IslamicMarkets uses cookies.
About our cookie policy.
  of  

or
Sign in to continue reading...

PT Asuransi Asei: Annual Report 2018

IM Insights
By IM Insights
1 month ago
PT Asuransi Asei: Annual Report 2018

Halal, Islam, Salah, Sukuk, Zakat, Credit Risk, Daya, Masih, Provision, Receivables, Reserves, Sales

Create FREE account or Login to add your comment
0 Comments


Transcription

  1. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Laporan Tahunan 2018 Laporan Keuangan Financial Statements 1 PT Asuransi Asei Indonesia
  2. Daftar Isi 42 48 Table of Content 52 57 58 5 6 8 9 10 23 24 28 Kilas Kinerja 2018 58 2018 Performance Highlights 59 Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Ikhtisar Saham Stock Highlights Ikhtisar Surat Berharga Securities Highlights Peristiwa Penting Tahun 2018 Important Events 2018 63 34 35 35 38 40 64 65 Laporan Manajemen Management Reports 78 Laporan Dewan Komisaris Board of Commissioners ' Report Laporan Direksi Board of Directors' Report 79 88 Profil Perusahaan 91 Company Profile 91 Nama dan Alamat Lengkap Perusahaan Company's Name and Full Address Riwayat Singkat Perusahaan Company's Brief History Bidang Usaha Line of Business Struktur Organisasi Organizational Structure Visi, Misi dan Budaya Perusahaan Vision, Mission, and Corporate Culture PT Asuransi Asei Indonesia Analisa dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis 91 33 Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners' Profile Profil Direksi Board of Directors' Profile Profil Group Head Group Heads' Profile Sumber Daya Manusia Human Capital Komposisi Pemegang Saham Composition of Shareholders Nama dan Alamat Lembaga Penunjang Name and Address of Supporting Institutions Kantor Cabang Branch Offices 91 92 92 95 2 Kondisi Perekonomian dan Industri Economic and Industrial Conditions Segmen Usaha Business Segment Kinerja per Segmen Usaha Business Segments Performance Analisa Keuangan Financial Analysis Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal Management Policy on Capital Structure Ikatan Material Atas Barang Modal Material Commitment on Capital Goods Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Keuangan Information and Material Facts after the Reporting Date Kebijakan Dividen Dividend Policy Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Realization of Use of Proceeds from Public Offering Investasi Barang Modal Capital Goods Investment Prospek Usaha Perusahaan Company’s Business Prospects Peraturan Perubahan Perundang-Undangan Changes in Laws and Regulations Annual Report 2018
  3. 99 101 103 103 105 111 117 118 120 120 123 127 128 129 130 138 Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance 140 141 Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik Corporate Governance Principles Struktur dan Mekanisme Tata Kelola Good Governance Structure and Mechanism Pemegang Saham Utama Dan Pengendali Baik Langsung Maupun Tidak Langsung , Hingga Pemilikan Individu Direct And Indirect Ultimate And Controlling Shareholders Up To Individual Ownership Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Penilaian Sendiri (Self Assessment) atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Self Assessment on the Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Kebijakan Remunerasi Bagi Dewan Komisaris Dan Rapat Gabungan Dewan Komisaris dengan Direksi Remuneration Policy for the Board of Commissioners and Joint Meeting of the Board of Commissioners and the Board of Directors Pengungkapan Hubungan Afiliasi Antara Anggota Direksi, Dewan Komisaris Dan Pemegang Saham Utama Disclosure of Affiliate Relationship Between Members of the Board of Directors, Board of Commissioners and Ultimate Shareholder Komite Audit Audit Committee Komite-komite Lain Dibawah Dewan Komisaris Other Committees Under The Board of Commissioners Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Satuan Pengawasan Intern (SPI) Internal Audit Unit Akuntan Publik Public Accountant Sistem Pengendalian Internal Internal Control System Penerapan Manajemen Risiko Laporan Tahunan 2018 141 142 143 144 Risk Management Implementation Akses Informasi Dan Data Perusahaan Access to the Company’s Information and Data Kode Etik Code of Conduct Whistleblowing System (WBS) Whistleblowing System (WBS) Perkara Hukum Legal Cases Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility Lembar Pertanggung Jawaban Laporan Tahunan Accountability of Annual Report 146 3 Laporan Keuangan Financial Statements PT Asuransi Asei Indonesia
  4. Kilas Kinerja Performance Highlights PT Asuransi Asei Indonesia Laporan Manajemen Management Reports 44 Profil Perusahaan Company Profile Annual Report 2018
  5. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 01 Kilas Kinerja 2018 2018 Performance Highlights Laporan Tahunan 2018 5 PT Asuransi Asei Indonesia
  6. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Ikhtisar Keuangan Financial Highlights Laporan Posisi Keuangan Dalam Jutaan Rupiah Statement of Financial Position Uraian In million Rupiah 2018 2018 2017 2016 Description 373 .802 373.396 415.626 Investment Fund 1.061.880 1.113.053 1.374.105 Total Current Assets Jumlah Aktiva Tetap 17.379 14.028 22.455 Total Fixed Assets Jumlah Aktiva Lainnya 50.954 58.292 35.121 Total Other Assets Jumlah Hutang Lancar 133.494 150.351 227.157 Total Current Liabilities Jumlah Cadangan Teknis 634.862 741.367 972.664 Total Technical Reserve Jumlah Modal Sendiri 438.884 434.346 602.079 Total Owner's Equity 1.504.014 1.558.769 1.847.307 Total Assets Dana Investasi Jumlah Aktiva Lancar Total Aset Laporan Laba Rugi Dalam Jutaan Rupiah Statement of Profit (Loss) Uraian In million Rupiah 2018 2018 2017 2016 Description Premi Bruto 358.321 383.933 470.865 Gross Premium Hasil Premi Netto 132.404 204.663 211.419 Net Premium Income Beban Klaim Netto 140.733 188.136 235.697 Net Claim Expense Hasil Underwriting 107.864 (7.655) 96.002 Underwriting Income 21.390 28.371 53.287 Investment Income Hasil Operasional 129.254 20.715 149.289 Operational Income Biaya Operasional 129.392 133.275 129.937 Operational Expense (137) (112.560) 19.352 Net Operational Income Pendapatan/(Beban) Lain 301 (78.797) (8.910) Other Income (Expense) Laba Sebelum Pajak 164 (191.357) 10.442 Income Before Tax (3.451) (18.782) (4.276) Income Tax 3.615 (172.575) 14.718 Income After Tax Hasil Investasi Hasil Bersih Operasional Pajak Penghasilan Laba Setelah Pajak PT Asuransi Asei Indonesia 6 Annual Report 2018
  7. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Rasio-Rasio Keuangan Financial Ratios 2018 2018 Uraian 2017 2016 Description 0,04% -36,93% 1,75% Profitability Likuiditas 134,79% 132,20% 143,73% Liquidity Solvabilitas 141,20% 138,63% 148,35% Solvency Rasio Pengeluaran 36,11% 34,71% 27,60% Expense Ratio Rasio Klaim 76,69% 135,41% 78,97% Claim Ratio 5,73% 7,19% 11,17% Investment Income Ratio Rentabilitas Rasio Hasil Investasi Jumlah Modal Sendiri Total Aset Dalam Jutaan Rupiah Dalam Jutaan Rupiah Total Equity In million Rupiah Premi Bruto Total Assets Gross Premium 1.847.307 602.079 434.346 438.884 2017 2018 2016 2017 Hasil Underwriting Hasil Investasi Dalam Jutaan Rupiah Dalam Jutaan Rupiah Underwriting Income In million Rupiah 1.504.014 2018 In million Rupiah 383.933 2016 2017 358.321 2018 Laba Setelah Pajak Investment Income Income After Tax In million Rupiah 107.864 96.002 Dalam Jutaan Rupiah 470.865 1.558.769 2016 In million Rupiah Dalam Jutaan Rupiah 14.718 53.287 (172.575) In million Rupiah 3.615 28.371 21.390 (7.655) 2016 2017 Laporan Tahunan 2018 2018 2016 2017 7 2018 2016 2017 2018 PT Asuransi Asei Indonesia
  8. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Ikhtisar Saham Stock Highlights 99 .998% of Asuransi Asei shares are owned by PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) and 0.002% are owned by Asei Employees Cooperative and are not traded in any exchanges. Saham Asuransi Asei sebanyak 99,998% dimiliki PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dan 0,002% dimiliki Koperasi Pegawai Asei dan tidak diperdagangkan di bursa mana pun. PT Asuransi Asei Indonesia 8 Annual Report 2018
  9. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Ikhtisar Surat Berharga Securities Highlights Asuransi Asei has never issued any debt instruments yet, both in the form of obligations or Islamic Bonds that is traded. Asuransi Asei belum pernah menerbitkan Surat Utang, baik dalam bentuk Obligasi maupun Sukuk yang diperjualbelikan. Laporan Tahunan 2018 9 PT Asuransi Asei Indonesia
  10. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Peristiwa Penting Tahun 2018 Important Events 2018 Januari January 1 2 Januari 2018 2 January 2018 Pencanangan Pin /Lencana Asei Launch of Asei’s Pin Bersamaan dengan agenda sarasehan pada awal tahun 2018, Asei sekaligus melakukan launching penggunaan pin/lencana perusahaan. Pin/lencana ini secara simbolis disematkan oleh Plt Direktur Utama Asei Riduan Simanjuntak dengan tujuan untuk menimbulkan rasa memiliki perusahaan dan kebanggaan bekerja di Asei serta membangkitkan motivasi pegawai agar memiliki jenjang karir yang lebih tinggi lagi. Along with the workshop agenda at the beginning of 2018, Asei simultaneously launched the use of corporate pins. This pin was symbolically pinned by Acting Director of Asei Riduan Simanjuntak and aims to create a sense of belonging to the Company and pride in working at Asei, as well as motivate employees to have a higher career path. 2 5 Januari 2018 5 January 2018 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pengesahan RKAP 2018 General Meeting of Shareholders (GMS) on the Approval of Company’s Work Plan and Budget 2018 Bertempat di Ruang Rapat PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), Salemba Jakarta, telah dilaksanakan RUPS Pengesahaan RKAP Asei Tahun Anggaran 2018. Taking place in the Meeting Room of PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), Salemba Jakarta, GMS on the Approval of Company’s Budget Plan for FY2018 was already held. PT Asuransi Asei Indonesia 10 Annual Report 2018
  11. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 3 Laporan Keuangan Financial Statements 9 Januari 2018 9 January 2018 Peningkatan Kerjasama Asei dengan Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Enhancing Asei’s Cooperation with Directorate General for National Export Development Audiensi Asei dengan Direkrorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) dalam rangka meningkatkan kerja sama kedua instansi yang tertuang dalam Nota Kesepahaman Nomor 02/PEN/ MOU/10/2012 tentang Pengembangan Ekspor Nasional. Asei's hearing with the Directorate General of National Export Development (Dirjen PEN) with a purpose to enhance the cooperation of the two agencies provided in the Memorandum of Understanding No. 02/PEN/MOU/10/2012 concerning National Export Development. Februari February 4 7 Februari 2018 7 February 2018 Konferensi Perdagangan Nasional 2018 2018 National Trade Conference Agenda Tahunan yang diselenggarakan KADIN Indonesia Bidang Perdagangan mengangkat tema “Digitalisasi Perdagangan”. Kegiatan ini diresmikan secara langsung oleh Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI, Prof Dr Sri Adiningsih, M.Sc. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan peluang perdagangan digital (online trading, e-commerce, market place dan lain-lain) dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh pelaku perdagangan online maupun offline dalam rangka mendapatkan penguatan daya saing dunia usaha nasional. Plt Direktur Utama Asei, Riduan Simajuntak menjadi salah satu pembicara dan mengangkat tema pentingnya cyber insurance dalam dunia perdagangan digital. The Annual Agenda organized by Indonesian Chamber of Commerce and Industry in the Field of Trade carrying the theme “Trade Digitalization”. This activity was personally inaugurated by the Chairperson of the Indonesian President’s Advisory Council, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.Sc. Laporan Tahunan 2018 11 PT Asuransi Asei Indonesia
  12. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile This activity aims to optimize the opportunities for digital commerce (online trading, e-commerce, market place, etc.) and overcome the problems faced by online and offline traders in order to strengthen the national business community’s competitiveness. Acting Director of Asei, Riduan Simajuntak, was one of the speakers and raised the theme of the importance of cyber insurance in the digital commerce. 5 22 Februari 2018 22 February 2018 Asei dan KADIN DIY Bidik Eksportir Yogya Asei and DI Yogya’s KADIN targeted Yogya’s Exporters Asei bekerjasama dengan KADIN DIY menyelenggarakan sosialisasi bertemakan Peningkatan Ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua pihak juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan Ekspor Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Plt Direktur Utama Asei, Riduan Simanjuntak, dan Wakil Ketua Umum  KADIN DIY Bidang Organisasi dan Keanggotaan, HR Gonang Djuliastono. MoU ini bertujuan untuk mendukung upaya pertumbuhan pengembangan ekspor non migas serta memperkuat daya saing produk ekspor di DIY dengan sasaran perusahaan/pengusaha yang berorientasi ekspor. Asei in collaboration with DIY KADIN organized dissemination themed Enhancing Exports of the Special Region of Yogyakarta. The two parties also signed a Memorandum of Understanding (MoU) on Export Development in the Special Region of Yogyakarta by Acting President Director of Asei, Riduan Simanjuntak, and DIY KADIN Deputy General Chairman for Organization and Membership, HR Gonang Djuliastono. This MoU aims to support the efforts for nonoil and gas exports growth and strengthen the competitiveness of export products in DIY aimed at export-oriented companies/entrepreneurs. PT Asuransi Asei Indonesia 12 Annual Report 2018
  13. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 6 Laporan Keuangan Financial Statements 28 Februari 2018 28 February 2018 Asei Peduli Sesama melalui Program ‘Asei Peduli’ Asei Cares for Others through the ‘Asei Peduli’ Program ‘Asei Peduli’ adalah sebuah bentuk program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Program ini dilakukan secara berkelanjutan setiap tahunnya. 'Asei Peduli' is a form of Corporate Social Responsibility (CSR) program. This program is carried out continuously every year. Maret March 7 8 Maret 2018 8 March 2018 Asuransi Proyek Project Insurance Program sosialisasi asuransi proyek kepada PT LEN Industri (Persero) Group oleh Asei diselenggarakan di Bandung. Kegiatan ini merupakan salah satu program strategis dalam peningkatan literasi khususnya pemahaman terkait manajemen proyek sekaligus pengenalan produk asuransi proyek, termasuk produk CAR & EAR. Asei conducted project insurance dissemination program to PT LEN Industri (Persero) Group in Bandung. This activity is one of the strategic programs in increasing literacy, especially the understanding of project management as well as the introduction of project insurance products, including CAR & EAR products. Laporan Tahunan 2018 13 PT Asuransi Asei Indonesia
  14. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile April April 8 16 April 2018 16 April 2018 Asei Gandeng Bank Mandiri Jamin Kredit Nasabah Asei Entered into Cooperation with Bank Mandiri to Secure Customers ’ Loans Asei melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Bank Mandiri. Kerja sama ini ditandatangani pada Senin, 16 April 2018 di Kantor Kementerian BUMN. Tujuan kerja sama ini adalah untuk peningkatan kegiatan pemasaran antara Bank Mandiri dan Asei melalui aktivitas bancassurance model referensi. Asei signed a cooperation agreement with Bank Mandiri. This cooperation was signed on Monday, 16 April 2018 at the SOE Ministry Office. The purpose of this cooperation is to increase marketing activities between Bank Mandiri and Asei through bancassurance activities of reference model. Mei May 9 15 Mei 2018 15 May 2018 Tarhib Ramadhan Asei Asei’s Tarhib Ramadan Menyambut Bulan Suci Ramadan tahun 2018, Asei mengadakan acara Tarhib Ramadan yang diselenggarakan di Kantor Pusat Asei, Gedung Menara Kadin Indonesia lantai 22. Welcoming the Holy Month of Ramadhan 2018, Asei held a Tarhib Ramadhan event taking place at Asei Head Office, Menara Kadin Indonesia Building, 22nd floor. PT Asuransi Asei Indonesia 14 Annual Report 2018
  15. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 10 Laporan Keuangan Financial Statements 25 Mei 2018 25 May 2018 Peringkat IFS ‘AA- (idn)’ Asei dari Fitch Ratings Asei was assigned IFS ‘AA- (idn) title by Fitch Ratings Fitch Ratings Indonesia telah mengafirmasi peringkat nasional IFS di AA-(idn) kepada Asei. Fitch Ratings Indonesia has affirmed the national rating of IFS at AA- (idn) to Asei. Juli July 11 20 Juli 2018 20 July 2018 Asei dan Bank Kalteng Jalin Kerja Sama Kontra Bank Garansi Asei and Bank Kalteng Entered into Cooperation on Counter-Bank Guarantees Asei bersama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) menjalin kerja sama kontra bank garansi. Penandatanganan bêrtempat di Jakarta tanggal 20 Juli 2018 ini dilaksanakan oleh Plt Direktur Utama Asei, Bapak Riduan Simanjuntak dan Direktur Utama Bank Kalteng, Bapak Yayah Diasmono serta disaksikan juga oleh para pejabat dari Asei dan Bank Kalteng. Asei entered into cooperation with PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) on Counter-Bank Guarantees. The signing took place in Jakarta on July 20, 2018 and was conducted by the Acting President Director of Asei, Mr. Riduan Simanjuntak, and President Director of Bank Kalteng, Mr. Yayah Diasmono and also witnessed by officials from Asei and Bank Kalteng. Laporan Tahunan 2018 15 PT Asuransi Asei Indonesia
  16. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Mei May 12 8 Agustus 2018 8 August 2018 Asei menyelenggarakan ‘The Lunch Bunch’ Business Gathering Asei Held ‘The Lunch Bunch’ Business Gathering Acara business Gathering yang bertemakan  ‘The Lunch Bunch’  ini diselenggarakan di Glasshouse, Aston @Kuningan Suites Jakarta. Dihadiri oleh mitra bisnis agen dan broker asuransi, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahim antar mitra bisnis Asei sekaligus memberikan product refreshment kepada mitra bisnis. The business gathering event entitled 'The Lunch Bunch' was held at the Glasshouse, Aston @ Kuningan Suites Jakarta. Attended by business partners, agents and insurance brokers, the activity aims to establish relationship amongst Asei business partners while providing product refreshment to business partners. September September 13 26 September 2018 26 September 2018 Unit Usaha Syariah Asei Raih Predikat ‘Sangat Bagus’ Asei Sharia Business Unit Won ‘Very Good’ Predicate Unit Usaha Syariah Asei menerima penghargaan ‘Sangat Bagus’ dalam gelaran “Rating Sharia 2018” yang diselenggarakan oleh Infobank. Predikat tersebut diperoleh berdasarkan Rating Infobank per Desember 2016 sampai Desember 2017 dalam kategori kontribusi bruto di bawah Rp 100 Miliar pada kelompok unit usaha syariah perusahaan asuransi umum di Indonesia. Asei’s Sharia Business Unit received a 'Very Good' award in the "2018 Sharia Rating" held by Infobank. PT Asuransi Asei Indonesia 16 Annual Report 2018
  17. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements The predicate is obtained based on Infobank Rating as of December 2016 to December 2017 in the category of gross contribution of under Rp 100 billion in the sharia business unit group of general insurance companies in Indonesia. Oktober October 14 2 Oktober 2018 2 October 2018 Sinergi Asei dan Bank Yudha Bhakti dalam Asuransi dan Penjaminan Bank Garansi Synergy of Asei and Bank Yudha Bhakti in Insurance and Bank Guarantees Pelaksanaan seremoni penandatangan kerja sama antara Asei dan PT Bank Yudha Bhakti Tbk dilaksanakan di Kantor Pusat Asei, Gedung Menara Kadin Indonesia, lantai 22 Jakarta. Penandatanganan kerja sama ini adalah sinergi perusahaan terkait Penjaminan dan Kontra Bank Garansi, dimana Asei menjamin kepada Bank Yudha Bhakti atas penerbitan bank garansi. Signing ceremony of the cooperation agreement between Asei and PT Bank Yudha Bhakti Tbk was held at Asei’s Head Office, Menara Kadin Indonesia Building, 22nd floor Jakarta. The signing of this cooperation is of the two companies’ synergy on Insurance and Counter Bank Guarantees, where Asei guarantees to Yudha Bhakti Bank for the issuance of bank guarantees. Laporan Tahunan 2018 17 PT Asuransi Asei Indonesia
  18. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports 15 Profil Perusahaan Company Profile 9 Oktober 2018 9 October 2018 HUT Ke-4 , harus lebih yakin bisa! 4th Birthday Anniversary, we must be more confident that we can! Seremoni potong tumpeng yang diselenggarakan dalam rangka HUT Ke-4 Asei dilaksanakan di Kantor Pusat Lantai 22 di Gedung Menara Kadin Indonesia Jakarta. Dalam rangkaian kegiatan ini juga diumumkan para nominator sekaligus pemenang lomba 2nd  series InovAsei tahun 2018. A potong tumpeng ceremony was held during the 4th Anniversary of Asei at its Head Office on the 22nd Floor of Menara Kadin Indonesia Building, Jakarta. In the series of activities, there was also an announcement on the nominees and winners of the 2nd series of InovAsei Competition in 2018. 16 16 Oktober 2018 16 October 2018 Kunjungan Bisnis ICIEC Ke Kantor Pusat Asei ICIEC Business Visit to Asei Head Office Asei Indonesia dan ICIEC (The Islamic Corporation For Insurance of Investment and Export Credit) telah melakukan signing agency agreement pada tahun 2016, dan bersinergi cukup baik hingga saat ini. Dalam kunjungan bisnis ini, ICIEC yang berkantor pusat di Jeddah, Arab Saudi membahas sinergi bisnis dengan Asei dalam potensi bisnis perbankan, terutama di bidang ekspor. Asei Indonesia and ICIEC (The Islamic Corporation for Insurance of Investment and Export Credit) have signed an agency agreement in 2016, and have synergized quite well to date. In this business visit, ICIEC, headquartered in Jeddah, Saudi Arabia, discussed business synergy with Asei in the potential of the banking business, especially in the export sector. PT Asuransi Asei Indonesia 18 Annual Report 2018
  19. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements November November 17 29 November 2018 29 November 2018 Sosialisasi Holding BUMN Asuransi dan Reasuransi Dissemination of Insurance and Reinsurance SOEs Holding Dalam rangka memperkuat konsolidasi BUMN Asuransi dan Reasuransi, Kementerian BUMN menyelenggarakan sosialisasi Holding BUMN Sektor Asuransi Umum dan Reasuransi di Hotel Inaya – Nusa Dua, Bali pada tanggal 29 November 2018. Asei merupakan salah satu perusahaan asuransi umum yang akan menjadi anggota holdingisasi BUMN sektor Asuransi & Reasuransi. Dalam acara sosialisasi holding BUMN Sektor Asuransi Umum dan Reasuransi pada tanggal 29 November 2018, juga telah ditandatangani komitmen bersama dari seluruh Direksi PT Asei Indonesia dan seluruh anggota holding, BUMN Asuransi, dan HIMPPARA. In order to strengthen the consolidation of Insurance and Reinsurance SOEs, the SOE Ministry held a socialization of the Insurance and Reinsurance SOE Holding at Inaya Hotel - Nusa Dua, Bali on November 29, 2018. Asei is one of the general insurance companies that will become a member of the Insurance & Reinsurance SOE holding. In the socialization of General Insurance and Reinsurance SOE Holding held on November 29 2018, a joint commitment was signed by all Directors of PT Asei Indonesia and all holding members, Asuransi SOEs, and HIMPPARA. Laporan Tahunan 2018 19 PT Asuransi Asei Indonesia
  20. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Desember December 18 11 Desember 2018 11 December 2018 Bersama FORMAI , Kacab Medan Asei Paparkan Pentingnya Asuransi Together with FORMAI, Asei’s Head of Medan Branch Explained the Importance of Insurance Asei dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki komitmen dalam melakukan edukasi pentingnya asuransi kepada masyarakat. Kesempatan ini disampaikan oleh Kantor Cabang Medan sebagai pembicara dalam Musyawarah Nasional Dan Kongres II Forum Mahasiswa Asuransi Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2018 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Asei, with a network spreading throughout Indonesia, is committed to educating the public about the importance of insurance. This opportunity was conveyed by the Medan Branch Office as a speaker at the National Conference and the Second Congress of the Indonesian Insurance Student Forum held on December 10, 2018 at Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. PT Asuransi Asei Indonesia 20 Annual Report 2018
  21. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Laporan Tahunan 2018 Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 21 Laporan Keuangan Financial Statements PT Asuransi Asei Indonesia
  22. Kilas Kinerja Performance Highlights PT Asuransi Asei Indonesia LaporanLaporan Manajemen Manajemen Management Management Reports Reports 22 Profil Perusahaan Company Profile Annual Report 2018
  23. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 02 Laporan Manajemen Management Reports Laporan Tahunan 2018 23 PT Asuransi Asei Indonesia
  24. Kilas Kinerja Performance Highlights LaporanLaporan Manajemen Manajemen Management Management Reports Reports Profil Perusahaan Company Profile Laporan Dewan Komisaris Board of Commissioners ' Report Untung Hadi Santosa Komisaris Utama President Commissioner PT Asuransi Asei Indonesia 24 Annual Report 2018
  25. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis “ Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Asei terus mengembangkan kapasitas SDM melalui peningkatan skill dan kompetensi termasuk pembangunan infrastruktur teknologi informasi secara terintegrasi. Asei continues to develop HR capacity by improving skills and competencies including the development of integrated information technology infrastructure. Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Dear Esteemed Shareholders and Stakeholders, Assalamualaikum Wr. Wb. Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Best wishes to us all, Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas karuniaNya-lah Asei dapat melalui tahun 2018 yang penuh tantangan dengan pencapaian kinerja yang lebih baik. Dewan Komisaris optimis kinerja Asei kedepan akan terus lebih baik. Selanjutnya izinkan kami sebagai Dewan Komisaris untuk menyampaikan laporan tugas pengawasan pengelolaan perusahaan sepanjang tahun buku 2018. All the praises and gratitude be to Allah the Almighty, for the blessings He bestowed upon us all have enabled Asei to go through the year 2018 with a more encouraging performance. The Board of Commissioners is optimistic that Asei's future performance will continue to improve. Furthermore, allow us the Board of Commissioners to submit a report on the supervision of the company's management throughout the financial year 2018. Tinjauan Makro Ekonomi dan Industri Macroeconomic and Industry Review Di tengah tren perlambatan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia pada tahun 2018 tumbuh cukup kuat yaitu sebesar 5,17% mengalami peningkatan dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang hanya 5,07%. Berdasarkan Laporan Perekonomian Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi tahun 2018 tidak terlepas dari permintaan domestik yang tumbuh. Kenaikan permintaan domestik antara lain ditopang oleh tingginya pertumbuhan investasi. Amid the slowdown trend in the world economy, Indonesia's economy in 2018 grew quite strong at 5.17%, an increase from the previous year's growth of only 5.07%. Based on the Bank Indonesia Economic Report, economic growth in 2018 was inseparable from growing domestic demand. The increase in domestic demand was partly supported by high investment growth. Stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi landasan berlanjutnya proses pemulihan ekonomi ke depan. Situasi perekonomian nasional yang demikian itu tentunya berdampak pada pertumbuhan industri, termasuk industri perasuransian. Berdasarkan Laporan Statistik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) tahun 2018, pendapatan premi asuransi umum tahun 2018 tercatat sebesar Rp69,9 triliun atau tumbuh 9,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pangsa pasar asuransi umum masih didominasi oleh dua lini usaha yaitu Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor dengan total kontribusi 53,9%, diikuti dengan asuransi kredit sebesar 11,3%. The well-maintained macroeconomic stability remained the cornerstone of the continuing process of economic recovery going forward. Such a national economic situation has certainly impacted the industry growth, including the growth of insurance industry. Based on the Statistic Report of the Indonesian General Insurance Association (AAUI) in 2018, general insurance premium income in 2018 was recorded at Rp69.9 trillion or grew 9.8% compared to the previous year. The general insurance market share is still dominated by two business lines, namely Property Insurance and Motor Vehicle Insurance with a total contribution of 53.9%, followed by credit insurance of 11.3%. Laporan Tahunan 2018 25 PT Asuransi Asei Indonesia
  26. Kilas Kinerja Performance Highlights LaporanLaporan Manajemen Manajemen Management Management Reports Reports Profil Perusahaan Company Profile Tinjauan Kinerja Direksi Board of Directors Performance Review Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap kinerja Direksi secara menyeluruh dan berkesinambungan agar pencapaian perusahaan sejalan dengan visi , misi, strategi dan program kerja yang telah direncanakan. Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris dibantu oleh Sekretaris Dewan Komisaris, Komite Audit dan Komite Pemantauan Risiko. Tugas dan wewenang komite telah dituangkan secara jelas dalam piagam dan kebijakan komite sehingga dapat berjalan efektif dalam membantu pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris. The Board of Commissioners supervises the performance of the Board of Directors as a whole and continuously so that the Company’s achievement is in line with the planned vision, mission, strategy and work program. In carrying out its duties, the Board of Commissioners is assisted by the Secretary of the Board of Commissioners, the Audit Committee and the Risk Monitoring Committee. Duties and authorities of the committees have been clearly stated in the committee charters and policies so that they can effectively perform their duties in assisting the supervision carried out by the Board of Commissioners. Sepanjang tahun 2018 kami memandang Direksi telah menjalankan tugas, fungsi dan perannya dengan baik ditengah kondisi industri dan persaingan usaha yang semakin ketat. Hal tersebut tercermin dari kualitas portofolio bisnis Asei yang lebih baik. Secara kinerja operasional, meskipun terjadi sedikit penurunan pada premi bruto tahun 2018, namun untuk perolehan hasil underwriting bersih tumbuh signifikan dari tahun sebelumnya yaitu dari minus Rp7,65 miliar di tahun 2017 menjadi positif Rp107,86 miliar di tahun 2018. Upaya repositioning asuransi keuangan juga telah berhasil ditingkatkan. Komposisi produksi premi asuransi keuangan dan asuransi umum tahun 2018 menjadi 45% berbanding 55% dari sebelumnya 40% berbanding 60%. Hal tersebut menunjukkan Asei telah siap take off menjadi perusahaan asuransi keuangan yang terkemuka di Indonesia. We view that the Board of Directors has done a good job in performing duties, functions and roles amid the industry condition and stringent business competition. This is reflected in the better quality of Asei's business portfolio. In terms of operational performance, in spite of a slight decrease in gross premiums in 2018, the net underwriting income grew significantly from minus Rp7.65 billion in 2017 to positive Rp107.86 billion in 2018. The financial insurance repositioning efforts were also successfully improved. The composition of financial insurance premium production and general insurance premium production in 2018 was 45%:55% from the previous 40%:60%. This shows that Asei is ready to take off to become the leading financial insurance company in Indonesia. Dalam rangka pencapaian sasaran dan target perusahaan ke depan, kolaborasi bisnis Asei melalui sinergi Group BUMN dan sinergi dengan seluruh mitra bisnis yang saat ini berjalan diharapkan dapat terjalin lebih optimal dengan cakupan bisnis yang lebih luas. Seiring dengan hal tersebut, Asei terus mengembangkan kapasitas SDM melalui peningkatan skill dan kompetensi termasuk pembangunan infrastruktur teknologi informasi secara terintegrasi. In order to achieve the Company's future goals and targets, Asei's business collaborations through the SOE Group synergy and the synergy with all business partners are expected to be more optimal with a wider business scope. Along with this, Asei continues to develop HR capacity by improving skills and competencies including the development of integrated information technology infrastructure. PT Asuransi Asei Indonesia 26 Annual Report 2018
  27. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Implementation of Good Corporate Governance Dewan Komisaris senantiasa menekankan pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan menyeluruh dalam setiap kegiatan operasional perusahaan. Hal tersebut merupakan wujud komitmen Dewan Komisaris dalam rangka terciptanya nilai-nilai perusahaan yang berlandaskan pada prinsipprinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). The Board of Commissioners always emphasizes the importance of a consistent and thorough implementation of Good Corporate Governance (GCG) in all operational activities of the Company. This is testament to the Board of Commissioners’ commitment to creating corporate values based on the principles of good corporate governance (GCG). Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pelaksanaan GCG melalui kegiatan rapat dengan Direksi yang dilakukan setiap bulan. Selama tahun 2018, Dewan Komisaris telah melakukan evaluasi dan analisis terhadap laporan perkembangan kegiatan perusahaan secara berkala (laporan bulanan, triwulanan, semesteran maupun tahunan) baik yang dilakukan sendiri maupun bersama dengan Komite Audit. Selain itu, untuk mengetahui perkembangan bisnis Asei di luar Jatabek, Dewan Komisaris juga melakukan kunjungan dan pengamatan langsung ke beberapa kantor cabang luar Jatabek. The Board of Commissioners has supervised and monitored the implementation of GCG through monthly meetings with the Board of Directors. Throughout 2018, the Board of Commissioners has conducted an evaluation and analysis of the progress reports of the company's activities on a regular basis (monthly, quarterly, semiannual and annual reports) both individually and together with the Audit Committee. In addition, to learn about the development of Asei's business outside Jatabek, the Board of Commissioners also made visits and direct observations to several branch offices outside Jatabek. Pengawasan terhadap GCG didasarkan pada Peratutan OJK Nomor 2/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Perasuransian sebagaimana telah diubah dengan Peraturan OJK Nomor 73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Perasuransian. Asei telah melakukan penilaian penerapan GCG secara berkala termasuk penerapan Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) dan penerapan ISO 9001:2015 yang terus diusahakan untuk berjalan dengan baik. Oversight of GCG is based on the FSA Regulation No. 2/POJK.05/2014 on Good Corporate Governance for Insurance Companies as amended by the FSA Regulation No. 73/POJK.05/2016 on Good Corporate Governance for Insurance Companies. Asei has regularly assessed the implementation of GCG including the application of Excellent Performance Assessment Criteria (KPKU) and ISO 9001:2015, which are continuously sought to work well. Apresiasi Appreciation Please allow us on behalf of the Board of Commissioners to express our gratitude and appreciation to the Board of Directors, management and all employees for their cooperation and dedication during 2018. The Board of Commissioners also expressed our gratitude and appreciation to the Shareholders, customers, business partners and other stakeholders for the support and trust given to Asei throughout 2018. We hope that the collaboration and synergy that have been built can continue to be better established in the future. Perkenankan kami atas nama Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Direksi, jajaran manajemen dan seluruh karyawan atas kerjasama dan dedikasinya selama tahun 2018. Dewan Komisaris juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemegang Saham, pelanggan, mitra bisnis dan para pemangku kepentingan lainnya atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Asei sepanjang tahun 2018. Kami berharap kerjasama dan sinergi yang telah terbangun dapat terus terjalin dengan lebih baik di masa mendatang. Jakarta, Mei/May 2019 Untung Hadi Santosa Komisaris Utama President Commissioner Laporan Tahunan 2018 27 PT Asuransi Asei Indonesia
  28. Kilas Kinerja Performance Highlights LaporanLaporan Manajemen Manajemen Management Management Reports Reports Profil Perusahaan Company Profile Laporan Direksi Board of Directors ' Report Eko Supriyanto Hadi Direktur Utama President Director PT Asuransi Asei Indonesia 28 Annual Report 2018
  29. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis “ Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Perkuat sinergi BUMN, Asei siap take off menjadi pemain besar Asuransi Keuangan Strengthening the synergy of SOEs, Asei is ready to take off as a major player in the Financial Insurance industry. Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat, Dear Esteemed Shareholders and Stakeholders, Puji dan syukur patut kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita semua, dimana pada tahun 2018 Asei mencatatkan kinerja usaha yang lebih baik. Selanjutnya, izinkan kami untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban Direksi atas tugas pengelolaan perusahaan untuk tahun buku 2018. Laporan ini merupakan bagian dari komitmen Direksi dalam penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance). All the praises and gratitude be to Allah for the blessings He has bestowed upon us all, which have enabled Asei to record a more encouraging performance in 2018. Furthermore, allow us to present the accountability report of the Board of Directors for company management duties in the financial year 2018. This report is part of the Board of Directors' commitment to implementing Good Corporate Governance principles. Kinerja Perusahaan Tahun 2018 Company Performance In 2018 Kami patut bersyukur karena pada tahun 2018 Asei menunjukkan kinerja operasional perusahaan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Pengelolaan portofolio bisnis yang prudent menjadikan kualitas bisnis Asei lebih baik. Produksi premi bruto tahun 2018 tercatat sebesar Rp358,32 miliar atau mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya sebesar Rp383,93 miliar. Melalui pengelolaan portofolio yang baik, perolehan hasil underwriting bersih tahun 2018 mengalami kenaikan signifikan dari minus Rp7,65 miliar di tahun 2017 menjadi positif Rp107,86 miliar di tahun 2018. Laba bersih perusahaan tahun 2018 juga mengalami kenaikan dari minus Rp172,57 miliar di tahun 2017 menjadi Rp3,61 miliar di tahun 2018. We should be grateful for a better operational performance shown by the Company compared to the previous year. Prudent management of business portfolio has improved the quality of Asei's business. Gross premium production in 2018 was recorded at Rp358.32 billion or slightly decreased from Rp383.93 billion in the previous year. Through good portfolio management, net underwriting income in 2018 significantly increased from minus Rp7.65 billion in 2017 to positive Rp107.86 billion in 2018. The Company's net income in 2018 also increased from minus Rp172.57 billion in 2017 to Rp3.61 billion in 2018. Sementara itu, kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan hal yang menggembirakan. Asei mencatatkan total aset sebesar Rp1.504,01 miliar, total ekuitas sebesar Rp438,88 miliar dan nilai investasi Rp373,80 miliar. Dari sisi indikator kesehatan perusahaan, Moreover, the Company’s financial performance was also encouraging. Asei recorded total assets of Rp1,504.01 billion, total equity of Rp438.88 billion, and investment value of Rp373.80 billion. In terms of company health indicators, Asei Risk Based Capital ratio was 220.18% or far Laporan Tahunan 2018 29 PT Asuransi Asei Indonesia
  30. Kilas Kinerja Performance Highlights LaporanLaporan Manajemen Manajemen Management Management Reports Reports Profil Perusahaan Company Profile rasio kecukupan modal (Risk Base Capital) Asei sebesar 220,18% atau berada jauh diatas ketentuan minimum yang dipersyaratkan regulasi sebesar 120%. above the minimum ratio of 120% as required by regulation. Pada tahun 2018 Asei melakukan improvement terhadap beberapa aspek, antara lain peningkatan sistem tata kelola administrasi, proses layanan, dan peningkatan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Peningkatan sistem tata kelola administrasi dilakukan melalui program alih media berbasis komputerisasi. Sedangkan untuk peningkatan proses layanan, Asei membangun sistem aplikasi klaim yang terintegrasi dengan sistem produksi. Disamping itu, untuk memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses akseptasi juga dibangun aplikasi host to host dengan mitra bisnis. Upaya lain yang dilakukan dalam peningkatan produktivitas organisasi yaitu melalui berbagai program pengembangan SDM, antara lain kegiatan pelatihan sesuai dengan training matriks dan perkembangan perusahaan, program belajar/sekolah lanjutan sesuai dengan bidang pekerjaan, seminar-seminar/workshop serta kegiatan sharing knowledge/Asei Pintar. In 2018, Asei made improvements to several aspects, including the administrative governance system, service processes, and Human Resources (HR) productivity enhancement. Improvement of administrative governance system has been done through computerized based media transfer program. As for the service process improvement, Asei has developed claim application system that is integrated with the production system. In addition, to provide convenience and speed in the acceptance process, a host to host application has also been built with a business partner. Other efforts made in enhancing organizational productivity are through various HR development programs, including training activities in accordance with matrix training and company development, further learning/school program in accordance with the fields of work, seminars/ workshops and knowledge sharing activities/Asei Pintar. Prospek Usaha 2019 Business Prospects 2019 Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan, kinerja industri Asuransi Umum di tahun 2019 ditargetkan tumbuh pada kisaran 12%-15%. Beberapa lini bisnis yang memiliki potensi bertumbuh signifikan di tahun 2019 antara lain, asuransi kredit, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi pengangkutan. Based on the Financial Services Authority report, the General Insurance industry’s performance in 2019 is targeted to grow in the range of 12% -15%. The business lines that have significant growth potential in 2019 include credit insurance, motor vehicle insurance and transportation insurance. Asei menjadikan tahun 2019 sebagai tahun optimis dalam pencapaian sasaran dan target perusahaan. Asei akan lebih fokus untuk mengoptimalkan bisnis asuransi keuangan dengan tetap menjaga keseimbangan pada bisnis asuransi umum. Terdapat lima langkah strategi yang akan diimplementasikan dalam mewujudkan Asei yang sehat dan tumbuh berkelanjutan. Pertama, dilakukannya cost restructuring dalam rangka mencapai keseimbangan antara pendapatan dan biaya operasional perusahaan. Kedua, restrukturisasi business plan melalui fokus bisnis dan optimalisasi perolehan bisnis yang bersumber dari sinergi grup BUMN. Ketiga, penguatan tata kelola administrasi berbasis teknologi informasi. Keempat, penguatan permodalan untuk peningkatan likuiditas perusahaan dalam mendorong peningkatan perolehan bisnis. Kelima, penguatan human capital melalui program pengembangan pegawai secara berkelanjutan. Asei views that 2019 is an optimistic year in achieving the Company's goals and targets. Asei will be more focused on optimizing the financial insurance business while maintaining a balance in the general insurance business. There are five strategic measures that will be implemented in realizing a healthy and sustainably growing Assei. First, cost restructuring to achieve a balance between the Company's income and operating expense. Second, business plan restructuring through business focus and optimization of business acquisitions from the synergy of SOE groups. Third, enhancement of information technologybased administrative governance. Fourth, strengthening capital to increase the Company’s liquidity in order to spur the increase in business acquisition. Fifth, strengthening human capital through continuous employee development programs. Langkah strategi yang ditempuh di tahun 2019 diharapkan dapat memperlancar roda operasional Asei untuk memenangkan persaingan bisnis dan menunjukan kinerja usaha yang terus tumbuh serta dapat mempercepat The strategic measures taken in 2019 are expected to expedite Asei's operational wheels in order to win business competition, demonstrate continuously growing business performance, and accelerate the realization of Asei as the PT Asuransi Asei Indonesia 30 Annual Report 2018
  31. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements terwujudnya Asei sebagai leading asuransi keuangan di Indonesia. leading financial insurance in Indonesia. Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Implementation of Good Corporate Governance Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam kegiatan operasional perusahaan dapat meningkatkan kepercayaan dari seluruh nasabah dan pemangku kepentingan. Penerapan GCG dilakukan dengan mendasarkan pada Peratutan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.05/2014 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Perasuransian. Pengukuran atas penerapan praktik-praktik GCG tahun 2018 telah dilakukan dan memperoleh predikat “Baik” dengan total skor 85,91. The implementation of Good Corporate Governance (GCG) in the Company's operations will increase the trust of all customers and stakeholders. This GCG implementation is based on the Financial Services Authority Regulation No. 2/POJK.05/2014 as amended by the Financial Services Authority Regulation No. 73/POJK.05/2016 on Good Corporate Governance for Insurance Companies. The measurement of GCG implementation in 2018 was also conducted and obtained the title "Good" with a total score of 85.91. Penerapan GCG dilingkungan Asei terus ditingkatkan melalui program awareness building, pembaharuan manual GCG, dan pengukuran GCG secara berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Asei juga terus melakukan evaluasi atas kinerja operasional perusahaan melalui penerapan Kriteria Perusahaan Kinerja Unggul (KPKU) dan ISO 9001 : 2015. GCG implementation in Asei is continuously improved through building awareness programs, GCG manuals update, and continuous assessment of GCG. Along with that, Asei also continues to evaluate the Company’s operational performance through the implementation of the Excellent Performance Assessment Criteria (KPKU) and ISO 9001: 2015. Apresiasi Appreciation Atas nama Direksi, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemegang Saham, Dewan Komisaris, serta seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Kami juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap Insan Asei atas dedikasi, loyalitas dan kerja kerasnya untuk melewati setiap tantangan dalam memberikan kinerja terbaik bagi perusahaan di tahun 2018 dan tahun-tahun mendatang. On behalf of the Board of Directors, we express our heartfelt gratitude to the Shareholders, the Board of Commissioners, and all stakeholders for the support and trust that has been given. We also express our gratitude and appreciation to all Asei employees for their dedication, loyalty and hard work to pass every challenge in providing the best performance for the Company in 2018 and the years to come. Jakarta, Mei/May 2019 Eko Supriyanto Hadi Direktur Utama President Director Laporan Tahunan 2018 31 PT Asuransi Asei Indonesia
  32. Kilas Kinerja Performance Highlights PT Asuransi Asei Indonesia Laporan Manajemen Management Reports 32 Profil Perusahaan Company Profile Annual Report 2018
  33. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 03 Profil Perusahaan Company Profile Laporan Tahunan 2018 33 PT Asuransi Asei Indonesia
  34. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Nama dan Alamat Lengkap Perusahaan Company ’s Name and Full Address Nama Perusahaan Company’s Name PT Asuransi Asei Indonesia dengan brand name Asei PT Asuransi Asei Indonesia with brand Alamat Perusahaan Company’s Address Gedung Menara Kadin Indonesia Lantai 21 Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 2-3 Jakarta 12950, Indonesia. Email : humas@asei.co.id Website : www.asei.co.id Menara Kadin Indonesia Building PT Asuransi Asei Indonesia 34 name Asei 21st Floor Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 2-3 Jakarta 12950, Indonesia. Email : humas@asei.co.id Website : www.asei.co.id Annual Report 2018
  35. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Riwayat Singkat Perusahaan Company’s Brief History PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) merupakan anak perusahaan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau disebut IndonesiaRe yang sebelumnya bernama PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero). Terbentuknya Asei ini merupakan hasil dari spin off bisnis asuransi dan reasuransi PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) sesuai Surat Ijin OJK Nomor KEP-121/ D.05/2014 tanggal 21 Oktober 2014, dan Surat Kementerian BUMN Nomor S-07/ MBU/2014 tanggal 08 Januari 2014 perihal Transformasi PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) menjadi BUMN Reasuransi. PT Asuransi Asei Indonesia (Asei) is a subsidiary of PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) or called IndonesiaRe which was previously named PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero). The establishment of Asei is the result of the spin off of the insurance and reinsurance business of PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) in accordance with the OJK Permit No. KEP-121/D.05/2014 dated October 21, 2014, and the SOE Ministry Letter No. S-07/MBU/2014 dated January 8, 2014 concerning the Transformation of PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) into a Reinsurance SOE. Berdasarkan sejarahnya, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) didirikan dalam rangka komitmen Pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor nasional serta meningkatkan pembangunan ekonomi, sehingga didirikanlah PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) pada tanggal 30 November 1985 melalui Akta No. 173 yang dibuat di hadapan Notaris Achmad Bajumi, SH pengganti dari Notaris Imas Fatimah, SH. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) pada saat dibentuk menjalankan fungsi asuransi ekspor dan jaminan kredit ekspor. Sejak tahun 2002, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) memiliki 4 (empat) produk yang dipasarkan yaitu, Asuransi Ekspor, Asuransi Kredit, Penjaminan/Suretyship, dan Asuransi Umum. Dengan telah dilaksanakannya spin off maka kegiatan tersebut dilakukan sepenuhnya oleh Asei yang mulai beroperasi tanggal 9 Oktober 2014. Historically, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) was established in the framework of the Government’s commitment to spur national exports and promote economic development, so that PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) was established on November 30, 1985 through Deed No. 173 passed before Notary Achmad Bajumi, SH as a substitute for Notary Imas Fatimah, SH. In carrying out its business activities, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) was first established to carry out the function of export insurance and export credit guarantees. Since 2002, PT Asuransi Ekspor Indonesia (Persero) has marketed 4 (four) products comprising Export Insurance, Credit Insurance, Guarantee/Suretyship, and General Insurance. Upon realization of the spin off, these activites can be fully conducted by Asei that commenced its operation on October 9, 2014. Bidang Usaha Line of Business Maksud dan tujuan Perseroan sesuai Akta Pendirian Perusahaan adalah sebagai berikut: The purposes and objectives of the Company pursuant to the Company’s Deed of Establishment is as follows: A. Melakukan usaha di bidang asuransi umum termasuk prinsip syariah untuk mendapatkan/mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya Perseroan untuk menghasilkan jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat. A. To engage in the business of general insurance including sharia insurance exports and non-export activities to generate/pursue profits in order to increase the Company’s value by applying the principles of a Limited Liability Company as well as optimizing the use of the Company’s resources to produce high quality and highly competitive services. Laporan Tahunan 2018 35 PT Asuransi Asei Indonesia
  36. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports B . To achieve the above purposes and objectives, the Company may perform main business activities as follows: B. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Profil Perusahaan Company Profile 1. Menerima pertanggungan atas risiko tidak diterimanya pembayaran dari importir (pembeli) di luar negeri terhadap ekspor barang atau jasa yang dilakukan oleh eksportir dari Indonesia; Menerima pertanggungan atas risiko tidak diterimanya pelunasan kredit dari debitur terhadap kredit yang diberikan oleh Bank atau Lembaga Pembiayaan; Menerima pertanggungan langsung dari segala jenis asuransi kerugian dan sejenisnya termasuk menyelenggarakan usaha di bidang asuransi dengan prinsip syariah, serta mereasuransikan risiko-risiko asuransi tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan Perseroan; Menerima pertanggungan tidak langsung dari perusahaan-perusahaan asuransi/reasuransi di dalam maupun di luar negeri atas segala jenis asuransi kerugian dan sejenisnya untuk ditahan sendiri, serta mereasuransikan risiko-risiko asuransi tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan Perseroan; Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. To accept coverage against non-payment risk from importer (buyer) abroad for goods and services exported by exporters in Indonesia; 2. To accept coverage against non-payment risk of credit from a debtor for a credit granted by a bank or financial institution; 3. To accept direct coverage against any type of general insurances and similar insurances and to reinsurance those insurance risks by taking the Company’s capability into consideration. 4. To accept indirect coverage from insurance/ reinsurance companies both domestic and overseas of any types of general insurance and the like for self-managed and to reinsurance the insurance risks by taking the Company’s capability into consideration. 5. To engange in other business generally carried out by an insurance company subject to the prevailing laws and regulations. Berbagai hal yang telah dilakukan internal Perseroan untuk memperbaiki kinerja Perseroan, yaitu: Various things that have been done internally by the Company to improve the Company’s performance are as follows: A. Bidang Usaha Asuransi Keuangan: A. Financial Insurance Business 1. Kerja sama Broker yang telah ada dilakukan dalam bentuk sharing knowledge secara kontinu yang kedepannya akan saling menguntungkan untuk kedua belah pihak. 2. Setiap perpanjangan tangan Asei di lapangan, kerja sama Asei dengan Agen juga ditingkatkan agar pasar Asuransi Keuangan dapat dijajaki dengan maksimal khususnya untuk daerahdaerah yang tidak dapat digarap oleh Broker. 3. Perjanjian kerja sama bank yang telah ada ditingkatkan dan diharapkan realisasi dan menjajaki PKS dengan bank-bank yang potensi Trade Finance relatif besar. 1. The existing Broker Cooperations have been carried out in the form of continuous knowledge sharing which in the future will be mutually beneficial for both parties. 2. As extension of Asei’s hands in the field, Asei’s cooperation with the Agents has also been strengthened so that the Financial Insurance market can be maximally explored, especially for areas where Brokers are not able to handle. 3. Existing cooperation agreements with banks have been increased and are expected to be realized, and cooperation agreements with banks with relatively huge Trade Finance potential have also been explored 4. Claim process has been sped-up for customer satisfaction and customer’s relationship and trust has been built. 4. Mempercepat proses klaim untuk kepuasan pelanggan dan membangun customer’s relationship and trust. PT Asuransi Asei Indonesia 36 Annual Report 2018
  37. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 5. Periodically conducting transfer of knowledge to Human Capital both new and existing workers so that the same understanding is found in the Branch Offices and Marketing Offices. 5. Secara berkala melakukan transfer of knowledge kepada SDM (Human Capital) baik tenaga kerja baru maupun yang telah ada agar pemahaman yang sama didapati hingga Kantor Cabang dan Kantor Pemasaran. 6. Optimalisasi fungsi kerja struktur organisasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing lini hingga Kantor Cabang dan Kantor Pemasaran. 7. Mengembangkan kerja sama dengan perusahaanperusahaan BUMN besar seperti Karya-Karya dan Farmasi. 8. Renewal Back Up Treaty Reasuransi dengan perluasan pertanggungan, peningkatan reinsurance commision, re/co asuransi fakultatif secara case by case dan no claim bonus. 9. Dukungan program sistem TI secara komprehensif secara online antara Kantor Pusat, Kantor Cabang, dan Kantor Pemasaran. 10. Melakukan penyebaran risiko dengan back up fakultatif tambahan (untuk nilai penjaminan besar/dinilai memiliki risiko tinggi). 11.Terhadap kinerja recovery melakukan upaya survey on the spot, dan upaya-upaya hukum (Gugatan Perdata) sesuai dengan SOP dan hukum acara yang berlaku. B. Bidang Usaha Non- Keuangan Asuransi 6. Optimizing the work function of the organizational structure in accordance with the main tasks and functions of each line up to the Branch Offices and Marketing Offices. 7. Developing cooperation with large SOE companies such as SOE companies in Construction Works (Karya-Karya) and in Pharmaceutical Sectors. 8. Renewing Re-Insurance Treaty Back-Up with extension coverage, increasing reinsurance commission, re-co of facultative insurance case by case and no claim bonus. 9. Comprehensive IT system program with online support between Head Office, Branch Offices and Marketing Offices. 10. Carrying out risk distribution with additional facultative back up (for large insurance values​​/ considerably have high risk). 11. In terms of recovery performance, carrying out on-spot survey and legal efforts (Civil Lawsuit) in accordance with the applicable SOP and procedural law. Umum/ B. General/Non-Financial Insurance Business Upaya-upaya yang dilakukan dalam pencapaian target premi tahun 2018 sebagai berikut: 1. Penambahan PKS dengan perbankan untuk menambah sumber bisnis Asuransi Non Keuangan. 2. Peningkatan kompetensi SDM (Human Capital) baik untuk product knowledge maupun proses penanganan klaim. Hal ini akan menjaga kualitas akseptasi yang prudent dan sekaligus pelayanan klaim yang lebih baik, sehingga layanan kepada sumber bisnis akan senantiasa terjaga baik. 3. Mempertahankan dan/atau meningkatkan share pada existing account. Existing account adalah sumber bisnis yang kalau terus dijaga maka setiap tahun akan menjadi sumber bisnis Asuransi Non Keuangan. Laporan Tahunan 2018 Laporan Keuangan Financial Statements Efforts that have been made in achieving the premium target in 2018 are as follows: 1. Additional cooperation agreements with banks to increase sources of business for Non-Financial Insurance. 2. Enhancing human capital competence in terms of product knowledge and claims handling processes. This will maintain prudent acceptability and better service claims, so that services to business sources will always be wellmaintained. 3. Maintaining and/or increasing shares in existing accounts. Existing accounts are sources of business which if well-maintained will become sources of business for Non-Financial Insurance every year. 37 PT Asuransi Asei Indonesia
  38. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Struktur Organisasi Organizational Structure BOARD OF COMMISIONERS PRESIDENT DIRECTOR TECHNICAL & MARKETING DIRECTOR Credit Insurance Group • • • Corporate Secretary Credit Insurance Surety Reinsurance • • Trade & Commercial Insurance Group • • • • Chief of Internal Auditor Trade Insurance Property & Engineering Insurance Marine & Specialty Insurance Reinsurance & Statistics Business Development & Marketing Distribution Group • • • Corporate Legal Public Relation Internal Auditors Risk Management Group • • • SOE (BUMN) Business Development Bank and Non-Bank Finance Institution Business Development Branch & Agent Development Risk Management Corporate Planning Corporate Compliance & Quality Assurance Claim Services Group • • Claim I (Credit & Trade Insurance) Claim II (Commercial Insurance) Head of Syaria Unit Branch Office PT Asuransi Asei Indonesia 38 Annual Report 2018
  39. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements BOC COMMITTEE • • Audit Commitee Risk Monitoring Committee FINANCE & HUMAN CAPITAL DIRECTOR Finance & Supporting Group • • • • Finance Human Capital Investment General Affair Accounting & IT Group • • • • Accounting IT Software IT Hardware & Infrastructure Credit Control Technical Expert Laporan Tahunan 2018 39 PT Asuransi Asei Indonesia
  40. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Visi , Misi dan Budaya Perusahaan Vision, Mission, and Corporate Culture Visi Perusahaan Vision of the Company Menjadi perusahaan asuransi keuangan yang terkemuka dan terpercaya di Indonesia melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi. To become a leading and reliable Financial Insurance company in Indonesia by providing technology-based integrated services. Misi Perusahaan Mission of the Company 01 Berkomitmen tinggi dalam memberikan pelayanan prima serta nilai tambah kepada stakeholders melalui inovasi produk dan pengembangan teknologi informasi yang berkesinambungan; Highly committed to providing prime and value-added services to stakeholders through continuous product innovation and information technology department; 02 Memperoleh hasil underwriting yang terus meningkat melalui Asuransi Keuangan, Asuransi Umum dan Asuransi Syariah; 03 Meningkatkan kompetensi dan produktivitas sumber daya manusia yang profesional secara berkelanjutan. PT Asuransi Asei Indonesia To achieve a continously increasing underwriting income trough Financial Insurance, General Insurance, and Sharia Insurance; To sustainably improve the competency and productivity of profesional human capital. 40 Annual Report 2018
  41. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Budaya Perusahaan Corporate Culture Corporate culture is one of the identities of Asei set forth to always build and grow customer trust. It consists of values of ​​ the company’s cultural reflection serving as a work culture that must be carried out by all Asei’s People which include Customer Satisfaction, Innovative, and Solid, or can be abbreviated as CIS. Budaya perusahaan merupakan salah satu identitas dari Asei yang dituangkan untuk senantiasa membangun dan menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Nilai-nilai cerminan budaya perusahanan sebagai budaya kerja yang harus dijalankan oleh seluruh insan Asei meliputi Customer Satisfaction, Innovative dan Solid atau dapat disingkat sebagai CIS. C I S Customer Satisfaction Memberikan pelayanan prima sesuai harapan pelanggan. Providing excellent services as expected by all customers. Innovative Melakukan pembaruan terus-menerus. Continuous innovations. Solid Kerjasama yang kuat. Solid cooperation CIS merupakan komitmen Asei untuk selalu membangun dan menjaga kepercayaan pelanggan, bergerak dinamis melalui inovasi-inovasinya dan menjaga kerjasama dan kekompakan. Laporan Tahunan 2018 CIS is Asei’s commitment to always build and maintain customer trust, move dynamically through its innovations and maintain cooperation and cohesiveness. 41 PT Asuransi Asei Indonesia
  42. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners ’ Profile PT Asuransi Asei Indonesia 42 Annual Report 2018
  43. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Dari Kiri ke Kanan From Left to Right Amrizal Komisaris Independen Independent Commissioner Robert Tampubolon Komisaris Commissioner Untung Hadi Santosa Komisaris Utama President Commissioner Kusnindar Komisaris Commissioner Laporan Tahunan 2018 43 PT Asuransi Asei Indonesia
  44. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Untung Hadi Santosa Komisaris Utama President Commissioner Lahir di Pati pada tahun 1958 . Menyelesaikan pendidikan di Universitas Nasional Jakarta Jurusan Ekonomi tahun 1987 dan dilanjutkan pendidikan di IPWI Jakarta Jurusan Megister Manajemen Akuntansi pada tahun 2000, serta gelar Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK) dari AAMAI pada tahun 2013. Dalam perjalanan karirnya, beliau pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Cabang PT Asuransi Jasindo Indonesia (Persero). Beliau juga sempat menjabat sebagai Direktur Pemasaran Korporasi, dan juga sebagai Plt. Direktur Utama PT Asuransi Jasindo Indonesia (Persero). Mulai tanggal 8 Februari 2019,  beliau menjabat sebagai Komisaris Utama Asei. PT Asuransi Asei Indonesia 44 Born in Pati in 1958. He graduated from Universitas Nasional Jakarta majoring in Economics in 1987 and completed his master’s degree education at IPWI Jakarta majoring in Accounting Management in 2000, and also earned the title of Adjunct Indonesian Insurance Experts (AAAIK) from AAMAI in 2013. In the course of his career, he once served as Head of Branch Office of PT Asuransi Jasindo Indonesia (Persero). He also served as Director of Corporate Marketing and Acting President Director of PT Asuransi Jasindo Indonesia (Persero). As of February 8, 2019, he has been the President Commissioner of Asei. Annual Report 2018
  45. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Robert Tampubolon Komisaris Commissioner Lahir di Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada tahun 1971. Menyelesaikan pendidikannya di Universitas HKBP Nommensen jurusan Akuntansi pada tahun 1995 dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Indonesia (1999) dengan mengambil jurusan Studi Kebijakan Administrasi Bisnis. Mengawali karir di PT Reasuransi Internasional Indonesia pada tahun 1996 sebagai staff hingga sekarang beliau menjabat sebagai Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Perencanaan Strategis dan sebagai komisaris PT Asuransi Asei Indoneisa sejak tanggal 17 November 2016. Beberapa sertifikasi yang dimiliki saat ini antara lain QIA, AAAIK, AAIK, CIP, ICPU, AAIS, CPLHI dan ICBU Indonesia. Laporan Tahunan 2018 45 Born in Serdang Bedagai, North Sumatra in 1971. He graduated from Universitas HKBP Nommensen majoring in Accounting in 1995, and continued his study at Universitas Indonesia in 1999 with a major in Business Administration Policy Studies. He started his career with PT Reasuransi International Indonesia in 1996 as a staff member until he currently serves as Risk Management and Strategic Planning Division Head and also serves as Commissioner in PT Asuransi Asei Indonesia since 17 November 2016. He also holds a variety of certifications including: QIA, AAAIK, AAIK, CIP, ICPU, AAIS, CPLHI and ICBU. PT Asuransi Asei Indonesia
  46. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Kusnindar Komisaris Commissioner Lahir di Blitar pada tahun 1958 . Menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya tahun 1982. Mengawali karir tahun 1984 pada Departemen Keuangan RI. Pernah menempati posisi sebagai Pj. Kasie Dokumentasi dan Pelaporan, dan kemudian sebagai Kepala Sub Direktorat Jasa Pembiayaan. Tahun 2002 bertugas di Kementerian BUMN sebagai Kepala Bidang Usaha Jasa Konsultan Konstruksi, pernah juga menjabat sebagai Kepala Bidang Usaha Jasa Perencanaan, Konstruksi, dan Logistik III B, dan juga sebagai Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Primer, serta sebagai Analisis di Kementerian BUMN. Pada tahun 2014 sampai dengan saat ini beliau menjabat sebagai Komisaris Asei. PT Asuransi Asei Indonesia 46 Born in Blitar in 1958. He graduated from the Faculty of Economics, Universitas Brawijaya and earned his Bachelor’s degree in 1982. He began his career in 1984 with the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. He once served as Documentation and Reporting Division Head, and then as Head of Funding Services SubDirectorate. In 2002 he served in the Ministry of State-Owned Enterprises as Head of Planning, Construction, and Logistics IIIB Business Unit, and also as Assistant Deputy of Primary Industry Business Unit, and as Analyst for the Ministry of SOEs. Since 2014 to date he has been the Commissioner of Asei. Annual Report 2018
  47. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Amrizal Komisaris Independen Independent Commissioner Lahir di Padang pada tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan S1 di IAI Al Aqidah Jurusan Penyiaran Islam pada tahun 2006, dan memulai karir pada tahun 2004 sebagai Pembina pada Program Pembinaan dan Pelatihan Pengembangan Ekonomi Mikro di Yayasan Al-Amin Dharma Mulia di Lembaga Keuangan Mikro Syariah Al Amin (LKMS). Pada tahun 2008 bertugas di Yayasan Al Amin Dharma Mulia sebagai Ketua Umum, dan terakhir menjabat sebagai Komisaris Independen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Tekno Syariah khusus di bidang pembiayaan usaha kecil dan mikro. Pada tahun 2014 sampai dengan saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen Asei. Laporan Tahunan 2018 47 Born in Padang, 1964. He completed his Bachelor’s degree in IAI Al Aqidah majoring in Islamic Broadcasting in 2006. He started his career in 2004 as Coach in the development and training program for microeconomics development in Yayasan Al-Amin Mulia Dharma (Lembaga Keuangan Mikro Syariah Al Amin/LKMS). In 2008 he served as Chairman of Yayasan Al Amin Mulia Dharma, and lastly he served as an independent commissioner in PT PNM Tekno Syariah especially in the field of micro and small enterprise financing. Since 2014 to date he has been the Independent Commissioner of Asei. PT Asuransi Asei Indonesia
  48. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Profil Direksi Board of Directors ’ Profile Dari Kiri ke Kanan From Left to Right Erickson Mangunsong Eko Supriyanto Hadi David Sy Direktur Teknik dan Pemasaran Direktur Utama Plt. Direktur SDM & Keuangan Technical and Marketing Director President Director Acting Director of HR & Finance PT Asuransi Asei Indonesia 48 Annual Report 2018
  49. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Eko Supriyanto Hadi Direktur Utama President Director Lahir di Jakarta pada tahun 1966. Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Indonesia pada tahun 1994 dan dilanjutkan pendidikan Magister Manajemen jurusan Manajemen Keuangan pada tahun 2013. Beliau mengawali karirnya di PT Reasuransi International Indonesia sebagai Kepala Seksi Internal Auditor dan menempati beberapa posisi jabatan sebagai Kepala Bagian serta Kepala Divisi. Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Reasuransi International Indonesia dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Mulai tanggal 8 Februari 2019,  beliau menjabat sebagai Direktur Utama Asei. Laporan Tahunan 2018 49 Born in Jakarta in 1966. He completed his Bachelor’s degree education at the University of Indonesia in 1994 and then earned his Master’s degree in Management majoring in Financial Management in 2013. He began his career at PT Reasuransi International Indonesia as Internal Auditor Department Head and held several positions as Department Head and Division Head. He also served as Finance Director at PT Reasuransi International Indonesia and PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Since 8 February 2019, he has been the President Director of Asei. PT Asuransi Asei Indonesia
