of  

or
Sign in to continue reading...

Indonesia: Morning Market Update - 1 March

IM Insights
By IM Insights
5 years ago
Indonesia: Morning Market Update - 1 March


Create FREE account or Login to add your comment
Comments (0)


Transcription

  1. Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 1 March 2021 Global Market Wrap Items Nilai transaksi (Rp miliar) Volume transaksi (jt shm) Net asing (Rp miliar) Net asing (jt shm) Kapitalisasi pasar (Rp tn) Avg 2016 5,296.5 4,957.8 65.7 -150.6 5,376.3 Terakhir 21,948.6 20,254.0 -95.1 62.4 6,958.9 H-1 23,747.5 13,783.0 61.3 -1,558.3 7,012.3 Pada perdagangan akhir pekan lalu indeks di bursa Wall Street mayoritas ditutup melemah. Indeks Dow Jones berakhir di zona merah setelah sempat menghijau di awal perdangangan seiring masih adanya kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga yang begitu cepat. S&P 500 juga Sektoral Index Agri Basic Industry Consumer Finance Infrastucture Misc. Industry Mining Property Trade Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 1,438 951 1,707 1,459 1,070 997 2,049 378 862 24.3% 25.3% -2.0% 16.8% 11.9% 0.7% 53.0% -11.5% 28.4% -0.8% -1.1% 0.1% -0.7% 0.0% -2.5% -1.3% -1.4% -1.2% -4.0% 3.3% -6.8% 9.4% 6.9% -7.8% 7.0% -4.8% 12.5% Negara JCI FSSTI KLCI SET KOSPI SENSEX HSI NKY AS30 IBOV DJI SX5P UKX Indonesia Singapura Malaysia Thailand Korsel India Hongkong Jepang Australia Brasil Amerika Eropa Inggris Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 6,242 2,949 1,578 1,497 3,100 49,100 28,980 28,966 6,941 110,035 30,932 3,125 6,483 14.5% -2.1% 6.4% 9.5% 56.0% 28.2% 10.9% 37.0% 6.6% 5.6% 21.7% 2.1% -1.5% -0.8% -0.8% -0.2% 0.4% 3.5% -3.8% -3.6% -4.0% -2.3% -2.0% -1.5% -1.5% -2.5% 4.4% 3.7% -3.0% 3.3% 4.9% 2.8% 6.4% 8.0% 2.6% -7.5% 1.1% 0.5% 0.4% Closing US$ 23.98 0.151 *Rp/US$ kenaikan setelah saham sektor teknologi bangkit dari keterpurukannya. Selama sepekan sendiri indeks di bursa Wall Street membukukan inflasi. Sepekan Dow Jones melemah -1.8%, S&P 500 terkoreksi -2.5% dan Nasdaq turun -4.9%. Indeks pengeluaran konsumen yang menjadi patokan The Fed untuk pencapaian angka sasaran inflasi pada bulan Januari meningkat +0.3% mom lebih rendah dari bulan sebelumnya +0.4% namun lebih tinggi dari konsensus +0.2%. Secara tahunan indeks pengeluaran konsumen naik Dual Listing (US$) TLKM TINS sektor energi dan keuangan. Sementara itu Nasdaq berhasil mencatatkan pelemahan cukup siginifikan dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap melonjaknya suku bunga/yield obligasi yang cukup cepat dan melandainya Indeks Saham Index ditutup melemah setelah investor melakukan aksi ambil untung di saham IDR 1,688.6 2,127.2 Daily +/-0.14 -0.02 % chg -0.58% -13.19% +1.5%, sejalan dengan ekspektasi namun lebih tinggi dari bulan sebelumnya +1.3% yoy. Sementara itu yield obligasi 10 tahun turun 10 bps menjadi 1.42 % setelah pada hari Kamis lalu menguat di atas +1.6%. 14,083 Suku Bunga & Inflasi Items Deposito IDR 3 bln Kredit Bank IDR BI 7-Days RR Fed Funds Target ECB Main Refinancing Domestic Yen Interest Call Latest Interest Inflation 4.38% 11.82% 3.50% 1.55% 0.25% 1.40% 0.00% 0.90% -0.02% -0.60% Real interest rate 1.95% -1.15% -0.90% 0.58%  Dow Jones melemah -470 poin (-1.50%) pada level 30,932   S&P 500 terkoreksi -18 poin (-0.47%) pada level 3,811 Nasdaq menguat +73 poin (+0.56%) pada level 13,192  EIDO bertambah +0.03 poin (+0.13%) pada level 22,85 Harga Komoditas Minyak WTI US$/ bbl CPO RM/ ton Nikel US$/ ton Timah US$/ ton Emas US$/tr. oz Batu Bara US$/ ton Tepung Terigu US$/ ton Jagung US$/bushel Kedelai US$/bushel Tembaga US$/ton Sumber : Bloomberg Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%) 62.8 3,986.0 18,532 26,539 1,740.1 83.0 146.5 5.4 14.1 9,139.3 40.2% 62.0% 48.5% 59.5% 9.7% 22.4% -7.0% 49.4% 61.3% 61.9% 1.3 -48.0 -626.0 -2,066.0 6.0 2.1 8.1 0.0 0.0 -317.0 2.07% -1.19% -3.27% -7.22% 0.35% 2.53% 5.84% 0.19% -0.05% -3.35% Technical Ideas Disetujuinya stimulus fiskal senilai US$1.9 triliun oleh kongres Amerika untuk kemudian akan diserahkan ke Senat, diterbitkannya ijin darurat vaksin Johnson & Johnson yang merupakan vaksin dosis tunggal sehingga diharapkan akan mempercepat proses vaksinasi diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. Sementara itu terkoresinya harga tambang mineral logam berpeluang menjasi sentimen negatif di pasar. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6,180 dan resistance di level 6,300. Stocks  BRPT (Buy). Support: Rp1,055, Resist: Rp1,145  MAPI (Buy on Weakness). Support: Rp795, Resist: Rp820  TBIG (Buy). Support: Rp2,080, Resist: Rp2,260  TLKM (Buy on Weakness). Support: Rp3,450 Resist: Rp3,550  XIML (Buy on Weakness). Support: Rp251, Resist: Rp255  XMTS (Buy on Weakness). Support: Rp453, Resist: Rp460  XPFT (Buy on Weakness). Support: Rp511, Resist: Rp518 ETF Refer to Important disclosures on the last of this report
