IslamicMarkets uses cookies.
About our cookie policy.
  of  

or
Sign in to continue reading...

Bank OCBC NISP: Annual Report 2019

IM Insights
By IM Insights
3 weeks ago
Bank OCBC NISP: Annual Report 2019

Fatwa, Islam, Miskin, Murabahah, Salah, Sukuk, Ulema, Borrowing Ratio, Credit Risk, Daya, Masih, Participation, Provision, Receivables, Reserves, Sales

Create FREE account or Login to add your comment
0 Comments


Transcription

  1. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan i Corporate Data Empowering You to Grow Tidak Ada Yang Tidak Bisa Beyond 2019 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Annual and 2019 Sustainability Report BankReport OCBC NISP Annual Report and Sustainability Report
  2. ii Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile KONTAK PERUSAHAAN | COMPANY CONTACT [102-53] Para pembaca dapat menyampaikan pertanyaan atau saran terkait isi laporan melalui: Readers can submit questions or suggestions related to the contents of the report through: Bank OCBC NISP Departemen | Department : Corporate Secretary Alamat | Address : OCBC NISP Tower, Lt. 8, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25, Jakarta 12940 Telepon | Telephone : +62-21-255 33 888 Faksimili | Facsimile : +62-21-579 44 000 E-mail: corporate.secretary@ocbcnisp.com Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis
  3. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 1 Mengenang Bapak Karmaka Surjaudaja In Memoriam of Mr . Karmaka Surjaudaja Segenap keluarga besar Bank OCBC NISP merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya Bapak Karmaka Surjaudaja pada 17 Februari 2020, di usia 85 tahun. Bapak Karmaka Surjaudaja adalah Founding Chairman dengan pengabdian selama lebih dari 55 tahun dan menjadi tokoh paling penting dalam perjalanan Bank OCBC NISP. Beliau pernah mengemban tanggung jawab sebagai Presiden Direktur dan Presiden Komisaris untuk waktu yang cukup lama. The entire big family of Bank OCBC NISP felt a deep grief over the passing of Mr. Karmaka Surjaudaja on February 17, 2020, at the age of 85. Mr. Karmaka Surjaudaja is the Founding Chairman with more than 55 years of service and is the most important figure in the journey of Bank OCBC NISP. He was the Bank’s President Director and President Commissioner for a long time. Pengabdian serta komitmen beliau kepada nilainilai integritas, kedisiplinan, kerendahan hati dan martabat selalu dipegang teguh semasa hidupnya. Keteguhan hati dalam menjalankan nilai-nilai inilah yang kemudian berperan sangat besar bagi awal terbentuknya budaya perusahaan yang tangguh, sehingga organisasi mampu melampaui berbagai krisis, terus bertumbuh dengan beradaptasi pada perubahan yang dinamis, serta menghasilkan kinerja yang positif untuk menjadi lebih kuat dan berkelanjutan. Dedikasi tanpa henti dengan semangat Tidak Ada Yang Tidak Bisa membentuk budaya kerja yang mengakar dan terus lestari sebagai satu dari sekian identitas paling penting dari Bank, menggerakkan dan menginspirasi dari generasi ke generasi selama lebih dari 78 tahun perjalanan Bank OCBC NISP. Kekuatan, martabat dan segala pencapaian Bank OCBC NISP merupakan cerminan dari kualitas serta kontribusi yang selalu Bapak Karmaka contohkan. Beliau senantiasa menunjukkan loyalitas dan perhatian yang luar biasa kepada seluruh komponen penggerak Bank OCBC NISP, nasabah, karyawan, mitra bisnis, dan para pemegang saham, serta memberi contoh nyata lewat perilaku dan keteladanan. Terima kasih Bapak Karmaka. Kami akan lanjutkan semangat Bapak dengan penuh komitmen dan kesungguhan. Kami akan senantiasa mengenang Bapak dengan penuh cinta dan kebanggaan. Kami akan selalu ingat pesan Bapak untuk tidak mudah menyerah, berani meraih mimpi karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa. His lifelong dedication and commitment to the core values of integrity, diligence, humility and honourable have always been upheld firmly throughout his life. His steadfastness in upholding of these values which then plays an important role in the formation of a strong corporate culture, so that the organization is able to overcome various crises, continue to grow by adapting to dynamic changes, and produce positive performance to become stronger and be more sustainable. Endless dedication to the spirit of No Such Things As Can’t, established as the Bank’s working culture, has become one of the Bank’s most important identities, driving and inspiring Bank OCBC NISP’s journey for more than 78 years and from generation to generation. The strength, respect and accomplishments of Bank OCBC NISP are very much reflecting the quality and contribution that Mr. Karmaka Surjaudaja has always demonstrated. He has shown extraordinary loyalty and care to all of Bank OCBC NISP’s customers, employees, partners and shareholders, leading in the forefront by example, behaviour and exemplary leadership. Thank you for all the admirable examples you have set for us. They will continue to guide us. We will wholeheartedly carry your spirit forward and live on with commitment. We will always remember you with love and pride. We won’t forget how you have always reminded us to not to give up, be brave to realize our dreams, because there’s No Such Thing As Can’t. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  4. Kesinambungan Tema Theme Continuity 2015 2016 Moving Ahead Progressively 75 Years of Sustainable Growth 2017 Our Mutual Growth Membina kemitraan yang erat dengan Melanjutkan serangkaian program kerja Memperkenalkan tagline “With You” dan menunjukkan nilai bagi pertumbuhan berkelanjutan. keunggulan kompetitif di industri perbankan masyarakat, serta melanjutkan pertumbuhan bisnis pemangku kepentingan untuk menciptakan strategis dalam rangka membangun nasional. komitmen untuk terus tumbuh bersama nasabah dan melalui pencapaian sejumlah target bisnis. Building strong and meaningful partnership Continuing the strategic work program in Introducing the tagline “With You” and demonstrating sustainable growth. banking industry. and society through business target achievements. with our stakeholders to create values for 2018 Beyond Traditional Banking order to build competitiveness in the national a commitment on continued growth with customers Melanjutkan transformasi teknologi digital melalui Continuing its transformation by utilizing digital House dan sistem e-banking, Velocity, untuk merespon application, Premium Guest House and e-banking peluncuran aplikasi ONe Mobile, Premium Guest dinamika industri perbankan dan kebutuhan nasabah yang terus berkembang dengan cepat. Empowering You to technology, the Bank launched ONe Mobile system, Velocity, in response to the banking industry’s dynamics and the rapidly growing customer needs. GROW Beyond Mewujudkan nilai-nilai perusahaan yang diimplementasikan, baik pada proses maupun keseharian. Bank OCBC NISP dengan semangat Tidak Ada Yang Tidak Bisa terus menyebarkan sikap optimisme kepada nasabah dan masyarakat dalam menyikapi setiap tantangan yang dihadapi. Sebagai mitra tepercaya dengan standar dunia yang diakui karena kepeduliannya, Bank ingin membantu masyarakat mencapai aspirasinya, termasuk kebebasan finansial, lewat upaya-upaya pemberdayaan melalui berbagai inisiatif, baik program maupun layanan dengan berbagai fasilitas dan kemudahan yang komprehensif. Oleh karena itu, Bank terus meningkatkan kontribusi dalam edukasi dan literasi keuangan, serta kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan maupun non jasa keuangan, agar dapat tumbuh bersama guna memperkuat perekonomian Realizing its corporate values, be it in the Bank’s processes or daily activities, bolstered by the ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ (‘No Such Thing as Can’t’ - TAYTB) spirit, Bank OCBC NISP has continued to promote optimism to its customers and the public to surmounting any challenges. Bank OCBC NISP has also continued to empower its customers in many ways, including by providing easy and convenient self-service facilities. In line with the goal of empowering others, Bank OCBC NISP maintains its contributions to financial literacy and educational activities and works with other financial and non-financial services institutions to strengthen the economy.
  5. Bank OCBC NISP senantiasa meningkatkan pengalaman bagi nasabah , salah satunya melalui transaksi mandiri dengan fasilitas yang nyaman dan mudah. Bank juga terus memperluas layanan Premium Guest House yang menyediakan ruang khusus untuk memenuhi beragam kebutuhan jasa layanan finansial nasabah. Untuk lebih memberdayakan nasabah dan masyarakat, Bank OCBC NISP terus mengembangkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lain yang berorientasi pada pertumbuhan dan peningkatan kualitas hidup, termasuk meningkatkan literasi keuangan. Peluncuran gerakan #NyalakanIndonesia merupakan refleksi historis dari keberhasilan Bank OCBC NISP dalam mengatasi berbagai tantangan dengan semangat ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ (TAYTB). Semangat dan sikap optimisme ini diyakini dapat membangkitkan kesadaran nasabah dan masyarakat, antara lain untuk berani dan percaya diri dalam menggapai harapan, termasuk kebebasan finansial. Bank OCBC NISP continues to enhance customer experience, including by providing convenient and easy self-service transaction facilities. The Bank is also expanding its Premium Guest House, a service that provides dedicated spaces to meet the customers’ varied financial services needs. Seeking to empower its customers and the public at large, Bank OCBC NISP maintains its close collaboration with other stakeholders, focusing on growth and the improvement of the quality of life, including through financial literacy. The launch of the #NyalakanIndonesia movement represents Bank OCBC NISP’s reflection upon its history and success in overcoming many challenges with the underlying spirit of ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ (‘No Such Thing as Can’t’ - TAYTB). The Bank believes this spirit and attitude will empower customers and public in general to have strong confidence in achieving whatever they aspire, including financial freedom.
