of  

or
Sign in to continue reading...

Indonesia: Morning Market Update - 13 September

IM Insights
By IM Insights
4 years ago
Indonesia: Morning Market Update - 13 September

Mal, Salah, Masih


Create FREE account or Login to add your comment
Comments (0)


Transcription

  1. Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 13 September 2021 Global Market Wrap Items Nilai transaksi (Rp miliar) Volume transaksi (jt shm) Net asing (Rp miliar) Net asing (jt shm) Kapitalisasi pasar (Rp tn) Avg 2020 8,849.9 7,609.8 -197.6 -313.0 6,071.3 Terakhir 18,966.6 10,041.2 257.3 382.9 7,416.4 H-1 21,215.4 11,331.0 830.2 1,038.1 7,384.0 Pada perdagangan akhir pekan lalu indeks di bursa Wall Street ditutup melemah membuat tiga indeks utama membukukan pelemahan cukup signifikan dalam sepekan terakhir, Dow Jones terkoreksi hingga -2.2%, S&P500 -1.7% dan Nasdaq -1.6%. Pelemahan itu sendiri dipicu oleh keragu- Sektoral Index Technology Financials Healthcare Basic Material Transportation & Log Industrials Infrastructur Property Energy Consumer Cycl Consumer Non-Cyclica Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 9,972 1,381 1,372 1,154 1,070 1,028 932 800 773 781 670 N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 0.5% 0.8% 0.0% 1.8% 1.0% -0.7% -0.8% -0.8% 0.4% -0.3% 0.2% N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Penutupan 1 year return 1 day return Negara JCI FSSTI KLCI SET KOSPI SENSEX HSI NKY AS30 IBOV DJI SX5P UKX Indonesia Singapura Malaysia Thailand Korsel India Hongkong Jepang Australia Brasil Amerika Eropa Inggris YTD return 6,095 3,099 1,576 1,635 3,126 58,305 26,206 30,382 7,706 114,286 34,608 3,563 7,029 21.5% 24.4% 4.7% 27.8% 30.4% 50.1% 6.9% 29.8% 27.6% 16.2% 25.1% 19.3% 16.5% 0.4% 0.9% -0.2% 0.4% 0.4% 0.1% 1.9% 1.2% 0.6% -0.9% -0.8% -0.2% 0.1% 1.9% 9.0% -3.1% 12.8% 9.0% 22.1% -3.8% 10.5% 12.7% -4.0% 13.1% 14.6% 8.8% Dual Listing (US$) TLKM TINS *Rp/US$ mengecewakannya Deposito IDR 3 bln Kredit Bank IDR BI 7-Days RR Fed Funds Target ECB Main Refinancing Domestic Yen Interest Call Closing US$ 23.34 0.095 IDR 1,663.3 1,354.5 +/-0.22 0.00 Sumber : Bloomberg data prospek nonfarm pemulihan payroll bulan ekonomi Agustus setelah seiring Pada perdagangan akhir pekan lalu Apple yang terkoreksi -3.3% menjadi faktor pemberat bagi indeks Dow Jones setelah pengadilan Federal pengembang untuk melakukan pembelian dalam aplikasi. Keputusan tersebut merupakan hasil dari sengketa Apple dan Epic Games. Sementara itu saat ini investor merasa khawatir penyebaaran varian delta akan memperlambat proses pemulihan ekonomi dan inflasi yang tinggi membuat bank sentral Amerika merubah kebijakan moneternya. Berdasarkan data dari departemen tenaga kerja inflasi di tingkat produsen atau PPI pada bulan Agustus tercatat naik +8.3% yoy/+0.7% mom. Kenaikan Daily % chg -0.93% 2.55% tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2010. 