif Nixon L.P Napitupulu Direktur Collection & Asset Management 1.Perkreditan 2. Collection 3.Asset Management Otoritas Jasa Keuangan 25 Juli 2017 RUPST 17 Maret 2017 – RUPST 17 Maret 2022 Efektif Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network 1. Finance 2. Distribution Network Otoritas Jasa Keuangan 26 Juni 2018 RUPSLB 28 Desember 2017 – RUPST 17 Maret 2022 Efektif Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital 1.Hukum 2.Perkreditan Otoritas Jasa Keuangan 10 September 2018 RUPST 23 Maret 2018 – RUPST 23 Maret 2023 Efektif MASA JABATAN Anggota Direksi diangkat untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya RUPS atau tanggal lain yang ditetapkan oleh RUPS yang mengangkatnya dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan yang ke 5 (lima) setelah tanggal pengangkatannya, dengan syarat tidak boleh melebihi jangka waktu 5 (lima) tahun, dengan memperhatikan peraturan perundangundangan termasuk peraturan di bidang Pasar Modal, namun dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota Direksi sebelum masa jabatannya berakhir. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN DIREKSI Penggantian dan/atau pengangkatan anggota Direksi Perseroan senantiasa memperhatikan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi, dimana Komite Remunerasi dan Nominasi mengajukan rekomendasi calon-calon anggota Direksi kepada Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Pengendali untuk diajukan kepada RUPS. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Direksi Perseroan dilakukan oleh RUPS setelah melalui proses uji kemampuan dan kepatutan yang mengacu pada POJK No. 27/POJK.03/2016 tanggal 22 Juli 2016 dan Surat Edaran OJK (SEOJK) No. 39/SEOJK.03/2016 tanggal 13 September 2016. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 363 363 07/05/19 22.59
  366. DIREKSI Berdasarkan Anggaran Dasar , pemberhentian anggota Direksi dapat dilakukan adalah apabila Direksi tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik; tidak melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan dan ketentuan Anggaran Dasar; terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseoan dan dinyatakan bersalah dengan putusan pengadilan. Selain alasan di atas, RUPS juga dapat memberhentikan anggota Direksi dengan alasan yang tepat demi kepentingan dan tujuan Perseroan. PROGRAM PENGENALAN ATAU ORIENTASI BAGI ANGGOTA DIREKSI BARU Menindaklanjuti pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, maka Sekretaris Perusahaan telah menyelenggarakan program orientasi pada tanggal 24 April 2018. Tujuan program orientasi ini adalah untuk memberikan pengenalan secara umum mengenai kondisi perusahaan agar anggota Direksi dan Dewan Komisaris dapat menjalin kerja sama sebagai tim yang solid, mengingat latar belakang mereka yang berbeda-beda. Adapun materi yang disampaikan dalam program orientasi sebagai berikut: 1. Overview peran, tugas dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris 2.Penerapan kepatuhan dan GCG serta Risk Management 3. Hasil audit Perseroan 4. Penerapan Budaya Perusahaan 5. Overview bisnis Perseroan INDEPENDENSI DIREKSI Independensi menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki Direksi khususnya terkait pengambilan setiap keputusan dan tindakan yang akan dilakukan agar tetap sesuai dengan tujuan dan semata-mata demi kepentingan Perseroan. Direksi yang menjabat disyaratkan tidak memiliki hubungan afiliasi terkait keuangan dan/atau hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Perseroan, serta hubungan kepengurusan dan/atau kepemilikan saham sehingga dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen. Selain itu, Direksi yang menjabat tidak diperbolehkan memangku jabatan rangkap sebagai Direktur Utama atau Direktur lainnya pada Badan Usaha Milik Negara, Daerah dan Swasta atau jabatan lain yang berhubungan dengan pengelolaan Perseroan, maupun jabatan struktural, dan jabatan fungsional lainnya pada instansi/lembaga pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta jabatan lainnya yang dapat menimbulkan benturan kepentingan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan perundangundangan yang berlaku. KEPEMILIKAN SAHAM DIREKSI Sesuai ketentuan Bank Indonesia, anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dilarang memiliki saham melebihi 25% dari modal disetor pada suatu perusahaan lain. Oleh karenanya Perseroan berupaya meningkatkan kepatuhan terhadap setiap ketentuan yang berlaku dan menjaga independensi setiap Direksi yang menjabat, salah satunya dengan mewajibkan anggota Direksi untuk mengungkapkan kepemilikan sahamnya, baik pada Perseroan, Bank lain, Lembaga Keuangan Bukan Bank dan perusahaan lainnya, yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Hingga periode 31 Desember 2018, kepemilikan saham anggota Direksi yang mencapai 5% atau lebih dari modal disetor, yang meliputi jenis dan jumlah lembar saham pada Perseroan, Bank lain, Lembaga Keuangan Bukan Bank, Perusahaan lainnya yang berkedudukan di dalam maupun di luar negeri dapat dilihat melalui tabel berikut: Tabel Kepemilikan Saham Direksi Per 31 Desember 2018 Kepemilikan Saham Nama Jabatan Perseroan % Bank Lain Lembaga Keuangan Bukan Bank Perusahaan Lain Maryono Direktur Utama 0,0032748 Nihil Nihil Nihil Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury 0,0017403 Nihil Nihil Nihil Andi Nirwoto Direktur IT & Operation Nihil Nihil Nihil Nihil Oni Febriarto Rahardjo Direktur Commercial Banking 0,0017403 Nihil Nihil Nihil Budi Satria Direktur Consumer Banking 0,0013824 Nihil Nihil Nihil 364 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 364 07/05/19 22.59
  367. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Kepemilikan Saham Direksi Per 31 Desember 2018 Kepemilikan Saham Nama Jabatan Perseroan % Bank Lain Lembaga Keuangan Bukan Bank Perusahaan Lain R. Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk 0,0019868 Nihil Nihil Nihil Nixon L.P Napitupulu Direktur Collection & Asset Management 0,0013824 Nihil Nihil Nihil Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network 0,0000189 Nihil Nihil Nihil Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital Nihil Nihil Nihil Nihil Seluruh anggota Direksi tidak memiliki kepemilikan saham mencapai 5% atau lebih, baik saham di Perseroan, bank lain, lembaga keuangan bukan bank dan perusahaan lain, sehingga sesuai dengan ketentuan POJK No.55/POJK.03 2016. RANGKAP JABATAN DIREKSI Ketentuan rangkap Jabatan Direksi telah diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, dimana Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai: 1. Anggota Direksi pada BUMN, Badan Usaha Milik Daerah, Badan Usaha Milik Swasta; 2. Anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas pada BUMN; 3. Jabatan struktural dan fungsional lainnya pada instansi/lembaga pemerintah pusat dan/atau daerah; 4. Pengurus partai politik, anggota legislatif dan/ atau kepala daerah/wakil kepala daerah; dan/atau menjadi calon legislatif atau calon kepala daerah/ wakil kepala daerah; 5. Jabatan lainnya sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dan jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. 6.Merangkap jabatan sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan dan atau lembaga lain. 7.Anggota Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada perusahaan lain, kecuali: •Anggota Dewan Komisaris pada anak perusahaan/perusahaan patungan BUMN yang bersangkutan, dengan ketentuan hanya berhak atas akumulasi penghasilan sebagai anggota Dewan Komisaris pada satu atau lebih anak perusahaan/perusahaan patungan maksimal sebesar 30% (tiga puluh persen) dari gaji Anggota Direksi yang bersangkutan di BUMN, sedangkan penghasilan lain/selebihnya diserahkan menjadi penghasilan BUMN yang bersangkutan. • Anggota Dewan Komisaris pada perusahaan lain untuk mewakili/memperjuangkan kepentingan BUMN sepanjang memperoleh izin dari Menteri BUMN. Namun tidak termasuk rangkap jabatan dalam hal Direksi yang bertanggung jawab terhadap pengawasan atas penyertaan Perseroan pada perusahaan anak, menjalankan tugas fungsional menjadi anggota Dewan Komisaris pada perusahaan anak bukan Perseroan yang dikendalikan oleh Perseroan, sepanjang tidak mengakibatkan yang bersangkutan mengabaikan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Direksi Perseroan. Tabel Rangkap Jabatan Direksi Nama Maryono Jabatan Direktur Utama Rangkap Jabatan Tidak Merangkap Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury Tidak Merangkap Andi Nirwoto Direktur IT & Operation Tidak Merangkap Oni Febriarto Rahardjo Direktur Commercial Banking Tidak Merangkap Tidak Merangkap Budi Satria Direktur Consumer Banking R. Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk Tidak Merangkap Nixon L.P Napitupulu Direktur Collection & Asset Management Tidak Merangkap Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network Tidak Merangkap Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital Tidak Merangkap Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 365 365 07/05/19 22.59
  368. DIREKSI BENTURAN KEPENTINGAN Dalam hal terjadi Benturan Kepentingan (Conflict of lnterest) yaitu suatu kondisi dimana kepentingan ekonomis Perseroan berbenturan dengan kepentingan ekonomis pribadi, maka anggota Direksi hendaknya senantiasa harus: a. Mengutamakan kepentingan Perseroan dan tidak mengurangi keuntungan Perseroan dalam hal terjadi benturan kepentingan; b. Menghindarkan diri dari pengambilan keputusan dalam situasi dan kondisi adanya benturan kepentingan; c. Melakukan pengungkapan dalam hal pengambilan keputusan tetap harus diambil pada kondisi adanya benturan kepentingan. d.Dalam hal pemberian kredit kepada anggota Direksi, harus berdasarkan batas kewajaran sesuai dengan peraturan Perseroan yang berlaku tanpa membedakan dengan nasabah lainnya (arm’s length basis). e.Melaporkan transaksi saham Perseroan dalam waktu 3 (tiga) hari kerja. f. Anggota Direksi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama dilarang memiliki saham lebih dari 25% (dua puluh lima persen) dari modal disetor pada perusahaan lain, g.Anggota Direksi dilarang memberikan kuasa umum kepada pihak lain yang mengakibatkan pengalihan tugas dan fungsi Direksi. PEDOMAN DAN TATA TERTIB KERJA DIREKSI Direksi telah memiliki pedoman dan tata tertib kerja termasuk pengaturan etika kerja, waktu kerja dan rapat yang diatur dalam: 1. Ketetapan Direksi No.07/DIR/KD/CMPD/2017 Tentang Pedoman dan tata Tertib Kerja Direksi sebagai perubahan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Dewan Komisaris No.01-DEKOM-BTN/2016 dan Direksi No.SKB- 01/DIRBTN/2016 tentang Panduan Tata Kerja Komisaris dan Direksi (Board Manual). 2. Peraturan Direksi No. 16/PD/CMPD/2015 tanggal 31 Desember 2015 tentang Pedoman Etika Bisnis dan Perilaku (Code of Conduct). Tujuan dibentuknya Pedoman Kerja Direksi ini guna pelaksanaan tugas Direksi akan lebih terarah dan efektif serta dapat digunakan sebagai salah satu alat penilaian kinerja Direksi. Aspek yang diatur dalam Pedoman dan tata Tertib Kerja Direksi Perseroan Bab Direksi meliputi: Cakupan Pedoman dan tata Tertib Kerja Direksi Pada Bab Direksi Bab I Pendahuluan Bab II Nilai-Nilai Bab III Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi berisikan: A. Struktur dan Komposisi Direksi B. Persyaratan Anggota Direksi C. Kriteria Direktur Yang Membawahkan Fungsi Kepatuhan D. Rangkap Jabatan Direksi E. Pengangkatan dan Pemberhentian Direksi F. Masa Jabatan Direksi G. Tugas dan Tanggung Jawab Direksi H. Kewajiban Direksi, I. Hak dan Wewenang Direksi J. Perbuatan-Perbuatan Direksi yang Memerlukan Persetujuan Dewan Komisaris K. Pembagian Tugas dan Wewenang Direksi L.Larangan M.Transparansi N. Etika Kerja O. Waktu Kerja P. Pengaturan Rapat Q.Kepemimpinan, R. Evaluasi Kinerja Direksi, S. Pelaporan dan Pertanggungjawaban T.Komite Pengungkapan Pedoman dan tata Tertib Kerja Direksi secara lengkapnya dapat dilihat pada website Perseroan dengan alamat www.btn.co.id (menu Investor Relation – kebijakan tata kelola). 366 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 366 07/05/19 22.59
