of  

or
Sign in to continue reading...

Permata Bank: Financial Statements - 31 December 2021

IM Insights
By IM Insights
1 week ago
Permata Bank: Financial Statements - 31 December 2021Murabahah, Salah, Sukuk, Credit Risk, Daya, Masih, Murabahah Receivables, Net Assets, Participation, Provision, Receivables, Sales


Create FREE account or Login to add your comment
Comments (0)


Transcription

  1. PT BANK PERMATA TBK LAPORAN KEUANGAN / FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER/DECEMBER 2021 DAN/AND 2020* *Konsolidasian/Consolidated
  2. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2020* 2021 ASET KAS ASSETS 2h,5,42, 1.978.137 1.794.768 10.627.001 5.013.391 CASH 45 2h,2i,6, GIRO PADA BANK INDONESIA CURRENT ACCOUNTS WITH 42,45 2g,2h,2i, GIRO PADA BANK-BANK LAIN - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan CURRENT ACCOUNTS WITH 2t,7,42, 44,45 OTHER BANKS - net of allowance for impairment losses of Rp2 at nilai sebesar Rp2 pada 31 Desember 2021 dan Rp8 pada 31 Desember 2020 31 December 2021 and Rp8 at 31 December 2020 Pihak ketiga Pihak berelasi PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN setelah dikurangi cadangan kerugian 2.971.757 30.716 2.557.513 6.003 2g,2h,2j, 2t,8,42, 44,45 net of allowance for impairment 31 Desember 2021 dan Rp22 pada 31 Desember 2020 Pihak ketiga Pihak berelasi Pihak ketiga Pihak berelasi EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI 32.594.007 855.158 FINANCIAL ASSETS HELD FOR TRADING 45 1.580.563 1.236 2.348.378 - 2h,2l,10, 42 Third parties Related parties SECURITIES PURCHASED UNDER RESALE AGREEMENTS 14.245.191 22.272.459 2h,2m, 2t,11,42, 45 Third parties ACCEPTANCE RECEIVABLES net of allowance for impairment losses of Rp81,937 at 31 December 2021 dan Rp23.862 pada 31 Desember 2020 Pihak ketiga KREDIT YANG DIBERIKAN - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp9.082.280 pada losses of Rp11 at 31 December 2021 and Rp22 at 31 December 2020 18.660.681 Third parties Related parties 2g,2h,2k, 9,42,44, Pihak ketiga TAGIHAN AKSEPTASI - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp81.937 pada 31 Desember 2021 Third parties Related parties PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANKS - penurunan nilai sebesar Rp11 pada ASET KEUANGAN UNTUK DIPERDAGANGKAN BANK INDONESIA 1.927.008 1.434.917 2g,2h,2n, 2t,12,42, 44,45 and Rp23,862 at 31 December 2020 Third parties LOANS - net of allowance for impairment losses of Rp9,082,280 at 31 Desember 2021 dan Rp7.990.222 31 December 2021 and Rp7,990,222 pada 31 Desember 2020 at 31 December 2020 Pihak ketiga Pihak berelasi Dipindahkan 116.875.286 110.592 110.698.468 112.440 183.796.652 164.899.018 *Konsolidasian Third parties Related parties Carried forward Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 1/1 - Schedule
  3. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2020* 2021 ASET (lanjutan) ASSETS (continued) Pindahan EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI - setelah dikurangi cadangan 183.796.652 164.899.018 2h,2o,2t, 13,42,45 INVESTMENT SECURITIES - net kerugian penurunan nilai sebesar Rp5.545 pada 31 Desember 2021 dan of allowance for impairment losses of Rp5,545 at 31 December 2021 and Rp16.570 pada 31 Desember 2020 Pihak ketiga INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 2f,2g,14 ASET TETAP - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar 2p,2t,15 40.964.611 23.256.980 138.001 - Rp16,570 at 31 December 2020 Third parties INVESTMENT IN ASSOCIATE FIXED ASSETS - net of accumulated depreciation of Rp1.427.071 pada 31 Desember 2021 dan Rp1.336.874 Rp1,427,071 at 31 December 2021 and Rp1,336,874 pada 31 Desember 2020 ASET TAKBERWUJUD - setelah dikurangi Brought forward 3.290.547 3.073.596 2q,2t,16 at 31 December 2020 INTANGIBLE ASSETS - net akumulasi kerugian penurunan nilai Rp nihil pada 31 Desember 2021 dan Rp10.495 pada 31 Desember 2020 dan akumulasi amortisasi sebesar Rp177.250 pada of accumulated impairment losses of Rp nil at 31 December 2021 and Rp10,495 at 31 December 2020 and accumulated amortisation of Rp177,250 at 31 Desember 2021 dan Rp290.755 pada 31 Desember 2020 543.984 560.917 31 December 2021 and Rp290,755 at 31 December 2020 ASET PAJAK TANGGUHAN - bersih 2r,23h 2h,2s,2t, 1.825.368 2.195.260 DEFERRED TAX ASSETS - net ASET LAIN-LAIN - bersih 17,42,45 3.819.879 3.740.326 OTHER ASSETS - net 234.379.042 197.726.097 TOTAL ASSETS JUMLAH ASET *Konsolidasian Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 1/2 - Schedule
  4. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2020* 2021 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS LIABILITAS SEGERA SIMPANAN DARI NASABAH Giro Pihak ketiga Pihak berelasi LIABILITIES 2h,18,42, 45 381.953 324.908 LIABILITIES PAYABLE ON DEMAND DEPOSITS FROM CUSTOMERS Demand deposits Third parties Related parties 2g,2h,2u, 19,42,44, 45 58.872.856 3.394 40.630.458 340 Tabungan Pihak ketiga Pihak berelasi 2g,2h,2u, 20,42,44, 45 38.099.974 180.197 33.798.574 68.983 Savings Third parties Related parties Deposito berjangka Pihak ketiga Pihak berelasi 2g,2h,2u, 21,42,44, 45 82.778.671 57.224 71.191.551 63.166 Time deposits Third parties Related parties SIMPANAN DARI BANK-BANK LAIN Pihak ketiga Pihak berelasi 2g,2h,2u, 22,42,44, 45 3.237.482 3.235 2.235.644 12.657 DEPOSITS FROM OTHER BANKS Third parties Related parties LIABILITAS KEUANGAN UNTUK DIPERDAGANGKAN Pihak ketiga Pihak berelasi 2g,2h,2k, 9,42,44, 45 159.955 4.390 237.026 12.927 FINANCIAL LIABILITIES HELD FOR TRADING Third parties Related parties UTANG AKSEPTASI Pihak ketiga 2h,2m,11 42,45 2.011.886 1.460.535 ACCEPTANCE PAYABLES Third parties - 8.630 CORPORATE INCOME TAX PAYABLE 1.350 8 BORROWINGS Third parties UTANG PAJAK PENGHASILAN BADAN PINJAMAN DITERIMA Pihak ketiga BEBAN MASIH HARUS DIBAYAR 2r,23 2h,24,42, 45 1.629.490 1.439.728 ACCRUALS LIABILITAS LAIN-LAIN 2h,42,45 756.454 1.141.112 OTHER LIABILITIES LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA 2g,2v,25, 44 189.737 139.727 OBLIGATION FOR POSTEMPLOYMENT BENEFITS 2w,26 67.200 67.667 PROVISIONS 609.738 105.197 SUBORDINATED DEBTS Third parties Related parties 9.329.879 9.106.068 ADDITIONAL TIER - 1 CAPITAL SUBORDINATED NOTES Related parties 197.765.327 162.654.644 TOTAL LIABILITIES PROVISI 2h,42 UTANG SUBORDINASI Pihak ketiga Pihak berelasi 2g,2h,2x, 27,42,44 SURAT UTANG SUBORDINASI MODAL INTI TAMBAHAN TIER - 1 Pihak berelasi 1d,2g,2h, 2ai,28,42 44,45 - JUMLAH LIABILITAS *Konsolidasian Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 1/3 - Schedule
  5. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2020* 2021 LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan) LIABILITIES AND EQUITY (continued) EKUITAS EQUITY Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal saham - nilai nominal per saham Equity attributable to equity holders of the parent entity Share capital - par value per Rp12.500 (Rupiah penuh) untuk saham kelas A dan Rp125 (Rupiah share of Rp12,500 (whole Rupiah) for class A shares and Rp125 penuh) untuk saham kelas B (whole Rupiah) for class B shares Modal dasar - 26.880.234 saham Authorised capital - kelas A dan 117.311.976.600 26,880,234 class A shares saham kelas B pada 31 Desember 2021 dan 2020 and 117,311,976,600 class B shares at 31 December 2021 and 2020 Modal ditempatkan dan disetor penuh 26.880.234 saham kelas A dan 36.154.479.286 saham kelas B pada 31 Desember 2021 dan 26.880.234 saham kelas A dan 28.015.858.971 saham kelas B pada 31 Desember 2020 Saham treasuri Tambahan modal disetor - bersih Dana setoran modal Cadangan nilai wajar bersih - efek-efek untuk 1b,2y,29 4.855.313 2y,29 1b,1c,1d,2y 2z,2ah,2ai, 15,28,30 1d,2y,31 3.837.985 Issued and fully paid-up capital 26,880,234 class A shares and 36,154,479,286 class B shares at 31 December 2021 and 26,880,234 class A shares and 28,015,858,971 class B shares at 31 December 2020 (6) - Treasury shares 26.810.147 16.870.764 Additional paid-in capital - net - 10.821.490 Advance capital payment 2o,13 Net fair value reserve - investment tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 340.501 411.483 Cadangan kerugian kredit ekspektasian efek-efek untuk tujuan investasi securities at fair value through other comprehensive income Allowance for expected credit losses - pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain investment securities at fair value through other comprehensive income 86 50 2.295.775 2.078.705 524.581 374.581 Appropriated 1.787.318 676.385 Unappropriated 36.613.715 35.071.443 - 10 Non-controlling interests 36.613.715 35.071.453 TOTAL EQUITY 234.379.042 197.726.097 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Fixed assets revaluation Cadangan revaluasi aset tetap 2p,2ah,15 Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya Retained earnings 32 Belum ditentukan penggunaannya Kepentingan non-pengendali reserve 2f JUMLAH EKUITAS JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS *Konsolidasian Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 1/4 - Schedule
  6. The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2020* 2021 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL OPERATING INCOME AND EXPENSES Pendapatan bunga 2g,2h,2aa, 33,44 10.434.468 10.450.915 Interest income Pendapatan syariah 2g,2aa,33, 44 1.460.853 1.472.863 Sharia income Beban bunga 2g,2h,2aa, 34,44 (3.720.570) (4.768.378) Interest expense Beban syariah 2g,2aa,34, 44 (525.098) (613.610) Sharia expense Pendapatan bunga dan syariah - bersih 7.649.653 6.541.790 Net interest and sharia income 2g,2ab,35, 44 1.303.153 1.082.687 Net fees and commission income Pendapatan transaksi perdagangan - bersih 2g,2k,2ac, 36,44 326.115 778.531 Net trading income 237.350 208.064 Gain on sale of investment securities 332.129 239.347 Other operating income 2.198.747 2.308.629 9.848.400 8.850.419 (3.298.709) (2.013.763) Impairment losses on financial assets (144.744) Impairment losses on transactions of administrative accounts (1.717.690) (1.771.406) Other operating expenses General and administrative Pendapatan provisi dan komisi - bersih Keuntungan penjualan efek-efek untuk tujuan investasi Pendapatan operasional lainnya 2o,13 1e,2e,2p, 2s,40 Jumlah pendapatan operasional Kerugian penurunan nilai aset keuangan 2t,37 Kerugian penurunan nilai atas transaksi rekening administratif Beban operasional lainnya Umum dan administrasi 42.999 2g,2p,2q, 2af,38,44 Total operating income Gaji dan tunjangan pengurus dan karyawan 2g,2v,25, 39,44 (2.823.888) (2.819.539) Salaries and benefits to management and employees Lain-lain 2e,2t,40 (485.591) (485.618) Others Jumlah beban operasional lainnya (5.027.169) (5.076.563) Total other operating expenses Jumlah beban operasional (8.282.879) (7.235.070) Total operating expenses 1.565.521 1.615.349 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN Kini Tangguhan LABA BERSIH 2r,23b 41 (334.394) (511.059) (382.703) (334.394) (893.762) 1.231.127 *Konsolidasian 721.587 INCOME BEFORE INCOME TAX INCOME TAX EXPENSE Current Deferred NET INCOME Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 2/1 - Schedule
  7. The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes 2020* 2021 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH PAJAK PENGHASILAN: OTHER COMPREHENSIVE INCOME, NET OF INCOME TAX: Pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi Efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Perubahan nilai wajar bersih Perubahan nilai wajar yang ditransfer ke laba rugi pada saat penjualan - bersih Cadangan kerugian kredit ekspektasian Penyesuaian tarif pajak Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi Items that will be reclassified to profit or loss 2o,13 610.364 (237.350) (208.064) 36 - 23h 23h Jumlah Bank Permata tanpa integrasi BBI Penghasilan komprehensif lain dari integrasi BBI1): Perubahan nilai wajar bersih efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Penyesuaian tarif pajak Pajak penghasilan terkait pos-pos yang akan direklasifikasikan ke laba rugi 146.348 50 2.853 20.020 (88.506) (70.946) 316.697 2o,13 23h 23h Jumlah integrasi dari BBI Jumlah yang akan direklasifikasikan ke laba rugi Other comprehensive income from BBI integration1): Net changes in fair value investment securities at fair value through other comprehensive income Adjustment on tax rate Income tax related to items that will be reclassified to profit or loss 30.137 4.620 - (11.250) - 23.507 Total from BBI integration 340.204 Total of items that will be reclassified to profit or loss (70.946) Items that will not be reclassified to profit or loss 25 Remeasurements of defined benefit liabilities Gain on fixed assets revaluation Adjustment on tax rate Income tax related to items that will 17.929 not be reclassified to profit or loss 21.250 274.211 - 2ah,15 23h 23h (81.502) 60.453 (8.346) (48.585) Jumlah Bank Permata tanpa integrasi BBI Penghasilan komprehensif lain dari integrasi BBI1): Keuntungan revaluasi aset tetap Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi Total Bank Permata without BBI integration - Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti Keuntungan revaluasi aset tetap Penyesuaian tarif pajak Pajak penghasilan terkait pos-pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi Investment securities at fair value through other comprehensive income: Net changes in fair value Net fair value changes transferred to profit or loss on disposal Allowance for expected credit losses Adjustment on tax rate Income tax related to items that will be reclassified to profit or loss 246.876 2ah,15 23h (11.466) - Other comprehensive income from BBI integration1): 167.116 Gain on fixed assets revaluation Income tax related to items that will not be reclassified (1.924) to profit or loss - 165.192 Total from BBI integration - Jumlah integrasi dari BBI Total Bank Permata without BBI integration Jumlah yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi 246.876 153.726 Total of items that will not be reclassified to profit or loss PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN, SETELAH PAJAK PENGHASILAN 175.930 493.930 OTHER COMPREHENSIVE INCOME, NET OF INCOME TAX 1.407.057 1.215.517 TOTAL COMPREHENSIVE INCOME JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 1) Merupakan penghasilan komprehensif lain dari integrasi BBI dari tanggal 20 Mei sampai dengan 20 Desember 2020 sesuai dengan PSAK 38. Represents other comprehensive income from BBI integration from 20 May to 20 December 2020 in accordance with SFAS 38. *Konsolidasian 1) Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 2/2 - Schedule
  8. The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) Catatan/ Notes LABA BERSIH YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk Kepentingan non-pengendali LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: Pemilik entitas induk Kepentingan non-pengendali LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK ENTITAS INDUK (Rupiah penuh) 2020* 2021 1.231.127 - 721.587 - 1.231.127 721.587 1.407.057 - 1.215.517 - 1.407.057 1.215.517 2ad,41 39 *Konsolidasian 26 NET INCOME ATTRIBUTABLE TO: Equity holders of the parent entity Non-controlling interest COMPREHENSIVE INCOME ATTRIBUTABLE TO: Equity holders of the parent entity Non-controlling interest BASIC AND DILUTED EARNINGS PER SHARE ATTRIBUTABLE TO EQUITY HOLDERS OF THE PARENT ENTITY (whole Rupiah) Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 2/3 - Schedule
  9. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) Catatan/ Notes Saldo, 1 Januari 2021* 1d,2y,29,30 Hasil emisi bersih dari Penawaran Umum Terbatas IX 1d,2y,29,30 Cadangan kerugian penurunan nilai kredit ekspektasian untuk efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - bersih Keuntungan revaluasi aset tetap 2p,15 Pembentukan cadangan wajib 32 1) 16.870.764 (6) (59) Jumlah/ Total 10.821.490 411.483 50 2.078.705 374.581 676.385 - - - - - - - - - - - 135.280 - 135.280 (10.821.490) 35.071.443 Jumlah ekuitas/ Total equity (65) 10 - 35.071.453 (65) 1e,2f Balance, 1 January 2021* Treasury shares Net proceeds from Limited Public Offering (Rights Issues) IX Comprehensive income for the year: Net income Other comprehensive income, net of income tax: Net fair value reserve investment securities at fair value through other comprehensive income: Net change in fair value Net fair value changes transferred to profit or loss on disposal Allowance for expected credit losses of investment securities at fair value through other comprehensive income Remeasurements of defined benefit liabilities - net 1.017.328 - 9.939.442 - - - - - - - - 1.231.127 1.231.127 - 1.231.127 - - - - 114.151 - - - - 114.151 - 114.151 - - - - (185.133) - - - - (185.133) - (185.133) - - - - - 36 - - - 36 - 36 - - - - - - - - 16.576 16.576 - 16.576 - - - - - - 230.300 - - 230.300 - 230.300 - - - - - - (13.230) - 13.230 - - - Reclassification of revaluation value on sold fixed assets - - - - - - (150.000) - - - Appropriation for statutory reserve - - - - - - - - 26.810.147 - 340.501 86 2.295.775 524.581 1.787.318 36.613.715 2o 2p Saldo, 31 Desember 2021 - Kepentingan nonpengendali/ Noncontrolling interests 2o,13 Reklasifikasi nilai revaluasi atas aset tetap yang dijual Divestasi entitas anak - (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2021 Dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to equity holders of the parent entity Cadangan kerugian penurunan nilai kredit ekspektasian Cadangan nilai untuk efek-efek wajar bersih untuk tujuan efek-efek untuk investasi pada tujuan investasi nilai wajar pada nilai wajar melalui melalui penghasilan penghasilan komprehensif komprehensif lain/ lain/ Allowance for Tambahan Net fair value expected credit Saldo laba/ modal reserve losses of Retained earnings disetorDana investment investment Cadangan bersih/ setoran securities at fair securities at fair revaluasi aset Telah Additional modal/ value through value through tetap/ ditentukan Belum paid-in Advance other other Fixed assets penggunaanDitentukan capital capital comprehensive comprehensive revaluation nya/ penggunaannya/ net payment income income reserve Appropriated Unappropriated1) Saham treasury/ Treasury stock 3.837.985 Saham treasuri Laba komprehensif tahun berjalan: Laba bersih Penghasilan komprehensif lain, setelah pajak penghasilan: Cadangan nilai wajar bersih efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Perubahan nilai wajar bersih Perubahan nilai wajar yang ditransfer ke laporan laba rugi pada saat penjualan - bersih Modal ditempatkan dan disetor penuh/ Issued and fully paid-up capital STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* 4.855.313 (6) - 150.000 (10) - (10) 36.613.715 Gain on fixed assets revaluations Divestment of subsidiary Balance, 31 December 2021 Included in retained earnings are remeasurements of defined benefit liabilities - net 1) Termasuk dalam saldo laba adalah pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - bersih *Konsolidasian Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 3/1 - Schedule
  10. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) Catatan/ Notes Saldo, 1 Januari 2020* Dampak penerapan PSAK 71 dan 73 - bersih Cadangan kerugian penurunan nilai kredit ekspektasian untuk efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Dampak penyesuaian tarif pajak Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - bersih Keuntungan revaluasi aset tetap Dana setoran modal Komponen ekuitas atas surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Pembentukan cadangan wajib Dipindahkan (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2020 Dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to equity holders of the parent entity Cadangan nilai Cadangan kerugian wajar bersih penurunan nilai efek-efek untuk kredit ekspektasian tujuan investasi untuk efek-efek pada nilai wajar untuk tujuan melalui investasi pada nilai penghasilan wajar melalui komprehensif lain/ penghasilan Tambahan Net fair value komprehensif lain/ modal reserve Allowance for Saldo laba/ disetorDana investment expected credit Cadangan Retained earnings bersih/ setoran securities at fair losses of investment revaluasi Additional modal/ value through securities at fair aset tetap/ Telah Belum paid-in Advance other value through other Fixed assets ditentukan Ditentukan capital capital comprehensive comprehensive revaluation penggunaanya/ penggunaannya/ net payment income income reserve Appropriated Unappropriated1) Modal ditempatkan dan disetor penuh/ Issued and fully paid-up capital 658.442 Kepentingan nonpengendali/ Noncontrolling interests Jumlah/ Total 3.837.985 17.252.901 - 71.329 - 1.853.060 363.624 24.037.341 10 - - - - - - - 3.837.985 17.252.901 - 71.329 - 1.853.060 363.624 37.674 23.416.573 10 - - - - - - - 721.587 721.587 - - - - 476.084 - - - - 476.084 - - - - (162.290) - - - - (162.290) - - - - - - - - - - - - - Jumlah ekuitas/ Total equity 24.037.351 2d Saldo, 1 Januari 2020 setelah dampak penerapan PSAK 71 dan 73 Laba komprehensif tahun berjalan: Laba bersih Penghasilan komprehensif lain, setelah pajak penghasilan: Cadangan nilai wajar bersih efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Perubahan nilai wajar bersih Perubahan nilai wajar yang ditransfer ke laporan laba rugi pada saat penjualan - bersih STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (620.768) (620.768) - 2o,13 2o 50 - 32 Comprehensive income for the year: Net income Other comprehensive income, net of income tax: Net fair value reserve investment securities at fair value through other comprehensive income: Net change in 476.084 fair value Net fair value changes transferred to profit or loss (162.290) on disposal Allowance for expected credit losses of investment securities at fair value through other comprehensive 50 income Impact on tax rate (5.493) adjustment Remeasurements of defined benefit (63.573) liabilities - net Gain on fixed assets 60.453 revaluations 721.587 - 50 - - - - - (8.346) (5.493) - - - - - (63.573) (63.573) - - - 60.453 - - 60.453 - 10.821.490 - - - - - 10.821.490 - 10.821.490 728.932 - - - - - - 728.932 - 728.932 Advance capital payment Equity component on additional Tier - 1 capital subordinated notes - - - - - - 10.957 (10.957) - - - Appropriation for statutory reserve 3.837.985 17.981.833 10.821.490 387.976 50 1.913.513 374.581 676.385 35.993.813 10 35.993.823 Carried forward 2p,15 1d,2y,31 1d,2ai,28, 30 23.416.583 Impact on implementation SFAS 71 and 73 - net Balance, 1 January 2020 after impact on SFAS 71 and 73 2.853 - - (620.768) Balance, 1 January 2020* *Konsolidasian Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 3/2 - Schedule
  11. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) Catatan/ Notes Pindahan Perubahan ekuitas karena kombinasi bisnis entitas sepengendali: Transfer aset dan liabilitas dari BBI2) bersih 1) 2) (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2020 Dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk/Attributable to equity holders of the parent entity Cadangan nilai Cadangan kerugian wajar bersih penurunan nilai efek-efek untuk kredit ekspektasian tujuan investasi untuk efek-efek pada nilai wajar untuk tujuan melalui investasi pada nilai penghasilan wajar melalui komprehensif lain/ penghasilan Tambahan Net fair value komprehensif lain/ modal reserve Allowance for Saldo laba/ disetorDana investment expected credit Cadangan Retained earnings bersih/ setoran securities at fair losses of investment revaluasi Additional modal/ value through securities at fair aset tetap/ Telah Belum paid-in Advance other value through other Fixed assets Ditentukan Ditentukan capital capital comprehensive comprehensive revaluation penggunaanya/ penggunaannya/ net payment income income reserve Appropriated Unappropriated1) Modal ditempatkan dan disetor penuh/ Issued and fully paid-up capital 3.837.985 17.981.833 10.821.490 387.976 50 1.913.513 374.581 Jumlah/ Total 676.385 35.993.813 Kepentingan nonpengendali/ Noncontrolling interests Jumlah ekuitas/ Total equity 10 1d,2ah,30 Penyesuaian tarif pajak atas aset pajak tangguhan-bersih yang berasal dari BBI sesuai tarif pajak yang berlaku di Bank 1d,2ah,23h, 30 Penyesuaian pencatatan atas aset tetap yang dibeli dari BBI sesuai dengan nilai buku BBI 2ah,15,23h 30 Saldo, 31 Desember 2020* STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* - (367.904) - 18.887 - - - - (349.017) - - (576.049) - 4.620 - - - - (571.429) - - (167.116) - - - 165.192 - - (1.924) - 10.821.490 411.483 50 2.078.705 374.581 676.385 3.837.985 16.870.764 Termasuk dalam saldo laba adalah pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti - bersih Bangkok Bank Public Company Limited, Cabang Jakarta, Cabang Pembantu Surabaya, dan Cabang Pembantu Medan (“Bangkok Bank Indonesia” atau “BBI”) 35.071.443 10 35.993.823 Brought forward Change in equity due to business combination under common control: Transfer assets and liabilities (349.017) from BBI2) - net Tax rate adjustment on deferred tax assets - net from BBI in accordance with applicable tax (571.429) rate of the Bank Adjustment on recording of fixed assets purchased from BBI based (1.924) on BBI’s book value 35.071.453 Balance, 31 December 2020* Included in retained earnings are remeasurements of defined benefit liabilities - net 1) Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta Branch, Surabaya Sub-Branch, and Medan Sub-Branch (“Bangkok Bank Indonesia” or “BBI”) 2) *Konsolidasian Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 3/3 - Schedule
  12. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) Catatan/ Notes ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan pendapatan bunga dan syariah Penerimaan pendapatan provisi dan komisi Penerimaan dari transaksi perdagangan - bersih Pembayaran beban bunga dan syariah Penerimaan kredit yang diberikan yang telah dihapus Penerimaan dari penjualan kredit Pembayaran beban provisi dan komisi Pembayaran beban umum dan administrasi Pembayaran beban gaji dan tunjangan Pembayaran imbalan pascakerja tahun berjalan Penempatan dana pada DPLK perusahaan asuransi Pendapatan dan beban operasional lainnya - bersih STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2020* 2021 CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES 10.961.648 10.822.048 1.415.192 1.167.012 241.982 (4.249.555) 372.917 (4.949.034) 575.933 92.046 (104.790) 497.596 225.598 (102.917) (1.320.454) (2.639.946) (1.346.154) (2.781.738) (12.969) (16.336) 35 25 (67.432) 4.891.655 (Penurunan)/kenaikan aset operasi: Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit yang diberikan Tagihan akseptasi Aset lain-lain Kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi: Liabilitas segera Simpanan dari nasabah Giro Tabungan Deposito berjangka Simpanan dari bank-bank lain Beban masih harus dibayar Liabilitas lain-lain Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebelum pembayaran pajak penghasilan Pembayaran pajak penghasilan Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan efek-efek untuk tujuan investasi Pembelian efek-efek untuk tujuan investasi Penerimaan bunga dari efek-efek untuk tujuan investasi Penerimaan dari divestasi entitas anak setelah dikurangi kas yang dilepas Hasil penjualan aset tetap Hasil penjualan aset yang tidak digunakan Perolehan aset tetap dan aset dalam penyelesaian Perolehan aset takberwujud dan aset takberwujud dalam penyelesaian Kas bersih dari integrasi BBI Kas bersih yang (digunakan untuk)/ diperoleh dari aktivitas investasi (3.146.125) 765.103 8.027.268 (10.869.081) (2.111) 28.305 57.045 (160.000) 106.111 Interest and sharia income received Fees and commission income received Receipts from trading transactions - net Interest and sharia expenses paid Loan recoveries received Proceed from sale of loan Fees and commission expense paid General and administrative expenses paid Salaries and benefits expense paid Payments of post-employment benefits during the year Fund placements in DPLK insurance companies Other operating income and expenses - net 3.835.103 869.363 696.921 (20.737.885) (2.195.045) 8.173 892.489 (20.349) 18.246.991 4.450.267 11.613.472 992.132 97.636 (309.919) 7.385.867 4.057.820 6.673.127 (721.910) 31.694 373.537 34.842.638 (34.520) 1.148.905 - 34.808.118 1.148.905 (Decrease)/increase in operating assets: Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading Securities purchased under resale agreements Loans Acceptance receivables Other assets Increase/(decrease) in operating liabilities: Liabilities payable on demand Deposits from customers Demand deposits Savings Time deposits Deposits from other banks Accruals Other liabilities Net cash provided by operating activities before income taxes Income taxes paid Net cash provided by operating activities CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES 21.557.327 13.690.745 (38.837.992) (20.017.218) 1.303.594 1.130.466 240.132 1.503 581 1e 15 - 13.553 15 (205.302) (333.713) (193.752) - (139.488) 14.029.404 16 (16.134.490) *Konsolidasi 8.374.330 Sale of investment securities Purchase of investment securities Interest received from investment securities Proceeds from divestment of subsidiary - net of cash divested Proceeds from sale of fixed assets Proceeds from sales of unused assets Acquisition of fixed assets and construction in progress Acquisition of intangible assets and intangible assets in progress Net cash from BBI integration Net cash (used in)/ provided by investing activities Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 4/1 – Schedule
  13. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk LAPORAN ARUS KAS UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2021 DAN 2020* (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) Catatan/ Notes ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kas yang digunakan untuk pembayaran utang bank Pembayaran utang kepada pemegang saham Penerimaan dana setoran modal Pelunasan utang subordinasi Pembayaran bunga utang bank Pembayaran bunga utang subordinasi Pembayaran bunga liabilitas sewa Pembayaran liabilitas sewa Penurunan pada utang efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Pembelian saham treasuri Hasil emisi bersih dari Penawaran Umum Terbatas IX Beban emisi dari Penawaran Umum Terbatas IX Kenaikan pada penempatan oleh bank-bank lain STATEMENTS OF CASH FLOWS FOR THE YEARS ENDED 31 DECEMBER 2021 AND 2020* (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 2020* 2021 CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES 1d 31 27 (12.879) (700.000) - (10.809.450) 10.821.490 (1.560.000) (351) (82.250) (6.841) (99.372) (199.012) (10.799) (90.891) (6) (4.733.309) - 141.174 24 Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan - (5.952) - 1.342 8 (751.905) Cash used for bank loan repayment Payment of payable to shareholder Receipt of advance capital payment Payment of subordinated debts Payment of interest of bank loans Payment of interest on subordinated debt Payment of interest of lease liablities Payment of lease liabilities Decrease)/increase in securities sold under repurchase agreements Purchase of treasury shares Proceeds from Limited Public Offering IX Issuance cost of Limited Public Offering IX Increase in placement from other banks Net cash used in financing activities (6.595.193) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 17.921.723 2.928.042 NET INCREASE IN CASH AND CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS, AWAL TAHUN 25.991.667 23.201.983 CASH AND CASH EQUIVALENTS, BEGINNING OF YEAR PENGARUH FLUKTUASI KURS MATA UANG ASING PADA KAS DAN SETARA KAS (53.124) KAS DAN SETARA KAS, AKHIR TAHUN (138.358) 43.860.266 Kas dan setara kas terdiri dari: Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - jatuh tempo dalam 3 bulan sejak tanggal perolehan 25.991.667 1.978.137 10.627.001 3.002.475 2b 28.252.653 Cash and cash equivalents consist of: 1.794.768 Cash 5.013.391 Current accounts with Bank Indonesia 2.563.524 Current accounts with other banks Placements with Bank Indonesia and other banks - mature within 3 months from the date 16.619.984 of acquisition 43.860.266 25.991.667 NET DEBT RECONCILIATION AFFECTED FROM FINANCING ACTIVITIES 31 Desember 2020/ 31 December 2020 Arus kas/ Cash flow Perubahan non-kas/ Non-cash activity 31 Desember 2021/ 31 December 2021 714.935 8 (782.250) 1.342 67.315 - 1.350 9.106.068 184.235 (106.213) 223.811 32.873 9.329.879 110.895 31 Desember 2019/ 31 December 2019 Utang subordinasi Pinjaman diterima Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Liabilitas sewa Utang atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali CASH AND CASH EQUIVALENTS, END OF YEAR 2b,5 2b,6 2b,7 REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN Utang subordinasi Pinjaman diterima Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Liabilitas sewa EFFECT OF FOREIGN EXCHANGE RATE FLUCTUATION ON CASH AND CASH EQUIVALENTS Arus kas/ Cash flow Perubahan non-kas/ Non-cash activity 31 Desember 2020/ 31 December 2020 2.278.818 12.881 (1.759.012) (13.222) 195.129 349 - (101.690) 9.106.068 285.925 4.733.309 (4.733.309) - *Konsolidasi Subordinated debts Borrowings Additional Tier - 1 capital subordinated notes Lease liabilities 714.935 8 Subordinated debts Borrowings Additional Tier - 1 capital 9.106.068 subordinated notes 184.235 Lease liabilities Securities sold under repurchase - agreements payable Consolidated* Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to financial statements form an integral part of these financial statements. Lampiran - 4/2 – Schedule
  14. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM a. 1. Pendirian Bank dan Informasi Umum GENERAL a. The Establishment of the Bank and General Information PT Bank Permata Tbk (dahulu PT Bank Bali Tbk) (“Bank”) didirikan di Indonesia dengan akta pendirian No. 228 tanggal 17 Desember 1954 yang dibuat di hadapan Eliza Pondaag, S.H., selaku pengganti dari Raden Mas Soerojo, S.H., notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia (sekarang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia) berdasarkan Surat Keputusan No. J.A.5/2/2 tanggal 4 Januari 1955, didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 123 tanggal 15 Januari 1955 dan diumumkan dalam Tambahan No. 292 pada Berita Negara Republik Indonesia No. 22 tanggal 18 Maret 1955. PT Bank Permata Tbk (formerly PT Bank Bali Tbk) (the “Bank”) was established in Indonesia based on the notarial deed No. 228 dated 17 December 1954 made before Eliza Pondaag, S.H., a substitute notary of Raden Mas Soerojo, S.H., a notary in Jakarta. The deed of establishment was approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia (now Minister of Law and Human Rights) in its Decision Letter No. J.A.5/2/2 dated 4 January 1955, registered in Jakarta District Court under No. 123 dated 15 January 1955 and published in Supplement No. 292 to State Gazette of the Republic of Indonesia No. 22 dated 18 March 1955. Bank mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Januari 1955. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasarnya, Bank beroperasi sebagai bank umum. Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 19371/U.M.II tanggal 19 Februari 1957. Bank juga memperoleh izin untuk menjalankan aktivitas sebagai bank devisa dan bank yang melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah masingmasing berdasarkan Surat Keputusan Dewan Moneter Bank Indonesia No. Sekr/D.M./97 tanggal 8 Mei 1956 dan Surat Direktorat Perbankan Syariah No. 6/1082/DPbS tanggal 5 Oktober 2004. The Bank started its commercial operations on 5 January 1955. According to article 3 of its Articles of Association, the Bank operates as a commercial bank. The Bank obtained the license as a commercial bank under the Decision Letter of the Minister of Finance No. 19371/U.M.II dated 19 February 1957. The Bank also obtained a license to engage in foreign exchange activities and as a bank which engaged in activities based on sharia principles based on the Decision Letter of the Monetary Council of Bank Indonesia No. Sekr/D.M./97 dated 8 May 1956 and the letter of Directorate of Sharia Banking No. 6/1082/DPbS dated 5 October 2004, respectively. Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan Anggaran Dasar Bank terakhir merupakan perubahan modal ditempatkan dan disetor Bank sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 56 tanggal 29 Juli 2021 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta dan telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Permata Tbk No. AHU-AH.01.03-0433469 tanggal 30 Juli 2021 serta penyesuaian beberapa pasal dalam Anggaran Dasar terhadap ketentuan yang berlaku sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 63 tanggal 27 April 2021 yang dibuat di hadapan notaris yang sama dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan keputusannya No.AHU-0026025.AH.01.02.Tahun2021 tanggal 28 April 2021 serta telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bank Permata Tbk No. AHU-AH.01.030273743 tanggal 28 April 2021. The Bank’s Articles of Association have been amended several times. The latest amendments of Bank’s Articles of Association were amendment of issued and paid-up capital of the Bank as stated in the Deed No. 56 dated 29 July 2021 made before Aulia Taufani, S.H., a notary in Jakarta and has been notified to the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Notification Receipt of Amendment of Articles of Association of PT Bank Permata Tbk No. AHU-AH.01.03-0433469 dated 30 July 2021 and also adjustment of several articles of Articles of Association to applicable regulations as stated in the Deed No. 63 dated 27 April 2021 made by the same notary and has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its decision No. AHU0026025.AH.01.02.Year2021 dated 28 April 2021 and also has been notified to the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Notification Receipt of Amendment of Articles of Association of PT Bank Permata Tbk No. AHU-AH.01.03-0273743 dated 28 April 2021. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, pemegang saham terakhir dan mayoritas dari Bank adalah Bangkok Bank Public Company Limited. As of 31 December 2021 and 2020, the ultimate and majority shareholder of the Bank is Bangkok Bank Public Company Limited. Lampiran - 5/1 - Schedule
  15. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) a. Pendirian (lanjutan) 1. Bank dan Informasi Umum GENERAL (continued) a. The Bank’s head office is located at World Trade Center II, Jalan Jendral Sudirman Kavling 29-31, Jakarta. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank had the following branches and ATMs: Kantor pusat Bank berlokasi di World Trade Center II, Jalan Jendral Sudirman Kavling 2931, Jakarta. Pada 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki kantor cabang dan ATM sebagai berikut: 2021 Kantor cabang (termasuk kantor pusat) Kantor cabang pembantu Kantor layanan syariah Kantor kas Kas keliling/mobil ATM 2020 70 215 264 1 873 70 214 281 17 4 925 Sesuai dengan pasal 3 ayat 2 Anggaran Dasar Bank, Bank dapat melaksanakan kegiatan usaha utama dan kegiatan usaha penunjang yang termasuk menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Bank mulai melakukan kegiatan berdasarkan prinsip syariah sejak bulan November 2004. b. Komposisi Saham Bank b. Saham yang berasal dari Penawaran Umum Perdana Tanggal efektif/ Effective date Tanggal pencatatan/ Registration date 2 Des 1989/ 2 Dec 1989 15 Jan 1990/ 15 Jan 1990 Branches (including head office) Sub-branches Sharia office channeling Cash offices Mobile cash ATMs According to article 3 paragraph 2 of the Bank’s Articles of Association, the Bank can engage in main and supporting business activities which include providing finances and/or carrying out other activities based on sharia principles in accordance with prevailing regulations issued by Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). The Bank had started activities based on sharia principles since November 2004. The Composition of the Bank’s Shares The Bank’s Public Offerings and Private Placements were as follows: Penawaran Umum dan Penempatan Terbatas yang telah dilakukan Bank adalah sebagai berikut: Saham kelas A The Establishment of the Bank and General Information (continued) Jumlah saham (nilai penuh)/ Number of shares (full amount) 3.999.000 Nilai nominal per saham (nilai penuh)/ Par value per share (full amount) Harga penawaran per saham (nilai penuh)/ Offering price per share (full amount) 1.000 9.900 Shares from the Initial Public Offering Shares from the Limited Public Offering (Rights Issue) I Class A shares Bursa Efek Jakarta/ Jakarta Stock Exchange: 10 Sep 1990/ 10 Sep 1990 Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) I Saham pendiri 5 Jul 1990/ 5 Jul 1990 Bursa Efek Surabaya/ Surabaya Stock Exchange: 24 Sep 1990/ 24 Sep 1990 15.508.000 1.000 8.000 5 Nov 1990/ 5 Nov 1990 14 Nov 1990/ 14 Nov 1990 42.525.000 1.000 - Founders’ shares - Bonus shares from capitalisation of additional paid up capital to capital stock Bursa Efek Jakarta/ Jakarta Stock Exchange: 27 Ags 1992/ 27 Aug 1992 Saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor ke modal saham 18 Jun 1992/ 18 Jun 1992 Bursa Efek Surabaya/ Surabaya Stock Exchange: 8 Sep 1992/ 8 Sep 1992 124.064.000 Lampiran - 5/2 - Schedule 1.000
  16. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) b. 1. Komposisi Saham Bank (lanjutan) GENERAL (continued) The Composition of the Bank’s Shares (continued) b. The Bank’s Public Offerings and Private Placements were as follows: (continued) Penawaran Umum dan Penempatan Terbatas yang telah dilakukan Bank adalah sebagai berikut: (lanjutan) Saham kelas A Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) II Tanggal efektif/ Effective date Tanggal pencatatan/ Registration date 27 Jun 1995/ 27 Jun 1995 17 Jul 1995/ 17 Jul 1995 Saham yang berasal dari konversi waran sebelum pemecahan nilai nominal saham - - Saham yang berasal dari pemecahan nilai nominal saham 21 Ags 1997/ 21 Aug 1997 27 Okt 1997/ 27 Oct 1997 Jumlah saham (nilai penuh)/ Number of shares (full amount) 65.133.600 1.374.230 252.603.830 Nilai nominal per saham (nilai penuh)/ Par value per share (full amount) Harga penawaran per saham (nilai penuh)/ Offering price per share (full amount) Class A shares 2.000 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) II 1.000 2.900 Shares from conversion of warrants before stock split 500 - Shares from stock split - Bonus shares from capitalisation of additional paid-up capital to capital stock 1.000 Bursa Efek Jakarta/ Jakarta Stock Exchange: 20 & 31 Jul 1998/ 20 & 31 Jul 1998 Saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor ke modal saham 27 Jun 1998/ 27 Jun 1998 Bursa Efek Surabaya/ Surabaya Stock Exchange: 3 Ags 1998/ 3 Aug 1998 166.738.173 500 1.450 (1 Jan 1998 - 25 Ags 1998)/ (1 Jan 1998 25 Aug 1998) Saham yang berasal dari konversi waran selama periode dari 1 Januari 1998 sampai dengan 31 Desember 1998 Saham yang berasal dari penempatan terbatas dalam rangka peningkatan nilai nominal saham - 28 Mei 2004/ 28 May 2004 - 8 Jun 2004/ 8 Jun 2004 60.000 17 500 500 1.090 (26 Ags 1998 - 31 Des 1998)/(26 Aug 1998- 31 Dec 1998) Shares from conversion of warrants during the period from 1 January 1998 up to 31 December 1998 500 Shares from private placement in connection with the increase in par value of share 672.005.850 Peningkatan nilai nominal saham menjadi Rp12.500 (Rupiah penuh) per saham yang mengakibatkan pengurangan jumlah saham (reverse stock) 28 Mei 2004/ 28 May 2004 8 Jun 2004/ 8 Jun 2004 Jumlah saham kelas A pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 Saham kelas B Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) III ÷25 12.500 - Total class A shares as of 31 December 2021 and 2020 26.880.234 Tanggal efektif/ Effective date Tanggal pencatatan/ Registration date 28 Ags 2000/ 28 Aug 2000 20 Sep 2000/ 20 Sep 2000 Jumlah saham (nilai penuh)/ Number of shares (full amount) 66.528.577.467 Lampiran - 5/3 - Schedule The increase of par value of share to Rp12,500 (whole Rupiah) per share which resulted in the decrease in number of shares (reverse stock) Nilai nominal per saham (nilai penuh)/ Par value per share (full amount) 5 Harga penawaran per saham (nilai penuh)/ Offering price per share (full amount) 80,51 Class B shares Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) III
  17. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) b. 1. Komposisi Saham Bank (lanjutan) GENERAL (continued) The Composition of the Bank’s Shares (continued) b. The Bank’s Public Offerings and Private Placements were as follows: (continued) Penawaran Umum dan Penempatan Terbatas yang telah dilakukan Bank adalah sebagai berikut: (lanjutan) Tanggal efektif/ Effective date Tanggal pencatatan/ Registration date Penerbitan saham bagi pemegang saham PT Bank Universal Tbk 30 Sep 2002/ 30 Sep 2002 1 Okt 2002/ 1 Oct 2002 Saham yang berasal dari penempatan terbatas dalam rangka penggabungan 30 Sep 2002/ 30 Sep 2002 1 Okt 2002/ 1 Oct 2002 Saham kelas B Saham yang berasal dari penempatan terbatas dalam rangka peningkatan nilai nominal saham 28 Mei 2004/ 28 May 2004 8 Jun 2004/ 8 Jun 2004 Jumlah saham (nilai penuh)/ Number of shares (full amount) 15.266.453.664 111.111.111.111 8 Nilai nominal per saham (nilai penuh)/ Par value per share (full amount) 5 5 5 Harga penawaran per saham (nilai penuh)/ Offering price per share (full amount) Class B shares - Shares issuance to PT Bank Universal Tbk’s shareholders - Shares from private placement in relation with the Bank’s merger 39,40 Shares from private placement in connection with theincrease in par value of share 192.906.142.250 Peningkatan nilai nominal saham menjadi Rp125 (Rupiah penuh) per saham yang mengakibatkan pengurangan jumlah saham (reverse stock) 28 Mei 2004/ 28 May 2004 8 Jun 2004/ 8 Jun 2004 Jumlah saham kelas B setelah reverse stock Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) IV 3 Nov 2010/ 3 Nov 2010 6 Des 2010/ 6 Dec 2010 ÷25 125 - The increase of par value of share to Rp125 (whole Rupiah) per share which resulted in the decrease in number of shares (reverse stock) 7.716.245.690 Total class B shares after reverse stock 1.290.520.987 1.549 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) IV 125 Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) V 22 Nov 2012/ 22 Nov 2012 6 Des 2012/ 6 Dec 2012 1.642.481.256 125 1.215 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) V Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) VI 19 Des 2013/ 19 Dec 2013 24 Jan 2014/ 24 Jan 2014 1.207.706.806 125 1.242 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) VI Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) VII 19 Mei 2016/ 19 May 2016 16 Jun 2016/ 16 Jun 2016 10.456.095.082 125 526 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) VII Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) VIII 8 Mei 2017/ 8 May 2017 7 Jun 2017/ 7 Jun 2017 526 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) VIII Jumlah saham kelas B pada 31 Desember 2020 Saham yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) IX 30 Juni 2021/ 30 June 2021 28 Juli 2021/ 28 July 2021 Jumlah saham kelas B pada 31 Desember 2021 5.702.809.150 125 28.015.858.971 Total class B shares as of 31 Desember 2020 8.138.620.315 Shares from Limited Public Offering (Rights Issue) IX 36.154.479.286 Saham-saham tersebut di atas telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Lampiran - 5/4 - Schedule 125 1.347 Total class B shares as of 31 Desember 2021 Those shares above have been listed on the Indonesia Stock Exchange.
  18. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) b. 1. Komposisi Saham Bank (lanjutan) GENERAL (continued) The Composition of the Bank’s Shares (continued) b. Pada tanggal 12 Desember 2019, PT Astra International Tbk, Standard Chartered Bank dan Bangkok Bank Public Company Limited mendatangani Conditional Share Purchase Agreement (“CSPA”) sehubungan dengan rencana penjualan saham Bank oleh pemilik saham mayoritas, yaitu PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank, kepada Bangkok Bank Public Company Limited. Pada tanggal 20 Mei 2020, PT Astra International Tbk, Standard Chartered Bank, dan Bangkok Bank Public Company Limited telah menandatangani Akta Pengambilalihan No. 19, di hadapan Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta. Dengan ditandatanganinya Akta Pengambilalihan tersebut, maka transaksi penjualan saham Bank oleh PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank kepada Bangkok Bank Public Company Limited berlaku efektif pada tanggal 20 Mei 2020. On 12 December 2019, PT Astra International Tbk, Standard Chartered Bank and Bangkok Bank Public Company Limited signed Conditional Share Purchase Agreement (“CSPA”) related to the plan to sell the Bank’s shares owned by the majority shareholders, i.e. PT Astra International Tbk and Standard Chartered Bank, to Bangkok Bank Public Company Limited. On 20 May 2020, PT Astra International Tbk, Standard Chartered Bank, and Bangkok Bank Public Company Limited has signed Deed of Acquisition No. 19, made before Aulia Taufani, S.H., a notary in Jakarta. With the signing of the Deed of Acquisition, therefore the sale transaction of the Bank’s shares by PT Astra International Tbk and Standard Chartered Bank to Bangkok Bank Public Company Limited became effective on 20 May 2020. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 27 April 2021, para pemegang saham telah menyetujui untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) sejumlah sebanyak-banyaknya 88.000.000.000 saham baru kelas B, yang mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham kelas A, dengan nilai nominal saham kelas B sebesar Rp125 (Rupiah penuh) per saham yang ditawarkan kepada para pemegang saham lama. At the Extraordinary General Meeting of Shareholders on 27 April 2021, the shareholders approved the increase of issued and paid up capital through Limited Public Offering with issuance of Pre-Emptive Rights (Rights Issue), at maximum of 88,000,000,000 new class B shares, which have the same rights and are equal in every aspect with the class A shares, at par value of class B shares is Rp125 (whole Rupiah) per share, to the existing shareholders. Melalui Penawaran Umum Terbatas IX, Bank menawarkan sejumlah sebanyak-banyaknya 8.138.620.315 saham baru kelas B dengan nilai nominal Rp125 (Rupiah penuh) per saham. Setiap pemegang saham yang memiliki 400.000 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Bank pada tanggal 12 Juli 2021 berhak membeli 116.089 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp1.347 (Rupiah penuh) per saham. Through Rights Issue IX, the Bank offer at the maximum of 8,138,620,315 new class B share, at par value of Rp125 (whole Rupiah) per share to existing shareholders. Each existing shareholder which registered in the Bank’s Shareholders Register as of 12 July 2021 was given the right to buy 116,089 new shares at a price of Rp1,347 (whole Rupiah) per share for every 400,000 old shares owned. Penawaran Umum Terbatas IX ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan Bank dan seluruhnya akan digunakan untuk membiayai peningkatan kredit dan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha. Bank memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif atas Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas tersebut dari Dewan Komisioner OJK Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal No. S-105/D.04/2021 tanggal 30 Juni 2021. Pada tanggal 28 Juli 2021, proses Penawaran Umum Terbatas IX telah diselesaikan, sehingga modal yang ditempatkan dan disetor penuh Bank mengalami peningkatan sebesar Rp1.017.328 yang terdiri dari 8.138.620.315 saham kelas B. The purpose of Rights Issue IX is to strengthen the Bank’s capital and to increase the Bank’s loans and productive assets in relation with the Bank’s business development. The Bank obtained the Letter of Effective Notification on the Limited Public Offering from the Board of Commissioners OJK Executive Chairman of Capital Market Supervisory No. S-105/D.04/2021 dated 30 June 2021. On 28 July 2021, the Rights Issue IX has been completed, where the Bank’s issued and fully paid up capital was increased by Rp1,017,328 and consists of 8,138,620,315 class B shares. Lampiran - 5/5 - Schedule
  19. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) c. d. 1. Peleburan Usaha GENERAL (continued) c. Merger Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dengan akta notaris A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M No. 45 tanggal 27 September 2002, Bank dan 4 Bank Dalam Penyehatan (“BDP”), yang terdiri dari PT Bank Universal Tbk (“Universal”), PT Bank Prima Express (“Primex”), PT Bank Artamedia (“Artamedia”) dan PT Bank Patriot (“Patriot”), dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilakukan oleh masing-masing bank, sepakat melakukan peleburan usaha. Based on the Minutes of Extraordinary of General Meeting of Shareholders which was effected by the notarial deed of A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M No. 45 dated 27 September 2002, the Bank and 4 Banks Under Restructuring (“BUR”), consisting of PT Bank Universal Tbk (“Universal”), PT Bank Prima Express (“Primex”), PT Bank Artamedia (“Artamedia”) and PT Bank Patriot (“Patriot”), with the approval from the Extraordinary General Meetings of Shareholders of each respective bank, agreed to enter into a merger. Bank Indonesia menyetujui peleburan usaha 4 BDP dengan Bank berdasarkan Keputusan Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 4/159/KEP.DpG/2002 tanggal 30 September 2002. Peleburan usaha tersebut menjadi efektif sejak tanggal persetujuan perubahan Anggaran Dasar Bank Hasil Penggabungan Usaha oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-18778.HT.01.04.TH.2002 tanggal 30 September 2002. Bank Indonesia approved the merger of the 4 BUR into the Bank based on the Decision of the Deputy Governor of Bank Indonesia No. 4/159/KEP.DpG/2002 dated 30 September 2002. The merger subsequently became effective after the approval of the changes in the Surviving Bank’s Articles of Association by the Minister of Justice and Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C-18778.HT.01.04.TH.2002 dated 30 September 2002. Berdasarkan surat Deputi Gubernur Bank Indonesia No. 4/162/KEP.DpG/2002 tanggal 18 Oktober 2002, Bank Indonesia telah menyetujui: Based on the letter of Deputy Governor of Bank Indonesia No. 4/162/KEP.DpG/2002 dated 18 October 2002, Bank Indonesia approved: 1. Perubahan nama Bank dari PT Bank Bali Tbk menjadi PT Bank Permata Tbk. 1. The change of the Bank’s name from PT Bank Bali Tbk to PT Bank Permata Tbk. 2. Izin usaha Bank sebagai bank umum berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 19371/U.M.II tanggal 19 Februari 1957 tetap berlaku bagi PT Bank Permata Tbk. 2. The Bank’s business license as a commercial bank based on the Decree of the Minister of Finance of the Republic of Indonesia No. 19371/U.M.II dated 19 February 1957 is still valid for PT Bank Permata Tbk. Integrasi Usaha d. Business Integration Pada tanggal 7 Oktober 2020, Bank telah mengumumkan Ringkasan Rancangan Integrasi antara Bank dan Bangkok Bank Public Company Limited, Cabang Jakarta, Cabang Pembantu Surabaya, dan Cabang Pembantu Medan (“Bangkok Bank Indonesia/BBI”). Integrasi ini sesuai arahan OJK sebagaimana tertuang dalam surat nomor SR-129/PB.12/2020 pada tanggal 15 Mei 2020 perihal persetujuan akuisisi Bank oleh Bangkok Bank Public Company Limited (“BBL”), dimana OJK meminta BBL mendukung kebijakan konsolidasi perbankan di Indonesia dengan melakukan integrasi antara Bank dengan Kantor Cabang BBL yang berada di Indonesia. On 7 October 2020, the Bank has announced the Abridged Integration Plan between the Bank and Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta Branch, Surabaya SubBranch, and Medan Sub-Branch (“Bangkok Bank Indonesia/BBI”). This integration is in accordance with OJK direction as stipulated in the letter number SR-129/PB.12/2020 dated 15 May 2020 regarding acquisition approval of the Bank by Bangkok Bank Public Company Limited (“BBL”), where OJK has requested BBL to support the banking consolidation policy in Indonesia by performing integration between the Bank and BBL Branch Offices in Indonesia. Integrasi BBI ke dalam Bank sebagai bank penerima integrasi akan dilakukan dengan cara mengalihkan secara hukum aset dan liabilitas tertentu yang merupakan objek Integrasi dari BBI kepada Bank sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) nomor 41/POJK.03/2019 (“POJK 41”) tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum. The integration of BBI to the Bank as the recipient bank of the integration will be conducted by legally transfer of certain assets and liabilities which are the objects of integration from BBI to the Bank in accordance with OJK Regulation (“POJK”) number 41/POJK.03/2019 (“POJK 41”) regarding Merger, Consolidation, Take Over, Integration, and Conversion of Commercial Bank. Lampiran - 5/6 - Schedule
  20. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) d. 1. Integrasi Usaha (lanjutan) GENERAL (continued) d. Business Integration (continued) Integrasi ini telah disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank pada tanggal 1 Desember 2020 serta telah disetujui oleh OJK melalui suratnya nomor 89/KDK.03/2020 tanggal 17 Desember 2020 tentang Pemberian Izin Integrasi Kantor Cabang Bangkok Bank Ltd ke dalam PT Bank Permata Tbk (Hasil Integrasi). The integration has been approved by the Bank’s Extraordinary General Meeting of Shareholders on 1 December 2020 and has been approved by OJK through its letter number 89/KDK.03/2020 dated 17 December 2020 regarding Permit for Integration of Bangkok Bank Ltd Branch Offices into PT Bank Permata Tbk (Result of Integration). Tanggal efektif integrasi antara Bank dan BBI adalah tanggal 21 Desember 2020 yang merupakan tanggal persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar Bank dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Hal ini tercermin pada Akta Integrasi No. 29 tanggal 18 Desember 2020 yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta serta perubahan Anggaran Dasar Bank yang tertuang dalam Akta No.30 tanggal 18 Desember 2020 yang dibuat di hadapan notaris yang sama dan disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam keputusan No. AHU-0084780.AH.01.02.Tahun 2020 tanggal 21 Desember 2020. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan POJK 41. The effective date of the integration between the Bank and BBI is on 21 December 2020 which is the approval date of the amendment of the Articles of Association of the Bank from Minister of Law and Human Rights of the Republic Indonesia. This matter is reflected on Integration Deed No. 29 dated 18 December 2020 made before Aulia Taufani, S.H., a notary in Jakarta and the amendment of Article of Association of the Bank on Deed No. 30 dated 18 December 2020 of the same notary which was approved by Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia on its decision No. AHU0084780.AH.01.02.Year-2020 dated 21 December 2020. This is in accordance with stipulation of POJK 41. Pada tanggal efektif integrasi, jumlah tercatat aset dan liabilitas serta ekuitas yang digunakan sebagai basis integrasi adalah posisi tutup buku 20 Desember 2020 masing-masing sebesar Rp25.271.097, Rp25.252.210, serta Rp18.887 sehingga nilai aset bersih yang dialihkan adalah Rp nihil. Bank dan BBI merupakan entitas sepengendali sehingga transaksi integrasi usaha diakui pada nilai tercatatnya berdasarkan metode penyatuan kepemilikan (lihat Catatan 2ah). On the effective date of integration, the carrying amount of the assets and liabilities as well as equity which were used as the basis of integration is the closing position as at 20 December 2020 amounted to Rp25,271,097; Rp25,252,210; and Rp18,887, respectively as such, the transferred net asset value is equal to Rp nil. The Bank and BBI are entities under common control; therefore, the business integration transaction is recognised at its carrying value under pooling of interest method (refer to Note 2ah). Rincian aset dan liabilitas yang ditransfer dari BBI kepada Bank pada tanggal efektif integrasi adalah sebagai berikut: Details of the assets and liabilities transferred from BBI to the Bank as at the effective date of integration are as follows: Aset Kas Giro pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - bersih Aset keuangan untuk diperdagangkan Kredit yang diberikan Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih Aset pajak tangguhan - bersih 14.017.601 20.403 12.541.228 (3.794.551) 1.105.724 1.377.181 Jumlah aset 25.271.097 Total assets Liabilitas Simpanan dari nasabah Giro Deposit berjangka Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan Liabilitas lain-lain Utang kepada pemegang saham 804.833 3.730.829 25.803 19.595 20.671.150 Liabilities Deposits from customers Demand deposits Time deposits Financial liabilities held for trading Other liabilities Payable to shareholder Jumlah liabilitas 25.252.210 Total liabilities Ekuitas Cadangan nilai wajar bersih - efek-efek untuk tujuan investasi pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 18.887 Equity Net fair value reserve - Investment securities at fair value through other comprehensive income Jumlah ekuitas 18.887 Total equity - Net asset value Nilai aset bersih 3.511 Lampiran - 5/7 - Schedule Assets Cash Current accounts with Bank Indonesia and other Banks - net Financial assets held for trading Loans Less: allowance for impairment losses Investment securities - net Deferred tax assets - net
  21. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) d. 1. Integrasi Usaha (lanjutan) GENERAL (continued) d. Business Integration (continued) Sesuai dengan PSAK 38 mengenai kombinasi bisnis entitas sepengendali (lihat Catatan 2ah), Bank harus menyajikan informasi integrasi usaha sejak Bank dan BBI menjadi entitas sepengendali, yaitu sejak tanggal efektif akuisisi Bank oleh Bangkok Bank Public Company Limites (“BBL”). Oleh karena itu, informasi keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian ini termasuk laba rugi BBI atas aset dan liabilitas yang ditransfer ke Bank sebesar Rp367.904, yaitu laba rugi BBI sejak tanggal 20 Mei 2020 (tanggal efektif akuisisi) sampai dengan 20 Desember 2020 (sebelum tanggal efektif integrasi) dengan rincian sebagai berikut: In accordance with SFAS 38 related to business combination under common control (refer to Note 2ah), the Bank is required to present the business integration information since the Bank and BBI become entities under common control, which is since the effective date of acquisition of the Bank by Bangkok Bank Public Company Limited (“BBL”). Thus, the financial information in the consolidated statements of profit or loss includes BBI’s profit or loss of assets and liabilities transferred to the Bank amounted to Rp367,904, which is BBI’s profit or loss from 20 May 2020 (effective date of acquisition) to 20 December 2020 (before effective date of integration) with the following details: 20 Mei 2020 20 Desember 2020/ 20 May 2020 20 December 2020 Pendapatan bunga Beban bunga 781.944 (196.096) Pendapatan bunga - bersih Interest income Interest expense 585.848 Net interest income Pendapatan provisi dan komisi - bersih Pendapatan transaksi perdagangan - bersih Pendapatan operasional lainnya 5.844 7.131 12.545 Net fees and commission income Net trading income Other operating income Jumlah pendapatan operasional lainnya 25.520 Total other operating income Jumlah pendapatan operasional 611.368 Total operating income Pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan 376.251 Recovery of impairment losses on financial assets Beban operasional lainnya Umum dan administrasi Gaji dan tunjangan pengurus dan karyawan Lain-lain (25.629) (63.224) Other operating expenses General and administrative Salaries and benefits to management and employees Others (108.365) Total other operating expenses (19.512) Jumlah beban operasional lainnya 267.886 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 879.254 BEBAN PAJAK PENGHASILAN Kini Tangguhan (511.059) (291) INCOME BEFORE INCOME TAX INCOME TAX EXPENSE Current Deferred (511.350) LABA BERSIH 367.904 Atas penggabungan laba rugi BBI sebagaimana dijelaskan sebelumnya, jumlah saldo laba dari BBI sebesar Rp367.904 dibukukan sebagai Tambahan modal disetor - bersih (lihat Catatan 30). Jumlah aset, liabilitas, dan akumulasi penghasilan komprehensif lain BBI pada tanggal 20 Mei 2020 (tanggal efektif Bank bergabung dalam sepengendalian) masingmasing sebesar Rp24.690.752, Rp25.056.114, dan Rp2.542 (tidak diaudit). Lampiran - 5/8 - Schedule NET INCOME For the consolidated profit or loss from BBI as previously explained, the total retained earnings from BBI amounted to Rp367,904 is recorded as Additional paidin capital - net (refer to Notes 30). Total assets, liabilities, and accumulated other comprehensive income of BBI on 20 May 2020 (effective date of the Bank under common control) amounted to Rp24,690,752, Rp25,056,114, and Rp2,542, respectively (unaudited).
  22. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) d. e. 1. Integrasi Usaha (lanjutan) GENERAL (continued) d. Business Integration (continued) Untuk memperkuat permodalan Bank, sesuai dengan persetujuan OJK, Dana Usaha BBI yang dialihkan ke Bank sebesar USD1.465 juta dicatat sebagai Utang Pemegang Saham. Sebagian dari Utang Pemegang Saham ini dikonversikan menjadi Surat Utang Subordinasi Modal Inti Tambahan Tier - 1 (AT-1) sebesar USD700 juta (lihat Catatan 28). Atas sisa Utang Pemegang Saham sebesar USD765 juta, Bank telah melakukan pelunasan penuh pada tanggal efektif integrasi yang diikuti dengan penempatan Dana setoran modal oleh BBL ke Bank sebesar Rp10.821.490. Dana setoran modal ini telah dikonversi menjadi modal saham melalui Penawaran Umum Terbatas IX pada bulan Juli 2021 (lihat Catatan 1b dan 31). To strengthen the Bank’s capital in accordance with OJK approval, BBI’s Working Capital Fund which transferred to the Bank amounted to USD1,465 million are recorded as Payable to Shareholder. A portion of the Payable to Shareholders was converted into Additional Tier - 1 (AT-1) Capital Subordinated Notes amounted to USD700 million (refer to Note 28). For the remaining Payable to Shareholder amounted to USD765 million, the Bank has made full repayment on the effective date of integration followed by the placement of Advance capital payment by BBL to the Bank amounted to Rp10,821,490. This Advance capital payment has been converted into share capital through Rights Issue IX in July 2021 (refer to Note 1b and 31). Terdapat perbedaan tarif pajak yang digunakan oleh BBI sebagai kantor cabang bank asing dengan Bank, sehingga atas saldo aset pajak tangguhan bersih yang ditransfer dari BBI, Bank kemudian melakukan penyesuaian tarif pajak menggunakan tarif pajak yang berlaku di Bank. Selisih atas perbedaan tarif pajak tersebut sebesar Rp576.049 dibukukan pada Tambahan modal disetor - bersih (lihat Catatan 30). Sesuai ketentuan perpajakan, setelah izin usaha BBI telah dicabut oleh BI/OJK yang diperkirakan pada tanggal 21 Desember 2022 atau lebih awal, maka atas kewajiban perpajakan BBI (termasuk piutang pajak) akan beralih ke Bank (pihak yang menerima hasil penggabungan usaha). Atas aset tetap yang dibeli oleh Bank dari BBI sebelum tanggal efektif integrasi, kebijakan akuntansinya telah disesuaikan dan terdapat penyesuaian nilai wajar sebesar Rp167.116 yang dicatat sebagai Cadangan revaluasi aset tetap. There are differences in tax rates by BBI as a branch office of foreign bank with the Bank, therefore, the Bank adjusted the balance of deferred tax assets - net transferred from BBI using the applicable tax rate of the Bank. The difference between the tax rates amounted to Rp576,049 is recorded in Additional paid-in capital - net (refer to Note 30). Based on tax regulation, after the operating license of BBI has been revoked by BI/OJK which is estimated on 21 December 2022 or earlier, the tax obligations of BBI (including tax receivables) will be transferred to Bank (the surviving entity). For fixed assets purchased by the Bank from BBI before the effective date of integration, the accounting policy has been aligned and there is a fair value adjustment of Rp167,116, which recorded as Fixed assets revaluation reserve. Entitas Asosiasi e. Pada tanggal 8 Juni 2010, Bank menandatangani shares sale agreement dengan GE Capital International Holdings Corporation dan PT General Electric Services, di mana Bank mengakuisisi seluruh saham PT Sahabat Finansial Keluarga (“PT SFK”). Bank telah memperoleh persetujuan tertulis dari Bank Indonesia untuk melaksanakan pembelian saham sebagaimana dinyatakan dalam surat Bank Indonesia No. 12/81/DPB3/TPB34/Rahasia tanggal 19 November 2010. Akta jual beli saham telah ditandatangani pada tanggal 8 Desember 2010. PT SFK merupakan entitas anak dari Bank sampai dengan tanggal 30 Desember 2021. Lampiran - 5/9 - Schedule The Bank’s Associate On 8 June 2010, the Bank entered into a shares sale agreement with GE Capital International Holdings Corporation and PT General Electric Services, wherein the Bank acquired all shares of PT Sahabat Finansial Keluarga (“PT SFK”). The Bank obtained written approval from Bank Indonesia to conduct this acquisition as stated in Bank Indonesia letter No. 12/81/DPB3/TPB34/Rahasia dated 19 November 2010. The deed of sale and purchase of shares was signed on 8 December 2010. Up to 30 December 2021, PT SFK is the subsidiary of the Bank.
  23. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) e. f. 1. Entitas Asosiasi (lanjutan) GENERAL (continued) e. The Bank’s Associate (continued) Pada tanggal 30 Desember 2021, Bank dan Honest Financial Technologies International Private Limited (“Honest”) telah menandatangani Akta Pengambilalihan No. 77 tanggal 30 Desember 2021, yang dibuat di hadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,dalam rangka penyelesaian transaksi pengambilalihan PT SFK berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (“CSPA”) tanggal 12 Agustus 2021 (“Pengambilalihan”). Sesuai dengan ketentuan dalam CSPA dan dalam Akta Pengambilalihan, Honest membeli sebanyak 63.636 saham PT SFK atau sebesar 63,64% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor PT SFK dengan harga beli sebesar Rp241.499. Bank mencatat keuntungan atas penjualan investasi sebesar Rp114.001 yang disajikan di dalam “Pendapatan operasional lainnya” pada laporan laba rugi (lihat Catatan 40). On 30 December 2021, the Bank and Honest Financial Technologies International Private Limited (“Honest”) has signed Acquisition Deed No. 77 dated 30 December 2021, made before Notary Aulia Taufani, S.H., for the completion of the acquisition over PT SFK in accordance with Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (“CSPA”) dated 12 August 2021 (“Acquisition”). In accordance with the terms under the CSPA and the Acquisition Deed, Honest purchased 63,636 shares of PT SFK or amounting 63.64% of all issued and paid-up shares of PT SFK at a purchase price of Rp241,999. The Bank recorded gain on sale of investment amounting to Rp114,001 which is presented as part of “Other operating income” in the statement of profit or loss (refer to Note 40). Setelah Pengambilalihan dilakukan, PT SFK melakukan beberapa aksi korporasi sehingga kepemilikan saham Bank di PT SFK pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar 28,79%. Investasi pada PT SFK dicatat sebagai investasi pada entitas asosiasi (lihat Catatan 14). After the completion of the Acquisition, PT SFK has performed several corporate actions, therefore the Bank’s shares ownership in PT SFK as of 31 December 2021 amounted to 28.79%. Investment in PT SFK is recorded as investment in associate (refer to Note 14). Sebelum transaksi diatas, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT SFK tanggal 30 November 2021, Bank menerima pendapatan dividen dari PT SFK sebesar Rp190.000 yang disajikan di dalam “Pendapatan operasional lainnya” pada laporan laba rugi (lihat Catatan 40). Bank telah menerima pembayaran dividen SFK dalam 2 tahap, yaitu tanggal 25 Juni 2021 dan 30 Desember 2021, masing-masing sebesar Rp100.000 dan Rp90.000. Prior to the above transaction, based on PT SFK’s Extraordinary General Meeting of Shareholders dated 30 November 2021, the Bank received dividend income from PT SFK amounting to Rp190,000 which is presented as part of “Other operating income” in the statement of profit or loss (refer to Note 40). The Bank has received dividend payment from PT SFK in 2 phases, on 25 June 2021 and 30 December 2021 amounted to Rp100,000 and Rp90,000, respectively. Dewan Komisaris dan Direksi f. Susunan Dewan Komisaris pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Komisaris Independen Direksi Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Unit Usaha Syariah Direktur Direktur Direktur Board of Commissioners and Board of Directors The composition of the Bank’s Board of Commissioners as of 31 December 2021 and 2020 are as follows: 2021 2020 Chartsiri Sophonpanich Chong Toh Niramarn Laisathit Haryanto Sahari Rahmat Waluyanto Goei Siauw Hong Yap Tjay Soen Chartsiri Sophonpanich Chong Toh Niramarn Laisathit Chalit Tayjasanant Haryanto Sahari Rahmat Waluyanto Goei Siauw Hong Yap Tjay Soen Board of Commissioners President Commissioner Commissioner Commissioner Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Independent Commissioner Chalit Tayjasanant Abdy Dharma Salimin Lea Setianti Kusumawijaya Darwin Wibowo Dhien Tjahajani Herwin Bustaman Djumariah Tenteram Dayan Sadikin Suwatchai Songwanich1) Ridha DM Wirakusumah Abdy Dharma Salimin Lea Setianti Kusumawijaya Darwin Wibowo Dhien Tjahajani Herwin Bustaman Djumariah Tenteram Dayan Sadikin Suwatchai Songwanich2) Board of Directors President Director Director Director Director Compliance Director Sharia Business Unit Director Director Director Director 1) Telah mengajukan pengunduran diri pada tanggal 24 Februari 2022 dan pengunduran dirinya akan disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya. 2) Pengangkatan efektif pada tanggal 5 Mei 2021 Lampiran - 5/10 - Schedule Has submitted his resignation on 24 February 2022 1) and his resignation will be ratified at the next General Meeting of Shareholders. Appointment effective on 5 May 2021 2)
  24. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) g. h. 1. Jumlah Karyawan GENERAL (continued) g. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, karyawan tetap Bank masing-masing berjumlah 7.127 dan 7.009 karyawan (tidak diaudit). As of 31 December 2021 and 2020, the Bank had 7,127 and 7,009 permanent employees, respectively (unaudited). Personil manajemen kunci mencakup anggota Dewan Komisaris dan Dewan Direksi serta pejabat eksekutif yaitu pejabat yang bertanggung jawab langsung kepada Direksi atau mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan dan/atau aktivitas operasional Bank. Key management personnel consists of members of the Board of Commissioners and Board of Directors and key executives who have direct responsibility to the Board of Directors or have significant influence over policies and/or operational activities of the Bank. Komite Audit h. Ketua (Komisaris Independen) Anggota (Komisaris Independen) Anggota (Pihak Independen) Anggota (Pihak Independen) Haryanto Sahari Rahmat Waluyanto Handy Effendy Halim Mieke S. Djalil Komite Remunerasi dan Nominasi i. j. 2020 Rahmat Waluyanto Chong Toh - Rahmat Waluyanto Chong Toh Chalit Tayjasanant Haryanto Sahari Eni Widiarti Soetarso Haryanto Sahari Eni Widiarti Soetarso j. 2020 Haryanto Sahari Haryanto Sahari Rahmat Waluyanto Rahmat Waluyanto Goei Siauw Hong Niramarn Laisathit Chong Toh Darminto Taufik Hakim Goei Siauw Hong Niramarn Laisathit Chalit Tayjasanant Chong Toh Darminto Taufik Hakim k. Susunan Dewan Pengawas Syariah Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Ketua Anggota Risk Monitoring Committee 2021 Dewan Pengawas Syariah Chairman (Independent Commissioner) Member Member Member (Independent Commissioner) Member The composition of the Bank’s Risk Monitoring Committee as of 31 December 2021 and 2020 are as follows: Susunan Komite Pemantau Risiko Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 sebagai berikut: k. Remuneration and Nomination Committee 2021 Komite Pemantau Risiko Ketua (Komisaris Independen) Anggota (Komisaris Independen) Anggota (Komisaris Independen) Anggota Anggota Anggota Anggota (Pihak Independen) Anggota (Pihak Independen) Chairman (Independent Commissioner) Member (Independent Commissioner) Member (Independent Party) Member (Independent Party) The composition of the Bank’s Remuneration and Nomination Committee as of 31 December 2021 and 2020 are as follows: Susunan Komite Remunerasi dan Nominasi Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Ketua (Komisaris Independen) Anggota Anggota Anggota (Komisaris Independen) Anggota Audit Committee The composition of the Bank’s Audit Committee as of 31 December 2021 and 2020 are as follows: Susunan Komite Audit Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: i. Number of Employees Chairman (Independent Commissioner) Member (Independent Commissioner) Member (Independent Commissioner) Member Member Member Member (Independent Party) Member (Independent Party) Sharia Supervisory Board The composition of the Bank’s Sharia Supervisory Board as of 31 December 2021 and 2020 are as follows: H. Muhamad Faiz, MA. Prof. Dr. H. Jaih, SE., MH., M. Ag Lampiran - 5/11 - Schedule Chairman Member
  25. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 1. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UMUM (lanjutan) l. 1. Sekretaris Perusahaan GENERAL (continued) l. Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah Katharine Grace. The Corporate Secretary as of 31 December 2021 and 2020 is Katharine Grace. m. Head of Internal Audit (“SKAI”) m. Kepala Satuan Kerja Audit Internal (“SKAI”) The Bank’s head of SKAI as of 31 December 2021 and 2020 is Anke Subandy. Kepala SKAI Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah Anke Subandy. n. 2. Corporate Secretary Persetujuan Penerbitan Laporan Keuangan n. Approval of the Financial Statements for Issuance Laporan keuangan ini telah disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 11 Maret 2022. These financial statements were authorised for issuance by the Board of Directors on 11 March 2022. Laporan keuangan ini disajikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dalam hal terdapat perbedaan penafsiran akibat penerjemahan bahasa, maka yang digunakan sebagai acuan adalah bahasa Indonesia. These financial statements are presented in Indonesian and English languages. Should there be any difference in interpretation due to translation, the Indonesian version shall prevail. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY POLICIES OF SIGNIFICANT ACCOUNTING Kebijakan-kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan oleh Bank dalam penyusunan laporan keuangan diterapkan secara konsisten dengan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun berakhir 31 Desember 2020, kecuali untuk penerapan dari standar, interprestasi baru/revisi standar yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2021 seperti yang diungkapkan pada Catatan 2d adalah sebagai berikut: The significant accounting policies applied by the Bank in the preparation of its financial statements are applied consistently with the consolidated financial statements for the year ended 31 December 2020, except for the adoption of new and amended standards and interpretations effective beginning 1 January 2021 as disclosed in Note 2d as follows: a. a. Pernyataan Kepatuhan Statement of Compliance Laporan keuangan Bank telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (”SAK”) di Indonesia yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia. The Bank’s financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards (“SAK”) which comprise the Statements and Interpretations issued by the Board of Financial Accounting Standards of the Indonesian Institute of Accountants. Laporan keuangan juga disusun dan disajikan sesuai dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (”BAPEPAM-LK”, yang fungsinya dialihkan kepada OJK sejak tanggal 1 Januari 2013), No. VIII.G.7, yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang ”Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”. Peraturan tersebut sekarang merupakan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan ("OJK"). The financial statements have also been prepared and presented in accordance with Capital Market and Financial Institutions Supervisory Agency (”BAPEPAM-LK”, whose function has been transferred to the OJK starting 1 January 2013), regulation No. VIII.G.7, Appendix of the Decree of the Chairman of the BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June 2012 regarding ”Financial Statements Presentation and Disclosure of the Issuer or Public Company”. The regulation is now a regulation under Indonesian Financial Services Authority ("OJK"). Lampiran - 5/12 - Schedule
  26. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN a. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Pernyataan Kepatuhan (lanjutan) 2. SUMMARY POLICIES a. c. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan SIGNIFICANT ACCOUNTING Statement of Compliance (continued) The Sharia Business Unit’s financial statements have been presented in accordance with the Sharia Financial Accounting Standards and other Financial Accounting Standards as issued by the Indonesian Institute of Accountants. Laporan keuangan Unit Usaha Syariah disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Syariah dan Standar Akuntansi Keuangan lainnya yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. b. OF b. Basis for Preparation Statements of the Financial Laporan keuangan disajikan sesuai dengan PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”. Adapun yang dimaksud dengan laporan keuangan konsolidasian dalam laporan keuangan ini merupakan laporan keuangan konsolidasian 31 Desember 2020. The financial statement are prepared in accordance with SFAS 1, “Presentation of Financial Statements”. The consolidated financial statements referred to throughout these financial statements represent the consolidated financial statements as of 31 December 2020. Laporan keuangan ini disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Bank. Kecuali dinyatakan lain, informasi keuangan yang disajikan telah dibulatkan dan disajikan dalam jutaan Rupiah. Figures in these financial statements are presented in Rupiah, which is the Bank’s functional currency. Unless otherwise stated, financial information are rounded to and presented in millions of Rupiah. Laporan keuangan disusun atas basis akrual dengan menggunakan konsep nilai historis, kecuali jika standar akuntansi mensyaratkan pengukuran nilai wajar. The financial statements have been prepared on the accrual basis using the historical cost concept, except where the accounting standards require fair value measurement. Laporan arus kas menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dan disusun dengan metode langsung. Untuk tujuan penyajian laporan arus kas, kas dan setara kas meliputi kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bankbank lain yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya. The statements of cash flows present the changes in cash and cash equivalents from operating, investing, and financing activities and are prepared using the direct method. For the purpose of presentation of the statements of cash flows, cash and cash equivalents consist of cash, current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks, placements with Bank Indonesia and other banks that mature within three months from the date of acquisition, as long as they are not being pledged as collateral for borrowings nor restricted. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi yang Penting Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi, jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. c. Use of Critical Judgments, Estimates and Assumptions The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standard (“SAK”) requires management to make judgments, estimates, and assumptions that affect the application of accounting policies, the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on management’s best knowledge of current events and activities, actual results may differ from those estimates. Lampiran - 5/13 - Schedule
  27. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) c. d. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi yang Penting (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) c. ACCOUNTING Use of Critical Judgments, Estimates and Assumptions (continued) Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas estimasi akuntansi diakui pada periode di mana estimasi tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. Estimates and underlying assumptions are reviewed on an ongoing basis. Revisions to accounting estimates are recognised in the period in which the estimate is revised and in any future periods affected. Informasi mengenai hal-hal signifikan yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan pertimbangan signifikan dalam penerapan kebijakan akuntansi yang signifikan terhadap laporan keuangan dijelaskan di Catatan 4. Information about significant areas of estimation uncertainties and critical judgments in applying accounting policies that are significant to the financial statements are described in Note 4. Perubahan Kebijakan Akuntansi d. Berikut ini adalah standar, amendemen dan interpretasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2021: Changes in Accounting Policies The following standards, amendments and interpretations became effective since 1 January 2021: - PSAK 112 “Akuntansi Wakaf”; - - Amendemen PSAK 22 “Kombinasi Bisnis” tentang Definisi Bisnis; - - Penyesuaian tahunan terhadap PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan”; Penyesuaian tahunan terhadap PSAK 13 “Properti Investasi”; Penyesuaian tahunan terhadap PSAK 48 “Penurunan Nilai Aset”; Penyesuaian tahunan terhadap PSAK 66 “Pengaturan Bersama”; Penyesuaian tahunan terhadap PSAK 110 “Akuntansi Sukuk”; Penyesuaian tahunan terhadap ISAK 16 “Perjanjian Konsesi Jasa” Penyesuaian tahunan terhadap PSAK 111 “Akuntansi Wa’d”; Amendemen PSAK 55 “Instrumen Keuangan” tentang Pengakuan dan Pengukuran (Pembaruan IBOR Fase 2); Amendemen PSAK 60 “Instrumen Keuangan” tentang Pengungkapan (Pembaruan IBOR Fase 2); Amendemen PSAK 62 “Kontrak Asuransi” (Pembaruan IBOR Fase 2); Amendemen PSAK 71 “Instrumen Keuangan” (Pembaruan IBOR Fase 2); Amendemen PSAK 73 “Sewa” (Pembaruan IBOR Fase 2); - - - - Berikut ini adalah amendemen yang berlaku efektif sejak tanggal 1 April 2021: - Amendemen PSAK 73 “Sewa: Konsesi Sewa Terkait Covid-19 setelah 30 Juni 2021”. - - - SFAS 112 “Accounting for Wakaf (Endowments)”; Amendment to SFAS 22 "Business Combination" related to Definition of a Business; Annual improvements to SFAS 1 “Presentation of Financial Statements”; Annual improvements to SFAS 13 “Investment Property”; Annual improvements to SFAS 48 “Impairment of Assets”; Annual improvements to SFAS 66 “Joint Arrangements”; Annual improvements to SFAS 110 “Sukuk Accounting”; Annual improvements to ISFAS 16 “Service Concession Arrangements” Annual improvements to SFAS 111 “Wa’d Accounting”; Amendment to SFAS 55 “Financial Instruments” related to Recognition and Measurement (IBOR Reform Batch 2); Amendment to SFAS 60 “Financial Instruments” related to Disclosures (IBOR Reform Batch 2); Amendment to SFAS 62 “Insurance Contracts” (IBOR Reform Batch 2); Amendment to SFAS 71 “Financial Instruments” (IBOR Reform Batch 2); Amendment to SFAS 73 “Lease” (IBOR Reform Batch 2); The following amendment became effective since 1 April 2021: - Lampiran - 5/14 - Schedule Amendment to SFAS 73 “Lease: Covid-19 Related Lease Concession after 30 June 2021”.