  6. Kinerja 2019 4 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Daftar Isi Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Table of Contents 01 7 8 KILAS KINERJA 2019 2019 PERFORMANCE HIGHLIGHTS Ikhtisar Operasional dan Pencapaian Kinerja 2019 2019 Operational Highlights and Performance Achievement IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Financial Highlights 12 Peristiwa Penting 2019 2019 Significant Events 02 LAPORAN MANAJEMEN Management Reports 17 24 36 38 LAPORAN DEWAN KOMISARIS The Board of Commissioners Report LAPORAN DIREKSI The Board of directors Report Surat Pernyataan Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2019 PT Bank OCBC NISP Tbk Statement of the Board of Directors and Board of Commissioners regarding Responsibility for the 2019 Annual Report of PT Bank OCBC NISP Tbk Profil Pemegang Saham Pengendali Controlling Shareholder’s Profile 40 Sambutan dari Grup CEO OCBC Bank Message from the Group CEO of OCBC Bank 03 PROFIL Perusahaan Company PrOFIle 44 46 50 50 52 53 54 56 58 64 70 70 72 74 75 75 76 77 DATA PERUSAHAAN | Corporate data RIWAYAT SINGKAT DAN JEJAK LANGKAH Brief History and Milestones Bidang USAHA | Core Business Produk DAN JASA | Products and Services INFORMASI SITUS WEB PERUSAHAAN Corporate Website Information Jaringan mitra USAHA | Partnership VISI, MISI, DAN BUDAYA PERUSAHAANI Vision, Mission and Corporate Culture Struktur Organisasi | Organization Structure 78 PENGHARGAAN DAN SERTIFIKASI TAHUN 2019 2019 Awards and Certifications 044 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS 81 81 88 94 94 96 96 97 100 101 108 120 120 123 125 125 126 127 127 Profil Dewan Komisaris The Board of Commissioners’ profile Profil Direksi The Board of directors’ profile DEMOGRAFI KARYAWAN | Employees demography Komposisi Pemegang Saham Shareholders’ Composition Kronologi Pencatatan Saham Chronology of Share Listing Kronologi Pencatatan Efek Lainnya Chronology of other Securities Listing PEMERINGKATAN | Rating STRUKTUR GRUP PERUSAHAAN Company’s Group Structure ANAK PERUSAHAAN | Subsidiary LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL Capital market Supporting institutions and professions 128 129 129 129 130 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP TINJAUAN BISNIS | Business overview Perbankan Ritel | Retail Banking Perbankan Bisnis | Business Banking TINJAUAN PENDUKUNG BISNIS Business Support Overview Teknologi Informasi | Information Technology TINJAUAN KEUANGAN | Financial Review Gambaran Umum Makro Ekonomi Indonesia Tahun 2019 Indonesian Macro Economic Overview in 2019 Industri Perbankan Indonesia Indonesian Banking Industry Tinjauan Kinerja Operasional Bank The Bank’s Operational Performance Overview Kinerja Keuangan Bank The Bank’s Financial Performance Posisi Keuangan Bank The Bank’s Financial Position Informasi Penting Lainnya Other Important Information Struktur Modal | Capital Structure Kemampuan Membayar Utang | Solvency Kebijakan Dividen | Dividend Policy Investasi Barang Modal | Capital Investment Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal Significant Capital Commitment Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi Information of Transaction with Conflict of Interest or Related Parties Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Penggabungan/ Peleburan Usaha, Akuisisi atau Restrukturisasi Utang/Modal Information on Investments, Expansion, Divestment, Merger/ Consolidation, Acquisition or Debt/Capital Restructuring Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Report of Use of Proceeds from Initial Public Offerings Perubahan Peraturan Perundang-undangan yang Berdampak Material Terhadap Kinerja Keuangan Changes in Laws and Regulations Impacting Financial Performance Informasi Keuangan yang Telah Dilaporkan yang Mengandung Kejadian yang Sifatnya Luar Biasa atau Jarang Terjadi Reported Financial Information Pertaining to Extraordinary Events Jumlah dan Kualitas Aset Produktif serta Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Productive Assets Amount and Quality as well as Allowance for Impairment Losses Informasi dan/atau Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Subsequent Events
  7. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report 130 130 131 132 132 055 136 138 139 145 152 170 177 179 186 188 191 192 193 194 195 196 196 197 198 198 Laporan Keberlanjutan Perubahan Kebijakan Akuntansi yang Berdampak Material Terhadap Kinerja Keuangan Changes in Accounting Policies that Affect Financial Performance Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Prime Lending Rate Target dan Realisasi tahun 2019 2019 Target and Realization Target Tahun 2020 | 2020 Target Prospek Usaha dan Prioritas Strategis Tahun 2020 Business Prospects and Strategic Priorities for 2020 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola PERUSAHAAN Corporate Governance Implementation Report KEBIJAKAN Tata Kelola Governance Policy Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi Implementation of Integrated Governance Rapat Umum Pemegang Saham General Meeting of Shareholders Dewan Komisaris The Board of Comissioners Komite-Komite di Bawah Dewan Komisaris Committees under the Board of Commissioners DIREKSI The Board of Directors Komite-Komite di Bawah DIREKSI Committees under the Board of Directors PENERAPAN REMUNERASI Implementation of Remuneration SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary UNIT AUDIT INTERN internal Audit unit FUNGSI KEPATUHAN Compliance function AKUNTAN PUBLIK Public Accountant SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL internal Control System PERKARA PENTING YANG DIHADAPI PERSEROAN/ENTITAS ANAK/ANGGOTA DIREKSI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS Litigation of The Company/Subsidiaries/members of Board of directors/members of Board of Commissioners TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN Conflict of Interest Transactions SANKSI ADMINISTRATIF Administrative Sanction AKSES INFORMASI information disclosure KODE ETIK Code of Conduct Data Perusahaan Sustainability Report PEMBELIAN KEMBALI SAHAM DAN/ATAU OBLIGASI BANK Shares Buyback and/or Bonds Buyback PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN/ATAU KEGIATAN POLITIK SELAMA PERIODE PELAPORAN Funding for Social and/or Political Activities During Reporting Period Corporate Data 199 199 201 202 206 211 218 PENYEDIAAN DANA KEPADA PIHAK TERKAIT DAN PENYEDIAAN DANA BESAR Provision of Funds to Related Parties and Provision of Large Funds RENCANA STRATEGIS BANK The Bank’s Strategic Plan TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN BANK Transparency of The Bank’s financial and non financial Conditions KEBIJAKAN ANTI KORUPSI Anti Corruption Policy PENERAPAN PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA GCG Guidelines Implementation for Public Companies LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA UNIT USAHA SYARIAH (UUS) Sharia Business Unit (SBU) Corporate Governance Implementation Report MANAJEMEN RISIKO Risk Management 248 TABEL-TABEL MANAJEMEN RISIKO Risk Management Tables 06 LApoRAn KEBERLAnJuTAn Sustainability Report 272 IKHTISAR KEBERLANJUTAN Sustainability Highlights 273 279 287 293 299 309 317 322 5 Tentang Laporan Keberlanjutan About Sustainability Report KERANGKA AND STRATEGI KEBERLANJUTAN Sustainability Framework and Strategy MENGEDEPANKAN NASABAH Putting Customer First ACTING WITH INTEGRITY Acting with Integrity MENINGKATKAN NILAI SUMBER DAYA MANUSIA Valuing Our People TANGGUNG JAWAB PENGEMBANGAN SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN Engaging with Communities TANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN HIDUP Being Environmentally Responsible Index Isi Standar GRI GRI Standard Content Index 327 Lembar Umpan Balik Feedback Form 07 DATA PERUSAHAAN CORPORATE DATA 329 PEJABAT EKSEKUTIF Executive Leaders 335 JARINGAN KANTOR office network 08 LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  8. 01 kilas kinerja 2019 2019 Performance Highlights premium guest HOUSE Untuk meningkatkan kenyamanan nasabah premier kami , Bank OCBC NISP terus memperluas Premium Guest House. Setelah di Jakarta, layanan ini hadir di Bali, Pontianak, Bandung, Tangerang dan Surabaya. Premium Guest House dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman perbankan dengan suasana yang hangat dan nyaman agar proses knowledge sharing berjalan dengan baik. Hal ini ditampilkan melalui beberapa area, yakni Welcome Area, Smart Area untuk bertansaksi, Premium Living Space dan Personal Meeting Room untuk proses berbagi pengetahuan. To elevate the banking experience of our premier customers, Bank OCBC NISP has continued to expand the presence of its Premium Guest House. After the initial openings in Jakarta, the service is now available in Bali, Pontianak, Bandung, Tangerang and Surabaya. Premium Guest House is especially designed to deliver a warm and convenient banking experience. As a suitable environment for knowledge sharing to take place, a Premium Guest House features several spaces, namely Welcome Area, Smart Area for transactions, Premium Living Space, and Personal Meeting Room that facilitates the knowledge-sharing process.