  369. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited PEMBIDANGAN TUGAS DIREKSI Direksi Perseroan senantiasa mengelola Perseroan sesuai kewenangan dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam anggaran dasar , peraturan perundang-undangan yang berlaku, Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi dan keputusan Direksi mengenai Job Description Direksi, sebagai berikut: Nama Jabatan Bidang Tugas dan Tanggung Jawab Maryono Direktur Utama Melakukan supervisi terhadap Internal Audit Division (IAD) dan Corporate Secretary Division (CSD), Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury Melakukan supervisi terhadap Finance & Accounting Division (FAD), Treasury Division (TRSD), Institutional Banking Division (IBD) Andi Nirwoto Direktur IT & Operation Melakukan supervisi terhadap IT Strategic Planning & Development Division (ITPD), IT Operation Devision (ITOD), Operation and Business Support Division (OBSD), Credit Operations Division (COD), Procurement and General Services Division (PGSD) Oni Febriarto Rahardjo Direktur Commercial Banking Melakukan supervisi terhadap Commercial Funding & Services Division (CMFD), Commercial Lending Division (CMLD), Small Medium Enterprise Lending Division (SMLD), Corporate & Loan Syndication Division (CLSD). Budi Satria Direktur Consumer Banking Melakukan supervisi terhadap Non-Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division (NSLD), Subsidized Mortgage Division (SMD), Retail Funding & Services Division (RFSD), Wealth Management Division (WMD), Sharia Division (SHAD) R. Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk Melakukan supervisi terhadap Corporate Strategy & Performance Management Division (SPD), Transformation Management Office (TMO), Compliance & Governance Division (CMPD), Policy & Procedure Desk (PPD), Enterprise Risk Management Division (RMD) Nixon L.P Napitupulu Direktur Collection & Asset Management Retail Risk Division (RRD), Commercial Risk Division (CRD), Consumer Collection & Remedial Division (CCD), Asset Management Division (AMD) Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network Digital Channels Division (DCD), Service Quality & Distribution Division (SQND), Regional Offices Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital Melakukan supervisi terhadap Human Capital Management & Culture Specialist Division (HMCD), Human Capital Organization Development & Policy Division (HCOD), Learning Center Division (LCD) dan Legal Division (LGD) TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI 1. Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan dan bertanggung jawab atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar Pengadilan tentang segala hal dan segala keladian dengan pembatasanpembatasan sebagaimana diatur dalam Peraturan Perundangundangan, Anggaran Dasar dan/atau Kepulusan RUPS. 2. Direktur Utama merupakan Koordinator Direksi, dengan tugas sebagai berikut: a. Memimpin rapat Direksi; b. Menciptakan budaya keterbukaan dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif. c. Memberikan saran kepada anggota Direksi terkait efektivitas pelaksanaan tugas pengurusan. d.Memelihara hubungan dan soliditas antar Sesama anggota Direksi terkait pelaksanaan tugas pengurusan. e. Memelihara hubungan yang efektif dan sehat dengan Dewan Komisaris. 3.Setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan yang disebabkan oleh kesalahan atau kelalaian anggota Direksi dalam menjalankan tugasnya. Anggota Direksi tidak dapat Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 367 367 07/05/19 22.59
  370. DIREKSI dipertanggungjawabkan atas kerugian Perseroan sebagaimana dimaksud di atas , apabila dapat membuktikan: a. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya; b.Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan; c. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian; d. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut. 4. Tugas dan tanggung jawab anggota Direksi yang membawahkan Fungsi Kepatuhan, paling kurang mencakup: a. Merumuskan strategi guna mendorong terciptanya Budaya Kepatuhan Bank; b. Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau prinsipprinsip kepatuhan yang akan ditetapkan oleh Direksi; c. Menetapkan sistem dan prosedur kepatuhan yang akan digunakan untuk menyusun ketentuan dan pedoman internal Bank; d. Memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan telah sesuai dengan ketentuan Bank lndonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Prinsip Syariah bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah; e. Meminimalkan Risiko Kepatuhan Bank; f. Melakukan tindakan pencegahan agar kebijakan dan/atau keputusan yang diambil Direksi Perseroan tidak menyimpang dari ketentuan Bank lndonesia dan peraturan perundangundangan yang berlaku; g.Melakukan tugas-tugas lainnya yang terkait dengan Fungsi Kepatuhan. h. Melaporkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris paling sedikit secara triwulanan. 368 LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS DIREKSI 2018 Sepanjang tahun 2018, seluruh Anggota Direksi telah melakukan tugas kepengurusan dan pelaporan pertanggungjawabannya disampaikan kepada Dewan Komisaris dalam bentuk: 1.Laporan Performance Review 2. Laporan Tingkat Kesehatan Bank 3. Laporan pemenuhan Fungsi kepatuhan 4. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan 5. Laporan Tindak lanjut Temuan Audit. Disamping itu, Direksi juga telah melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi selama tahun 2018 sebagai berikut: 1.Melaksanakan kriteria tata kelola perusahaan sesuai POJK. 2.Melaksanakan tata kelola perusahaan sesuai kriteria Asean CG Scorecard 3. Sosialisasi dan implementasi Code of Conduct 4. Laporan gratifikasi kepada KPK 5. Self Assessment Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan sesuai POJK 6. Menyusun dan menyampaikan Annual Report & Sustainability Report PROGRAM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI DIREKSI Secara berkala, Perseroan memberikan kesempatan kepada Direksi untuk mengikuti pendidikan/pelatihan/ workshop/seminar dalam negeri maupun luar negeri dalam rangka peningkatan pengetahuan tentang perbankan dan perkembangan terkini terkait bidang keuangan atau bidang lain yang mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 368 07/05/19 22.59
  371. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Selama tahun 2018 anggota Direksi Perseroan telah mengikuti berbagai program peningkatan kompetensi berupa pendidikan /pelatihan/seminar/workshop sebagai berikut: No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Maryono (Direktur Utama) Iman Nugroho Soeko (Direktur) Andi Nirwoto (Direktur) Oni Febriarto (Direktur) Budi Satria (Direktur) R. Mahelan Prabantarikso (Direktur) Nixon L.P. Napitupulu (Direktur) Waktu Pelaksanaan Tempat 15-18 November 2018 New Delhi-India Materi Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi 25th WSBI World Congress 12 Oktober 2018 Bali-Indonesia 08-11 Oktober 2018 Roma-Milan Annual Meeting IMF 06-10 Agustus 2018 Zurich Workshop Bancassurance Innovation 02 November 2018 Jakarta CEO Forum International Public Relations Summit 15-19 Oktober 2018 Cambridge-Inggris Seminar ASEAN Global Leadership Programme 09 Oktober 2018 Bali 26 September 2018 Jakarta Assessment ITMS Workshop Risk Management Penyelenggara World Savings and Retail Banking Institute (WSBI) IMF BARA SRW & Co Seminar Paradigma Infrastruktur Finance 27 Agustus 2018 Jakarta Investor Summit 2018 26 Februari-03 Maret 2018 Taiwan Refreshment International Risk Management Program for Executive 05-10 November 2018 Zurich Fact Finding Mission on Swiss Fintech Executive Leader Forum 16 Oktober 2018 Jakarta 11-12 Oktober 2018 Bali 26 September 2018 Jakarta Assessment ITMS 31 Juli 2018 Jakarta Workshop BUMN Executive Club 16 Oktober 2018 Jakarta Executive Leader Forum 08-10 Agustus 2018 Zurich Workshop Bancassurance Innovation Annual Meeting IMF 07-09 Maret 2018 Bangkok 15-18 November 2018 New Delhi-India CLSA ASEAN Forum 08-11 Oktober 2018 Roma-Milan 26 September 2018 Jakarta 27-29 Agustus 2018 New Zealand 31 Juli 2018 Jakarta Seminar Proyeksi Ekonomi & Bisnis Relaksasi LTV 17-19 April 2018 Hongkong WSBI Regional Group Meeting Asia Pacific ke-24 12 Oktober 2018 Bali 27 Agustus 2018 Jakarta Investor Summit 2018 31 Juli 2018 Jakarta Workshop BUMN Executive Club 09-14 Juli 2018 Jakarta Executive Education Harvard Business School 15-19 Oktober 2018 Cambridge 26 September 2018 Jakarta Assessment ITMS 27 Agustus 2018 Jakarta Investor Summit 2018 25th WSBI World Congress Workshop Risk Management World Savings and Retail Banking Institute (WSBI) BARA Assessment ITMS National Championship League 2018 Seminar High Level Meeting OJK OJK Seminar ASEAN Global Leadership Programme Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 369 369 07/05/19 22.59
  372. DIREKSI No . 8. 9. Nama Tempat 28-29 Juni 2018 Singapura 03 Februari 2018 Jakarta UKMR level 5 08-09 Oktober 2018 Jakarta Seminar Directorship Program 02 Agustus 2018 Jakarta Sosialisasi Integrated Talent Management Kementerian BUMN 05-06 April 2018 Jakarta BSMR level 5 Dasuki Amsir (Direktur) Yossi Istanto (Direktur) Materi Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Waktu Pelaksanaan Penyelenggara Digital BCG Asia Pacific Conference RAPAT DIREKSI Pelaksanaan Rapat Direksi selama tahun 2018 terkait dengan frekuensi, agenda, dan peserta Rapat dibahas lebih lanjut pada Bab tersendiri dengan Judul Rapat Dewan Komisaris dan Direksi pada Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan ini. KEPUTUSAN-KEPUTUSAN DIREKSI Selain rapat Direksi yang sudah diagendakan dan menghasilkan sejumlah keputusan, sepanjang tahun 2018 juga Direksi telah menerbitkan berbagai Keputusan antara lain meliputi: No. 1. Tentang Perkreditan Keputusan Persetujuan kredit dan restrukturisasi kredit sesuai kewenangan Direksi 2. Pendanaan Peluncuran Produk, Jasa dan Aktivitas Baru 3. Transformasi Pilot Project Transformation, Roll Out Nasional Transformasi Strategis 4. Jaringan/Network Penambahan outlet Kantor Wilayah, Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Kantor Kas Konvensional dan Syariah serta jaringan mesin ATM 5. Sumber Daya Manusia Promosi dan Mutasi Pegawai 6. Manajemen Risiko Penyusunan Recovery Plan, Business Continuity Management 7. Rencana Strategis RKAP 2019 dan RBB 2019-2021 PENILAIAN KINERJA Prosedur pelaksanaan Penilaian Kinerja Direksi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan merupakan forum dimana Direksi melaporkan dan mempertanggung-jawabkan kinerja Perseroan kepada pemegang saham berdasarkan Kontrak Kinerja Manajemen, yaitu melakukan penilaian terhadap kinerja Direksi secara individu dan kinerja terhadap masing-masing komite sebagai organ penunjang Direksi. Prosedur pelaksanaan evaluasi atas kinerja Direksi dilaksanakan dalam forum RUPS. RUPS adalah rapat yang dihadiri oleh Pemegang Saham yang memenuhi syarat kuorum dan diselenggarakan oleh Direksi atas permintaan Komisaris, Direksi atau pemegang saham yang mewakili 1/10 bagian dari jumlah seluruh saham dalam rangka mengambil keputusan dan/ atau untuk pengambilan keputusan atas hal-hal yang kewenangannya tidak diserahkan kepada Direksi atau Komisaris. Penilaian Kinerja Direksi Kebijakan Umum mengenai evaluasi kinerja Direksi mengacu pada Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi. Pelaksanaan penilaian kinerja Direksi dilakukan berdasarkan pada tolok ukur penilaian kinerja masingmasing anggota Direksi. 370 Hasil evaluasi terhadap kinerja Direksi secara keseluruhan dan kinerja masing-masing Anggota Direksi secara individual menjadi bagian tak terpisahkan dalam skema kompensasi dan pemberian insentif bagi Anggota Direksi. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 370 07/05/19 22.59
  373. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Kriteria Penilaian Kinerja Direksi Pelaksanaan penilaian Direksi dilakukan dengan beberapa kriteria dan alat ukur di antaranya : 1. Key Performance Indicator (KPI) Direksi Kinerja Direksi dan masing-masing anggota Direksi akan dievaluasi oleh Dewan Komisaris. Realisasi KPI masing-masing Anggota Direksi dilaporkan kepada Dewan Komisaris dan selanjutnya di- review oleh Komite Remunerasi dan Nominasi sebagai pertimbangan dalam menentukan besarnya remunerasi masing-masing anggota Direksi. Kinerja individu Direksi dapat dilihat secara khusus pada KPI individu yang terdiri dari KPI Bersama dan KPI Direktorat. Pada tahun 2018, KPI individu masing-masing Direksi adalah Key Performance Indicator (KPI) Individu Pejabat Material Risk Taker (MRT) Direksi Tahun 2018 Direktur Perspektif KPI 2018 Direktur Utama Commercial Banking Consumer Banking Distribution & Network Collection & Asset Man. IT & Operation Finance & Treasury Strategy, Compliance & Risk Strategic Human Capital Laba setelah pajak Indikator Finansial Korporat (% Market Cap Growth, % ROE, % CIR, % NIM) Rp. Pertumbuhan Aset Keuangan dan Pasar Rp. Growth kredit & DPK Rp. Wholesale funding Rp. Fee based income % NPL Nasional % growth Market share KPR Fokus Pelanggan Hasil Survei Kepuasan Pelanggan oleh surveyor independen (MRI) Growth branchless banking % Implementasi PAB Rp Sekuritisasi Aset Efektivitas Produk dan Proses Availability Jaringan & Core Pemenuhan SDM sesuai MPP % Kol 2 Recovery rate Rp. Laba per karyawan Fokus Tenaga Kerja Employee Engagement survey GRC Index % Implementasi RSTIK Skor KPKU Kepemimpinan, tatakelola dan tanggung jawab masyarakat % realisasi PKBL Skor CGPI Supervisi Divisi & Wilayah Agent of Development % Implementasi Agent of Development Transformasi Program Transformasi KPI Kolegial Jumlah 12 13 12 12 11 11 11 10 10 Total 100 100 100 100 100 100 100 100 100 KPI Unit Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 371 371 07/05/19 22.59
