Indonesia: Morning Market Update - 15 August
Indonesia: Morning Market Update - 15 August
Transcription
- tra cnb Morning Update 15 August 2019 Equity | Indonesia | Research Daily Global Market Wrap Items Nilai transaksi (Rp miliar) Volume transaksi (jt shm) Net asing (Rp miliar) Net asing (jt shm) Kapitalisasi pasar (Rp tn) Avg 2016 5,296.5 4,957.8 65.7 -150.6 5,376.3 T erakhir 11,689.8 7,007.7 -463.7 -1,445.6 6,987.4 H-1 10,605.7 6,617.5 -1,034.0 -3,130.3 6,924.5 1 day return YTD return Sektoral Index Penutupan Agri Basic Industry Consumer Finance Infrastucture Misc. Industry Mining Property Trade 1,409 825 2,347 1,278 1,208 1,194 1,617 489 798 1 year return -11.5% 6.5% 1.4% 20.7% 18.9% -0.7% -19.1% 11.8% -4.2% -0.2% 1.5% 0.8% 0.9% 0.9% 0.0% 0.9% 2.0% 0.5% -9.9% -3.5% -8.6% 8.7% 13.5% -14.4% -9.0% 9.3% 1.8% Pada perdagangan kemarin indeks di bursa Wall Street mencatatkan pelemahan dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor akan terjadinya resesi ekonomi seiring dengan turunnya yield obligasi Amerika tenor 10 tahun yang lebih rendah dari yield obligasi tenor 2 tahun. Dow Jones membukukan penurunan terdalam -800 poin (-3,05%) pada level 25.479, S&P 500 berkurang -85 poin (-2,93%) pada level 2.840 dan Nasdaq melemah -242 poin (-3,02%) pada level 7.773. Sementara itu EIDO ditutup melemah -0,45 poin (-1,81%) pada level 24,35. Pagi ini indeks di bursa asia dibuka di zona merah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dibuka melemah -44 poin (-0,31%) pada level Rp14.289. Indeks Saham Index Negara JCI FSSTI KLCI SET KOSPI SENSEX HSI NKY AS30 IBOV DJI SX5P UKX Indonesia Singapura Malaysia Thailand Korsel India Hongkong Jepang Australia Brasil Amerika Eropa Inggris Penutupan 6,267 3,148 1,600 1,619 1,926 37,312 25,302 20,655 6,678 100,258 25,479 3,035 7,148 1 year return 7.7% -2.7% -10.4% -3.4% -14.7% -1.4% -7.4% -7.0% 4.1% 30.1% 1.3% -0.5% -4.7% 1 day return YTD return 0.9% 0.0% 0.5% 0.0% -0.8% 1.0% 0.1% 1.0% 0.4% -2.9% -3.0% -1.5% -1.4% 1.2% 2.6% -5.3% 3.6% -5.0% 3.4% -2.1% 1.1% 14.7% 14.1% 9.2% 10.0% 6.2% Dual Listing (US$) TLKM TINS ANTM *Rp/US$ Closing US $ 29.73 0.064 0.056 14,325 IDR 2,129.4 909.7 798.0 +/- Daily % chg -1.00% 11.76% -11.66% -0.30 0.01 -0.01 Suku Bunga & Inflasi Items Deposito IDR 3 bln Kredit Bank IDR BI 7-Days RR Fed Funds Target ECB Main Refinancing Domestic Yen Interest Call Latest Interest Inflation 6.12 13.01 6.00% 3.32% 2.25 1.80% 1.10% (0.02) 0.70% Real interest rate Technical Ideas Meningkatnya kekhawatiran investor akan adanya sinyal resesi ekonomi yang berdampak pada prospek ekonomi Amerika seiring dengan jatuhnya yield obligasi Amerika tenor 10 tahun diprediksi akan menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan. Melemahnya nilai tukar rupiah serta sejumlah harga komoditas yaitu minyak mentah dan batu bara juga diprediksi akan menjadi tambahan katalis negatif di pasar. Sementara itu investor juga akan mencermati data neraca dagang di bulan Juli yang menurut konsensus akan membukukan defisit sebesar $-0,42 B. IHSG diprediksi akan bergerak melemah dengan support di level 6.235 dan resistance di level 6.300. Stocks WIKA (Buy, Support: Rp2.280, Resist: Rp2.340) BBNI (Buy, Support: Rp8.000, Resist: Rp8.200) LPKR (Buy, Support: Rp256, Resist: Rp266) PTPP (Buy, Support: Rp1.850, Resist : Rp1.990) 0.03 2.23 (0.01) (0.03) ETFs Harga Komoditas d lm US $ (in USD) Minyak WTI / bbl CPO/ ton Karet/ kg Nikel/ ton Timah/ ton Emas/tr. oz Batu Bara/ ton Tepung Terigu/ ton Jagung/bushel Kedelai Tembaga Sumber : Bloomberg Penutupan Ret 1 year (%) 55.2 529.2 1.61 15,983 17,184 1,516.4 66.9 146.5 3.4 8.5 5,739.0 -15.0% 0.3% -22.2% 19.9% -9.7% 29.1% -43.5% -7.0% 3.0% -0.1% -4.5% +/-1.9 1.7 0.0 69.0 34.0 14.9 -0.3 8.1 -0.1 -0.1 -65.5 Ret 1 day (%) -3.27% 0.32% -1.10% 0.43% 0.20% 0.99% -0.45% 5.84% -2.01% -1.28% -1.13% XISI (Buy, Support: Rp356, Resist: Rp369) XISC (Buy, Support: Rp756, Resist: Rp786) XPFT (Buy, Support: Rp535, Resist: Rp545) News Highlight PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menandatangani Perjanjian Jual Beli dengan Kejora Ventures. MCAS menjual sekitar 10% saham miliknya pada DIVA. Manajemen mengatakam bahwa tujuan dari penjualan saham tersebut yaitu untuk kebutuhan investasi. Sebagai informasi saja, transaksi jual beli tersebut dipimpin melalui dana InterVest Star SEA Growth Fund I, yaitu dana yang dikelola bersama oleh Kejora Ventures dan InterVest. Dana tersebut didukung oleh sekelompok mitra seperti Korea Development Bank, Korea Venture Investment Corporation, NH Investment & Securities, Industrial Bank of Korea dan Barito Pacific Group. Kejora dan Intervest memiliki total dana kelolaan gabungan lebih dari US$ 1 miliar. Refer to Important disclosures on the last of this report
- PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) berhasil membukukan laba pada semester I/2019 karena adanya peningkatan pendapatan dan efisiensi pada penggunaan konsumsi bahan bakar. Beban pokok perseroan ditekan sebesar 1,8% menjadi US$32,4 juta dari tahun sebelumnya US$33 juta. Biaya bahan bakar turun 17,7% dari US$7,7 juta pada 2018 menjadi US$6,3 juta. Sementara itu, pendapatan perseroan pada semester I/2019 meningkat 24,3% menjadi US$40,2 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya US$32,4 juta. Manajemen mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena danya improvisasi pertumbuhan pada lini bisnis barging dan floating crane masing-masing sebesar 20% dan 38,7%. Adapun perseroan mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$728.143, hasil membalikkan kerugian perseroan yang dicatatkan pada tahun sebelumnya senilai US$8,91 juta. PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) belum memiliki rencana pengembangan proyek baru. Manajemen mengungkapkan bahwa pada semester II-2019, DSSA fokus menyelesaikan pembangunan Independen Power Producer (IPP) PLTU Kendari-3 dan IPP PLTU Kalteng-1. Per Juni 2019, proses pembangunan IPP PLTU Kendari-3 telah mencapai 99%. Fasilitas yang terletak di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara ini memiliki kapasitas 2x50 megawatt (MW). Pembangkit listrik ini akan menyuplai listrik ke PLN dengan periode perjanjian selama 25 tahun. Sedangkan kemajuan proyek IPP PLTU Kalteng-1 mencapai 97%. Pembangkit listrik tersebut berkapasitas 2x100 MW dan berlokasi di Tumbang Kajuei, Kalimantan Tengah. Hingga saat ini DSSA belum menyampaikan laporan keuangan kuartal II-2019. Dalam keterbukaan informasi, DSSA menyampaikan perusahaan tengah melakukan penelaahan terbatas (limited review) dan paling lambat akan dirilis pada 31 Agustus 2019. PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan pendapatan pertambangan batubara sebesar Rp 6,79 triliun atau 15,67% per Juni 2019 dari total pendapatan sepanjang semester pertama yang mencapai Rp 43,32 triliun. Sedangkan pendapatan jasa kontraktor penambangan mencapai Rp 19,27 triliun atau 44,48% dari total pendapatan UNTR. Selain batubara thermal saat ini, perseroan memiliki bisnis lain coking coal, pertambangan emas, hingga kontraktor konstruksi. Berdasarkan laporan perkembangan usaha yang UNTR rilis, total penjualan emas UNTR dari tambang emas Martabe, Sumatra Utara mencapai 194.000 ons troi sampai dengan Juni 2019. Sedangkan pendapatan bersih unit usaha itu sebesar Rp 3,6 triliun atau 8,31% dari total pendapatan UNTR. UNTR juga tengah membangun bisnis pembangkit listrik yang terletak di Tanjung Jati, Jepara, Jawa Tengah. Manajemen memperkirakan Power Plant B Unit 5 dan 6 tersebut akan beroperasi penuh tahun 2021. Nantinya, output pembangkit listrik ini akan dijual sepenuhnya ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pembangkit listrik tersebut berkapasitas 2 x 1.000 megawatt (MW) dengan nilai total investasi mencapai US$ 4,2 miliar. Dalam membangun pembangkit listrik ini, UNTR menggandeng perusahaan asal Jepang, yakni Sumitomo dan Kansai Electric. Kepemilikan United Tractors dalam proyek tersebut sebesar 25%.
- Head Office PT INDO PREMIER SEKURITAS Pacific Century Place 16th Floor SCBD Lot 10 Jl . Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia p +62.21.5088.7200 INVESTMENT RATINGS BUY : Expected total return of 10% or more within a 12-month period HOLD : Expected total return between -10% and 10% within a 12-month period SELL : Expected total return of -10% or worse within a 12-month period ANALYSTS CERTIFICATION. The views expressed in this research report accurately reflect the analyst;s personal views about any and all of the subject securities or issuers; and no part of the research analyst's compensation was, is, or will be, directly or indirectly, related to the specific recommendations or views expressed in the report. DISCLAIMERS This reserch is based on information obtained from sources believed to be reliable, but we do not make any representation or warraty nor accept any responsibility or liability as to its accruracy, completeness or correctness. Opinions expressed are subject to change without notice. This document is prepared for general circulation. Any recommendations contained in this document does not have regard to the specific investment objectives, finacial situation and the particular needs of any specific addressee. This document is not and should not be construed as an offer or a solicitation of an offer to purchase or subscribe or sell any securities. PT. Indo Premier Sekuritas or its affiliates may seek or will seek investment banking or other business relationships with the companies in this report.
Create FREE account or Login to add your comment