  9. Data Perusahaan Corporate Data 7 IKHTISAR OPERASIONAL DAN PENCAPAIAN KINERJA 2019 2019 Operational Highlights and Performance Achievement 8 #8 Bank Terbesar ke-8 dari Sisi Total Aset The 8th Largest Bank in Terms of Total Assets 283 5,949 Kantor di Seluruh Indonesia Offices Throughout Indonesia Karyawan Employees Rp180.7 T Rp119.0 T Jumlah Aset Total Assets Jumlah Kredit Bruto Total Gross Loans Rp8.4 T Rp126.1 T Pendapatan Operasional Operating Income Jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) Total Third-Party Funds Rp2.9 T Rp27.7 T Laba Bersih Net Income Jumlah Ekuitas Total Equity Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  10. Laporan Manajemen Kinerja 2019 8 Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report 2019 Performances Company Profile Management Discussion & Analysis IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Financial Highlights Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain. Keterangan In million Rupiah, unless otherwise stated. 2019 2018 2017 2016 2015 Description Laporan Posisi Keuangan Jumlah Aset Jumlah Aset Produktif Kredit yang diberikan - Bruto Kredit yang diberikan - Bersih Dana Pihak Ketiga Giro Tabungan Deposito Berjangka Pinjaman yang Diterima Pinjaman Subordinasi Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lainnya Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Operasional Lainnya Total Pendapatan Operasional 180,706,987 168,616,528 119,046,393 114,436,825 126,121,499 25,160,744 25,737,207 75,223,548 1,982,588 138,825 153,042,184 27,664,803 173,582,894 160,473,383 117,834,798 113,490,896 125,560,448 22,320,229 23,545,674 79,694,545 1,979,456 143,800 149,154,640 24,428,254 153,773,957 142,761,899 106,349,408 102,189,794 113,440,672 26,137,974 17,580,916 69,721,782 131,989,603 21,784,354 138,196,341 127,530,027 93,362,639 90,247,652 103,559,959 24,511,895 16,289,473 62,758,591 118,689,765 19,506,576 120,480,402 110,685,337 85,879,019 84,040,768 87,280,244 22,506,230 13,646,077 51,127,937 2,757,000 104,069,055 16,411,347 6,438,932 1,912,576 8,351,508 6,377,935 1,410,794 6,039,255 1,512,518 5,393,287 1,415,506 4,418,917 854,463 7,788,729 7,551,773 6,808,793 5,273,380 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan dan Lainnya Beban Operasional Lainnya Laba Operasional Laba Sebelum Pajak Penghasilan Laba Bersih Penghasilan/(Beban) Komprehensif Lain Tahun Berjalan, Setelah Pajak 694,849 789,524 1,311,683 1,315,656 454,307 3,768,918 3,887,741 3,891,439 2,939,243 3,512,758 3,486,447 3,485,834 2,638,064 3,362,563 2,877,527 2,877,654 2,175,824 3,150,676 2,342,461 2,351,102 1,789,900 2,818,186 2,000,887 2,001,461 1,500,835 297,206 5,836 101,954 1,305,329 (32,854) Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan, Setelah Pajak 3,236,449 2,643,900 2,277,778 3,095,229 1,467,981 Laba yang dapat Diatribusikan kepada: Pemilik 2,939,241 2,638,064 2,175,824 1,789,900 Laba Komprehensif yang dapat Diatribusikan kepada: Pemilik Kepentingan Non Pengendali 3,236,447 2 2,643,900 - 2,277,778 - 3,095,229 - 128.10 114.97 94.83 78.01 2 - - Total Operating Income Allowance for Impairment Losses on Financial Assets and Others Other Operating Expenses Income from Operations Income Before Tax Net Income Other Income/(Expenses) Comprehensive for The Year, Net of Tax Total Comprehensive Income for The Year, Net of Tax 2019 2018 1,500,835 Owners - Non-Controlling Interests Comprehensive Income Attributable to: 1,467,981 Owners - Non-Controlling Interests - 65.41 2017 2016 2015 *Earnings per Share (Full Amount) Description Financial Ratios, Compliance and Others Rasio Keuangan, Kepatuhan dan Lain-lain Rasio Keuangan Rasio Kecukupan Modal (CAR) Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Bruto Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Bersih Imbal Hasil Aset (ROA) Imbal Hasil Ekuitas (ROE) Net Interest Income Other Operating Income Earning per Share is adjusted to follow the position * after bonus share distribution in 2018. * Laba Bersih per Saham Dasar mengikuti kondisi setelah pembagian saham bonus pada tahun 2018. Keterangan Total Assets Total Earning Assets Loans - Gross Loans - Net Deposits from Customers Current Accounts Savings Accounts Time Deposits Borrowings Subordinated Debts Total Liabilities Total Equity Statements of Profit or Loss and Other Comprehensive Income Profit Attributable to: Kepentingan Non Pengendali Laba Bersih per Saham Dasar* (Nilai Penuh) Statements of Financial Position 19.17% 1.72% 0.78% 2.22% 11.56% 17.63% 1.73% 0.82% 2.10% 11.78% Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 17.51% 1.79% 0.72% 1.96% 10.66% 18.28% 1.88% 0.77% 1.85% 9.85% 17.32% 1.30% 0.78% 1.68% 9.60% Financial Ratios Capital Adequacy Ratio (CAR) Non Performing Loanm (NPL) Gross Non Performing Loan (NPL) Net Return on Assets (ROA) Return on Equity (ROE)
  11. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Keterangan Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 2019 2018 9 Corporate Data 2017 2016 2015 Description 3 .96% 4.15% 4.47% 4.62% 4.07% 74.77% 74.43% 77.07% 79.84% 80.14% 94.08% 93.51% 93.42% 89.86% 98.05% Loan to Deposit Ratio (LDR) 91.14% 88.91% 88.62% 85.90% 88.86% Loan to Funding Ratio (LTF) 94.79% 94.24% - - - Macroprudential Intermediation Ratio (Rupiah) Net Stable Funding Ratio (NSFR) 125.00% 118.51% - - - Liquidity Coverage Ratio (LCR) 138.94% 150.66% 149.95% 139.96% - Net Stable Funding Ratio (NSFR) Liquidity Coverage Ratio (LCR) Rasio Giro & Tabungan (CASA) 40.36% 36.53% 38.54% 39.40% 41.42% Current Account & Saving Account (CASA) Rasio Marjin Bunga Bersih (NIM) Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) Rasio Kredit terhadap Pendanaan (LTF) Rasio Intermediasi Makroprudensial (Rupiah) Rasio Kepatuhan Persentase Pelanggaran BMPK Net Interest Margin (NIM) Operating Expenses to Operating Income Ratio (BOPO) Compliance Ratios Percentage Breach of Legal Lending Limit - - - - - - - - - - - - - - - - 6.02% 6.51% 6.51% 6.56% 7.55% 21.66% 20.57% 22.44% 21.75% 12.56% GWM Valuta Asing 8.44% 8.53% 8.01% 8.26% 8.02% Statutory Reserves Foreign Currency Posisi Devisa Netto (PDN) 3.28% 5.11% 3.50% 1.22% 1.04% Net Open Position (NOP) 35.19% 33.87% 28.81% 26.29% 28.46% 553.20% 610.58% 605.89% 608.46% 634.13% 84.69% 85.93% 85.83% 85.88% 86.38% Pihak Terkait Pihak Tidak Terkait Persentase Pelampauan BMPK Pihak Terkait Pihak Tidak Terkait Giro Wajib Minimum (GWM) GWM Rupiah* GWM Sekunder / Penyangga Likuditas Makroprudensial Lain-lain Rasio Laba Bersih terhadap Total Pendapatan Operasional Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas Rasio Liabilitas terhadap Jumlah Aset Indikator Utama Lainnya Jumlah Karyawan Jumlah Jaringan Kantor Jumlah ATM Saham yang ditempatkan dan disetor (31 Desember 2019 dan 2018: 22.945.296.972 lembar saham; 31 Desember 2015-2017: 11.472.648.486 lembar saham) * Sebelumnya disebut GWM Primer Related Parties Non Related Parties Percentage Excess of Legal Lending Limit Related Parties Non Related Parties Minimum Reserve Requirement Rupiah Statutory Reserve * Secondary Statutory Reserve/ Macroprudential Liquidity Buffer Others Net Income to Income From Operations Ratio Liabilities to Equity Ratio Liabilities to Assets Ratio Other Main Indicators 5,949 6,075 6,477 6,796 6,922 283 308 338 340 339 Number of Office Networks 669 719 758 763 759 Number of ATMs 1,434,081 Issued and fully paid (31 December 2019 and 2018: 22,945,296,972 shares; 31 December 2015-2017: 11,472,648,486 shares) 2,868,162 2,868,162 1,434,081 1,434,081 Number of Employees Previously was Primary Statutory Reserve * Catatan: 1.Industri perbankan tidak menggunakan Rasio Lancar. 2.Bank OCBC NISP tidak memiliki investasi pada perusahaan asosiasi pada tahun 2014-2018. Pada tahun 2019, Bank OCBC NISP melakukan penyertaan sebesar 99,9% pada PT OCBC NISP Ventura. 3.Total biaya dana Perusahaan (%) dapat dilihat pada halaman 102 dalam Laporan Tahunan ini. Notes: 1.Banking industry does not use Current Ratio calculation. 