  374. DIREKSI 2 . Rencana Kerja Direksi Direksi telah menyusun Rencana Kerja 2018 sebagai sasaran atau fokus Perusahaan. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan Perusahaan dan pelaksanakan penugasan Pemegang Saham dan memenuhi target KPI yang telah disusun, yang terdiri dari: No Bidang Kegiatan 1 Perkreditan Memperluas pangsa pasar segmen UKM, Komersial dan Korporasi 2 Kualitas Kredit Memperkuat Positioning bisnis Mortgage dan Construction Value Chain 3 Pendanaan Meningkatkan average balance segmen mass, dengan mengoptimalkan captive market nasabah KPR; meningkatkan akuisisi nasabah baru di segmen emerging affluent dan affluent melalui porposisi fitur digital banking. 4 Fee Based Income dan Pembentukan Anak Usaha Peningkatan aktivitas transaksi nasabah dengan mengembangkan fitur dan aplikasi internet & mobile banking serta menawarkan layanan digital banking yang ditujukan pada segmen emerging affluent 5 Bisnis Syariah Melakukan pemetaan potensi pengembangan bisnis syariah pada Kantor Cabang BTN Konvensional sesuai potensi pasar syariah 6 Permodalan Meningkatkan profitabilitas; Meningkatkan sekuritisasi KPR 7 Human Capital Penguatan fokus program budaya 2018 yang diselaraskan dengan peningkatan produktivitas, efisiensi proses dan penerapan prinsip GCG 8 Information Technology (IT) dan Digital Banking Penguatan peran BTN property portal; Mengembangkan aplikasi internet banking & mobile banking melalui peningkatan platform dan integrasi antar sistem seperti iColl, iCash dan property portal. 9 GCG Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati–hatian dan Good Corporate Governance untuk meningkatkan shareholder value 10 Risk Management Memperkuat manajemen permodalan dan likuiditas yang terintegrasi dengan mengembangkan sistem monitoring risiko likuiditas 11 Pengembangan Jaringan Strategi perluasan jaringan yang difokuskan pada lima inisiatif utama yaitu Strategi regionalisasi; Ekspansi cabang; Penempatan kios; Agent Banking; dan Digital Channel. 3. Penilaian GCG Direksi Penilaian dilakukan berdasarkan parameter kriteria Penilaian Tugas dan Tanggung Jawab Direksi dalam Self Assessment pelaksanaan GCG sebagaimana diatur pada Surat Edaran OJK No. 13/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. Selain itu Direksi memiliki mekanisme penilaian yang mengacu kepada POJK dan Peraturan Kementerian BUMN dengan kriteria sebagai berikut: • Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN • Self-Assessment GCG Bank • ASEAN CG Scorecard Penilaian Kinerja Direksi Dengan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) Sistem Penilaian pada Evaluasi Kinerja BUMN ini didasarkan pada Surat Kementerian BUMN No. S-153/SMBU/2012 tanggal 19 Juli 2012 perihal Pelaporan Kinerja Berdasarkan Pendekatan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN dan surat Sekretaris Kementerian BUMN No.S-08/S.MBU/2013 tanggal 16 Januari 2013 perihal Penyampaian Pedoman Penentuan Key Performance Indicator (KPI) dan KPKU pada BUMN; yang mengadopsi dan mengadaptasi “Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence”. Perseroan melakukan penilaian kinerja Direksi dengan Prosedur Pelaksanaan Assessment KPKU dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kementerian BUMN membentuk Forum Ekselen BUMN (FEB) yang bertugas untuk melaksanakan Assessment. 2. Kementerian BUMN menyampaikan kepada Perseroan Tim FEB sebagai personil yang melaksanakan Assessment di Perseroan. 3. Direksi menunjuk unit kerja Corporate Strategic & Performance Management Division (CSPD) sebagai Liason Officer dan sekaligus mengkoordinir semua unit kerja untuk melaksanakan Assessment. 4. Tim FEB melakukan Assessment dan membuat kesimpulan atau hasil Assessment. 5. Tim FEB menyampaikan hasil Assessment kepada Kementerian BUMN untuk dapat disetujui. 6. Kementerian BUMN menetapkan hasil Assessment. 372 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 372 07/05/19 22.59
  375. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Kriteria penilaian KPKU terdiri atas 7 (tujuh) kategori yang terdiri dari Kepemimpinan, Perencanaan Strategis, Fokus Pelanggan, Pengukuran Analisis dan Manajemen Pengetahuan, Fokus Tenaga Kerja, Fokus Operasi dan Hasil. Selain dari penilaian atas 7 (tujuh) kategori tersebut, penilaian evaluasi kinerja BUMN juga berdasarkan pada dua dimensi penilaian; yaitu (1) Dimensi Proses, melalui faktor-faktor Approach, Deployment, Learning, dan Integration (ADLI) dan (2) Dimensi Hasil, melalui faktor-faktor Level, Trend, Comparison dan Integration (LeTCI). Sesuai surat Kementerian BUMN No.S-08/D7.MBU/01/2019 tanggal 23 Januari 2019 perihal Pelaksanaan Asesmen Implementasi Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) BUMN Tahun 2019, disebutkan bahwa pada periode tahun 2018 akan dilakukan review atas pelaksanaan asesmen Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU), sehingga penilaian assessmen KPKU tidak dilakukan di tahun 2018. Untuk pencapaian skor KPKU tahun 2018 menggunakan realisasi skor KPKU tahun 2017 yaitu sebesar 602 dengan bandscore di Emerging Industry Leader (EIL). Pencapaian Skor KPKU Perseroan selama 4 tahun terahir 660 602 600 602 579 540 2018 492.25 480 2017 420 2016 360 2015 300 876-1000 World Leader KPKU Scoring System 776-875 Benchmark Leader 676-775 Industry Leader 276-375 Early Result 376-475 Early Improvement 476-575 Good Performance 576-675 Emerging Industry Leader Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 373 373 07/05/19 22.59
  376. DIREKSI Self Assesment GCG Perseroan Dalam melakukan penilai Direksi Perseroan secara Self Assessment GCG , penilaian kinerja Direksi mengacu pada target-target RKAP yang telah ditetapkan di awal periode dan dituangkan sebagai Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator/ KPI) Direksi yang berdasarkan pertanggung jawabannya pada aspek pengawasan, mitigasi risiko dan kepatuhan pada seluruh peraturan perundangan yang berlaku. Penjelasan lebih lanjut mengenai hasil Self Assessment GCG Perseroan aspek Direksi berdasarkan ketentuan BI/OJK diuraikan pada bagian Penilaian GCG Perseroan dalam Laporan Tahunan ini Pihak yang Melakukan Assessment Pihak yang melakukan penilaian kinerja Direksi adalah Dewan Komisaris dan RUPS. Dalam melakukan penilaian kinerja Direksi, Dewan Komisaris mengacu kepada indikator KPI. Kemudian, Dewan Komisaris dan Direksi akan mempertanggungjawabkan pencapaian kinerja mereka pada periode 2018, termasuk di dalamnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi dalam RUPS yang akan diselenggarakan pada tahun 2019. 374 Selain penilaian kinerja Direksi dilakukan melalui RUPS, penilaian kinerja Direksi juga dilakukan melalui mekanisme Self Assessment GCG berdasarkan ketentuan BI/OJK, KPKU dan Third Party Assessment dengan menggunakan standar internasional yaitu ASEAN CG Scorecard. Penjelasan lebih lanjut mengenai hasil Self Assessment GCG Bank berdasarkan ketentuan BI/OJK dan ASEAN CG Scorecard diuraikan pada bagian Membangun Komitmen Implementasi GCG Bank. Penilaian Kinerja Komite Penilaian Kinerja terhadap Komite di bawah Direksi ditentukan berdasarkan rencana kerja komite yang terkait dengan rencana kerja Perseroan. Pelaksanaan kerja Komite tercermin dalam rapat kerja Komite dan hasil keputusan Rapat Komite. Secara keseluruhan pelaksanaan rapat Komite Direksi dinilai efektif sepanjang tahun 2018. Kriteria dan dasar pertimbangan penilaian kinerja komite di bawah Direksi berdasarkan beberapa hal, di antaranya 1. Jumlah rapat yang diadakan 2. Kehadiran Direksi 3. Risalah Rapat 4.Pengambilan keputusan yang diambil saat pembahasan rapat Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 374 07/05/19 22.59
  377. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited HUBUNGAN KERJA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Efektivitas penerapan GCG , salah satunya dicapai melalui pengaturan mekanisme kerja antar organ tata kelola, khususnya hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi. Pelaksanaan kedua fungsi tersebut ditunjukkan dengan adanya pola hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi yang membutuhkan sistem dan kebijakan yang terintegrasi, berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam rangka terciptanya hubungan kerja antara Dewan Komisaris dan Direksi yang berkelanjutan dan dapat dipertanggungjawabkan tersebut diperlukan adanya persamaan persepsi dan komunikasi antara Dewan Komisaris dan Direksi. Oleh karena itu, Dewan Komisaris dan Direksi menetapkan dan menyepakati prinsip dasar dalam hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris No.02/DEKOMBTN/2017 dan Direksi No.01/DIR-BTN/2017 Tentang Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. TATA HUBUNGAN KERJA DEWAN KOMISARIS DIREKSI Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris Direksi merupakan petunjuk tata laksana kerja Dewan Komisaris dan Direksi serta menjelaskan tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten, menjadi acuan bagi Dewan Komisaris dan Direksi dalam melaksanakan tugas masing-masing guna mencapai Visi dan Misi Perusahaan yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG. Cakupan Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi di antaranya meliputi: 1. Ketentuan Umum 2. Laporan Direksi Kepada Dewan Komisaris 3. Pemeriksaan Dewan Komisaris di Tempat Perseroan 4. Pemberian Nasihat oleh Dewan Komisaris kepada Direksi 5. Perbuatan Direksi yang memerlukan Persetujuan Dewan Komisaris 6. Mekanisme Pengajuan Permohonan Persetujuan Kepada Dewan Komisaris 7. Perbuatan Direksi yang memerlukan persetujuan RUPS dengan sebelumnya memperoleh tanggapan tertulis Dewan Komisaris 8. Mekanisme Pengajuan Permohonan Tanggapan kepada Dewan Komisaris 9. Perbuatan Direksi yang memerlukan Konsultasi dengan Dewan Komisaris 10.Rapat Bersama terdiri dari Rapat Direksi bersama Anggota Dewan Komisaris dan Rapat Dewan Komisaris Bersama Anggota Direksi 11.Evaluasi Kinerja terdiri dari: • Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi • Penilaian terhadap kinerja anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi • Pelaksanaan evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 375 375 07/05/19 22.59
  378. HUBUNGAN KERJA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PENERAPAN HUBUNGAN KERJA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan senantiasa saling menghormati dan memahami tugas , tanggung jawab dan wewenang masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar. Dewan Komisaris dan Direksi selalu melakukan koordinasi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dan kesinambungan usaha perusahaan dalam jangka panjang dan teladan bagi jajaran di bawahnya. Dewan Komisaris dan Direksi melakukan pertemuan berkala dalam forum Rapat Dewan Komisaris-Direksi untuk menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting menyangkut kelangsungan usaha dan operasional Perseroan. Penyelenggara rapat berkala ini untuk membahas berbagai agenda menyangkut rencana kerja, operasional, peluang 376 usaha, serta isu-isu strategis yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris. Rapat ini adalah sebagai bentuk koordinasi dalam rangka membahas laporan-laporan periodik Direksi dan memberikan tanggapan, catatan dan nasihat yang dituangkan dalam Risalah Rapat. Keputusan rapat dibuat berdasarkan asas musyawarah untuk mufakat atau diambil berdasarkan suara terbanyak serta mengikat untuk dilaksanakan tindak lanjutnya. Pada proses pengambilan suara, jika ada anggota Dewan Komisaris yang memiliki benturan kepentingan, tidak boleh ikut memberikan suara dan keterangan mengenai hal ini dicatat pada Risalah Rapat. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 376 07/05/19 22.59