  50. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Erickson Mangunsong Direktur Teknik dan Pemasaran Technical and Marketing Director Lahir di Jakarta pada tahun 1969 . Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Gunadarma tahun 1994 dan dilanjutkan pendidikan Post Graduate Diploma di Glasgow Caledonian University pada tahun 1998 serta dilanjutkan pendidikan S2 di Universitas Indonesia Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Internasional. Beliau mengawali karirnya di PT Asuransi Astra Buana sebagai Kepala Departemen Underwriting Properti, Minyak dan Gas, dan pernah juga menjabat sebagai Executive Director PT Adonai Pialang Reasuransi. Mulai tanggal 8 Februari 2019  beliau menjabat sebagai Direktur Teknik dan Pemasaran Asei. PT Asuransi Asei Indonesia 50 Born in Jakarta in 1969. He completed his Bachelor’s degree education at Gunadarma University in 1994 and continued to complete his Post Graduate Diploma education at Glasgow Caledonian University in 1998 and his Master’s degree education at Universitas Indonesia majoring in International Business Administration. He began his career at PT Asuransi Astra Buana as Head of Property, Oil and Gas Underwriting Department, and had also served as Executive Director of PT Adonai Pialang Reasuransi. Since 8 February 2019, he has been the Technical and Marketing Director of Asei. Annual Report 2018
  51. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements David Sy Plt. Direktur SDM & Keuangan Acting Director of HR & Finance Lahir di Lintau, Sumatera Barat pada tahun 1965. Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Andalas Padang tahun 1990 dan dilanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta pada tahun 2001. Beliau mengawali karirnya di PT Reasuransi International Indonesia dengan menempati beberapa posisi antara lain sebagai Kepala Departemen Akuntansi Teknik, Kepala Departemen Akuntansi Keuangan, Auditor SPI, Kepala Departemen Akuntansi & Keuangan Syariah, Kepala Departemen Investasi & Keuangan, Kepala Departemen Penyelesaian Utang Piutang serta Kepala Divisi Keuangan. Mulai tanggal 01 Juli 2019 beliau menjabat sebagai Plt. Direktur SDM & Keuangan Asei (dalam proses fit and proper oleh Otoritas Jasa Keuangan). Laporan Tahunan 2018 51 Born in Lintau, West Sumatra in 1965. He completed his bachelor’s degree education at Andalas University Padang in 1990 and earned his Master of Management at PPM Institute of Management Jakarta in 2001. He began his career in PT Reasuransi International Indonesia by occupying several positions including as Technical Accounting Department Head, Finance and Accounting Department Head, SPI Auditor, Islamic Accounting & Finance Department Head, Investment & Finance Department Head, Accounts Receivable Settlement Department Head, and Finance Division Head. Since July 1, 2019, he has been the Asei’s Acting Director of HR & Finance (in the fit and proper process by the Financial Services Authority). PT Asuransi Asei Indonesia
  52. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Profil Group Head Group Heads ’ Profile Marah Kerma M Manurung Agung Budi Setiawan Tranggana Nadir Seskohadi Adhiekusumo Emir Izad Tranggana Nadir Kepala Sekretaris Perusahaan Chief of Corporate Secretary Born in Bandar Lampung, a graduate of the Faculty of Law of Universitas Lampung majoring in Business Law and his Master of Notary Program in Jayabaya University. Prior to joining Asei, he had worked at PT Bank Bukopin. He earned his Advocate professional title from PERADI in 2011. He joined Asei in 2001 and once served as Legal Department Head, Planning and Development Department Head, HC Department Head, Corporate Development Division Head. In 2014 he was a member of the Formation Team of Indonesia Re (Reasuransi Indonesia Utama), and currently serves as Chief of Corporate Secretary. Lahir di Bandar Lampung, merupakan Lulusan Fakultas Hukum di Universitas Lampung Jurusan Hukum Bisnis dan pendidikan Magister Kenotariatan dari Universitas Jayabaya. Sebelum bergabung di Asei, beliau pernah bekerja di Bank Bukopin. Beliau memperoleh gelar profesi Advokat dari PERADI pada tahun 2011. Bergabung di Asei sejak tahun 2001 dan pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan, Kepala Bagian SDM, Kepala Divisi Pengembangan Korporasi. Pada tahun 2014 beliau juga sempat bergabung dengan Tim Pembentukan Indonesia Re (Reasuransi Indonesia Utama), dan saat ini menjabat sebagai Chief of Corporate Secretary. PT Asuransi Asei Indonesia 52 Annual Report 2018
  53. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tauchid Pradana Siti Mulyanti Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Agus Triyogo Laporan Keuangan Financial Statements Wahyudin Joni Junarto Agus Triyogo Chief of Internal Auditor Chief of Internal Auditor Born in Padang in 1965, graduated from the Faculty of Economics of Universitas Negeri Jenderal Soedirman Purwokerto in 1988. Prior to joining Asei, he had worked at PT Wijaya Karya (Persero) and Bank Indonesia-Jakarta. He joined Asei in 2001 in the General Affairs & Personnel Department. Several positions he held included Head Office’s HC Department Head, Corporate Marketing Department Head, Planning and Development Department Head, Deputy Head of KCU Jakarta Branch, General Affairs Department Head, Employee Development Department Head, Branch Office Development Department Head. He also served as HC and General Affairs Division Head and Accounting Division Head. He currently holds the position of Chief of Internal Auditor. Lahir di Padang pada tahun 1965, merupakan lulusan Universitas Negeri Jenderal Soedirman Purwokerto, sarjana Fakultas Ekonomi tahun 1988. Sebelum bergabung di Asei, beliau pernah bekerja di PT Wijaya Karya (Persero) dan Bank Indonesia-Jakarta. Beliau Bergabung di Asei mulai tahun 2001 di Bagian Umum & Personalia. Beberapa posisi jabatan yang pernah ditempati antara lain sebagai Kepala Bagian SDM Kantor Pusat, Kepala Bagian Pemasaran Korporasi, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan, Wakil Kepala Cabang KCU Jakarta, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Pengembangan Pegawai, Kepala Bagian Pengembangan Kantor Cabang. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi SDM dan Umum dan Kepala Divisi Akuntansi. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Chief of Internal Auditor. Laporan Tahunan 2018 53 PT Asuransi Asei Indonesia
  54. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Joni Junarto Risk Management Group Head Risk Management Group Head Born in Bandung in 1965 , he graduated from the Faculty of Economics, Universitas Andalas, Padang. Started his career at Asei in the Head Office’s Other Business Unit in 1992. He has experience both in operations and supporting with work placements including as Investment Department Head, Head of Pekanbaru Branch, Head of Medan Branch, Export Insurance Department Head, Head of Jakarta Cabanag 2, Export and Credit Insurance Division Head, Head of Main Branch, Head of Tangerang Branch, and Credit & Guarantee Insurance Division Head. He currently holds the position of Risk Management Group Head. Lahir di Bandung tahun 1965, merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang. Memulai karir di Asei di Unit Kerja Bagian Usaha Lain di Kantor Pusat tahun 1992. Memiliki pengalaman baik di operasional maupun supporting dengan penempatan kerja antara lain sebagai Kepala Bagian Investasi, Kepala Cabang Pekanbaru, Kepala Cabang Medan, Kepala Bagian Asuransi Ekspor, Kepala Cabang Jakarta 2, Kepala Divisi Asuransi Ekspor dan Kredit, Kepala Cabang Utama, Kepala Cabang Tangerang, dan sebagai Kepala Divisi Asuransi Kredit & Penjaminan. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Risk Management Group Head. Emir Izad Finance and Supporting Group Head Finance and Supporting Group Head Born in Medan in 1977, graduated from the Faculty of Economics of Universitas Sumatra Utara, majoring in Accounting, in 1995. He joined Asei since 2001 at the Medan Branch Office as Administrative and Financial Staff. He once served as Administration and Finance Department Head, CRM Department Head, and Engineering and Marketing Department Head at Medan Branch Office. He also served as Head Office’s Accounting Department Head and in 2012 was appointed as Finance and Accounting Division Head. In 2014 he was a member of the Formation Team of Indonesia Re (Reasuransi Indonesia Utama) and once served as HC and General Affairs Division Head. He currently holds the position as Finance and Supporting Group Head. Lahir di Medan tahun 1977, merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara jurusan Akuntansi angkatan tahun 1995. Bergabung di Asei sejak tahun 2001 di Kantor Cabang Medan sebagai Staf Administrasi dan Keuangan. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan, Kepala Seksi CRM, dan Kepala Seksi Teknik dan Pemasaran di Kantor Cabang Medan. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Akuntansi Kantor Pusat, dan tahun 2012 diangkat sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Akuntansi. Pada tahun 2014 beliau juga sempat bergabung dengan Tim Pembentukan Indonesia Re (Reasuransi Indonesia Utama), dan pernah menjabat sebagai Kepala Divisi SDM dan Umum. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Finance and Supporting Group Head. Agung Budi Setiawan Credit Insurance Group Head Credit Insurance Group Head Born in Padang, he graduated from Civil Engineering Department of Universitas Parahyangan, Bandung and Master of Business of Institut Teknologi Bandung. Started his career with Asei since November 2001 with the first placement at the Bandung Branch Office. Prior to working with Asei, he had worked in construction services companies and several financial companies in Indonesia, Lahir di Padang,  merupakan lulusan Jurusan Teknik Sipil Universitas Parahyangan Bandung dan Magister Bisnis  Institut Teknologi Bandung. Mengawali karirnya di Asei sejak November 2001 dengan penempatan pertama di Kantor Cabang  Bandung. Sebelum di Asei, beliau pernah bekerja di perusahaan jasa konstruksi dan beberapa perusahaan keuangan di Indonesia, seperti Indofutop, Bank PT Asuransi Asei Indonesia 54 Annual Report 2018
  55. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements such as Indofutop, Bank BRI, Bank Danamon. During his time in Asei, he held several positions including KCU Jakarta Export Insurance Department Head, Head Office’s Credit Insurance Underwriting Division Head, Suretyship Division Head, Head Office’s Marketing and Export Development Division Head, Claims and Subrogation Division Head, Deputy Head of KCU Jakarta Branch, Business Planning & Development Unit Head, Head of Corporate Secretary, Head of KCU Jakarta Branch, Billing Division Head, and Credit and Guarantee Insurance Division Head. He currently holds the position of Credit Insurance Group Head. BRI, Bank Danamon. Selama di Asei, posisi yang pernah ditempati yaitu sebagai Kepala Bagian Asuransi Ekspor KCU Jakarta, Kepala Bagian Underwriting Asuransi Kredit Kantor Pusat, Kepala Divisi Suretyship, Kepala Bagian Pemasaran dan Pengembangan Asuransi Ekspor Kantor Pusat, Kepala Divisi Klaim dan Subrogasi, Wakil Kepala Cabang KCU Jakarta, Kepala Unit Perencanaan dan Pengembangan Usaha, Kepala Sekretaris Perusahaan, Kepala Cabang KCU Jakarta, Kepala Divisi Penagihan, dan Kepala Divisi Asuransi Kredit dan Penjaminan. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Credit Insurance Group Head. Marah Kerma M. Manurung Trade and Commercial Insurance Group Head Trade and Commercial Insurance Group Head Born in Tarutung in 1971, earned his Bachelor’s degree from Universitas Padjadjaran in Bandung and Master’s degree in Management from ABFI Institute Perbanas Jakarta. More than 20 years of insurance experience with specializations in reinsurance, marketing and financial insurance. Before joining Asei, he also had a career in Central Asia Insurance, Vitasia Ltd. HK and Samsung Tugu Insurance with specialization in reinsurance. Before taking up his current position, he was entrusted with holding several positions such as the Head of the Treaty Division, the Head of the Reinsurance Division and concurrently the Corporate Secretary, Head of the Jakarta Main Branch and Head of the Marketing Division. Some of the certifications currently held include AAAIK, ANZIIF Associate, CRMO and CRMP. He currently holds the position of Trade & Commercial Insurance Group Head. Lahir di Tarutung  tahun 1971, memperoleh gelar S1 dari Universitas Padjajaran Bandung  dan S2 Magister Manajemen dari ABFI Institute Perbanas Jakarta. Memiliki pengalaman di asuransi lebih dari 20 tahun dengan spesialisasi di bidang reasuransi, pemasaran dan asuransi keuangan. Sebelum bergabung di Asei, beliau juga sempat berkarir  di  Asuransi Central Asia,  Vitasia Ltd HK dan Asuransi Samsung Tugu dengan spesialisasi di bidang reasuransi. Sebelum mengemban jabatan sekarang, beliau telah dipercaya untuk memegang beberapa jabatan seperti Kabag Treaty, Kepala Divisi Reasuransi sekaligus merangkap Plh Sekretaris Perusahaan, Kepala Cabang Utama Jakarta dan Kepala Divisi Pemasaran.  Beberapa sertifikasi yang dimiliki saat ini antara lain AAAIK, ANZIIF  Associate, CRMO  dan CRMP. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Trade and Commercial Insurance Group Head. Seskohadi Adhiekusumo Claim Services Group Head Claim Services Group Head Born in Bandung in 1965, graduated from the Faculty of Economics of Universitas Pancasila in 1988. He joined Asei in 1992 as Export Insurance Marketer. In 1997 he served as Surabaya Branch Head and subsequent positions included Guarantee Departmen Head, General Insurance Division Head, Marketing Division Head, Suretyship Division Head, Internal Supervision Unit Head, Head of Main Branch, Risk Management and Compliance Division Head, Planning, Business and Product Development Division Head, Claims and Reinsurance Division Head, Billing Division Head, and Lahir di Bandung pada tahun 1965, merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila pada tahun 1988. Bergabung di Asei tahun 1992 sebagai Pemasar Asuransi Ekspor. Pada tahun 1997 pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Surabaya dan jabatan-jabatan selanjutnya antara lain pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Penjaminan, Kepala Divisi Asuransi Umum, Kepala Divisi Pemasaran, Kepala Divisi Suretyship, Kepala Satuan Pengawasan Internal, Kepala Cabang Utama, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Kepala Divisi Perencanaan, Laporan Tahunan 2018 55 PT Asuransi Asei Indonesia
  56. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Information Technology Division Head . He currently holds the position of Claim Services Group Head. Pengembangan Usaha dan Produk, Kepala Divisi Klaim dan Reasuransi, Kepala Divisi Penagihan, dan Kepala Divisi Teknologi Informasi. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Claim Services Group Head. Siti Mulyanti Accounting & IT Group Head Accounting & IT Group Head Born in Bandung, a graduate of STMIK Gunadarma majoring in Information Management. Prior to joining Asei, she had worked at PT Indomobil Sukses International Tbk and PT Indo-Eds Daya. She joined Asei in 2008 in Information Technology Department. Several positions she has held include Software Department Head, Accounting Department Head, and Information Technology Division Head. She currently serves as Accounting & IT Group Head. Lahir di Bandung, merupakan lulusan STMIK Gunadarma jurusan Manajemen Informatika. Sebelum bergabung di Asei, beliau pernah bekerja di PT Indomobil Sukses International Tbk dan PT Indo-Eds Daya. Beliau bergabung di Asei mulai tahun 2008 di Bagian Teknologi Informasi. Beberapa posisi jabatan yang pernah ditempati antara lain sebagai Kepala Bagian Perangkat Lunak, Kepala Bagian Akuntansi, Kepala Divisi Teknologi Informasi. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Accounting & IT Group Head. Tauchid Pradana Business Development & Marketing Group Head Business Development & Marketing Group Head Born in Jakarta, a graduate of Trisakti University with a Bachelor’s degree from the Economics Faculty in 1992. Prior to joining Asei, he had worked at PT Phillips Ralin Electronic Jakarta. He joined Asei in 1993 in Marketing Division’s Marketing and Product Development Department. He also held a position as Head of Marketing at the Jakarta Main Branch Office. He currently serves as Business Development & Marketing Group Head. Lahir di Jakarta, merupakan lulusan Universitas Trisakti, Fakultas Ekonomi tahun 1992. Sebelum bergabung di Asei, beliau pernah bekerja di PT Phillips Ralin Electronic Jakarta. Beliau bergabung di Asei mulai tahun 1993 di Divisi Pemasaran Bagian Pemasaran dan Pengembangan Produk. Beliau juga pernah menempati jabatan sebagai Kepala Bagian Pemasaran di Kantor Cabang Utama Jakarta. Saat ini beliau menduduki jabatan sebagai Business Development & Marketing Group Head. Wahyudin Rahman Head of Sharia Unit Head of Sharia Unit Born in Jakarta in 1985, graduated from the Institute of Risk Management and Insurance (Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi) in 2008. He began his career in the insurance industry in 2007 and first joined Asei in 2012 as Sharia Marketing Head. Since 2014 to date he has been trusted as Sharia Unit Head. Some of the certifications he currently holds include AAAIK, AAIK, AIIS and QIP. Lahir di Jakarta tahun 1985, merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi pada tahun 2008. Mengawali karirnya di industri perasuransian pada tahun 2007 dan mulai bergabung dengan Asei pada tahun 2012 sebagai Kepala Pemasaran Syariah. Mulai tahun 2014 sampai dengan saat ini beliau dipercaya untuk menduduki jabatan sebagai Head of Sharia Unit. Beberapa sertifikasi yang dimiliki saat ini antara lain AAAIK, AAIK, AIIS dan QIP. PT Asuransi Asei Indonesia 56 Annual Report 2018
  57. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Sumber Daya Manusia Human Capital Asei terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan strategi dan kebijakan pelatihan SDM. Pengelolaan sumber daya manusia di Asei pada tahun 2018 difokuskan pada peningkatan kompetensi SDM untuk mendorong pencapaian kinerja unggul. Asei continues to be committed to continuously improving the quality of human capital through the development of HC training strategies and policies. HC management at Asei Insurance in 2018 was focused on improving HC competencies to encourage the achievement of superior performance. Sejalan dengan tata nilai perusahaan, Asei berkomitmen dalam mengembangkan kompetensi, keahlian, dan kepribadian insan Asei sebagai aset perusahaan yang bernilai. Dengan kesiapan SDM yang berkualitas, Perseroan akan tumbuh dan mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan. Perseroan juga memastikan pengembangan kompetensi pegawai dilakukan tanpa membedakan latar belakang, ras, gender, agama, umur ataupun golongan. Setiap pegawai berhak mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi sesuai dengan posisi atau jabatannya. Untuk menjalankan aktivitas bisnis, Perseroan didukung dengan komposisi personil sebagai berikut: In line with the Company’s values, Asei is committed to developing the competence, expertise and personality of Asei’s People as valuable corporate assets. With the readiness of qualified human capital, the Company will grow and be able to provide added value on an ongoing basis. The Company also ensures that employee competency development is carried out regardless of background, race, gender, religion, age or class. Every employee has the right to take part in competency improvement training in accordance with his/her position or title. To carry out business activities, the Company is supported by the following composition of personnel: Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan Tahun 2018 Total Employees by Educational Level in 2018 Jumlah Pegawai Total Employees Jenjang Pendidikan Educational Level 2017 2018 Sarjana Strata 2 39 30 Sarjana Strata 1 / Diploma 4 297 255 Diploma 3 21 15 Kejuruan/SLTA/Setara 14 12 371 312 Master’s Degree Bachelor’s Degree / 4-Year Diploma 3-Year Diploma Vocational School/Senior High School/Equivalent Total Laporan Tahunan 2018 57 PT Asuransi Asei Indonesia
  58. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Komposisi Pemegang Saham Composition of Shareholders Pemegang Saham Asei adalah sebagai berikut : • PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) sebagai induk usaha Asei sebesar 99,998%; • Koperasi Pegawai ASEI sebesar 0,002%. Asei Shareholders are as follows: • PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) as the holding company of Asei as much as 99.998%; • ASEI Employee Cooperative as much as 0.002%. Asei belum mencatatkan sahamnya di pasar modal. Dengan demikian, tidak terdapat laporan tentang kronologis pencatatan saham dan kronologis pencatatan efek lainnya dalam Laporan Tahunan ini. Asei has not listed its shares on the capital market. Therefore, there is no report on the chronology of stock listing and the listing of other securities in this Annual Report. Nama dan Alamat Lembaga Penunjang Name and Address of Supporting Institutions Biro Administrasi Efek Share Registrar Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lt. 5  Jl. Jend. Sudirman kav. 52-53, Jakarta 12190 Indonesia P :+62 21 515 2855 F :+62 21 5299 1199 helpdesk@ksei.co.id Kantor Akuntan Publik Public Accountants Firm Kantor Akuntan Publik Public Accountans Firm Plaza ASIA, Level 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 59 Jakarta 12190 Indonesia P :+62 21 5140 1340 F :+62 21 5140 1350 inquiry@rsm.id Amir Abadi Jusuf & Aryanto Perusahaan Pemeringkat Credit Rating Agency PT Fitch Ratings Indonesia PT Asuransi Asei Indonesia DBS Bank Tower 24th Floor, Suite 2403, Jl. Prof.Dr. Satrio Kav 3-5 Jakarta Selatan 12940 P :+62 21 2988 6800 58 indra.kompono@fitchratings.com Annual Report 2018
  59. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Kantor Cabang Branch Offices Kantor Cabang Utama Jakarta Kantor Cabang Tangerang Jakarta Main Branch Office Gedung Menara Kadin Indonesia Lt.21 Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav. 2-3 Jakarta 12950 Telp. (021) 5790 3737 Fax. (021) 5790 4031-32 E-mail : asei-jkt@asei.co.id Tangerang Branch Office Jl. Raya Serpong No. 39/5817 WTC Matahari Serpong, Tangerang, Banten 15326 Telp. (021) 53166281 / 53166283 / 53166284 / 35837173 Fax. (021) 53166282 Email : asei-tgr@asei.co.id Kantor Cabang Jakarta III Kantor Cabang Medan Medan Branch Office Jl. Sei Serayu No. 117 Medan Telp. (061) 88802340 Fax. (061) 88802341 Email : asei-mdn@asei.co.id Jakarta III Branch Office Ruko Sinpasa Blok C No. 01 Jl. Boulevard Selatan, Summarecon, Bekasi Telp. (021) 28519978 / 28519979 / 28519980 Fax. (021) 88863608 Email : asei-jkt3@asei.co.id Kantor Cabang Pekanbaru Kantor Cabang Makasar Pekanbaru Branch Office Komplek Perkantoran Grand Sudirman Blok A No. 6 Jl. Datuk Setia Maharaja (d/h) Jl. Parit Indah, Pekanbaru Telp. (0761) 7891704 Fax. (0761) 7891704 Email : asei-pekanbaru@asei.co.id Makassar Branch Office Jl. AP. Pangeran Pettarani Komp. Rukan Bisnis Center Blok E No. 1 Makassar, Sulawasi Selatan 90132 Telp. (0411) 887788 Fax. (0411) 887799 Email : asei-mks@asei.co.id Kantor Cabang Palembang Palembang Branch Office Komplek Taman Harapan Indah Blok B No.6 Jl. Letda A. Rozak, Palembang Telp. (0711) 5625010 / 5625011 Fax. (0711) 5625012 Email : asei-palembang@asei.co.id Laporan Tahunan 2018 Kantor Cabang Padang Padang Branch Office Jl. Ratulangi No. 5 Padang Sumatera Barat Telp. (0751) 8951188 / 081281822467 Fax. (0751) 8951455 Email : asei-padang@asei.co.id 59 PT Asuransi Asei Indonesia
  60. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Kantor Cabang Bandung Kantor Cabang Malang Bandung Branch Office eL Royale Hotel – Lantai 2 Jl. Merdeka No.2 Bandung 40111 Telp. (022) 8780 4700 Fax. (022) 8780 4705 E-mail : asei-bdg@asei.co.id Malang Branch Office Komplek Pertokoan Jl. WR Supratman Kav C1 No. 9 (Depan SMPN 05 Malang) Malang 65122 Telp. (0341) 346888 Fax. (0341) 336370 Email : asei-mlg@asei.co.id Kantor Cabang Semarang Kantor Cabang Denpasar Semarang Branch Office Jl. Indra Prasta No 25 Semarang 50131 Telp. (024) 3583187/3587432 Fax. (024) 3583183 E-mail : asei-smg@asei.co.id Denpasar Branch Office Jl. Tantular Barat No. 15 A Denpasar, Bali Telp. (0361) 3170204 Fax. (0361) 8421136 Email : asei-bali@asei.co.id Kantor Cabang Yogyakarta Kantor Cabang Manado Yogyakarta Branch Office Jl. A. M. Sangaji No. 79 Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta Telp. (0274) 550865 / 08157647453 / 08157647439 Fax. (0274) 550865 Email : asei-yogya@asei.co.id Manado Branch Office Ruko Mega Smart Blok I No. 7 Jl. Pierre Tendean Boulevard, Manado 95111 Telp. (0431) 8881176 Fax. (0431) 8821860 Email : asei-manado@asei.co.id Kantor Cabang Samarinda Kantor Cabang Surabaya Samarinda Branch Office Komp. Ruko Grand Mahakam No. F-10, Jl. Siradj Salman, Kelurahan Air Putih Kecamatan Samarinda Ulu - Samarinda, Kalimantan Timur Telp. (0541) 6526657 Fax. (0541) 6526657 Email : asei-smd@asei.co.id Surabaya Branch Office Jl. Raya Gubeng No. 3, Surabaya Telp. (031) 5042949 / 5042621 / 5042554 Fax. (031) 5042590 Email : asei-sby@asei.co.id PT Asuransi Asei Indonesia 60 Annual Report 2018
  61. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Laporan Tahunan 2018 Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 61 Laporan Keuangan Financial Statements PT Asuransi Asei Indonesia
  62. Kilas Kinerja Performance Highlights PT Asuransi Asei Indonesia Laporan Manajemen Management Reports 62 Profil Perusahaan Company Profile Annual Report 2018
  63. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 04 Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Laporan Tahunan 2018 63 PT Asuransi Asei Indonesia
  64. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Analisa dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Kondisi Perekonomian dan Industri Economic and Industrial Conditions The national economic performance continued to improve with a stronger structure spurred by maintained domestic demand . During the third quarter of 2018, economic growth reached 5.17% (year-on-year / yoy). This economic growth was mainly backed by strong domestic consumption. This was in line with the continued acceleration of investment and government spending. Cumulatively, CPI inflation during the third quarter of 2018 was recorded at 2.88% (yoy), making it able to support the achievement of the inflation target of 3.5 + 1% for three consecutive years. The Indonesia’s Balance of Payments (BOP) in the reporting period decreased in line with the decrease in the current account deficit. The rupiah exchange rate weakened to Rp14,929 per US dollar in the third quarter of 2018, influenced by global economic uncertainty along with continued high external pressure. Perekonomian nasional tetap menunjukkan kinerja yang membaik dengan struktur lebih kuat didorong oleh permintaan domestik yang masih terjaga. Sepanjang triwulan III 2018, pertumbuhan ekonomi mencapai sebesar 5,17% (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ekonomi terutama didukung oleh kuatnya konsumsi domestik. Hal itu sejalan dengan berlanjutnya akselerasi investasi dan belanja pemerintah. Secara kumulatif, inflasi IHK sepanjang triwulan III 2018 tercatat 2,88,% (yoy) sehingga dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 3,5+1% selama tiga tahun berturut-turut. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada periode laporan menurun, seiring dengan penurunan peningkatan defisit transaksi berjalan. Nilai tukar rupiah pada triwulan III 2018 melemah menjadi Rp14.929 per dolar AS, dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global seiring dengan masih tingginya tekanan eksternal. PT Asuransi Asei Indonesia 64 Annual Report 2018
  65. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Otoritas Jasa Keuangan mencatat sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir 2018 menunjukkan kondisi yang stabil dengan kinerja intermediasi yang berada pada level positif. Kinerja sektor jasa keuangan selama 2018 berjalan cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan kredit per November 2018 yang tumbuh 12,05% yoy, serta diiringi tingkat kesehatan yang cukup baik tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan sebesar 23,32% serta rasio Non-Performing Loan (NPL) gross dan net perbankan tercatat masing-masing 2,67% dan 1,14%. The Financial Services Authority recorded that Indonesia’s financial services sector until the end of 2018 showed a stable condition with intermediary performance at a positive level. The financial services sector in 2018 performed quite well. This can be seen from credit growth as of November 2018 by 12.05% yoy, coupled with a fairly good health level reflected in the bank’s Capital Adequacy Ratio (CAR) of 23.32% and banking gross and net NonPerforming Loan (NPL) ratios were recorded at 2.67% and 1.14% respectively. Pada Industri Keuangan Non Bank, pembiayaan yang disalurkan perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 5,14% yoy dengan tingkat Non-Performing Financing (NPF) berada pada level 2,83% (gross) dan 0,79% (net). Pembiayaan yang disalurkan melalui Fintech juga menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp3,9 triliun serta rasio NPF yang rendah yaitu 1,2%. Pada Industri Pasar Modal, penghimpunan dana di pasar modal masih cukup tinggi mencapai Rp162,3 triliun. Jumlah ini cukup positif di tengah tekanan ekonomi global. In the Non-Bank Financial Industry, financing channeled by finance companies grew 5.14% yoy with Non-Performing Financing (NPF) ratio of 2.83% (gross) and 0.79% (net). Financing channeled through Fintech also showed significant growth with an outstanding financing value of Rp3.9 trillion and low NPF ratio of 1.2%. In the Capital Market Industry, raising funds in the capital market was still quite high, reaching Rp162.3 trillion. This amount is quite positive amid the global economic pressures. Segmen Usaha Business Segment Sebagai bagian dari keseluruhan strategi bisnis Perusahaan, Asei memiliki 2 (dua) segmen usaha yaitu Asuransi Keuangan dan Asuransi Umum dengan berbagai macam varian produk. As part of Company’s business strategy, Asei has 2 (two) business segments namely Financial Insurance and General Insurance with various product variants. I. Asuransi Keuangan I. Financial Insurance A. Asuransi Perdagangan Asuransi Perdagangan adalah jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung (Penjual/ Bank/Institusi Keuangan Non Bank (INKB)) terhadap kemungkinan risiko kerugian akibat tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan pembayaran dari Pembeli/Importir atau Bank pembuka L/C yang disebabkan oleh risiko komersial dan/atau risiko politik. Jenis-jenis Produk Asuransi Perdagangan: 1. Asuransi Kredit Ekspor/Export Credit Insurance (ECI) Asuransi yang memberikan perlindungan kepada Tertanggung (Eksportir) atas risiko tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan tagihan ekspor dari Importir yang disebabkan risiko komersial atau risiko politik. A. Trading Insurance Trading Insurance is insurance that provides compensation to the Insured (Seller/Bank/ NonBank Financial Institution) against possible risk of loss due to non-receipt of any or all parts of payment from Buyer/Importer or L/C opening Bank caused by commercial and/or political risks. 2. Asuransi Kredit Perdagangan Domestic/Domestic Credit Insurance (DCI) Jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung (penjual) terhadap risiko kerugian Laporan Tahunan 2018 Type of Trading Insurance Products 1. Export Credit Insurance (ECI) An insurance which offers protection to an Insured (Exporter) against any losses as a result of default in payment by an Importer under an export agreement made between such exporter and importer, where such default in payment is due to any insured risks, i.e. commercial and political risks. 2. Domestic Credit Insurance (DCI) 65 An insurance which offers indemnity to an Insured (Seller) against any risk of losses resulted from PT Asuransi Asei Indonesia
  66. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile nonreceipt of any or all parts of payment from a domestic Buyer , due to any commercial risks. akibat tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan pembayaran dari pembeli didalam negeri (domestik) yang disebabkan oleh risiko komersial. 3. Asuransi Pembiayaan Tagihan Ekspor/Export Bill Insurance (EBI) Asuransi yang memberikan perlindungan (proteksi) kepada bank yang mengambil alih (negosiasi) tagihan ekspor nasabah/debitur/ eksportir terhadap wanprestasi dari pembeli luar negeri (Importir) yang disebabkan oleh risiko komersial dan/atau risiko politik. Asuransi ini disediakan untuk menjamin negosiasi Tagihan Ekspor untuk Wesel Ekspor atas dasar Usance LC dari Issuing Bank, Document Against Acceptance (DA), atau Documen Against Acceptance (DP). 3. Export Bill Insurance (EBI) 4. Asuransi Pembiayaan Tagihan Domestic/ Domestic Credit Insurance Financing (DCIF) Asuransi yang memberikan perlindungan kepada bank yang akan memberikan pembiayaan kepada nasabah/debitur/penjual terhadap kemungkinan risiko tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan dari pembeli didalam negeri (domestik) yang disebabkan risiko komersial. 4. Domestic Credit Insurance Financing (DCIF) 1. Asuransi Kredit Produktif a. Asuransi Kredit Modal Kerja (KMK) Aflopend Proteksi yang diberikan pada masa pertanggungan atas risiko kerugian yang diderita oleh bank yang disebabkan karena debitur tidak mampu melunasi pencairan kredit yang tidak bersifat revolving atau dapat dicairkan seluruhnya atau bertahap sehingga menurun mengikuti baki debitnya dan debitur telah dinyatakan dalam kolektibilitas 5 (macet) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebagai regulator kolektibilitas kredit. b. Asuransi Kredit Modal Kerja Transaksional (KMKT) Proteksi yang diberikan atas risiko kerugian bank yang disebabkan karena debitur tidak PT Asuransi Asei Indonesia An insurance which offers indemnity to a Bank against any commercial risks, specifically in a domestic bill takeover transaction for any Customer/Debtor/Seller to whom domestic transaction bill limit has been granted. B. Credit Insurance Credit Insurance is a type of insurance that providesprotection to Banks/Non-Bank Financial Institutions on the risk of failure of the Debtor in paying-off the credit facility or cash loan provided by the Bank/Non- Bank Financial Institution. Types of Credit Insurance Products: B. Asuransi Kredit Asuransi Kredit adalah jenis asuransi yang memberikan proteksi kepada bank/Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB) atas risiko kegagalan debitur didalam melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai (cash loan) yang diberikan oleh bank/LKNB. Jenis-jenis Produk Asuransi Kredit: 1. An insurance which offers protection to a Bank that negotiates export bills of a Customer/ Debtor/Exporter against the risk of default in payment by an Importer due to any commercial and/or political risks. This insurance is provided to guarantee negotiation of Export Bill for Export Notes on the basis of Usance LC from Issuing Bank, Document Against Acceptance (DA), or Document Against Payment (DP). 66 Productive Credit Insurance a. Aflopend Working Capital Credit Insurance: A protection offered by Asei during the insurance period against any risk of losses suffered by a Bank, caused by the failure of a Debtor to repay its credit withdrawal because the debtor is unable to repay the credit disbursement that’s not revolving or can be disbursed entirely or gradually so that it decreases following the debit level and such Debtor has been declared to be under the category of collectability 5 (loss/ uncollectible), in accordance with the regulation of Bank Indonesia as the loan collectability regulator. b. Transactional Working Capital Credit Insurance A protection provided by Asei against any risk of losses suffered by a Bank, caused by the Annual Report 2018
  67. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements failure of a Debtor to repay any or all parts of its matured Transactional Working Capital within the period as specified in the credit acceptance letter. Such insolvency is due to the Debtor’s failure in performing the contract or nonpayment by the contract principal. mampu melunasi sebagian atau seluruh KMKT yang telah jatuh tempo sesuai dengan jangka waktu yang tercantum dalam surat akseptasi kredit. Ketidakmampuan tersebut dikarenakan debitur gagal melaksanakan kontrak atau tidak menerima pembayaran dari pemberi kontrak. Asuransi Kredit Modal Kerja Revolving/ Rekening Koran Proteksi yang diberikan pada masa pertanggungan atas risiko kerugian yang diderita oleh bank yang disebabkan karena debitur tidak mampu melunasi pencairan kredit yang bersifat revolving atau dapat dicairkan kapan saja sepanjang jangka waktu fasilitas dan palfon kredit masih tersedia dan debitur telah dinyatakan dalam kolektibilitas 5 (macet) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebagai regulator kolektibilitas kredit. c. d. Asuransi Kredit Investasi/Project Financing Proteksi yang diberikan risiko kredit jangka menengah/panjang yang diberikan kepada (calon) debitur untuk membiayai barangbarang modal beserta jasa yang diperlukan dalam rangka rehabilitasi, modernisasi, perluasan, pendirian proyek baru, atau relokasi proyek yang sudah ada dimana telah mempunyai proyeksi pendapatan yang mendukung pembayaran kewajiban angsuran selama jangka waktu kredit. d. Project Financing Protection afforded by medium/long term credit risk granted to (prospective) Debtors to finance capital goods and services required for rehabilitation, modernization, expansion, establishment of new projects, or existing project relocations which already have projected revenues Supporting the payment of installment obligations over the credit term. e. Asuransi Kredit Mikro/Multiguna Pola Executing Merupakan kredit perbankan yang diperuntukkan bagi debitur dengan pertanggungan tidak sampai kepada enduser (perorangan/kelompok). e. Micro/Multipurpose Credit Insurance Executing Pattern A banking credit intended for Debtors with no coverage to end-users (individuals/ groups). f. f. c. Asuransi Kredit Mikro/Multiguna Pola Channeling Proteksi yang diberikan pada masa pertanggungan atas risiko kerugian yang diderita oleh bank/Tertanggung yang disebabkan karena debitur tidak mampu melunasi penarikan kedit linkage pola Channeling yang dilakukannya dan debitur telah dinyatakan dalam kolektibilitas 5 (macet) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebagai regulator kolektibilitas kredit. Laporan Tahunan 2018 67 Revolving Working Capital Credit/Current Account Insurance A protection provided by Asei during the insurance period against any risk of losses suffered by a Bank, because the debtor is unable to repay the credit disbursement that is revolving or can be disbursed at any time during the facility period and as long as the the credit palfon is still available and such debtor has been declared to be under the category of collectability 5 (loss/uncollectible), in accordance with the regulation of Bank Indonesia as the loan collectability regulator. Micro/Multipurpose Credit Insurance Executing Pattern The protection granted during the coverage of the risk of loss suffered by the Bank/Insured due to the Debtor is unable to pay off the channeling pattern linkage credit withdrawal and the debtor has been declared in the collectibility of 5 (loss) in accordance with the provisions of Bank Indonesia as a regulator of collectibility of credit. PT Asuransi Asei Indonesia
  68. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile g . Asuransi Kredit Program Pemerintah Proteksi yang diberikan atas risiko kerugian bank yang disebabkan karena debitur tidak mampu melunasi penarikan kedit investasi dan/atau modal kerja dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Pemerintah dan debitur telah dinyatakan dalam kolektibilitas 5 (macet) sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia sebagai regulator kolektibilitas kredit. g. Government Credit Insurance Program The protection provided for the risk of bank loss because the debtor is unable to pay off the withdrawal of investment and/ or working capital in order to support the implementation of the Government Program and the debtor has been declared in the collectibility of 5 (loss) in accordance with the provisions of Bank Indonesia as a regulator of collectibility of credit. 2. Asuransi Kredit Konsumtif a. Asuransi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Proteksi yang diberikan pada masa pertanggungan atas risiko kerugian Tertanggung (Bank) yang disebabkan oleh kegagalan debitur dalam melunasi kredit yang bertujuan untuk pembelian properti seperti Rumah, Rumah Toko (Ruko), Apartemen, atau Kavling yang bersifat residensial sehingga kondisi kolektibilitas kredit menjadi 5 (macet) sesuai dengan pelaporan BI checking. b. Asuransi Kredit Pegawai Plus Proteksi yang diberikan kepada Tertanggung (bank) apabila debitur tidak dapat melunasi fasilitas kredit yang diberikan oleh Tertanggung, disebabkan risiko kredit yang disebabkan karena menurunnya Kualitas Kredit, Debitur terkena PHK, meninggal dunia, atau Debitur yang berstatus Anggota Dewan (DPR/D) terkena pemberhentian atau Penggantian Antar Waktu (PAW). c. Asuransi Kredit Konsumtif Multiguna Proteksi yang diberikan pada masa pertanggungan atas risiko kerugian Tertanggung (bank) yang disebabkan oleh kegagalan debitur dalam melunasi kredit yang sumber pembayarannya berasal dari sumber penghasilan tetap (gaji atau uang pensiunan) sehingga kondisi kolektibilitas kredit menjadi 5 (macet) sesuai dengan pelaporan BI checking. 2. Consumptive Credit Insurance a. Home Ownership Credit (KPR) Insurance Protection provided during the coverage of the risk of loss of the Insured (Bank) caused by the Debtor’s failure to to pay off the credit for the purpose of purchasing property such as: House, Shop Houses, Apartment, or residential Lot so that the credit collectibility condition becomes 5 (loss) in accordance with the BI checking report. 3. Asuransi Kredit Lainnya Proteksi yang diberikan pada masa pertanggungan atas risiko kerugian Tertanggung (bank) yang disebabkan oleh kegagalan debitur dalam melunasi kredit yang belum disebut diatas atau berbagai macam kebutuhan kredit lainnya dengan batasan minimal kolektibilitas 3 (Kurang Lancar) sesuai dengan pelaporan BI Checking. 3. Other Credit Insurance Products Protection provided during the coverage period for the risk of loss of the Insured (bank) caused by the debtor’s failure to pay off the above-mentioned loan or any other credit requirement with a minimum limit of collectibility 3 (Substandard) in accordance with the BI checking report. PT Asuransi Asei Indonesia b. Employee Credit Insurance Plus Protection granted to the Insured (Bank) if the Debtor is unable to pay off the credit facility provided by the Insured, caused by credit risks due to declining Credit Quality, Debtor is being laid off, passes away, or Debtor who serves as a Member of Parliament (DPR/ DPRD) and is being laid off or to Termination or Interoffice Replacement. c. 68 Multipurpose Consumptive Credit Insurance Protection provided during the coverage of the risk of loss of the Insured (bank) caused by the failure of the debtor to pay off the credit in which the source of payment comes from fixed income (salary or pension) so that the credit collectibility condition becomes 5 (loss) in accordance with the BI checking report. Annual Report 2018
  69. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements C. Penjaminan (Surety Bond) Suatu bentuk perjanjian antara Surety dan Principal, dimana pihak pertama (Surety) memberikan jaminan untuk kepentingan pihak kedua (Principal) bagi kepentingan pihak ketiga (Obligee). C. Suretyship (Surety Bond) Is a form of agreement between Surety and Principal, where the first party (Surety) provides security for the interests of the second party (Principal) for the interests of third party (Obligee). Jenis-jenis Produk Penjaminan: 1. Suretyship Perjanjian tertulis antara perusahaan asuransi (Surety) dan Principal untuk menjamin kepentingan pihak pemilik proyek (Obligee), bahwa penerima pekerjaan (Principal) akan memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian pokok (kontrak) yang dibuat antara Principal dan Obligee. Produk Jaminan Suretyship: a. Surety Bond Merupakan Jaminan antara antara perusahaan asuransi (Surety) dan Principal untuk menjamin kepentingan pihak pemilik proyek (Obligee) untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian pokok (kontrak). Jenis-jenis Surety Bond antara lain: 1. Jaminan Penawaran (Bid Bond/BB) Merupakan jaminan yang digunakan untuk mengikuti tender sebagai salah satu persyaratan dokumen penawaran yang berisi jaminan surety untuk memberikan ganti rugi apabila Principal mengundurkan diri. 2.Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond/PB) Merupakan jaminan atas kesanggupan Principal untuk melaksanakan/ menyelesaikan perkerjaan sesuai dengan kontrak kerja yang telah ditetapkan. 3. Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond/APB) Merupakan jaminan yang digunakan pada saat Principal mengambil Uang Muka yang disediakan Obligee untuk memulai pekerjaannya. Berisi jaminan Surety untuk mengembalikan uang muka yang telah diterima Principal untuk melaksanakan pekerjaan apabila Principal gagal melaksanakan pekerjaan dan tidak dapat mengembalikan uang muka tersebut. 4. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond/MB) Merupakan jaminan dari Surety terhadap Laporan Tahunan 2018 Type of Suretyship Products: 1. Suretyship Written agreement between the insurance company (Surety) and Principal to guarantee the interests of the project owner (Obligee), that the employee (Principal) will fulfill its obligations in accordance with the principal agreement (contract) made between the Principal and Obligee. Types of Suretyship Products: a. Surety Bond Assurance between the insurance company (Surety) and Principal to guarantee the interests of the project owner (Obligee) to fulfill its obligations in accordance with the principal agreement (contract). Types of Surety Bond are: 1. Bid Security (Bid Bond/BB) Is a guarantee that is used to participate in the tender as one of the requirements of the bidding document containing the surety guarantee to provide compensation if the principal resigns. 2. Performance Bond (PB) Is a guarantee of the Principal’s ability to execute/ complete the work in accordance with the established employment contract. 3. Advance Payment Bond (APB) Is a guarantee used at the time the Principal takes the Advance provided by the Obligee to start its work. Includes Surety’s guarantee to return the advance the Principal has received to perform the work if the Principal fails to perform the work and can not refund the deposit. 4. Maintenance Bond (MB) Is a guarantee from Surety on the maintenance of the work completed by 69 PT Asuransi Asei Indonesia
  70. Kilas Kinerja Performance Highlights 5 . 6. 7. 8. Laporan Manajemen Management Reports the Principal until the deadline specified in the contract. pemeliharaan atas hasil pekerjaan yang diselesaikan oleh Principal sampai batas waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak. Jaminan Sanggahan Banding (SB) Surat jaminan yang berfungsi untuk menjamin keseriusan penyedia dalam memberikan surat sanggah banding akibat ketidakpuasan terhadap jawaban sanggahan dari Kelompok Kerja ULP. Jaminan Pembayaran Sisa Anggaran/ SP2D/Progress Payment Jaminan kepada Obligee/Penerima Jaminan Pemerintah yang mengeluarkan uang sisa anggaran berdasarkan anggaran pemerintah untuk dibayarkan kepada Principal/Terjamin yang belum menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai kontrak. Jaminan Progres Pekerjaan Merupakan jaminan kewajiban Principal atas pekerjaan/prestasi yang belum diselesaikan namun pembayaran telah dilakukan oleh Obligee/Penerima Jaminan. Customs Bond Jaminan atas pungutan Negara dalam bentuk Bea Masuk(BM). Bea MasukTambahan (BMT), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPn-BM) serta pajak yang dipungut oleh Bendahara Negara atas kegiatan usaha yang berkaitan dengan ekspor/impor (Pph Pasal 22) yang pembebanannya diberikan kepada produsen barang-barang untuk diekspor kembali. Adapun jenis-jenis customs bond antara lain : a. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) 5. Guarantee Rebuttal Appeal (SB) Is a guarantee letter that serves to ensure the seriousness of the provider in providing the letter of appeal due to dissatisfaction with the answer of the rebuttal of the Working Group of ULP 6. Payment Guarantee Remaining Budget/ SP2D/ Progress Payment Guarantee to Obligee/Beneficiary of Government Guarantee that spends the remaining budget based on government budget to be paid to Principal/Assured who have not completed all the work according to contract. 7. Work Progress Guarantee It is a guarantee of Principal obligations for unfinished work/achievement but payment has been made by the Obligee/ Beneficiary. 8. Customs Bond Is a guarantee of State Levies in the form of Import Duty (BM). Supplemental Import Duty (BMT), Value Added Tax (VAT) and Value Added Tax (PPn-BM) as well as taxes levied by the State Treasurer on export/import business activities (Pph Article 22) To producers of goods for re-export. b. Kawasan Berikat (KB) c.Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) d. Impor Sementara (OB-23) e.Vooruitslag f. Surat Penetapan Tarif dan Nilai Pabean (SPTNP)/ Nota Pembetulan dari Bea Cukai (Notul) g. Tempat Penimbunan Sementara (TPS h. Angkut Lanjut i. Perusahaan Jasa Titipan (PJT) j. Customs Bond lainnya 9. Excise Bond Jaminan atas pungutan Negara yang dikenakan terhadap produsen dan importir barang kena cukai (BKC) yang PT Asuransi Asei Indonesia Profil Perusahaan Company Profile Types of Customs Bond are: a. Easiness of Import for Export Purpose (KITE) b. Bonded Zone (KB) c. Customs Clearance Company (PPJK) d. Temporary Import (OB-23) e. Vooruitslag f. Letter of Tariff and Customs Value Determination (SPTNP)/Memorandum of Customs Notes (Notul) g. Temporary Landfill h. Sustainable Transport i. Logistic Service Company j. Other Customs Bond 9. Excise Bond Guarantees of state levies imposed on customs producers and importers (BKCs) produced by Ethanol and Drink Ethyl 70 Annual Report 2018
  71. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Alcohol (MMEA) industries or tobacco products. diproduksi oleh industri Etanol dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) ataupun hasil tembakau. 10. Jaminan Pembayaran (Payment Bond) Jenis komitmen keuangan yang mengharuskan debitur untuk melunasi utangnya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk perjanjian utang yang asli. Jenis-jenis Jaminan Pembayaran antara lain: a. Jaminan Pembayaran atas Pembelian Barang dan Jasa b. Jaminan Distributor c. Jaminan Keagenan Kargo Jaminan yang diberikan kepada Perusahaan Expedisi dan Keagenan Kargo dari ketidakmampuannya membayar biaya pengiriman barang kepada Airline atau Perusahaan Perkapalan. 10. Payment Bond This type of financial commitment requires the debtor to pay off his/her debt in accordance with the terms and conditions applicable to the original debt agreement. Types of Payment Bond are: a. Purchase of Goods and Services Payment Bond b. Distributor Bond c. Cargo Agency Guarantee Is a guarantee given to the Expedition Company and Cargo Agency from the inability to pay freight charges to Airline or Shipping Company. 2. Non-Cash Credit Guarantee a. Counter Bank Guarantee Guarantee issued by the Surety Company to the Issuing Bank if the Obligee disburses the Bank Guarantee, because of Principal default. Types of Counter Bank Guarantee 1. Bid Security (Bid Bond/BB) 2. Performance Bond (PB Performance) 2. Jaminan Kredit Non Tunai a. Kontra Bank Garansi Jaminan yang diterbitkan oleh perusahaan Surety kepada bank penerbit apabila Obligee mencairkan garansi bank, dikarenakan Principal cidera janji. Jenis-jenis Produk Kontra Bank Garansi : 1. Jaminan Penawaran (Bid Bond/BB) 2. Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond/PB) 3. Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond/APB) 4. Jaminan Pemeliharaan (Maintenance Bond/MB) 5. Jaminan Sanggahan Banding (SB) 6. Jaminan Keagenan Kargo 7. Jaminan Pembayaran 8. Jaminan Distributorship 9. Jaminan Pembayaran Sisa Anggaran/ SP2D/Progress Payment 3. Advance Payment Bond (APB) 4. Maintenance Bond (MB) 5. 6. 7. 8. 9. Guarantee Rebuttal Appeal (SB) Cargo Agency Guarantee Payment Guarantee Distributorship Guarantees Payment Guarantee of Remaining and Annual State Budget/SP2D/Payment Progress b. Disclosure of Import Letter of Credit (LC) Guarantee and Domestic Documented Letters of Credit (SKBDN) Guarantee It is a guarantee of a written statement from the bank at the request of the customer to provide and settle a certain amount of obligations for the benefit of a third party (beneficiary), based on the conditions specified. b. Jaminan Pembukaan Letter of Credit (LC) Impor dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) Merupakan jaminan atas suatu pernyataan tertulis dari bank atas permintaan nasabah untuk menyediakan dan menyelesaikan suatu jumlah kewajiban tertentu bagi kepentingan pihak ketiga (beneficiary), dengan syarat-syarat yang ditentukan. Laporan Tahunan 2018 Laporan Keuangan Financial Statements 71 PT Asuransi Asei Indonesia
  72. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile II . Asuransi Umum I. General Insurance Is risk mitigation for loss, loss of benefits and legal liability to third parties arising from uncertain events. Types of General Insurance: 1. Property Insurance Property Insurance is an insurance that provides compensation to the Insured for any damage or loss of the insured property, caused by fire, lightning strikes, explosions, falling aircraft, as well as smoke coming from insured property fires. Property insurance includes Fire Insurance and the extension of its cover (earthquakes, storms, floods, typhoons, etc.) and also cover for loss as a result of business interruptions caused by fire. Merupakan penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti. Jenis-jenis Produk Asuransi Umum: 1. Asuransi Harta Benda/Property Insurance Merupakan asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda yang dipertanggungkan yang disebabkan oleh kebakaran, sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, serta asap yang berasal dari kebakaran harta yang dipertanggungkan. Asuransi Properti meliputi Asuransi Kebakaran dan perluasan jaminannya (gempa bumi, badai, banjir, topan, dan lain-lain) serta jaminan atas kerugian sebagai akibat terganggunya usaha (business interruption) yang disebabkan kebakaran. Asuransi Harta Benda mencakup sebagai berikut: a. Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) PSAKI merupakan polis untuk menutup pertanggungan atas kerugian rusak atau musnahnya harta benda (bangunan beserta isinya) yang disebabkan oleh kebakaran atau karena sebab-sebab lain yang disebut dalam kontrak pertanggungan. b. Asuransi Property All Risk (PAR)/Asuransi Industrial All Risks (IAR) Asuransi yang menjamin semua risiko kerugian (kecuali beberapa risiko saja yang tercantum dalam pengecualian). PAR/IAR adalah jenis Asuransi yang paling popular dibandingkan dengan jenis Asuransi lainnya, karena Menjamin semua risiko kerugian kecuali beberapa risiko saja yang tercantum dalam pengecualian. c. Polis Standar Asuransi Gempa Bumi Indonesia (PSAGBI)/Earthquake Asuransi yang menjamin kerusakan terhadap objek risiko (bangunan, pabrik, rumah, dan lain-lain) yang disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. d. Asuransi Terrorism and Sabotage (TAS) Asuransi yang memberikan jaminan perlindungan terhadap kerugian/kerusakan obyek pertanggungan akibat tindakan terorisme dan sabotase. Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah perusahaan dan perorangan langsung/instansi. PT Asuransi Asei Indonesia Type of Property Insurance products are as follows: a. Standard Policy of Indonesian Fire (PSAKI PSAKI is a standard policy to cover the liability for any damage or loss of the insured property, caused by fire or other reasons stated in the insurance contract. b. Property All Risk (PAR)/Industrial All Risks (IAR) Insurance An insurance to cover all risks of loss (exclude some risks stated as exceptions). PAR/ IAR is the most popular type of Insurance, compared to other types of Insurance, as it cover all risks of loss except some risks stated as exception. c. Indonesian Earthquake Insurance Standard Policy (PSAGBI) An insurance to cover any damage of the objects (buildings, factories, houses, etc.), caused by earthquakes, volcanic eruptions, and tsunamis. d. Terrorism and Sabotage Insurance (TAS) An insurance that give protection for any loss/damage of the insured property, caused by actions categorized as terrorisme and sabotage. The Insured can be a company and individual, direct/agency. 72 Annual Report 2018
  73. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements e. Asuransi Business Interuption (BI) Asuransi yang memberikan jaminan atas kerugian/kehilangan pendapatan dari usaha Tertanggung akibat dari terjadinya risiko terhadap harta benda/property yang dipertanggungkan atau mengganti kehilangan/kekurangan dana yang diperlukan untuk menjalankan usaha sebagai akibat dari terjadinya risiko. Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah perusahaan dan perorangan langsung/instansi. e. Business Interruption Insurance (BI) Insurance that guarantees for loss/loss of income of the Insured’s business resulting from the occurrence of risks on the property insured or to replace the loss/lack of funds necessary to run the business caused by the occurrence of risk. Parties who are eligible as Insured are companies and individual, direct/agency. 2. Asuransi Rekayasa/Engineering Insurance Asuransi yang menjamin kerugian akibat kerusakan material (pada mesin, peralatan elektronik, dan lainnya) atau kerugian akibat tanggungjawab terhadap pihak ketiga yang terjadi selama masa pembangunan (construction) atau pada saat pemasangan (erection). Asuransi Rekayasa mencakup sebagai berikut: a. Engineering Proyek 1. Asuransi Konstruksi/Contactor All Risks (CAR) Asuransi yang menjamin semua risiko kerusakan/kerugian yang terjadi selama proses pembangunan atau konstruksi (tidak termasuk beberapa risiko yang disebut dalam pengecualian). 2. Asuransi Pemasangan/Erection All Risks (EAR) Asuransi yang menjamin semua risiko kerusakan/kerugian yang terjadi selama proses pemasangan/instalasi mesinmesin (tidak termasuk beberapa risiko yang disebut dalam pengecualian). 3. Asuransi Contractor’s Plant and Machinery (CPM) Asuransi yang menjamin semua risiko kerusakan atau kerugian fisik atas objek pertanggungan yang terjadi secara tiba-tiba dan bersifat tak terduga (tidak termasuk beberapa risiko yang disebut dalam pengecualian). Polis CPM juga menjamin kerusakan atau kerugian pada saat alat-alat berat sedang bekerja/sedang dioperasikan (at work), sedang diam (at rest), ataupun sedang dibongkar dalam proses perawatan (overhauling). Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah kontraktor, perusahaan, dan perorangan langsung/instansi. 4. Asuransi Civil Engineering Completed Risk (CECR) Asuransi yang memberikan jaminan 2. Engineering Insurance An insurance that cover losses from material damage (on machinery, electronic equipment, and others) or loss arising from liability for third parties incurred during construction or during erection. Type of Engineering Insurance are as follows: a. Engineering Project 1. Contactor All Risks (CAR) Insurance Laporan Tahunan 2018 An insurance that cover all risks for any loss/damage incurred during the construction or construction process (exclude some risks mentioned as exceptions). 2. Erection All Risks (EAR) Insurance An insurance that cover all risks for any loss/damage incurred during the installation/ installation process of the machines/heavy equipments (exclude some risks mentioned as exceptions). 3. Contractor’s Plant and Machinery (CPM) Insurance An insurance that cover all risks for any physical loss/ damage of the object insured caused by suddenly and unexpectedly incidents (exclude some risks mentioned as exceptions). CPM policy also covers damage or loss when heavy equipment is working/ being operated (at work), being idle, or being dismantled in the overhauling process. The Insured can be a contractor, a company, or individual, direct/agency. 4. Civil Engineering Completed Risk (CECR) Insurance An insurance that provides risk coverage 73 PT Asuransi Asei Indonesia
  74. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile for completed civil works (already built). The Insured can be a contractor, a company, or individual, direct/agency. atas pekerjaan sipil yang telah selesai (telah dibangun). Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah kontraktor, perusahaan, dan perorangan langsung/ instansi. b. Non-Engineering Project 1. Electronic Equipment Insurance (EEI) b. Non Engineering Proyek 1. Asuransi Peralatan Elektronik/Electronic Equipment Insurance (EEI) Asuransi untuk menjamin kerugian akibat kerusakan fisik pada peralatan elektronik. 2. Asuransi Kerusakan Mesin/Machinery Breakdown (MI) Asuransi atas mesin atau instalasi pabrik yang sedang dioperasikan. 3. Comprehensive Machinery Insurance (CMI) Asuransi yang memberikan jaminan perlindungan terhadap kerugian/ kerusakan pada mesin atas semua risiko yang bersifat didominasi rekayasa (engineering), khususnya risiko-risiko akibat kerusakan mesin, kebakaran, petir dan ledakan kimia, serta risiko-risiko bahaya alam. Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah perusahaan dan perorangan langsung/instansi. 2. Machinery Breakdown Insurance (MI) An insurance to cover loss due to physical damage on machines or plant installations being operated. 3. Comprehensive Machinery Insurance (CMI) An insurance to cover loss due to physical damage on machines against all risks that are predominantly engineering, particularly risks from damage to machinery, fire, lightning and chemical explosions, as well as natural hazard risks. The Insured can be company or individual, direct/agency. 3. Marine Cargo Insurance 3. Asuransi Pengangkutan Barang/Marine Cargo Insurance Asuransi yang memberikan perlindungan kepada Tertanggung (pemilik barang yang diangkut) dari kerusakan/kerugian atas barang-barang yang diangkut (yang sedang dalam pengangkutan) sebagai akibat suatu musibah/kecelakaan. Asuransi Pengangkutan Barang mencakup sebagai berikut: a. Asuransi Pengangkutan Barang/Marine Cargo (MC) Asuransi yang menjamin kerusakan/kerugian barang yang diangkut dari satu tempat ke tempat lain dengan alat angkut darat (truk, kereta, trailer), laut (kapal) atau udara (pesawat udara) terhadap risiko-risiko yang terjadi selama pengangkutan barang, seperti kecelakaan alat angkut (terdampar, kandas, tenggelam, terbalik, tabrakan), kegiatan bongkar muat di pelabuhan darurat, kebakaran, sambaran petir, gempa bumi, letusan gunung berapi, pembuangan barang ke laut (jettison), kontribusi kerugian umum (general average), PT Asuransi Asei Indonesia An insurance to cover loss due to physical damage on electronic equipment. An insurance that provides protection to the Insured (the owner of the transported goods) from any loss/damage caused by incidents happened when the goods are being transported, as a result of a disaster. Type of Cargo Insurance products are as follows: a. Marine Cargo Insurance (MC) 74 An insurance that provides protection to the Insured (the owner of the transported goods) from any loss/damage caused by incidents happened when the goods are being transported from one place to another by means of land transportation (truck, train, trailer), sea (vessel) or air (aircraft) against risks that occurred during haulage, such as equipment accidents (loading, stranded, drowning, reversing, crashing), loading and unloading activities at emergency ports, fires, lightning strikes, earthquakes, volcanic Annual Report 2018
  75. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements eruptions, jettison disposal, general average contributions, etc. The Insured can be a company and individual, direct/agency. b. Marine/Air Cargo Insurance Inter-Island (MACII) c. Marine Cargo Insurance Open Cover (MCOC) d. Marine Insurance/Air Cargo Export Import (MACEI) e. Marine/Air Cargo Insurance In Land Transit (MACILT) dan penyebab-penyebab lainnya. Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah perusahaan dan perorangan langsung/instansi. b. Asuransi Marine/Air Cargo Inter Island (MACII) c. Asuransi Marine Cargo Open Cover (MCOC) d. Asuransi Marine/Air Cargo Export Import (MACEI) e. Asuransi Marine/Air Cargo In Land Transit (MACILT) 4. Asuransi Rangka Kapal/Hull and Machinery Insurance Suatu pertanggungan atau asuransi yang memberikan jaminan atau proteksi terhadap kerugian atau kerusakan atau kehilangan atas rangka kapal berikut mesin-mesin penggeraknya sebagai akibat dari risiko-risiko yang dijamin dalam kondisi polis. Jenis-jenis Produk Asuransi Rangka Kapal: a. Asuransi Rangka Kapal/Hull and Machinery Insurance Asuransi yang memberikan jaminan atas kerusakan atau kerugian terhadap kapal, mesin, dan perlengkapannya dari bahaya laut (perils of the seas) dan risiko pelayaran (navigational perils). b. Asuransi Pembangunan Kapal/Builders Risks Insurance Asuransi yang memberikan jaminan atas risiko-risiko yang terjadi selama pembangunan kapal (di galangan kapal) hingga penyerahan kapal kepada pemiliknya 4. Hull and Machinery Insurance 5. Asuransi Minyak dan Gas Bumi/Oil and Gas Insurance Asuransi untuk menjamin kerusakan atau kerugian pada peralatan eksplorasi dan produksi minyak lainnya baik di darat (onshore) maupun di laut (offshore), meliputi Oil and Gas Onshore and Offshore Exploration, Oil and Gas Onshore and Offshore Production, dan Oil and Gas Onshore and Offshore Construction. Asuransi Minyak dan Gas Bumi mencakup sebagai berikut: a. Asuransi Oil and Gas On Shore b. Asuransi Oil and Gas Off Shore 5. Oil and Gas Insurance An insurance to cover damage or loss on machineries/equipments occupied during the oil and gas exploration/production, covers; Oil and Gas Onshore and Offshore Exploration, Oil and Gas Onshore and Offshore Production, and Oil and Gas Onshore and Offshore Construction. Oil and Gas Insurance covers the following: a. Oil and Gas On Shore Insurance b. Oil and Gas Off Shore Insurance 6. Asuransi Penerbangan/Aviation Insurance Asuransi untuk menjamin risiko kerusakan/ kerugian atas rangka pesawat, suku cadang pesawat, risiko perang dan pembajakan, 6. Aviation Insurance An insurance to cover the risks of loss/damage of the aircraft hull, aircraft spares, war and piracy, legal liability to third parties, legal liability to passenger Laporan Tahunan 2018 An insurance that provides protection against loss or damage or loss to the vessel’s framework and its propulsion machinery as a result of risks coverd under the conditions of the policy. Type of Hull and Machinery Insurance Products: a. Hull and Machinery Insurance An insurance that provides risk coverage for damages or losses against ships, machinery, and equipment from perils of the seas and navigational perils. b. Ship Builders Risks Insurance An insurance that cover the risks that can be occured during the construction of the ship (in the shipyard) until it is delivered to the owner. 75 PT Asuransi Asei Indonesia
  76. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports plane , personal accident of crew, air crew loss of license and airport owner liability guarantee. tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga, tanggung jawab hukum terhadap penumpang pesawat, personal accident crew, air crew loss of licence, serta jaminan airport owner liability. Asuransi Penerbangan mencakup sebagai berikut: a. Aircraft Hull, Spares, and Liability Insurance b. Hull War Insurance Asuransi yang menjamin kerugian/kerusakan aircraft (hull) atas risiko-risiko perang, invasi, pemberontakan, pemogokan, kerusuhan, aksi terorisme, sabotase, penyitaan, nasionalisasi, perampasan, dan pembajakan. c. Hull Deductible Insurance Asuransi yang menjamin sebagian deductible/ risiko sendiri yang menjadi tanggung jawab Tertanggung pada polis hull and liability. d. Personal Accident Crew Insurance Asuransi yang memberikan benefit kepada Tertanggung dalam hal Tertanggung (Insured Person) mengalami suatu kecelakaan baik selama di darat maupun di udara sesuai dengan terms & conditions polis (coverage berlaku 24 jam). e. Loss License Insurance Asuransi yang memberikan benefit kepada Tertanggung dalam hal licence yang dimiliki oleh Tertanggung (Insured Person) dicabut dikarenakan Tertanggung mengalami suatu cacat badan akibat terjadinya suatu kecelakaan ataupun akibat menderita suatu penyakit sesuai dengan terms & conditions polis. Type of Aviation Insurance products are as follows: a. Aircraft Hull, Spares, and Liability Insurance b. Hull War Insurance An insurance that cover aircraft (hull) loss/damage over war risks, invasions, insurrections, strikes, riots, acts of terrorism, sabotage, seizure, nationalization, seizure, and piracy. c. Hull Deductible Insurance An insurance that cover a portion of the deductible/risk of the Insured’s liability to the hull and liability policy. d. Personal Accident Crew Insurance An insurance that provides benefit to the Insured in case the Insured Person has an accident that happened both on land or up in the air according to terms & conditions of policy (within 24 hours of coverage). e. Loss of License Insurance An insurance that provides benefits to the Insured in terms of licenses owned by the Insured Person is revoked due to the Insured experiencing a disability caused by the occurrence of an accident or due to suffer a disease in accordance with the terms & conditions of the policy. 7. Liability Insurance An insurance to cover legal liability to third parties in the form of bodily injury and/or property damage in respect of any work or business activity carried out by the Insured. 7. Asuransi Tanggung Gugat/Liability Insurance Asuransi untuk menjamin tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga baik berupa cidera badan (bodily injury) dan/atau kerusakan harta benda (property damage) sehubungan dengan aktivitas pekerjaan atau bisnis yang dijalankan oleh tertanggung. Asuransi Tanggung Gugat mencakup sebagai berikut: a. Asuransi Director’s/Employer’s and Officer Liability (DOL) Asuransi yang ditujukan untuk memberi perlindungan bagi eksekutif dan officer di perusahaan agar terbebas dari risiko pengambilan bisnis yang mereka lakukan dimana pihak ketiga dapat menuntutnya. b.Asuransi Public Liability (PL) c.Asuransi Comprehensive General Liability (CGL) d. Combined Liability Insurance (CLI) PT Asuransi Asei Indonesia Profil Perusahaan Company Profile The liability insurance covers the following: a. Director’s/Employer’s and Officer Liability (DOL) Insurance Insurance that is intended to provide protection for executives and officers in the company to be free from the risk of taking their business in which a third party can file a lawsuit. b. Public Liability (PL) Insurance c. Comprehensive General Liability (CGL) Insurance d. Combined Liability (CLI) Insurance 76 Annual Report 2018
