Indonesia: Morning Market Update - 21 May
Indonesia: Morning Market Update - 21 May
Salah, Masih
Salah, Masih
Transcription
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 21 May 2021 Global Market Wrap Items Nilai transaksi (Rp miliar) Volume transaksi (jt shm) Net asing (Rp miliar) Net asing (jt shm) Kapitalisasi pasar (Rp tn) Avg 2020 8,849.9 7,609.8 -197.6 -313.0 5,986.5 Terakhir 11,349.3 8,818.4 -17.7 -194.4 6,804.5 H-1 13,802.1 8,180.5 -280.9 -433.7 6,761.1 Sektoral Index Technology Financials Healthcare Basic Material Transportation & Log Industrials Infrastructur Property Energy Consumer Cycl Consumer Non-Cyclica Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 3,461 1,275 1,276 1,150 1,082 947 884 837 738 727 722 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 1.5% 0.1% 0.6% -0.3% 1.4% 1.0% 3.5% -0.5% -0.7% 0.2% 1.5% N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Negara JCI FSSTI KLCI SET KOSPI SENSEX HSI NKY AS30 IBOV DJI SX5P UKX Indonesia Singapura Malaysia Thailand Korsel India Hongkong Jepang Australia Brasil Amerika Eropa Inggris menguat setelah selama tiga hari berturut-turut mengalami pelemahan seiring reboundnya saham sektor teknologi berkapitalisasi besar. Kembali naiknya harga kripto dan solidnya data klaim pengangguran menjadi sentimen positif yang mendorong penguatan tersebut. Setelah mengalami koreksi yang cukup dalam dan menyentuh level US$30,000 harga Bitcoin kembali naik ke level US$42,000 meskipun akhirnya kembali turun ke level US$40,000 setelah Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan mengambil langkah menindak penggunaan kripto untuk hal-hal yang melanggar hukum/ilegal. Indeks Saham Index Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street berhasil ditutup Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 5,798 3,110 1,575 1,555 3,162 49,565 28,450 28,098 7,253 122,701 34,084 3,425 7,020 27.5% 21.7% 8.5% 17.7% 58.2% 60.2% 17.2% 36.7% 28.1% 47.8% 39.3% 20.3% 16.7% 0.6% 0.2% -0.3% -0.5% -0.3% -0.7% -0.5% 0.2% 1.2% 0.1% 0.6% 1.3% 1.0% -3.0% 9.4% -3.2% 7.3% 11.2% 3.8% 4.5% 3.3% 6.1% 3.1% 11.4% 10.2% 8.7% Sementara itu departemen tenaga kerja melaporkan klaim pengangguran baru periode mingguan yang berakhir pada tanggal 15 Mei lalu tercatat sebanyak 444,000, level terendah sejak 14 Maret 2020. Angka klaim pengangguran tersebut juga lebih baik dibandingkan dengan konsesus ekonomi yang memprediksikan akan ada klaim pengangguran baru sebanyak 452,000. Dual Listing (US$) TLKM TINS *Rp/US$ Closing US$ 23.35 0.105 IDR 1,668.4 1,494.6 +/1.05 0.00 Daily % chg 4.71% -1.72% 14,290 Suku Bunga & Inflasi Items Deposito IDR 3 bln Kredit Bank IDR BI 7-Days RR Fed Funds Target ECB Main Refinancing Domestic Yen Interest Call Latest Interest Inflation 3.96% 12.12% 3.50% 1.42% 0.25% 4.20% 0.00% 1.60% -0.02% -0.40% Real interest rate Technical Ideas 2.08% -3.95% -1.60% 0.39% Menguatnya indeks di bursa Wall Street seiring reboundnya saham sektor teknologi dan solidnya data klaim pengangguran diprediksi akan menjadi Harga Komoditas Minyak WTI US$/ bbl CPO RM/ ton Nikel US$/ ton Timah US$/ ton Emas US$/tr. oz Batu Bara US$/ ton Tepung Terigu US$/ ton Jagung US$/bushel Kedelai US$/bushel Tembaga US$/ton Sumber : Bloomberg Dow Jones menguat +188 poin (+0.55%) pada level 34,084 S&P 500 bertambah +43 poin (+1.06%) pada level 4,159 Nasdaq naik +236 poin (+1.77%) pada level 13,536 EIDO menguat +0.28 poin (+1.33%) pada level 21,27 Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%) 61.9 4,464.0 17,116 32,850 1,877.2 99.8 146.5 6.6 15.6 10,031.5 82.6% 101.3% 35.8% 109.9% 8.7% 91.6% -7.0% 120.7% 87.3% 85.2% -1.4 -205.0 -172.9 645.0 7.6 0.7 8.1 0.1 -0.1 51.5 -2.24% -4.39% -1.00% 2.00% 0.41% 0.66% 5.84% 0.91% -0.48% 0.52% sentimen positif di pasar. Sementara itu kembali surplusnya neraca perdangangan dan akan segera tibanya 16 juta bahan baku vaksin berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan support di level 5,760 dan resistance di level 5,840. Stocks ISAT (Buy). Support: Rp6,175, Resist: Rp6,575 ASII (Buy). Support: Rp5,050, Resist: Rp5,300 MEDC (Buy on Weakness). Support: Rp720, Resist: Rp740 JPFA (Buy on Weakness). Support: Rp1,950, Resist: Rp2,010 XBNI (Buy). Support: Rp923, Resist: Rp943 XIML (Buy). Support: Rp230, Resist: Rp236 XIHD (Buy). Support: Rp420, Resist: Rp430 ETF Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 21 May 2021 News Highlight Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan pada bulan laporan surplus US$ 2,19 miliar. Surplus bulan April 2021 ini lebih tinggi dari surplus Maret 2021 yang sebesar US$ 1,57 miliar. Surplus ini merupakan surplus tertinggi di tahun 2021 dan kalau menarik ke belakang, kembali surplusnya neraca dagang pada April 2021 menandakan neraca dagang Indonesia mengalami surplus 12 bulan berturut-turut sejak Mei tahun lalu. Pasalnya, ini diikuti dengan peningkatan ekspor dan impor secara tahunan. Terperinci, nilai, ekspor pada bulan April 2021 sebesar US$ 18,48 miliar. Nilai ekspor tersebut meningkat 0,69% dari bulan Maret 2021 yang sebesar US$ 18,35 miliar. Komoditas nonmigas penyumbang surplus cukup besar pada bulan April ini adalah lemak dan minyak hewan atau nabati. Kemudian bahan bakar mineral, dan ketiga adalah besi/baja. Pun bila dibandingkan secara tahunan, nilai ekspor pada bulan April 2021 melesat tinggi 51,94% dari April 2020 yang sebesar US$ 12,16 miliar dan bahkan lebih tinggi dari April 2019 yang sebesar US$ 13,07 miliar. Peningkatan ekspor pada bulan April 2021 didorong oleh kenaikan harga beberapa komoditas andalan Indonesia dan adanya permintaan peningkatan dari negara mitra dagang Indonesia. Dari sisi impor, impor pada bulan April 2021 sebesar US$ 16,29 miliar. Nilai tersebut naik 29,93% yoy dari April 2020, meski bila dibandingkan Maret 2020 yang tercatat US$ 16,79 miliar, ini turun 2,98% mom. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menaikkan plafon kredit usaha rakyat (KUR) tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta. Kenaikan plafon kredit ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperluas akses dana murah bagi pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19. Manajemen Bank Mandiri mengatakan perusahaan juga akan fokus menyalurkan KUR pada sektor produksi sesuai arahan dari Pemerintah. Bank Mandiri juga akan turut serta mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan plafon KUR tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta dan memperpanjang tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% yang semula sampai Juli 2021 menjadi diberlakukan hingga Desember 2021. Selain itu, Bank Mandiri juga mendorong meningkatkan plafon KUR dari pemerintah menjadi senilai Rp 31 triliun. Untuk diketahui, hingga April 2021, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 13,1 triliun dan disalurkan kepada 135.538 debitur. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 21 May 2021 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Nilai tersebut paling banyak disalurkan kepada sektor produksi, sebanyak Rp 7,53 triliun atau sebesar 57,5% dari total penyaluran. KUR ini didominasi oleh sektor pertanian dengan realisasi sebesar Rp 3,5 triliun atau sekitar 27,17% dari total KUR yang disalurkan. Sementara itu, melihat animo masyarakat yang tinggi terhadap KUR, Bank Mandiri juga telah mengusulkan penambahan plafon KUR dari yang saat ini sebesar Rp 31 triliun dimana perusahaan masih menunggu keputusan pemerintah terkait usulan tersebut. PT Indosat Tbk (ISAT) sepanjang kuartal I-2021 mencatatkan laba bersih mencapai Rp 172,15 miliar. Angka ini jauh membaik dari kerugian bersih perusahaan di periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatatkan rugi bersih RP 605,61 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba per sahamnya juga membaik menjadi Rp 31,68 dari sebelumnya merugi Rp 172,15 miliar. Membaiknya kinerja ini sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan di akhir Maret tahun lalu menjadi Rp 7,34 triliun. Nilai ini tumbuh 12,60% secara tahunan (year on year/YoY), dari posisi Rp 6,52 triliun di akhir kuartal I-2020. Terjadi peningkatan pada pendapatan seluler menjadi Rp 6,04 triliun dari sebelumnya Rp 5,37 triliun, juga pada pos multimedia, komunikasi data dan internet menjadi Rp 1,16 triliun dari Rp 1, triliun. Sedangkan pendapatan dari telekomunikasi tetap turun menjadi Rp 133,67 miliar dari Rp 143,92 miliar. Meski demikian, terjadi peningkatan beban total menjadi sebesar Rp 6,41 triliun dari Rp 6,32 triliun. Paling besar di beban penyelenggaraan jasa yang naik ke Rp 3,11 triliun dari Rp 2,86 triliun. Perusahaan juga mengalami kerugian dari selisih kurs menjadi Rp 4,72 miliar dari sebelumnya untung Rp 70,60 miliar. Kemudian posisi laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama nilainya turun tajam menjadi Rp 4,19 miliar dari Rp 21,34 miliar. PT PP Presisi Tbk (PPRE) akan membangun infrastruktur tambang pada area pertambangan nikel Weda Bay. Pekerjaan infrastruktur yang akan dilakukan anak usaha PT PP Tbk ini adalah perluasan dari pembangunan jalan hauling. Asal tahu saja, Weda Bay merupakan salah satu tambang nikel terbesar di Indonesia yang berlokasi di Halmahera. Keikutsertaan perseroan di dalam proyek tersebut, merupakan salah satu andil kami dalam turut mendukung pengembangan salah satu industri hilirisasi nikel terbesar di Indonesia. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 21 May 2021 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Dengan adanya perluasan scope of work, maka total kontrak yang didapatkan dari proyek pembangunan infrastruktur tambang nikel itu naik menjadi lebih dari Rp 200 miliar. Proyek ini berkontribusi pada total perolehan kontrak baru hingga akhir April menjadi sebesar Rp 933 miliar, atau mencapai 25% dari total target kontrak baru sebesar Rp 3,7 triliun. Nantinya, setelah proyek pembangunan tersebut selesai, PPRE diharapkan dapat membangun infrastruktur mining services di pertambangan nikel yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah. PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200 ANALYSTS CERTIFICATION The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report. DISCLAIMERS This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report. Refer to Important disclosures on the last of this report
Create FREE account or Login to add your comment