2.Bank OCBC NISP did not invest in any associated company in 2014 - 2018. While in 2019, Bank OCBC NISP made 99.9% investment in PT OCBC NISP Ventura. 3.Total Cost of Fund (%) is stated on page 102 in this Annual Report. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  12. Laporan Manajemen Kinerja 2019 10 Management Report 2019 Performances Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis IKHTISAR KEUANGAN Financial Highlights Rp triliun, kecuali % Rp trillion, except % Rasio Imbal Hasil Aset (ROA) Return On Assets (ROA) Total Ekuitas & Rasio Kecukupan Modal (CAR) Total Equity & Capital Adequacy Ratio (CAR) 17.63% Total Ekuitas Total Equity Rasio Kecukupan Modal (CAR) Capital Adequacy Ratio (CAR) 2017 2.6 2.2 2018 2019 11.56% 2018 2019 Laba Bersih Net Income Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 3.96% 6.4 6.4 6.0 11.78% 27.7 24.4 21.8 2017 Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) Loan to Deposit Ratio (LDR) Laba Bersih & Rasio Imbal Hasil Ekuitas (ROE) Net Income & Return On Equity (ROE) 10.66% 17.51% 2018 2019 Dana Pihak Ketiga Third Party Funds 19.17% 4.15% 2017 2018 2019 Pendapatan Bunga Bersih Net Interest Income Rasio Marjin Bunga Bersih (NIM) Net Interest Margin (NIM) Kredit yang Diberikan - Bruto & Rasio Kredit Bermasalah (NPL) - Bersih Loans - Gross & Non Performing Loan (NPL) - Net 0.82% 0.72% 0.78% 119.0 Jumlah Aset Total Assets 2017 4.47% 94.08% 117.8 2018 2019 125.6 113.4 180.7 93.42% 93.51% 126.1 2.22% Pendapatan Bunga Bersih & Rasio Marjin Bunga Bersih (NIM) Net Interest Income & Net Interest Margin (NIM) 106.3 2017 173.6 153.8 1.96% 2.10% Dana Pihak Ketiga & Rasio Kredit Terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) Third Party Funds & Loan to Deposit Ratio (LDR) 2.9 Jumlah Aset & Rasio Imbal Hasil Aset (ROA) Total Assets & Return On Assets (ROA) Rasio Imbal Hasil Ekuitas (ROE) Return on Equity (ROE) 2017 2018 Kredit yang Diberikan Bruto Loans - Gross 2019 Rasio Kredit Bermasalah (NPL) - Bersih Non Performing Loan (NPL) - Net
  13. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report 11 Corporate Data Harga Tertinggi , Terendah & Penutupan, Volume Perdagangan, Kapitalisasi Pasar dan Jumlah Saham Beredar Highest, Lowest & Closing Share Price, Trading Volume, Market Capitalization and Outstanding Shares Tahun Year Triwulan I 1st Quarter Triwulan II 2nd Quarter Triwulan III 3rd Quarter Triwulan IV 4th Quarter 2019 2018 2019 2018 2019 2018 950 1,060 850 1,025 900 938 920 1,175 830 1,055 895 850 905 920 830 875 845 830 870 895 810 855 845 855 Volume Perdagangan (ribu lembar) 2019 4,546 11,475 5,908 2,756 2018 2,168 13,417 20,547 12,375 Kapitalisasi Pasar (Rp juta) 2019 20,444,198 20,330,620 19,194,831 19,194,831 2018 21,403,628 19,405,956 18,949,345 19,520,109 Jumlah Saham Beredar 2019 2018 22,945,296,972 22,945,296,972 22,945,296,972 22,945,296,972 22,945,296,972 22,945,296,972 22,945,296,972 22,945,296,972 Tertinggi (Rp) Terendah (Rp) Penutupan (Rp) Highest (Rp) Lowest (Rp) Closing (Rp) Trading Volume (thousand shares) Market Capitalization (Rp million) Total Outstanding Shares Keterangan: - Pada tanggal 4 Mei 2018, Bank OCBC NISP membagikan saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham dengan rasio 1:1. - Pada tahun 2018 dan 2019, tidak terdapat penghentian sementara perdagangan saham dan/atau penghapusan pencatatan saham. Note: - On May 4, 2018, Bank OCBC NISP distributed bonus shares from agio capitalization with ratio 1:1. - In 2018 and 2019, there was no suspension on share trading and/or delisting of share listed. Grafik Harga Penutupan dan Volume Perdagangan Saham 5 Tahun Terakhir Graph of Closing Price and Trading Volume for the Last 5 Years Volume Perdagangan Saham (Ribuan saham) Trading Volume (thousand shares) Harga Saham Stock Price 52,000 1,500 1,400 48,000 1,300 44,000 1,200 40,000 1,100 36,000 1,000 32,000 900 28,000 800 24,000 700 600 20,000 500 16,000 400 12,000 300 8,000 200 4,000 - Jan-15 100 Mar-15 Jun-15 Dec-15 Apr-16 Aug-16 Sep-16 Nov-16 Jan-17 Apr-17 Jun-17 Aug-17 Oct-17 Jan-18 Mar-18 Apr-18 May-18 Jul-18 Sep-18 Oct-18 Dec-18 Jan-19 Mar-19 Riwayat Dividen Keterangan Laba Bersih (Rp) Jumlah Saham Dividen Tunai per Saham (Rp) Apr-19 Jun-19 Jul-19 Sep-19 Oct-19 Dec-19 - Dividend Summary 2003 2002 2000 Description 176,745,526,506 92,364,173,665 60,290,000,756 Net Income (Rp) 4,133,979,422 4,052,921,001 1,215,876,301 Total Shares Cash Dividend per Share (Rp) 10 1 15 41,339,794,220 4,052,921,002 18,238,144,515 Cash Dividend (Rp) Dividen Saham (Rp) - 16,211,684,008 - Stock Dividend (Rp) Jumlah Dividen (Rp) 41,339,794,220 20,264,605,010 18,238,144,515 Total Dividend (Rp) 23.39 21.94 30.25 Dividend to Net Income (%) Dividen Tunai (Rp) Dividen terhadap Laba Bersih (%) 2004 - 2018: Tidak membagikan dividen sesuai persetujuan pemegang saham untuk menginvestasikan kembali semua laba (setelah dikurangi cadangan wajib) untuk pengembangan usaha. 2004 - 2018: No dividend distributed as shareholders agreed to reinvest all profit (after deducted with statutory reserve) for business development. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  14. 12 Laporan Manajemen Kinerja 2019 Management Report 2019 Performances Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Peristiwa Penting 2019 2019 Significant Events 17 JANUARI - January Hadirkan “Banking for Better Indonesia” Melalui IdeatiON Bank OCBC NISP hadirkan cara kreatif untuk mempelajari langsung kebutuhan masyarakat, lewat ide-ide baru yang relevan melalui inisiatif kompetisi IdeatiON. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen Bank untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat lewat penyediaan layanan tepat sasaran, serta pemberian produk perbankan yang tepat guna. 28 Maret - March FEBRUARI - February Presents “Banking for Better Indonesia” through IdeatiON Bank OCBC NISP presents creative ways to capture new relevant ideas to get a better understanding of people’s needs through IdeatiON competition. This initiative is real manifesto of the Bank’s commitment to have mutual growth with the society by providing suitable services and products. 04 KPR Easy Start untuk Generasi Millenial Bank OCBC NISP memperkenalkan sistem KPR yang disesuaikan dengan kemampuan finansial generasi muda yang baru bekerja ataupun memulai usaha dengan skema cicilan yang mengikuti pendapatan seiring perkembangan karir. KPR Easy Start for Millenials Bank OCBC NISP introduced mortgage product that suits the financial capabilities of millennials as first jobbers or just starting their own business designed with installment schemes that align with income along with their career development. HUT-78 : Bank OCBC NISP Serukan Semangat TAYTB th April 78 Anniversary : Bank OCBC NISP Exclaims TAYTB Spirit Bank OCBC NISP Jalin Kerjasama dengan BPJS Kesehatan Bank OCBC NISP tanda tangani kesepakatan kerjasama dengan BPJS Kesehatan untuk penyediaan program fasilitas Supply Chain Financing (SCF) guna mendukung kelancaran arus keuangan Fasilitas Kesehatan mitra BPJS Kesehatan. Bank OCBC NISP Ties in Partnership with BPJS Kesehatan Bank OCBC NISP ties its partnership with BPJS Kesehatan on providing Supply Chain Financing (SCF) facility program to support Health Facilities financial streams of BPJS’s partners. M e n g i n j a k u s i a k e -7 8 t a h u n , Bank OC BC NISP memanfaatkan momentum ini untuk menginspirasi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, lewat peluncuran semangat “Tidak Ada Yang Tidak Bisa” atau #TAYTB dalam menjawab k e ra g u a n d a n t a n t a n g a n ya n g mereka hadapi untuk merealisasikan aspirasi dan cita-cita. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP O n i t s 7 8 th y e a r o f e x i s t e n c e , Bank OC BC NISP aims to inspire I n d o n e s i a n s, e s p e c i a l l y i t s n e x t generation, through a launching of “No Such Thing as Can’t” (#TAYTB) spirit to confront doubt and challenges to realize their dreams and aspirations.