  77. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance e. f. g. h. i. e.Asuransi Stevedoring Liability (SL) f.Asuransi Port and Terminal Liability (PTL) g.Asuransi Employer’s Liability (EL) h.Asuransi Automobile Liability (AL) i. Workmen’s Compensation Insurance Stevedoring Liability (SL) Insurance Port and Terminal Liability (PTL) Insurance Employer’s Liability (EL) Insurance Automobile Liability (AL) Insurance Workmen’s Compensation Insurance 8. Miscellaneous Insurance An insurance that provides collateral for the loss of money of the Insured as long as it is stored in a safe, vault, or other depository during shipping from one place to another, as long as it is stored in the register or counter where the transaction is made, as well as cover the loss of money of the Insured due to Employee dishonesty that is trusted in managing finances. 8. Asuransi Aneka/Miscellaneous Insurance Asuransi yang memberikan jaminan atas kehilangan uang Tertanggung selama disimpan di dalam brankas, lemari besi, atau tempat penyimpanan uang lainnya selama dalam pengiriman dari satu tempat ke tempat lain, selama disimpan di kasir atau loket-loket dimana transaksi dilakukan, serta menjamin hilangnya uang Tertanggung akibat ketidakjujuran karyawan yang dipercaya dalam mengelola keuangan. Asuransi Aneka mencakup sebagai berikut: a. Asuransi Uang/Money Insurance 1. Cash In Safe Insurance Asuransi untuk menjamin kerugian atas hilangnya uang tunai atau yang dapat disamakan dengan uang yang peristiwanya terjadi di tempat/ruang penyimpanan selama 24 jam dalam sehari. 2. Cash In Transit Insurance Asuransi untuk menjamin kerugian atas hilang/rusaknya uang tunai atau yang dapat disamakan dengan uang yang peristiwanya terjadi di perjalanan pada saat pengiriman/ pengambilan dari tempat asal ke tujuan yang telah ditentukan. b. Asuransi Heavy Equipment (HE) Asuransi yang memberikan jaminan perlindungan komprehensif atas kerugian total terhadap alat-alat berat (heavy equipement) seperti tractor, bulldozer, excavator, crane serta alat-alat berat lainnya yang mengalami kerusakan saat dioperasikan/digunakan di lokasi. Asuransi Heavy Equipment terdiri dari berbagai versi wordings, ada named perils dan ada juga unnamed perils karena sifatnya yang tailor-made, sehingga hal ini sangat bergantung pada perusahaan asuransi yang bersangkutan. Pihak yang dapat menjadi Tertanggung adalah perusahaan, kontraktor, dan perorangan langsung/instansi. c. Asuransi Advertising Sign (AS) d. Asuransi Jaringan Pipa/Pipeline e. Asuransi Pencurian atau Perampokan/ Burglary Insurance Asuransi ini menanggung kerugian akibat dari pencurian yang pencurinya memasuki Laporan Tahunan 2018 Laporan Keuangan Financial Statements Miscellaneous Insurance covers the following: a. Money Insurance 1. Cash In Safe Insurance An insurance to cover loss of cash or that can be equalized with the money, occurring in place/storage space for 24 hours a day. 2. Cash In Transit Insurance An insurance to cover loss/damage of cash or that can be equalized with the money, occurring on the trip at the time of delivery/pickup from place of origin to a predetermined destination. b. Heavy Equipment (HE) Insurance Insurance that provides comprehensive protection against total loss of heavy equipments such as tractors, bulldozers, excavators, cranes and other heavy equipments that are damaged when operated/ used on site. Heavy Equipment Insurance consists of various versions of wordings, there are named perils and there are also unnamed perils because of its tailormade nature, so it is highly dependent on the insurance company concerned. The Insured can be a company contractor, or individual, direct/ agency. c. d. e. 77 Advertising Sign (AS) Insurance Pipe Network/Pipeline Insurance Burglary Insurance This insurance shall bear the losses resulting from theft/burglary action, performed by entering the Insured property with violence/ PT Asuransi Asei Indonesia
  78. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile demolition and also causing damage to the property of the Insured . ruangan yang ditempati Tertanggung dengan jalan kekerasan/pembongkaran dan juga menyebabkan kerusakan atas barang-barang milik Tertanggung. f. Asuransi Moveable All Risks Insurance (MAR) Asuransi yang memberikan jaminan ganti kerugian kepada Tertanggung atas kerusakan dan kemusnahan harta benda yang dipertanggungkan oleh sebab apapun kecuali sebab yang dikecualikan, termasuk juga jaminan ganti rugi atas kerusakan dan kemusnahan harta benda yang sedang digunakan, dioperasikan, ataupun sedang disewa oleh klien Tertanggung. g. Asuransi Fidelity Guarantee (FG) f. Moveable All Risks (MAR) Insurance An insurance that provides a compensation cover to the Insured for any damages/ destructions on the insured property, by any causes exclude some risks mentioned as exceptions, as well as cover for any damages and destructions of property that is being used, operated, or being rented by the client of the Insured. g. Fidelity Guarantee (FG) Insurance 9. Asuransi Kecelakaan Diri/Personal Accident Insurance Asuransi Kecelakaan Diri menjamin risiko kematian, cacat tetap, cacat sementara, biaya perawatan dan/atau pengobatan yang secara langsung disebabkan oleh suatu kecelakaan. Asuransi Kecelakaan Diri mencakup Polis Standar Asuransi Kecelakaan Diri Indonesia (PSAKDI). 9. Personal Accident (PA) Insurance 10. Asuransi Kendaraan Bermotor/Motor Vehicles (MV) Insurance Produk asuransi yang memberikan jaminan atas kerugian dan kehilangan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua yang dipertanggungkan oleh peserta. 10. Motor Vehicle (MV) Insurance An insurance to cover the risk of death, permanent disability, temporary disability, treatment and/or medical expenses directly caused by an accident. Personal Accident Insurance includes Personal Accident Insurance Policy of Indonesia (PSAKDI). An insurance that provides risk coverage for any losses/damages son four-wheeled or twowheeled vehicles insured by the participants. Kinerja per Segmen Usaha Business Segments Performance Total Premi Bruto tahun 2018 mencapai Rp358 miliar atau 40,7% dari anggaran 2018, yang mengalami penurunan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp384 miliar. Total Gross Premiums in 2018 reached Rp358 billion or 40.7% of the 2018 budget, a decrease compared to the previous year’sgain amounting to Rp384 billion. A. Kinerja Bidang Asuransi Keuangan Realisasi Produksi premi Asuransi Keuangan tahun 2018 mencapai Rp160 miliar atau 35,85% dari anggaran 2018, yang mengalami peningkatan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp154 miliar. B. Kinerja Bidang Asuransi Umum Realisasi Produksi premi Asuransi Umum tahun 2018 mencapai Rp198 miliar atau 45,78% dari anggaran 2018, yang mengalami penurunan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp230 miliar. A. Financial Insurance Performance Realization of Financial Insurance Premium Production in 2018 reached Rp160 billion or 35.85% of the 2018 budget, an increase compared to the previous year’s gain amounting to Rp154 billion. B. General Insurance Performance Realization of General Insurance premium production in 2018 reached Rp198 billion or 45.78% of the 2018 budget, a decrease compared to the previous year’s gain amounting to Rp230 billion. PT Asuransi Asei Indonesia 78 Annual Report 2018
  79. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Pendapatan dan Beban Underwriting Asuransi Keuangan dan Asuransi Umum Dalam Jutaan Rupiah Income and Underwriting Expenses of Financial Insurance and General Insurance Keterangan Description In million Rupiah Realisasi Anggaran Realisasi 2018 2018 2017 % % (1) (2) (3) 1 thd 2 1 thd 3 Realization Realization Budget % Perbandingan % Comparison Asuransi Keuangan 160.076 446.500 153.917 35,85% 104,00% Asuransi Umum 198.245 433.000 230.017 45,78% 86,19% Jumlah 358.321 879.500 383.933 40,74% 93,33% Financial Insurance General Insurance Total Analisa Keuangan Financial Analysis Pembahasan dan analisis kinerja keuangan berikut adalah berdasarkan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekanyang juga disajikan dalam buku Laporan Tahunan ini. The following discussion and analysis on financial performance are based on financial statements for the year ended 31 December 2018 audited by Public Accountants Firm Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Partners, and presented in this Annual Report. A. Kinerja Keuangan • Total Aktiva per 31 Desember 2018 sebesar Rp1.504 miliar yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) dengan pencapaian sebesar Rp1.559miliar. • Laba setelah pajak per 31 Desember 2018 sebesar Rp4miliar, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) dengan pencapaian sebesar defisitRp172 miliar. • Total Pendapatan Premi per 31 Desember 2018 sebesar Rp358 miliar yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya(2017) dengan pencapaian sebesar Rp384 miliar. • Hasil Underwriting per 31 Desember 2018 sebesar Rp108miliar,mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) dengan pencapaian sebesar defisit Rp8 miliar. • Hasil Investasi per 31 Desember 2018 sebesar Rp21 miliar yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) dengan pencapaian sebesar Rp28 miliar. A. Financial Performance • Total Assets as of December 31, 2018 amounted to Rp1,504 billion, a decrease compared to the previous year amounting to Rp1,559 billion. Laporan Keuangan tahun buku 2018 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan memberikan pernyataan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan bahwa Perseroan telah melakukan tindakan yang memadai terhadap kepatuhan untuk memenuhi peraturan perundangan serta kepatuhan terhadap pengendalian internal. The FY2018 financial statements have been audited by Public Accountants Firm Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Partners with an Unqualified opinion and an opinion that the Company has taken adequate action to comply with legislation and internal control compliance. Laporan Tahunan 2018 • Income after tax as of 31 December 2018 amounted to Rp4 billion, an increase compared to the previous year (2017) with a deficit of Rp172 billion. • Total Premium Income as of 31 December 2018 amounted to Rp358 billion, a decrease compared to the previous year (2017) amounting to Rp384 billion. Underwriting Income as of 31 December 2018 amounted to Rp108 billion, an increase compared to the previous year (2017) with a deficit of Rp 8 billion. Investment Income as of 31 December 2018 amounted to Rp21 billion, a decrease compared to the previous year (2017)’s Investment Income of Rp28 billion. • • 79 PT Asuransi Asei Indonesia
  80. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Aktiva Assets Jumlah Aktiva Total aktiva per 31 Desember 2018 sebesar Rp1 .504 miliar terdiri dari investasi Rp374 miliar, aktiva lancarRp1.062miliar, dan aktiva tetap bersih Rp17 miliar Total aktiva 2018 menurun dibandingkan total aktiva tahun 2017 sebesar Rp1.559miliar. Total Assets Total assets as of December 31, 2018 amounted to Rp1,504 billion consisting of Rp374 billion of investment, Rp1,062 billion of current assets and Rp17 billion of net fixed assets. Total assets in 2018 decreased compared to the previous year’s total assets of Rp1,559 billion. Tabel: Jumlah Aktiva Dalam Jutaan Rupiah Table: Total Assets Keterangan Description In million Rupiah Per 31 Desember 2018 As of December 31, 2018 Investasi Per 31 Desember 2017 As of December 31, 2017 % Peningkatan /Penurunan % Increase/(Decrease) 373.802 373.396 0,11 1.061.880 1.113.053 (4,60) Aktiva Tetap-Bersih 17.379 14.028 23,88 Aktiva Lainnya 50.954 58.292 (12,59) 1.504.015 1.558.769 (3,51) Investment Aktiva Lancar Current Assets Fixed Assets-Net Other Assets Jumlah Aktiva Total Asset Current Assets Current assets as of 31 December 2018 amounted to Rp1,062 billion, a 4.60% decrease compared to the 2017 current assets of Rp1,113 billion. Aktiva Lancar Aktiva lancar per 31 Desember 2018 sebesar Rp1.062miliar, menurun 4,60% dibanding tahun 2017 sebesar Rp1.113 miliar. Tabel: Jumlah Aktiva Lancar Dalam Jutaan Rupiah Table: Total Current Assets Keterangan Description In million Rupiah Per 31 Desember 2018 As of December 31, 2018 Per 31 Desember 2017 As of December 31, 2017 % Peningkatan /Penurunan % Increase/(Decrease) Kas dan Bank Cash and Bank 55.637 132.439 (57,99) Piutang Premi Premium Receiveables 276.967 300.036 (7,69) Piutang Reasuransi Reinsurance Receiveables 392.687 339.360 15,71 Asset Reasuransi Reinsurance Assets 287.647 303.778 (5,31) 48.942 37.441 30,72 1.061.880 1.113.053 (4,60) Aktiva Lancar Lainnya Other Current Assets Jumlah Aktiva Lancar Total Current Assets Fixed Assets Fixed Assets as of 31 December 2018 amounted to Rp17 billion, a 23.88% increase compared to the 2017 Fixed Assets of Rp14 billion. Aktiva Tetap Aktiva Tetap per 31 Desember 2018 sebesar Rp17miliar, naik 23,88% dibanding tahun 2017 sebesar Rp14 miliar. PT Asuransi Asei Indonesia 80 Annual Report 2018
  81. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Tabel: Jumlah Aktiva Tetap Dalam Jutaan Rupiah Table: Total Fixed Assets Keterangan Description In million Rupiah Per 31 Desember 2018 Per 31 Desember 2017 As of December 31, 2018 Tanah % Peningkatan /Penurunan As of December 31, 2017 % Increase/(Decrease) 650 650 0,00 5.735 5.735 0,00 Kendaraan Dinas 0 0 N/A Peralatan/Mesin Kantor 9.880 9.829 0,52 Perabot Kantor 1.697 1.692 0,25 Aktiva Dalam Proses 6.495 1.140 469,70 Akumulasi Penyusutan (7.077) (5,018) (41,04) Nilai Buku Aktiva Tetap 17.379 14.028 23,88 Land Gedung Kantor Office Building Office Vehicles Equipment Office Furniture In-Process Assets Accumulated Depreciation Book Value of Fixed Assets Kewajiban Total kewajiban per 31 Desember 2018 sebesar Rp1.065miliar, menurun 5,27% dibandingkan tahun 2017, yaitu sebesar Rp1.124 miliar. Fixed Assets Fixed Assets as of 31 December 2018 amounted to Rp17 billion, a 23.88% increase compared to the 2017 Fixed Assets of Rp14 billion. Tabel: Jumlah Kewajiban Dalam Jutaan Rupiah Table: Total Liabilities Keterangan Description Kewajiban Lancar In million Rupiah Per 31 Desember 2018 As of December 31, 2018 Per 31 Desember 2017 As of December 31, 2017 % Peningkatan /Penurunan % Increase/(Decrease) 133.494 150.351 (11,21) 634.862 741.367 (14,37) Kewajiban Jangka Panjang 296.774 232.705 27,53 Jumlah Kewajiban 1.065.130 1.124.423 (5,27) Current Liabilities Cadangan Teknis Technical Reserves Non-Current Liabilities Total Liabilities Current Liabilities Total current liabilities (excluding technical reserves) in 2018 amounted to Rp133 billion, a decrease by 11.21% compared to 2017 amounting to Rp150 billion. Kewajiban Lancar Total kewajiban lancar (di luar cadangan teknis) tahun 2018 sebesar Rp133 miliar atau turun 11,21% dari tahun 2017 sebesar Rp150 miliar. Laporan Tahunan 2018 81 PT Asuransi Asei Indonesia
  82. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Cadangan Teknis Jumlah cadangan teknis pada tahun 2018 sebesar Rp635 miliar yang terdiri dari cadangan klaim sebesar Rp438miliar dan cadangan premi sebesar Rp197miliar . Cadangan klaim mengalami penurunan 9,45% dari tahun 2017 sebesar Rp483miliar. Sama halnya dengan Cadangan Klaim, cadangan premi mengalami penurunan sebesar 23,58% dari tahun 2017 sebesar Rp258 miliar. Technical Reserves Total technical reserves in 2018 amounted to Rp635 billion consisting of claims reserves of Rp438 billion and premium reserves of Rp197 billion. The claims reserves decreased by 9.45% from Rp483 billion in 2017. Likewise, premium reserves also decreased by 23.58% from Rp258 billion in 2017. Kewajiban Jangka Panjang Total Kewajiban jangka panjang tahun 2018 sebesar Rp297 miliar atau meningkat 27,53% dari tahun 2017 sebesar Rp233 miliar. Non-Current Liabilities Non-Current Liabilities in 2018 amounted to Rp297 billion or increased by 27.53% from Rp233 billion in 2017. Ekuitas Total Ekuitas per 31 Desember 2018 sebesar Rp439 miliar yang mengalami kenaikan 1,04% dari tahun 2017 sebesar Rp434 miliar. Equity Total Equity as of 31 December 2018 amounted to Rp439 billion, a 1.04% increase from Rp434 billion in 2017. Tabel: Jumlah Ekuitas Dalam Jutaan Rupiah Table: Total Equity In million Rupiah Prosentase (%) Pencapaian Nilai (Rp. Juta) Tahun Year Percentage (%) Reached Amount (million Rp.) Realisasi / Realization(2) RKAP / (4 = 2 : 3) Budget(3) 2017 434.346 913.759 47,53 2018 438.884 487.493 90,03 Gross Premium Total Gross Premiums in 2018 reached Rp358 billion or 40.74% of the 2018 budget, a decrease from Rp384 billion in the previous year (2017). Premi Bruto Total Premi Bruto tahun 2018 mencapai Rp358 miliar atau 40,74% dari anggaran 2018, yang mengalami penurunan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp384 miliar. Tabel: Premi Bruto Dalam Jutaan Rupiah Table : Gross Premium Keterangan Description In million Rupiah Realisasi Anggaran Realisasi 2018 2018 2017 % % (1) (2) (3) 1:2 1:3 Realization Budget Realization % Perbandingan % Comparison Asuransi Keuangan 160.076 446.500 153.917 35,85 4,00 Asuransi Umum 198.245 433.000 230.017 45,78 (13,81) Jumlah 358.321 879.500 383.933 40,74 (6,67) Financial Insurance General Insurance Total PT Asuransi Asei Indonesia 82 Annual Report 2018
  83. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Underwriting Income Underwriting Income as of 31 December 2018 amounted to Rp108 billion, an increase compared to the previous year (2017)’s underwriting income of deficit Rp 8 billion. Hasil Underwriting Hasil Underwriting per 31 Desember 2018 sebesar Rp108 miliar yang mengalami kenaikan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya (2017) sebesar defisit Rp8 miliar Tabel: Hasil Underwriting Dalam Jutaan Rupiah Table: Underwriting Income Keterangan Description In million Rupiah Realisasi Anggaran Realisasi 2018 2018 2017 % % (1) (2) (3) 1:2 1:3 Realization Realization Budget % Perbandingan % Comparison Asuransi Keuangan 86.962 133.730 65.406 65,03 32,96 Asuransi Umum 20.902 4.032 (73.062) 518,43 128,61 107.864 137.762 (7.655) 78,30 1.508,99 Financial Insurance General Insurance Jumlah Total Beban Klaim Total Klaim Bruto per 31 Desember 2018 sebesar Rp277 miliar, mencapai 79,80% dari anggaran 2018 sebesar Rp348 miliar dan mengalami penurunan dari tahun 2017 yang mencapai Rp315 miliar. Claim Expense Total Gross Claims as of 31 December 2018 was Rp277 billion, or equal to 79.80% of the 2018 budget of Rp348 billion and a decrease from Rp315 billion in 2017. Tabel: Jumlah Beban Klaim Dalam Jutaan Rupiah Table Total Claim Expense Keterangan Description Asuransi Keuangan In million Rupiah Realisasi Anggaran Realisasi 2018 2018 2017 % % (1) (2) (3) 1:2 1:3 Realization Realization Budget % Perbandingan % Comparison 88.729 92.500 56.559 35,97 (17,64) Asuransi Umum 188.680 255.150 258.490 73,95 (27,01) Jumlah 277.409 347.650 315.049 79,80 (11,95) Financial Insurance General Insurance Total Biaya Operasional Biaya Operasional per 31 Desember 2018 sebesar Rp129 miliar, yang turun dari tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp133 miliar. Laporan Tahunan 2018 Operating Expenses Operating expenses as of 31 December 2018 amounted to Rp129 billion, a decrease from Rp133 billion in the previous year (2017). 83 PT Asuransi Asei Indonesia
  84. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Tabel : Realisasi Biaya Operasional 2017-2018 Dalam Jutaan Rupiah Table: 2017-2018 Operating Expense Realization In million Rupiah Prosentase (%) Pencapaian Nilai (Rp. Juta) Tahun Year Percentage (%) Reached Amount (million Rp.) Realisasi / RKAP/ Realization(2) (4 = 2 : 3) Budget(3) 2017 133.275 164.449 78,65 2018 129.392 146.629 88,24 Laba Laba Bersih Setelah Pajak yang berhasil dicapai Asei pada tahun 2018 sebesar Rp4 miliar atau naik sebesar 102,09% dibandingkan realiasasi tahun 2017 sebesar defisit Rp173 miliar. Profit Net Profit After Tax successfully achieved by Asei in 2018 amounted to Rp4 billion or increased by 102.09% compared to the realization in 2017 amounting to deficit Rp173 billion. Tabel: Realisasi Laba Bersih Setelah PPh 2017-2018 Dalam Jutaan Rupiah Table: 2017-2018 Net Income After Tax Realization In million Rupiah Prosentase (%) Pencapaian Nilai (Rp. Juta) Tahun Year Percentage (%) Reached Amount (million Rp.) Realisasi / RKAP/ Realization(2) (4 = 2 : 3) Budget(3) 2017 (172.575) 12.214 (1412,93) 2018 3.615 18.398 19,65 Arus Kas Sepanjang tahun 2018, Arus Kas tercatat sebesar Rp56 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp132 miliar. Cash flow Throughout 2018, Cash Flows were recorded at Rp56 billion, a decrease compared to the previous year (2017) amounting to Rp132 billion. Rasio Keuangan Beberapa rasio keuangan per 31 Desember 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut: Financial Ratio Financial Ratios as of 31 December 2018 and 2017 are as follows: Tabel: Rasio Keuangan Dalam Jutaan Rupiah Table: Financial Ratio In million Rupiah Keterangan 2018 (%) Description 1. Rentabilitas Profitability 2. Likuiditas Liquidity 3. Solvabilitas Solvency 4. Rasio Pengeluaran Expense Ratio 5. Rasio Hasil Investasi Return on Investment PT Asuransi Asei Indonesia 84 2017 (%) 0,04 (36,93) 134,79 132,20 141,20 138,63 36,11 34,71 5,73 7,19 Annual Report 2018
  85. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Hasil Usaha Perbandingan hasil usaha 2018 terhadap 2017 dan anggaran 2018 adalah sebagai berikut Laporan Keuangan Financial Statements Operating Income Comparison of the operating income in 2018 to the 2017 operating income and the 2018 budget is as follows: Tabel:Perbandingan Hasil Usaha 2018 terhadap 2017 dan Anggaran 2018 Table: Comparison of 2018 Operating Income to 2017 Operating Income and 2018 Budget Realisasi Uraian Description PENDAPATAN ASURANSI INSURANCE REVENUE 2018 Budget 2018 In million Rupiah % Realisasi terhadap Realization Anggaran 2018 Dalam Jutaan Rupiah % Realization to Anggaran 2018 Realisasi 2017 2017 2018 Budget 2017 Realization           1. PREMI BRUTO GROSS PREMIUM 879.500 358.321 383.933 40,74 93,33 2. KOMISI REASURANSI KELUAR OUTWARD REINSURANCE COMMISSION 114.585 43.560 29.048 38,02 149,96 3. KLAIM REASURANSI KELUAR OUTWARD REINSURANCE CLAIM 142.435 136.675 126.912 95,96 107,69 4. CADANGAN PREMI DICAIRKAN DISBURSED PREMIUM RESERVES 139.060 98.454 132.674 70,80 74,21 5. CADANGAN KLAIM DICAIRKAN DISBURSED CLAIM RESERVES 280.161 339.882 306.932 121,32 110,74 6. PENDAPATAN UNDERWRITING LAINNYA OTHER UNDERWRITING INCOME 9.883 2.134 3.567 21,60 59,84 7. RECOVERY 26.500 59.470 14.543 224,41 408,92 1.592.123 1.038.496 997.610 65,23 104,10           JUMLAH PENDAPATAN UNDERWRITING TOTAL UNDERWRITING REVENUE BEBAN USAHA ASURANSI INSURANCE OPERATING EXPENSES 1. KLAIM BRUTO GROSS CLAIM 347.650 277.409 315.049 79,80 88,05 2. KOMISI BRUTO GROSS COMMISSION 137.300 26.624 36.216 19,39 73,51 3. PREMI REASURANSI KELUAR OUTWARD REINSURANCE PREMIUM 430.260 225.917 179.270 52,51 126,02 4. CADANGAN PREMI DIBENTUK FORMED PREMIUM RESERVES 217.117 59.296 98.454 27,31 60,23 5. CADANGAN KLAIM DIBENTUK FORMED CLAIM RESERVES 273.943 283.648 339.882 103,54 83,45 6. RECOVERY REASURANSI KELUAR OUTWARD REINSURANCE RECOVERY 11.744 29.074 11.285 247,57 257,63 7. BIAYA UNDERWRITING LAIN OTHER UNDERWRITING EXPENSE 36.348 28.664 25.108 78,86 114,16 1.454.361 930.632 1.005.265 63,99 92,58 137.762 107.864 (7.655) 78,30 (1.408,99) 35.453 21.390 28.371 60,33 75,39 HASIL OPERASI OPERATING INCOME 173.215 129.254 20.715 74,62 623,95 TOTAL BIAYA OPERASI TOTAL OPERATING EXPENSE JUMLAH BEBAN UNDERWRITING TOTAL UNDERWRITING EXPENSE TOTAL HASIL UNDERWRITING TOTAL UNDERWRITING INCOME TOTAL HASIL INVESTASI TOTAL INVESTMENT INCOME 146.629 129.392 133.275 88,24 97,09 HASIL OPERASI BERSIH NET OPERATING INCOME 26.586 (137) (112.560) (0,52) 0,12 PENDAPATAN / (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME/ (EXPENSE) (8.188) 301 (78.797) (3,68) (0,38) SALDO LABA SEBELUM PPh EARNINGS BEFORE TAX 18.398 164 (191.357) 0,89 (0,09) SALDO LABA SETELAH PPH EARNINGS AFTER TAX 18.398 3.615 (172.575) 19,65 (2,09) Laporan Tahunan 2018 85 PT Asuransi Asei Indonesia
  86. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Asei business development data from 2016 until 2018 is as follows : Data perkembangan usaha Asei dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2018, dapat kami sampaikan, sebagai berikut: Tabel: Perkembangan Usaha Asei 2016-2018 Dalam Jutaan Rupiah Table: 2016-2018 Asei Business Development Uraian Description In million Rupiah 2016 2017 2018 Premi Bruto Gross Premium 470.865 383.933 358.321 Hasil Premi Netto Net Premium Income 235.729 204.663 132.404 Beban Klaim Netto Net Claim Expense 235.697 188.136 140.733 96.002 (7.655) 107.864 Hasil Investasi Investment Income 53.2867 28.371 21.390 Hasil Operasional Operational Income 149.289 20,715 129.254 Biaya Operasional Operational Cost 129.937 133.275 129.392 Hasil Bersih Operasional Net Operational Income 19.352 (112.560) (138) Pendapatan / (beban) Lain Other Income (Expense) (8.910) (78.797) 301 Laba Sebelum Pajak Profit Before Tax 10.442 (191.357) 164 Pajak Penghasilan Income Tax (4.276) (18.782) (3.451) Laba Bersih setelah pajak Net Profit after tax 14.718 (172.575) 3.615 Hasil Underwriting Netto Net Underwriting Income Realisasi Belanja Modal Realisasi Belanja modal tahun 2018 sebesar Rp55juta atau 1,20% dari anggarannya sebesar Rp4.758miliar. Realization of Capital Spending Realization of Capital Spending in 2018 was Rp55 million or 1.20% from the budget of Rp4,758 billion. Rincian realisasi belanja modal tahun 2018, sebagai berikut: Dalam Jutaan Rupiah Capital spending in 2018 is as follows: Keterangan Description In million Rupiah Realisasi 2018 2018 Realization Anggaran 2018 2018 Budget Gedung Kantor /Partisi Office Building/ Partition Peralatan /Perabot Kantor Office Equipment/Furnishings Teknologi Informasi Information Technology Kendaraan Dinas Office Vehicles Jumlah Total PT Asuransi Asei Indonesia 86 % Realisasi % Realization 0 77 0,00 55 1.431 3,90 0 3.000 0,00 0 250 0,00 55 4.758 1,20 Annual Report 2018
  87. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Rincian Struktur Modal Secara garis besar, struktur modal Asei adalah sebagai berikut: • Modal dasar Perseroan berjumlah sebesar Rp800.000.000.000 (delapan ratus miliar) miliar rupiah. • Dari modal tersebut telah ditempatkan/diambil bagian dan telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia, sebanyak Rp550.000.000.000 (lima ratus lima puluh miliar) rupiah. Laporan Keuangan Financial Statements Realization of Capital Spending In general, the capital structure of Asei is as follows: • The Company’s authorized capital is Rp800,000,000,000 (eight hundred billion rupiah) • Of the authorized capital, Rp550,000,000,000 (five hundred fifty billion rupiah) have been allocated and fully paid up by the Government of the Republic of Indonesia. Tabel: Rincian Struktur Modal Dalam Rupiah Table: Capital Structure Details In Rupiah Struktur Modal Capital Structure Capital Structure Modal Sendiri Shareholders' Equity Modal Dasar Autorized Capital 2016 2017 2018 800.000.000.000 800.000.000.000 800.000.000.000 (250.000.000.000) (250.000.000.000) (250.000.000.000) Modal Disetor Paid-Up Capital 550.000.000.000 550.000.000.000 550.000.000.000 Kenaikan (Penurunan) Surat Berharga Increase (Decrease) in Securities (11.327.441.362) (6.666.154.055) (6.666.154.055) 7.824.863.829 7.824.863.829 7.824.863.829 41.045.148.689 55.762.702.426 55.762.702.426 - - - 14.647.536.876 (172.575.486.609) 3.614.820.368 602.190.108.033 434.345.925.591 438.884.324.231 Modal Belum Disetor Unpaid Capital Cadangan Reserves Cadangan Umum General Reserves Cadangan Tujuan Appropriated Reserves Saldo Laba Retained Earnings Tahun lalu Last Year Tahun Berjalan Current Year JUMLAH MODAL SENDIRI TOTAL SHAREHOLDERS’ EQUITY Laporan Tahunan 2018 87 PT Asuransi Asei Indonesia
  88. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal Management Policy on Capital Structure Penggunaan Laba Tahun 2018 Use of 2018 Profit Asei di tahun 2018 mencatatkan untung sebesar Rp3 ,6miliar. Kinerja positif di tahun 2018 menunjukkan pertumbuhan yang semakin baik seiring dengan kemajuan teknologi informasi dalam mendukung kegiatan operasional bisnis perusahaan. Selain itu di tahun 2018 terdapat beberapa account/nasabah besar Asei yang melanjutkan kerjasama. In 2018 Asei in 2018 recorded a profit of Rp3.6 billion. This positive performance in 2018 showed a stronger growth along with information technology advancement in supporting the Company’s business operations. In addition, in 2018 Asei recorded a number of large accounts/ customers who continued the cooperation. Dampak Perubahan Harga Terhadap Penjualan/ Pendapatan Serta Laba The Impact of Price Change on Sales/Revenue And Profit Sepanjang periode 2018 tidak ada dampak perubahan harga terhadap Penjualan/Pendapatan serta Laba. Throughout 2018 there was no impact of price changes on Sales/Revenue and Profit. Penerapan Tata Kelola Investasi Implementation of Investment Governance Penerapan tata kelola investasi pada Asei meliputi hal-hal sebagai berikut: The implementation of investment governance to Asei includes the following: 1. Kebijakan dan strategi investasi 1. Investment Policy and Strategy The investment policies of PT Asei Indonesia consist of: a. Investment Portfolio Policy 1. Investment Type Policy 2. Investment Instrument Criteria Policy 3. Limitation Policy on Investment Wealth 4. Guarantee Fund Policy Kebijakan-kebijakan investasi PT Asei Indonesia, terdiri dari: a. Kebijakan Portofolio Investasi 1. Kebijakan Jenis Investasi 2. Kebijakan Kriteria Instrumen Investasi 3. Kebijakan Pembatasan atas Kekayaan Investasi 4. Kebijakan Dana Jaminan b. Kebijakan Limit Kewenangan dan Joint Signing b. Authority and Joint Signing Limit Policy c. c. Kebijakan Pengawasan Surat Berharga 1. Pengawasan dan monitoring deposito 2. Pengawasan dan monitoring saham 3. Pengawasan dan monitoring Obligasi dan MTN 4. Pengawasan dan monitoring reksadana Securities12.70 mm Supervision Policy 1. Supervision and monitoring of time deposits 2. Supervision and monitoring of shares 3. Supervision and monitoring of Bonds and MTN 4. Supervision and monitoring of mutual funds d. Kebijakan pemberian kuasa terkait transaksi deposito kepada pihak eksternal. d. Policy on the grant of Power of Attorney related to time deposit transactions to external parties e. Kebijakan Teknis 1. Kebijakan Pengakuan Klasifikasi Portofolio Investasi 2. Kebijakan Pengukuran Nilai Surat Berharga e. Technical Policy 1. Classification Recognition Policy Investment Portfolios 2. Securities Value Measurement Policy PT Asuransi Asei Indonesia 88 of Annual Report 2018
  89. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 3. Kebijakan penjualan dibawah harga perolehan/nilai buku 4. Kebijakan Pembentukan Impairment Investasi • Kriteria pembentukan impairment investasi • Perhitungan impairment investasi 5. Kebijakan Analisa Fundamental 6. Kebijakan Komite Investasi 3. Sales policy below the acquisition price / book value 4. Investment Impairment Establishment Policy • Criteria for establishing investment impairments • Calculation of investment impairments 5. Fundamental Analysis Policy 6. Investment Committee Policy Strategi investasi yang dimiliki Perseroan, antara lain sebagai berikut: The Company’s Investment strategies are as follows: a. Membentuk portofolio investasi yang optimal, yaitu yang memiliki return maksimal dan risiko yang terukur : • Melakukan diversifikasi portofolio. • Rebalancing portofolio sesuai kondisi pasar dan kebijakan/peraturan yang berlaku. • Mengoptimalkan dana yang ada di Rekening Giro, sehingga mendapatkan return yang optimal. • Monitor perkembangan pasar modal, pasar uang, dan lain-lain. a. Establishing an optimal investment portfolio, namely those that have maximum returns and measurable risks: • Diversifying portfolios. • Rebalancing portfolio according to market conditions and applicable policies / regulations • Optimizing funds in the Demand Deposit Account, so as to get an optimal return. • Monitoring the development of capital markets, money markets, and others. b. Penempatan pada deposito reciprocal fokus pada bank-bank yang memberikan premi yang tinggi: • Melakukan analisa dan usulan penempatan deposito reciprocal sesuai permintaan SBU. b. Placement on reciprocal time deposit/ focus on banks that provide high premiums: • Analyzing and proposing reciprocal time deposit placements pursuant to SBU’s request. • Conducting placements of reciprocal time deposits at SBU partner banks to support premium income • Monitoring and evaluating premium income and reciprocal deposit placements. • • • c. Melakukan penempatan deposito reciprocal pada bank rekanan SBU untuk menunjang perolehan premi. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap hasil premi dan penempatan deposito reciprocal. Melakukan monitoring dan pengawasan terhadap deposito reciprocal yang ada di kantor cabang. • c. Memiliki SOP dan Prosedur Investasi yang terkini: • Memantau perkembangan peraturan baru yang terkait investasi. • Evaluasi dan penyempurnaan atas SOP dan Prosedur Investasi. reciprocal Having the latest SOPs and Investment Procedures: • Monitoring the development of new investment-related regulations. • Evaluation and improvement of SOPs and Investment Procedures. d. Development of networking and collaboration with other related parties: • Expanding cooperation with related institutions, both existing and new to support stock, bond and mutual fund transactions. d. Pengembangan networking dan kerjasama dengan pihak lain yang terkait: • Memperluas kerjasama dengan instansi terkait, baik yang ada saat ini maupun yang baru untuk mendukung transaksi saham, obligasi dan reksadana. • Aktif mengikuti dan menghadiri market Laporan Tahunan 2018 Monitoring and supervising deposits in branch offices. • 89 Actively participating in and attending PT Asuransi Asei Indonesia
  90. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile market updates and analysis of securities and issuers meetings . e. Human Capital competency enhancement: • Joining workshops / courses. • Buying investment books. update dan analisis meeting dari sekuritas maupun emiten. e. Peningkatan kompetensi SDM: • Mengikuti workshop/kursus. • Membeli buku investasi. 2. Pengelolaan investasi 2. Investment Management Penerapan analisis terhadap risiko-risiko investasi Perseroan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Dalam pertimbangan pembelian awal surat berharga (saham, obligasi, dan deposito) harus berdasarkan analisa fundamental terhadap perusahaan penerbit surat berharga (saham, obligasi, dan deposito). b. Penanaman/pembelian surat berharga (saham, obligasi, dan deposito) harus dilakukan pada perusahaan yang memiliki fundamental yang baik. c. Klasifikasi fundamental yang baik dapat dilihat dari kriteria, yaitu : • Perusahaan memiliki profitabilitas yang baik, dibuktikan dengan saldo laba bersih perusahaan yang positif. • Perusahaan memiliki solvabilitas yang baik, dibuktikan dengan Rasio Total Hutang per Aset (Debt to Asset Ratio) tidak lebih dari 1 (satu) kali. • Untuk perusahaan penerbit obligasi, selain tersebut diatas perlu diperhatikan hal-hal berikut : 1. Rating Obligasi DD Rating obligasi menggambarkan tingkat risiko yang dimiliki oleh obligasi tersebut. DD Rating obligasi pada saat pembelian awal adalah minimal BBB. 2. Covenant dari penerbit obligasi DD Covenant adalah berupa kewajiban bagi pihak penerbit obligasi untuk menjaga rasio-rasio keuangan tertentu. Misalnya, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, dan Interest Coverage Ratio. • • Companies with good solvency, as evidenced by Debt to Asset Ratio that is above 1x. • For bond issuing companies, in addition to the above, the following should be noted: 1. Bond Rating DD Bond rating describes the risk rating inherent to the bonds DD Bond rating at the time of initial purchase shall be at least BBB. 2. Covenant from bond issuers DD Covenant is an obligation for bond issuers to maintain certain financial ratios. For example, Debt to Equity Ratio, Current Ratio, and Interest Coverage Ratio. Untuk Bank, selain tersebut diatas perlu diperhatikan hal-hal berikut : 1. Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) DD CAR merupakan indikator terhadap kemampuan bank untuk menutupi penurunan aktivanya sebagai akibat dari kerugian-kerugian bank yang disebabkan oleh aktiva yang berisiko. PT Asuransi Asei Indonesia The Company’s investment risks analysis is carried out in the following ways: a. The initial purchase of securities (shares, bonds, and timw deposits) must be based on a consideration of fundamental analysis of the company issuing securities (shares, bonds, and time deposits). b. Investment/purchase of securities (shares, bonds, and time deposits) must be done with companies that have good fundamentals. c. Good fundamental classification can be seen from the following criteria: • Companies with good profitability, as evidenced by a positive net profit balance. • For banks, in addition to the above, the following matters need to be considered: 1. Capital Adequacy Ratio (CAR) DD CAR is an indicator of a bank’s ability to cover a decrease in its assets as a result of bank losses caused by risky assets. 90 Annual Report 2018
  91. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance DD CAR of a Bank must exceed the conditions stipulated by Bank Indonesia. DD CAR bank harus diatas ketentuan yang diwajibkan oleh Bank Indonesia. • Laporan Keuangan Financial Statements • Perusahaan/penerbit surat berharga tidak masuk dalam daftar cela atau daftar hitam oleh regulator terkait. The companies/issuers of securities are not blacklisted by the relevant regulators. Ikatan Material Atas Barang Modal Material Commitment on Capital Goods Sepanjang tahun 2018, Asei telah melakukan beberapa ikatan material dalam rangka investasi barang modal yaitu gedung kantor/partisi, peralatan dan perabot kantor yang bertujuan untuk menunjang kinerja perusahaan, dengan menggunakan anggaran dari perusahaan. Throughout 2018, Asei made some material commitments for capital goods investment in the form of office building/ partition, office equipment and furnishings aiming to support the Company’s performance, using the budget of the Company. Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Keuangan Information and Material Facts after the Reporting Date Information and Material Facts after the Reporting Date There was no Information and Material Facts occurring after the Reporting Date. Tidak ada fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan keuangan. Kebijakan Dividen Dividend Policy In 2018, Asei did not issue dividend to Shareholders. Use of Proceeds from Public Offering Pada tahun 2018, Asei tidak melakukan pembagian dividen kepada Pemegang Saham. Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Realization of Use of Proceeds from Public Offering Asei merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) sebesar 99,998% dan Koperasi Pegawai ASEI sebesar 0,002%. Asei tidak pernah melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal. Dengan demikian, tidak ada laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum dalam Laporan Tahunan ini. Asei is a company whose shares are owned by PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) for 99.998% and Asei Employees Cooperative for 0.002%. Asei has never conducted Initial Public Offering (IPO) in the capital market. Therefore, there is no realization report on the realization of use of proceeds from public offering in this Annual Report. Peningkatan/Penurunan Pendapatan Bersih Material Increase/Decrease in Sales/Net Income Material Penjualan/ Tahun 2018 Asei membukukan laba positif sebesar Rp4miliar, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya (2017) dengan pencapaian sebesar defisit Rp172 miliar. Laporan Tahunan 2018 In 2018 Asei posted a positive profit of Rp4 billion, an increase compared to the previous year (2017)’s deficit of Rp 172 billion. 91 PT Asuransi Asei Indonesia
  92. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Investasi Barang Modal Capital Goods Investment Dalam rangka menunjang kinerja perusahaan , beberapa jenis investasi barang modal yang direalisasikan pada tahun 2018 adalah untuk Peralatan dan Perabot Kantor senilai Rp55.413.808. In order to support the Company’s performance, some capital goods investments were realized in 2018 for Office Equipment and Furnishings as much as Rp55,413,808. Prospek Usaha Perusahaan Company’s Business Prospects Situasi ekonomi Indonesia memiliki pengaruh terhadap premi Industri Asuransi. Ditengah gejolak pasar keuangan dan trend perlambatan  ekonomi  global di tahun 2018, Pemerintah berhasil menjaga laju pertumbuhan ekonomi di angka 5,17%. Pertumbuhan positif juga terlihat pada Industri Asuransi Umum. Berdasarkan data statistik AAUI tahun 2018, premi bruto Asuransi Umum pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan positif sebesar 9,8% atau sebesar Rp69,9 triliun. Hampir seluruh lini bisnis mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun 2018 kecuali Asuransi Rangka Kapal, Energi, Rekayasa dan Asuransi Kecelakaan yang mencatatkan pertumbuhan negatif di periode ini dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Indonesia’s economic situation has an influence on the premium of insurance industry. In the midst of financial market turmoil and the trend of global economic slowdown in 2018, the Government managed to keep the pace of economic growth at 5.17%. Positive growth is also seen in the General Insurance Industry. Based on AAUI statistics in 2018, the General Insurance gross premium in 2018 positively grew 9.8% or amounted to Rp69.9 trillion. Almost all business lines recorded positive growth in 2018 except Marine Hull, Energy, and Engineering Insurance and Accident Insurance that recorded negative growth in this period compared to the same period of the previous year. Pangsa pasar premi Asuransi Umum masih didominasi oleh 2 (dua) lini usaha terbesar yaitu Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor dengan total kontribusi 53,9%, diikuti dengan pangsa pasar Asuransi Kredit sebesar 11,3%. Klaim Bruto (klaim dibayar) Asuransi Umum tahun 2018 ini mencatatkan peningkatan sebesar 8,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Rasio klaim dibayar terhadap premi tahun 2018 tercatat 43,1%, turun 0,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan rilis data OJK dapat dilihat adanya peningkatan hasil underwriting perusahaan asuransi. Meskipun demikian peningkatan tersebut juga diiringi dengan meningkatnya biaya usaha (terutama pada biaya pemasaran) dan menurunnya hasil investasi. Secara keseluruhan laba/rugi usaha asuransi mengalami peningkatan positif sebesar 4,6% namun rasio laba terhadap premi mengalami penurunan dari 8,6% di 2017 menjadi 8,2% di 2018. The general insurance premium market share is still dominated by 2 (two) largest business lines, namely Property Insurance and Motor Vehicle Insurance with a total contribution of 53.9%, followed by the Credit Insurance with a market share of 11.3%. Gross Claims (claims paid) of General Insurance in 2018 recorded an increase of 8.1% compared to the previous year. The ratio of total claims paid to total premiums in 2018 was 43.1%, down 0.4% compared to the previous year. The OJK data revealed increase in underwriting income recorded by insurance companies. However, the increase was also accompanied by increased business costs (especially on marketing costs) and declining investment income. Overall insurance business profit/loss experienced a positive increase of 4.6, but the profit-to-premium ratio decreased from 8.6% in 2017 to 8.2% in 2018. Dari total pendapatan premi industri khusus Asuransi Umum tahun 2018 sebesar Rp69,9 triliun, marketshare Asei masih cukup rendah yaitu baru sebesar 0,5% (Rp358,3 miliar) mengalami penurunan dari marketshare tahun sebelumnya. Adapun marketshare Asei untuk perolehan hasil underwriting mengalami peningkatan yaitu 0,6% (Rp82,3 miliar) dari perolehan hasil underwriting industri sebesar Rp13,4 triliun. From the General Insurance industry’s total premiums in 2018 amounting to Rp69.9 trillion, Asei marketshare was still quite low at only 0.5% (Rp358.3 billion), a decrease from the previous year’s marketshare. While Asei marketshare for underwriting income increased by 0.6% (Rp82.3 billion) from the industry’s underwriting income of Rp13.4 trillion. PT Asuransi Asei Indonesia 92 Annual Report 2018
  93. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Di tengah ketatnya persaingan usaha asuransi saat ini, Asei ke depan diharapkan dapat memenangkan persaingan dengan menunjukan kinerja usaha yang terus meningkat. Pengelolaan proses bisnis perusahaan yang terintegrasi dengan didukung oleh penerapan nilai-nilai tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) diharapkan dapat mampu menjawab tantangan dan hambatan dalam menghadapi potensi risiko perusahaan pada tahun mendatang.Pertumbuhan industri asuransi nasional pada tahun 2019 diperkirakan berada pada kisaran 10%-30%. Pengalaman Perseroan di industri perasuransian menjadikan pendorong untuk semakin berinovasi dan meningkatkan layanan terintegrasi dengan berbasis teknologi informasi. Going forward, in the midst of stringent competition in the insurance sector today, Asei is expected to win the competition by demonstrating business performance that continues to increase. Integrated management of corporate business processes supported by Good Corporate Governance implementation is expected to be able to answer challenges and obstacles in facing the Company’s potential risks in the coming year. The national insurance industry’s growth in 2019 is estimated to be in the range of 10% -30%. The Company’s experience in the insurance industry could serve as a driving force to innovate and improve integrated technology-based services. Sebagai perusahaan yang memiliki spesialisasi pada Asuransi Keuangan, Asei perlu lebih fokus untuk menyasar bisnis Asuransi Keuangan.Dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan, Asei didukung oleh sistem teknologi informasi yang cukup memadai. Hal tersebut menjadi kekuatan sekaligus modal utama bagi perusahaan dalam mewujudkan perusahaan yang unggul dan kompetitif serta berdaya saing. As a company that specializes in Financial Insurance, Asei needs to be more focused on targeting the Financial Insurance business. In carrying out its operational activities, Asei is supported by an adequate information technology system. This has become the strength as well as main capital for the Company in realizing a superior and competitive company. Rencana Strategis Perusahaan Company’s Strategic Plan 1. Rencana Strategi Korporasi 1. Corporate Strategic Plan Rencana korporasi (corporate plan) mencakup rumusan mengenai tujuan dan sasaran yang hendak dicapai oleh perusahaan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun. A corporate plan covering the formulation of goals and objectives to be achieved by the Company within 5 (five) years. a. Arah Pengembangan Usaha Arah pengembangan usaha Perseroan tahun 2019 dilakukan sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu menjadi perusahaan asuransi keuangan yang terkemuka dan terpercaya di Indonesia melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi. a. Business Development The Company’s business development direction in 2019 will be carried out in accordance with the Company’s vision and mission of becoming a leading and trusted financial insurance company in Indonesia through technology-based integrated services. b. Sasaran Perusahaan tahun 2019 1. Aset : Rp1.620 miliar 2. Dana Investasi : Rp395miliar 3. Ekuitas : Rp427miliar 4. Hasil Investasi : Rp20miliar 5. Biaya Operasional : Rp120miliar 6. Laba setelah Pph : Rp6miliar b. Company’s Objectives in 2019 1. Assets : Rp1,620 billion 2. Investment Fund : Rp395 billion 3. Equity : Rp427 billion 4. Return of Investment : Rp20 billion 5. Operating Expense : Rp120 billion 6. Profit after Tax : Rp6 billion c. c. Sasaran premi bruto dan hasil underwriting per bidang usaha tahun 2019 Laporan Tahunan 2018 93 Targeted gross premium and underwriting income per business sector in 2019 PT Asuransi Asei Indonesia
  94. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Dalam Jutaan Rupiah In million Rupiah Bidang Usaha Premi Bruto Gross Premium Line of Business Asuransi Keuangan Financial Insurance Asuransi Perdagangan Trade Insurance Asuransi Kredit Credit Insurance Penjaminan Suretyship Jumlah Asuransi Keuangan Total Financial Insurance Asuransi Umum General Insurance Asuransi Umum General Insurance Reasuransi Reinsurance Jumlah Asuransi Umum Total General Insurance Jumlah Total Hasil Underwriting Underwriting Income 30 .000 12.758 105.000 68.668 60.000 15.392 195.000 96.820     Strategi korporasi yang digunakan oleh Perseroan terbagi menjadi 3 (tiga) antara lain: 200.000 16.819 15.000 1.843 215.000 18.662 410.000 115.482 The corporate strategy used by the Company is divided into 3 (three), among others: 1. Strategi Operasional 1. Operational Strategy Asuransi Perdagangan a. Peningkatan Portofolio Bisnis Asperdag; b. Optimalisasi kerjasama bisnis dengan Export Credit Agency (ECA) dan Sinergi Asuransi Kerugian Umum BUMN; c. Penguatan bisnis Asperdag dengan Perbankan dan LKNB; d. Peningkatan Kapasitas Akseptasi Asperdag. Trade Insurance a. Enhancing Trade Insurance Business Portfolio; b. Optimizing business cooperation with the Export Credit Agency (ECA) and Synergy of SOE General Insurance; c. Strengthening Trade Insurance business with Banking and NBFI; d. Increased Acceptance Capacity of Trade Insurance. Asuransi Kredit dan Penjaminan a. Meningkatkan Sinergi BUMN; b. Intensifikasi kerjasama bisnis dengan Perbankan dan LKNB yang telah memiliki Perjanjian Kerja Sama; c. Reciprocal bisnis di luar segmen Commercial Line; d. Peningkatan prudent underwriting berbasis Risk Mapping; e. Pengembangan produk. Credit and Suretyship Insurance a. Increasing SOE Synergy; b. Intensification of business cooperation with Banking and NBFIs that already have Cooperation Agreements; c. Reciprocal business outside the Commercial Line segment; d. Increased prudent underwriting based on RiskMapping; e. Product development. Asuransi Umum a. Meningkatkan perolehan bisnis direct melalui crossselling (AU retalted or supporting to Askeu); b. Memulihkan dan meningkatkan market trust General Insurance a. Increasing direct business acquisition through cross-selling (General Insurance retalted or supporting to Financial Insurance); b. Restoring and increasing market trust towards PT Asuransi Asei Indonesia 94 Annual Report 2018
  95. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Asei, especially for businesses originating from insurance brokers and ceding company; terhadap Asei khususnya untuk bisnis yang berasal dari broker asuransi dan ceding company; c. Maintain broker asuransi, ceding company, broker reasuransi dan konsorsium; d. Peningkatan sinergi Holding Company guna mendukung pengembangan portfolio bisnis perusahaan. c. Maintaining insurance brokers, ceding companies, reinsurance brokers and consortia; d. Increased synergy of Holding Company to support the Company’s business portfolio development. 2. Strategi Supporting 2. Supporting Strategies a. Penguatan infrastruktur Teknologi Informasi; a. Strengthening Information Technology infrastructure; b. Risk Management Synergy with SPI in Risk Based Audit; c. Improved management of quality management systems and business processes; d. Increased competence of Human Capital; b. Sinergi Manajemen Risiko dengan SPI dalam rangka Risk Based Audit; c. Peningkatan pengelolaan sistem manajemen mutu dan proses bisnis; d. Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia; e. Penyusunan kajian strategis perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan. e. Preparation of the company’s strategic study in supporting sustainable business development. 3. Strategi Keuangan 3. Financial Strategy a. Rebalancing portofolio investasi dalam rangka membentuk hasil investasi yang optimal; b. Kerjasama strategis dengan induk usaha/ holding dalam pengelolaan portofolio investasi; c. Melakukan cash pooling dan monitoring saldo dana pada rekening pasif kantor cabang; d. Peningkatan collection ratio piutang direct dan piutang reasuransi. a. Rebalancing investment portfolios in order to create optimal return of investment; b. Strategic cooperation with the holding company in managing investment portfolios; c. Performing cash pooling and monitoring fund balances in branch office passive accounts; d. Increased collection ratio of direct receivables and reinsurance accounts. Peraturan Perubahan Perundang-Undangan Changes in Laws and Regulations Sepanjang tahun 2018 tidak ada peraturan perundangundangan yang berpengaruh signifikan terhadap perusahaan. Throughout 2018 there were no laws and regulations significantly affecting the Company. Peraturan Baru di Industri Perasuransian New Regulations in Insurance Industry Selama tahun 2018 terdapat beberapa peraturan baru di industri perasuransian yang berpengaruh cukup signifikan terhadap Perusahaan, yaitu sebagai berikut: Throughout 2018 there were several new regulations in the insurance industry that significantly affected the Company, namely: Laporan Tahunan 2018 95 PT Asuransi Asei Indonesia
  96. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile a . Financial Services Authority Regulations (POJK) a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 18/Pojk.07/2018 Tentang Layanan Pengaduan Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan; 1. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Regulation No. 18/ Pojk.07 / 2018 concerning Consumer Complaint Services in the Financial Services Sector; 2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 27/Pojk.05/2018 Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi Dan Perusahaan Reasuransi; 2. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Regulation No. 27/Pojk.05/ 2018 concerning Financial Health of Insurance Companies and Reinsurance Companies; 3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 28/Pojk.05/2018 Tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 72/Pojk.05/2016 Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi Dan Perusahaan Reasuransi Dengan Prinsip Syariah; 3. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Regulation No. 28/Pojk.05/ 2018 concerning Amendments to the Financial Services Authority Regulation No. 72/ Pojk.05 / 2016 concerning Financial Health of Insurance Companies And Reinsurance Companies With Sharia Principles; 4. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Regulation No. 34/Pojk.03/ 2018 concerning Re-Assessment of Main Parties of the Financial Service Institutions. 4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 34/Pojk.03/2018 Tentang Penilaian Kembali Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan. b. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority’s Circular Letter (SEOJK) b. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) 1. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/ Seojk.05/2018 Tentang Bentuk Dan Susunan Laporan Berkala Perusahaan Asuransi Dan Perusahaan Reasuransi; 1. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 1/Seojk.05/2018 concerning the Form and Composition of Periodic Reports of Insurance Companies and Reinsurance Companies; 2. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 2/Seojk.05/2018 concerning the Form and Composition of Periodic Reports of Sharia Insurance Companies, Sharia Reinsurance Companies, and Sharia Units; 2. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/ Seojk.05/2018 Tentang Tentang Bentuk Dan Susunan Laporan Berkala Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi Syariah, Dan Unit Syariah; 3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/ Seojk.05/2018 Tentang Bentuk Dan Susunan Laporan Berkala Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi, Dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi; 3. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 3/ Seojk.05/2018 concerning Form and Composition of Periodic Reports of Insurance Brokerage Companies, Reinsurance Brokerage Companies, and Insurance Loss Appraisal Companies; 4. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 9/ Seojk.05/2018 concerning Requests for Electronic Licensing, Approval and Reporting for Insurance Brokerage Companies, Reinsurance Brokerage Companies, and Insurance Loss Appraisal Companies; 4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 9/Seojk.05/2018 Tentang Permohonan Perizinan, Persetujuan, Dan Pelaporan Secara Elektronik Bagi Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi, Dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi; PT Asuransi Asei Indonesia 96 Annual Report 2018
  97. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/ Seojk.05/2018 Tentang Permohonan Perizinan, Persetujuan, Dan Pelaporan Secara Elektronik Bagi Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, Dan Perusahaan Reasuransi Syariah; 5. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 10/ Seojk.05/2018 concerning Requests for Electronic Licensing, Approval and Reporting for Insurance Companies, Sharia Insurance Companies, Reinsurance Companies, and Sharia Reinsurance Companies; 6. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 15/Seojk.05/2018 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Biaya Likuidasi Serta Pemberian Insentif Yang Wajar Untuk Tim Likuidasi Bagi Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, Dan Perusahaan Reasuransi Syariah; 6. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 15/ Seojk.05/2018 concerning Guidelines for Preparation of Work Plan and Budget for Liquidation Costs and Provision of Reasonable Incentives for Liquidation Teams for Insurance Companies, Sharia Insurance Companies, Reinsurance Companies, and Sharia Reinsurance Companies; 7. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 16/Seojk.05/2018 Tentang Pedoman Penyusunan Neraca Sementara Likuidasi Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, Dan Perusahaan Reasuransi Syariah. 7. The Republic of Indonesia’s Financial Services Authority Circular Letter No. 16/ Seojk.05/2018 concerning Guidelines for Preparing the Temporary Balance Sheet for Liquidation of Insurance Companies, Sharia Insurance Companies, Reinsurance Companies, and Sharia Reinsurance Companies. Laporan Tahunan 2018 97 PT Asuransi Asei Indonesia
  98. Kilas Kinerja Performance Highlights PT Asuransi Asei Indonesia Laporan Manajemen Management Reports 98 Profil Perusahaan Company Profile Annual Report 2018
  99. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements 05 Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance Laporan Tahunan 2018 99 PT Asuransi Asei Indonesia
  100. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance Asei telah menerapkan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance/GCG) secara menyeluruh pada berbagai lapisan organisasi. Manajemen Asei dengan berbagai upaya terus memberikan dorongan dalam rangka meningkatkan awareness terhadap penerapan prinsip-prinsip GCG. Penerapan GCG secara konsisten dapat memberikan kekuatan dan memperoleh kepercayaan serta dukungan stakeholders dalam memaksimalkan nilai perusahaan dan menjaga kelangsungan usaha secara berkelanjutan. Asei has implemented Good Corporate Governance (GCG) comprehensively at various levels of the organization. Asei Management continuously makes various efforts to increase awareness of GCG principles implementation. GCG implementation can consistently help provide strength and gain stakeholders’ trust and support in maximizing company’s value and sustaining business continuity. Optimalisasi penerapan GCG pada Asei terus dilakukan dengan penguatan infrastruktur untuk mencapai praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan didasarkan pada etika bisnis, budaya perusahaan, dan sistem serta prosedur sesuai peraturan perusahaan dan perundangundangan yang berlaku guna mencapai kinerja usaha yang maksimal. GCG implementation in Asei has been continuously optimized by strengthening infrastructure to achieve good corporate governance practices based on business ethics, corporate culture, and systems and procedures in accordance with applicable company regulations and legislation to achieve maximum business performance. PT Asuransi Asei Indonesia 100 Annual Report 2018
  101. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Principles 1. Keterbukaan Keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam pengungkapan dan penyediaan informasi yang relevan mengenai Asei, yang mudah diakses oleh pemangku kepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian serta standar prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat. 1. Transparency Transparency in the decision-making process and transparency in the disclosure and provision of relevant information regarding Asei, which is easily accessible to stakeholders in accordance with laws and regulations in the field of insurance, as well as principle standards and the practice of sound insurance business operation. 2. Akuntabilitas Kejelasan fungsi dan pelaksanaan pertanggungjawaban organ Asei sehingga kinerja perusahaan dapat berjalan secara wajar, efektif, dan efisien. 2. Accountability Clarity of functions and implementation of the accountability of Asei organs so that the Company’s performance can run fairly, effectively, and efficiently. 3. Pertanggungjawaban Kesesuaian pengelolaan Asei dengan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat. 3. Responsibility Conformity of the management of Asei with laws and regulations in the field of insurance as well as with ethical values, standards, principles, and best practices in sound insurance business operations. 4. Kemandirian Asei dikelola secara mandiri dan profesional serta bebas dari benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat. 4. Independence Asei is managed independently and professionally and is free from conflicts of interest and the influence or pressure of any party that is in contrary with the laws and regulations in the field of insurance as well as with ethical values, standards, principles, and best practices in sound insurance business operations. 5. Kesetaraan dan Kewajaran Kesetaraan, keseimbangan, dan keadilan didalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian, peraturan perundangundangan, dan nilai-nilai etika serta standar, prinsip, praktik penyelenggaraan usaha perasuransian yang sehat. 5. Fairness Equality, balance and fairness in fulfilling the rights of stakeholders arising from agreements, legislation, as well as ethical values, standards, principles, and best practices in sound insurance business operations. Tujuan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Good Corporate Governance Objectives 1. 1. Mengoptimalkan nilai Perusahaan Perasuransian bagi Pemangku Kepentingan khususnya pemegang polis, tertanggung, peserta, dan/atau pihak yang berhak memperoleh manfaat. 2. Meningkatkan pengelolaan Perusahaan Perasuransian secara profesional, efektif, dan efisien. Laporan Tahunan 2018 Optimizing the value of Insurance Company for Stakeholders, especially policyholders, insured, participants, and / or parties entitled to benefits. 2. Improving the management of Insurance Company in a professional, effective, and efficient manner 101 PT Asuransi Asei Indonesia
  102. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile 3 . Meningkatkan kepatuhan Organ Perusahaan Perasuransian dan DPS serta jajaran di bawahnya agar dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi pada etika yang tinggi, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesadaran atas tanggung jawab sosial Perusahaan Perasuransian terhadap Pemangku Kepentingan maupun kelestarian lingkungan. 4. Mewujudkan Perusahaan Perasuransian yang lebih sehat, dapat diandalkan, amanah, dan kompetitif. 5. Meningkatkan kontribusi Perusahaan Perasuransian dalam perekonomian nasional. 3. Improving compliance of Insurance Company’s Organs and DPS and the ranks below so that decision making and actions are taken based on high ethics, compliance with laws and regulations, and awareness of social responsibility of the Insurance Company to Stakeholders and environmental sustainability. Perwujudan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Realization of Good Corporate Governance 1. Praktik tata kelola perusahaan mengacu pada prinsip Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Kemandirian, dan Kesetaraan dan Kewajaran. Prinsipprinsip tersebut menjadi referensi bagi pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, menghindari konflik kepentingan, optimalisasi kinerja, dan peningkatan akuntabilitas. 2. Tata Kelola Perusahaan yang baik di lingkungan Asei diimplementasikan melalui tata kelola bagi Pemegang Saham, Direksi, jajaran manajemen, serta organorgan pendukung lainnya. 1. Tata Nilai Perusahaan Corporate Values Nilai-nilai perusahaan (corporate values) merupakan nilai-nilai dalam organisasi yang disepakati dan diyakini dapat membantu perwujudan visi/misi dan pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan. Nilai-nilai perusahaan (corporate values) Asei terdiri dari 3 (tiga) nilai, yaitu: Corporate values are the values in the organization that are agreed upon and believed to be able to help realize the Company’s vision/ mission and company’s long-term goals achievement. Asei corporate values consist of 3 (three) values, namely: 1. Customer Satisfaction Memberikan pelayanan pelanggan. 1. prima sesuai harapan 4. Realizing Insurance Company that is healthier, more reliable, trustworthy and competitive. 5. Increasing the contribution of Insurance Company to the national economy. Corporate governance practice refers to the principles of Transparency, Accountability, Accountability, Independence, Fairness. These principles serve as a reference for responsible decision making, avoiding conflicts of interest, optimizing performance, and increasing accountability. 2. Good corporate governance in the Asei environment is implemented through governance for Shareholders, Board of Directors, management, and other supporting organs. Customer Satisfaction Providing excellent services as expected by all customers. 2.Innovative Melakukan pembaruan terus menerus. 2. Innovative Continuous innovations. 3.Solid Kerjasama yang kuat. 3. Solid Solid cooperation Ketiga nilai tersebut diatas disingkat menjadi CIS. The three values above are abbreviated as CIS. Implementasi dari nilai-nilai perusahaan (corporate values) yang berupa Pedoman Perilaku merupakan pedoman pelaksanaan yang dibutuhkan seluruh insan Asei untuk memberikan kesatuan pandangan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan pelaksanaan suatu pekerjaan, baik yang bersifat operasional maupun non operasional. The corporate values are implemented in the form of Code of Conduct as an implementation guideline needed by all Asei’s People to share common view in carrying out daily tasks that are directly or indirectly related to the implementation of works, both operational and nonoperational. PT Asuransi Asei Indonesia 102 Annual Report 2018
  103. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Struktur dan Mekanisme Tata Kelola Governance Structure And Mechanism Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Lingkungan Asei diimplementasikan melalui struktur dan mekanisme tata kelola organ-organ perusahaan, yaitu : 1. Organ Utama: Pemegang Saham, Dewan Komisaris, dan Direksi. 2. Organ Pendukung: Komite Dewan Komisaris, Sekretaris Perusahaan, Internal Audit, Komite Direksi dan Dewan Pengawas Syariah Good Corporate Governance in the Asei Environment is implemented through governance structure and mechanism of corporate organ, namely: 1. Main Organs: Shareholders, Board of Commissioners, and Board of Directors. 2. Supporting Organs: Board of Commissioners’ Committees, Corporate Secretary, Internal Audit, Board of Directors and Sharia Supervisory Board. Pemegang Saham Utama Dan Pengendali Baik Langsung Maupun Tidak Langsung, Hingga Pemilikan Individu Direct And Indirect Ultimate And Controlling Shareholders Up To Individual Ownership A. Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Asei tidak memiliki saham pada Perusahaan maupun Korporasi yang terafiliasi dengan Asei. Pemegang Saham Shareholders PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) A. Share Ownership of Members of the Board of Directors and Board of Commissioners Members of Asei’s Board of Directors and Board of Commissioners do not have shares in the Company and its affiliates. Nominal Saham Number of Shares Rp 549.989.000.000,00 99,998% Rp 11.000.000,00 0,002% Rp 550.000.000,00 100,00% Koperasi Pegawai ASEI Jumlah Total B. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Direksi Pengungkapan hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota Direksi dengan anggota Direksi lain, anggota Dewan Komisaris, anggota Dewan Pengawas Syariah, dan/atau Pemegang Saham Perusahaan Asei. Laporan Tahunan 2018 Persentase Saham Percentage of Shares B. Financial Relationship and Family Relationship of the Board of Directors Members Disclosure of financial relationship and family relationship of the Board of Directors members with fellow members of the Board of Directors, members of the Board of Commissioners, members of the Sharia Supervisory Board, and/ or Asei’s Shareholders. 103 PT Asuransi Asei Indonesia
  104. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Kepemilikan saham anggota Direksi yang mencapai 5 % (lima persen) atau lebih dari modal disetor Shareholding of BOD Members amounting to 5% or above 5% of the Paid-Up Capital Nama Name Jabatan Position A B C D Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Nominal Nominal Nominal Nominal % % % % Saham Kepemilikan Saham Kepemilikan Saham Kepemilikan Saham Kepemilikan Keterangan: Indonesia/ Luar Negeri Remarks: Indonesia/ Overseas Nominal Value of Shares Ownership Nominal Value of Shares Ownership Nominal Value of Shares Ownership Nominal Value of Shares Ownership -- -- -- -- -- -- -- -- -- Erickson Direktur Mangunsong Director -- -- -- -- -- -- -- -- -- Direktur -- -- -- -- -- -- -- -- -- Direksi Board of Directors Eko Supriyanto Hadi David Sy Direktur Utama President Director Director C. Hubungan Keuangan dan Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris Pengungkapan hubungan keuangan dan hubungan keluarga anggota Dewan Komisaris dengan anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi, Anggota Dewan Pengawas Syariah, dan/atau Pemegang Saham Asei. C. Financial Relationship and Family Relationship of the Board of Commissioners Disclosure of financial relationship and family relationship of members of the Board of Commissioners with fellow members of the Board of Commissioners, members of the Board of Directors, Sharia Supervisory Board Members, and / or Shareholders of Asei. Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih dari modal disetor Shareholding of BOC Members amounting to 5% or above 5% of the Paid-Up Capital Nama Name A Jabatan Position B C D Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Nominal Nominal Nominal Nominal % % % % Saham Kepemilikan Saham Kepemilikan Saham Kepemilikan Saham Kepemilikan Keterangan: Indonesia/ Luar Negeri Remarks: Indonesia/ Overseas Nominal Value of Shares Shareholding Nominal Value of Shares Shareholding Nominal Value of Shares Shareholding Nominal Value of Shares Shareholding -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- Dewan Komisaris Board of Commissioners Untung Hadi Santosa Robert Tampubolon Komisaris Utama/ Komisaris Independen President Commissioner/ Independent Commissioner Komisaris Commissioner PT Asuransi Asei Indonesia 104 Annual Report 2018