  28. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) d. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) d. Changes in Accounting Policies (continued) Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Bank dan tidak memiliki dampak yang material terhadap laporan keuangan di tahun berjalan atau laporan keuangan konsolidasian tahun sebelumnya. e. Penjabaran Transaksi dan Saldo dalam Valuta Asing The implementation of the above standards did not result in substantial changes to the Bank’s accounting policies and had no material impact to the financial statements for current or consolidated financial statements for prior financial years. e. Foreign Currency Balances Translation Transactions and Transaksi-transaksi dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Bank, dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Transactions in foreign currencies are translated into Rupiah, the Bank’s functional currency, using the rates prevailing at the transaction date. Pada setiap tanggal pelaporan, aset moneter dan liabilitas moneter dalam valuta asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal laporan (penutupan) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu kurs tengah yang merupakan rata-rata kurs beli dan kurs jual berdasarkan Reuters pada pukul 16.00 WIB. At each reporting date, monetary assets and monetary liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah using exchange rates as of the reporting date (closing) as determined by Bank Indonesia i.e. middle rates which are the average of buying rates and selling rates per Reuters at 16.00 WIB. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam valuta asing dan dari penjabaran aset moneter dan liabilitas moneter dalam valuta asing diakui pada laba rugi tahun berjalan. The foreign exchange gains and losses arising from transactions in foreign currencies and from the translation of monetary assets and monetary liabilities denominated in foreign currencies are recognised in the current year profit or loss. Aset dan liabilitas non-moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Non-monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated using the rates prevailing at the transaction date. Kurs valuta asing utama yang digunakan pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut (Rupiah penuh): The major foreign exchange rates used as of the reporting date were as follows (whole Rupiah): 2021 1 Dolar Amerika Serikat (USD) 1 Dolar Australia (AUD) 1 Dolar Singapura (SGD) 1 Dolar Hong Kong (HKD) 1 Poundsterling Inggris (GBP) 1 Yen Jepang (JPY) 1 Euro (EUR) 1 Yuan Cina (CNY) 1 Franc Swiss (CHF) 1 Dolar New Zealand (NZD) 1 Baht Thailand (THB) f. ACCOUNTING Prinsip Konsolidasi Entitas Asosiasi 2020 14.252,50 10.346,61 10.554,67 1.828,03 19.250,86 123,77 16.112,46 2.236,50 15.585,02 9.732,32 428,52 dan Investasi pada 14.050,00 10.752,47 10.606,18 1.812,30 19.012,46 135,97 17.234,43 2.157,00 15.951,63 10.087,90 468,10 f. 1 United States Dollar (USD) 1 Australian Dollar (AUD) 1 Singapore Dollar (SGD) 1 Hong Kong Dollar (HKD) 1 British Poundsterling (GBP) 1 Japanese Yen (JPY) 1 Euro (EUR) 1 Chinese Yuan (CNY) 1 Swiss Franc (CHF) 1 New Zealand Dollar (NZD) 1 Thailand Baht (THB) Basis of Consolidation and Investment in Associate Prinsip Konsolidasi Basis of Consolidation Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Bank dan entitas anak yang berada di bawah pengendalian Bank. The consolidated financial statements include the financial statements of the Bank and its subsidiary that is controlled by the Bank. Lampiran - 5/15 - Schedule
  29. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) f. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Prinsip Konsolidasi dan Investasi Entitas Asosiasi (lanjutan) YANG pada 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) f. ACCOUNTING Basis of Consolidation and Investment in Associate (continued) Prinsip Konsolidasi (lanjutan) Basis of Consolidation (continued) Suatu pengendalian atas entitas anak dianggap ada bilamana Bank terekspos atas atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak. Bank akan menilai kembali apakah memiliki kendali jika ada perubahan atas satu atau lebih unsur pengendalian. Ini termasuk situasi di mana hak protektif yang dimiliki (seperti yang dihasilkan dari hubungan pinjaman) menjadi substantif dan mengakibatkan Bank memiliki kekuasaan atas entitas anak. Control over a subsidiary is presumed to exist if the Bank is exposed to, or has rights to, variable returns from its involvement with the subsidiary and has the ability to affect those returns through its power over the subsidiary. The Bank reassesses whether it has control if there are changes to one or more of the elements of the control. This includes circumstances in which protective rights held (e.g. those resulting from a lending relationship) become substantive and lead to the Bank having power over a subsidiary. Ketika Bank kehilangan kendali atas entitas anak, Bank menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak dan kepentingan nonpengendali terkait dan komponen ekuitas lainnya. Laba atau rugi yang timbul diakui dalam laba rugi. Kepentingan yang dipertahankan di entitas anak sebelumnya diukur sebesar nilai wajar ketika pengendalian hilang. When the Bank loses control over a subsidiary, it derecognises the assets and liabilities of the subsidiary and any related non-controlling interests and other components of equity. Any resulting gain or loss is recognised in profit or loss. Any interest retained in the former subsidiary is measured at fair value when control is lost. Laporan keuangan dari entitas anak dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal pengendalian dimulai sampai dengan tanggal kehilangan pengendalian. The financial statements of subsidiary are included in the consolidated financial statements from the date on which control commences until the date when control ceases. Seluruh transaksi dan saldo signifikan antar perusahaan antara Bank dan entitas anak dieliminasi dalam laporan keuangan konsolidasian, sehingga laporan keuangan konsolidasian hanya mencakup transaksi dan saldo dengan pihak lain. All significant inter-company transactions and balances between the Bank and subsidiary are eliminated in the consolidated financial statements, accordingly, the consolidated financial statements include only transactions and balances with other parties. Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten oleh Bank dan entitas anak. The accounting policies adopted in preparing the consolidated financial statements have been consistently applied by the Bank and subsidiary. Akuisisi entitas anak oleh Bank dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan akuisisi diukur pada nilai wajar aset yang diberikan, instrumen ekuitas yang diterbitkan, liabilitas yang terjadi atau diambil dan penyesuaian harga beli kontinjensi, jika ada, pada tanggal transaksi. Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan dengan nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh pada tanggal akuisisi entitas anak. Goodwill yang timbul dari akuisisi entitas anak diuji penurunan nilainya minimal secara tahunan (lihat Catatan 2t). Biaya-biaya transaksi yang timbul dari akuisisi entitas anak dibebankan langsung pada saat terjadinya. The acquisition method is used to account for the acquisition of subsidiary by the Bank. The cost of acquisition is measured at the fair value of the assets given, equity instruments issued, liabilities incurred or assumed and contingent consideration, if any, at the transaction date. Goodwill represents the excess of the acquisition cost over the fair value of the net identifiable assets acquired at the date of acquisition of a subsidiary. Goodwill arising from the acquisition of subsidiary is tested at least annually for impairment (refer to Note 2t). Transaction costs incurred in the acquisition of subsidiary are directly expensed as incurred. Lampiran - 5/16 - Schedule
  30. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) f. g. h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Prinsip Konsolidasi dan Investasi Entitas Asosiasi (lanjutan) pada 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) f. ACCOUNTING Basis of Consolidation and Investment in Associate (continued) Kepentingan nonpengendali diakui pada tanggal kombinasi bisnis dan selanjutnya disesuaikan dengan proporsi atas perubahan aset bersih teridentifikasi entitas anak. Non-controlling interest is recognised at the date of business combination and subsequently adjusted by proportion of change in identifiable net assets of subsidiary. Perubahan dalam bagian kepemilikan Bank pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian diperlakukan sebagai transaksi antara pemegang ekuitas dan dicatat sebagai transaksi ekuitas. Changes in ownership interest in a subsidiary that do not result in a loss of control are treated as transaction between equity holders and are accounted for as equity transactions. Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk dan dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham nonpengendali atas laba tahun berjalan dan ekuitas entitas anak tersebut berdasarkan persentase kepemilikan pemegang saham nonpengendali pada entitas anak tersebut. Non-controlling interest is presented as part of equity in the consolidated statements of financial position separate from the owner of the parent’s equity and represents the noncontrolling shareholders’ proportionate share in the net income for the year and equity of the subsidiary based on the percentage of ownership of the non-controlling shareholders in the subsidiary. Investasi Pada Entitas Asosiasi Investment in Associate Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dengan metode ini, bagian Bank atas laba rugi entitas asosiasi setelah perolehan diakui dalam laba rugi, dan bagian Bank atas pendapatan komprehensif lain diakui dalam pendapatan komprehensif lain. Perubahan dan penerimaan distribusi dividen dari entitas asosiasi setelah tanggal perolehan disesuaikan terhadap nilai tercatat investasi. Investment in associate is accounted for using the equity method. Based on this method, the Bank’s share of its associate post-acquisition profits or losses are recognised in profit or loss and its share of post-acquisition other comprehensive income is recognised in other comprehensive income. These postacquisition movements and dividend distributions received from associates are adjusted against the carrying amounts of the investment. Jika bagian Bank atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi jumlah kepentingannya pada entitas asosiasi, nilai tercatat investasi tersebut diturunkan sampai nol dan pengakuan kerugian lebih lanjut dihentikan, kecuali Bank memiliki kewajiban untuk melakukan pembayaran atau telah melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi. When the Bank’s share of losses of an associate equals or exceeds its interest in the corresponding associate entities, the carrying amount of the investment is reduced to nil and recognition of further losses is discontinued except to the extent that the Bank has an obligation or has made payments on behalf of the associate entities. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi g. Transactions with Related Parties Dalam laporan keuangan, istilah pihak berelasi digunakan sesuai dengan PSAK 7 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. In the financial statements, the term related parties is used as defined in SFAS 7 “Related Party Disclosures”. Semua transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan menggunakan syarat dan kondisi normal maupun tidak sebagaimana dengan pihak ketiga, yang diungkapkan dalam Catatan 44. All significant transactions and balances with related parties, whether or not conducted under normal terms and conditions as those with third parties, are disclosed in Note 44. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan Aset keuangan Bank terutama terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank-bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain, aset keuangan untuk diperdagangkan, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, tagihan akseptasi, kredit yang diberikan, efek-efek untuk tujuan investasi dan tagihan lainnya (yang disajikan sebagai bagian dari aset lain-lain). h. Financial Assets and Financial Liabilities The Bank’s financial assets mainly consist of cash, current accounts with Bank Indonesia, current accounts with other banks, placements with Bank Indonesia and other banks, financial assets held for trading, securities purchased under resale agreements, acceptance receivables, loans, investment securities and other receivables (presented as part of other assets). Lampiran - 5/17 - Schedule
  31. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. ACCOUNTING Financial Assets and Financial Liabilities (continued) Liabilitas keuangan Bank terutama terdiri dari liabilitas segera, simpanan dari nasabah, simpanan dari bank-bank lain, liabilitas keuangan untuk diperdagangkan, utang akseptasi, pinjaman yang diterima, beban masih harus dibayar dan utang subordinasi, surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 dan liabilitas lain-lain. The Bank’s financial liabilities mainly consist of liabilities payable on demand, deposits from customers, deposits from other banks, financial liabilities held for trading, acceptance payables, borrowings, accruals, subordinated debts, additional Tier - 1 capital subordinated notes and other liabilities. h.1. Klasifikasi h.1. Classification Sesuai dengan PSAK 71, terdapat tiga klasifikasi pengukuran aset keuangan: i. ii. iii. Biaya perolehan diamortisasi; Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”); Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”). In accordance with SFAS 71, there are three measurement classifications for financial assets: i. Amortised cost; ii. Fair value through profit or loss (“FVTPL”); iii. Fair value through other comprehensive income (“FVOCI”). Instrumen ekuitas diklasifikasi dan diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau melalui laba rugi). Jika manajemen telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar atas instrumen ekuitas dalam penghasilan komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan instrumen ekuitas. Equity instruments are classified and measured at fair value (either through other comprehensive income, or through profit or loss). Where management has elected to present fair value gains and losses on equity instrument in other comprehensive income, there is no subsequent reclassification of fair value gains and losses to profit or loss following the derecognition of the equity instrument. Instrumen utang diklasifikasikan menjadi tiga kategori tersebut di atas berdasarkan model bisnis di mana aset keuangan tersebut dimiliki dan karakteristik arus kas kontraktualnya. Model bisnis merefleksikan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Debt instruments are classified into these three categories based on the business model within which they are held and their contractual cash flow characteristics. The business model reflects how groups of financial assets are managed to achieve a particular business objective. Aset keuangan dapat diukur dengan biaya perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak ditetapkan sebagai FVTPL: A financial asset is measured at amortised cost only if it meets both of the following conditions and it is not designated as at FVTPL: - - The financial assets is held within a business model whose objective is to hold the asset to collect contractual cash flows (held to collect); and - Its contractual terms give rise on specified dates to cash flows that are SPPI on the principal amount outstanding. - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan untuk tujuan mendapatkan arus kas kontraktual (held to collect); dan Kriteria kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan arus kas yang merupakan SPPI dari jumlah pokok terutang. Suatu instrumen utang diukur pada FVOCI, hanya jika memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak ditetapkan sebagai FVTPL: A debt instrument measured at FVOCI only if it meets both of the following conditions and is not designated as at FVTPL: - Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuan tercapai dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan (held to collect and sell); dan - - Kriteria kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu menghasilkan arus kas yang merupakan SPPI dari jumlah pokok terutang. - Lampiran - 5/18 - Schedule The financial asset is held within a business model whose objective is achieved by both collecting contractual cash flows and selling the financial asset (held to collect and sell); and Its contractual terms give rise on specified dates to cash flows that are SPPI on the principal amount outstanding.
  32. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) h.1. Klasifikasi (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. ACCOUNTING Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.1. Classification (continued) Seluruh aset keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur dengan biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI sebagaimana ketentuan di atas diukur dengan FVTPL. All financial assets not classified as measured at amortised cost or FVOCI as described above are measured at FVTPL. Aset dapat dijual dari portofolio held to collect ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau tidak sering. Assets may be sold out or held to collect portfolios where there is an increase in credit risk. Disposals for other reasons are permitted but such sales should be insignificant in value or infrequent in nature. Laba rugi yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVOCI ditangguhkan di penghasilan komprehensif lain sampai aset tersebut dihentikan. Unrealised gains or losses of financial assets held at FVOCI are deferred in other comprehensive income until the asset is derecognised. Aset keuangan dapat ditetapkan sebagai FVTPL hanya jika ini dapat mengeliminasi atau mengurangi accounting mismatch. Financial assets may be designated at FVTPL only if doing so eliminates or reduces accounting mismatch. Penilaian apakah arus kas kontraktual hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga semata Assessment of whether contractual cash flows are solely payments of principal and interest Untuk tujuan penilaian ini, ‘pokok’ didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada pengakuan awal. ‘Bunga’ didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan untuk risiko kredit yang terkait dengan jumlah pokok yang terutang selama periode waktu tertentu dan untuk risiko dan biaya pinjaman dasar lainnya (misalnya risiko likuiditas dan biaya administrasi), serta marjin keuntungan. For the purposes of this assessment, ‘principal’ is defined as the fair value of the financial asset on initial recognition. ‘Interest’ is defined as consideration for the time value of money and for the credit risk associated with the principal amount outstanding during a particular period of time and for other basic lending risks and costs (e.g. liquidity risk and administrative costs), as well as profit margin. Dalam menilai apakah arus kas kontraktual adalah SPPI, Bank mempertimbangkan ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Hal ini termasuk menilai apakah aset keuangan mengandung ketentuan kontraktual yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual sehingga tidak memenuhi kondisi ini. Dalam melakukan penilaian, Bank mempertimbangkan: In assessing whether the contractual cash flows are SPPI, the Bank considers the contractual terms of the instrument. This includes assessing whether the financial asset contains a contractual term that could change the timing or amount of contractual cash flows such that it would not meet this condition. In making the assessment, the Bank considers: - - - - kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas; fitur Leverage; persyaratan pelunasan dipercepat dan perpanjangan fasilitas; ketentuan yang membatasi klaim Bank atas arus kas dari aset tertentu (seperti pinjaman non-recourse); dan fitur yang memodifikasi imbalan dari nilai waktu atas uang (seperti penetapan ulang suku bunga berkala). Lampiran - 5/19 - Schedule - - contingent events that would change the amount and timing of cash flows; leverage features; prepayment and extension terms; terms that limit the Bank’s claim to cash flows from specified assets (e.g. non-recourse loans); and features that modify consideration of the time value of money (e.g. periodical reset of interest rates)
  33. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) h.1. Klasifikasi (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. ACCOUNTING Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.1. Classification (continued) Penilaian model bisnis Business model assessment Model bisnis mengacu pada bagaimana aset keuangan dikelola bersama untuk menghasilkan arus kas untuk Bank. Arus kas mungkin dihasilkan dengan menerima arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya. Model bisnis ditentukan pada tingkat agregasi di mana kelompok aset dikelola bersama untuk mencapai tujuan tertentu dan tidak bergantung pada niat manajemen pada instrumen individual. Business model refers to how financial assets are managed together to generate cash flows for the Bank. This may be collecting contractual cash flows, selling financial assets or both. Business models are determined at a level of aggregation where groups of assets are managed together to achieve a particular objective and do not depend on management's intentions for individual instruments. Bank menilai model bisnis pada aset keuangan setidaknya pada tingkat lini bisnis atau pada di mana terdapat variasi mandat/tujuan dalam lini bisnis, pada lini bisnis produk atau pada tingkat desk yang lebih granular (misalnya sub-portofolio atau sub-lini bisnis). The Bank assesses the business model of financial assets at least at business line level or where there are varying mandates or objectives within a business line, at a more granular product business line or desk level (i.e. sub-portfolios or sub-business lines). Penentuan model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan semua bukti relevan yang tersedia pada tanggal penilaian. Ini termasuk, tetapi tidak terbatas pada: Business model determinations are made considering all relevant evidence that is available at the date of the assessment. This includes, but is not limited to: - bagaimana kinerja bisnis dan aset keuangan yang ada di dalam unit bisnis itu dievaluasi dan dilaporkan kepada manajemen. Tingkat pemisahan yang diidentifikasi untuk klasifikasi PSAK 71 harus konsisten dengan bagaimana portofolio aset dipisahkan dan dilaporkan kepada manajemen; risiko yang mempengaruhi kinerja unit bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam unit bisnis itu dan khususnya bagaimana risiko itu dikelola; dan - how the performance of the business and the financial assets held within that business unit are evaluated and reported to management. The level of segregation identified for SFAS 71 classification should be consistent with how asset portfolios are segregated and reported to senior management; - bagaimana manajer unit bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang dikumpulkan). - the risks that affect the performance of the business unit and the financial assets held within that business unit and in particular the way those risks are managed; and how managers of the business unit are compensated (for example, whether the compensation is based on the fair value of the assets managed or on the contractual cash flows collected). - - Penentuan model bisnis dilakukan berdasarkan skenario yang diperkirakan akan terjadi oleh Bank dan tidak dalam kondisi sangat tertekan atau 'kondisi terburuk'. Jika aset dijual dalam kondisi yang tidak diharapkan oleh Bank untuk berlaku ketika aset diakui, klasifikasi aset keuangan yang ada dalam portofolio tidak disajikan secara tidak akurat, tetapi kondisi tersebut harus dipertimbangkan untuk aset yang diperoleh di masa mendatang. Business model determinations are made on the basis of scenarios that the Bank reasonably expects to occur and not under highly stressed or 'worst case' conditions. Where assets are disposed of under conditions that the Bank did not reasonably expect to prevail when the assets were recognised, the classification of existing financial assets in the portfolio are not rendered inaccurate but the conditions in question should be considered for any assets acquired going forward. Perubahan pada model bisnis atau pengenalan model bisnis baru ditentukan melalui proses persetujuan unit bisnis baru. Changes to business models or the introduction of new business models are determined through the new business unit approval process. Bank dapat mereklasifikasi seluruh aset keuangan yang terpengaruh jika dan hanya jika, model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan berubah. The Bank can reclassify all of its financial assets when and only, its business model for managing those financial assets changes. Lampiran - 5/20 - Schedule
  34. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) h.2. Pengakuan 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. ACCOUNTING Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.2. Recognition Bank pada awalnya mengakui kredit yang diberikan dan simpanan pada tanggal perolehan. The Bank initially recognises loans and deposits on the date of origination. Semua aset dan liabilitas keuangan lainnya pada awalnya diakui pada tanggal perdagangan di mana Bank menjadi suatu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut. All other financial assets and liabilities are initially recognised on the trade date at which the Bank becomes a party to the contractual provisions of the instruments. Pembelian dan penjualan aset keuangan yang lazim (reguler) diakui pada tanggal perdagangan di mana Bank memiliki komitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut. Regular way purchases and sales of financial assets are recognised on the trade date at which the Bank commits to purchase or sell those assets. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar ditambah/dikurangi (untuk item yang tidak diukur pada FVTPL) setelah pengakuan awal) biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut. A financial asset or financial liability is initially measured at fair value plus/less (for item not subsequently measured at FVTPL) transaction costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issuance of a financial liability. The subsequent measurement of financial assets and financial liabilities depends on their classification. Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan. Transaction costs include only those costs that are directly attributable to the acquisition of a financial asset or issuance of a financial liability and are incremental costs that would not have been incurred if the instrument had not been acquired or issued. Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi pada awalnya dicatat sebesar nilai wajar dan biaya transaksinya dibebankan pada laporan laba rugi. Aset keuangan yang diukur pada FVOCI dan FVTPL selanjutnya dicatat sebagai nilai wajar. Kredit yang diberikan dan piutang, instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dan aset keuangan dimiliki hingga jatuh tempo dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Financial assets carried at fair value through profit or loss are initially recognised at fair value and transaction costs are expensed in the profit or loss. Financial assets measured at FVOCI and FVTPL are subsequently carried at fair value. Loans and receivables, financial instruments measured at amortised cost, and financial asset held to maturity are carried at amortised cost using the effective interest rate method. Untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada pengakuan awal liabilitas. Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari beban bunga. For financial liabilities, transaction costs are deducted from the amount of debt initially recognised. Such transactions costs are amortised over the terms of the instruments based on the effective interest rate method and are recorded as part of interest expense. Lampiran - 5/21 - Schedule
  35. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) h.3. Pengukuran diamortisasi biaya perolehan 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. ACCOUNTING Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.3. Amortised cost measurement Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal, dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif dengan menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya dan dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. The amortised cost of a financial asset or financial liability is the amount at which the financial asset or liability is measured at initial recognition, less principal repayments, add or less the cumulative amortisation using the effective interest method of any difference between the initial amount recognised and the maturity amount and minus any allowance for impairment losses. Kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok biaya perolehan diamortisasi, dan diakui di dalam laporan laba rugi sebagai “Kerugian penurunan nilai aset keuangan”. The impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as amortised cost and recognised in the statement of profit or loss as “Impairment losses on financial assets”. Tingkat suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi arus kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal. Pada saat menghitung tingkat suku bunga efektif, Bank mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang. The effective interest rate is the rate that exactly discounts the estimated future cash flows through the expected life of the financial asset or financial liability (or, where appropriate, a shorter period) to the net carrying amount at initial recognition. When calculating the effective interest rate, the Bank estimates future cash flows considering all contractual terms of the financial instrument, but does not consider any future credit losses. Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi (lihat Catatan 2h.2) dan seluruh imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif. The calculation of the effective interest rate includes transaction costs (refer to Note 2h.2) and all fees and provisions paid or received that are an integral part of the effective interest rate. h.4. Pengukuran nilai wajar h.4. Fair value measurement Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di mana Bank memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya. Lampiran - 5/22 - Schedule Fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date in the principal market or, in its absence, the most advantageous market to which the Bank has access at that date. The fair value of a liability reflects its non-performance risk.
  36. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) h.4. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. ACCOUNTING Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.4. Fair value measurement (continued) Jika tersedia, Bank mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika transaksi atas aset dan liabilitas terjadi dengan frekuensi dan volume yang memadai untuk menyediakan informasi penentuan harga secara berkelanjutan. When available, the Bank measures the fair value of a financial instrument using the quoted price in an active market for that instrument. A market is regarded as active if transactions for the asset or liability take place with sufficient frequency and volume to provide pricing information on an ongoing basis. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Bank menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi dan relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian yang dipilih menggabungkan semua faktor yang diperhitungkan oleh pelaku pasar dalam penentuan harga transaksi. If there is no quoted price in an active market, then the Bank uses valuation techniques that maximise the use of relevant observable inputs and minimise the use of unobservable inputs. The chosen valuation technique incorporates all of the factors that market participants would take into account in pricing a transaction. Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang diberikan atau diterima. Jika Bank menetapkan bahwa nilai wajar pada pengakuan awal berbeda dengan harga transaksi dan nilai wajar tidak dapat dibuktikan dengan harga kuotasian di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik atau berdasarkan teknik penilaian yang hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi, maka nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal disesuaikan untuk menangguhkan perbedaan antara nilai wajar pada saat pengakuan awal dan harga transaksi. Setelah pengakuan awal, perbedaan tersebut diakui dalam laba rugi berdasarkan umur dari instrumen tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. The best evidence of the fair value of a financial instrument at initial recognition is normally the transaction price, i.e., the fair value of the consideration given or received. If the Bank determines that the fair value at initial recognition differs from the transaction price and the fair value is evidenced neither by a quoted price in an active market for an identical asset or liability nor based on a valuation technique that uses only data from observable markets, then the financial instrument is initially measured at fair value, adjusted to defer the difference between the fair value at initial recognition and the transaction price. Subsequent to initial recognition, that difference is recognised in profit or loss on an appropriate basis over the life of the instrument but no later than when the valuation is wholly supported by observable market data or the transaction is closed out. Jika aset atau liabilitas yang diukur pada nilai wajar memiliki harga penawaran dan harga permintaan, maka Bank mengukur aset dan posisi long berdasarkan harga penawaran dan mengukur liabilitas dan posisi short berdasarkan harga permintaan. If an asset or a liability measured at fair value has a bid price and an ask price, then the Bank measures assets and long positions at a bid price and liabilities and short positions at an ask price. Lampiran - 5/23 - Schedule
  37. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) h.4. Pengukuran nilai wajar (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.4. Fair value measurement (continued) Kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar, yang terekspos risiko pasar dan risiko kredit yang dikelola oleh Bank berdasarkan eksposur netonya baik terhadap risiko pasar ataupun risiko kredit, diukur berdasarkan harga yang akan diterima untuk menjual posisi net long (atau dibayar untuk mengalihkan posisi net short) untuk eksposur risiko tertentu. Penyesuaian pada level kelompok tersebut dialokasikan pada aset dan liabilitas individual berdasarkan penyesuaian risiko relatif dari masingmasing instrumen individual di dalam kelompok. h.5. Penghentian pengakuan ACCOUNTING Portfolios of financial assets and financial liabilities measured at fair value, that are exposed to market risk and credit risk that are managed by the Bank on the basis of the net exposure to either market or credit risk, are measured on the basis of a price that would be received to sell a net long position (or paid to transfer a net short position) for a particular risk exposure. Those portfolio-level adjustments are allocated to the individual assets and liabilities on the basis of the relative risk adjustment of each of the individual instruments in the portfolio. h.5. Derecognition Bank menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau Bank mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi di mana Bank secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Bank diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah. The Bank derecognises a financial asset when the contractual rights to the cash flows from the financial asset expire, or when it transfers the rights to receive the contractual cash flows on the financial asset in a transaction in which substantially all the risks and rewards of ownership of the financial asset are transferred. Any interest in transferred financial assets that is created or retained by the Bank is recognised as a separate asset or liability. Dalam transaksi di mana Bank secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Bank menghentikan pengakuan aset tersebut jika Bank tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak dan kewajiban yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam transfer di mana pengendalian atas aset masih dimiliki, Bank tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, di mana tingkat keberlanjutan Bank dalam aset yang ditransfer adalah sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer. In transactions in which the Bank neither retains nor transfers substantially all the risks and rewards of ownership of a financial asset, the Bank derecognises the asset if it does not retain control over the asset. The rights and obligations retained in the transfer are recognised separately as assets and liabilities as appropriate. In transfers in which control over the asset is retained, the Bank continues to recognise the asset to the extent of its continuing involvement, determined by the extent to which it is exposed to changes in the value of the transferred asset. Lampiran - 5/24 - Schedule
  38. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) h. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) h. h.5. Penghentian pengakuan (lanjutan) Financial Assets and Financial Liabilities (continued) h.5. Derecognition (continued) Bank menghapusbukukan aset keuangan dan cadangan kerugian penurunan nilai terkait, pada saat Bank menentukan bahwa aset keuangan tersebut tidak dapat ditagih seluruhnya. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan informasi seperti telah terjadinya perubahan signifikan pada posisi keuangan debitur/penerbit aset keuangan sehingga debitur/penerbit aset keuangan tidak lagi dapat melunasi kewajibannya, atau hasil penjualan agunan tidak akan cukup untuk melunasi seluruh eksposur kredit yang diberikan. The Bank writes off a financial asset and any related allowance for impairment losses, when the Bank determines that the financial asset is completely uncollectible. This determination is reached after considering information such as the occurrence of significant changes in the financial position of borrower/financial asset’s issuer such that the borrower/financial asset’s issuer can no longer pay the obligation, or that proceeds from collateral will not be sufficient to pay back the entire exposure. h.6. Saling hapus i. h.6. Offsetting Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Bank atau pihak lawan. Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the statement of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis, or realise the asset and settle the liability simultaneously. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default in solvency or bankruptcy or the Bank or the counterparty. Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi. Income and expenses are presented on a net basis only when permitted by accounting standards. Giro pada Bank Indonesia dan Bank-Bank Lain i. Setelah pengakuan awal, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank-bank lain diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. j. ACCOUNTING Penempatan pada Bank Indonesia dan BankBank Lain Current Accounts with Bank Indonesia and Other Banks Subsequent to initial recognition, current accounts with Bank Indonesia and other banks are measured at amortised cost using the effective interest method. j. Placements with Bank Indonesia and Other Banks Setelah pengakuan awal, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Subsequent to initial recognition, placements with Bank Indonesia and other banks are measured at amortised cost using the effective interest method. Pendapatan bunga diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Interest income is recognised in profit or loss using the effective interest method. Lampiran - 5/25 - Schedule
  39. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) k. l. Aset dan Liabilitas Diperdagangkan NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Keuangan untuk 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) k. ACCOUNTING Financial Assets and Liabilities Held for Trading Aset dan liabilitas keuangan yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan pada saat pengakuan awal dan setelah pengakuan awal diakui dan diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang terjadi diakui langsung pada laba rugi. Financial assets and liabilities held for trading are initially recognised and subsequently measured at fair value. Transaction costs are recognised immediately in profit or loss. Semua perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan diakui sebagai bagian dari pendapatan bersih dari transaksi perdagangan pada laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang direalisasi diakui dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan aset keuangan dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan. All changes in the fair value of financial assets and financial liabilities held for trading are recognised as part of net trading income in profit or loss. Realised gains or losses are recognised in profit or loss when the financial assets and financial liabilities held for trading are derecognised. Aset keuangan dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan termasuk semua derivatif, kecuali derivatif yang merupakan kontrak jaminan keuangan atau instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Financial assets and financial liabilities held for trading include all derivatives, except for a derivative that is a financial guarantee contract or a designated and effective hedging instrument. Efek-efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali dan Efek-Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali l. Securities Purchased under Resale Agreements and Securities Sold under Repurchase Agreements Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali merupakan transaksi di mana Bank membeli aset keuangan dan secara simultan masuk ke dalam perjanjian untuk menjual kembali aset (atau aset yang serupa secara substansial) dengan harga tetap di masa depan. Aset yang mendasari tidak diakui dalam laporan keuangan Bank. Setelah pengakuan awal, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali diamortisasi sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak efek-efek dibeli hingga dijual kembali dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Securities purchased under resale agreements are transactions in which the Bank purchases a financial asset and simultaneously enters into an agreement to resell the asset (or substantially similar asset) at a fixed price on a future date. The underlying asset is not recognised in the Bank’s financial statements. Subsequent to initial recognition, securities purchased under resale agreements are measured at amortised cost. The difference between purchase and resale price is amortised as interest income over the period commencing from the acquisition date to the resale date using the effective interest method. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali merupakan transaksi di mana Bank menjual aset keuangan dan secara simultan masuk ke dalam perjanjian untuk membeli kembali aset (atau aset yang serupa secara substansial) dengan harga tetap di masa depan. Securities sold under repurchase agreements are transactions in which the Bank sold a financial asset and simultaneously enters into an agreement to repurchase the asset (or substantially similar asset) at a fixed price on a future date. Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi keuangan sebesar harga beli kembali yang disepakati dikurangi selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang disepakati. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang disepakati tersebut diamortisasi sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek dijual hingga dibeli kembali menggunakan metode suku bunga efektif. Securities sold under repurchase agreements are presented as liabilities in the statement of financial position at the agreed repurchase price less the difference between the selling price and agreed repurchase price. The difference between the selling price and agreed repurchase price is amortised as interest expense over the period commencing from the selling date to the repurchase date using effective interest rate method. Lampiran - 5/26 - Schedule
  40. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG m. Tagihan dan Utang Akseptasi 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) m. Acceptance Receivables and Payables Setelah pengakuan awal, tagihan dan utang akseptasi diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. n. ACCOUNTING Kredit yang Diberikan Subsequent to initial recognition, acceptance receivables and payables are measured at amortised cost using the effective interest method. n. Loans Setelah pengakuan awal, kredit yang diberikan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar sesuai dengan klasifikasinya masingmasing (lihat Catatan 2h.1). Untuk kredit yang diberikan yang diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi, setelah pengakuan awal diukur menggunakan suku bunga efektif. Sedangkan untuk kredit yang diberikan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL, setelah pengakuan awal diukur pada nilai wajar di mana keuntungan atau kerugian atas perubahan nilai wajar dicatat pada pendapatan transaksi perdagangan-bersih. Subsequent to initial recognition, loans are measured at amortised cost or fair value depending on the respective classification (refer to Note 2h.1). For loan which classified as amortised cost, it is subsequently measured using the effective interest method. While for loans which classified as fair value through profit or loss, it is subsequently carried at fair value, with gains or losses arising from changes in fair value are recorded in net trading income. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi sesuai dengan porsi partisipasi risiko yang ditanggung oleh Bank dalam sindikasi. Syndicated loans are stated at amortised cost which represent the Bank’s risk participation in the syndication. Termasuk dalam kredit yang diberikan adalah pembiayaan syariah yang terdiri dari transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah dan transaksi bagi hasil dalam bentuk pembiayaan musyarakah. Murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli dan dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan (wakalah). Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadi di antara para pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan pembagian kerugian dilakukan secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal. Included in the loans are sharia financing which consists of buy-sell transactions in the form of murabahah receivables and revenue contribution in the form of musyarakah financing. Murabahah is a contract to buy and sell goods between the buyer and the seller at the agreed cost and margin and either with or without an order (wakalah). Musyarakah is an contact between investors (musyarakah partners) to participate in a partnership, at an agreed distribution portion nisbah, while losses are proportionately distributed based on the capital contribution. Piutang murabahah dinyatakan sebesar tagihan setelah dikurangi marjin yang ditangguhkan dan cadangan kerugian penurunan nilai. Murabahah receivables are stated at balance of receivables less deferred margin and allowance for impairment losses. Pembiayaan musyarakah dinyatakan sebesar saldo pembiayaan setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Musyarakah financing are stated at balance of financing less allowance for impairment losses. Bank mencatat restrukturisasi kredit bermasalah berdasarkan jenis restrukturisasi. The Bank accounts for troubled debt restructuring in accordance with the type of restructuring. Lampiran - 5/27 - Schedule
  41. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) n. o. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Kredit yang Diberikan (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) n. ACCOUNTING Loans (continued) Dalam restrukturisasi kredit bermasalah yang dilakukan dengan penerimaan aset (termasuk kepentingan ekuitas debitur), Bank mencatat aset tersebut (termasuk kepentingan ekuitas) sebesar nilai wajarnya pada saat restrukturisasi. Kelebihan nilai tercatat kredit yang diberikan di atas nilai wajar aset yang diterima setelah dikurangi estimasi biaya untuk menjual aset tersebut, diakui sebagai kerugian dalam laba rugi tahun berjalan. In troubled debt restructuring which involves a repossession of assets (including an equity interest of the debtor), the Bank records those assets (including an equity interest) at their fair values at the time of restructuring. The excess of the carrying amount of the loans over the fair value of assets received less estimated costs to sell, is recognised as a loss in the current year profit or loss. Dalam hal restrukturisasi kredit bermasalah dilakukan hanya dengan modifikasi persyaratan kredit, Bank mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif dan tidak mengubah nilai tercatat kredit yang diberikan pada tanggal restrukturisasi, kecuali jika jumlahnya melebihi nilai kini penerimaan kas masa depan yang ditentukan dalam persyaratan baru. Jika nilai kini penerimaan kas masa depan sebagaimana yang ditentukan dalam persyaratan baru dari kredit yang direstrukturisasi tersebut lebih rendah daripada nilai tercatat kredit yang diberikan sebelum direstrukturisasi, Bank harus mengurangkan saldo kredit yang diberikan ke suatu jumlah yang sama dengan jumlah nilai kini penerimaan kas masa depan. Jumlah pengurangan tersebut diakui sebagai biaya cadangan kerugian penurunan nilai. In troubled debt restructuring which only involves modification of the credit terms, the Bank accounts for the restructuring’s effect prospectively and does not change the carrying amount of the loans at the time of restructuring, unless the amount exceeds the present value of the total future cash receipts specified in the new terms. If the present value of the total future cash receipts specified in the new terms is lower than the carrying amount of the loans prior to restructuring, the Bank reduces the loans balance to the amount equal to the present value of the total future cash receipts. The amount of the reduction is recognised as allowance for impairment losses. Efek-Efek Untuk Tujuan Investasi o. Investment Securities Efek-efek untuk tujuan investasi, selain efekefek syariah (obligasi pemerintah-Sukuk Ijarah, Sertifikat Bank Indonesia Syariah (“SBIS”) dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah (“SPNS”)), pada saat pengakuan awal diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi. Investment securities, other than sharia securities (government bonds-Sukuk Ijarah, Certificate of Bank Indonesia-Sharia (“SBIS”) and Sharia Treasury Bills (“SPNS”)), are initially measured at fair value plus transaction costs. Setelah pengakuan awal, efek-efek untuk tujuan investasi diukur sesuai dengan klasifikasinya masing-masing, sebagai diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau diukur pada FVOCI. Subsequent to initial recognition, investment securities are measured based on their respective classifications, as either measured at amortised cost or measured at FVOCI. 1. 1. Diukur pada diamortisasi biaya perolehan Setelah pengakuan awal, investasi diukur pada biasa perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Lampiran - 5/28 - Schedule Measured at amortised cost Subsequent to initial recognition, investment measured at amortised cost using effective interest rate method.
  42. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) o. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Efek-Efek Untuk Tujuan Investasi (lanjutan) 2. Diukur pada FVOCI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) o. ACCOUNTING Investment Securities (continued) 2. Setelah pengakuan awal, diukur pada nilai wajar di mana keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar akan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain. Perubahan pada kerugian kredit ekspektasian diakui laba rugi dan diakumulasi pada ekuitas. Pada saat penghentian pengakuan, akumulasi keuntungan atau kerugian nilai wajar bersih, setelah akumulasi cadangan kerugian penurunan nilai, ditransfer ke laba rugi. Measured at FVOCI Subsequent to initial recognition, investment carried at fair value with all unrealised gains and losses arising from changes in fair value recognised in other comprehensive income. Changes in expected credit losses are recognised in the profit or loss and are accumulated in equity. On derecognition, the cumulative fair value gains or losses, net of cumulative allowance for impairment losses, are transferred to the profit or loss. Investasi pada efek-efek syariah Investment in sharia securities Bank menentukan klasifikasi investasi pada efek-efek syariah sebagai diukur pada biaya perolehan, diukur pada FVTPL atau diukur pada FVOCI. The Bank determines the classification of investment in sharia securities as measured at amortised cost, measured at FVTPL or measured at FVOCI. Investasi pada efek-efek syariah diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan jika: Investment in sharia securities are classified as measured at amortised cost if: a. investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus kas kontraktual; dan a. such investments are held within a business model whose objective is to collect contractual cash flows; and b. persyaratan kontraktual menentukan tanggal tertentu pembayaran pokok dan/atau hasilnya. b. the contractual terms give rise on specified dates to payments of principals and/or the margin. Investasi pada efek-efek syariah diklasifikasikan sebagai diukur pada FVOCI lain jika: Investment in sharia securities are classified as measured at FVOCI if: a. investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan efek-efek syariah; dan a. such investments are held within a business model whose objective is achieved by both collecting contractual cash flows and selling the sharia securities; and b. persyaratan kontraktual menentukan tanggal tertentu pembayaran pokok dan/atau hasilnya. b. the contractual terms give rise on specified dates to payments of principals and/or the margin. Investasi pada efek-efek syariah diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL kecuali jika investasi tersebut diklasifikasikan sebagai diakui pada biaya perolehan atau diukur pada FVOCI lain. Investment in sharia securities are classified as measured at FVTPL unless they are classified as measured at acquisition costs or measured at FVOCI. Bank tidak mengubah klasifikasi investasi pada efek-efek syariah kecuali terjadi perubahan model usaha. The Bank does not change classification of investment in sharia securities unless there is a change in the business model. Lampiran - 5/29 - Schedule
  43. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) o. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Efek-efek Untuk Tujuan Investasi (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) o. ACCOUNTING Investment Securities (continued) Investasi pada efek-efek syariah (lanjutan) Investment in sharia securities (continued) Investasi pada efek-efek syariah yang diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan pada saat pengakuan awal diakui sebesar biaya perolehan ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan investasi tersebut. Setelah pengakuan awal, investasi pada efekefek syariah yang diklasifikasikan sebagai diukur pada biaya perolehan dinyatakan sebesar biaya perolehan, ditambah biaya transaksi yang belum diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus, dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai, jika ada. Investment in sharia securities classified as measured at acquisition cost are initially recognised at acquisition cost plus directly attributable transaction costs. Subsequent to initial recognition, investment in sharia securities classified as measured at acquisition cost are stated at acquisition cost, plus unamortised portion of transaction costs that are amortised using straight-line method, minus allowance for impairment losses, if any. lnvestasi pada efek-efek syariah yang diklasifikasikan sebagai diukur pada FVOCI pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan investasi tersebut. Setelah pengakuan awal, investasi pada efek-efek syariah yang diukur pada FVOCI dicatat sebesar nilai wajar. Seluruh perubahan nilai wajar diakui pada penghasilan komprehensif lain. Investment in sharia securities classified as measured at FVOCI are initially recognised at acquisition cost plus directly attributable transaction costs. Subsequent to initial recognition, investment in sharia securities measured at FVOCI are stated at fair value. All changes in FVOCI. All changes in fair value are recognised in other comprehensive income. lnvestasi pada efek-efek syariah yang diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Biaya transaksi langsung diakui pada laba rugi. Setelah pengakuan awal, investasi pada efekefek syariah yang diukur pada FVTPL dicatat sebesar nilai wajar. Seluruh perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi tahun berjalan. Investment in sharia securities classified as measured at FVTPL are initially recognised at acquisition cost. Transaction costs are directly recognised in profit or loss. Subsequent to initial recognition, investment in sharia securities measured at FVTPL are stated at fair value. All changes in fair value are recognised in the current year profit or loss. lnvestasi pada efek-efek syariah yang diukur pada biaya perolehan dan FVOCI disajikan pada laporan posisi keuangan sebagai bagian dari efek-efek untuk tujuan investasi. Investasi pada efek-efek syariah yang diukur pada FVTPL disajikan pada laporan posisi keuangan sebagai bagian dari aset keuangan untuk diperdagangkan. Investment in sharia securities measured at acquisition cost and FVOCI are presented in the consolidated statement of financial position as part of investment securities. Investment in sharia securities measured at FVTPL are presented in the statement of financial position as part of financial assets held for trading. Untuk investasi pada efek-efek syariah yang diukur pada biaya perolehan dan diukur pada FVOCI, jika terdapat indikasi penurunan nilai, maka Bank mengukur jumlah terpulihkannya. Jika jumlah terpulihkan lebih kecil daripada jumlah tercatat, maka Bank mengakui rugi penurunan nilai dalam laba rugi. Untuk investasi pada efek-efek syariah yang diukur pada FVOCI, rugi penurunan nilai yang diakui pada laba rugi adalah jumlah setelah memperhitungkan saldo dalam penghasilan komprehensif lain. Jumlah terpulihkan merupakan jumlah yang akan diperoleh dari pengembalian pokok tanpa memperhitungkan nilai kininya. For investment in sharia securities measured at acquisition cost and measured at FVOCI, if there is an indication of impairment, then the Bank measures their recoverable amounts. If the recoverable amounts are less than their carrying amounts, then the Bank recognises impairment loss in its profit or loss. For investment in sharia securities measured at FVOCI, impairment loss recognised in profit or loss is the amount after taking into account the balance in other comprehensive income. Recoverable amount is the amount which will be received from principal outstanding without taking into account its present value. Lampiran - 5/30 - Schedule
  44. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) p. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Tetap 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING p. Fixed Assets Sebelum 1 Juli 2021, aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk pengeluaran-pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung agar aset tersebut siap digunakan. Setelah pengukuran awal, aset tetap diukur dengan model biaya, yaitu biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai, sementara pengukuran setelah pengakuan awal untuk kelas tanah dan bangunan dari aset tetap menggunakan model revaluasi. Mulai 1 Juli 2021, Bank menggunakan model revaluasi untuk seluruh kelas aset tetap. Before 1 July 2021, fixed assets are initially recognised at cost. Cost includes expenditures directly attributable to bring the assets for its intended use. Subsequent to initial measurement, fixed assets are measured using cost model, which is carried at its cost less accumulated depreciation and accumulated impairment losses, while subsequent measurement of land and buildings class of fixed assets use revaluation model. Starting 1 July 2021, the Bank uses revaluation model for all fixed assets class. Kenaikan dari revaluasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian cadangan revaluasi aset tetap. Akan tetapi, kenaikan tersebut harus diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi. Penurunan dari revaluasi diakui dalam laba rugi. Akan tetapi, penurunan nilai tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain sepanjang penurunan tersebut tidak melebihi saldo cadangan revaluasi aset tetap untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tersebut mengurangi jumlah akumulasi dalam ekuitas pada bagian cadangan revaluasi aset tetap. Any increase arising on the revaluation is recognised in other comprehensive income and accumulated in equity as part of fixed assets revaluation reserve. However, the increase is recognised in profit or loss to the extent that it reverses a revaluation decrease of the same asset previously recognised in profit or loss. Any decrease arising from the revaluation is recognised in profit or loss. However, the decrease is recognised in other comprehensive income to the extent of any credit balance existing in the fixed assets revaluation reserve in respect of that asset. The decrease recognised in other comprehensive income reduces the amount accumulated in equity under fixed assets revaluation reserve. Kelas aset tetap yang menggunakan model revaluasi diukur pada nilai wajarnya pada tanggal revaluasi dan disajikan sebesar nilai wajar dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Penilaian dilakukan oleh penilai independen eksternal yang memenuhi kualifikasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk memastikan bahwa nilai tercatat aset yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan nilai wajarnya pada tanggal pelaporan. Akumulasi penyusutan dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto dari aset yang direvaluasi pada tanggal revaluasi. Fixed assets class under revaluation model are measured at fair value on the revaluation date and carried at their fair value less subsequent accumulated depreciation and subsequent accumulated impairment losses. Valuation of land and buildings are carried out by qualified external independent appraisers. Revaluations are carried out with sufficient regularity to ensure that the carrying amount of revalued assets do not differ materially from their fair values at the reporting date. Any accumulated depreciation is eliminated against the gross carrying amount of revalued assets on the date of revaluation. Cadangan revaluasi aset tetap dialihkan langsung ke saldo laba ketika aset tersebut dihentikan pengakuannya. Fixed assets revaluation reserve is transferred directly to retained earnings when the asset is derecognised. Biaya pengurusan hak legal atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian biaya perolehan tanah dan tidak diamortisasi, kecuali terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah tersebut kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh. Costs relating with acquisition of legal titles on the land rights are recognised as part of acquisition cost of land and not amortised, except there is evidence which indicates that the extension or renewal of land rights is probable or certainly cannot be obtained. Lampiran - 5/31 - Schedule
  45. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) p. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Tetap (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) p. Fixed Assets (continued) Tanah tidak disusutkan. Penyusutan aset tetap, selain tanah, dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan harga perolehan sepanjang estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: Tahun/ Year Bangunan Perbaikan gedung sewa Perabot dan peralatan kantor Kendaraan bermotor 20 - 28 3 - 10 5-6 4 Untuk semua aset tetap, Bank menetapkan nilai residu “nihil” perhitungan penyusutan. q. ACCOUNTING Land is not depreciated. Depreciation on fixed assets, other than land, are calculated using the straight-line method to allocate their cost over their estimated useful lives as follows: Tarif/ Rate 3,6% - 5,0% Buildings 10,0% - 33,3% Leaseshold improvements 16,7% - 20,0% Furniture, fixtures and office equipments 25,0% Motor vehicles telah untuk For all fixed assets, the Bank has determined residual values to be “nil” for the calculation of depreciation. Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi; sedangkan renovasi dan penambahan yang jumlahnya signifikan dan memperpanjang masa manfaat dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai tercatat serta akumulasi penyusutan atas aset tetap yang tidak digunakan lagi atau dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan laba atau ruginya disajikan sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi. Normal repair and maintenance expenses are charged to profit or loss; while renovation and betterments, which are significant and prolong the useful life of assets, are capitalised to the respective fixed assets. The carrying amount and the related accumulated depreciation of fixed assets which are not utilised anymore or sold are removed from the related group of assets and the gains or losses are recognised as income or expense in profit or loss. Pada setiap tanggal pelaporan, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji ulang dan jika diperlukan, akan disesuaikan dan diterapkan sesuai dengan ketentuan SAK yang berlaku. At each reporting date, residual value, useful life and depreciation method are reviewed and if required, they will be adjusted and applied in accordance with the prevailing SAK. Jika nilai tercatat aset tetap lebih besar dari nilai estimasi yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat aset tetap diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai aset diakui pada laba rugi. When the carrying amount of fixed assets is greater than its estimated recoverable amount, it is written down to its recoverable amount and the impairment loss is recognised in profit or loss. Aset Takberwujud q. Intangible Assets Aset takberwujud terdiri dari perangkat lunak, goodwill dan hubungan pelanggan. Intangible assets consist of software, goodwill and customer relationships. Perangkat lunak pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan yang mencakup semua biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam mempersiapkan aset tersebut sehingga siap untuk digunakan. Setelah pengakuan awal, perangkat lunak diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai aset. Pengeluaran selanjutnya yang jumlahnya signifikan akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut menambah manfaat ekonomis aset yang bersangkutan di masa mendatang. Pengeluaran lainnya dibebankan pada saat terjadinya. Software is initially measured at acquisition costs, which includes any directly attributable costs of preparing the asset for its intended use. Subsequent to initial recognition, software is measured at cost less accumulated amortisation and accumulated impairment losses. Significant subsequent expenditure on software assets is capitalised only when it increases the future economic benefits embodied in the specific asset to which it relates. All other expenditures are expensed as incurred. Perangkat lunak diamortisasi berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset selama 4 tahun dengan menggunakan metode garis lurus atau dengan tarif amortisasi sebesar 25%, sejak tanggal di mana aset siap untuk digunakan. Software is amortised over the estimated useful life of 4 years using the straight-line method or with amortisation rate of 25%, from the date that it is available for use. Lampiran - 5/32 - Schedule
  46. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) q. r. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Aset Takberwujud (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) q. ACCOUNTING Intangible Assets (continued) Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan dengan nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh pada tanggal akuisisi entitas anak. Goodwill represents the excess of the acquisition cost over the fair value of the net identifiable assets acquired at the date of acquisition of a subsidiary. Goodwill dinilai penurunan nilainya pada setiap tanggal periode pelaporan dan dicatat berdasarkan harga perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada sebuah unit penghasil kas terkecil di dalam Bank di mana goodwill dimonitor untuk tujuan internal dan tidak lebih tinggi dari segmen operasi sebagaimana dilaporkan pada Catatan 46. Goodwill is assessed at each reporting date for impairment and carried at cost less accumulated impairment losses. For the purposes of impairment testing, goodwill is allocated to the lowest level of cash generating unit within the Bank at which the goodwill is monitored for internal management purpose which is not higher than the Bank’s operating segments as reported in Note 46. Aset takberwujud berupa hubungan pelanggan dapat dipisahkan dari goodwill pada tanggal akuisisi entitas anak dan termasuk dalam aset bersih teridentifikasi dari perusahaan yang diakuisisi. Aset takberwujud ini pada awalnya diukur pada nilai wajar, yang mencerminkan manfaat ekonomis masa depan yang akan diperoleh Bank dan diamortisasi selama perkiraan masa manfaatnya (5 tahun). Intangible assets in the form of customer relationships are deemed separable from goodwill at the date of acquisition of a subsidiary and is included within the net identifiable assets acquired. These intangible assets are initially measured at fair value, which reflects future economic benefits which will flow to the Bank and are amortised over their expected useful lives (5 years). Pajak Penghasilan r. Income Taxes Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tangguhan. Beban pajak diakui pada laba rugi, kecuali untuk komponen yang diakui secara langsung di ekuitas atau di penghasilan komprehensif lain. Income tax expense comprises of current and deferred tax. Income tax expense is recognised in profit or loss except to the extent that it relates to items recognised directly in equity or in other comprehensive income. Beban pajak kini merupakan estimasi utang atau pengembalian pajak yang dihitung atas laba atau rugi kena pajak untuk tahun yang bersangkutan, dengan menggunakan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal pelaporan dan termasuk penyesuaian yang dibuat untuk penyisihan pajak tahun sebelumnya, baik untuk merekonsiliasi pajak penghasilan dengan pajak yang dilaporkan di surat pemberitahuan tahunan, atau untuk memperhitungkan perbedaan yang muncul dari pemeriksaan pajak. Utang atau restitusi pajak kini diukur menggunakan estimasi terbaik atas jumlah yang diperkirakan akan dibayar atau diterima, dengan mempertimbangkan ketidakpastian terkait dengan kompleksitas peraturan pajak. Current tax is the estimated tax payable or refundable on taxable income or loss for the year,using tax rates and tax law enacted substantively enacted as of the reporting date and includes true-up adjustments made to the previous years’ tax provisions either to reconcile them with the income tax reported in annual tax returns, or to account for differences arising from tax assessments. Current tax payable or refundable is measured using the best estimate of the amount expected to be paid or received, taking into consideration the uncertainty associated with the complexity of tax regulations. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tujuan pelaporan keuangan dan nilai yang digunakan untuk tujuan perpajakan. Pajak tangguhan diukur dengan mengunakan tarif pajak yang diharapkan untuk diterapkan atas perbedaan temporer pada saat direalisasi atau diselesaikan, berdasarkan peraturan yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan. Metode ini juga mengharuskan pengakuan manfaat pajak masa depan, seperti rugi fiskal yang belum dikompensasi, apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi. Deferred tax is recognised in respect of temporary differences between the carrying amounts of assets and liabilities for financial reporting purposes and the amounts used for taxation purposes. Deferred tax is measured at the tax rates that are expected to be applied to temporary differences when they are realised or settled, based on the laws that have been enacted or substantively enacted as of the reporting date. This method also requires the recognition of future tax benefits, such as tax loss carryforwards, to the extent that realisation of such benefits is probable. Lampiran - 5/33 - Schedule
  47. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) r. s. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Pajak Penghasilan (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) r. ACCOUNTING Income Taxes (continued) Aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada setiap tanggal pelaporan dan dikurangkan dengan manfaat pajak sejumlah nilai yang besar kemungkinan tidak dapat terealisasi; pengurangan tersebut akan dibalik ketika kemungkinan atas laba kena pajak di masa depan meningkat. Deferred tax assets are reviewed at each reporting date and are reduced to the extent that it is no longer probable that the related tax benefit will be realised; such reductions are reversed when the probability of future taxable incomes improves. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak masa depan akan tersedia untuk digunakan. Unrecognised deferred tax assets are reassessed at each reporting date and recognised to the extent that it has become probable that future taxable incomes will be available against which they can be used. Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan liabilitas tangguhan terkait pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto. Deferred income tax assets and liabilities are offset when there is a legally enforceable right to offset current tax assets against current tax liabilities and when the deferred income tax assets and liabilities relate to income taxes levied by the same taxation authority on either the same or different taxable entities where there is an intention to settle the balances on a net basis. Dalam menentukan jumlah pajak kini dan tangguhan, Bank memperhitungkan dampak atas posisi pajak yang tidak pasti di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi dan tambahan pajak serta penalti. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. In determining the amount of current and deferred tax, the Bank takes into account the impact of uncertain tax positions where the applicable tax regulation is subject to interpretation and any additional taxes and penalties. It establishes provisions where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan/atau banding, maka koreksi diakui pada saat keputusan atas keberatan atau banding itu diterima. Amendments to tax obligations are recognised when an assessment is received, or if objection and/or appeal is applied, when the results of the objection or the appeal are received. Agunan Diambil Alih s. Foreclosed Assets Pada saat pengakuan awal, agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit dicatat sebesar nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjualnya tetapi tidak melebihi nilai tercatat kredit yang diberikan. Bank tidak mengakui keuntungan pada saat pengambilalihan agunan. Selisih lebih antara saldo kredit yang tidak dapat ditagih dengan nilai bersih agunan yang diambil alih yang dapat direalisasikan dibebankan pada penyisihan penghapusan. Setelah pengakuan awal, agunan yang diambil alih dicatat sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat dengan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjualnya. Selisih lebih antara nilai tercatat dengan nilai wajar agunan yang diambil alih setelah dikurangi biaya untuk menjualnya diakui sebagai kerugian penurunan nilai dalam laba rugi. Foreclosed assets acquired in conjunction with settlement of loans are initially recorded at their fair value less cost to sell but not exceeding the carrying value of the loans. The Bank does not recognise any gains relating to the acquisition of foreclosed assets. The excess between uncollectible loans balance and net realisable value of foreclosed assets is charged to allowance for losses. Subsequent to initial recognition, foreclosed assets are recorded at carrying amount or at fair value less cost to sell, whichever is lower. The excess between the carrying amount and fair value less cost to sell is recognised as impairment losses in profit or loss. Agunan yang diambil alih tidak disusutkan dan beban-beban sehubungan dengan perolehan dan pemeliharaan aset tersebut dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Foreclosed assets are not depreciated and expenses in relation with the acquisition and maintenance of those assets are charged to profit or loss as incurred. Lampiran - 5/34 - Schedule
  48. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) s. t. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Agunan Diambil Alih (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) s. ACCOUNTING Foreclosed Assets (continued) Selisih antara nilai tercatat dan hasil penjualan dari agunan yang diambil alih diakui sebagai laba atau rugi pada saat penjualan agunan yang diambil alih dan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laba rugi. The difference between the carrying value and the proceeds from the sale of foreclosed assets is recognised as gain or loss at the time of sale and recognised as income or expense in profit or loss. Manajemen melakukan evaluasi atas nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Agunan diambil alih disajikan dalam akun “Aset Lain-lain” pada laporan posisi keuangan. Management evaluates the value of foreclosed assets on a periodic basis. Foreclosed assets are presented under “Other Assets” in the statement of financial position. Identifikasi dan Penurunan Nilai Pengukuran Kerugian t. Identification and Impairment Losses Measurement of Aset Keuangan Financial Assets PSAK 71 mengharuskan cadangan kerugian diakui sebesar kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) 12 bulan atau kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur aset keuangan (lifetime ECL). Lifetime ECL adalah kerugian kredit ekspektasian yang berasal dari semua kemungkinan kejadian gagal bayar sepanjang umur ekspektasian suatu instrumen keuangan, sedangkan ECL 12 bulan adalah porsi dari kerugian kredit ekspektasian yang berasal dari kemungkinan kejadian gagal bayar dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. SFAS 71 requires a loss allowance to be recognised at an amount equal to either 12month expected credit losses (“ECL”) or lifetime ECLs. Lifetime ECLs are the ECLs that result from all possible default events over the expected life of a financial instrument, whereas 12-month ECLs are the portion of ECLs that result from default events that are possible within the 12 months after reporting date. ECL diakui untuk seluruh instrumen utang keuangan, komitmen pinjaman dan jaminan keuangan yang diklasifikasikan sebagai held to collect/held to collect and sell dan memiliki arus kas SPPI. Kerugian kredit ekspektasian tidak diakui untuk instrumen ekuitas yang ditetapkan sebagai FVOCI. ECL are recognised for all financial debt instruments, loan commitments and financial guarantees that are classified as held to collect/held to collect and sell and have cash flows that are solely payments of principal and interest. Expected credit losses are not recognised for equity instruments designated at FVOCI. Untuk aset yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, saldo di neraca mencerminkan aset bruto dikurangi kerugian kredit ekspektasian. Untuk instrumen utang dalam kategori FVOCI, saldo di neraca mencerminkan nilai wajar dari instrumen, dengan cadangan kerugian kredit ekspektasian dibukukan terpisah sebagai cadangan pada penghasilan komprehensif lain For assets measured at amortised cost, the balance sheet amount reflects the gross asset less the expected credit losses. For debt instruments held at FVOCI, the balance sheet amount reflects the instrument’s fair value, with the expected credit loss allowance held as a separate reserve within other comprehensive income. Kerugian kredit ekspektasian atas komitmen kredit yang diberikan dan jaminan keuangan diakui pada liabilitas lain-lain. Jika instrumen keuangan mencakup komponen aset keuangan dan komitmen yang belum ditarik dan tidak dapat dipisahkan atas kerugian kredit ekspektasian pada komponen ini, jumlah kerugian kredit atas komitmen tersebut diakui bersamaan dengan kerugian kredit atas aset keuangan. Dalam kondisi jumlah kerugian kredit ekspektasian gabungan melebihi jumlah tercatat bruto dari aset keuangan, maka kerugian kredit ekspektasian diakui sebagai liabilitas lain-lain. Expected credit loss on loan commitments and financial guarantees is recognised as other liabilities. Where a financial instrument includes both financial asset and an undrawn commitment and it is not possible to separately identify the expected credit loss on these components, expected credit loss amounts on the loan commitment are recognised together with expected credit loss amounts on the financial asset. To the extent the combined expected credit loss exceeds the gross carrying amount of the financial asset, the expected credit loss is recognised as other liabilities Lampiran - 5/35 - Schedule
  49. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) t. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Identifikasi dan Pengukuran Penurunan Nilai (lanjutan) YANG Kerugian 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) t. ACCOUNTING Identification and Measurement Impairment Losses (continued) of Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued) Pengukuran kerugian kredit ekspektasian di seluruh tahapan aset diperlukan untuk mencerminkan jumlah yang tidak bias dan ratarata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi menggunakan informasi yang wajar dan dapat didukung dengan peristiwa di masa lampau, kondisi saat ini dan proyeksi terkait dengan kondisi ekonomis di masa depan. ECL akan mencerminkan rata-rata tertimbang dari skenario berdasarkan probabilitas dari skenario yang relevan untuk terjadi. Cadangan kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang diperkirakan akan dipulihkan, didiskontokan pada suku bunga efektif awal, dan nilai tercatat bruto instrumen sebelum penurunan nilai kredit. The measurement of expected credit losses across all stages is required to reflect an unbiased and probability weighted amount that is determined by evaluating a range of reasonably possible outcomes using reasonable and supportable information about past events, current conditions and forecasts of future economic conditions. The ECL will reflect weighted average of the scenarios based on the probability of the relevant scenario to occur. The loss provisions held represent the difference between the present value of the cash flows expected to be recovered, discounted at the instrument’s original effective interest rate, and the gross carrying value of the instrument prior to any credit impairment. Periode yang diperhitungkan ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian adalah periode yang lebih pendek antara umur ekspektasian dan periode kontrak aset keuangan. Umur ekspektasian dapat dipengaruhi oleh pembayaran dimuka dan periode kontrak maksimum melalui opsi perpanjangan kontrak. Untuk portofolio revolving tertentu, termasuk kartu kredit, umur ekspektasian dinilai sepanjang periode di mana Bank terekspos dengan risiko kredit (berdasarkan durasi waktu yang dibutuhkan untuk fasilitas kredit ditarik), bukan sepanjang periode kontrak. The period considered when measuring expected credit loss is the shorter of the expected life and the contractual term of the financial asset. The expected life may be impacted by prepayments and the maximum contractual term by extension options. For certain revolving portfolios, including credit cards, the expected life is assessed over the period that the Bank is exposed to credit risk (which is based on the length of time it takes for credit facilities to be withdrawn) rather than the contractual term. Penjelasan terkait kerugian penurunan nilai diungkapkan lebih lanjut pada Catatan 3b. For details on impairment losses refer to Note 3b. Bank menggunakan model yang kompleks yang menggunakan matriks probability of default (“PD”), loss given default (“LGD”) dan exposure at default (“EAD”). The Bank primarily uses sophisticated models that utilise the probability of default (“PD”), loss given default (“LGD”) and exposure at default (“EAD”) metrics. a. a. Probability of Default (“PD”) Probabilitas yang timbul di suatu waktu di mana debitur mengalami gagal bayar, dikalibrasikan sampai dengan periode 12 bulan dari tanggal laporan (Stage 1) atau sepanjang umur (Stage 2 dan 3) dan digabungkan pada dampak asumsi ekonomi masa depan yang memiliki risiko kredit. PD diestimasikan pada point in time di mana hal ini berfluktuasi sejalan dengan siklus ekonomi. b. Loss Given Default (“LGD”) Probability of Default (“PD”) The probability at a point in time that a counterparty will default, calibrated over up to 12 months from the reporting date (Stage 1) or over the lifetime of the product (Stage 2 and 3) and incorporated to the impact of forward-looking economic assumptions that have an effect on credit risk. PD is estimated at a point in time that means it will fluctuate in line with the economic cycle. b. Kerugian yang diperkirakan akan timbul dari debitur yang mengalami gagal bayar dengan menggabungkan dampak dari asumsi ekonomi masa depan yang relevan (jika ada) di mana hal ini mewakili perbedaan antara arus kas kontraktual yang akan jatuh tempo dengan arus kas yang diharapkan untuk diterima. Bank mengestimasikan LGD berdasarkan data historis dari tingkat pemulihan dan memperhitungkan pemulihan yang berasal dari jaminan terhadap aset keuangan dengan mempertimbangkan asumsi ekonomi di masa depan jika relevan. Lampiran - 5/36 - Schedule Loss Given Default (“LGD”) The loss that is expected to arise on default, incorporating the impact of relevant forward looking economic assumptions (if any), which represents the difference between the contractual cash flows due and those that the Bank expects to receive. The Bank estimates LGD based on the historical recovery rates and considers the recovery of any collateral that is integral to the financial assets, taking into account forward looking economic assumptions if relevant.
  50. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) t. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Identifikasi dan Pengukuran Penurunan Nilai (lanjutan) YANG Kerugian 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) t. Identification and Measurement Impairment Losses (continued) Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued) c. c. Exposure at Default (“EAD”) ACCOUNTING of Exposure at Default (“EAD”) Perkiraan nilai eksposur neraca pada saat gagal bayar dengan mempertimbangkan bahwa perubahan ekspektasi yang diharapkan selama masa eksposur. Hal ini menggabungkan dampak penarikan fasilitas yang committed, pembayaran pokok dan bunga, amortisasi dan pembayaran dipercepat, bersama dengan dampak asumsi ekonomi masa depan jika relevan. The expected balance sheet exposure at the time of default, taking into account that expected change in exposure over the lifetime of the exposure. This incorporates the impact of drawdowns of committed facilities, repayments of principal and interest, amortisation and early payments, together with the impact of forward looking economic assumptions if relevant. Untuk menentukan kerugian kredit ekspektasian komponen-komponen ini akan diperhitungkan secara bersama-sama dan didiskontokan ke tanggal laporan keuangan menggunakan diskonto berdasarkan suku bunga efektif. Dasar input, asumsi dan teknik estimasi diungkapkan di Catatan 4a. To determine the expected credit loss, these components are multiplied together and discounted to the balance sheet date using the effective interest rate as the discount rate. The basis of inputs, assumptions and the estimation technique are disclosed in Note 4a. Kerugian (Stage 1) 12-month (Stage 1) kredit ekspektasian 12 bulan expected credit losses ECL diakui pada saat pengakuan awal instrumen keuangan dan merepresentasikan kekurangan kas sepanjang umur aset yang timbul dari kemungkinan gagal bayar di masa yang akan datang dalam kurun waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan. ECL terus ditentukan oleh dasar ini sampai timbul peningkatan risiko kredit yang signifikan pada instrumen tersebut atau instrumen tersebut telah mengalami penurunan nilai kredit. Jika suatu instrumen tidak lagi dianggap menunjukkan peningkatan risiko kredit yang signifikan, maka ECL dihitung kembali berdasarkan basis 12 bulan. ECL are recognised at the time of initial recognition of a financial instrument and represent the lifetime cash shortfalls arising from possible default events up to 12 months into the future from the reporting date. ECL continue to be determined on this basis until there is either a significant increase in the credit risk of an instrument or the instrument becomes credit-impaired. If an instrument is no longer considered to exhibit a significant increase in credit risk, ECL will revert to being determined on a 12-month basis. Peningkatan risiko kredit yang signifikan (Stage 2) Significant increase in credit risk (Stage 2) Jika aset keuangan mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan (“SICR”) sejak pengakuan awal, kerugian kredit ekspektasian diakui atas kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang umur aset. Peningkatan signifikan dalam risiko kredit dinilai dengan membandingkan risiko gagal bayar atas eksposur pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar saat pengakuan awal (setelah memperhitungkan perjalanan waktu dari akun tersebut). Signifikan tidak berarti signifikan secara statistik, juga tidak dinilai dalam konteks perubahan dalam ECL. Perubahan atas risiko If a financial asset experiences a significant increase in credit risk (“SICR”) since initial recognition, an expected credit loss provision is recognised for default events that may occur over the lifetime of the asset. Significant increase in credit risk is assessed by comparing the risk of default of an exposure at the reporting date to the risk of default at origination (after taking into account the passage of time). Significant does not mean statistically significant nor is it assessed in the context of changes in ECL. Whether a change in the risk of default is significant or not is assessed using Lampiran - 5/37 - Schedule
  51. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) t. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Identifikasi dan Pengukuran Penurunan Nilai (lanjutan) YANG Kerugian 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) t. ACCOUNTING Identification and Measurement Impairment Losses (continued) of Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued) Peningkatan risiko kredit yang signifikan (Stage 2) (lanjutan) Significant increase in credit risk (Stage 2) (continued) gagal bayar dinilai signifikan atau tidak, dinilai menggunakan sejumlah faktor kuantitatif dan kualitatif, yang bobotnya bergantung pada tipe produk dan pihak lawan. Aset keuangan dengan tunggakan 30 hari atau lebih dan tidak mengalami penurunan nilai akan selalu dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan. a number of quantitative and qualitative factors, the weight of which depends on the type of product and counterparty. Financial assets that are 30 or more days past due and not creditimpaired will always be considered to have experienced a significant increase in credit risk. Bank menggunakan berbagai pengukuran kualitatif dan kuantitatif dalam menilai SICR seperti berikut: The Bank uses a number of qualitative and quantitative measures in assessing SICR as follows: Wholesale Banking Wholesale Banking a. a. Kriteria kuantitatif Eksposur dinilai berdasarkan perubahan peringkat kredit (“CG”) dari pengakuan awal sampai dengan tanggal pelaporan. Aset yang termasuk dalam peringkat kredit CG 12 dianggap telah mengalami kenaikan signifikan atas risiko kredit. Akun-akun dengan peringkat CG 12 dikelola oleh unit khusus pemulihan kredit, Special Assets Management (“SAM”). b. Kriteria kualitatif Quantitative criteria Exposures are assessed based on movement in credit grading (“CG”) from initial recognition to the reporting date. All assets that have been assigned in CG 12 are deemed to have experienced a significant increase in credit risk. Accounts rated CG 12 are managed by the recovery specialist unit, Special Assets Management (“SAM”). b. Seluruh aset dari debitur yang termasuk dalam Early Alert Risiko Tinggi dianggap memiliki kenaikan signifikan atas risiko kredit. Akun termasuk dalam High Risk Early Alert jika menunjukkan risiko atau potensi kelemahan material yang membutuhkan pemantauan, pengawasan atau perhatian lebih dari manajemen. Qualitative criteria All assets of debtors that have been placed on High Risk Early Alert are deemed to have experienced a significant increase in credit risk. An account is placed on High Risk Early Alert if it exhibits risk or potential weaknesses of material nature requiring closer monitoring, supervision or attention by management. Retail Banking Retail Banking a. a. Kriteria kuantitatif Akun-akun dengan 30 hari tunggakan (“DPD”) dianggap telah mengalami peningkatan risiko kredit yang signifikan. Lampiran - 5/38 - Schedule Quantitative criteria Accounts that are 30 days past due (“DPD”) are considered to have experienced a significant increase in credit risk.