  15. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report 09 Laporan Keberlanjutan Sustainability Report APRIL R U P ST : L aba B e rsih untuk Penguatan Bisnis Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pemegang saham menyetujui untuk mengalokasikan laba bersih (setelah dikurangi cadangan wajib) digunakan untuk penguatan elemen bisnisnya. Hal ini ditujukan untuk merealisasikan “Beyond Traditional Banking” lewat layanan dan produk perbankan menyeluruh. RUPST : Net Profit for Business Enhancement Through AGMS, shareholders approved to allocate the net profit (after deducted with statutory reserve) to enhance business pillars, to realize “Beyond Traditional Banking” through end to end banking services and products. 18 AUGUST - Agustus Peluncuran Gerakan #NyalakanIndonesia LAUNCHING #NYALAKANINDONESIA MOVEMENT Bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-74, Bank OCBC NISP luncurkan gerakan #NyalakanIndonesia untuk meginspirasi masyarakat Indonesia agar merdeka dari rasa takut, ragu dan tidak percaya diri dalam meraih aspirasinya, termasuk mencapai kemerdekaan finansial. Untuk mendukung komitmen ini, Bank memperkenalkan solusi NYALA yang dapat menjadi solusi menyeluruh untuk kebutuhan perbankan pribadi maupun bisnis dari nasabah kami. 25 Data Perusahaan Corporate Data 13 JUNI - June Wakili I ndustri P e rbankan Indonesia di Acara BLOOMBERG: Emerging Forum + Frontier 2019 Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, menjadi satu-satunya pelaku industri perbankan yang diundang untuk mewakili Indonesia serta mendapat kehormatan menjadi salah satu speaker dalam acara “BLOOMBERG: Emerging Forum + Frontier 2019” oleh Michael R. Bloomberg di London untuk mendiskusikan komitmen Bank terhadap isu keberlanjutan. Industry in BLOOMBERG: Emerging Forum + Frontier 2019 Parwati Surjaudaja, Bank OCBC NISP’s President Director became the only Indonesian banking industry practitioner who invited to represent Indonesia and honoured to be one of the speakers on “BLOOMBERG: Emerging Forum + Frontier 2019” by Michael R. Bloomberg in London to further share about Bank’s commitment toward sustainability issue. Presenting Indonesia’s Banking 15 JULI - July OCBC NISP Coffee Morning Talk Bank OCBC NISP gelar OCBC NISP Coffee Morning Talk untuk pertama kalinya dan mengangkat tema diskusi “Sinergi, Kunci Penting Bangun Industri Keuangan Kompetitif” di Jakarta. Selain Ibu Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Bpk. Nanang Hendarsah, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia dan Bpk. Arief Cahyadi Wana, Direktur Marketing PT Ashmore Asset turut hadir sebagai pembicara. Bank OCBC NISP conducted the first session of OCBC NISP Coffee Morning Talk entitled “Building Indonesia’s Competitive Financial Industry, Synergy Becomes Important” in Jakarta. Besides Ms. Parwati Surjaudaja, President Director Bank OCBC NISP, Mr. Nanang Hendarsah, Executive Director of Monetary Management of Bank Indonesia and Mr. Arief Cahyadi Wana, Marketing Director PT Ashmore Asset; attended the event as speakers. Along with the celebration of the 74 th Commemoration of Indonesia’s Independence Day, Bank OCBC NISP launch the #NyalakakanIndonesia Movements to inspire Indonesians, so they may be able to set themselves free from fear, doubt, and the feeling of inferiority in achieving their dreams, including financial freedom. To support this commitment, the Bank introduced NYALA service as an end-to-end solution to meet the personal or business banking needs of our customers. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  16. 14 20 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile 10 AUGUST - Agustus Bank OCBC NISP Jalin Kerjasama dengan Wahyoo Bank OCBC NISP Collaborates with Wahyoo Tingkatkan indeks literasi keuangan ke pengusaha warung makan di Indonesia , Bank OCBC NISP jalin kerjasama dengan Wahyoo - perusahaan start-up pengembang usaha warung makan di Indonesia melalui platform digital, untuk memperkenalkan pengelolaan keuangan yang baik dan produk perbankan menyeluruh melalui knowledge sharing dalam Akademi Wahyoo dan penyediaan Kalkulator Impian di aplikasi Wahyoo. 30 Increasing the Financial Literacy Index, Bank OCBC NISP ties its partnership with Wahyoo - startup company who aims to develop Indonesia’s food stall business through digital platform, to acquaint proper financial management and end-to-end banking products through knowledge sharing in Akademi Wahyoo and delivering Kalkulator Impian in Wahyoo’s application. Management Discussion & Analysis SEPTEMBER Bersama Great Eastern Life Indonesia Luncurkan Great Treasure Assurance Partnering With Great Eastern Life Indonesia to Launch Great Treasure Assurance Dalam rangkaian peringatan ulang tahunnya yang ke-23, Great Eastern Life Indonesia bersama mitra strategisnya Bank OCBC NISP, meluncurkan produk Great Treasure Assurance, produk asuransi jiwa yang ditujukan untuk membantu masyarakat Indonesia membuat perencanaan keuangan khususnya untuk mempersiapkan rencana warisan dengan baik. OKTOBER - October TAYTB Fest, Program Edukasi Keuangan Berkonsep Inovatif dan Kekinian Bank OCBC NISP menyelenggarakan ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ Festival #TAYTBFest. Kegiatan yang bertajuk “Acara Kekinian yang Bikin Cuan” selama empat (4) hari di The Tribrata, Darmawangsa pada tanggal 31 Oktober hingga 3 November 2019. Menghadirkan sembilan (9) instalasi edukasi yang instagrammable dan 70 tokoh inspiratif Indonesia dalam 40 seminar kelas, #TAYTBFest mengajak generasi muda Indonesia untuk merdeka secara finansial sejak muda agar dapat meraih aspirasinya. Analisis & Pembahasan Manajemen TAYTB Fest, an Edgy concept of the financial educational program Bank OCBC NISP held the “Tidak Ada Yang Tidak Bisa” Festival - #TAYTBFest. It was an edutainment activity titled “Acara Kekinian Bikin Cuan”, which was carried on in four consecutive days at The Tribrata, Darmawangsa, from October 31st until November 3rd, 2019. Presenting 9 instagrammable educational exhibits and 70 Indonesia’s inspirational figures in 40 workshop classes, #TAYTBFest invites Indonesia’s young generation to be more independent financially, so that they can eventually achieve their aspirations. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP On its 23rd anniversary, Great Eastern Life Indonesia together with its strategic partner Bank OCBC NISP, launched Great Treasure Assurance, a product aimed to help Indonesian to make a proper financial planning specifically for their estate planning.
  17. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report 23 Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 15 November Bank OCBC NISP Sebarkan Pesan Positif untuk Aksi Pelestarian Lingkungan di Program #ONCleanDay Bank OCBC NISP spread the Environmental Preservation message through #ONCleanDay Program Bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia, Bank OCBC NISP memperkenalkan program OCBC NISP Clean Day atau #ONCleanDay untuk menyebarkan pesan positif dan mewujudkan aksi nyata pelestarian lingkungan. Bank OCBC NISP melakukan serangkaian program, di antaranya kegiatan ‘Mulung Ciliwung’ melalui pembersihan sampah dari Sungai Ciliwung, penanaman pohon serta workshop pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang diikuti lebih dari 150 relawan dari karyawan Bank OCBC NISP, karyawan Great Eastern Life Indonesia, dan berbagai mitra bisnis serta komunitas pecinta lingkungan. 06 DESEMBER - December Bank OCBC NISP Ajak Generasi Muda Indonesia untuk Ambil Peluang Ekonomi 2020 Bank OCBC NISP ASKED THE YOUNG INDONESIAN GENERATION TO TAKE A CHANCE ON 2020 ECONOMIC Commemorating the World Tree Day, Bank OCBC NISP introduced the OCBC NISP Clean Day program or #ONCleanDay to spread positive message, contributing actively to the environmental preservation movement. On this program, Bank OCBC NISP conducted several activities, among them “Mulung Ciliwung” by cleaning Ciliwung River, planting trees and workshop on managing and utilising waste into reusable goods. Conducted on November 23rd, 2019, #ONCleanDay were participated by 150 volunteers, which came from Bank OCBC NISP’s employees, Great Eastern Indonesia’s employees and various environment activist communities. Bank OCBC NISP kembali menggelar diskusi OCBC NISP Coffee Morning Talk hari ini dengan mengambil tema “Ekonomi 2020: Saatnya Yang Muda Ambil Peluang” di Jakarta. Acara kali ini bertujuan untuk berbagi wawasan mengenai peluang dan tantangan perekonomian di tahun 2020 dan bagaimana generasi muda Indonesia dapat memanfaatkan tantangan menjadi peluang bisnis yang mampu memberikan kontribusi pada perekonomian Indonesia. Bank OCBC NISP once again conducted OCBC NISP Coffee Morning Talk discussion today with “2020 Economic: It’s Time for Young Generation to Take a Chance” as the theme, Jakarta. To share knowledge about economic opportunities and challenges of 2020, and how Indonesia’s young generation could transform challenges into business opportunities as well as contribute to Indonesia’s economy. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  18. 02 Kinerja 2019 16 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Laporan Mana jemen Management Reports SEMANGAT “TIDAK ADA YANG TIDAK BISA” KAMI SERUKAN KEPADA GENERASI MUDA PRODUKTIF INDONESIA DALAM MENGATASI KERAGUAN SAAT MERINTIS USAHA, BERINVESTASI PROPERTI, ATAU HAL LAIN YANG sesuai dengan aspirasi finansial MEREKA. To the productive millennial of Indonesia, we introduce the spirit of “TIDAK ADA YANG TIDAK BISA”. This is our commitment to offer guidance in overcoming the doubt when starting business, property investment, or to realize their financial aspirations. TIDAK ADA YANG TIDAK BISA Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  19. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 17 LAPORAN DEWAN KOMISARIS The Board of Commissioners Report The transformation initiatives in various fields and innovation in digital service has let Bank OCBC NISP to continue strengthening its business model to fulfill customers ’ needs, strengthen competitive advantage and create a sustainable growth. PRAMUKTI SURJAUDAJA Presiden Komisaris President Commissioner Melalui inisiatif transformasi dalam berbagai bidang dan inovasi layanan digital, Bank OCBC NISP terus memperkuat model bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang, memperkuat daya saing, dan menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT, DEAR RESPECTED SHAREHOLDERS, Bank OCBC NISP (“Bank”) kembali menutup tahun 2019 dengan pencapaian kinerja keuangan yang terjaga, antara lain pertumbuhan total aset sebesar 4,1% menjadi Rp180,7 triliun, kredit terjaga sebesar Rp119,0 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp126,1 triliun. Bank berhasil melalui kondisi perekonomian yang penuh tantangan dengan membangun budaya inovatif untuk melahirkan inisiatifinisiatif bernilai tambah. Bank terus menyediakan solusi bagi kebutuhan nasabah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, baik bagi nasabah maupun Bank. Bank OCBC NISP (“The Bank”) was able to close the year of 2019 with sustainable performance. Among other achievements, total assets grew by 4.1% to Rp180.7 trillion, loans were maintained at Rp119.0 trillion and third-party funds (TPF) amounted Rp126.1 trillion. The Bank has successfully navigated through the challenging economic condition. By cultivating a culture of innovation to bring forth value-added initiatives, the Bank strives to provide solutions to the customers’ needs while maintaining its prudence culture, to ensure sustainable growth for both customers and the Bank. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  20. 18 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis KONDISI EKONOMI DAN INDUSTRI TAHUN 2019 ECONOMIC AND INDUSTRIAL OVERVIEW IN 2019 Pertumbuhan ekonomi global tahun 2019 diperkirakan sekitar 2,9%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02%, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 5,17%. Antara lain, perang dagang antara AS-China telah turut menekan kinerja ekspor Indonesia. Meski demikian, konsumsi rumah tangga dan belanja Pemerintah membantu menjaga pertumbuhan PDB Indonesia. Global economic growth in 2019 was estimated at around 2.9%, while Indonesia’s economic growth stood at 5.02%, slightly lower compared to 5.17% in 2018. Among others, the US-China trade war has also put pressure on Indonesia’s exports. Nevertheless, household consumption and government spending helped to sustain Indonesia’s GDP growth. Pertumbuhan kredit perbankan pun melambat dibandingkan tahun lalu. Bila penyaluran kredit tercatat tumbuh sebesar 12% pada tahun 2018, maka pada tahun 2019 ini sebesar 6%. Kendati demikian, industri perbankan nasional masih dalam kondisi yang sehat. Contohnya, rasio permodalan yang jauh di atas persyaratan minimum dan kualitas aset yang relatif stabil maupun angka rasio utama lainnya yang terjaga baik dengan dukungan regulator melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan. The banking loan growth slowed down as well compared to previous year. While lending recorded a growth of 12% in 2018, then in 2019 was 6%. Nevertheless, the national banking industry is considered to be in sound state. For example, the capital ratio stood well above its minimum requirement. Furthermore, asset quality was relatively stable, as did other key ratios were well maintained, with the supported from the regulators through introduction of various policies. PENILAIAN KINERJA DIREKSI PERFORMANCE OF THE BOARD OF DIRECTORS Berdasarkan hasil pengawasan sepanjang tahun 2019, Dewan Komisaris berpendapat Direksi telah menjalankan sebagian besar rencana bisnis dengan baik. Dewan Komisaris memberikan apresiasi atas keberhasilan Direksi secara konsisten mencapai pertumbuhan yang sehat dan kinerja yang berkesinambungan di tengah kondisi yang penuh tantangan. From the oversight in 2019, the Board of Commissioners consider that the Board of Directors have executed majority of the business plan with good result. The Board of Commissioners expresses an appreciation to the Board of Directors that has consistently achieved a sound and sustainable growth performance amidst the challenging conditions. Sepanjang tahun 2019, Bank berhasil melakukan peningkatan produktifitas sehingga berhasil mengembangkan usaha dengan baik dan dinamis dibandingkan tahun sebelumnya. Bank membukukan peningkatan laba bersih sebesar 11,4% mencapai Rp2,9 triliun. Rasio Imbal Hasil Aset (Return on Assets/ROA) dan Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity/ROE) masing-masing sebesar 2,2% dan 11,6%. Throughout 2019, the Bank successfully increased its productivity, resulting in well-managed and dynamic business growth compared to the pervious year. The Bank posted a net profit growth of 11.4% to Rp2.9 trillion. The Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) ratios were 2.2% and 11.6%, respectively. Rasio kredit bermasalah bruto (Non-Performing Loans) terjaga di 1,7%, jauh lebih rendah dibandingkan industri perbankan yang sebesar 2,5%. Sedangkan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga terjaga sebesar 19,2% pada akhir tahun 2019. The Gross Non-Performing Loan (NPL) Ratio was maintained at 1.7%, much lower than the NPL Ratio of the banking industry at 2.5%. Meanwhile, the Capital Adequacy Ratio (CAR) was maintained at 19.2% at the end of 2019. Tingkat rasio dan risiko Bank berada di posisi yang sehat dan terjaga serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pencapaian tersebut didukung oleh koordinasi yang baik antara Dewan Komisaris, Direksi, karyawan Bank serta regulator. The Bank’s ratio and risk level were in a sound position and maintained in accordance with prevailing regulations. This achievement was supported by good coordination between the Bank’s Board of Commissioners, Directors, employees and regulators. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  21. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 19 Tema Laporan Tahunan 2019 Bank OCBC NISP , yakni, “Empowering You To Grow Beyond”, mengambarkan komitmen Bank yang terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melayani pemangku kepentingan. Salah satunya melalui pengembangan digital banking untuk mendukung peningkatan produktivitas nasabah ke tahap berikutnya melalui aplikasi mobile banking Bank OCBC NISP, ONe Mobile, dan inisiatif digital lainnya. The Bank’s 2019 Annual Report themed with “Empowering You to Grow Beyond”, the theme shows Bank’s commitment to continue enhancing its capacity and capability in providing its services. One of them was developing digital banking to support the customers in improving their productivity to the next stage through Bank OCBC NISP’s mobile banking application, ONe Mobile, and other digital initiatives. Dewan Komisaris akan terus mendukung upaya Bank untuk bertransformasi dengan mengembangkan digitalisasi. Hal ini guna memberikan pelayanan perbankan yang semakin komprehensif dan sesuai harapan para pelanggan. Selain memberikan layanan yang lebih bernilai bagi nasabah, Bank yakin usaha ini akan lebih mengembangkan serta membuka banyak peluang baru di masa mendatang. The Board of Commissioners will continue to support the Bank’s efforts to transform by enhancing digitalization to provide much more comprehensive services, aligned with customers’ expectation. Other than customer experiences, digitization efforts carried out by the Bank are expected to help widen and enlarge business prospects in the future. Bank juga mendukung nasabah melakukan bisnis secara berkelanjutan dengan memberikan pendanaan hijau (green financing). Pada tahun 2018, Bank menerima dana senilai Rp2 triliun dari International Finance Corporation (IFC). Dana tersebut digunakan Bank untuk mendanai proyek-proyek berwawasan lingkungan, seperti peningkatan efisiensi dan pembaruan energi. Hingga akhir tahun 2019, seluruh dana tersebut telah dimanfaatkan untuk pembiayaan nasabah yang bergerak di bidang pengelolaan air dan green building. The Bank also supports customers in conducting business in a sustainable manner by providing green financing. In 2018, the Bank received Rp2 trillion in green funds from the International Finance Corporation (IFC). The funds were used by the Bank to finance green projects, such as improving efficiency and renewable energy. By the end of 2019, all the funds have been fully utilized to finance customers engaging in water management and green building. Dewan Komisaris berharap usaha yang berkaitan dengan perbaikan lingkungan ini dapat tumbuh dengan signifikan. Dengan demikian, selain sebagai upaya meningkatkan bisnis, Bank juga memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sosial dan lingkungan, sejalan dengan usaha pembangunan yang berkelanjutan. The Board of Commissioners hopes the very good efforts related to environmental improvements will be able to grow significantly. As such, in addition to business improvement, the Bank can also contribute to positive impact on social and environmental aspects, in line with sustainable development goals. PENGAWASAN TERHADAP IMPLEMENTASI STRATEGI OVERSIGHT ON STRATEGY IMPLEMENTATION Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan terhadap implementasi prioritas strategis, yaitu: 1. Memperkuat model bisnis Bank dan mempercepat pertumbuhan target market untuk mendukung pertumbuhan kinerja keuangan berkelanjutan serta mengantisipasi potensi disrupsi. The Board of Commissioners oversight on the implementation of strategic priorities, are as follows: 1. To continue strengthening the Bank’s business model and accelerating target market growth to support sustainable financial performance as well as anticipate disruptive drivers. 3. Mengoptimalkan sinergi dengan Grup OCBC melalui kolaborasi strategis dan berbagi pengalaman terbaik. 4. Memperkuat brand presence melalui integrasi saluran komunikasi digital maupun non-digital. 5. Terus memperkuat pelaksanaan ketiga lini penjagaan (three lines of defense) secara efektif. 3. To optimize synergy with OCBC Group through strategic collaboration and sharing best practices. 4. To strengthen brand presence through integrating digital and non-digital communication channels. 5. To continue strengthening the three lines of defence effectively. 2. Melanjutkan transformasi, termasuk di bidang Network & Channels, Operation & IT, dan Human Capital. 2. Continuing transformation initiative, including in Network & Channels, Operation & IT, and Human Capital groups. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  22. 