  105. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Kusnindar Amrizal Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Komisaris -- -- -- -- -- -- -- -- -- Komisaris Independen -- -- -- -- -- -- -- -- -- Commissioner Independent Commissioner Dewan Komisaris Board Of Commissioners 1. Tugas Dewan Komisaris 1. Duty of the Board of Commissioners a. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan yang dilakukan oleh Direksi serta memberikan nasihat kepada Direksi termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan rencana Jangka Panjang perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan serta ketentuan Anggaran Dasar dan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. b. Dalam melaksanakan tugasnya tersebut setiap Dewan Komisaris harus: 1. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta prinsipprinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran. 2. Beritikad baik, penuh kehati-hatian dan bertanggung-jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. c. Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya. d. Dalam hal Dewan Komisaris terdiri atas 2 (dua) anggota Dewan Komisaris atau lebih, tanggung jawab sebagaimana dimaksud pada butir c berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Dewan Komisaris. Laporan Tahunan 2018 105 a. The Board of Commissioners has the duty to supervise management policies as well as the course of management of both the Company and the Company’s business carried out by the Board of Directors in general, and to provide advice to the Board of Directors including the oversight of the implementation of the Company’s Long-term plans, Corporate Work Plan and Budget, General Meeting of Shareholders (GMS)’s resolutions, as well as applicable laws and regulations, for the benefit of the Company and in accordance with the purposes and objectives of the Company. b. In carrying out its duties, the Board of Commissioners must: 1. Comply with the Articles of Association and laws and regulations as well as the principles of professionalism, efficiency, transparency, independence, accountability, accountability, and fairness. 2. Good willed, prudent and responsible in carrying out the supervisory duties and giving advice to the Board of Directors for the interests of the Company and in accordance with the purposes and objectives of the Company. c. Each member of the Board of Commissioners is personally responsible for the loss of the Company if the said person is found guilty or negligent in carrying out his/her duties. d. In the event that the Board of Commissioners consists of 2 (two) members or more, the responsibilities as referred to in point c apply jointly to each member of the Board of Commissioners. PT Asuransi Asei Indonesia
  106. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile e . Members of the Board of Commissioners cannot be held responsible for losses as referred to in point d if they can prove that they: e. Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian sebagaimana dimaksud pada butir d apabila dapat membuktikan: 1. Telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. 2. Tidak mempunyai kepentingan pibadi baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan Direksi yang mengakibatkan kerugian. 3. Telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut. f. Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal Pemegang Saham tidak dapat mengembalikan dividen interim. 1. Has carried out supervision duties in good faith and prudence for the interests of the Company and in accordance with. f. 2. Do not have personal interests either directly or indirectly for any management action undertaken by the Board of Directors which results in losses. 3. Have provided advice to the Board of Directors to prevent such losses from arising or continuing. The Board of Directors and the Board of Commissioners are jointly and severally responsible for the losses of the Company, in the event that Shareholders cannot return interim dividends. 2. Kewajiban Dewan Komisaris 2. Obligations of the Board of Commissioners Dewan Komisaris Asei wajib: a. Menjamin pengambilan keputusan yang efektif, tepat, dan cepat serta dapat bertindak secara independen, tidak mempunyai kepentingan yang dapat mengganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas secara mandiri dan kritis. b. Melaksanakan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. c. Mengawasi Direksi dalam menjaga keseimbangan kepentingan semua pihak, khususnya kepentingan pemegang polis, tertanggung, peserta, dan/atau pihak yang berhak memperoleh manfaat. d. Menyusun laporan kegiatan Dewan Komisaris yang merupakan bagian dari laporan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. e. Memantau efektivitas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. f. Membantu memenuhi kebutuhan DPS dalam menggunakan anggota komite yang struktur organisasinya berada di bawah Dewan Komisaris. g. Dewan Komisaris Perseroan wajib menyelenggarakan rapat Dewan Komisaris secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. Rapat Dewan Komisaris dalam periode 1 (satu) tahun dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Paling sedikit 4 (empat) kali rapat di antaranya dilakukan dengan mengundang Direksi. PT Asuransi Asei Indonesia 106 Asei’s Board of Commissioners is obliged to: a. Ensure effective, appropriate and fast decision making and be able to act independently, do not have interests that can interfere with their ability to carry out tasks independently and critically. b. Carry out supervisory and advisory duties to the Board of Directors. c. Oversee the Board of Directors in maintaining the balance of interests of all parties, especially the interests of policyholders, insured, participants, and/or parties entitled to benefits. d. Prepare reports on the activities of the Board of Commissioners which are part of the report on Good Corporate Governance implementation. e. Monitor the effectiveness of Good Corporate Governance implementation. f. Help meet the needs of DPS for having the assistance of members of committees under the Board of Commissioners. g. The Company’s Board of Commissioners must hold Board of Commissioners meetings at least 1 (one) time in 1 (one) month. Board of Commissioners meeting in one year period shall be carried out under the following conditions: 1. At least 4 (four) meetings of which are conducted by inviting the Board of Directors. Annual Report 2018
  107. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 2. Paling sedikit 1 (satu) kali rapat di antaranya dilakukan dengan mengundang auditor eksternal. h. Anggota Dewan Komisaris Perseroan wajib menghadiri rapat Dewan Komisaris paling sedikit 80% (delapan puluh persen) dari jumlah rapat Dewan Komisaris dalam periode 1 (satu) tahun. i. Hasil rapat Dewan Komisaris wajib dituangkan dalam risalah rapat Dewan Komisaris dan didokumentasikan dengan baik. j. Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam keputusan rapat Dewan Komisaris wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat Dewan Komisaris disertai alasan perbedaan pendapat (dissenting opinions) tersebut. k. Dewan Komisaris Perusahaan Perasuransian wajib mengungkapkan mengenai: 1. Kepemilikan sahamnya yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih pada Perusahaan Perasuransian tempat anggota Dewan Komisaris dimaksud menjabat dan/atau pada perusahaan lain yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. 2. Hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan Anggota Dewan Komisaris lain, anggota Direksi, anggota DPS, dan/ atau pemegang saham atau yang setara Perusahaan Perasuransian tempat anggota Dewan Komisaris dimaksud menjabat. 3. Memberikan nasihat kepada Direksi dalam melaksanakan pengurusan Perseroan. 4. Meneliti dan menelaah serta menandatangani Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran Dasar Perusahaan yang disiapkan oleh Direksi, sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar ini. 5. Memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran Dasar Perusahaan mengenai alasan Dewan Komisaris menandatangani Rencana Jangka Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran Dasar Perusahaan. 6. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan, memberikan pendapat dan saran kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi kepengurusan Perseroan. 7. Melaporkan dengan segera kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Perseroan. Laporan Tahunan 2018 107 Laporan Keuangan Financial Statements 2. At least 1 (one) meeting of which is carried out by inviting external auditor. h. The Company’s Board of Commissioners members must attend at least 80% (eighty percent) of the total numbers of Board of Commissioners meetings held in the one year period. i. Results of Board of Commissioners meetings must be recorded in the minutes of the Board of Commissioners meeting and properly documented. j. Dissenting opinions in the decision making in the Board of Commissioners meeting must be clearly stated in the minutes of the Board of Commissioners meeting along with the reasons for those dissenting opinions. k. The Board of Commissioners of the Insurance Company must disclose about: 1. Ownership of shares that reaches 5% (five percent) or more in the Insurance Company where the said member of the Board of Commissioners is serving and/ or in another company domiciled at home and abroad. 2. Financial relationships and family relationship with fellow members of the Board of Commissioners, members of the Board of Directors, members of the DPS, and / or shareholders or the equivalent of the Insurance Company where the members of the Board of Commissioners are serving. 3. Provide advice to the Board of Directors in carrying out the management of the Company. 4. Conduct research and review, and sign the Company’s Long Term Plan and Work Plan and Articles of Association prepared by the Board of Directors, in accordance with the provisions of the Articles of Association. 5. Provide opinions and advices to the General Meeting of Shareholders (GMS) regarding the Company’s Long Term Plan and Work Plan and Articles of Association, and regarding the reasons for the Board of Commissioners to sign the Company’s Long Term Plan and Work Plan and Articles of Association. 6. Keep abreast of the development of the Company’s activities, give opinions and suggestions to the General Meeting of Shareholders (GMS) regarding any issues deemed important for the management of the Company. 7. Report immediately to the General Meeting of Shareholders (GMS) in the event of symptoms of a decline in the Company’s performance. PT Asuransi Asei Indonesia
  108. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile 8 . Conduct research and review periodic reports and annual reports prepared by the Board of Directors and sign annual reports. 9. Provide explanations, opinions and suggestions to the GMS regarding the Annual Report, if requested. 10. Prepare an annual program to be included in annual work plan and budget. 11. Establish audit committee. 12. Propose public accountants to the General Meeting of Shareholders. 13. Take minutes of meetings, keep copies, and submit the original. 14. Report to the Company regarding his/ her share ownership and/or family to the Company and/or other companies. 15. Provide a report on the supervisory and advisory duties carried out during the recent financial year to the General Meeting of Shareholders. 16. Carrying out other obligations in the context of supervision and provision of advice, as long as they do not conflict with statutory regulations, articles of association, and/or decisions of the General Meeting of Shareholders. 8. Meneliti dan menelaah laporan berkala dan laporan tahunan yang disiapkan Direksi serta menandatangani laporan tahunan. 9. Memberikan penjelasan, pendapat dan saran kepada RUPS mengenai Laporan Tahunan, apabila diminta. 10. Menyusun program tahunan dan dimasukkan dalam rencana kerja dan anggaran tahunan. 11. Membentuk komite audit. 12. Mengusulkan akuntan publik kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 13. Membuat risalah rapat, menyimpan salinannya, serta menyampaikan aslinya. 14. Melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan sahamnya dan/atau keluarganya pada Perseroan dan/atau perusahaan lain. 15. Memberikan laporan tentang tugas pengawasan dan pemberian nasihat yang telah dilakukan selama tahun buku yang baru lampau kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 16. Melaksanakan kewajiban lainnya dalam rangka tugas pengawasan dan pemberian nasihat, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar, dan/atau keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. 3. Wewenang Dewan Komisaris 3. Board of Commissioners’ Authorities Dewan Komisaris berwenang untuk: a. Melihat buku-buku, surat-surat, serta dokumendokumen lainnya, memeriksa kas untuk keperluan verifikasi dan lain-lain surat berharga dan memeriksa kekayaan Perseroan. b. Memasuki pekarangan, gedung, dan kantor yang dipergunakan oleh Perseroan. c. Meminta penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat lainnya mengenai segala persoalan yang menyangkut pengelolaan Perseroan. d. Mengetahui segala kebijakan dan tindakan yang telah dan akan dijalankan oleh Direksi. e. Meminta Direksi dan/atau pejabat lainnya di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris. f. Mengangkat dan memberhentikan sekretaris Dewan Komisaris, jika dianggap perlu. g. Memberhentikan sementara anggota Direksi sesuai dengan ketentuan anggaran dasar ini. h. Membentuk komite lain selain Komite Audit (Komite Audit wajib dibentuk). PT Asuransi Asei Indonesia 108 The Board of Commissioners is authorized to: a. See books, letters, and other documents, check cash for verification purposes and other securities and check the Company’s assets. b. Enter the yards, buildings and offices used by the Company. c. Ask for an explanation from the Board of Directors and/or other officials regarding all matters related to the management of the Company. d. Have knowledge of all policies and actions that have been and will be carried out by the Board of Directors. e. Request the Board of Directors and / or other officials under the Board of Directors with the knowledge of the Board of Directors to attend Board of Commissioners meetings. f. Appoint and dismiss the Secretary to the Board of Commissioners, if deemed necessary. g. Temporarily dismiss members of the Board of Directors in accordance with the articles of association. h. Form other committees besides the Audit Committee (Audit Committee must be formed) Annual Report 2018
  109. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance i. Menggunakan tenaga ahli untuk hal tertentu dan dalam jangka waktu tertentu atas beban Perseroan, jika dianggap perlu. j. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. k. Menghadiri rapat Direksi dan memberikan pandangan-pandangan terhadap hal-hal yang dibicarakan. l. Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, anggaran dasar, dan/atau keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Laporan Keuangan Financial Statements i. Hire experts for certain matters and within a certain period of time at the Company’s expense, if deemed necessary. j. Take action to manage the Company in certain circumstances for a certain period of time in accordance with the provisions of the Articles of Association. k. Attend Board of Directors meetings and provide views on matters discussed. l. Carry out other supervisory authorities provided that they do not conflict with laws and regulations, articles of association, and/ or decisions of the General Meeting of Shareholders. Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sharia Supervisory Board (DPS) Dewan Pengawas Syariah memiliki kewajiban sebagai berikut: a. DPS wajib menjamin pengambilan keputusan yang efektif, tepat, dan cepat serta dapat bertindak secara independen, tidak mempunyai kepentingan yang dapat mengganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas secara mandiri dan krisis. b. DPS wajib melaksanakan tugas pengawasan dan pemberian nasihat dan saran kepada Direksi agar kegiatan usaha sesuai dengan Prinsip Syariah. c. Pelaksanaan tugas pengawasan dan pemberian nasihat dan saran yang dilakukan DPS dilakukan terhadap: 1. kegiatan dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban, baik dana tabbaru’, dana perusahaan, tanahud maupun dana investasi peserta; 2. Produk Asuransi Syariah yang dipasarkan; dan 3. Praktik pemasaran produk Asuransi Syariah. d. DPS wajib menyelenggarakan rapat DPS secara berkala paling sedikit 6 (enam) kali dalam 1 (satu) tahun. e. Hasil rapat DPS sebagaimana dimaksud wajib dituangkan dalam risalah rapat DPS dan didokumentasikan dengan baik. f. Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam keputusan rapat DPS wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat DPS disertai alasan perbedaan pendapat (dissenting opinions) tersebut. g. Anggota DPS yang hadir maupun yang tidak hadir dalam rapat DPS berhak menerima salinan risalah rapat DPS. h. Jumlah rapat DPS yang telah diselenggarakan dan jumlah kehadiran masing-masing anggota DPS Laporan Tahunan 2018 The Sharia Supervisory Board (DPS) has the following obligations: a. DPS is obliged to guarantee effective, appropriate and fast decision making and can act independently, have no interests that can interfere with its ability to carry out tasks independently and crisis. b. DPS is obliged to carry out supervisory duties and provide advice and suggestion to the Board of Directors so that business activities are in accordance with Sharia Principles. c. The task of supervising and providing advice and suggestion conducted by DPS is carried out on: 1. activities in the management of wealth and liabilities, both tabbaru funds’, company funds, land and investment funds of participants; 2. Sharia Insurance Products marketed; and 3. Sharia Insurance products marketing practices. d. DPS is required to hold regular DPS meetings at least 6 (six) times in 1 (one) year. e. Results of the DPS meetings must be stated in the minutes of DPS meeting and properly documented. f. Dissenting opinions that occur in the DPS meeting decision making must be clearly stated in the minutes of DPS meeting accompanied by the reasons for those dissenting opinions. g. DPS members who are present or not present at the DPS meeting are entitled to receive a copy of the minutes of DPS meeting. h. The number of DPS meetings held and the number of attendance of each DPS member must be included 109 PT Asuransi Asei Indonesia
  110. Kilas Kinerja Performance Highlights i . j. Laporan Manajemen Management Reports harus dimuat dalam laporan penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik. Dalam hal DPS menilai terdapat kebijakan atau tindakan anggota Direksi yang terkait dengan hal-hal sebagaimana dimaksud yang tidak sesuai dengan Prinsip Syariah, DPS wajib meminta penjelasan kepada anggota Direksi atas kebijakan anggota Direksi yang tidak sesuai dengan Prinsip Syariah. Dalam hal Direksi menolak hasil penilaian DPS sebagaimana dimaksud, DPS wajib melaporkan secara lengkap dan komprehensif kepada Kepala Eksekutif dan ditembuskan kepada Direksi paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak penjelasan anggota Direksi diterima oleh DPS. k. Dalam hal Direksi menerima hasil penilaian DPS sebagaimana dimaksud, DPS meminta Direksi untuk melakukan perbaikan terhadap kebijakan atau tindakan anggota Direksi tersebut agar sesuai dengan Prinsip Syariah. l. Dalam hal anggota Direksi tidak melakukan perbaikan terhadap kebijakan atau tindakan sebagaimana dimaksud, DPS wajib segera melaporkan secara lengkap dan komprehensif kepada Kepala Eksekutif dan ditembuskan kepada Direksi paling lama 7 (tujuh) hari kerja sejak diketahui anggota Direksi tidak melakukan upaya perbaikan dimaksud. Profil Perusahaan Company Profile in the report on Good Corporate Governance implementation. i. In the event DPS assesses that there are policies or actions taken by the Board of Directors members related to matters that are in contrary to Sharia Principles, DPS is required to request clarification from the Board of Directors members on the policies taken by the Board of Directors members that are in contrary to Sharia Principles. j. In the event that the Board of Directors refuses results of the DPS assessment, DPS must report in full and comprehensively to the Chief Executive and sent to the Board of Directors no later than 7 (seven) working days after the Board of Directors members’ explanation is accepted by the DPS. k. In the event that the Board of Directors accepts the results of DPS assessment, DPS shall request the Board of Directors to make improvements to the policies or actions taken by the Board of Directors members to comply with Sharia Principles. l. In the event that a member of the Board of Directors does not revise to the said policy or action, DPS must immediately report in full and comprehensively to the Chief Executive CC to the Board of Directors no later than 7 (seven) working days since the date the Board of Directors member does not make the corrective action. Komposisi Dewan Komisaris Board of Commisioners Composition Kriteria Criteria Nama Name Jabatan Position Pendidikan Formal Terakhir dan Gelar Profesi Last Formal Education and Professional Titlei Untung Hadi Santosa Robert Tampubolon Komisaris Utama/ Komisaris Independen S2 Komisaris S2 Master’s degree President Commissioner/ Independent Commissioner Commissioner PT Asuransi Asei Indonesia Master’s degree Pengalaman Pekerjaan di Bidang Perasuransian Work Experience in Insurance Sector Ujian Kemampuan dan Kepatutan Fit and Proper Test 1. Administrasi Akuntansi / Accounting 26 Maret Administration - PT Asuransi Jasindo 2019/ March 2019 Indonesia (Persero) 2. Direktur Pemasaran Korporasi / Corporate Marketing Director 3. Plt. Direktur Utama / Acting President Director - PT Asuransi Jasindo Indonesia (Persero) 4. Komisaris Utama /President Commissioner - Asei 1. Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Perencanaan Strategik / Head of Risk Management and Strategic Planning Division 2. Komisaris / Commissioner Asei 110 21 Februari 2017 / February 2017 Tanggal Pengang- Masa katan oleh Jabatan RUPS Term of Kewarganegaraan 8 Februari 2019/ 5 Tahun/ Indonesia/ Indonesian Jakarta 17 November 2016 5 Tahun/ Indonesia/ Jakarta Date of Office Appointment by GMS February 2019 years years Nationality Indonesian Domisili Domicile Annual Report 2018
  111. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis S1 Kusnindar Amrizal Komisaris Bachelor’s degree Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner S1 Bachelor’s degree Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 1. Dewan Komisaris / Board of Commissioners - PT Reasuransi Internasional Indonesia 2. Dewan Komisaris / Board of Commissioners - PT Reasuransi Umum Indonesia (Persero) 3. Komisaris / Commissioner - Asei 21 Oktober 2014/ 17 November 2016 5 Tahun/ Indonesia/ Jakarta 21 Oktober 2014/ 17 November 2016 5 Tahun/ Indonesia/ Jakarta October 2014 1. Komisaris Independen / Independent Commissioner - PT PNM Tekno Syari'ah 2.Komisaris Independen / Independent Commissioner - Asei Laporan Keuangan Financial Statements October 2014 years years Indonesian Indonesian Direksi Board Of Directors 1. Tugas Direksi 1. Duties of the Board of Directors a. Direksi bertugas menjalankan segala tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar dan/atau Keputusan RUPS. b. Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal Pemegang Saham tidak dapat mengembalikan dividen interim. c. Dalam melaksanakan tugasnya, Direksi wajib mencurahkan tenaga, pikiran, perhatian dan pengabdiannya secara penuh pada tugas, kewajiban dan pencapaian tujuan Perseroan. d. Dalam melaksanakan tugasnya, anggota Direksi harus mematuhi Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran. e. Setiap anggota Direksi wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha Perseroan dengan mengindahkan perundang-undangan yang berlaku. f. Setiap anggota Direksi bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya untuk kepentingan dan usaha Perseroan, kecuali apabila anggota Direksi yang bersangkutan dapat membuktikan bahwa: Laporan Tahunan 2018 111 a. The Board of Directors has the duty to carry out all actions related to the management of the Company in the interests of the Company and in accordance with the Company’s purposes and objectives, and to represent the Company both inside and outside the Court with regard to all matters and events with restrictions stipulated in laws and regulations, Articles of Association and/ or GMS Decisions. b. The Board of Directors and the Board of Commissioners are jointly and severally responsible for any loss suffered by the Company in the event the Shareholders fail to return interim dividends. c. In carrying out its duties, the Board of Directors must devote their full energy, mind, attention and dedication to the duties, obligations and the Company’s objectives achievement. d. In carrying out its duties, members of the Board of Directors must comply with the Company’s Articles of Association and laws and regulations, and must implement the principles of professionalism, efficiency, transparency, independence, accountability, accountability and fairness. e. Each member of the Board of Directors must in good faith and full responsibility carries out duties for the interests and business of the Company with due regard to prevailing laws and regulations. f. Each member of the Board of Directors is fully responsible personally if he/she is found guilty or negligent in carrying out his/her duties for the interests and business of the Company, except if the said member of the Board of Directors can prove that: PT Asuransi Asei Indonesia
  112. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile 1 . 1. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya. 2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan; 3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang mengakibatkan kerugian; dan 4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut. g. Tindakan yang dilakukan oleh anggota Direksi di luar yang diputuskan oleh rapat Direksi menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan sampai dengan tindakan dimaksud disetujui oleh rapat Direksi. The loss is not due to an error or negligence. 2. Has carried out management in good faith and prudence for the interests of and in accordance with the purposes and objectives of the Company; 3. Do not have a conflict of interest, either directly or indirectly, in the management actions that result in losses; and 4. Has taken action to prevent the occurrence or continuation of the said loss. g. Actions taken by a member of the Board of Directors outside those decided by the Board of Directors meeting are the personal responsibility of the said member until the action is approved by the Board of Directors meeting. 2. Kewajiban Direksi 2. Obligations of the Board of Directors Direksi Asei memiliki kewajiban: a. Menjamin pengambilan keputusan yang efektif, tepat, dan cepat serta dapat bertindak secara independen, tidak mempunyai kepentingan yang dapat menganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas secara mandiri, dan kritis. b. Mematuhi ketentuan peraturan perundangundangan, anggaran dasar, dan peraturan internal lain dari Asei dalam melaksanakan tugasnya. c. Mengelola Asei sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. d. Memastikan pelaksanan dan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. e. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas nya kepada RUPS. f. Memastikan agar Asei memperhatikan kepentingan semua pihak, khususnya kepentingan pemegang polis, tertanggung, peserta, dan/atau pihak yang berhak memperoleh manfaaat. g. Memastikan agar informasi mengenai Asei diberikan kepada Dewan Komisaris dan DPS secara tepat waktu dan lengkap. h. Direksi Asei wajib menyelenggarakan rapat Direksi secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. i. Hasil rapat Direksi sebagaimana dimaksud di atas wajib dituangkan dalam risalah rapat Direksi dan didokumentasikan dengan baik. j. Perbedaaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam keputusan rapat Direksi wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah rapat Direksi disertai alasan perbedaaan pendapat (dissenting opinions). k. Anggota Direksi Asei yang hadir maupun yang PT Asuransi Asei Indonesia 112 Asei Board of Directors have the following obligations: a. Ensure effective, appropriate and fast decision making and can act independently, do not have interests that can interfere with their ability to carry out tasks independently and critically. b. Comply with prevailing laws and regulations, articles of association, and other internal regulations of Asei in carrying out their duties. c. Manage Asei in accordance with its authorities and responsibilities. d. Ensure implementation and application of Good Corporate Governance. e. Be accountable for their duties performance to the GMS. f. Ensure that Asei pays attention to the interests of all parties, especially the interests of policyholders, insured, participants, and/or parties entitled to benefit. g. Ensure that information about Asei is given to the Board of Commissioners and DPS in a timely and complete manner. h. Asei Board of Directors is required to hold a Board of Directors meeting at least 1 (one) time in 1 (one) month. i. Results of the Board of Directors meeting referred to above must be stated in the minutes of Board of Directors meeting and properly documented. j. Dissenting opinions occuring in the decision making of Board of Directors meetings must be clearly stated in the minutes of Board of Directors meeting by stating the reason for the dissenting opinions. k. Members of Asei Board of Directors who are Annual Report 2018
  113. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance tidak hadir dalam rapat Direksi berhak menerima salinan risalah rapat Direksi. l. m. n. o. p. q. Jumlah rapat Direksi yang telah diselenggarakan dan jumlah kehadiran masing-masing anggota Direksi Perusahaan Perasuransian harus dimuat dalam laporan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Wajib mengungkapkan mengenai kepemilikan sahamnya yang mencapai 5% (lima persen) atau lebih pada Perusahaan Perasuransian tempat anggota Direksi dimaksud menjabat dan/atau pada perusahaan lain yang berkedudukan di dalam dan di luar negeri. Hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan anggota Direksi lain, anggota Dewan Komisaris, anggota DPS, dan/atau pemegang saham atau yang setara Perusahaan Perasuransian tempat anggota Direksi dimaksud menjabat. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perusahaan Perasuransian memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pelestarian lingkungan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Menyusun Rancangan RKAP untuk setiap tahun buku, yang sekurang-kurangnya memuat: 1. Misi, sasaran usaha, strategi usaha, kebijakan perusahaan, dan program kerja/ kegiatan; 2. Anggaran Perseroan yang dirinci atas setiap anggaran program kerja/kegiatan; 3. Proyeksi keuangan Perseroan dan anak perusahaannya; 4. Program kerja Dewan Komisaris; dan 5. Hal-hal lain yang memerlukan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Menyusun Laporan Tahunan yang memuat sekurang-kurangnya: 1. Laporan keuangan yang terdiri atas sekurangkurangnya neraca akhir tahun buku yang baru lampau dalam perbandingan dengan tahun buku sebelumnya, laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas, berikut catatan atas laporan keuangan tersebut, serta laporan mengenai hak-hak Perseroan yang tidak tercatat dalam pembukuan antara lain sebagai akibat penghapusbukuan piutang 2. Laporan mengenai kegiatan Perseroan. 3. Laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, jika ada. Laporan Tahunan 2018 113 Laporan Keuangan Financial Statements present or not present at the Board of Directors meeting are entitled to receive a copy of the minutes of Board of Directors meeting. l. Total number of Board of Directors meetings held and total number of attendance of each member of the Board of Directors of Insurance Company must be included in the Good Corporate Governance implementation report. m. Must disclose share ownership that reach 5% (five percent) or above in the Insurance Company where the Board of Directors members are in office and/or in other companies domiciled at home and abroad. n. Must disclose financial relationship and family relationship with fellow members of the Board of Directors, members of the Board of Commissioners, members of the DPS, and/or shareholders or those equal of the Insurance Company where the Board of Directors members are in office. o. Ensure that the Insurance Company’s assets, and business premises, and facilities comply with prevailing legislation in the environmental preservation, occupational health and safety. p. Arrange the draft RKAP for each financial year, which at least contains: 1. Mission, business objectives, business strategies, company policies, and work programs / activities; 2. The Company’s detailed budget for each work program/activity 3. Financial projections of the Company and its subsidiaries; 4. Board of Commissioners work program; and 5. Other matters that require the decision of the General Meeting of Shareholders (GMS). q. Prepare an Annual Report that contains at least: 1. Financial statements consisting of at least the balance sheet at the end of the recent financial year in comparison with the previous financial year, income statement of the relevant financial year, cash flows statement, and report on changes in equity, along with notes to the financial statements, and a report regarding the rights of the Company which is not recorded in the bookkeeping due to, among others, write-off of the accounts. 2. Report on the Company’s activities. 3. Report on the implementation of Social and Environmental Responsibility, if any. PT Asuransi Asei Indonesia
  114. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports 4 . Rincian masalah yang timbul selama tahun buku yang mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan. 5. Laporan mengenai tugas pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris selama tahun buku yang baru lampau. 6. Nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. 7. Gaji dan tunjangan/fasilitas bagi anggota Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun yang baru lampau. 8.Direksi wajib melakukan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagaimana dimaksud pada ayat 4 Pasal ini dalam jangka waktu paling lambat 15 (lima belas) hari terhitung sejak tanggal permintaan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) diterima. r. Menyiapkan laporan berkala yang memuat pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. s. Menyampaikan laporan triwulanan kepada Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya periode triwulanan. t. Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha dan kegiatan Perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya. u. Menyiapkan pada waktunya Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), serta menyampaikan kepada Dewan Komisaris dan/ atau Pemegang Saham untuk mendapatkan pengesahan/persetujuan. v. Memberikan penjelasan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mengenai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). w. Membuat Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan Risalah Rapat Direksi. x. Membuat Laporan Tahunan sebagai wujud pertanggungjawaban pengurusan Perseroan, serta dokumen keuangan Perseroan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang tentang Dokumen Perusahaan. y. Menyusun Laporan Keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dan menyerahkan kepada Akuntan Publik untuk diaudit. z. Menyampaikan Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan kepada Rapat Umum PT Asuransi Asei Indonesia 114 Profil Perusahaan Company Profile 4. Details of problems arising during the financial year that affect the Company’s business activities. 5. Report on supervisory duties carried out by the Board of Commissioners during the recent financial year. 6. Name of members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners 7. Salaries and benefits/facilities for members of the Company’s Board of Commissioners for the past year. 8 The Board of Directors must call the General Meeting of Shareholders (GMS) as referred to in paragraph 4 of this Article within a period of no later than 15 (fifteen) days from the date the request for the General Meeting of Shareholders (GMS) is received. r. Prepare periodic reports containing the Company’s Work Plan and Budget implementation. s. Submit quarterly reports to the Board of Commissioners and/or Shareholders no later than 30 (thirty) days after the end of the quarterly period. t. Carry out and guarantee the implementation of the Company’s business and activities in accordance with the aims and objectives and business activities. u. Prepare the Company’s Long Term Plan (RJPP) and Corporate Work Plan and Budget (RKAP) in a timely manner, and submit to the Board of Commissioners and / or Shareholders for enactment/approval. v. Give an explanation to the General Meeting of Shareholders (GMS) regarding the Company’s Long Term Plan (RJPP) and the Company’s Work Plan and Budget (RKAP). w. Make Shareholders Register, Special Lists, Minutes of General Meeting of Shareholders (GMS), and Minutes of Board of Directors Meetings. x. Making Annual Reports as a manifestation of the responsibility for managing the Company, as well as the Company’s financial documents as referred to in the law concerning Company Documents. y. z. Prepare Financial Statements based on Financial Accounting Standards and submit to Public Accountants for auditing. Deliver Annual Reports including Financial Statements to the General Meeting of Annual Report 2018
  115. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis aa. ab. ac. ad. Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Pemegang Saham (RUPS) untuk disetujui dan disahkan, serta laporan mengenai hak-hak Perseroan yang tidak tercatat dalam pembukuan antara lain sebagai akibat penghapusan piutang Memberikan penjelasan kepada RUPS mengenai Laporan Tahunan. Menyampaikan Neraca dan Laporan Laba Rugi yang telah disahkan oleh RUPS kepada Menteri yang membidangi Hukum dan HAM sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menyampaikan laporan perubahan susunan Pemegang Saham, Direksi dan Dewan Komisaris kepada Menteri yang membidangi Hukum dan HAM. Memelihara Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Risalah Rapat Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen keuangan Perseroan. ae. Menyimpan di tempat kedudukan Perseroan: Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris dan Risalah Rapat Direksi, Laporan Tahunan dan dokumen keuangan Perseroan serta dokumen Perseroan lainnya. af. Menyusun sistem akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan berdasarkan prinsip-prinsip pengendalian intern, terutama fungsi pengurusan, pencatatan, penyimpanan, dan pengawasan. ag. Memberikan laporan berkala menurut cara dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta laporan lainnya setiap kali diminta oleh Dewan Komisaris dan/atau Pemegang Saham ah. Menyiapkan susunan organisasi Perseroan lengkap dengan perincian dan tugasnya. ai. Memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan atau yang diminta anggota Dewan Komisaris dan para Pemegang Saham. aj. Menyusun dan menetapkan blue print organisasi Perseroan. ak. Menjalankan kewajiban-kewajiban lainnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Anggaran Dasar ini dan yang ditetapkan oleh RUPS berdasarkan peraturan perundang-undangan. al. Meminta persetujuan RUPS untuk mengalihkan kekayaan Perseroan atau menjadikan jaminan utang kekayaan Perseroan yang merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) dari jumlah kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu) transaksi atau lebih, baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak. Laporan Tahunan 2018 115 aa. ab. ac. ad. ae. af. ag. ah. ai. aj. ak. al. Laporan Keuangan Financial Statements Shareholders (GMS) to be approved and ratified, as well as reports on the rights of the Company which are not recorded in bookkeeping due to, among others, elimination of accounts receivable. Provide an explanation to the GMS regarding the Annual Report. Deliver the Balance Sheet and Profit and Loss Report that has been ratified by the GMS to the Minister of Law and Human Rights in accordance with prevailing laws and regulations. Submit reports on changes in the composition of Shareholders, Board of Directors, and Board of Commissioners to the Minister of Law and Human Rights. Maintain the Shareholders Register, Special List, Minutes of GMS, Minutes of Board of Commissioners Meetings, and Minutes of Board of Directors Meetings, Annual Reports and financial documents of the Company. Store at the Company’s domicile: Shareholders Register, Special Register, Minutes of GMS, Minutes of Board of Commissioners Meetings and Minutes of Board of Directors Meetings, Annual Reports and financial documents and other documents of the Company. Arrange accounting systems in accordance with Financial Accounting Standards and based on the principles of internal control, especially the functions of management, recording, storage, and supervision. Provide periodic reports in a manner and time according to applicable regulations, as well as other reports whenever requested by the Board of Commissioners and/or Shareholders. Prepare the Company’s organizational structure completed with details and duties. Provide an explanation of all the matters asked or requested by the Board of Commissioners members and Shareholders. Arrange and determine the organization’s blue print. Carry out other obligations in accordance with the provisions stipulated in the Articles of Association and those stipulated by the GMS based on legislation. Request approval from the GMS to transfer the assets of the Company or pledge the Company’s wealth to secure loans amounting to more than 50% (fifty percent) of the Company’s net wealth in 1 (one) transaction or more, whether or not related to each other. PT Asuransi Asei Indonesia
  116. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Komposisi Direksi Board of Directors Composition Kriteria Criteria Nama Name Jabatan Position Pendidikan Formal Terakhir dan Gelar Profesi Last Formal Education and Professional Title Eko Supriyanto Hadi Direktur Utama President Director S2 Erickson Mangunsong Direktur Teknik dan Pemasaran Technical and Marketing Director S2 David Sy Plt . Direktur SDM dan Keuangan Acting Director of HR & Finance S2 Master’s degree Master’s degree Master’s degree Pengalaman Pekerjaan di Bidang Perasuransian Work Experience in Insurance Sector Ujian Kemampuan dan Kepatutan Fit and Proper Test Tanggal Pengang- Masa katan oleh Jabatan RUPS Term of Date of Office Appointment by GMS Kewarganegaraan Nationality Domisili Domicile 1. Kepala Bagian Finance & 15 Maret Accounting / Finance & Accounting 2019/ Department Head - PT Reasuransi March 2019 Indonesia Utama (Persero) 2. Kepala Divisi Finance / Finance Division Head - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) 3. Direktur Keuangan & SDM / Finance & HR Director - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) 8 Februari 2019/ 5 Tahun/ Indonesia/ Jakarta 1. Kepala Bagian Underwriting Properti, Minyak & Gas / Property, Oil & Gas Underwriting Division Head - PT Asuransi Astra Buana 2. Executive Director - PT Adonai Pialang Reasuransi 3. Komisaris / Commissioner - PT Independen Pialang Asuransi 16 Mei 2019/ 8 Februari 2019/ 5 Tahun/ Indonesia/ Jakarta Dalam Proses/ 1 Juli 2019/ 5 Tahun/ Indonesia/ Jakarta 1. Kepala Departemen Pengelolaan Utang Piutang, Divisi Pengelolaan Dana / Accounts Receivable/ Payable Management Department Head, Fund Management Division - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero); 2. Finance Division Head - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Years Indonesian February 2019 May, 2019 February 2019 On-going process July, 2019 Years Years Indonesian Indonesian Rangkap jabatan Direksi dan Dewan Komisaris Concurrent Position of the Board of Directors and the Board of Commissioners 1. Direksi 1. The Board of Directors Posisi di Perusahaan Posisi di Perusahaan Lain Nama Perusahaan Lain dimaksud Name of the Other Company Line of Business Eko Supriyanto Hadi Direktur Utama -- -- -- Erickson Mangunsong Direktur Teknik dan Pemasaran -- -- -- David Sy Plt. Direktur SDM dan Keuangan -- -- -- Nama Name Position in the Company President Director Position in Other Companies Bidang Usaha Technical and Marketing Director Acting Director of HR & Finance PT Asuransi Asei Indonesia 116 Annual Report 2018
  117. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance 2. Dewan Komisaris 2. Dewan Komisaris Posisi di Perusahaan Lain Nama Perusahaan Lain dimaksud Name of the Other Company Line of Business Komisaris Utama/ Komisaris Independen -- -- -- Robert Tampubolon Komisaris -- -- -- Kusnindar Komisaris -- -- -- Amrizal Komisaris Independen -- -- -- Nama Name Untung Hadi Santosa Posisi di Perusahaan Laporan Keuangan Financial Statements Position in the Company Position in Other Companies Bidang Usaha President Commissioner / Independent Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Penilaian Sendiri (Self Assessment) atas Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Self Assessment on the Implementation of Good Corporate Governance (GCG) Pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) pada Asei diterapkan secara menyeluruh pada setiap organ perusahaan. Penerapan GCG merupakan wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan penciptaan citra perusahaan yang baik (Good Corporate Image). Dalam rangka menjaga dan meningkatkan perbaikan atas penerapan GCG, Perseroan senantiasa melakukan self-assessment GCG yang pelaksanaannya didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.73/POJK.05/2016 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Perasuransian. The implementation of Good Corporate Governance in Asei is applied thoroughly in every organ of the Company. GCG implementation is a manifestation of the Company’s commitment to improve performance and the creation of a Good Corporate Image. In order to safeguard and improve the implementation of GCG, the Company always conducts GCG self-assessment, of which the implementation is based on the Financial Services Authority Regulation No. 73/POJK.05/2016 concerning Good Corporate Governance for Insurance Companies. Pelaksanaan self assessment untuk penerapan GCG tahun 2017 dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh mengenai kondisi penerapan GCG di Perseroan. Self-Assessment GCG dilaksanakan oleh tim pelaksana (internal perusahaan) dengan membandingkan capaian penerapan praktik-praktik GCG pada masingmasing aspek. Berdasarkan hasil pengukuran penerapan Self assessment for GCG implementation in 2017 was carried out to obtain a comprehensive picture of GCG implementation in the Company. GCG Self-Assessment was conducted by the implementation team (internal company) by comparing the achievement of GCG practices in each aspect. Based on measurement results of GCG practices implemented, the Company’s GCG implementation in 2018 Laporan Tahunan 2018 117 PT Asuransi Asei Indonesia
  118. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports praktik-praktik GCG perusahaan yang telah dilakukan , maka kondisi penerapan GCG perusahaan tahun 2018 mencapai predikat kategori “Baik” dengan total skor 85,91 dengan capaian pada masing-masing aspek sebagai berikut: No Profil Perusahaan Company Profile reached the predicate of “Good” category with a total score of 85.91 with achievements in each aspect as follows: Aspek Pengujian/Indikator Bobot Assessment Aspect/Indicator Capaian Weight Achievement I. Etika Bisnis dan Pedoman Perilaku Business Ethics and Code of Conduct 20% 17,78 II. Organ Perusahaan Company’s Organs 10% 9,20 III. Pemegang Saham Shareholders 10% 7,80 IV. Pemangku Kepentingan Stakeholders 10% 8.80 V. Praktik-Praktik Usaha yang Sehat Sound Business Practices 40% 32,30 VI. Pernyataan Penerapan Pedoman GCG Statement of Code of GCG Implementation 10% 10,00 100% 85,91 Jumlah Total Kebijakan Remunerasi Bagi Dewan Komisaris Dan Rapat Gabungan Dewan Komisaris Dengan Direksi Remuneration Policy for the Board of Commissioners and Joint Meeting of the Board of Commissioners and the Board of Directors Penerapan kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi anggota Direksi, Dewan Komisaris dapat dijelaskan sebagai berikut: Application of policy on remuneration and other facilities for members of the Board of Directors and the Board of Commissioners can be explained as follows: a. Pengungkapan mengenai kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris 1. Remunerasi dalam bentuk non natura, termasuk gaji dan penghasilan tetap lainnya, antara lain tunjangan (benefit), kompensasi berbasis saham, tantiem dan bentuk remunerasi lainnya yang diterima Direksi dan Dewan Komisaris ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri BUMN No: PER04/MBU/2014 tanggal 10 Maret 2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN. a. Disclosure of policy on remuneration and other facilities for members of the Board of Directors and Board of Commissioners 1. Remuneration in the form of non in-kind, including salaries and other fixed income, including benefits, share-based compensation, tantiem and other forms of remuneration received by the Board of Directors and Board of Commissioners based on SOE Minister Regulation No: PER-04/MBU/2014 dated March 10, 2014 concerning Guidelines for Determining Remuneration of the Board of Directors, the Board of Commissioners, and Supervisory Board of SOEs. PT Asuransi Asei Indonesia 118 Annual Report 2018
  119. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Fasilitas lain dalam bentuk natura/non natura yaitu penghasilan tidak tetap lainnya, termasuk tunjangan untuk perumahan, transportasi, asuransi kesehatan dan fasilitas lainnya yang diterima Direksi dan Dewan Komisaris; PER04/MBU/2014 tanggal 10 Maret 2014 tentang Pedoman Penetapan Penghasilan Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas BUMN Laporan Keuangan Financial Statements Other in-kind/non in-kind facilities in the form of other non-permanent income, including allowances for housing, transportation, health insurance and other facilities received by the Board of Directors and the Board of Commissioners; PER04/ MBU/2014 dated March 10, 2014 concerning Guidelines for Determining Remuneration of the Board of Directors, the Board of Commissioners, and Supervisory Board in SOEs. b. Pengungkapan paket atau kebijakan remunerasi dalam 1 (satu) tahun Paket atau kebijakan remunerasi dan fasilitas lain bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang ditetapkan Rapat Umum Pemegang Saham. 1. Paket remunerasi dan fasilitas Direksi, terdiri dari: a. Gaji b. Tunjangan Hari Raya, Tunjangan Perumahan dan Asuransi Purnajabatan c. Fasilitas kendaraan, fasilitas kesehatan dan fasilitas bantuan hukum d. Tantiem/insentif kerja b. Disclosure of packages or remuneration policies in 1 (one) year Package or remuneration policy and other facilities for members of the Board of Directors and Board of Commissioners determined by the General Meeting of Shareholders. 1. Remuneration and facilities package for the Board of Directors, consisting of: a.Salary b. Holiday Allowances, Housing Allowances and Full-time Insurance c. Vehicle facilities, health facilities and legal aid facilities d. Tantiem/work incentives 2. Paket remunerasi dan fasilitas Dewan Komisaris, terdiri dari: a. Honorarium b. Tunjangan Hari Raya, Tunjangan Transportasi dan Asuransi Purnajabatan c. Fasilitas Kesehatan dan fasilitas bantuan hukum d. Tantiem/insentif kinerja 2. Remuneration and facilities package for the Board of Commissioners, consisting of: a.Honorarium b.Holiday Allowances, Transportation Allowances and Full-time Insurance c. Health facilities and legal aid facilities Jenis remunerasi dan fasilitas lain bagi seluruh anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah paling sedikit mencakup jumlah anggota Direksi, jumlah anggota Dewan Komisaris, dan jumlah seluruh kebijakan remunerasi dan fasilitas lain sebagaimana dimaksud dalam butir 1 (satu). The types of remuneration and other facilities for all members of the Board of Directors, Board of Commissioners, and Sharia Supervisory Board include at least the total number of the Board of Directors members, the total number of the Board of Commissioners members, and the total remuneration policies and other facilities as referred to in point 1 (one). Laporan Tahunan 2018 d. Tantiem/performance incentives 119 PT Asuransi Asei Indonesia
  120. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Pengungkapan Hubungan Afiliasi Antara Anggota Direksi , Dewan Komisaris, Dan Pemegang Saham Utama Disclosure of Affiliate Relationship Between Members of the Board of Directors, Board of Commissioners and Ultimate Shareholder Hubungan Keluarga Dengan Family Relationship with Hubungan Keuangan Dengan Financial Relationship with Hubungan Bisnis Dengan Business Relationship with Nama Name Komisaris Direksi Komisaris Direksi Komisaris Direksi Ya Yes Tdk No Ya Yes Tdk No Ya Yes Tdk No BOC BOD BOC BOD BOC Keterangan (Bila ada Hubungan Kekeluargaan, Keuangan, Bisnis & Relasi) Remarks (If there are Family, Financial, Business & Relationships) BOD Untung Hadi Santosa X X X Robert Tampubolon X X X Kusnindar X X X Amrizal X X X Eko Supriyanto Hadi X X X Erickson Mangunsong X X X David Sy X X X Komite Audit Audit Committee Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris Asei Nomor: KEP-03/DK-ASEI/IX/2015 tentang Pengangkatan Anggota-Anggota Komite Audit Asei dan dilaporkan kepada RUPS/Pemegang Saham. The Audit Committee members are appointed and dismissed by the Board of Commissioners based on Asei Board of Commissioners’ Decision Letter No. KEP-03/ DK-ASEI/IX/2015 concerning Appointment of Asei Audit Committee Members and the appointment is reported to the GMS / Shareholders. Profil Komite Audit Profile of the Audit Committee Amrizal Komisaris Indepenen dan Ketua Komite Audit Independent Commissioner and Chairman of Audit Committee Lahir di Padang pada tahun 1964. Menyelesaikan pendidikan S1 di IAI Al Aqidah Jurusan Penyiaran Islam pada tahun 2006, dan memulai karir pada tahun 2004 sebagai pembina pada Program Pembinaan dan Pelatihan PT Asuransi Asei Indonesia Born in Padang, 1964. He completed his Bachelor’s degree in IAI Al Aqidah majoring in Islamic Broadcasting in 2006. He started his career in 2004 as Coach in the development and training program for microeconomics development in 120 Annual Report 2018
  121. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Pengembangan Ekonomi Mikro di Yayasan Al-Amin Dharma Mulia di Lembaga Keuangan Mikro Syariah Al Amin (LKMS). Pada tahun 2008 bertugas di Yayasan Al Amin Dharma Mulia sebagai Ketua Umum, dan terakhir menjabat sebagai Komisaris Independen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Tekno Syari’ah khusus dibidang pembiayaan usaha kecil dan mikro. Pada tahun 2014 sampai dengan saat ini dipercaya sebagai Komisaris Independen Asei. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit Asei sesuai Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-01/DK-ASEI/1/2015 tanggal 28 Januari 2015 tentang Pengangkatan Anggotaanggota Komite Audit Asei. Laporan Keuangan Financial Statements Yayasan Al-Amin Mulia Dharma (Lembaga Keuangan Mikro Syariah Al Amin/LKMS). In 2008 he served as Chairman of Yayasan Al Amin Mulia Dharma, and lastly he served as an independent commissioner in PT PNM Tekno Syari’ah especially in the field of micro and small enterprise financing. Since 2014 to date he has been entrusted as Independent Commissioner of Asei.From 2014 until now he is trusted as Independent Commissioner of Asei. He also served as Chairman of Asei Audit Committee in accordance with the Board of Commissioners Decision Letter No. KEP01/DK-ASEI/1/2015 dated January 28, 2015 concerning Appointment of Members of Asei Audit Committee. Budi Rahayu Anggota Komite Audit Member of Audit Committee Lahir di Jakarta dan menyelesaikan pendidikan pascasarjana Universitas Indonesia pada tahun 2003 dan memperoleh gelar Akuntan Negara di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun 1994 dan saat ini juga memiliki sertifikat Chartered Accountant dan Certified Public Accountant. Beliau telah berpengalaman dalam bidang audit dengan pernah menjadi Audit Partner di Kanaka Puradiredja, Suhartono, Public Accountant, Tax and Business Advisory Services dari tahun 2000 sampai dengan 2013. Beliau juga pernah menjabat sebagai Finance Director APEC CEO Summit 2013 – ABAC Indonesia dan menjadi Technical Advisor Kanaka Puradiredja, Suhartono, Public Accountant, Tax and Business Advisory Services pada tahun 2014. Selain itu, beliau juga berprofesi sebagai pengajar di Universitas. Beliau menjabat sebagai Komite Audit Asei sesuai Keputusan Dewan Komisaris No. KEP-03/DKASEI/ IX/2015 tanggal 1 September 2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota Komite Audit Asei. Born in Jakarta and completed postgraduate education at the University of Indonesia in 2003 and obtained the title of State Accountant at Sekolah Tinggi Akuntansi Negara or Indonesian State College of Accountancy in 1994 and currently also has a Chartered Accountant and Certified Public Accountant certificates. He has experience in the audit area by serving as Audit Partner at Kanaka Puradiredja, Suhartono Public Accountant, Tax and Business Advisory Services from 2000 to 2013. He also served as Finance Director of APEC CEO Summit 2013 - ABAC Indonesia and became Technical Advisor at Kanaka Puradiredja, Suhartono, Public Accountant, Tax and Business Advisory Services in 2014. In addition, he is also a lecturer at University. He served as the Asei Audit Committee member according to the Board of Commissioners Decision Letter No. KEP-03 /DKASEI/IX / 2015 dated September 1, 2015 concerning Dismissal and Appointment of Members of Asei Audit Committee. Kualifikasi Pendidikan dan Pengalaman Kerja Anggota Komite Audit Educational Qualifications and Work Experience of Audit Committee Members Anggota Komite Audit memiliki keahlian sesuai, latar belakang pendidikannya masing-masing, antara lain sebagai berikut: 1. Sdr. Amrizal ahli dalam bidang keuangan dan asuransi mikro syariah 2. Sdr. Budi Rahayu ahli dalam bidang Akuntansi Audit Committee members have their own appropriate expertise and educational backgrounds, including the following: 1. Amrizal is an expert in Islamic finance and micro insurance 2. Budi Rahayu is an expert in Accounting Laporan Tahunan 2018 121 PT Asuransi Asei Indonesia
  122. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Independensi Komite Audit Independence of the Audit Committee Seluruh anggota Komite Audit merupakan anggota yang independen , berasal dari luar perusahaan, tidak terkait dengan Direksi maupun Pemegang Saham, bersifat mandiri baik dalam pelaksanaan tugasnya maupun dalam pelaporan, serta bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. All members of the Audit Committee are independent members, come from outside the company, not related to the Board of Directors or Shareholders, independent both in carrying out their duties and in reporting, and are directly responsible to the Board of Commissioners. Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit Description of the Audit Committee’s Duties and Responsibilities Fungsi dan tanggung jawab Komite Audit dapat disampaikan sebagai berikut: 1. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan ole Satuan Pengawasan Intern maupun Auditor Eksternal sehingga dapat dicegah pelaksanaan dan pelaporan yang tidak memenuhi standar. 2. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen perusahaan serta pelaksanaannya. 3. Memastikan bahwa telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap informasi yang dikeluarkan Asei, termasuk brosur, Laporan Keuangan berkala, proyeksi, informasi keuangan yang disampaikan kepada Pemegang Saham, dan lain-lain. 4. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris sepanjang masih dalam lingkup tugas dan kewajiban Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 6. Memiliki kewajiban untuk melaporkan segera hasil evaluasi yang dilakukan kepada Dewan Komisaris. The functions and responsibilities of the Audit Committee are as follows: 1. Assess the implementation of activities and results of audits conducted by Internal Audit Unit and External Auditor so that they can be prevented from implementing and reporting that do not meet the standards. 2. Provide recommendations on improving the Company’s management control system and its implementation. Laporan Singkat Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit Brief Report on the Implementation of Audit Committee Activities Kegiatan yang dilaksanakan oleh Komite Audit sepanjang tahun 2018, antara lain sebagai berikut: 1. Analisa kinerja perusahaan 2. Rapat internal Dewan Komisaris 3. Memberi nasihat/saran kepada Direksi 4. Monitoring tindak lanjut hasil/temuan Audit Internal/ Eksternal 5. Kunjungan kerja ke Kantor Cabang/Pemasaran 6. Pengarahan kepada seluruh peserta Raker 7. Menyusun dan menyampaikan program kerja tahunan dan penetapan KPI 8. Menyampakan laporan/pendapat/saran kepada Pemegang Saham 9. Menyampaikan laporan tentang tugas pengawasan 10. Melaksanakan program pengenalan dan peningkatan kompetensi Dewan Komisaris Activities carried out by the Audit Committee throughout 2018 include the following: 1. Analysis of company’s performance 2. Internal meeting of the Board of Commissioners 3. Give advice/suggestion to the Board of Directors 4. Monitor the follow-up of results/findings of Internal/ External Audit 5. Work visits to Branch Offices/Marketing Offices 6. Briefing to all participants of the working meeting 7. Compile and submit annual work program and KPI stipulation 8. Submit reports/opinions/suggestions to Shareholders PT Asuransi Asei Indonesia 3. Ensure that there are satisfactory review procedures for information issued by Asei, including brochures, periodic Financial Statements, projections, financial information submitted to Shareholders, and others. 4. Identify matters that require the attention of the Board of Commissioners. 5. Carry out other duties given by the Board of Commissioners provided that they are within the scope of duties and obligations of the Board of Commissioners based on the applicable legislation. 6. Have the obligation to immediately report results of the evaluation to the Board of Commissioners. 9. Submit reports on supervisory duties 10. Conduct the Board of Commissioners’ competence development program 122 Annual Report 2018
  123. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Komite-Komite Lain Dibawah Dewan Komisaris Other Committees Under The Board Of Commissioners Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite Audit yang Dibentuk oleh Dewan Komisaris, terdiri atas: The Committees under the Board of Commissioners consist of: Struktur Komite Structure of the Committees A. Komite Audit Keanggotaan Komite Audit : Ketua : Sdr. Untung Hadi Santosa Anggota : Sdri. Budi Rahayu A. Audit Committee Audit Committee Membership : Chairman : Sdr. Untung Hadi Santosa Member : Sdri. Budi Rahayu B. Komite Pemantau Risiko Keanggotaan Komite Pemantau Risiko : Ketua : Sdr. Robert Tampubolon Anggota : Sdr. Maman Hermansyah B. Risk Monitoring Committee Risk Monitoring Committee Membership : Chairman : Sdr. Robert Tampubolon Member : Sdr. Maman Hermansyah Tugas dan Tanggung Jawab Komite Duties and Responsibilities of the Committees A. Komite Audit 1. Menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern maupun Auditor Ekternal sehingga dapat dicegah pelaksanaan dan pelaporan yang tidak memenuhi standar. 2. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen Perusahaan serta pelaksanaannya. 3. Memastikan bahwa telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap informasi yang dikeluarkan Asei, termasuk brosur, Laporan Keuangan berkala, proyeksi, informasi keuangan yang disampaikan kepada Pemegang Saham, dan lain-lain. 4. Mengindentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris. 5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Dewan Komisaris sepanjang masih dalam lingkup tugas dan kewajiban Dewan Komisaris berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 6. Memiliki kewajiban untuk melaporkan segera hasil evaluasi yang dilakukan kepada Dewan Komisaris. A. B. Komite Pemantau Risiko 1. Membuat rencana kerja tahunan Komite Pemantau Risiko yang diselaraskan dengan rencana kerja tahunan Divisi Manajemen Risiko perusahaan yang dikelola oleh Direksi. 2. Melakukan kajian berkala atas efektivitas B. Risk Monitoring Committee 1. Create an annual work plan for Risk Monitoring Committee that is aligned with the annual work plan of the Company’s Risk Management Division managed by the Board of Directors. 2. Conduct periodic reviews of the effectiveness Laporan Tahunan 2018 Audit Committee 1. Assess the implementation of audit activities and results of audit conducted by Internal Audit Unit and External Auditor in order to prevent implementation and reporting that do not meet the standards. 2. Provide recommendations on improving the Company’s management control system and its implementation. 3. Ensure that there are satisfactory review procedures for information issued by Asei, including brochures, periodic Financial Statements, projections, financial information submitted to Shareholders, and others. 4. Identify matters that require the attention of the Board of Commissioners. 5. Perform other duties given by the Board of Commissioners provided that they are within the scope of duties and obligations of the Board of Commissioners pursuant to prevailing laws and regulations. 6. Have an obligation to immediately report results of the evaluation to the Board of Commissioners. 123 PT Asuransi Asei Indonesia
  124. Kilas Kinerja Performance Highlights 3 . 4. 5. 6. 7. Laporan Manajemen Management Reports Manajemen Investasi dan pengurusan perusahaan dari aspek manajemen risiko sebagai bahan pendapat Dewan Komisaris. Melakukan evaluasi atas perencanaan pengurusan Perusahaan (RJPP/RKAP) dan tingkat risikonya dan melakukan pemantauan pelaksanaan dan analisa hasil pengurusan perusahaan. Melakukan evaluasi atas perencanaan investasi dan tingkat risiko yang oleh Direksi dimintakan persetujuan atau tanggapan tertulis dari Dewan Komisaris, kemudian melakukan pemantauan pelaksanaan investasi dan analisis hasil investasi. Menyediakan bahan rujukan dan informasi untuk keperluan Dewan Komisaris terkait pengelolaan investasi dan risiko usaha. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Dewan Komisaris yang terkait dengan investasi dan risiko usaha. Melaporkan hasil-hasil kerja Komite kepada Dewan Komisaris PT Asuransi Asei Indonesia 124 3. 4. 5. 6. Profil Perusahaan Company Profile of Investment Management and Company’s management in terms of risk management aspects as material for f the Board of Commissioners’ opinion. Evaluate Company’s management planning (RJPP / RKAP) and the risk level and monitor the implementation and analysis of results of the Cpompany’s management. Evaluate investment planning and the risk level requested by the Board of Directors for the Board of Commissioners’ written approval or response, and then monitor the implementation of investments and analize the investment results. Provide reference materials and information for the needs of the Board of Commissioners related to investment management and business risk. Carry out other duties given by the Board of Commissioners related to investment and risks. 7. Report results of the Committee’s duty implementation to the Board of Commissioners Annual Report 2018
  125. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Frekuensi Rapat Tahun 2018 2018 Meeting Frequency 1. Board of Director Meeting 1. Rapat Direksi Jumlah Rapat (43 kali rapat) Total Meetings (43 times) Jabatan Nama No Jumlah Kehadiran Name Total Attendances Position Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Media Elektronik Lainnya Fisik Physical 1 Riduan Simanjuntak % Kehadiran Teleconferencing/Video Conference/ Other Electronic Media Facilities Attendance % Plt. Direktur Utama 42 Record 97% 2 M. Syamsudin Cholid Direktur Pengembangan 43 Record 100% 3 Eva Jorita Direktur Keuangan 41 Record 95% 4 Yunisyaaf Y. Arief Direktur Operasional 40 Record 93% 2. Board of Commissioners Meeting 2. Rapat Dewan Komisaris Jumlah Rapat (12 kali rapat) Total Meetings (12 times) Nama No Name Jumlah Kehadiran Jabatan Total Attendances Position Fisik Physical Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Media Elektronik Lainnya Teleconferencing/Video Conference/ Other Electronic Media Facilities % Kehadiran Attendance % 1 Bambang Sabariman Komisaris Utama 6 Record 50% 2 Robert Tampubolon Komisaris 12 Record 100% 3 Kusnindar Komisaris 12 Record 100% 4 Amrizal Komisaris Independen 12 Record 100% 3. Rapat Dewan Komisaris dengan Direksi 3. Board of Commissioners and Director Meeting Jumlah Rapat (6 kali rapat) Total Meetings (6 times) No No Nama Name Nama Jumlah Kehadiran Jabatan Total Attendances Jumlah Rapat (12 kali rapat) Position Jabatan Fisik Physical Fisik Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Media Jumlah Kehadiran Elektronik Lainnya Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Teleconferencing/Video Conference/ Other Electronic Media Facilities Lainnya Media Elektronik % Kehadiran % %Attendance Kehadiran I Dewan Komisaris 1 Bambang Sabariman Komisaris Utama 6 Record 50% 2 Kusnindar Komisaris 12 Record 100% 3 Amrizal Komisaris 12 Record 100% 4 Robert Tampubolon Komisaris 12 Record 100% 5 Mirawati Sekretaris Dekom 11 Record 92% 6 Budi Rahayu Anggota Komite Audit 10 Record 83% 7 Maman Hermansyah Anggota Pemantau Risiko 10 Record 83% 1 Riduan Simanjuntak Plt. Direktur Utama 11 Record 92% 2 M. Syamsudin Cholid Direktur 12 Record 100% 3 Eva Jorita Direktur 11 Record 92% 4 Yunisyaaf Y Arief Direktur 12 Record 100% II Direksi Laporan Tahunan 2018 125 PT Asuransi Asei Indonesia
  126. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile 4 . Sharia Supervisory Board Meeting 4. Rapat Dewan Pengawas Syariah Jumlah Rapat (6 kali rapat) Total Meetings (6 times) Name No 1 Jabatan Nama No Nama Prof. D. H. Hasanuddin AF, MA 2 Amin Musa, SE Jumlah Kehadiran Total Attendances Jumlah Rapat (6 kali rapat) Position Jabatan Fisik Physical Fisik Telekonferensi / VideoKehadiran konferensi/ Sarana Media Jumlah Elektronik Lainnya Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Teleconferencing/Video Conference/ Other Electronic Media Media Elektronik Facilities Lainnya % Kehadiran % %Attendance Kehadiran Ketua DPS 5 Record 83% Anggota DPS 3 Record 50% 5. Audit Commitee Meeting 5. Rapat Komite Audit Jumlah Rapat (12 kali rapat) Total Meetings (12 times) Jabatan Nama No Jumlah Kehadiran Name Total Attendances Position Fisik Physical % Kehadiran Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Media Elektronik Lainnya Attendance % Teleconferencing/Video Conference/ Other Electronic Media Facilities 1 Amrizal Ketua 10 Record 83% 2 Budi Rahayu Anggota 10 Record 83% 6. Risk Monitoring Committee Meeting 6. Rapat Komite Pemantau Risiko Jumlah Rapat (12 kali rapat) Total Meetings (12 times) No No Nama Jabatan Nama Jabatan Name Jumlah Kehadiran Jumlah Rapat (12 kali rapat) Total Attendances Position Fisik Physical Fisik Jumlah Telekonferensi / VideoKehadiran konferensi/ Sarana Media Elektronik Lainnya Telekonferensi / Video konferensi/ Sarana Teleconferencing/Video Conference/ Other Electronic Media Media Elektronik Facilities Lainnya % Kehadiran %Attendance Kehadiran % 1 Robert Tampubolon Ketua 10 Record 83% 2 Maman Hermasyah Anggota 10 Record 83% PT Asuransi Asei Indonesia 126 Annual Report 2018