  52. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) t. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Identifikasi dan Pengukuran Penurunan Nilai (lanjutan) YANG Kerugian 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) t. ACCOUNTING Identification and Measurement Impairment Losses (continued) of Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued) Peningkatan risiko kredit yang signifikan (Stage 2) (lanjutan) Significant increase in credit risk (Stage 2) (continued) Bank menggunakan berbagai pengukuran kualitatif dan kuantitatif dalam menilai SICR seperti berikut: (lanjutan) The Bank uses a number of qualitative and quantitative measures in assessing SICR as follows: (continued) Retail Banking (lanjutan) Retail Banking (continued) b. b. Kriteria kualitatif Qualitative criteria Debitur dengan DPD kurang dari 30 hari yang telah di restrukturisasi atau termasuk dalam kategori High Risk Early Alert pada portofolio Small Medium Enterprise (“SME”) Business Banking dianggap memiliki kenaikan signifikan atas risiko kredit. Debtors with DPD less than 30 days which have been restructured or included in High Risk Early Alert category in Small Medium Enterprise (“SME”) Business Banking portfolio is considered to have a significant increase in credit risk. Khusus untuk debitur yang terkena dampak COVID-19 dan dalam program restrukturisasi COVID-19, maka untuk perhitungan ECL tidak secara otomatis memicu peningkatan risiko kredit yang signifikan sebagaimana dijelaskan pada Catatan 3b.vii. Specifically for debtors impacted by COVID-19 and under COVID-19 restructuring program, in term of the ECL calculation, it may not automatically trigger a significant increase in credit risk as explained in Note 3b.vii. Efek-efek Securities a. a. Kriteria kuantitatif Bank menggunakan kriteria kuantitatif berdasarkan perubahan absolut dan relatif atas PD dari pengakuan awal sampai dengan tanggal pelaporan atau diklasifikasikan sebagai peringkat kredit CG 12. b. Kriteria kualitatif Quantitative criteria The Bank is utilising absolute and relative changes in PD from initial recognition up to the reporting date or being classified as credit grade CG 12. b. Qualitative criteria Efek menggunakan kriteria kualitatif yang sama dengan segmen Wholesale Banking, yaitu ditempatkan pada Early Alert. Securities utilise the same qualitative criteria as the Wholesale Banking segment, which is being placed on Early Alert. Eksposur yang mengalami penurunan nilai kredit atau gagal bayar (Stage 3) Credit impaired (or defaulted) exposures (Stage 3) Aset hanya akan dianggap mengalami penurunan nilai dan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya diakui, jika terdapat bukti objektif penurunan nilai yang dapat diobservasi. Faktor-faktor yang diobservasi ini serupa dengan indikator bukti objektif penurunan nilai pada PSAK 55, termasuk antara lain aset gagal bayar atau mengalami kesulitan keuangan yang signifikan atau mengalami forbearance atas kredit yang mengalami penurunan nilai (disebut sebagai ‘aset Stage 3’). An asset is only considered credit impaired and lifetime expected credit losses recognised, if there is observed objective evidence of impairment. These factors are similar to the indicators of objective evidence of impairment under SFAS 55, this includes, amongst other factors, assets in default or experiencing significant financial difficulty, or experiencing forbearance on impaired credit (mentioned as ‘Stage 3 asset’). Lampiran - 5/39 - Schedule
  53. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) t. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Identifikasi dan Pengukuran Penurunan Nilai (lanjutan) YANG Kerugian 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) t. ACCOUNTING Identification and Measurement Impairment Losses (continued) of Aset Keuangan (lanjutan) Financial Assets (continued) Eksposur yang mengalami penurunan nilai kredit atau gagal bayar (Stage 3) (lanjutan) Credit impaired (or defaulted) exposures (Stage 3) (continued) Aset keuangan yang mengalami penurunan nilai (atau gagal bayar) merupakan aset yang setidaknya telah memiliki tunggakan lebih dari 90 hari atas pokok dan/atau bunga atau memiliki peringkat kredit tertentu (peringkat kredit 13 dan 14). Aset keuangan juga dianggap mengalami penurunan nilai kredit di mana debitur kemungkinan besar tidak akan membayar dengan terjadinya satu atau lebih kejadian yang teramati yang memiliki dampak menurunkan jumlah estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut. Cadangan kerugian penurunan nilai terhadap aset keuangan yang mengalami penurunan nilai ditentukan berdasarkan penilaian terhadap arus kas yang dapat dipulihkan berdasarkan sejumlah skenario, termasuk realisasi jaminan yang dimiliki jika memungkinkan. Financial assets that are credit impaired (or in default) represent those that are at least 90 days past due in respect of principal and/or interest or has certain credit grades (credit grading 13 and 14). Financial assets are also considered to be credit impaired where the debtors are unlikely to pay on the occurrence of one or more observable events that have a detrimental impact on the estimated future cash flows of the financial asset. Loss provisions against credit impaired financial assets are determined based on an assessment of the recoverable cash flows under a range of scenarios, including the realisation of any collateral held where appropriate. Akun kredit bermasalah dikelola oleh unit SAM. Ketika ada sejumlah kewajiban debitur yang dianggap tidak bisa diselesaikan, maka cadangan kerugian penurunan nilai kredit Stage 3 akan dibuat. Cadangan kerugian penurunan nilai Stage 3 ini adalah selisih antara jumlah pinjaman yang tercatat dan probabilitas tertimbang nilai sekarang dari estimasi arus kas masa depan yang telah dihitung menggunakan minimum dua skenario (antara lain dari hasil penyelesaian terbaik, terburuk atau yang paling mungkin) di mana Bank akan memberikan bobot probabilitas individu untuk setiap skenario pemulihan yang diidentifikasi berdasarkan rencana workout untuk masing-masing debitur individu. Proyeksi arus kas juga mencakup jaminan yang dapat direalisasi, nilai-nilai yang digunakan akan memperhitungkan dampak dari informasi ekonomi di masa mendatang (forward looking). Keadaan dari masing-masing debitur secara individu dipertimbangkan ketika SAM memperkirakan arus kas masa depan dan kapan penyelesaian kewajiban diterima dengan memasukan unsur pertimbangan yang signifikan. Credit impaired accounts are managed by SAM unit. Where any amount is considered irrecoverable, a Stage 3 credit impairment provision is raised. This Stage 3 provision is the difference between the loan carrying amount and the probability weighted present value of estimated future cash flows, reflecting minimum 2 scenarios (among others typically the best, worst or most likely recovery outcomes) where the Bank assigns individual probability weighting for each recovery scenario that has been identified based on the workout plan for each individual debtors. The cash flows projection include realisable collateral, the values used will incorporate the impact of forward looking economic information. The individual circumstances of each debtor are considered when SAM estimates future cash flows and timing of future recoveries which involve significant judgment. Aset Non-Keuangan Non-Financial Assets Nilai tercatat aset non-keuangan Bank, selain aset pajak tangguhan, dikaji pada setiap tanggal pelaporan untuk menentukan ada tidaknya indikasi penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, aset yang tidak dapat diuji secara individual dapat digabungkan ke dalam kelompok aset terkecil yang menghasilkan arus kas masuk dari penggunaan berkelanjutan yang sebagian besar independen dari arus kas masuk dari aset lainnya (Unit Penghasil Kas atau “CGU”). Jika terdapat indikasi adanya penurunan nilai tersebut, maka nilai terpulihkan aset diestimasi. The carrying amount of the Bank's non-financial assets, other than deferred tax assets, are reviewed at each reporting date to determine whether there is any indication of impairment. For the purpose of impairment testing, assets that cannot be tested individually are grouped together into the smallest group of assets that generates cash inflows from continuing use that are largely independent of the cash inflows of other assets (Cash Generating Units or “CGU”). If any such indication exists, then the asset's recoverable amount is estimated. Lampiran - 5/40 - Schedule
  54. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) t. u. v. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Identifikasi dan Pengukuran Penurunan Nilai (lanjutan) YANG Kerugian 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) t. ACCOUNTING Identification and Measurement Impairment Losses (continued) of Aset Non-Keuangan (lanjutan) Non-Financial Assets (continued) Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat suatu aset atau CGU melebihi estimasi nilai terpulihkannya. Nilai terpulihkan suatu aset adalah nilai yang terbesar antara nilai pakai aset atau CGU dan nilai wajar dikurangi biaya penjualan. Dalam penentuan nilai pakai aset, estimasi arus kas masa depan didiskontokan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu dari uang dan risiko yang terkait dengan aset yang bersangkutan. An impairment loss is recognised if the carrying amount of an asset or CGU exceeds its estimated recoverable amount. The recoverable amount of an asset or CGU is the greater of its value in use and its fair value less cost to sell. In assessing value in use, the estimated future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. Kerugian penurunan nilai atas aset nonkeuangan yang diakui pada tahun sebelumnya dikaji pada setiap tanggal pelaporan keuangan untuk menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya telah menurun atau tidak ada lagi. Kerugian penurunan nilai, kecuali untuk goodwill, dipulihkan jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan. Jumlah kerugian penurunan nilai yang dibalik tidak boleh menyebabkan nilai aset melebihi nilai tercatat neto setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui. Impairment losses in respect of non-financial assets recognised in prior year are assessed at each reporting date for any indications that the loss has decreased or no longer exists. An impairment loss, except for goodwill, is reversed if there has been a change in the estimates used to determine the recoverable amount. An impairment loss is reversed only to the extent that the asset's carrying amount does not exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation or amortisation, if no impairment loss had been recognised. Simpanan dari Nasabah dan Bank-Bank Lain u. Deposits from Customers and Other Banks Setelah pengakuan awal, giro, tabungan, deposito berjangka dan simpanan dari bankbank lain diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Subsequent to initial recognition, demand deposits, savings, time deposits and deposits from other banks are measured at amortised cost using the effective interest method. Termasuk dalam simpanan dari nasabah adalah simpanan dengan akad mudharabah dan wadiah. Included in deposits from customers are deposits with mudharabah and wadiah contract. Liabilitas Imbalan Pascakerja v. Bank menerapkan PSAK 24, Imbalan Kerja. Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pascakerja, seperti pensiun, uang pesangon, uang penghargaan dan imbalan lainnya, dihitung berdasarkan “Peraturan Perseroan” yang telah sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.11/2020 tentang Cipta Kerja (”Omnibus Law”) yang sebelumnya Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Karena UU ini menentukan rumus tertentu untuk menghitung jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya, program pensiun berdasarkan UU ini adalah program imbalan pasti. Obligation for Post-employment Benefits The Bank applies SFAS 24, Employee Benefits. Long-term and post-employment benefits, such as pension, severance pay, service pay and other benefits, are calculated in accordance with “Company Regulation” which is in line with Law No.11/2020 relating to Job Creation (“Omnibus Law”) which previously Labour Law No. 13/2003. Since these Law set the formula for determining the minimum amount of benefits, in substance, pension plans under these Law represent defined benefit plans. Lampiran - 5/41 - Schedule
  55. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) v. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG Liabilitas Imbalan Pascakerja 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) v. ACCOUNTING Obligation for Post-employment Benefits Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti usia, masa kerja atau kompensasi. A defined benefit plan is a pension plan programs where the pension amount to be received by employees at the time of retirement will depend on one or more factors such as age, years of service or compensation. Liabilitas imbalan pascakerja yang diakui di laporan posisi keuangan dihitung berdasarkan nilai kini dari estimasi liabilitas imbalan pascakerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aset neto dana pensiun. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan metode projected-unit-credit. The obligation for post-employment benefits recognised in the statement of financial position is calculated at present value of estimated future benefits that the employees have earned in return for their services in the current and prior years, deducted by any plan assets. The calculation is performed by an independent actuary using the projected-unit-credit method. Ketika imbalan pascakerja berubah, porsi kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan ke dalam laporan laba rugi. Imbalan pascakerja yang telah dan belum menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban dalam laporan laba rugi. When the post-employment benefits change, the portion of the increased or decreased benefits relating to past services by employees is charged or credited to the statement of profit or loss. To the extent that the benefits vest and not yet vest immediately, the expense is recognised immediately in the statement of profit or loss. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsiasumsi aktuarial langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan atau beban komprehensif lainnya pada tahun di mana keuntungan/ (kerugian) aktuarial terjadi. Actuarial gains or losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are directly fully recognised to other comprehensive income or expense in the year when such actuarial gains/(losses) occur. Bank telah memiliki program pensiun iuran pasti yang mana Bank membayar iuran ke dana pensiun lembaga keuangan yang dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penghasilan tetap yang diterima karyawan yang sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan Bank. Iuran dibebankan ke dalam laporan laba rugi pada saat terhutang. The Bank also has a defined contribution pension program where the Bank pays contributions to a financial institution pension plan which is calculated at a certain percentage of fixed income of employees who meet the Bank’s criteria. The contributions are charged to the statement of profit or loss as they become payable. Pesangon Termination benefits Pesangon terutang ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya sebelum usia pensiun normal. Bank mengakui liabilitas pesangon ketika Bank menunjukkan komitmennya untuk memutuskan kontrak kerja dengan karyawan berdasarkan suatu rencana formal terperinci yang kecil kemungkinannya untuk dibatalkan. Termination benefits are payable whenever an employee’s employment is terminated before the normal retirement age. The Bank recognise termination benefits liability when it is demonstrably committed to terminate the employment of current employees according to a detailed formal plan and the possibility to withdraw the plan is remote. w. Provisi w. Provisions Provisi diakui jika, sebagai akibat peristiwa masa lalu, Bank memiliki kewajiban kini, baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif, yang dapat diestimasi secara andal dan kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi. Provisi ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan pada tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini atas nilai waktu dari uang dan risiko yang terkait dengan liabilitas yang bersangkutan. A provision is recognised if, as a result of a past event, the Bank has a present legal or constructive obligation that can be estimated reliably and it is probable that an outflow of economic benefits will be required to settle the obligation. Provisions are determined by discounting the estimated future cash flows at a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the liability. Lampiran - 5/42 - Schedule
  56. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) x. y. z. Obligasi yang Subordinasi NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI Diterbitkan dan YANG Utang 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) x. ACCOUNTING Bonds Issued and Subordinated Debts Obligasi yang diterbitkan dan utang subordinasi dicatat sebesar nilai nominal ditambah dengan bunga yang masih harus dibayar dan dikurangi beban emisi yang belum diamortisasi. Beban emisi obligasi yang diterbitkan dan utang subordinasi dikurangkan langsung dari hasil emisi untuk menentukan hasil emisi bersih obligasi yang diterbitkan dan utang subordinasi tersebut. Bonds and subordinated debts issued are presented at nominal value plus accrued interest payables and net of unamortised bonds issuance costs. Bonds and subordinated debts issuance costs are directly deducted from the proceeds of the bonds and subordinated debts issued to determine net proceeds. Beban emisi diamortisasi selama jangka waktu obligasi yang diterbitkan dan utang subordinasi tersebut dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Issuance costs are amortised over the period of the bonds and subordinated debts using the effective interest method. Modal Saham, Dana Setoran Modal dan Saham Treasuri y. Share Capital, Advance Capital Payment and Treasury shares Saham diklasifikasikan sebagai ekuitas jika tidak terdapat kewajiban kontraktual untuk mentransfer kas atau aset keuangan lainnya. Shares are classified as equity when there is no contractual obligation to transfer cash or other financial assets. Dana setoran modal merupakan pembayaran dimuka atas pemesanan saham yang akan diterbitkan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”). Dana setoran modal diklasifikasikan sebagai ekuitas dan dicatat sebesar uang yang diterima dari pemesanan saham. Advance capital payment constitutes an advanced subscription in respect of the Rights Issue. Advance capital payment is classified as equity and recorded based on cash received from share subscription. Dana setoran modal akan dikonversi menjadi modal saham ketika Bank menyelesaikan HMETD dan Bank menerbitkan saham yang dipesan kepada pemesan saham dengan Dana setoran modal sebagai pembayaran atas saham yang dipesan. Advance capital payment will be converted to share capital upon the completion of the Rights Issue and the Bank issues the subscribed shares to share subscriber, with the Advance capital payment as the payment for the subscribed shares. Ketika Bank membeli kembali modal saham Bank (saham treasuri), imbalan yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas Bank sampai saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. When Bank purchases back the Bank’s share capital (treasury shares), the consideration paid, including any directly attributable incremental cost (net of income taxes) is deducted from equity attributable to the Bank’s equity holders until the shares are cancelled or reissued. Ketika saham tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima, dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik ekuitas Bank. Where such ordinary shares are subsequently reissued, any consideration received, net of any directly attributable incremental transaction costs and the related income tax effects, is included in equity attributable to the Bank’s equity holders. Beban Emisi Saham z. Beban emisi saham disajikan sebagai bagian dari tambahan modal disetor dan tidak diamortisasi. aa. Pendapatan dan Beban Bunga dan Syariah Pendapatan bunga atas aset keuangan baik yang diukur dengan FVOCI lain atau biaya perolehan diamortisasi dan beban bunga atas seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, diakui pada laba rugi berdasarkan suku bunga efektif. Shares Issuance Cost Shares issuance costs are presented as part of additional paid-in capital and are not amortised. aa. Interest and Sharia Income and Expenses Interest income for financial assets held at either FVOCI or amortised cost and interest expense on all financial liabilities held at amortised cost are recognised in profit or loss using the effective interest method. Lampiran - 5/43 - Schedule
  57. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING aa. Pendapatan dan Beban Bunga dan Syariah (lanjutan) aa. Interest and Sharia Income and Expenses (continued) Pendapatan bunga atas aset keuangan yang diukur dengan FVOCI lain atau biaya diamortisasi yang mengalami penurunan nilai setelah pengakuan awal (Stage 3) diakui berdasarkan suku bunga efektif kredit yang disesuaikan. Tingkat bunga ini dihitung dengan cara yang sama dalam perhitungan suku bunga efektif kecuali bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian dimasukkan dalam arus kas ekspektasian. Oleh karenanya, pendapatan bunga diakui atas aset keuangan dalam klasifikasi biaya perolehan diamortisasi termasuk kerugian kredit ekspektasian. Dalam kondisi risiko kredit atas aset keuangan Stage 3 mengalami perbaikan sehingga aset keuangan tidak lagi dipertimbangkan mengalami penurunan nilai, pengakuan pendapatan bunga dihitung berdasarkan nilai tercatat bruto aset keuangan. Interest income for financial assets that are either held at FVOCI or amortised cost that have become credit impaired subsequent to initial recognition (Stage 3) is recognised using the credit adjusted effective interest rate. This rate is calculated in the same manner as the effective interest rate except that expected credit losses are included in the expected cash flows. Therefore, interest income is recognised on the amortised cost of the financial asset including expected credit losses. Should the credit risk on a Stage 3 financial asset has improved such that the financial asset is no longer considered credit impaired, interest income recognition reverts to a computation based on the rehabilitated the carrying value of the financial asset - gross. ab. Provisi dan Komisi ab. Fees and Commissions Pendapatan dan beban provisi dan komisi yang signifikan dan merupakan bagian integral dari suku bunga efektif atas aset keuangan atau liabilitas keuangan dimasukkan dalam perhitungan suku bunga efektif. Significant fees and commission income and expenses that are integral to the effective interest rate on a financial asset or financial liability are included in the measurement of the effective interest rate. Pendapatan dan beban provisi dan komisi lainnya, termasuk pendapatan provisi yang terkait kegiatan ekspor impor, pendapatan provisi atas manajemen kas, pendapatan provisi atas jasa dan/atau mempunyai jangka waktu tertentu dan jumlahnya signifikan, diakui sebagai pendapatan ditangguhkan/beban dibayar dimuka dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktunya; jika tidak, pendapatan dan beban provisi dan komisi lainnya langsung diakui pada saat jasa diberikan. Atas komitmen kredit yang tidak diharapkan adanya penarikan kredit, provisi dari komitmen kredit tersebut diakui berdasarkan metode garis lurus selama jangka waktu komitmen. Other fees and commission income and expenses, including export import related fees, cash management fees, service fees and/or related to a specific period and the amount is significant, are recognised as unearned income/prepaid expenses and amortised based on the straight-line method over the terms of the related transactions; otherwise, they are directly recognised as the related services are performed. For loan commitments where there is no expected loan drawdown, the loan commitment provisions are recognised on a straight-line basis over the commitment period. Beban provisi dan komisi lainnya yang terutama terkait dengan provisi transaksi antar bank diakui sebagai beban pada saat jasa tersebut diterima. Other fees and commission expense which are mainly related to inter-bank transaction fees are expensed as the services are received. ac. Pendapatan Bersih Transaksi Perdagangan Pendapatan bersih transaksi perdagangan terdiri dari keuntungan atau kerugian bersih terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dimiliki pada FVTPL atau untuk tujuan diperdagangkan, termasuk seluruh perubahan nilai wajar yang direalisasi maupun yang belum direalisasi dan selisih kurs. ad. Laba Bersih per Saham ac. Net Trading Income Net trading income comprises of net gains or losses related to financial assets and liabilities held at FVTPL or for trading and includes all realised and unrealised fair value changes and foreign exchange differences. ad. Earnings per Share Sesuai dengan PSAK 56, laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan. In accordance with SFAS 56, basic earnings per share is computed by dividing net income for the current year attributable to equity holders of the parent entity with the weighted average number of outstanding issued and fully paid-up ordinary shares during the year. Lampiran - 5/44 - Schedule
  58. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG ad. Laba Bersih per Saham (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING ad. Earnings per Share (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tidak ada instrumen yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar. ae. Dividen As of 31 December 2021 and 2020, there were no instruments which could result in the issuance of ordinary shares. Therefore, diluted earnings per share is equivalent to basic earnings per share. ae. Dividend Pembagian dividen diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut dideklarasikan dan disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham. af. Transaksi Sewa Dividend distributions are recognised as a liability when the dividends are declared and approved in the General Meeting of the Shareholders. af. Lease Transaction Pada tanggal permulaan kontrak, Bank menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Bank dapat memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa yang bernilai rendah. At the inception of a contract, the Bank assesses whether the contract is or contains a lease. A contract is or contains a lease if the contract conveys the right to control the use of an identified assets for a period of time in exchange for consideration. The Bank can choose not to recognise the right-of-use asset and lease liabilities for short-term lease and low value asset. Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Bank harus menilai apakah: To assess whether a contract conveys the right to control the use of an identified asset, the Bank shall assess whether: - - - Bank memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan Bank memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Bank memiliki hak ini ketika Bank memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan: 1. Bank memiliki hak untuk mengoperasikan aset; 2. Bank telah mendesain aset dengan de cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan. - the Bank has the right to obtain substantially all the economic benefit from use of the asset throughout the period of use; and the Bank has the right to direct the use of the asset. The Bank has described when it has a decision-making rights that are the most relevant to changing how and for what purpose the asset is used are predetermined: 1. 2. the Bank has the right to operate the asset; the Bank has designed the asset in a way that predetermine how and for what purpose it will be used. Pada tanggal permulaan sewa, Bank mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hakguna diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan. Aset hak-guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu sewa. The Bank recognises a right-of-use asset and lease liabilities at the commencement date of the leases. The right-of-use asset is initially measured at cost, which comprises the initial amount of the leases liability adjusted for any lease payments made at or before the commencement date, plus any initial direct cost incurred. The right-of-use asset is amortised over the straight-line method throughout the lease term. Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Bank menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto. The lease liability is initially measured at the present value of the lease payments that are not paid at the commencement date, discounted using the interest rate implicit in the lease or, if that right cannot be readily determined, using incremental borrowing rate. Generally, the Bank uses its incremental borrowing rate as a discount rate. Lampiran - 5/45 - Schedule
  59. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG af. Transaksi Sewa (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ACCOUNTING af. Lease Transaction (continued) Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode. Each lease payment is allocated between the liability and finance cost. The finance cost is charged to profit or loss over the leases period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. Bank menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa sebagai bagian dari “Liabilitas lain-lain” di dalam laporan posisi keuangan. The Bank presents right-of-use assets as part of “Fixed assets” and leases liabilities as part of “Other liabilities” in the statement of financial position. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Bank pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Bank akan mengeksekusi opsi beli, maka Bank menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. If the lease transfers ownership of the underlying asset to the Bank by the end of the leases term or if the cost of the right-of-use asset reflects that the Bank will exercise a purchase option, the Bank depreciates the rightof-use asset from the commencement date to the end of the useful life of the underlying asset. Bank menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Bank, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Bank menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”, kecuali jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Bank menerapkan PSAK 16, “Aset tetap”. The Bank analyses the facts and circumstances for each type of landrights in determining the accounting for each of these land rights so that it can accurately represent an underlying economic event or transaction. If the landrights do not transfer control of the underlying assets to the Bank, but gives the rights to use the underlying assets, the Bank applies the accounting treatment of these transactions as leases under SFAS 73, “Leases”, except if landrights substantially similar to land purchases, the Bank applies SFAS 16, “Property, plant and equipment”. Modifikasi sewa Lease modification Bank mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika: The Bank accounts for a lease modification as a separate leases if both: - - the modification increases the scope of the leases by adding the right to use one or more underlying assets; - the consideration for the leases increases by an amount commensurate with the stand-alone price for the increase in scope and any appropriate adjustments to that stand-alone price to reflect the circumstances of the particular contract. - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset pendasar atau lebih; imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi kontrak tertentu. ag. Segmen Operasi ag. Operating Segments Segmen operasi adalah komponen dari Bank yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban, termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain Bank, di mana hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh Direksi Bank untuk membuat keputusan mengenai sumber daya yang akan dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya, serta tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Hasil segmen yang dilaporkan kepada Direksi Bank meliputi komponen-komponen yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen dan komponen-komponen yang dapat dialokasikan dengan dasar yang wajar. Komponen yang tidak dapat dialokasikan terutama terdiri dari aset dan liabilitas pajak penghasilan, termasuk pajak kini dan pajak tangguhan serta aset tetap. An operating segment is a component of the Bank that engages in business activities from which it may earn revenues and incur expenses, including revenues and expenses that relate to transactions with any of the Bank’s other components, whose operating results are reviewed regularly by the Bank’s Board of Directors to make decisions about resources allocated to the segment and assess its performance and for which discrete financial information is available. Segment results that are reported to the Bank’s Board of Directors include items directly attributable to a segment, as well as those that can be allocated on a reasonable basis. Unallocated items mainly comprise of income tax assets and liabilities, including current and deferred taxes and fixed assets. Lampiran - 5/46 - Schedule
  60. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI YANG ah. Kombinasi bisnis entitas sepengendali 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ah. Business control combination ACCOUNTING under common Integrasi usaha antara Bank dan BBI (lihat Catatan 1d) merupakan transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali. Transaksi kombinasi bisnis antar entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis termasuk aset maupun liabilitas terkait dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok yang sama bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi. Transaksi tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara jumlah imbalan yang diterima/dialihkan dan jumlah tercatat dari transaksi bisnis yang dialihkan dicatat di ekuitas dan disajikan sebagai bagian dari akun Tambahan modal disetor - bersih. Business integration between the Bank and BBI (refer to Note 1d) is a business combination under common control transaction. Business combination transaction between entities under common control, in form of business transfer including the related assets and liabilities in the event of reorganisation of entities under the same group does not consitute change in ownership by economic substance definition. This transaction is recognised at carrying value under pooling of interest method. Difference between proceed received/paid and carrying value of business transaction being transferred is recorded in equity and presented as part of Additional paid - in capital - net account. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari entitas-entitas yang bergabung untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan itu telah terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. In applying the pooling of interest method, the financial statements items of the merged entities for the period in which the merger occured are presented as if the merger had occurred since the beginning period of the merged entities are under common control. Kebijakan akuntansi yang seragam diterapkan pada entitas yang bergabung tersebut. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat hanya dilakukan untuk menyesuaikan kebijakan akuntansi entitas yang bergabung dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh entitas hasil kombinasi. Pengaruh yang timbul sebagai akibat dari transaksi intra-entitas yang berkombinasi, yang timbul sejak awal terjadinya sepengendalian, dieliminasi dalam penyusunan laporan keuangan entitas hasil kombinasi. Uniform accounting policies are applied on the merged entities. Adjustment to the carrying value are performed only to match the accounting policies of the entity that are merged with the accounting policies adopted by the resulting combined entity. Impact of combined intra-entity transactions, which arise since the inception of common control, are eliminated in the financial statements of the resulting combined entity. ai. Surat Utang Subordinasi Tambahan Tier - 1 (“AT-1”) Modal Inti ai. Additional Tier Subordinated Notes 1 (“AT-1”) Capital AT-1 merupakan instrumen keuangan majemuk yang mengandung komponen liabilitas dan ekuitas. Komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Komponen liabilitas pada AT1 diakui pada awalnya sebesar nilai wajar liabilitas yang serupa yang tidak memiliki komponen ekuitas. Komponen ekuitas diakui pada awalnya sebesar selisih antara nilai wajar AT-1 secara keseluruhan dan nilai wajar komponen liabilitas dan dicatat pada pada akun Tambahan modal disetor - bersih. The AT-1 is a compound financial instrument containing both a liability and an equity component. Such component is classified separately as financial liabilities and equity instruments. The liability component of the AT-1 is recognised initially at the fair value of a similar liability that does not have an equity component. The equity component is recognised initially as the difference between the fair value of the AT-1 as a whole and the fair value of the liability component and recorded as Additional paid-in capital - net. Setelah pengakuan awal, komponen liabilitas dari AT-1 diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif sebagai “Beban operasional” lainnya pada laporan laba rugi. Komponen ekuitas dari AT-1 tidak diukur kembali setelah pengakuan awal. Subsequent to initial recognition, the liability component of the AT-1 is measured at amortised cost using the effective interest rate method as “Other expenses” in the statements of profit or loss. The equity component of the AT-1 is not remeasured subsequent to initial recognition. Lampiran - 5/47 - Schedule
  61. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 2. IKHTISAR KEBIJAKAN SIGNIFIKAN (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) AKUNTANSI ai. Surat Utang Subordinasi Modal Tambahan Tier - 1 (“AT-1”) (lanjutan) YANG 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT POLICIES (continued) ai. Additional Tier - 1 (“AT-1”) Subordinated Notes (continued) Inti Jika di masa depan terdapat perubahan asumsi jangka waktu eksekusi opsi beli dan/atau ekspektasi arus kas keluar atas AT-1, maka Bank menyesuaikan jumlah tercatat bruto untuk mencerminkan arus kas kontraktual yang aktual dan telah direvisi yang akan didiskontokan pada suku bunga efektif awal. Penyesuaian ini diakui pada pendapatan/beban operasional lainnya pada laporan laba rugi. AT-1 dicatat dalam Dolar Amerika Serikat sesuai dengan mata uang penerbitannya sehingga instrumen tersebut ditranslasikan pada setiap akhir periode pelaporan sehingga terdapat dampak selisih kurs yang dicatat pada “Pendapatan operasional lainnya“. 3. MANAJEMEN RISIKO ACCOUNTING Capital If in the future there are assumption changes in the tenor of call option execution and/or expected cash outflow of the AT-1, the Bank shall adjust the gross carrying amount to reflect actual and revised estimated contractual cash flows which will be discounted at the original effective interest rate. The adjustment is recognised as other operating income/expenses in the statements of profit or loss. AT-1 is recorded in United States Dollar in accordance with its original issuance currency, therefore, it is translated at every reporting period end for the foreign currency exchange difference which is recorded in “Other operating income”. 3. RISK MANAGEMENT Manajemen risiko adalah serangkaian aktivitas yang dijalankan secara menyeluruh oleh Bank, di mana melalui aktivitas tersebut, Bank dapat mengambil keputusan, mengendalikan dan mengoptimalkan tingkat pengembalian risiko Bank. Risk management is a set of end-to-end activities through which enable the Bank in decisions making, controls and optimises the risk-return profile of the Bank. a. Kerangka Manajemen Risiko a. Risk Management Framework Bank menetapkan Kerangka Kerja Manajemen Risiko Perusahaan (“ERMF“) sebagai pendekatan manajemen risiko yang bertujuan untuk mencapai tujuan dan sasaran strategi Bank dengan mengoptimalkan keseimbangan antara risiko dan pendapatan. The Bank established Enterprise Risk Management Framework (“ERMF”) as an approach to risk management in order to achieve Bank’s objective and strategic goals by optimising the balance between risk and return. Bank telah mengidentifikasi 14 (empat belas) tipe risiko utama yang dicantumkan dalam ERMF, yaitu: Risiko Kredit, Pasar, Likuiditas Jangka Pendek, Likuiditas Struktural, Modal, Operasional, Hukum, Stratejik, Kepatuhan, Reputasi, Imbal Hasil, Investasi, Transaksi Intragrup, dan Keamanan Informasi. The Bank has identified 14 (fourteen) principal risk type listed in ERMF, as follows: Credit, Market, Short-Term Liquidity, Structural Liquidity, Capital, Operational, Legal, Strategic, Compliance, Reputational, Rate of Return, Investment Risk, Intra-group Transaction, and Information Security Risk. Penerapan ERMF mencakup aktivitas bisnis Bank konvensional maupun syariah, serta perusahaan anak. Entitas anak juga wajib menyusun ERMF yang sesuai dengan ukuran dan karakteristik bisnisnya, dengan tetap mengacu pada kerangka manajemen risiko Bank Permata secara umum. Oleh karena itu, seluruh saldo dan transaksi syariah dimasukkan sebagai bagian dalam pengungkapan manajemen risiko secara konsolidasi. ERMF implementation covers both conventional and sharia unit busines activities, as well as the subsidiary. The subsidiary has to establish ERMF that align with their business size and characteristics, refer to Bank Permata’s risk management framework in general. Therefore, all sharia balance and transactions are included as a part of consolidated risk management disclosure. Selanjutnya, ERMF dijabarkan lebih detail dalam Risk Type Framework (“RTF“). RTF disusun oleh Risk Framework Owner (“RFO“) sebagai panduan umum dalam penerapan manajemen risiko. Selain itu, RFO juga bertanggungjawab dalam menyusun kebijakan dan standar pengendalian minimum, serta melakukan pemantauan terhadap penerapan kerangka kerja, kebijakan dan standar tersebut. Further, ERMF is described in more detail in Risk Type Framework (“RTF”). RTF is formulated by Risk Framework Owner (RFO) as general guidance in implementation of risk management. Furthermore, RFO is also responsible to develop policies and minimum control standards, and monitor the implementation of the framework, policies and standards. Lampiran - 5/48 - Schedule
  62. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. a. Kerangka Manajemen Risiko (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) a. Risk Management Framework (continued) Penerapan manajemen risiko dimonitor secara berkala oleh Dewan Komisaris dan Direksi. Dalam hal ini, Dewan Komisaris dan Direksi dapat mendelegasikan tugasnya kepada Komite Risiko dibawahnya. Komite Risiko pada tingkat Direksi antara lain Komite Manajemen Risiko (”RMC”) dan Komite Asset Liability (”ALCO”), serta diawasi oleh Komite Pemantau Risiko (”RMoC”) pada tingkat Dewan Komisaris. The implementation of risk management is monitored regularly by Board of Commisioner (“BOC”) and Board of Director (“BOD”). BOC and BOD may delegate their role to the Risk Commitees under its supervision. Risk Committees at BOD level are Risk Management Committee (“RMC”) and Asset Liability Committee (“ALCO”), and supervised by Risk Monitoring Committee (“RmoC”) at BOC level. Berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh Dewan Komisaris, RMoC mengevaluasi area risiko spesifik dan memantau penerapan pengelolaan risiko di dalam Bank secara keseluruhan. Anggota RMoC adalah Komisaris dan Anggota Independen dengan keahlian dalam bidang manajemen risiko dan manajemen keuangan. Acting within the authority delegated by the BoC, the RMoC reviews specific risk areas and monitors the implementation of risk management within the Bank. The members of RMoC are Commissioners and Independent Parties with risk management and financial management expertise. Dalam rangka memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris, RMoC bertanggung jawab untuk melakukan (1) evaluasi terhadap konsistensi antara kebijakan manajemen risiko dengan implementasi dari kebijakan tersebut, (2) pemantauan dan evaluasi tugas RMC dan Satuan Kerja Manajemen Risiko, dalam rangka memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris, dan (3) Menjaga kerahasiaan semua dokumen, data, dan informasi terkait Bank Permata. In order to provide recommendations to the BoC, RMoC is responsible for (1) evaluating the consistency between risk management policies and the implementation of the policies, (2) monitoring and evaluating the implementation of the RMC and Risk Management Units in order to give a recommendation to the Board of Commissioners, and (3) Mantaining confidenciality of all document, data, and information of Bank Permata. RMC bertanggungjawab untuk (1) melakukan evaluasi kebijakan Manajemen Risiko dan perubahannya, termasuk strategi manajemen risiko, tingkat risiko yang diambil dan toleransi risiko, limit risiko, kerangka Manajemen Risiko serta rencana kontinjensi untuk mengantisipasi terjadinya kondisi tidak normal (2) Memastikan bahwa paparan risiko pada seluruh risiko yang ada di Bank berada dalam keseluruhan selera risiko, (3) Memantau semua eksposur risiko material, kecukupan asset impairment, dan tren eksternal utama, termasuk menginisiasi stress testing (4) merekomendasikan penyempurnaan proses Manajemen Risiko secara berkala maupun bersifat insidentil sebagai akibat dari suatu perubahan kondisi eksternal dan internal Bank yang mempengaruhi kecukupan permodalan, Profil Risiko Bank, dan tidak efektifnya penerapan Manajemen Risiko berdasarkan hasil evaluasi (5) mengkaji deviasi dari kebijakan, limit, dan strategi risiko yang telah disetujui sebelumnya, (6) efektivitas dari penerapan Kerangka Kerja Risiko Manajemen Bank. RMC is responsible to (1) evaluate Risk Management policies and its changes, including risk management strategies, risk appetite, risk tolerance, risk limits, risk management frameworks and contingency plans to anticipate abnormal conditions, (2) ensure that the risk exposures for all types of risk across the Bank remain within the overall risk appetite (3) monitor all material risk exposures, adequacy of asset impairment and key external trends, including to initiate stress testing. (4) evaluate and recommend improvement of risk management process periodically or incidentally as a result of a change in external and internal conditions of the Bank that affects capital adequacy, Bank's Risk Profile, and ineffective implementation of risk management based on evaluation results (5) review deviation from approved policies, limits and risk strategies, (6) effective application of the Bank’s Risk Management Framework. ALCO bertanggung jawab dalam mengoptimalkan struktur neraca dan permodalan Bank dan mengelolanya sejalan dengan kebijakan risiko yang direkomendasikan dan telah disetujui sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku serta pandangan masa mendatang terhadap perubahan dalam kondisi ekonomi, peraturan serta kompetisi usaha. ALCO is responsible for optimising the Bank’s balance sheet and capital structure and managing it in accordance with the recommended and approved risk policies as well as prevailing laws and regulations and a forward looking view in changes of economic, regulatory and business competitiveness. Lampiran - 5/49 - Schedule
  63. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. a. Kerangka Manajemen Risiko (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) a. Risk Management Framework (continued) Implementasi Kebijakan, Prosedur dan Limit Eksposur Implementations of Policies, Procedures and Exposure Limits Bank memiliki kerangka kerja pengendalian yang memberikan panduan secara jelas dan batasan tegas dalam pengambilan risiko. Tiga komponen utama kerangka kerja pengendalian risiko, di mana secara kolektif menyediakan suatu mekanisme untuk mengatur dan menyesuaikan batasan terhadap pengambilan risiko: The Bank maintains a control framework that provides clear guidelines and firm boundaries on risk taking. Three key components to risk control framework, which collectively provide a mechanism to set and adjust those boundaries on risk taking are: • • • Policies • Exposure Limits. These limits are applied in areas where the measurement and monitoring of risk exposures are reliable to the range of risk variables. At the top level, risk tolerance limits are set to align with Risk Appetite and the expressed or implied tolerance of key stakeholders. • Kebijakan Batas (Limit) Eksposur. Limit diaplikasikan pada area di mana pengukuran dan pemantauan eksposur risiko dapat diandalkan, terhadap seluruh variabel risiko. Pada tingkat tertinggi, penentuan batasan toleransi risiko disesuaikan dengan Risk Appetite dan tingkat toleransi stakeholder utama. Kerangka Delegasi Wewenang Risiko • Delegated Risk Authorities Framework Identifikasi, Pengukuran dan Pemantauan Risiko Risk Identification, Monitoring Bank mengantisipasi dan mengidentifikasi risiko yang ada pada transaksi, portofolio, infrastruktur dan proses. Apabila memungkinkan, risiko tersebut dihitung dan diukur sesuai dengan sasaran dan standar yang konsisten. Risiko yang material dipantau dan dilaporkan untuk memberikan informasi pertukaran pengembalian risiko dan memastikan bahwa transaksi dan portofolio berada di dalam batasan alokasi risiko. The Bank anticipates and identifies risks in the existing transactions, portfolio, infrastructure and processes. Where possible, these risks are quantified and measured in accordance with the objective and consistent standards. Material risks are monitored and reported to inform riskreturn tradeoffs and ensure transactions and portfolios remain within the allocated risk limits. Bank memperhitungkan risiko, namun juga menyadari bahwa tidak semua risiko dapat dihitung dan model bukan merupakan pengganti dari suatu pertimbangan. The Bank quantifies risks where possible but recognises that not all risks can be quantified and that models are not a substitute for judgment. Stress testing dan scenario analysis digunakan untuk menilai kemampuan keuangan dan manajemen Bank untuk terus beroperasi secara efektif dalam kondisi ekstrem yang mungkin terjadi. Stress testing and scenario analysis are used to assess the financial and management capability of the Bank to continue operating effectively under extreme but plausible trading conditions. Pemantauan eksposur risiko dan kondisi lingkungan yang ada merupakan aktivitas yangberkelanjutan. Monitoring risk exposures and underlying environmental conditions must be an ongoing activity. Pelaporan risiko merupakan cara Bank memastikan bahwa manajemen memperhatikan risiko sehingga organisasi siap menanggapi secara efektif setiap kejadian risiko yang timbul. Risk reporting is how the Bank ensures that management pays attention to risks and hence the organisation is ready to effectively respond to each risk event as they arise. b. Manajemen Risiko Kredit Measurement and a. Credit Risk Management Sistem Pengendalian Internal Internal Control System SKAI memberikan kepastian yang independen bahwa keseluruhan sistem pengendalian telah berjalan secara efektif seperti yang disyaratkan oleh ERMF. SKAI provides independent assurance that the overall system of control effectiveness is working as required within the ERMF. Lampiran - 5/50 - Schedule
  64. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) Sistem Pengendalian Internal (lanjutan) Internal Control System (continued) Kegiatan manajemen risiko kredit telah diarahkan pada model risiko kredit yang sesuai dengan penerapan Basel II. Bank telah mengembangkan infrastruktur untuk mendukung pengembangan model risiko kredit internal. Saat ini, sistem manajemen risiko sedang ditingkatkan dan database terus dikembangkan untuk pengembangan lebih lanjut dari model PD, LGD dan EAD. The credit risk management activities have been geared towards the implementation of Basel II compliant credit risk models. The Bank has been developing the infrastructure to support the development of internal credit risk models. The existing risk management system is being enhanced and a database is continually enhanced for further development of PD, LGD and EAD models. Dengan latar belakang kondisi makroekonomi yang penuh tantangan, Bank menjaga rasio kredit bermasalah bersih (“NPL”) dalam batas yang dipersyaratkan melalui kombinasi dari proses identifikasi early alert yang lebih ketat, pengetatan dalam proses penerimaan bisnis baru, pengetatan proses monitoring kredit, strategi portofolio berbasis risiko yang lebih komprehensif dan baik, identifikasi segmen bisnis bermasalah dengan tepat dan fokus pada Unit SAM dan Unit Collection untuk memperoleh pembayaran dari NPL. In light of challenging macroeconomic backdrop, the Bank maintains its net non-performing loans ratio (“NPL”) under a required threshold through a combination of improved early alert disciplines, tightening the process of new business underwriting, tightening the credit monitoring process, more comprehensive and better risk based portfolio strategy, proper identification of troubled segments and a focus on SAM and Collection Team to collect payments from NPL accounts. i. Eksposur Kredit i. Maksimum terhadap Risiko Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Bank atas instrumen keuangan pada laporan posisi keuangan dan rekening administratif tanpa memperhitungkan agunan kredit atau jaminan kredit lainnya pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Uraian Posisi keuangan: Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain - bersih Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - bersih Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi - bersih Kredit yang diberikan - bersih Efek-efek untuk tujuan investasi - bersih Aset lain-lain - bersih Rekening administratif: Garansi yang diterbitkan Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan - committed Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan dan masih berjalan Jumlah Maximum Exposure to Credit Risk The following table presents the Bank’s maximum exposure to credit risk of financial instruments in the statements of financial position and administrative accounts without taking into account of any collateral held or other credit enhancements as of 31 December 2021 and 2020. 2021 2020 10.627.001 3.002.473 33.449.165 1.581.799 14.245.191 1.927.008 116.985.878 40.964.611 2.300.160 Description Financial position: 5.013.391 Current accounts with Bank Indonesia 2.563.516 Current accounts with other banks - net Placements with Bank Indonesia 18.660.681 and other banks - net 2.348.378 Financial assets held for trading Securities purchased under resale 22.272.459 agreements 1.434.917 Acceptance receivables - net 110.810.908 Loans - net 23.256.980 Investment securities - net 1.147.333 Other assets - net 5.133.489 4.841.620 13.992.841 8.636.934 Administrative accounts: Guarantees issued 2.056.410 1.832.677 Unused credit facility - committed Outstanding irrevocable letters of credit 246.266.026 202.819.794 Total Lampiran - 5/51 - Schedule
  65. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. ii. Analisis Risiko Konsentrasi Kredit Credit Risk Management (continued) ii. Concentration of Credit Risk Analysis Bank mendorong adanya diversifikasi portofolio kreditnya pada berbagai wilayah geografis, industri dan produk sebagai upaya untuk mengurangi risiko kredit. The Bank encourages the diversification of its credit portfolio among a variety of geographies, industries and credit product in order to minimise the credit risk. Konsentrasi risiko kredit berdasarkan pihak lawan: Credit risk concentration by counterparties: 2021 Bank dan lembaga keuangan/ Bank and financial institution Pemerintah, entitas milik negara dan Bank Indonesia/ Government, state owned entity and Bank Indonesia Korporasi/ Corporate Perorangan/ Individual Jumlah/ Total Posisi keuangan: Giro pada Bank Indonesia - 10.627.001 - - Giro pada bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bankbank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain - - 3.002.473 - Rekening administratif: Garansi yang diterbitkan Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan - committed Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan dan masih berjalan Jumlah - 27.590.157 5.859.008 - 39.064 1.370.814 171.921 - 1.709.038 83.810.267 14.245.191 170.148 9.397.259 47.822 1.419.372 22.358.980 14.245.191 1.927.008 116.985.878 Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables Loans 142.896 1.841.998 40.364.512 441.511 457.203 10.707 5.944 40.964.611 2.300.160 Investment securities Other assets 4.868.503 247.468 12.634 4.884 5.133.489 Administrative accounts: Guarantees issued 12.463.446 1.446.240 - 83.155 13.992.841 Unused credit facility committed 1.963.838 92.572 - - 2.056.410 Outstanding irrevocable letters of credit 106.839.050 105.992.873 10.981.140 22.452.963 246.266.026 Total 2020 Bank dan lembaga keuangan/ Bank and financial institution Pemerintah, entitas milik negara dan Bank Indonesia/ Government, state owned entity and Bank Indonesia Korporasi/ Corporate Perorangan/ Individual Jumlah/ Total Posisi keuangan: Giro pada Bank Indonesia - 5.013.391 - - Giro pada bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bankbank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain - - 2.563.516 - Rekening administratif: Garansi yang diterbitkan Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan - committed Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan dan masih berjalan Jumlah Financial position: Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other 3.002.473 banks Placements with Bank Indonesia and 33.449.165 other banks Financial assets held for 1.581.799 trading 10.627.001 Financial position: Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other 2.563.516 banks Placements with Bank Indonesia and 18.660.681 other banks Financial assets held for 2.348.378 trading 5.013.391 - 17.773.441 887.240 - 82.247 1.850.573 415.558 - 1.224.768 74.938.622 22.272.459 200.988 8.885.587 9.161 3.292.375 23.694.324 22.272.459 1.434.917 110.810.908 Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables Loans 23.192 667.758 21.634.650 435.541 1.599.138 36.814 7.220 23.256.980 1.147.333 Investment securities Other assets 4.362.373 466.457 6.434 6.356 4.841.620 Administrative accounts: Guarantees issued 7.757.296 800.000 - 79.638 8.636.934 Unused credit facility committed 1.480.941 351.736 - - 1.832.677 Outstanding irrevocable letters of credit 90.537.197 79.684.823 8.810.236 23.787.538 202.819.794 Total Konsentrasi kredit yang diberikan berdasarkan jenis kredit, mata uang dan sektor ekonomi diungkapkan pada Catatan 12. Lampiran - 5/52 - Schedule The concentration of loans by type of loans, currency and economic sector is disclosed in Note 12.
  66. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) b. 3. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit iii. Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan berdasarkan staging dan peringkat kredit sesuai PSAK 71 pada tanggal 31 Desember 2021: Giro pada Bank Indonesia/ Current accounts with Bank Indonesia Aset keuangan dengan biaya perolehan diamortisasi Stage 1 Peringkat kredit 1-6 Peringkat kredit 7-9 Peringkat kredit 10-11 Peringkat kredit 12 Peringkat kredit 13-14 Tanpa peringkat (berdasarkan jumlah hari jatuh tempo) Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo sampai dengan 29 hari Stage 2 Peringkat kredit 1-6 Peringkat kredit 7-9 Peringkat kredit 10-11 Peringkat kredit 12 Peringkat kredit 13-14 Tanpa peringkat (berdasarkan jumlah hari jatuh tempo) Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo sampai dengan 29 hari Telah jatuh tempo 30-59 hari Telah jatuh tempo 60-89 hari Dipindahkan Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain/ Placements with Bank Indonesia and other banks Giro pada bank-bank lain/ Current accounts with other banks Aset keuangan untuk diperdagangkan/ Financial assets held for trading Credit Risk Analysis The following table presents the financial assets based on stage and credit grading in accordance with SFAS 71 as of 31 December 2021: 2021 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali/ Securities Tagihan purchased akseptasi/ under resale Acceptance agreements receivables Efek-efek untuk tujuan investasi/ Investment securities Kredit yang diberikan/ Loans Aset lain-lain/ Other assets Jumlah/ Total Financial assets at amortised cost Stage 1 Credit grading 1-6 Credit grading 7-9 Credit grading 10-11 Credit grading 12 Credit grading 13-14 Non-graded (based on day past due) Not yet overdue 10.627.001 - 3.002.475 - 33.436.027 - - 14.245.191 - 140.526 1.019.859 745.605 - 26.957.176 22.562.667 19.906.578 1.184 7.642.604 302.812 68.874 - 444.078 1.459.353 370.637 - 96.495.078 25.344.691 21.091.694 1.184 - - - - - 30.508 39.980.751 91.513 15.993 40.118.765 - - - - - - 1.328.784 - - 1.328.784 10.627.001 3.002.475 33.436.027 - 14.245.191 1.936.498 110.737.140 8.105.803 2.290.061 184.380.196 - - - - - 1.102 - 4.979.378 1.575.984 - - 21.118 - 4.980.480 1.597.102 - - - - - - - 343.862 - - 343.862 - - - - - - 15 - - 15 Past due up to 29 days - - - - - - 746.865 - - 746.865 Past due 30-59 days - - - - - - 140.140 - - 140.140 Past due 60-89 days - - - - - 1.102 7.786.244 - 21.118 7.808.464 10.627.001 3.002.475 33.436.027 - 14.245.191 1.937.600 118.523.384 8.105.803 2.311.179 192.188.660 Lampiran - 5/53 - Schedule Past due up to 29 days Stage 2 Credit grading 1-6 Credit grading 7-9 Credit grading 10-11 Credit grading 12 Credit grading 13-14 Non-graded (based on day past due) Not yet overdue Carried forward
  67. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) b. 3. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan berdasarkan staging dan peringkat kredit sesuai PSAK 71 pada tanggal 31 Desember 2021: (lanjutan) Giro pada Bank Indonesia/ Current accounts with Bank Indonesia Pindahan Stage 3 Peringkat kredit 1-6 Peringkat kredit 7-9 Peringkat kredit 10-11 Peringkat kredit 12 Peringkat kredit 13-14 Tanpa peringkat (berdasarkan jumlah hari jatuh tempo) Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo sampai dengan 29 hari Telah jatuh tempo 30-59 hari Telah jatuh tempo 60-89 hari Telah jatuh tempo 90-119 hari Telah jatuh tempo 120-149 hari Telah jatuh tempo lebih dari 149 hari Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain/ Placements with Bank Indonesia and other banks Giro pada bank-bank lain/ Current accounts with other banks Aset keuangan untuk diperdagangkan/ Financial assets held for trading Credit Risk Analysis (continued) The following table presents the financial assets based on stage and credit grading in accordance with SFAS 71 as of 31 December 2021: (continued) 2021 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali/ Securities Tagihan purchased akseptasi/ under resale Acceptance agreements receivables Efek-efek untuk tujuan investasi/ Investment securities Kredit yang diberikan/ Loans Aset lain-lain/ Other assets Jumlah/ Total 10.627.001 3.002.475 33.436.027 - 14.245.191 1.937.600 118.523.384 8.105.803 2.311.179 192.188.660 - - - - - 71.345 3.455 1.742 49 5.288.079 13.988 4.357 3.455 1.742 49 5.377.769 - - - - - - 114.280 - - 114.280 - - - - - - 43.970 - - 43.970 Past due up to 29 days - - - - - - 31.541 - - 31.541 Past due 30-59 days - - - - - - 9.632 - - 9.632 Past due 60-89 days - - - - - - 88.853 - - 88.853 - - - - - - 91.746 - - 91.746 - - - - - - 1.303.538 - - 1.303.538 Past due 90-119 days Past due 120-149 days Past due more than 149 days - - - - - 71.345 6.976.885 13.988 4.357 7.066.575 10.627.001 3.002.475 33.436.027 - 14.245.191 2.008.945 125.500.269 8.119.791 2.315.536 199.255.235 Brought forward Stage 3 Credit grading 1-6 Credit grading 7-9 Credit grading 10-11 Credit grading 12 Credit grading 13-14 Non-graded (based on day past due) Not yet overdue Financial assets - fair Aset keuangan - nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Stage 1 Dipindahkan - - - - - - - 32.803.212 - 32.803.212 10.627.001 3.002.475 33.436.027 - 14.245.191 2.008.945 125.500.269 40.923.003 2.315.536 232.058.447 Lampiran - 5/54 - Schedule value through other comprehensive income Stage 1 Carried forward
  68. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) b. 3. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan berdasarkan staging dan peringkat kredit sesuai PSAK 71 pada tanggal 31 Desember 2021: (lanjutan) Giro pada Bank Indonesia/ Current accounts with Bank Indonesia Pindahan Aset keuangan - nilai wajar melalui laba rugi Stage 1 10.627.001 Giro pada bank-bank lain/ Current accounts with other banks 3.002.475 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain/ Placements with Bank Indonesia and other banks Aset keuangan untuk diperdagangkan/ Financial assets held for trading 33.436.027 - Credit Risk Analysis (continued) The following table presents the financial assets based on stage and credit grading in accordance with SFAS 71 as of 31 December 2021: (continued) 2021 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali/ Securities Tagihan purchased akseptasi/ under resale Acceptance agreements receivables 14.245.191 Efek-efek untuk tujuan investasi/ Investment securities Kredit yang diberikan/ Loans 2.008.945 125.500.269 40.923.003 Aset lain-lain/ Other assets Jumlah/ Total 2.315.536 232.058.447 Brought forward Financial assets - fair value through profit or loss Stage 1 - - - 1.581.799 - - - - - 1.581.799 10.627.001 3.002.475 33.436.027 1.581.799 14.245.191 2.008.945 125.500.269 40.923.003 2.315.536 233.640.246 Total financial assets Bunga yang masih harus diterima Stage 1 Stage 2 Stage 3 - - 13.149 - - - - 448.931 74.099 44.859 47.153 - 7.271 - 516.504 74.099 44.859 Accrued interest received Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah bunga yang masih harus diterima - - 13.149 - - - 567.889 47.153 7.271 635.462 Total accrued interest received Jumlah aset keuangan Cadangan kerugian penurunan nilai Stage 1 Stage 2 Stage 3 - (2) - (11) - - - (25.698) (45) (56.194) (1.590.763) (2.221.703) (5.269.814) (5.545) - (11.568) (11.079) - (1.633.587) (2.232.826) (5.326.009) Allowance for impairment losses Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai - (2) (11) - - (81.937) (9.082.280) (5.545) (22.647) (9.192.422) Total allowance for impairment losses 1.581.799 14.245.191 Jumlah - bersih 10.627.001 3.002.473 33.449.165 1.927.008 Lampiran - 5/55 - Schedule 116.985.878 40.964.611 2.300.160 225.083.286 Total - net
  69. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) Dalam menentukan kualitas kredit berdasarkan segmen klien, untuk portofolio Wholesale Banking, eksposur dianalisis berdasarkan peringkat risiko kredit yang memainkan peranan utama dalam penilaian kualitas dan risiko pengawasan. Semua kredit diberikan peringkat risiko kredit yang ditelaah ulang secara periodik dan diubah berdasarkan perubahan keadaan atau perilaku debitur. CG 1 sampai dengan 12 diklasifikasikan ke akun Stage 1 dan 2 sementara CG 13-14 diklasifikasikan ke Stage 3. Selain berdasarkan CG, Bank juga melakukan analisa berdasarkan kriteria kualitatif sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2t. Sedangkan untuk debitur-debitur Retail Banking dipantau dan dianalisis berdasarkan hari tunggakan (days past due) dan kriteria kualitatif sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2t. In determining credit quality by client segment, for Wholesale Banking portfolios, exposures are analysed by credit grade, which plays a central role in the quality assessment and monitoring of risk. All loans are assigned a credit grade which is reviewed periodically and amended in light of changes in the borrower’s circumstances or behavior. CG 1 to 12 are assigned to Stage 1 and 2 accounts, while CG 13-14 are assigned to Stage 3. Beside analysis based on CG, the Bank also analyses based on qualitative criteria as explained in Note 2t. While for debtors under Retail Banking are monitored and analysed based on days past due and qualitative criteria as explained in Note 2t. Debitur Stage 2 dengan DPD kurang dari 30 hari merupakan debitur Retail Banking yang telah direkstruturisasi atau termasuk dalam kategori High Risk Early Alert. Debitur Stage 2 dengan CG kurang dari 12 merupakan debitur Wholesale Banking yang termasuk dalam kategori High Risk Early Alert atau mengalami penurunan CG yang signifikan. Stage 2 debtors with DPD less than 30 days are Retail Banking debtors which have been restructured or included in High Risk Early Alert category. Stage 2 debtors with CG less than 12 are Wholesale Banking debtors which are included in High Risk Early Alert category or have significant downgrade in CG. Debitur Stage 3 dengan DPD kurang dari 90 hari merupakan debitur Retail Banking yang pernah mengalami penurunan nilai ke Stage 3 sebelumnya tetapi belum memenuhi persyaratan untuk perbaikan stage. Stage 3 debtors with DPD less than 90 days are Retail Banking debtors which have been impaired to Stage 3 before but have not met the requirements criteria for stage improvement. Khusus untuk debitur yang terkena dampak COVID-19 dan dalam program restrukturisasi COVID-19, maka untuk perhitungan ECL tidak secara otomatis memicu peningkatan risiko kredit yang signifikan. For debtors impacted by COVID-19 and under COVID-19 restructuring program, in term of the ECL calculation, it may not automatically trigger a significant increase in credit risk. Lampiran - 5/56 - Schedule
  70. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) b. 3. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan berdasarkan staging dan peringkat kredit sesuai PSAK 71 pada tanggal 31 Desember 2020: Giro pada Bank Indonesia/ Current accounts with Bank Indonesia Aset keuangan dengan biaya perolehan diamortisasi Stage 1 Peringkat kredit 1-6 Peringkat kredit 7-9 Peringkat kredit 10-11 Peringkat kredit 12 Peringkat kredit 13-14 Tanpa peringkat (berdasarkan jumlah hari jatuh tempo) Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo sampai dengan 29 hari Stage 2 Peringkat kredit 1-6 Peringkat kredit 7-9 Peringkat kredit 10-11 Peringkat kredit 12 Peringkat kredit 13-14 Tanpa peringkat (berdasarkan jumlah hari jatuh tempo) Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo sampai dengan 29 hari Telah jatuh tempo 30-59 hari Telah jatuh tempo 60-89 hari Dipindahkan Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain/ Placements with Bank Indonesia and other banks Giro pada bank-bank lain/ Current accounts with other banks Aset keuangan untuk diperdagangkan/ Financial assets held for trading Credit Risk Analysis (continued) The following table presents the financial assets based on stage and credit grading in accordance with SFAS 71 as of 31 December 2020: 2020 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali/ Securities Tagihan purchased akseptasi/ under resale Acceptance agreements receivables Kredit yang diberikan/ Loans Efek-efek untuk tujuan investasi/ Investment securities Aset lain-lain/ Other assets Jumlah/ Total Financial assets at amortised cost Stage 1 Credit grading 1-6 Credit grading 7-9 Credit grading 10-11 Credit grading 12 Credit grading 13-14 Non-graded (based on days past due) Not yet overdue 5.013.391 - 2.532.910 30.614 - 18.412.234 245.000 - - 22.272.459 - 185.058 706.304 490.602 - 21.139.758 18.945.921 19.583.586 - 5.741.788 741.279 172.418 - 626.881 146.380 254.074 - 75.924.479 20.815.498 20.500.680 - - - - - - 42.177 39.551.330 311.369 30.408 39.935.284 - - - - - - 2.448.256 - - 2.448.256 5.013.391 2.563.524 18.657.234 - 22.272.459 1.424.141 101.668.851 6.966.854 1.057.743 159.624.197 - - - - - 28.906 3 - 9.998 10.219.058 111.169 - 2.158 - 106.024 - 9.998 10.353.988 113.330 - - - - - - - 111.757 - - 111.757 - - - - - - 2.071 - - 2.071 Past due up to 29 days - - - - - - 584.355 - - 584.355 Past due 30-59 days - - - - - - 355.716 - - 355.716 Past due 60-89 days - - - - - 28.909 11.394.124 2.158 106.024 11.531.215 5.013.391 2.563.524 18.657.234 - 22.272.459 1.453.050 113.062.975 6.969.012 1.163.767 171.155.412 Lampiran - 5/57 - Schedule Past due up to 29 days Stage 2 Credit grading 1-6 Credit grading 7-9 Credit grading 10-11 Credit grading 12 Credit grading 13-14 Non-graded (based on days past due) Not yet overdue Carried forward
  71. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) b. 3. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan berdasarkan staging dan peringkat kredit sesuai PSAK 71 pada tanggal 31 Desember 2020: (lanjutan) Giro pada Bank Indonesia/ Current accounts with Bank Indonesia Pindahan Stage 3 Peringkat kredit 1-6 Peringkat kredit 7-9 Peringkat kredit 10-11 Peringkat kredit 12 Peringkat kredit 13-14 Tanpa peringkat (berdasarkan jumlah hari jatuh tempo) Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo sampai dengan 29 hari Telah jatuh tempo 30-59 hari Telah jatuh tempo 60-89 hari Telah jatuh tempo 90-119 hari Telah jatuh tempo 120-149 hari Telah jatuh tempo lebih dari 149 hari Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain/ Placements with Bank Indonesia and other banks Giro pada bank-bank lain/ Current accounts with other banks Aset keuangan untuk diperdagangkan/ Financial assets held for trading Credit Risk Analysis (continued) The following table presents the financial assets based on stage and credit grading in accordance with SFAS 71 as of 31 December 2020: (continued) 2020 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali/ Securities Tagihan purchased akseptasi/ under resale Acceptance agreements receivables Efek-efek untuk tujuan investasi/ Investment securities Kredit yang diberikan/ Loans Aset lain-lain/ Other assets Jumlah/ Total 5.013.391 2.563.524 18.657.234 - 22.272.459 1.453.050 113.062.975 6.969.012 1.163.767 171.155.412 Brought forward - - - - - 5.729 2.435.895 - - 2.441.624 - - - - - - 282.823 - - 282.823 - - - - - - 84.293 - - 84.293 Past due up to 29 days - - - - - - 69.311 - - 69.311 Past due 30-59 days - - - - - - 81.242 - - 81.242 Past due 60-89 days - - - - - - 272.912 - - 272.912 - - - - - - 146.404 - - 146.404 - - - - - - 1.395.113 - - 1.395.113 Past due 90-119 days Past due 120-149 days Past due more than 149 days - - - - - 5.729 4.767.993 - - 4.773.722 5.013.391 2.563.524 18.657.234 - 22.272.459 1.458.779 117.830.968 6.969.012 1.163.767 175.929.134 Stage 3 Credit grading 1-6 Credit grading 7-9 Credit grading 10-11 Credit grading 12 Credit grading 13-14 Non-graded (based on days past due) Not yet overdue Financial assets - fair Aset keuangan - nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Stage 1 Dipindahkan - - - - - - - 16.259.143 - 16.259.143 5.013.391 2.563.524 18.657.234 - 22.272.459 1.458.779 117.830.968 23.228.155 1.163.767 192.188.277 Lampiran - 5/58 - Schedule value through other comprehensive income Stage 1 Carried forward
  72. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) b. 3. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Tabel berikut ini menyajikan aset keuangan berdasarkan staging dan peringkat kredit sesuai PSAK 71 pada tanggal 31 Desember 2020: (lanjutan) Giro pada Bank Indonesia/ Current accounts with Bank Indonesia Pindahan Aset keuangan - nilai wajar melalui laba rugi Stage 1 5.013.391 Giro pada bank-bank lain/ Current accounts with other banks 2.563.524 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain/ Placements with Bank Indonesia and other banks Aset keuangan untuk diperdagangkan/ Financial assets held for trading 18.657.234 - Credit Risk Analysis (continued) The following table presents the financial assets based on stage and credit grading in accordance with SFAS 71 as of 31 December 2020: (continued) 2020 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali/ Securities Tagihan purchased akseptasi/ under resale Acceptance agreements receivables 22.272.459 Kredit yang diberikan/ Loans 1.458.779 117.830.968 Efek-efek untuk tujuan investasi/ Investment securities 23.228.155 Aset lain-lain/ Other assets Jumlah/ Total 1.163.767 192.188.277 Brought forward Financial assets - fair value through profit or loss Stage 1 - - - 2.348.378 - - 346.160 - - 2.694.538 5.013.391 2.563.524 18.657.234 2.348.378 22.272.459 1.458.779 118.177.128 23.228.155 1.163.767 194.882.815 Total financial assets Bunga yang masih harus diterima Stage 1 Stage 2 Stage 3 - - 3.469 - - - - 516.634 84.675 22.693 45.395 - 6.685 - 572.183 84.675 22.693 Accrued interest received Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah bunga yang masih harus diterima - - 3.469 - - - 624.002 45.395 6.685 679.551 Total accrued interest received Jumlah aset keuangan Cadangan kerugian penurunan nilai Stage 1 Stage 2 Stage 3 - (8) - (22) - - - (16.926) (6.223) (713) (1.827.430) (2.895.550) (3.267.242) (15.760) (810) - (5.280) (17.839) - (1.865.426) (2.920.422) (3.267.955) Allowance for impairment losses Stage 1 Stage 2 Stage 3 Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai - (8) (22) - - (23.862) (7.990.222) (16.570) (23.119) (8.053.803) Total allowance for impairment losses 2.348.378 22.272.459 Jumlah - bersih 5.013.391 2.563.516 18.660.681 1.434.917 Lampiran - 5/59 - Schedule 110.810.908 23.256.980 1.147.333 187.508.563 Total - net
  73. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) CG ditentukan berdasarkan estimasi internal Bank atas kemungkinan gagal bayar (probability of default) selama setahun dari debitur-debitur atau portofolio tertentu yang dinilai berdasarkan sejumlah faktor kualitatif dan kuantitatif sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2t. The CG is based on the Bank’s internal estimate of probability of default over a one-year time horison, with customers or portfolios assessed against a range of quantitative and qualitative factors as explained in Note 2t. Rentang peringkat kredit dimulai dari 1 sampai dengan 14 dan peringkat tersebut diklasifikasikan lebih lanjut ke dalam subperingkat A, B, atau C. Peringkat kredit yang lebih rendah mengindikasikan kemungkinan gagal bayar yang lebih rendah. Peringkat kredit 1A sampai dengan 12C ditetapkan untuk debitur-debitur yang lancar, sedangkan peringkat 13 dan 14 ditetapkan untuk debitur-debitur bermasalah atau yang mengalami gagal bayar atau penurunan nilai. Peringkat debitur ini digunakan khususnya untuk debitur-debitur Wholesale Banking. Sedangkan untuk debitur-debitur Retail Banking dipantau dan dianalisis berdasarkan hari tunggakan (days past due) dan kriteria kualitatif sebagaimana dijelaskan pada Catatan 2t. The numeric credit grades run from 1 to 14 and the grades are further sub-classified as A, B, or C. Lower credit grades are indicative of a lower likelihood of default. Credit grades 1A to 12C are assigned to performing debtors or accounts, while credit grades 13 and 14 are assigned to non-performing or defaulted/impaired debtors. This grading is used specifically for Wholesale Banking debtors. While for debtors under Retail Banking are monitored and analysed based on days past due and qualitative criteria as explained in Note 2t. Perbaikan CG dan/atau staging dari yang mengalami penurunan nilai menjadi tidak mengalami penurunan nilai baru dapat dilakukan apabila debitur telah menunjukkan kepastian pemulihan dan kembali ke kondisi normal. Improvement in the CG and/or staging from impaired to not-impaired can only be made if debtors have shown recovery assurance and they are back to normal condition. Lampiran - 5/60 - Schedule
  74. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) Tabel berikut menyajikan aset keuangan berdasarkan stage dengan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk setiap aset keuangan dengan klasifikasi biaya perolehan diamortisasi, FVOCI dan FVTPL pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: The following table presents the financial assets by stage with the allowance for impairment losses against each financial assets under classification of amortised cost, FVOCI and FVTPL as of 31 December 2021 and 2020: 2021 Nilai tercatat/ Carrying amount Giro pada Bank Indonesia Giro pada bankbank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bankbank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli untuk dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain Stage 1 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount Stage 2 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount Stage 3 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount Nilai tercatat/ Carrying amount Jumlah/Total Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount 10.627.001 - 10.627.001 - - - - - - 10.627.001 - 10.627.001 3.002.475 (2) 3.002.473 - - - - - - 3.002.475 (2) 3.002.473 33.449.176 1.581.799 (11) - 33.449.165 - - - - - - 33.449.176 1.581.799 - - - - - - 1.581.799 1.581.799 Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading 14.245.191 1.927.008 Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables (9.082.280) 116.985.878 Loans (11) - (25.698) 14.245.191 1.910.800 1.102 (45) 1.057 71.345 (56.194) 15.151 14.245.191 2.008.945 111.186.071 (1.590.763) 109.595.308 7.860.343 (2.221.703) 5.638.640 7.021.744 (5.269.814) 1.751.930 126.068.158 40.956.168 2.297.332 (5.545) (11.568) 40.950.623 2.285.764 21.118 (11.079) 10.039 13.988 4357 13.988 4.357 40.970.156 2.322.807 (5.545) (22.647) 40.964.611 2.300.160 219.281.711 (1.633.587) 217.648.124 7.882.563 (2.232.827) 5.649.736 7.111.434 1.785.426 234.275.708 (9.192.422) 225.083.286 Lampiran - 5/61 - Schedule (5.326.008) (81.937) 33.449.165 14.245.191 1.936.498 - Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other banks Investment securities Other assets
  75. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) Tabel berikut menyajikan aset keuangan berdasarkan stage dengan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai untuk setiap aset keuangan dengan klasifikasi biaya perolehan diamortisasi, FVOCI dan FVTPL pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: (lanjutan) The following table presents the financial assets by stage with the allowance for impairment losses against each financial assets under classification of amortised cost, FVOCI and FVTPL as of 31 December 2021 and 2020: (continued) 2020 Nilai tercatat/ Carrying amount Giro pada Bank Indonesia Giro pada bankbank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bankbank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli untuk dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain Stage 1 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount Stage 2 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount Stage 3 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount Nilai tercatat/ Carrying amount Jumlah/Total Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatatbersih/ Net carrying amount 5.013.391 - 5.013.391 - - - - - - 5.013.391 - 5.013.391 2.563.524 (8) 2.563.516 - - - - - - 2.563.524 (8) 2.563.516 18.660.703 2.348.378 (22) - 18.660.681 - - - - - - 18.660.703 2.348.378 - - - - - - 2.348.378 2.348.378 Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading 22.272.459 1.434.917 Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables (7.990.222) 110.810.908 Loans (22) - (16.926) 22.272.459 1.407.215 28.909 (6.223) 22.686 5.729 (713) 5.016 22.272.459 1.458.779 102.531.645 (1.827.430) 100.704.215 11.478.799 (2.895.550) 8.583.249 4.790.686 (3.267.242) 1.523.444 118.801.130 23.271.392 1.064.428 (15.760) (5.280) 23.255.632 1.059.148 2.158 106.024 (810) (17.839) 1.348 88.185 - - 23.273.550 1.170.452 (16.570) (23.119) 23.256.980 1.147.333 179.150.061 (1.865.426) 177.284.635 11.615.890 (2.920.422) 8.695.468 4.796.415 1.528.460 195.562.366 (8.053.803) 187.508.563 Lampiran - 5/62 - Schedule (3.267.955) (23.862) 18.660.681 22.272.459 1.424.141 - Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other banks Investment securities Other assets
  76. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) Dalam hal terdapat keraguan terhadap kemampuan nasabah untuk melakukan pembayaran kontraktual pada saat jatuh tempo, persyaratan kredit dapat dinegosiasikan kembali berdasarkan kesepakatan antara Bank dan nasabah. Where there is doubt on the ability of the borrowers to meet contractual payments when due, the terms of the loans might be renegotiated based on mutual agreement between the Bank and the borrowers. Asumsi dan pertimbangan utama dalam menentukan kerugian kredit ekspektasian Key assumptions and judgments in determining expected credit loss Lifetime Lifetime Kerugian kredit ekspektasian diestimasikan berdasarkan periode di mana Bank terpapar pada risiko kredit. Untuk produk nonrevolving, hal ini sama dengan periode kontrak. Untuk produk revolving, termasuk kartu kredit Retail Banking dan fasilitas cerukan corporate, Bank tidak mengikuti periode kontrak, yang dapat sesingkat satu hari. Oleh karena itu, periode di mana Bank terpapar pada risiko kredit untuk instrumeninstrumen ini adalah berdasarkan behavioural life-nya, yang menggabungkan ekspektasi perilaku nasabah dan sejauh mana tindakan manajemen risiko kredit membatasi periode paparan tersebut. Produk revolving memiliki sepanjang 12 - 25 bulan tergantung pada jenis produk. Expected credit loss is estimated based on the period over which the Bank is exposed to credit risk. For non-revolving product, this equates to the contractual period. For revolving product, including Retail Banking credit cards and corporate overdraft facilities, the Bank does not follow the contractual period, which can be as short as one day. Therefore, the period over which the Bank is exposed to credit risk for these instruments is based on their behavioural life, which incorporates expectations of customer behaviour and the extent to which credit risk management actions curtails the period of that exposure. Revolving products have 12 - 25 months lifetime, depend on the type of product. Variabel Makroekonomi (“MEV”) Macroeconomic Variable (“MEV”) Lingkungan ekonomi yang berkembang adalah penentu utama dari kemampuan nasabah Bank untuk memenuhi kewajiban mereka saat jatuh tempo. Ini adalah prinsip dasar PSAK 71 bahwa potensi kerugian kredit di masa depan harus bergantung tidak hanya pada kesehatan ekonomi saat ini, tetapi juga harus memperhitungkan kemungkinan perubahan pada lingkungan ekonomi. Misalnya, jika Bank mengantisipasi perlambatan tajam dalam ekonomi dunia, Bank harus membentuk lebih banyak cadangan hari ini untuk menyerap kerugian kredit yang kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat. The developing economic environment is the key determinant of the ability of a Bank’s customer to meet their obligations as they fall due. It is a fundamental principle of SFAS 71 that the potential future credit losses should depend not just on the health of the economy today, but should also take into account potential changes to the economic environment. For example, if the Bank was to anticipate a sharp slowdown in the world economy, Bank should make more provisions today to absorb the credit losses likely to occur in the near future. Untuk menangkap efek perubahan pada lingkungan ekonomi, model PD digunakan untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian, dengan memasukkan informasi forward looking dalam bentuk perkiraan nilai-nilai variabel ekonomi yang kemungkinan akan berdampak pada kemampuan pembayaran kembali nasabah Bank. To capture the effect of changes to the economic environment, PD model is used to calculate expected credit loss, by incorporating forward-looking information in the form of forecasts of the values of economic variables that are likely to have an effect on the repayment ability of the Bank’s customer. Berbagai MEV digunakan untuk setiap model PD, tergantung pada hasil analisis statistik kesesuaian MEV dengan PD serta konsensus dari pakar kredit. Diantaranya adalah tingkat inflasi, tingkat pertumbuhan kredit, suku bunga kredit, suku bunga deposit, NPL industri dan suku bunga BI. Various of MEVs are used for each PD model, depending on the statistical analysis result of appropriateness of the MEV with PD as well as consensus from credit expert. Amongst others are inflation rate, credit growth rate, lending rate, deposit rate, industry NPL and BI rate. Lampiran - 5/63 - Schedule
  77. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) Variabel (lanjutan) Makroekonomi (“MEV”) Macroeconomic (continued) Variable (“MEV”) Bank menggunakan metode pemodelan Autoregressive Integrated Moving Average (“ARIMA”) untuk memproyeksikan MEV di masa depan. Bank menggunakan 2 skenario untuk pemodelan ARIMA, yaitu batas prediksi bawah dan batas prediksi atas. Bank akan memberikan bobot pada kedua skenario tersebut untuk memperoleh proyeksi dasar untuk setiap MEV. Bank juga mempertimbangkan pandangan dari ekonomis internal Bank terhadap proyeksi tersebut. Semua proyeksi diperbarui setiap tiga bulan. Bank melakukan kaji ulang secara berkala atas asumsi makroekonomi dan melakukan back-testing atas model ECL yang digunakan dalam perhitungan ECL. The Bank uses Autoregressive Integrated Moving Average (“ARIMA”) modeling method to forecast the MEV in the future. The Bank uses 2 ARIMA modeling scenarios, i.e. lower prediction limit and upper prediction limit. The Bank will give weight to both scenarios to obtain the base forecast for each MEV. The Bank also takes into consideration the Bank’s internal economist view of the outlook. All projections are updated on a quarterly basis. The Bank reviews the use of macroeconomic assumption and performs back-testing on the ECL model used in ECL calculation periodically. Perhitungan ECL bergantung pada beberapa variabel yang pada dasarnya tidak linier dan tergantung pada jenis portofolio. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak ada analisis tunggal yang dapat sepenuhnya menunjukkan sensitivitas kerugian kredit ekspektasian terhadap perubahan pada MEV. Bank berkeyakinan bahwa sensitivitas harus dilakukan terhadap seluruh variabel dan bukan hanya pada variabel tunggal karena hal ini sejalan dengan sifat multi-variabel dari perhitungan ECL. The ECL calculation relies on multiple variables and is inherently non-linear and portfolio-dependent, which implies that no single analysis can fully demonstrate the sensitivity of the expected credit loss to changes in the MEVs. The Bank believes that sensitivity should be performed to all variables, instead of single variable, as this aligns with the multi-variable nature of the ECL calculation. Analisis sensitivitas ECL dilakukan untuk mengeksplorasi efek dari pandemi global COVID-19 yang berpengaruh pada hampir seluruh MEV. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan rata-rata nilai inflasi dan suku bunga acuan masingmasing sebesar 25 bps akan meningkatkan ECL tanpa overlay sekitar 1,1% atau Rp44.032 dibandingkan dengan ECL Stage 1 dan 2 pada tanggal 31 Desember 2021. A sensitivity analysis of ECL was undertaken to explore the effect of the global COVID-19 pandemic that impacted almost all of the MEV. Sensitivity analysis showed that increase in average inflation and interest rate reference both around 25 bps will increase the ECL without overlay by around 1.1% or Rp44,032, compared to the ECL provision of Stage 1 and 2 as of 31 December 2021. Overlay Overlay Kemampuan model PSAK 71 untuk mengatasi situasi peristiwa stres tertentu belum pernah diuji. Pandemi COVID-19 memberikan tantangan pada model untuk mengestimasi tingkat provisi yang akurat. Terdapat ketidakpastian masa mendatang yang tinggi karena Bank dan sebagian besar pelaku pasar tidak pernah mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan overlay agar tingkat provisi dapat menutupi kemungkinan kerugian di masa depan. The SFAS 71 model capability to cope with specific stress event situation has never been tested. COVID-19 pandemic present challenges to the model to provide accurate impairment level. There is a high degree of forward-looking uncertainty since the Bank and most of the market participants have never experienced such condition. Therefore, an overlay is required to ensured that the provisioning level could cover the possibility of loss in the future. Lampiran - 5/64 - Schedule
  78. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) b. Credit Risk Management (continued) iii. Analisis Risiko Kredit (lanjutan) iii. Credit Risk Analysis (continued) Overlay (lanjutan) Overlay (continued) Overlay dapat diterapkan melalui override kriteria transfer stage, penggunaan perkiraan makroekonomi jangka panjang, serta penggunaan probability of default atas nasabah untuk portofolio pinjaman tertentu. Atas angka ECL pada tanggal 31 Desember 2021, Bank telah menerapkan overlay atas nasabah atau portofolio pinjaman tertentu yang dianggap memerlukan tambahan provisi seperti portofolio dengan restrukturisasi COVID-19 lebih dari satu kali dan portofolio pinjaman yang ditransfer dari BBI yang memiliki risiko kredit yang lebih tinggi. Overlay may be applied in the form of override transfer criteria of stage, use of long-term macroeconomic forecast, as well as use of customer and/or loan portfolio specific probability of default. For ECL amount as of 31 December 2021, the Bank has applied overlay over certain debtors or loan portfolio which required additional provision such as portfolio with more than once COVID-19 restructuring and loan portfolio transferred from BBI which have higher credit risk. iv. Agunan iv. Collateral Agunan digunakan untuk mengurangi eksposur maksimum terhadap risiko kredit, khususnya pada saat terjadinya penurunan nilai atas aset keuangan. Untuk jenis pembiayaan tertentu, umumnya KPR dan pembiayaan aset, tujuan penurunan risiko kredit juga dikaitkan dengan tujuan untuk menawarkan harga yang tepat yang sesuai dengan risiko kreditnya. Collateral is held to reduce maximum exposures to credit risk, especially during the time of impairment of financial assets. For certain types of lending, typically mortgages and assets financing, the objective to reduce the credit risk is linked to the objective to offer a right pricing which is in line with the credit risk. Persyaratan agunan bukan merupakan faktor pengganti kemampuan debitur dalam hal pembayaran kembali kredit, yang mana merupakan pertimbangan utama dalam setiap keputusan pemberian kredit. Bank dapat menerima beragam jenis agunan yang diatur oleh kebijakan mitigasi risiko Bank. Umumnya Bank menerima jenis agunan dalam bentuk kas dan deposit, rumah tinggal, properti komersial dan industri, garansi bank dan letters of credit. Agunan tidak berwujud seperti garansi bank dan letters of credit juga dapat digunakan untuk mengurangi eksposur Bank walaupun dampak keuangan untuk jenis agunan ini kurang signifikan dalam hal pemulihan kredit. Untuk jenis eksposur tertentu seperti letters of credit dan garansi bank, Bank juga memperoleh agunan berupa kas, tergantung pada penilaian internal risiko kredit untuk eksposur tersebut. Selain itu, untuk produk trade finance seperti letters of credit, Bank juga memiliki hak hukum atas aset yang mendasarinya seandainya terjadi gagal bayar. Selain agunan, Bank juga mengelola risiko kredit dengan menggunakan peningkatan kualitas kredit, seperti jaminan pendukung dari pihak pengembang perumahan. The Bank’s requirement for collaterals is not a substitute for the debtor’s ability to repay the loans, which is the primary consideration for any lending decisions. The Bank accepts a wide range of possible collateral that are regulated by its risk mitigation policies. Typically, the Bank accepts cash and deposits, residential, commercial and industrial property, bank guarantees and letters of credit as eligible collaterals. Intangible collaterals, such as guarantees and letters of credit, may also be held against the Bank exposures although the financial effects of these types of collaterals are less significant in terms of recoveries. For certain type of exposures such as letters of credit and guarantees, the Bank also obtains collateral such as cash, depending on internal credit risk assessments. In addition, for trade finance products such as letters of credit, the Bank will also hold legal title on the underlying assets should a default occurs. Other than collateral, the Bank also manages the credit risk by employing credit risk enhancements, such as supported guarantees from residence developers. Lampiran - 5/65 - Schedule
  79. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iv. Agunan (lanjutan) iv. Collateral (continued) Agunan dan peningkatan kualitas kredit lainnya dimasukkan ke dalam pengukuran risiko kredit Bank dalam hal penilaian terhadap kualitas aset dan perhitungan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan, yang mana telah disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Jika diperlukan, nilai agunan yang digunakan dapat disesuaikan untuk merefleksikan kondisi pasar terkini, tingkat kemampuan Bank untuk menarik agunan tersebut dan probabilitas serta jangka waktu bagi Bank untuk merealisasikan agunan dalam hal terjadi pengambilalihan. Collateral and other credit risk enhancement instruments have been taken into account in the Bank’s measurement of credit risk in form of assessment of credit quality and calculation of impairment losses for its financial assets, which have been presented and disclosed in these financial statements. When appropriate, collateral values used in the assessment are adjusted to reflect current market conditions, exercisability of Bank’s rights to repossess, probability of recovery and the period of time to realise the collateral in the event of foreclosure. Selain itu, Bank juga menggunakan nilai dari agunan untuk mengidentifikasi, memantau dan mengendalikan risiko, tergantung dari situasi dan tipe dari aset keuangannya. Dari proses ini, Bank dapat menyesuaikan kebijakannya untuk menciptakan praktik dan lingkungan risiko kredit yang lebih tepat untuk meminimalisir kemungkinan tingkat kerugian yang timbul serta mengoptimalisasi peluang dari aset keuangan yang dimiliki pada saat ini maupun yang diharapkan akan dimiliki di masa yang akan datang. Other than that, the collateral values have also been used by the Bank in its risk identification, monitoring and control, depending on circumstances and type of financial asset. From this process, the Bank may alter its policies to create a more appropriate credit risk environment and practices in order to minimise the magnitude of loss event while also optimise the realisation of opportunities coming from the existing or expected financial assets. Bank melakukan penilaian dan pemantauan terhadap nilai agunan secara berkala. Kebijakan mitigasi risiko Bank menjabarkan antara lain frekuensi penilaian untuk berbagai jenis agunan, berdasarkan tingkat volatilitas harga dari setiap jenis agunan dan sifat dari produk atau eksposur risiko yang mendasarinya. The Bank regularly appraises and monitors the value of its collateral. The Bank’s risk mitigation policy prescribes among others the frequency of valuation for various types of collaterals, based on the level of price volatility for each type of collateral and the nature of the underlying product or risk exposure. Bank memitigasi risiko kredit dari derivatif dengan menggunakan master netting agreements. Transaksi derivatif dilakukan dengan International Swaps and Derivatives Association (“ISDA") master netting agreements. Umumnya, berdasarkan ISDA master netting agreements, dalam kondisi tertentu, misalnya ketika peristiwa kredit seperti wanprestasi terjadi, semua transaksi yang masih berjalan berdasarkan kontrak akan dihentikan. Nilai yang dihentikan dihitung dan hanya satu jumlah yang akan terutang sebagai penyelesaian semua transaksi. Sedangkan mitigasi risiko kredit dari efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali dilakukan dengan kepemilikan hak atas agunan berupa efek-efek menggunakan Global Master Repurchase Agreement (“GMRA”). The Bank mitigates the credit risk of derivatives by entering into master netting agreements. Derivative transactions are entered into under International Swaps and Derivatives Associations (“ISDA”) master netting agreements. In general, under ISDA master netting agreements, in certain circumstances, such as when a credit event such as a default occurs, all outstanding transactions under the agreements are terminated. The termination value is assessed and only a single amount is due or payable as a settlement of all transactions. While for mitigating credit risk of securities purchased under resale agreements, the Bank holds collateral in the form of marketable securities utilising Global Master Repurchase Agreement (“GMRA”). Lampiran - 5/66 - Schedule
  80. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) iv. Agunan (lanjutan) iv. Collateral (continued) Komposisi kredit yang diberikan yang mendapatkan manfaat dari agunan, baik sebagian maupun penuh, sebagai mitigasi dari risiko kredit pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masingmasing 93,25% dan 89,33% dari jumlah kredit yang diberikan. The composition of loans that benefits from partial or full collateralisation as credit risk mitigation as of 31 December 2021 and 2020 is 93.25% and 89.33% of total outstanding loans, respectively. Jaminan penuh atau sebagian bergantung dari nilai wajar agunan tersebut, baik berdasarkan penilaian pada saat kredit diberikan atau penilaian terakhir, apakah sama atau lebih besar dari jumlah kredit/jumlah kredit pada saat awal pemberian kredit. The designation of either fully or partially secured collaterals depends on whether the fair value of the collaterals, either based on the appraised value at the time of loans disbursement or latest appraisal, is equal to or greater than the outstanding loan/loan at the time of origination. Tabel di bawah ini memperlihatkan kredit yang dijamin dengan agunan sesuai persyaratan agunan Bank. The table below sets out loans with collaterals based on the Bank’s collateral requirements. Kredit yang diberikan dengan agunan/ Loans with collateral Kredit yang diberikan/ Loans 2021 Jenis agunan/ Type of collateral 2020 Modal Kerja/Working Capital 41.807.529 43.981.857 Investasi/Investment 35.851.761 29.902.661 Konsumen/Consumer 15.443.614 11.220.219 Syariah/Sharia 15.986.182 13.877.164 109.089.086 98.981.901 Giro, tabungan, deposito berjangka, tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, garansi, kapal laut/Demand deposits, savings, time deposits, land and buildings, motor vehicles, guarantee, vessels Giro, tabungan, deposito berjangka, tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, kapal laut, garansi/Demand deposits, savings, time deposits, land and buildings, motor vehicles, vessels, guarantee Tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, surat berharga/Land and buildings, motor vehicles, securities Deposito berjangka, tanah dan bangunan, kendaraan bermotor, mesin, kapal laut, persediaan, agunan lainnya/Time deposits, land and buildings, motor vehicles, machines, vessels, inventories, other collaterals Khusus untuk kredit pemilikan rumah, Bank wajib menjaga rasio Loan to Value (“LTV"). Rasio LTV dihitung dengan membandingkan nilai kredit yang diberikan terhadap nilai agunan pada saat pemberian kredit berdasarkan hasil penilaian terakhir sesuai dengan peraturan yang berlaku. Specifically for mortgages, the Bank is required to maintain Loan to Value (“LTV”) ratio. LTV ratio is calculated by comparing the loan amount with the value of collateral at the time of loan origination based on the latest appraisal value in accordance with the prevailing regulation. Bank memiliki kebijakan untuk segera merealisasikan agunan yang diambilalih. Umumnya, Bank tidak menggunakan agunan non-kas yang diambil alih untuk keperluan operasional Bank. The Bank’s policy is to pursue timely realisation of the collateral. The Bank any generally does not use foreclosed non-cash collateral for its own operation. Lampiran - 5/67 - Schedule
  81. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) v. Aset Keuangan untuk Diperdagangkan v. Financial Assets Held for Trading Pada 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki aset keuangan untuk diperdagangkan masing-masing sebesar Rp1.581.799 dan Rp2.348.378 (lihat Catatan 9). Informasi tentang kualitas kredit dari eksposur maksimum risiko kredit adalah sebagai berikut: 2021 Efek-efek: Investment grade Aset derivatif: Pihak lawan korporasi Pihak lawan Bank dan lembaga keuangan As of 31 December 2021 and 2020, the Bank had financial assets held for trading amounted to Rp1,581,799 and Rp2,348,378, respectively (refer to Note 9). Information of the credit quality of the maximum credit exposure was as follows: 2020 1.370.814 1.850.573 39.064 82.247 171.921 415.558 1.581.799 2.348.378 vi. Risiko Penyelesaian Securities: Investment grade Derivative assets: Corporate counterparties Bank and financial institutions counterparties vi. Settlement Risk Kegiatan Bank dapat menimbulkan risiko antara tanggal transaksi sampai dengan tanggal penyelesaian dan pada tanggal penyelesaian transaksi. Risiko yang muncul dari tanggal transaksi sampai dengan tanggal penyelesaian dikenal sebagai risiko pre-settlement, yang merupakan biaya untuk mengganti kontrak yang masih ada di pasar bila pihak lawan cidera janji. Risiko pre-settlement mencakup nilai mark-tomarket saat ini dan nilai tambahan untuk menutupi pergerakan potensial dari nilai mark-to-market antara tanggal saat ini sampai kontrak tersebut jatuh tempo. The Bank's activities may give rise to risk between the deal date to settlement date and at the time of settlement of transactions/trades. Risk occurred between deal date to settlement date is known as pre-settlement risk. It represents the replacement cost of outstanding contract in the market should the counterparty default. Pre-settlement risk takes into account the current mark-to-market value and an additional amount to cover potential movement of mark-to-market value between the current date and maturity of outstanding contract. Sementara itu risiko settlement muncul akibat kegagalan pihak lawan dalam menyelesaikan kewajibannya untuk menyerahkan kas, efek-efek atau aset lainnya sesuai dengan kesepakatan kontrak. Untuk beberapa jenis transaksi, Bank melakukan mitigasi risiko ini dengan melakukan penyelesaian melalui lembaga penyelesaian/kliring untuk memastikan bahwa transaksi diselesaikan hanya bila kedua belah pihak sudah memenuhi kewajibannya sesuai kontrak, atau dilakukan melalui mekanisme Delivery Versus Payment (“DVP”). While settlement risk occurred due to the fact that the counterparty fails to honour its obligations to deliver cash, securities or other assets as contractually agreed. For certain types of transactions, the Bank mitigates this risk by conducting settlements through a settlement/clearing house to ensure that a trade is settled only when both parties have fulfilled their contractual settlement obligations, or via Delivery Versus Payment (“DVP”) mechanism. vii. Dampak dari COVID-19 vii. COVID-19 impact Dampak langsung dan tidak langsung atas pandemik COVID-19 mempengaruhi perekonomian global, pasar, dan pihak lawan maupun debitur dari Bank. Pemulihan ekonomi domestik dari pandemi COVID-19 diperkirakan akan berjalan secara bertahap dan manajemen telah melakukan langkahlangkah untuk memitigasi dampak terhadap bisnis Bank sebagai berikut: Direct and indirect effects of the COVID-19 outbreak are impacting the global economy, markets, and the counterparties and debtor of the Bank. Domestic economic recovery from COVID-19 pandemic is estimated will be happened in stages and management has taking actions to mitigate the impacts on the Bank’s business as follows: - membuat skema restrukturisasi kredit sementara untuk debitur yang terdampak COVID-19; - establish various temporary credit restructuring scheme for customers affected by COVID-19; - melakukan penyaluran kredit yang diberikan secara selektif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian; - provide loans to customers selectively with prudent principles; Lampiran - 5/68 - Schedule
  82. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) Dampak langsung dan tidak langsung atas pandemik COVID-19 mempengaruhi perekonomian global, pasar, dan pihak lawan maupun debitur dari Bank. Pemulihan ekonomi domestik dari pandemi COVID-19 diperkirakan akan berjalan secara bertahap dan manajemen telah melakukan langkahlangkah untuk memitigasi dampak terhadap bisnis Bank sebagai berikut: (lanjutan) Direct and indirect effects of the COVID-19 outbreak are impacting the global economy, markets, and the counterparties and debtor of the Bank. Domestic economic recovery from COVID-19 pandemic is estimated will be happened in stages and management has taking actions to mitigate the impacts on the Bank’s business as follows: (continued) - meningkatkan upaya penagihan penyelesaian kredit bermasalah; - increase efforts on collections and settlements of non-performing loans; - melakukan efisiensi biaya operasional; - manage efficiently; - menerapkan manajemen risiko likuiditas secara optimum untuk menjaga posisi likuiditas Bank. - implement liquidity risk management optimally to secure the Bank’s liquidity position. dan operational expenses Manajemen juga melakukan analisa berdasarkan risiko atas sektor-sektor yang paling terkena dampak penurunan akibat COVID-19, dan melakukan review kualitatif atas perhitungan ECL terhadap sektorsektor tersebut untuk meyakinkan bahwa ECL mencukupi. Management also performs a risk-based assessment of those sectors most impacted by the COVID-19 downturn, and performs a qualitative review of the ECL calculation associated with those sectors to ensure that overall ECL is sufficient. Untuk debitur yang masih memiliki prospek usaha serta kemampuan membayar kewajiban, Bank dapat memberikan restrukturisasi kredit, antara lain dalam bentuk pemberian masa tenggang/ penundaan pembayaran dan/atau penurunan suku bunga. For debtors who still have good business prospects and the ability to pay, the Bank can provide loan restructuring, among others in the form of grace period/payment holiday and/or a reduction in interest rates. Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat total kredit sebesar Rp9.891.879 yang sedang dalam skema restrukturisasi COVID-19 (termasuk debitur yang mengajukan restrukturisasi lebih dari satu kali). Manajemen Bank berpendapat bahwa restrukturisasi dan relaksasi kredit tersebut tidak akan membawa dampak buruk secara signifikan terhadap hasil usaha dan posisi keuangan Bank. As of 31 December 2021, total loans of Rp9,891,879 are under COVID-19 loan restructurisation (including debtors that have requested loan restructuring more than once). The Bank's management believes that those loan restructurisation and relaxation will not have a significant adverse impact on the Bank's results of operations and financial position. Sehubungan dengan hal tersebut, pihak regulator juga telah mengeluarkan beberapa peraturan baru yaitu, antara lain: In relation to these, the regulators has also issued several new regulations as follows: 1. POJK No.11/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19 yang bertujuan untuk mendorong optimalisasi kinerja perbankan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan,dan mendukung pertumbuhan ekonomi. 1. POJK No.11/POJK.03/2020 dated 16 March 2020 regarding National Economy Stimulus as the COVID-19 Outbreak Impact Countercyclical Policy with the objective to push the optimisation of bank’s performance specifically for the intermediation function, manage the stability of the financial system, and support the economic growth. 2. Surat OJK No.S-12/D.03/2020 tanggal 27 Mei 2020 tetang Kebijakan Relaksasi Lanjutan Dalam Rangka Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional Sektor Perbankan. 2. OJK Letter No. S-12/D.03/2020 dated 27 May 2020 regarding Additional Relaxation Policy to Support the National Economic Recovery Program in the Banking Sector. 3. Siaran pers OJK No.SP28/ DHMSOJK/IV/2020 tentang Panduan Penerapan PSAK 71 dan PSAK 68 untuk Perbankan di Masa Pandemi COVID-19 tanggal 16 April 2020. 3. Lampiran - 5/69 - Schedule OJK press release No.SP 28/DHMSOJK/IV/2020 concerning Guidelines for the Implementation of SFAS 71 and SFAS 68 for Banking during the COVID-19 Pandemic dated 16 April 2020.