  379. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited HUBUNGAN AFILIASI ANTARA DEWAN KOMISARIS , DIREKSI DAN PEMEGANG SAHAM UTAMA/PENGENDALI Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan senantiasa menjaga independensi dan tidak mempunyai benturan kepentingan yang dapat mengganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas secara profesional dan obyektif. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak memiliki hubungan afiliasi baik secara kekeluargaan maupun keuangan dengan sesama Dewan Komisaris, Direksi dan Pemegang Saham. HUBUNGAN AFILIASI DEWAN KOMISARIS Hubungan keluarga dan keuangan anggota Dewan Komisaris dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta Pemegang Saham selama periode tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Hubungan Keluarga dan Keuangan Dewan Komisaris Hubungan Keluarga dengan Nama Jabatan I Wayan Agus Mertayasa Hubungan Keuangan dengan Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Komisaris Utama/Komisaris Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Iman Sugema Komisaris Non Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Sumiyati Komisaris Non Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Arie Coerniadi Komisaris Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Garuda Wiko Komisaris Independen Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) Selama tahun 2018, Dewan Komisaris Perseroan tidak memiliki Hubungan Keluarga dan Keuangan dengan sesama anggota Anggota Dewan Komisaris, Anggota Direksi dan Pemegang Saham Utama dan/atau Pengendali. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 377 377 07/05/19 22.59
  380. HUBUNGAN AFILIASI ANTARA DEWAN KOMISARIS , DIREKSI DAN PEMEGANG SAHAM UTAMA/PENGENDALI HUBUNGAN AFILIASI DIREKSI Hubungan keluarga dan keuangan anggota Direksi dengan sesama anggota Dewan Komisaris dan/atau anggota Direksi serta Pemegang Saham selama periode tahun 2018 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel Hubungan Keluarga dan Keuangan Direksi Hubungan Keluarga dengan Nama Jabatan Maryono Iman Nugroho Soeko Hubungan Keuangan dengan Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham Direktur Utama Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Direktur Finance & Treasury Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Andi Nirwoto Direktur IT & Operation Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Oni Febriarto R. Direktur Commercial Banking Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Budi Satria Direktur Consumer Banking Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak R. Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Nixon L.P. Napitupulu Direktur Collection, Asset Management & Legal Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak 378 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 378 07/05/19 22.59
  381. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited KEBIJAKAN KEBERAGAMAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Perseroan memiliki anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang selain mayoritas memiliki latar belakang perbankan , juga memiliki kompetensi dan pengalaman yang bervariasi dalam rangka mempertahankan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja Perseroan. Komposisi keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi sangat penting dalam memastikan proses pengambilan keputusan yang kuat dan pengurusan Perseroan yang efektif, sesuai dengan kebutuhan serta diselaraskan dengan strategi utama, visi dan misi Perseroan. Penetapan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi mengacu pada kebijakan keberagaman berdasarkan ketentuan Pemegang Saham dan ketentuan yang dituangkan dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris yang merupakan acuan pertimbangan dalam proses nominasi dan suksesi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dengan memperhatikan pengetahuan, keahlian dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga mendapatkan komposisi Dewan Komisaris dan Direksi yang optimal. Kebijakan keberagaman dalam komposisi anggota Dewan Komisaris dan Direksi antara lain: 1. Memiliki paling kurang 1 (satu) orang anggota wanita dalam komposisi Dewan Komisaris dan Direksi. 2. Memiliki latar belakang pendidikan dan keahlian antara lain bidang akuntansi, keuangan, hukum dan bisnis. 3. Memiliki paling kurang 1 (satu) anggota Dewan Komisaris yang merupakan Warga Negara Asing untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman Dewan Komisaris terhadap perkembangan industri perbankan baik di dalam maupun di luar Indonesia. Selain itu, lingkup dan keseimbangan pengetahuan, keahlian dan pengalaman juga menjadi bahan pertimbangan dalam memenuhi komposisi yang optimal pada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang diharapkan dapat mengoptimalkan pengambilan keputusan dan meningkatkan kinerja Perseroan. Pada tahun 2018, komposisi Dewan Komisaris dan Direksi telah memenuhi unsur keberagaman yaitu perpaduan dari sisi independensi, keahlian/pendidikan, pengalaman kerja, usia dan jenis kelamin dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kompleksitas Perseroan. Seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan memiliki integritas, kompetensi dan reputasi keuangan yang baik. Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan. Tabel Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris Nama I Wayan Agus Mertayasa Jabatan Komisaris Utama/ Komisaris Independen Jenis Kelamin Laki-laki Usia 71 tahun Pendidikan Terakhir Sarjana (S1) Ilmu Ekonomi dari Universitas Brawijaya Malang tahun 1973 Pengalaman Kerja 1. General Manager di Bank Bumi Daya Los Angeles Agency (USA) 2. Chief Executive di Bumi Daya Finance Hongkong 3. General Manager di Bank Bumi Daya New York 4. Direktur Bank Pembangunan Indonesia 5. EVP /& Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 6. Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7. Chairman Non Executive Director, Bank Mandiri (Europe) Limited, London UK Keahlian 1.Keuangan 2.Perbankan Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 379 379 07/05/19 22.59
  382. KEBIJAKAN KEBERAGAMAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Tabel Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris Nama Jabatan Jenis Kelamin Usia Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja Keahlian Iman Sugema Komisaris Non Independen Laki-laki 54 tahun Ph .D in economics Department of Economics, Research School of Pacificand Asian Studies, The Australian National University (2000) 1. KomisarisUtama/ Independen PT Perusahaan Gas Negara Tbk, 2. Ekonomi Senior di Megawati Institute, 3. Lektor Fakultas Ekonomi & Manajemen, IPB. 1.Ekonomi 2.Keuangan Maurin Sitorus Komisaris Non Independen Laki-laki 61 tahun Ph.D. in Monetary and International Economics dari University of Kentucky, Lexington, USA (1994) 1. Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum 2. Sekretaris Ditjen Pengelolaan Utang,dan Ditjen Pengelolaan Utang,Kementerian Keuangan RI. 1.Hukum 2.Ekonomi Sumiyati Komisaris Non Independen Perempuan 57 tahun Master of Financial Management (M.F.M), Central Queensland University, Australia (1994) 1. Inspektur Jendral Kementerian Keuangan (Periode 2017-sekarang) 2. Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan 3. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan 4. Komisaris PT Jiwasraya (Persero) 1. Audit Keuangan 2. Publik & 3.Pengembangan 4. Sumber Daya Manusia Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen Laki-laki 61 tahun Master bidang Finance dari SUNY di Buffalo, New York (1988) 1. Staff Khusus V Kementerian BUMN 2. Komisaris Utama Mitra Dagang Madani 3. Komisaris Utama PT PNM Invesment Management 1.Ekonomi 2.Keuangan Arie Coerniadi Komisaris Independen Laki-laki 51 tahun Sarjana Teknik Elektro dari Universitas Indonesia (1991) 1. Vice President di NISP Sekuritas Group 2. Head Vice President di Badan Penyehatan Perbankan Nasional 3. Vice President di Kustodian Sentral Efek Indonesia 4. Chief Finance Officer di Sarana Global Indonesia 1.Keuangan 2.Teknologi Informasi Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen Laki-laki 62 tahun 1. Master of Art (MA) bidang Development Economics dari Boston University, Massachusetts, USA (1985) 2. Master of Science (MS) dari Universitas Hasanuddin, Makassar (1991) 1. Direktur Utama Dana Pensiun OJK 2. Deputi Komisioner Manajemen Strategis 1B di OJK 3. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI di Bandung 4. Kepala Perwakilan Bank Indonesia New York 1.Keuangan 2. Ekonomi Makro & Strategi 3.Manajemen Kamaruddin Sjam Komisaris Independen Laki-laki 71 tahun Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI, Jakarta (1997) 1. Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat 2. Direktur Pengawasan Instansi di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 3. Komisaris Utama PT Lanang Bersatu. 1.Audit 2.Keuangan Garuda Wiko Komisaris Independen Laki-laki 53 tahun Doktor di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro (2006) 1. Dosen Program Magister Management Universitas Tanjungpura 2. Anggota Senat Institut Agama Islam Negeri Pontianak, dan Guru Besar Jurusan Syariah Hukum *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) 380 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 380 07/05/19 22.59
  383. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Keberagaman Komposisi Direksi Nama Jabatan Jenis Kelamin Usia Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja Keahlian 1 .Perbankan 2. Leadership 3. Strategic Management Maryono Direktur Utama Laki-laki 63 Tahun Magister (S2) dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI 1998 1. President Director di PT Bank Mutiara Tbk 2. EVP/Group Head Jakarta Network PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 3. Regional Office Head I/Medan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4. Regional Office Head IX/ Banjarmasin PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Iman Nugroho Soeko Direktur Finance & Treasury Laki-laki 63 Tahun Master of Social Science (M. Soc.Sc) dari Univ. of Birmingham, Inggris 1989 1. Chief Executive Bank Mandiri 1. Treasury (Europe) Ltd 2. Accounting 2. Group Head International and Corporate Banking & Capital Market Finance; Services PT Bank Mandiri 3. Corporate (Persero) Tbk Banking 3. Senior Manager Asset Management & Disposal Department PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4. Credit Recovery II Department Head, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5. FI Credit Risk & Product Development Department Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 6. Correspondence Banking Department Head, PTBank Mandiri General Manager (Bank Mandiri Singapore Branch) 7. General Manager (Bapindo Hongkong Branch) Andi Nirwoto Direktur IT & Operation Laki-laki 48 Tahun Master of Finance dari University of Lexington Kentucky, USA tahun 1997 1. General Manager Operational Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2. General Manager Divisi Solusi & Security Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3. General Manager Divisi Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 4. Deputi General Manager Divisi Teknologi Informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1. Operation 2. Information & Technology Oni Febriarto R. Direktur Commercial Banking Laki-laki 48 Tahun Magister Manajemen (MM) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM 1996 1. Small & Micro Lending Division Head, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 2. Branch Manager KC Ciputat, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1. Commercial lending; 2. Mortgage Banking; 3. Sharia Banking Budi Satria Direktur Consumer Banking Laki-laki 55 Tahun Magister Manajemen dari Universitas Indonesia, Jakarta pada tahun 2001 1. Pemimpin Wilayah Jakarta 1. Marketing PT Bank Rakyat Indonesia 2. Consumer (Persero) Tbk Banking 2. Corporate Secretary PT Bank 3. Quality Service Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 3. Pemimpin Wilayah Palembang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 4. Inspektur (Regional Head, Office) Kantor Inspeksi Banjarmasin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 5. Wakil Kepala Marketing Communication, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 6. Chief Representative, Hong Kong Representative Office, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 381 381 07/05/19 22.59