  127. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Sekretaris Perusahaan memiliki peran yang sangat strategis dalam pelaksanaan Good Corporate Governance, antara lain untuk mendorong Perseroan dalam menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan/ kewajaran. Selain itu Sekretaris Perusahaan juga berperan sebagai juru bicara Perseroan dalam menjelaskan, menjawab, dan memberikan informasi yang relevan kepada pihak-pihak terkait, serta mendorong kepatuhan Perseroann terhadap peraturan perundang-perundangan. Sekretaris Perusahaan bertindak sebagai pejabat penghubung (liaison officer) dengan Pemegang Saham. Corporate Secretary plays a strategic role in GCG implementation. This role includes helping to encourage the implementation of transparency, accountability and fairness principles. Additionally, Corporate Secretary acts as a speaker for the Company in explaining, responding, and providing relevant information to related parties, as well as encouraging the Company’s compliance with the prevailing law and regulations. Corporate Secretary also acts as a liaison officer with the shareholders. Adapun tugas dan fungsi Sekretaris Perusahaan adalah berikut: a. Mengikuti perkembangan industri perasuransian dan perbankan khususnya dengan ketentuan-ketentuan yang berkaitan langsung dan tidak langsung dengan produk-produk Asei. b. Menjalin dan memelihara hubungan dengan pihakpihak regulator di bidang perasuransian, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan pihak-pihak lainnya untuk memperoleh informasi yang relevan dalam rangka memberikan masukan kepada Direksi untuk menyusun strategi dan mengembangkan produk. c. Membuat analisis dan memberikan opini hukum atas masalah-masalah yang berkaitan dengan litigasi dan kerjasama dengan pihak ketiga. d. Memberikan masukan-masukan kepada Direksi mengenai pengembangan organisasi perusahaan termasuk pengembangan kantor cabang dan kantor pemasaran. e. Menyelenggarakan rapat-rapat kerja untuk mereview kinerja perusahaan, kinerja kantor cabang dan kantor pemasaran, serta unit-unit kerja lainnya termasuk dalam hal produk, biaya operasional, dan produktivitas pegawai. f. Menatausahakan serta menyimpan dokumen perusahaan termasuk tetapi tidak terbatas pada Daftar Pemegang Saham, Daftar Khusus, Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Risalah Rapat Dewan Komisaris, Risalah Rapat Direksi, dan dokumen perseroan lainnya. g. Bertugas sebagai Ketua Komite KP5 (Komite Pemantauan Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku) h. Asei telah menunjuk Bapak Tranggana Nadir sebagai Kepala Sekretaris Perusahaan sesuai Surat Keputusan Direksi Nomor 04/002/SKD.KE/SDM tanggal 06 Januari 2017. The roles and functions of Corporate Secretary are to: Laporan Tahunan 2018 a. Keep abreast of the development in the insurance and banking industries, especially the provisions which directly and indirectly related to Asei products. b. Nurture the relationship with the regulators in the insurance industry, OJK, Bank Indonesia, and other parties to gain relevant information so that the Corporate Secretary can give inputs to the Board of Directors which can help the Board in formulating strategies and developing products. c. Make analysis and give legal opinions on matters related to litigation and cooperation and partnership with a third party. d. Provide inputs to the Board of Directors about matters related to the development of the organization, including the development of branch and marketing offices. e. Organize work meetings to review the Company’s performance, the performance of branch and marketing offices, and other work units for matters related to products, operational costs, and the employees’ productivity. f. Manage and store corporate documents, including but not limited to the Shareholder List Special List, minutes of the GMS, minutes of BOC meetings, minutes of BOD meetings and other corporate documents. g. Act as Chairman of the Code of Conduct Implementation and Enforcement Monitoring Committee (“KP5”) h. Asei has appointed Tranggana Nadir as the Corporate Secretary based on the Decision Letter of Board of Directors No.04/002/SKD.KE/SDM dated January 06, 2017. 127 PT Asuransi Asei Indonesia
  128. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Satuan Pengawasan Intern (SPI) Internal Audit Unit Satuan Pengawasan Intern (SPI) merupakan unit kerja Perseroan yang melaksanakan kegiatan assurance dan konsultasi (consultative management) yang independen dan obyektif dengan tujuan memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi Perseroan, serta membantu Perseroan untuk mencapai tujuannya melalui suatu pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, pengendalian, proses tata kelola, dan implementasi etika bisnis. Internal Audit Unit (“SPI”) is the Company’s work unit tasked to perform independent and objective assurance activities and consultative management with the objective of providing added value to and improve the Company’s operational activities, and helping the Company achieves its objectives by the use of a systematic and organized approach to evaluate and improve the effectiveness of risk management, control, governance process and the implementation of business ethics. Ruang Lingkup Pekerjaan Satuan Pengawasan Intern Scope of Work of Internal Audit Unit (SPI) Pengujian dan evaluasi ketepatan dan efektivitas sistem pengendalian intern Perseroan: a.Review aplikasi dan efektivitas prosedur manajemen risiko dan metodologi penilaian risiko operasi dan aktivitas Perseroan. b.Review sistem informasi manajemen dan finansial, termasuk sistem informasi elektronik. Mereview keakuratan dan keandalan catatan akuntansi dan Laporan Keuangan/operasional. c. Pengujian transaksi dan keberfungsian prosedur pengendalian intern spesifik berbagai unit kerja baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Cabang/Pemasaran. d. Evaluasi kepatuhan kepada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan dan prosedur yang ditetapkan manajemen. e. Evaluasi efektivitas kebijakan dan prosedur yang berlaku dan memberikan rekomendasi bagi perbaikan. Testing and evaluating the accuracy and effectiveness of the internal control system. a. Review the application and the effectiveness of the risk management procedures and the methodology of the operational risk assessment and the Company’s activities. b. Review the management and financial information system, including the electronic information system. Reviewing the accuracy and reliability of the accounting statement and financial/operational reporting/statement. c. Test the transactions and the functioning of internal control procedures specific for various work units both in the head office and in the branch/marketing offices. d. Evaluate the compliance with the prevailing law and regulations and policies and procedures set by the management. e. Evaluate the effectiveness of the prevailing policies and procedures and giving recommendation for improvement. f. Identify opportunities for cost saving and giving recommendations for cost effective improvement. f. Pengidentifikasian kesempatan untuk penghematan biaya (cost saving) dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan efisiensi biaya. g. Pengujian bahwa sumber daya diperoleh secara ekonomis, digunakan secara efisien dan efektif, dan dilindungi secara memadai. h. Pelaksanaan audit khusus/investigasi yang ditugaskan oleh Direksi atau Komite Audit. i.Pemberian advice/konsultasi kepada Direksi dan/atau pimpinan unit kerja untuk mendorong peningkatan kinerja dan/atau ketaatan kepada ketentuan yang berlaku. j. Menilai dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk perbaikan proses Tata Kelola Perusahaan. PT Asuransi Asei Indonesia g. Test that the Company gets its resources economically, and that the resources are efficiently and effectively utilized and are adequately preserved. h. Conduct special audit/investigation as assigned by the Board of Directors or the Audit Committee. i. Provide advice/consultation to the Board of Directors and/or heads of work units to boost performance and/ or compliance with the prevailing provisions. j. Assess and give good recommendation to improve the corporate governance process. 128 Annual Report 2018
  129. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Independensi Auditor Internal Internal Auditor Independency a. Bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama dan independen terhadap setiap unit kerja baik di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang. b. Mempunyai kewenangan, fungsi, tugas eksekutif atau manajerial terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan SPI. c. Tidak terlibat secara langung dalam operasi seharihari Perseroan, kecuali dalam pelaksanaan fungsi SPI. a. Directly responsible to the President Director and be independent of any work unit both at the head office and at the branch offices. b. Have authority, function, executive or managerial duties limited to matters related to SPI c. d. Tidak terlibat didalam pengembangan atau implementasi rinci suatu sistem dan prosedur baru, kecuali pelaksanaan pengembangan dan implementasi tersebut dilakukan oleh Tim/Komite yang dibentuk Direksi (personil SPI sebagai unsur Tim) atau pengembangan atau implementasi terus berkaitan dengan sistem dan prosedur SPI. Have no direct involvement in the Company’s daily operations, except in the implementation of SPI functions. d. Not involve in the detailed development or implementation of a new system or procedure, except if the development or implementation is by the team/ committee established by the Board of Directors with SPI personnel as the members, or if the development or implementation is related to the SPI system and procedures. Jumlah Pegawai pada Satuan Kerja Audit Internal Number of Employees in Internal Audit Unit Jumlah pegawai Satuan Pengawasan Intern per tanggal 31 Desember 2018 sebanyak 7 (tujuh) orang, yaitu terdiri dari: a. 1 (satu) orang Kepala Satuan Pengawasan Intern b. 2 (dua) orang Kepala Bagian c. 4 (empat) orang Staf The number of employees in the Internal Audit Unit as per December 31, 2018 is 7 (seven) employees, consisting of: a. 1 (one) Head of Internal Audit Unit b. 2 (two) Heads of Divisions c. 4 (four) Staff Laporan Hasil Pelaksanaan Tugas Audit Internal Report on Internal Audit Unit Duties Implementation Terhitung dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2018, terdapat 10 (sepuluh) Laporan Hasil Pemeriksaan Internal. From January 1, 2018 until December 31, 2018, there were 10 (ten) Internal Assessment Reports. Akuntan Publik Public Accountant Dalam rangka efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan, Asei telah menyediakan semua catatan akuntansi dan data penunjang yang diperlukan oleh auditor eksternal, sehingga auditor eksternal memberikan/menyatakan pendapat bahwa laporan posisi keuangan Asei disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan Asei per tanggal 31 Desember 2018 dan hasil usaha serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. To ensure the effectiveness of external auditor’s duty implementation and the Company’s compliance with legislation, Asei has provided all accounting records required by the external auditor with the result that the external auditor has provided an opinion that Asei’s financial statements have presented fairly, in all material respects, Asei’s financial position as of December 31, 2018 and results of operations and cash flows for the year then ended, in accordance with the Indonesian Financial Accounting Standards. Kantor Akuntan Publik yang melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun 2016-2018 adalah sebagai berikut: List of public accountants firms conducting the audit of the Company’s financial statements -2018for 2016 is as follows: Laporan Tahunan 2018 129 PT Asuransi Asei Indonesia
  130. Kilas Kinerja Performance Highlights Tahun Years 2018 Laporan Manajemen Management Reports Kantor Akuntan Publik Nama Akuntan (Perorangan) Name of Accountant (Individual) Public Accountants Firm KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Public Accountants Firm Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Partners 2017 KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Public Accountants Firm Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Partners 2016 Profil Perusahaan Company Profile Hertanto, Grace, Karunawan • • • • Bayu Nuansa Angela Gabriela Muda Nur Fuad Setiawan Nico Aditya Pradana • • • • • Lith Alfansuri Muchlis Akbar Taufan Kurniawan Nur F. Setiawan Reza Pahlevi • • • • • Wulan Daryoco Betris Shally Indria Utami Rifki Ramdani Rita Tri Lestari Winda Kusuma Sistem Pengendalian Internal Internal Control System Sistem pengendalian internal secara menyeluruh dilakukan dan didesain untuk menyediakan kepastian dan keyakinan (assurance) terkait dengan pencapaian tujuan Perseroan dari proses operasi, pelaporan dan kepatuhan (compliance) terhadap aturan. Perseroan merujuk pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-01/MBU/2011 terkait Good Corporate Governance (GCG), bahwa sistem pengendalian internal mencakup hal-hal sebagai berikut: Internal control system is comprehensively carried out and designed to give certainty and assurance related to the Company’s objectives achievement in terms of the operational process, reporting and compliance with the regulations. The Company refers to SOE Ministerial Regulation No.PER-01/MBU/2011 on Good Corporate Governance (GCG) which stipulates that the internal control system includes the following provisions: 1. 1. Control Environment The internal control environment refers to a set of standards, processes and structures which provide the basis for internal control of all parts of the Company. The top management is required to create and maintain control environment which generates positive and conducive attitudes for the implementation of internal control system within the work environment by: Lingkungan Pengendalian Internal (Control Environment) Adanya lingkungan pengendalian internal (control environment) merupakan sekumpulan standar, proses dan struktur yang menyediakan dasar untuk pengendalian internal ke seluruh bagian Perseroan. Pimpinan Perseroan wajib menciptakan dan memelihara lingkungan pengedalian yang menimbulkan perilaku positif dan kondusif untuk penerapan sistem pengendalian intern dalam lingkungan kerjanya, melalui: a. Menunjukkan komitmen terhadap integritas dan nilai etika. b. Menunjukkan independensi dan melaksanakan fungsi pengawasan terhadap perkembangan dan kinerja dari pengendalian internal. c. Menetapkan kewenangan dan tanggung jawab atas pengawasan, struktur, garis pelaporan, dan kewenangan, serta tanggung jawab lainnya yang sesuai dengan pencapaian tujuan. PT Asuransi Asei Indonesia 130 a. Showing commitment to integrity and ethical values. b. Demonstrating independence and performing monitoring system of the internal control’s development and performance. c. Determining the authority and responsibility of the monitoring, structure, reporting hierarchy, authority and other responsibilities which align with the achievement of the objectives. Annual Report 2018
  131. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements d. Menunjukkan komitmen untuk menarik, mengembangkan, dan menahan individuindividu yang potensial. e. Menekankan akuntabilitas untuk tanggung jawab pengendalian internal dalam pencapaian tujuan. d. Showing commitment to recruiting, developing and retaining potential individuals. 2. Pengukuran dan Penaksiran Risiko Pengukuran dan penaksiran Risiko merupakan kemungkinan bahwa suatu peristiwa akan terjadi dan mempengaruhi pencapaian tujuan. Penaksiran risiko melibatkan proses yang dinamis dan berulang untuk mengidentifikasi dan menaksir Risiko bagi pencapaian tujuan. Penaksiran risiko juga mengharuskan manajemen untuk mempertimbangkan dampak dari kemungkinan perubahan pada lingkungan eksternal dan perubahan dalam model bisnis itu sendiri, yang mungkin membuat pengendalian internal tidak efektif. Penilaian risiko terdiri atas: a. Menetapkan tujuan dengan jelas untuk mengidentifikasi dan menaksir risiko yang berhubungan dengan tujuan. b. Mengidentifikasi risiko dari pencapaian tujuan masing-masing unit dan menganalisa risiko sebagai dasar penentuan bagaimana risiko-risiko tersebut dapat dikelola dengan baik. c. Mempertimbangkan potensi terjadinya kecurangan dalam menaksir risiko dari pencapaian tujuan dan menaksir perubahan yang secara signifikan dapat mempengaruhi sistem pengendalian internal. 2. Risk Measurement and Assessment Risk measurement and assessment refer to the possibility that an event is to happen and influence the effort to achieve the target. Risk measurement involves a dynamic and repetitive process to identify and measure the risks. Risk measurement also requires that the management consider the impact of the possibility of changes in the external environment and the changes in the business model itself, which render the internal control ineffective. Risk Assessment comprises the following: 3. Aktivitas Pengendalian Aktivitas Pengendalian (control activities) merupakan tindakan yang ditetapkan melalui kebijakankebijakan dan prosedur-prosedur yang membantu untuk memastikan bahwa instruksi manajemen untuk mitigasi risiko agar pencapaian tujuan tercapai. Pimpinan Perusahaan wajib menyelenggarakan aktivitas pengendalian sesuai dengan ukuran, kompleksitas, serta sifat dari tugas dan fungsi Perusahaan yang bersangkutan tersebut. Kegiatan pengendalian antara lain: a. Memilih dan mengembangkan aktivitas pengendalian yang berkontribusi terhadap mitigasi risiko terhadap pencapaian dari tujuan sampai level yang dapat diterima (acceptable level). b. Memilih dan mengembangkan aktivitas-aktivitas umum pengendalian terhadap teknologi untuk mendukung pencapaian tujuan. c. Menyebarkan aktivitas pengendalian melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat sesuai dengan apa yang diharapkan dan prosedur-prosedur 3. Control Activities Control activities refer to actions determined by policies and procedures which help to ensure that the instructions from the management regarding risk mitigation to ensure the achievement of objectives. The top management is required to run the control actions which align with the size, complexity and the character of the duties and functions of the Company. Laporan Tahunan 2018 e. Focusing on accountability for the responsibility of the internal control to achieve the objectives. a. Determining the objective clearly to identify and measure risks related to the objectives. b. Identifying risks from the achievement of the objectives of each unit and analyzing the risks as the basis for determining how the Company can manage these risks well. c. Considering the potentials for fraud in risk measurement and measuring the significant changes that can impair the internal control system. 131 Control activities comprise the following: a. Selection and development of control activities which contribute to the risk mitigation up to an acceptable level. b. Selection of development of general activities regarding technologies to support the achievement of the objectives. c. Distribution of control activities through policies which conform with what are expected and procedures which help the implementation and PT Asuransi Asei Indonesia
  132. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile the realization of the policies . yang menempatkan kebijakan-kebijakan tersebut menjadi nyata. 4. Informasi dan Komunikasi Informasi dan komunikasi mendukung fungsi dari semua komponen yang ada dalam pengendalian internal. Pimpinan Perusahaan wajib mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk dan waktu yang tepat, dengan cara: 1. Menghasilkan dan menggunakan kualitas informasi yang relevan untuk mendukung fungsi dari pengendalian internal. 2. Mengkomunikasikan informasi secara internal, termasuk tujuan dan tanggung jawab terhadap pengendalian internal untuk mendukung fungsi dari pengendalian internal. 3. Mengkomunikasikan dengan pihak eksternal mengenai hal-hal yang mempengaruhi fungsi dari pengendalian internal. 4. Information and Communication Information and communication support the functions of all components in the internal control. The top management is required to identify, record, and communicate the information in the proper form and time, by: 1. Generating and utilizing quality information relevant in the supporting of the function of the internal control 2. Communicating the information within the Company’s internal environment, including the objective and responsibility of the internal control to support the function of the internal control. 3. Communicating with the external party matters which impact the functions of internal control. 5. Aktivitas Pemantauan Aktivitas Pemantauan adalah proses penilaian apakah masing-masing kelima komponen dari sistem pengendalian internal dan prinsip-prinsip relevan yang ada disajikan dan berfungsi dengan baik. Di sisi lain, aktivitas ini juga memberikan keyakinan bahwa temuan audit dan evaluasi lainnya segera ditindaklanjuti. Pimpinan Perusahaan wajib melakukan pemantauan pengendalian intern melalui: a. Memilih, mengembangkan, dan melakukan evaluasi yang sedang berjalan dan atau yang terpisah untuk memastikan apakah komponen dari pengendalian internal itu disajikan dan berfungsi dengan baik. b. Mengevaluasi dan mengkomunikasikan kekurangan dari pengendalian internal dalam waktu tepat terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan perbaikan, termasuk manajemen senior dan BOD. Untuk mewujudkan sistem pengendalian internal perusahaan, maka pedoman pengendalian intern berbasis COSO 2010 yang penggunaannya ditetapkan di SKD No. 25/0110/KEP.DIR/2010. 5. Monitoring Activities Monitoring activities refer to the assessment of whether the each of the five components of the internal control system and the relevant principles are presented and function well. On the other hand, the activities also gives assurance that the audit findings and other evaluation are immediately followed up. The top management is required to conduct internal control by: a. Selecting, developing and conducting evaluation, which is running and/or separated, to ensure the internal control components are well presented and well functioned. Yang menjadi ruang lingkup evaluasi pengendalian internal ialah dalam rangka memastikan sistem pengendalian internal yang ada mendukung Perseroan untuk menghadapi perubahan-perubahan sebagai berikut: a. Adanya peningkatan ekspektasi terhadap tata kelola pengawasan; b. Globalisasi pasar dan operasi; The scope of the internal control evaluation is to ensure that the internal control in place has supported the Company in facing the following: PT Asuransi Asei Indonesia b. Evaluating and communicating any deficiency of the internal control in an opportune time to parties responsible to make improvement, including the senior management and BOD. To realize the internal control, the guideline used is based on COSO 2010 whose utilization is based on BOD Decision Letter No. 25/0110/KEP.DIR/2010. a. Increased expectation for the supervision governance b. Globalization of the market and operations 132 Annual Report 2018
  133. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements c. Perubahan dan kompleksitas bisnis; d. Kebutuhan dan kompleksitas hukum, peraturan dan standar yang harus diikuti; e. Ekspektasi terkait kompetensi dan akuntabilitas; f. Penggunaan dan ketergantungan pada teknologi yang terus berkembang; g. Ekspektasi untuk mencegah dan mendeteksi kecurangan. c. Business changes and complexity d. Legal necessity and complexity, regulations and standards to adhere to e. Expectation related to competence and accountability f. The use of and dependence on the constantly developing technology g. Expectation to mitigate and detect fraud. Pelaksanaan Tugas Satuan Kerja dan Komite Pengendalian Internal Implementation of Duties by Internal Control Work Unit and Committee Asei telah memiliki Satuan Pengawasan Intern dan Komite Audit yang bertugas menjalankan fungsi pengendalian internal Perseroan. Pelaksanaan tugas satuan kerja dan komite yang menjalankan fungsi pengendalian internal pada Asei adalah sebagai berikut: Asei has in place Internal Audit Unit and Audit Committee that are in charge of carrying out the Company’s internal control functions. The implementation of duties by the internal control work unit and the committee at Asei is described as follows: a. Pelaksanaan tugas satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal Perseroan. b. Pelaksanan tugas komite yang menjalankan fungsi pengendalian internal Perseroan. 1. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite yang dibentuk oleh Direksi, terdiri atas : i. Struktur, keanggotaan, dan keahlian komite : a. Duty implementation of the work unit performing internal control function in the Company. b. Duty implementation of the committee performing internal control function in the Company. 1. Completeness and duty implementation of the committees formed by the Board of Directors: i. Structures, membership, and the committee’s expertise: (a) Investment Committee Structure of Investment Committee • The Committee is appointed and dismissed by the Board of Directors. • The Committee works under and directly answers to the Board of Directors. • The Board of Directors may at any time review and change the composition of the committee • The Committee consists of at least: (a) Komite Investasi Struktur Komite Investasi: • Komite Investasi diangkat dan diberhentikan oleh Direksi. • Komite Investasi berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direksi. • Direksi dapat sewaktu-waktu meninjau dan mengganti keanggotaan Komite Investasi. • Komite Investasi paling sedikit terdiri dari pihak-pihak antara lain: a. Anggota Direksi yang bertanggung jawab pada bidang pengelolaan investasi b. Tenaga ahli perusahaan • • • Laporan Tahunan 2018 Ketua dan Sekretaris Komite Investasi merangkap sebagai anggota Komite Investasi. Keanggotaan Komite Investasi melekat pada jabatan (ex-officio). Direksi memiliki wewenang untuk menunjuk pihak atau pegawai (atas nama) untuk dapat masuk ke dalam 133 a. A director responsible managing investment • • • for b. The Company’s skilled staff/ experts Chairman and Secretary of the Committee concurrently serve as members of the Committee. The membership of the committee is attached to the position (ex-officio). The Board of Directors has the authority to appoint a party or a staff (on behalf of) to become a member PT Asuransi Asei Indonesia
  134. Kilas Kinerja Performance Highlights • Laporan Manajemen Management Reports susunan Komite Investasi melalui Surat Tugas. Jangka waktu tugas Komite Investasi berlaku sejak tanggal 23 Oktober 2017 sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian. : : : • of the committee with the Letter of Assignment. The Committee’s term of office is from October 23, 2017 to the date that will be decided later. Composition of the Committee: Keanggotaan Komite Investasi: Ketua Chairman Sekretaris Secretary Anggota Members Profil Perusahaan Company Profile Direktur Keuangan (merangkap sebagai anggota) Finance Director (concurrently serves as member) Kepala Divisi Investasi dan Keuangan (merangkap sebagai anggota) Head of Investment and Finance Division (concurrently serves as member) - Kepala Divisi Manajemen Risiko - Head of Risk Management Division - Kepala Satuan Pengawasan Intern - Head of Internal Audit Division - Kepala Bagian Hukum - Head of Legal Department - Kepala Bagian Investasi - Head of Investment Department - Kepala Bagian Akuntansi - Head of Accounting Department - Resty Febriyanti (Tenaga Ahli Perusahaan) - Resty Febriyanti (Expert staff) Keahlian Komite Investasi: Anggota Komite Investasi terdiri dari beberapa unit kerja di Perseroan, sehingga selain bidang investasi dan keuangan, komite juga memiliki keahlian dalam bidang manajemen risiko, akuntansi, bidang pengendalian intern dan bidang hukum. (b)Komite Pemantau Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku (KP5) Struktur KP5: • Dalam pelaksanaan ruang lingkup tugas, KP5 bertanggung jawab secara langsung kepada Direksi dengan memberikan laporan secara tertulis atas setiap tugas-tugas yang telah dilakukan oleh KP5. • Susunan keanggotaan KP5 bersifat ex-officio, terdiri dari anggota-anggota yang mempresentasikan fungsifungsi terkait dengan pemantauan penerapan dan penegakan pedoman perilaku, dan dapat diadakan perubahan sesuai kebutuhan dan perkembangan Perusahaan dengan Keputusan Direksi. • Jangka waktu tugas KP5 dalam menyelesaikan tugas-tugas berlaku efektif terhitung sejak tanggal 14 April 2015 sampai dengan batas waktu yang akan ditetapkan kemudian. PT Asuransi Asei Indonesia 134 Investment Committee Expertise: The committee members comprise several work units so that aside from the investment and financial skill set, other skill sets found in the committee include risk management, accounting, internal control and legal. (b) Code of Conduct Implementation and Enforcement Monitoring Committee (KP5) Structure of KP5: • In performing its duties, KP5 reports directly to the Board of Directors and presents a written report of the performance of each of the committee’s duties. • The membership of the committee is ex-officio. KP5 comprises members who represent the functions related to the monitoring of the implementation and enforcement of code of conduct. The composition may change based on needs and the development of the Company with approval from the Board of Directors. • KP5’s term of office is from April 14, 2015 to the the date that will be determined later. Annual Report 2018
  135. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Susunan Keanggotaan KP5 terdiri dari 3 (tiga) orang anggota tetap dan 2 (dua) orang anggota tidak tetap yang mempresentasikan fungsi-fungsi terkait dengan pemantau penerapan dan penegakan pedoman perilaku di Perseroan dengan susunan keanggotaan tetap bersifat ex -officio sebagai berikut: Ketua Ketua : Kepala Sekretaris Perusahaan Head of Corporate Secretary Sekretaris Secretary : Kepala Divisi SDM &dan Umum Head of HC and General Affairs Division Anggota Members : Kepala Satuan Pengawas Intern Head of Internal Audit Unit Anggota Tetap dapat memilih Anggota Tidak Tetap untuk diikutsertakan dalam pembahasan suatu pelanggaran terhadap Pedoman Perilaku tertentu dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Anggota Tidak Tetap I : Non-permanent Member I Laporan Keuangan Financial Statements KP5 is composed of three (3) permanent members and two (2) non-permanent members who represent functions related to the monitoring of the implementation and enforcement of code of conduct in the Company. The permanent members with ex-officio position are as follows: The permanent members may appoint a non-permanent member to take part in the discussion regarding the violation of certain provision in the Code of Conduct by paying attention to the following: Kepala Divisi yang dianggap memahami proses kerja pada Unit/Bidang dimana pelanggaran perilaku terjadi dan bukan atasan langsung dari pelaku pelanggaran. A division head considered having understanding of the work process at the unit/department where the violation has occurred and not a direct superior of the violator. : Anggota Tidak Tetap II Non-permanent member II Kepala Divisi yang dianggap netral dimana tidak memiliki hubungan kerja secara langsung dengan Unit/Bidang dimana terjadi pelanggaran. A division head considered neutral, not having direct working relationship with the unit/ department where the violation has occurred. Keahlian KP5 : Anggota KP5 terdiri dari beberapa unit kerja di Perseroan yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang kepegawaian. KP5 Expertise: KP5 comprises members from work units who have experience and skills in personnel/employment field. (c) Komite InovAsei Struktur Komite InovAsei: • Ruang Lingkup tugas komite adalah menyusun dan menetapkan Detail Teknis Prosedur dan Tata Kerja Komite InovAsei. • Setiap anggota Komite InovAsei wajib memberikan penilaian, masukan, dan saran secara objektif atas ide-ide kreatif dan inovatif yang masuk/diterima oleh Komite InovAsei melalui pembahasan secara komprehensif, (c) InovAsei Committee InovAsei Committee Structure: • The Committee’s scope of duties is to compile and determine the Technical Details of InovAsei’s Committee Procedures and Work Procedures. • Everymember ofthe InovAsei Committee is obliged to provide an objective assessment, input and suggestion of creative and innovative ideas that are entered / received by the InovAsei Committee through comprehensive discussion, to be subsequently Laporan Tahunan 2018 135 PT Asuransi Asei Indonesia
  136. Kilas Kinerja Performance Highlights • Laporan Manajemen Management Reports untuk kemudian diusulkan / direkomendasikan kepada Direksi. Jangka waktu tugas Komite Investasi mulai berlaku efektif sejak tanggal 5 September 2018. : Sdri. Rahmi Kurniati Sekretaris Secretary : Sdri. Nita Rahayu Anggota Members : • proposed/recommended to the Board of Directors. Investment Committee’s term of office is effective from September 5, 2018. Membership of InovAsei Committee: Keanggotaan Komite InovAsei: Ketua Chairman Profil Perusahaan Company Profile 1. Sdr. Dwi Agung Wicaksono 2. Sdr. Razi Surachman Jusuf 3. Sdr. Bimaryadhie Dhian AA 1. Sdri. Indah Kartika Sari 2. Sdr. Andito Aodijulistio 3. Sdr. Suryanto 4. Sdr. Muhammad fattah Akbary A Anggota Komite Pengembangan Pegawai terdiri dari beberapa unit kerja di Perseroan. Members of the Employee Development Committee consist of several work units in the Company. ii. Tugas dan Tanggung Jawab Komite (a) Komite Investasi • Membantu Direksi dalam menyusun Kebijakan Investasi. • Membantu Direksi untuk mengevaluasi, menganalisis dan merekomendasi atas usulan investasi/divestasi tertentu baik terhadap aspek finansial, legal, risiko maupun aspek lainnya pada saat usulan investasi/divestasi diajukan, atas permintaan Direksi maupun seluruh kegiatan investasi yang memerlukan pendapat/ rekomendasi Komite Investasi. Melakukan review terhadap kinerja investasi setiap triwulan dan memberikan rekomendasi hasil evaluasi kepada Divisi Investasi melalui Direksi. ii. Duties and Responsibility of the Committee (a) Investment Committee • Assist the Board of Directors in formulating the investment policies. • Assist the Board of Directors in evaluating, analyzing and recommending a proposal for certain investment/divestment, either the financial, legal and risk aspects or other aspects, when the proposal for investment/divestment is submitted based on the request of the Board of Directors or for all investment activities which require opinion/ recommendation from the Investment Committee. • Conduct a quarterly review of the investment performance and giving recommendation about the result of the evaluation to the Investment Division via the Board of Directors. (b)Komite Pemantau Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku (KP5) • Menjadi sumber informasi bagi para Insan Perusahaan dan melakukan sosialisasi Pedoman Etika dan (b) Code of Conduct Implementation and Enforcement Monitoring Committee (KP5) • Act as the source of information for the Company and disseminate the Company’s Code of Ethic and • PT Asuransi Asei Indonesia 136 Annual Report 2018
  137. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis • • • • • • Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Perilaku (Code of Ethic and Conduct) untuk memastikan bahwa seluruh Insan Perusahaan memahami substansi Pedoman Etika dan Perilaku. Mengkoordinasikan pembagian buku Pedoman Etika dan Perilaku kepada insan Perusahaan. Mengkoordinasikan pelaksanaan penandatanganan pernyataan kepatuhan Pedoman Etika dan Perilaku kepada seluruh pegawai Perusahaan. Mengkaji penerapan Pedoman Perilaku secara berkala dan melakukan penyesuaian Pedoman Etika dan Perilaku yang diperlukan untuk memperjelas perilaku seluruh Insan Perusahaan. Melaporkan kepada Direksi mengenai penerapan dan kepatuhan terhadap Pedoman Etika dan Perilaku yang telah ditetapkan oleh Perusahaan serta masalah-masalah yang dihadapi secara periodik agar dapat dikaji lebih lanjut. Menerima dan memproses pengaduan terkait pelanggaran terhadap Pedoman Etika dan Perilaku yang telah ditetapkan Perusahaan. Membahas adanya pelanggaran terhadap Pedoman Etika dan Perilaku yang telah ditetapkan oleh Perusahaan dan mempertimbangkan sanksi yang dijatuhkan sesuai peraturan yang berlaku di Perseroan. (c) Komite InovAsei • Menyusun dan menetapkan Detail Teknis Prosedur dan Tata Kerja Komite Inovasei. • Menyusun dan/atau melakukan update terhadap buku pedoman InovAsei • Menampung dan mengelola aspirasi/usulan ide-ide kreatif/ inovatif, termasuk melakukan pengelompokan/pengkategorian atas ide-ide kreatif/inovatif berdasarkan kriterai tertentu. Laporan Tahunan 2018 137 Laporan Keuangan Financial Statements Conduct to ensure that everyone in the Company understands the substance of the Code of Ethics and Conduct. • • • • • • Coordinate the distribution of Code of Ethics and Conduct manuals to the Company’s People. Coordinate the signing of the statement of compliance with the Company’s Code of Ethics and Conduct by all employees. Conduct a periodic review of the implementation of the Code of Ethics and Conduct and make necessary improvement to the Code of Ethics and Conduct to improve its implementation. Make report to the Board of Directors on the implementation of the Code of Ethics and Conduct and problems arising from the implementation for further analysis/review. Receive and process complaints related to violations of the Code of Ethics and Conduct set by the Company. Discuss any violation of the provisions of the Code of Ethics and Conduct and decide on the sanction. (c) InovAsei Committee • Prepare and determine Inovasei Committee’s detailed Technical Procedures and Work Procedures. • Prepare and/or update the InovAsei Charter • Accommodate and manage aspirations/ proposals for creative/ innovative ideas, including grouping/categorizing creative/ innovative ideas based on certain criteria. PT Asuransi Asei Indonesia
  138. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile • Menetapkan parameter penilaian atas usulan ide-ide kreatif/inovatif. • • Melakukan penilaian atas usulan ide-ide kreatif/inovatif berdasarkan parameter yang ditetapkan, baik penilaian secara administratif maupun penilaian berdasarkan presentasi awal di hadapan komite InovAsei. • Establish the parameters of the evaluation on the proposed creative/innovative ideas. Assess the proposed creative/ innovative ideas based on established parameters, both administrative and assessment based on the initial presentation before the InovAsei committee. Penerapan Manajemen Risiko Risk Management Implementation Penerapan manajemen risiko di Asei dapat diuraikan sebagai berikut: Risk management implementation in Asei can be described as follows: (a) Pengawasan aktif Direksi dan Dewan Komisaris, antara lain: • Melalui Rapat Pimpinan yang dilakukan setiap minggu dengan peserta Direksi, Kepala Divisi, Kepala Cabang Jabodetabek, dan Kepala Bagian Kantor Pusat. • Melalui Rapat Direksi yang dilakukan setiap minggu dengan peserta Direksi dan Sekretaris Perusahaan dengan beberapa Divisi terkait sesuai agenda yang ditentukan. • Melalui Rapat Dewan Komisaris yang dilakukan setiap bulan dengan peserta Direksi, Komisaris, Komite Audit, dan Komite Pemantau Risiko. (a) Active supervision of the Board of Directors and the Board of Commissioners, including: • Through weekly leadership meetings with participants consisting of the Board of Directors, Head of Division, Head of Jabodetabek Branch, and Head of Headquarters. • Through weekly Board of Directors meetings participated in by the Board of Directors and Corporate Secretary with several relevant Divisions related to the specified agenda. • Through monthly Board of Commissioners meetings participated in by Board of Directors, Board of Commissioners, Audit Committee, and Risk Monitoring Committee. (b) Kecukupan kebijakan, prosedur, dan penetapan limit risiko, antara lain: • Pembuatan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). • Strategi manajemen risiko sesuai strategi bisnis secara keseluruhan dengan memperhatikan tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite) dan toleransi risiko (risk tolerance). • SOP dan ketentuan limit akseptasi telah ditetapkan pada Kebijakan Underwriting yang terdapat pada Pedoman Operasionalisasi Strategic Business Unit masing-masing produk, yaitu Pedoman Operasionalisasi Strategic Business Unit Asuransi Perdagangan, Pedoman Operasionalisasi Strategic Business Unit Asuransi Kredit & Penjaminan, Pedoman Operasionalisasi Strategic Business Unit (b) Adequacy of policies, procedures, and determination of risk limits, including: • Establishment of Company Long Term Plan (RJPP) and Corporate Budget Work Plan (RKAP). PT Asuransi Asei Indonesia 138 • Risk management strategy according to the overall business strategy by taking into account risk appetite and risk tolerance. • SOPs and acceptability limit provision have been established in the Underwriting Policy contained in the Strategic Business Unit Operational Guidelines for each product, namely Guidelines for Operationalization of the Strategic Business Unit for Trade Insurance, Guidelines for Operationalization of Strategic Business Unit on Credit Insurance & Suretyship, Guidelines for Operationalization of Strategic Business Units of Annual Report 2018
  139. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Asuransi Umum, dan Kebijakan Operasional Syariah. Sedangkan ketentuan terkait pembayaran klaim atau pengeluaran dana diatur pada kebijakan terpisah. General Insurance and Sharia Operational Policy. While the provisions relating to the payment of claims or fund disbursements are regulated in a separate policy. (c) Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan, dan Pengendalian Risiko, antara lain yang terjadi pada proses penutupan Asuransi Umum/ Syariah dan Penjaminan melalui proses marketing dengan melakukan identifikasi, yaitu menyaring dan mengenal sumber bisnis oleh Kantor Cabang, berupa nasabah/principal dan/atau perantara. Proses underwriting dilakukan untuk mengukur apakah risiko tersebut dapat diterima atau tidak diterima, termasuk terms and conditions apabila risiko diterima. Proses underwriting juga dapat dilakukan survey untuk mengetahui risiko secara langsung dan proses underwriting juga dilakukan uji kepatuhan yang selanjutnya dilakukan pemantauan pada risiko. Sedangkan bentuk pengendalian risiko melalui penyebaran risiko dalam bentuk treaty yang diperbaharui setiap tahun dan/atau dalam bentuk penyebaran risiko dalam bentuk facultative. (c)Adequacy of Risk Identification, Measurement, Monitoring and Control Processes, among others, which occur in the process of closing General / Sharia Insurance and Suretyship through the marketing process by identifying, namely filtering and getting to know business sources by the Branch Office, in the form of customers / principals and / or intermediary. Underwriting process is conducted to measure whether the risk can be accepted or unaccepted, including terms and conditions if the risk is accepted. An underwriting process may also be carried out a survey to find out the risks directly and the underwriting process is also subjected to compliance testing, which is then monitored at risk. Whereas the form of risk control through the spread of risk in the form of a treaty is updated every year and / or in the form of the spread of risk in the form of facultative. (d) Sistem Informasi Manajemen Risiko, antara lain dengan penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Perusahaan dalam proses akseptasi Penjaminan untuk pemantauan track record, aplikasi LRA online dalam proses underwriting Asuransi Umum, dan Portal Intra Perusahaan untuk kebutuhan non operasional yang terus dikembangkan sehingga dapat memberikan informasi yang akurat, cepat, dan tepat. (d) Risk Management Information System, among others, by using the Company’s Management Information System (SIM) application in the Suretyship Acceptance process for track record monitoring, LRA online application in the General Insurance underwriting process, and Intra Company Portal for non-operational needs that are continuously developed in order to provide accurate, fast and precise information. (e)Sistem Pengendalian Internal yang menyeluruh, antara lain dilakukan oleh Satuan Pengawasan Intern (SPI) yang melakukan kegiatan audit secara rutin dan audit khusus. Selain itu, juga memantau tindak lanjut dari setiap unit sesuai dengan arahan/keputusan Rapat Pimpinan, Rapat Direksi, dan Rapat Dewan Komisaris. (e) A comprehensive Internal Control System, among others, carried out by the Internal Audit Unit (SPI) which conducts routine audits and special audits. In addition, it also monitors the follow-up of each unit in accordance with the directions / decisions of the Leadership Meetings, Board of Directors’ Meetings, and Board of Commissioners’ Meetings. Laporan Tahunan 2018 139 PT Asuransi Asei Indonesia
  140. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports Profil Perusahaan Company Profile Akses Informasi Dan Data Perusahaan Access to the Company ’s Information and Data Asei mengedepankan keterbukaan (transparency) dalam menyampaikan laporan kegiatan dan aktivitas pelayanan nasabah kepada seluruh pemangku kebijakan. Oleh karena itu, jajaran Direksi selalu mengemukakan informasi yang material dan relevan termasuk proses pengambilan keputusan yang disampaikan secara berkala kepada seluruh pemangku kepentingan. Asei emphasizes the transparency principle in reporting its activities to the stakeholders. Therefore, the Board of Directors always discloses material and relevant information, including the decision-making process periodically to all stakeholders. Mekanisme dan Sarana Penyampaian Informasi Information Disclosure Mechanism and Media Agar informasi dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam waktu yang singkat, maka dapat dipergunakan perangkat informasi sebagai berikut: In order that information can be reached by all relevant parties in a timely manner, the Company utilizes the following information tools and media: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Telepon Surat E-mail Homepage / Website (www.asei.co.id) Press Release Public Expose Wawancara langsung Laporan-Laporan kepada Pemegang Saham, pihak Regulator dan Asosiasi 9. Publikasi di media massa 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Perusahaan Financial and Non-Financial Conditions Transparency Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan yang belum diungkap dalam laporan lainnya antara lain sebagai berikut: The transparency regarding financial and non-financial conditions that is not yet disclosed in other reports is as follows: 1. 1. Transparansi tentang produk Asei telah menyediakan brosur, leaflet, dan marketing tools lainnya di Kantor Pusat dan di seluruh Kantor Cabang pada setiap meja resepsionis baik di Kantor Pusat maupun di seluruh Kantor Cabang, serta melalui iklan pada media cetak. Selain itu, transparansi produk juga dapat dilihat dengan cara mengakses langsung website Perseroan (www.asei.co.id) yang tercantum pada setiap kartu nama, brosur, leaflet, dan marketing tools lainnya. 2. Transparansi terkait pengaduan dan penyelesaian keluhan pelanggan. 3. Tata cara pengaduan keluhan pelanggan dapat dilakukan melalui website Perseroan (www.asei.co.id) PT Asuransi Asei Indonesia Telephone Mails E-mail Homepage/Website (www.asei.co.id) Press Release Public Expose Face-to-face interview Reports submitted to the shareholders, the regulator and associates 9. Publication in the mass media. Transparency about the Company’s products Asei has prepared brochures, leaflets, and other marketing tools at the head office and all branch offices on each receptionist desk, and advertises in the printed media. Information about the products is also available at the Company’s website (www.asei. co.id), whose address is printed on all cards, leaflets and other marketing tools. 2. Transparency related to complaints and complaint handling. 3. Complaints can be sent in to the Company via the Company’s website(www.asei.co.id), which is 140 Annual Report 2018
  141. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements managed by Corporate Secretary (Public Relations Department). Each complaint will be relayed to relevant units for follow up/resolution. Other methods to send in complaints are via telephone, facsimile and email. yang dikelola oleh Sekretaris Perusahaan (Bagian Humas) dan akan diteruskan ke unit-unit kerja terkait untuk dilakukan tindaklanjut/penyelesaian, ataupun dengan cara menghubungi melalui telepon, fax dan e-mail. Kode Etik Code of Conduct Kredibilitas serta kepercayaan publik, pemilik modal, pelanggan dan pemakai jasa merupakan faktor yang sangat menentukan bagi perkembangan dan kelangsungan usaha Perseroan. Hilangnya kredibilitas Perseroan dan kepercayaan para pemangku kepentingan (stakeholders) dapat menyebabkan Perseroan kehilangan peluang bisnis, yang pada akhirnya dapat menghambat kelangsungan usaha Perseroan. Dengan komitmen dan konsistensi dalam menerapkan Pedoman Etika dan Perilaku (Code of Ethic and Conduct) oleh seluruh Insan Asei diharapkan dapat terbentuk suasana yang kondusif bagi pencapaian visi dan misi Perseroan. Berikut adalah komitmen Asei sebagaimana tertuang dalam Code of Ethic and Conduct: 1. Komitmen Perusahaan terhadap Insan Asei 2. Komitmen Perusahaan terhadap Pemegang Saham 3. Komitmen Perusahaan terhadap Tertanggung 4. Komitmen Perusahaan terhadap Pemasok 5. Komitmen Perusahaan terhadap Kreditur 6. Komitmen Perusahaan terhadap Masyarakat dan Lingkungan 7. Komitmen Perusahaan terhadap Mitra Usaha 8. Komitmen Perusahaan terhadap Pemerintah 9. Komitmen Perusahaan terhadap Pesaing 10. Komitmen Perusahaan terhadap Media Massa Credibility and the trust of the public, the shareholders, customers and service users are deciding factors for the Company’s growth and sustainability. Loss of credibility and trust of the stakeholders may lead to the Company’s losing business opportunities, which in turn can hamper the Company’s business growth. With strong commitment and consistency in implementing Code of Conduct by everyone in the Company, Asei aims at creating conducive environment which helps the achievement of the Company’s vision and mission. The followings are Asei’s commitment as stated in the Code of Ethics and Conduct: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Commitment of the Company toward Asei’s people Commitment of the Company to the shareholders Commitment of the Company to the insured Commitment of the Company to the suppliers Commitment of the Company to the Creditors Commitment of the Company to the Society and the environment Commitment of the Company to the business partner Commitment of the Company to the government Commitment of the Company to the competitors Commitment of the Company to the mass media Whistleblowing System (WBS) Whistleblowing System (WBS) Perseroan senantiasa melaksanakan penerapan prinsipprinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan. Dalam menjalankan kegiatan perusahaan, setiap Insan Asei dituntut untuk melaksanakan kegiatan usahanya dengan penuh tanggung jawab, transparan, dan akuntabel serta dengan menghindari aktivitas/kegiatan yang mengarah kepada praktik Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN), suap maupun gratifikasi dengan mendasarkan pada peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan Laporan Tahunan 2018 The Company consistently and continuously implements GCG principles. In performing company’s activities, Asei’s People are required to be responsible, transparent and accountable, and to avoid any activity that falls into the category of, or is close to practices of, corruption, collusion and nepotism (“KKN”), bribery or any form of gratification based on the prevailing law and regulations and the Company’s regulations. As part of the Company’s commitment to the implementation of GCG principles, 141 PT Asuransi Asei Indonesia
  142. Kilas Kinerja Performance Highlights Laporan Manajemen Management Reports yang berlaku . Sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap implementasi Tata Kelola Perusahaan yang baik, maka dalam rangka mencegah dan melakukan deteksi dini atas pelanggaran yang mungkin terjadi di lingkungan perusahaan, maka pada tahun 2013 telah dibentuk Mekanisme/Tata Cara Pengelolaan dan Tindak Lanjut Pelaporan Dugaan Penyimpangan (Whistleblowing System) Asei yang ditandatangani oleh Direksi dan Dewan Komisaris. Mendasarkan pada SKD No.02/027/SKD.KE/HKM tanggal 14 April 2015 Asei memiliki Komite Pemantau Penerapan dan Penegakan Pedoman Perilaku (KP5). Profil Perusahaan Company Profile to prevent and conduct early detection of any violation which may happen in the Company, in 2013 the Company established the mechanism/procedures for the management and follow up of alleged irregularities (Whistleblowing System) which was signed by the Board of Directors and the Board of Commissioners. Pursuant to BOD Decision Letter No.02/027/SKD.KE/HKM dated April 14, 2015, Asei established the Code of Conduct Implementation and Enforcement Monitoring Committee (KP5). Perkara Hukum Legal Cases Jumlah permasalahan hukum perdata maupun pidana yang dihadapi Asei selama tahun 2018 adalah sebagai berikut: Legal Cases, both civil and criminal cases, faced by Asei throughout 2018 are described in the table below: Jumlah Kasus Number of Cases Permasalahan Hukum Legal Cases Perdata Criminal 2 Tidak ada 1 Tidak ada 3 Tidak ada Telah mendapatkan putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap : 1. Perdata 2. Pidana Has obtained a decision with permanent legal force: 1. Civil 2. Criminal Dalam proses penyelesaian di pengadilan dan di Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa untuk kasus perdata : 1. Perdata 2. Pidana In the process of settlement at the court and at the Alternative Dispute Resolution Institution for civil cases: 1. Civil 2. Criminal Total PT Asuransi Asei Indonesia 142 Pidana Civil Nil Nil Nil Annual Report 2018
  143. Analisa & Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan yang Baik Good Corporate Governance Laporan Keuangan Financial Statements Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility Komitmen CSR Perseroan Commitment to CSR 1. 1. Kebijakan Manajemen Perseroan memiliki ketentuan dalam pengelolaan Tanggung Jawab Sosial (CSR) sebagaimana Surat Keputusan Direksi Nomor 01/021/SKD.KN/HKM Tentang Pedoman Pengelolaan dan Pelaksanaan Kegiatan Corporate Social Responsibility. Management Policy The Company has stipulated Corporate Social Responsibility (CSR) management in the BOD Decision Letter No. 01/021/SKD.KN/HKM on the Guidelines for Corporate Social Responsibility Management and Implementation. 2. Kegiatan Tanggung Jawab Sosial (CSR) Perseroan menggelar sejumlah kegiatan Tanggung Jawab Sosial (CSR) terkait program lingkungan hidup yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan, seperti penggunaan material dan energi yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang. Sistem pengelolaan limbah Perseroan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan dalam pemberian kredit kepada nasabah dan lain-lain. 2. CSR Activities The Company organizes a series of activities within the framework of CSR focusing on the environmental program related to the Company’s operations, such as the use of eco-friendly and recyclable materials and energy. The waste management system takes into account the environmental aspect when approving credit to customers and others. 3. Sertifikat Bidang Lingkungan Asei Indonesia saat ini belum memiliki sertifikasi bidang lingkungan. 3. Environmental Certification Currently, Asei currently has not yet obtained environmental certification. Program CSR Bidang Sosial Kemasyarakatan CSR Program on Social Community “Asei Peduli” adalah bentuk program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari Asei. Program ini dilakukan secara berkelanjutan yang diadakan setiap tahunnya dalam bentuk kegiatan donor darah, program pendidikan dan bantuan sosial lainnya. “Asei Peduli” is an annual Corporate Social Responsibility (CSR) program from Asei. The program is routinely conducted each year in the form of blood donation activity, educational program and other social assistance. Laporan Tahunan 2018 143 PT Asuransi Asei Indonesia
  144. Lembar Pertanggung Jawaban Laporan Tahunan Accountability of Annual Report Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2018 Asuransi Asei . Statement of Members of Board of Commissioners and Board of Directors on the Responsibility for the 2018 Annual Report of Asuransi Asei. Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan 2018 Asuransi Asei telah dimuat secara lengkap dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. We, the undersigned, testify that all confirmation in the 2018 Annual Report of Asuransi Asei is presented in its entirety and we are fully responsible for the correctness of the contents in the Annual Report and Financial Report of the Company. This statements is hereby made in all truthfullness. Dewan Komisaris Board of Commissioners Untung Hadi Santosa Komisaris Utama President Commissioner Robert Tampubolon Kusnindar Amrizal Komisaris Komisaris Komisaris Independen Commissioner Commissioner Independent Commissioner Direksi Board of Directors Eko Supriyanto Hadi Erickson Mangunsong Direktur Utama Direktur Teknik dan Pemasaran President Director Technical and Marketing Director
  145. PT ASURANSI ASEI INDONESIA Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 d1 /March 26, 2019 PT ASURANSI ASEI INDONESIA Financial Statements For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 Paraf :
  146. PT ASURANSI ASEI INDONESIA Daftar Isi PT ASURANSI ASEI INDONESIA Halaman / Pages Surat Pernyataan Direksi Table of Contents Directors’ Statement Letter Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 Financial Statements For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 Laporan Posisi Keuangan 1 Statements of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya 2 Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas 3 Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas 4 Statements of Cash Flows Catatan Atas Laporan Keuangan 5 Notes to the Financial Statements Informasi Tambahan: Supplementary Information: Laporan Posisi Keuangan - Program Asuransi Syariah Lampiran 1/ Attachment 1 Statements of Financial Position - Sharia Insurance Program Laporan Surplus Defisit Dana Tabarru’ - Program Asuransi Syariah Lampiran 2/ Attachment 2 Staement of Surplus Deficit Tabarru’ Fund Sharia Insurance Program Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain - Program Asuransi Syariah Lampiran 3/ Attachment 3 Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income - Sharia Insurance Program Laporan Perubahaan Ekuitas - Program Asuransi Syariah Lampiran 4/ Attachment 4 Statements of Changes in Equity - Sharia Insurance Program Laporan Arus Kas - Program Asuransi Syariah Lampiran 5/ Attachment 5 Statements of Cash Flows - Sharia Insurance Program Laporan Sumber Dana dan Penyaluran Dana Zakat - Program Asuransi Syariah Lampiran 6/ Attachment 6 Statements of Sources and Distributions of Zakah Funds - Sharia Insurance Program Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan Program Asuransi Syariah Lampiran 7/ Attachment 7 Statements of Source and Uses of Charity Funds - Sharia Insurance Program
  147. PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION As of December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp Catatan/ Notes ASET Kas dan setara kas Investasi Deposito berjangka Efek Penyertaan saham Piutang premi - neto Piutang reasuransi - neto Aset reasuransi Aset keuangan lain Piutang pegawai Aset tetap - neto Aset non keuangan lain Aset pajak tangguhan TOTAL ASET LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Utang klaim Utang reasuransi Liabilitas kontrak asuransi Premi yang belum merupakan pendapatan Estimasi klaim Utang pajak Beban akrual Utang komisi Uang jaminan Penerimaan belum teridentifikasi Utang lancar lainnya Liabilitas imbalan kerja Pinjaman subordinasi Utang dana peserta TOTAL LIABILITAS EKUITAS Modal saham nilai nominal Rp1.000.000 per saham Modal dasar 800.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 550.000 saham Saldo laba (defisit) : Ditentukan penggunaannya Belum ditentukan penggunaannya Penghasilan komprehensif lainnya TOTAL EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4, 32 5, 32 6, 32 7, 32 8 9 10 11 16.d 55,636,851,068 132,438,667,412 216,294,208,350 154,065,318,047 3,442,179,000 276,967,471,504 392,687,193,882 287,646,948,407 48,941,865,971 1,631,295,018 17,378,632,594 2,204,343,580 47,118,118,542 1,504,014,425,963 205,044,208,350 164,909,177,794 3,442,179,000 300,035,769,658 339,359,571,763 303,778,070,763 37,441,135,580 1,604,465,620 21,167,517,101 2,205,123,569 47,343,412,750 1,558,769,299,360 51,885,352,833 43,779,699,512 60,503,572,102 47,519,139,355 197,156,306,294 437,705,426,332 3,004,179,355 4,923,266,870 2,102,807,900 9,008,997,337 3,378,990,507 11,027,681,721 39,773,939,810 257,000,000,000 4,383,453,170 1,065,130,101,641 257,992,805,840 487,679,656,728 1,181,694,854 5,381,201,935 2,897,878,880 4,601,426,562 10,837,866,592 10,383,101,005 47,705,121,729 185,000,000,000 2,739,908,182 1,124,423,373,764 12, 32 13, 32 14 15 16.a 17, 32 18 19 20 32 21 30.d, 31 550,000,000,000 550,000,000,000 63,587,566,163 (160,135,848,509) (14,567,393,332) 438,884,324,322 1,504,014,425,963 63,587,566,163 (174,779,519,067) (4,462,121,500) 434,345,925,596 1,558,769,299,360 23 Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan March 26, 2019 2017 Rp ASSETS Cash and cash equivalents Investments Time deposits Marketable Securities Investment in share Premium receivables - net Reinsurance receivables - net Reinsurance assets Other financial assets Employee receivables Fixed assets - net Other non financial assets Deferred tax assets TOTAL ASSETS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES Claim payables Reinsurance payables Insurance contract liabilities Unearned premium reserve Estimated claims Taxes payable Accrued expenses Commission payables Cash collateral Unidentified income Other current liabilites Employee benefit liability Subordination loan Policy holder payables TOTAL LIABILITIES EQUITY Share capital - par value per share of Rp1,000,000 Authorized of 800,000 shares Issued and fully paid-up of 550,000 shares Retained earnings (deficit) Appropriated Unapproppriated Other comprehensive income TOTAL EQUITY TOTAL LIABILITIES AND EQUITY The accompanying notes form an integral part of these 1 financial statements Paraf :
  148. PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Catatan/ Notes PENDAPATAN Pendapatan Underwriting Premi bruto Premi reasuransi keluar Penurunan premi yang belum merupakan pendapatan Pendapatan premi - neto Beban Underwriting Beban klaim Klaim bruto Klaim reasuransi keluar Penurunan (kenaikan) cadangan klaim bruto Beban klaim - neto Pendapatan (beban) komisi - neto Beban underwriting lainnya 24 26 27 28 Rugi usaha Pendapatan (beban) lain-lain neto 29 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK MANFAAT PAJAK 16.b LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Pengukuran kembali atas imbalan kerja Pajak sehubungan dengan pos yang tidak akan direklasifikasi Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Laba (rugi) yang belum direklasifikasi atas aset keuangan tersedia untuk dijual Pajak sehubungan dengan pos yang akan direklasifikasi TOTAL PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN 2018 Rp 2017 Rp 358,321,101,605 (225,916,989,783) 383,933,463,649 (179,270,214,322) 39,158,520,244 171,562,632,066 34,219,790,656 238,883,039,983 25 Beban underwriting Hasil (beban) underwriting Hasil investasi Beban usaha PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 21.c March 26, 2019 Underwriting expenses Claim expenses Gross claims Reinsurance claims outward Decrease (increase) in gross claims reserve Claim expanse - net (277,408,699,778) 167,071,067,566 (315,048,676,138) 130,170,209,487 56,233,664,385 (54,103,967,827) (32,950,403,088) (217,828,869,739) 16,935,799,221 (26,530,144,135) (7,167,611,102) (21,541,974,506) (63,698,312,741) (246,538,455,347) Underwriting expenses 107,864,319,325 21,389,731,435 (129,391,548,098) (7,655,415,364) 28,370,711,057 (133,275,431,706) Underwriting income (expenses) Invesment income Operating expenses (137,497,338) (112,560,136,013) Loss from operating 301,328,518 (78,796,942,439) Others (income) expense - net 163,831,180 (191,357,078,452) INCOME (LOSS) BEFORE TAX 3,450,989,189 18,781,591,939 TAX BENEFIT 3,614,820,369 (172,575,486,513) PROFIT (LOSS) FOR THE YEAR 14,705,133,586 2,793,255,125 (3,676,283,397) (698,313,781) (10,105,271,832) 3,120,768,639 -- (373,233,772) 4,538,398,726 (167,733,010,302) Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan INCOME Underwriting Revenues Gross premium Reinsurance premiumoutward Decrease in unearned premium Premium income - net Commission income (expense) - net Other underwriting expenses OTHER COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) Items that will not reclassified subsequently to profit and loss Remeasurement on employement benefits Tax relating to item that will not be reclassified Items which are reclassified into profit or loss Unrealized gain (loss) on available for sale securities Tax relating to item that will be reclassified TOTAL COMPREHENSIVE INCOME (LOSS) The accompanying notes form an integral part of these 2 financial statements Paraf :
  149. (10,105,271,832) --(14,567,393,332) ---550,000,000,000 March 26, 2019 laporan keuangan secara keseluruhan Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari 3 ---63,587,566,163 14,717,553,647 ---63,587,566,163 48,870,012,516 -11,028,850,189 3,614,820,369 (160,135,848,509) (14,717,553,647) -2,094,941,344 (172,575,486,513) (174,779,519,067) 10,418,579,749 Unrealized loss on available for sale securities Actuarial gain for employment benefit liability Net profit for the current year BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2018 Appropriated profit 2016 Unrealized loss on available for sale securities Actuarial gain for employment benefit liability Net loss for the current year BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2017 BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2016 Paraf : financial statements The accompanying notes form an integral part of these (10,105,271,832) 11,028,850,189 3,614,820,369 438,884,324,322 -2,747,534,867 2,094,941,344 (172,575,486,513) 434,345,925,596 602,078,935,898 Jumlah Ekuitas/ Total Equity Rp PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Saldo laba (defisit)/ Retained earnings (deficit) * Ditentukan Belum ditentukan penggunaannya/ penggunaannya/ Appropriated Unappropriated Rp Rp *) Saldo Laba yang belum ditentukan penggunaannya termasuk pengukuran kembali atas program imbalan kerja/ Unappropriated retained earnings include remeasurement on defined benefit plan Rugi yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual Untung aktuarial imbalan pascakerja Laba bersih tahun berjalan SALDO PER 31 DESEMBER 2018 -2,747,534,867 --(4,462,121,500) ----550,000,000,000 Pencadangan laba 2016 Rugi yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual Untung aktuarial imbalan pascakerja Rugi bersih tahun berjalan SALDO PER 31 DESEMBER 2017 23 (7,209,656,367) Issued and fully paid up capital Rp 550,000,000,000 for sale securities Rp Modal ditempatkan dan disetor penuh/ SALDO PER 31 DESEMBER 2016 Catatan/ Notes Rugi yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual bersih/ Unrealized loss on available PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh)
  150. PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pihak tertanggung Pembayaran kas kepada pihak tertanggung Pembayaran kas kepada asuradur Pembayaran kepada karyawan Penerimaan pendapatan keuangan Pembayaran operasional lainnya Kas neto digunakan untuk aktivitas pperasi PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF CASH FLOWS For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 2017 Rp Rp CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Proceeds from customer insured payment to the insured Payment to customer insured Payment to employee Interest reciept Others payment Net cash used in operating activities 417,197,673,561 (275,325,073,508) (286,026,919,047) (72,849,219,331) 3,101,328,518 (61,896,872,846) 341,308,440,882 (347,999,079,227) (84,753,794,460) (73,351,346,582) 437,959,303 (64,989,807,411) (275,799,082,653) (229,347,627,495) (55,413,808) 323,571,391,764 21,389,731,435 (217,908,443,082) (1,115,696,208) 329,434,204,578 28,370,711,057 (252,460,612,505) 126,997,266,309 104,228,606,922 72,000,000,000 185,000,000,000 72,000,000,000 185,000,000,000 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS (76,801,816,344) 59,880,979,427 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 132,438,667,412 72,557,687,985 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 55,636,851,068 132,438,667,412 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan aset tetap Pencairan investasi Penerimaan hasil investasi Penempatan investasi Kas neto diperoleh dari aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan pinjaman Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan March 26, 2019 CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Purchase of fixed assets Proceed of investment Receipt from investment Placed of investment Net cash provided by investing activities CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Loan receipts Net cash provided by (used in) financing activities NET INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS The accompanying notes form an integral part of these 4 financial statements Paraf :
  151. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 1. Umum 1. General 1.a. Pendirian Perusahaan PT Asuransi Asei Indonesia ("Perusahaan") di dirikan pada tanggal 9 Oktober 2014 sebagaimana tertuang dalam Akta No.08 oleh notaris Marthin Aliunir, S.H., yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-29156.40.10.2014 tanggal 13 Oktober 2014. 1.a. The Company’s Establishment PT Asuransi Asei Indonesia (“the Company") was established on October 9, 2014 by Notarial Deed No.08 of Marthin Aliunir, S.H., and was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its decision letter No. AHU-29156.40.10.2014 deted October 13, 2014. Anggaran dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan Akta Notaris No.16 tanggal 19 November 2014 oleh notaris Marthin Aliunir, S.H., yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-44529.40.22.2014 tanggal 2 Desember 2014 mengenai perubahan susunan Direksi dan Komisaris. The Company’s articles has been ammended with Notarial Deed No.16 dated November 19, 2014 of Marthin Aliunir, S.H., and was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its decision letter No. AHU-44529.40.22.2014 dated December 2, 2014 about the changes of Board Of Commissioner and Directors. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah sebagai berikut:  Menerima pertanggungan atas risiko tidak diterimanya pembayaran dari importir (pembeli) di luar negeri terhadap ekspor barang atau jasa yang dilakukan oleh eksportir dari Indonesia;  Menerima pertanggungan atas risiko tidak diterimanya pelunasan kredit dari debitur terhadap kredit yang diberikan oleh bank atau lembaga pembiayaan;  Menerima pertanggungan langsung dari segala jenis asuransi kerugian dan sejenisnya termasuk menyelenggarakan usaha dibidang kerugian dengan prinsip syariah serta mereasuransikan risiko-risiko asuransi tersebut;  Menerima pertanggungan tidak langsung dari perusahaan asuransi/reasuransi didalam maupun diluar negeri atas segala jenis asuransi kerugian dan sejenisnya untuk ditahan sendiri serta mereasuransikan resikoresiko asuransi; dan  Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan. In accordance with article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of activities of the Company are as follows:  To undertake insurance covering against risks of non receipt of payment by Indonesian exporters from foreign importers (buyers) relating to exports of goods or services by Indonesian exporter;  To undertake guarantee covering against risk of non settlement by debtors of credits advanced by banks or financial institutions; Perusahaan menempatkan modal kerja unit usaha syariah sebesar Rp25.000.000.000 sebagaimana yang tertuang dalam Akta Notaris No.13 Tanggal 9 Juni 2016 Oleh Marthin Aliunir, S.H., yang disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03.-00556124 tanggal 10 Juni 2016. The Company placing working capital on Sharia Unit Business amounting to Rp25,000,000,000 was on June 9, 2016 by Notarial Deed No.13 of Marthin Aliunir, S.H., and was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its decision letter No. AHU-letter No. AHUAH.01.03.-00556124 deted June 10, 2016. 5  To undertake in other field of general insurance directly, etc including the conduct of business in the field of general insurance with Sharia principles and to reinsured insurance risks;  To undertake in other field of general insurance undirectly from local or foreign for any kind of general insurance, etc by own retention and to reinsured insurance risks; and  To undertake other sectors to the extent they are permitted by the prevailing rules and regulations.