  83. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. b. Manajemen Risiko Kredit (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) b. Credit Risk Management (continued) vii. Dampak dari COVID-19 (lanjutan) vii. COVID-19 impact (continued) Sehubungan dengan hal tersebut, pihak regulator juga telah mengeluarkan beberapa peraturan baru yaitu, antara lain: (lanjutan) 4. Surat OJK No. S-19/D.03/2021 tanggal 29 Maret 2021 tentang Implementasi POJK No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan atas POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercylical Dampak Penyebaran COVID-19. 5. POJK No. 17/POJK.03/2021 tanggal 15 September 2021 tentang Perubahan Kedua atas POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran COVID-19. In relation to these, the regulators has also issued several new regulations as follows: (continued) 5. 6. 5. Manajemen telah melakukan evaluasi dampak pandemi COVID-19 terhadap perhitungan kerugian kredit ekspektasian, antara lain penyesuaian terhadap variabel ekonomi makro yang mempengaruhi kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (Stage 1) dan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur aset keuangan (Stage 2). Mengingat model perhitungan kerugian kredit ekspektasian tidak sepenuhnya dapat menghasilkan estimasi kerugian yang akurat dalam kondisi ekonomi yang abnormal, maka Manajemen juga sudah memperhitungkan beberapa faktor penyesuaian untuk memastikan nilai kerugian kredit ekspektasian yang diakui dalam laporan keuangan dinyatakan secara wajar. Dalam menilai kondisi masa depan, manajemen telah mempertimbangkan berbagai informasi relevan yang tersedia, termasuk kebijakan COVID-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendukung dan mengurangi dampak penyebaran COVID-19 terhadap perekonomian, dan mendorong Bank untuk menunda atau merestrukturisasi pinjaman. Dalam kondisi normal, penjadwalan ulang atau restrukturisasi pinjaman akan menunjukkan peningkatan risiko kredit yang signifikan dan pindah ke Stage 2. Namun, dalam kondisi saat ini dan sejalan dengan panduan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, manajemen telah mempertimbangkan bahwa restrukturisasi atau peristiwa mungkin tidak secara otomatis memicu peningkatan risiko kredit yang signifikan jika peminjam diharapkan untuk memulihkan dan memenuhi kewajiban kontraktual mereka setelah akhir periode restrukturisasi atau relaksasi. Untuk setiap penjadwalan ulang atau restrukturisasi pinjaman, manajemen akan melakukan analisa terhadap kondisi debitur serta pengelompokkan stage untuk debitur tersebut. Lampiran - 5/70 - Schedule 4. OJK Letter No. S-19/D.03/2021 dated 29 March 2021 regarding the Implementation of POJK No. 48/POJK.03/2020 dated 1 December 2020 regarding Amendment of POJK No.11/POJK.03/2020 regarding National Economy Stimulus as the COVID-19 Outbreak Impact Countercyclical Policy. 5. POJK Regulation No 17/POJK.03/2021 dated 15 September 2021 as second amendment of POJK Regulation No. 11/POJK.03/2020 concerning National Economic Stimulus as a Countercyclical Policy on the Impact of Corona Virus Disease 2019 Management has evaluated the impact of the COVID-19 pandemic on calculating expected credit loss, including adjustments to macroeconomic variables that affect 12month expected credit losses (Stage 1) and expected credit losses over the life of the financial assets (Stage 2). Considering that the expected credit loss calculation model cannot produce an accurate estimation of losses in abnormal economic conditions, Management has also taken into account several adjustment factors to ensure the expected value of the expected credit loss recognised in the financial statements is stated fairly. In assessing future conditions, management has considered various relevant information available, including COVID-19 policies issued by the government to support and mitigate the impact of the spread of COVID-19 on the economy, and encouragement for banks to defer or restructure loans. Under normal conditions, a rescheduling or restructuring of a loan would indicate a significant increase in credit risk and a move to Stage 2. However, in the current condition and in line with guidance issued by the Indonesia Institute of Accountants, management have considered that such a restructuring or event may not automatically trigger a significant increase in credit risk if the borrower would be expected to recover and fulfill their contractual obligations after the end of the restructuring or relaxation period. For every rescheduling or restructuring of a loan, management will perform analysis on debtor’s condition as well as staging classification for that debtor.
  84. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management Risiko pasar merupakan risiko yang timbul akibat dari perubahan harga di pasar, seperti nilai tukar dan suku bunga, yang akan berdampak pada pendapatan dan nilai instrumen keuangan yang dimiliki Bank. Tujuan dari pengelolaan risiko pasar adalah untuk mengelola dan mengawasi eksposur risiko pasar dengan menggunakan parameterparameter yang dapat diterima dan pada saat yang sama dapat mengoptimalkan pendapatan. Market risk is the risk due to changes in market prices, such as foreign exchange rates and interest rates, that will affect the Bank’s income or the value of its holdings of financial instruments. The objective of market risk management is to manage and control market risk exposures within acceptable parameters while optimising the return on risk. Pengelolaan risiko pasar didukung oleh kerangka kebijakan dan limit yang komprehensif untuk mengendalikan risiko yang dapat diterima oleh Bank. Limit risiko pasar dialokasikan pada berbagai tingkatan dan dipantau oleh unit Market & Enterprise Risk Management (“MERM”) secara harian, misalnya VaR, sensitivitas, Posisi Devisa Neto (“PDN”), tenor maksimum dan batas toleransi off-market. The management of market risk is supported by a comprehensive limit and policy framework to control the amount of risk that the Bank can accept. Market risk limits are allocated at various levels and are reported and monitored by Market & Enterprise Risk Management (“MERM”) unit on a daily basis, such as VaR, sensitivity, Net Open Position (“NOP”), maximum tenor and offmarket tolerance threshold. Secara umum, risiko pasar dibagi ke dalam risiko-risiko sebagai berikut: In overall, market risks are divided into the following risks: i. i. Foreign Exchange Risk Risiko Nilai Tukar Bank memiliki eksposur nilai tukar akibat adanya transaksi dalam mata uang asing. Bank memonitor posisi yang terjadi untuk setiap nilai tukar mata uang asing sehubungan dengan konversi mata uang asing terhadap Rupiah sehingga menimbulkan potensi keuntungan atau kerugian. The Bank is exposed to foreign exchange currency risk through transactions involving foreign currencies. The Bank monitors any position in relation to any individual currency with regards to the translation of foreign currencies into Indonesian Rupiah that creates potential profit or loss. PDN Bank dihitung berdasarkan Peraturan Bank Indonesia yang berlaku. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Bank harus memenuhi ketentuan PDN keseluruhan setinggi-tingginya 20% dari jumlah modal. Pengelolaan PDN dilakukan oleh Trading Desk - Global Markets (Treasury). The Bank’s NOP was calculated based on the prevailing Bank Indonesia regulations. In accordance with the prevailing regulations, the Bank is required to maintain its aggregate NOP at the maximum of 20% on its capital. NOP management is performed by Trading Desk - Global Markets (Treasury). PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 ditunjukkan pada tabeltabel berikut: The Bank’s NOP as of 31 December 2021 and 2020 was shown in the tables below: 2021 Posisi devisa neto pada laporan posisi keuangan (selisih bersih aset dan liabilitas)/ Net foreign exchange position at statement of financial position (net differences between assets and liabilities) Selisih bersih tagihan dan liabilitas pada rekening administratif/ Net differences between receivables and liabilities in administrative accounts Posisi devisa neto per mata uang/ Net foreign exchange position by currency Posisi devisa neto secara keseluruhan (nilai absolut)/ Aggregate net foreign exchange position (absolute amount) Dolar Amerika Serikat Franc Swiss Yen Jepang Dolar Singapura Poundsterling Inggris Dolar Australia Dolar Kanada Yuan Cina Euro Baht Thailand Dolar Hong Kong Dolar Selandia Baru Rupee India 581.279 (28.911) 158.873 (477.286) 12.610 (266.159) 102 49.616 (347.465) 12.972 (877) 2.468 135 (702.771) 28.832 (162.741) 476.400 (8.663) 269.788 (48.305) 347.849 (11.107) 1.425 (2.238) - (121.492) (79) (3.868) (886) 3.947 3.629 102 1.311 384 1.865 548 230 135 121.492 79 3.868 886 3.947 3.629 102 1.311 384 1.865 548 230 135 United States Dollar Swiss Franc Japanese Yen Singapore Dollar British Poundsterling Australian Dollar Canadian Dollar Chinese Yuan Euro Thailand Baht Hong Kong Dollar New Zealand Dollar Indian Rupee Jumlah (302.643) 188.469 (114.174) 138.476 Total 45.207.861 Total Capital (refer to Note 3f) Jumlah Modal (lihat Catatan 3f) 0,31% Bank’s NOP Ratio (Aggregate) Rasio PDN Bank (Keseluruhan) Lampiran - 5/71 - Schedule
  85. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) i. RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) Risiko Nilai Tukar (lanjutan) i. Foreign Exchange Risk (continued) The Bank’s NOP as of 31 December 2021 and 2020 was shown in the tables below: (continued) PDN Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 ditunjukkan pada tabel-tabel berikut: (lanjutan) 2020 Posisi devisa neto pada laporan posisi keuangan (selisih bersih aset dan liabilitas)/ Net foreign exchange position at statement of financial position (net differences between assets and liabilities) Selisih bersih tagihan dan liabilitas pada rekening administratif/ Net differences between receivables and liabilities in administrative accounts Posisi devisa neto per mata uang/ Net foreign exchange position by currency Posisi devisa neto secara keseluruhan (nilai absolut)/ Aggregate net foreign exchange position (absolute amount) Dolar Amerika Serikat Franc Swiss Yen Jepang Dolar Singapura Poundsterling Inggris Dolar Australia Dolar Kanada Yuan Cina Euro Baht Thailand Dolar Hong Kong Dolar Selandia Baru 6.630.604 (15.919) 282.276 (151.706) (3.544) (180.618) (363) 3.280 (184.799) 513 (1.702) 1 (5.259.495) 16.696 (285.134) 148.487 3.802 181.985 (372) 184.543 1.812 - 1.371.109 777 (2.858) (3.219) 258 1.367 (363) 2.908 (256) 513 110 1 1.371.109 777 2.858 3.219 258 1.367 363 2.908 256 513 110 1 United States Dollar Swiss Franc Japanese Yen Singapore Dollar British Poundsterling Australian Dollar Canadian Dollar Chinese Yuan Euro Thailand Baht Hong Kong Dollar New Zealand Dollar Jumlah 6.378.023 (5.007.676) 1.370.347 1.383.739 Total 42.860.774 Total Capital (refer to Note 3f) Jumlah Modal (lihat Catatan 3f) 3,23% Bank’s NOP Ratio (Aggregate) Rasio PDN Bank (Keseluruhan) Sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku, perhitungan risiko nilai tukar di atas telah memperhitungkan penempatan berjangka pada Bank Indonesia dalam valuta asing yang dapat menjadi pengurang PDN secara keseluruhan. ii. Risiko Tingkat Suku Bunga Based on the prevailing Bank Indonesia regulation, the calculation of foreign exchange risk had taken into account the foreign currency placements in term deposit with Bank Indonesia, which can be deducted from aggregate NOP. ii. Interest Rate Risk Kegiatan Bank yang terkait dengan risiko tingkat suku bunga terbagi atas: Interest rate risk exposure in the operational banking activites is divided into: a. Portofolio trading book merupakan aktivitas pengelolaan portofolio efek-efek dan portofolio yang berasal dari transaksi derivatif untuk tujuan diperdagangkan. Portofolio efek-efek dan derivatif untuk diperdagangkan dikelola oleh Trading Desk - Global Markets (Treasury). a. Trading book portfolio represents trading securities portfolio and portfolio from interest rate derivative transactions for trading purpose. Trading securities and interest rate derivatives are managed by Trading Desk - Global Markets (Treasury). b. Portofolio Banking Book terdiri dari semua aktivitas bank komersial, dalam rangka pengelolaan risiko (risiko likuiditas dan tingkat suku bunga) dari aktivitas Manajemen Aset dan Liabilitas (“ALM”) termasuk transaksi derivatif yang bertujuan untuk mengelola risiko suku bunga dari posisi Banking Book dan dikelola oleh Asset & Liability Management Desk - Global Markets (Treasury). b. Banking Book portfolio consists of all commercial bank activities, to manage the inherent risk (liquidity and interest rate risk) from the activities of Assets and Liabilities Management (“ALM”) including derivative transactions to manage interest rate risk for Banking Book position and this is managed by Asset and Liability Management Desk - Global Markets (Treasury). Lampiran - 5/72 - Schedule
  86. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) ii. c. Market Risk Management (continued) Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Tabel di bawah ini merupakan ikhtisar profil risiko tingkat suku bunga untuk portofolio Banking Book pada nilai tercatatnya yang dikategorikan menurut analisis Bank dengan beberapa asumsi: The table below summarises the profile of interest rate risk for Banking Book portfolio at its carrying amounts categorised by the Bank’s analysis with several assumptions: 2021 Jumlah/ Total *) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain Simpanan dari nasabah Simpanan dari bankbank lain Pinjaman yang diterima Jumlah Sampai dengan 1 tahun/ Up to 1 year > 1 – 2 tahun/ > 1 – 2 years > 2 – 5 tahun/ > 2 – 5 years > 5 – 10 tahun/ > 5 – 10 years Lebih dari 10 tahun/ More than 10 years Placements with Bank Indonesia and other banks Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables Loans Investment securities Other assets 33.476.856 33.476.856 - - - - 14.250.130 14.250.130 - - - - 1.927.008 130.890.127 1.927.008 107.286.184 11.622.054 11.367.184 469.784 144.921 41.154.371 1.788.868 14.072.697 1.788.868 13.145.804 - 13.236.977 - 696.243 - 2.650 - 223.487.360 172.801.743 24.767.858 24.604.161 1.166.027 147.571 (180.344.925) (180.191.355) - - (3.247.033) (3.247.033) - - - - Deposits from customers Deposits from other banks (1.350) (1.350) - - - - Borrowings (183.593.308) (183.439.738) - - 39.894.052 (10.637.995) 24.527.879 1.166.027 147.571 > 1 – 2 tahun/ > 1 – 2 years > 2 – 5 tahun/ > 2 – 5 years > 5 – 10 tahun/ > 5 – 10 years (77.288) (76.282) (77.288) (76.282) 24.690.570 Total 2020 Jumlah/ Total *) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain Simpanan dari nasabah Simpanan dari bankbank lain Pinjaman yang diterima Utang subordinasi Jumlah *) Sampai dengan 1 tahun/ Up to 1 year Lebih dari 10 tahun/ More than 10 years Placements with Bank Indonesia and other banks Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables Loans Investment securities Other assets 18.808.449 18.808.449 - - - - 22.326.930 22.326.930 - - - - 1.434.917 121.358.378 1.434.917 99.353.563 11.274.423 10.058.537 557.177 114.678 25.252.077 710.533 14.911.997 710.533 3.153.055 - 5.935.259 - 1.248.964 - 2.802 - 189.891.284 157.546.389 14.427.478 15.993.796 1.806.141 117.480 (146.235.727) (146.086.795) (84.238) - - (2.253.938) (2.251.985) (1.953) - - - Deposits from customers Deposits from other banks (8) (797.931) (8) (797.931) - - - Borrowings Subordinated debts (149.287.604) (149.136.719) 40.603.680 8.409.670 (64.694) (86.191) 14.341.287 Termasuk kupon/bunga kecuali untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki kupon/bunga (64.694) 15.929.102 - - 1.806.141 117.480 Total Include coupon/interest except for financial instruments that do not have coupon/interest Lampiran - 5/73 - Schedule *)
  87. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Penyusunan tabel di atas dilakukan dengan asumsi-asumsi sebagai berikut: The above table is prepared using the following assumptions: • Memperhitungkan kupon dan bunga. • Coupon and included. • Komponen arus kas dengan suku bunga tetap dihitung sampai dengan tanggal jatuh tempo dan komponen arus kas dengan suku bunga mengambang (variable rate) dihitung sampai dengan tanggal repricing berikutnya. • Fixed rate cashflow is profiled up to maturity date and floating (variable) rate cashflow is profiled up to the next repricing date. • Menggunakan analisis tertentu (behavioral analysis pada core/non-core customer - sensitive/insensitive) untuk portofolio yang tidak memiliki tanggal jatuh tempo dan/atau managed rate, seperti pinjaman rekening koran, kartu kredit, giro dan tabungan sebagai berikut: • Certain analysis (behavioral analysis on core/non-core customer - sensitive/ insensitive) is used for the portfolio which has no maturity date and/or managed rate such as overdrafts, credit cards, current accounts (demand deposits) and savings as follows: - - “Core” merupakan porsi dari saldo yang bersifat stabil dalam jangka panjang. Dalam kondisi normal, core diasumsikan tetap berada di Bank setidaknya selama satu tahun. Core terbagi menjadi dua yaitu: • “Core sensitive customer“ dimasukkan dalam kelompok 1 bulan, adalah porsi dari saldo core yang terpengaruh oleh perubahan suku bunga. • “Core insensitive customer” adalah porsi dari saldo core yang tidak terpengaruh oleh perubahan suku bunga, dipro-ratakan pada kelompok 1 bulan hingga 12 bulan. “Non-core customer” merupakan porsi dari saldo yang dianggap volatile dan seluruh saldonya dimasukkan dalam kelompok 1 bulan. implied interest are - “Core” are portion of the product balance that is stable in the long term. Under normal conditions, the core balance is expected to stay with the Bank for at least one year. Core are divided into: • “Core sensitive customers” are put into 1 month time bucket, it is the portion of the core balance that bears the change of interest rate. • “Core insensitive customers” are the portion of the core balance that are not affected by the change in interest rate, pro-rated from 1 month to 12 months time bucket. - “Non-core customers“ are deemed volatile and all of the balance included in the 1 month time bucket. Produk “managed rate” adalah suatu produk yang memiliki tingkat suku bunga yang besarnya semata-mata ditetapkan atas diskresi Bank. A “managed rate” product is a product that has interest rate which is determined solely and set at the discretion of the Bank. Dengan digunakannya asumsi-asumsi di atas, tabel profil repricing suku bunga dapat berbeda dengan tabel arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan dari liabilitas keuangan (lihat Catatan 3d) yang disusun berdasarkan tanggal jatuh tempo kontraktual yang tersisa atas liabilitas keuangan. By using the above assumptions, the interest rate repricing profile table may differ from contractual undiscounted cash flows of financial liabilities table (refer to Note 3d) which is prepared based on remaining contractual maturities of financial liabilities. Tabel-tabel di atas memperlihatkan profil risiko tingkat suku bunga untuk portofolio Banking Book. Pada tanggal 31 Desember 2021, posisi liabilitas pada kelompok kurang dari satu tahun lebih besar dari aset pada kelompok tersebut. Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2020, posisi aset pada kelompok kurang dari satu tahun lebih besar dari liabilitas pada kelompok tersebut. The above tables show interest rate risk of Banking Book portfolio. As of 31 December 2021, in which the liabilities position in the bucket of less than one year is higher than assets in that bucket. While as of 31 December 2020, in which the assets position in the bucket of less than one year is higher than liabilities in that bucket. Lampiran - 5/74 - Schedule
  88. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Hal tersebut memperlihatkan bahwa pada tahun 2021, posisi liabilitas memiliki komponen repricing jangka pendek yang lebih besar dibandingkan dengan posisi aset, sehingga ketika tingkat suku bunga naik, kondisi ini akan memberikan dampak negatif terhadap pendapatan bunga bersih Bank pada tahun tersebut. The situation shows that in 2021, the liabilities side has a higher short-term repricing component compared to the assets side, thus when the interest rate increases, it will bring a negative impact to the Bank’s net interest income for the year. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, komposisi aset dan liabilitas adalah sebagai berikut: As of 31 December 2021 and 2020, the composition of assets and liabilities was as follows: - Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Portofolio penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain terdiri dari penempatan jangka pendek. - Placements with Bank Indonesia and other banks Placements with Bank Indonesia and other banks portfolio consist of shortterm placements. - Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali merupakan transaksi pembelian efek-efek dengan janji dijual kembali dengan Bank Indonesia. Efek-efek tersebut merupakan obligasi bersuku bunga tetap yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. -- Securities purchased under resale agreements Securities purchased under resale agreements represent transactions of purchase of securities under resale agreements with Bank Indonesia. The securities represent bonds with fixed interest rate issued by the Government of Republic of Indonesia. - Tagihan akseptasi Tagihan akseptasi merupakan instrumen letter of credit yang diterbitkan Bank kepada nasabah dan telah diaksep oleh Bank pada tanggal pelaporan. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tagihan akseptasi tersebut tidak memiliki suku bunga. -- Acceptance receivables Acceptance receivables represent letter of credit instrument that is issued by the Bank to customers and have been accepted by the Bank at reporting date. On 31 December 2021 and 2020, acceptance receivables do not have any interest rate. - Kredit yang diberikan Portofolio kredit yang diberikan pada tanggal 31 Desember 2021 terdiri dari 71,49% kredit dengan suku bunga variabel dan 28,51% kredit dengan suku bunga tetap dan 31 Desember 2020 terdiri dari 74,85% kredit dengan suku bunga variabel dan 25,15% kredit dengan suku bunga tetap. Persentase portofolio kredit tersebut tidak termasuk pinjaman entitas anak. Kredit dengan suku bunga variabel terkonsentrasi dalam kelompok < 1 tahun. Bank memasukkan kredit dengan suku bunga variabel dalam kelompok < 1 tahun dengan mempertimbangkan bahwa Bank dapat meninjau kembali suku bunga setiap saat, sesuai dengan persetujuan dari setiap nasabah yang tercantum dalam perjanjian kredit. - Loans Loans portfolio as of 31 December 2021 consisted of 71.49% variable rate loans and 28.51% fixed rate loans and as of 31 December 2020 consisted of 74.85% variable rate loans and 25.15% fixed rate loans. The percentage of loan portfolio did not include subsidiary’s loans. Loans with variable interest rates were concentrated in < 1 year time bucket. The Bank included variable rate loans in the < 1 year time bucket by considering that the Bank can reprice the interest rate at anytime, in line with the approval from the customers as agreed in the loan agreements. - Efek-efek untuk tujuan investasi Seluruh portofolio efek-efek untuk tujuan investasi adalah instrumen dengan suku bunga tetap yang terdiri dari surat berharga pemerintah, termasuk penempatan pada Negotiable Certificate Deposits dan obligasi korporasi. - - Aset lain-lain Aset lain-lain di tabel di atas merupakan wesel ekspor yang dibeli dengan diskonto. - Other assets Other assets in the above table represent export bills purchased at discount. - Lampiran - 5/75 - Schedule Investment securities All investment securities portfolio are fixed rate instruments, which consist of government securities, including placement in Negotiable Certificate Deposits and corporate bonds.
  89. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, komposisi aset dan liabilitas adalah sebagai berikut: (lanjutan) Interest Rate Risk (continued) As of 31 December 2021 and 2020, the composition of assets and liabilities was as follows: (continued) - Simpanan dari nasabah Portofolio simpanan dari nasabah terdiri dari deposito berjangka dengan suku bunga tetap masing-masing sebesar 46,02% dan 48,89% dari jumlah simpanan dari nasabah pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, sisanya merupakan giro dan tabungan. - Deposits from customers Deposits from customers portfolio consist of fixed rate time deposits of 46.02% and 48.89% of total deposits from customers as of 31 December 2021 and 2020, respectively and the remaining are current and saving accounts. - Simpanan dari bank-bank lain Portofolio simpanan dari bank-bank lain terdiri dari deposito berjangka dengan suku bunga tetap masing-masing sebesar 45,41% dari simpanan dari bank-bank lain pada tanggal 31 Desember 2021 dan 38,45% dari simpanan dari bank-bank lain pada tanggal 31 Desember 2020, sisanya merupakan giro, tabungan dan call money. - Deposits from other banks Deposits from other banks portfolio consist of fixed rate time deposits of 45.41% of total deposits from other banks as of 31 December 2021 and 38.45% of total deposits from other banks as of 31 December 2020, respectively and the remaining are current, saving accounts and call money. - Pinjaman yang diterima Portofolio pinjaman yang diterima pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 merupakan penempatan dari bank lain yang tidak memiliki suku bunga. - Borrowings Borrowings portfolio as of 31 December 2021 and 2020 represents placement from other banks without interest rate. - Utang subordinasi Tidak ada portofolio utang subordinasi pada tanggal 31 Desember 2021 sedangkan portofolio utang subordinasi pada tanggal 31 Desember 2020 seluruhnya terdiri dari utang dengan suku bunga tetap. - Subordinated debts There is no subordinated debts portfolio as of 31 December 2021 while subordinated debts portfolio as of 31 December 2020 consisted of fixed rate debts. Analisis Value at Risk (“VaR“) Value at Risk (“VaR”) analysis Appetite risiko pasar Bank ditetapkan melalui limit Value at Risk (“VaR”). VaR adalah suatu ukuran dari maksimum kerugian yang diperkirakan (dalam konteks nilai wajar) untuk tingkat keyakinan tertentu dalam holding period tertentu berdasarkan perubahan pasar historis. Pengukuran VaR dilakukan secara harian terhadap portofolio Trading Desk dan Asset Liability Management (“ALM”). Limit VaR disetujui sekurang-kurangnya setahun sekali oleh RMC untuk Trading Desk dan oleh ALCO untuk ALM Desk. The Bank’s market risk appetite is set through a Value at Risk (“VaR”) limit. VaR is a measurement of the maximum expected loss (in fair value terms) for a given confidence level over a given holding period based on historical market changes. VaR measurement is conducted on a daily basis to portfolios of Trading Desk and Asset Liability Management (“ALM”). VaR limits are approved at least annually by RMC for Trading Desk and by ALCO for ALM Desk. Trading Desk meliputi eksposur Bank terhadap posisi perdagangan surat berharga, transaksi derivatif dan transaksi valuta asing untuk posisi Trading maupun Banking Book. Asset Liability Management mengelola risiko suku bunga pada Banking Book. Trading Desk includes the Bank’s exposure to marketable securities, derivative transactions and foreign exchange transactions. Foreign Exchange Trading includes the Bank’s foreign exchange exposure for trading position as well as banking position. Asset Liability Management manages interest rate risk in Banking Book. Bank menghitung VaR harian dengan pendekatan simulasi historis pada tingkat keyakinan 97,5% berdasarkan satu tahun data historis. Bank melakukan validasi atas akurasi model VaR dengan melakukan back-testing yang menggunakan laba rugi harian aktual dan laba rugi hipotesis (hypothetical profit or loss). The Bank calculates daily VaR with historical simulation approach at 97.5% confidence level based on one-year historical data. The Bank validates the accuracy of VAR model by performing back-testing using actual daily profit or loss and hypothetical profit or loss. Lampiran - 5/76 - Schedule
  90. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Analisis Value at Risk (“VaR“)(lanjutan) Value at Risk (“VaR”) analysis (continued) Meskipun VaR merupakan alat penting dalam mengukur risiko pasar, asumsi yang mendasari model menyebabkan adanya beberapa keterbatasan yang antara lain: tidak menangkap pergerakan posisi intrahari, tidak memperlihatkan kerugian yang mungkin terjadi melebihi tingkat keyakinan yang ditetapkan dan ketergantungan yang tinggi atas hasil perhitungan terhadap data historis. Although VaR is an important tool for measuring market risk, the assumptions on which the model is based do give rise to some limitations, including the following: does not capture intraday position movements, does not reflect the loss that may be occurred beyond the confidence level and high dependency upon the outcome to historical data. Nilai VaR untuk posisi pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 berada pada batas-batas yang telah ditetapkan oleh Bank. The VaR number for the position as at 31 December 2021 and 2020 is within the limits set by the Bank. Tabel di bawah ini merupakan ikhtisar tingkat suku bunga efektif rata-rata tertimbang untuk instrumen keuangan berikut ini pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: The table below summarises the weighted average effective interest rates for the following financial instruments as of 31 December 2021 and 2020: 2021 2020 Aset Rupiah Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi - Wesel - Obligasi pemerintah dari pasar sekunder - Obligasi korporasi - Negotiable Certificate Deposits Aset lain-lain Valuta asing Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi - Obligasi pemerintah dari pasar sekunder - Wesel Aset lain-lain Assets 2,84% 1,98% 8,05% 8,30% 8,04% 9,40% 7,38% 8,08% 6,05% 8,09% 6,68% 7,44% 4,14% 6,59% 5,43% 5,64% 0,17% 3,89% 2,76% 3,84% 2,34% 5,25% 0,80% 3,76% 3,36% Liabilitas Rupiah Simpanan dari nasabah - Giro - Tabungan - Deposito berjangka Simpanan dari bank-bank lain Pinjaman yang diterima Utang subordinasi Valuta asing Simpanan dari nasabah - Giro - Tabungan - Deposito berjangka Simpanan dari bank-bank lain Rupiah Placements with Bank Indonesia and other banks Securities purchased under resale agreements Loans Investment securities Bills Government bonds from secondary market Corporate Bond Negotiable Certificate Deposits Other assets Foreign currencies Placements with Bank Indonesia and other banks Loans Investment securities Government bonds from secondary market Bills Other assets Liabilities 2,06% 1,17% 3,27% 2,73% 0,00% - 0,36% 0,15% 0,45% 0,20% Lampiran - 5/77 - Schedule 2,55% 1,62% 4,41% 3,49% 0,00% 11,75% Rupiah Deposits from customers Demand deposits Savings Time deposits Deposits from other banks Borrowings Subordinated debts 0,71% 0,28% 1,14% 0,21% Foreign currencies Deposits from customers Demand deposits Savings Time deposits Deposits from other banks
  91. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Tabel di bawah ini merupakan ikhtisar ratarata tertimbang bagi hasil, bonus dan pendapatan marjin untuk transaksi syariah pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: Interest Rate Risk (continued) The table below summarises the weighted average of profit distribution, bonus and margin revenue for the following sharia transactions as of 31 December 2021 and 2020: 2021 2020 Aset Assets Rupiah Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi - Sertifikat Bank Indonesia Syariah - Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah - Obligasi Bank Indonesia Sukbi Syariah Valuta asing Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi - Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah 7,46% 8,30% - 4,08% 5,37% 6,37% 3,27% 3,23% 3,12% 4,89% 1,41% 3,09% Liabilitas Rupiah Loans Investment securities Certificates of Bank Indonesia - Sharia Government bonds - Sukuk Ijarah Bank Indonesia Bonds Sukbi Syariah Foreign currencies Loans Investment securities Government bonds - Sukuk Ijarah Liabilities Rupiah Simpanan dari nasabah - Giro wadiah dan mudharabah - Tabungan mudharabah - Deposito berjangka mudharabah Simpanan dari bank-bank lain 1,92% 1,34% 2,25% 1,65% 3,12% 2,32% 4,08% 2,90% Valuta asing Simpanan dari nasabah - Giro wadiah dan mudharabah - Tabungan mudharabah - Deposito berjangka mudharabah 0,18% 0,06% 0,44% Rupiah Deposits from customers Wadiah and mudharabah demand deposits Mudharabah savings Mudharabah time deposit Deposits from other banks Foreign currencies Deposits from customers Wadiah and mudharabah 0,20% demand deposits 0,07% Mudharabah savings Mudharabah 0,51% time deposit Pengelolaan risiko suku bunga dalam Banking Book (“IRRBB”) Management of interest rate risk in the Banking Book (“IRRBB”) Bank mendefinisikan IRRBB sebagai risiko akibat pergerakan suku bunga di pasar yang mempengaruhi posisi Banking Book, yang berpotensi memberikan dampak terhadap permodalan dan rentabilitas Bank baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang. Manajemen risiko IRRBB diterapkan untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan pergerakan suku bunga yang dapat menyebabkan perubahan pada nilai kini dan penetapan waktu arus kas pada masa mendatang yang mempengaruhi nilai ekonomis dari aset, liabilitas dan transaksi rekening administratif Bank serta menyebabkan perubahan pada pendapatan bunga bersih. Pada prakteknya eksposur IRRBB adalah posisi risiko suku bunga di luar portofolio Trading Book yang dikelola oleh unit Global Markets - ALM (“GM-ALM”) dalam batasan limit yang telah ditetapkan. The Bank defines IRRBB as a risk due to movements in market interest rates that affect the position in the Banking Book, which has the potential to impact the Bank’s capital and profitability both for present and future time. IRRBB risk management is applied to identify, measure, monitor and control interest rate risk that may cause changes in present value and timing of future cashflows that will affect the economic value of the Bank’s assets, liabilities and off balance sheet positions and cause changes in net interest income. In practice, IRRBB exposure is the position of interest rate risk outside of the Trading Book portfolio managed by the Global Markets - ALM (“GM - ALM”) unit within the approved limits. Lampiran - 5/78 - Schedule
  92. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Pengelolaan risiko suku bunga dalam Banking Book (“IRRBB”) (lanjutan) Management of interest rate risk in the Banking Book (“IRRBB”) (continued) Pengelolaan terhadap IRRBB dilakukan secara tersentralisasi oleh GM - ALM dengan pengarahan dari ALCO dalam batasan limit yang telah ditetapkan. Satuan kerja manajemen risiko terkait IRRBB adalah MERM (“Market & Enterprise Risk Management”) di bawah direktorat Risiko. ALCO adalah komite yang bertanggung jawab untuk pengelolaan IRRBB termasuk menetapkan kebijakan dan limit. IRRBB is managed centrally by GM - ALM with guidance from ALCO within specified limits. The risk management unit related to IRRBB is MERM (“Market & Enterprise Risk Management”) which is under the Risk directorate. ALCO is a committee that responsible for managing IRRBB including setting policies and limits. IRRBB dikaji untuk setiap produk yang didokumentasikan dalam suatu Product Program. Bank mengukur risiko IRRBB menggunakan pendekatan standar secara bulanan dengan dua metode, yaitu: pengukuran berdasarkan perubahan pada nilai ekonomis dari ekuitas (economic value of equity), yang selanjutnya disingkat EVE; dan pengukuran berdasarkan perubahan pada pendapatan bunga bersih (net interest income), yang selanjutnya disingkat NII. Skenario shock suku bunga dalam perhitungan IRRBB dengan pendekatan standar terdiri dari 6 (enam) skenario untuk metode EVE dan 2 (dua) skenario untuk metode NII sebagaimana yang tercantum dalam SEOJK No.12/SEOJK.03/2018. IRRBB is assessed for each product as documented in a Product Program. The Bank measures the risk of IRRBB on a monthly basis using a standard approach with two methods, namely: measurement based on changes in the economic value of equity, which is then abbreviated as EVE; and measurement based on changes in net interest income, here in after abbreviated as NII. The interest rate shock scenario in the IRRBB calculation with a standard approach consists of 6 (six) scenarios for the EVE method and 2 (two) scenarios for the NII method as specified in SEOJK No.12/SEOJK.03/2018. Dalam perhitungan IRRBB, Bank memperhitungkan margin komersial dan spread components pada arus kas; dan menggunakan risk-free rate tanpa margin dan spread components pada tingkat suku bunga diskonto dalam perhitungan metode EVE. Nilai maksimum dibagi modal Tier - 1 (untuk ∆EVE) pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing sebesar 8,49% (entitas induk) dan 5,64% (konsolidasian) (tidak diaudit). Nilai maksimum dibagi projected income (untuk ∆NII) pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing sebesar 2,49% (entitas induk) dan 7,68% (konsolidasian) (tidak diaudit). In IRRBB calculation, the Bank calculates commercial margins and spread components on cash flows; and use the risk-free rate without margin and spread components to discounted interest rates in the EVE method calculation. Maximum amount divided by Tier - 1 capital (for ∆EVE) on 31 December 2021 and 2020 are 8.49% (parent entity) and 5.64% (consolidated), respectively (unaudited). Maximum amount divided by projected income (for ∆NII) on 31 December 2021 and 2020 are 2.49% (parent entity) and 7.68% (consolidated), respectively (unaudited). Bank menggunakan diversifikasi produk komersial dan instrumen keuangan guna melindungi dampak negatif dari pergerakan suku bunga, termasuk instrumen derivatif serta instrumen pendanaan jangka panjang seperti penerbitan obligasi senior, obligasi subordinasi dan penerbitan saham. The Bank uses diversified commercial products and financial instruments to protect the negative impacts of interest rate movements, including derivative instruments and long-term funding instruments such as senior bond, subordinated debt and shares issuances. Lampiran - 5/79 - Schedule
  93. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, Amendemen PSAK 62 dan Amendemen PSAK 73 tentang “Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2” Amendment to SFAS 71, Amendment to SFAS 55, Amendment PSAK 60, Amendment PSAK 62 and Amendment to SFAS 73 “Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2” Amendemen tersebut memungkinkan entitas untuk mencerminkan efek transisi dari suku bunga acuan, seperti interbank offered rates (“IBORs”) ke suku bank acuan alternatif tanpa menimbulkan dampak akuntansi yang tidak memberikan informasi yang berguna bagi pengguna laporan keuangan. The amendments enable entities to reflect the effects of transitioning from benchmark interest rates, such as interbank offered rates (“IBORs”) to alternative benchmark interest rates without giving rise to accounting impacts that would not provide useful information to users of financial statements. Setelah krisis keuangan, reformasi dan penggantian suku bunga acuan interbank offered rates telah menjadi prioritas bagi regulator global. Masih terdapat beberapa ketidakpastian seputar waktu dan sifat yang tepat dari perubahan ini. Bank saat ini memiliki sejumlah kontrak yang mengacu pada IDR Jakarta Interbank Offered Rate (“JIBOR”), USD London Interbank Offered Rate (“LIBOR”) dan JPY Tokyo Interbank Offered Rate (“TIBOR”) melampaui tahun 2021. Following the financial crisis, the reform and replacement of benchmark interest interbank offered rates has become a priority for global regulators. There remains some uncertainty around the timing and precise nature of these changes. The Bank currently has a number of contracts which reference to IDR Jakarta Interbank Offered Rate (“JIBOR”), USD London Interbank Offered Rate (“LIBOR”) and JPY Tokyo Interbank Offered Rate (“TIBOR”) that extend beyond 2021. Tabel berikut menjabarkan instrumen keuangan yang dimiliki Bank pada tanggal 31 Desember 2021 yang mengacu pada suku bunga IBORs dan belum bertransisi ke acuan suku bunga alternatif: The following table describes the financial instruments that the Bank holds as at 31 December 2021 which reference to the IBORs interest rates and have not yet transitioned to an alternative interest rate benchmark: Nilai nominal pada 31 Desember 2021/ Nominal value as of 31 December 2021 Aset/ Liabilitas/ Assets Liabilities Aset dan liabilitas yang terekspos terhadap reformasi IBOR JIBOR Kredit yang diberikan Akseptasi Liabilitas sewa Aset lain-lain LIBOR Kredit yang diberikan Derivatif Aset lain-lain TIBOR Derivatif Total aset dan liabilitas yang terekspos terhadap reformasi IBOR Assets and liabilities exposed to IBOR reform 13.953.032 3.197 1.522 989 - 13.957.751 989 13.233.388 39.137 82 20.391 - 13.272.607 20.391 27.910 - 27.910 - 27.258.268 Lampiran - 5/80 - Schedule 21.380 JIBOR Loans Acceptance Lease liabilities Other assets LIBOR Loans Derivatives Other assets TIBOR Derivatives Total assets and liabilities exposed to IBOR reform
  94. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. c. Manajemen Risiko Pasar (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) c. Market Risk Management (continued) ii. Risiko Tingkat Suku Bunga (lanjutan) ii. Interest Rate Risk (continued) Amendemen PSAK 71, Amendemen PSAK 55, Amendemen PSAK 60, Amendemen PSAK 62 dan Amendemen PSAK 73 tentang “Reformasi Acuan Suku Bunga - Tahap 2” (lanjutan) Amendment to SFAS 71, Amendment to SFAS 55, Amendment PSAK 60, Amendment PSAK 62 and Amendment to SFAS 73 “Interest Rate Benchmark Reform - Phase 2” (continued) Saat ini diekspektasikan Indonesia Overnight Index Average (“IndONIA”) akan menggantikan JIBOR IDR, Secured Overnight Financing Rate (“SOFR”) akan menggantikan LIBOR USD dan Tokyo Overnight Average Rate (“TONAR”) akan menggantikan TIBOR JPY. Masih ada perbedaan utama antara JIBOR IDR, LIBOR USD dan TIBOR JPY dengan IndONIA, SOFR dan TONAR. JIBOR IDR, LIBOR USD dan TIBOR JPY adalah 'term rate’, yang berarti diterbitkan untuk periode pinjaman (seperti: tiga bulanan atau enam bulanan) dan 'forward looking', karena diterbitkan pada awal periode pinjaman. IndONIA, SOFR dan TONAR merupakan 'backward-looking' rates, berdasarkan overnight rates dari transaksi aktual, dan diterbitkan pada akhir periode overnight borrowing. Selanjutnya, JIBOR IDR, LIBOR USD dan TIBOR JPY sudah mencakup spread kredit di atas tingkat bebas risiko, yang saat ini tidak dimiliki oleh IndONIA, SOFR dan TONAR. Untuk transisi kontrak dan perjanjian kini yang merujuk pada JIBOR IDR, LIBOR USD dan TIBOR JPY ke IndONIA, SOFR dan TONAR, penyesuaian untuk perbedaan jangka waktu dan perbedaan kredit mungkin perlu diterapkan ke IndONIA, SOFR dan TONAR, untuk memungkinkan kedua suku bunga acuan menjadi setara secara ekonomi pada transisi. It is currently expected that Indonesia Overnight Index Average (“IndONIA”) will replace IDR JIBOR, Secured Overnight Financing Rate (“SOFR”) will replace USD LIBOR and Tokyo Overnight Average Rate (“TONAR”) will replace JPY TIBOR. There remain key differences between IDR JIBOR, USD LIBOR and JPY TIBOR with IndONIA, SOFR and TONAR. IDR JIBOR, USD LIBOR and JPY TIBOR is a ‘term rate’, which means that it is published for a borrowing period (such as: three months or six months) and is ‘forward looking’, because it is published at the beginning of the borrowing period. IndONIA, SOFR and TONAR is currently a ‘backward-looking’ rate, based on overnight rates from actual transactions, and it is published at the end of the overnight borrowing period. Furthermore, IDR JIBOR, USD LIBOR and JPY TIBOR have included a credit spread over the risk-free rate, which IndONIA, SOFR and TONAR currently does not. To transition existing contracts and agreements that reference IDR JIBOR, USD LIBOR and JPY TIBOR to IndONIA, SOFR and TONAR, adjustments for term differences and credit differences might need to be applied to IndONIA, SOFR and TONAR, to enable the two benchmark rates to be economically equivalent on transition. Selama tahun 2021, manajemen menetapkan rencana proyek transisi IBOR. Proyek transisi ini sedang mempertimbangkan perubahan pada sistem, proses, manajemen risiko dan model penilaian, serta mengelola implikasi pajak dan akuntansi terkait. Pada tanggal 31 Desember 2021, perubahan yang diperlukan pada sistem, proses, dan model telah diidentifikasi. Terdapat komunikasi umum dengan nasabah mengenai perubahan IBOR dan Bank memberikan informasi perkembangannya dari waktu ke waktu. During 2021, the management established a IBOR transition project plan. This transition project is considering changes to systems, processes, risk management and valuation models, as well as managing any related tax and accounting implications. As at 31 December 2021, changes required to systems, processes and models have been identified. There have been general communications with customers regarding changes in IBOR and the Bank provides information on its development from time to time. Pada saat pelaporan, Bank sudah mempunyai kemampuan untuk melakukan perhitungan berdasarkan SOFR ataupun term SOFR. At the time of reporting, the Bank already has the ability to perform calculations based on SOFR or SOFR terms. Lampiran - 5/81 - Schedule
  95. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) d. 3. Manajemen Risiko Likuiditas RISK MANAGEMENT (continued) d. Liquidity Risk Management Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank. Liquidity risk is a risk that arises due to the inability of the Bank to fulfill its maturing obligations from cash flow funding source and/ or from high quality liquid assets that can be pledged without disrupting the Bank activities and financial condition. ALCO merupakan komite yang bertanggung jawab untuk pengelolaan risiko likuiditas. Fungsi manajemen risiko likuiditas berada di bawah unit kerja Market & Enterprise Risk Management (“MERM”) untuk risiko likuiditas jangka pendek dan Balance Sheet Management (“BSM”) untuk risiko likuiditas struktural. Global Markets bertanggung jawab untuk pengelolaan likuiditas sehari-hari dan intrahari, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan regulator, kebijakan dan limit internal dan ketentuan sistem pembayaran lokal. ALCO is the committee responsible for managing liquidity risk. The function of liquidity risk management is under Market & Enterprise Risk Management (“MERM”) for short-term liquidity risk and Balance Sheet Management (“BSM”) for structural liquidity risk. Global Markets are responsible for managing liquidity day to day and intraday including compliance with regulatory policy requirements and internal limit and local payment system requirements. Risk appetite dinyatakan melalui limit-limit yang antara lain: Maximum Cumulative Outflow (”MCO”) untuk risiko likuiditas jangka pendek dan Liquidity Coverage Ratio (”LCR”), Net Stable Funding Ratio (”NSFR”) dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (”RIM”) untuk risiko likuiditas struktural dan stress trigger untuk mengantisipasi krisis likuiditas. Risk appetite is stated through the limits such as: Maximum Cumulative Outflow (“MCO”) for short-term liquidity risk and Liquidity Coverage Ratio (“LCR”), Net Stable Funding Ratio (“NSFR”) and Macroprudential Intermediation Ratio (“RIM”) for structural liquidity risk and stress triggers to anticipate the effect of liquidity crisis. Limit-limit dikaji ulang secara berkala. Pemantauan dan pelaporan terhadap limit dilakukan secara harian dan bulanan. Pelampauan limit dieskalasi kepada manajemen senior. Limits are reviewed in a regular basis. Limits are monitored and reported in a daily and monthly basis. Limit excesses are escalated to senior management. Bank melakukan strategi pendanaan dan pengelolaan posisi dan risiko likuiditas termasuk posisi intrahari secara hati-hati dengan senantiasa berkoordinasi antara unit kerja treasury, unit kerja bisnis, unit kerja keuangan dan unit kerja manajemen risiko. The Bank carries out a funding strategy and management of liquidity positions and risk including intraday position carefully, coordinated between treasury unit, business unit, financial unit and risk management unit. Dalam upaya mengantisipasi kondisi stres, Bank mengembangkan, memelihara dan mengevaluasi Recovery Plan. Bank melakukan stress test secara berkala dan ad hoc. Bank mengembangkan skenario stres likuiditas baik yang bersifat idiosyncratic, market wide maupun combined stress. To anticipate stress conditions, the Bank develops, maintains and evaluates the Recovery Plan. The Bank conduct stress test on regular and ad hoc basis. The Bank develops liquidity stress scenarios, both idiosyncratic, market wide, and combined stress. Dalam kerangka Recovery Plan, Bank menetapkan Early Warning Indicators (“EWI”). Seperangkat EWI digunakan Bank untuk mengukur tingkat Crisis Stress Rating (“CSR”) yang pada tingkat tertentu menjadi pemicu untuk diambil tindakan termasuk pelaksanaan opsi pemulihan. In the Recovery Plan framework, the Bank sets Early Warning Indicators (“EWI”). EWI is used by the Bank to measure Crisis Stress Rating (“CSR”) which at certain rating become the trigger for action to be taken including the execution of recovery option. Lampiran - 5/82 - Schedule
  96. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) d. 3. RISK MANAGEMENT (continued) Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan) d. Liquidity Risk Management (continued) Eksposur terhadap risiko likuiditas Exposure to liquidity risk Tabel-tabel berikut menyajikan arus kas kontraktual pokok dan perhitungan bunga dari liabilitas keuangan Bank berdasarkan periode tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: The following tables present the principal and implied interest rate contractual cash flows of the Bank’s financial liabilities based on remaining period to contractual maturity as of 31 December 2021 and 2020: 2021 Nilai nominal bruto masuk/ (keluar)/ Gross nominal inflow/ (outflow) Nilai tercatat/ Carrying amount Kurang dari 1 bulan/ Less than 1 month > 3-12 bulan/ > 3-12 months 1-3 bulan/ 1-3 months > 12-60 bulan/ > 12-60 months Lebih dari 60 bulan/ More than 60 months Liabilitas keuangan non-derivatif Liabilitas segera Simpanan dari nasabah Simpanan dari bank - bank lain Utang akseptasi Pinjaman yang diterima Beban masih harus dibayar Kewajiban lain-lain Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 (236.003) (236.003) (236.003) (179.992.316) (180.231.693) (154.032.220) (18.029.470) (3.240.717) (3.244.015) (2.920.036) (297.615) (26.364) - - (2.011.886) (2.011.886) (599.737) (853.208) (558.941) - - Non-derivative financial liabilities Liabilities payable on demand Deposits from customers Deposits from other banks Acceptance payables (1.350) (1.350) (1.350) - - Borrowings (1.050.371) (1.050.371) (142.250) (142.250) (9.329.879) (9.976.750) (196.004.772) (196.894.318) Liabilitas keuangan derivatif Masuk Keluar - Jumlah (196.004.772) 12.233.296 (12.413.140) (19.980) - - 4.911.504 (4.957.017) - (543.466) (52.507) (1.338) (1.013.485) (35.548) - Accruals (2.201) (81.162) (38.907) - Other liabilities (157.809.326) (7.574.030) - - (19.183.832) (9.253.982) 5.338.903 (5.384.640) 819.890 (858.845) (617.921) 1.020.834 (1.091.306) (179.844) (45.513) (45.737) (38.955) (70.472) (197.074.162) (157.854.839) (19.229.569) (9.292.937) (688.393) (9.976.750) Additional Tier - 1 capital subordinated notes (10.029.257) 142.165 (121.332) Derivative financial liabilities Inflow Outflow 20.833 (10.008.424) Total 2020 Nilai nominal bruto masuk/ (keluar)/ Gross nominal inflow/ (outflow) Nilai tercatat/ Carrying amount Kurang dari 1 bulan/ Less than 1 month > 3-12 bulan/ > 3-12 months 1-3 bulan/ 1-3 months > 12-60 bulan/ > 12-60 months Lebih dari 60 bulan/ More than 60 months Liabilitas keuangan non-derivatif Liabilitas segera Simpanan dari nasabah Simpanan dari bank - bank lain Utang akseptasi Pinjaman yang diterima Beban masih harus dibayar Kewajiban lain-lain Utang subordinasi Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Liabilitas keuangan derivatif Masuk Keluar (168.922) (168.922) (168.922) (145.753.072) (146.058.138) (122.783.695) (14.664.982) (2.248.301) (2.251.546) (1.947.672) (272.527) (31.347) - - (1.460.535) (1.460.535) (704.601) (389.670) (366.264) - - Non-derivative financial liabilities Liabilities payable on demand Deposits from customers Deposits from other banks Acceptance payables (8) (8) (8) - - Borrowings (588.966) (588.966) (1.219) (522.574) (65.173) - - (244.534) (714.935) (244.534) (721.019) (18.937) - (6.325) - (91.793) (721.019) (9.106.068) (9.835.000) (160.285.341) (161.328.668) - Jumlah (160.285.341) 19.406.565 (19.594.945) (125.625.054) 4.651.023 (4.709.629) - - (15.856.078) 2.999.862 (3.136.043) (8.045.800) - (9.321.396) 3.076.490 (3.217.501) (188.380) (58.606) (136.181) (141.011) (161.517.048) (125.683.660) (15.992.259) (9.462.407) Lampiran - 5/83 - Schedule (472.849) (124.816) - (597.665) 8.679.190 (8.531.772) 147.418 (450.247) (90.812) (2.663) (9.835.000) Accruals Other liabilities Subordinated debts Additional Tier - 1 capital subordinated notes (9.928.475) - Derivative financial liabilities Inflow Outflow (9.928.475) Total
  97. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. d. Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) d. Liquidity Risk Management (continued) Eksposur terhadap risiko likuiditas (lanjutan) Exposure to liquidity risk (continued) Tabel-tabel di atas disusun berdasarkan sisa jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan Bank. Tabel-tabel tersebut menunjukkan arus kas pokok dan perhitungan bunga dari liabilitas keuangan non-derivatif Bank. Ekspektasi Bank atas arus kas dari instrumen-instrumen tersebut berbeda secara signifikan dari analisis di atas. Sebagai contoh, giro dan tabungan diprediksi memiliki porsi core, sedangkan deposito satu bulanan tidak diprediksi untuk dicairkan dalam waktu satu bulan (terdapat deposito yang akan diperpanjang secara otomatis). Opsi pelunasan awal diperhitungkan untuk utang subordinasi yang memiliki opsi beli untuk pelunasan lebih awal. The above tables were prepared based on remaining contractual maturities of the financial liabilities of the Bank. The tables showed the principal and implied interest rate cash flows on the Bank’s non-derivative financial liabilities. The Bank’s expected cash flows from these instruments vary significantly from the above analysis. For example, current accounts and saving accounts are expected to have core portion, while one-month time deposit is not expected to be withdrawn in one month (there are time deposits which will be automatically rolled over). Early repayment options are considered for subordinated debts which are profiled at callable option date. Nilai nominal arus kas masuk/(keluar) yang diungkapkan pada tabel di atas menyajikan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan terkait dengan nilai pokok dan bunga dari liabilitas keuangan. Pengungkapan instrumen derivatif menunjukkan nilai bersih derivatif yang dapat diselesaikan secara neto, juga nilai bruto arus kas masuk dan keluar untuk derivatif yang diselesaikan secara bruto. Arus kas liabilitas derivatif seperti yang ditunjukkan di tabel di atas merupakan arus kas berdasarkan jatuh tempo kontraktual yang menurut Bank adalah penting untuk memahami jadwal dari arus kas. The nominal inflows/(outflows) disclosed in the above tables represents the contractual undiscounted cash flows relating to the principal and interest on the financial liabilities. The disclosure for derivatives shows the net amount of derivatives that are net settled and a gross inflow and outflow amount for derivatives that have simultaneous gross settlement. The cash flows of derivative liabilities in the table represent the cash flows based on contractual maturities which the Bank believes is essential for an understanding of the timing of the cash flows. Dalam mengelola risiko likuiditas yang timbul dari liabilitas keuangan, Bank memiliki aset likuid yang terdiri dari kas dan setara kas, instrumen Bank Indonesia dan obligasi pemerintah di mana terdapat pasar yang aktif dan likuid untuk efekefek ini. Aset-aset likuid ini dapat segera dijual atau di-repo-kan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas Bank. To manage the liquidity risk arising from financial liabilities, the Bank holds liquid assets comprising cash and cash equivalents, Bank Indonesia’s instruments and government bonds for which there is an active and liquid market. These assets can be readily sold or repo-ed to meet the Bank’s liquidity requirements. Dalam mengelola risiko likuiditas jangka pendek, pengukuran utama yang digunakan Bank adalah MCO. MCO merupakan arus kas masuk/keluar bersih dari seluruh posisi neraca dan rekening administratif dalam kondisi normal. The key measure used by the Bank for managing short-term liquidity risk is MCO. MCO is the net cash inflow/outflow from all onbalance sheet and off-balance sheet items under normal conditions. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tidak terdapat pelampauan terhadap batasbatas yang telah ditetapkan Bank untuk perhitungan MCO. As of 31 December 2021 and 2020, there was no excess breach on the limits which had been determined by the Bank for the calculation of MCO. Lampiran - 5/84 - Schedule
  98. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. d. Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) d. Liquidity Risk Management (continued) Eksposur terhadap risiko likuiditas (lanjutan) Exposure to liquidity risk (continued) Indikator utama untuk pengukuran risiko likuiditas struktural yang utama adalah sebagai berikut (tidak diaudit): Main indicator to measure structural liquidity risk are as follows (unaudited): i. i. RIM RIM adalah rasio hasil perbandingan antara jumlah kredit kepada nasabah Bank dan surat berharga korporasi yang dimiliki oleh Bank terhadap jumlah simpanan nasabah Bank dan surat berharga yang diterbitkan oleh Bank yang dihitung berdasarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (“PADG”) No. 20/11/PADG/2018 dan perubahan terakhirnya sesuai PADG No. 23/7/PADG/2021 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Pada 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki rasio RIM masing-masing sebesar 69,06% dan 76,52%. ii. iii. LCR RIM RIM is the ratio comparison between credit extended to the Bank customers and eligible corporate securities owned by the Bank against the Bank customer’s deposits and securities issued by the Bank that calculated based on Regulation of the Member of the Board of Governor (“PADG”) No. 20/11/PADG/2018 and its last amendment in No. 23/7/PADG/2021 regarding Macro-prudential Intermediation Ratio and Macro-prudential Liquidity Buffer for Commercial Banks, Sharia Banks and Sharia Business Units. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank’s RIM ratio are 69.06% and 76.52%, respectively. ii. LCR LCR adalah rasio likuiditas untuk memastikan Bank memiliki cukup High Quality Liquid Assets (“HQLA”) untuk mengatasi kondisi stres dalam waktu 30 hari kalender. LCR is a liquidity ratio to ensure the Bank has sufficient High Quality Liquid Asset (“HQLA”) to overcome stress condition within 30 calendar days. Terkait dengan implementasi Basel 3 dan sesuai ketentuan OJK, Bank secara berkala melaporkan perhitungan LCR yang sudah menjadi salah satu indikator regulator untuk risiko likuiditas. Selama tahun berakhir 31 Desember 2021 dan 2020, Bank secara keseluruhan dapat menjaga LCR di atas ketentuan dari OJK. Hal ini karena aset likuid yang dimiliki bank mayoritas merupakan HQLA. Pada 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki rasio LCR yang dihitung berdasarkan rata-rata triwulanan masingmasing sebesar 300,00% (entitas induk) dan 293,74% (konsolidasian) (tidak diaudit). Related to Basel 3 implementation and OJK requirement, the Bank regularly reports the calculation of LCR which has become one of liquidity risk regulatory indicators. During the years ended 31 December 2021 and 2020, the Bank had maintained LCR ratio above OJK requirement as most of liquid asset owned by the Bank are HQLA. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank’s LCR ratio which was calculated based on quarterly averages were 300.00% (parent entity) and 293.74% (consolidated), respectively (unaudited). NSFR iii. NSFR NSFR adalah rasio likuiditas untuk memastikan ketersedian pendanaan jangka panjang untuk membiayai aset jangka panjang. Lampiran - 5/85 - Schedule NSFR is a liquidity ratio to ensure availability of long-term funding to finance long term assets.