  384. KEBIJAKAN KEBERAGAMAN KOMPOSISI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Tabel Keberagaman Komposisi Direksi Nama Jabatan Jenis Kelamin Usia Pendidikan Terakhir Pengalaman Kerja Keahlian R . Mahelan Prabantarikso Direktur Strategy, Compliance & Risk Laki-laki 49 Tahun Magister Management (S2) dari Universitas Gadjah Mada dan Doktor Manajemen Bisnis/ Strategik Manajemen Agribisnis dari Institut Pertanian Bogor, Bogor pada tahun 2018. 1. Kepala Divisi Strategic Innovation and Performance Management Division, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 2. Kepala Divisi Change Management Office Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon L.P. Napitupulu Direktur Collection, Asset Management & Legal Laki-laki 49 Tahun Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Sumatera Utara, Medan pada tahun 1994. 1. Direktur Utama PT Bank Mandiri 1. Mortgage Taspen Pos Banking 2. Senior Vice President Corporate 2. Collection Transformation Group – Head of and Asset priority Project, PT Bank Mandiri Management (Persero) Tbk 3. Consumer 3. Group Head – Senior Vice Banking President Corporate Secretary Group, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 4. PJ Group Head – Senior Vice President Strategy & Performance Management Group, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5. Group Head – Senior Vice President Micro Network Development Group, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 6. PJ Group Head – Senior Vice President Micro Network Development Group, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Dasuki Amsir Direktur Distribution & Network Laki-laki 56 Tahun Magister Manajemen (MM) dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2009 1. Direktur Utama Holding BUMN Perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III 2. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV 3. Direktur Keuangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII 4. CEO PT BNI Kanwil Surabaya 1. Operation 2. Network and Electronic Channel Yossi Istanto Direktur Strategic Human Capital Laki-laki 45 Tahun Magister Hukum Bisnis (S2) dari Universitas Katholik Parahyangan pada tahun 2004 1. Kepala Legal Division PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Mar 2017 – Mar 2018) 2. Kepala Legal & Loan Document Desk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Apr 2014 – Mar 2017) 1.Legal 2. Human Capital 3.Perbankan 382 1. Strategic Management 2. Corporate Governance 3. Risk and Compliance Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 382 07/05/19 22.59
  385. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited TATA KELOLA REMUNERASI Perseroan memiliki kebijakan tata kelola remunerasi bagi Dewan Komisaris , Direksi dan pegawai baik yang bersifat wajib maupun tambahan yang dilaksanakan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tata kelola remunerasi tersebut menjadi salah satu aspek yang penting dalam menarik, memotivasi, dan mempertahankan human capital yang berkualitas. Tata kelola remunerasi Perseroan tidak terlepas dari kemampuan Perseroan untuk senantiasa menjalankan kebijakan berlandaskan pada asas kompetitif, adil dan berbasis risiko yang sejalan dengan arahan dan kebijakan dari OJK. Dalam menyusun kebijakan remunerasi, Perseroan menggunakan jasa konsultan eksternal untuk menjaga remunerasi tetap kompetitif. PROSEDUR DAN MEKANISME PENETAPAN KEBIJAKAN REMUNERASI Kebijakan remunerasi Perseroan telah disesuaikan dengan Peraturan OJK No.45/POJK.03/2015 dan SEOJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. Tata kelola remunerasi Perseroan senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pemberian remunerasi berbasiskan risiko serta pemberlakukan remunerasi yang bersifat variable sesuai dengan ketentuan regulator terkait penerapan remunerasi bagi Bank umum. Proses Penyusunan Kebijakan Remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah menerbitkan Surat Edaran Direksi No.57/DIR/HCD/2016 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi dengan mempertimbangkan aspek, antara lain stabilitas keuangan bank, terciptanya manajemen risiko, kebutuhan likuiditas jangka pendek dan panjang serta potensi pendapatan di masa yang akan datang. Melalui surat edaran tersebut, Perseroan menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, adil dan seimbang, dan berbasis risiko serta selalu memastikan bahwa tidak ada Pegawai yang menerima imbalan di bawah ketentuan yang telah ditetapkan. Adapun cakupan aspek kebijakan tersebut antara lain adalah tujuan penerapan tata kelola dalam pemberian remunerasi, remunerasi yang bersifat variable maupun material risk takers. Perseroan menetapkan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara, yaitu besaran penghasilan Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kebijakan yang ditetapkan di RUPS adalah memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem pada tahun buku 2017, serta menetapkan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi Dewan Komisaris serta memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan besarnya tantiem, gaji/ honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi Direksi. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 383 383 07/05/19 22.59
  386. TATA KELOLA REMUNERASI Prosedur Penetapan Remunerasi Prosedur penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi , sebagai berikut: 1 2 Dewan Komisaris menugaskan Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) untuk melakukan kajian remunerasi. 6 3 KRN melakukan koordinasi dengan Human Capital Management & Culture Specialist Management (HCMD) dan unit kerja terkait untuk menyusun usulan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi. 5 RUPS memberikan kewenangan dan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan pemegang saham Seri A Dwiwarna 4 Dewan Komisaris menyampaikan usulan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi kepada RUPS Cakupan dari kebijakan remunerasi yang dimiliki Perseroan telah disesuaikan dengan POJK No. 45/ POJK.03/2015 dan SEOJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bagi Bank Umum, meliputi: 1. Prinsip kehati-hatian dalam pemberian remunerasi berbasiskan kinerja dan risiko. 2.Penentuan Material Risk Taker (MRT) dikategorikan sebagai berikut: • MRT dapat ditentukan dengan menggunakan metode kualitatif sesuai dengan porsi tanggung jawab yang berpengaruh terhadap profil risiko utama yang akan ditentukan sesuai dengan evaluasi profil risiko yang ditentukan Perseroan setiap tahunnya. • Penentuan kategori MRT juga dapat dilakukan secara kuantitatif melalui perbandingan pemberian remunerasi bersifat variable antara MRT dan pegawai non-MRT dengan pertimbangan terhadap kinerja dan juga tingkat risiko jabatan yang bersangkutan. KRN menyusun rekomendasi remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Dewan Komisaris. Dewan Komisaris membahas usulan remunerasi yang disampaikan oleh KRN remunerasi serta peningkatan kebijakan dan prosedur pelaksanaan program manfaat. Pengkajian sistem remunerasi dan kesejahteraan pegawai dilakukan secara berkala dan berkesinambungan, dengan memperhatikan hal-hal antara lain kinerja keuangan Bank, Kompetensi dan kinerja pegawai, dan praktik remunerasi yang berlaku di pasar Struktur Remunerasi Struktur remunerasi yang menunjukkan jenis dan/ atau imbalan jangka pendek, jangka panjang dan/atau pasca kerja adalah sebagai berikut: 1.Jenis remunerasi jangka pendek terdiri atas: Honorarium, Tunjangan (hari raya, transportasi), Fasilitas (kesehatan, bantuan hukum) dan Tantiem. 2. Jenis remunerasi jangka panjang dan/atau pasca kerja terdiri dari Asuransi Purna Jabatan dan dapat juga diberikan penghargaan jangka panjang (long term insentif/LTI). 3. Pemberlakukan remunerasi yang bersifat variable sesuai dengan ketentuan regulator terkait penerapan remunerasi bagi Bank umum. Cakupan Kebijakan Remunerasi dan Implementasinya Per Unit Bisnis, Per Wilayah dan Pada Perusahaan Anak atau Kantor Cabang yang Berlokasi di Luar Negeri Pembenahan strategi remunerasi meliputi kajian terhadap kebijakan remunerasi berbasis kinerja dan risiko, pemberdayaan melalui implementasi sistem Kebijakan remunerasi Perseroan telah mempertimbangkan wilayah geografis kantor cabang bersangkutan. Perseroan memiliki kebijakan memberikan tunjangan regional untuk daerah-daerah tertentu. 384 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 384 07/05/19 22.59
  387. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Remunerasi Berbasis Kinerja dan Risiko Perseroan dapat menunda pembayaran remunerasi yang bersifat variable yang ditangguhkan (Malus) atau menarik kembali remunerasi yang bersifat variable yang sudah dibayarkan (Clawback) kepada pejabat yang tergolong Material Risk Taker (MRT), dengan mempertimbangkan beberapa faktor antara lain: • Besarnya kerugian atau kerusakan reputasi bank •Keterlibatan pegawai bersangkutan secara langsung maupun tidak langsung terkait tindakan atau transaksi yang dilakukan Implementasi Malus akan dikenakan kepada Pejabat yang tergolong Material Risk Takers dengan kriteria kondisi dan/atau sebagai berikut: 1.Menyebabkan kerusakan reputasi bank yang signifikan atau berdampak negative terhadap finansial bank maupun kesempatan bisnis bank 2.Menyebabkan kerugian keuangan bank yang signifikan 3. Melakukan kecurangan (fraud), perilaku tidak etis, dan/atau pemalsuan catatan 4. Menyebabkan risiko material atau memberikan pernyataan finansial yang salah 5. Melakukan pelanggaran terhadap kebijakan peraturan dan prosedur bank secara sengaja 6. Menyebabkan kerugian yang sigifikan untuk unit kerja terkait dikarenakan tidak dilaksanakannya manajemen risiko yang baik 7.Menyebabkan dampak negatif yang signifikan terhadap permodalan bank yang tidak disebabkan oleh perubahan iklim ekonomi atau industri 8. Melakukan pengungkapan informasi rahasia bank kepada pihak eksternal secara sengaja Pengukuran Kinerja Dikaitkan dengan Remunerasi 1. Kebijakan Remunerasi yang dikaitkan dengan penilaian kinerja Perseroan memiliki kebijakan tentang Sistem Manajemen Kinerja yang mengatur bahwa kenaikan gaji berdasarkan pay for performance diatur dalam ketentuan tersendiri tentang Kebijakan Gaji Dasar. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited kerja dengan target sasaran kerja masing-masing. Dalam Kebijakan Sistem Manajemen Kinerja Perseroan juga mengatur penilaian terhadap kompetensi Budaya Perusahaan dan kompetensi leadership bagi pegawai yang memiliki bawahan. 3. Uraian mengenai metode yang digunakan Perseroan untuk menyatakan bahwa kinerja yang disepakati tidak dapat tercapai sehingga perlu dilakukan penyesuaian atas remunerasi serta besarnya penyesuaian remunerasi jika kondisi tersebut terjadi Metode Penyesuaian remunerasi tekait pencapaian kinerja, dilakukan Perseroan melalui kebijakan kenaikan gaji pokok setiap tahun ditentukan oleh nilai Sistem Manajemen Kinerja tahun sebelumnya dan Comparatio. Dalam hal ini Comparatio dapat diartikan nilai prosentase yang dihitung berdasarkan posisi gaji pokok pegawai tetap terhadap midpoint pada range Gaji Pokok golongan jabatan yang dipegang pegawai tetap yang bersangkutan. Dalam rangka mempertahankan pegawai yang berkualitas, Perseroan memberikan Jasa Produksi sebagai salah satu bentuk remunerasi yang dikaitkan langsung dengan penilaian kinerja Pegawai yang tercermin dalam Sistem Manajemen Kinerja (SMK). Konsultan Ekstern Terkait Kebijakan Remunerasi Nama Konsultan: Korn Ferry Indonesia Lingkup Pekerjaan: 1.Kajian gaji Direksi dan honorarium Dewan Komisaris untuk tahun 2018 dibandingkan dengan Pasar 2. Kajian tantiem Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2017. 3.Kajian Long Term Incentive (LTI) Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2017 dan sesuai POJK No. 45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi Bank Umum. 2. Metode dalam mengaitkan Remunerasi individu dengan kinerja Perseroan, kinerja unit kerja dan kinerja individu Hubungan antara Remunerasi dengan Kinerja Emiten atau Perusahaan Publik Kebijakan dalam Sistem Manajemen Kinerja Perseroan mengatur tentang Penilaian Sasaran kinerja yang meliputi Sasaran Kerja meliputi Sasaran Kerja Perusahaan (SKP), Sasaran Kerja Unit (SKU) dan Sasaran Kerja Individu (SKI). Penilaian sasaran kerja dilakukan dengan membandingkan realisasi pencapaian sasaran Dalam Peraturan Direksi No.02/PD/HCD/2017 tentang Penghasilan Direksi dan Dewan Komisaris menyebutkan bahwa jenis remunerasi yang diterima Direksi dan Dewan Komisaris adalah tantiem/ insentif kinerja, yang merupakan penghargaan atas peningkatan kinerja perusahaan dan tidak mengalami akumulasi kerugian. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 385 385 07/05/19 22.59