  152. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusatnya berkedudukan di Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav, 2-3, Jakarta. Perusahaan memiliki 17 (tujuh belas) kantor cabang yakni Jakarta Utama, Jakarta III, Jakarta IV, Balikpapan, Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Manado, Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Tangerang, Makasar, Samarinda dan Padang serta 17 kantor pemasaran di beberapa kota. The Company is domiciled in Jakarta with its head office located at Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav, 2-3, Jakarta. The Company has 17 (Seventeen) branches located in Jakarta Utama, Jakarta III, Jakarta IV, Balikpapan, Palembang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Manado, Medan, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Tangerang, Makasar, Samarinda and Padang with 17 marketing offices in several cities. Perusahaan memulai kegiatan operasionalnya pada 18 Desember 2014. The Company started its commercial activities on December 18, 2014. 1.b. Susunan Dewan Komite Audit Komisaris, Direksi dan 1.b. Board of Commissioners, Directors and Audit Committee Berdasarkan Akta Keputusan Notaris No.4 Tanggal 1 Desember 2016 oleh Notaris Zainun Ahmadi, S.H., M.Kn., susunan Dewan Komisaris Perusahaan adalah sebagai berikut: Based on Notarial Deed No.4 dated December 1, 2016 of Zainun Ahmadi, S.H., M.Kn., the composition of the Company’s Boards of Commissioners are as follow: 2018 Dewan Komisaris: Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen -Kusnindar Robert Tampubolon Amrizal Board of Commissioners: President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner 2017 Dewan Komisaris: Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Bambang Sabariman Kusnindar Robert Tampubolon Amrizal Board of Commissioners: President Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Pada tanggal 28 Juli 2018 Perusahaan menerima pengunduran diri Bambang Sabariman sebagai Presiden Komisaris. On July 28, 2018 the Company accepted the resignation of Bambang Sabariman as President Commissioner. Berdasarkan Akta Keputusan Notaris No.4 Tanggal 1 Desember 2016 oleh Notaris Zainun Ahmadi, S.H., M.Kn., susunan Direksi Perusahaan per 31 Desember 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut: Based on Notarial Deed No.4 dated December 1, 2016 of Zainun Ahmadi, S.H., M.Kn., the composition of the Company’s Directors at Desember 31, 2018 and 2017 are as follows: Direksi: Presiden Direktur Direktur Direktur Direktur Riduan Simanjuntak M. Syamsudin Cholid Yunisyaaf Y.Arief Eva Jorita Jumlah karyawan tetap Perusahaan sebanyak 289 dan 331 karyawan masing-masing pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017. 6 Directors: President Director Director Director Director The Company had a total 289 and 331 permanent employees at December 31, 2018 and 2017, respectively.
  153. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) 2. PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan 2. 2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yakni Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK - IAI). Summary of Significant Accounting Policies 2.a. Compliance with Financial Accounting Standards (SAK) The Company’s financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards including the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by the Financial Accounting Standards Board Indonesian Institute of Accountants (DSAK – IAI). 2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan 2.b. Basis of Measurement and Preparation of Keuangan Financial Statements The financial statements have been prepared Laporan keuangan disusun dan disajikan and presented based on going concern berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta assumption and accrual basis of accounting, atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. except for the statements of cash flows. Basis Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan of measurement in preparation of these keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, financial statements is the historical costs kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan concept, except for certain accounts which pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam have been prepared on the basis of other kebijakan akuntansi masing-masing akun measurements as described in their respective tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan policies. Historical cost is generally based on pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam the fair value of the consideration given in pemerolehan aset. exchange for assets. Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. The statements of cash flows are prepared using the direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Perusahaan menetapkan mata uang fungsional sendiri dan unsur-unsur dalam laporan keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan mata uang fungsional tersebut. The presentation currency used in the preparation of the financial statements is Indonesian Rupiah which is the functional currency of the Company. The Company determines its own functional currency and items included in the financial statements of each entity are measured using that functional currency. 2.c. Pernyataan dan Interpretasi atas Standar Baru 2.c. New Standard and Interpretation of Standards The following are revision, amendments and adjustments of standards and interpretation of standard issued by DSAK - IAI and effectively applied for the year starting on or after January 1, 2018, are as follows: Berikut adalah revisi, amandemen dan penyesuaian atas standar akuntansi keuangan (SAK) serta interpretasi atas SAK yang diterbitkan ole DSAK - IAI berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2018, yaitu:  PSAK 16 (Amandemen 2015): “Aset Tetap tentang Agrikultur: Tanaman Produktif”  PSAK 69: “ Agrikultur”  PSAK 2 (Amandemen 2016): “Laporan Arus Kas tentang Prakarsa Pengungkapan” 7  PSAK 16 (Amendment 2015): “Property, Plant and Equipment regarding Agriculture: Bearer Plants”  PSAK 69: “ Agriculture”  PSAK 2 (Amendment 2016): “Statements of Cash Flows regarding Disclosure Initiative”
  154. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah)  PSAK 46 (Amandemen 2016): “Pajak Penghasilan tentang Pengakuan Aset Pajak Pajak Tangguhan untuk Rugi yang Belum Direalisasi”  PSAK 13 (Amandemen 2017): “Properti Investasi tentang Pengalihan Properti Investasi” 53 (Amandemen 2017):  PSAK “Pembayaran Berbasis Saham tentang Klasifikasi dan Pengukuran Transaksi Pembayaran Berbasis Saham”  PSAK 15 (Penyesuaian 2017): “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” 67 (Penyesuaian 2017):  PSAK “Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain”  PSAK 46 (Amendment 2016): “Income Tax regarding Deferred Tax Assets Recognition for Unrealised Loss”. 13 (Amendment 2017):  PSAK “Investment Property regarding Transfer of Investment Property”  PSAK 53 (Amendment 2017): “Sharebased Payment regarding Classification and Measurement of Share-based Payment Transaction” 15 (Improvement 2017):  PSAK “Investment in Associates and Joint Ventures”  PSAK 67 (Improvement 2017): “Disclosure of Interests in Other Entities” Implementasi dari standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya. The implementation of the above standards had no significant effect on the amounts reported for the current period or prior financial year. Namun, penerapan PSAK 2 (Amandemen 2016) mensyaratkan Perusahaan menyediakan pengungkapan bagi pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan. Persyaratan tersebut telah diungkapkan di Catatan 35. However, the implementation of PSAK 2 (Amendment 2016) requires the Company to provide disclosures to users of financial statements to evaluate changes in liabilities arising from financing activities. These requirements have been disclosed in Note 35. 2.d. Instrumen Keuangan 2.d. Financial Instruments Pengakuan dan Pengukuran Awal Initial Recognition and Measurement The Company recognizes a financial assets or Perusahaan mengakui aset keuangan atau a financial libilities in the statement of financial liabilitas keuangan dalam laporan posisi position when, and only when, it becomes a keuangan, jika dan hanya jika, Perusahaan party to the contractual provisions of the menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada instrument. At initial recognition, the Company kontrak instrumen tersebut. Pada saat pengakuan measures all financial assets and financial awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, liabilites at its fair value. In the case of a Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya. financial asset or financial liability not at fair Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan value through profit or loss, fair value plus or tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, minus with the transaction costs that are directly nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang attributtable to the acquisition or issue of the dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan financial asset or financial liability. Transaction secara langsung dengan perolehan atau costs incurred on acquisition of a financial asset penerbitan aset keuangan atau liabilitas and issue of a financial liability classified at fair keuangan tersebut. Biaya transaksi yang value through profit or loss are expensed dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset immediately. keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera. Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan Pengukuran selanjutnya aset keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan dalam salah satu dari empat kategori berikut: 8 Subsequent Measurement of Financial Assets Subsequent measurement of financial assets depends on their classification on initial recognition. The Company classifies financial assets in one of the following four categories:
  155. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) (i) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Setelah pengakuan awal, aset keuangan diukur pada FVTPL diukur pada wajarnya. Keuntungan atau kerugian timbul dari perubahan nilai wajar keuangan diakui dalam laba rugi. (i) Financial Assets at Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL) Financial assets at FVTPL are financial assets held for trading or upon initial recognition it is designated as at fair value through profit or loss. Financial asset classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling and repurchasing it in the near term, or it is a part of a portfolio of identified financial instruments that are managed together and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking, or it is a derivative, except for a derivative that is a designated and effective hedging instrument. yang nilai yang aset After initial recognition, financial assets at FVTPL are measured at its fair value. Gains or losses arising from a change in the fair value of financial assets are recognized in profit or loss. (ii) Pinjaman yang Diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali: (a) pinjaman yang diberikan dan piutang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu dekat dan yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi; (b) pinjaman yang diberikan dan piutang yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual; atau (c) pinjaman yang diberikan dan piutang dalam hal pemilik mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman. (ii) Loans and Receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market, other than: Setelah pengakuan awal, pinjaman yang diberikan dan piutang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. After initial recognition, loans and receivable are measured at amortized cost using the effective interest method. 9 (a) those that intends to sell immediately or in the near term and upon initial recognition designated as at fair value through profit or loss; (b) those that upon initial recognition designated as available for sale; or (c) those for which the holder may not recover substantially all of its initial investment, other than because of credit deterioration.
  156. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) (iii) Investasi Dimiliki Hingga Jatuh Tempo (HTM) Investasi HTM adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan, serta Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. (iii) Held-to-Maturity (HTM) Investments HTM investments are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturity that the Company has the positive intention and ability to hold to maturity. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. After initial recognition, HTM investments are measured at amortized cost using the effective interest method. (iv) Aset Keuangan Tersedia Untuk Dijual (AFS) Aset keuangan AFS adalah aset keuangan nonderivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak diklasifikasikan sebagai (a) pinjaman yang diberikan dan piutang, (b) investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, atau (c) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. (iv) Available-for-Sale (AFS) Financial Assets AFS financial assets are non-derivative financial assets that are designated as available for sale on initial recognition or are not classified as (a) loans and receivable, (b) held-to-maturity investment or (c) financial assets at fair value through profit or loss. Setelah pengakuan awal, aset keuangan AFS diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi. After initial recognition, AFS financial assets are measured at its fair value. Gains or losses arising from a change in the fair value is recognized on other comprehensive income, except for impairment losses and foreign exchange gains and losses, until the financial assets is derecognized. At that time, the cumulative gains losses previously recognized in other comprehensive income shall be reclassified from equity to profit or loss as a reclassification adjustment. Investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal diukur pada biaya perolehan. Investment in equity instruments that do not have a quoted market price in an active market and whose fair value cannot be reliably measured are measured at cost. Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya pada saat pengakuan awal. Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam salah satu dari kategori berikut: (i) Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL adalah liabilitas keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan atau yang pada saat pengakuan awal telah ditetapkan untuk diukur 10 Subsequent Measurement of Financial Liabilities Subsequent measurement of financial liabilities depends on their classification on initial recognition. The Company classifies financial liabilities into one of the following categories: (i) Financial Liabilities at Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL) Financial liabilities at Fair Value Through Profit or Loss (FVTPL) is financial liabilities held for trading or when in initial recognition has been set for measured at
  157. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual saat ini, atau merupakan derivatif, kecuali derivatif yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. fair value through profit or loss. Financial liabilities classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling and repurchasing it in the near term, or it is a part of a portfolio of identified financial instruments that are managed together and for which there is evidence of a recent actual pattern of short-term profit taking, or it is a derivative, except for a derivative that is a designated and effective hedging instrument. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui dalam laba rugi. After initial recognition, financial liabilities at FVTPL are measured at its fair value. Gains or losses arising from a change in the fair value are recognized in profit or loss. (ii) Liabilitas Keuangan Lainnya Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL dikelompokan dalam kategori ini dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. (ii) Other Financial Liabilities Financial liabilities that are not classified as financial liabilities at FVTPL are grouped in this category and are measured at amortized cost using the effective interest method. Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Perusahaan secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Perusahaan mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika Perusahaan secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan tetap mengakui aset keuangan tersebut. Derecognition of Financial Assets and Liabilities The Company derecognizes a financial asset when, and only when the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire or the Company transfers the contractual rights to receive the cash flows of the financial asset or retains the contractual rights to receive the cash flows but assumes a contractual obligation to pay the cash flows to one or more recipients in an arrangement. If the Company transfers substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset, the Company derecognizes the financial asset and recognize separately as asset or liabilities any rights and obligation created or retained in the transfer. If the Company neither transfers nor retains substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset and has retained control, the Company continues to recognize the financial asset to the extent of its continuing involvement in the financial asset. If the Company retains substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset, the Company continues to recognize the financial asset. 11
  158. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. The Company removes a financial liability from its statement of financial position when, and only when, it is extinguished, ie when the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired. Penurunan Nilai Aset Keuangan Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Impairment of Financial Assets At the end of each reporting period, the Company assesses whether there is any objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. A financial asset or group of financial assets is impaired and impairment lossess are incurred, if and only if, there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occured after the initial recognition of the asset (loss event), and that loss event has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or group of financial assets that can be reliably estimated. Berikut adalah bukti objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai: (a) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; (b) Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; pihak (c) Terdapat kemungkinan bahwa peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya; (d) Terdapat data yang dapat diobservasi yang mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa depan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset, seperti memburuknya status pembayaran pihak peminjam atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan gagal bayar. The following are objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired: (a) Significant financial difficulty of the issuer or obligor; (b) A breach of contract, such as default or delinquency in interest or principal payments; (c) It becoming probable that the borrower will enter bankruptcy or other financial reorganization; (d) Observable data indicating that there is a measurable decrease in the estimated future cash flows from a group of financial assets since the initial recognition, such as adverse changes in the payment status of borrowers or economic condition that correlate with defaults. Untuk investasi pada instrumen ekuitas, penurunan yang signifikan atau penurunan jangka panjang dalam nilai wajar instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya merupakan bukti objektif terjadinya penurunan nilai. For investment in equity instrument, a significant and prolonged decline in the fair value of the equity instrument below its cost is an objective evidence of impairment. Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi, maka jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto If there is objective evidence that an impairment loss has been incurred on loans and receivable or held-to-maturity investments carried at amortized cost, the amount of impairment loss is measured as the difference between the carrying amount of the financial asset and the present value of estimated future cash flows discounted at the financial asset’s 12
  159. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) menggunakan suku bunga efektif awal dari aset tersebut dan diakui pada laba rugi. original effective interest rate and recognized in profit or loss. Jika penurunan dalam nilai wajar atas aset keuangan tersedia untuk dijual telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terdapat bukti objektif bahwa aset tersebut mengalami penurunan nilai, maka kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang direklasifikasi adalah selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi. When a decline in the fair value of an availablefor-sale financial asset has been recognized in other comprehensive income and there is objective evidence that the asset is impaired, the cumulative loss that had been recognized in other comprehensive income shall be reclassified from equity to profit or loss as a reclassification adjustment even though the financial assets has not been derecognized. The amount of the cumulative loss that is reclassified are the difference between the acquisition cost (net of any principal repayment and amortisation) and current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized in profit or loss. Metode Suku Bunga Efektif Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain. The Effective Interest Method The effective interest method is a method of calculating the amortized cost of a financial asset or a financial liability (or group of financial assets or financial liabilities) and of allocating the interest income or interest expense over the relevant period. The effective interest rate is the rate that exactly discount estimated future cash payments or receipts through the expected life of the financial instrument or, when appropriate, a shorter period to the net carrying amount of the financial asset or financial liability. When calculating the effective interest rate, the Company estimates cash flows considering all contractual terms of the financial instrument, for example, prepayment, call and similar option, but shall not consider future credit losses. The calculation includes all fees and points paid or received between parties to the contract that are an integral part of the effective interest rate, transaction costs, and all other premiums or discounts. Reklasifikasi Perusahaan tidak mereklasifikasi derivatif dari diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama derivatif tersebut dimiliki atau diterbitkan dan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan dari diukur melalui laba rugi jika pada pengakuan awal instrumen keuangan tersebut ditetapkan oleh Perusahaan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Perusahaan dapat mereklasifikasi aset keuangan yang diukur pada Reclassification The Company shall not reclassify a derivative out of the fair value through profit or loss category while it is held or issued and not reclassify any financial instrument out of the fair value through profit or loss category if upon initial recognition it was designated by the Company as at fair value through profit or loss. The Company may reclassify that financial asset out of the fair value through profit or loss 13
  160. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) nilai wajar melalui laba rugi, jika aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan penjualan atau pembelian kembali aset keuangan tersebut dalam waktu dekat. Perusahaan tidak mereklasifikasi setiap instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal. category if a financial asset is no longer held for the purpose of selling or repurchasing it in the near term. The Company shall not reclassify any financial instrument into the fair value through profit or loss category after initial recognition. Jika, karena perubahan intensi atau kemampuan Perusahaan, instrumen tersebut tidak tepat lagi diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, maka investasi tersebut direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual dan diukur kembali pada nilai wajar. Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi atas investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan, maka sisa investasi dimiliki hingga jatuh tempo direklasifikasi menjadi tersedia untuk dijual, kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali, terjadi setelah seluruh jumlah pokok telah diperoleh secara substansial sesuai jadwal pembayaran atau telah diperoleh pelunasan dipercepat; atau terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar. If, as a result of a change in Company’s intention or ability, it is no longer appropriate to classify an investment as held to maturity, it shall be reclassified as available for sale and remeasured at fair value. Whenever sales or reclassification of more than an insignificant amount of held-to-maturity investments, any remaining held-to-maturity investments shall be reclassified as available for sale, other than sales or reclassification that are so close to maturity or the financial asset’s call date, occur after all the financial asset’s original principal has been collected substantially through scheduled payments or prepayments, or are attributable to an isolated event that is beyond control, non-recurring, and could not have been reasonably anticipated. Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Offsetting a Financial Asset and a Financial Liability A financial asset and financial liability shall be offset when and only when, the Company currently has a legally enforceable right to set off the recognized amount; and intends either to settle on a net basis, or to realise the asset and settle the liability simultaneously. Pengukuran Nilai Wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Fair Value Measurement Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. Nilai wajar aset dan liabillitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan. The fair value of financial assets and financial liabilities must be estimated for recognition and measurement or for disclosure purposes. Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar: Fair values are categorized into different levels in a fair value hierarchy based on the degree to which the inputs to the measurement are observable and the significance of the inputs to the fair value measurement in its entirety: 14
  161. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1); (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2); (iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3). (i) Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. When measuring the fair value of an asset or a liability, the Company uses market observable data to the extent possible. If the fair value of an asset or a liability is not directly observable, the Company uses valuation techniques that appropriate in the circumstances and maximizes the use of relevant observable inputs and minimizes the use of unobservable inputs. Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir periode pelaporan dimana perpindahan terjadi. Transfers between levels of the fair value hierarchy are recognised by the Company at the end of the reporting period during which the change occurred. Quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that can be accessed at the measurement date (Level 1); (ii) Inputs other than quoted prices included in Level 1 that are observable for the assets or liabilities, either directly or indirectly (Level 2); (iii) Unobservable inputs for the assets or liabilities (Level 3). 2.e. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: 2.e. Related Parties Transactions and Balances A related party is a person or an entity that is related to the reporting entity: a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. a. A person or close member of that person’s family is related to a reporting entity if that person: i. has control or joint control over the reporting entity; ii. has significant influence over the reporting entity; or iii. is a member of the key management personnel of the reporting entity or of a parent of the reporting entity. b. Satu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain); ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya); iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; b. An entity is related to a reporting entity if any of the following conditions applies: i. The entity and the reporting entity are members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow subsidiary is related to the others); ii. One entity is an associate or joint venture of the other entity (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other entity is a member); iii. iv. 15 Both entities are joint ventures of the same third party; One entity is a joint venture of a third entity and the other entity is an associate of the third entity;
  162. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor; yang dikendalikan atau vi. Entitas dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (i); vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (i) (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas); atau viii. Entitas atau anggota dari kelompok dimana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. v. vi. vii. viii. The entity is a post-employment benefit plan for the benefit of employees of either the reporting entity, or an entity related to the reporting entity. If the reporting entity in itself such a plan, the sponsoring employers are also related to the reporting entity; The entity is controlled or jointly controlled by a person identified in (i); A person identified in (i) (a) has significant influence over the entity or is a member of the key management personnel of the entity (or a parent of the entity); or The entity or any members of a group of which it is a part, provides key management personnel service to the reporting entity or to parent of the reporting entity. Entitas yang berelasi dengan pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi oleh pemerintah. Pemerintah mengacu kepada pemerintah, instansi pemerintah dan badan yang serupa baik lokal, nasional maupun internasional. A government-related entity is an entity that is controlled, jointly controlled or significant influence by a government. Government refers to government, government agencies and similar bodies whether local, national or international. Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau dipengaruhi secara signifikan oleh Kementerian Keuangan atau Pemerintah Daerah yang merupakan Pemegang Saham entitas, atau entitas yang dikendalikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian BUMN sebagai kuasa pemegang saham. Government related entity can be an entity which controlled or significantly influenced by the Ministry of Finance or Local Government that representing as the shareholders of the entity or an entity controlled by the Government of Republic of Indonesia, represented by the Ministry of State Owned Entreprise as a shareholder’s representative. Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan yang relevan. All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the relevant Notes. 2.f. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya. 2.f. Cash and Cash Equivalents Cash and cash equivalents are cash on hand, cash in banks (demand deposits) and time deposits with maturity periods of three months or less at the time of placement that are not used as collateral or are not restricted. 2.g. Piutang Premi Piutang premi meliputi tagihan premi kepada tertanggung/agen/broker sebagai akibat transaksi asuransi. Dalam hal Perusahaan memberikan potongan premi kepada tertanggung, maka potongan tersebut langsung dikurangkan dari piutang preminya. 2.g. Premium Receivables Premiums receivables consist of receivables from policyholders/agents/brokers resulting from an insurance transaction. In conditions where the Company gives premium discount to policyholders, the discount is reduced directly from the related premiums receivables 16
  163. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Perusahaan menelaah kolektibilitas piutang secara berkala. Jika ada bukti objektif bahwa piutang tersebut tidak tertagih, Perusahaan mengurangi/menghapuskan nilai tercatat piutang sebesar yang dapat dipulihkan melalui pembatalan polis. Pembatalan polis akan dilakukan setelah proses penagihan tidak berhasil. The Company assesses its receivables for impairment on a regular basis. If there is objective evidence that these receivables are impaired, the Company reduces/eliminates the carrying amount of the receivables that can be covered through cancellation policy. Policy cancellation will be made after the collection receivables are not successful. 2.h. Reasuransi Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan kontrak reasuransi untuk membatasi kemungkinan kerugian yang timbul dari eksposur tertentu. Premi reasuransi outward diakui pada periode yang sama dengan periode pengakuan premi bisnis langsung yang terkait atau bisnis reasuransi inward yang dipertanggungkan. 2.h. Reinsurance The Company enters into reinsurance contract in the normal course of business in order to limit the potential for losses arising from certain exposures. Outward reinsurance premiums are accounted for in the same period as the related premium for the direct or inward reinsurance business being reinsured. Liabilitas reasuransi terdiri dari utang premi untuk kontrak reasuransi outward dan diakui sebagai beban pada saat jatuh tempo. Reinsurance liabilities comprises premiums payale for outwards reinsurance contracts and are recognized as an expense when due. Aset reasuransi termasuk saldo yang akan ditagih ke perusahaan reasuransi atas beban klaim. Aset reasuransi diukur secara konsisten dengan jumlah yang terkait dengan pertanggungan yang mendasari dan sesuai dengan ketentuan kontrak reasuransi. Reasuransi dicatat sebagai asset kecuali terdapat hak saling hapus. Dalam hal demikian, liabilitas yang terkait dikurangi untuk memperhitungkan reasuransi. Reinsurance assets include balances due from reinsurance companies for claimed losses. Reinsurance assets are measured consistently with the amounts associated with the underlying insurance and in accordance with the terms of the reinsurance contract. Reinsurance is recorded as an asset unless a right of set-off existx, in which case the associated liabilities are reduces to take account of reinsurance. Pengujian penurunan nilai dilakukan terhadap aset reasuransi. Nilai tercatat aset reasuransi diturunkan ke nilai yang dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebagai beban dalam laba rugi. Aset diturunkan nilainya jika terdapat bukti obyektif bahwa Perusahaan mungkin tidak akan dapat menerima seluruh jumlah tagihan ke penanggung. Reinsurance assets are subject to impairment testing an the carrying amount is reduced to its recoverable amount. The impairment loss is recognized as an expense in the profit or loss. The assets is impaired if objective evidence is available to suggest that it is probable that the Company will not be able to collect the amounts due from reinsurers. 2.i. Liabilitas Kontrak Asuransi Liabilitas kontrak asuransi mencakup klaim dalam proses, premi balum merupakan pendapatan dan liabilitias manfaat polis masa depan. 2.i. Premi Belum Merupakan Pendapatan Premi belum merupakan pendapatan adalah bagian dari premi yang belum diakui sebagai pendapatan karena masa pertanggungannya masih berjalan pada akhir periode akuntansi, dan disajikan dalam jumlah bruto. Porsi reasuransi atas premi belum merupakan pendapatan disajikan sebagai bagian dari aset reasuransi. Insurance Contract Liabilities Insurance contract liabilities include the outstanding claims provision, the provision for unearned premium and liability for future benefits. Unearned Premiums Unearned premiums are part of the premium that have not been recognized as revenue because the coverage is still running at the end of the accounting period, and presented in the gross amount. Unearned premiums portion of reinsurance is presented as part of the reinsurance assets. 17
  164. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Premi yang belum merupakan pendapatan dihitung secara individual dari setiap pertanggungan dan ditetapkan secara proporsional dengan jumlah proteksi yang diberikan selama periode risiko dengan menggunakan metode harian. Unearned premiums are computed based on individual coverage that is determined proportional with protection amount given throughout period of risk using daily method. Liabilitas Manfaat Polis Masa Depan Liabilitas manfaat polis masa depan adalah nilai sekarang estimasi manfaat polis masa depan yang akan dibayar kepada pemegang polis, dikurangi dengan nilai sekarang dari estimasi premi masa depan yang akan diterima dari pemegang polis dan diakui pada saat pengakuan pendapatan premi. Liabilitas manfaat polis masa depan dinyatakan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan perhitungan aktuaria. Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan diakui sebagai beban (pendapatan) dalam laba rugi. Liability for Future Policy Benefits Liability for future policy benefits represent the present value of estimate future policy benefits to be paid to policy holders, less present value of estimated future premiums to be received from policy holders, recognized consistently with the recognition of premium income. Liability for future policy benefits is stated in the consolidated statement of financial position in accordance with the actuarial calculation. Increase (decrease) in liability for future policy benefits is recognizedmas an expense (income) in profit and loss. Estimasi Liabilitas Klaim Estimasi liabilitas klaim merupakan estimasi jumlah liabilitas yang menjadi tanggungan sehubungan dengan klaim yang masih dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan jumlah estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Perusahaan tidak mengakui setiap provisi untuk kemungkinan klaim masa depan sebagai liabilitas jika klaim tersebut timbul berdasarkan kontrak asuransi yang tidak ada pada akhir periode pelaporan (seperti provisi katastrofa dan provisi penyetaraan). Estimated Claims Liabilities The estimated claims liabilities are an estimate of the amount of liabilities to be borne in connection with claims that are still in the process of completion, including claims incurred but not yet reported. Changes in the estimated amount of claims liabilities, as a result of further review process and the claim with the claims paid are recognized in profit or loss in the period of change. The Company does not recognize any provision for possible future claims as a liability if the claims arising under insurance contract that do not exist at the end of the reporting period (such as catastrophe provision and equalization provisions). Pendapatan Premi Ditangguhkan Pendapatan premi diterima di muka dicatat sebagai pendapatan premi ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan masa pertanggungannya. Deferred Premium Income Advance premium income is recorded as deferred premium income and is recognized as revenue over its coverage period. Tes Kecukupan Liabilitas Pada akhir periode pelaporan, Perusahan menilai apakah liabilitas asuransi yang diakui telah mencukupi dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan terkait dengan kontrak asuransi. Jika nilai tercatat liabilitas asuransi setelah dikurangi dengan biaya akuisisi tangguhan terkait tidak mencukupi dibandingkan dengan estimasi arus kas masa depan, maka seluruh kekurangan tersebut diakui dalam laba rugi periode berjalan. Liability Adequacy Test At the end of the reporting period, the Company assess wheter recognized insurance liabilities are sufficient by using current estimates of future cash flows related to the insurance contracts. If the carrying value of insurance liabilities net of related deferred acquisition costs is insufficient compared to the estimated future cash flows, the entire deficiency is recognized in profit or loss for the period. 18
  165. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) 2.j. PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Aset Reasuransi Aset reasuransi adalah hak kontraktual neto cedant dalam suatu kontrak reasuransi. Nilai aset reasuransi atas liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim diestimasi secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan masing-masing liabilitas manfaat polis masa depan, premi yang belum merupakan pendapatan dan estimasi liabilitas klaim, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi. Reinsurance Assets Reinsurance asset represent net contractual rights of cedent under a reinsurance contract. The amount of reinsurance asset of the liability for future policy benefits, unearned premiums and estimated claims liability are estimated in a manner consistent with the approach used in determining their liability for future policy benefits, unearned premiums and claims liability estimates, based on terms and conditions of the reinsurance contract. Pada setiap tanggal pelaporan, manajemen Perusahaan menelaah apakah aset reasuransi telah mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai aset reasuransi terjadi jika, dan hanya jika terdapat bukti objektif yang menyebabkan cedant tidak menerima seluruh jumlah yang sesuai dengan persyaratan kontrak dan dampaknya dapat diukur secara andal. Penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian membeli reasuransi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif segera pada tanggal pembelian dan tidak diamortisasi. Perjanjian reasuransi tidak membebaskan Perusahaan dari kewajiban kepada pemegang polis. The Company’s management assesses at each statement of financial position date whether reinsurance assets is impaired. Reinsurance asset impairment occurs if, and only if there is an objective evidence that the cedent did not receive the entire amount in accordance with the contract requirements and the impact can be measured reliably. Impairment loss is recognized in profit or loss. Gains or losses on buying reinsurance are recognized in the statement of comprehensive income immediately at the date of purchase and are not amortized. Ceded reinsurance arrangements do not relieve the Company from its obligations to policy holders. Pengakuan Pendapatan dan Beban Premi Bruto Premi yang diperoleh sehubungan dengan kontrak asuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan selama periode polis (kontrak) berdasarkan proporsi jumlah proteksi yang diberikan. Dalam hal periode polis berbeda secara signifikan dengan periode risiko, maka seluruh premi yang diperoleh tersebut diakui sebagai pendapatan selama periode risiko. 2.j. Revenue and Expense Recognition Gross Premium Premium earned in relation to short-term insurance contracts are recognized as revenue over the period of the policy (contract) in proportion to the amount of protection provided. If terms of the policy period differed significantly with the risk period, all earned premiums are recognized as revenue over the period of risk. Premi selain kontrak asuransi jangka pendek diakui sebagai pendapatan pada saat jatuh tempo. Premium other than short-term insurance contracts are recognized as revenue at maturity. Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan yang diperoleh kepada perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi sesuai periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retrospektif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar kewajiban yang dibukukan sehubungan kontrak reasuransi tersebut. The Company reinsures part of its total accepted risk to reinsurance companies. Premiums paid or share in the reinsurance premium on prospective reinsurance transactions are recognized as reinsurance premium over the reinsurance contract period based on the coverage provided. Premium payments or liabilities on retrospective reinsurance transactions are recognized as reinsurance payables in the amount equivalent to the recorded liability in relation to the reinsurance contract. 19
  166. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Porsi reasuransi atas premi belum merupakan pendapatan ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan premi yang belum merupakan pendapatan, berdasarkan syarat dan ketentuan dari kontrak reasuransi tersebut. Unearned premiums portion of reinsurance is determined consistently with the approach used in determining the unearned premiums, based on terms and conditions of the reinsurance contract. Hasil Investasi Pendapatan hasil investasi merupakan pendapatan yang diperoleh dari hasil pengelolaan aset investasi seperti bunga, diskonto, dividen, capital gain (loss), selisih kurs investasi disajikan sebagai bagian dari hasil investasi. Income form Investments Investment income derived from investment assets such as deposits interest, discounts, dividends, capital gains, and gains (loss) in foreign exchange, are presented as part of investment income. Beban Klaim Beban klaim dan manfaat meliputi klaim disetujui (settled claims), klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan beban penyelesaian klaim. Klaim tersebut diakui sebagai beban klaim pada saat timbulnya liabilitas untuk memenuhi klaim. Bagian klaim reasuransi diakui dan dicatat sebagai pengurang beban klaim pada periode yang sama dengan periode pengakuan beban klaim. Claims Expense Claims and benefit expenses consists of settled claims, claims in process including claims incurred but not yet reported and claim settlement expenses. Claims are recognized as expenses when incurred and liabilities arise due to claims. Reinsurance claims received from reinsurance companies are recognized as a deduction from the claims expense in the same period as the recognition of claims expense. Jumlah klaim dalam proses penyelesaian termasuk klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan, diakui sebagai estimasi liabilitas klaim yang diukur berdasarkan perhitungan teknis asuransi. Perubahan estimasi liabilitas klaim, sebagai akibat proses penelaahan lebih lanjut dan perbedaan antara jumlah estimasi klaim dengan klaim yang dibayarkan, diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Claims in process included claims incurred but not yet reported, recognized as estimated of claims liabilities which are measured based on insurance technical calculations. The changes in estimated claims liabilities as a result of further review process and the difference between the estimated amount of the claim with the claims paid are recognized in profit or loss when incurred. Porsi reasuransi atas estimasi liabilitas klaim ditentukan secara konsisten dengan pendekatan yang digunakan dalam menentukan estimasi liabilitas klaim berdasarkan syarat dan ketentuan kontrak reasuransi terkait. Estimated reinsurance recoverable for estimated claims liabilities are presented as part of the reinsurance assets and measured consistently with the method of measuring the estimated claims liabilities under the related reinsurance contract. Beban Akuisisi Biaya-biaya yang berhubungan dengan penutupan polis baru maupun pembaharuannya, antara lain komisi, bonus produksi dan biaya lainnya, dibebankan pada tahun berjalan. Acquisition Expenses Expenses incurred in the acquisition or renewal of insurance contracts, including commissions, production bonus and other charges, are charged to expense in the current year. Beban Komisi Komisi yang diberikan kepada pialang asuransi, agen dan perusahaan asuransi lain sehubungan dengan penutupan pertanggungan dicatat sebagai beban komisi, sedangkan komisi yang diperoleh dari Commissions Expenses Commissions due to insurance brokers, agents and other insurance companies in connection with the insurance coverage are recorded as commission expense when incurred, whereas commissions obtained from 20
  167. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) transaksi reasuransi dicatat sebagai pengurang beban komisi dan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya. reinsurance transactions are recorded as deduction from commission expense and recognized when earned. Beban Usaha Beban usaha dan beban lain-lain diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis). Operating Expenses Operating expenses and other expenses are recognized when incurred (accrual basis). 2.k. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing Dalam menyiapkan laporan keuangan mencatat dengan menggunakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi (“mata uang fungsional”). Mata uang fungsional Grup adalah Rupiah. 2.k. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah dengan kurs spot antara Rupiah dan valuta asing pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, pos moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah Bank Indonesia pada 31 Desember 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut: Transactions during the year in foreign currencies are recorded in Rupiah by applying to the foreign currency amount the spot exchange rate between Rupiah and the foreign currency at the date of transactions. At the end of reporting period, foreign currency monetary items are translated to Rupiah using the closing rate, that is the middle rate of Bank of Indonesia at December 31, 2018 and 2017 are as follows: 2018 Rp Dolar Amerika Serikat (USD) Dolar Singapura (SGD) Dolar Australia (AUD) Euro (EUR) Poundsterling Inggris (GBP) Hongkong Dolar (HKD) Ringgit Malaysia (MYR) Yen Jepang (JPY) Yuan China (CNY) Franc Swiss (CHF) Kroner Denmark (DKK) Bath Thailand (THB) 2.l. Foreign Currency Transactions and Balances In preparing the consolidated financial statements the Company records used the currency of the primary economic environment in which the entity operates (“the functional currency”). The functional currency of the Company is Rupiah. 2017 Rp 14,481 10,603 10,211 16,560 18,373 1,849 3,493 131 2,110 14,710 2,218 445 Aset Tetap Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen. 13,548 10,134 10,557 16,174 18,218 1,733 3,335 120 2,073 13,842 2,172 414 United States Dollar (USD) Singapore Dollar (SGD) Australian Dollar (AUD) Euro (EUR) Great Britain Poundsterling (GBP) Hongkong Dollar (HKD) Malaysian Ringgit (MYR) Japanese Yen (JPY) Chinese Yuan (CHY) Switzerland Franc (CHF) Denmark Kroner (DKK) Thailand Bath (THB) 2.l. Fixed Assets Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any cost directly attributable in bringing the assets to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management. 21
  168. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut. When applicable, the cost may also comprises the initial estimate of the costs of dismantling and removing the item and restoring the site on which it is located, the obligation for which an entity incurs either when the item is acquired or as a consequence of having used the item during a particular period for purposes other than to produce inventories during that period. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dan bangunan, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Perusahaan memilih untuk menggunakan model revaluasi untuk tanah dan bangunan yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal, yakni nilai wajar pada tanggal revaluasi. After initial recognition, fixed assets, except land and building, are carried at its cost less any accumulated depreciation, and any accumulated impairment losses. The Company chooses to use revaluation model for land and building whose fair value can be measured reliably, being its fair value at the date of the revaluation. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut: Depreciation of fixed assets starts when its available for use and its computed by using straight-line method based on the estimated useful lives of assets as follows: Tahun/ Years Bangunan Mesin Peralatan kantor 20 4 4 Building Machine Office Equipment Nilai sisa, taksiran masa manfaat, dan metode penyusutan atas aset tetap dievaluasi dan disesuaikan setiap tanggal neraca. Dampak dari revisi tersebut, jika ada, diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. The residual values, estimated useful lives, and depreciation method of fixed assets are reviewed, and adjusted as appropriate, at each statement of financial position date. The effects of any adjustment are recognized in the income statement when the changes arise. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. Penurunan nilai aset tersebut diakui sebagai kerugian penurunan nilai aset dan dibebankan pada tahun berjalan. When the carrying value of an asset exceeds its estimated recoverable value, the asset is written down to its estimated recoverable value, which is determined as the higher of net selling price or value in use. Impairment of asset is recognized as loss on impairment of asset which is charged to current operations. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pengeluaran yang memperpanjang masa manfaat atau memberi manfaat ekonomis di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas atau peningkatan standar kinerja dikapitalisasi. The cost of repairs and maintenance is charged to operations as incurred, expenditures which extend the useful life of the asset or result in increased future economic benefits such as increase in capacity and standards of performance are capitalized. 22
  169. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan. Keuntungan atau kerugian yang dihasilkannya diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan. When assets are retired or otherwise disposed off, their carrying values and the related accumulated depreciation are removed from the accounts and any resulting gain or loss is reflected in the current year's statement of income. 2.m. Penurunan Nilai Aset Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan, Perusahaan menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut. 2.m. Impairment of Assets At the end of each reporting period, the Company assesses whether there is any indication that an asset may be impaired. If any such indication exists, the Company shall estimate the recoverable amount of the asset. Recoverable amount is determined for an individual asset, if it is not possible, the Company determines the recoverable amount of the asset’s cash-generating unit. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. The recoverable amount is the higher of fair value less costs to sell and its value in use. Value in use is the present value of the estimated future cash flows of the asset or cash generating unit. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur. Present values are computed using pre-tax discount rates that reflect the time value of money and the risks specific to the asset or unit whose impairment is being measured. Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi. If, and only if, the recoverable amount of an asset is less than its carrying amount, the carrying amount of the asset shall be reduced to its recoverable amount. The reduction is an impairment loss and is recognized immediately in profit or loss. Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai. An impairment loss recognized in prior period for an asset other than goodwill is reversed if, and only if, there has been a change in the estimates used to determine the asset’s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If this is the case, the carrying amount of the asset shall be increased to its recoverable amount. That increase is a reversal of an impairment loss. 2.n. Utang Komisi Utang komisi adalah liabilitas Perusahaan kepada pialang dan atau agen asuransi sebagai imbalan atas jasanya dalam perolehan penutupan asuransi. 2.n. Commission Payables Commission payables represent liability of the Company to brokers and/or insurance agents as compensation for their services in getting insurance coverage. 2.o. Imbalan Kerja Imbalan Kerja Jangka Pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam periode akuntansi, sebesar jumlah tidak 2.o. Employee Benefits Short-Term Employee Benefits Short-term employee benefits are recognized when an employee has rendered service during accounting period, at the undiscounted amount 23
  170. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. of short-term employee benefits expected to be paid in exchange for that service. Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif. Short term employee benefits include such as wages, salaries, bonus and incentive. Imbalan Pascakerja Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”). Post-employment Benefits Post-employment benefits such as retirement, severance and service payments are calculated based on Labor Law No. 13/2003 (“Law 13/2003”). Perusahaan mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut. The Company recognizes the amount of the net defined benefit liability at the present value of the defined benefit obligation at the end of the reporting period less the fair value of plan assets which calculated by independent actuaries using the Projected Unit Credit method. Present value benefit obligation determine by discounting the benefit. Perusahaan mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas. The Company accounts not only for its legal obligation under the formal terms of a defined benefit plan, but also for any constructive obligation that arises from the entity’s informal practices. Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi. Current service cost, past service cost and gain or loss on settlement, and net interets on the net defined benefit liability (asset) are recognized in profit and loss. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain. The remeasurement of the net defined benefit liability (assets) comprises actuarial gains and losses, the return on plan assets, and any change in effect of the asset ceiling are recognized in other comprehensive income. Pesangon Perusahaan mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara: (a) Ketika Perusahaan tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan (b) Ketika Perusahaan mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK 57 dan melibatkan pembayaran pesangon. Termination Benefits The Company recognizes a liability and expense for termination benefits at the earlier of the following dates: (a) When the Company can no longer withdraw the offer of those benefits; and Perusahaan mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja. The Company measures termination benefits on initial recognition, and measures and recognizes subsequent changes, in accordance with the nature of the employee benefits. (b) 24 When the Company recognizes costs for a restructuring that is within the scope of PSAK 57 and involves payment of termination benefits.
  171. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2.p. Pajak Penghasilan Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas. 2.p. Income Tax Tax expense is the aggregate amount included in the determination of profit or loss for the period in respect of current tax and deferred tax. Current tax and deferred tax is recognized in profit or loss, except for income tax arising from transactions or events that are recognized in other comprehensive income or directly in equity. In this case, the tax is recognized in other comprehensive income or equity, respectively. Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya yang belum dibayar diakui sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periodeperiode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode sebelumnya diukur sebesar jumlah yang diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undangundang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Current tax for current and prior periods shall, to the extent unpaid, be recognised as a liability. If the amount already paid in respect of current and prior periods exceeds the amount due for those periods, the excess shall be recognised as an asset. Current tax liabilities (assets) for the current and prior periods shall be measured at the amount expected to be paid to (recovered from) the taxation authorities, using the tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan. Tax benefits relating to tax loss that can be carried back to recover current tax of a previous periods is recognized as an asset. Deferred tax asset is recognized for the carryforward of unused tax losses and unused tax credit to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the unused tax losses and unused tax credits can be utilized. Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: (a) pengakuan awal goodwill; atau (b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). A deferred tax liability shall be recognised for all taxable temporary differences, except to the extent that the deferred tax liability arises from: Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang A deferred tax asset shall be recognised for all deductible temporary differences to the extent that it is probable that taxable profit will be available against which the deductible temporary difference can be utilized, unless the deferred tax asset arises from the initial recognition of an asset or liability in a transaction that is not a business combination (a) the initial recognition of goodwill; or (b) the initial recognition of an asset or liability in a transaction which is not a business combination and at the time of the transaction, affects neither accounting profit nor taxable profit (tax loss). 25
  172. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak). and at the time of the transaction affects neither accounting profit nor taxable profit (tax loss). Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax rates that are expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled, based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted by the end of the reporting period. The measurement of deferred tax liabilities and deferred tax assets shall reflect the tax consequences that would follow from the manner in which the Company expects, at the end of the reporting period, to recover or settle the carrying amount of its assets and liabilities. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai. The carrying amount of a deferred tax asset reviewed at the end of each reporting period. The Company shall reduce the carrying amount of a deferred tax asset to the extent that it is no longer probable that sufficient taxable profit will be available to allow the benefit of part or all of that deferred tax asset to be utilized. Any such reduction shall be reversed to the extent that it becomes probable that sufficient taxable profit will be available. Perusahaan melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya jika: (a) Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan (b) aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas: i. entitas kena pajak yang sama; atau ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan. The Company offsets deferred tax assets and deferred tax liabilities if, and only if: Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika, Perusahaan: The Company offsets current tax assets and current tax liabilities if, and only if, the Company: (a) the Company has a legally enforceable right to set off current tax assets against current tax liabilities; and (b) the deferred tax assets and the deferred tax liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either: i. ii. 26 the same taxable entity; or different taxable entities which intend either to settle current tax liabilities and assets on a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities simultaneously, in each future period in which significant amounts of deferred tax liabilities or assets are expected to be settled or recovered.