  99. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. d. Manajemen Risiko Likuiditas (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) d. Liquidity Risk Management (continued) Eksposur terhadap risiko likuiditas (lanjutan) Exposure to liquidity risk (continued) Indikator utama untuk pengukuran risiko likuiditas struktural yang utama adalah sebagai berikut (tidak diaudit): (lanjutan) Main indicator to measure structural liquidity risk are as follows (unaudited): (continued) iii. iii. NSFR (continued) NSFR (lanjutan) Secara berkala, Bank sudah melaporkan perhitungan NSFR sejak tahun 2018. Bank secara keseluruhan dapat menjaga NSFR di atas ketentuan OJK. Hal ini menunjukan Bank senantiasa menjaga ketersedian pendanaan jangka panjang untuk membiayai aset jangka panjangnya. Pada 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki rasio NSFR masing-masing sebesar 149,10% (entitas induk) dan 139,80% (konsolidasian) (tidak diaudit). e. Manajemen Risiko Operasional Further, in accordance to OJK requirement, the Bank has regularly reported the calculation of NSFR starting 2018. The Bank had maintained NSFR ratio above OJK requirement where it shows the availability of long-term funding to finance long-term asset is continuously monitored. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank’s NSFR ratio are 149.10% (parent entity) and 139.80% (consolidated), respectively (unaudited). e. Operational Risk Management Risiko operasional didefinisikan sebagai potensi kerugian yang diakibatkan oleh ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, manusia, sistem atau merupakan dampak dari kejadian. Operational risk is defined as a potential loss resulting from inadequate or failure in internal processes, people, system or from the impact of external events. Manajemen Bank mengawasi risiko operasional berdasarkan Operational Risk Type Framework (“ORTF”). Management of the Bank oversees operational risk based on the Operational Risk Type Framework (“ORTF”). Struktur Organisasi dan Tata Kelola Risiko Operasional Operational Risk Organisational Structure and Governance Tata kelola risiko operasional dilaksanakan pada tiga tingkatan: Unit, Direktorat dan Perseroan. Operational risk governance is exercised at three levels: Unit, Directorate and Company-wide. Pada tingkat Unit, terdapat Unit Operational Risk Committee (“UORC”), sedangkan pada tingkat Direktorat, terdapat Komite Risiko Operasional Bisnis/Fungsional (“B/FORC”), kejadian risiko dilaporkan berdasarkan bobot risikonya sesuai dengan struktur organisasi yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan, memantau dan melaporkan peristiwa risiko ke tingkat komite risiko operasional yang lebih tinggi. Komite Risiko Operasional (“CORC”) merupakan tingkatan tata kelola tertinggi yang bertanggung jawab dalam mengawasi dan mengarahkan pengelolaan risiko operasional di seluruh area bisnis dan fungsional yang ada di Bank. CORC diketuai oleh Direktur Risiko dengan seluruh Direktur lainnya sebagai anggota komite. At the Unit level, there is a Unit Operational Risk Committee (“UORC”), while at the Directorate level, there is Business/Functional Operational Risk Committees (“B/FORC”), risk issues based on its grade are escalated in accordance with the organisational structure which is responsible for solving, monitoring and escalating risk issues to the next level of operational risk committee. Country Operational Risk Committee (“CORC”) is the highest governing body to oversee and direct the management of operational risks across all businesses and functional areas of the Bank. CORC is chaired by the Risk Director with all other Directors as the member of committee. Seluruh kejadian dan kerugian risiko operasional dilaporkan ke dalam suatu sistem yang disebut Operational Risk Management System (“ORMS”). Seluruh karyawan yang bertanggung jawab menangani risiko operasional di seluruh unit dalam Bank memiliki akses terhadap database ini. All operational risks and loss events are reported in a system called Operational Risk Management System (“ORMS”). All staff who responsible to manage operational risk in all units within the Bank has access to this database. Lampiran - 5/86 - Schedule
  100. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. e. Manajemen Risiko Operasional (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) e. Operational Risk Management (continued) Struktur Organisasi dan Tata Kelola Risiko Operasional (lanjutan) Operational Risk Organisational Structure and Governance (continued) Manajemen risiko operasional merupakan suatu proses end-to-end, untuk memastikan bahwa risiko operasional dikelola secara efektif mulai dari risiko diidentifikasi sampai risiko tersebut termitigasi dalam batasan selera risiko (risk appetite) atau toleransi risiko. Hal ini merupakan tanggung jawab setiap individu dalam Bank. Proses ini merupakan proses umum yang digunakan untuk mengelola risiko operasional di seluruh tingkatan dalam Bank: Operational risk management refers to end-to-end process that ensures operational risks are effectively managed from the time when they are identified to the time when the risks are mitigated within the established risk appetite or risk tolerance of the Bank. It is everyone’s responsibility in the Bank. This generic process is used to manage operational risks at all levels across the Bank: Proses Pengelolaan Risiko Operasional Operational Risk Management Process • • • • • • • • Identifikasi Risiko Penilaian Risiko Pemantauan Risiko Mitigasi Risiko Risk Identification Risk Assessment Risk Monitoring Risk Mitigation Three Lines of Defence Three Lines of Defence Bank menggunakan pendekatan tiga (3) lini defence (three lines of defence). Tiga lini tersebut terdiri dari lini pertama oleh segmen bisnis dan fungsi, lini kedua yang dilakukan oleh Operational Risk Management, RFO dan Subject Matter Expert, sedangkan lini ketiga oleh Internal Audit untuk memastikan pengelolaan risiko operasional telah dilakukan secara efektif oleh lini pertama dan kedua. The Bank uses the three (3) lines of defence approach. The three lines consist of first line by business segments and function, second line which performed by Operational Risk Management, RFO and Subject Matter Expert, while third line by Internal Audit to ensure operational risk management performed effectively by first and second line. Penerapan Risiko Operasional Implementation in Operational Risk Bank menerapkan ORTF yang sesuai dengan persyaratan Basel II dan peraturan OJK yang berlaku. Bank melakukan perhitungan kecukupan modal dengan menggunakan Pendekatan Indikator Dasar . The Bank has implemented ORTF which is in line with the Basel II requirement and prevailing OJK regulations. The Bank calculates the capital adequacy using Basic Indicator Approach. f. Manajemen Permodalan f. Capital Management Fungsi pengelolaan modal dilakukan untuk meyakinkan bahwa Bank memiliki modal yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha, memastikan struktur permodalan yang efisien sesuai profil risiko dan memenuhi ketentuan permodalan yang ditetapkan regulator. Rencana permodalan merupakan bagian dari rencana bisnis, yang disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris. Rencana permodalan dibuat untuk memastikan bahwa Bank memiliki tingkat modal yang cukup dan terdapat kombinasi komponenkomponen permodalan yang optimal untuk mendukung strategi Bank. The Bank’s capital management is conducted to ensure that the Bank maintains a strong capital to support its business growth, ensures efficient capital structure in line with risk profile and meets regulatory capital requirements. Capital plan has been prepared as part of business plan and approved by the Boards of Directors and Commissioners. The capital plan ensures that the Bank has an adequate level of capital and an optimum mix of capital components is available to support the Bank’s strategy. Lampiran - 5/87 - Schedule
  101. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. f. Manajemen Permodalan (lanjutan) RISK MANAGEMENT (continued) f. Capital Management (continued) Dalam membuat rencana permodalan, hal-hal sebagai berikut turut dipertimbangkan: The followings are taken into account when a capital plan is prepared: 1. Ketentuan permodalan yang diwajibkan oleh regulator. 2. Kebutuhan modal untuk mendukung pertumbuhan usaha. 3. Pilihan-pilihan yang ada untuk meningkatkan permodalan dan untuk mencapai struktur permodalan yang optimal. 1. Regulatory capital requirements. Pendekatan terhadap pengelolaan modal juga mempertimbangkan keadaan ekonomi dan kepentingan komersial. The approach to capital management also takes into account the economic and commercial environment. Bank secara periodik melakukan penilaian kecukupan permodalan (Internal Capital Adequacy Assessment Process - “ICAAP”) guna mengetahui kondisi permodalan dalam kondisi normal dan stres. Hasil penilaian ini secara rutin disampaikan kepada regulator sebagai bagian dari proses pengawasan permodalan Bank. Periodically, The Bank performs Internal Capital Adequacy Assessment Process (“ICAAP”) to identify its capital level under normal and stress conditions. The result of the assessment has been submitted tothe regulator in regular basis, as part of the Bank’s capital monitoring process. Kebijakan Bank adalah memelihara tingkat permodalan yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor, kreditur dan pasar dan untuk mendukung perkembangan usaha di masa depan. Pengaruh tingkat permodalan terhadap tingkat pengembalian ke pemegang saham juga diperhitungkan di mana Bank berupaya untuk menjaga keseimbangan antara tingkat pengembalian yang tinggi, serta keuntungan-keuntungan dan tingkat keamanan yang diperoleh dari posisi permodalan yang kuat. The Bank’s policy is to maintain a strong capital base in order to keep investor, creditor and market confidence and also to support future business growth. Impact of the Bank’s capital level againsts shareholders’ return are also considered where the need to maintain a balance between higher returns, and the advantages and security level afforded by a strong capital position. Manajemen menggunakan rasio permodalan yang diwajibkan regulator untuk memantau permodalan Bank. Pendekatan OJK untuk pengukuran ini terutama didasarkan pada pemantauan hubungan antara profil risiko Bank dengan ketersediaan modal. Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai profil risikonya termasuk tambahan modal yang disyaratkan oleh regulator sebagai modal penyangga. Management uses regulatory capital ratio in order to monitor its capital base. OJK’s approach to such measurement is primarily based on monitoring the relationship between the Bank’s risk profile and the available capital. The Bank is required to provide minimum capital based on its risk profile plus additional regulatory capital buffer. Bank telah mematuhi semua persyaratan permodalan yang ditetapkan oleh regulator sepanjang periode pelaporan. The Bank has complied with all externally imposed capital requirements required by regulator throughout the reporting period. 2. Capital needs to support business growth. 3. Available options to raise capital and to optimise capital structure. Lampiran - 5/88 - Schedule
  102. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 3. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 3. RISK MANAGEMENT (continued) f. Manajemen Permodalan (lanjutan) f. Capital Management (continued) Dengan telah dijualnya 63,64% saham PT SFK oleh Bank pada tanggal 30 Desember 2021 (lihat Catatan 1e) maka efektif 31 Desember 2021, Bank tidak melakukan konsolidasian laporan keuangan PT SFK sehingga menyajikan rasio-rasio keuangan sebagai entitas induk saja. Rasio KPMM adalah rasio modal Bank terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko (“ATMR”). KPMM Bank secara konsolidasi dan Bank sebagai entitas induk saja berdasarkan peraturan OJK (“POJK”) No.11/POJK.03/2016 dan perubahannya pada POJK No. 34/POJK.03/2016 yang berlaku adalah sebagai berikut: With the sale of 63.64% of PT SFK shares by the Bank on 30 December 2021 (see Note 1e), effective 31 December 2021, the Bank does not consolidate the financial statements of PT SFK and therefore presents financial ratios as parent entity only. The CAR is the ratio of Bank’s capital over its Risk Weighted Assets (“RWA”). The Bank’s CAR at consolidated level and Bank as parent entity only, in accordance to the prevailing OJK regulations (“POJK”) No. 11/POJK.03/2016 and its amendment on POJK No. 34/POJK.03/2016 was as follows: 2021 Entitas induk/ Parent entity Modal Inti (Tier - 1) Modal Inti Tambahan (Additional Tier - 1) Modal Pelengkap (Tier - 2) 34.583.026 9.329.879 1.294.956 Core Capital (Tier - 1) Additional Core Capital (Additional Tier - 1) Supplementary Capital (Tier - 2) Jumlah Modal 45.207.861 Total Capital ATMR Risiko kredit Risiko pasar Risiko operasional 112.840.573 1.836.800 14.726.890 RWA Credit risk Market risk Operational risk Jumlah ATMR 129.404.263 Total RWA Rasio KPMM Rasio Common Equity Tier - 1 Rasio Tier - 1 Rasio Tier - 2 26,73% 33,94% 1,00% CAR Common Equity Tier - 1 ratio Tier - 1 ratio Tier - 2 ratio Jumlah Rasio 34,94% Total Ratio Rasio KPMM yang diwajibkan menurut profil risiko 9,00% Required CAR based on risk profile Common Equity Tier - 1 untuk buffer 22,23% Common Equity Tier - 1 for buffer Persentase buffer yang wajib dipenuhi oleh Bank Capital Conservation Buffer Countercyclical Buffer Capital Surcharge untuk Bank Sistemik 2,50% 0,00% 1,00% Percentage of required buffer for the Bank Capital Conservation Buffer Countercyclical Buffer Capital Surcharge for Systemic Bank Total Buffer 3,50% Total Buffer 2020 Entitas induk/ Parent entity Konsolidasian/ Consolidated Modal Inti (Tier - 1) Modal Inti Tambahan (Additional Tier - 1) Modal Pelengkap (Tier - 2) 32.345.265 32.704.907 9.106.068 1.409.441 9.106.068 1.409.009 Core Capital (Tier - 1) Additional Core Capital (Additional Tier - 1) Supplementary Capital (Tier - 2) Jumlah Modal 42.860.774 43.219.984 Total Capital ATMR Risiko kredit Risiko pasar Risiko operasional 103.971.721 2.343.915 13.821.586 104.576.793 2.343.915 13.910.101 RWA Credit risk Market risk Operational risk Jumlah ATMR 120.137.222 120.830.809 Total RWA Rasio KPMM Rasio Common Equity Tier - 1 Rasio Tier - 1 Rasio Tier - 2 26,92% 34,50% 1,18% 27,07% 34,60% 1,17% CAR Common Equity Tier - 1 ratio Tier - 1 ratio Tier - 2 ratio Jumlah Rasio 35,68% 35,77% Total Ratio Rasio KPMM yang diwajibkan menurut profil risiko 9,00% 9,00% Required CAR based on risk profile Common Equity Tier - 1 untuk buffer 22,42% 22,57% Common Equity Tier - 1 for buffer Persentase buffer yang wajib dipenuhi oleh Bank Capital Conservation Buffer Countercyclical Buffer Capital Surcharge untuk Bank Sistemik 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 1,00% 1,00% Percentage of required buffer for the Bank Capital Conservation Buffer Countercyclical Buffer Capital Surcharge for Systemic Bank Total Buffer 1,00% 1,00% Total Buffer Lampiran - 5/89 - Schedule
  103. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 4. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ESTIMASI DAN a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi 4. USE OF ESTIMATES AND JUDGMENT a. Key sources of estimation uncertainty Informasi mengenai asumsi dan ketidakpastian estimasi dijelaskan di bawah ini dan pada catatan-catatan di bawah ini: Information about the assumptions and estimation uncertainties is set out below and in the following notes: - Catatan 25 - pengukuran liabilitas imbalan pascakerja: asumsi-asumsi aktuarial; dan - Note 25 - measurement of obligation for postemployment benefits: actuarial assumptions; and - Catatan 26 - pengakuan dan pengukuran provisi dan kontinjensi: asumsi utama mengenai kemungkinan dan besarnya arus keluar. - Note 26 - recognition and measurement of provisions and contingencies: key assumptions about the likelihood and magnitude of an outflow of resources. a.1.Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan a.1.Allowance for impairment losses of financial assets Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset keuangan dijelaskan pada Catatan 2t dan 3b.iii. Financial assets are evaluated for impairment on the basis described in Note 2t and 3b.iii. a.2. Penentuan nilai wajar a.2.Determining fair values Dalam menentukan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dimana tidak terdapat harga pasar yang dapat diobservasi, Bank harus menggunakan teknik penilaian seperti dijelaskan pada Catatan 2h.4. The determination of fair value for financial assets and financial liabilities for which there is no observable market price requires the use of valuation techniques as described in Note 2h.4. Informasi mengenai penentuan nilai wajar dari instrumen keuangan diungkapkan pada Catatan 42. Information about the determination of fair value of financial instruments is disclosed in Note 42. Dalam mengukur nilai wajar atas aset dan liabilitas nonkeuangan, Bank menggunakan data pasar yang dapat diobservasi jika memungkinkan. When measuring the fair value for nonfinancial assets and liabilities, the Bank uses observable market data to the possible extent. Informasi mengenai penentuan nilai wajar dari aset nonkeuangan yaitu tanah dan bangunan pada aset tetap diungkapkan pada Catatan 15. Information about the determination of fair value of non-financial assets, i.e. land and buildings class of fixed assets is disclosed in Note 15. a.3.Pengakuan aset pajak tangguhan a.3.Recognition of deferred tax assets Aset pajak tangguhan diakui untuk semua penghasilan kena pajak yang dapat diperoleh kembali di masa depan yang timbul dari perbedaan temporer, termasuk ketersediaan penghasilan kena pajak masa depan yang memungkinkan Bank untuk mengakui aset pajak tangguhan atas kerugian fiskal. Manajemen menyusun estimasi yang signifikan untuk menentukan besarnya aset pajak tangguhan yang dapat diakui, estimasi tersebut berdasarkan pada jangka waktu dan ketersediaan penghasilan kena pajak di masa mendatang yang digabungkan dengan strategi perencanaan pajak di masa mendatang (lihat Catatan 23). a.4.Dampak atas hasil pemeriksaan pajak Deferred tax assets are recognised for all future recoverable taxable income arising from temporary differences, including the availability of future taxable income to enable the Bank to recognise deferred tax assets for tax loss carry forwards. Significant estimates are prepared by management to determine the amount of deferred tax assets that can be recognised, based upon the likely timing and the availability of future taxable income together with future tax planning strategies (refer to Note 23). a.4.Impact on tax assessment Penilaian yang signifikan diperlukan dalam menentukan dampak dari hasil pemeriksaan pajak yang sedang berlangsung. Bank mempertimbangkan risiko ini berdasarkan perkiraan apakah terdapat pajak tambahan yang akan ditagihkan. Lampiran - 5/90 - Schedule Significant judgment is required in determining the impact of the ongoing tax assessment. The Bank considers this risk based on estimates whether the additional taxes will be due.
  104. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 4. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENGGUNAAN ESTIMASI PERTIMBANGAN (lanjutan) DAN 4. b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank 5. ESTIMATES AND JUDGMENT b. Critical accounting judgments in applying the Bank‘s accounting policies Penilaian instrumen keuangan Valuation of financial instruments Kebijakan akuntansi Bank untuk pengukuran nilai wajar dibahas pada Catatan 2h.4. The Bank’s accounting policy on fair value measurements is discussed in Note 2h.4. Informasi mengenai nilai wajar dari instrumen keuangan diungkapkan pada Catatan 42. Information about fair value of instruments is disclosed in Note 42. KAS 5. Akun ini terdiri dari: financial CASH This account consists of the following: 2021 2020 Rupiah Dolar Amerika Serikat Mata uang asing lainnya 1.786.801 111.351 79.985 1.604.797 94.185 95.786 Rupiah United States Dollar Other foreign currencies Jumlah 1.978.137 1.794.768 Total Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, saldo kas dalam mata uang Rupiah, termasuk kas pada ATM masing-masing sebesar Rp193.485 dan Rp238.514. 6. USE OF (continued) GIRO PADA BANK INDONESIA 6. Akun ini terdiri dari: Jumlah CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA This account consists of the following: 2021 Rupiah Dolar Amerika Serikat As of 31 December 2021 and 2020, the balance of cash in Rupiah includes cash in ATM amounted to Rp193,485 and Rp238,514, respectively. 2020 8.764.812 1.862.189 4.027.685 985.706 Rupiah United States Dollar 10.627.001 5.013.391 Total Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (“GWM”) dari Bank Indonesia. Current accounts with Bank Indonesia are provided to fulfill Bank Indonesia’s requirements on Minimum Reserve Requirements (“GWM”). Rasio GWM Bank dan Unit Usaha Syariah dihitung berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (“PBI”) No.20/3/PBI/2018 sejak diundangkan pada tanggal 3 April 2018 dan perubahannya dalam PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020; dan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (“PADG”) No. 20/10/PADG/2018 tanggal 16 Juli 2018 dan perubahan terakhirnya sesuai PADG No. 23/27/PADG/2021 yang efektif berlaku tanggal 21 Desember 2021 tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. The Bank and Sharia Business Unit’s GWM ratios are calculated based on Bank Indonesia Regulation (“PBI") No. 20/3/PBI/2018 since its promulgation on 3 April 2018 and its amendment in PBI No. 22/3/PBI/2020 dated 24 March 2020; and Regulation of the Members of the Board of Governors (“PADG”) No. 20/10/PADG/2018 dated 16 July 2018 and the latest update PADG No. 23/27/PADG/2021 that was effective on 21 December 2021 regarding Minimum Reserve Requirements in Rupiah and Foreign Currencies for Commercial Banks, Sharia Banks and Sharia Business Units. Berdasarkan PBI No. 21/12/PBI/2019 tanggal 25 November 2019 dan PADG No. 23/7/PADG/2021 tanggal 1 Mei 2021 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, Bank juga wajib menghitung Rasio Intermediasi Makroprudensial (“RIM”) dan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (“PLM”). Based on PBI No. 21/12/PBI/2019 dated 25 November 2019 and PADG No. 23/7/PADG/2021 dated 1 May 2021 regarding Macro-prudential Intermediation Ratio and Macro-prudential Liquidity Buffer for Commercial Conventional Banks, Sharia Banks and Sharia Business Unit, the Bank is required to calculate Macro-prudential Intermediation Ratio (“RIM”) and Macro-prudential Liquidity Buffer (“PLM”) ratio. Lampiran - 5/91 - Schedule
  105. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 6. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan) 6. CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA (continued) PADG No. 21/22/PADG/2019 telah diamendemen dengan PADG No. 23/7/PADG/2021 yang berlaku efektif pada tanggal 1 Mei 2021 tentang RIM dan rasio PLM bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah. Berdasarkan amendemen tersebut, terdapat penyesuaian terhadap pemberlakuan Parameter Disinsentif Bawah dan Parameter Disinsentif Atas yang digunakan dalam pemenuhan rasio GWM RIM untuk Bank Konvensional dan Syariah. PADG No. 21/22/PADG/2019 was amended with PADG No. 23/7/PADG/2021 that was effective on 1 May 2021 regarding RIM and PLM ratio for Commercial Conventional Banks, Sharia Banks, and Sharia Business Units. Based on the amendments, there are adjustments to the application of Lower Disincentive Parameters and the Upper Disincentive Parameters used in the fulfillment of GWM RIM ratio for Conventional and Sharia Banks. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 rasio GWM Bank (bank konvensional) dan Unit Usaha Syariah untuk Rupiah dan Mata Uang Asing serta rasio PLM yang harus dipenuhi Bank adalah sebagai berikut: As of 31 December 2021 and 2020, the Bank’s Minimum Statutory Reserve (GWM) in Rupiah and Foreign Currencies and Macroprudential Liquidity Buffer (PLM) are as follows: 2021 2020 Bank Konvensional GWM Rupiah Harian Rata-rata 0,50% 3,00% 0,00% 3,00% GWM valuta asing Harian Rata-rata 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% GWM foreign currency Daily Average GWM PLM 6,00% 6,00% GWM PLM Unit Usaha Syariah GWM Rupiah Harian Rata-rata 0,50% 3,00% 0,00% 3,00% GWM valuta asing*) 1,00% 1,00% *) 2021 Sharia Business Unit GWM Rupiah Daily Average GWM foreign currency*) In accordance with PBI No.20/3/PBI/2018 dated March 29, 2018 *) and PADG No. 20/10/PADG/2018 dated 31 May 2018 which is valid since 1 Oct 2018. Sesuai PBI No.20/3/PBI/2018 tgl 29 Maret dan PADG No. 20/10/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018 yang berlaku sejak tanggal 1 Okt 2018. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, rasio GWM Bank (bank konvensional) dan Unit Usaha Syariah untuk Rupiah serta valuta asing yaitu masing-masing sebesar: Conventional Bank GWM Rupiah Daily Average As of 31 December 2021 and 2020, the Bank’s GWM ratios (conventional bank) and Sharia Business Unit for Rupiah and foreign currency are as follows: 2020 Bank Konvensional GWM Rupiah Harian Rata-rata Conventional Bank GWM Rupiah Daily Average 4,30% 3,75% 3,42% 4,76% GWM valuta asing Harian Rata-rata 4,31% 4,31% 4,33% 4,33% GWM foreign currency Daily Average GWM PLM 37,22% 37,06% GWM PLM GWM RIM 1,81% 0,00% GWM RIM Unit Usaha Syariah GWM Rupiah Harian Rata-rata 4,20% 3,68% 3,15% 3,08% GWM valuta asing 1,56% 1,15% GWM foreign currency GWM RIM 2,22% 0,00% GWM RIM Lampiran - 5/92 - Schedule Sharia Business Unit GWM Rupiah Daily Average
  106. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 6. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) GIRO PADA BANK INDONESIA (lanjutan) 6. Bank telah memenuhi peraturan yang berlaku tentang GWM Bank Umum Konvensional dan Unit Usaha Syariah pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. The Bank has fulfilled the prevailing regulation regarding GWM for Conventional Banks and Sharia Business Unit as of 31 December 2021 and 2020. Kisaran tingkat suku bunga kontraktual untuk giro pada Bank Indonesia untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: The range of contractual interest rates of current accounts with Bank Indonesia for the years ended 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2021 Rupiah Dolar Amerika Serikat 2020*) 1,50% 0,00% 0,00% - 1,50% 0,00% 2020*) Rupiah United States Dollar 1,50% 0,00% 0,00% - 1,50% 0,00% Rupiah United States Dollar 2021 Rupiah Dolar Amerika Serikat *) Since 1 August 2020, based on PADG No. 22/19/PADG/2020, the *) Bank receive interest rate for current accounts with Bank Indonesia Sejak 1 Agustus 2020, berdasarkan PADG No. 22/19/PADG/2020, Bank mendapatkan jasa giro atas saldo giro pada Bank Indonesia. Informasi mengenai klasifikasi giro pada Bank Indonesia diungkapkan pada Catatan 42. 7. CURRENT ACCOUNTS WITH BANK INDONESIA (continued) GIRO PADA BANK-BANK LAIN 7. Akun ini terdiri dari: Valuta Asing - Pihak ketiga - Pihak berelasi Jumlah Valuta Asing - Pihak ketiga - Pihak berelasi Jumlah 2021 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount 347.275 (1) 347.274 Rupiah Third parties - 2.624.484 30.716 (1) - 2.624.483 30.716 Foreign Currencies Third parties Related parties - 2.655.200 (1) 2.655.199 3.002.475 (2) 3.002.473 Jumlah/ Amount Rupiah - Pihak ketiga CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS This account consists of the following: Jumlah/ Amount Rupiah - Pihak ketiga Information with regards to the classification of current accounts with Bank Indonesia is disclosed in Note 42. 2020 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Total Nilai tercatat/ Carrying amount 208.187 (1) 208.186 Rupiah Third parties - 2.349.334 6.003 (7) - 2.349.327 6.003 Foreign Currencies Third parties Related parties - 2.355.337 (7) 2.355.330 2.563.524 (8) 2.563.516 Lampiran - 5/93 - Schedule Total
  107. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 7. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) GIRO PADA BANK-BANK LAIN (lanjutan) 7. Rincian giro pada bank-bank lain (sebelum cadangan kerugian penurunan nilai) berdasarkan pihak lawan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Details of current accounts with other banks (before allowance for impairment losses) based on counterparties as 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2021 JP Morgan Chase Manhattan Bank, N.A., New York Standard Chartered Bank, Jakarta, New York, Frankfurt, Hong Kong, Singapura dan London PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Tokyo United Overseas Bank Ltd, Singapura Citibank, N.A., New York DBS Bank Ltd, Singapura PT Bank ICBC Indonesia, Jakarta Wells Fargo Bank, N.A., New York National Australia Bank Limited, Melbourne The Bank of New York Mellon Corp., New York Bangkok Bank, Bangkok, Tokyo, Singapore, dan London Sumitomo Mitsui Banking Corp., Tokyo Bank of New Zealand – Wellington Bank of Montreal, Kanada Clearstream Banking S.A., Luksemburg Lain-lain (masing-masing di bawah Rp10.000) Jumlah CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS (continued) 2020 1.295.253 696.772 539.309 347.051 695.682 204.105 249.972 138.856 88.649 58.532 55.680 51.762 297.339 90.492 42.017 22.892 30.614 87.233 46.518 54.819 35.721 43.075 30.716 25.375 16.069 14.642 339 6.003 22.935 6.228 5.753 245.069 JP Morgan Chase Manhattan Bank, N.A., New York Standard Chartered Bank, Jakarta, New York, Frankfurt, Hong Kong, Singapore and London PT Bank Central Asia Tbk, Jakarta The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Tokyo United Overseas Bank Ltd, Singapore Citibank, N.A., New York DBS Bank Ltd, Singapore PT Bank ICBC Indonesia, Jakarta Wells Fargo Bank, N.A., New York National Australia Bank Limited, Melbourne The Bank of New York Mellon Corp., New York Bangkok Bank, Bangkok, Tokyo, Singapore, and London Sumitomo Mitsui Banking Corp., Tokyo Bank of New Zealand - Wellington Bank of Montreal, Canada Clearstream Banking S.A., Luxembourg 8.031 12.496 Others (each less than Rp10,000) 3.002.475 2.563.524 Total Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai untuk giro pada bank-bank lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut: The movement of allowance for impairment losses for current accounts with other banks for the year ended 31 December 2021 was as follows: 2021 Stage 1 Saldo, awal tahun Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Selisih kurs Saldo, akhir tahun Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 8 - - 8 (6) 2 - - (6) 2 Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai untuk giro pada bank-bank lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: Balance, beginning of year Net change in exposure and remeasurement Exchange rate difference Balance, end of year The movement of allowance for impairment losses for current accounts with other banks for the year ended 31 December 2020 was as follows: 2020 Stage 1 Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 Saldo, awal tahun Dampak penerapan awal PSAK 71 Saldo, awal PSAK 71 Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Selisih kurs Saldo yang ditransfer dari integrasi BBI Saldo, akhir tahun 1.547 (1.547) - - Balance, beginning of year Effect on initial implementation of SFAS 71 - - (8.248) (35) - - (8.248) (35) 8.291 - - 8.291 Balance, beginning SFAS 71 Net change in exposure and remeasurement Exchange rate difference Balance transferred from BBI integration 8 - - 8 Balance, end of year Manajemen berpendapat bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk cukup untuk menutupi kemungkinan tidak tertagihnya giro pada bank-bank lain pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Management believes that the balance of allowance for impairment losses provided is adequate to cover possible losses on uncollectible current accounts with other banks as of 31 December 2021 and 2020. Tingkat suku bunga kontraktual untuk giro pada bank-bank lain selama 31 Desember 2021 dan 2020 adalah mendekati nol. The contractual interest rates of current accounts with other banks during 31 December 2021 and 2020 were approximated to zero. Lampiran - 5/94 - Schedule
  108. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 7. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) GIRO PADA BANK-BANK LAIN (lanjutan) 7. Giro yang ditempatkan pada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi giro pada bank-bank lain diungkapkan pada Catatan 42. 8. CURRENT ACCOUNTS WITH OTHER BANKS (continued) Current accounts with related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification of current accounts with other banks is disclosed in Note 42. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN 8. Akun ini terdiri dari: PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANKS This account consists of the following: 2021 Jangka waktu/ Period Pihak ketiga Rupiah Call money Bank Indonesia term deposits Bank Indonesia deposit facility Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - Syariah Valuta Asing Call money Deposito berjangka Bank Indonesia term deposits Jumlah/ Amount Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount 6-92 hari/days 290.909 3-6 hari/days 10.997.855 - 10.997.855 1-3 hari/days 3.354.488 - 3.354.488 3 hari/days (1) 290.908 1.123.086 - 1.123.086 15.766.338 (1) 15.766.337 1-94 hari/days 182-353 hari/days 1.354.287 3.358.664 (3) (6) 1.354.284 3.358.658 1 - 92 hari/days 12.114.728 - 12.114.728 16.827.679 (9) 16.827.670 Pihak berelasi Valuta Asing Call money 8-15 hari/days Jumlah 855.159 (1) 855.158 855.159 (1) 855.158 33.449.176 (11) 33.449.165 Third parties Rupiah Call money Bank Indonesia term deposits Bank Indonesia deposit facility Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - Sharia Foreign Currencies Call money Time deposits Bank Indonesia term deposits Related parties Foreign Currencies Call money Total 2020 Jangka waktu/ Period Pihak ketiga Rupiah Call money Bank Indonesia term deposits Bank Indonesia deposit facility Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - Syariah Valuta Asing Bank Indonesia term deposits Jumlah/ Amount Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount 7 hari/days 887.262 6 hari/days 1.499.573 - 1.499.573 5 hari/days 1.949.513 - 1.949.513 1 hari/days 5 - 92 hari/days Jumlah (22) 887.240 302.050 - 302.050 4.638.398 (22) 4.638.376 14.022.305 - 14.022.305 14.022.305 - 14.022.305 18.660.703 (22) 18.660.681 Rincian penempatan (sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai) berdasarkan pihak lawan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: 2021 Third parties Rupiah Call money Bank Indonesia term deposits Bank Indonesia deposit facility Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - Sharia Foreign Currencies Bank Indonesia term deposits Total Details of placements (before allowance for impairment losses) based on counter parties as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2020 Bank Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Singapura dan Cayman Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, New York 27.590.157 17.773.441 2.145.896 - 855.159 - 784.518 - Dipindahkan 31.375.730 17.773.441 Lampiran - 5/95 - Schedule Bank Indonesia PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Singapore and Cayman Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, New York Carried forward
  109. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 8. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan) 8. Rincian penempatan (sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai) berdasarkan pihak lawan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: (lanjutan) Details of placements (before allowance for impairment losses) based on counter parties as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: (continued) 2021 Pindahan 2020 31.375.730 17.773.441 713.405 712.803 356.328 195.894 396.042 95.016 - 95.211 245.724 150.285 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta and Hongkong PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk PT Bank BNP Paribas Indonesia Deutsche Bank, Jakarta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk PT Bank Nationalnobu Tbk, Jakarta PT Bank CTBC Indonesia, Jakarta Bank of America, Jakarta 33.449.176 18.660.703 Total PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta dan Hongkong PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk PT Bank BNP Paribas Indonesia Deutsche Bank, Jakarta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Tbk PT Bank Nationalnobu Tbk, Jakarta PT Bank CTBC Indonesia, Jakarta Bank of America, Jakarta Jumlah PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANKS (continued) Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut: Brought forward The movement of allowance for impairment losses placement with Bank Indonesia and other banks for the year ended 31 December 2021 was as follows: 2021 Stage 1 Saldo, awal tahun Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Saldo, akhir tahun Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 22 - - 22 (11) - - (11) 11 - - 11 Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: Balance, beginning of year Net change in exposure and remeasurement Balance, end of year The movement of allowance for impairment losses placement with Bank Indonesia and other banks for the year ended 31 December 2020 was as follows: 2020 Stage 1 Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 Saldo, awal tahun Dampak penerapan awal PSAK 71 Saldo, awal PSAK 71 Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Saldo, akhir tahun 9.002 (8.856) 146 - - 146 (124) - - (124) 22 - - 22 Manajemen berpendapat bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya penempatan pada bank-bank lain. Balance, beginning of year Effect on initial implementation of SFAS 71 Balance, beginning SFAS 71 Net change in exposure and remeasurement Balance, end of year Management believes that the allowance for impairment losses is adequate to cover possible losses on uncollectible placements with other banks. Lampiran - 5/96 - Schedule
  110. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 8. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK-BANK LAIN (lanjutan) 8. Kisaran tingkat suku bunga kontraktual untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain selama tahun-tahun yang berakhir adalah sebagai berikut: The range of contractual interest rates of placements with Bank Indonesia and other banks for the years ended were as follows: 2021 2020 2,78% - 4,50% 3,27% - 5,40% 2,75% - 3,00% 2,75% - 3,00% 2,80% - 3,42% - 3,00% - 4,25% 3,00% - 4,25% 3,05% - 4,96% 5,10% Rupiah Call money Fasilitas Simpanan Bank Indonesia - Sharia Bank Indonesia deposits facility Bank Indonesia term deposits Time deposits - 0,00% - 0,17% 0,04% - 0,50% 0,50% - 1,00% 0,01% - 1,51% 0,11% - 0,15% 0,08% - 1,83% Foreign Currencies Bank Indonesia term deposits Call money Time deposits - Rupiah - Call money - Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah - Bank Indonesia deposit facility - Bank Indonesia term deposits - Deposito berjangka Valuta Asing - Bank Indonesia term deposits - Call money - Deposito berjangka Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain pada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain diungkapkan pada Catatan 42. 9. PLACEMENTS WITH BANK INDONESIA AND OTHER BANKS (continued) Placements with Bank Indonesia and other banks with related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification of placements with Bank Indonesia and other banks is disclosed in Note 42. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN UNTUK DIPERDAGANGKAN 9. a. Aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan terdiri dari: FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES HELD FOR TRADING a. Financial assets held for trading consist of the following: 2021 Nilai nominal/ Par value Efek-efek Pihak ketiga Rupiah Obligasi pemerintah dari pasar sekunder Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah Valuta Asing Obligasi pemerintah dari pasar sekunder Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah Jumlah efek-efek Aset derivatif Foreign Currency Forward - Pihak ketiga - Pihak berelasi Foreign Currency Spot - Pihak ketiga Swap suku bunga (IRS) - Pihak ketiga Cross Currency Swap (CCS) - Pihak ketiga Jumlah aset derivatif Jumlah 2020 Nilai wajar/ Fair value Nilai nominal/ Par value 444.306 466.144 863.515 587.015 598.396 901.893 1.031.321 1.064.540 1.765.408 235.423 248.071 17.759 Nilai wajar/ Fair value Securities Third parties Rupiah Government bonds from 893.548 secondary market Government bonds - Sukuk 928.281 Ijarah 1.821.829 Foreign Currencies Government bonds from 20.072 secondary market Government bonds - Sukuk 8.672 Ijarah 56.069 58.203 7.826 291.492 306.274 25.585 28.744 1.322.813 1.370.814 1.790.993 1.850.573 Total securities 120.504 1.236 374.633 - Derivative assets Foreign Currency Forward Third parties Related parties - 737 1.769 Foreign Currency Spot Third parties - 2.082 7.151 Interest rate swap (IRS) Third parties - 86.426 114.252 Cross Currency Swap (CCS) Third parties - 210.985 497.805 Total derivative assets 1.581.799 2.348.378 Lampiran - 5/97 - Schedule Total
  111. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 9. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN UNTUK DIPERDAGANGKAN (lanjutan) 9. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES HELD FOR TRADING (continued) b. Liabilitas keuangan yang dimiliki untuk tujuan diperdagangkan terdiri dari: b. 2021 Liabilitas derivatif Foreign Currency Forward - Pihak ketiga - Pihak berelasi 2020 88.271 122 141.103 - Derivative liabilities Foreign Currency Forward Third parties Related parties - 475 - 1.750 3 Foreign Currency Spot Third parties Related parties - 1.982 4.268 9.856 12.924 Interest Rate Swap (IRS) Third parties Related parties - 69.227 84.317 Cross Currency Swap (CCS) Third parties - 164.345 249.953 Total Foreign Currency Spot - Pihak ketiga - Pihak berelasi Swap Suku Bunga (IRS) - Pihak ketiga - Pihak berelasi Cross Currency Swap (CCS) - Pihak ketiga Jumlah Financial liabilities held for trading consist of the following: c. Jumlah nosional dari kontrak forward, spot, swap suku bunga dan cross currency swap adalah sebagai berikut: Jumlah nosional/ Notional amount c. The notional amounts of foreign currency forwards, spot, interest rate swap and cross currency swap contract were as follows: 2021 Nilai wajar/Fair value Aset derivatif/ Liabilitas derivatif/ Derivative Derivative assets liabilities Foreign Currency Forward Foreign Currency Spot Swap Suku Bunga (IRS) Cross Currency Swap (CCS) 19.054.946 982.004 1.078.838 4.634.354 121.740 737 2.082 86.426 Jumlah 25.750.142 210.985 Jumlah nosional/ Notional amount 88.393 Foreign Currency Forward 475 Foreign Currency Spot 6.250 Interest Rate Swap (IRS) 69.227 Cross Currency Swap (CCS) 164.345 Total 2020 Nilai wajar/Fair value Aset derivatif/ Liabilitas derivatif/ Derivative Derivative assets liabilities Foreign Currency Forward Foreign Currency Spot Swap Suku Bunga (IRS) Cross Currency Swap (CCS) 18.515.846 914.351 1.293.894 3.558.258 374.633 1.769 7.151 114.252 141.103 Foreign Currency Forward 1.753 Foreign Currency Spot 22.780 Interest Rate Swap (IRS) 84.317 Cross Currency Swap (CCS) Jumlah 24.282.349 497.805 249.953 Total d. Obligasi pemerintah yang dimiliki Bank merupakan obligasi bersuku bunga tetap dan diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah dapat membeli kembali obligasiobligasi pemerintah ini sebelum tanggal jatuh temponya pada harga pasar. d. The government bonds owned by the Bank represent bonds with fixed interest rate and are issued by the Government of Republic of Indonesia. The government may repurchase these government bonds at their market values before the maturity dates. Rincian efek-efek yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan untuk diperdagangkan berdasarkan suku bunga dan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: Details of securities which are classified as financial assets for trading based on interest rates and maturity date were as follows: 2021 Nilai nominal/ Par value Nilai wajar/ Fair value Rentang suku bunga per tahun/ Range of interest rates per annum Rentang tanggal jatuh tempo/ Range of maturity dates Obligasi pemerintah dari pasar sekunder/Government bonds from secondary market 15 Oktober 2022 s/d 15 Agustus 2051/ 444.306 466.144 4,95% - 10,50% (Rp) 15 October 2022 up to 15 August 2051 8 Januari 2022 s/d 12 Maret 2051/ 235.423 248.071 1,85% - 5,88% (USD) 8 January 2022 up to 12 March 2051 Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah/Government bonds - Sukuk Ijarah 15 Januari 2022 s/d 15 Juli 2047/ 587.015 598.396 4,00% - 8,88% (Rp) 15 January 2022 up to 15 July 2047 29 Maret 2022 s/d 9 Juni 2051/ 56.069 58.203 2,30% - 4,35% (USD) 29 March 2022 up to 9 June 2051 1.322.813 1.370.814 Lampiran - 5/98 - Schedule Frekuensi pembayaran bunga/ Frequency of interest payment 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months
  112. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 9. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN UNTUK DIPERDAGANGKAN (lanjutan) 9. FINANCIAL ASSETS AND LIABILITIES HELD FOR TRADING (continued) d. Obligasi pemerintah yang dimiliki Bank merupakan obligasi bersuku bunga tetap dan diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah dapat membeli kembali obligasiobligasi pemerintah ini sebelum tanggal jatuh temponya pada harga pasar. (lanjutan) d. The government bonds owned by the Bank represent bonds with fixed interest rate and are issued by the Government of Republic of Indonesia. The government may repurchase these government bonds at their market values before the maturity dates. (continued) 2020 Nilai nominal/ Par value Rentang suku bunga per tahun/ Range of interest rates per annum Nilai wajar/ Fair value Frekuensi pembayaran bunga/ Frequency of interest payment Rentang tanggal jatuh tempo/ Range of maturity dates Obligasi pemerintah dari pasar sekunder/Government bonds from secondary market 15 Juni 2021 s/d 15 Mei 2048/ 863.515 893.548 5,50% - 12,80% (Rp) 15 June 2021 up to 15 May 2048 8 Januari 2022 s/d 15 Oktober 2050/ 17.759 20.072 2,85% - 4,75% (USD) 8 January 2022 up to 15 October 2050 Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah/Government bonds - Sukuk Ijarah 10 Maret 2021 s/d 15 Juli 2047/ 901.893 928.281 5,90% - 8,63% (Rp) 10 March 2021 up to 15 July 2047 29 Maret 2022 s/d 23 Juni 2050/ 7.826 8.672 2,80% - 4,45% (USD) 29 March 2022 up to 23 June 2050 1.790.993 1.850.573 e. Aset dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan pada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan diungkapkan pada Catatan 42. 10. EFEK-EFEK YANG DIBELI DIJUAL KEMBALI 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months e. Financial assets and liabilities held for trading with related parties are disclosed in Note 44. Information with regards the classification and fair value of financial assets and liabilites held for trading is disclosed in Note 42. DENGAN JANJI 10. SECURITIES PURCHASED UNDER RESALE AGREEMENTS Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: The securities purchased under resale agreements as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2021 Pihak lawan/ Counterparty Jenis efek yang mendasari/ Type of underlying securities Nilai wajar efek yang mendasari/ Fair value of underlying securities Bank Indonesia VR0062 3.839.151 Bank Indonesia VR0046 2.318.273 Bank Indonesia FR56IGB 2.008.187 Bank Indonesia FR0070 1.804.581 Bank Indonesia FR56IGB 1.606.550 Bank Indonesia VR0034 1.615.980 Bank Indonesia VR0038 1.615.203 Tanggal dimulai/ Commencement date Tanggal jatuh tempo/ Maturity date 29 Desember 2021/ 29 December 2021 30 Desember 2021/ 30 December 2021 27 Desember 2021/ 27 December 2021 30 Desember 2021/ 30 December 2021 27 Desember 2021/ 27 December 2021 28 Desember 2021/ 28 December 2021 28 Desember 2021/ 28 December 2021 5 Januari 2022/ 5 January 2022 6 Januari 2022/ 6 January 2022 3 Januari 2022/ 3 January 2022 6 Januari 2022/ 6 January 2022 3 Januari 2022/ 3 January 2022 4 Januari 2022/ 4 January 2022 4 Januari 2022/ 4 January 2022 14.807.925 Lampiran - 5/99 - Schedule Tingkat suku bunga/ Interest rate Nilai tercatat/ Carrying amount 3,50% 3.652.637 3,50% 2.217.919 3,50% 1.963.031 3,50% 1.760.326 3,50% 1.570.425 3,50% 1.542.009 3,50% 1.538.844 14.245.191
  113. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 10. EFEK-EFEK YANG DIBELI DIJUAL KEMBALI (lanjutan) NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) DENGAN JANJI 10. SECURITIES PURCHASED UNDER RESALE AGREEMENTS (continued) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: (lanjutan) The securities purchased under resale agreements as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: (continued) 2020 Pihak lawan/ Counterparty 11. Jenis efek yang mendasari/ Type of underlying securities Nilai wajar efek yang mendasari/ Fair value of underlying securities Bank Indonesia VR0034 12.279.765 Bank Indonesia FR0070 3.871.593 Bank Indonesia FR56IGB 3.441.000 Bank Indonesia VR0038 1.550.187 Bank Indonesia VR0034 950.049 Bank Indonesia VR0035 695.036 Bank Indonesia FR0068 292.800 Bank Indonesia FR0080 110.602 Tingkat suku bunga/ Interest rate Tanggal dimulai/ Commencement date Tanggal jatuh tempo/ Maturity date 29 Desember 2020/ 29 December 2020 28 Desember 2020/ 28 December 2020 30 Desember 2020/ 30 December 2020 29 Desember 2020/ 29 December 2020 14 Agustus 2020/ 14 August 2020 14 Agustus 2020/ 14 August 2020 13 Maret 2020/ 13 March 2020 12 Juni 2020/ 12 June 2020 5 Januari 2021/ 5 January 2021 4 Januari 2021/ 4 January 2021 6 Januari 2021/ 6 January 2021 5 Januari 2021/ 5 January 2021 13 Agustus 2021/ 13 August 2021 17 Mei 2021/ 17 May 2021 12 Maret 2021/ 12 March 2021 12 Maret 2021/ 12 March 2021 Nilai tercatat/ Carrying amount 3,75% 11.731.979 3,75% 3.759.309 3,75% 3.361.039 3,75% 1.477.706 3,45% 913.851 3,45% 668.554 4,85% 264.191 4,57% 95.830 23.191.032 22.272.459 Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, lokasi penyimpanan efek-efek jaminan tanpa warkat (scriptless) dicatat pada sistem BI-S4 Bank Indonesia. Efek-efek tersebut memiliki rating "Investment Grade”. As of 31 December 2021 and 2020, the scriptless collateral securities were custodied in BI-S4 system of Bank Indonesia. The securities are rated as "Investment Grade”. Manajemen berpendapat bahwa tidak ada saldo cadangan kerugian penurunan nilai untuk efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali yang perlu diakui pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Management believes that there were no allowance for impairment losses on securities purchased under resale agreements to be recognised as of 31 December 2021 and 2020. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali diungkapkan pada Catatan 42. Information with regards to the classification and fair value of securities purchased under resale agreements is disclosed in Note 42. TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI 11. ACCEPTANCE RECEIVABLES AND PAYABLES Rincian tagihan akseptasi adalah sebagai berikut: Jumlah/ Amount 2021 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses The details of acceptance receivables were as follows: Nilai tercatat/ Carrying amount 2020 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Jumlah/ Amount Rupiah Bank-bank lain - Pihak ketiga 10.696 (30) 10.666 1 Nasabah - Pihak ketiga 674.831 (6.982) 667.849 641.016 Nilai tercatat/ Carrying amount 1 Rupiah Other banks Third parties - (6.438) 634.578 Customers Third parties - - 685.527 (7.012) 678.515 641.017 (6.438) 634.579 Valuta Asing Bank-bank lain - Pihak ketiga 37.171 (15) 37.156 2.723 (4) 2.719 Foreign Currencies Other banks Third parties - Nasabah - Pihak ketiga 1.286.247 (74.910) 1.211.337 815.039 (17.420) 797.619 Customers Third parties - 1.323.418 (74.925) 1.248.493 817.762 (17.424) 800.338 2.008.945 (81.937) 1.927.008 1.458.779 (23.862) 1.434.917 Jumlah Lampiran - 5/100 - Schedule Total
  114. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 11. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI (lanjutan) 11. ACCEPTANCE RECEIVABLES AND PAYABLES (continued) Rincian utang akseptasi adalah sebagai berikut: The details of acceptance payables were as follows: 2021 Rupiah Bank-bank lain - Pihak ketiga Nasabah - Pihak ketiga Valuta Asing Bank-bank lain - Pihak ketiga Nasabah - Pihak ketiga Jumlah 2020 675.186 589.343 11.386 52.704 686.572 642.047 1.288.143 50.309 37.171 768.179 1.325.314 818.488 2.011.886 1.460.535 Tagihan dan utang akseptasi berdasarkan jangka waktu perjanjian adalah sebagai berikut: Rupiah Other banks Third parties Customers Third parties - Foreign Currencies Other banks Third parties Customers Third parties - Total Acceptance receivables and payables classified based on the term of the agreement were as follows: 2021 2020 Tagihan/ Receivables Liabilitas/ Payables Tagihan/ Receivables Liabilitas/ Payables < 1 bulan ≥ 1 - 3 bulan > 3 - 12 bulan 51.125 503.204 1.372.679 66.073 549.857 1.395.956 99.797 419.897 915.223 105.274 427.800 927.461 < 1 month ≥ 1 - 3 months > 3 - 12 months Jumlah 1.927.008 2.011.886 1.434.917 1.460.535 Total Rincian tagihan akseptasi menurut sisa jangka waktu adalah sebagai berikut: Details of acceptance receivables by remaining period were as follows: 2021 < 1 bulan ≥ 1 - 3 bulan > 3 - 12 bulan Jumlah 2020 563.291 818.920 544.797 692.606 380.799 361.512 < 1 month ≥ 1 - 3 months > 3 - 12 months 1.927.008 1.434.917 Total Rincian tagihan akseptasi menurut stage adalah sebagai berikut: Details of acceptance receivables by stage were as follows: 2021 Stage 1 Stage 2 Saldo, awal tahun Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali - Saldo, akhir tahun Jumlah/ Total Stage 3 1.424.141 28.909 5.729 1.458.779 (498.752) 498.752 - - Balance, beginning of year Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) (249.687) 249.687 - Transfer to credit impaired (Stage 3) 1.011.109 (276.872) (184.071) 550.166 Net change in exposure and remeasurement 1.936.498 1.102 2.008.945 Balance, end of year 71.345 Lampiran - 5/101 - Schedule
  115. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 11. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TAGIHAN DAN UTANG AKSEPTASI (lanjutan) 11. ACCEPTANCE RECEIVABLES AND PAYABLES (continued) Rincian tagihan akseptasi menurut stage adalah sebagai berikut: (lanjutan) Details of acceptance receivables by stage were as follows: (continued) 2020 Stage 1 Stage 2 Saldo, awal tahun Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali 1.586.995 Saldo, akhir tahun 1.424.141 (254.933) Jumlah/ Total Stage 3 88.504 42.678 1.718.177 254.933 - - Balance, beginning of year Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) - Transfer to credit impaired (Stage 3) (5.015) (17.028) 22.043 97.094 (297.500) (58.992) 28.909 5.729 Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi untuk tahun berakhir 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut: (259.398) 1.458.779 Net change in exposure and remeasurement Balance, end of year The movement of allowance for impairment losses acceptances receivables for the year ended 31 December 2021 was as follows: 2021 Stage 1 Saldo, awal tahun Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Selisih kurs Efek diskonto Saldo, akhir tahun Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 16.926 6.223 713 23.862 (212.466) 212.466 - - Balance, beginning of year Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) - (138.063) 138.063 - Transfer to credit impaired (Stage 3) 221.309 (80.402) (80.764) (179) - (840) (978) (71) 25.698 45 Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai tagihan akseptasi untuk tahun berakhir 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: 56.194 60.143 (1.090) (978) 81.937 Net change in exposure and remeasurement Exchange rate difference Effect of discounting Balance, end of year The movement of allowance for impairment losses acceptances receivables for the year ended 31 December 2020 was as follows: 2020 Stage 1 Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 Saldo, awal tahun Dampak penerapan awal PSAK 71 Saldo, awal PSAK 71 Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Selisih kurs Efek diskonto Saldo, akhir tahun 24.712 13.516 Balance, beginning of year Effect on initial implementation of SFAS 71 9.322 1.291 27.615 38.228 (33.395) 33.295 - - Balance, beginning SFAS 71 Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) (15) (883) 898 - Transfer to credit impaired (Stage 3) 41.138 (26.732) (30.873) (16.467) (848) - 3.211 (138) 2.239 (138) (124) 16.926 6.223 713 23.862 Net change in exposure and remeasurement Exchange rate difference Effect of discounting Balance, end of year Manajemen berpendapat bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutupi kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya tagihan akseptasi. Management believes that the allowance for impairment losses was adequate to cover losses on uncollectible acceptance receivables. Tagihan dan utang akseptasi pada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi tagihan dan utang akseptasi diungkapkan pada Catatan 42. Acceptance receivables and payables with related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification of acceptance receivables and payables is disclosed in Note 42. Lampiran - 5/102 - Schedule
  116. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN 12. LOANS Kredit yang diberikan terdiri dari: Loans consist of the followings: a. a. Berdasarkan Jenis Kredit dan Mata Uang 2021 Rupiah Modal kerja Investasi Konsumsi Syariah Valuta Asing Modal kerja Investasi Syariah Jumlah b. By Type and Currency 2020 34.284.600 24.997.232 23.109.865 15.841.278 34.094.404 16.693.563 22.389.799 14.198.754 98.232.975 87.376.520 7.522.929 10.854.529 375.445 9.887.453 13.209.098 337.837 18.752.903 23.434.388 116.985.878 110.810.908 Rupiah Working capital Investment Consumer Sharia Foreign Currencies Working capital Investment Sharia Total Pembiayaan syariah yang diberikan kepada debitur merupakan kredit modal kerja, investasi dan konsumsi. Sharia financing extended to debtors represent working capital, investment and consumer loans. Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk kepentingan modal kerja dan barang-barang modalnya. Kredit modal kerja mencakup kredit dalam bentuk rekening koran dan cerukan. Working capital loans and investment loans were extended to customers for working capital and capital goods. Working capital loans include current accounts and overdraft. Kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor, dan kredit perorangan lainnya. Consumer loans consist of housing, motor vehicles, and other personal loans. Berdasarkan Sektor Ekonomi b. Jumlah/ Amount Kredit individual untuk pemilikan rumah, pemilikan kendaraan bermotor dan lain-lain Industri pengolahan Perdagangan besar dan kecil Transportasi, pergudangan dan komunikasi Perantara keuangan Pertambangan dan penggalian Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan Konstruksi Pertanian, perburuan dan kehutanan Penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan Listrik, gas dan air Jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan Jasa pendidikan Jasa kesehatan dan kegiatan sosial Perikanan Lain-lain Jumlah By Economic Sector 2021 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Nilai tercatat/ Carrying amount 33.251.434 25.018.780 16.460.828 (752.079) (3.653.142) (2.097.804) 32.499.355 21.365.638 14.363.024 11.692.980 8.318.452 7.935.745 (987.951) (14.090) (69.060) 10.705.029 8.304.362 7.866.685 7.130.576 6.686.047 (423.306) (465.983) 6.707.270 6.220.064 3.014.159 (181.634) 2.832.525 1.955.926 1.681.245 (245.229) (28.934) 1.710.697 1.652.311 1.139.185 215.166 (43.490) (2.791) 1.095.695 212.375 Personal loans for housing, motor vehicles and others Manufacturing Wholesale and retail trading Transportation, warehousing and communication Financial intermediaries Mining and excavation Real estate, leasing and corporate services Construction Agriculture, hunting and forestry Accommodation and food providers Electricity, gas and water Social services, social culture, entertainment and individual services Education services 161.395 91.430 1.314.810 (6.591) (4.382) (105.814) 154.804 87.048 1.208.996 Health and social services Fishery Others 126.068.158 (9.082.280) 116.985.878 Total Lampiran - 5/103 - Schedule
  117. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 12. LOANS (continued) b. Berdasarkan Sektor Ekonomi (lanjutan) b. 2020 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Jumlah/ Amount Kredit individual untuk pemilikan rumah, pemilikan kendaraan bermotor dan lain-lain Industri pengolahan Perdagangan besar dan kecil Transportasi, pergudangan dan komunikasi Perantara keuangan Pertambangan dan penggalian Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan Konstruksi Pertanian, perburuan dan kehutanan Penyediaan akomodasi dan penyediaan makanan Listrik, gas dan air Jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan Jasa pendidikan Jasa kesehatan dan kegiatan sosial Perikanan Lain-lain Jumlah Nilai tercatat/ Carrying amount 31.626.439 28.733.776 16.182.380 (803.645) (3.672.931) (1.567.593) 30.822.794 25.060.845 14.614.787 5.310.720 9.023.487 6.899.542 (168.035) (17.811) (314.883) 5.142.685 9.005.676 6.584.659 6.359.802 5.268.068 (506.833) (123.660) 5.852.969 5.144.408 3.806.706 (159.197) 3.647.509 2.006.715 1.770.654 (249.914) (216.889) 1.756.801 1.553.765 400.410 206.553 (35.621) (3.505) 364.789 203.048 Personal loans for housing, motor vehicles and others Manufacturing Wholesale and retail trading Transportation, warehousing and communication Financial intermediaries Mining and excavation Real estate, leasing and corporate services Construction Agriculture, hunting and forestry Accommodation and food providers Electricity, gas and water Social services, social culture, entertainment and individual services Education services 242.659 213.098 750.121 118.801.130 (29.112) (28.675) (91.918) (7.990.222) 213.547 184.423 658.203 110.810.908 Health and social services Fishery Others Total c. Berdasarkan Jangka Waktu c. Rincian kredit menurut jangka waktu sesuai perjanjian kredit adalah sebagai berikut: Rupiah/ Rupiah By Economic Sector (continued) 2021 Valuta asing/ Foreign currencies By Loan Period Details of loans by loan period based on loan agreements were as follows: Jumlah/ Total Rupiah/ Rupiah 2020 Valuta asing/ Foreign currencies Jumlah/ Total ≤ 1 tahun > 1 - 2 tahun > 2 - 5 tahun Lebih dari 5 tahun 33.978.257 9.557.880 27.038.637 27.658.201 5.736.288 1.976.435 8.356.679 2.683.501 39.714.545 11.534.315 35.395.316 30.341.702 30.605.770 10.565.581 24.260.382 21.944.787 11.655.909 1.546.769 6.961.150 3.270.560 42.261.679 12.112.350 31.221.532 25.215.347 ≤ 1 year > 1 - 2 years > 2 - 5 years More than 5 years Jumlah 98.232.975 18.752.903 116.985.878 87.376.520 23.434.388 110.810.908 Total Rincian kredit menurut sisa jangka waktu adalah sebagai berikut: Rupiah/ Rupiah 2021 Valuta asing/ Foreign currencies Details of loans by remaining period were as follows: Jumlah/ Total Rupiah/ Rupiah 2020 Valuta asing/ Foreign currencies < 1 bulan ≥ 1 - 3 bulan > 3 - 12 bulan > 12 - 60 bulan Lebih dari 60 bulan 11.742.329 12.707.999 23.737.051 32.556.788 17.488.808 1.793.841 2.876.565 4.111.712 8.653.661 1.317.124 13.536.170 15.584.564 27.848.763 41.210.449 18.805.932 12.544.793 12.241.943 22.120.331 27.972.975 12.496.478 2.033.005 4.651.798 6.024.907 8.783.117 1.941.561 Jumlah 98.232.975 18.752.903 116.985.878 87.081.166 23.434.388 Lampiran - 5/104 - Schedule Jumlah/ Total 14.577.798 < 1 month 16.893.741 ≥ 1 - 3 months 28.145.238 > 3 - 12 months 36.756.092 > 12 - 60 months 14.438.039 More than 60 months 110.810.908 Total
  118. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) d. 12. LOANS (continued) Berdasarkan Stage d. By Stage Berikut adalah perubahan jumlah kredit yang diberikan berdasarkan stage selama tahun berakhir 31 Desember 2021: Below is movement of loans based on stages for the year ended 31 December 2021: 2021 Stage 1 Stage 2 Saldo, awal tahun Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (Stage 1) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Penghapusbukuan selama tahun berjalan Selisih kurs Divestasi entitas anak 102.531.645 Saldo, akhir tahun 111.186.071 11.478.799 (9.558.192) (605.735) Stage 3 9.710.299 (4.773.460) 4.790.686 5.379.195 (2.635.358) (166.844) 15.855.533 (6.008.837) (234.165) 100.578 (11.678) (2.557.948) (35.719) (1.354) 7.860.343 Balance, beginning of year Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) 118.801.130 (152.107) 2.802.202 317.156 (156.538) Jumlah/ Total 7.021.744 - - Transfer to credit impaired (Stage 3) Transfer to 12-month expected credit losses (Stage 1) Net change in exposure and remeasurement Write-off (2.557.948) during the year 382.015 Exchange rate difference (169.570) Divestment of subsidiary 9.612.531 126.068.158 Balance, end of year 2020 Stage 1 Saldo, awal tahun Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (Stage 1) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Penghapusbukuan selama tahun berjalan Selisih kurs Saldo, akhir tahun Stage 2 96.637.259 7.125.145 (8.904.857) 9.090.368 (959.351) (3.416.073) 6.069.791 (5.819.480) 9.577.175 4.504.429 111.628 102.531.645 (5.590) 11.478.799 Stage 3 5.276.696 (185.511) 4.375.424 Jumlah/ Total 109.039.100 Balance, beginning of year Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) - (250.311) - (1.873.607) 12.207.997 (2.662.913) 110.908 4.790.686 Transfer to credit impaired (Stage 3) Transfer to 12-month expected credit losses (Stage 1) Net change in exposure and remeasurement Write-off (2.662.913) during the year 216.946 Exchange rate difference 118.801.130 Balance, end of year Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: Other significant information relating to loans were as follows: a. a. Loans are generally secured by demand deposits, savings, time deposits or by registered mortgages or by powers of attorney to mortgage or sell, or by other guarantees acceptable to the Bank. Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan giro, tabungan, deposito berjangka atau harta tak bergerak yang diaktakan dengan akta pemberian hak tanggungan atau surat kuasa memasang hak tanggungan atau surat kuasa untuk menjual, atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh Bank. Lampiran - 5/105 - Schedule
  119. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 12. LOANS (continued) Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) Other significant information relating to loans were as follows: (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, jumlah kredit yang diberikan yang dijamin dengan giro, tabungan dan deposito berjangka masing-masing sebesar Rp7.649.166 dan Rp6.672.043. As of 31 December 2021 and 2020, total loans which were secured by demand deposits, savings and time deposits amounted to Rp7,649,166 and Rp6,672,043, respectively. Pada 31 Desember 2021 dan 2020, kredit yang direstrukturisasi dilakukan dengan mengubah persyaratan pokok dan bunga, serta perpanjangan jangka waktu kredit. b. For 31 December 2021 and 2020, loan restructurings were conducted by the Bank through modification of terms on principal and interest and extension on terms. Kredit dengan persyaratan yang dinegosiasi ulang adalah kredit yang telah direstrukturisasi karena adanya kekhawatiran akan kemampuan nasabah untuk melakukan pembayaran kontraktual ketika jatuh tempo dan ketika Bank memberikan konsesi yang mana tidak akan dipertimbangkan dalam kondisi normal. Program restrukturisasi terkait dengan COVID-19 juga dikategorikan sebagai kredit yang direstrukturisasi sebagaimana dijelaskan pada Catatan 3b.vii. Loans with renegotiated terms are loans that have been restructured due to concerns about the borrower’s ability to meet contractual payments when due and where the Bank has made concessions that would not be otherwise considered. COVID-19 restructuring program was also categorised as restructured loans as explained in Note 3b.vii. Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi pada 31 Desember 2021 dan 2020 berdasarkan kolektibilitas menurut peraturan Bank Indonesia yang berlaku adalah sebagai berikut: The amount of restructured loans as of 31 December 2021 and 2020, by grading based on the prevailing Bank Indonesia regulations were as follows: b. 2021 Lancar/ Current Rupiah Modal kerja Investasi Konsumsi Syariah Dalam perhatian khusus/ Special mention Kurang lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Macet/ Loss Jumlah/ Total 1.972.868 2.799.852 1.249.019 1.080.655 342.388 918.449 299.942 148.473 4.702 92.152 13.430 29.528 6.359 24.894 79.205 28.802 183.341 317.143 109.634 66.877 2.509.658 4.152.490 1.751.230 1.354.335 7.102.394 1.709.252 139.812 139.260 676.995 9.767.713 Valuta Asing Modal kerja Investasi 16.591 2.616.503 760.015 124.695 589.876 - 439.292 776.606 3.770.366 2.633.094 884.710 589.876 - 439.292 4.546.972 Jumlah 9.735.488 2.593.962 729.688 139.260 1.116.287 14.314.685 Rupiah Working capital Investment Consumer Sharia Foreign Currencies Working capital Investment Total 2020 Lancar/ Current Rupiah Modal kerja Investasi Konsumsi Syariah Valuta Asing Modal kerja Investasi Jumlah Dalam perhatian khusus/ Special mention Kurang lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Macet/ Loss Jumlah/ Total 1.995.771 2.741.073 1.869.758 1.013.422 287.814 554.390 645.714 123.312 79.599 46.273 21.430 66.734 110.402 916 42.332 34.037 191.506 325.925 29.102 13.773 2.665.092 3.668.577 2.608.336 1.251.278 7.620.024 1.611.230 214.036 187.687 560.306 10.193.283 700.315 3.911.312 50.159 819.708 - 12.297 572.673 750.474 5.315.990 4.611.627 869.867 - 12.297 572.673 6.066.464 12.231.651 2.481.097 214.036 199.984 1.132.979 16.259.747 Lampiran - 5/106 - Schedule Rupiah Working capital Investment Consumer Sharia Foreign Currencies Working capital Investment Total
  120. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 12. LOANS (continued) Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) Other significant information relating to loans were as follows: (continued) c. Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada nasabah berdasarkan perjanjian pembiayaan bersama (sindikasi) dengan bank-bank lain dan umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan investasi. Dalam kredit sindikasi, Bank dapat bertindak sebagai anggota dan/atau arranger dan/atau security agency. Sindikasi dilakukan dengan bank-bank di Indonesia. Keikutsertaan Bank sebagai anggota dan/atau arranger dalam kredit sindikasi berkisar antara 1,07% sampai dengan 80,00% dari setiap fasilitas kredit sindikasi pada 31 Desember 2021 dan 0,04% sampai dengan 70,00% dari setiap fasilitas kredit sindikasi pada 31 Desember 2020. c. Syndicated loans represent loans provided to customers under syndication agreements with other banks and are generally used to support the working capital needs and investment. In syndicated loans, Bank may act as a member and/or arranger and/or security agency. Syndication is done with several banks in Indonesia. Total participation of the Bank in syndicated loans, in which the Bank acted as a member and/or arranger, ranged from 1.07% up to 80.00% of each syndicated loan as of 31 December 2021 and from 0.04% up to 70.00% of each syndicated loan as of 31 December 2020. d. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, rasio non-performing loans (“NPL”) Bank sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku adalah sebagai berikut: d. As of 31 December 2021 and 2020, nonperforming loans (“NPL”) ratios of the Bank based on prevailing Bank Indonesia regulation were as follows: NPL bruto NPL neto 2021 2020 3,20% 0,69% 2,90% 1,04% The Bank’s non-performing loans (based on the prevailing Bank Indonesia regulations) balance and the related allowance for impairment losses by economic sector were as follows: Kredit non-performing yang diberikan Bank (sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku) serta cadangan kerugian penurunan nilainya per sektor ekonomi adalah sebagai berikut: Pokok/ Principal Gross NPL Net NPL 2021 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Pokok/ Principal 2020 Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Industri pengolahan Kredit individual untuk pemilikan rumah, pemilikan kendaraan bermotor dan lain-lain Perdagangan besar dan kecil Konstruksi Pertanian, perburuan dan kehutanan Transportasi, pergudangan dan komunikasi Real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan Pertambangan dan penggalian Listrik, gas dan air Perikanan Jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan Lain-lain 2.489.053 (2.364.453) 908.559 (575.387) 755.162 (267.994) 811.018 (303.383) 558.771 51.463 (386.181) (24.053) 935.505 93.869 (712.123) (39.474) 37.309 (28.162) 16.767 (12.935) 17.134 (6.777) 67.331 (55.527) 12.108 3.882 2.000 593 (8.600) (384) (684) (402) 83.460 141.103 187.502 - (57.365) (135.944) (186.859) - 78 75.917 (66) (56.342) 3.566 87.617 (2.629) (66.403) Manufacturing Personal loans for housing, motor vehicles and others Wholesale and retail trading Construction Agriculture, hunting and forestry Transportation, warehousing and communication Real estate, leasing and corporate services Mining and excavation Electricity, gas and water Fishery Social services, social culture, entertainment and individual services Others Jumlah 4.003.470 (3.144.098) 3.336.297 (2.148.029) Total e. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, Bank secara individu maupun konsolidasi telah memenuhi ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (“BMPK“) baik untuk pihak berelasi maupun untuk pihak ketiga. e. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank individually and at consolidated level has complied with the Legal Lending Limit (“LLL”) requirements for both related parties and third parties. Lampiran - 5/107 - Schedule
  121. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 12. LOANS (continued) Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) Other significant information relating to loans were as follows: (continued) f. f. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut: The movement of allowance for impairment losses loans for the year ended 31 December 2021 was as follows: 2021 Stage 1 Saldo, awal tahun Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (Stage 1) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Penghapusbukuan selama tahun berjalan Penerimaan kembali*) Selisih kurs Penjualan kredit Efek diskonto Divestasi entitas anak 1.827.430 Saldo, akhir tahun 1.590.763 *) Stage 2 2.895.550 (390.073) 3.267.242 471.380 (8.775) (2.188.994) 445.147 1.508.853 7.966 (2.093) (86.972) (907) 2.221.703 7.990.222 (81.307) - 2.197.769 (377.207) (288.839) Jumlah/ Total Stage 3 - (67.940) - 2.028.389 3.248.403 (2.557.948) 575.933 116.320 (122.417) (85.282) (945) (2.557.948) 575.933 37.314 (122.417) (85.282) (3.945) 5.269.814 9.082.280 Balance, beginning of year Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) Transfer to credit impaired (Stage 3) Transfer to 12 month expected credit losses (Stage 1) Net change in exposure and remeasurement Write-off during the year Recovery*) Exchange rate difference Sale of loans Effect of discounting Divestment of subsidiary Balance, end of year Termasuk dalam penerimaan kembali adalah penerimaan kembali dari kredit yang telah dihapusbukukan dan penerimaan atas restrukturisasi dari bunga dalam penyelesaian. Included in recovery are recovery from previously *) written-off loans and recovery of interest from restructured loans. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan untuk tahun berakhir 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: The movement of allowance for impairment losses loans for the year ended 31 December 2020 was as follows: 2020 Stage 1 Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 Saldo, awal tahun Dampak penerapan awal PSAK 71 Saldo, awal PSAK 71 Transfer ke kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya (Stage 2) Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (Stage 1) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Penghapusbukuan selama tahun berjalan Penerimaan kembali*) Selisih kurs Penjualan kredit Efek diskonto Saldo yang ditransfer dari integrasi BBI Saldo, akhir tahun *) 3.956.856 Balance, beginning of year Effect on initial 795.561 implementation of SFAS 71 601.264 640.221 (215.533) 306.905 (25.018) 836.893 (1.180.320) 3.510.932 (91.372) 1.205.338 (700.482) (136.411) 4.752.417 - - - Balance, beginning SFAS 71 Transfer to lifetime expected credit losses (Stage 2) Transfer to credit impaired (Stage 3) Transfer to 12 month expected credit losses (Stage 1) 3.622.411 172.140 - 3.794.551 Net change in exposure and remeasurement Write-off during the year Recovery*) Exchange rate difference Sale of loans Effect of discounting Balance transferred from BBI integration 1.827.430 2.895.550 3.267.242 7.990.222 Balance, end of year (2.842.339) (150.248) - Termasuk dalam penerimaan kembali adalah penerimaan kembali dari kredit yang telah dihapusbukukan dan penerimaan atas restrukturisasi dari bunga dalam penyelesaian. 3.712.348 (55.262) - 1.521.335 2.391.344 (2.662.913) 621.505 252.378 (857.249) (96.301) (2.662.913) 621.505 46.868 (857.249) (96.301) Included in recovery are recovery from previously written-off loans and recovery of interest from restructured loans. Lampiran - 5/108 - Schedule *)
  122. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 12. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KREDIT YANG DIBERIKAN (lanjutan) 12. LOANS (continued) Informasi pokok lainnya sehubungan dengan kredit yang diberikan adalah sebagai berikut: (lanjutan) Other significant information relating to loans were as follows: (continued) Manajemen Bank berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya kredit yang diberikan. Management believes that the allowance for impairment losses was adequate to cover possible losses on uncollectible loans. g. Bank mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas pembiayaan bersama dengan PT Federal International Finance (“FIF”), PT Astra Sedaya Finance (“ASF”), PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance (“SBSF”), PT Astra Multi Finance (“AMF”) dan PT Staco Estika Sedaya Finance (“SESF”), kelimanya merupakan entitas dalam kelompok PT Astra International Tbk dan PT Mandiri Utama Finance (“MUF”) serta PT Akulaku Finance Indonesia (“AFI”, baru bekerjasama di September 2021), untuk menyalurkan kredit kendaraan motor dan mobil. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut di atas, FIF, ASF, SBSF, AMF, MUF, AFI dan SESF akan bertindak sebagai manajer fasilitas dan manajer jaminan. Bank, FIF, ASF, SBSF, AMF, MUF, AFI dan SESF menanggung risiko kerugian atas piutang yang tidak tertagih sebesar porsi masingmasing dalam pembiayaan bersama tersebut. Jumlah saldo porsi Bank dalam transaksi pembiayaan bersama pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp4.175.035 dan Rp7.291.297. g. The Bank entered into joint financing agreements with PT Federal International Finance (“FIF”), PT Astra Sedaya Finance (“ASF”), PT Swadharma Bhakti Sedaya Finance (“SBSF”), PT Astra Multi Finance (“AMF”) and PT Staco Estika Sedaya Finance (“SESF”), all are entities under group of PT Astra International Tbk and PT Mandiri Utama Finance (“MUF”) and PT Akulaku Finance Indonesia (“AFI”, newly entered in September 2021), to finance motorcycle loans and car loans. Based on those agreements, FIF, ASF, SBSF, AMF, MUF, AFI and SESF will act as facility manager and guarantee manager. The Bank, FIF, ASF, SBSF, AMF, MUF, AFI and SESF share the credit risk proportionately to each funding amount in those joint financing agreements. The total outstanding balances of the Bank’s portion in the joint financing agreements as of 31 December 2021 and 2020, amounted to Rp4,175,035 and Rp7,291,297, respectively. h. Rasio kredit yang diberikan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (“UMKM”) terhadap jumlah kredit yang diberikan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masingmasing sebesar 3,64% dan 4,06%. Rasio tersebut dihitung sesuai dengan peraturan Bank Indonesia yang berlaku. h. Ratios of loans extended to Micro, Small and Medium Enterprises (“UMKM”) to total loans as of 31 December 2021 and 2020 were 3.64% and 4.06%, respectively. These ratios were calculated based on the prevailing Bank Indonesia regulations. i. Kredit yang diberikan kepada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar kredit yang diberikan diungkapkan pada Catatan 42. i. Loans to related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of loans is disclosed in Note 42. Lampiran - 5/109 - Schedule
  123. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 13. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) EFEK-EFEK UNTUK TUJUAN INVESTASI 13. INVESTMENT SECURITIES Rincian efek-efek untuk tujuan investasi berdasarkan jenis dan mata uang pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, adalah sebagai berikut: Details of investment securities as of 31 December 2021 and 2020, by type and currency, were as follows: 2021 Keterangan Nilai nominal/ Par value Premi/(diskonto) yang belum diamortisasi dan imbalan bagi hasil yang masih akan diterima/ Unamortised premium/ (discount) and profit distribution receivables Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Keuntungan/ (kerugian) yang belum direalisasi/ Unrealised gain/(loss) Jumlah/ Total Pihak ketiga Third parties Rupiah Rupiah Measured at fair value through other comprehensive income: Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Obligasi korporasi Description 208.000 - 7.019 - 215.019 Corporate bonds Obligasi pemerintah dari pasar sekunder 14.291.667 525.252 174.357 - 14.991.276 Government bonds from secondary market Obligasi pemerintah Sukuk Ijarah 13.934.506 155.615 234.168 - 14.324.289 Government bonds Sukuk Ijarah Negotiable Certificate Deposits 130.000 (3.425) 63 - 126.638 Negotiable Certificate Deposits 1.036.299 (15.321) - Biaya perolehan: Wesel Obligasi Bank Indonesia - Sukbi Syariah Obligasi pemerintah dari pasar sekunder Obligasi pemerintah Sukuk Ijarah Amortised cost: 5.777.492 26.136 - (5.545) 1.015.433 Bills - Bank Indonesia bonds 5.803.628 - Sukbi Sharia 70.000 960 - - 70.960 Government bonds from secondary market 1.220.555 36.835 - - 1.257.390 Government bonds Sukuk Ijarah 36.668.519 726.052 415.607 (5.545) 37.804.633 Valuta Asing Foreign Currencies Measured at fair value through other comprehensive income: Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Obligasi pemerintah dari pasar sekunder 1.812.690 101.382 23.772 - 1.937.844 Government bonds from secondary market Obligasi pemerintah Sukuk Ijarah 1.148.965 62.020 (2.839) - 1.208.146 Government bonds Sukuk Ijarah 13.988 - - - 13.988 2.975.643 163.402 20.933 - 3.159.978 39.644.162 889.454 436.540 Biaya perolehan: Wesel Jumlah Amortised cost: Lampiran - 5/110 - Schedule (5.545) 40.964.611 Bills Total
  124. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 13. EFEK-EFEK (lanjutan) UNTUK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TUJUAN INVESTASI 13. INVESTMENT SECURITIES (continued) Rincian efek-efek untuk tujuan investasi berdasarkan jenis dan mata uang pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, adalah sebagai berikut: (lanjutan) Details of investment securities as of 31 December 2021 and 2020, by type and currency, were as follows: (continued) 2020 Keterangan Nilai nominal/ Par value Premi/(diskonto) yang belum diamortisasi dan imbalan bagi hasil yang masih akan diterima/ Unamortised premium/ (discount) and profit distribution receivables Cadangan kerugian penurunan nilai/ Allowance for impairment losses Keuntungan/ (kerugian) yang belum direalisasi/ Unrealised gain/(loss) Jumlah/ Total Pihak ketiga Third parties Rupiah Rupiah Measured at fair value through other comprehensive income: Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Obligasi korporasi Description 393.000 - 5.253 - 398.253 Corporate bonds Obligasi pemerintah dari pasar sekunder 8.120.316 147.193 262.651 - 8.530.160 Government bonds from secondary market Obligasi ` pemerintah Sukuk Ijarah 6.372.418 (54.230) 212.800 - 6.530.988 Government bonds Sukuk Ijarah 290.000 (3.852) 568 - 286.716 Negotiable Certificate Deposits 1.702.770 (11.296) - Negotiable Certificate Deposits Biaya perolehan: Wesel Sertifikat Bank Indonesia - Syariah Obligasi Bank Indonesia - Sukbi Syariah Obligasi pemerintah dari pasar sekunder Obligasi pemerintah Sukuk Ijarah Amortised cost: (16.570) 1.674.904 Bills 442.275 11.041 - - 453.316 Certificates of Bank Indonesia - Sharia 2.646.814 8.186 - - 2.655.000 Bank Indonesia bonds - Sukbi Sharia 70.000 3.236 - - 73.236 Government bonds from secondary market 2.108.506 32.875 - - 2.141.381 Government bonds Sukuk Ijarah 22.146.099 133.153 481.272 (16.570) 22.743.954 Valuta Asing Foreign Currencies Measured at fair value through other comprehensive income: Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Obligasi pemerintah dari pasar sekunder 383.748 Obligasi pemerintah Sukuk Ijarah 85.803 469.551 Jumlah 22.615.650 (3.014) 219 (2.795) 130.358 44.191 - 424.925 Government bonds from secondary market 2.079 - 88.101 Government bonds Sukuk Ijarah 46.270 527.542 Lampiran - 5/111 - Schedule (16.570) 513.026 23.256.980 Total
  125. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 13. EFEK-EFEK (lanjutan) UNTUK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TUJUAN INVESTASI 13. INVESTMENT SECURITIES (continued) Rincian efek-efek untuk tujuan investasi, selain wesel berdasarkan suku bunga dan tanggal jatuh tempo adalah sebagai berikut: Details of investment securities, except for bills based on based on interest rates and maturity date were as follows: 2021 Rentang suku bunga per tahun/ Range of interest rates per annum Nilai nominal/ Par value Rentang tanggal jatuh tempo/ Range of maturity dates Frekuensi pembayaran bunga/ Frequency of interest payment Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah/Government bonds - Sukuk Ijarah 15.155.061 4,00% - 8,75% (Rp) 15 Januari 2022 s/d 15 Maret 2034/ 15 January up to 15 March 2034 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 1.148.965 1,50% - 4,35% (USD) 29 Maret 2022 s/d 9 Juni 2026/ 29 March 2022 up to 9 June 2026 6 bulan/ 6 months Obligasi pemerintah dari pasar sekunder/Government bonds from secondary market 15 Mei 2022 s/d 15 Mei 2038/ 14.361.667 4,95% - 12,90% (Rp) 15 May 2022 up to 15 May 2038 8 Januari 2022 s/d 15 Oktober 2030/ 1.812.690 2,85% - 5,88% (USD) 8 January 2022 up to 15 October 2030 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months Obligasi korporasi/Corporate bonds 22 Maret 2022 s/d 15 April 2026/ 22 March 2022 up to 15 April 2026 3 bulan/ 3 months Obligasi Bank Indonesia - Sukbi Syariah/Bank Indonesia Bonds - Sukbi Sharia 5 Januari 2022 s/d 2 Desember 2022/ 5.777.492 3,02% - 3,50% (Rp) 5 January 2022 up to 2 December 2022 1 bulan – 12 bulan/ 1 month – 12 months 208.000 7,55% - 8,50% (Rp) Negotiable Certificate Deposits 130.000 38.593.875 9 Maret 2022 s/d 29 September 2022/ 9 March 2022 up to 29 September 2022 - - 2020 Rentang suku bunga per tahun/ Range of interest rates per annum Nilai nominal/ Par value Rentang tanggal jatuh tempo/ Range of maturity dates Frekuensi pembayaran bunga/ Frequency of interest payment Obligasi pemerintah - Sukuk Ijarah/Government bonds - Sukuk Ijarah 10 Maret 2021 s/d 15 November 2026/ 10 March 2021 up to 15 November 2026 29 Maret 2021 s/d 29 Maret 2022/ 29 March 2021 up to 29 March 2022 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months Obligasi pemerintah dari pasar sekunder/Government bonds from secondary market 15 Juni 2021 s/d 15 Mei 2038/ 8.190.316 5,63% - 12,90% (Rp) 15 June 2021 up to 15 May 2038 5 Mei 2021 s/d 15 Oktober 2030/ 383.748 2,85% - 4,88% (USD) 5 May 2021 up to 15 October 2030 1 bulan - 6 bulan/ 1 month - 6 months 6 bulan/ 6 months 8.480.924 5,45 % - 8,75% (Rp) 85.803 3,40% (USD) Obligasi korporasi/Corporate bonds 393.000 5,50% - 8,50% (Rp) 14 Februari 2021 s/d 26 November 2022/ 14 February 2021 up to 26 November 2022 3 bulan/ 3 months Sertifikat Bank Indonesia - Syariah/Certificates of Bank Indonesia - Sharia 442.275 3,45% - 4,57% (Rp) 7 Januari 2021 s/d 13 Agustus 2021/ 7 January 2021 up to 13 August 2021 - Obligasi Bank Indonesia - Sukbi Syariah/Bank Indonesia Bonds - Sukbi Sharia 2.646.814 3,54% - 3,85% (Rp) 4 Januari 2021 s/d 31 Maret 2021 4 January 2021 up to 31 March 2021 1 bulan - 3 bulan/ 1 month - 3 months - 8 Januari 2021 s/d 13 Agustus 2021/ 8 January 2021 up to 13 August 2021 - Negotiable Certificate Deposits 290.000 20.912.880 Obligasi pemerintah yang dimiliki Bank merupakan obligasi bersuku bunga tetap dan diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemerintah dapat membeli kembali obligasiobligasi pemerintah ini sebelum tanggal jatuh temponya pada harga pasar. The Bank’s government bonds are fixed rate bonds and are issued by the Government of Republic of Indonesia. The government may repurchase these government bonds at their market values before the maturity dates. Lampiran - 5/112 - Schedule