  2. Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 1 March 2021 News Highlight PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) akan melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue. BJBR rencananya akan melepas sebanyak 925 juta lembar saham B baru bernominal Rp250 per saham atau setara 9,4 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan untuk ekspansi kredit perseroan. Rencananya, right issue tersebut akan dilaksanakan dalam rentang waktu 12 bulan sejak persetujuan Rapat Umum Pemegang Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan perseroan pada tanggal 6 April 2021. PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) menyelesaikan akuisisi mayoritas saham PT Cikondang Kancana Prima (CKP), perusahaan tambang dan pengolahan emas di Cianjur, Jawa Barat. Pada 28 Desember 2020, perseroan sudah menyampaikan Keterbukaan Informasi dan Fakta Material tentang penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat pada 23 Desember 2020 untuk mengambilalih 80% kepemilikan saham di CKP dari pemegang sahamnya yang ada. Bersama dengan dokumen terkait lainnya untuk melengkapi dan memberlakukan pengambilalihan. Penyelesaian transaksi ini telah tercapai pada 24 Februari 2021. Dengan akuisisi ini maka CKP telah menjadi anak perusahaan INDR. Manajemen INDR menjelaskan bahwa total investasi Indo-Rama untuk transaksi akuisisi ini sebesar Rp 300 miliar, termasuk Rp 50 miliar yang diberikan sebagai pinjaman berbunga kepada afiliasi pemegang saham penjual. PT Bank Jago Tbk (ARTO) akan menambah modal perusahaan sebesar Rp7,05 triliun lewat skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perseroan akan melepas 3 miliar saham dengan harga Rp2.350 per saham. Manajemen ARTO menyampaikan perseroan telah menerima komitmen kesanggupan dari PT Dompet Karya Anak Bangsa (DKAB) untuk membeli 560 juta saham atau Rp1,31 triliun. Refer to Important disclosures on the last of this report
  3. Morning Update 1 March 2021 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Tercatat sebagai pemilik 22,16 persen saham ARTO, DKAB sebetulnya punya hak untuk berhak atas 664,8 juta saham. Karena tak menyerap seluruhnya, saham akan dialihkan kepada GIC Private Limited atau dana abadi Singapura. Selain menyerap saham peralihan itu, GIC juga menyatakan komitmen membeli saham milik PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI). Sebagai pemegang 37,65 persen saham perseroan, MEI hanya menyerap 42,6 juta dari total 1,12 miliar saham. Itu artinya secara total GIC akan merogoh kocek sebesar Rp3,15 triliun dan memiliki 9,67 persen saham Bank Jago. Sementara, Wealth Track Technology Limited (WTT) sebagai pemegang 1,44 miliar saham bakal melakukan rights issue untuk 170 juta saham atau RpRp399,5 miliar. Dana yang dihimpun akan digunakan ekspansi usaha, kembali diinvestasikan di infrastruktur teknologi informasi, dan pengembangan SDM. Perseroan juga akan mengembangkan bisnis keuangan syariah melalui Unit Usaha Syariah (UUS), yang saat ini sedang dalam proses persetujuan oleh regulator. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengumumkan finalisasi pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah disepakati kedua pihak pada Oktober 2020. Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi ini diharapkan mampu mengakselerasikan penataan portofolio di dalam Telkom Group sekaligus memperkuat kolaborasi di dalam Telkom Group secara holistik. Dengan selesainya proses pengalihan kepemilikan menara ini tentunya memperkuat basis core business perseroan secara signifikan, sehingga dapat mempertegas posisi Mitratel sebagai salah satu provider menara telekomunikasi dengan jangkauan terluas dan terbesar di Indonesia. Ke depan, perseroan berharap melalui penguatan portfolio ini dapat menjadi modal utama untuk market expansion dan mendukung akselerasi implementasi jaringan 5G di Indonesia. Selain itu, dengan adanya aksi korporasi ini berkontribusi dalam hal peningkatan value perseroan utamanya dalam persiapan perseroan melakukan unlock tower business. Refer to Important disclosures on the last of this report
  4. Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 1 March 2021 PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200 ANALYSTS CERTIFICATION The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report. DISCLAIMERS This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report. Refer to Important disclosures on the last of this report