  173. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui; dan (b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. (a) has legally enforceable right to set off the recognized amounts; and (b) intends either to settle on a net basis, or to realize the assets and settle liabilities simultaneously. 2.q. Transaksi Asuransi Syariah Perusahaan menggunakan akad kontrak asuransi syariah wakalah bil ujrah. Premi yang dibayarkan pada asuransi syariah diakui sebagai dana tabarru’ dan tidak diakui sebagai pendapatan premi oleh Perusahaan. Fee atau ujrah dalam mengelola produk-produk dari peserta diakui sebagai pendapatan oleh Perusahaan selama periode kontrak asuransi. 2.q. Sharia Insurance Trasaction The Company uses “wakalah bil ujrah” Sharia insurance contract. Premiums paid on Sharia insurance are recognized as tabarru’ fund and not recognized as premium income by the Company. Fees or ujrah in managing the product is recognized as income by the Company over the insurance contract period. Penerimaan dana dari nasabah untuk produk syariah diakui sebagai liabilitas di laporan posisi keuangan sebesar jumlah yang diterima setelah dikurangi bagian fee (ujrah) untuk Perusahaan dalam rangka mengelola pendapatan dari produk syariah. Funds received from customers for Sharia products is recognized as liabilities in the statement of financial position for the amount received net of the portion representing the Company’s fees (ujrah) in managing the Sharia product revenue. Surplus yang dapat didistribusikan akan ditetapkan berdasarkan kecukupan kontribusi premi yang diterima dan hasil investasi yang terkait cukup untuk menutup beban atas pembayaran klaim dan pembentukan cadangan. Setiap kelebihan, setelah dikurangkan dengan porsi untuk membayar pinjaman kepada Perusahaan atau qardh, jika ada, akan dibagikan kepada peserta, Perusahaan dan dana tabarru’ sesuai dengan akad kontrak asuransi. The distributable surplus will be determined based on whether the premium contribution received and its related investment return are sufficient to cover for the expenses on claims paid and reserve set up. Any excess, after deduction the portion to repay the loan or qardh from the Company, if any, will be distributed to the policy holders, to the Company, and to the tabarru’ fund in accordance with insurance contract. Ketika dana tabarru’ tidak mencukupi untuk menutup klaim yang telah terjadi, Perusahaan akan memberikan qardh (pinjaman tidak berbunga) untuk menyelesaikannya. Pada saat dana tabarru’ memiliki surplus underwriting, maka qardh akan dibayarkan terlebih dahulu sebelum Perusahaan menyatakan pembagian surplus yang dapat didistribusikan. When the tabarru’ fund is insufficient to cover all claims incurred, the Company will settle under qardh (non-bearing interest loans). The qardh is to be repaid first when tabarru’ fund has an underwriting surplus before the Company declares the distributable surplus. 2.r. Akuntansi Sukuk Surat Berharga Syariah adalah surat bukti investasi berdasarkan prinsip syariah yang lazim diperdagangkan di pasar uang syariah dan/atau pasar modal syariah antara lain obligasi syariah (sukuk) dan surat berharga lainnya berdasarkan prinsip syariah. 2.r. Accounting of Sukuk Sharia Securities are investment proofs based on sharia principles that are commonly traded in the sharia and / or sharia money market, among others, syariah bonds (sukuk) and other securities based on sharia principles. 27
  174. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Pada saat pengakuan awal, Perusahaan menentukan investasi pada sukuk, sebagai diukur pada biaya perolehan, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. At initial recognition, the Company determines the investment in sukuk, as measured at cost, is measured at fair value through profit or loss or measured at fair value through other comprehensive income. Klasifikasi sukuk adalah sebagai berikut: 1) Diukur pada biaya perolehan • Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau hasilnya. • Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi dan selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. The classification of sukuk are as follows: 1) Measured at cost • The investment is owned in a business model with the primary objective of obtaining contractual cash flows and there is a contractual requirement in determining a specific date on principal and / or principal payments. • The cost of sukuk includes transaction costs and the difference between the cost of acquisition and the nominal value is amortized on a straight-line basis over the sukuk period and is recognized in profit or loss. 2) Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Biaya perolehan sukuk tidak termasuk biaya transaksi, dan selisih antara nilai wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi. 2) Measured at fair value through profit or loss The cost of sukuk does not include transaction costs, and the difference between the fair value and the carrying amount is recognized in profit or loss. 3) Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain • Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan sukuk, terdapat persyaratan kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan/atau hasilnya. • Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi, dan selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi. • Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan komprehensif lain setelah memperhitungkan saldo selisih biaya perolehan dan nilai nominal yang belum diamortisasi dan saldo akumulasi keuntungan atau kerugian nilai wajar yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebelumnya. Ketika investasi sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi. 3) Measured at fair value through other comprehensive income • The investment is owned in a business model with the primary objective of obtaining contractual cash flows and conducting the sale of sukuk, there is a contractual requirement in determining the specific date of payment of principal and/or result. • The cost of sukuk includes transaction costs, and the difference between the acquisition cost and the nominal value is amortized on a straight-line basis over the term of the sukuk and is recognized in profit or loss. • Gains or losses from fair value changes are recognized in other comprehensive income after taking into account the unrealized difference between the acquisition cost and the unamortized nominal value and the accumulated fair value of gain or loss recognized in other previous comprehensive income. When the sukuk investment is derecognized, the accumulated gain or loss previously recognized in other comprehensive income is reclassified to profit and loss. 28
  175. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 3. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Penggunaan Pertimbangan 3. Sources of Estimation Uncertainty and Use of Judgements Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. The preparation of the Company’s financial statements requires management to make judgement, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenues, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the end of the reporting period. Uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that require a material adjustment to the carrying amount of the asset and liability affected in future periods. a. a. Judgements The following judgements are made by management in the process of applying the Company’s accounting policies that have the most significant effects on the amounts recognized in the financial statements. Pertimbangan Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Classification of Financial Assets and Financial Liabilities The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK 55 (Revised 2014). Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for in accordance with the Company’s accounting policies. Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 55 (Revisi 2014) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pihak tertanggung dan ceding yang bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang premi dan dan piutang reasuransi guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian penurunan nilai piutang premi dan dan piutang reasuransi. Allowance for Impairment Loss of Receivables The Company evaluates specific accounts where it has information that certain policyholders and ceding are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company uses judgement, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and known market factors, to record specific provisions for premium receivables and reinsurance receivables against amounts due to reduce its receivable amounts that the Company expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment loss of premium receivables and reinsurance receivables. 29
  176. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Pajak Penghasilan Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Income Tax Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computation for which the ultimate tax determination is uncertain during the ordinary course of business. The Company recognizes liabilities for expected corporate income tax issues based on estimates of whether additional corporate income tax will be due. b. Estimasi dan Asumsi Akuntansi Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. b. Accounting Estimates and Assumptions The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below. Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi. Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda. Fair Value of Financial Assets and Liabilities Estimasi Klaim Retensi Sendiri dan Premi yang Belum Merupakan Pendapatan Perusahaan mencatat estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan dan pendapatan premi yang belum diakui berdasarkan metode perhitungan tertentu yang berlaku umum di Indonesia. Asumsi utama yang mendasari metode tersebut adalah pengalaman klaim masa lalu. Estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan merupakan bagian atas estimasi klaim retensi sendiri. Estimated Own Retention Claims and Unearned Premiums The Company records estimated of incurred but not reported and unearned premiums based on a certain calculation method which generally applied in Indonesia. The main assumption underlying this method is the Company’s past claim experience. Estimated of incurred but not reported is part of estimated claim for selfretention. Hasil aktual yang berbeda dari hasil perhitungan akan dibebankan ke laba rugi tahun berjalan. Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa hasil perhitungan tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual akan dapat mempengaruhi secara material estimasi klaim retensi sendiri dan pendapatan premi yang belum diakui. Actual results that differ from the Company’s calculation’s result will be charged to profit or loss for the year. While the Company believes that its calculation results are reasonable and appropriate, significant differences in the actual results may materially affect its estimated own retention claim and unearned premiums. Indonesian Financial Accounting Standards require measurement of certain financial assets and liabilities at fair values, and the disclosure requires the use of estimates. Significant component of fair value measurement is determined based on verifiable objective evidence (i.e. foreign exchange rate, interest rate), while timing and amount of changes in fair value might differ user due to different valuation method used. 30
  177. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Pengujian Kecukupan Liabilitas Pada tanggal pelaporan, keseluruhan jumlah aset dan liabilitas asuransi yang dicatat telah dilakukan pengujian kecukupan liabilitas dan Direksi meyakini bahwa jumlah tersebut adalah memadai. Liability Adequacy Test As of the reporting date, all insurance assets and liabilities have been estimated and the Directors believe that the amount recorded are adequate. Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap Perusahaan melakukan penelahaan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Estimated Useful Lives of Fixed Assets The Company reviews periodically the estimated useful lives of fixed assets based on factors such as technical specification and future technological developments. Future results of operations could be materially affected by changes in these estimates brought about by changes in the factors mentioned. Imbalan Kerja Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat imbalan pascakerja. Post-Employment Benefits The present value of the post-employment benefits obligations depends on a number of factors that are determined on an actuarial basis using a number of assumptions. The assumptions used in determining the net cost (income) for pensions include the discount rate. Any changes in these assumptions will impact the carrying amount of post-employment benefits obligations. Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait. The Company determines the appropriate discount rate at the end of each reporting period. This is the interest rate that should be used to determine the present value of estimated future cash outflows expected to be required to settle the obligations. In determining the appropriate discount rate, the Company considers the interest rates of government bonds that are denominated in the currency in which the benefits will be paid and that have terms to maturity approximating the terms of the related obligation. 4. Kas dan Setara Kas 4. Cash and Cash Equivalent Kas / Cash Bank/ Banks Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) 31 2018 Rp 2017 Rp 100,073,593 121,934,693 22,052,327,736 72,788,669,530
  178. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp Pihak Ketiga / Third Parties PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk PD BPR Bank Sleman PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk PT Bank Sinarmas Tbk PD BPR Bank Daerah Gunungkidul PD BPR Bank Jogja PT Bank Muamalat Indonesia Tbk PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk PT Bank Victoria Syariah PT Bank Bukopin Syariah PT Bank Sumut PD BPR Bank Wonosobo PD BPR Bank Pasar Temanggung PT BPD Bengkulu PT Bank Sulselbar PD BPR Bank Pasar Kulon Progo PT BPD Bank Jawa Timur Tbk PT Bank Jabar Banten Syariah PD BPR Bank Magelang PT Bank BPD Kalimantan Timur PD BPR Bank Bapas 69 PD BPR Bank Sumber PT Bank BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung PD BPR Bank Pasar Kabupaten Bangli PD BPR Kapetakan PT BPR Kerta Raharja PD BPR Bank Karanganyar PT Bank BPD DIY PT Bank Aceh Syariah PT BPD Bank Sulawesi Utara PT Bank Papua PT Bank Nagari PD BPR Bank Werdhi Sedana PD BPR Bank Buleleng 45 PT Bank BPD Kota Bandung PD BPR Waled PT BPR Cirebon Selatan PT BPD Banten Tbk PUD BPR Bank Pasar Pontianak Sub Total Sub Jumlah / Sub Total 1,466,895,581 928,244,433 867,495,705 694,096,113 555,256,972 526,028,503 267,635,881 261,545,349 243,045,231 233,401,182 182,117,837 177,488,244 157,482,447 148,916,427 144,888,008 137,253,304 129,584,276 119,322,574 112,351,812 80,671,380 76,703,217 65,365,724 62,527,290 55,330,646 49,362,823 48,647,270 42,049,130 35,314,028 25,604,392 20,493,907 16,054,629 12,078,938 10,435,435 9,176,543 9,013,945 5,390,863 5,020,833 1,270,000 888,867 7,984,449,739 30,036,777,475 32 2017 Rp 1,195,006,172 61,431,593 559,745,879 622,038,237 1,755,382,736 156,103,888 -710,625,971 167,946,359 1,101,113,868 119,650,240 128,656,066 276,806,841 185,624,132 255,471,576 54,420,375 70,696,922 128,673,083 74,407,440 80,841,875 203,629,279 44,847,796 42,369,313 54,463,467 47,626,831 -82,392,760 -24,333,833 165,217,409 46,031,814 -10,314,259 6,394,667 -16,515,084 77,004,557 1,390,000 888,867 8,528,063,189 81,316,732,719
  179. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp Deposito Berjangka / Time Deposit Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) Pihak Ketiga / Third Parties PT Bank Yudha Bhakti Tbk PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk PT Bank Victoria Syariah Sub Jumlah / Sub Total Total Tingkat Bunga/ Interest Rates Jangka Waktu/ Maturity Period 2017 Rp 10,000,000,000 50,000,000,000 8,000,000,000 7,500,000,000 -15,500,000,000 25,500,000,000 55,636,851,068 --1,000,000,000 1,000,000,000 51,000,000,000 132,438,667,412 3.85% - 6.50% 1 Bulan/ Month 5. Investasi 5.00% - 7.00% 1 Bulan/ Month 5. Investments 2018 Rp 2017 Rp Deposito berjangka 216,294,208,350 205,044,208,350 Time deposits Efek Saham Reksadana Obligasi Total surat berharga 17,083,052,129 93,671,942,208 43,310,323,710 10,018,468,794 108,142,252,000 46,748,457,000 154,065,318,047 164,909,177,794 Marketable Secuirities Shares Mutual Fund Bonds Total marketable securities 3,442,179,000 3,442,179,000 Investment in share 373,801,705,397 373,395,565,144 Total investment Penyertaan saham Jumlah investasi a. Deposito Berjangka a. Time Deposits 2018 Rp 2017 Rp Deposito Berjangka/ Time Deposits Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) 90,400,000,000 118,500,000,000 Pihak Ketiga / Third Parties PT Bank DKI PT Bank Bukopin Tbk PT Bank Woori Saudara 1906 Tbk PT Bank Bukopin Syariah PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk PT Bank Sinarmas Tbk PT BPD Riau Kepri PT Bank Sulselbar PT Bank MNC Internasional Tbk PT Bank Kesejahteraan Ekonomi PT Bank Yudha Bhakti Tbk 35,644,208,350 25,000,000,000 12,000,000,000 7,250,000,000 7,250,000,000 6,000,000,000 5,500,000,000 5,000,000,000 5,000,000,000 5,000,000,000 5,000,000,000 35,644,208,350 -12,500,000,000 4,250,000,000 3,300,000,000 6,000,000,000 2,500,000,000 ----- 33
  180. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp PT Bank Victoria Syariah PT BPD Bengkulu PT Bank Sumut PD BPR Sumatera Selatan PD BPR Bank Wonosobo PT Bank Sumatera Selatan dan Bangka Belitung PT Bank Mega Tbk - Unit Syariah PD BPR Bank Daerah Gunungkidul PT Bank BJB Syariah PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara PT BPD Bali Sub Total Total 2,350,000,000 2,000,000,000 1,500,000,000 500,000,000 300,000,000 250,000,000 250,000,000 100,000,000 ---125,894,208,350 216,294,208,350 Tingkat Bunga/ Interest Rates Nisbah Nasabah/ Customer Sharia Ratio Jangka Waktu / Maturity Period 3.85% - 8.75% 40 - 60 6 - 12 Bulan/Month Berdasarkan perjanjian sejak penempatan awal 2,350,000,000 3,500,000,000 1,500,000,000 -300,000,000 250,000,000 -100,000,000 9,350,000,000 2,500,000,000 2,500,000,000 86,544,208,350 205,044,208,350 5.00% - 7.00% 40 - 70 6 - 12 Bulan/Month Base on agreement since initial placement 2018 Rp 1 Bulan/ Month 3 Bulan/ Month 6 Bulan/ Month 12 Bulan/ Month Total 94,044,208,350 104,150,000,000 10,000,000,000 8,100,000,000 216,294,208,350 Berdasarkan jatuh tempo sejak 31 Desember 2018 2017 Rp 109,994,208,350 84,550,000,000 -10,500,000,000 205,044,208,350 Base on maturity date since December 31, 2018 2018 Rp 1 Bulan/ Month 3 Bulan/ Month 6 Bulan/ Month 12 Bulan/ Month 198,194,208,350 16,000,000,000 2,100,000,000 -216,294,208,350 Total b. Saham 2017 Rp 144,744,208,350 55,050,000,000 750,000,000 4,500,000,000 205,044,208,350 b. Share 2018 Rp a. Diperdagangkan b. Tersedia untuk Dijual Jumlah 2017 Rp 2017 Rp 270,125,740 16,812,926,389 17,083,052,129 34 1,258,113,940 8,760,354,854 10,018,468,794 a. Held for Trading b. Available for Sale Total
  181. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) a. Diperdagangkan Saham/Shares Pihak Berelasi/ Related Parties PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk Total Saham/Shares Pihak Berelasi/ Related Parties PT Wijaya Karya Beton Tbk PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk PT Waskita Karya (Persero) Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk Total a. Held to trading 2018 Lembar Saham/ Number of Shares Biaya Perolehan/ Cost Nilai Wajar/ Fair Value (%) Rp Rp 1,250,000 125 19 1,250,144 397,500,000 78,125 35,815 397,613,940 270,000,000 95,625 30,115 270,125,740 2017 Lembar Saham/ Number of Shares Biaya Perolehan/ Cost Nilai Wajar/ Fair Value (%) Rp Rp 1,500,000 1,250,000 50,000 125 19 2,800,144 1,204,000,000 500,000,000 127,500,000 111,875 39,520 1,831,651,395 (127,500,000) 17,500 (5,700) (127,488,200) Laba (Rugi) Belum Direalisasi/ Unrealized Gain (Loss) Rp 750,000,000 397,500,000 110,500,000 78,125 35,815 1,258,113,940 b. Tersedia untuk dijual Saham/Shares Laba (Rugi) Belum Direalisasi/ Unrealized Gain (Loss) Rp (454,000,000) (102,500,000) (17,000,000) (33,750) (3,705) (573,537,455) b. Available for sale 2018 Lembar Saham/ Number of Shares Biaya Perolehan/ Cost Nilai Wajar/ Fair Value (%) Rp Rp Laba (Rugi) Belum Direalisasi/ Unrealized Gain (Loss) Rp Pihak Berelasi/ Related Parties PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk PT Waskita Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Total 830,000 64 200,000 300,071 983,600 360,000 2,673,735 3,412,000,000 92,800 515,000,000 747,154,780 3,627,608,000 2,847,250,000 11,149,105,580 3,112,500,000 107,520 317,000,000 496,617,505 3,599,976,000 2,655,000,000 10,181,201,025 (299,500,000) 14,720 (198,000,000) (250,537,275) (27,632,000) (192,250,000) (967,904,555) Pihak ketiga/ Third Parties PT Bumi Serpong Damai Tbk PT Berlian Laju Tanker Tbk *) PT Gudang Garam Tbk PT Indofood Sukses Makmur Tbk PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk PT Indo Tambangraya Megah Tbk Sub Total Total 400,000 2,589,609 20,000 200,000 100,000 1,169,800 30,000 4,509,409 7,183,144 781,000,000 -1,601,800,000 1,565,000,000 882,500,000 873,454,000 863,500,000 6,567,254,000 17,716,359,580 502,000,000 507,563,364 1,672,500,000 1,490,000,000 1,045,000,000 807,162,000 607,500,000 6,631,725,364 16,812,926,389 (279,000,000) 507,563,364 70,700,000 (75,000,000) 162,500,000 (66,292,000) (256,000,000) 64,471,364 (903,433,191) *) Biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai / Acquisition cost net of impairment 35
  182. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Saham/Shares PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2017 Lembar Saham/ Number of Shares Biaya Perolehan/ Cost Nilai Wajar/ Fair Value (%) Rp Rp Laba (Rugi) Belum Direalisasi/ Unrealized Gain (Loss) Rp Pihak Berelasi/ Related Parties PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk PT Waskita Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk PT Bukit Asam (Persero) Tbk Sub Total 630,000 1,004,064 300,000 300,071 450,000 2,684,135 2,628,500,000 2,470,140,800 718,000,000 747,154,780 1,109,000,000 7,672,795,580 2,797,200,000 2,218,981,440 565,500,000 465,110,050 1,107,000,000 7,153,791,490 168,700,000 (251,159,360) (152,500,000) (282,044,730) (2,000,000) (519,004,090) Pihak ketiga/ Third Parties PT Bumi Serpong Damai Tbk PT Berlian Laju Tanker Tbk *) PT Gudang Garam Tbk Sub Total Total 400,000 2,589,609 5,000 2,994,609 5,678,744 781,000,000 -388,070,000 1,169,070,000 8,841,865,580 680,000,000 507,563,364 419,000,000 1,606,563,364 8,760,354,854 (101,000,000) 507,563,364 30,930,000 437,493,364 (81,510,726) *) Biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai / Acquisition cost net of impairment c. Reksadana c. Mutual Fund 2018 Rp a. Diperdagangkan b. Tersedia untuk Dijual Jumlah 2017 Rp 4,713,948,450 88,957,993,758 93,671,942,208 13,936,029,875 94,206,222,125 108,142,252,000 a. Held for Trading b. Available for Sale Total a. Diperdagangkan a. Held to trading Unit 2018 Reksadana/ Mutual Fund Tram Pendapatan Tetap USD Majoris Sukuk Perdana 2016 Total 212,214 989,290 1,201,504 Unit 2017 Reksadana/ Mutual Fund Syailendra Dana Kas Insight Money Tram Pendapatan Tetap USD Total 4,373,044 4,251,625 212,214 8,836,883 36 Biaya Perolehan/ Cost Nilai Aset Bersih/ Net Asset Value Rp Rp 3,578,889,284 1,000,000,000 4,578,889,284 3,710,113,962 1,003,834,488 4,713,948,450 Biaya Perolehan/ Cost Nilai Aset Bersih/ Net Asset Value Rp Rp 5,171,242,505 4,890,373,502 3,441,122,902 13,502,738,909 5,240,832,059 5,116,308,531 3,578,889,285 13,936,029,875 Laba (Rugi) Belum Direalisasi/ Unrealized Gain (Loss) Rp 131,224,678 3,834,488 135,059,166 Laba (Rugi) Belum Direalisasi/ Unrealized Gain (Loss) Rp 69,589,554 225,935,029 137,766,383 433,290,966
  183. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) b. Tersedia untuk dijual b.Available for sale Unit 2018 Reksadana/ Mutual Fund 64,892,711 36,221,234 101,113,945 Lautandhana Balanced Income Fund Insight Generate Balanced Fund 2 Total Unit 2017 Reksadana/ Mutual Fund 64,892,711 36,221,234 101,113,945 Lautandhana Balanced Income Fund Insight Generate Balanced Fund 2 Total Biaya Perolehan/ Cost Nilai Aset Bersih/ Net Asset Value Rp Rp 64,587,841,824 36,100,000,000 100,687,841,824 Rugi Belum Direalisasi/ Unrealized Loss Rp 57,246,448,470 31,711,545,288 88,957,993,758 Biaya Perolehan/ Cost Nilai Aset Bersih/ Net Asset Value Rp Rp 64,587,841,824 36,100,000,000 100,687,841,824 (7,341,393,354) (4,388,454,712) (11,729,848,066) Rugi Belum Direalisasi/ Unrealized Loss Rp 60,076,692,155 34,129,529,970 94,206,222,125 d. Obligasi d. Bonds 2018 Rp Tersedia untuk Dijual 2017 Rp 43,310,323,710 46,748,457,000 a. Tersedia untuk dijual Available for Sale a. Available for sale 2018 Obligasi/Bonds Pihak Berelasi/ Related Parties Surat Berharga Syariah Negara PBS012 Surat Berharga Syariah Negara PBS011 Negara RI Seri FR 0064 Negara RI Seri FR 0065 Negara RI Seri FR 0075 Sub Total Pihak ketiga/ Third Parties Moderenland Realty Sub Total Total (4,511,149,669) (1,970,470,030) (6,481,619,699) Tanggal Jauh Jatuh Tempo/ Maturity Date Tingkat Bunga/ Interest Rate Peringkat/ Rating 15-Nov-31 15-Aug-23 15-May-28 15-May-33 15-May-38 9% 9% 6% 7% 8% Gov AAA Gov Gov Gov 5,598,115,872 3,347,758,896 8,857,150,060 9,008,087,754 7,773,538,508 34,584,651,090 5,029,369,550 3,070,185,480 8,808,700,000 8,704,300,000 7,351,995,280 32,964,550,310 (568,746,322) (277,573,416) (48,450,060) (303,787,754) (421,543,228) (1,620,100,780) 07-Jul-20 13% idA 10,286,550,922 10,286,550,922 44,871,202,012 10,345,773,400 10,345,773,400 43,310,323,710 59,222,478 59,222,478 (1,560,878,302) 37 Nilai Nominal/ Par Value Rp Nilai wajar/ Fair Value Rp Keuntungan (kerugian) yang Belum direalisasikan/ Unrealized Gain (Loss) Rp
  184. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2017 Obligasi/Bonds Tanggal Jauh Jatuh Tempo/ Maturity Date Tingkat Bunga/ Interest Rate Peringkat/ Rating Pihak Berelasi/ Related Parties Surat Berharga Syariah Negara PBS012 Hutama Karya Tahap II Tahun 2017 Surat Berharga Syariah Negara PBS011 Negara RI Seri FR 0064 Negara RI Seri FR 0065 Negara RI Seri FR 0075 Sub Total 15-Nov-31 06-Jun-27 15-Aug-23 15-May-28 15-May-33 15-May-38 9% 8% 9% 6% 7% 8% Gov idAAA AAA Gov Gov Gov 5,627,818,567 4,019,582,451 3,230,635,695 8,845,705,750 9,008,445,749 3,098,744,037 33,830,932,249 5,744,000,000 4,005,600,000 3,340,857,000 9,775,000,000 9,732,000,000 3,105,000,000 35,702,457,000 116,181,433 (13,982,451) 110,221,305 929,294,250 723,554,251 6,255,963 1,871,524,751 Pihak ketiga/ Third Parties Moderenland Realty Sub Total 07-Jul-20 13% idA 10,443,282,054 10,443,282,054 44,274,214,303 11,046,000,000 11,046,000,000 46,748,457,000 602,717,946 602,717,946 2,474,242,697 Total Nilai Nominal/ Par Value Rp e. Penyertaan Saham Nilai wajar/ Fair Value Rp Keuntungan (kerugian) yang Belum direalisasikan/ Unrealized Gain (Loss) Rp e. Investment in Shares 2018 Rp PT Reasuransi Maipark Indonesia PT Taspen Properti Indonesia (d/h PT Arthaloka Indonesia) Total 2017 Rp 2,525,200,000 916,979,000 3,442,179,000 Penyertaan saham ini tidak terdaftar di bursa efek sehingga tidak tersedia nilai wajar dari sahamnya. Oleh karena itu investasi tersebut dinyatakan sebesar nilai perolehannya. 2,525,200,000 916,979,000 3,442,179,000 These investment in shares are non-listed companies and there is no readly available measure of fair value of the shares, as such the investment is stated at cost. 6. Piutang Premi 6. Premium Receivables a. Piutang premi berdasarkan tertanggungnnya adalah sebagai berikut : a. Premium receivables by policyholder are as follows : 2018 Rp 2017 Rp Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) 66,867,850,291 41,280,233,406 Pihak ketiga / Third parties PT Estika Jasatama PT Pembangkitan Jawa-Bali PT Talisman Insurance Brokers PT Jaya Proteksindo Sakti Insurance Broker & Consultant PT Sarana Jasa Utama PT Megah Putra Manunggal (MPM) PT Asuransi Central Asia PT Adi Antara Asia PT AON Benfield Indonesia PT IBS Reinsurance Broking Service PT MARSH indonesia 11,295,750,126 10,823,386,990 6,072,086,111 5,100,652,180 4,933,229,067 4,726,136,844 4,701,779,158 4,650,764,542 4,322,173,589 3,079,778,163 2,543,864,887 11,663,946,598 5,584,329,448 8,728,634,693 7,955,538,134 6,304,269,005 5,340,580,526 5,394,610,462 3,427,361,721 6,567,749,669 7,066,321,151 7,229,082,974 38
  185. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp PT Kali Besar Raya Utama PT Jardine Lloyd Thompson Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 5 Milyar) / Other (less than Rp 5 Billion) Sub Total Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai / Less : Allowance for Impairment Losses Total b. Piutang premi berdasarkan umur adalah sebagai berikut: b. 2,487,825,771 119,606,731 18,988,926,031 1,811,554,531 205,007,420,013 269,864,454,172 206,341,117,939 302,404,022,882 (59,764,832,959) 276,967,471,504 (43,648,486,630) 300,035,769,658 Aging schedule by premium receivables are follows: 2018 Rp 0 - 60 hari / Days 61 - 365 hari / Days Lebih dari 1 tahun/ More than 1 year Sub Total Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai / Less :Allowance for Impairment Losses Total c. Piutang premi berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai: c. 2017 Rp 2017 Rp 65,498,712,426 86,042,346,165 185,191,245,872 336,732,304,463 82,770,478,719 34,255,353,273 226,658,424,296 343,684,256,288 (59,764,832,959) 276,967,471,504 (43,648,486,630) 300,035,769,658 Premium receivables by currency are as follows: 2018 Rp 2017 Rp Rupiah Dolar Amerika Srikat/ United States Dollar Lain-lain (dibawah Rp 1 Miliar)/ Others (below Rp 1 bilion) Total Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai / Less :Allowance for Impairment Losses 200,450,708,269 134,674,237,136 1,607,359,058 336,732,304,463 215,853,291,879 123,492,946,711 4,338,017,698 343,684,256,288 (59,764,832,959) (43,648,486,630) Total 276,967,471,504 300,035,769,658 d. Piutang premi berdasarkan jenis asuransi adalah sebagai berikut: d. Premium receivables by type of insurance are as follows: 2018 Rp Asuransi umum/ General insurance Asuransi kredit/ Export insurance Asuransi ekspor/ Suretyship insurance Asuransi penjaminan/ Credit insurance Sub Total 311,941,033,781 15,112,814,214 5,170,194,198 4,508,262,270 336,732,304,463 39 2017 Rp 324,611,162,328 8,906,612,672 3,076,066,005 7,090,415,283 343,684,256,288
  186. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai / Less :Allowance for Impairment Losses (59,764,832,959) 276,967,471,504 Total Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: 2017 Rp (43,648,486,630) 300,035,769,658 The movements of allowance for impairment losses on trade receivable are as follows: 2018 Rp Saldo Awal / Beginning Balance Penambahan Tahun Berjalan / Addition For the Year 43,648,486,630 16,116,346,329 59,764,832,959 Saldo Akhir / Ending Balance Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang premi tersebut. 2017 Rp 43,648,486,630 -43,648,486,630 Management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover the risk of uncollectible premium receivables. 7. Piutang Reasuransi 7. Reinsurance Receivables a. Piutang berdasarkan reasuradur adalah sebagai berikut: a. Reinsurance receivables by reinsurance company are as follows: 2018 Rp 2017 Rp Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) 28,625,540,246 17,641,376,340 Pihak ketiga / Third parties PT Asuransi Raya Trinity Reinsurance Brokers Ltd IBS Insurance Broking Service PT Esa Bina Sejati PT Tugu Kresna Pratama PT Reasuransi Nasional Indonesia PT Asuransi Central Asia PT Tugu Reasuransi Indonesia Guy Carpenter & Company, LLC PT Asiare Binajasa Reinsurance Brokers PT Asrinda Arthasangga PT Asuransi Ramayana Tbk PT Asuransi Purna Artanugraha PT Tugu Pratama Indonesia Tbk PT Asuransi Jasa Tania Tbk PT Jasa Cipta Rembaka PT Asuransi Umum Bumiputrera Muda 1967 PT Asuransi Rama Satria Wibawa PT Asuransi Tri Pakarta 75,497,365,407 68,329,466,468 38,142,783,339 26,693,504,503 23,996,870,322 19,926,279,281 19,793,140,114 19,745,146,250 14,169,120,468 10,489,810,421 9,621,791,458 9,010,457,702 8,264,391,537 8,037,128,816 6,566,085,764 5,514,337,755 1,909,620,912 1,718,173,916 1,297,964,683 75,497,365,407 74,230,085,814 28,345,233,922 33,026,336,648 10,318,249,783 23,997,075,080 5,113,602,417 8,561,569,126 49,228,783,418 8,797,417,881 14,404,221,461 2,657,033,340 10,640,524,166 1,996,819,811 5,792,684,099 5,367,808,226 718,462,963 1,555,107,595 2,009,925,768 40
  187. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp PT Simas Reinsurance Brokers H.W Wood Limited PT Asuransi Bintang Tbk Gemini Insurance Brokers (Hk) Ltd PT Reasuransi MAIPARK Indonesia PT Tala Re International Marnix Insurance Brokers Asia Pte Ltd Atradius Reinsurance Limited Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 2 Milyar) / Other (less than Rp 2 Billion) Sub Total Cadangan kerugian penurunan nilai / Allowance for Impairment Losses Total b. Piutang reasuransi berdasarkan umur adalah sebagai berikut: 2017 Rp 1,077,710,133 822,096,516 550,860,328 23,537,707 9,428,766 ---- 1,273,997,487 850,767,376 72,057,088 21,035,573 658,207,793 2,568,011,876 2,167,717,058 2,054,892,780 81,788,282,470 452,995,355,036 49,306,179,194 421,231,173,150 (88,933,701,400) 392,687,193,882 (99,512,977,727) 339,359,571,763 b. Aging schedule of reinsurance receivables are as follows: 2018 Rp 0 - 60 hari / Days 61 - 365 hari / Days Lebih dari 1 tahun/ More than 1 year Sub Total Cadangan kerugian penurunan nilai / Allowance for Impairment Losses Total c. Piutang reasuransi berdasarkan jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2017 Rp 328,596,540,014 57,326,985,824 95,697,369,444 481,620,895,282 57,242,930,695 260,261,878,689 121,367,740,106 438,872,549,490 (88,933,701,400) 392,687,193,882 (99,512,977,727) 339,359,571,763 c. Reinsurance receivables by currencies are as follows: 2018 Rp Rupiah Dolar Amerika Srikat/ United States Dollar Lain-lain (dibawah Rp 1 Miliar)/ Others (below Rp 1 Billion) Sub Total Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai / Less : Allowance for Impairment Losses Total 41 2017 Rp 372,597,382,156 104,619,763,179 4,403,749,947 481,620,895,282 269,918,288,662 163,340,468,539 5,613,792,289 438,872,549,490 (88,933,701,400) 392,687,193,882 (99,512,977,727) 339,359,571,763
  188. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) d. Piutang reasuransi berdasarkan jenis asuransi adalah sebagai berikut: d. Reinsurance receivables by type of insurance are as follows: 2018 Rp Reasuransi umum Reasuransi kredit Reasuransi ekspor Reasuransi penjaminan Dikurangi : Cadangan kerugian penurunan nilai Total 2017 Rp 365,539,775,767 99,980,209,512 4,860,554,205 11,240,355,798 481,620,895,282 (88,933,701,400) 392,687,193,882 Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut: 337,366,354,589 92,102,730,815 4,835,697,817 4,567,766,269 438,872,549,490 (99,512,977,727) 339,359,571,763 General reinsurance Credit reinsurance Export reinsurance Suretyship reinsurance Less : Allowance for impairment losses Total The movements of allowance for impairment losses on trade receivable are as follows: 2018 Rp Saldo Awal / Beginning Balance Penambahan Tahun Berjalan / Addition For the Year Pemulihan / Recovery (Catatan 24/ Note 24 ) 99,512,977,727 2,800,000,000 (13,379,276,327) 17,816,200,205 81,696,777,522 -- 88,933,701,400 99,512,977,727 Saldo Akhir / Ending Balance Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang premi tersebut. Management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover the risk of uncollectible premium receivables. 8. Aset Reasuransi 8. Reinsurance Assets Aset reasuransi berdasarkan jenis asuransi adalah sebagai berikut: Reinsurance asset by type of insurance are as follows: 2018 Rp Asuransi umum Asuransi kredit Asuransi penjaminan Asuransi ekspor Reasuransi masuk Total 2017 Rp 2017 Rp 182,626,359,445 77,679,395,324 16,652,863,769 10,688,329,869 -287,646,948,407 131,631,604,111 109,209,163,200 29,084,521,584 15,632,192,026 18,220,589,842 303,778,070,763 Aset reasuransi merupakan saldo yang diharapkan dibayarkan oleh perusahaan reasuransi untuk ceded liabilitas manfaat polis masa depan, ceded estimasi liabilitas klaim, dan ceded premi yang belum merupakan pendapatan. General insurance Credit insurance Suretyship insurance Export insurance Reinsurance inward Total Reinsurance assets is the balances are expected to be paid by reasuradur for ceded liabilities in future policy benefits, ceded the estimated liability claims, and ceded unearned premiums. 42
  189. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 9. Aset Keuangan lain 9. Other Financial Assets 2018 Rp Piutang subrogasi Piutang deposit Sewa Lain-lain 2017 Rp 42,920,151,841 3,255,346,392 643,690,972 2,122,676,766 48,941,865,971 Total Subrogation receivable Deposit receivable Rent Others 31,067,609,310 3,191,838,169 1,489,574,074 1,692,114,027 37,441,135,580 Total Pada tahun 2018 PT Berkat Manunggal Jaya (BMJ) mengalami gagal bayar kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), sehingga perusahaan membayar tagihan klaim kepada BNI. Atas pembayaran klaim ini, perusahaan mencatat piutang subrogasi ke BMJ, penjaminan ini dijamin dengan asset BMJ sebesar Rp11.852.542.530 yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. In 2018, PT Berkat Manunggal Jaya (BMJ) defaulted on a loan at PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), then the Company paid claims to BNI. For the claim payment, the Company also recorded subrogation receivable to PT BMJ, this loan is guaranteed by BMJ’s are amounted Rp11,852,542,530 assets located in Semarang, Central Java. Pada tahun 2016, PT Radnet mengalami gagal bayar atas pinjaman di PT Bank BJB, sehingga Perusahaan membayar tagihan klaim dari BJB. Atas pembayaran klaim ini, Perusahaan mencatat piutang subrogasi juga ke BJB sebesar Rp31.067.609.310, karena pinjaman ini dijamin dengan aset PT Radnet yang berlokasi di Menteng, Jakarta Pusat. In 2016, PT Radnet defaulted on a loan at PT Bank BJB, then the Company paid claims from BJB. For the claim payment, the Company also recorded subrogation receivable to BJB are amounted to Rp31,067,609,310, as this loan is guaranteed by PT Radnet's assets located in Menteng, Central Jakarta. 10. Piutang Pegawai 10. Employee Receivables Piutang karyawan merupakan pinjaman dari Perusahaan untuk biaya pendidikan dan keperluan rumah dengan tingkat bunga sebesar 6,25% dengan jangka waktu pengembalian selama 2 tahun. Employee receivable are loan from Company for educational cost and household cost with interest rate amounted to 6.25% during 2 years. Saldo per 31 Desember 2018 dan 2017 masingmasing sebesar Rp1.631.295.018 dan Rp1.604.465.620. Balance as of December 31, 2018 and 2017 are amounted to Rp1,631,295,018 and Rp1,604,465,620, respectively. 11. Aset Tetap Biaya perolehan Tanah Bangunan Mesin Peralatan kantor Aset dalam proses Total Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin Peralatan kantor Total Nilai buku bersih 11. Fixed Assets Saldo Awal/ Beginning Balance Rp Penambahan/ Additions Rp 2018 Reklasifikasi/ Reclassification Rp Pengurangan/ Deductions Rp Saldo Akhir/ Ending Balance Rp 650,016,000 5,734,984,000 9,834,938,652 1,686,119,793 8,279,392,106 26,185,450,551 --51,213,808 4,200,000 -55,413,808 ------- ----(1,784,848,027) (1,784,848,027) 650,016,000 5,734,984,000 9,886,152,460 1,690,319,793 6,494,544,079 24,456,016,332 At cost Land Building Machine Office equipment Assets in progress Total 573,498,400 3,697,423,434 747,011,616 5,017,933,450 21,167,517,101 286,749,200 1,536,111,543 236,589,545 2,059,450,288 ----- ----- 860,247,600 5,233,534,977 983,601,161 7,077,383,738 17,378,632,594 Accumulated depreciation Building Machine Office equipment Total Net book value 43
  190. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Biaya perolehan Tanah Bangunan Mesin Peralatan kantor Aset dalam proses Total Akumulasi penyusutan Bangunan Mesin Peralatan kantor Total Nilai buku bersih Saldo Awal/ Beginning Balance Rp Penambahan/ Additions Rp PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2017 Reklasifikasi/ Reclassification Rp Pengurangan/ Deductions Rp Saldo Akhir/ Ending Balance Rp 650,016,000 5,734,984,000 9,107,445,934 1,516,898,543 8,060,409,866 25,069,754,343 --721,292,718 169,221,250 225,182,240 1,115,696,208 --6,200,000 -(6,200,000) -- ------- 650,016,000 5,734,984,000 9,834,938,652 1,686,119,793 8,279,392,106 26,185,450,551 At cost Land Building Machine Office equipment Assets in progress Total 286,749,200 1,869,336,535 458,306,642 2,614,392,377 22,455,361,966 286,749,200 1,828,086,899 288,704,974 2,403,541,073 ----- ----- 573,498,400 3,697,423,434 747,011,616 5,017,933,450 21,167,517,101 Accumulated depreciation Building Machine Office equipment Total Net book value Pada 31 Desember 2018 dan 2017, aset tetap telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan total pertanggungan Rp6.493.625.000. As of December 31, 2018 and 2017, fixed assets were insured to PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) against fire, theft and other possible risks for an aggregate amount of Rp6,493,625,000, respectively. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko yang mungkin dialami. Management believes that the sum insured is adequate to cover any possible losses from the damage and other risks. Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2018 dan 2017 adalah sebesar Rp2.059.450.288 dan Rp2.403.541.073 (Catatan 28). Depreciation charged to statement of income for the years ended Desember 31, 2018 and 2017 are amounting to Rp2,059,450,288 and Rp2,403,541,073, respectively (Note 28). 12. Utang Klaim 12. Claim Payables a. Utang klaim berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut: a. Claim payables based on the customer are as follows: 2018 Rp Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) Pihak ketiga/ Third Parties PT XL Axiata Tbk PT Wijaya Triutama Plywood Ind PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk PT Dharma Satya Nusantara Tbk Irawan Budiyuwono PT Supranusa Indogita PT Asrigita Prasarana PT International Packaging Manufacturing PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk PT Sulinda Mills PT Trans Sumatera Agung PT Solo Murni Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar) / Others (less than Rp1 Billion) Sub Total Total 44 2017 Rp 14,151,989,166 1,707,305,935 12,425,311,195 3,440,395,980 2,188,928,008 1,317,010,844 1,315,488,905 1,073,895,639 ------- 11,624,997,303 -----17,664,236,680 4,701,464,140 1,626,821,399 1,562,371,347 1,363,632,277 1,339,008,961 15,972,333,096 37,733,363,667 51,885,352,833 18,913,734,060 58,796,266,167 60,503,572,102
  191. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) b. Utang klaim berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut: PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) b. Claim payable based on aging schedule are as follows: 2018 Rp 0-60 hari/ Days 61-356 hari/ Days Lebih dari 1 tahun/ More than 1 year 2017 Rp 13,802,845,229 14,769,282,799 23,313,224,805 51,885,352,833 Total c. Utang Klaim berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: 15,987,044,287 43,625,664,865 890,862,950 60,503,572,102 c. Claim Payable based on currency are as follows: 2018 Rp 2017 Rp Rupiah Dolar Amerika Srikat/ United States Dollar Lain-lain (dibawah Rp 5 Miliar)/ Others (below Rp 5 Billion) 32,081,488,938 18,643,885,507 1,159,978,388 30,679,879,136 29,499,964,025 323,728,941 Total 51,885,352,833 60,503,572,102 d. Utang Klaim berdasarkan adalah sebagai berikut: jenis asuransi d. Claim Payable based on type of insurance are as follows: 2018 Rp Asuransi umum/ General insurance Asuransi kredit/ Credit insurance Asuransi penjaminan/ Suretyship insurance Asuransi ekspor/ Export insurance 2017 Rp 45,559,110,353 5,078,051,849 68,338,011 1,179,852,620 51,885,352,833 Total 13. Utang Reasuransi 56,392,909,149 4,110,662,953 --60,503,572,102 13. Reinsurance Payables a. Utang reasuransi berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut: a. Reinsurance payables based on the customer are as follows: 2018 Rp 2017 Rp Pihak berelasi (Catatan 30) / Related parties (Note 30) 2,412,927,957 -- Pihak ketiga/ Thrid Parties PT Tugu Reasuransi Indonesia PT Simas Reinsurance Brokers PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia PT Trinity Reinsurance Brokers PT IBS Reinsurance Brokers Service PT Jasa Cipta Rembaka PT Reasuransi Nasional Indonesia PT Asuransi Jiwa Nasional PT Esa Bina Sejati 8,525,438,062 7,715,578,167 6,970,587,517 6,243,151,189 2,232,665,367 1,652,583,844 1,569,286,311 1,460,972,462 1,267,165,710 -3,371,015,257 -10,530,571,305 3,514,260,127 594,776,653 69,781,250 -207,353,847 45
  192. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp PT Asuransi Tri Pakarta PT Asuransi Tugu Kresna Pratama PT Asuransi Wahana Tata PT Mandiri AXA General Insurance PT Asuransi Central Asia PT Asuransi Umum Mega Tala Re International Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar) / Others (less than Rp1 Billion) Sub Total Total b. Utang reasuransi berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut: 2017 Rp 806,431,409 806,049,424 341,894,952 282,075,750 154,572,334 --- 2,058,547,789 3,720,557,060 1,892,895,674 4,491,744,783 6,687,959,581 3,398,147,089 1,287,937,673 1,350,164,977 41,378,617,475 43,791,545,432 5,693,591,267 47,519,139,355 47,519,139,355 b. Reinsurance payable based on aging schedule are as follows: 2018 Rp 2017 Rp 0 - 60 hari/Days 61 - 365 hari/Days Lebih dari 1 tahun/More Than 1 year 35,775,627,940 8,004,071,573 -- 3,050,110,865 42,033,445,758 2,435,582,732 Total 43,779,699,513 47,519,139,355 c. Utang reasuransi berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut: c. Reinsurance payable based on currency are as follows: 2018 Rp 2017 Rp Rupiah Dolar Amerika Srikat/ United States Dollar Lain-lain (dibawah Rp 10 Juta)/ Others (below Rp 10 Milion) 23,982,642,938 19,773,547,883 23,508,692 28,386,374,064 19,078,229,383 54,535,908 Total 43,779,699,513 47,519,139,355 d. Utang reasuransi berdasarkan jenis asuransi adalah sebagai berikut: d. Reinsurance payable based on type of insurance are as follows: 2018 Rp Reasuransi umum Reasuransi kredit Utang reasuransi masuk Reasuransi penjaminan Reasuransi ekspor Total 2017 Rp 23,797,765,368 12,286,981,754 4,237,314,118 2,769,550,900 699,933,292 43,791,545,432 29,916,589,982 11,014,368,633 4,287,179,109 1,613,981,145 687,020,486 47,519,139,355 46 General reinsurance Credit reinsurance Reinsurance inward claims Suretyship reinsurance Export reinsurance Total
  193. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 14. Premi Yang Belum Merupakan Pendapatan 14. Unearned Premium Reserve 2018 Rp 2017 Rp Asuransi umum Asuransi kredit Asuransi penjaminan Reasuransi masuk Asuransi ekspor 101,666,839,249 82,033,807,038 9,405,848,152 -4,049,811,855 136,688,474,149 100,412,057,581 13,909,984,227 5,285,926,739 1,696,363,144 General insurance Credit insurance Suretyship insurance Reinsurances inward Export insurance Total 197,156,306,294 257,992,805,840 Total Cadangan premi yang belum merupakan pendapatan per 31 Desember 2018 dan 2017 dihitung oleh aktuaris independen, PT Katsir Imam Sapto Sejahtera Aktuaria sesuai dengan laporan masing-masing No. 008 /KIS/LA/CA/02/2019 tanggal 28 Februari 2019 dan No. 083/KIS/LA/CA/02/2018 tanggal 28 Februari 2018. Unearned premium reserve as of Desember 31, 2018 and 2017 is calculated by an independent actuary, PT Katsir Imam Sapto Sejahtera Aktuaria according to the report No. 008 /KIS/LA/CA/02/2019 dated February 28, 2019 and No. 083/KIS/LA/CA/02/2018 dated February 28, 2018, respectively. 15. Estimasi Klaim 15. Estimated Claim 2018 Rp Asuransi umum Asuransi kredit Reasuransi masuk Asuransi penjaminan Asuransi ekspor Total 2017 Rp 180,052,040,810 92,411,804,330 130,029,268,442 18,731,983,501 16,480,329,249 437,705,426,332 183,768,555,672 171,929,335,401 91,528,256,078 22,569,493,423 17,884,016,154 487,679,656,728 Estimasi klaim terdiri dari klaim yang masih dalam proses verifikasi (OSC) dan klaim yang telah terjadi namun belum dilaporkan oleh asuradur (IBNR). Jumlah cadangan klaim bruto per 31 Desember 2018 dan 2017 dihitung oleh aktuaris independen, PT Katsir Imam Sapto Sejahtera Aktuaria sesuai dengan laporan masing-masing No. 008 /KIS/LA/CA/02/2019 tanggal 28 Februari 2019 dan No. 083/KIS/LA/CA/02/2018 tanggal 28 Februari 2018. General insurance Credit insurance Reinsurances inward Suretyship insurance Export insurance Total Estimated claim consist of claims that are still in the process of verification (OSC) and claims incurred but not reported by insurer (IBNR). The amount of gross claims reserves as of Desember 31, 2018 and 2017 is calculated by an independent actuary, PT Katsir Imam Sapto Sejahtera Aktuaria according to the report No. 008 /KIS/LA/CA/02/2019dated February 28, 2019 and No. 083/KIS/LA/CA/02/2018 dated February 28, 2018, respectively. 16. Perpajakan a. 16. Taxation Utang Pajak a. 2018 Rp Pasal 4 ayat 2 Pasal 21 Pasal 23 Total Taxes Payable 2017 Rp 18,027,477 95,088,211 2,891,063,667 3,004,179,355 32,474,700 106,952,032 1,042,268,122 1,181,694,854 47 Article 4 (2) Article 21 Article 23 Total
  194. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) b. PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Manfaat Pajak Penghasilan b. 2018 Rp Pajak kini Pajak tangguhan Total c. 2017 Rp -3,450,989,189 3,450,989,189 -18,781,591,939 18,781,591,939 Pajak Kini The reconciliation between profit (loss) income before tax as per statements of income and taxable income for the years ended Desember 31 ,2018 and 2017 is as follows: 2018 Rp Perbedaan waktu: Penyisihan piutang premi Penyusutan (pemulihan) piutang reasuransi Penyisihan imbalan kerja karyawan Perbedaan tetap: Beban yang tidak dapat dikurangkan Hasil investasi Jasa giro Rugi fiskal tahun berjalan Rugi fiskal tahun 2017 Rugi fiskal tahun 2016 Akumulasi rugi fiskal d. Current tax Deferred tax Total c. Current Tax Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laba rugi dengan laba kena pajak menurut fiskal untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut: Laba/ (rugi) sebelum pajak Tax Benefit 2017 Rp 163,831,180 (191,357,078,452) 16,116,346,329 (2,048,652,139) (10,579,276,327) 6,773,951,667 12,311,021,669 81,696,777,522 5,091,117,530 84,739,242,913 1,483,307,280 (21,389,731,435) (803,565,902) (20,709,990,057) 25,057,186,157 (23,258,370,799) (564,872,346) 1,233,943,012 (8,235,137,208) (105,383,892,527) (3,823,957,001) (117,442,986,736) (105,383,892,527) -(3,823,957,001) (109,207,849,528) Pajak Tangguhan Income/ (loss) before tax Timing differences: Provision from premium receivable Provision (recovery) from reinsurance receivable Provision for employee benefits Permanent differences: Non-deductible expenses Investment income Interest income Fiscal loss current year Fiscal loss year 2017 Fiscal loss year 2016 Accumulation fiscal loss d. Deferred Tax Dampak pajak atas perbedaan nilai buku aset dan liabilitas berdasarkan fiskal dan menurut akuntansi yang bersifat sementara dengan tarif pajak maksimum 25% yang diakui sebagai aset pajak tangguhan dan manfaat/beban pajak tangguhan pada masing-masing tahun adalah sebagai berikut: Tax effects on the temporary differences between book value of assets and liabilities based on fiscal and financial reporting is recognized at the maximum tax rate 25% as deferred taxes assets and deferred tax benefits/ expenses in the respective year are as follows: 48
  195. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Dibebankan (Dikreditkan) ke Laba Rugi/ (Changed) Credit to Profit or Loss Rp 2017 Rp Penyisihan piutang reasuransi/ Allowance of reinsurance receivable Penyisihan piutang premi/ Allowance of premium receivable Kenaikan (penurunan) piutang AFS/ Increase (decrease) AFS receivable Penilaian kembali liabilitas imbalan kerja/ Remeasurement of post employment benefit Aset Pajak Tangguhan/ Total Deferrad Tax Assets (2,644,819,082) -- 22,233,425,350 10,912,121,658 4,029,086,582 -- 14,941,208,240 (373,233,772) 373,233,772 -- -- 11,926,280,432 1,693,487,917 (3,676,283,397) 9,943,484,952 47,343,412,750 3,450,989,189 (3,676,283,397) 47,118,118,542 Dibebankan (Dikreditkan) ke Laba Rugi/ (Changed) Credit to Profit or Loss Rp 2017 Rp 20,424,194,380 -- 24,878,244,432 11,424,284,694 (512,163,036) -- 10,912,121,658 2,403,218,789 (2,403,218,789) (373,233,772) (373,233,772) 11,351,814,829 1,272,779,384 (698,313,781) 11,926,280,432 29,633,368,364 18,781,591,939 (1,071,547,553) 47,343,412,750 17. Accrued Expense Akun ini merupakan biaya akrual atas tagihan listrik, air, telepon, dan uang muka kerja. Saldo per 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp4.923.266.870 dan Rp5.381.201.935. This account represents accrued expense on electricity bills, water, telephone, and advances payment. Balance at Desember 31, 2018 and 2017 Rp4,923,266,870 and Rp5,381,201,935, respectively. 18. Utang Komisi 18. Commisions Payable 2018 Rp Total Dibebankan (Dikreditkan) Ke Penghasilan komprehensif lainnya/ Expansed (Credited) to Other Comprehensive Income Rp 4,454,050,052 17. Beban Akrual Asuransi Umum Asuransi Penjaminan Asuransi Kredit 2018 Rp 24,878,244,432 2016 Rp Penyisihan piutang reasuransi/ Allowance of reinsurance receivable Penyisihan piutang premi Allowance of premium receivable Kenaikan (penurunan) piutang AFS/ Increase (decrease) AFS receivable Penilaian kembali liailitas imbalan kerja/ Remeasurement of post employment benefit Aset Pajak Tangguhan/ Total Deferrad Tax Assets Dibebankan (Dikreditkan) Ke Penghasilan komprehensif lainnya/ Changed (Credited) to Other Comprehensive Income Rp 2017 Rp 2,033,652,339 68,972,411 183,150 2,102,807,900 2,709,199,726 188,534,392 144,762 2,897,878,880 49 General Insurance Suretyship Insurance Credit Insurance Total
  196. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Akun ini merupakan hutang pemberian komisi kepada agen asuransi sebesar maksimal 20% dari premi. This account represents the commission payable to the insurance agency maximum 20% from premium. 19. Uang Jaminan 19. Cash Collateral Akun ini merupakan jaminan yang diberikan oleh principal atas penerbitan polis. Saldo per tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp9.008.997.337 dan Rp4.601.426.562. This account represents cash collateral from principal for insurance policy that has been issued. Balance at Desember 31, 2018 and 2017 Rp9,008,997,337 and Rp4,601,426,562, respectively. 20. Penerimaan Belum Teridentifikasi 20. Unidentified Income Akun ini merupakan penerimaan-penerimaan dari nasabah, namun belum diketahui identitas maupun nomor polisnya. Saldo per tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp3.378.990.507 dan Rp10.837.866.592. This account represents income from customers which have not been identified the identity or policy number of that customer. Balance at Desember 31, 2018 and 2017 are amounted to Rp3,378,990,507 and Rp10,837,866,592, respectively. 21. Liabilitas Imbalan Kerja 21. Employee Benefits Liability Liabilitas imbalan pascakerja karyawan pada 31 Desember 2018 dan 2017 dihitung oleh akuaris independen PT Katsir Imam Sapto Sejahtera Aktuaria sesuai dengan undang undang ketenagakerjaan No 13/2003 dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”. Liabilities for employee benefit as of December 31, 2018 and 2017 ware calculated by an independent actuary, PT Kastsir Imam Sapto Sejahtera Aktuaria in accordance with the Labor Law No. 13/2013 using the “Projected Unit Credit”. Asumsi yang digunakan Aktuaria sebagai berikut: The main assumptions used the independent actuary are as follows: 2018 Rp Tingkat diskonto Tingkat kenaikan gaji Tingkat mortalitas Tingkat cacat Usia pensiun normal Tingkat pengunduran diri a. 2017 Rp 9.00% 9.00% 8.40% 7.20% Tabel Moralita Indonesia III 2011 Indonesia's Mortality III Tabel 2011 5% TMI II 55 tahun/ year 5.00% per tahun/ per year Jumlah liabilitas berdasarkan perhitungan Aktuaria independen adalah sebagai berikut: Discount rate Salary increase rate Mortality rate Disability rate Normal retirement age Resignation rate a. Total liabilities based on independent actuarial calculation are as follows: 2018 Rp 2017 Rp Nilai kini liabilitas manfaat karyawan 39,773,939,810 47,705,121,729 Benefit obligations Liabilitas pada akhir tahun 39,773,939,810 47,705,121,729 Liabilities at the end of the year 50
  197. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) b. Perubahan liabilitas berdasarkan perhitungan aktuaria independen sebagai berikut: b. Change of liabilities based on independent actuarial calculation are as follows: 2018 Rp Liabilitas bersih awal tahun Beban kesejahteraan karyawan yang diakui pada tahun berjalan Pembayaran manfaat Penghasilan komprehensif lain Liabilitas pada akhir tahun 2017 Rp 47,705,121,729 45,407,259,324 6,773,951,667 -(14,705,133,586) 39,773,939,810 7,752,488,455 (2,661,370,925) (2,793,255,125) 47,705,121,729 c. Komponen biaya imbalan kerja yang diakui di penghasilan komprehensif lainnya adalah sebagai berikut: c. 2018 Rp (Keuntungan) kerugian aktuaria terkait pengalaman liabilitas Liabilities at the end of the year The components of employee benefit expenses recorded in other comprehensive income is as follows: 2017 Rp (14,705,133,586) (2,793,255,125) d. Beban manfaat kesejahteraan karyawan yang dicatat di laba rugi adalah sebagai berikut: Actuarial loss (gain) due to experience on defined benefit obligation d. Employee benefit expenses recorded in profit or loss are as follows: 2018 Rp Biaya jasa kini Beban bunga Total Net liability at beginning of year Employee welfare benefit expenses recognized in current year Benefit payments Other comprehensive income 2017 Rp 3,339,182,903 3,434,768,764 6,773,951,667 3,938,278,672 3,814,209,783 7,752,488,455 Current service cost Interest expense Total Risiko tingkat bunga Penuruan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program. Interest rate risk A decrease in the bond interest rate will increase the plan liability. Risiko gaji Nilai kini kewajiaban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu. Salary risk The present value of the defined benefit plan liability is calculated by reference to the future salaries of plan participants. As such, an increase in the salary of the plan participants will increase the plan’s liabilitiy. 31 Desember 2018/ December 31, 2018 Kenaikan 1% / Penurunan 1 % / Increase 1 % Decrease 1 % Asumsi tingkat diskonto Asumsi tingkat kenaikan upah 43,014,018,781 37,099,478,545 36,956,616,715 42,787,510,630 51 Discount rate assumptions Salary growth rate assumptions
  198. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 22. Modal Saham 22. Share Capital Sesuai dengan Akta No.08 tanggal 9 Oktober 2014 oleh notaris Marthin Aliunir, S.H., susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut: Based on notarial deed No.08 dated October 9, 2014 of notary Marthin Aliunir, S.H., the shareholder's of the Company as of Desember 31, 2018 and 2017 are as follows:. Prosentase kepemilikan/ Percentage of ownership Jumlah Saham/ Number of Share Pemegang Saham/ Shareholder Jumlah dalam Rupiah/ Total In Rupiah PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) Koperasi Karyawan PT Asuransi Asei Indonesia 549,989 11 99.99% 0.01% 549,989,000,000 11,000,000 Jumlah/ Total 550,000 100% 550,000,000,000 23. Penggunaan Saldo Laba 23. Profit Distribution Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 22 Juni 2018, mengenai pengesahan Rencana Kerja Anggaran dan Perusahaan (RKAP) tahun 2018 sebagai berikut: Based on the shareholder’s general meeting on June 22, 2018 about legitimate working plan and budget Company of 2018 as follow: 2018 Rp 2017 Rp 63,587,566,163 -63,587,566,163 Cadangan Umum Cadangan Tujuan Jumlah 48,870,012,516 14,717,553,647 63,587,566,163 24. Pendapatan Premi Asuransi Umum Asuransi Kredit Reasuransi Masuk Asuransi Penjaminan Asuransi Ekspor Jumlah Asuransi Umum Asuransi Kredit Reasuransi Masuk Asuransi Penjaminan Asuransi Ekspor Jumlah 24. Premium Income Premi Bruto/ Gross Premium Premi Reasuransi Keluar/ Reinsurance Premium Outward Rp Rp 172,590,155,557 87,656,508,909 25,655,320,826 42,920,406,353 29,498,709,960 358,321,101,605 2018 Penurunan (Kenaikan) Premi Pendapatan Premi Neto/ Yang Belum Merupakan Premium Income - Net Pendapatan/ Decrease (Increase) in Unearned Premium Rp Rp (138,740,416,978) (43,178,444,428) -(27,081,599,369) (16,916,529,008) (225,916,989,783) Premi Bruto/ Gross Premium Premi Reasuransi Keluar/ Reinsurance Premium Outward Rp Rp 194,689,529,233 93,690,742,252 35,327,249,908 37,806,675,269 22,419,266,987 383,933,463,649 Appropriated Unappropriated Total 16,388,274,641 21,734,658,949 1,687,257,670 48,150,105 (699,821,121) 39,158,520,244 50,238,013,220 66,212,723,430 27,342,578,496 15,886,957,089 11,882,359,831 171,562,632,066 General Insurance Credit Insurance Inward Reinsurance Suretyship Insurance Export Insurance Total 2017 Penurunan (Kenaikan) Premi Pendapatan Premi Neto/ Yang Belum Merupakan Premium Income - Net Pendapatan/ Decrease (Increase) in Unearned Premium Rp Rp (117,545,068,228) (26,354,815,135) -(22,824,822,172) (12,545,508,787) (179,270,214,322) 16,690,530,379 (1,799,940,010) 11,622,554,268 4,909,614,674 2,797,031,345 34,219,790,656 52 93,834,991,384 65,535,987,107 46,949,804,176 19,891,467,771 12,670,789,545 238,883,039,983 General Insurance Credit Insurance Inward Reinsurance Suretyship Insurance Export Insurance Total
  199. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 25. Beban Klaim 25. Claim Expenses 2018 Klaim Bruto/ Gross Claims Rp Klaim Reasuransi Keluar/Reinsurance Claims Outward Rp Recoveries/ Recoveries Rp (Penurunan) Kenaikan Cadangan Klaim Bruto/ (Decrease) Increase Gross Claim Reserve Rp Beban Klaim Neto/Claims Expense - Net Rp Asuransi Umum Asuransi Kredit Asuransi Ekspor Reasuransi Masuk (139,211,866,680) (15,087,674,195) (4,387,177,960) (49,468,015,669) 72,251,356,805 14,046,089,367 2,869,148,814 3,401,136,220 1,838,636,710 374,772,237 3,848,645,651 -- 33,475,204,417 4,812,278,547 (1,604,239,247) 23,688,582,591 (31,646,668,748) 4,145,465,956 726,377,258 (22,378,296,858) General Insurance Credit Insurance Export Insurance Inward Reinsurance Asuransi Penjaminan (69,253,965,274) (277,408,699,778) 44,107,718,125 136,675,449,331 24,333,563,637 30,395,618,235 (4,138,161,923) 56,233,664,385 (4,950,845,435) (54,103,967,827) Suretyship Insurance 2017 Klaim Bruto/ Gross Claims Rp Klaim Reasuransi Keluar/Reinsurance Claims Outward Rp Recoveries/ Recoveries Rp (Penurunan) Kenaikan Cadangan Klaim Bruto/ (Decrease) Increase Gross Claim Reserve Rp Beban Klaim Neto/Claims Expense - Net Rp Asuransi Umum Asuransi Kredit (182,193,203,069) (21,308,093,394) 67,173,969,347 19,602,787,912 3,306,337 246,380,757 19,268,309,757 (22,837,167,454) (95,747,617,628) (24,296,092,179) General Insurance Credit Insurance Asuransi Ekspor Reasuransi Masuk Asuransi Penjaminan (8,744,040,148) (76,296,585,138) (26,506,754,389) (315,048,676,138) 4,753,402,811 18,138,892,377 17,243,363,432 126,912,415,879 1,059,420,428 -1,948,686,086 3,257,793,608 272,519,831 (35,480,825,059) 5,826,759,837 (32,950,403,088) (2,658,697,078) (93,638,517,820) (1,487,945,034) (217,828,869,739) Export Insurance Inward Reinsurance Suretyship Insurance 26. Pendapatan (Beban) Komisi 26. Commision Income (Expense) 2018 Beban komisi/ Commission expense Rp Pendapatan komisi/ Commission income Rp 18,175,320,963 10,263,118,852 -9,273,682,220 5,847,567,953 43,559,689,988 Asuransi Umum Asuransi Kredit Reasuransi Masuk Asuransi Penjaminan Asuransi Ekspor Jumlah (10,018,889,984) (2,381,016,851) (5,619,957,769) (6,122,846,684) (2,481,179,479) (26,623,890,767) 2017 Beban komisi/ Commission expense Rp Pendapatan komisi/ Commission income Rp Asuransi Umum Reasuransi Masuk Asuransi Kredit Asuransi Penjaminan Asuransi Ekspor Jumlah Komisi Neto/Net Commission Income/ Rp 11,853,910,955 -2,860,928,678 7,986,868,039 6,346,378,540 29,048,086,212 8,156,430,979 4,643,161,083 (2,381,016,851) 3,150,835,536 3,366,388,474 16,935,799,221 Komisi Neto/Net Commission Income/ Rp (18,756,060,000) (8,825,228,248) (1,244,794,900) (6,162,684,942) (1,226,929,224) (36,215,697,314) 27. Hasil Investasi (6,902,149,045) (8,825,228,248) 1,616,133,778 1,824,183,097 5,119,449,316 (7,167,611,102) General insurance Inward reinsurance Credit insurance Suretyship insurance Export insurance Total 27. Invesment Income 2018 Rp Pendapatan bunga dan bagi hasil deposito berjangka Pendapatan bunga dan bagi hasil efek dimiliki tersedia untuk dijual Laba penjualan dan kenaikan surat berharga diperdagangkan General Insurance Credit Insurance Inward Reinsurance Suretyship Insurance Export Insurance Total 2017 Rp 10,496,315,727 8,908,787,001 8,792,637,477 16,976,311,062 1,407,162,089 943,248,831 53 Interest income and revenue sharing on time deposits Interest income and revenue sharing from available for sale securities Gain on sale and increase from trading securities