14,253 Latest Interest Inflation 3.60% 12.42% 3.50% 1.59% 0.25% 5.40% 0.00% 3.00% -0.01% -0.30%     Real interest rate 1.91% -5.15% -3.00% 0.29% Harga Komoditas Minyak WTI US$/ bbl CPO RM/ ton Nikel US$/ ton Timah US$/ ton Emas US$/tr. oz Batu Bara US$/ ton Tepung Terigu US$/ ton Jagung US$/bushel Kedelai US$/bushel Tembaga US$/ton akan menyebarnya varian delta di kalangan masyarakat yang belum di vaksin. Suku Bunga & Inflasi Items investor membuat raksasa teknologi tersebut tidak bisa lagi memaksa para Indeks Saham Index raguan Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%) 69.7 4,574.0 20,427 34,368 1,787.6 177.6 146.5 4.9 12.8 9,684.5 86.8% 57.9% 38.2% 91.0% -8.7% 257.0% -7.0% 44.4% 32.3% 44.8% 1.6 -76.0 218.5 276.3 -7.0 0.1 8.1 0.0 0.2 315.3 2.32% -1.63% 1.08% 0.81% -0.39% 0.06% 5.84% -0.41% 1.27% 3.36% Dow Jones melemah -272 poin (-0,78%) pada level 34,608 S&P 500 berkurang -35 poin (-0.77%) pada level 4,459 Nasdaq terkoreksi -133 poin (-0.87%) pada level 15,115 EIDO +0.00 poin (+0.00%) pada level 21.37 Technical Ideas Terkoreksinya indeks di bursa Wall Street seiring munculnya keragu-raguan investor akan prospek pertumbuhan ekonomi Amerika sejalan dengan menyebarnya varian delta diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya beberapa harga komoditas seperti minyak mentah, nikel, timah batu bara dan tembaga berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 6,055 dan resistance di level 6,135. Stocks  EXCL (Buy). Support: Rp2,650, Resist: Rp2,730  JPFA (Buy). Support: Rp1,860, Resist: Rp1,920  BSDE (Buy on Weakness). Support: Rp975, Resist: Rp1,010  UNTR (Buy on Weakness).Support: Rp20,925, Resist: Rp21,750  R-LQ45X (Buy on Weakness). Support Rp917, Resist: Rp933  XDIF (Buy on Weakness). Support: Rp428, Resist: Rp434  XMTS (Buy on Weakness). Support: Rp419, Resist: Rp424 ETF Refer to Important disclosures on the last of this report
  2. Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 13 September 2021 News Highlight PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menggelar aksi korporasi right issue dengan target dana mencapai hampir Rp 96 triliun, di mana sebesar hingga 70% untuk modal kerja bisnis ultra mikro. Manajemen BBRI mengatakan, dana hasil right issue itu akan digunakan sebesar Rp 54,7 triliun untuk penyertaan BRI di PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Maksimal cash yang diterima Rp 41 triliun akan alokasikan untuk modal kerja, pengembangan ekosistem 6070% untuk modal kerja bisnis mikro dan kecil. Sebagaimana diketahui, BBRI akan membentuk ekosistem ultra mikro melalui penggabungan dengan PNM dan Pegadaian. Holding ultra mikro sebagai wadah agar para pengusaha mikro bisa naik kelas secara sistem dan terstruktur. Strategi ini inline dengan visi misi BBRI, menjadi the most valuable bank group in South East Asia, value BBRI adalah memberikan pertumbuhan sustain, kemudian memastikan perseroan mendapat sumber pertumbuhan baru. Penggabungan 3 perusahaan ini akan memberikan kepastian sumber pertumbuhan baru untuk perseroan. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) terus berekspansi meski di tengah pandemi salah satunya dengan membangun pusat perbelanjaan di Surabaya. Dari alokasi Rp 800 miliar Capital Expenditure (Capex) tahun ini, sudah Rp 400 miliar terealisasi sampai semester I-2021, termasuk untuk tanah dan pengembangan Mal Ciputra World Surabaya. Capex digunakan untuk pengembangan tanah sebesar 74%, sehubungan pengembangan Ciputra World Surabaya Extension yang diperkirakan selesai pada akhir 2021, begitu juta Citraland Surabaya mal yang diperkirakan selesai pada 2023 mendatang. Sampai saat ini CTRA memiliki kepemilikan tanah atau land bank mencapai 2.300 hektare yang sebagian besar berada di kawasan Jabodetabek dan Surabaya. Dari posisi land bank saat ini, pengembangan CTRA sudah menutupi kecukupan lahan sampai 15 tahun lebih untuk mengisi kembali proyek eksisting atau mencari lokasi baru. Sedangkan dari sisa tahun ini CTRA akan launching perumahan baru pada akhir tahun, tepatnya Desember, yakni Citraland Helvetia di Medan. Proyek ini bekerja sama dengan PTPN 2 di Kota Medan, dan akan launching di bulan Desember. Refer to Important disclosures on the last of this report