  388. TATA KELOLA REMUNERASI INDIKATOR PENETAPAN REMUNERASI BAGI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Perseroan mengacu kepada Peraturan Menteri BUMN No . PER-01/MBU/06/2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-04/MBU/2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik Negara dalam menetapkan indikator Dewan Komisaris dan Direksi. Gaji/Honorarium anggota Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan antara lain berdasarkan faktorfaktor sebagai berikut: 1. Faktor skala usaha 2. Faktor kompleksitas usaha 3. Tingkat inflasi 4. Kondisi dan kemampuan keuangan Perusahaan 5. Faktor-faktor lain yang relevan, serta tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundangundangan 6. Komposisi Gaji/Honorarium Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan sebagai berikut: • Gaji Direktur Utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal yang ditetapkan oleh Menteri; • Gaji anggota Direksi lainnya sebesar 85% dari gaji Direktur Utama; • Honorarium Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur Utama; • Honorarium anggota Dewan Komisaris sebesar 40,5% dari gaji Direktur Utama. STRUKTUR REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI 2018 Komponen remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut: Total Compensation FIXED PAY Gaji/Honorarium + VARIABLE PAY Tantiem + VARIABLE PAY Long-term Incentive Berdasarkan Surat Edaran Direksi No.57/DIR/HCD/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Dalam Pemberian Remunerasi, komponen remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi ada yang bersifat tetap dan variable, yaitu: 1. Remunerasi yang bersifat tetap diberikan dalam bentuk tunai yang dapat disertai dengan pemberian dalam bentuk non tunai. 2. Remunerasi yang bersifat tidak tetap diberikan dalam bentuk tunai dan saham atau instrument yang berbasis saham yang diterbitkan bank. Persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna menetapkan besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2017, serta menetapkan gaji/honorarium, tunjangan dan fasilitas bagi Direksi dan anggota Dewan Komisaris untuk Tahun 2018. Adapun uraian jenis dan fasilitas lain yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2018 adalah sebagai berikut: Tabel Remunerasi Dewan Komisaris Jumlah diterima dalam 1 tahun 2018 Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris Orang 1.Remunerasi 9**) Jutaan Rp   Honorarium   Tunjangan Rutin *)   7.636 Tantiem   17.816 386 11.220 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 386 07/05/19 22.59
  389. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Tabel Remunerasi Dewan Komisaris Jumlah diterima dalam 1 tahun 2018 Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Dewan Komisaris Orang 2 . Fasilitas lain dalam bentuk natura: Jutaan Rp 9**)   a. Dapat dimiliki   - b. Tidak dapat dimiliki   -   36.672 Total Keterangan: *) Tunjangan cuti, Tunjangan Pajak Penghasilan, Uang Sandang, Tunjangan Hari Raya dan Premi santunan Purna Jabatan; **) Jumlah anggota Dewan Komisaris eksisting sebanyak 9 (sembilan) orang, 1 (satu) anggota Dewan Komisaris di antaranya baru diangkat pada RUPS Tahunan 2018 tanggal 23 Maret 2018. Tabel Remunerasi Direksi Jumlah diterima dalam 1 tahun 2018 Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Direksi Orang 1.Remunerasi Jutaan Rp 14***)   Gaji   25.109 Tunjangan Rutin *)   17.790 Tantiem   42.390 2. Fasilitas lain dalam bentuk natura **) yang: 14***)   a. Dapat dimiliki   b. Tidak dapat dimiliki   4.210   94.782 Total 5.283 Keterangan: *) Tunjangan cuti, Tunjangan Pajak Penghasilan, Uang Sandang, Tunjangan Hari Raya dan Premi santunan Purna Jabatan; **) Direksi mendapatkan fasilitas transportasi, komunikasi, perumahan ***)14 (empat belas) Direksi terdiri dari: • 9 (sembilan) orang anggota Direksi eksisting, 2(dua) anggota Direksi di antaranya baru diangkat pada RUPS Tahunan 2018 tanggal 23 Maret 2018; • 5 (lima) orang anggota Direksi yang sudah tidak menjabat namun masih memperoleh hak remunerasi tahun 2018 berupa Tantiem, serta 1 (satu) anggota Direksi di antaranya berakhir masa jabatannya pada RUPS Tahunan tanggal 23 Maret 2018. Jumlah Direksi, Dewan Komisaris, dan Pegawai yang menerima remunerasi yang bersifat Variabel selama 1 (satu) tahun dan total nominal sebagaimana dalam tabel di bawah ini: Jumlah Diterima Tahun 2018 Direksi Remunerasi yang Bersifat Variabel (Total) Dewan Komisaris Pegawai* Orang Juta Rp Orang Juta Rp Orang Juta Rp 12 42.389 8 17.816 10.478 407.616 Jumlah Diterima Tahun 2017 Direksi Dewan Komisaris Pegawai* Orang Juta Rp Orang Juta Rp Orang Juta Rp 14 32.553 10 14.331 9.516 323.230 Catatan: *)terdiri dari pegawai yang menerima Jasa Produksi dan Individual Insentif Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 387 387 07/05/19 22.59
  390. TATA KELOLA REMUNERASI Tabel Jumlah Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris Per Orang Dalam 1 Tahun Jumlah Remunerasi per Orang dalam 1 tahun *) 2017 2018 Jumlah Direksi Jumlah Dewan Komisaris > Rp2 miliar 8 7 11 8 > Rp1 miliar s.d Rp2 miliar 4 0 3 1 > Rp500 juta s.d Rp1 miliar 1 2 0 0 < Rp500 juta 0 1 0 0 Jumlah Direksi Jumlah Dewan Komisaris keterangan: *) yang diterima secara tunai SHARES OPTION YANG DIMILIKI DIREKSI, DEWAN KOMISARIS, PEJABAT EKSEKUTIF DAN PEGAWAI Kebijakan dalam pemberian shares option Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada tanggal 6 Oktober 2009 telah menyetujui pengeluaran saham baru dalam simpanan Perseroan sebanyak-banyaknya 30% (tiga puluh persen) atau sebanyak-banyaknya 2.723.142.857 saham dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah pengeluaran saham baru sehingga kepemilikan Negara RI menjadi paling sedikit 70% (tujuh puluh persen) atau 6.354.000.000 saham dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah pengeluaran saham baru. Pengeluaran saham baru dalam simpanan dimaksud, ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/ IPO) yang di dalamnya sudah termasuk penjatahan saham untuk Manajemen dan Pegawai (Management and Employee Stock Allocation/MESA) dan pemberian hak opsi kepada Manajemen dan Pegawai (Management and Employee Stock Options Plan/MESOP). Persyaratan Pegawai dan/atau Manajemen yang Berhak Peserta program MESA dan MESOP adalah pegawai yang tercatat pada tanggal 30 September 2009 dan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, anggota Dewan Pengawas Syariah, Sekretaris Dewan Komisaris dan anggota Komite Audit. 388 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 388 07/05/19 22.59
  391. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Jumlah Shares Option yang Diberikan Tabel Kepemilikan Saham Berdasarkan Shares Option No Nama dan Jabatan Jumlah Opsi Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Harga Opsi (Rp) Jangka Waktu Dewan Komisaris 1 Arie Coerniadi - - - - - 2 Kamaruddin Sjam - - - - - 3 Lucky Fathul Aziz Hadibrata - - - - - 4 Catherinawati Hadiman - - - - - 5 Fajar Harry Sampurno - - - - - 6 Sumiyati - - - - - Direksi 1 Maryono - - - - - 2 Irman Alvian Zahiruddin 3 Mansyur Syamsuri Nasution 3.991.000 1.354.000 1.354.000 855,00 Feb 2011- Ags 2014 - - - - - 4 Iman Nugroho Soeko - - - - - 5 Sis Apik Wijayanto - - - - - 6 Adi Setianto - - - - - 7 Sulis Usdoko - 138.500 138.500 855,00 Feb 2011- Ags 2014 8 Oni Febriarto R. Feb 2011- Ags 2014 Pejabat Eksekutif Pegawai - 65.000 65.000 855,00 7,430,600 6.925.500 6.925.500 855,00 Feb 2011- Ags 2014 - 136.751.500 136.751.500 855,00 Feb 2011- Ags 2014 MESOP Tahap 2 No Nama dan Jabatan Jumlah Opsi Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Harga Opsi (Rp) Jangka Waktu Dewan Komisaris 1 Arie Coerniadi - - - - - 2 Kamaruddin Sjam - - - - - 3 Lucky Fathul Aziz Hadibrata - - - - - 4 Catherinawati Hadiman - - - - - 5 Fajar Harry Sampurno - - - - - 6 Sumiyati - - - - - Direksi 1 Maryono - - - - - 2 Irman Alvian Zahiruddin 3 Mansyur Syamsuri Nasution 3.991.000 855.500 855.500 1.297,44 Feb 2011 - Ags 2015 - - - - - 4 Iman Nugroho Soeko - - - - - 5 Sis Apik Wijayanto - - - - - 6 Adi Setianto - - - - - 7 Sulis Usdoko - 109.000 109.000 1.297,44 Feb 2011 - Ags 2015 8 Oni Febriarto R. Pejabat Eksekutif Pegawai - 51.000 51.000 1.297,44 Feb 2011 - Ags 2015 7,430,600 5.467.500 5.467.500 1.297,44 Feb 2011 - Ags 2015 - 102.442.500 102.442.500 1.297,44 Feb 2011 - Ags 2015 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 389 389 07/05/19 22.59
  392. TATA KELOLA REMUNERASI MESOP Tahap 3 No Nama dan Jabatan Jumlah Opsi Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Harga Opsi (Rp) Jangka Waktu Dewan Komisaris 1 Arie Coerniadi - - - - - 2 Kamaruddin Sjam - - - - - 3 Lucky Fathul Aziz Hadibrata - - - - - 4 Catherinawati Hadiman - - - - - 5 Fajar Harry Sampurno - - - - - 6 Sumiyati - - - - - Direksi 1 Maryono 2 Irman Alvian Zahiruddin - - - - - 3.991.000 828.500 828.500 1.098,36 Feb 2011-Ags 2016 3 Mansyur Syamsuri Nasution - - - - - 4 Iman Nugroho Soeko - - - - - 5 Sis Apik Wijayanto - - - - - 6 Adi Setianto - - - - - 7 Sulis Usdoko - 108.500 108.500 1.098,36 Feb 2011 - Ags 2016 8 Oni Febriarto R. - 54.500 54.500 1.098,36 Feb 2011 - Ags 2016 Pejabat Eksekutif 7.430.600 5.566.500 5.566.500 1.098,36 Feb 2011 - Ags 2016 - 102.367.500 102.367.500 1.098,36 Feb 2011 - Ags 2016 Pegawai Program MESOP 2018 Program MESA dan MESOP telah selesai dieksekusi pada Periode 2016 dan sejak periode 2017 tidak ada program Share Option untuk Direksi, Dewan Komisaris, Pejabat Eksekutif dan Pegawai. Sepanjang tahun 2018, Perseroan tidak memiliki program kepemilikan saham yang diterbitkan oleh Perseroan bagi karyawan dan/atau manajemen. Data MESOP Posisi 2018 No Nama dan Jabatan Jumlah Opsi Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Harga Opsi (Rp) Jangka Waktu Dewan Komisaris 1 I Wayan Agus Mertayasa Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 2 Iman Sugema Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 3 Maurin Sitorus Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 4 Sumiyati Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 5 Parman Nataatmadja Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 6 Arie Coerniadi Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 7 Lucky Fathul Aziz Hadibrata Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 8 Kamaruddin Sjam Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil  9 Garuda Wiko Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Direksi 1 Maryono Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 2 Iman Nugroho Soeko Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 3 Andi Nirwoto Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 4 Oni Febriarto R. Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 390 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 390 07/05/19 22.59
  393. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Data MESOP Posisi 2018 No Nama dan Jabatan Jumlah Opsi Jumlah Saham yang Dimiliki (Lembar Saham) Yang Diberikan (Lembar Saham) Yang Telah Dieksekusi (Lembar Saham) Harga Opsi (Rp) Jangka Waktu 5 Budi Satria Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 6 R. Mahelan Prabantarikso Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 7 Nixon L. Pahotan Napitupulu Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil 8 Dasuki Amsir Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil  9 Yossi Istanto Nihil Nihil Nihil Nihil Nihil Pejabat Eksekutif - Nihil Nihil Nihil Nihil Pegawai - Nihil Nihil Nihil Nihil RASIO GAJI TERTINGGI DAN TERENDAH Perseroan berupaya agar tidak terdapat kesenjangan yang terlalu tinggi terkait dengan remunerasi yang diberikan. Rasio gaji tertinggi dan terendah selama 2018 adalah sebagai berikut: Tabel Rasio Gaji Tertinggi dan Terendah Tahun 2018 Uraian Gaji Pegawai tertinggi dan terendah . Rasio 2016 Rasio 2017 Rasio 2018 18,85 : 1 18,64 : 1 20,96 : 1 Gaji Direksi tertinggi dan terendah 1,11 : 1 1,1 : 1 1,18 : 1 Gaji Komisaris tertinggi dan terendah 1,11 : 1 1,1 : 1 1,11 : 1 Gaji Direksi tertinggi dan Pegawai Tertinggi 2,70 : 1 2,99 : 1 2,95 : 1 Jumlah pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja dan total nominal pesangon yang dibayarkan tahun 2018 No. Jumlah Pegawai PPST Jumlah nominal Pesangon yang dibayarkan per Orang dalam 1 (satu) Tahun 2017 2018 1. Di atas Rp1 miliar 1 - 2. Di atas Rp500 juta s.d 1 milliar 6 14 3. Rp500 juta ke bawah 3 - Jumlah Total Remunerasi bersifat Variabel yang Ditangguhkan 2018 (Dalam Rp juta) Remunerasi Yang Bersifat Variabel yang Ditangguhkan Tahun 2017 Remunerasi Yang Bersifat Variabel yang Ditangguhkan Tahun 2018 Tunai Nihil Tunai 1.059 Saham Nihil Saham 4.961 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 391 391 07/05/19 22.59