  200. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Pendapatan dividen dari penyertaan langsung Pendapatan bunga dan bagi hasil efek dimiliki hingga jatuh tempo Keuntungan selisih kurs mata uang asing dari deposito Hasil investasi lain Total PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp 2017 Rp 839,429,964 725,702,483 -- 1,057,763,709 -(145,813,822) 21,389,731,435 28,684,560 (269,786,589) 28,370,711,057 28. Beban Usaha Total 2017 Rp 72,849,219,331 24,622,352,032 6,773,951,667 7,233,887,485 3,909,928,039 2,551,874,780 4,600,000,000 2,586,750,952 2,059,450,288 1,914,350,362 289,783,162 129,391,548,098 70,351,346,582 30,170,408,382 7,752,488,455 6,555,374,482 4,465,033,041 3,037,155,600 -2,642,113,958 2,403,541,073 2,321,764,577 576,205,556 133,275,431,706 Berdasarkan perjanjian pinjam pakai aset No. 29/087/XII/PERJ.DIR/Asei Re dan No. 01/01/XII/ PERJ.DIR/ASEI tertanggal 18 Desember 2016 antara PT ASEI Reasuransi Indonesia (Persero) dengan PT Asuransi ASEI Indonesia sepakat untuk meminjampakaikan objek pinjaman pakai kepada PT Asuransi ASEI Indonesia. Beban Lain-lain Penurunan nilai piutang premi dan reasuransi (catatan 6 dan 7) Biaya lain-lain Biaya bank Total Employee General Employee benefits expenses Depreciaton lend use Office Employees’ performance incentives Pention Marketing Depreciation (note 11) Education expanses Research and development Total Based on asset leasing agreement no. 29/087/XII/ PERJ.DIR/ Asei Re and No. 01/01/XII/PERJ.DIR/ ASEI dated December 18, 2016 between PT ASEI Reasuransi Indonesia ( Persero ) and PT Asuransi ASEI Indonesia agreed to put the object of rent and used asset by PT Asuransi ASEI Indonesia. 29. Pendapatan (Beban) Lain Lain Pendapatan Lain-Lain Pemulihan penurunan piutang reasuransi (catatan 7) Laba atas selisih kurs Jasa giro Lain-lain Total 28. Operating Expenses 2018 Rp Pegawai Umum Imbalan pascakerja Beban penyusutan aset pinjam pakai Kantor Honorarium Iuran Pensiun Pemasaran Penyusutan (catatan 11) Biaya pendidikan Penelitian dan pengembangan Deviden income from direct investment Interest income and revenue sharing from held to maturity securities Foreign exchange gain on time deposits Other investment income 29. Other Income (Expenses) 2018 Rp 2017 Rp 13,379,276,327 6,480,433,733 803,565,902 37,706,165 20,700,982,127 -2,461,875,780 564,872,346 75,453,042 3,102,201,168 (18,916,346,329) (1,483,307,280) -(20,399,653,609) 301,328,518 (81,696,777,522) -(202,366,085) (81,899,143,607) (78,796,942,439) 54 Other income Recovery form impairment (notes 7) reinsurance Gain foreign exchanges Interest income Others Other expense Impairment on receivables premium and reinsurance (notes 6 and 7) Other expanses Bank expenses Total
  201. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Berdasarkan Surat Nomor PENG-28/NB.111/2017, Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha asuransi PT Asuransi Raya, sehingga Perusahaan mencatat penurunan nilai piutang PT Asuransi Raya sebesar 100% atau sebesar Rp75.497.365.407. Based on Letter Number PENG-28 / NB.111 / 2017, Otoritas Jasa Keuangan revoked the insurance business license of PT Asuransi Raya, thus the Company recorded a 100% impairment of PT Asuransi Raya's receivables or Rp 75,497,365,407. 30. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi No 1 2 3 Pihak - Pihak Berelasi/ Related Parties Bank-bank milik negara/ State-owned bank Badan usaha milik negara/ State-owned companies Manajemen kunci/ Key management Jumlah/ Total Deposito berjangka/ Time deposits PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Investasi (catatan 5)/ Investments (note 5) Deposito berjangka/ Time deposits PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT BNI Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank BRI Syariah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jumlah/ Total Sifat Saldo Akun/ Transaksi/ Nature of Account Balance/ Transaction Hubungan/ Relationship Entitas sepengendali/ Under common control Entitas sepengendali/ Under common control Karyawan kunci/ Key management 2018 Rp Kas dan setara kas (catatan 4)/ Cash and cash equivalents (note 4) Bank/ Banks PT Bank Mandiri ( Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia Syariah PT Bank BNI Syariah 30. Balances and Transactions with Related Parties Deposito, bank Deposits, bank Obligasi, reksadana, piutang premi dan reasuransi Obligation, mutual fund, premium and reinsurance receivables Kewajiban imbalan kerja, beban gaji karyawan Employee benefit libilitiy, employee salaries Nilai/ Amount 2017 Rp Persentase terhadap total aset/ Percentage to total assets 2018 2017 % % 9,435,739,329 5,618,235,222 2,525,631,655 2,209,924,816 1,134,705,246 1,090,522,195 37,569,273 22,052,327,736 61,663,544,774 8,530,135,740 13,097,123 306,955,185 1,439,339,631 754,522 834,842,555 72,788,669,530 0.627 0.374 0.168 0.147 0.075 0.073 0.002 3.956 0.547 0.001 0.020 0.092 0.000 0.054 1.466 4.670 10,000,000,000 50,000,000,000 0.665 3.208 2018 Rp Nilai/ Amount 54,500,000,000 12,400,000,000 10,800,000,000 10,000,000,000 1,700,000,000 1,000,000,000 -90,400,000,000 55 2017 Rp 30,500,000,000 5,900,000,000 5,050,000,000 26,500,000,000 2,050,000,000 8,500,000,000 40,000,000,000 118,500,000,000 Persentase terhadap total aset/liabilitas Percentage to total assets/liabilities 2018 2017 % % 3.624 0.824 0.718 0.665 0.113 0.066 -6.011 1.957 0.379 0.324 1.700 0.132 0.545 2.566 7.602
  202. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp Saham/ Shares PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk PT Waskita Karya (Persero) Tbk PT Aneka Tambang (Persero) Tbk PT Adhi Karya (Persero) Tbk PT Wijaya Karya Beton Tbk PT Waskita Karya (Persero) Tbk PT Bukit Asam (Persero) Tbk Nilai/ Amount Persentase terhadap total aset/liabilitas Percentage to total assets/liabilities 2018 2017 % % 2017 Rp 3,599,976,000 3,112,500,000 2,655,000,000 496,617,505 317,000,000 270,000,000 107,520 95,625 30,115 ---10,451,326,765 -2,797,200,000 -465,110,050 565,500,000 397,500,000 2,218,981,440 78,125 35,815 750,000,000 110,500,000 1,107,000,000 8,411,905,430 0.239 0.207 0.177 0.033 0.021 0.018 0.000 0.000 0.000 ---0.695 -0.179 -0.030 0.036 0.026 0.142 0.000 0.000 0.048 0.007 0.071 8,808,700,000 8,704,300,000 7,351,995,280 5,029,369,550 3,070,185,480 -32,964,550,310 9,775,000,000 9,732,000,000 3,105,000,000 5,744,000,000 3,340,857,000 4,005,600,000 35,702,457,000 0.586 0.579 0.489 0.334 0.204 -2.192 0.627 0.624 0.199 0.368 0.214 0.257 2.290 27,065,582,206 23,447,741,904 14,634,545,128 1,714,500,553 5,480,500 66,867,850,291 15,538,152,146 13,913,018,816 6,411,007,771 5,418,054,673 -41,280,233,406 1.800 1.559 0.973 0.114 0.000 0.997 0.893 0.411 0.348 -- 4.446 2.648 13,151,425,696 11,001,395,828 3,610,164,914 862,553,808 28,625,540,246 884,690,211 12,233,044,216 1,300,685,152 3,222,956,761 17,641,376,340 0.874 0.731 0.240 0.057 0.057 0.785 0.083 0.207 1.902 1.132 8,312,432,881 3,452,850,983 2,386,705,302 --- 5,108,324 541,381,995 382,300,944 693,706,187 84,808,485 0.780 0.324 0.224 - 0.000 0.048 0.034 0.062 0.008 14,151,989,166 1,707,305,935 1.328 0.152 Utang reasuransi (catatan 13)/ Reinsurance payable (note 13) PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) PT Asuransi Kredit Indonseia (Persero) PT Asransi Jasa Indonesia (Persero) Jumlah/ Total 2,322,155,777 46,174,502 44,597,678 2,412,927,957 ----- 0.218 0.004 0.004 0.226 ----- Utang subordinasi/ Subordination loan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) 257,000,000,000 185,000,000,000 24.129 16.453 Jumlah/ Total Obligasi/ Bonds Negara RI Seri FR 0064 Negara RI Seri FR 0065 Negara RI Seri FR 0075 Surat Berharga Syariah Negara PBS012 Surat Berharga Syariah Negara PBS011 Hutama Karya Tahap II Tahun 2017 Jumlah/ Total Piutang premi (catatan 6)/ Premium receivables (note 6) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Indonesia Power PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) Jumlah/ Total Piutang reasuransi (catatan 7)/ Reinsurance receivables (note 7) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) PT Jasa Raharja Putera (Persero) Jumlah/ Total Utang klaim (catatan 12)/ Claim payable (note 12) PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk PT Waskita Karya (Persero) Tbk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) PT Kereta Api Indonesia (Persero) Jumlah/ Total 56 0.540
  203. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Jumlah gaji dan tunjangan yang diterima Direksi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp5.005.200.000 dan Rp4.914.450.000. Dewan Komisaris untuk tahun 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp1.945.188.000 dan Rp2.169.288.000. The remuneration received by the member of the Directors of the Company amounted to Rp5,005,200,000 and Rp4,914,450,000 respectively for the years ended December 31, 2018 and 2017. the Board of Commisioner amounted Rp1,945,188,000 and Rp2,169,288,000, respectively for the years ended December 31, 2018 and 2017. 31. Informasi Penting Lain a. 31. Analisis Kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Untuk tahun 2018 diatur berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No. 27/POJK.05/2018 dan untuk tahun 2017 diatur berdasarkan POJK No. 71/POJK.05/2016, Perusahaan setiap tahun wajib menetapkan target tingkat solvabilitas paling rendah 120% dari modal minimum berbasis risiko. Modal minimum berbasis risiko merupakan jumlah dana yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko keuangan yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan aset dan liabilitas. a. Asset Analysis and Calculation of Solvency Margin Limits As of 2018 is calculated in correspondance with the Regulation of Financial Service Authority No. 27/POJK.05/2018and 2017 is calculated based on POJK No. 71/POJK.05/2016, the Company has to establish at all years a solvency margin target of at least 120% from risk base minimum capital. Risk base minimum capital is the amount of funds needed to anticipate financial risks which may arise as a result of the deviation in the management of assets and liabilities. Perhitungan analisis kekayaan dan batas tingkat soIvabilitas Perusahaan adalah sebagai berikut: Unit Konvensional Tingkat solvabilitas Kekayaan yang diperkenankan Liabilitas Jumlah tingkat solvabilitas Other Significant Information The computations of minimum solvency margin limit and analysis of admitted assets of the Company are as follows: 2018 Rp Conventional Unit 1,055,960,372,025 748,172,494,602 307,787,877,423 Solvency Margin Admitted assets Liabilities Total Solvency Margin Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) Risiko Kredit Risiko Pasar Risiko Asuransi Risiko Operasional Jumlah MMBR 33,886,530,454 27,580,209,343 77,090,181,529 1,231,139,050 139,788,060,376 Risk-Based Minimum Capital (RBMC) Credit risk Market risk Insurance risk Operational risk Total RBMC Kelebihan atas tingkat solvabilitas 167,999,817,047 Excess of solvency margin 220.18% Solvency ratio attained Rasio pencapaian solvabilitas 57
  204. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Tingkat solvabilitas Kekayaan yang diperkenankan Liabilitas Jumlah tingkat solvabilitas Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) Risiko kredit Risiko pasar Risiko asuransi Risiko operasional Jumlah MMBR Kelebihan batas tingkat solvabilitas PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2017 Rp 1,079,679,673,418 885,714,617,632 193,965,055,786 Solvency Margin Admitted assets Liabilities Total Solvency Margin 26,179,920,895 13,882,363,301 93,015,518,468 1,123,439,378 134,201,242,042 Risk-Based Minimum Capital (RBMC) Credit risk Market risk Insurance risk Operational risk Total RBMC 59,763,813,744 Excess of solvency margin 144.53% Solvency ratio attained Rasio pencapaian solvabilitas Unit Syariah Tingkat solvabilitas Kekayaan yang diperkenankan Liabilitas Jumlah tingkat solvabilitas Sharia Unit 2018 Rp 32,925,352,788 28,562,708,944 4,362,643,844 Solvency Margin Admitted assets Liabilities Total Solvency Margin 272,661,210 38,450,681 -4,803,779 315,915,671 Risk-Based Minimum Capital (RBMC) Credit risk Market risk Insurance risk Operational risk Total RBMC 4,046,728,173 Excess of solvency margin 1,380.95% Solvency ratio attained Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) Risiko Kredit Risiko Pasar Risiko Asuransi Risiko Operasional Jumlah MMBR Kelebihan atas tingkat solvabilitas Rasio pencapaian solvabilitas Tingkat solvabilitas Kekayaan yang diperkenankan Liabilitas Jumlah tingkat solvabilitas 2017 Rp 19,447,760,000 16,718,850,000 2,728,910,000 Solvency Margin Admitted assets Liabilities Total Solvency Margin 206,210,000 -1,120,000 2,740,000 210,070,000 Risk-Based Minimum Capital (RBMC) Credit risk Market risk Insurance risk Operational risk Total RBMC 2,518,840,000 Excess of solvency margin 1,299.05% Solvency ratio attained Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR) Risiko kredit Risiko pasar Risiko asuransi Risiko operasional Jumlah MMBR Kelebihan batas tingkat solvabilitas Rasio pencapaian solvabilitas 58
  205. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Analisis Kekayaan Diperkenankan Asset of Admitted Assets Unit Konvensional Conventional Unit Investasi Deposito berjangka Efek Penyertaan Langsung Kas dan setara kas Piutang premi Piutang reasuransi Aset Reasuransi Piutang pegawai Aset tetap Aset lainnya Total Aset Investasi Deposito berjangka Efek Penyertaan saham Kas dan setara kas Piutang premi Piutang reasuransi Piutang pegawai Aset tetap Aset lainnya Total Aset Kekayaan Dibukukan/ Recorded Assets Rp Kekayaan Belum Dibukukan/ Non-Ledger Assets Rp 2018 180,794,208,350 144,961,925,129 3,442,179,000 52,214,028,283 266,337,739,430 356,210,522,452 273,090,393,487 1,631,295,018 17,378,632,595 137,235,899,898 1,433,296,823,642 Kekayaan Dibukukan/ Recorded Assets Rp ------------ Kekayaan Belum Dibukukan/ Non-Ledger Assets Rp 2017 176,294,208,350 155,824,320,794 3,442,179,000 127,476,259,985 275,426,893,589 611,313,769,179 1,604,465,620 21,167,517,101 124,637,863,085 1,497,187,476,703 ----------- Unit Syariah Investasi Deposito berjangka Kas dan setara kas Piutang premi Piutang reasuransi Aset Reasuransi Aset lainnya Total Aset Investasi Deposito berjangka Penyertaan saham Kas dan setara kas Piutang premi Piutang reasuransi Aset lainnya Total Aset Kekayaan Tidak Diperkenankan/ Non-admitted Assets Rp ----200,839,027,004 27,613,982,438 -1,631,295,018 10,993,632,595 136,258,514,562 377,336,451,617 Kekayaan Tidak Diperkenankan/ Non-admitted Assets Rp ----192,656,414,870 84,715,992,215 1,604,465,620 14,782,517,191 123,748,413,389 417,507,803,285 Kekayaan Diperkenankan/ Admitted Assets Rp 180,794,208,350 144,961,925,129 3,442,179,000 52,214,028,283 65,498,712,426 328,596,540,014 273,090,393,487 -6,385,000,000 977,385,336 1,055,960,372,025 Kekayaan Diperkenankan/ Admitted Assets Rp 176,294,208,350 155,824,320,794 3,442,179,000 127,476,259,985 82,770,478,719 526,597,776,964 -6,384,999,910 889,449,696 1,079,679,673,418 Investments Time deposits Marketable securities Investment in Shares Cash and cash equivalents Premium receivables Reinsurance receivables Reinsurance Assets Employee receivables Fixed assets Other assets Total Assets Investments Time deposits Marketable securities Investment in shares Cash and cash equivalents Premium receivables Reinsurance receivables Employee receivables Fixed assets Others assets Total Assets Sharia Unit Kekayaan Dibukukan/ Recorded Assets Rp Kekayaan Belum Dibukukan/ Non-Ledger Assets Rp 17,850,000,000 342,191,585 531,486,604 554,503,402 13,647,171,197 20,809,326 32,946,162,114 Kekayaan Dibukukan/ Recorded Assets Rp 10,200,000,000 1,482,212,186 944,433,398 287,065,234 6,534,046,165 10,999,681 19,458,756,665 2018 -------- Kekayaan Belum Dibukukan/ Non-Ledger Assets Rp 2017 -------- 59 Kekayaan Tidak Diperkenankan/ Non-admitted Assets Rp -----20,809,326 20,809,326 Kekayaan Tidak Diperkenankan/ Non-admitted Assets Rp -----10,999,681 10,999,681 Kekayaan Diperkenankan/ Admitted Assets Rp 17,850,000,000 342,191,585 531,486,604 554,503,402 13,647,171,197 -32,925,352,788 Kekayaan Diperkenankan/ Admitted Assets Rp 10,200,000,000 1,482,212,186 944,433,398 287,065,234 6,534,046,165 -19,447,756,983 Investments Time deposits Cash and cash equivalents Premium receivables Reinsurance receivables Reinsurance Assets Other assets Total Assets Investments Time deposits Investment in shares Cash and cash equivalents Premium receivables Reinsurance receivables Others assets Total Assets
  206. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) b. Perjanjian Penugasan Pegawai Pada tanggal 18 Desember 2014, Perusahaan dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (RIU), menandatangani Perjanjian Penugasan Pegawai, yang berisi, antara lain, bahwa: (1) Para Pihak sepakat dan setuju akan menugaskan nama-nama pegawai RIU kepada Perusahaan untuk ditempatkan pada struktur organisasi Perusahaan; (2) Jangka waktu penugasan Pegawai tersebut terhitung efektif 18 Desember 2014 sampai dengan masa pensiun atau PHK atau ditarik kembali Pegawai tersebut oleh RIU; (3) Pemberian nilai besaran remunerasi tidak lebih kecil dari penerimaan terakhir yang diperoleh pegawai tersebut dari Perusahaan (4) Pembayaran Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja, dan Uang Penggantian Hak yang seharusnya diterima oleh Pegawai yang akan di PHK merupakan beban Perusahaan yang pembayarannya akan dilakukan melalui Perusahaan kepada Pegawai yang bersangkutan. b. Employee Secondment Agreement On December 18, 2014, the Company and PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) (RIU) entered into an Employee Secondment Agreement, which contains, among others, that: (1) The Parties agree will second names of employees of RIU to the Company to be placed on the organizational structure the Company; (2) The employee secondment period effective as of December 18, 2014 until retirement or termination of the employee or withdrawn by RIU; (3) The employee's remuneration was not less than the last remuneration acquired by the employees from RIU (4) Severance Payment, Gratuity, and Service Liability that should be accepted by the employee who will be laid off are expenses of the Company which payment will be made by the Company to the related employees. c. Perjanjian Hak Pakai Aset Pada tanggal 18 Desember 2014, Perusahaan dan RIU menandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Aset, yang berisi antara lain bahwa:(1) Perusahaan sepakat untuk meminjampakaikan obyek pinjam pakai (aset) milik RIU sebagaimana dalam lampiran Perjanjian kepada Perusahaan untuk kegiatan operasional Perusahaan; (2) Jangka waktu Perjanjian adalah 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai 18 Desember 2014 dan dapat diperpanjang otomatis selama jangka waktu yang sama; (3) Kompensasinya adalah Perusahaan akan membayar pajak-pajak yang melekat dan dibebankan biaya penyusutannya atas aset-aset tersebut. c. Use of Assets Agreement On December 18 2014, the Company and RIU entered into a Lend and Use of Assets Agreement, which containts, among others, that: (1) RIU agreed to lend and uses its assets, as in the attachement of agreement to the Company for the operational activities of the Company; (2) The term agreement is 10 (ten) years commencing from December 18, 2014 and may be extended automatically for the same period; (3) The compensation is the Company will pay all related taxed and will be charged its depreciation expense of those assets. d. Perjanjian Subordinasi Pada tanggal 28 Maret 2018 dan 28 September 2017, Perusahaan dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) menandatangani Perjanjian Subordinasi untuk memenuhi kebutuhan dana Perusahaan dalam rangka penyehatan dan penguatan Perusahaan. Saldo per tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 masing-masing sebesar Rp257.000.000.000 dan Rp185.000.000.000 dengan bunga sebesar 0,85% per tahun dan jangka waktu yang tidak ditentukan. d. Subordination Agreement On September 28, 2017 and 28 March 2018, the Company and PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) signed a Subordinated Agreement to meet the Company's funding requirement in order to restructuring and strengthening of the Company. Balance at Desember 31, 2018 and 2017 are amounted to Rp257,000,000,000 and Rp185,000,000,000, respectively with interest of 0.85% per annum and unspecified period. 60
  207. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 32. Manajemen Risiko 32. Risk Management Dengan pedoman pengelolaan risiko maka pengelolaan risiko Perusahaan dapat berlangsung secara terstruktur dan sistematis. Selain itu juga untuk menurunkan potensi frekuensi dan dampak kejadian berbahaya yang mungkin terjadi. Yang dibahas dalam pedoman pengelolaan risiko adalah strategi Perusahaan dan kebijakan pengelolaan risiko, prinsip-prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko, proses manajemen risiko, hingga implementasi proses dan panduan implementasi manajemen risiko. With risk management guidelines, the risk management of the Company can take place in a structured and systematic manner. In addition, to reduce the potential frequency and the impact of possible harmful events. What is discussed in the risk management guidelines is the Company's strategy and risk management policies, risk management principles and frameworks, risk management processes, to implementation of processes and guidelines for the implementation of risk management. Panduan implementasi yang dibuat oleh Risk Owner dengan dibantu Risk Officer akan lebih mudah dapat dipantau dan dievaluasi pelaksanaan penanganan risikonya, baik itu secara berkala dari berbagai “temuan” sehingga nantinya akan dilaporkan kepada Direksi melalui Komite Manajemen Risiko. Implementation guidance will create a Risk Owner with assisted Risk Officer so that it can more easily monitor and evaluate the implementation of risk handling, periodically from various "findings" which will later be reported to the BOD through the Risk Management Committee. Pada tahap implementasi awal, telah dapat dilakukan identifikasi dan analisa lingkungan baik itu konteks internal maupun eksternal perusahaan. Oleh karena itu, adanya potensi-potensi risiko yang bisa mengancam target perusahaan, termasuk target masing-masing unit nantinya sudah dapat teridentifikasi. Implementasi manajemen risiko Perusahaan sudah dilaksanakan antara lain: (a) Proses underwriting dilakukan secara hati-hati. Selain itu memastikan dukungan perusahaan reasuransi untuk mengontrol eksposur risiko (risk exposure). (b) Menjaga Risk Based Capital (RBC) agar senantiasa dalam batas minimum 120% sesuai ketentuan regulator. Hingga saat ini, Perusahaan memiliki RBC jauh di atas ketentuan minimal dari pemerintah. Perusahaan terus menjaga likuiditas sehingga tetap mampu membayar klaim kepada pihak tertanggung. (c) Risiko investasi dikelola dengan memperhatikan faktor keuntungan, keamanan, jenis portofolio, likuiditas, dan lain-lain. Dalam mendukung Pengelolaan investasi tersebut serta manajemen risiko, telah dibentuk Komite Investasi. In the early implementation phase, can be done identification and environmental analysis be it internal or external context of the company. Therefore, the existence of potential risks that could threaten the target company, including the target of each unit will be identified. Implementation of the Company's risk management has been implemented, among others: (a) The underwriting process is done carefully. In addition it ensures reinsurance company support to control the (risk exposure). (b) Maintain Risk Based Capital (RBC) in order to always be within the minimum 120% according to regulatory requirements. To date, the Company has an RBC well above the minimum requirement of the government. The Company continues to maintain liquidity so that it can still pay claims to the insured. (c) Investment risk is managed by taking into account the factors of profit, security, type of portfolio, liquidity, and others. In support of investment management and risk management, the Investment Committee has been established. (d) Operational risks attached to failure of underwriting activity caused by internal processes, human resource errors, system or technology failures or errors, and events beyond the Company's control have been mitigated by regular training. (d) Risiko operasional yang melekat pada kegagalan aktivitas underwriting yang disebabkan antara lain oleh proses internal, kesalahan dari sumber daya manusia, kerusakan atau kesalahan sistem dan teknologi, serta kejadian di luar kendali Perusahaan telah dilakukan mitigasi, diantaranya dengan melakukan pelatihan secara reguler. (e) Risiko reputasi dilakukan pengendalian melalui pelayanan terbaik kepada nasabah, program corporate social responsibility serta komunikasi (e) Reputational risk is controlled through the best service to customers, corporate social responsibility program and systematic 61
  208. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) yang sistematis untuk meningkatkan citra di mata pemangku kepentingan. (f) Selain risiko-risiko di atas, Perusahaan juga menghadapi risiko lain seperti risiko strategik, risiko hukum, serta risiko kepatuhan. Pengelolaan risiko tersebut di atas selama ini melekat pada unit fungsional. (f) communication to improve the image in the eyes of stakeholders. In addition to the above risks, the Company also faces other risks such as strategic risks, legal risks, and compliance risks. The above mentioned risk management has been attached to the functional unit. Kualitas implementasi manajemen risiko telah ditingkatkan sejak dibentuknya bagian Manajemen Risiko di Kantor Pusat. The quality of risk management implementation has been improved since the establishment of Risk Management at the Central Office. Bagian Manajemen Risiko berfungsi sebagai fasilitator semua unit di Perusahaan didalam melakukan proses manajemen resiko mulai dari identifikasi, analisis, evaluasi dan perlakuan resiko. Perannya adalah memberi peringatan dini (early warning) di dalam melakukan kontrol resiko Perusahaan, baik di Kantor Pusat maupun di Kantor Cabang. Bagian Manajemen Risiko juga terlibat didalam proses bisnis, khususnya unit operasional dengan memberikan pembahasan (review) dan mitigasi resiko atas resiko-resiko yang dihadapi dalam menjalankan bisnis. The Risk Management section serves as a facilitator of all units in the Company in conducting risk management processes ranging from identification, analysis, evaluation and risk treatment. Its role is to provide early warning (early warning) in conducting risk control of the Company, both at the head office and at the Branch Office. The risk management section is also involved in the business process, especially the operational unit by providing review and risk mitigation on the risks faced in running the business. Faktor risiko keuangan: Aktivitas Manajemen rentan terhadap berbagai risiko keuangan: risiko pasar (termasuk risiko nilai tukar mata uang asing, risiko nilai wajar tingkat suku bunga, risiko tingkat suku bunga arus kas, dan risiko harga), risiko kredit, dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko adalah manajemen secara keseluruhan yang dipusatkan pada pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi. Manajemen akan berusaha untuk memperkecil efek yang berpotensi merugikan kinerja keuangan Manajemen. Financial risk factor: Management Activities are vulnerable to a variety of financial risks: market risk (including foreign exchange risk, interest rate risk, cash flow rate risk and price risk), credit risk, and liquidity risk. A risk management program is an overall management centered on unpredictable financial markets. Management will endeavor to minimize the effects of potentially adverse financial performance of the Management. Manajemen risiko dijalankan oleh setiap unit operasi berdasarkan kebijakan yang disetujui oleh Direksi. Masing-masing unit kerja akan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan melakukan perlindungan nilai atas risiko keuangan. Direksi akan memberikan prinsip secara tertulis untuk risiko manajemen baik itu keseluruhan maupun kebijakan tertulis yang mencakup area tertentu, seperti risiko mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit, penggunaan instrument keuangan non-derivatif, dan investasi atas kelebihan likuiditas. Risk management is run by each operating unit based on policies approved by the Board of Directors. Each investment portion of each operating unit will identify, evaluate, and exercise value protection against financial risks. The Company's Board of Directors will provide written principles for the overall risk management as well as written policies covering certain areas, such as foreign currency risk, interest rate risk, credit risk, use of non-derivative financial instruments, and investments in excess liquidity. a. a. Risiko pasar (i) Risiko nilai tukar mata uang asing Pembiayaan dan sebagian besar pendapatan dan pengeluaran operasi dari Perusahaan didominasi dalam mata uang Rupiah, yang secara tidak langsung merupakan lindung nilai alami (natural hedging) terhadap eksposur fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Namun, Manajemen 62 Market risk (i) Foreign exchange risk Financing and most of the Company's operating revenues and expenses are dominated in Rupiah, which indirectly represents a natural hedge against exposure to foreign exchange fluctuations. However, Management has exposure to foreign currency risks arising from the payment of
  209. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) memiliki eksposur terhadap risiko mata uang asing yang timbul dari pembayaran piutang premi dan biaya operasi lainnya dalam mata uang Rupiah. Manajemen telah membuat kebijakan untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing terhadap mata uang fungsional Perusahaan. Untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing. (ii) Risiko asuransi Risiko utama yang dihadapi Perusahaan terkait dengan kontrak asuransi adalah perbedaan antara jumlah klaim yang terjadi, manfaat yang dibayarkan dan waktu terjadinya klaim dengan yang diprediksikan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi, tingkat keparahan (severity) dari klaim, manfaat aktual yang dibayarkan, dan perkembangan dari klaim jangka panjang. Oleh karena itu, tujuan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk memenuhi semua liabilitas tersebut. premiums and other operating expenses in Indonesian Rupiah. Management has established a policy to manage foreign currency exposure to the Company's functional currency. To manage foreign exchange risk, Management uses forward contracts and transacts only with leading financial institutions. (ii) Insurance risk The main risk faced by the Company in relation to the insurance contract is the difference between the number of claims incurred, the benefits paid and the time of the claim with the predicted one. This is influenced by the frequency, severity of claims, actual benefits paid, and the proliferation of long-term claims. Therefore, the objective of the Company is to ensure that the reserves established are sufficient to meet all such liabilities. Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak asuransi dapat dimitigasi dengan melakukan diversifikasi portofolio kontrak asuransi dan area geografis. Keberagaman risiko diperbaiki juga melalui pemilihan risiko dengan hati-hati dan implementasi dari pedoman underwriting serta pengaturan program reasuransi. b. The risk exposure associated with the insurance contract can be mitigated by diversifying the insurance contract portfolio and the geographic area. The diversity of risks is also improved through careful selection of risks and the implementation of underwriting guidelines and regulation of reinsurance programs. Risiko likuiditas Risiko likuiditas merupakan risiko yang muncul dalam situasi dimana posisi arus kas Manajemen mengindikasikan bahwa arus kas masuk dari pendapatan jangka pendek tidak cukup untuk memenuhi arus kas keluar untuk pengeluaran jangka pendek. Untuk mengatur risiko likuiditas, Manajemen melakukan monitor dan menjaga level kas dan setara kas yang diperkirakan cukup untuk mendanai kegiatan operasional Perusahaan dan mengurangi pengaruh fluktuasi dalam arus kas. Manajemen juga secara rutin melakukan monitor atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual, termasuk profil jatuh tempo pinjaman, dan secara terus-menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk kesempatan memperoleh dana. b. Tabel dibawah ini menggambarkan liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan jatuh temponya. Jumlah yang terdapat di tabel ini adalah nilai kontraktual yang tidak terdiskonto: Liquidity risk Liquidity risk represents an emerging risk in situations where the cash flow position of Management indicates that cash inflows from short-term earnings are insufficient to meet cash outflows for short-term expenditures. To manage liquidity risk, Management monitors and maintains adequate levels of cash and cash equivalents to finance the Company's operations and mitigate the effects of fluctuations in cash flows. Management also regularly monitors the actual cash flow and cash flow forecasts, including the maturity profile of the loan, and continuously assesses the financial market conditions for funding opportunities. The table below describes the Company financial liabilities based on their maturities. The amounts disclosed in the table are the contractual undiscounted: 63
  210. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Kurang dari dua bulan/ Less than two months Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Utang Klaim/ Claim liabilities Utang reasuransi/ Reinsurance payables Biaya yang masih harus dibayar / Accrued expenses Utang komisi/ Commission payables Pinjaman subordinasi/ Subordination loan Utang lancar lainnya / Other current liabilites Jumlah/ Total Lebih dari dua bulan dan kurang dari satu tahun/ More than two months and not less than one year Jumlah/ Total 13,802,845,229 35,775,627,940 14,769,282,799 8,004,071,573 23,313,224,805 -- 51,885,352,833 43,779,699,513 4,923,266,870 2,102,807,900 -- --257,000,000,000 ---- 4,923,266,870 2,102,807,900 257,000,000,000 11,027,681,721 67,632,229,660 -279,773,354,372 -23,313,224,805 11,027,681,721 370,718,808,837 2017 Kurang dari dua bulan/ Less than two months Liabilitas keuangan/ Financial liabilities Utang Klaim/ Claim liabilities Utang reasuransi/ Reinsurance payables Biaya yang masih harus dibayar / Accrued expenses Utang komisi/ Commission payables Pinjaman subordinasi/ Subordination loan Utang lancar lainnya / Other current liabilites Jumlah/ Total Lebih dari satu tahun dan kurang dari lima tahun/ More than one year and not less than five years Lebih dari dua bulan dan kurang dari satu tahun/ More than two months and not less than one year Lebih dari satu tahun dan kurang dari lima tahun/ More than one year and not less than five years Jumlah/ Total 15,987,044,287 3,050,110,865 43,625,664,865 42,033,445,758 890,862,950 2,435,582,732 60,503,572,102 47,519,139,355 5,381,201,935 2,897,878,880 -- --185,000,000,000 ---- 5,381,201,935 2,897,878,880 185,000,000,000 10,383,101,005 37,699,336,972 -270,659,110,623 -3,326,445,682 10,383,101,005 311,684,893,277 Kontrak Asuransi Dalam rangka manajemen risiko atas pertanggungan asuransi yang bernilai besar dan mempunyai risiko khusus, Perusahaan mengadakan kontrak reasuransi baik yang bersifat proporsional maupun non-proporsional dengan beberapa Perusahaan asuransi dan reasuransi dalam negeri serta luar negeri. Program reasuransi adalah sebagai berikut: c. Insurance contract In the framework of risk management of large and risk-based insurance coverage, the Company entered into a reinsurance contract, both proportional and non-proportional to several domestic and foreign insurance and reinsurance companies. The reinsurance program are as follows: 1. 1. Program Reasuransi Proporsional Treaty Program treaty untuk setiap kerugian dan risiko sebagai berikut: Jenis Pertanggungan/ Type of Insurance Rekayasa / Engineering Harta benda / Properties Penjaminan / Suretyship Kredit / Credit Ekspor / Export Pengangkutan / Cargo Kecelakaan diri / Personal accident Aneka / Miscellaneous Tanggung gugat / Third liability Rangka kapal / Marine hull Rangka pesawat / Plane hull Retensi Sendiri/ Own Retention Proportional Treaty for Reinsurance Program Treaty program for each type of loss and risk are as follows: Dalam Negeri/ Local 10,000,000,000 -52,500,000,000 24,000,000,000 26,600,000,000 10,000,000,000 25,000,000,000 25,000,000,000 25,000,000,000 15,000,000,000 2,500,000,000 64 380,250,000,000 292,500,000,000 97,500,000,000 56,000,000,000 26,600,000,000 39,000,000,000 24,375,000,000 24,375,000,000 24,375,000,000 14,625,000,000 7,500,000,000 Luar Negeri/ Foreign 9,750,000,000 7,500,000,000 ---1,000,000,000 625,000,000 625,000,000 -375,000,000 -- Jumlah/ Total 400,000,000,000 300,000,000,000 150,000,000,000 80,000,000,000 53,200,000,000 50,000,000,000 50,000,000,000 50,000,000,000 49,375,000,000 30,000,000,000 10,000,000,000
  211. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) 2. PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Program Reasuransi Program treaty untuk setiap kerugian dan risiko sebagai berikut: 2. Treaty for Reinsurance Programs Treaty program for each type of loss and risk are as follows: Jenis Pertanggungan/ Retensi Sendiri/ Dalam Negeri/ Luar Negeri/ Jumlah/ Type of Insurance Own Retention Local Foreign Total Harta benda / Properties Energi onshore/ Onshore energy Tanggung gugat / Third liability Kecelakaan diri / Personal accident Aneka / Miscellaneous Rangka kapal / Marine hull Pengangkutan / Cargo Rekayasa / Engineering 7,500,000,000 7,500,000,000 3,000,000,000 3,000,000,000 3,000,000,000 3,000,000,000 7,500,000,000 7,500,000,000 90,188,000,000 41,438,000,000 22,000,000,000 22,000,000,000 22,000,000,000 12,000,000,000 2,500,000,000 -- 2,313,000,000 1,063,000,000 ------- 100,001,000,000 50,001,000,000 25,000,000,000 25,000,000,000 25,000,000,000 15,000,000,000 10,000,000,000 7,500,000,000 Asumsi utama yang menjadi dasar dalam perhitungan estimasi kewajiban klaim yaitu bahwa pembentukan klaim masa depan Perusahaan akan memiliki pola yang sama dengan pembentukan klaim yang terjadi di masa lampau. Termasuk asumsi dari rata-rata beban klaim, beban penanganan klaim, faktor inflasi klaim, dan jumlah klaim untuk setiap tahun kecelakaan. The principal assumption underlying the calculation of claims liability estimates is that the establishment of future claims of the Company will have a pattern similar to that of the claims made in the past. Includes assumptions from average claims expenses, claims handling charges, claims inflation factors, and number of claims for each year of accidents. Justifikasi kualitatif tambahan digunakan untuk memperkirakan tingkat di mana tren masa lampau tidak akan terulang lagi di masa depan, misalnya; kejadian khusus yang hanya terjadi sekali, perubahan yang terjadi di pasar seperti sikap masyarakat terhadap klaim, kondisi ekonomi maupun faktor internal seperti campuran portofolio, syarat dan ketentuan polis dan prosedur penanganan klaim. Additional qualitative justification is used to estimate the degree to which past trends will not be repeated in the future, for example; special occurrences that occur only once, changes that occur in the market such as public attitudes toward claims, economic conditions as well as internal factors such as portfolio mix, terms and conditions of policies and procedures for handling claims. Justifikasi lebih lanjut digunakan untuk menghitung tingkat di mana faktor eksternal seperti keputusan peradilan dan peraturan pemerintah yang mempengaruhi estimasi besaran klaim. Kondisi utama yang mempengaruhi keandalan dari asumsi yang digunakan adalah rasio kerugian, keterlambatan dalam penyelesaian dan perubahan nilai tukar mata uang asing. Further justification is used to calculate the extent to which external factors such as judicial decisions and government regulations affect the estimated magnitude of claims. The main conditions affecting the reliability of the assumptions used are the ratio of losses, delay in settlement and changes in foreign currency exchange rates. Liabilitas klaim sangat sensitif terhadap asumsi utama yang digunakan. Hingga saat ini adalah hal yang tidak mungkin untuk dapat menentukan tingkat sensitivitas dari beberapa asumsi seperti perubahan perundangan atau ketidakpastian dalam proses estimasi. Analisa berikut dibuat untuk menunjukkan pengaruh terhadap laporan laba rugi apabila asumsi utama diubah dengan semua asumsi lain dianggap tetap. Korelasi antara asumsi-asumsi yang ada dapat memberikan dampak yang signifikan dalam menentukan liabilitas klaim. The claim liability is very sensitive to the main assumptions used. Until now it is impossible to determine the sensitivity of some assumptions such as changes in legislation or uncertainties in the estimation process. The following analysis is made to show the effect on the income statement if the main assumption is changed with all other assumptions deemed to be fixed. The correlation between existing assumptions can have a significant impact in determining the claim liability. 65
  212. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) Nilai wajar Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. d. value Fair Fair value is the amount for which an asset could be exchanged or liability settled between knowledgeable and willing parties in an arm's length transaction. Tabel dibawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan per 31 Desember 2018 dan 2017: The table below describes the carrying amounts and fair value of financial assets and liabilities as of December 31, 2018 and 2017: Nilai tercatat/ Carrying amount Aset Keuangan Investasi Kas dan setara kas Piutang premi Piutang reasuransi Piutang pegawai Aset keuangan lain Total Aset Keuangan 2018 Nilai wajar/ Fair value 373,801,705,397 55,636,851,068 276,967,471,504 392,687,193,882 1,631,295,018 48,941,865,971 1,149,666,382,840 373,801,705,397 55,636,851,068 276,967,471,504 392,687,193,882 1,631,295,018 48,941,865,971 1,149,666,382,840 Financial Assets Investment Cash and cash equivalents Premium receivables Reinsurance receivables Employee receivables Others financial assets Total Financial Assets Liabilitas keuangan Utang klaim Utang reasuransi Beban akrual Utang komisi Pinjaman subordinasi Utang lancar lainnya 51,885,352,833 43,779,699,512 4,923,266,870 2,102,807,900 257,000,000,000 11,027,681,721 51,885,352,833 43,779,699,512 4,923,266,870 2,102,807,900 257,000,000,000 11,027,681,721 Financial liabilities Claim liabilities Reinsurance payables Accrued expenses Commission payables Subordination loan Other current liabilites Total Liabilitas Keuangan 370,718,808,836 370,718,808,836 Total Financial Liabilities Nilai tercatat/ Carrying amount Aset Keuangan Investasi Kas dan setara kas Piutang premi Piutang reasuransi Piutang pegawai Aset keuangan lain Total Aset Keuangan 2017 Nilai wajar/ Fair value 373,395,565,144 132,438,667,412 300,035,769,658 339,359,571,763 1,604,465,620 37,441,135,580 1,184,275,175,177 373,395,565,144 132,438,667,412 300,035,769,658 339,359,571,763 1,604,465,620 37,441,135,580 1,184,275,175,177 Financial Assets Investment Cash and cash equivalents Premium receivables Reinsurance receivables Employee receivables Others financial assets Total Financial Assets Liabilitas keuangan Utang klaim Utang reasuransi Beban akrual Utang komisi Pinjaman subordinasi Utang lancar lainnya 60,503,572,102 47,519,139,355 5,381,201,935 2,897,878,880 185,000,000,000 10,383,101,005 60,503,572,102 47,519,139,355 5,381,201,935 2,897,878,880 185,000,000,000 10,383,101,005 Financial liabilities Claim liabilities Reinsurance payables Accrued expenses Commission payables Subordination loan Other current liabilites Total Liabilitas Keuangan 311,684,893,277 311,684,893,277 Total Financial Liabilities Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen keuangan: The following methods and assumptions are used to estimate the fair value for each class of financial instrument: 66
  213. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah)  Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang termasuk kas dan setara kas, piutang premi, aset keuangan lainnya, utang, liabilitas keuangan lainnya, dan beban akrual. Nilai wajar instrumen keuangan tersebut dianggap mendekati nilai tercatatnya.   Instrumen keuangan yang diperdagangkan dipasar aktif dicatat pada harga kuotasi pasar. Investasi saham di bawah 20% yang tidak ada kuotasi pasar dicatat pada biaya perolehan karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.   33. Informasi Keuangan Laporan Keuangan Tambahan  atas Short-term financial instruments with maturities of one year or less includes cash and cash equivalents, trade receivables, other financial asset, liabilities, other financial liabilities, and accrued expenses. The fair values of these financial instruments are approximately the same with their carrying amounts. Financial instruments which traded in active market are recorded at quoted market. Investments in unquoted common shares representing equity ownership interest below 20%, are carried at cost as their fair values cannot be reliably measured. 33. Supplementary of Financial Information on the Financial Statements Informasi keuangan Program Asuransi Syariah terlampir, yang terdiri dari laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2018 dan 2017, laporan surplus defisit dana tabarru’, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan sumber dana dan penggunaan dana zakat dan laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut (secara kolektif disebut sebagai “Informasi Keuangan Program Asuransi Syariah”), yang disajikan sebagai informasi tambahan terhadap laporan keuangan, disajikan untuk tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian dari laporan keuangan yang diharuskan menurut Standar Akuntasi Keuangan di Indonesia. Informasi Keuangan Program Asuransi Syariah merupakan tanggung jawab manajemen serta dihasilkan dari dan berkaitan secara langsung dengan catatan akuntansi dan catatan lainnya yang mendasarinya yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. The financial information of Sharia Insurance Program attached, which consists of the statements of financial position as of December 31, 2018 and 2017 the statements of surplus deficit tabarru’ fund, profit or loss and other comprehensive income, changes in equity, cash flows, resources and sources zakat fund and source and implementation benefit for the year then ended, (collectively referred to as the “Sharia Insurance Program Financial are presented as additional Information”), information to the financial report, presented for purposes of additional analysis and is not part of the financial statements required by the Financial Accounting Standards in Indonesia. Financial Information of Sharia Insurance Program is the responsibility of management as well as resulting from and are directly related to the accounting records and other records used to compile the underlying financial statements. 34. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan 34. Events After Reporting Period Pada tanggal 25 Februari 2019 Berdasarkan Akta Keputusan Notaris No.13 yang dibuat oleh Notaris Zainun Ahmadi, S.H., M.Kn., susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan sebagai berikut: Dewan Komisaris: Presiden Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi: Presiden Direktur Direktur SDM dan Keuangan Direktur Teknik dan Pemasaran On February 25, 2019 Based on Notarial Decree No. 13 made by Notary Zainun Ahmadi, S.H., M.Kn., the composition of the Company's Board of Commissioners and Directors is as follows: Untung Hadi Santosa Kusnindar Amrizal Robert Tampubolon Eko Supriyanto Hadi Bonar Siregar (Alm) Erickson Mangunsong 67 Board of Commissioners: President Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Directors: President Director Director of HR and Finance Director Marketing
  214. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 35. Rekonsiliasi Liabilitas yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan 35. Reconciliation of Liabilities Arising from Financing Activities Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2017: Saldo Awal/ Beginning Balance Rp The table below sets out a reconciliation of liabilities arising from financing activities for the years ended December 31, 2018 and 2017: Transaction Non Kas/ Non Cash Transaction Biaya Transaksi (belum) sudah Pergerakan amortisasi/ Transactions Kurs Mata Cost Uang Asing/ Foreign (Unamortized) Exchange Rate Amortization Rp Rp Arus Kas/ Cash flows Penerimaan/ Pembayaran/ Receive Payment Rp Rp Saldo Akhir/ Ending Balance Rp 31 Desember 2018 Pinjaman Pihak Berelasi 185,000,000,000 72,000,000,000 -- -- -- 257,000,000,000 December 31, 2018 Loan to Related Party Jumlah 185,000,000,000 72,000,000,000 -- -- -- 257,000,000,000 Total 31 Desember 2017 Pinjaman Pihak Berelasi -- 185,000,000,000 -- -- -- 185,000,000,000 December 31, 2017 Loan to Related Party Jumlah -- 185,000,000,000 -- -- -- 185,000,000,000 Total 36. Standar Akuntansi Baru 36. New Accounting Standards Standar baru dan amandemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu: New standards and amendment to standards which effective for periods beginning on or after January 1, 2020, with early adoption is permitted, are as follows:  PSAK 22 (Penyesuaian 2018): “Kombinasi Bisnis”  PSAK 22 (Improvement 2018): “Business Combination”  PSAK 24 (Amendment 2018): “Employee Benefit regarding Plan Amendment, Curtailment or Settlement  PSAK 26 (Improvement 2018): “Borrowing Cost”  PSAK 46 (Improvement 2018): “Income Taxes”  PSAK 24 (Amandemen 2018): “Imbalan Kerja tentang Amendemen, Kurtailmen atau Penyelesaian Program”  PSAK 26 (Penyesuaian 2018): “Biaya Pinjaman” 46 (Penyesuaian 2018): “Pajak  PSAK Penghasilan”  PSAK 66 (Penyesuaian 2018): “Pengaturan Bersama”  ISAK 33: “Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka”  ISAK 34: ”Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan” 66 (Improvement 2018): “Joint  PSAK Arrangement”  ISAK 33: “Foreign Currency Transactions and Advance Consideration”  ISAK 34: “Uncertainty over Income Tax Treatments” Standar baru dan amandemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2020, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:  PSAK 71: “Instrumen Keuangan”  PSAK 72: “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”  PSAK 73: “Sewa”  PSAK 62 (Amandemen 2017): “Kontrak Asuransi tentang Menerapkan PSAK 71: Instrumen Keuangan dengan PSAK 62: Kontrak Asuransi”  PSAK 15 (Amandemen 2017): “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama tentang Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” New standards and amendment to standards which effective for periods beginning on or after January 1, 2020, with early adoption is permitted, are as follows:  PSAK 71: “Financial Instrument”  PSAK 72: “Revenue from Contract with Customer”  PSAK 73: “Lease”  PSAK 62 (Amendment 2017): “Insurance Contract regarding Applying PSAK 71: Financial Instruments with PSAK 62: Insurance Contract”  PSAK 15 (Amendment 2017): “Investment in Associates and Joint Ventures regarding Longterm Interests in Associates and Joint Ventures” 68
  215. PT ASURANSI ASEI INDONESIA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PT ASURANSI ASEI INDONESIA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS (Continued) For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah)  PSAK 71 (Amandemen 2018): “Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif”  PSAK 71 (Amendment 2018): “Financial Instrument regarding Prepayment Features with Negative Compensation” Hingga tanggal laporan keuangan konsolidasian interim ini diotorisasi, Grup masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar dan interpretasi standar tersebut. Until the date of the interim consolidated financial statements is authorized, the Group is still evaluating the potential impact of the adoption of new standards, amendments to standards and interpretations of these standards. 37. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan 41. Management Management Responsibility Responsibility on on 37. the Financial Statements Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diotorisasi Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 14 Maret 2019. oleh: The management of the Company is responsible for the preparation and presentation of the financial statements authorized by Directors for issuance on 14 March 2019. 69
  216. Lampiran 1 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN POSISI KEUANGAN PROGRAM ASURANSI SYARIAH Per 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Attachment 1 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION SHARIA INSURANCE PROGRAM As of December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp ASET Kas dan setara kas Investasi Deposito berjangka Efek Piutang kontribusi Piutang reasuransi - neto Aset reasuransi Aset keuangan lain TOTAL ASET LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS Utang reasuransi Liabilitas kontrak reasuransi Premi yang belum menjadi pendapatan Estimasi klaim Liabilitas lancar lainnya TOTAL LIABILITAS Dana Tabarru' EKUITAS Modal disetor Penghasilan komprehensif lainnya Saldo laba TOTAL EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 2017 Rp 3,422,822,789 4,962,407,425 35,500,000,000 9,103,389,518 10,629,732,073 924,172,337 14,556,554,920 180,417,264 74,317,088,901 28,750,000,000 9,084,857,000 7,836,197,235 717,663,084 10,406,428,272 186,665,812 61,944,218,828 ASSETS Cash and cash equivalents Investment Time deposits Marketable Secuirities Contribution receivables Reinsurance receivables - net Reinsurance assets Other financial assets TOTAL ASSETS 390,263,124 1,652,888,369 13,478,353,438 10,293,008,310 6,620,031,779 30,781,656,651 14,326,399,016 3,943,566,560 3,016,409,138 22,939,263,083 LIABILITIES AND EQUITY LIABILITIES Reinsurance payables Reinsurance contract liabilities Unearned premium Estimated claims Other current liabilites TOTAL LIABILITIES 4,383,453,170 2,739,908,182 Tabarru' Fund 25,000,000,000 (846,319,738) 14,998,298,818 39,151,979,080 74,317,088,901 25,000,000,000 226,402,738 11,038,644,825 36,265,047,563 61,944,218,828 EQUITY Capital stock Other comprehensive income Retained earnings TOTAL EQUITY TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Paraf :
  217. Lampiran 2 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN SURPLUS DEFISIT DANA TABARRU ’ PROGRAM ASURANSI SYARIAH Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PENDAPATAN ASURANSI Pendapatan premi Kontribusi bruto Ujrah pengelola Bagian reasuransi JUMLAH PENDAPATAN ASURANSI Beban Underwriting Beban klaim Pembayaran klaim Klaim yang ditanggung reasuransi dan pihak lain Perubahan kontribusi yang belum menjadi hak Perubahan Penyisihan Klaim Attachment 2 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENT OF SURPLUS DEFICIT TABARRU’ FUND SHARIA INSURANCE PROGRAM For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp 2017 Rp 13,949,048,801 (5,610,833,814) (5,824,820,456) 2,513,394,531 19,284,896,579 (7,853,118,299) (9,200,249,040) 2,231,529,240 INSURANCE INCOME Premium income Gross contribution Ujrah managing Reinsurance share NET INSURANCE REVENUES Underwriting expenses Claim expenses Claim paid Recovered claims from reinsurers and other parties Change in unearned contribution reserves Technical reserve expenses (1,083,964,446) (12,927,523,820) 945,951,255 12,192,293,193 192,627,905 (871,028,733) (816,414,019) (309,262,544) 25,507,622 (1,018,985,549) 1,415,115,221 1,494,408,982 UNDERWRITING SURPLUS OF TABARRU' FUND 228,429,767 167,564,627 INVESTMENT INCOME Other income SURPLUS UNDERWRITING DANA TABARRU' 1,643,544,988 1,661,973,609 UNDERWRITING SURPLUS OF TABARRU' FUND SALDO AWAL DANA TABARRU' 2,739,908,182 2,739,908,182 BEGINNING BALANCE OF TABARRU' FUND SALDO AKHIR DANA TABARRU' 4,383,453,170 2,739,908,182 ENDING BALANCE OF TABARRU' FUND SURPLUS UNDERWRITING DANA TABARRU' PENDAPATAN INVESTASI Pendapatan lain-lain Paraf :
  218. Lampiran 3 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN PROGRAM ASURANSI SYARIAH Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) PENDAPATAN Pendapatan premi Pendapatan pengelolaan operasi asuransi (ujrah) Bagian reasuransi Perubahan kontribusi yang belum menjadi hak Pendapatan investasi JUMLAH PENDAPATAN Beban Underwriting Beban komisi Beban umum dan administrasi Beban pemasaran LABA USAHA Pendapatan lain-lain LABA SEBELUM PAJAK Beban pajak LABA SEBELUM PAJAK Attachment 3 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME SHARIA INSURANCE PROGRAM For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp 2017 Rp REVENUE 7,853,118,299 (976,110,219) 5,610,833,814 (606,219,759) (672,868,698) 1,583,530,854 7,787,670,236 (2,435,412,766) 1,443,837,925 4,013,039,214 (2,169,167,155) (1,486,758,610) (500,662,873) (4,156,588,638) (1,211,604,189) (1,265,624,299) (397,608,596) (2,874,837,084) 3,631,081,598 1,138,202,130 INCOME FROM OPERATIONS 328,572,395 246,307,573 Other income 3,959,653,993 1,384,509,703 INCOME BEFORE TAX -- -- Income tax expense 3,959,653,993 1,384,509,703 INCOME BEFORE TAX PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Laba yang belum direalisasi atas aset keuangan tersedia untuk dijual TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Premium income Operator's remuneration for managing insurance operation (ujrah) Reinsurance share Change in unearned contribution reserves Investment income NET REVENUES Underwriting expenses Commission expense General and administration expense Marketing expense OTHER COMPREHENSIVE INCOME (846,319,738) 226,402,738 3,113,334,255 1,610,912,441 Paraf : Items which are reclassified into profit and loss Unrealized gain on available for sale securities TOTAL COMPREHENSIVE INCOME
  219. SALDO PER 31 DESEMBER 2018 Laba yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual Laba neto tahun berjalan SALDO PER 31 DESEMBER 2017 Laba yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual Laba neto tahun berjalan SALDO PER 31 DESEMBER 2016 226 ,402,738 (1,072,722,476) -(846,319,738) 25,000,000,000 --25,000,000,000 Paraf : 226,402,738 -- --- Issued and Paid Capital Rp -- for sale securities Rp Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh/ 25,000,000,000 Laba yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual bersih/ Unrealized gain on available Lampiran 4 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS PROGRAM ASURANSI SYARIAH Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) 14,998,298,818 -3,959,653,993 11,038,644,825 -1,384,509,703 9,654,135,122 Rp Saldo laba/ Retained earnings 39,151,979,080 (1,072,722,476) 3,959,653,993 36,265,047,563 226,402,738 1,384,509,703 34,654,135,122 Jumlah Ekuitas/ Total Equity Rp BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2018 Unrealized gain on available for sale securities Net income for the current year BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2017 Unrealized gain on available for sale securities Net income for the current year BALANCE AS OF DECEMBER 31, 2016 Attachment 4 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY SHARIA INSURANCE PROGRAM For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah)
  220. Lampiran 5 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN ARUS KAS PROGRAM ASURANSI SYARIAH Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pihak tertanggung Pembayaran kas kepada pihak tertanggung Pembayaran kas kepada asuradur Pembayaran beban usaha Penerimaan pendapatan keuangan Penerimaan lain-lain Kas neto diperoleh dari aktivitas pperasi Attachment 5 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF CASH FLOWS SHARIA INSURANCE PROGRAM For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 2017 Rp Rp CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Proceeds from customer insured payment to the insured Payment to customer insured Payment for operating expenses Interest reciept Others receipt Net cash provided by operating activities 16,491,361,741 (1,083,964,446) (9,786,096,135) (1,987,421,483) 228,429,767 328,572,395 15,191,536,047 (7,071,208,552) (12,927,523,820) (1,663,232,895) 413,872,200 8,856,293,745 4,190,881,839 2,799,736,725 6,750,000,000 1,583,530,854 (14,063,997,329) 1,150,000,000 1,276,273,298 (9,084,857,000) (5,730,466,475) (6,658,583,702) CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Proceed of investment Receipt from investment Placed of investment Net cash used in investing activities -- -- CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES (1,539,584,636) (3,858,846,977) NET DECREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 4,962,407,425 8,821,254,402 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 3,422,822,789 4,962,407,425 CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END OF YEAR ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan investasi Penerimaan hasil investasi Penempatan investasi Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS Paraf :
  221. Lampiran 6 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN SUMBER DANA DAN PENYALURAN DANA ZAKAT PROGRAM ASURANSI SYARIAH Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Attachment 6 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF SOURCES AND DISTRIBUTION’S OF ZAKAH FUNDS SHARIA INSURANCE PROGRAM For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2018 Rp 2017 Rp SUMBER DANA ZAKAT Zakat dari internal reasuransi syariah Zakat dari ekternal reasuransi syariah Jumlah ---- ---- PENYALURAN DANA ZAKAT KEPADA ENTITAS PENGELOLA SOURCE OF ZAKAH FUND Zakah from internal reinsurance of sharia Zakah from external reinsurance of sharia Total -- -- DISTRIBUTION OF ZAKAH FUNDS TO ENTITIES OF OPERATOR KENAIKAN -- -- INCREASE SALDO AWAL -- -- BEGINNING BALANCE SALDO AKHIR -- -- ENDING BALANCE Paraf :
  222. Lampiran 7 PT ASURANSI ASEI INDONESIA LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA KEBAJIKAN PROGRAM ASURANSI SYARIAH Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2018 dan 2017 (Dalam Rupiah Penuh) Attachment 7 PT ASURANSI ASEI INDONESIA STATEMENTS OF SOURCE AND USES OF CHARITY FUNDS SHARIA INSURANCE PROGRAM For the Years Ended December 31, 2018 and 2017 (In Full Rupiah) 2017 Rp 2016 Rp SUMBER DANA KEBAJIKAN Pendapatan non halal Jumlah --- --- SOURCE OF BENEFIT Non halal income Total PENGUNAAN DANA KEBAJIKAN -- -- ESTABLISHMENT OF BENEFIT KENAIKAN -- -- INCREASE SALDO AWAL -- -- BEGINNING BALANCE SALDO AKHIR -- -- ENDING BALANCE Paraf :