  126. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 13. EFEK-EFEK (lanjutan) UNTUK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TUJUAN INVESTASI 13. INVESTMENT SECURITIES (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia yang berasal dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) dan PT Fitch Ratings Indonesia, peringkat obligasi korporasi adalah sebagai berikut: As of 31 December 2021 and 2020 as reported by Indonesian Stock Exchange, the ratings of the corporate bonds according to PT Pemeringkat Efek Indonesia (PT Pefindo) and PT Fitch Ratings Indonesia, were as follows: Keterangan/ Description Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019 Seri B Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multigriya Finansial Tahap VIII Tahun 2019 Seri B Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTPN Tahap I Tahun 2019 Seri A Obligasi Berkelanjutan III Chandra Asri Petrochemical Tahap III Tahun 2021 Seri B Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap III Tahun 2020 Seri A Obligasi Berkelanjutan II Bank CIMB Niaga Tahap IV Tahun 2018 Seri B Obligasi II Bussan Auto Finance Tahun 2018 Seri B Obligasi Berkelanjutan II Bank Panin Tahap IV Tahun 2018 Obligasi Berkelanjutan III Pegadaian Tahap II Tahun 2018 Seri B Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multigriya Finansial Tahap III Tahun 2018 Seri B Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank III Tahap VI Tahun 2018 Seri A 2021 2020 idAAA idAAA AAA(idn) IdAA- idAAA idAAA AAA(idn) idAAA idAAA idAA idAA idAAA idAAA idAAA Surat Perbendaharaan Negara (“SPN”) dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah (“SPNS”) yang dimiliki oleh Bank merupakan zero-coupon bonds yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Treasury Bills (“SPN”) and Sharia Treasury Bills (“SPNS”) held by the Bank are zero-coupon bonds issued by the Government of Republic of Indonesia. Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efek-efek untuk tujuan investasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebagai berikut: The movement of allowance for impairment losses investment securities for the year ended 31 December 2021 was as follows: 2021 Stage 1 Saldo, awal tahun Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Jumlah/ Total Stage 3 15.760 810 - 16.570 (10.214) (853) - (11.067) 43 - 42 Net change in exposure and remeasurement Exchange rate difference - - 5.545 Balance, end of year Selisih kurs Saldo, akhir tahun Stage 2 (1) 5.545 Perubahan cadangan kerugian penurunan nilai efekefek untuk tujuan investasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 adalah sebagai berikut: Balance, beginning of year The movement of allowance for impairment losses investment securities for the year ended 31 December 2020 was as follows: 2020 Stage 1 Stage 2 Jumlah/ Total Stage 3 Saldo, awal tahun Dampak penerapan awal PSAK 71 Saldo, awal PSAK 71 Transfer ke kredit yang mengalami penurunan nilai (Stage 3) Transfer ke kerugian kredit ekspektasian 12 bulan (Stage 1) Perubahan bersih pada eksposur dan pengukuran kembali Selisih kurs Saldo, akhir tahun 3.581 894 (1) 310 (1.812) Balance, beginning of year Effect on initial implementation of SFAS 71 Balance, beginning SFAS 71 875 - 1.769 - 1 - - 14.713 (310) 14.409 158 146 148 87 (147) 15.760 810 - Lampiran - 5/113 - Schedule Transfer to credit impaired (Stage 3) Transfer to 12-month expected credit losses (Stage 1) 88 Net change in exposure and remeasurement Exchange rate difference 16.570 Balance, end of year
  127. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 13. EFEK-EFEK (lanjutan) UNTUK TUJUAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INVESTASI 13. INVESTMENT SECURITIES (continued) Manajemen berpendapat bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya efek-efek untuk tujuan investasi. Management believes that the allowance for impairment losses was adequate to cover possible losses on uncollectible investment securities. Perubahan cadangan nilai wajar adalah sebagai berikut: The movement of fair value reserve was as follows: Rupiah/ Rupiah 2021 Valuta asing/ Foreign currencies Jumlah/ Total Saldo, awal tahun - sebelum pajak penghasilan tangguhan 481.272 46.270 527.542 Balance, beginning of year before deferred income tax Penambahan (kerugian) yang belum direalisasi selama tahun berjalan bersih 171.683 (25.335) 146.348 Addition of unrealised (loss) during the year - net Keuntungan yang direalisasi atas penjualan selama tahun berjalan bersih (237.350) Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 415.605 - (237.350) Realised gain from sale during the year - net 436.540 Total before deferred income tax Pajak penghasilan tangguhan (lihat Catatan 23h) (96.039) Deferred income tax (refer to Note 23h) Saldo, akhir tahun - bersih 340.501 Rupiah/ Rupiah Saldo, awal tahun - sebelum pajak penghasilan tangguhan Penambahan keuntungan yang belum direalisasi selama tahun berjalan bersih 20.935 2020 Valuta asing/ Foreign currencies Balance, end of year - net Jumlah/ Total 93.593 1.512 95.105 Balance, beginning of year before deferred income tax 565.294 45.070 610.364 Addition of unrealised gain during the year - net Keuntungan yang direalisasi atas penjualan selama tahun berjalan bersih (207.752) Jumlah sebelum pajak penghasilan tangguhan 451.135 (312) (208.064) Realised gain from sale during the year - net 497.405 Total before deferred income tax (109.429) Deferred income tax (refer to Note 23h) 387.976 Balance, without BBI integration - net Nilai wajar efek - efek untuk tujuan investasi dari integrasi BBI1) 30.137 Fair value reserve of investment securities from BBI integration1) Pajak penghasilan tangguhan dari integrasi BBI1) (6.630) 46.270 Pajak penghasilan tangguhan (lihat Catatan 23h) Saldo, tanpa integrasi BBI - bersih Saldo, akhir tahun - bersih 1) 411.483 Merupakan penghasilan komprehensif lain dari integrasi BBI dari tanggal 20 Mei sampai dengan 20 Desember 2020 sesuai dengan PSAK 38. Efek-efek untuk tujuan investasi yang diterbitkan oleh pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar efekefek untuk tujuan investasi diungkapkan pada Catatan 42. Deferred income tax from BBI integration1) Balance, end of year - net Represents other comprehensive income from BBI integration from 20 May to 20 December 2020 in accordance with SFAS 38. 1) Investment securities that were issued by related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of investment securities is disclosed in Note 42. Lampiran - 5/114 - Schedule
  128. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 14. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 14. INVESTMENT IN ASSOCIATE Terkait dengan pelepasan sebagian saham PT SFK, Bank telah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia masing-masing sesuai dengan surat No. S-140/PB.33/2021 tanggal 1 November 2021 dan No. 23/681/DSSK/Srt/B tanggal 28 Desember 2021 (lihat Catatan 1e). Kepemilikan saham Bank di PT SFK pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar 28,79%. With regards to partial divestment of ownership in PT SFK, the Bank has obtained the approvals from Otoritas Jasa Keuangan and Bank Indonesia through the letter No. S-140/PB.33/2021 dated 1 November 2021 and No. 23/681/DSSK/Srt/B dated 28 December 2021, respectively (refer to Note 1e). The Bank’s share ownership in PT SFK as of 31 December 2021 amounted to 28.79%. Perincian dan perubahan investasi pada entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas adalah sebagai berikut: The details and movement of investment in associate accounted for using the equity method were as follows: 2021 PT Sahabat Finansial Keluarga (pihak berelasi) Bidang usaha/ Type of business Pembiayaan konsumen/ Consumer financing Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 28,79% Saldo awal/ Beginning balance Bagian atas penghasilan komprehensif lain/ Share of other comprehensive income Bagian atas laba bersih/ Share of net profit - - Dividen/ Dividends - Tabel di bawah ini menyajikan informasi keuangan dari investasi Bank pada PT SFK seperti yang termasuk dalam laporan keuangan terpisahnya, yang disesuaikan dengan penyesuaian nilai wajar pada saat akuisisi dan perbedaan kebijakan akuntansi. Tabel di bawah juga merekonsiliasi informasi keuangan ke nilai tercatat kepentingan Bank pada PT SFK: Perubahan dari penyertaan pada entitas anak ke entitas asosiasi/ Changes from investment in subsidiary to associated entity - 138.001 Saldo akhir/ Ending balance PT Sahabat Finansial Keluarga 138.001 (a related party) The following table summarises the financial information of the Bank’s investment in PT SFK as included in its own financial statements, adjusted for fair value adjustments at acquisition and differences in accounting policies. The table also reconciles financial information to the carrying amount of the Bank’s interest in PT SFK: 2021 Persentase kepemilikan 28,79% Jumlah aset Jumlah liabilitas Aset bersih (100%) 266.871 (11.116) 255.755 Bagian Bank atas aset bersih (28,79%) Penyesuaian nilai wajar Nilai tercatat dari investasi pada entitas asosiasi The Bank’s share of net assets (28.79%) Fair value adjustments Carrying amount of investment in associate 138.001 35.737 434 Bagian Bank atas jumlah laba komprehensif (28,79%)*) 306 740 Revenue (100%) Net profit (100%) Other comprehensive income (100%) Total comprehensive income (100%) - The Bank’s share of total comprehensive income (28.79%)*) Calculated since the effective date PT SFK became *) an associate of the Bank Dihitung dari tanggal efektif PT SFK menjadi entitas asosiasi dari Bank. Investasi pada entitas asosiasi kepada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. 15. Total assets Total liabilities Net assets (100%) 73.632 64.369 Pendapatan (100%) Laba bersih (100%) Penghasilan komprehensif lain (100%) Jumlah laba komprehensif (100%) *) Percentage of ownership ASET TETAP Investment in associate to related parties are disclosed in Note 44. 15. FIXED ASSETS Aset tetap terdiri dari: Fixed assets consist of the following: 2021 Kepemilikan langsung Aset hak-guna 2020 3.041.631 248.916 2.713.428 360.168 3.290.547 3.073.596 Lampiran - 5/115 - Schedule Direct ownership Right-of-use assets
  129. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Aset tetap terdiri dari: (lanjutan) Fixed assets consist of the following: (continued) 2021 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Reklasifikasi/ Reclassification Saldo akhir/ Ending balance Revaluasi/ Revaluation Kepemilikan langsung Nilai revaluasi Tanah Bangunan Perbaikan gedung sewa Perabot dan peralatan kantor Aset dalam penyelesaian Akumulasi penyusutan Bangunan Perbaikan gedung sewa Perabot dan peralatan kantor Nilai buku bersih Direct ownership 2.275.949 494.554 Revalued amount Land Buildings Leasehold 276.307 improvements Furniture, fixtures 458.116 and office equipment - (12.573) (8.641) 8.599 67.225 206.986 301.290 - (34.016) 9.033 - 400.524 148.896 (91.304) - - 3.472.317 148.896 (146.534) 17.632 274.211 3.766.522 11.338 56.406 - 50.112 3.483.655 205.302 - 274.211 3.816.634 - (17.632) (146.534) (255.319) (34.533) 683 - - (254.445) (22.148) 33.974 - - (260.463) (72.039) 89.287 - - (770.227) (128.720) 123.944 - - 2.713.428 2.330.601 701.498 Construction in progress Accumulated depreciation Buildings Leasehold (242.619) improvements Furniture, fixtures (243.215) and office equipment (289.169) (775.003) 3.041.631 Net book value 2021 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Reklasifikasi/ Reclassification Saldo akhir/ Ending balance Revaluasi/ Revaluation Aset hak-guna Harga perolehan Bangunan Billboards and signages Kendaraan Server Akumulasi penyusutan Bangunan Billboards and signages Kendaraan Server Nilai buku bersih Right-of-use assets 882.403 52.128 (89.548) - - 844.983 14.168 16.519 13.725 16.941 1.009 - (5.496) (865) - - - 25.613 16.663 13.725 926.815 70.078 (95.909) - - 900.984 (554.064) (145.876) 79.551 - - (620.389) (8.122) (2.402) (2.059) (14.992) (7.606) (2.745) 5.411 836 - - - (17.703) (9.172) (4.804) (566.647) (171.219) 85.798 - - (652.068) 360.168 248.916 Acquisition cost Buildings Billboards and signages Vehicles Server Accumulated depreciation Buildings Billboards and signages Vehicles Server Net book value 2020 Saldo awal/ Beginning balance Penambahan/ Additions Pengurangan/ Deductions Reklasifikasi/ Reclassification Saldo akhir/ Ending balance Revaluasi/ Revaluation Kepemilikan langsung Nilai revaluasi Tanah Bangunan Direct ownership 1.956.312 464.734 259.184 22.320 - 296.478 - (800) 7.500 60.453 - 2.275.949 494.554 5.612 - 301.290 Harga perolehan Perbaikan gedung sewa Perabot dan peralatan kantor Aset dalam penyelesaian Akumulasi penyusutan Bangunan Perbaikan gedung sewa Perabot dan peralatan kantor Nilai buku bersih Acquisition cost Leasehold improvements Furniture, fixtures 400.524 and office equipment 461.707 42.448 (103.631) - - 3.179.231 323.952 (104.431) 13.112 60.453 3.472.317 14.689 9.761 - 11.338 3.193.920 333.713 - 60.453 3.483.655 - (13.112) (104.431) (216.697) (38.622) - - - (231.852) (22.856) 263 - - (293.912) (70.111) 103.560 - - (742.461) (131.589) 103.823 - - 2.451.459 Construction in progress Accumulated depreciation Buildings Leasehold (254.445) improvements Furniture, fixtures (260.463) and office equipment (255.319) (770.227) 2.713.428 Lampiran - 5/116 - Schedule Revalued amount Land Buildings Net book value
  130. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Aset tetap terdiri dari: (lanjutan) Fixed assets consist of the following: (continued) Dampak PSAK 73/ Impact of SFAS 73 Saldo awal/ Beginning balance 2020 Saldo awal yang disesuaikan/ Adjusted beginning Penambahan/ balance Additions Pengurangan/ Deductions Saldo akhir/ Ending balance Aset hak-guna Harga perolehan Bangunan Billboards and signages Kendaraan Server Akumulasi penyusutan Bangunan Billboards and signages Kendaraan Server Nilai buku bersih Right-of-use assets - 917.447 917.447 80.992 (116.036) 882.403 - 10.598 - 10.598 - 7.885 114.066 13.725 (4.315) (97.547) - 14.168 16.519 13.725 - 928.045 928.045 216.668 (217.898) 926.815 - (507.900) (507.900) (153.167) 107.003 (554.064) - (4.402) - (4.402) - (7.993) (15.409) (2.059) 4.273 13.007 - (8.122) (2.402) (2.059) - (512.302) (512.302) (178.628) 124.283 (566.647) - 360.168 Acquisition cost Buildings Billboards and signages Vehicles Server Accumulated depreciation Buildings Billboards and signages Vehicles Server Net book value Saldo pengurangan perbaikan gedung sewa dan perabot dan peralatan kantor untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021, sudah termasuk saldo aset tetap PT SFK yang dihentikan pengakuannya sebesar Rp1.853 serta aset tetap yang dihapusbukukan sebesar Rp163. Deduction balances of leasehold improvements and furniture, fixtures, and office equipment for the year ended 31 December 2021, include balance of PT SFK’s fixed assets that were derecognised amounting to Rp1,853 and written-off fixed assets amounting to Rp163. Saldo penambahan tanah dan bangunan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020 masingmasing sebesar Rp259.184 dan Rp22.320, sudah termasuk saldo tanah dan bangunan yang dibeli dari BBI dengan rincian sebagai berikut: Addition balance of land and buildings for the year ended 31 December 2020 amounting to Rp259,184 and Rp22,320, respectively, are included balance of land and buildings purchased from BBI with details as follows: Jumlah nilai buku aset tetap yang dibeli dari BBI/ Total book value of fixed assets purchased from BBI Biaya-biaya yang dapat dikapitalisasi/ Capitalised costs Nilai buku bersih/ Net book value Tanah Bangunan 69.285 13.020 19.845 558 89.130 13.578 Land Building Jumlah 82.305 20.403 102.708 Total Beban penyusutan yang dibebankan pada beban umum dan administrasi untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 (lihat Catatan 38) adalah sebagai berikut: Depreciation expenses charged to general and administrative expenses for the years ended 31 December 2021 and 2020 (refer to Note 38) were as follows: 2021 2020 Kepemilikan langsung Aset hak-guna 128.720 171.219 131.589 178.628 Direct ownership Right-of-use assets Jumlah 299.939 310.217 Total Laba atas penjualan aset tetap untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 (lihat Catatan 40), adalah sebagai berikut: Gain on sale of fixed assets for the years ended 31 December 2021 and 2020 (refer to Note 40), were as follows: 2021 2020 Harga jual Nilai buku bersih 1.503 (43) 581 (24) Laba penjualan aset tetap - bersih 1.460 557 Gain on sale of fixed assets - net Lampiran - 5/117 - Schedule Proceeds from sale Net book value
  131. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Aset tetap yang dimiliki oleh Bank, kecuali tanah, pada tanggal 31 Desember 2021 diasuransikan terhadap kerugian sebagai berikut: Fixed assets under ownership of the Bank as of 31 December 2021, except for land, are covered by insurance against the following losses: - Risiko properti dan gempa bumi berdasarkan suatu paket polis asuransi kepada PT Asuransi Etiqa Internasional dengan nilai pertanggungan sebesar Rp668.303. - Terorisme dan sabotase berdasarkan suatu paket polis asuransi kepada PT Asuransi Etiqa Internasional dengan nilai pertanggungan sebesar Rp597.310. - Property and earthquake risks under blanket policies with PT Asuransi Etiqa Internasional with total sum insured amounted to Rp668,303. - Terrorism and sabotage risks under blanket policies with PT Asuransi Etiqa Internasional with total sum insured amounted to Rp597,310. Manajemen berpendapat bahwa asuransi tersebut di atas cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Management believes that the above insurance was adequate to cover possible losses arising from such risks of insured assets. Untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020, terdapat tanah dan bangunan yang direklasifikasi ke properti terbengkalai (Aset lainlain) masing-masing sebesar Rp20.531 dan Rp nihil. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tidak terdapat aset tetap yang dijadikan jaminan. For the years ended 31 December 2021 and 2020, there were land and building which were reclassified to abandoned properties (Other assets) amounting to Rp20,531 and Rp nil, respectively. As of 31 December 2021 and 2020, there were no fixed assets which were pledged as collateral. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, harga perolehan dari aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah masing-masing sebesar Rp530.626 dan Rp604.555. As of 31 December 2021 and 2020, the cost of fully depreciated fixed assets that are still in use amounted to Rp530,626 and Rp604,455 respectively. 2021 2020 Peralatan komputer Peralatan kantor Perabotan dan peralatan 360.053 125.625 44.948 459.072 100.836 44.647 Computer equipment Office equipment Furniture and fixtures Jumlah 530.626 604.555 Total Aset hak-guna Right-of-use assets Jumlah pengeluaran kas untuk sewa selama tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, adalah masing-masing sebesar Rp106.213 dan Rp101.690. The total cash outflow for leases for the years ended 31 December 2021 and 2020 was Rp106,213 and Rp101,690, respectively. Laporan laba rugi menyajikan saldo berikut berkaitan dengan sewa: Statement of profit or loss shows the following amounts related to leases: 2021 Beban penyusutan aset hak-guna: - Bangunan - Billboards and signages - Kendaraan - Server Beban bunga Beban berkaitan dengan sewa jangka pendek (kurang dari 12 bulan) Beban berkaitan dengan sewa dengan aset yang bernilai rendah yang bukan sewa jangka pendek 2020 145.876 14.992 7.606 2.745 153.167 7.993 15.409 2.059 171.219 178.628 6.841 10.794 51.139 85.412 32.598 35.230 261.797 310.064 Lampiran - 5/118 - Schedule Depreciation expense of right-of-use assets: Buildings Billboards and signages Vehicles Server - Interest expense Expense relating to short term leases (less than 12 months) Expense relating to leases of low value assets that are not short-term leases
  132. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Revaluasi aset tetap Fixed assets revaluation Bank mengubah kebijakan akuntansi terkait pengukuran setelah pengakuan awal aset tetap dari model biaya ke model revaluasi sejak 1 November 2015 untuk kelas tanah dan bangunan dan sejak 1 Juli 2021 untuk kelas aset tetap lainnya. The Bank changed its accounting policies related to subsequent measurement of its fixed assets from the cost model to the revaluation model since 1 November 2015 for land and buildings and since 1 July 2021 for all other classes of fixed assets. Nilai wajar atas aset tetap dinilai oleh penilai properti independen eksternal berdasarkan Standar Penilaian Indonesia (SPI 2018) untuk tujuan pelaporan keuangan. The fair values of fixed assets were determined by an external independent property appraiser based on Indonesian Valuation Standards (SPI 2018) for the purposes of financial reporting. Nilai wajar ditentukan dengan menggunakan hierarki dan input-input yang digunakan dalam teknis penilaian untuk aset non-keuangan: Fair values are determined using the following hierarchy of input used in the valuation techniques for non-financial assets: - Level 1: - Level 1: - Level 2: - Level 3: Input yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dalam pasar aktif untuk aset yang identik. Input selain harga kuotasian pasar dalam level 1 yang dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Input yang tidak dapat diobservasi. - Level 2: - Level 3: Inputs that are derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets. Inputs other than quoted market price included in level 1 that are observable either directly or indirectly. Inputs that are unobservable. Nilai wajar aset tetap yang berupa tanah adalah berdasarkan pendekatan data pasar dengan membandingkan harga-harga aset yang serupa yang dapat diobservasi. Harga pasar yang paling mendekati disesuaikan dengan perbedaan atributatribut utama, seperti: ukuran, lokasi, sifat kepemilikan, dan kondisi fisik. Pengukuran nilai wajar juga mempertimbangkan penggunaan tertinggi dan terbaik (highest and best use) dari aset yang dinilai. The fair value of fixed assets in the form of land are based on market data approach by comparing observable market prices of similar assets. Market prices in close proximity are adjusted for differences in key attributes such as: size, location, ownership form, and physical condition. The fair value measurement also considers highest and best use of the asset being valued. Pendekatan yang digunakan dalam penilaian aset tetap selain tanah adalah pendekatan biaya (cost approach). Pendekatan biaya adalah pendekatan penilaian untuk mendapatkan indikasi nilai obyek penilaian berdasarkan biaya reproduksi baru (new reproduction cost) atau biaya pengganti baru (new replacement cost) pada tanggal penilaian (cut off date) setelah dikurangi dengan penyusutan. The approach used in the valuation of fixed assets other than land is the cost approach. The cost approach is an appraisal approach to obtain an indication of the value of the valuation object based on the new reproduction cost or new replacement cost on the valuation date (cut off date) after deducting depreciation. Pengukuran nilai wajar untuk aset tetap Bank dikategorikan sebagai nilai wajar Level 2 berdasarkan input-input dalam teknik penilaian yang digunakan. The fair value measurement for the Bank’s fixed assets has been categorised as a Level 2 fair value based on the inputs to the valuation technique used. Lampiran - 5/119 - Schedule
  133. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Revaluasi aset tetap (lanjutan) Fixed assets revaluation (continued) Informasi mengenai revaluasi yang dilakukan oleh Bank adalah sebagai berikut: Information related to revaluation done by the Bank were as follows: a. Revaluasi pada Desember 2021 a. Pada tanggal 31 Desember 2021, kenaikan bersih dari revaluasi tanah dan bangunan sebesar Rp230.300, setelah pajak tangguhan sebesar Rp43.911, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan disajikan dalam cadangan revaluasi aset tetap. Tabel berikut menyajikan informasi mengenai revaluasi tanah pada tanggal revaluasi: Nilai buku bersih sebelum revaluasi/ Net book value before revaluation Tanah Bangunan Revaluation on December 2021 On 31 December 2021, the net increase arising on the revaluation of land and building of Rp230,300, net of deferred tax of Rp43,911 was recognised in other comprehensive income and presented in the fixed assets revaluation reserve. The following table presents the information on the revaluation of land on the date of revaluation: Nilai wajar pada tanggal revaluasi/ Fair value on the date of revaluation Keuntungan revaluasi/ Revaluation surplus 2.263.376 205.343 2.330.601 412.329 67.225 206.986 2.468.719 2.742.930 274.211 Land Buildings Nilai wajar dari aset tetap dinilai oleh Ocky Rinaldy, S.E., M.Sc., MAPPI (Cert) dari KJPP Suwendho Rinaldy & Rekan, penilai properti independen eksternal yang terdaftar di OJK Pasar Modal dan telah memenuhi kualifikasi profesional dan berpengalaman di lokasi dan kategori aset yang dinilai dalam laporannya tertanggal 20 Desember 2021. The fair values of fixed assets were determined by Ocky Rinaldy, S.E., M.Sc., MAPPI (Cert) from KJPP Suwendho Rinaldy & Rekan, an external independent property appraiser registered at OJK Capital Market and fulfills the professional qualifications and experience in the location and category of the assets being valued based on its reports dated 20 December 2021. Berdasarkan laporan penilai tersebut, nilai tercatat dari aset tetap selain tanah dan bangunan tidak berbeda secara material dengan nilai wajarnya, sehingga Bank tidak mencatat selisih tersebut. Based on the appraiser report, the carrying amount of revalued assets except land and building does not differ significantly from the fair values, therefore the Bank does not record the difference. Tabel berikut menyajikan perbandingan antara tanah dan bangunan berdasarkan model revaluasi dan model biaya pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: The following table presents the comparison between land and buildings based on revaluation model and cost model as of 31 December 2021 and 2020: 2021 Model revaluasi/ Model biaya/ Revaluation Cost model model 2020 Model revaluasi/ Model biaya/ Revaluation Cost model model Tanah Bangunan 455.528 149.059 2.330.601 412.329 614.289 130.739 2.275.949 239.235 Land Building Jumlah 604.587 2.742.930 745.028 2.515.184 Total Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat indikasi terjadinya penurunan nilai permanen aset tetap. Management believes that there is no indication of permanent impairment in the value of fixed assets. Lampiran - 5/120 - Schedule
  134. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Revaluasi aset tetap (lanjutan) Fixed assets revaluation (continued) Informasi mengenai revaluasi yang dilakukan oleh Bank adalah sebagai berikut: (lanjutan) Information related to revaluation done by the Bank were as follows: (continued) b. b. Revaluasi pada tahun-tahun sebelumnya Revaluation on previous years Revaluasi pada Desember 2020 Revaluation on December 2020 Pada tanggal 31 Desember 2020, kenaikan dari revaluasi tanah Bank serta aset tetap yang dibeli dari BBI sebesar Rp227.569, setelah dikurangi pajak tangguhan sebesar Rp1.924 menjadi sebesar Rp225.645 diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan disajikan dalam cadangan revaluasi aset tetap. Untuk kenaikan dari revaluasi bangunan Bank jumlahnya tidak material sehingga Bank tidak mencatat kenaikan tersebut. On 31 December 2020, the increase arising on the revaluation of Bank’s land and fixed assets purchased from BBI amounted to Rp227,569, net of deferred income tax of Rp1,924 become Rp225,645 was recognised in other comprehensive income and presented in the fixed assets revaluation reserve. The increase of Banks’s building revaluation was immaterial, therefore the Bank does not record the increase. Tabel berikut menyajikan informasi mengenai revaluasi tanah dan bangunan pada tanggal revaluasi: The following table presents the information on the revaluation of land and building on the date of revaluation: Nilai buku bersih sebelum revaluasi/ Net book value before revaluation Tanah Aset tetap yang dibeli dari BBI (lihat Catatan 30) - Tanah - Bangunan 1.510.928 69.285 13.020 82.305 Jumlah 1.593.233 Nilai wajar pada tanggal revaluasi/ Fair value on the date of revaluation 1.571.381 Keuntungan revaluasi/ Revaluation surplus 60.453 Land 227.659 21.762 158.374 8.742 Fixed assets purchased from BBI (refer to Note 30) Land Building - 249.421 167.116 1.820.802 227.569 Total Nilai wajar dari tanah dan bangunan dinilai oleh Ir. Richard K. Utomo M.Ec.Dev, MAPPI (Cert) dari KJPP Hari Utomo dan Rekan, penilai properti independen eksternal, yang memenuhi kualifikasi profesional dan berpengalaman di lokasi dan kategori aset yang dinilai dalam laporannya tertanggal 13 November 2020. The fair values of land and buildings were determined by Ir. Richard K. Utomo M.Ec.Dev, MAPPI (Cert) from KJPP Hari Utomo dan Rekan, an external independent property appraiser, who fulfills the professional qualifications and experience in the location and category of the assets being valued based on its reports dated 13 November 2020. Nilai wajar dari tanah dan bangunan yang dibeli dari BBI dinilai oleh Drs. Nirboyo Adiputro, MAPPI (Cert) dari KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, penilai properti independen eksternal, yang memenuhi kualifikasi profesional dan berpengalaman di lokasi dan kategori aset yang dinilai dalam laporannya tertanggal 8 September 2020. The fair values of land and buildings purchased from BBI were determined by Drs. Nirboyo Adiputro, MAPPI (Cert) from KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan, an external independent property appraiser, who fulfills the professional qualifications and experience in the location and category of the assets being valued based on its reports dated 8 September 2020. Atas pembelian aset tetap dari BBI yang terjadi sebelum tanggal efektif integrasi, jumlah keuntungan revaluasi sebesar Rp167.116 dicatat sebagai Cadangan revaluasi aset tetap dan pengurang Tambahan modal disetor bersih (lihat Catatan 30). For the purchase of fixed assets from BBI which happened prior to the effective date of integration, total of revaluation surplus amounted to Rp167,116 is recorded in Fixed assets revaluation reserve and deduction to Additional paid-in capital - net (refer to Note 30). Lampiran - 5/121 - Schedule
  135. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Revaluasi aset tetap (lanjutan) Fixed assets revaluation (continued) Informasi mengenai revaluasi yang dilakukan oleh Bank adalah sebagai berikut: (lanjutan) Information related to revaluation done by the Bank were as follows: (continued) b. b. Revaluasi pada tahun-tahun sebelumnya (lanjutan) Revaluation on previous years (continued) Revaluasi pada Desember 2018 Revaluation on December 2018 Pada tanggal 31 Desember 2018, kenaikan dari revaluasi tanah sebesar Rp159.325 diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan disajikan dalam cadangan revaluasi aset tetap. Untuk kenaikan dari revaluasi bangunan jumlahnya tidak material sehingga Bank tidak mencatat kenaikan tersebut. Tabel berikut menyajikan informasi mengenai revaluasi tanah pada tanggal revaluasi: On 31 December 2018, the increase arising on the revaluation of land of Rp159,325 was recognised in other comprehensive income and presented in the fixed assets revaluation reserve. The increase of building revaluation was not material, therefore the Bank does not record the increase. The following table presents the information on the revaluation of land on the date of revaluation: Nilai buku bersih sebelum revaluasi/ Net book value before revaluation Tanah 1.796.987 Nilai wajar pada tanggal revaluasi/ Fair value on the date of revaluation 1.956.312 Keuntungan revaluasi/ Revaluation surplus 159.325 Land Nilai wajar dari tanah dan bangunan dinilai oleh Giman, S. Sos., MAPPI (Cert) dari KJPP Asmawi dan Rekan, penilai properti independen eksternal, yang memenuhi kualifikasi profesional dan berpengalaman di lokasi dan kategori aset yang dinilai dalam laporannya tertanggal 28 Agustus 2018. The fair values of land and buildings were determined by Giman, S. Sos., MAPPI (Cert) from KJPP Asmawi dan Rekan, an external independent property appraiser, who fulfills the professional qualifications and experience in the location and category of the assets being valued based on its reports dated 28 August 2018. Pada tahun 2019, Bank menunjuk Ir. Yohn P. S. Napitupulu, M.Sc. dari KJPP Toto dan Rekan, penilai properti independen eksternal, yang memenuhi kualifikasi profesional dan berpengalaman di lokasi dan kategori aset yang dinilai untuk melakukan penelaahan terhadap nilai wajar tanah dan bangunan. Berdasarkan laporan penilai tertanggal 7 November 2019, nilai tercatat dari aset tidak berbeda secara material dengan nilai wajarnya, sehingga Bank tidak mencatat selisih tersebut. In 2019, the Bank appointed Ir. Yohn P. S. Napitupulu, M.Sc from KJPP Toto dan Rekan, an external independent property appraiser, who fulfills the professional qualifications and experience in the location and category of the assets being valued, to review the fair values of land and buildings. Based on appraiser report dated 7 November 2019, the carrying amount of revalued assets does not differ significantly from the fair values, therefore the Bank does not record the difference. Revaluasi pada November 2015 Revaluation on November 2015 Pada tanggal 31 Desember 2015, kenaikan dari revaluasi sebesar Rp1.634.051, setelah pajak penghasilan sebesar Rp64.055, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan disajikan dalam cadangan revaluasi aset tetap. Tabel berikut menyajikan informasi mengenai revaluasi tanah dan bangunan pada tanggal revaluasi: On 31 December 2015, the increase arising on the revaluation of Rp1,634,051, net of income tax of Rp64,055, was recognised in other comprehensive income and presented in the fixed assets revaluation reserve. The following table presents the information on the revaluation of land and buildings on the date of revaluation: Nilai buku bersih sebelum revaluasi/ Net book value before revaluation Nilai wajar pada tanggal revaluasi/ Fair value on the date of revaluation Keuntungan revaluasi/ Revaluation surplus Tanah Bangunan 367.196 423.522 1.809.079 679.745 1.441.883 256.223 Land Building Jumlah 790.718 2.488.824 1.698.106 Total Lampiran - 5/122 - Schedule
  136. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 15. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TETAP (lanjutan) 15. FIXED ASSETS (continued) Revaluasi aset tetap (lanjutan) Fixed assets revaluation (continued) Informasi mengenai revaluasi yang dilakukan oleh Bank adalah sebagai berikut: (lanjutan) Information related to revaluation done by the Bank were as follows: (continued) b. b. Revaluasi pada tahun-tahun sebelumnya (lanjutan) Revaluasi pada November 2015 (lanjutan) Revaluation on November 2015 (continued) Nilai wajar dari tanah dan bangunan dinilai oleh Ir. Richard K. Utomo MEc.Dev.,MAPPI (Cert) dari Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Hari Utomo dan Rekan, penilai properti independen eksternal, yang memenuhi kualifikasi profesional dan berpengalaman di lokasi dan kategori aset yang dinilai dalam laporannya tertanggal 20 November 2015. The fair values of land and buildings were determined by Ir. Richard K. Utomo MEc.Dev.,MAPPI (Cert) from Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Hari Utomo dan Rekan, an external independent property appraiser, who fulfills the professional qualifications and experience in the location and category of the assets being valued based on its reports dated 20 November 2015. Pada tanggal 22 April 2016, Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) telah menyetujui revaluasi atas tanah dan bangunan untuk tujuan perpajakan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP395/WPJ.19/2016 seperti pada tabel di bawah ini. Pada saat menerima persetujuan dari DJP untuk revaluasi atas bangunan untuk tujuan perpajakan, Bank mencatat pajak final sebesar Rp5.923 mengurangi cadangan revaluasi aset tetap dan merealisasi pajak tangguhan sebesar Rp64.055. On 22 April 2016, Directorate General of Tax (“DGT”) has approved the revaluation on lands and buildings for tax purposes through Decision of the Directorate General of Taxes No. KEP395/WPJ.19/2016 as shown on the table below. On the date of the approval from DGT for the revaluation on buildings for tax purposes, the Bank recorded final tax of Rp5,923 as deduction to the fixed assets revaluation reserve and realised deferred tax of Rp64,055. Nilai buku bersih sebelum revaluasi/ Net book value before revaluation 16. Revaluation on previous years (continued) Nilai wajar pada tanggal revaluasi/ Fair value on the date of revaluation Keuntungan revaluasi/ Revaluation surplus Tanah Bangunan 367.196 423.522 1.809.079 675.374 1.441.883 251.852 Land Building Jumlah 790.718 2.484.453 1.693.735 Total ASET TAKBERWUJUD 16. INTANGIBLE ASSETS Aset takberwujud terdiri dari: Intangible assets consist of the following: 2021 Saldo awal/ Beginning balance Harga perolehan Perangkat lunak Goodwill (lihat Catatan 1e dan 2q) Hubungan pelanggan (lihat Catatan 2q) Hak atas tanah Aset takberwujud dalam penyelesaian Akumulasi kerugian penurunan nilai Goodwill (lihat Catatan 1e dan 2q) Hubungan pelanggan (lihat Catatan 2q) Akumulasi amortisasi Perangkat lunak Hubungan pelanggan (lihat Catatan 2q) Hak atas tanah Pengurangan/ Deductions Saldo akhir/ Ending balance Reklasifikasi/ Reclassification 415.497 51.485 (111.406) 150.792 506.368 119.590 - (119.590) - - 102.733 956 - (102.733) (956) - - 638.776 51.485 (334.685) 150.792 506.368 223.391 142.267 862.167 193.752 (334.685) (150.792) - 721.234 - 6.575 - - (3.920) - 3.920 - - (10.495) - 10.495 - - 111.296 - 98.813 693 - 210.802 - (191.249) (98.813) (693) (97.297) (97.297) 560.917 (177.250) - Accumulated impairment losses Goodwill (refer to Note 1e and 2q) Customer relationships (refer to Note 2q) Accumulated amortisation Software Customer relationships (refer to Note 2q) Land rights (177.250) 543.984 Lampiran - 5/123 - Schedule Cost Software Goodwill (refer to Note 1e and 2q) Customer relationships (refer to Note 2q) Land rights 214.866 Intangible assets in progress (6.575) (290.755) Nilai buku bersih Penambahan/ Additions Net book value
  137. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 16. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET TAKBERWUJUD (lanjutan) 16. INTANGIBLE ASSETS (continued) Aset takberwujud terdiri dari: (lanjutan) Intangible assets (continued) consist of the following: 2020 Saldo awal/ Beginning Balance Harga perolehan Perangkat lunak Goodwill (lihat Catatan 1e dan 2q) Hubungan pelanggan (lihat Catatan 2q) Hak atas tanah Aset takberwujud dalam penyelesaian Akumulasi kerugian penurunan nilai Goodwill (lihat Catatan 1e dan 2q) Hubungan pelanggan (lihat Catatan 2q) Akumulasi amortisasi Perangkat lunak Hubungan pelanggan (lihat Catatan 2q) Hak atas tanah Nilai buku bersih Penambahan/ Additions 450.908 26.134 119.590 - 102.733 956 - 674.187 26.134 189.277 113.354 863.464 139.488 Pengurangan/ Deductions (140.785) Saldo akhir/ Ending balance 79.240 415.497 - - 119.590 - - 102.733 956 79.240 638.776 (79.240) 223.391 (140.785) (140.785) - - - - - - - (10.495) - - - (10.495) (191.249) (95.482) 140.785 - (98.813) (652) (41) - - (336.017) (95.523) 140.785 - Intangible assets in progress Accumulated impairment losses Goodwill (6.575) (refer to Note 1e and 2q) Customer relationships (3.920) (refer to Note 2q) (3.920) (236.552) Cost Software Goodwill (refer to Note 1e and 2q) Customer relationships (refer to Note 2q) Land rights 862.167 (6.575) Accumulated amortisation Software Customer relationships (98.813) (refer to Note 2q) (693) Land rights (290.755) 516.952 560.917 Net book value Beban amortisasi dibebankan pada beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing sejumlah Rp97.297 dan Rp95.523 (lihat Catatan 38). Amortisation expense charged to general and administrative expenses for the years ended 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp97,297 and Rp95,523, respectively (refer to Note 38). Penghentian pengakuan hubungan pelanggan Derecognition relationships atas goodwill dan Sehubungan dengan divestasi entitas anak, PT SFK, pada tanggal 30 Desember 2021, Bank menghentikan pengakuan atas goodwill dan hubungan pelanggan (lihat Catatan 1e). 17. Reklasifikasi/ Reclassification ASET LAIN-LAIN and customer In relation to the divestment of subsidiary, PT SFK, on 30 December 2021, the Bank derecognised goodwill and customer relationships (refer to Note 1e). This account consists of the following: 2021 Jumlah goodwill 17. OTHER ASSETS Akun ini terdiri dari: Tagihan lainnya - trade finance - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp22.647 pada 31 Desember 2021 dan Rp23.119 pada 31 Desember 2020 Tagihan lain-lain Bunga masih akan diterima Uang muka Beban dibayar dimuka Beban ditangguhkan terkait pinjaman karyawan Agunan diambil alih - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp64.518 pada 31 Desember 2021 dan Rp146.059 pada 31 Desember 2020 Uang muka atas pembayaran Surat Ketetapan Pajak dan kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan (lihat Catatan 23l) Uang jaminan Piutang kartu kredit dan kartu debit Lain-lain - setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar Rp14.911 pada 31 Desember 2021 dan Rp14.214 pada 31 Desember 2020 of 2020 1.788.869 546.466 410.898 312.857 242.467 710.533 546.466 318.725 224.883 197.868 200.729 186.182 104.961 404.870 77.612 24.458 2.430 1.002.530 26.892 3.907 Other receivables - trade finance net of allowance for impairment losses of Rp22,647 at 31 December 2021 and Rp23,119 at 31 December 2020 Other receivables Accrued interest receivables Advances Prepaid expenses Deferred expense relating to employee loans Foreclosed assets - net of allowance for impairment losses of Rp64,518 at 31 December 2021 and Rp146,059 at 31 December 2020 Advances on tax assessment letters and corporate income tax overpayment (refer to Note 23l) Guarantee deposits Credit cards and debit cards receivables 108.132 117.470 Others - net of allowance for impairment losses of Rp14,911 at 31 December 2021 and Rp14,214 at 31 December 2020 3.819.879 3.740.326 Total Lampiran - 5/124 - Schedule
  138. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 17. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET LAIN-LAIN (lanjutan) 17. OTHER ASSETS (continued) Tagihan lainnya - trade finance Other receivables - trade finance Tagihan lainnya - trade finance merupakan tagihan kepada nasabah terkait dengan transaksi perdagangan (ekspor dan impor). Other receivables - trade finance represent receivables from customers related to trade finance transactions (export and import). Bunga masih akan diterima Accrued interest receivables Bunga masih akan diterima terutama terdiri dari bunga atas efek-efek untuk diperdagangkan dan efek-efek untuk tujuan investasi. Accrued interest receivables mainly consists of interest of securities held for trading and investment securities. Agunan diambil alih Foreclosed assets Agunan diambil alih terutama terdiri dari tanah, bangunan dan kendaraan bermotor. Foreclosed assets mainly consist of land, buildings and motor vehicles. Tagihan lain-lain Other receivables Tagihan lain-lain sebesar Rp546.466 merupakan tagihan yang muncul dari transaksi pengalihan/cessie dengan PT Era Giat Prima (“EGP“) pada tanggal 11 Januari 1999 dengan tujuan untuk mengalihkan hak tagih Bank atas penempatan pada pasar uang dan kontrak-kontrak swap milik Bank pada bank beku operasi dan bank yang diambil oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1998. Sebagai kompensasinya, EGP akan menyerahkan efek-efek kepada Bank dengan nilai setara. Selama perjanjian berlangsung, EGP tidak pernah melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan efek-efek kepada Bank. Other receivables amounted to Rp546,466 was receivable which derived from the transactions of transfer/cessie agreement with PT Era Giat Prima (“EGP”) as of 11 January 1999 to transfer Bank’s receivables on the placements at money market and swap contracts at frozen banks and banks taken over by the Government of Indonesia on 1998. As a compensation, EGP agreed to deliver marketable securities to the Bank with equivalent value. During the implementation of the agreement, EGP did not settle its obligation to deliver such marketable securities to the Bank. Pada tanggal 1 Juni 1999, Bank menerima pembayaran dari Bank Indonesia (“BI”) sebagai penyelesaian atas hak tagih Bank tersebut di atas. Pada tanggal 9 Juni 1999, Bank membayarkan sejumlah Rp546.466 kepada EGP sebagai penyelesaian atas perjanjian cessie di atas karena Bank telah menerima pembayaran dari Bank Indonesia. Pada waktu ini EGP belum melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan efek-efek kepada Bank. On 1 June 1999, the Bank received a payment from Bank Indonesia (“BI”) as a settlement of the Bank’s claim as mentioned above. On 9 June 1999, the Bank transferred Rp546,466 to EGP as a full settlement of the transfer/cessie agreement because the Bank has received payment from Bank Indonesia. At this point, EGP had not delivered the obligation to deliver the marketable securities to the Bank. Atas instruksi Bank Indonesia pada tanggal 12 Agustus 1999, BI meminta Bank untuk membuka rekening escrow untuk menampung pengembalian dana dari EGP (Bank Bali qq EGP) dan tidak diperbolehkan untuk mencairkan dana tersebut tanpa persetujuan BI. Selanjutnya pada tanggal 16 hingga 19 Agustus 1999, terdapat penerimaan pengembalian dana sebesar Rp546.466 dari EGP yang masuk pada rekening escrow tersebut. Dana ini kemudian diperkarakan oleh Bank karena Bank ingin mengambil kembali dana yang telah dibayarkan kepada EGP sebelumnya. As instructed by Bank Indonesia on 12 August 1999, BI requested the Bank to open an escrow account to accommodate the repayment amount from EGP (Bank Bali qq EGP) and did not allow withdrawal of funds without BI’s approval. Subsequently on 16 to 19 August 1999, there was incoming repayment transfer amounted to Rp546,466 from EGP to that escrow account. This fund was later disputed by the Bank because the Bank wanted to collect the fund which has been previously paid to EGP. Mahkamah Agung pada tanggal 8 Maret 2004 dan 29 Mei 2007 (Peninjauan Kembali) memutuskan bahwa dana pada rekening escrow sebesar Rp546.466 adalah milik Bank. Namun, pada tanggal 15 Juni 2009, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (“Kejari”) melalui surat No.B-1668/0.1.14/Ft/06/2009 menyampaikan bahwa sehubungan dengan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung Republik Indonesia atas perkara pidana lain, yang juga telah memperoleh kekuatan hukum tetap (in kracht), maka Kejari akan melaksanakan eksekusi barang bukti berupa dana dalam rekening escrow dengan cara menyetorkan ke Kas Negara sehingga dana tersebut tidak lagi berada dalam rekening escrow di Bank Permata. Eksekusi tersebut telah dilaksanakan berdasarkan Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan tanggal 29 Juni 2009. The Supreme Court on 8 March 2004 and 29 May 2007 (Judicial Review) decided that the fund in the Bank’s escrow account amounted to Rp546,466 belongs to the Bank. However, on 15 June 2009, the South Jakarta District Attorney (“Kejari”) through its letter No.B-1668/0.1.14/Ft/06/2009 informed the Bank that in connection with the decision of Judicial Review of other criminal case, which have also been final and legally binding (in kracht), Kejari will execute the evidence of the funds in the escrow account by transferring the balance to State Treasury and hence the escrow fund is no longer kept in Bank Permata. The execution was done based on Berita Acara Pelaksanaan Putusan Pengadilan dated 29 June 2009. Lampiran - 5/125 - Schedule
  139. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 17. 18. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET LAIN-LAIN (lanjutan) 17. OTHER ASSETS (continued) Tagihan lain-lain (lanjutan) Other receivables (continued) Terhadap eksekusi tersebut di atas, hingga saat ini Bank masih mengupayakan pengembalian dana tersebut, karena Manajemen berkeyakinan bahwa Bank adalah pemilik sah dari dana rekening escrow berdasarkan keputusan Mahkamah Agung dalam perkara perdata dan tata usaha negara yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (in kracht). Against the execution mentioned above, until now the Bank is still trying to get the fund returned due to Management believes that the Bank is the valid owner of the escrow funds based on decisions of the Supreme Court on civil and state administration cases which have been final and legally binding (in kracht). Manajemen menyatakan bahwa saldo cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya aset lain-lain. Management has determined that the allowance for impairment losses was adequate to cover losses on uncollectible other assets. LIABILITAS SEGERA 18. LIABILITIES PAYABLE ON DEMAND Akun ini terdiri dari: This account consists of the following: 2021 Rupiah Utang kepada ATM Bersama, kartu kredit dan kartu debit Utang pajak lainnya - Pajak penghasilan pasal 4(2) - Pajak penghasilan pasal 21 - Pajak pertambahan nilai - Pajak penghasilan pasal 23 - Pajak penghasilan pasal 26 Utang kepada notaris Utang premi Jumlah 19. 2020 184.885 123.427 87.826 48.597 6.192 2.035 1.300 38.046 13.072 98.631 48.080 6.070 1.773 1.432 30.343 15.152 Rupiah Payable to ATM Bersama, credit cards and debit cards Other taxes payable Income tax article 4(2) Income tax article 21 Value added tax Income tax article 23 Income tax article 26 Payable to notaries Premium payables 381.953 324.908 Total Utang kepada ATM Bersama, kartu kredit dan kartu debit Payable to ATM Bersama, credit cards and debit cards Utang kepada ATM Bersama merupakan tagihan atas transaksi yang dilakukan oleh pemegang kartu Bank Permata di ATM bersama. Utang kartu kredit dan kartu debit merupakan tagihan-tagihan dari bank-bank lain dan merchant sehubungan dengan transaksi kartu kredit dan kartu debit. Payable to ATM Bersama represent payable for transaction made by Bank Permata card holders at ATM Bersama. Credit cards and debit cards payables represent claims from other banks and merchants in connection with the transactions of credit cards and debit cards. GIRO 19. DEMAND DEPOSITS Rincian giro adalah sebagai berikut: Rupiah/ Rupiah The details of demand deposits were as follows: 2021 Valuta asing/ Foreign currencies Jumlah/ Total Rupiah/ Rupiah 2020 Valuta asing/ Foreign currencies Jumlah/ Total Pihak ketiga Pihak berelasi 38.149.442 3.122 20.723.414 272 58.872.856 3.394 28.560.073 72 12.070.385 268 40.630.458 340 Third parties Related parties Jumlah 38.152.564 20.723.686 58.876.250 28.560.145 12.070.653 40.630.798 Total Giro wadiah dan mudharabah yang dikelola oleh Unit Usaha Syariah Bank masing-masing sebesar Rp3.771.715 dan Rp Rp3.161.439 pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Wadiah and mudharabah demand deposits managed by the Bank’s Sharia Business Unit amounted to Rp3,771,715 and Rp3,161,439 as of 31 December 2021 and 2020, respectively. Giro yang diblokir yang umumnya digunakan untuk jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank, program tax amnesty dan transaksi lainnya dengan Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing berjumlah Rp1.592.150 dan Rp1.820.211. Demand deposits which were blocked and were usually used as collateral for credit facilities extended by the Bank, tax amnesty program and other transactions with the Bank as of 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp1,592,150 and Rp1,820,211, respectively. Giro dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar giro diungkapkan pada Catatan 42. Demand deposits from related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of demand deposits is disclosed in Note 42. Lampiran - 5/126 - Schedule
  140. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 20. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TABUNGAN 20. SAVINGS Rincian tabungan adalah sebagai berikut: Rupiah/ Rupiah 21. 2021 Valuta asing/ Foreign currencies The details of savings were as follows: Jumlah/ Total 2020 Valuta asing/ Foreign currencies Rupiah/ Rupiah Jumlah/ Total Pihak ketiga Pihak berelasi 33.120.297 173.323 4.979.677 6.874 38.099.974 180.197 29.387.940 62.232 4.410.634 6.751 33.798.574 68.983 Third parties Related parties Jumlah 33.293.620 4.986.551 38.280.171 29.450.172 4.417.385 33.867.557 Total Tabungan wadiah dan mudharabah yang dikelola oleh Unit Usaha Syariah Bank masing-masing sebesar Rp9.942.168 dan Rp9.244.419 pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Wadiah and mudharabah savings managed by the Bank’s Sharia Business Unit amounted to Rp9,942,168 and Rp9,244,419 as of 31 December 2021 and 2020, respectively. Tabungan umumnya diblokir karena adanya program untuk produk tabungan tertentu, program bundling antara kartu kredit dengan produk tabungan tertentu, sebagai jaminan pelunasan KPR, program tax amnesty dan transaksi lainnya. Tabungan yang diblokir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing berjumlah Rp783.396 dan Rp723.958. Savings were generally blocked because of program on certain saving accounts, the bundling program between credit card and certain saving products, as the collaterals for housing loans, tax amnesty program and other transactions. Savings which were blocked as of 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp783,396 and Rp723,958, respectively. Tabungan dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar tabungan diungkapkan pada Catatan 42. Savings from related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of savings are disclosed in Note 42. DEPOSITO BERJANGKA 21. TIME DEPOSITS Rincian deposito berjangka adalah sebagai berikut: Rupiah/ Rupiah 2021 Valuta asing/ Foreign currencies Jumlah/ Total The details of time deposits were as follows: 2020 Valuta asing/ Foreign currencies Rupiah/ Rupiah Jumlah/ Total Pihak ketiga Pihak berelasi 71.804.533 55.231 10.974.138 1.993 82.778.671 57.224 61.786.321 58.437 9.405.230 4.729 71.191.551 63.166 Third parties Related parties Jumlah 71.859.764 10.976.131 82.835.895 61.844.758 9.409.959 71.254.717 Total Rincian deposito berjangka berdasarkan jangka waktu kontraktual penempatannya adalah sebagai berikut: 2021 Rupiah Kurang dari 3 bulan 3 bulan - kurang dari 6 bulan 6 bulan - kurang dari 12 bulan 12 bulan - lebih dari 12 bulan Valuta Asing Kurang dari 3 bulan 3 bulan - kurang dari 6 bulan 6 bulan - kurang dari 12 bulan 12 bulan - lebih dari 12 bulan Jumlah The details of time deposits based on the contractual period of their placements were as follows: 2020 31.624.359 15.845.910 10.530.372 13.859.123 27.793.316 14.051.660 7.482.029 12.517.753 71.859.764 61.844.758 1.450.880 4.519.963 3.296.296 1.708.992 2.112.151 1.977.314 895.960 4.424.534 10.976.131 9.409.959 82.835.895 71.254.717 Lampiran - 5/127 - Schedule Rupiah Less than 3 months 3 months - less than 6 months 6 months - less than 12 months 12 months - more than 12 months Foreign Currencies Less than 3 months 3 months - less than 6 months 6 months - less than 12 months 12 months - more than 12 months Total
  141. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 21. 22. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) DEPOSITO BERJANGKA (lanjutan) 21. TIME DEPOSITS (continued) Deposito mudharabah yang dikelola oleh Unit Usaha Syariah Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp10.367.678 dan Rp6.977.246. Mudharabah deposits managed by the Bank’s Sharia Business Unit as of 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp10,367,678 and Rp6,977,246, respectively. Pemblokiran deposito berjangka dilakukan sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank, letter of credit dan bank garansi yang diterbitkan oleh Bank, program tax amnesty serta transaksi lainnya (lihat Catatan 12 dan 44). Deposito berjangka yang diblokir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing berjumlah Rp9.083.684 dan Rp6.743.273. Time deposits were blocked and pledged as collaterals to the credit facilities extended by the Bank, letter of credit and bank guarantees issued by the Bank, tax amnesty program and other transactions (refer to Notes 12 and 44). Time deposits which were blocked as of 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp9,083,684 and Rp6,743,273, respectively. Deposito berjangka dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar deposito berjangka diungkapkan pada Catatan 42. Time deposits from related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of time deposits are disclosed in Note 42. SIMPANAN DARI BANK-BANK LAIN 22. DEPOSITS FROM OTHER BANKS Akun ini terdiri dari: This account consists of the following: 2021 2020 Rupiah Giro - Pihak ketiga - Pihak berelasi Tabungan - Pihak ketiga Deposito berjangka - Pihak ketiga Rupiah 1.249.352 3.235 999.524 12.657 488.322 346.991 1.471.516 864.320 3.212.425 2.223.492 Valuta Asing Foreign Currencies Giro - Pihak ketiga Jumlah 28.292 24.809 28.292 24.809 3.240.717 2.248.301 Informasi jangka waktu deposito berjangka adalah sebagai berikut: 2021 Rupiah Deposito berjangka Demand deposits Third parties Related parties Savings Third parties Time deposits Third parties - 31-365 hari/days Simpanan dari bank-bank lain yang berasal dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi simpanan dari bankbank lain diungkapkan pada Catatan 42. Demand deposits Third parties - Total Information for the period of time deposits were as follows: 2020 7-366 hari/days Rupiah Time deposits Deposits from other banks which were from related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification of deposits from other banks are disclosed in Note 42. Lampiran - 5/128 - Schedule
  142. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN 23. TAXATION a. Utang pajak penghasilan badan terdiri dari: a. Corporate income tax payables consist of: 2021 2020 Pajak penghasilan badan Bank - Pasal 25 - 8.630 Corporate income tax Bank Article 25 - Jumlah - 8.630 Total b. Beban pajak penghasilan terdiri dari: b. Income tax expense consists of: 2021 2020 Pajak kini: Transfer dari integrasi BBI (lihat Catatan 1d) Pajak tangguhan: Pembentukan dan pemulihan perbedaan temporer Bank Entitas anak - 511.059 334.394 - 167.483 (1.548) Current tax: Transfer from BBI integration (refer to Note 1d) Deferred tax: Origination and reversal of temporary difference Bank Subsidiary 334.394 165.935 Transfer dari integrasi BBI (lihat Catatan 1d) - 291 Transfer from BBI integration (refer to Note 1d) Dampak atas perubahan tarif pajak (lihat Catatan 23i) - 216.477 Impact on changes in tax rate (refer to Note 23i) 334.394 382.703 334.394 893.762 Jumlah Total c. Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Bank dan entitas anak menghitung, menyetorkan dan melaporkan pajak untuk setiap perusahaan sebagai suatu badan hukum yang terpisah (pelaporan pajak penghasilan konsolidasian tidak diperbolehkan) berdasarkan sistem self-assessment. Fiskus dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku. c. Under the taxation laws of Indonesia, the Bank and its subsidiary calculate, pay and submit individual company tax returns (submission of consolidated income tax computation is not allowed) on a self-assessment basis. The tax authorities may assess/amend taxes within the statute of limitations under prevailing regulations. Posisi Bank atas perpajakan dapat dipertanyakan oleh Fiskus. Manajemen mempertahankan posisi perpajakan Bank yang diyakini berdasarkan pada teknik dasar yang kuat, sesuai dengan peraturan perpajakan dan upaya manajemen dalam mengantisipasi kemungkinan risiko timbulnya pajak di masa depan. The Bank’s tax positions may be challenged by the tax authorities. Management vigorously defends the Bank’s tax positions which are believed to be grounded on sound technical basis, in compliance with the tax regulations and management efforts to anticipate possible future tax exposure. Lampiran - 5/129 - Schedule
  143. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) d. 23. TAXATION (continued) Rekonsiliasi dari laba akuntansi sebelum pajak penghasilan ke laba kena pajak Bank adalah sebagai berikut: d. The reconciliation of accounting income before income tax to the estimated taxable income of the Bank was as follows: 2021 Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan Laba sebelum pajak penghasilan BBI dari integrasi usaha (lihat Catatan 1d) Rugi entitas anak sebelum pajak penghasilan termasuk penyesuaian nilai wajar Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan (Bank saja) Perbedaan permanen: Sumbangan dan pemberian kenikmatan kepada karyawan Pendapatan dividen Pendapatan sewa Amortisasi surat utang subordinasi modal inti tambahan tier-1 Laba penjualan tanah dan bangunan - bersih Lain-lain Perbedaan temporer: Kerugian/(keuntungan) bersih penilaian efek-efek dan obligasi pemerintah untuk tujuan diperdagangkan Penambahan/(pemulihan) penyisihan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan Amortisasi atas beban yang ditangguhkan Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Cadangan imbalan pascakerja Beban yang masih harus dibayar dan provisi Perbedaan temporer yang timbul dari aset tetap dan aset takberwujud (Pemulihan)/penyisihan kerugian penurunan nilai agunan diambil alih Penyesuaian nilai wajar investasi pada entitas asosiasi 2020 - 2.881 Accounting income before income tax BBI’s income before income tax from business integration (refer to Note 1d) Subsidiary’s loss before income tax including fair value adjustment 1.565.521 738.976 Accounting income before income tax (Bank only) 1.565.521 - Penggunaan kompensasi rugi fiskal Tahun fiskal 2017 24.963 (971) 92.986 - 36.357 (1.678) - (45.548) 22.314 Permanent differences: Donation and benefits-in-kind to employees Dividend income Rent income Amortisation of additional tier-1 capital subordinated notes Gain on sale of land and building - net Others Temporary differences: 22.825 (20.686) 699 (42) 218 (4) 593.410 78.849 (739.234) (98.647) 132.429 40.819 (13.304) 39.980 (81.304) 35.189 75.209 - Net loss/(gain) on valuation of government securities and bonds held for trading Addition/(reversal) for allowance for decline in value of non-financial assets Amortisation of deferred charges Allowance for impairment losses from financial assets Provision of post-employment benefits Accruals and provisions Temporary difference arising from fixed assets and intangible assets (Reversal)/provision for decline in value of foreclosed assets Fair value adjustment of investment in associate (742.625) 2.329.004 18.665 (2.329.004) (18.665) Laba fiskal setelah kompensasi kerugian e. (879.254) 18.647 (190.000) (3.538) 809.031 Laba pajak 1.615.349 Taxable income Utilisation of tax losses Fiscal year 2017 - - Taxable income after fiscal compensation Angsuran pajak penghasilan pasal 25 34.520 8.630 Installment of income tax article 25 Kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan 34.520 8.630 Corporate income tax overpayment Jumlah laba kena pajak Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT“) Pajak Penghasilan Badan tahun pajak 2021. e. The Bank’s taxable income for the year ended 31 December 2021, was used as the basis for annual tax return (“SPT”) of Corporate Income Tax for fiscal year 2021. Lampiran - 5/130 - Schedule
  144. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) f. 23. TAXATION (continued) Rekonsiliasi antara laba akuntansi sebelum pajak penghasilan dikali tarif pajak yang berlaku dengan beban pajak penghasilan adalah sebagai berikut: f. 2021 Laba akuntansi sebelum pajak penghasilan Laba sebelum pajak penghasilan BBI dari integrasi usaha (lihat Catatan 1d) Laba akuntansi Bank Permata sebelum pajak penghasilan Reconciliation between accounting income before income tax multiplied by the theoretical tax rate and income tax expense was as follows: 2020 1.565.521 1.615.349 - (879.254) 736.095 Accounting income of Bank Permata before income tax 22% 22% Tax rate 344.415 161.941 1.565.521 Tarif pajak Perbedaan permanen dengan tarif pajak 22% Bank Sumbangan dan pemberian kenikmatan kepada karyawan Pendapatan dividen Pendapatan sewa Amortisasi surat utang subordinasi modal inti tambahan tier-1 Laba penjualan tanah dan bangunan - bersih Lain-lain Entitas anak 4.102 (41.800) (778) 5.492 (213) 20.457 - 7.998 - Beban pajak tangguhan dari perbedaan temporer Accounting income before income tax BBI’s income before income tax from business integration (refer to Note 1d) (369) (916) Permanent differences at 22% Bank Donation and benefits-in-kind to employees Dividend income Rent income Amortisation of additional tier-1 capital subordinated notes Gain on sale of land and building - net Others Subsidiary 334.394 165.935 Deferred tax expense from temporary differences Dampak atas perubahan tarif pajak (lihat Catatan 23i) - 216.477 Impact on changes in tax rate (refer to Note 23i) Beban pajak tangguhan dari integrasi BBI (lihat Catatan 1d) - 291 Deferred tax expense from BBI integration (refer to Note 1d) Jumlah beban pajak tangguhan 334.394 382.703 Total deferred tax expense g. Perhitungan pajak kini dan utang pajak adalah sebagai berikut: g. The computation of current income tax and tax payable was as follows: 2021 Laba/(rugi) kena pajak: Bank Entitas anak Penggunaan kompensasi rugi fiskal: Bank Entitas anak Pajak kini: Bank Entitas anak Pajak dibayar dimuka: Bank Entitas anak Utang pajak penghasilan badan: Bank Entitas anak Kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan: Bank Entitas anak 2020 2.329.004 - 18.665 (5.657) 2.329.004 13.008 (2.329.004) - (18.665) - (2.329.004) (18.665) - - - - 34.520 - - 34.520 - - 8.630 - - 8.630 34.520 - 8.630 - 34.520 8.630 Lampiran - 5/131 - Schedule Taxable income/(loss): Bank Subsidiary Utilisation of tax losses: Bank Subsidiary Current tax expense: Bank Subsidiary Prepaid taxes: Bank Subsidiary Corporate income tax payable: Bank Subsidiary Corporate income tax overpayment: Bank Subsidiary
  145. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) g. Perhitungan pajak kini dan utang pajak adalah sebagai berikut: (lanjutan) g. The computation of current income tax and tax payable was as follows: (continued) Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 adalah suatu perhitungan sementara yang dibuat untuk tujuan akuntansi dan dapat berubah pada saat Bank menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajaknya. The corporate income tax calculation for the year ended 31 December 2021 is a preliminary estimate made for accounting purposes and is subject to revision when the Bank lodges its Annual Corporate Tax Return. h. Saldo pajak tangguhan yang diakui dan perubahannya untuk 31 Desember 2021, terdiri dari: 31 Desember 2020/ 31 December 2020 Entitas induk - Bank: Aset pajak tangguhan: Beban yang masih harus dibayar dan provisi Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Cadangan imbalan pascakerja Penyisihan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan Perbedaan temporer yang timbul dari aset tetap dan aset takberwujud Rugi pajak belum dikompensasi Penyisihan kerugian penurunan nilai agunan diambil alih Penyesuaian nilai wajar investasi pada entitas asosiasi Liabilitas pajak tangguhan: Keuntungan yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang tersedia untuk dijual - bersih1) (lihat Catatan 13) Perbedaan temporer yang timbul dari aset tetap dan aset takberwujud Penyisihan kerugian penurunan nilai agunan diambil alih Keuntungan bersih penilaian aset keuangan untuk tujuan diperdagangkan Lainnya 1) h. Recognised deferred tax balances and the movement as of 31 December 2021 were comprised of the following: Diakui pada laba rugi/ Recognised in profit or loss Diakui pada penghasilan komprehensif lain/ Recognised in other comprehensive income Divestasi entitas anak/ Divestment of subsidiary 31 Desember 2021/ 31 December 2021 Parent entity - Bank: Deferred tax assets: 235.953 29.134 1.179.453 130.550 29.770 17.347 3.126 154 - - 265.087 - - 1.310.003 - 41.739 - 3.280 (5.378) - 39.598 (2.927) - - 808.215 (512.381) (36.671) - - 295.834 15.534 (15.534) - - - 2.311.649 16.546 (337.111) - 16.546 1.932.489 (42.049) Accruals and provisions Allowance for decline in value of financial assets Provision of postemployment benefits Allowance for decline in value of nonfinancial assets Temporary difference arising from fixed assets and intangible assets Tax loss carry forwards Allowance for decline in value of foreclosed assets Fair value adjustment of investment in associate Deferred tax liabilities: (116.059) - - (6.552) (7) (122.618) Aset pajak tangguhan bersih (Bank) 2.189.031 Aset pajak tangguhan bersih (entitas anak) 6.229 Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 2.195.260 - 20.020 - (96.039) - (7.240) - (7.240) - - (2.353) (2.353) 5.022 48 2.717 (334.394) - (334.394) - - 12.780 (29.269) 704 (28.565) Termasuk investasi pada Sukuk yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Lampiran - 5/132 - Schedule (1.530) 41 (107.121) Unrealised gain from changes in fair value of available-for-sale investment securities - net1) (refer to Note 13) Temporary difference arising from fixed assets and intangible assets Allowance for decline in value of foreclosed asset Net gain on valuation of financial assets held for trading Others 1.825.368 Deferred tax assets net (Bank) (6.933) - Deferred tax assets - net (subsidiary) (6.933) 1.825.368 - Total deferred tax assets - net Includes investment in Sukuk classified as fair value through other comprehensive income 1)
  146. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) h. Saldo pajak tangguhan yang diakui dan perubahannya untuk 31 Desember 2020, terdiri dari: (lanjutan) 31 Desember 2019/ 31 December 2019 Entitas induk - Bank: Aset pajak tangguhan: Beban yang masih harus dibayar dan provisi Penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan Cadangan imbalan pascakerja Penyisihan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan Perbedaan temporer yang timbul dari aset tetap dan aset takberwujud Rugi pajak belum dikompensasi Penyisihan kerugian penurunan nilai agunan diambil alih Liabilitas pajak tangguhan: Keuntungan yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar efek-efek untuk tujuan investasi yang tersedia untuk dijual - bersih1) (lihat Catatan 13) Keuntungan bersih penilaian aset keuangan untuk tujuan diperdagangkan Lainnya Diakui pada penghasilan komprehensif lain/ Recognised in other comprehensive income Dampak PSAK 71 dan 73/ Impact of SFAS 71 and 73 Dampak penurunan tarif pajak/ Impact on changes in tax rate Transfer dari integrasi BBI/ Transfer from BBI integration 31 Desember 2020/ 31 December 2020 Parent entity - Bank: Deferred tax assets: 257.924 8.980 - - (30.951) - (72.232) 812.382 400.260 (162.631) - 201.674 38.055 (21.702) 9.550 - 3.563 (9) - - (428) - 5.052 (4.463) - (1.924) 3.867 - 32.137 8.796 923.093 (4.107) - - (110.771) - 8.854 1.663.886 7.742 (162.931) 7.626 206.726 (1.062) (216.040) 812.382 235.953 Accruals and provisions Allowance for decline in value 1.179.453 of financial assets Provision of post29.770 employment benefits Allowance for decline in value of non3.126 financial assets Temporary difference arising from fixed assets and 39.598 intangible assets 808.215 Tax loss carry forwards Allowance for decline in value of 15.534 foreclosed assets 2.311.649 Deferred tax liabilities: (23.776) (2.274) (7) (26.057) Aset pajak tangguhan bersih (Bank) 1.637.829 Aset pajak tangguhan bersih (entitas anak) 5.192 Jumlah aset pajak tangguhan - bersih 1.643.021 1) Diakui pada laba rugi/ Recognised in profit or loss h. Recognised deferred tax balances and the movement as of 31 December 2020 were comprised of the following: (continued) - (92.283) - - - (167.483) (84.657) 206.726 (215.766) 812.382 2.189.031 Deferred tax assets net (Bank) 167 (711) - 6.229 Deferred tax assets - net (subsidiary) 206.893 (216.477) 812.382 2.195.260 Total deferred tax assets - net (165.935) (84.624) Termasuk investasi pada Sukuk yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Atas aset pajak tangguhan yang transfer dari integrasi BBI, terdapat penyesuaian tarif pajak yang diakui pada Tambahan modal disetor bersih (lihat Catatan 1d dan 30) dan diakui pada Penghasilan Komprehensif Lain masing-masing sebesar Rp576.049 dan sebesar Rp4.620. - (6.552) (7) (122.618) Net loss on valuation of financial assets held for trading Others (92.283) 33 - (116.059) (4.551) (1) (4.552) 1.548 273 1 274 - Unrealised gain from changes in fair value of available-for-sale investment securities - net1) (refer to Note 13) Includes investment in Sukuk classified as fair value through other comprehensive income 1) For deferred tax assets transferred from BBI integration, there is a tax rate adjustment which are recognised in Additional paid-in capital net (see Notes 1d and 30) and recognised in Other Comprehensive Income amounting to Rp576,049 and Rp4,620, respectively. Lampiran - 5/133 - Schedule
  147. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) i. Pada tanggal 18 Mei 2020, Pemerintah menerbitkan UU No. 2 tahun 2020, yang menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia (“Perppu“) No. 1 tahun 2020 menjadi Undang-Undang yang antara lain menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya sebesar 25% menjadi 22% untuk tahun fiskal 2020 dan 2021, serta menjadi 20% sejak tahun fiskal 2022. Bank telah membukukan pengaruh dari perubahan tarif pajak penghasilan badan tersebut pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2020, berupa penurunan aset pajak tangguhan sebesar Rp221.970 di mana jumlah sebesar Rp216.477 dibebankan ke laba rugi tahun berjalan dan sebesar Rp5.493 dibebankan ke penghasilan komprehensif lainnya. i. On 18 May 2020, the Government issued Law No. 2 year 2020, which establish Government Regulation in Lieu of the Republic of Indonesia Law (“Perppu“) No. 1 year 2020 as Law, which among others reduced the corporate income tax rate from 25% to 22% for fiscal years 2020 and 2021, and to 20% since fiscal year 2022. The Bank has recorded the effect of changes in the corporate income tax rate in the consolidated financial statements for the year ended 31 December 2020, in the form of a decrease in deferred tax assets by Rp221,970 in which the amount of Rp216,477 was charged to current year's profit and loss and Rp5,493 was charged to other comprehensive income. j. Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan UU No. 7 tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”) yang antara lain mengubah beberapa ketentuan pada Undang-Undang Perpajakan yaitu: Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Program Pengungkapan Sukarela Wajib Pajak, Pajak Karbon, dan Cukai. Melalui UU HPP, Pemerintah telah menetapkan tarif pajak penghasilan badan sebesar 22%, berlaku mulai tahun fiskal 2022. Dengan demikian, tidak ada perubahan tarif pajak penghasilan badan pada laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021. j. On 29 October 2021, the Government issued Law No. 7 year 2021 regarding the Harmonisation of Tax Regulation (“UU HPP”) which change some regulations, among others: the General Provisions and Tax Procedures Law, the Income Tax Law, the Value Added Tax Law and Sales Tax on Luxury Goods, the Taxpayer Voluntary Disclosure Program, Carbon Tax, and Exercise Tax. Through UU HPP, the Government has set the corporate income tax rate at 22%, effective starting fiscal year 2022. Hence, there is no change in the corporate income tax rate in the financial statements for the year ended 31 December 2021. k. Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer kemungkinan besar dapat direalisasi pada tahun-tahun mendatang. k. Management believes that total deferred tax assets arising from temporary differences are probable to be realised in the future years. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, saldo rugi pajak belum dikompensasi Bank masing-masing sebesar Rp1.344.701 dan Rp3.673.705. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank’s tax loss carry forwards was Rp1,344,701 and Rp3,673,705, respectively. Rugi fiskal tersebut akan kadaluwarsa dalam jumlah yang berbeda-beda sampai dengan masing-masing 31 Desember 2022 dan 2024. Manajemen berpendapat bahwa Bank mempunyai laba fiskal yang cukup di masa mendatang untuk menutup aset pajak tangguhan atas rugi pajak belum dikompensasi tersebut sebelum kadaluwarsa. The fiscal losses will expire in varying amounts in 31 December 2022 and 2024, respectively. Management believes that the Bank will have sufficient future taxable incomes to utilise the deferred tax assets on those tax loss carry forwards before it expires. Pada tanggal 31 December 2021 and 2020, pembayaran pajak yang dicatat sebagai uang muka (lihat Catatan 17) adalah sebagai berikut: l. As of 31 December 2021 and 2020, the tax payment which were recorded as advance (refer to Note 17) are as follows: l. 2021 Pembayaran atas Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) tahun fiskal 2010 sampai dengan 2019 Pengembalian pajak dari hasil keputusan Direktorat Jendral Pajak Lebih bayar atas Pajak Penghasilan Badan Tahun fiskal 2019 Tahun fiskal 2020 Tahun fiskal 2021 2020 682.406 (1.152.525) 725.624 (236.305) 504.581 8.630 34.520 504.581 8.630 - 77.612 1.002.530 Lampiran - 5/134 - Schedule Payment on Tax Assessment Letters (“SKP”) for fiscal years 2010 up to 2019 Tax refund from decision of Directorate General of Taxes Overpayment of Corporate Income Tax Fiscal year 2019 Fiscal year 2020 Fiscal year 2021
  148. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (1) Tahun fiskal 2010 l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (1) Fiscal year 2010 Berdasarkan surat Kantor Pelayanan Pajak (“KPP”) Wajib Pajak Besar (“WPB”) I tanggal 4 Agustus 2011 tentang Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (“SP3”), KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2010. Pada tanggal 29 Mei 2012, KPP WPB I menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) Pajak Penghasilan (“PPh”) Badan sebesar Rp88.078 dan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) serta Surat Tagihan Pajak (“STP”) PPN dengan jumlah sebesar Rp61.705. Pada tanggal 14 Agustus 2012, Bank mengajukan keberatan atas SKP tersebut. Based on the Tax Audit Notification Letter from Large Tax Office (“LTO”) I dated 4 August 2011, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2010. On 29 May 2012, LTO I issued Overpayment Tax Assessment Letter (“SKPLB”) for Corporate Income Tax amounting to Rp88,078 and Underpayment Tax Assessment Letter (“SKPKB”) and Tax Collection Letter (“STP”) for Value Added Tax (“VAT”) amounting to Rp61,705. On 14 August 2012, the Bank filed objection letters for SKP. Pada tanggal 2 Juli 2013, DJP menerima sebagian keberatan atas PPh Badan dan PPN masing-masing sejumlah Rp2.643 dan Rp44.359. Atas keputusan tersebut, Bank telah mengajukan permohonan banding ke Pengadilan Pajak. On 2 July 2013, DGT partially approved the Bank’s objection for Corporate Income Tax and VAT amounting to Rp2,643 and Rp44,359, respectively. Based on the objection results, the Bank flled an appeal to the Tax Court. Pada tanggal 6 Juli 2015, Pengadilan Pajak menolak permohonan Bank. Atas Putusan Pengadilan tersebut, pada tanggal 27 Oktober 2015, Bank mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan dan PPN tersebut masing-masing sebesar Rp12.103 dan Rp5.762. Pada tanggal 14 Maret 2019, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali Bank atas PPN. On 6 July 2015, the Tax Court decided to reject the Bank’s appeals. Based on that decision, on 27 October 2015, the Bank filed Judicial Review Memorandum to the Supreme Court on the Corporate Income Tax and VAT amounting to Rp12,103 and Rp5,762, respectively. On 14 March 2019, the Supreme Court accepted Bank’s Judicial Review on VAT. Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank pada tanggal 27 Mei 2016 untuk PPh Badan dan PPN, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung. Pada tanggal 10 Januari 2019 dan 8 April 2019, Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali DJP atas PPN dan PPh Badan. Namun demikian, sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, permohonan Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Bank atas PPh Badan masih dalam proses. The Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank for Corporate Income Tax and VAT on 27 May 2016 to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court. On 10 January 2019 and 8 April 2019, the Supreme Court rejected the DGT’s Judicial Review on VAT and Corporate Income Tax. Meanwhile, up to the issuance date of these financial statements, the Judicial Review request filed by the Bank on Corporate Income Tax was still in process. Lampiran - 5/135 - Schedule
  149. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (2) Tahun fiskal 2011 l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (2) Fiscal year 2011 Berdasarkan surat DJP tanggal 23 April 2015 tentang SP3, DJP melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2011. Pada tanggal 11 Mei 2016, DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan sebesar Rp318.735 dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp94.459. Bank mengajukan keberatan kepada DJP atas SKP tersebut. Based on the Tax Audit Notification Letter from DGT dated 23 April 2015, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2011. On 11 May 2016, DGT issued SKPKB for Corporate Income Tax amounting to Rp318,735 and several SKPKB for other income taxes and VAT and STP for VAT with the amount totaling to Rp94,459. The Bank filed objection letters to the DGT for the above SKP. DJP menolak keberatan Bank atas SKPKB PPh Badan dan mengubah jumlah pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp327.867. DJP juga menolak keberatan Bank atas jenis pajak yang lain dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp94.459. Pada bulan Agustus, September dan Oktober 2017 atas keputusan keberatan tersebut, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. The DGT rejected the objections submitted by the Bank on Corporate Income Tax and changed the balance of underpayment for Corporate Income Tax to Rp327,867. The DGT also rejected the objections submitted by the Bank on other taxes with the amount totaling to Rp94,459. In August, September and October 2017 based on the objections results, the Bank filed an appeal to the Tax Court. Pada tanggal 24 September 2019 dan tanggal 26 Desember 2019, Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas PPh Badan sehingga jumlah pajak kurang bayar berubah menjadi sebesar Rp26.996. Pengadilan Pajak juga mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas pajak penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN sehingga jumlah keseluruhan pajak kurang bayar menjadi Rp25.178. Pada tanggal 23 Januari 2020, DJP menerbitkan STP sebesar Rp22 atas pajak penghasilan lainnya yang ditolak oleh Pengadilan Pajak. On 24 September 2019 and 25 December 2019, the Tax Court partially approved the Bank’s appeal for Corporate Income Tax and changed the balance of underpayment for Corporate Income Tax to Rp26,996. The Tax Court also partially approved the Bank’s appeal for other income tax, VAT and STP for VAT and changed the balance of tax underpayment to Rp25,178. On 23 January 2020, DGT issued STP for other income tax which was rejected by Tax Court with total amount of Rp22. Pada tanggal 2 Desember 2019 dan 13 Maret 2020, Bank mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan Rp14.099 dan pajak penghasilan lain, PPN dan STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp20.740. Pada tanggal 23 Juli 2020, Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Peninjauan Kembali Bank atas pajak penghasilan lain (PPh Pasal 26) sehingga jumlah pajak kurang bayar atas pajak penghasilan lainnya, PPN dan STP PPN menjadi Rp20.385. Pada tanggal 28 Januari 2021, Bank menerima pemberitahuan bahwa Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali Bank atas penghasilan lain, PPN dan STP PPN sebesar Rp20.974. Pada tanggal 24 Maret 2021, Bank menerima pemberitahuan bahwa Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali atas PPh Badan. On 2 December 2019 and 13 March 2020, the Bank filed Judicial Review Memorandum to the Supreme Court on the Corporate Income Tax amounting to Rp14,099 and other income tax, VAT and STP for VAT amounting to Rp20,740. On 23 July 2020, the Supreme Court has accepted the Judicial Review request from the Bank for other income tax (Income Tax Article 26), and the balance of underpayment of other income tax, VAT and STP for VAT changed to Rp20,385. On 28 January 2021, the Bank received notice that Supreme Court has rejected the Bank’s Judicial Review Memorandum on other income tax, VAT and STP for VAT amounting to Rp20,974. On 24 March 2021, the Bank received notice that Supreme Court has rejected the Bank’s Judicial Review Memorandum on Corporate Income Tax. Lampiran - 5/136 - Schedule
  150. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (2) Tahun fiskal 2011 (lanjutan) l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (2) Pada tanggal 19 Juni 2020 dan 22 Juni 2020, Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan, pajak penghasilan lain serta PPN. Pada tanggal 16 dan 20 Juli 2020, Bank menyerahkan surat balasan atas pengajuan Memori Peninjauan Kembali DJP kepada Mahkamah Agung. Pada tanggal 14 Oktober 2020, Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali DJP atas pajak penghasilan lain (PPh Pasal 26 masa pajak Juni sampai dengan Desember). Pada tanggal 19 Maret 2021, Bank menerima pemberitahuan bahwa Mahkamah Agung menolak permohonan Peninjauan Kembali DJP atas PPh Badan, PPN dan STP PPN serta atas pajak penghasilan lain (PPh Pasal 4(2)). Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, pengajuan Memori Peninjauan Kembali oleh DJP untuk jenis pajak lainnya (PPh Pasal 23) masih dalam proses. (3) Tahun fiskal 2012 Fiscal year 2011 (continued) On 19 June 2020 and 22 June 2020, the Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court for Corporate Income Tax, other income tax and VAT. On 16 and 20 July 2020, the Bank has submitted the response letter for the Judicial Review Memorandum from DGT to Supreme Court. On 14 October 2020, the Supreme Court rejected the DGT’s Judicial Review on other income tax (Income Tax Article 26 for period of June up to December). On 19 March 2021, the Bank received notice that Supreme Court has rejected DGT’s Judicial Review Memorandum on Corporate Income Tax, VAT, and other income tax (Income Tax Article 4(2)). Up to the issuance date of these financial statements, the Judicial Review Memorandum from DGT for the other taxes (Income Tax Article 23) was still in process. (3) Fiscal year 2012 Berdasarkan surat DJP tanggal 23 April 2015 tentang SP3, DJP melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2012. Pada tanggal 15 Desember 2017, DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan sebesar Rp289.279 dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp13.263. Bank mengajukan keberatan kepada DJP atas SKP tersebut pada tanggal 14 Maret 2018. Pada tanggal 12 Februari 2019, DJP menolak keberatan Bank atas PPh Badan dan menerima sebagian keberatan Bank atas pajak penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN sehingga jumlah pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp7.823. Pada bulan Mei 2019, atas keputusan keberatan tersebut, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Lampiran - 5/137 - Schedule Based on the Tax Audit Notification Letter from DGT dated 23 April 2015, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2012. On 15 December 2017, DGT issued SKPKB for corporate income tax in the amount of Rp289,279 and several SKPKB for other income taxes and VAT and STP for VAT with the amount totaling to Rp13,263. On 14 March 2018, the Bank filed objection letters to the DGT. On 12 February 2019, the DGT rejected the Bank’s objection for Corporate Income Tax and partially approved the Bank’s objections for other income taxes, VAT and STP for VAT and changed the tax underpayment to Rp7,823. In May 2019 based on the objections results, the Bank filed an appeal to the Tax Court.