  394. TATA KELOLA REMUNERASI Jumlah Total Remunerasi Bersifat variable yang ditangguhkan yang dibayarkan selama 1 tahun Kebijakan remunerasi yang bersifat variable yang ditangguhkan yang akan dibayarkan selama 3 tahun baru diimplementasikan untuk kinerja tahun buku 2017 (pembayaran di tahun 2018) yang akan dibayarkan (release) dalam 3 tahun mulai tahun 2019. Informasi Kuantitatif Remunerasi Lainnya Jumlah penerima dan jumlah total remunerasi yang bersifat variable yang dijamin tanpa syarat akan diberikan oleh Perseroan kepada calon Direksi, calon Dewan Komisaris, dan/atau calon Pegawai selama 1 (satu) tahun pertama bekerja 392 Perseroan tidak memiliki kebijakan pemberian Remunerasi yang Bersifat Variable (RBV) dan tanpa syarat, karena kebijakan pemberian RBV diberlakukan seragam tanpa mempertimbangkan lama periode bekerja. Perseroan berkomitmen untuk menerapkan sistem remunerasi yang kompetitif, adil dan seimbang, dan selalu memastikan bahwa tidak ada pegawai yang menerima imbalan di bawah ketentuan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Perseroan juga melakukan kaji ulang dan pengkinian atas kebijakan remunerasi agar relevan dengan perkembangan industri dan strategi bisnis serta mengadopsi aspekaspek kepatuhan pada ketentuan perbankan yang berlaku terkait remunerasi secara bertahap. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 392 07/05/19 22.59
  395. Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Dewan Komisaris dan Direksi secara berkala melakukan pertemuan melalui forum Rapat Dewan Komisaris-Direksi dalam rangka menyatukan pandangan dan memutuskan suatu persoalan penting yang menyangkut kelangsungan usaha Perseroan . RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN RAPAT BERSAMA DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Pelaksanaan Rapat Internal Dewan Komisaris mengacu pada Keputusan Dewan Komisaris No.01/DEKOMBTN/2017 Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris tanggal 10 Agustus 2017. Sedangkan pelaksanaan rapat Dewan Komisaris bersama Direksi mengacu pada Surat Keputusan Bersama Dewan Komisaris No.02/DEKOM-BTN/2017 dan Direksi No.01/DIR-BTN/2017 tentang Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi tanggal 24 November 2017. Sesuai dengan pedoman tersebut rapat Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari: 1. Rapat Internal Dewan Komisaris merupakan rapat yang dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan dengan bahan rapat disampaikan kepada peserta sebelum rapat diselenggarakan, akan tetapi apabila perlu, Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan setiap waktu atas permintaan seorang atau lebih Anggota Dewan Komisaris atau atas permintaan tertulis dari Direksi. 2. Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan dengan sekurang-kurangnya membahas agenda meliputi: • Penyusunan Rencana Bisnis Bank (RBB) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP); • Performance Review (termasuk pembahasan tentang APU PPT); • Pelaksanaan GCG dan Tindak Lanjut temuan Audit lntern maupun Ekstern. Mekanisme pengambilan keputusan Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan dalam Rapat Terjadwal Dewan Komisaris wajib dihadiri oleh minimal (1/2) + 1 dari jumlah anggota rapat. Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Dewan Komisaris Sepanjang tahun 2018, Dewan Komisaris telah menyelanggaran Rapat Internal Dewan Komisaris sebanyak 46 (empat puluh enam) kali dan Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi sebanyak 36 (tiga puluh enam) kali dengan rincian sebagai berikut: 1. Tingkat Kehadiran Dewan Komisaris dalam Rapat Rapat Dewan Komisaris Nama Jabatan Periode Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi % Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran % I Wayan Agus Mertayasa Komisaris Utama/ Komisaris Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 41 89% 36 35 97% Iman Sugema Komisaris Non Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 30 65% 36 26 72% Maurin Sitorus Komisaris Non Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 43 93% 36 33 92% Sumiyati Komisaris Non Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 25 54% 36 25 69% Parman Nataatmadja*) Komisaris Non Independen 23 Maret - 31 Desember 2018 36 30 83% 27 18 67% Arie Coerniadi Komisaris Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 39 85% 36 30 83% Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 393 393 07/05/19 22.59
  396. RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Rapat Dewan Komisaris Nama Jabatan Periode Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran % Jumlah Rapat Jumlah Kehadiran % Lucky Fathul Aziz Hadibrata Komisaris Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 38 83% 36 30 83% Kamaruddin Sjam Komisaris Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 41 89% 36 30 83% Garuda Wiko Komisaris Independen 1 Januari - 31 Desember 2018 46 29 63% 36 24 67% *) berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari OJK atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) 2. Agenda dan Peserta Rapat a. Rapat Internal Dewan Komisaris Pelaksanaan rapat, agenda dan peserta Rapat dalam Rapat Internal Dewan Komisaris selama tahun 2018 sebagai berikut: Tanggal Agenda Peserta Rapat 09 Januari 2018 • Surat masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 16 Januari 2018 • Evaluasi Program Kerja Dewan Komisaris 2017 • Pembahasan dan Pengesahan Program Kerja Dewan Komisaris 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 23 Januari 2018 • • • • Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Sumiyati 30 Januari 2018 • Isu terkini • Surat masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 13 Februari 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Draft Publikasi Laporan Keuangan 31 Desember 2017 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 20 Februari 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Draft Laporan Pengawasan Dewan Komisaris Semester II Tahun 2017 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 27 Februari 2018 • Performance Review Januari 2018 dan Pelaksanaan APU-PPT • Pembahasan dan Persetujuan Draft laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Tahun 2017 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Sumiyati 06 Maret 2018 • lsu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 13 Maret 2018 • • • • lsu Terkini Sunat Masuk Dewan Komisaris Konsultasi Kredit Persiapan RUPST 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 20 Maret 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Persiapan RUPST2018 • lsu Terkini Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 27 Maret 2018 • lsu Terkini - Pembahasan Performance Review Bulan Februari 2018 - Pembahasan Perubahan Struktur Organisasi Sesuai Nomenklatur RUPST 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 03 April 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Konsultasi Kredit Arie Coerniadi; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 394 Isu terkini Surat Masuk Dewan Komisaris Konsultasi Kredit Finalisasi Program Kerja Dewan Komisaris 2018 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 394 07/05/19 22.59
  397. Tanggal Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Agenda Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Peserta Rapat 10 April 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 17 April 2018 • lsu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 24 April 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 30 April 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Progress Dran Tanggapan Dewan Komisaris atas Kinerja Triwulan I 2018 I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 08 Mei 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Progress Draft Tanggapan Dewan Komisaris atas Kinerja Triwulan I 2018 • Konsultasi Kredit Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 15 Mei 2018 • Isu Terkini: Potret Kesiapan SDM Mendukung Digital Banking Era • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 22 Mei 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Performance Review Bulan April 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 30 Mei 2018 • Isu terkini • Surat masuk Dewan Komisaris • Konsultasi kredit Arie Coerniadi; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 05 Juni 2018 • Isu terkini • Surat masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 26 Juni 2018 • Isu terkini • Surat masuk Dewan Komsiaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 10 Juli 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Konsultasi Kredit Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Parman Nataatmadja; Sumiyati 17 Juli 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Konsultasi Kredit Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 24 Juli 2018 • lsu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Performance Review Bulan Juni 2018 • Profil Risiko dan laporan perhitungan KPMM semester I 2018 • Pembahasan Tingkat Kesehatan Bank Semester I 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 31 Juli 2018 • Isu terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 07 Agustus 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Konsultasi Kredit Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 14 Agustus 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan Jadwal Internalisasi Budaya Perusahaan • Progress Laporan Pengawasan RBB Semester I 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 21 Agustus 2018 • lsu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 395 395 07/05/19 22.59
  398. RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Tanggal Agenda Peserta Rapat 28 Agustus 2018 • lsu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Paparan Komite Audit atas Perfomance Review Bulan Juli 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 04 September 2018 • lsu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Konsultasi Kredit Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 12 September 2018 • Isu Terkini – Pembahasan Temuan OJK • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 18 September 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini: Pembahasan Tindak Lanjut Hasil Exit Meeting Pemeriksaan OJK Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 25 September 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • lsu Terkini • Paparan Komite Audit atas Performance Review Bulan Agustus 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 02 Oktober 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • lsu Terkini • Persiapan Laporan Komite Triwulan III 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 09 Oktober 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 16 Oktober 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 23 Oktober 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini Arie Coerniadi; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 24 Oktober 2018 • Pembahasan draft publikasi laporan keuangan per 30 September 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 31 Oktober 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini • Review Komite Audit atas Performance Review Bulan September 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam 6 November 2018 • Surat Masuk Dewan Komisaris • Isu Terkini Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 21 November 2018 • Review Komite Dewan Komisaris atas Draft RBB 2019-2021 dan RKAP 2019 • Surat Masuk Dewan Komisaris Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 27 November 2018 • Surat masuk Dewan Komisaris • Isu terkini • Rekomendasi Komite atas dokumen permohonan persetujuan Dewan Komisaris dari Direksi yang harus disampaikan paling lambat akhir November 2018 meliputi: - Pemaparan Direksi atas rencana penyertaan modal pada PT PNM Investment Management - Pemaparan Direksi atas draft laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan 20192023 - Pemaparan rencana aksi (recovery plan) bagi Bank Sistemik Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 04 Desember 2018 • Surat masuk Dewan Komisaris • Isu terkini • Pemaparan Komite Pemantau Risiko atas surat konsultasi kredit yang pending Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 11 Desember 2018 • Surat masuk Dewan Komisaris • Isu terkini Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 18 Desember 2018 • Isu terkini • Surat masuk Dewan Komisaris • Review usulan PKMR 2019 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 396 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 396 07/05/19 22.59
