Indonesia: Morning Market Update - 27 April
Indonesia: Morning Market Update - 27 April
Masih
Masih
Transcription
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 27 April 2022 Global Market Wrap Items Nilai transaksi (Rp miliar) Volume transaksi (jt shm) Net asing (Rp miliar) Net asing (jt shm) Kapitalisasi pasar (Rp tn) Avg 2021 18,002.4 11,667.8 155.6 -185.2 6,977.9 Terakhir 19,332.8 14,676.0 19,423.7 4,655.0 2,790.5 H-1 20,860.5 14,472.8 3,502.8 204.3 2,784.3 Technology Financials Healthcare Basic Material Transportation & Log Industrials Infrastructure Property Energy Consumer Cyclical Consumer Non-Cyclical Penutupan 1 year return 1 day return 8,780 1,628 1,471 1,347 1,911 1,219 1,019 729 1,531 930 663 168.1% 22.1% 15.2% 10.8% 57.2% 28.2% 17.2% -16.7% 109.6% 25.5% -10.7% Penutupan 1 year return 1 day return YTD return 7,232 3,322 1,597 1,669 2,668 57,357 19,935 26,700 7,604 108,213 33,240 3,632 7,386 21.4% 3.3% -0.6% 7.0% -17.0% 17.2% -31.1% -7.9% 4.2% -9.4% -2.2% 7.1% 6.4% 0.2% -0.5% 0.4% -0.4% 0.4% 1.4% 0.3% 0.4% -2.1% -2.2% -2.4% -0.7% 0.1% 9.9% 6.4% 1.9% 0.7% -12.0% -1.5% -14.8% -9.3% -3.3% 3.2% -8.5% -4.9% 0.0% YTD return -1.3% 0.6% -0.5% -1.1% -0.6% 1.4% 0.1% 1.2% 0.2% 0.5% 1.8% -2.4% 6.6% 3.6% 9.1% 19.5% 17.6% 6.3% -5.7% 34.3% 3.3% -0.2% Indeks Saham Index Negara JCI FSSTI KLCI SET KOSPI SENSEX HSI NKY AS30 IBOV DJI SX5P UKX Indonesia Singapura Malaysia Thailand Korsel India Hongkong Jepang Australia Brasil Amerika Eropa Inggris Kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan ekonomi menjadi pemicu utama pelemahan tersebut. Alhasil saham teknologi terkoreksi signifikan, begitu juga dengan saham siklikal yang berkaitan erat dengan Sektoral Index Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street ditutup melemah. prospek pertumbuhan ekonomi. Investor dibayangi kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi. Melonjaknya kasus baru Covid19 di China yang diikuti oleh lockdown di beberapa daerah, pernyataan dari pejabat tinggi Rusia yang mengatakan ancaman perang nuklir itu nyata, serta inflasi tinggi di AS yang mengurangi permintaan barang dari konsumen menjadi pemicu kekhawatiran tersebut. Pelemahan pada saham teknologi memimpin pelemahan indeks di bursa Wall Street. Khawatir akan adanya kekecewaan pada rilis laporan keuangan sektor teknologi seperti yang terjadi di saham Netflix, investor memilih untuk tidak menunggu rilis kinerja Microsoft dan Alphabet hingga akhir sesi dan memicu koreksi pada kedua saham tersebut sebesar -3%. Dual Listing (US$) TLKM TINS *Rp/US$ Closing US$ 32.50 0.132 IDR 2,349.4 1,907.4 +/0.64 0.02 Daily % chg 2.01% 13.76% 14,458 Deposito IDR 3 bln Kredit Bank IDR BI 7-Days RR Fed Funds Target ECB Main Refinancing Domestic Yen Interest Call mengalami koreksi. 3M terkoreksi -3% meskipun telah merilis kinerja yang lebih baik dari ekspektasi. GE melemah -10.3%, Boeing -5%, begitu juga Suku Bunga & Inflasi Items Saham siklikal yang berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi juga Latest Interest Inflation 3.18% 12.20% 3.50% 2.64% 0.50% 8.50% 0.00% 7.40% -0.02% 1.20% Real interest rate dengan saham perbankan seperti Wells Fargo dan Bank of America yang terkoreksi -2.7% dan -2.3% akibat jatuhnya imbal hasil obligasi 10 tahun 0.86% -8.00% -7.40% -1.22% pada level di bawah 2.8%. Harga Komoditas Minyak WTI US$/ bbl CPO RM/ ton Nikel US$/ ton Timah US$/ ton Emas US$/tr. oz Batu Bara US$/ ton Tepung Terigu US$/ ton Jagung US$/bushel Kedelai US$/bushel Tembaga US$/ton Sumber : Bloomberg Penutupan Ret 1 year (%) +/- Ret 1 day (%) 101.7 7,100.0 33,055 40,898 1,905.5 325.0 146.5 7.9 17.0 9,863.5 61.6% 57.8% 98.8% 44.8% 7.3% 249.1% -7.0% 16.2% 7.2% 0.9% 3.2 21.0 448.0 709.0 7.7 -3.6 8.1 0.0 0.0 79.7 3.21% 0.30% 1.37% 1.76% 0.40% -1.10% 5.84% 0.38% 0.10% 0.81% Dow Jones melemah -809 poin (-2.38%) pada level 33,240 S&P 500 terkoreksi -121 poin (-2.81%) pada level 4,175 Nasdaq turun -514 poin (-3.95%) pada level 12,491 EIDO menguat +0.04 poin (+0.16%) pada level 25.11 Technical Ideas Melemahnya