  151. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) l. Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (3) Tahun fiskal 2012 (lanjutan) l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (3) Fiscal year 2012 (continued) Pada tanggal 27 November 2020, Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas PPh Badan sehingga jumlah pajak kurang bayar berubah menjadi sebesar Rp482. Pengadilan Pajak juga mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas pajak penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN sehingga jumlah keseluruhan pajak kurang bayar menjadi Rp504. Bank tidak mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas hasil Putusan Pengadilan Pajak tersebut. On 27 November 2020, the Tax Court has accepted the appeal request from the Bank for Corporate Income Tax, and the balance of tax underpayment changed to Rp482. The Tax Court also partially approved the Bank’s appeal for other income tax, VAT and STP for VAT and changed the balance of the tax underpayment to Rp504. The Bank did not file for Judicial Review to the Supreme Court on the Tax Court decision. Pada tanggal 15 Maret 2021, Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan dan PPN. Pada tanggal 8 April 2021, Bank menyerahkan surat balasan atas pengajuan Memori Peninjauan Kembali DJP kepada Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. On 15 March 2021, the Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court for Corporate Income Tax, other income tax and VAT. On 8 April 2021, the Bank has submitted the response letter for the Judicial Review Memorandum from DGT to Supreme Court. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process. (4) Tahun fiskal 2013 (4) Fiscal year 2013 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 5 Maret 2015, tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2013. Pada tanggal 7 Juni 2017, DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan sebesar Rp280.351 dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp62.769. Bank mengajukan keberatan kepada DJP atas SKP tersebut pada tanggal 5 September 2017. Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 5 March 2015, the tax authorities performed tax audit on all at the Bank’s taxes for fiscal year 2013. On 7 June 2017, DGT issued SKPKB for Corporate Income Tax amounting to Rp280,351 and several SKPKB for other income taxes and VAT and STP for VAT with the amount totaling to Rp62,769. On 5 September 2017, the Bank filed objection letters to the DGT. Pada tanggal 20 dan 31 Agustus 2018, DJP menerima sebagian keberatan atas PPh Badan sehingga jumlah pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp279.428. DJP juga menerima sebagian keberatan Bank atas jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN sehingga jumlah keseluruhan pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp22.548. On 20 and 31 August 2018, the DGT partially approved the Bank’s objections on Corporate Income Tax and changed the balance of tax underpayment to Rp279,428. DGT also partially approved the objections submitted by the Bank on other taxes and VAT and changed the total balance of underpayment to Rp22,548. Lampiran - 5/138 - Schedule
  152. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (4) Tahun fiskal 2013 (lanjutan) l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (4) Fiscal year 2013 (continued) Pada tanggal 26 dan 27 November 2020, Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas PPh Badan sehingga jumlah pajak kurang bayar berubah menjadi sebesar Rp171. Bank tidak mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas hasil Putusan Pengadilan Pajak tersebut. On 26 and 27 November 2020, the Tax Court has accepted the appeal request from the Bank for Income Tax, and the balance of tax underpayment changed to Rp171. The Bank did not apply for Judicial Review to the Supreme Court on the Tax Court decision. Pengadilan Pajak juga mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas pajak penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN sehingga jumlah keseluruhan pajak kurang bayar menjadi Rp4.970. Pada tanggal 17 Februari 2021, Bank telah mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas hasil Putusan Pengadilan Pajak atas PPh Pasal 4(2) sebesar Rp17.307. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, upaya Peninjauan Kembali tersebut masih dalam proses. The Tax Court also partially approved the Bank’s appeal for other income tax, VAT and STP for VAT and changed the balance of underpayment to Rp4,970. On 17 February 2021, the Bank has applied the Judicial Review to the Supreme Court on the Tax Court decision of Income Tax Article 4(2) amounting to Rp17,307. Up to the issuance date of these financial statements, the Judicial Review was still in process. Pada tanggal 15 Maret 2021, Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan dan PPN. Pada tanggal 8 April 2021, Bank menyerahkan surat balasan atas pengajuan Memori Peninjauan Kembali DJP kepada Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. On 15 March 2021, the Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court for Corporate Income Tax, other income tax and VAT. On 8 April 2021, the Bank has submitted the response letter for the Judicial Review Memorandum from DGT to Supreme Court. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process.. (5) Tahun fiskal 2014 (5) Fiscal year 2014 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 14 Agustus 2015 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas PPh Badan Bank tahun 2014. Pada tanggal 21 April 2016, DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan, di mana jumlah pajak kurang bayar menjadi Rp197.231 dari jumlah lebih bayar Rp35.082. Bank mengajukan keberatan kepada DJP atas SKP tersebut. Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 14 August 2015, the tax authorities performed tax audit for the Bank’s Corporate Income Tax for fiscal year 2014. On 21 April 2016, the DGT issued SKPKB for corporate income tax, wherein the tax underpayment became Rp197,231 from tax overpayment of Rp35,082. The Bank filed tax objection letters to the DGT. Pada tanggal 17 Juli 2017, DJP menolak keberatan Bank. Pada tanggal 16 Oktober 2017 Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. On 17 July 2017, the DGT rejected the objections filed by the Bank. On 16 October 2017, the Bank filed an appeal to the Tax Court. Lampiran - 5/139 - Schedule
  153. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (5) Tahun fiskal 2014 (lanjutan) l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (5) Fiscal year 2014 (continued) Pada tanggal 26 Desember 2019, Pengadilan Pajak mengabulkan sebagian permohonan banding Bank sehingga jumlah pajak lebih bayar menjadi Rp34.280. Bank tidak mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas hasil Putusan Pengadilan Pajak tersebut. On 26 December 2019, the Tax Court partially approved the Bank’s appeal for Corporate Income Tax and changed the balance of Corporate Income Tax overpayment to Rp34,280. The Bank did not apply for Judicial Review to the Supreme Court on the Tax Court decision. Pada tanggal 22 Juni 2020, Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan. On 22 June 2020, the Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court for Corporate Income Tax. Pada tanggal 20 Juli 2020, Bank menyerahkan surat balasan atas pengajuan Memori Peninjauan Kembali DJP kepada Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. On 20 July 2020, the Bank has submitted the response letter for the Judicial Review Memorandum from DGT to the Supreme Court. Up to the issuance date of these financial statements, the tax case was still in process. (6) Tahun fiskal 2015 (6) Fiscal year 2015 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 26 Agustus 2016 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2015. Pada tanggal 27 April 2017 DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan sebesar Rp519.390 setelah memperhitungkan kelebihan pembayaran pajak sebesar Rp65.451 dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp476. Bank mengajukan keberatan kepada DJP atas SKP tersebut pada tanggal 25 Juli 2017. Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 26 August 2016, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2015. On 27 April 2017, the DGT issued SKPKB for Corporate Income Tax in the amount of Rp519,390 net of tax overpayment of Rp65,451 and several SKPKB for other income taxes and VAT and STP for VAT with the total amount of Rp476. On 25 July 2017, the Bank filed the objection letters to the DGT. Pada tanggal 11 Juli 2018, DJP menerima sebagian keberatan atas PPh Badan sehingga jumlah pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp519.390 setelah memperhitungkan lebih bayar Rp65.451. Atas keputusan keberatan tersebut, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak pada bulan Oktober 2018. On 11 July 2018, the DGT partially approved the Bank’s objections for Corporate Income Tax and changed the balance of underpayment to Rp519,390 after net off with overpayment of Rp65,451. Based on the objection results, the Bank filed the appeal to the Tax Court in October 2018. Pada tanggal 26 November 2020, Pengadilan Pajak mengabulkan seluruhnya permohonan banding Bank atas PPh Badan sehingga jumlah pajak lebih bayar menjadi sebesar Rp65.210. Bank tidak mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas hasil Putusan Pengadilan Pajak tersebut. On 26 November 2020, the Tax Court has accepted all of the appeal request from the Bank for Corporate Income Tax, and the balance of the tax overpayment changed to Rp65,210. The Bank did not apply for Judicial Review to the Supreme Court on the Tax Court decision. Lampiran - 5/140 - Schedule
  154. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (6) Tahun fiskal 2015 (lanjutan) l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (6) Fiscal year 2015 (continued) Pada tanggal 15 Maret 2021, Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPh Badan. Pada tanggal 8 April 2021, Bank menyerahkan surat balasan atas pengajuan Memori Peninjauan Kembali DJP kepada Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. (7) Tahun fiskal 2016 On 15 March 2021, the Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court for Corporate Income Tax. On 8 April 2021, the Bank has submitted the response letter for the Judicial Review Memorandum from DGT to Supreme Court. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process. (7) Fiscal year 2016 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 3 Oktober 2017 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2016. Pada tanggal 18 Desember 2017, DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan sebesar Rp105.815 dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp4.373. Bank mengajukan keberatan kepada DJP atas SKP tersebut pada tanggal 14 Maret 2018. Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 3 October 2017, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2016. On 18 December 2017, DGT issued SKPKB for Corporate Income Tax in the amount of Rp105,815 and several SKPKB for other income taxes and VAT and STP for VAT with the amount totaling to Rp4,373. On 14 March 2018, the Bank filed tax objection letters to the DGT. Pada bulan Januari, Februari dan Maret 2019, DJP menolak keberatan Bank atas PPh Badan dan menerima sebagian keberatan Bank atas pajak penghasilan lainnya sehingga jumlah pajak kurang bayar atas penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN menjadi sebesar Rp2.479. Pada bulan Mei 2019, atas keputusan keberatan tersebut, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. In January, February and March 2019, the DGT rejected the Bank’s objection for Corporate Income Tax and partially approved the Bank’s objections for other income taxes and changed the tax underpayment for other income taxes, VAT and STP for VAT to Rp2,479. In May 2019, based on the objections results, the Bank filed an appeal to the Tax Court. Pada tanggal 26 November 2020, Pengadilan Pajak mengabulkan seluruhnya permohonan banding Bank atas PPh Badan. Pengadilan Pajak juga mengabulkan sebagian permohonan banding Bank atas pajak penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN sehingga jumlah pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp110. Bank tidak mengajukan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas hasil Putusan Pengadilan Pajak tersebut. On 26 November 2020, the Tax Court has accepted all of the appeal request from the Bank for Corporate Income Tax. The Tax Court also partially approved the Bank’s appeal for other income tax, VAT and STP for VAT and changed the balance of the tax underpayment to Rp110. The Bank did not apply for Judicial Review to the Supreme Court on the Tax Court decision. Lampiran - 5/141 - Schedule
  155. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) 23. TAXATION (continued) l. Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) (7) Tahun fiskal 2016 (lanjutan) l. As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (7) Fiscal year 2016 (continued) Pada tanggal 15 Maret 2021, Pengadilan Pajak menyerahkan Memori Peninjauan Kembali kepada Bank, memberitahukan bahwa DJP mengajukan permohonan Peninjauan Kembali ke Mahkamah Agung atas PPN dan PPh Pasal 23. Pada tanggal 8 April 2021, Bank menyerahkan surat balasan atas pengajuan Memori Peninjauan Kembali DJP kepada Mahkamah Agung. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. (8) Tahun fiskal 2017 On 15 March 2021, the Tax Court delivered the Judicial Review Memorandum to the Bank to notify that the DGT filed a Judicial Review to the Supreme Court for VAT and Income Tax Article 23. On 8 April 2021, the Bank has submitted the response letter for the Judicial Review Memorandum from DGT to Supreme Court. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process. (8) Fiscal year 2017 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 29 Juni 2018 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2017. Pada tanggal 25 April 2019, DJP menerbitkan SKPKB PPh Badan sebesar Rp171.190 dan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp40.041. Pada tanggal 23 Juli 2019, Bank mengajukan keberatan atas SKP tersebut kepada DJP. Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 29 June 2018, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2017. On 25 April 2019, the DGT issued SKPKB for Corporate Income Tax amounting to Rp171,190 and several SKPKB for other income taxes and VAT and STP for VAT with the amount totaling to Rp40,041. On 23 July 2019, the Bank filed tax objection letter to the DGT. Pada bulan Juni 2020, DJP menerima sebagian keberatan atas PPh Badan sehingga jumlah pajak kurang bayar menjadi nihil dan rugi fiskal berubah menjadi Rp2.646.750 dari semula Rp2.789.469. DJP juga menerima sebagian keberatan Bank atas jenis pajak penghasilan lainnya dan PPN sehingga jumlah keseluruhan pajak kurang bayar menjadi sebesar Rp39.086. Pada bulan Agustus dan September 2020, atas keputusan keberatan tersebut, Bank mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. In June 2020, the DGT partially approved the Bank’s objections on Corporate Income Tax hence the balance of underpayment is nil and tax loss changed to Rp2,646,750 instead of Rp2,789,469. DGT also partially approved the objections submitted by the Bank on other taxes and VAT and changed the total balance of underpayment to Rp39,086. In August and September 2020, based on the objections results, the Bank filed an appeal to the Tax Court. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process. (9) Tahun fiskal 2018 (9) Fiscal year 2018 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 14 Oktober 2020 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2018. Pada tanggal 11 November 2021, DJP menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Nihil (“SKPN”) atas PPh Badan sebesar nihil namun penghasilan neto fiskal berubah menjadi Rp1.343.461 dari semula sebesar Rp1.098.195, serta beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya, PPN serta STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp4.438. Bank berencana untuk mengajukan keberatan pajak. Lampiran - 5/142 - Schedule Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 14 October 2020, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2018. On 11 November 2021, the DGT issued Nil Tax Assessment Letter (“SKPN”) for Corporate Income Tax amounting to nil but net fiscal income changed to Rp1,343,461 from Rp1,098,195, and several SKPKB for other income taxes, VAT and STP for VAT totalling to Rp4,438. The Bank plans to apply for tax objection.
  156. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 23. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERPAJAKAN (lanjutan) l. 23. TAXATION (continued) Pada tanggal 31 Desember 2021, terdapat beberapa SKP yang telah diterbitkan oleh DJP sehubungan dengan tahun fiskal berikut ini: (lanjutan) l. (10) Tahun fiskal 2019 As of 31 December 2021, there were various SKP which had been issued by DGT related to the following fiscal years: (continued) (10) Fiscal year 2019 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 15 Juni 2020 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2019. Pada tanggal 17 Februari 2021, KPP WPB I telah menerbitkan SKPLB atas klaim kelebihan pembayaran PPh Badan sebesar Rp504.273 dan mengubah jumlah kerugian fiskal Bank dari Rp1.081.105 menjadi laba fiskal Rp285.482, serta menerbitkan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya serta PPN, dan STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp5.520. Pada tanggal 7 Mei 2021, Bank mengajukan keberatan atas SKP tersebut kepada DJP. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 15 June 2020, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2019. On 17 February 2021, LTO I has issued SKPLB for the Bank's claim for tax refund on Corporate Income Tax amounting to Rp504,273 and changed the amount of Bank’s tax losses from losses amounting to Rp1,081,105 to taxable income amounting to Rp285,482, several SKPKB for other income taxes and VAT, and STP for VAT with the amount totaling to Rp5,520. The Bank plans to file tax objection letter to the DGT. On 7 May 2021, the Bank filed tax objection letter to the DGT. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process. (11) Tahun fiskal 2020 (11) Fiscal year 2020 Berdasarkan surat KPP WPB I tanggal 29 Juli 2021 tentang SP3, KPP WPB I melakukan pemeriksaan pajak atas seluruh jenis pajak Bank untuk tahun fiskal 2020 (lihat Catatan 53). 24. PINJAMAN DITERIMA Based on the Tax Audit Notification Letter from LTO I dated 29 July 2021, the tax authorities performed tax audit on all of the Bank’s taxes for fiscal year 2020 (see Note 53). 24. BORROWINGS Rincian pinjaman yang diterima adalah sebagai berikut: The details of borrowings were as follows: 2021 2020 Penempatan dari bank lain - Pihak ketiga 1.350 8 Placement from other bank Third parties - Jumlah 1.350 8 Total Penempatan dari bank lain merupakan penempatan dana yang diterima dari bank lain dalam transaksi normal kegiatan usaha dengan suku bunga kontraktual sebesar 0% untuk tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Represents placement obtained from other bank in the normal business transactions with contractual interest rate of 0% for 31 December 2021 and 2020. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar pinjaman yang diterima diungkapkan pada Catatan 42. Information with regards to the classification and fair value of borrowings was disclosed in Note 42. Lampiran - 5/143 - Schedule
  157. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 25. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA 25. OBLIGATION FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS Sejak tanggal 4 Juli 2003, Bank menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya dan dikelola serta diadministrasikan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“DPLK BNI”). Iuran untuk dana pensiun dihitung berdasarkan persentase tertentu dari gaji pokok karyawan. Jumlah iuran yang ditanggung Bank adalah sebesar 9,00%. Sejak Februari 2019, masing-masing karyawan diberikan opsi yang disediakan oleh Bank untuk menentukan besaran persentase iuran karyawan yang akan ditanggungnya. Sebelumnya, jumlah iuran yang ditanggung karyawan adalah sebesar 4,00%. Since 4 July 2003, the Bank had a defined contribution pension plan that covers all permanent employees and managed by Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (“DPLK BNI”). The contribution for pension plan is computed based on certain percentage of employees’ basic salary. The contribution from the Bank is 9.00%. Since February 2019, each employee has been given the option by the Bank to determine the percentage of employee contributions to be borne. Previously, the contribution from employees is 4.00%. Sampai dengan 31 Desember 2021, untuk program iuran pasti di atas, Bank telah menempatkan dana untuk mendukung pemenuhan liabilitas imbalan pascakerja karyawan pada DPLK Astra Aviva dan DPLK AIA Financial masing-masing sebesar Rp375.021 dan Rp375.000, dalam bentuk Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (“PPUKP”), yang memenuhi kriteria sebagai aset program. As of 31 December 2021, for the defined contribution plan above, the Bank has placed some funds to support the fulfillment of its post-employment benefit obligations in DPLK Astra Aviva and DPLK AIA Financial amounted to Rp375,021 and Rp375,000, respectively, in the form of Pension Programme for Severance Compensation (“PPUKP”), which meet the criteria as plan assets. Sesuai dengan Undang-Undang (UU) No.11/2020 tentang Cipta Kerja (”Omnibus Law”) dan UndangUndang Republik Indonesia No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, Bank juga wajib memberikan imbalan pascakerja kepada karyawannya pada saat pemutusan hubungan kerja atau pada saat karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Imbalan pascakerja ini diberikan terutama berdasarkan masa kerja dan kompensasi karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja atau selesainya masa kerja. In accordance with Law No.11/2020 relating to Job Creation (“Omnibus Law”) and Law of the Republic of Indonesia No.13/2003 relating to labor regulations, the Bank is also required to provide post-employment benefits to its employees when their employment is terminated or when they retire. These benefits are primarily based on years of service and the employees’ compensation at termination or retirement. Liabilitas imbalan manfaat pasti neto sebesar nilai kini dari estimasi jumlah imbalan pascakerja di masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aset program yang ada. Perhitungan dilakukan oleh aktuaria independen, dengan menggunakan metode projected-unit-credit. The net defined benefit liability is calculated as the present value of estimated future benefits that the employees have earned in return for their services in the current and prior periods, deducted by fair value of any plan assets. The calculation is performed by an independent actuary, by using the projected-unitcredit method. Program imbalan manfaat pasti memberikan eksposur risiko aktuarial kepada Bank, seperti: risiko investasi, risiko suku bunga dan risiko inflasi. The defined benefit plan exposes the Bank to actuarial risk, e.g., investment risk, interest rate risk and inflation risk. Tabel berikut ini menyajikan saldo kewajiban imbalan manfaat pasti neto dan liabilitas imbalan pascakerja Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: The following table reflects the balance of net defined benefit liability and the Bank’s obligation for post-employment benefit as of 31 December 2021 and 2020, respectively: 2021 Bank Nilai kini kewajiban imbalan manfaat pasti Nilai wajar aset program Defisit Entitas anak Nilai kini kewajiban imbalan manfaat pasti Liabilitas imbalan pascakerja 2020 799.854 (610.117) 789.900 (654.586) 189.737 135.314 Bank Present value of defined benefit obligation Fair value of plan asset Deficit - 4.413 Subsidiary Present value of defined benefit obligation 189.737 139.727 Obligation for post-employment benefits Lampiran - 5/144 - Schedule
  158. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 25. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan) 25. OBLIGATION FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS (continued) Tabel berikut ini menyajikan rincian beban imbalan pasca kerja dan kerugian aktuaria untuk tahun-tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020: 2021 Beban imbalan pasca kerja Bank Entitas anak (Keuntungan)/kerugian aktuaria Bank Entitas anak Divestasi entitas anak 2020 91.817 - 77.660 833 91.817 78.493 (24.425) 3.175 81.743 (241) - (21.250) 81.502 Tabel berikut mencerminkan saldo nilai kini kewajiban imbalan manfaat pasti Bank serta perubahan nilai kini dan beban yang diakui selama tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020: 2021 Nilai kini kewajiban imbalan pasti, awal tahun Termasuk dalam laba rugi Beban jasa kini Beban bunga Termasuk dalam penghasilan komprehensif lain (Keuntungan)/kerugian aktuaria yang timbul dari: - Asumsi keuangan - Penyesuaian pengalaman Lain-lain Pembayaran manfaat dari Bank Pembayaran manfaat aset program Nilai kini kewajiban imbalan pasti, akhir tahun The following table reflects the details of postemployment benefits expenses and actuarial loss for the years ended 31 December 2021 and 2020: Post-employment benefits expenses Bank Subsidiary Actuarial (gain)/losses Bank Subsidiary Subsidiary divestment The following table reflects the balance of the present value of defined benefit obligation of the Bank as well as the movements in the present value and the expense recognised for the years ended 31 December 2021 and 2020: 2020 789.900 691.501 Present value of defined benefit obligation, beginning of year 82.913 42.531 67.385 46.570 Included in profit or loss Current service cost Interest expense 125.444 113.955 Included in other comprehensive income (11.266) (11.092) 68.216 26.027 (22.358) 94.243 (12.969) (80.163) (16.307) (93.492) (93.132) (109.799) 799.854 789.900 Lampiran - 5/145 - Schedule Actuarial (gain)/losses arising from: Financial assumptions Experience adjustments - Others Benefits paid directly by the Bank Benefits paid from plan assets Present value of defined benefit obligation, end of year
  159. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 25. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan) 25. OBLIGATION FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS (continued) Tabel di bawah menyajikan perubahan nilai wajar aset program untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020: The following table reflects the movement in the fair value of plan assets for the years ended 31 December 2021 and 2020: 2021 Nilai wajar aset program, awal tahun 2020 654.586 539.283 Fair value of plan assets, beginning of year - 160.000 Funds placed at DPLK Penempatan dana pada DPLK Termasuk dalam laba rugi Pendapatan bunga atas aset program Included in profit or loss 33.627 36.295 Interest income on plan assets Termasuk dalam penghasilan komprehensif lain Pengembalian aset program di luar pendapatan bunga Included in other comprehensive income Return on plan assets excluding interest income 2.067 12.500 Pembayaran Pembayaran manfaat aset program (80.163) (93.492) Nilai wajar aset program, akhir tahun 610.117 654.586 Fair value of plan assets, end of year Aset program terdiri dari: Obligasi Kas dan setara kas 487.027 123.090 423.154 231.432 Plan assets comprise of: Bonds Cash and cash equivalents 610.117 654.586 Payment Benefits paid from plan assets Obligasi pemerintah memiliki harga pasar yang diambil dari pasar aktif. Government bonds have market price which is taken from active market. Tabel di bawah merupakan komparasi nilai kini dari liabilitas imbalan dan penyesuaian yang timbul pada liabilitas program Bank: The following is the historical comparison of the Bank's present value of defined obligation and experience adjustment on plan liabilities: Nilai kini dari liabilitas imbalan manfaat pasti Nilai wajar aset program Defisit Penyesuaian yang timbul pada liabilitas program Penyesuaian yang timbul pada aset program 2021 31 Desember/31 December 2020 2019 2018 2017 (799.854) 610.117 (189.737) (789.900) 654.586 (135.314) (691.501) 539.283 (152.218) (578.745) 563.331 (15.414) (643.575) 509.951 (133.624) (22.358) 94.243 116.044 (56.586) 147.013 (2.067) (12.500) (17.069) 21.200 (13.608) Analisis jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun tanpa diskonto adalah sebagai berikut: Present value of defined obligation Fair value of plan asset Deficit Experience adjustment on plan liabilities Experience adjustment on plan assets Expected maturity analysis of undiscounted pension benefit is as follows: 2021 Dalam 1 tahun/ Within 1 year Manfaat pasti 101.619 2 sampai 5 tahun/ Between 2 to 5 years Lebih dari 5 tahun/ Over 5 years 451.030 552.501 Jumlah/ Total 1.105.150 Defined benefit 2020 Dalam 1 tahun/ Within 1 year Manfaat pasti 91.147 2 sampai 5 tahun/ Between 2 to 5 years Lebih dari 5 tahun/ Over 5 years 411.931 Lampiran - 5/146 - Schedule 591.694 Jumlah/ Total 1.094.772 Defined benefit
  160. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 25. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan) 25. OBLIGATION FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS (continued) Perhitungan liabilitas imbalan pasca-kerja dibentuk berdasarkan proyeksi perhitungan yang dilakukan oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Santhi Devi dan Ardianto Handoyo pada tanggal 31 Desember 2021 dan PT Towers Watson Purbajaga pada tanggal 31 Desember 2020 sebagaimana tercatat dalam laporannya masingmasing pada tanggal 9 Februari 2022 dan 8 Februari 2021. Asumsi utama yang digunakan dalam perhitungan liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto per tahun Kenaikan gaji per tahun Hasil yang diharapkan per tahun Umur pensiun normal Manfaat The calculation of obligation for post-employment benefits are based on the projection performed by an independent actuary which is Consulting Office Santhi Devi and Ardianto Handoyo as of 31 December 2021 and PT Towers Watson Purbajaga as of 31 December 2020 as stated in their report dated 9 February 2022 and 8 February 2021. The major actuarial assumptions used for the calculation of the obligation for post-employment benefits were as follows: 2021 2020 5,75% 6,00% 6,50% 55 Sesuai dengan UndangUndang Cipta Kerja No 11/2020 dan Undang-Undang No 13/2003, Perjanjian Kerja Bersama dan Dana Pensiun/ As set forth in Job Creation Law No. 11/2020 and Law No. 13/2003, Collective Labour Agreement and Pension Plan 5,50% 6,00% 6,50% 55 Sesuai dengan UndangUndang No 13/2003, Perjanjian Kerja Bersama dan Dana Pensiun/ As set forth in Law No. 13/2003, Collective Labour Agreement and Pension Plan Discount rate per annum Salary increase per annum Expected return per annum Normal retirement age Benefits Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, durasi rata-rata tertimbang dari kewajiban imbalan pasti masing-masing 5,7 dan 5,5 tahun. As of 31 December 2021 and 2020, the weighted average duration of the defined benefit obligation are 5.7 and 5.5 years, respectively. Tingkat diskonto digunakan dalam menentukan nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pada tanggal penilaian. Secara umum, tingkat diskonto mengacu pada imbal hasil atas obligasi pemerintah berkualitas tinggi yang diperdagangan di pasar modal aktif pada tanggal pelaporan dan memiliki kuotasi harga. The discount rate is used in determining the present value of the benefit obligation at valuation date. In general, the discount rate correlates with the yield on high quality government bonds that are traded in active capital markets at the reporting date and has quoted price. Asumsi kenaikan gaji di masa depan memproyeksikan liabilitas imbalan pascakerja mulai dari tanggal penilaian hingga usia pensiun normal. Tingkat kenaikan gaji pada umumnya ditentukan dengan menerapkan penyesuaian inflasi untuk skala pembayaran dan dengan memperhitungkan masa kerja. The future salary increase assumption projects the benefit obligation starting from the valuation date through the normal retirement age. The salary increase rate is generally determined by applying inflation adjustments to pay scales and by taking account of the length of service. Analisis sensitivitas Sensitivity analysis Pada tanggal 31 Desember 2021, perubahan terhadap salah satu asumsi aktuaria, dengan anggapan asumsi yang lain konstan, akan berdampak kepada liabilitas imbalan pascakerja Bank seperti pada tabel di bawah: As of 31 December 2021, the changes to one of the relevant actuarial assumptions, holding other assumptions constant, would have affected the Bank’s obligation for post-employment benefit as shown on the table below: Kenaikan/ Increase Tingkat diskonto (perubahan 1%) Tingkat kenaikan gaji di masa depan (perubahan 1%) Meskipun analisis di atas tidak mempertimbangkan distribusi arus kas seperti yang direncanakan, tabel di atas menunjukan sensitivitas dari asumsi tersebut. Penurunan/ Decrease (40.694) 45.308 84.633 (76.347) Discount rate (1% movement) Future salary increase rate (1% movement) Although the analysis does not take account of the full distribution of cash flows expected under the plan, it does provide an approximation of the sensitivity of the assumption shown. Lampiran - 5/147 - Schedule
  161. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 25. 26. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan) 25. OBLIGATION FOR POST-EMPLOYMENT BENEFITS (continued) Pada bulan November 2020, Pemerintah Republik Indonesia telah menandatangani Undang-Undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja (“Omnibus Law”) yang antara lain akan berdampak pada liabilitas imbalan pascakerja. Namun demikian peraturan pelaksanaannya baru dikeluarkan pada bulan Februari 2021. Bank telah selesai melakukan analisa terhadap Omnibus Law dan telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”). In November 2020, the Government of the Republic of Indonesia has signed Law No. 11/2020 relating to Job Creation (“Omnibus Law”) that among others will impact the obligation for postemployment benefits. However, the implementation regulation was just issued in February 2021. The Bank has finished analysing the impact of this Omnibus Law and it has been stated in Collective Labor Agreement (“CLA”). Liabilitas imbalan pascakerja kepada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Obligation for post-employment benefits to related parties are disclosed in Note 44. PROVISI 26. PROVISIONS Provisi terdiri atas: Provisions consist of: 2021 2020 Provisi biaya rekondisi Litigasi dan klaim Beban peleburan usaha 42.433 23.567 1.200 42.398 24.069 1.200 Provision for recondition expense Litigation and claim Merger cost Jumlah 67.200 67.667 Total Perubahan provisi adalah sebagai berikut: Movement of provision was as follows: 2021 2020 Saldo, awal tahun Penambahan selama tahun berjalan Pemulihan selama tahun berjalan 67.667 848 (1.315) 56.017 15.463 (3.813) Saldo, akhir tahun 67.200 67.667 Balance, beginning of year Addition during the year Reversal during the year Balance, end of year Provisi biaya rekondisi merupakan estimasi kewajiban kepada pihak pesewa terkait dengan kewajiban Bank untuk melakukan rekondisi atas aset yang disewa pada akhir tahun sewa. Provision for recondition expense represents the estimated liability to lessor related to the Bank’s obligation to recondition the leased assets at the end of leases year. Provisi litigasi dan klaim sebagian besar merupakan cadangan yang dibentuk sehubungan dengan perkara-perkara litigasi dan perkara yang terkait dengan Assets Transfer Kit (“ATK”) yang dilakukan dalam rangka rekapitalisasi Bank. Provision for litigation and claim mainly represents provisions provided for litigation cases and case related to Assets Transfer Kit (“ATK”) which was done in conjunction with the Bank’s recapitalisation. Saldo beban peleburan usaha merupakan provisi untuk litigasi. The balance of provisions of merger cost represent provisions for litigation. Provisi ditentukan dengan mempertimbangkan penilaian dan estimasi manajemen. The determination of provisions management’s judgment and estimation. Manajemen melakukan kajian secara periodik atas asumsi yang digunakan dalam mengestimasi besaran dan saat keluarnya arus kas masa depan untuk penyelesaian provisi dan secara khusus pada saat Bank mendapatkan kondisi terkini dari kasus tertentu. Selain besaran eksposur klaim, Bank juga mempertimbangkan posisi Bank atas kasus yang bersangkutan, kasus yang sama pada entitas lain dan faktor-faktor lain, dalam mengestimasi besaran provisi. Perubahan atas asumsi-asumsi tersebut akan mempengaruhi nilai tercatat atas provisi. Management periodically reviews the assumptions used in estimating the amount and timing of future cash flows for settlement of provisions, in particular when the Bank has an updated condition on certain cases. In addition to claim’s exposure amount, the Bank also considers its position on the case, similar precedence in other entities and other factors, to estimate the provision amount. Any change in those assumptions shall affect the carrying amount of provisions. Lampiran - 5/148 - Schedule involves
  162. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 27. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UTANG SUBORDINASI 27. SUBORDINATED DEBTS 2021 2020 Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II Continuous Subordinated Bonds II Phase II - Pihak ketiga Nilai nominal Bunga masih harus dibayar Beban emisi obligasi yang belum diamortisasi - - Pihak berelasi Nilai nominal Bunga masih harus dibayar Beban emisi obligasi yang belum diamortisasi 609.738 - 103.000 2.252 Instrumen/ Instrument Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Permata Tahap II Tahun 2014/ Continuous Subordinated Bonds II Bank Permata Phase II Year 2014 Tanggal efektif/ Effective date: 18 Des 2013/ 18 Dec 2013 Tanggal penerbitan/ Issuance date: 24 Okt 2014/ 24 Oct 2014 Persetujuan/ Approval Departemen Pengawasan Bank OJK melalui surat No. SR63/PB.33/2014 tanggal 15 September 2014/ Bank Supervisory Department - OJK through its letter No. SR-63/PB.33/2014 dated 15 September 2014 (55) - 105.197 - 714.935 Rincian utang subordinasi adalah sebagai berikut: Tanggal efektif dan penerbitan/ Effective and issuance date (318) - - Jumlah Third parties Nominal value Accrued interest payables 597.000 13.056 Unamortised bonds issuance costs Related parties Nominal value Accrued interest payables Unamortised bonds issuance costs Total Details of subordinated debts were as follows: Jumlah pokok utang subordinasi/ The nominal value of subordinated debts 700.000 Jangka waktu/ Tenor Tanggal jatuh tempo/ Maturity date 7 tahun/ 7 years 24 Okt 2021/ 24 Oct 2021 Tingkat bunga dan frekuensi pembayaran/ Interest rate and frequency of payments 11,75% Dibayarkan setiap 3 bulan, pembayaran pertama 24 Januari 2015 dan pembayaran terakhir telah dilakukan pada 24 Oktober 2021/ Payable quarterly, whereby by the first payment was on 24 January 2015 and the last payment has been paid on 24 October 2021 Tujuan dan informasi lainnya/ Purpose and other information - - - Akan diperlakukan sebagai modal pelengkap (Tier - 2) dan digunakan untuk membiayai aktiva produktif dalam rangka pengembangan usaha Bank/ Will be treated as supplementary capital (Tier 2) and will be used for extending productive assets to support the Bank’s business development Unsecured Tidak ada opsi beli untuk pelunasan awal/No call option for early repayment Menggunakan mekanisme Write Down apabila OJK menetapkan bahwa Bank berpotensi terganggu kelangsungan usahanya (point of non-viability) (“Peristiwa Terganggu Kelangsungan Usaha”)/Has Write Down mechanism concept if OJK declares that the Bank has potential point of non-viability (“Events Distracting Going Concern”) Pada bulan Oktober 2021, Bank telah melakukan pelunasan atas obligasi subordinasi ini pada tanggal jatuh temponya/In October 2021, the Bank has settled the subordinated bonds at maturity date. Wali amanat untuk penerbitan obligasi subordinasi di atas adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk yang bukan merupakan pihak berelasi dengan Bank. Sehubungan dengan telah dilunasinya seluruh pokok dan bunga obligasi subordinasi tersebut pada saat jatuh tempo, maka berdasarkan ketentuan Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Bank Permata Tahap II Tahun 2014 Nomor 50 tanggal 7 Oktober 2014 beserta dengan perubahannya, maka PT Bank CIMB Niaga Tbk dengan sendirinya berakhir tugasnya sebagai Wali Amanat. The trustee of the above subordinated bonds issuance is PT Bank CIMB Niaga Tbk which is not a related party to the Bank. In connection with the payment of all principal and interest of the subordinated bonds at maturity date, based on the provision of the Deed of Trusteeship Agreement for Continuous Subordinated Bonds II of Bank Permata Phase II Year 2014 Number 50 dated 7 October 2014 and its amendments, therefore PT Bank CIMB Niaga Tbk’s duties as Trustee has automatically ended. Perjanjian obligasi subordinasi mencakup beberapa pengecualian, antara lain mengenai pembatasan pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor, penggabungan dan peleburan usaha, transaksi dengan pihak terafiliasi, pinjaman dan penerbitan obligasi. The subordinated bonds agreement includes several covenants, among others, the limitation on the reduction of authorised capital, issued and paidup capital, merger, related party transactions, borrowings and bonds issuance. Lampiran - 5/149 - Schedule
  163. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 27. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UTANG SUBORDINASI (lanjutan) 27. SUBORDINATED DEBTS (continued) Rincian utang subordinasi berdasarkan nama pihak adalah sebagai berikut: Details of subordinated debts counterparties were as follows: 2021 based on 2020 Rupiah Rupiah Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II - Bangkok Bank Public Company Limited - PT Astra International Tbk - Hy End Pro-5 - Reksa Dana Batavia Prima Obligasi - Dana Pensiun Astra - Lainnya (masing-masing di bawah 5%) - 105.197 105.197 40.853 39.832 33.704 390.152 Continuous Subordinated Bonds II Phase II Bangkok Bank Public Company Limited PT Astra International Tbk Hy End Pro-5 Reksa Dana Batavia Prima Obligasi Dana Pensiun Astra Others (each below 5%) - Jumlah - 714.935 Total Untuk keperluan perhitungan rasio KPMM (lihat Catatan 3f), Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II diperhitungkan sebagai modal pelengkap (Tier - 2). For the purpose of calculating the CAR (refer to Note 3f), Continuous Subordinated Bonds II Phase II are treated as supplementary capital (Tier - 2). Berdasarkan peraturan Bank Indonesia yang berlaku, persyaratan utang subordinasi untuk dapat diperlakukan sebagai modal pelengkap (Tier - 2 capital) adalah sebagai berikut: Based on the prevailing Bank Indonesia regulations, the requirements for subordinated debts to be classified as supplementary (Tier - 2 capital) are as follows: - - - - memiliki jangka waktu paling kurang 5 (lima) tahun dan hanya dapat dilunasi setelah memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia; tidak dilindungi/diproteksi maupun dijamin oleh bank lain atau entitas anak lain; telah memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk diperhitungkan sebagai komponen modal; dan hak tagihnya, dalam hal terjadi likuidasi, berlaku paling akhir dari segala pinjaman yang ada. - - have at least 5 (five) years term and can only be repaid after obtaining an approval from Bank Indonesia; are not covered/protected as well as guaranteed by other banks or subsidiary; have obtained an approval from Bank Indonesia to be calculated as a capital component; and in the case of liquidation, the payment of subordinated debts is the last (subordinated) of other existing borrowings. Pada tanggal 31 Desember 2020, Bank telah mematuhi semua pembatasan-pembatasan penting sehubungan dengan perjanjian utang subordinasi yang diterbitkan. Pembayaran atas jumlah bunga yang jatuh tempo telah dilakukan secara tepat waktu. As of 31 December 2020, the Bank was in compliance with the aforementioned covenants in relation to the issued subordinated debts agreements. Payments of amounts due to interest had been done on a timely basis. Kisaran tingkat suku bunga kontraktual utang subordinasi untuk 31 Desember 2020 adalah 11,75% sampai dengan 12,00%. The range of contractual interest rates of subordinated debts for 31 December 2020 were 11.75% up to 12.00% Utang subordinasi kepada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar utang subordinasi diungkapkan pada Catatan 42. Subordinated debts to related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of subordinated debts is disclosed in Note 42. Lampiran - 5/150 - Schedule
  164. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 28. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) SURAT UTANG SUBORDINASI MODAL INTI TAMBAHAN TIER - 1 28. ADDITIONAL TIER - 1 CAPITAL SUBORDINATED NOTES Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 (“Instrumen AT-1”) merupakan liabilitas keuangan moneter yang diakui pada laporan posisi keuangan dan dihitung sebagai berikut: Additional Tier - 1 capital subordinated notes (“AT-1 Instrument”) represent monetary financial liabilities which are recognised in the statement of financial position and calculated as follows: 2021 2020 Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat Penjabaran Nilai nominal Nilai wajar yang belum diamortisasi 9.976.750 (646.871) 9.835.000 (728.932) Komponen liabilitas 9.329.879 9.106.068 Related parties United States Dollar Translation of Nominal value Unamortised fair value Liability component Pada tanggal 18 Desember 2020, BBL dan Bank telah menandatangani Perjanjian Surat Utang Subordinasi Modal Inti Tambahan Tier - 1 sebesar USD700 juta dengan tanggal penerbitan pada tanggal 21 Desember 2020. Instrumen AT-1 ini berbentuk obligasi subordinasi tanpa jatuh tempo (perpetual) yang bersifat unsecured dengan fitur write down dan opsi beli untuk pelunasan lebih awal. Opsi beli hanya dapat dieksekusi paling cepat 5 (lima) tahun sejak tanggal penerbitan dan setelah mendapat persetujuan tertulis dari OJK. Instrumen AT-1 ini tidak diperingkat. On 18 December 2020, BBL and the Bank have signed Additional Tier - 1 Capital Subordinated Notes Agreement amounted to USD700 million with the issuance date on 21 December 2020. The AT-1 instrument is in the form of unsecured, perpetual subordinated bonds with write down feature and call option for early redemption. The call option can only be executed at soonest 5 (five) year since the issuance date and after obtaining written approval from OJK. This AT-1 instrument is not rated. Pembayaran imbal hasil dijadwalkan setiap enam bulanan yaitu pada tanggal 21 Juni dan 21 Desember. Pembayaran imbal hasil dapat dilakukan berdasarkan keputusan manajemen dan apabila semua kriteria berikut terpenuhi: Distribution payment is scheduled semiannually on 21 June and 21 December. Distribution payment could be performed based on management decision and if all of the condition below are met: - pembayaran imbal hasil telah mendapat persetujuan OJK pada setiap tanggal pembayaran imbal hasil; pembayaran imbal hasil maksimum sebesar 5% per tahun dari sisa jumlah pokok atau sebesar persentase tertentu yang disetujui oleh OJK pada setiap tanggal pembayaran imbal hasil; - distribution payment has been approved by OJK at each date of distribution payment; - Bank memiliki saldo laba positif pada tanggal pembayaran imbal hasil; pembayaran imbal hasil tidak menyebabkan penurunan rasio KPMM di bawah ketentuan OJK. - maximum distribution payment is 5% per annum from the remaining balance of principal value or certain percentage that has been approved by OJK on each date of distribution payment; the Bank has a positive retained earnings at the date of distribution payment; distribution payment does not cause decrement of the CAR below OJK requirement. - - Pembayaran imbal hasil tidak bersifat kumulatif. Apabila salah satu syarat di atas tidak terpenuhi pada tanggal pembayaran imbal hasil, maka tidak ada pembayaran imbal hasil pada tanggal tersebut dan imbal hasil tersebut tidak terhutang pada jadwal pembayaran imbal hasil berikutnya. Pembayaran imbal hasil atas instrumen AT-1 yang diterbitkan Bank tidak dapat dipastikan sehingga tidak terhutang oleh Bank. - Distribution payment is not cumulative. If one of the requirement above is not met on the distribution payment date, then there is no distribution payment on that date and such distribution is not payable on the next distribution payment date. Distribution payment of AT-1 instrument issued by the Bank is uncertain thus not accrued by the Bank. Lampiran - 5/151 - Schedule
  165. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 28. 29. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) SURAT UTANG SUBORDINASI MODAL INTI TAMBAHAN TIER - 1 (lanjutan) 28. ADDITIONAL TIER - 1 CAPITAL SUBORDINATED NOTES (continued) Untuk keperluan perhitungan rasio KPMM (lihat Catatan 3f), instrumen AT-1 di atas diperhitungkan sebagai bagian modal inti (Tier - 1). For the purpose of calculating the CAR (refer to Note 3f), the above AT-1 instrument is treated as part of core capital (Tier - 1). Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 kepada pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Informasi mengenai klasifikasi dan nilai wajar Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 diungkapkan pada Catatan 42. Additional Tier - 1 capital subordinated notes to related parties are disclosed in Note 44. Information with regards to the classification and fair value of Additional Tier - 1 capital subordinated notes is disclosed in Note 42. MODAL SAHAM 29. SHARE CAPITAL Rincian pemegang saham Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Pemegang Saham The details of the shares ownership of the Bank as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2021 Jumlah lembar saham ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued and fully paid-up Kelas A dengan nilai nominal Rp12.500 Kelas B dengan (Rupiah penuh) nilai nominal persaham/ Rp125 (Rupiah Class A penuh) per saham/ with par value of Class B with par Rp12,500 (whole value of Rp125 Rupiah) (whole Rupiah) per share per share Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership Jumlah/ Amount Shareholders Bangkok Bank Public Company Limited Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) - 35.715.192.701 98,71% 4.464.399 Bangkok Bank Public Company Limited 26.880.234 439.239.847 1,29% 390.908 Public (each below 5%) Jumlah saham beredar 26.880.234 36.154.432.548 100,00% - 46.738 0,00% 6 Treasury shares 26.880.234 36.154.479.286 100,00% 4.855.313 Total shares issued and fully paid Saham treasuri Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Pemegang Saham 2020 Jumlah lembar saham ditempatkan dan disetor penuh/ Number of shares issued and fully paid-up Kelas A dengan nilai nominal Rp12.500 Kelas B dengan (Rupiah penuh) nilai nominal persaham/ Rp125 (Rupiah Class A penuh) per saham/ with par value of Class B with par Rp12,500 (whole value of Rp125 Rupiah) (whole Rupiah) per share per share Persentase kepemilikan/ Percentage of ownership 4.855.307 Total shares outstanding Jumlah/ Amount Shareholders Bangkok Bank Public Company Limited Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) - 27.681.421.384 98,71% 3.460.178 Bangkok Bank Public Company Limited 26.880.234 334.437.587 1,29% 377.807 Public (each below 5%) Jumlah 26.880.234 28.015.858.971 100,00% 3.837.985 Total Lampiran - 5/152 - Schedule
  166. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 30. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH Tambahan modal disetor sebelum Penawaran Umum Perdana Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Perdana Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) I Saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor ke modal saham pada tahun 1992 Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) II dengan waran Tambahan modal disetor yang berasal dari konversi waran pada tahun 1996, 1997 dan 1998 Saham bonus yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor ke modal saham pada tahun 1998 Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) III Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) III Tambahan modal disetor yang berasal dari penempatan terbatas dalam rangka peleburan usaha pada tahun 2002 Reklasifikasi selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali pada tahun 2005 Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) IV Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) IV Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) V Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) V Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) VI Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) VI Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) VII Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) VII Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) VIII Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) VIII Transfer aset dan liabilitas dari BBI - bersih (lihat Catatan 1d) Penyesuaian tarif pajak atas Aset pajak tangguhan-bersih yang berasal dari BBI sesuai tarif pajak yang berlaku di Bank (lihat Catatan 1d dan 23h) 30. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL – NET : 2 : : 35.591 : : 108.556 : Additional paid-in capital before the Initial Public Offering Additional paid-in capital from the Initial Public Offering Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) I : (124.064) : Bonus shares from capitalisation of additional paid-in capital to capital stock in 1992 : 65.133 : : 2.668 : : (83.369) : Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) II with warrants Additional paid-in capital from the conversion of warrants in 1996, 1997 and 1998 : (4.227) : : (367.904) : Bonus shares from capitalisation of additional paid-in capital to capital stock in 1998 Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) III Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue) III Additional paid-in capital from private placement in relation with the Bank’s merger in 2002 Reclassification of difference in value arising from restructuring of entities under common control in 2005 Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) IV Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue) IV Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) V Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue)V Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) VI Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue) VI Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) VII Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue) VII Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) VIII Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue) VIII Transfer assets and liabilities from BBI - net (refer to Note 1d) (576.049) : Tax rate adjustment on Deferred tax assets-net from BBI to align with applicable tax rate at the Bank (refer to Note 1d and 23h) : 5.023.356 : : (4.821) : : 4.044.444 : : (3.240.518) : : 1.837.702 : : : : : : : : : : (8.046) : 1.790.304 : (7.556) : 1.349.009 : (6.607) : 4.192.894 : (4.376) : 2.286.826 : Lampiran - 5/153 - Schedule
  167. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 30. TAMBAHAN (lanjutan) MODAL DISETOR NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) – BERSIH Penyesuaian pencatatan atas aset tetap yang dibeli dari BBI sesuai dengan nilai buku BBI (lihat Catatan 2ah dan 15) : Komponen ekuitas atas Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 (lihat Catatan 2ai dan 28) : Tambahan modal disetor - bersih pada 31 Desember 2020 : Saham Treasuri (lihat Catatan 2y) : Tambahan modal disetor yang berasal dari Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) IX Beban emisi Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) IX Tambahan modal disetor - bersih pada 31 Desember 2021 : (167.116) : 728.932 : 16.870.764 : (59) : 9.945.394 : : (5.952) : : 26.810.147 : Berdasarkan Ringkasan Rancangan Integrasi antara Bank dan Bangkok Bank Public Company Limited, Cabang Jakarta, Cabang Pembantu Surabaya, dan Cabang Pembantu Medan (“Bangkok Bank Indonesia/BBI”) yang diumumkan pada tanggal 7 Oktober 2021, maka untuk memenuhi ketentuan Pasal 52 Peraturan OJK nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum, pemegang saham Bank diberikan pilihan untuk menjual sahamnya kepada Bank atau tetap menjadi pemegang saham Bank pasca integrasi. Para pemegang saham Bank yang berhak mengambil opsi tersebut adalah pemegang saham yang tercatat pada Daftar Pemegang Saham Bank pada tanggal 6 November 2020. Pembelian kembali saham Bank tersebut telah disetujui oleh RUPS Luar Biasa pada tanggal 1 Desember 2020 dan proses pembelian kembali saham tersebut oleh Bank telah efektif diselesaikan pada tanggal 13 Januari 2021, dengan jumlah saham Bank yang dibeli kembali oleh Bank sebesar 46.738 lembar saham dengan harga pembelian sebesar Rp1.338 (nilai Rupiah penuh). 31. 30. ADDITIONAL (continued) DANA SETORAN MODAL PAID-IN CAPITAL – NET Adjustment on recording the fixed assets purchased from BBI based on BBI’s book value (refer to Note 2ah and 15) Equity component on Additional Tier - 1 capital subordinated notes (refer to Note 2ai and 28) Additional paid-in capital - net as of 31 December 2020 Treasury shares (refer to Note 2y) Additional paid-in capital from the Limited Public Offering (Rights Issue) IX Shares issuance costs during Limited Public Offering (Rights Issue) IX Additional paid-in capital - net as of 31 December 2021 Based on Abridged Integration Plan between the Bank and Bangkok Bank Public Company Limited, Jakarta Branch, Surabaya Sub-Branch, and Medan Sub-Branch (“Bangkok Bank Indonesia/BBI”) announced on 7 October 2021, to comply with Article 52 of OJK Regulation number 41/POJK.03/2019 regarding Merger, Consolidation, Take Over, Integration, and Conversion of Commercial Bank, the shareholders of the Bank were given the option to sell its shares to the Bank or to stay as shareholders of the Bank post integration. The shareholders eligible of such options are the shareholders recorded on the Shareholders List of the Bank as of 6 November 2020. The buyback of the Bank’s shares was approved by the Extraordinary General Meeting of the Shareholders on 1 December 2020 and the shares buyback was effective and completed on 13 January 2021, with total number of the Bank’s shares acquired by the Bank of 46,738 shares with with acquiring price of Rp1,338 (full Rupiah amount) per share. 31. ADVANCE CAPITAL PAYMENT Pada tanggal 18 Desember 2020, BBL dan Bank telah menandatangani Perjanjian Dana Setoran Modal sebesar Rp10.821.490 yang merupakan pembayaran dimuka/Dana setoran modal oleh BBL untuk pemesanan saham Bank yang selambatlambatnya akan dikonversi menjadi modal saham dalam waktu 5 tahun sejak tanggal perjanjian (lihat Catatan 1d). On 18 December 2020, BBL and the Bank signed Advance Capital Payment Agreement amounted to Rp10,821,490 constitute advanced subscription payments/ Advance capital payment by BBL for subscription of the Bank’s share no later than 5 years from the effective date of agreement (refer to Note 1d). Lampiran - 5/154 - Schedule
  168. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 31. 32. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) DANA SETORAN MODAL (lanjutan) 31. ADVANCE CAPITAL PAYMENT (continued) Perjanjian ini berlaku efektif 21 Desember 2020 dan akan berakhir pada saat penerbitan seluruh saham yang dipesan melalui penyelesaian HMETD berdasarkan perjanjian ini sebagaimana disyaratkan oleh BBL. The agreement is effective on 21 December 2020 and shall terminate upon the issuance of all subscription shares through the completion of Rights Issue in accordance with this agreement as required by BBL. Saham yang dipesan akan diterbitkan kepada BBL sesuai dengan penawaran saham melalui HMETD yang akan dilakukan oleh Bank pada satu kesempatan atau (jika diperlukan) beberapa kesempatan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku terhadap HMETD oleh Bank. The subscription shares are to be issued to BBL, in accordance with share offerings through Rights Issue to be conducted by Bank on one occasion or (if necessary) several occasions in accordance with the prevailing laws and regulations applicable to the above mentioned Rights Issue by Bank. Untuk keperluan perhitungan rasio KPMM (lihat Catatan 3f), Dana setoran modal di atas diperhitungkan sebagai bagian modal inti utama (Tier - 1). For the purpose of calculating the CAR (refer to Note 3f), the above Advance capital payment is treated as part of core capital (Tier - 1). Pada bulan Juli 2021, dana setoran modal ini telah dikonversi menjadi modal saham melalui Penawaran Umum Terbatas IX (lihat Catatan 1b). In July 2021, this Advance capital payment has been converted into share capital through Right Issue IX (see Note 1b). SALDO LABA 32. RETAINED EARNINGS Saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebagai cadangan wajib Bank pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masingmasing sebesar Rp524.581 dan Rp374.581. Cadangan wajib tersebut dibentuk sesuai dengan keputusan para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham pada tanggal 27 April 2021 dan 14 April 2020. 33. PENDAPATAN SYARIAH BUNGA DAN PENDAPATAN Pendapatan bunga dan pendapatan syariah berasal dari: 2021 Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Giro pada Bank Indonesia Tagihan akseptasi dan Trade finance Lain-lain The balance of the appropriated retained earnings of the Bank as of 31 December 2021 and 2020 are Rp524,581 and Rp374,581, respectively. The statutory reserve was appropriated by the decision of the shareholders at Annual General Meetings of Shareholders on 27 April 2021 and 14 April 2020. 33. INTEREST INCOME AND SHARIA INCOME Interest income and sharia income were derived from: 2020 7.856.942 1.291.234 8.589.900 950.143 664.288 379.061 407.997 149.975 34.918 375.421 88.770 11.099 28.395 719 50.104 6.417 Loans Investment securities Securities purchased under resale agreements Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading Current accounts with Bank Indonesia Acceptance receivables and Trade finance Others 10.434.468 10.450.915 Syariah 1.460.853 1.472.863 Sharia Jumlah 11.895.321 11.923.778 Total Lampiran - 5/155 - Schedule
  169. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 33. 34. PENDAPATAN BUNGA SYARIAH (lanjutan) DAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENDAPATAN 33. INTEREST INCOME (continued) SHARIA INCOME Termasuk dalam pendapatan bunga adalah bunga dari efek diskonto aset keuangan yang mengalami penurunan nilai tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing sebesar Rp85.282 dan Rp96.301. Included in interest income is interest from effect of discounting (unwinding interest) of impaired financial assets for the years ended 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp85,282 and Rp96,301, respectively. Pendapatan bunga dan pendapatan syariah dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Interest income and sharia income from related parties is disclosed in Note 44. BEBAN BUNGA DAN BEBAN SYARIAH 34. INTEREST EXPENSE AND SHARIA EXPENSE Beban bunga dan beban syariah berasal dari: Interest expense and sharia expense were derived from: 2021 Deposito berjangka Giro Tabungan Premi penjaminan simpanan (lihat Catatan 47) Utang subordinasi Call money Utang atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Lain-lain 2020 2.158.320 849.190 363.852 3.076.912 862.645 397.818 281.831 67.316 61 228.724 195.129 1.807 Time deposits Demand deposits Savings Deposits guarantee premium (refer to Note 47) Subordinated debts Call money - 4.992 351 Securities sold under repurchase agreements payable Others 3.720.570 4.768.378 Syariah 525.098 613.610 Sharia Jumlah 4.245.668 5.381.988 Total Beban bunga dan beban syariah ke pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. 35. AND PENDAPATAN PROVISI DAN KOMISI - BERSIH Interest expense and sharia expense for related parties are disclosed in Note 44. 35. NET FEES AND COMMISSION INCOME 2021 2020 Provisi dan komisi dari kredit - bersih Komisi agen terkait aktivitas penjualan bancassurance Komisi agen penjual reksadana Komisi atas jasa Pendapatan administrasi 416.338 358.077 250.712 142.559 125.404 119.417 203.931 98.223 64.889 108.811 Komisi dari kartu debit dan kredit - bersih Komisi dari fasilitas trade Komisi dari bank garansi Jasa kustodian dan wali amanat Komisi atas penarikan uang tunai melalui EDC Jasa safe deposit box Komisi jasa remittance Lain-lain 102.313 100.403 42.708 34.120 124.140 99.234 40.750 34.031 33.194 24.237 14.727 1.811 11.211 22.428 10.099 9.780 Jumlah Beban provisi dan komisi Pendapatan provisi dan komisi - bersih 1.407.943 (104.790) 1.185.604 (102.917) 1.303.153 1.082.687 Pendapatan provisi dan komisi dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Fees and commissions related to loans - net Agency commissions on bancassurance sales activities Mutual fund sales agency commissions Commissions for services Administration fees Commissions for debit and credit cards - net Commissions for trade facilities Commissions for bank guarantees Custodial and trusteeship services Commissions for cash withdrawal via EDC Safe deposit box fees Remittance fees Others Total Fee and commission expense Fee and commission income - net Fee and commission income from related parties are disclosed in Note 44. Lampiran - 5/156 - Schedule
  170. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 36. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PENDAPATAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERSIH 2021 2020 Instrumen keuangan pendapatan tetap Instrumen derivatif 219.325 106.790 399.759 378.772 Fixed income financial instruments Derivative instruments Jumlah 326.115 778.531 Total Pendapatan transaksi perdangan - bersih dari pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. 37. KERUGIAN KEUANGAN PENURUNAN NILAI ASET 2021 38. Net trading income from related parties are disclosed in Note 44. 37. IMPAIRMENT LOSSES ON FINANCIAL ASSETS 2020 Kredit yang diberikan Tagihan akseptasi Tagihan lainnya-trade finance Efek-efek untuk tujuan investasi Lain-lain 3.248.403 60.143 (618) (11.067) 1.848 2.015.093 (16.467) 9.651 14.713 (9.227) Jumlah 3.298.709 2.013.763 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 2021 Jumlah PENGURUS 2020 405.740 203.936 258.797 120.228 227.595 142.329 111.833 187.153 35.892 30.204 15.006 32.693 Depreciation and amortisation Information technology Miscellaneous outsourcing expenses Promotion Repair and maintenance Communication Rent Professional fees Office equipment Transportation Insurance Others 1.717.690 1.771.406 Total DAN 2021 Gaji, tunjangan dan kesejahteraan pengurus dan karyawan Total 397.236 276.331 239.098 224.442 202.838 133.498 55.105 53.420 40.483 23.871 18.986 52.382 Beban umum dan administrasi ke pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. GAJI DAN TUNJANGAN KARYAWAN Loans Acceptance receivables Other receivables-trade finance Investment securities Others 38. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Penyusutan dan amortisasi Teknologi informasi Beban-beban outsourcing Promosi Perbaikan dan pemeliharaan Komunikasi Sewa Jasa profesional Perlengkapan kantor Transportasi Asuransi Lain-lain 39. 36. NET TRADING INCOME General and administrative expense for related parties are disclosed in Note 44. 39. SALARIES AND BENEFITS TO MANAGEMENT AND EMPLOYEES 2020 2.540.948 2.572.262 Kontribusi program pensiun iuran pasti 111.784 103.977 Imbalan pascakerja (lihat Catatan 25) Pendidikan dan pelatihan Kompensasi pensiun Lainnya 91.817 37.344 12.553 29.442 77.660 16.471 8.445 40.724 Salaries, allowances and other benefits to management and employees Defined contribution pension plan contributions Post-employment benefits (refer to Note 25) Training and education Pension compensation Others 2.823.888 2.819.539 Total Jumlah Beban gaji dan tunjangan pengurus dan karyawan ke pihak berelasi diungkapkan pada Catatan 44. Salaries and benefits to management and employees expense for related parties are disclosed in Note 44. Lampiran - 5/157 - Schedule
  171. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 40. PENDAPATAN DAN LAINNYA NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) BEBAN OPERASIONAL 40. OTHER OPERATING INCOME AND EXPENSE Pendapatan operasional lainnya terdiri dari: Other operating income consists of: 2021 Pendapatan divestasi atas PT SFK (lihat Catatan 1e dan 14) Laba selisih kurs transaksi yang belum direalisasi Pendapatan jasa transaksi perbankan ritel dan syariah Laba penjualan agunan diambil alih - bersih Pendapatan atas penarikan deposito belum jatuh tempo Pendapatan jasa Wholesale Banking Laba penjualan aset tetap - bersih (lihat Catatan 15) Lain-lain Jumlah 2020 114.001 - 111.099 134.264 38.022 35.575 26.195 - 17.632 25.358 5.971 2.544 1.460 17.749 557 41.049 Gain on divestment of PT SFK (refer to Note 1e and 14) Unrealised gain on foreign exchange translation Retail banking and sharia transaction service income Gain on sale of foreclosed assets - net Withdrawal of pre-mature deposit income Wholesale Banking transaction service income Gain on sale of fixed assets - net (refer to Note 15) Others 332.129 239.347 Total Pendapatan divestasi atas PT SFK sebesar Rp114.001 merupakan pendapatan bersih yang dicatat Bank dari proses divestasi PT SFK, terdiri dari kerugian atas divestasi PT SFK sebesar Rp151.208, keuntungan hasil revaluasi nilai wajar atas sisa investasi pada entitas asosiasi di PT SFK sebesar Rp75.209 dan pendapatan dividen yang berasal dari PT SFK sebesar Rp190.000, yang dicatat berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT SFK tanggal 30 November 2021 (lihat Catatan 1e). Divestment income from PT SFK amounted to Rp114,001 represents the net profit received by the Bank from the PT SFK divestment process which consists of loss on PT SFK divestment amounted to Rp151,208, loss on fair value from the remaining investment in associates in PT SFK amounted to Rp75,209 and dividend income from PT SFK amounted to Rp190,000, recorded based on PT SFK’s Extraordinary General Meeting of Shareholders dated 30 November 2021 (refer to Note 1e). Beban operasional lainnya - lain-lain terdiri dari: Other operating expense - others consists of: 2021 41. 2020 Beban transaksi jasa perbankan Iuran Otoritas Jasa Keuangan Penurunan nilai agunan diambil alih dan properti terbengkalai Beban asuransi cash in transit Beban perjamuan dan keanggotaan Beban point reward Kerugian operasional Beban zakat Beban kantor Rugi penjualan agunan diambil alih - bersih Lain-lain 202.345 95.684 145.909 87.777 64.178 33.654 32.694 21.640 9.930 7.399 1.963 41.257 43.468 41.051 23.572 21.568 12.270 3.834 Banking transaction service expense Otoritas Jasa Keuangan fee Decline in value of foreclosed and unused assets Cash in transit insurance expense Banquet and membership expense Point reward expense Operational loss Alms Office expense 16.104 11.067 53.845 Loss on sale of foreclosed assets - net Others Jumlah 485.591 485.618 Total LABA BERSIH PER SAHAM DASAR DAN DILUSIAN 41. BASIC AND DILUTED EARNINGS PER SHARE Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Untuk perhitungan laba bersih per saham dilusian, rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar disesuaikan dengan memperhitungkan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif. Basic earnings per share is calculated by dividing net income attributable to equity holders of the parent entity by the weighted average number of outstanding shares during the related year. In the calculation of diluted earnings per share, the outstanding weighted average number of shares is adjusted by calculating the effects of all potential dilutive securities. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, tidak ada efek yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar. As of 31 December 2021 and 2020, there were no securities which can be converted into common shares. Therefore, diluted earnings per share is equivalent to basic earnings per share. 2021 Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun berjalan Laba bersih per saham dasar dan dilusian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk (Rupiah penuh) 2020 1.231.127 721.587 31.543.435.722 28.042.739.205 39 26 Lampiran - 5/158 - Schedule Net income for the year attributable to equity holders of the parent entity Weighted average number of outstanding shares during the year Basic and diluted earnings per share attributable to equity holders of the parent entity (whole Rupiah)
  172. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN a. Klasifikasi keuangan aset 42. FINANCIAL INSTRUMENTS keuangan dan liabilitas a. Classification of financial liabilities financial assets and Instrumen keuangan pada tabel di bawah ini telah dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing. Kebijakan akuntansi yang signifikan pada Catatan 2h menjelaskan bagaimana kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut diukur dan bagaimana pendapatan dan beban, termasuk laba dan rugi atas nilai wajar (perubahan nilai wajar instrumen keuangan) diakui. Financial instruments in the table below have been classified based on their respective category. The significant accounting policies in Note 2h describe how the categories of the financial assets and financial liabilities are measured and how income and expenses, including fair value gains and losses (changes in fair value of financial instruments) are recognised. Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan utama Bank berdasarkan kategori masing-masing pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: The table below sets out the carrying amounts of the Bank’s main financial assets and liabilities based on their respective category as of 31 December 2021 and 2020: Nilai wajar melalui laba rugi/ Fair value through profit or loss Aset keuangan Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain - bersih 2021 Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain/ Biaya Fair value perolehan through other diamortisasi/ comprehensive Amortised income cost Jumlah nilai tercatat/ Total carrying amount - - 33.449.165 33.449.165 1.581.799 - - 1.581.799 - - 14.245.191 1.927.008 116.985.878 14.245.191 1.927.008 116.985.878 Financial assets Cash Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other banks Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables Loans - 32.803.212 - 8.161.399 2.300.160 40.964.611 2.300.160 Investment securities Other assets - net 1.581.799 32.803.212 192.676.412 227.061.423 - - 1.978.137 1.978.137 - - 10.627.001 10.627.001 - - 3.002.473 3.002.473 2021 Nilai wajar melalui laba rugi/ Fair value through profit or loss Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Jumlah nilai tercatat/ Total carrying amount Liabilitas keuangan Liabilitas segera Simpanan dari nasabah: - Giro - Tabungan - Deposito berjangka Simpanan dari bank-bank lain Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan Utang akseptasi Pinjaman diterima Beban masih harus dibayar Kewajiban lain - lain Utang subordinasi Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 - 236.003 236.003 - 58.876.250 38.280.171 82.835.895 58.876.250 38.280.171 82.835.895 - 3.240.717 3.240.717 164.345 - 2.011.886 1.350 1.050.371 142.250 - 164.345 2.011.886 1.350 1.050.371 142.250 - - 9.329.879 9.329.879 164.345 196.004.772 196.169.117 Lampiran - 5/159 - Schedule Financial liabilities Liabilities payable on demand Deposits from customers: Demand deposits Savings Time deposits Deposits from other banks Financial liabilities held for trading Acceptance payables Borrowings Accruals Other liabilities Subordinated debts Additional Tier - 1 capital subordinated notes
  173. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) a. Klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan (lanjutan) a. Tabel di bawah menyajikan nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan utama Bank berdasarkan kategori masing-masing pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020: (lanjutan) Nilai wajar melalui laba rugi/ Fair value through profit or loss Aset keuangan Kas Giro pada Bank Indonesia Giro pada bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain - bersih Classification of financial financial liabilities (continued) assets and The table below sets out the carrying amounts of the Bank’s main financial assets and liabilities based on their respective category as of 31 December 2021 and 2020: (continued) 2020 Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain/ Biaya Fair value perolehan through other diamortisasi/ comprehensive Amortised income cost Jumlah nilai tercatat/ Total carrying amount - - 1.794.768 1.794.768 - - 5.013.391 5.013.391 - - 2.563.516 2.563.516 - - 18.660.681 18.660.681 2.348.378 - - 2.348.378 346.160 - 22.272.459 1.434.917 110.464.748 22.272.459 1.434.917 110.810.908 Financial assets Cash Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other banks Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading Securities purchased under resale agreements Acceptance receivables Loans - 16.259.143 - 6.997.837 1.147.333 23.256.980 1.147.333 Investment securities Other assets - net 2.694.538 16.259.143 170.349.650 189.303.331 2020 Nilai wajar melalui laba rugi/ Fair value through profit or loss Biaya perolehan diamortisasi/ Amortised cost Jumlah nilai tercatat/ Total carrying amount Liabilitas keuangan Liabilitas segera Simpanan dari nasabah: - Giro - Tabungan - Deposito berjangka Simpanan dari bank-bank lain Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan Utang akseptasi Pinjaman diterima Beban masih harus dibayar Kewajiban lain - lain Utang subordinasi Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 - 168.922 168.922 - 40.630.798 33.867.557 71.254.717 40.630.798 33.867.557 71.254.717 - 2.248.301 2.248.301 249.953 - 1.460.535 8 588.966 244.534 714.935 249.953 1.460.535 8 588.966 244.534 714.935 - 9.106.068 9.106.068 249.953 160.285.341 160.535.294 Lampiran - 5/160 - Schedule Financial liabilities Liabilities payable on demand Deposits from customers: Demand deposits Savings Time deposits Deposits from other banks Financial liabilities held for trading Acceptance payables Borrowings Accruals Other liabilities Subordinated debts Additional Tier - 1 capital subordinated notes