  3. Morning Update 13 September 2021 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) masih optimistis di tahun 2021 bisa meraih kinerja yang lebih baik dibandingkan 2020. Namun perjuangan anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini cukup berat. Perolehan kontrak baru WEGE pun dapat dibilang masih jauh dari target yang ditetapkan. Hingga Agustus 2021, WEGE baru meraih kontrak baru senilai Rp 1,63 triliun. Nilai tersebut setara 38% dari target di tahun 2021 yang capai Rp 4,22 triliun. Raihan kontrak baru WEGE yang didapat hingga Agustus 2021 didominasi oleh proyek konstruksi sebesar 67%. Diikuti, proyek modular 18%, WPG 14% dan sisanya 1% konsesi. Dari 34 proyek baru yang didapatkan WEGE hingga Agustus 2021, sebanyak 44% proyek didapatkan dari modular. Selain dari modular, proyek baru yang didapat WEGE hingga Agustus 2021 juga didapat sebanyak 32% dari proyek konstruksi, 13% dari WPG, dan 11% dari konsesi. Per-Agustus 2021, proyek carry over yang dicatatkan Wika Gedung senilai Rp 11,01 triliun, order book Rp 12,65 triliun. Dengan target laba di tahun ini yang senilai Rp 232 miliar, WEGE mencoba bergerak tumbuh dibandingkan perolehan laba di 2020 yang senilai Rp 156 miliar. Seiring dengan target keuntungan, WEGE juga membidik pendapatan senilai Rp 3,83 triliun atau tumbuh 5,8% yoy dari capaian di 2020 yang senilai Rp 3,62 triliun. PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mulai melirik peluang di sektor pembangunan proyek data center. Adapun, saat ini perusahaan juga tengah mengikuti tender proyek tersebut. Asal tahu saja, hingga September 2021, kontrak baru yang sudah diraih TOTL sebesar Rp 900 miliar. Perusahaan sebelumnya menargetkan kontrak baru untuk tahun ini mencapai Rp 1,5 triliun. Raihan kontrak baru yang didapat perusahaan baru meroket dalam beberapa saat terakhir. Mengingat, kontrak baru yang diraih TOTL hingga akhir kuartal II-2021 baru Rp 105,38 miliar. Bahkan hingga Juli 2021, kontrak baru TOTL baru sebesar Rp 187,63 miliar. Sehingga, jika di total, sampai dengan saat ini, perolehan kontrak baru TOTL hampir mencapai Rp 900 miliar. Jumlah kontrak baru yang didapat TOTL ini sudah melampaui perolehan di tahun 2020 yang hanya sekitar Rp 837 miliar. Penambahan kontrak baru tersebut adalah salah satu keikutsertaan TOTL dalam tender proyek data center. Di mana kontrak baru sebesar Rp 600 miliar didapatkan dari proyek tersebut. Refer to Important disclosures on the last of this report
  4. Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 13 September 2021 PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200 ANALYSTS CERTIFICATION The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report. DISCLAIMERS This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report. Refer to Important disclosures on the last of this report