indeks di bursa Wall Street yang dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi perlambatan perekonomian diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi indeks. Sementara itu mayoritas harga komoditas yang rebound, solidnya rilis kinerja saham perbankan kuartal satu, serta masih berlanjutnya aksi beli investor asing berpotensi menjadi sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support 7,200 di level dan resist di level 7,260. Stocks LSIP (Buy). Support: Rp1,350, Resist: Rp1,400 UNTR (Buy). Support: Rp28,200, Resist: Rp29,300 ADRO (Buy on Weakness). Support: Rp3,110, Resist: Rp3,220 MDKA (Buy on Weakness). Support: Rp5,000, Resist: Rp5,250 Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 27 April 2022 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia ETF XIHD (Buy). Support: Rp585, Resist: Rp593 XIML (Buy). Support: Rp289, Resist: Rp295 XISI (Buy). Support: Rp356, Resist: Rp362 News Highlight PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berhasil mencetak kinerja ciamik sepanjang kuartal I-2022. Emiten penyedia jasa logistik dan bahan bakar minyak ini melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 40% secara year-onyear (YoY) menjadi Rp 428 miliar pada tiga bulan pertama 2022. Sebagai perbandingan, laba bersih AKRA pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp 305 miliar. Kenaikan laba bersih dibarengi dengan kenaikan pendapatan. Pada kuartal pertama 2022, pendapatan AKRA melesat 98% menjadi Rp 10,13 triliun dari sebelumnya Rp 5,11 triliun. Kenaikan ini diakibatkan peningkatan harga BBM dan kimia dasar serta peningkatan volume penjualan. Kinerja AKRA pada tiga bulan pertama 2022 didorong oleh segmen perdagangan dan distribusi yang melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 113%, dari semula Rp 4,40 triliun menjadi Rp 9,6 triliun. Rinciannya, penjualan BBM naik 120% menjadi Rp 7,53 triliun dan penjualan kimia dasar naik 112% YoY menjadi Rp 2,07 triliun. Kenaikan ini diakibatkan pertumbuhan permintaan energi dan bahan baku di pertambangan,industri manufaktur, dan segmen lainnya seiring dengan peningkatan barang dan harga komoditas. Infrastruktur logistik dan rantai pasokan yang ekstensif dan manajemen risiko yang efektif memungkinkan AKRA untuk dapat menyuplai produk kepada konsumen sesuai kebutuhan konsumen. Prospek AKRA juga didukung oleh Kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE). Mengingat, lebih dari 21% dari aset AKRA merupakan Kawasan industri terintegrasi JIIPE yang telah mendapatkan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di tahun 2021. PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil membukukan kenaikan penjualan alat berat Komatsu sepanjang tiga bulan pertama 2022. Melansir laporan bulanan di laman resmi UNTR, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini menjual 1.694 unit alat berat sepanjang kuartal I-2022. Jumlah ini melesat 155% secara tahunan, dimana penjualan alat berat pada periode kuartal pertama 2021 hanya sebesar 648 unit. Adapun pangsa pasar atau market share Komatsu sebesar 29% per akhir Maret 2022. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 27 April 2022 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Penjualan ke sektor tambang masih mendominasi, dimana sebanyak 60% penjualan alat berat ditujukan ke sektor ini. Disusul oleh penjualan ke sektor konstruksi sebesar 18%, penjualan ke sektor kehutanan sebesar 13%, dan penjualan ke sektor agribisnis sebesar 9% dari total penjualan. Kenaikan penjualan sepanjang kuartal pertama 2022 tidak terlepas dari kenaikan penjualan pada periode Maret 2022 yang naik 20,45% menjadi 636 unit. Sedangkan penjualan pada Februari 2022 sebesar 528 unit. Penjualan pada Maret 2022 juga didominasi oleh sektor pertambangan yakni 65%, disusul sektor konstruksi sebesar 19%, sektor kehutanan sebesar 9%, dan sektor agribisnis sebesar 7%. Asal tahu, untuk tahun ini UNTR mencanangkan mampu menjual 3.700 unit Komatsu. Dengan demikian, maka per kuartal pertama 2022 UNTR telah merealisasikan 45,7% dari target penjualan alat berat. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperkuat posisi permodalan dan likuiditas di tengah pemulihan ekonomi. Kondisi likuiditas dan permodalan ini menjadi pondasi dalam melanjutkan kestabilan kinerja sekaligus menopang pertumbuhan bisnis lebih positif. Dana pihak ketiga tumbuh 8,4% secara year on year (yoy) dari Rp 639,0 triliun menjadi Rp 692,7 triliun di kuartal 1-2022. Pertumbuhan itu ditopang dengan rasio dana murah atau current account and saving account (CASA) yang terus meningkat menjadi 69,2% dari periode sama tahun lalu 67,9%. Pertumbuhan dana murah ini mendorong perbaikan biaya dana atau Cost of Fund (CoF) dari 1,74% pada akhir kuartal pertama 2021 menjadi 1,46% pada kuartal pertama 2022. Ruang untuk ekspansi pun masih terbuka yang ditunjukkan dari loan to deposit ratio yang berada pada 85,02%. Di sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada pada posisi 19,3%, naik 120 basis poin secara yoy. Perbaikan risiko kredit juga memberi dukungan peningkatan kinerja yang sangat baik pada awal tahun ini. Loan at risk BNI pada kuartal 1-2022 tercatat 22,1%, atau membaik 4,8% secara yoy. Demikian juga halnya dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BNI yang terus bergerak membaik 60 basis poin yoy ke posisi 3,5% di kuartal pertama 2022. Padahal dari periode sama tahun lalu NPL bank bersandi saham BBNI ini berada di level 4,1%. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), anak perusahaan dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 923,8 miliar pada kuartal I-2022. Nilai tersebut melonjak 90% dibandingkan dengan kuartal 1-2021 yang hanya Rp 486,1 miliar. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update 27 April 2022 Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia Pendapatan konsolidasi tersebut 28% di atas ekspektasi MSIN, yang sebelumnya menargetkan pendapatan Rp 721,2 miliar. Hal ini terutama berasal dari sumber pendapatan baru dari berbagai platform digital yang dikonsolidasikan ke dalam Perseroan, yaitu RCTI+, Vision+ dan 7 portal online. Selain itu, kinerja platform ini telah menunjukkan angka pertumbuhan audiens yang kuat di mana RCTI+ mencapai 64,4 juta pengguna aktif bulanan (MAU), Vision+ mencatat lebih dari 2 juta pelanggan berbayar, diikuti oleh portal online, yang secara kolektif telah menghasilkan lebih dari 80 juta MAU. Pendapatan Konten & IP dan Talent memberikan kontribusi pertumbuhan yang solid, dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 603,2 miliar untuk kuartal 1-2022, meningkat 9% year on year (yoy) dari Rp 551,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Di mana, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan produksi konten, karena kegiatan produksi konten terus menuju ke tingkat pra-pandemi, dan juga Perseroan melanjutkan ekspansi dan keterlibatannya dalam distribusi kontennya melalui lisensi konten dan monetisasi IP. Pendapatan digital MSIN melampaui semua ekspektasi dengan membukukan pertumbuhan sebesar 789% yoy menjadi Rp 364,2 miliar pada kuartal 1-2022 dibandingkan dengan Rp 41 miliar pada periode yang sama tahun lalu, hal tersebut disebabkan oleh selesainya proses konsolidasi digital yang dilakukan pada Maret 2022. Refer to Important disclosures on the last of this report
- Morning Update Indo Premier Sekuritas | Daily Research | Indonesia 27 April 2022 PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62 21 5088 7200 ANALYSTS CERTIFICATION The views expressed in this research report accurately reflect the analyst’s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report. DISCLAIMERS This research is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warranty nor accept any responsibility or liability as to its accuracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, financial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report. Refer to Important disclosures on the last of this report
Create FREE account or Login to add your comment