  174. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan b. Fair value of financial instruments Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif didasarkan pada kuotasian harga pasar atau harga dealer. Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Bank menentukan nilai wajar dengan menggunakan teknik penilaian lainnya. The fair values of financial assets and financial liabilities that are traded in active markets are based on quoted market prices or dealer price quotations. For all other financial instruments, the Bank determines fair values using other valuation techniques. Untuk instrumen keuangan yang jarang diperdagangkan dan sedikit memiliki transparansi harga, nilai wajar menjadi kurang objektif dan membutuhkan berbagai tingkat pertimbangan tergantung pada likuiditas. Konsentrasi, ketidakpastian faktor pasar, asumsi harga dan risiko lainnya yang mempengaruhi instrumen tertentu. For financial instruments that trade infrequently and have little price transparency, fair values is less objective and requires varying degrees of judgment depending on liquidity, concentration, uncertainty of market factors, pricing assumptions and other risks affecting the specific instrument. Model Penilaian Valuation Models Bank mengukur nilai wajar dengan menggunakan hirarki dari metode berikut: The Bank measures fair values using the following hierarchy of methods: - Level 1: input yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk instrumen yang identik yang dapat diakses Bank pada tanggal pengukuran. - Level 1: inputs that are quoted prices (unadjusted) in active markets for identical instruments that the Bank can access at the measurement date. - Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung. Dalam kategori ini termasuk instrumen yang dinilai dengan menggunakan: harga kuotasian untuk instrumen yang serupa di pasar aktif; harga kuotasian untuk instrumen yang identik atau yang serupa di pasar yang tidak aktif; atau teknik penilaian lainnya di mana seluruh input signifikan dapat diobservasi secara langsung maupun tidak langsung dari data pasar. - Level 2: inputs other than quoted prices included within level 1 that are observable either directly or indirectly. This category includes instruments valued using: quoted market prices in active markets for similar instruments; quoted prices for identical or similar instruments in markets that are not active; or other valuation techniques in which all significant inputs are directly or indirectly observable from market data. - Level 3: input yang tidak dapat diobservasi. Dalam kategori ini termasuk semua instrumen di mana teknik penilaian menggunakan input yang tidak dapat diobservasi dan input yang tidak dapat diobservasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penilaian instrumen. Termasuk dalam kategori ini adalah instrumen yang dinilai berdasarkan harga kuotasian untuk instrumen serupa yang memerlukan penyesuaian atau asumsi signifikan yang tidak dapat diobservasi untuk mencerminkan perbedaan diantara instrumen tersebut. - Level 3: inputs that are unobservable. This category includes all instruments for which the valuation technique includes inputs not based on observable data and the unobservable inputs have a significant effect on the instrument’s valuation. This category includes instruments that are valued based on quoted prices for similar instruments for which significant unobservable adjustments or assumptions are required to reflect differences between the instruments. Lampiran - 5/161 - Schedule
  175. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair value (continued) of financial instruments Model Penilaian (lanjutan) Valuation Models (continued) Teknik penilaian mencakup model nilai kini bersih dan arus kas yang didiskontokan, perbandingan dengan instrumen sejenis yang harga pasarnya tersedia, serta dapat diobservasi, serta model penilaian lainnya. Asumsi dan input yang digunakan dalam teknik penilaian meliputi suku bunga bebas risiko (risk-free) dan suku bunga acuan serta credit spreads yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto, harga obligasi dan nilai tukar mata uang asing. Valuation techniques include net present value and discounted cash flow models, comparison with similar instruments for which market observable prices exist and other valuation models. Assumptions and inputs used in valuation techniques include risk-free and benchmark interest rates and credit spreads used in estimating discount rates, bond prices and foreign currency exchange rates. Tujuan dari teknik penilaian adalah untuk pengukuran nilai wajar yang mencerminkan harga yang akan diterima untuk menjual aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transactions) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran. The objective of valuation techniques is to arrive at a fair value measurement that reflects the price that would be received to sell the asset or paid to transfer the liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date. Bank menggunakan model penilaian yang diakui secara luas untuk menentukan nilai wajar atas instrumen keuangan yang umum dan yang lebih sederhana, seperti swap suku bunga dan nilai tukar yang hanya menggunakan data pasar yang dapat diobservasi dan membutuhkan sedikit pertimbangan dan estimasi manajemen. Harga yang dapat diobservasi atau input model biasanya tersedia di pasar untuk efek-efek utang yang tercatat di bursa dan derivatif overthe-counter (“OTC”) seperti swap suku bunga. Ketersediaan harga pasar yang dapat diobservasi dan input model mengurangi kebutuhan pertimbangan dan estimasi manajemen dan juga mengurangi ketidakpastian terkait penentuan nilai wajar. Ketersediaan harga pasar yang dapat diobservasi dan input bervariasi bergantung pada produk dan pasar dan cenderung berubah berdasarkan kejadian tertentu dan kondisi umum di pasar keuangan. The Bank uses widely recognised valuation models for determining the fair values of common and more simple financial instruments, such as interest rate and currency swaps that use only observable market data and require little management judgment and estimation. Observable prices or model inputs are usually available in the market for listed debt securities and simple over-the-counter (“OTC”) derivatives such as interest rate swaps. Availability of observable market prices and model inputs reduces the needs for management judgment and estimation and also reduces the uncertainty associated with determining fair values. The availability of observable market prices and inputs varies depending on the products and markets and is prone to changes based on specific events and general conditions in the financial markets. Untuk instrumen yang lebih kompleks, Bank menggunakan model penilaian proprietary, yang biasanya dikembangkan dari model penilaian yang telah diakui. Beberapa atau semua input yang signifikan dalam model ini mungkin tidak dapat diobservasi di pasar dan berasal dari harga pasar atau harga atau estimasi berdasarkan asumsi. Contoh instrumen yang memerlukan input yang tidak dapat diobservasi yang signifikan meliputi beberapa OTC structured derivatives, pinjaman tertentu dan efek yang tidak memiliki pasar aktif (seperti dibahas di paragraf di bawah). Model penilaian yang menggunakan input yang tidak dapat diobservasi yang signifikan memerlukan tingkat pertimbangan dan asumsi manajemen yang lebih tinggi dalam penentuan nilai. For more complex instruments, the Bank uses proprietary valuation models, which are usually developed from recognised valuation models. Some or all the significant inputs into these models may not be observable in the market and are derived from market prices or rates or are estimated based on assumptions. Examples of instruments involving significant unobservable inputs include certain OTC structured derivatives, certain loans and securities for which there is no active market (as discussed in the following paragraph). Valuation models that employ significant unobservable inputs require a higher degree of management judgment and estimation in the determination of value. Lampiran - 5/162 - Schedule
  176. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair value (continued) of financial instruments Model Penilaian (lanjutan) Valuation Models (continued) Pertimbangan dan estimasi manajemen biasanya memerlukan pemilihan model yang sesuai untuk digunakan, penentuan arus kas masa depan yang diharapkan pada instrumen keuangan yang dinilai, penentuan probabilitas kegagalan pihak lawan dan pembayaran dimuka, dan pemilihan tingkat diskonto yang tepat. Management judgment and estimation are usually require selection of the appropriate valuation model to be used, determination of expected future cash flows on the financial instrument being valued, determination of the probability of counterparty default and prepayments, and selection of appropriate discount rates. Estimasi nilai wajar yang diperoleh dari model disesuaikan dengan faktor-faktor lain, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model, sepanjang Bank berkeyakinan bahwa pelaku pasar pihak ketiga akan memperhitungkan mereka dalam menentukan harga transaksi. Nilai wajar mencerminkan risiko kredit instrumen termasuk penyesuaian untuk memperhitungkan risiko kredit Bank dan pihak lawan. Untuk mengukur derivatif yang klasifikasinya mungkin berubah dari aset menjadi liabilitas atau sebaliknya seperti swap suku bunga, nilai wajar memperhitungkan Credit Valuation Adjustment (“CVA”) dan Debit Valuation Adjustment (“DVA”) ketika pelaku pasar mempertimbangkan hal ini dalam harga derivatif, Bank menggunakan Advanced Internal Rating Based ("AIRB") model untuk mengukur CVA dan DVA. Pada tanggal 31 Desember 2021, CVA dan DVA Bank adalah masing-masing Rp17.672 dan Rp1.591. Fair values estimates obtained from models are adjusted for any other factors, such as liquidity risk or model uncertainties, to the extent that the Bank believes that a third party market participants would take them into account in pricing a transaction. Fair values reflect the credit risk of the instrument and include adjustments to take into account of the credit risk of the Bank and the counterparty where appropriate. For measuring derivatives that might change classification from being an asset to a liability or vice versa such as interest rate swaps, fair values take into account both Credit Valuation Adjustment (“CVA”) and Debit Valuation Adjustment (“DVA”) when market participants take this into consideration in pricing the derivatives. The Bank uses Advanced Internal Rating Based (“AIRB”) model to measure the CVA and DVA. As of 31 December 2021, the Bank’s CVA and DVA were Rp17,672 and Rp1,591, respectively. Penilaian aset keuangan dan liabilitas keuangan dikaji secara independen dari bisnis oleh Unit Keuangan dan Unit Risiko, Unit Keuangan terutama bertanggung jawab untuk memastikan bahwa penyesuaian penilaian telah dilakukan secara tepat. Unit Risiko melakukan validasi harga secara independen untuk memastikan bahwa Bank menggunakan data pasar yang dapat diandalkan dari sumber-sumber independen (misalnya harga perdagangan dan kuotasi pialang) berdasarkan konsensus sumber data. Valuation of financial assets and financial liabilities are subject to a review, independent of the business, by Finance and Risk Units. Finance Unit is primarily responsible for ensuring that valuation adjustments have been properly accounted for. Risk Unit performs an independent price validation to ensure that the Bank uses reliable market data from independent sources (e.g. traded prices and broker quotes) based on consensus data sources. Kerangka Penilaian Valuation Framework Model penilaian diajukan oleh bisnis dan divalidasi oleh Unit Risiko. Model penilaian disetujui oleh Direktur Bisnis, Direktur Risiko dan Direktur Keuangan. Unit Risiko melakukan pengkajian tahunan terhadap model penilaian untuk memastikan bahwa hasil penilaian mencerminkan harga pasar. Valuation model is proposed by the business and is validated by Risk Unit. Valuation model is approved by Business Director, Risk Director and Finance Director. Risk unit performs annual review on the valuation model to ensure that the result of the valuation reflects the market prices. Lampiran - 5/163 - Schedule
  177. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair value (continued) of financial instruments Kerangka Penilaian (lanjutan) Valuation Framework (continued) Unit Risiko melakukan pengkajian tengah tahunan terhadap kelayakan sumber data pasar yang digunakan dalam penilaian. Data pasar yang digunakan untuk validasi harga mencakup pula sumber data perdagangan terkini yang melibatkan pihak lawan eksternal atau pihak ketiga seperti Bloomberg, Reuters, pialang dan pricing providers. Data pasar yang digunakan harus sedapat mungkin mencerminkan pasar yang secara berkesinambungan dapat berevolusi mengikuti perkembangan pasar dan instrumen keuangan. Untuk menentukan kualitas dari input data pasar, faktor-faktor seperti independensi, relevansi, keandalan, ketersediaan berbagai sumber data, dan metodologi yang digunakan oleh pricing provider juga dipertimbangkan. Risk Unit performs a semi-annual review of the suitability of the market data sources used for valuation. The market data used for price validation may include those sourced from recent trade data involving external counterparties or third parties such as Bloomberg, Reuters, brokers and pricing providers. The market data used should be representative of the market as much as possible, which can evolve over time as markets and financial instruments develop. To determine the quality of the market data inputs, factors such as independence, relevance, reliability, availability of multiple data sources, and methodology employed by the pricing provider are taken into consideration. Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial values Tabel berikut ini menyajikan analisis instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar berdasarkan tingkat hirarki nilai wajarnya pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, berdasarkan level hierarki nilai wajar: The table below presents financial instruments measured at fair value as of 31 December 2021 and 2020, based on the level in the fair values hierarchy: instruments measured at fair 2021 Level 1/ Level 1 Aset keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan untuk diperdagangkan - Instrumen keuangan pendapatan tetap - Derivatif Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Efek-efek untuk tujuan investasi - Instrumen keuangan pendapatan tetap Liabilitas keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan - Derivatif Level 2/ Level 2 Jumlah/ Total Financial assets Measured at fair value through profit or loss 737 1.370.814 210.248 1.370.814 210.985 737 1.581.062 1.581.799 32.588.193 215.019 32.803.212 32.588.930 1.796.081 34.385.011 475 163.870 Lampiran - 5/164 - Schedule 164.345 Financial assets held for trading Fixed income financial instruments Derivatives - Measured at fair value through other comprehensive income Investment securities Fixed income financial instruments Financial liabilities Measured at fair value through profit or loss Financial liabilities held for trading Derivatives -
  178. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair value (continued) of financial instruments Instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar (lanjutan) Financial instruments values (continued) measured at fair Tabel berikut ini menyajikan analisis instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar berdasarkan tingkat hirarki nilai wajarnya pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, berdasarkan level hierarki nilai wajar: (lanjutan) The table below presents financial instruments measured at fair value as of 31 December 2021 and 2020, based on the level in the fair values hierarchy: (continued) 2020 Level 1/ Level 1 Aset keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan untuk diperdagangkan - Instrumen keuangan pendapatan tetap - Derivatif Kredit yang diberikan Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain Efek-efek untuk tujuan investasi - Instrumen keuangan pendapatan tetap Liabilitas keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan - Derivatif Level 2/ Level 2 Jumlah/ Total Financial assets Measured at fair value through profit or loss 1.769 - 1.850.573 496.036 346.160 1.850.573 497.805 346.160 1.769 2.692.769 2.694.538 15.574.173 684.970 16.259.143 15.575.942 3.377.739 18.953.681 1.754 248.199 249.953 Financial assets held for trading Fixed income financial instruments Derivatives Loans Measured at fair value through other comprehensive income Investment securities Fixed income financial instruments Financial liabilities Measured at fair value through profit or loss Financial liabilities held for trading Derivatives - Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan, efek-efek tersedia untuk dijual dan investasi diukur pada FVOCI lain ditentukan dengan teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi yang diperoleh dengan referensi utama dari Reuters dan IBPA. The fair values of financial assets and financial liabilities held for trading, available-for-sale investment securities and investments measured at FVOCI were determined using valuation techniques based on observable inputs with major references from Reuters and IBPA. Untuk laporan keuangan posisi 31 Desember 2021, terdapat eksposur kredit yang diukur dengan nilai wajar yaitu porsi kredit sindikasi yang belum terjual dan dibukukan pada kategori FVTPL. For financial statements as of 31 December 2021, there is a credit exposure measured at fair value, which is the portion of syndicated loans that have not yet been sold and are recorded in the FVTPL category. Nilai wajar dari eksposur kredit tersebut diukur menggunakan metode diskon arus kas dengan model yang telah disetujui oleh Komite Penilaian Model (“MAC”) yang merupakan sub-komite dari RMC. The fair value of the credit exposure is measured using the cash flow discount method with a model that has been approved by the Model Assessment Committee (“MAC”) which is a sub-committee of the RMC. Lampiran - 5/165 - Schedule
  179. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair value (continued) of financial instruments Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar Financial instruments not measured at fair values Tabel di bawah ini menyajikan nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar dan analisis atas instrumen keuangan tersebut sesuai dengan masingmasing level pada hierarki nilai wajar. The following table sets out the fair values of financial instruments not measured at fair value and analysis on those financial instruments by level in the fair value hierarchy. 2021 Jumlah nilai tercatat/ Total carrying amount Aset keuangan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain - bersih Liabilitas keuangan Simpanan dari nasabah: - Giro - Tabungan - Deposito berjangka Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Nilai wajar/ Fair value Level 2/ Level 3/ Level 2 Level 3 Level 1/ Level 1 Jumlah/ Total 14.245.191 116.985.878 - - 14.245.191 117.109.050 14.245.191 117.109.050 Financial assets Securities purchased under resale agreements Loans 8.161.399 2.300.160 - 1.362.954 - 6.833.049 2.300.160 8.196.003 2.300.160 Investment securities Other assets - net 141.692.628 - 1.362.954 140.487.450 141.850.404 58.876.250 38.280.171 82.835.895 - 58.876.250 38.280.171 82.835.895 - 58.876.250 38.280.171 82.835.895 9.329.879 - - 8.926.898 189.322.195 - 179.992.316 8.926.898 Financial liabilities Deposits from customers: Demand deposits Savings Time deposits Additional Tier - 1 capital subordinated 8.926.898 notes 188.919.214 2020 Jumlah nilai tercatat/ Total carrying amount Aset keuangan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain - bersih Liabilitas keuangan Simpanan dari nasabah: - Giro - Tabungan - Deposito berjangka Utang subordinasi Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Nilai wajar/ Fair value Level 2/ Level 3/ Level 2 Level 3 Level 1/ Level 1 Jumlah/ Total 22.272.459 110.464.748 - - 22.272.459 110.539.081 22.272.459 110.539.081 Financial assets Securities purchased under resale agreements Loans 6.997.837 1.147.333 - 2.293.362 - 4.783.220 1.147.333 7.076.582 1.147.333 Investment securities Other assets - net 140.882.377 - 2.293.362 138.742.093 141.035.455 40.630.798 33.867.557 71.254.717 714.935 - 40.630.798 33.867.557 71.254.717 749.366 - 40.630.798 33.867.557 71.254.717 749.366 9.106.068 - - 9.106.068 155.574.075 - 146.502.438 9.106.068 Sebagian besar dari instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar, diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Tabel di bawah ini menyajikan daftar instrumen keuangan yang nilai tercatatnya mendekati nilai wajarnya, contohnya, instrumen keuangan jangka pendek atau yang ditinjau ulang menggunakan harga pasar secara berkala. Financial liabilities Deposits from customers: Demand deposits Savings Time deposits Subordinated debts Additional Tier - 1 capital subordinated 9.106.068 notes 155.608.506 The majority of the financial instruments not measured at fair value are measured at amortised cost. The following table lists those financial instruments for which their carrying amount are reasonable approximation of fair value because, for example, short-term financial instruments or which are reviewed at market prices periodically. Lampiran - 5/166 - Schedule
  180. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 42. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) b. 42. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued) Nilai wajar instrumen keuangan (lanjutan) b. Fair value (continued) of financial instruments Instrumen keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar (lanjutan) Financial instruments not measured at fair values (continued) Aset Keuangan: - Kas - Giro pada Bank Indonesia - Giro pada bank-bank lain - Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali - Tagihan akseptasi - Efek-efek untuk tujuan investasi - wesel, Sertifikat Bank Indonesia Syariah dan Obligasi Pemerintah - Sukuk Ijarah - Aset lain-lain - besih Financial Assets: - Cash - Current accounts with Bank Indonesia - Current accounts with other banks - Placements with Bank Indonesia and other banks - Securities purchased under resale agreements - Acceptance receivables - Investment securities - bills, Certificates of Bank Indonesia Sharia and Government bonds - Sukuk Ijarah - Other assets - net Liabilitas Keuangan: - Liabilitas segera - Simpanan dari nasabah - Simpanan dari bank-bank lain - Utang akseptasi - Pinjaman yang diterima - Beban masih harus dibayar - Liabilitas lain-lain Financial Liabilities: - Liabilities payable on demand - Deposits from customers - Deposits from other banks - Acceptance payables - Borrowings - Accruals - Other liabilities Nilai wajar investasi pada efek-efek syariah berdasarkan harga kuotasian pasar. The fair values of investments in sharia securities were based on quoted market price. Nilai wajar dari kredit yang diberikan diestimasi dengan menggunakan model penilaian, seperti teknik diskonto arus kas. Input dalam teknik penilaian termasuk arus kas yang akan diterima di masa datang dan suku bunga. Fair value of loans is estimated using valuation models, such as discounted cash flow techniques. Inputs into the valuation techniques include expected future cash flow and interest rates. Nilai wajar dari simpanan dari nasabah tanpa jatuh tempo adalah jumlah yang terutang pada saat penarikan. The fair value of deposits from customers with no stated maturity is the amount repayable on demand. Nilai wajar utang subordinasi yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia berdasarkan harga pasar yang dikeluarkan oleh pricing provider (IBPA). Teknik penilaian yang digunakan oleh IBPA adalah berdasarkan metode Nelson Siegel Svensson. The fair values of listed subordinated debts were based on quoted market prices issued by pricing provider (Indonesian Bond Pricing Agency/IBPA). The valuation techniques used by IBPA is based on Nelson Siegel Svensson method. Nilai wajar surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 dihitung menggunakan model penilaian, seperti teknik diskonto arus kas. Input dalam teknik penilaian termasuk arus kas yang akan diterima di masa datang dan suku bunga. The fair values of additonal Tier - 1 capital subordinated notes was calculated using valuation models, such as discounted cash flow techniques. Inputs into the valuation techniques include expected future cash flow and interest rates. Perhitungan nilai wajar dilakukan hanya untuk kepentingan pengungkapan dan tidak berdampak pada pelaporan posisi atau kinerja keuangan Bank. Nilai wajar yang dihitung oleh Bank mungkin berbeda dengan jumlah aktual yang akan diterima/dibayar pada saat penyelesaian atau jatuh tempo instrumen keuangan. Mengingat kategori tertentu instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan, maka terdapat pertimbangan manajemen dalam perhitungan nilai wajar. The fair values calculated are for disclosure purposes only and do not have any impact on the Bank’s reported financial performance or position. The fair values calculated by the Bank may be different from the actual amount that will be received/paid on the settlement or maturity of the financial instrument. As certain categories of financial instruments are not traded, there is management judgment involved in calculating the fair values. Lampiran - 5/167 - Schedule
  181. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 43. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) KOMITMEN DAN KONTINJENSI 43. COMMITMENTS AND CONTINGENCIES Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki komitmen dan kontinjensi sebagai berikut: As of 31 December 2021 and 2020, the Bank had commitments and contingencies as follows: 2021 2020 KOMITMEN COMMITMENTS Liabilitas komitmen Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan - committed - Pihak ketiga - Pihak berelasi Letters of credit yang tidak dapat dibatalkan dan masih berjalan - Pihak ketiga Jumlah liabilitas komitmen (13.991.392) (1.449) (8.636.696) (238) (13.992.841) (8.636.934) (2.056.410) (1.832.677) (2.056.410) (1.832.677) (16.049.251) (10.469.611) Committed liabilities Unused credit facility - committed Third parties Related parties Outstanding irrevocable letters of credit Third parties - Total committed liabilities KONTINJENSI CONTINGENCIES Tagihan kontinjensi Pendapatan bunga atas kredit bermasalah 551.592 550.744 Contingent receivables Interest receivable on non-performing loans Jumlah tagihan kontinjensi 551.592 550.744 Total contingent receivables Liabilitas kontinjensi Garansi yang diterbitkan Bank garansi - Pihak ketiga - Pihak berelasi Lainnya - Pihak ketiga 44. (331.211) (201.601) Contingent liabilities Guarantees issued Bank guarantees Third parties Related parties Others Third parties - Jumlah liabilitas kontinjensi (5.133.489) (4.841.620) Total contingent liabilities Jumlah liabilitas kontinjensi (4.581.897) (4.290.876) Total contingent liabilities (4.799.427) (2.851) (4.640.019) - Jumlah fasilitas kredit (uncommitted) kepada nasabah dan bank lain yang belum digunakan pada 31 Desember 2021 dan 2020 adalah masingmasing sebesar Rp61.221.472 dan Rp54.173.645. The unused loan facilities (uncommitted) granted to customers and other banks as of 31 December 2021 and 2020 amounted to Rp61,221,472 and Rp54,173,645, respectively. Komitmen dan kontinjensi ke diungkapkan pada Catatan 44. Commitments and contingencies for related parties are disclosed in Note 44. pihak berelasi TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI 44. TRANSACTIONS WITH RELATED PARTIES Rincian saldo yang signifikan dengan pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Catatan/ Notes Giro pada bank-bank lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 7 Penempatan pada bank-bank lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 8 Aset keuangan untuk diperdagangkan Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 9 Kredit yang diberikan Karyawan kunci 12 1) The details of significant balances with related parties as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2021 Jumlah/ Amount %1) 2020 Jumlah/ Amount %1) 30.716 0,01 6.003 0,00 Current accounts with other banks Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 855.158 0,36 - - Placement with other banks Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 1.236 0,00 - - Financial assets held for trading Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 110.592 0,05 112.440 0,06 Loans Key management personnel Persentase terhadap jumlah aset dan liabilitas untuk setiap aset dan liabilitas serta persentase terhadap setiap jumlah komitmen dan kontinjensi untuk setiap komitmen dan kontinjensi. Percentage to total assets and liabilities for each respective asset and liability and percentage to the respective total commitments and contingencies for each respective commitment and contingency. Lampiran - 5/168 - Schedule 1)
  182. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 44. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan) 44. TRANSACTIONS (continued) Rincian saldo yang signifikan dengan pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: (lanjutan) Catatan/ Notes Simpanan dari nasabah Giro Tabungan Deposito berjangka 19 20 21 Simpanan dari bank-bank lain Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 22 Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 9 Liabilitas imbalan pascakerja 25 Utang subordinasi Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 27 Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok Fasilitas kredit pada nasabah yang belum digunakan - committed 1) 2021 Jumlah/ Amount %1) 0,00 340 68.983 63.166 0,00 0,04 0,04 12.657 0,01 Deposits from other banks Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 4.390 0,00 12.927 0,01 28.877 0,01 21.473 0,01 Obligation for post-employment benefits 0,06 Subordinated debts Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok - 105.197 9.329.879 4,73 9.106.068 5,60 Additional Tier - 1 capital subordinated notes Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok 1.449 0,00 238 0,00 Unused credit facility - committed 28 43 Persentase terhadap jumlah aset dan liabilitas untuk setiap aset dan liabilitas serta persentase terhadap setiap jumlah komitmen dan kontinjensi untuk setiap komitmen dan kontinjensi. Beban bunga dan syariah Giro Tabungan Deposito berjangka Call money Utang subordinasi 34 Pendapatan provisi dan komisi Pendapatan transaksi perdagangan Beban umum dan administrasi Outsourcing Beban sewa: - Kendaraan - Peralatan kantor 38 Deposits from customers Demand deposits Savings Time deposits Financial liabilities held for trading Bangkok Bank Public Company Limited, Bangkok - 33 PARTIES 2020 Jumlah/ Amount %1) 0,00 0,09 0,03 3.235 Pendapatan bunga dan syariah Kredit yang diberikan Penempatan pada bank-bank lain RELATED The details of significant balances with related parties as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: (continued) 3.394 180.197 57.224 Catatan/ Notes 1) WITH Percentage to total assets and liabilities for each respective asset and liability and percentage to the respective total commitments and contingencies for each respective commitment and contingency. 2021 Jumlah/ Amount %1) 1) 2020 Jumlah/ Amount %1) 9.435 11.845 0,08 0,10 33.949 550 0,28 0,00 Interest and sharia income Loans Placements with other banks 14.006 5.514 30.501 12.103 0,33 0,13 0,72 0,29 92.906 10.486 116.842 436 35.470 1,73 0,19 2,17 0,01 0,66 Interest and sharia expense Demand deposits Savings Time deposits Call money Subordinated debts 35 451 0,02 2.338 0,10 Fees and commission income 36 - - 858 0,04 - - 9.500 - - 23.000 3.592 Beban penyusutan aset hak-guna - - 19.484 Beban bunga liabilitas sewa Lainnya-asuransi - - 1.367 38.815 Persentase terhadap masing-masing jumlah pendapatan/beban yang bersangkutan Lampiran - 5/169 - Schedule Net trading income General and administrative expenses 0,54 Outsourcing Rent expenses: 1,30 Vehicles 0,20 Office equipment Depreciation expense of 1,10 right-of-use assets Interest expense of lease 0,08 liabilities 2,19 Others-insurance Percentage of the respective total income/expenses accounts 1)
  183. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 44. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan) 44. TRANSACTIONS (continued) WITH RELATED PARTIES Transaksi dengan pihak berelasi terutama berhubungan dengan kegiatan pinjam-meminjam dana dalam kegiatan normal usaha. Tidak terdapat perbedaan syarat usaha yang signifikan dibandingkan dengan transaksi dengan pihak ketiga kecuali dinyatakan lain di dalam laporan keuangan. The related party transactions primarily related to the lending and borrowing of funds in the normal course of their business. There is no significant difference of terms of business compared with third party transactions unless otherwise stated in the financial statements. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, cadangan kerugian penurunan nilai kolektif yang dibukukan atas saldo kredit yang diberikan kepada personil manajemen kunci masing-masing sebesar Rp570 dan Rp584. As of 31 December 2021 and 2020, collective allowance for impairment losses related to loans to key management personnel amounted to Rp570 and Rp584, respectively. Kompensasi yang diberikan bagi personil manajemen kunci untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 terdiri dari: The compensation of key management personnel for the years ended 31 December 2021 and 2020 consists of: 2021 2020 Dewan Komisaris Imbalan kerja jangka pendek 29.219 15.667 Board of Commissioners Short-term employee benefits Direksi Imbalan kerja jangka pendek 101.788 224.859 Board of Directors Short-term employee benefits Karyawan kunci Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka panjang Imbalan pascakerja 276.242 3.156 12.217 273.944 4.339 12.598 Key management personnel Short-term employee benefits Long-term employment benefits Post-employment benefits 422.622 531.407 Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: No. Pihak berelasi/ Related parties The details of the relationship and type of significant transactions with related parties as of 31 December 2021 and 2020 were as follows: Sifat relasi/ Nature of relationship Jenis transaksi/ Type of transactions 1. Bangkok Bank Public Company Limited Pemegang saham terakhir dan mayoritas/Ultimate and majority shareholder Penempatan giro dan call money, transaksi derivatif, simpanan dari nasabah, utang subordinasi dan surat utang subordinasi modal inti tambahan tier-1/Placement in current accounts and call money, derivative transactions, deposits from customers, subordinated debts and additional tier-1 capital subordinated notes 2. Komisaris, Direksi dan personil manajemen kunci/Commissioners, Directors and key management personnel Pengawas, pengurus dan karyawan kunci/Oversight team, management and key management personnel Kredit yang diberikan, simpanan dari nasabah dan remunerasi/Loans, deposits from customers and remuneration 3. PT Sahabat Finansial Keluarga Entitas asosiasi/Associated entity Simpanan dari nasabah/Deposits from customers Lampiran - 5/170 - Schedule
  184. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 45. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS DALAM VALUTA ASING 2021 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) 45. ASSETS AND CURRENCIES 2020 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent LIABILITIES Giro pada Bank Indonesia Dolar Amerika Serikat Giro pada bank-bank lain - Pihak berelasi Thailand Baht Poundsterling Inggris Dolar Singapura Yen Jepang Indian Rupee - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Yen Jepang Dolar Singapura Poundsterling Inggris Euro Yuan Cina Dolar Australia Lain-lain (ekuivalen USD) - Cadangan kerugian penurunan nilai Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain - Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat FOREIGN Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent Aset Kas Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Dolar Australia Euro Lain-lain (ekuivalen USD) IN Assets 7.812.747 3.916.830 1.428.720 658.885 111.351 41.341 14.782 10.616 6.703.533 3.514.248 1.960.430 1.359.665 94.185 37.273 21.079 23.433 929.348 13.246 996.472 14.001 Cash United States Dollar Singapore Dollar Australian Dollar Euro Others (USD equivalent) 985.706 Current accounts with Bank Indonesia United States Dollar Current accounts with other banks Related parties Thailand Baht Great Britain Poundsterling Singapore Dollar Japanese Yen Indian Rupee 130.656.994 1.862.189 70.156.994 33.312.413 405.587 521.846 24.154.426 704.856 14.275 7.808 5.508 2.990 135 12.824.272 - 6.003 - 125.236.691 2.224.660.449 24.468.406 4.340.748 4.433.651 24.895.841 4.496.006 1.784.935 275.346 258.256 83.563 71.437 55.680 46.518 100.074.980 2.355.479.647 17.366.694 3.636.113 14.655.377 14.192.984 5.098.269 1.406.055 320.275 184.194 69.131 252.577 30.614 54.819 3.420.346 48.749 2.254.091 31.669 (20) - Third parties United States Dollar Japanese Yen Singapore Dollar Great Britain Poundsterling Euro Chinese Yuan Australian Dollar Others (USD equivalent) (1) (188) (4) - (309) (3) Placements with Bank Indonesia and other banks Related parties United States Dollar 60.000.000 855.150 - - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat 1.180.000.000 16.817.950 998.000.000 14.021.900 Third parties United States Dollar - Bunga yang masih akan diterima Dolar Amerika Serikat 683.319 9.738 28.860 405 Accrued interest receivables United States Dollar - Cadangan kerugian penurunan nilai Dolar Amerika Serikat Aset keuangan untuk diperdagangkan - Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) Dipindahkan (766) 86.869 (10) - Allowance for impairment losses United States Dollar Others (USD equivalent) - 1.236 - 21.490.434 306.293 2.045.842 28.744 254.850 3.632 165.093 2.320 22.702.713 Lampiran - 5/171 - Schedule - Allowance for impairment losses United States Dollar - Financial assets held for trading Related parties United States Dollar 17.584.376 Third parties United States Dollar Others (USD equivalent) Carried forward
  185. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 45. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2021 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) Pindahan Tagihan akseptasi - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Euro Lain-lain (ekuivalen USD) - Cadangan kerugian penurunan nilai Euro Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) 45. ASSETS AND LIABILITIES CURRENCIES (continued) Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent 2020 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) 22.702.713 IN FOREIGN Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent 17.584.376 Brought forward Acceptance receivables Third parties United States Dollar Euro Others (USD equivalent) 91.688.878 178.853 1.306.795 2.882 57.706.171 - 810.772 - 964.096 13.741 497.526 6.990 (3.330) (5.242.610) (54) (74.720) (1.239.102) (17.409) (10.592) (151) (1.043) (15) Allowance for impairment losses Euro United States Dollar Others (USD equivalent) Kredit yang diberikan - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Yen Jepang Euro 1.568.096.957 1.987.706 162.589.973 176.065 22.349.302 20.980 20.124 2.837 1.864.074.812 36.464.263 162.577.914 - 26.190.251 386.746 22.106 - Loans Third parties United States Dollar Singapore Dollar Japanese Yen Euro - Bunga yang masih akan diterima Dolar Amerika Serikat Yen Jepang Dolar Singapura Euro 4.446.648 519.786 4.333 355 63.376 64 46 6 8.777.480 573.017 57.405 - 123.324 78 608 - Accrued interest receivables United States Dollar Japanese Yen Singapore Dollar Euro - Cadangan kerugian penurunan nilai Yen Jepang Euro Dolar Singapura Dolar Amerika Serikat Efek-efek untuk tujuan investasi - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Aset lain-lain - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) - Cadangan kerugian penurunan nilai Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) Jumlah aset (4.751.459) (47.151) (483.187) (259.420.063) 221.713.916 (588) (760) (5.100) (3.697.384) 3.159.978 (5.057.434) (793.897) (233.424.793) 36.514.326 (688) (8.420) (3.279.617) 513.026 103.642.985 1.477.172 15.897.398 223.357 828.760 11.812 799.186 11.228 (1.369.594) (19.520) (270.402) (3.799) (2.067) (30) (21.978) (308) 47.333.521 Lampiran - 5/172 - Schedule 42.562.606 Allowance for impairment losses Japanese Yen Euro Singapore Dollar United States Dollar Investment securities Third parties United States Dollar Other assets Third parties United States Dollar Others (USD equivalent) Allowance for impairment losses United States Dollar Others (USD equivalent) Total assets
  186. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 45. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2021 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) 45. ASSETS AND LIABILITIES CURRENCIES (continued) 2020 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent Simpanan dari nasabah Giro - Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Euro Yen Jepang Lain-lain (ekuivalen USD) - Bunga yang masih harus dibayar Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Tabungan - Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Euro Dolar Australia Yen Jepang Poundsterling Inggris Yuan Cina Franc Swiss Lain-lain (ekuivalen USD) - Bunga yang masih harus dibayar Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Dolar Australia Deposito berjangka - Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Dolar Australia Lain-lain (ekuivalen USD) - Bunga yang masih harus dibayar Dolar Amerika Serikat Dolar Singapura Dipindahkan FOREIGN Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent Liabilitas Liabilitas segera Dolar Amerika Serikat IN Liabilities - - - - Liabilitas payable on demand United States Dollar Deposits froms customers Demand deposits Related parties United States Dollar 19.104 272 19.090 268 1.428.467.010 27.103.930 3.624.425 89.739.161 20.359.227 286.073 58.398 11.107 841.291.478 17.356.494 2.622.307 - 11.820.145 184.086 45.194 - 600.013 8.552 1.490.179 20.937 Third parties United States Dollar Singapore Dollar Euro Japanese Yen Others (USD equivalent) 3.831 249 54 3 1.462 226 20 3 Accrued interest payables United States Dollar Singapore Dollar Savings accounts Related parties United States Dollar Others (USD equivalent) 379.166 5.404 390.893 5.492 103.074 1.468 89.559 1.259 252.636.741 38.732.199 21.750.033 30.333.461 1.091.501.435 3.600.707 408.806 350.447 313.848 135.095 240.735.618 31.443.692 15.358.325 22.271.121 432.421.232 3.382.334 333.498 264.692 239.470 58.796 3.996.532 7.960.531 2.099.480 76.937 17.804 32.720 3.345.563 10.456.416 1.337.337 63.607 22.554 21.265 11.560.299 43.269 1.733.976 24.364 Third parties United States Dollar Singapore Dollar Euro Australian Dollar Japanese Yen Great Britain Poundsterling Chinese Yuan Swiss Franc Others (USD equivalent) 2.880 351 64 41 4 1 3.508 316 67 50 3 1 Accrued interest payables United States Dollar Singapore Dollar Australian Dollar Time deposits Related parties United States Dollar 139.865 1.993 336.494 4.729 761.951.574 9.756.225 830.049 10.859.715 102.974 8.588 651.496.016 22.071.542 966.413 9.153.519 234.095 10.391 10.713 153 159.882 2.245 Third parties United States Dollar Singapore Dollar Australian Dollar Others (USD equivalent) 187.325 3.678 2.669 39 352.755 2.254 4.956 24 Accrued interest payables United States Dollar Singapore Dollar 36.686.368 Lampiran - 5/173 - Schedule 25.897.997 Carried forward
  187. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 45. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) ASET DAN LIABILITAS DALAM VALUTA ASING (lanjutan) 2021 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) Pindahan 45. ASSETS AND LIABILITIES CURRENCIES (continued) 2020 Jumlah dalam valuta asing (nilai penuh)/ Amount in foreign currency (full amount) Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent 36.686.368 Simpanan dari bank-bank lain - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Liabilitas keuangan untuk diperdagangkan - Pihak berelasi Thailand Baht - Pihak ketiga Dolar Australia Euro Dolar Amerika Serikat Lain-lain (ekuivalen USD) 1.985.021 28.292 1.765.739 IN Ekuivalen rupiah/ Rupiah equivalent 25.897.997 Brought forward 24.809 Deposits from other banks Third parties United Stated Dollar Financial liabilities held for trading Related parties Thailand Baht 282.209 121 - - 56 60.179 115.729 1 970 1.650 1.896 - 20 - 3.206 45 12.621 178 Third parties Australian Dollar Euro United Stated Dollar Others (USD equivalent) Utang akseptasi - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Euro Lain-lain (ekuivalen USD) Pinjaman diterima - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Surat utang subordinasi modal inti tambahan Tier - 1 - Pihak berelasi Dolar Amerika Serikat Liabilitas lain-lain - Pihak ketiga Dolar Amerika Serikat Euro Poundsterling Inggris Yuan China Lain-lain (ekuivalen USD) Acceptance payables 91.819.759 179.283 1.308.660 2.889 57.756.949 - 811.484 - 965.738 13.765 498.457 7.004 94.730 1.350 593 Additional Tier - 1 capital subordinated notes Related parties United States Dollar 648.118.745 9.106.068 14.448.072 1.394.113 205.923 22.463 17.631.735 8.928.148 247.724 153.872 7.370 102.084 142 228 5.660.215 12.209 4.210 1.167.174 16.400 Other liabilities Third parties United States Dollar Euro Great Britain Poundsterling Chinese Yuan Others (USD equivalent) 47.606.956 36.277.773 Total liabilities 273.435 6.284.833 Total assets - net Jumlah aset - bersih PELAPORAN SEGMEN 46. SEGMENT REPORTING Bank mengungkapkan pelaporan informasi keuangan berdasarkan segmen operasi sebagai berikut: 1. 8 9.329.879 295.364 Third parties United States Dollar Euro Others (USD equivalent) Borrowings Third parties United States Dollar 654.613.501 Jumlah liabilitas 46. FOREIGN The Bank discloses its financial information based on the operating segments as follows: Laporan Laba Rugi 1. Statements of Profit or Loss 2021 Keterangan Pendapatan bunga dan syariah - bersih Pendapatan di luar bunga dan syariah - bersih Pendapatan antar segmen - bersih Jumlah pendapatan Beban operasional lainnya Laba sebelum kerugian penurunan nilai Kerugian penurunan nilai aset keuangan dan transaksi tagihan administrasi Laba sebelum pajak 1) Perbankan konsumer/ Retail banking Perbankan wholesale/ Wholesale banking Lain-lain/ Others1) Jumlah / Total 1.203.346 3.736.634 2.709.673 7.649.653 1.281.987 1.795.113 4.280.446 (3.214.372) 558.830 (424.573) 3.870.891 (1.614.245) 357.930 (1.370.540) 1.697.063 (198.552) 2.198.747 9.848.400 (5.027.169) 1.066.074 2.256.646 1.498.511 4.821.231 (776.690) 289.384 Segmen lain-lain digunakan untuk menampung aktivitas yang tidak dapat didefinisikan ke dalam Perbankan Konsumer atau Perbankan Wholesale. Kategori ini khususnya digunakan di kantor pusat, termasuk diantaranya pencatatan atas kredit yang diberikan kepada karyawan, aset tetap dan aset takberwujud, aset pajak tangguhan dan utang subordinasi. (2.479.324) 304 (222.678) 1.498.815 (3.255.710) 1.565.521 Description Interest and sharía income - net Non-interest and sharía income - net Intersegment revenue - net Total income Other operating expenses Income before impairment losses Impairment losses on financial assets and transaction of administrative accounts Income before income tax Other segment is used for activities that cannot be defined under Retail Banking or Wholesale Banking. This category is particularly utilised in head office, which includes among others loan to employees, fixed assets and intangible assets, deferred tax assets and subordinated debts. Lampiran - 5/174 - Schedule 1)
  188. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 46. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PELAPORAN SEGMEN (lanjutan) 1. Laporan Laba Rugi (lanjutan) Keterangan Laba sebelum pajak 1) 1. Perbankan konsumer/ Retail banking Pendapatan bunga dan syariah - bersih Pendapatan di luar bunga dan syariah - bersih Pendapatan antar segmen - bersih Jumlah pendapatan Beban operasional lainnya Laba sebelum kerugian penurunan nilai Kerugian penurunan nilai aset keuangan dan transaksi tagihan administrasi 2. 46. SEGMENT REPORTING (continued) 2020 Perbankan wholesale/ Wholesale banking Statements of Profit or Loss (continued) Lain-lain/ Others1) Jumlah / Total Description 1.440.106 2.741.928 2.359.756 6.541.790 1.154.419 2.008.367 4.602.892 (3.169.016) 897.753 (500.876) 3.138.805 (1.383.892) 256.457 (1.507.491) 1.108.722 (523.655) 2.308.629 8.850.419 (5.076.563) 1.433.876 1.754.913 (1.783.479) (596.533) (349.603) 1.158.380 Segmen lain-lain digunakan untuk menampung aktivitas yang tidak dapat didefinisikan ke dalam Perbankan Konsumer atau Perbankan Wholesale. Kategori ini khususnya digunakan di kantor pusat, termasuk diantaranya pencatatan atas kredit yang diberikan kepada karyawan, aset tetap dan aset takberwujud, aset pajak tangguhan dan utang subordinasi. 585.067 3.773.856 221.505 (2.158.507) 806.572 1.615.349 Interest and sharía income - net Non-interest and sharía income - net Intersegment revenue - net Total income Other operating expenses Income before impairment losses Impairment losses on financial assets and transaction of administrative accounts Income before income tax Other segment is used for activities that cannot be defined under Retail Banking or Wholesale Banking. This category is particularly utilised in head office, which includes among others loan to employees, fixed assets and intangible assets, deferred tax assets and subordinated debts. Laporan Posisi Keuangan 2. 1) Statements of Financial Position 2021 Keterangan Jumlah aset Jumlah liabilitas Perbankan konsumer/ Retail banking Perbankan wholesale/ Wholesale banking 43.817.363 115.294.477 Lain-lain/ Others1) 79.036.775 70.954.720 111.524.904 11.516.130 Jumlah/ Total 234.379.042 197.765.327 Description Total assets Total liabilities 2020 Keterangan Jumlah aset Jumlah liabilitas 1) 47. Perbankan konsumer/ Retail banking Perbankan wholesale/ Wholesale banking 43.739.942 102.472.992 Segmen lain-lain digunakan untuk menampung aktivitas yang tidak dapat didefinisikan ke dalam Perbankan Konsumer atau Perbankan Wholesale. Kategori ini khususnya digunakan di kantor pusat, termasuk diantaranya pencatatan atas kredit yang diberikan kepada karyawan, aset tetap dan aset takberwujud, aset pajak tangguhan dan utang subordinasi. JAMINAN TERHADAP PEMBAYARAN BANK UMUM KEWAJIBAN Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tanggal 22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2005, Lembaga Penjamin Simpanan (“LPS”) dibentuk untuk menjamin kewajiban tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku. Undang-Undang tersebut telah diubah dengan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang No. 3 tahun 2008, yang mana telah ditetapkan menjadi undang-undang sejak tanggal 13 Januari 2009 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 tahun 2009. Lain-lain/ Others1) 71.250.630 48.319.105 82.735.525 11.862.547 Jumlah/ Total 197.726.097 162.654.644 Description Total assets Total liabilities Other segment is used for activities that cannot be defined under Retail Banking or Wholesale Banking. This category is particularly utilised in head office, which includes among others loan to employees, fixed assets and intangible assets, deferred tax assets and subordinated debts. 47. GUARANTEES ON DOMESTIC BANKS THE OBLIGATIONS OF Based on Law No. 24 dated 22 September 2004, effective since 22 September 2005, Indonesia Deposit Insurance Corporation (“LPS”) was established to provide guarantee on certain deposits from customers based on prevailing guarantee schemes. The law was changed with the Government Regulation as the Replacement of Law No. 3 year 2008, which was stipulated as a law since 13 January 2009 based on the Republic of Indonesia Law No. 7 year 2009. Lampiran - 5/175 - Schedule 1)
  189. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 47. 48. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) JAMINAN TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM (lanjutan) 47. GUARANTEES ON THE OBLIGATIONS DOMESTIC BANKS (continued) OF Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.66/2008 tanggal 13 Oktober 2008 mengenai besarnya nilai simpanan yang dijamin LPS, pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp2.000 untuk per nasabah per bank. Based on the Government of Republic of Indonesia Regulation No.66/2008 dated 13 October 2008 regarding the deposit amount guaranteed by LPS, as of 31 December 2021 and 2020, the deposit amount guaranteed by LPS for every customer in a bank was a maximum of Rp2,000. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, Bank adalah peserta dari program penjaminan tersebut. As of 31 December 2021 and 2020, the Bank was the participant of this guarantee scheme. HAL-HAL LAIN a. 48. OTHER MATTERS Kegiatan Jasa Kustodian a. Bank memberikan jasa kustodian berdasarkan surat izin Bapepam No.KEP-99/PM/1991 tanggal 22 Oktober 1991 yang ditegaskan kembali berdasarkan Surat Kepala Biro Transaksi & Lembaga Efek atas nama Ketua Bapepam-LK No.S-2631/PM/2002 tanggal 17 Desember 2002 terkait dengan perubahan nama PT Bank Bali Tbk menjadi PT Bank Permata Tbk. Jasa kustodian yang diberikan Bank mencakup jasa-jasa: The Bank provides custodial services under license from Bapepam No.KEP-99/PM/1991 dated 22 October 1991 which was reaffirmed by the Letter from Head of Transaction & Security Agency Bureau on behalf of the Chairman of Bapepam-LK No. S-2631/PM/2002 dated 17 December 2002 regarding the change of name from PT Bank Bali Tbk to PT Bank Permata Tbk. The custodian services provided by the Bank are as follows: - - - Pengelolaan dan penyelesaian transaksi jual-beli efek dengan dan tanpa warkat Penyimpanan dan administrasi efek-efek Pengurusan hak-hak klien atas kepemilikan efek-efek Perwakilan pada rapat umum pemegang saham Menghitung dan mengumumkan nilai aktiva bersih atas portofolio reksa dana, portofolio efek yang dikelola berdasarkan kontrak pengelolaan dana - Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, Bank memiliki nilai portofolio dalam administrasi kustodian masing-masing sebesar Rp87.265.950 dan Rp67.916.896. b. Custodial Activities Kegiatan Wali Amanat Managing and settlement of securities transactions, with and without certificate Safekeeping and administering securities Managing client’s rights on the ownership of securities Acting as proxies in shareholders’ meetings Calculate and announce asset value of mutual funds, securities portfolio by discretionary fund As of 31 December 2021 and 2020, the value of portfolio under the administration of the Bank’s custody amounted to Rp87,265,950 and Rp67,916,896, respectively. b. Trusteeship Activity Bank memberikan jasa wali amanat berdasarkan surat izin Bapepam No.02/STTDWA/PM/1996 tanggal 28 Maret 1996 yang ditegaskan kembali berdasarkan Surat Kepala Biro Pengelolaan Investasi dan Riset atas nama Ketua Bapepam-LK No.S-2418/PM/2002 tanggal 11 November 2002 terkait dengan merger PT Bank Bali Tbk Jasa wali amanat yang diberikan Bank mencakup jasa-jasa: The Bank provides trusteeship activity based on license from Bapepam No.02/STTDWA/PM/1996 dated 28 March 1996 which was reaffirmed by the Letter from Head of Investment Management and Research Bureau on behalf of the Chairman of Bapepam-LK No.S-2418/PM/2002 dated 11 November 2002 regarding the merger of PT Bank Bali Tbk Trusteeship activities provided by the Bank are as follows: - - - Mewakili kepentingan pemegang obligasi terutama hak untuk menerima pembayaran kupon dan pokok obligasi Memantau kinerja penerbit obligasi Memfasilitasi dan memimpin rapat umum pemegang obligasi - Lampiran - 5/176 - Schedule Represent the interest of bondholders, especially the rights to receive payment of coupon and principal of bonds Monitoring the performance of issuers Facilitate dan lead the general meeting of bondholders
  190. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 48. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) HAL-HAL LAIN (lanjutan) b. 48. OTHER MATTERS (continued) Kegiatan Wali Amanat (lanjutan) b. Jumlah nasabah yang dimiliki Bank dan nilai obligasi yang diterbitkan pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: As of 31 December 2021 and 2020, the number of customers and the value of bonds issued were as follows: 2021 Jumlah nasabah Nilai obligasi - Rupiah c. 2020 31 33.223.244 39 30.180.000 Rasio Pemenuhan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan Bank c. Total customers Value of bonds - Rupiah The Bank’s Ratio Impairment Losses of Allowance for The Bank’s ratio of allowance for impairment losses on financial assets (percentage of allowance for impairment losses on financial assets recorded by the Bank to the minimum allowance for impairment losses on financial assets as required by Bank Indonesia) as of 31 December 2021 and 2020 were 251.66% and 223.06%, respectively. Rasio pemenuhan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan Bank (persentase cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan yang telah dibentuk terhadap jumlah minimum cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia) pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah sebesar 251,66% dan 223,06%. d. Trusteeship Activity (continued) Kualitas Aset Produktif d. Quality of Productive Assets The table below presents the Bank’s productive assets based on the grading of financial assets according to prevailing POJK, presented at their carrying amount before allowance for impairment losses. Tabel di bawah ini menunjukkan peringkat aset produktif Bank menurut POJK yang berlaku, yang disajikan pada nilai tercatatnya sebelum cadangan kerugian penurunan nilai. 2021 Lancar/ Current Giro pada bankbank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Investasi pada entitas asosiasi Aset lain-lain Komitmen dan kontinjensi Dalam perhatian khusus/ Special mention Kurang lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Macet/ Loss Jumlah/ Total 3.002.475 - - - - 3.002.475 33.449.176 - - - - 33.449.176 1.581.799 - - - - 1.581.799 14.245.191 - - - - 14.245.191 1.937.600 71.345 - - - 2.008.945 117.258.853 4.805.835 829.988 317.317 2.856.165 126.068.158 40.970.156 - - - - 40.970.156 138.001 2.284.870 37.937 - - - 138.001 2.322.807 21.044.209 132.809 1.567 1.000 3.155 21.182.740 Lampiran - 5/177 - Schedule Current accounts with other banks Placements with Bank Indonesia and other banks Financial assets held for trading Securities purchased under resale agreement Acceptance receivables Loans Investment securities Investment in associate entity Other assets Commitments and contingencies
  191. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 48. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) HAL-HAL LAIN (lanjutan) d. 48. OTHER MATTERS (continued) Kualitas Aset Produktif (lanjutan) d. Quality of Productive Assets (continued) The table below presents the Bank’s productive assets based on the grading of financial assets according to prevailing POJK, presented at their carrying amount before allowance for impairment losses. (continued) Tabel di bawah ini menunjukkan peringkat aset produktif Bank menurut POJK yang berlaku, yang disajikan pada nilai tercatatnya sebelum cadangan kerugian penurunan nilai. (lanjutan) 2020 Lancar/ Current Giro pada bankbank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Aset keuangan untuk diperdagangkan Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Tagihan akseptasi Kredit yang diberikan Efek-efek untuk tujuan investasi Aset lain-lain Komitmen dan kontinjensi 49. Dalam perhatian khusus/ Special mention Kurang lancar/ Substandard Diragukan/ Doubtful Macet/ Loss Jumlah/ Total 2.559.622 - - - - 18.660.703 - - - - 2.348.378 - - - - 22.272.459 - - - - 1.452.505 6.274 - - - 109.348.043 5.925.660 383.635 452.737 2.499.927 23.273.550 1.118.375 52.035 - - - 15.215.055 88.830 - - 2.800 PERJANJIAN SIGNIFIKAN Current accounts 2.559.622 with other banks Placements with Bank Indonesia 18.660.703 and other banks Financial assets held 2.348.378 for trading Securities purchased under resale 22.272.459 agreement Acceptance 1.458.779 receivables 118.610.002 Loans Investment 23.273.550 securities 1.170.410 Other assets Commitments and 15.306.685 contingencies 49. SIGNIFICANT AGREEMENTS a. Pada tanggal 14 Agustus 2020, PT Astra International Tbk dan Bank telah menandatangani perjanjian kerjasama yang disebut Business Cooperation Agreement (“BCA”). Perjanjian tersebut pada intinya mengatur bahwa antara Grup Astra dan Bank akan diadakan kerjasama untuk mengembangkan hubungan timbal balik kedua belah pihak sehubungan dengan kerjasama yang terkait dengan layanan perbankan dan kolaborasi digital. a. On 14 August 2020, PT Astra International Tbk and the Bank signed Business Cooperation Agreement (“BCA”). The Agreement is to develop reciprocal relationship between Astra Group and Bank with respect to banking services and digital collaboration that will mutually be beneficial to both parties. b. Integrasi Usaha b. Integration Business Sehubungan dengan integrasi usaha antara Bank dan BBI, Bank telah menandatangani beberapa perjanjian-perjanjian berikut pada tanggal 18 Desember 2020, antara lain: In connection to the business integration between the Bank and BBI, the Bank has signed the following agreements on 18 December 2020, among others: - Akta Integrasi (lihat Catatan 1d), Perjanjian Kerangka Kerja untuk Pelaksanaan Integrasi Usaha Perbankan di Indonesia, Akta Pengalihan dan Pemindahan Hak, beberapa perjanjian novasi untuk pengalihan aset dan liabilitas tertentu, serta Perjanjian Dukungan Data dan Dokumen antara Bank dan BBI. - Deed of Integration (refer to Note 1d), Framework Agreement for Implementation of Integration of the Banking Business in Indonesia, Deed of Assignment and Transfer of Rights, several novation agreements on transfer of certain assets and liabilities, and Data and Documents Assistance Agreement between the Bank and BBI. - Akta Novasi terkait pengalihan Dana Usaha yang Dinyatakan dan perjanjian novasi transaksi suku bunga ISDA antara Bank, BBL dan BBI. - Deed of Novation in relation to Declared Working Capital Funds and ISDA Interest Rate Transaction Novation between the Bank, BBL and BBI. Lampiran - 5/178 - Schedule
  192. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 49. PERJANJIAN SIGNIFIKAN (lanjutan) b. 50. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) 49. SIGNIFICANT AGREEMENTS (continued) Integrasi Usaha (lanjutan) b. Sehubungan dengan integrasi usaha antara Bank dan BBI, Bank telah menandatangani beberapa perjanjian-perjanjian berikut pada tanggal 18 Desember 2020, antara lain: (lanjutan) In connection to the business integration between the Bank and BBI, the Bank has signed the following agreements on 18 December 2020, among others: (continued) - - Perjanjian Penyelesaian terkait pelunasan sebagian Utang Pemegang Saham, Perjanjian Pemesanan Surat Utang Subordinasi Modal Inti Tambahan Tier - 1 (lihat Catatan 1d dan 28), serta Perjanjian Dana Setoran Modal (lihat Catatan 1d dan 31) antara Bank dan BBL. MASALAH HUKUM UNIT USAHA SYARIAH 2021 Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain: Jumlah hasil Jumlah beban The Bank has several legal issues which are currently in process at the relevant courts. The Bank's management believes that the final settlement of all legal issues will not have a significant adverse impact on the Bank's results of operations and financial position. On 31 December 2021 and 2020, management has booked provisions related to outstanding legal matters amounted to Rp23,567 and Rp24,069, respectively (refer to Note 26). 51. SHARIA BUSINESS UNIT Informasi keuangan Unit Usaha Syariah Bank pada tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut: Laporan posisi keuangan: Jumlah aset Jumlah liabilitas Settlement Agreement related to partial repayment of Payable to Shareholder, Additional Tier - 1 Capital Subordinated Notes Subscription Agreement (refer to Note 1d and 28), and Advance Capital Payment Agreement (refer to Note 1d and 31) between the Bank and BBL. 50. LEGAL MATTERS Bank memiliki beberapa masalah hukum yang masih dalam proses di pengadilan-pengadilan terkait. Manajemen Bank berpendapat bahwa penyelesaian akhir dari seluruh masalah hukum tersebut tidak akan membawa dampak buruk secara signifikan terhadap hasil usaha dan posisi keuangan Bank. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, manajemen telah membentuk provisi atas masalah hukum yang masih berlangsung masing-masing sebesar Rp23.567 dan Rp24.069 (lihat Catatan 26). 51. Integration Business (continued) Financial information of the Bank’s Sharia Business Unit as of and for the year ended 31 December 2021 and 2020 were as follows: 2020 28.362.339 27.245.014 1.654.496 (1.392.414) 24.735.557 23.880.956 1.732.974 (1.254.455) Statement of financial position: Total assets Total liabilities Statements of profit or loss and other comprehensive income: Total income Total expenses Laba bersih Penghasilan komprehensif lain 262.082 11.200 478.519 10.559 Net income Other comprehensive income Laba komprehensif 273.282 489.078 Comprehensive income Rasio pembiayaan bermasalah secara bruto terhadap jumlah pembiayaan yang diberikan oleh Unit Usaha Syariah masing-masing sebesar 1,77% dan 2,31%, pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020. Secara neto, rasio pembiayaan bermasalah pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masingmasing adalah sebesar 1,47% dan 1,77%. The ratio of gross non-performing financing to total financing by Sharia Business Unit was 1.77% and 2.31% as of 31 December 2021 and 2020, respectively. Ratio of non-performing financing on a net basis as of 31 December 2021 and 2020 was 1.47% and 1.77%, respectively. Lampiran - 5/179 - Schedule
  193. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 51. 52. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) UNIT USAHA SYARIAH (lanjutan) 51. SHARIA BUSINESS UNIT (continued) Sehubungan dengan telah diterbitkannya POJK No. 21/POJK.03/2014 tanggal 18 November 2014 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Syariah, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2015, permodalan dan ATMR Unit Usaha Syariah dilaporkan dan diperlakukan sebagai bagian dari Bank Umum Konvensional (“BUK”) induknya dan mengikuti ketentuan KPMM BUK. With the issuance of POJK No. 21/POJK.03/2014 dated 18 November 2014 regarding Capital Adequacy Ratio of Sharia Bank, effective beginning 1 January 2015, the capital and RWA of Sharia Business Unit are reported and treated as part of Conventional Bank (“BUK”) of its parent and follows the CAR regulation of the BUK. Berdasarkan peraturan OJK yang berlaku tentang KPMM Bank Umum berdasarkan prinsip syariah, Unit Usaha Syariah wajib menyediakan modal minimum sebesar 8% dari ATMR dari kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Dalam hal modal minimum Unit Usaha Syariah kurang dari 8% dari ATMR, maka kantor pusat bank umum konvensional dari Unit Usaha Syariah wajib menambah kekurangan modal minimum sehingga mencapai 8% dari ATMR. Pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020, Unit Usaha Syariah telah memenuhi kewajiban penyediaan modal minimum sebesar 8% dari ATMR dari kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah. Based on the prevailing OJK regulation regarding Minimum CAR for Commercial Banks based on sharia principles, Sharia Business Unit is required to set aside the minimum capital of 8% from the RWA of its business based on sharia principles. If the minimum capital of a Sharia Business Unit is less than 8% of the RWA, the head office of the conventional commercial bank hosting the Sharia Business Unit shall make up the shortfall in minimum capital to reach 8% of the RWA. As of 31 December 2021 and 2020, Sharia Business Unit has fulfilled the minimum capital requirement of 8% from the RWA of its business based on sharia principles. STANDAR AKUNTANSI YANG DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF 52. ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE ACCOUNTING STANDARDS Berikut ini ikhtisar PSAK yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (“DSAK”) di Indonesia, yang relevan bagi Bank, tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021: The following summarises the SFAS that are issued by the Indonesian Accounting Standards Board (“IASB”) which are relevant to the Bank, but not yet effective for the financial statements for the year ended 31 December 2021: PSAK yang berlaku sejak 1 Januari 2022: SFAS that will become effective in 1 January 2022: - - - Amendemen PSAK 22 “Kombinasi Bisnis” (Rujukan kepada Kerangka Konseptual Laporan Keuangan)*); Amendemen PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi” tentang Kontrak Memberatkan - Biaya Pemenuhan Kontrak*); Penyesuaian tahunan PSAK 71 “Instrumen Keuangan”*); dan Penyesuaian tahunan 2020 terhadap PSAK 73 “Sewa”*); PSAK yang berlaku sejak 1 Januari 2023: - - - SFAS that will become effective in 1 January 2023: - Amendemen PSAK 1: “Penyajian Laporan Keuangan” tentang klasifikasi liabilitas*); - - Amendemen PSAK 1: “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi yang mengubah istilah “signifikan” menjadi “material” dan memberi penjelasan mengenai kebijakan akuntansi material”*); - *) Amendment to SFAS 22 “Business Combination” (References to the Conceptual Framework of Financial Reporting)*); Amendment to SFAS 57 “Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets” related to Onerous Contracts - Cost of Fulfilling the Contracts*); Annual improvements 2020 to SFAS 71 “Financial Instruments” *); and Annual improvements 2020 to SFAS 73 “Lease” *); Amendment of SFAS 1: “Presentation of Financial Statements” regarding classification of liabilities*); Amendment of SFAS 1: “Presentation of Financial Statements” regarding disclosure of accounting policies that change the term "significant" to "material" and provide explanations of material accounting policies” *) Early implementation is permitted *) Penerapan dini diperkenankan Lampiran - 5/180 - Schedule
  194. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 52. NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) STANDAR AKUNTANSI YANG DITERBITKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan) 52. ISSUED BUT NOT YET EFFECTIVE ACCOUNTING STANDARDS (continued) Berikut ini ikhtisar PSAK yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (“DSAK”) di Indonesia, yang relevan bagi Bank, tetapi belum berlaku efektif untuk laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021: (lanjutan) The following summarises the SFAS that are issued by the Indonesian Accounting Standards Board (“IASB”) which are relevant to the Bank, but not yet effective for the financial statements for the year ended 31 December 2021: (continued) PSAK yang berlaku sejak 1 Januari 2023: (lanjutan) SFAS that will become effective in 1 January 2023: (continued) Amendemen PSAK 25: “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan” tentang definisi “estimasi akuntansi” dan penjelasannya”*); Amendemen PSAK 16: “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan *); Amendemen PSAK 46: “Pajak Penghasilan” tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul dari Transaksi Tunggal yang diadopsi dari Amendemen IAS 12 Income Taxes tentang Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single Transaction*); dan Amendemen PSAK 107: “Akuntansi Ijarah”*). - - - PSAK yang berlaku sejak 1 Januari 2025: *) - - Amendment of SFAS 25: “Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates, and Errors” regarding the definition of “accounting estimates” and their explanations *); Amendment of SFAS 16: “Fixed Assets” regarding proceeds before intended use *); Amendment of SFAS 46: "Income Tax" on Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single Transaction which adopted from Amended IAS 12 Income Taxes on Deferred Tax related to Assets and Liabilities arising from a Single Transaction *); and Amendment of SFAS 107: “Ijarah Accounting” *). SFAS that will become effective in 1 January 2025: PSAK 74 “Kontrak Asuransi” ; Amendemen PSAK 74: “Kontrak Asuransi” terkait Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi Komparatif*). *) - - - SFAS 74 “Insurance contracts” *); Amendment of SFAS 74: “Insurance Contract” regarding Initial Application of SFAS 74 and SFAS 71 - Comparative Information*). Early implementation is permitted *) Penerapan dini diperkenankan Pada saat penerbitan laporan keuangan, Bank masih mengevaluasi dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut terhadap laporan keuangan. 53. PERISTIWA PENTING PELAPORAN a. SETELAH As at the authorisation date of this financial statements, the Bank is still evaluating the potential impact of these new and revised standards to the financial statements. PERIODE 53. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD Pada 25 Januari 2022, telah diadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang menyetujui pengangkatan Ibu Meliza Musa Rusli sebagai Wakil Direktur Utama Bank yang berlaku efektif pada tanggal yang sama. a. On 25 January 2022, an Extraordinary General Meeting of Shareholders was convened and approved the appointment of Mrs. Meliza Musa Rusli as the Vice President Director of the Bank which appointment effective on the same date. Berikut adalah susunan Direksi yang baru: Direksi Direktur Utama Wakil Direktur Utama Direktur Direktur Direktur Direktur Kepatuhan Direktur Unit Usaha Syariah Direktur Direktur Direktur The new composition of the Board of Directors is as follows: Chalit Tayjasanant Meliza Musa Rusli1) Abdy Dharma Salimin Lea Setianti Kusumawijaya Darwin Wibowo Dhien Tjahajani Herwin Bustaman Djumariah Tenteram Dayan Sadikin Suwatchai Songwanich2) 1) Telah lulus dalam uji kemampuan dan kepatuhan pada tanggal 1 Desember 2021 dan efektif pengangkatan pada tanggal 25 Januari 2022 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. 2) Telah mengajukan pengunduran diri pada tanggal 24 Februari 2022 dan pengunduran dirinya akan disahkan pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya. Lampiran - 5/181 - Schedule Board of Directors President Director Vice President Director Director Director Director Compliance Director Sharia Business Unit Director Director Director Director Has passed fit and proper test on 1 December 2021 and 1) effective date of appointment on 25 January 2022 based on Extraordinary General Meeting of Shareholders. Has submitted his resignation on 24 February 2022 2) and his resignation will be ratified at the next General Meeting of Shareholders.
  195. The original financial statements included herein are in Indonesian language . PT BANK PERMATA Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2021 DAN 2020 (Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus) 53. PERISTIWA PENTING PELAPORAN (lanjutan) b. SETELAH NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2021 AND 2020 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated) PERIODE 53. SIGNIFICANT EVENTS AFTER THE REPORTING PERIOD (continued) Pada tanggal 14 Februari 2022, KPP WPB I telah menerbitkan SKPLB atas klaim kelebihan pembayaran PPh Badan tahun fiskal 2020 sebesar Rp8.630 dan mengubah jumlah laba fiskal Bank dari Rp18.665 menjadi Rp60.890, serta menerbitkan beberapa SKPKB untuk jenis pajak penghasilan lainnya serta PPN, dan STP PPN dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp1.763. Sampai dengan tanggal laporan keuangan ini diterbitkan, perkara pajak tersebut masih dalam proses. b. On 14 February 2022, LTO I has issued SKPLB for the Bank's claim for tax refund on Corporate Income Tax for fiscal year 2020 amounting to Rp8,630 and changed the amount of Bank’s taxable income from Rp18,665 to Rp60,890, and issued several SKPKB for other income taxes and VAT, and STP for VAT with the amount totaling to Rp1,763. Up to the issuance date of these financial statements, the tax cases was still in process. Lampiran - 5/182 - Schedule