  399. Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited b . Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Pelaksanaan rapat, agenda dan peserta Rapat dalam Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2018 sebagai berikut: Tanggal Agenda Peserta Rapat 09 Januari 2018 • Performance Review Bulan November 2017 dan Prognosa Performance Desember 2017 • Pembahasan Perubahan Struktur Organisasi Bank BTN Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 17 Januari 2018 • Kebijakan dan Strategi Transformasi penguatan peran Kantor BTN di Daerah • Penguatan Peran dan Fungsi Distribusi Network BTN di Masa Depan Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 30 Januari 2018 • Performance Review Desember 2017 • Perkembangan Rencana Transformasi Kantor Wilayah dan Kantor Cabang Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 06 Februari 2018 • Pembahasan Usulan Penggantian Kepala Internal Audit Division Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 20 Februari 2018 • Sekuritisasi Aset BTN Tahun 2018 • Rencana Penerbitan Obligasi BTN Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 27 Februari 2018 • Isu Terkini • Surat Masuk Dewan Komisaris • Pembahasan dan Persetujuan Draft laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Tahun 2017 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Sumiyati 06 Maret 2018 • Performance Review dan APU PPT Bulan Januari 2018 • Ekosistem Digital pada Transformasi Digital Banking BTN tahap kedua Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 13 Maret 2018 • Persiapan RUPS Tahunan 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 20 Maret 2018 • Gladi Resik RUPST 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 27 Maret 2018 • Performance Review Februari 2018 • Perubahan Strukfur Organisasi Sesuai Nomenklatur RUPST 2018 Arie Coerniadi; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 17 April 2018 • Perkembangan Kasus lndikasi Kehilangan Dana Nasabah Cabang Pontianak dan Penjelasan Pelaporan Transaksi Keuangan Mencurigakan ; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 24 April 2018 • Performance Review Maret 2018 • Tindak lanjut hasil pemeriksaan khusus OJK sesuai Surat OJK No. SR-09/PB.132/2018 tanggal 6 Maret 2018 dan Risalah Rapat No. RR-10/PB.132/2018 tanggal 15 Februari 2018 ; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 15 Mei 2018 • Penanganan Kredit Kolektibilitas 2 dan Kolektibilitas 5 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 22 Mei 2018 • Pembahasan Perfornance Review Bulan April 2018 • Penjelasan Progress lmplementasi Cetak Biru dan pilot project Transformasi • Progress Penanganan Kasus Indikasi Kehilangan Dana Nasabah Kantor Cabang Pontianak Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 30 Mei 2018 • Penjelasan Direksi atas concern Dewan Komisaris Arie Coerniadi; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 05 Juni 2018 • Pemaparan manajemen atas implementasi pengendalian internal unit kerja Kantor Cabang, Kantor Wilayah, Kantor Pusat Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 397 397 07/05/19 22.59
  400. RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Tanggal Agenda Peserta Rapat 26 Juni 2018 • Pemaparan manajemen atas revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2018 dan Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 20182020 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 10 Juli 2018 • Pemaparan manajemen atas revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2018 dan Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 20182020 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Parman Nataatmadja; Sumiyati 24 Juli 2018 • Pembahasan Performance Review Bulan Juni 2018 • Profil Risiko dan laporan Perhitungan KPMM Semester I 2018 • Pembahasan Tingkat Kesehatan Bank Semester I 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 31 Juli 2018 • Pemaparan Manajemen Atas Revisi SE No.43/ DIR/CMO/2011 Perihal Alih Daya Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 07 Agustus 2018 • Permintaan Data dan Penjelasannya Dalam Rangka Integrated Talent Management System Kementerian BUMN Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 14 Agustus 2018 • Pemaparan Statistik Fraud dan Tindaklanjutnya Posisi s.d. Triwulan ll 2018 • Pembahasan Usulan Data Top Tallent kepada Kementerian BUMN melalui aplikasi ITMS Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 28 Agustus 2018 • Performance Review Bulan Juli 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 18 September 2018 • Pembahasan Tindak Lanjut Hasil Exit Meeting Pemeriksaan OJK Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 25 September 2018 • Pembahasan Performance Review Bulan Agustus 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 02 Oktober 2018 • Pembahasan Progress Tindak Lanjut Action Plan OJK Posisi Pemenksaan 31 Januari 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 05 Oktober 2018 • Pembahasan threshold kewenangan Dewan Komisaris • Konsultasi Kredit Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Maurin Sitorus; Sumiyati 16 Oktober 2018 • Pemaparan Persiapan Acara Observasi CGPI tanggal 23 Oktober 2018 • Pemaparan Progress Tindak Lanjut Transformasi Struktur Organisasi Bank BTN • Undangan OJK Kepada Komisaris Utama Bank BTN Dalam Rangka Kunjungan ke Palu Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati 23 Oktober 2018 • Pemaparan Manajemen Profil Risiko Triwulan III • Pemaparan Progress Tindak Lanjut Transformasi Struktur Organisasi Bank BTN Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 31 Oktober 2018 • Performance Review Bulan September 2018 • Finalisasi Action Plan Temuan OJK Posisi 31 Januari 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Sumiyati 06 November 2018 • Performance review bulan September 2018 • Finalisasi action plan temuan OJK posisi 31 Januari 2018 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 13 November 2018 • Penjelasan Manajemen Atas Pemberitaan BTN "Rugikan Negara Rp50 Miliar, Kejagung Terbitkan Sprindik BTN" • Paparan Manajemen Atas Perkembangan Proses Bisnis Perkreditan Unit Usaha Syariah Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus 21 November 2018 • Pemaparan Direksi atas Draft RBB 2019-2021 dan RKAP 2019 Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 23 November 2018 • Pemaparan Direksi atas Draft RBB 2019-2021 dan RKAP 2019 tahap II Arie Coerniadi; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Sumiyati 398 Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 398 07/05/19 22.59
  401. Tanggal Ikhtisar Utama 2018 Laporan Manajemen Profil Perseroan Analisis dan Pembahasan Manajemen Pendukung Bisnis Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audited Agenda Peserta Rapat 27 November 2018 • Pemaparan Direksi atas draft RBB 2019-2021 dan RKAP 2019 tahap III • Pemaparan Direksi atas rencana penyertaan modal pada PT PNM Investment Management • Pemaparan Direksi atas draft laporan rencana aksi keuangan berkelanjutan 2019-2023 • Pemaparan rencana aksi (recovery plan) bagi Bank Sistemik Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; Garuda Wiko; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja 18 Desember 2018 • Evaluasi pelaksanaan Good Corporate Governance selama tahun 2018 • Pemaparan Direksi atas permasalahan Jiwasraya Protection Plan dan Customers Get Customers (Audit Khusus KC Surabaya) • Pemaparan Direksi atas langkah-langkah menurunkan kolektibilitas 2 dan kolektibilitas macet • Pemaparan Direksi atas permasalahan Unit Usaha Syariah dan tindak lanjutnya Arie Coerniadi; Lucky Fathul Aziz Hadibrata; I Wayan Agus Mertayasa; Iman Sugema; Kamaruddin Sjam; Maurin Sitorus; Parman Nataatmadja; Sumiyati Keputusan yang diambil dalam Rapat Internal Dewan Komisaris dan Rapat Bersama Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah dicatat dan didokumentasikan dengan baik dalam risalah rapat Dewan Komisaris. Risalah rapat ditandatangani oleh anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi yang hadir, dan disampaikan kepada seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris maupun pihak terkait apabila diperlukan. Perbedaan pendapat (disenting opinion) yang terjadi dalam rapat telah dicatat dalam risalah rapat disertai alasan mengenai perbedaan pendapat tersebut. Rencana Rapat Dewan Komisaris 2019 Berdasarkan keputusan pada Rapat Internal Dewan Komisaris, telah disepakati bahwa Rapat Dewan Komisaris untuk tahun 2019 akan dilaksanakan 1 kali dalam 1 minggu setiap hari Selasa sesuai kebutuhan. Pada minggu pertama, kedua, dan ketiga, Dewan Komisaris melakukan Rapat Internal bersama Komite Organ Pendukung Dewan Komisaris yang secara garis besar akan membahas agenda sebagai berikut: • Membahas Isu Terkini • Review/Kajian terhadap laporan/surat masuk dan perkembangan tindak lanjut nasihat/arahan kepada Direksi sebelumnya •Paparan Komite Organ Pendukung Dewan Komisaris berupa usulan, pendapat/ rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai review/ kajian yang telah dilakukan untuk selanjutnya dapat menjadi masukan bagi Dewan Komisaris dalam memberikan arahan dan nasihat kepada Direksi sebagai bentuk pengawasan aktif Dewan Komisaris. • Untuk minggu ke-3 terdapat tambahan agenda berupa Paparan Komite Audit atas Kajian Temuan Hasil Audit Internal dan/atau Eksternal Bank Selanjutnya, pada minggu keempat Dewan Komisaris melakukan Rapat Bersama dengan Direksi sekurangkurangnya dengan agenda Paparan Direksi mengenai kinerja perusahaan. Evaluasi Tindak Lanjut Hasil Rapat Dewan Komisaris Dalam Rapat Internal Dewan Komisaris dilakukan evaluasi tindak lanjut hasil-hasil rapat Dewan Komisaris sebelumnya kemudian dilanjutkan pembahasan surat-surat masuk Dewan Komisaris periode setelah rapat sebelumnya sampai dengan rapat hari yang bersangkutan. Dewan Komisaris dan Komite secara aktif memonitor apakah tindak lanjut atas arahan-arahan dan nasihat dalam rapat yang telah disampaikan kepada Direksi baik melalui surat maupun secara lisan dan ditindaklanjuti. Laporan Tahunan 2018 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. GCG#BTN_AR2018#INA.indd 399 399 07/05/19 22.59
  402. RAPAT DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI RAPAT DIREKSI Direksi wajib mengadakan Rapat Direksi , pelaksanaannya mengacu kepada Anggaran Dasar Perseroan pasal 13 yaitu Rapat Direksi adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila dihadiri dan atau diwakili oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) dari jumlah anggota Direksi, serta mengacu pada Ketetapan Direksi No. 07/DIR/ KD/CMPD/2017 tentang Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi tanggal 28 September 2017. Sesuai dengan pedoman tersebut, Direksi wajib mengadakan Rapat: 1. Rapat Direksi (Rapat Internal Direksi) merupakan rapat Direksi yang hanya dihadiri oleh anggota Direksi dan dilakukan secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam setiap bulan atau yang disebut Rapat Terjadwal Direksi (Rapat ALCO dan Performance Review). Penyelenggaraan Rapat Direksi dapat dilakukan setiap waktu apabila dipandang perlu oleh seorang atau lebih anggota Direksi atau atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris. 2. Rapat Direksi bersama Dewan Komisaris merupakan rapat Direksi yang dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris dan dilakukan secara berkala paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan guna Direksi memohon arahan/ petunjuk atau melaporkan pengurusan Perusahaan kepada Dewan Komisaris. Sementara itu, untuk pelaksanaan Rapat Bersama yaitu Rapat Direksi bersama Dewan Komisaris mengacu pada Surat Kesepakatan Bersama Dewan Komisaris No. 02/DEKOM-BTN/2017 dan DIreksi No. 01/DIR-BTN/2017 tanggal 24 November 2017 tentang Tata Hubungan Kerja Dewan Komisaris dan Direksi. Frekuensi Rapat dan Tingkat Kehadiran Direksi Selama tahun 2018, Direksi telah menyelanggaran Rapat Internal Direksi sebanyak 188 kali, Rapat Bersama Direksi dan Dewan Komisaris sebanyak 5 (lima) kali dengan r