20 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Strategi-strategi tersebut telah dilaksanakan dengan baik, sehingga pada tahun 2019 Bank berhasil mempertahankan kesehatan serta pertumbuhannya dengan baik dibandingkan pesaing langsungnya. The above-mentioned strategies have been well executed, hence the Bank successfully demonstrated a sound quality and growth, better than its peer competitor in 2019. EVALUASI ATAS IMPLEMENTASI TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE Kami menyadari bahwa pengawasan terhadap tata kelola perusahaan yang baik (GCG) merupakan faktor fundamental untuk mencapai pertumbuhan dan kinerja yang berkesinambungan. Dalam upaya meningkatkan fungsi pengawasan Dewan Komisaris dibantu komitekomite strategis dengan menggunakan pendekatan holistik dan strategis. Setiap komite, sesuai lingkup tugasnya, memberikan kontribusi yang signifikan bagi kualitas implementasi GCG. Melalui pemberdayaan komite-komite, fokus utama pengawasan Dewan Komisaris diarahkan pada terselenggaranya praktik GCG yang sehat dan efektif, berlandaskan prinsip-prinsip GCG. We recognized that the oversight on the implementation of good corporate governance (GCG) plays a critical role to achieve sustainable growth and performance. In the effort to improve its oversight function, the Board of Commissioners is supported by the committees by using a holistic and strategic approach. Each committee, within its scope of duties, provided significant contributions to the quality of GCG implementation. Accordingly, through the empowerment of its committees, the primary focus of the Board of Commissioners’ attention has been directed toward the effective and sound practices of GCG underpinned by the GCG principles. Bank telah melakukan penilaian sendiri terhadap penerapan GCG untuk periode Januari-Juni 2019 dan JuliDesember 2019 dengan Peringkat 1 yang mencerminkan penerapan GCG yang secara umum Sangat Baik. Sementara itu, dalam rangka penerapan Manajemen Risiko bagi Bank Umum, Bank telah secara berkala melakukan penilaian dan melaporkan profil risiko komposit berdasarkan pendekatan Risk Based Bank Rating (RBBR) kepada OJK. The Bank has conducted self-assessment on GCG implementation for the period of January-June 2019 and July-December 2019 with Rating 1, reflected the Bank’s GCG Implementation is Very Good. Meanwhile, in relation to the implementation of Risk Management, the Bank has regularly conducted assessment and reported the composite risk profile based on Risk Based Bank Rating (RBBR) approach to OJK. Terkait dengan pengawasan atas sistem pengendalian internal, pengelolaan risiko dan tata kelola, Dewan Komisaris memberi perhatian yang sangat besar melalui Komite Audit dan Komite Pemantau Risiko untuk terusmenerus dan secara berkala melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti setiap temuan audit dan rekomendasi perbaikan, baik dari Satuan Kerja Audit Internal (SKAI), akuntan publik, hasil pengawasan OJK dan Bank Indonesia maupun hasil pengawasan otoritas lainnya, serta melakukan pemantauan kesesuaian pelaksanaan manajemen risiko dengan kebijakan risiko, risk appetite dan risk tolerance yang telah ditetapkan. On the oversight of the internal control system, risk management and governance, the Board of Commissioners paid enormous attention, through the Audit Committee and Risk Monitoring Committee, to constantly carry out monitoring on a regular basis to ensure that the Board of Directors has taken follow-up actions to address each of the audit findings and recommendations from internal audit, the public accountant, OJK and Bank Indonesia, as well as other supervisory authorities to ensure that risk management implementation is in compliance with risk policies, risk appetite and risk tolerance. Lebih lanjut, pada tahun 2019, Bank OCBC NISP kembali mempertahankan posisinya sebagai “Perusahaan Sangat Terpercaya” dalam CGPI Award 2019 yang mengusung tema: “Penguatan Platform Bisnis dalam Kerangka Good Corporate Governance (GCG), dan penghargaan “Best Responsibility of the Board” serta “Top 50 Public Listed Companies 2019” dari IICD. Hal ini menunjukkan kemampuan Bank dalam melakukan transformasi platform bisnis dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip GCG yang menjadi salah satu landasan pertumbuhan bekelanjutan. Furthermore, in 2019, Bank OCBC NISP maintained its position as Most Trusted Companies in the 2019 IICG Award carrying: “Strengthening Business Platform in the Good Corporate Governance (GCG) Framework” as the theme, and award of “Best Responsibiity of the Board” as well as “Top 50 Public Listed Companies 2019” from IICD. This reflects the Bank’s ability in executing transformation in the business platform through GCG principles implementation which is one of the foundation for sustainable growth. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  23. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 21 AKTIVITAS DEWAN KOMISARIS DAN KOMITE-KOMITE YANG MEMBANTU DEWAN KOMISARIS ACTIVITIES OF THE BOARD OF COMMISSIONERS AND THE COMMITTEES UNDER THE BOARD OF COMMISSIONERS Selama tahun 2019 , komite-komite di bawah Dewan Komisaris telah melaksanakan fungsinya dengan sangat baik. Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, serta Komite Remunerasi dan Nominasi, telah membantu Dewan Komisaris dalam memantau serta mengawasi perkembangan Bank, termasuk kinerja Direksi, antara lain memastikan kepatuhan di setiap tingkatan organisasi terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta penerapan GCG. Selain itu, pada tahun 2019 Bank juga membentuk 1 (satu) komite baru yaitu Komite Etik dan Perilaku yang akan memberikan saran dan mengawasi upaya Manajemen dalam mengembangkan dan memelihara budaya berperilaku bisnis yang etikal di dalam organisasi dan dalam bekerja sama dengan pemangku kepentingan eksternal. The committees under the Board of Commissioners have delivered good performance during 2019. The Audit Committee, Risk Monitoring Committee, as well as Remuneration and Nomination Committee, have helped the Board of Commissioners in monitoring and overseeing the Bank’s development including the Board of Directors’ performance, among others to ensure the compliance at each level of the organization with the prevailing rules and regulations as well as the implementation of GCG. Furthermore, in 2019 Bank also formed a new committee, Ethics and Conduct Committee, with the purpose to advise and oversee Management’s efforts to develop and nurture the culture of ethical business conduct within the organization and in working with external stakeholders. Informasi lengkap mengenai aktivitas Dewan Komisaris dan Komite di bawah Dewan Komisaris dapat dilihat pada halaman 145-152. Detailed information on the Board of Commissioners and Committees under the Board Commissioners activities can be seen on page 145-152. Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi melalui rapat formal dan informal secara berkala dengan Direksi. Pada rapat bersama dengan Direksi, Dewan Komisaris mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan inisiatif strategis Bank. Dewan Komisaris juga melakukan rapat tambahan dengan Direksi untuk membahas isu strategis. Dalam upaya untuk lebih memahami dan mendapatkan informasi mengenai penerapan tata kelola dan kondisi terkini di lapangan, Dewan Komisaris juga melakukan beberapa kunjungan ke beberapa kantor cabang dan menghadiri diskusi interaktif dengan karyawan dan nasabah-nasabah setempat. The oversight function of the Board of Commissioners on the Board of Directors’ duties and responsibilities was conducted through both formal and informal periodic joint meetings with the Board of Directors. At the joint meetings, the Board of Commissioners provided guidance, supervised, and evaluated the implementation of the Bank’s strategic policies and initiatives. The Board of Commissioners also held additional meetings with Board of Directors to discuss on going strategic issues. Furthermore, to better understand and obtain information about the implementation of corporate governance and the current condition, the Board of Commissioners and the Board of Directors conducted direct site visits to selected branch offices and held an interactive discussions with local employees and customers. PANDANGAN ATAS PENERAPAN WHISTLEBLOWING SYSTEM (WBS) VIEWS OF THE IMPLEMENTATION OF WHISTLEBLOWING PROGRAM Bank telah mengembangkan program whistleblowing dengan tujuan agar karyawan Bank tidak merasa khawatir atau takut untuk menyampaikan laporan pelanggaran yang terjadi. Dewan Komisaris sangat peduli terhadap penerapan program whistleblowing di Bank. Peran Dewan Komisaris terlihat dari arahan dan dukungan dalam sosialisasi untuk terus memperkuat kanal whistleblowing yang ada di Bank. Dewan Komisaris mempunyai pandangan bahwa program whistleblowing di Bank sudah semakin baik. The Bank develops a whistleblowing program to encourage employees not to be affraid to report misconduct cases. The Board of Commissioners is really concerned about the implementation of the Bank’s whistleblowing program. The role of the Board of Commissioners has been visible by the direction and support in socialization to constantly strengthen the existing whistleblowing channel. The Board of Commissioners is of the opinion that the whistleblowing program has been well carried out. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  24. 22 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS CHANGES TO THE COMPOSITION OF THE BOARD OF COMMISSIONERS Pada tahun 2019, ada penambahan seorang Komisaris Independen yaitu Bapak Rama P. Kusumaputra yang telah mendapatkan persetujuan OJK dan efektif pada RUPST 9 April 2019, dengan masa jabatan hingga ditutupnya RUPST tahun 2022. In 2019, there is an additional Independent Commissioner, Mr. Rama P. Kusumaputra who was approved by OJK and become effective in AGMS April 9, 2019, with a term of office until the closing of 2022 AGMS. PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA 2020 YANG DISUSUN OLEH DIREKSI VIEWS ON BUSINESS PROSPECT IN 2020 SET UP BY THE BOARD OF DIRECTORS Dewan Komisaris menilai bahwa prospek usaha dan strategi yang disusun oleh Direksi sudah sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dan industri yang telah dipublikasikan oleh pemerintah maupun regulator. The Board of Commissioners considers that the business prospects and strategies prepared by the Board of Directors are in line with the projections of economic and industrial growth that have been published by the government and regulators. Secara umum, kondisi perekonomian diperkirakan akan sedikit membaik pada tahun 2020. International Monetary Fund (IMF) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 akan meningkat secara moderat menjadi 3,3% dari tahun 2019 yang diperkirakan sekitar 2,9%. Sementara berdasarkan target Kementerian Keuangan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,3% pada tahun 2020, naik 0,28% dari tahun 2019. In general, the economic condition is expected to perform better in 2020. The International Monetary Fund (IMF) estimated the 2020 global economic growth to increase moderately to 3.3% from the 2019 estimation of 2,9%. While the Finance Ministry targets the Indonesia economic growth around 5.3% in 2020, up 0.28% from 2019. Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, terlebih lagi dengan adanya prospek bisnis berbasis digital yang positif. Meskipun kinerja ekspor masih dibayangi tekanan yang terutama karena perang dagang AS-China yang masih berlanjut, namun Indonesia dapat memfokuskan sumber pertumbuhan dari pasar domestik. Sementara itu, inflasi dan nilai tukar Rupiah diharapkan masih stabil pada tahun 2020. Household consumption remains to be the main contributor for Indonesia economic growth, moreover because of the positive prospect from digital-based business. Although export performance is overshadowed by pressure mainly from the on-going US-China trade war, nevertheless Indonesia could focus its growth on domestic market. On the other hand, inflation and the Rupiah exchange are expected to remain stable in 2020. Lebih lanjut sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia (BI), pertumbuhan kredit pada 2020 diperkirakan berkisar antara 10-12%, sementara pertumbuhan DPK sekitar 9-11%. BI pun yakin bahwa stabilitas sistem keuangan masih sehat, yang tercermin dari rasio kecukupan modal, likuiditas, dan rasio utama lainnya yang terjaga baik walaupun ada pelemahan di rasio kredit bermasalah. Furthermore, as projected by Bank Indonesia (BI), 2020 loan growth is estimated around 10-12%, while Third-Party Funds at around 9-11%. BI is confident that the financial system stability is healthy, as reflected by a well-managed capital adequacy, liquidity, and other key ratios despite some weakening in non-performing loans ratios. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  25. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 23 APRESIASI APPRECIATION Dewan Komisaris Bank OCBC NISP mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi sedalam-dalamnya atas dukungan , kepercayaan dan dedikasi para nasabah, pemegang saham, Direksi serta seluruh karyawan Bank OCBC NISP. Juga kepada OJK dan Bank Indonesia yang telah memberikan dukungan dan pembinaan, serta para pemangku kepentingan lainnya, sehingga Bank OCBC NISP dapat terus berkembang secara baik secara berkesinambungan. Bank OCBC NISP’s Board of Commissioners would like to extend gratitude and deepest appreciation for the support, trust and dedication from our customers, shareholders, the Board of Directors and all employees. Also to OJK and Bank Indonesia who have provided invaluable guidance, as well as other stakeholders so that Bank OCBC NISP can continue to grow sustainably. Kami percaya, dengan dukungan di atas dan semangat Tidak Ada Yang Tidak Bisa, tepercaya, berdedikasi dan penuh integritas adalah beberapa kunci utama keberhasilan dalam mencapai visi kami menjadi Bank pilihan dengan standar dunia yang diakui kepeduliannya dan tepercaya. We believe, the above support and our believe that No Such Thing as Can’t, trustworthy, dedicated and full of integrity will remain among our most important key success factors to reach our vision, to become the Bank of choice with global standard which acknowledged on its care and trustworthiness. Atas Nama Dewan Komisaris On Behalf of the Board of Commissioners PRAMUKTI SURJAUDAJA Presiden Komisaris President Commissioner Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  26. 24 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis LAPORAN DIREKSI Report of the Board of Directors The Annual Report’s theme, “Empowering You to Grow Beyond” becomes the Bank’s essence to be lived by in 2019 in supporting its customers to grow to the next level through on-going transformations in digital banking and other digital initiatives. This effort will enable the Bank to navigate an increasingly competitive financial industry landscape and maintain its competitive advantage PARWATI SURJAUDAJA Presiden Direktur President Director Tema Laporan Tahunan “Empowering You to Grow Beyond” menjadi esensi Bank pada tahun 2019 untuk mendukung nasabah bertumbuh ke tahap selanjutnya, melalui transformasi berkelanjutan dalam digital banking dan digital initiative lainnya. Upaya ini yang antara lain akan menunjang Bank untuk menghadapi persaingan yang kian intensif dalam industri jasa keuangan dan mempertahankan daya saing yang dimiliki. PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT, DEAR VALUED SHAREHOLDERS, Pada tahun 2019, perekonomian global masih melambat sebagai dampak dari berbagai kondisi, antara lain perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berlarutlarut, serta ketegangan geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga minyak. Di tengah kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga dengan tingkat inflasi yang stabil dan rupiah yang sedikit menguat. Sluggish growth of global economy continued in 2019, which resulted from several conditions, among others, prolonged trade war between the US and China, and geopolitical tensions that drove oil prices to surge. Nevertheless, Indonesia’s economic growth was stable and positive with steady inflation rate and a slightly stronger rupiah. Pada tahun 2019, industri perbankan nasional tumbuh sebesar 8,2% dari sisi aset, 6,1% dari sisi kredit dan 6,5% dalam hal dana pihak ketiga (DPK). Perlambatan pertumbuhan industri perbankan di tahun 2019 ini turut dipengaruhi oleh kondisi perekonomian yang penuh tantangan termasuk tekanan pada perekonomian global di samping tahun 2019 adalah tahun politik Indonesia. In 2019, the national banking industry grew by 8.2% in terms of assets, 6.1% in loans and 6.5% in third-party funds. the growth has been slower during the year, as it was affected by challenging economy and global pressure as well as 2019 being the political year for Indonesia. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  27. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 25 Bank berhasil membukukan total aset sebesar Rp180 ,7 triliun atau tumbuh 4,1% pada tahun 2019, penyaluran kredit tercatat sebesar Rp119,0 triliun dan DPK mencapai Rp126,1 triliun. Pencapaian ini merupakan hasil dari berbagai strategi dan inisiatif yang tepat, pelaksanaan efektif, yang menghasilkan pertumbuhan dengan tetap memperhatikan prinsip kehatihatian. As for the Bank, total assets were posted at Rp180.7 trillion or grew 4.1% in 2019, lending stood at Rp119.0 trillion and third-party funds reached Rp126.1 trillion. These achievements resulted from various strategies and initiatives as well as its effective implementation, have delivered prudent positive growth. TANTANGAN DI TAHUN 2019 CHALLENGES IN 2019 Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2019 diperkirakan sekitar 2,9%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,02%, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 5,17%. Perang dagang antara AS-China telah menekan kinerja ekspor Indonesia. Meski demikian, konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah membantu menjaga pertumbuhan PDB Indonesia. Tingkat inflasi masih terkendali sebesar 2,7%. Lebih lanjut, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menguat menjadi Rp13.883 per USD pada akhir tahun 2019 dengan kestabilan kondisi pasar di dalam negeri dan pengaturan regulasi oleh Pemerintah dan Bank Indonesia (BI). The global economic growth in 2019 was projected at around 2.9%, while Indonesia’s economic growth stood at 5.02%, slightly lower compared to the 5.17% in 2018. Indonesia’s export performance experienced adverse impact of the US-China trade war. However, household consumption and government spending helped bolstering Indonesia’s GDP. Inflation rate was well under control at 2.7%, and Rupiah strenghthened against the dollar to Rp13.883 per USD at the end of 2019, enabled by stable domestic market and robust regulatory measures taken by the Indonesian Government and Bank Indonesia (BI). Industri Perbankan Nasional National Banking Industry Pada tahun 2019, industri perbankan nasional relatif stabil di tengah berbagai tantangan seperti pada kualitas aset perbankan serta likuiditas yang antara lain merupakan dampak dari perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Namun perbankan nasional dapat menjaga kinerjanya dengan dukungan para regulator melalui berbagai kebijakan yang dikeluarkan. The national banking industry in 2019 was fairly stable despite some challenges, including assets quality and liquidity, which were influenced by the decline in the global economy. However, with the support of the regulators through its various policy measures, the banking sector was able to sustain its level of performance. Selain kondisi perekonomian, perilaku pasar dan bisnis perbankan juga terpengaruh oleh perkembangan digitalisasi yang membawa perubahan pada model bisnis, perubahan regulasi, serta meningkatnya perhatian pemangku kepentingan atas aspek sosial dan lingkungan. Aside from the economy condition, market behaviour and banking business were also affected by digital technology development that has been bringing changes to business models, regulatory changes, and the increasing focus from stakeholders, on social and environmental aspects. Industri perbankan nasional dituntut untuk dinamis dalam mengikuti berbagai perkembangan dan memperkuat daya saing melalui berbagai inisiatif agar berperan dalam perkembangan digitalisasi yang terus meningkat kontribusinya terhadap perekonomian nasional, serta turut berperan dalam pertumbuhan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. Berbagai inovasi dan inisiatif perlu diselaraskan serta dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. The national banking industry has been facing the demand to be more agile in responding to various developments and strengthen its competitiveness through various initiatives to take part in the digitalization development, where its contribution to national economy continous to increase, as well as its role on the sustainable growth by taking into account the social and environmental issues. Various innovations and initiatives need to be aligned, implemented effectively and efficiently with prudence principle. Pada tahun 2019, industri perbankan nasional mencatatkan rasio kredit bermasalah sebesar 2,5%; rasio kecukupan modal sebesar 23,4% dan rasio penyaluran kredit terhadap simpanan sebesar 94,4%, terjaga sebagaimana kinerja tahun lalu yang masing-masing sebesar 2,4%; 23,0% dan 94,8%. In 2019, the banking industry’s non-performing loan ratio was 2.5%, with capital adequacy ratio at 23.4% and loan to deposit ratio at 94.4%, where these numbers were quite consistent with last year’s performance of 2.4%, 23.0%, and 94.8%, respectively. This performance was supported with the Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  28. 26 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah dan regulator yang senantiasa menjaga stabilitas kondisi perekonomian yang penuh tantangan. government and regulators constantly keeping the economy stable amidst many challenges. KEBIJAKAN STRATEGIS DAN INISIATIF BERKELANJUTAN TAHUN 2019 STRATEGIC POLICIES AND SUSTAINABLE INITIATIVES IN 2019 Bank berhasil membukukan kinerja positif pada tahun 2019, dengan strategi yang ditetapkan, antara lain yaitu: 1. Memperkuat model bisnis Bank dan mempercepat pertumbuhan target market, serta mendukung pertumbuhan keuangan berkelanjutan. 2. Melanjutkan transformasi, termasuk di bidang Network & Channels, Operation & IT, dan Human Capital. 3. Mengoptimalkan sinergi dengan Grup OCBC melalui strategic collaboration dan sharing best practices. 4. Memperkuat brand presence melalui integrasi komunikasi digital maupun non-digital. 5. Memperkuat pelaksanaan ketiga lini penjagaan (three lines of defense) secara efektif. The Bank was able to report positive perfomance in 2019 by having strategic priorities in place: 1. Strengthening business model and accelerating target market growth, along with supporting sustainable financial performance. 2. Continuing transformation initiative, including in Network & Channels, Operation & IT, and Human Capital groups. 3. Optimizing synergy with OCBC Group through strategic collaboration and sharing best practices. 4. Strengthening brand presence by integrating digital and non-digital communications. 5. Enhancing effectiveness of the three lines of defence. Strategi-strategi tersebut telah dilaksanakan dengan baik, sehingga Bank berhasil menunjukkan pertumbuhan yang positif, dengan didukung oleh kualitas kredit yang terjaga dengan baik. The strategies have successfully been executed so that the Bank was able to deliver positive growth, supported by maintained credit quality. Pada tahun 2019, Bank terus memperkuat komitmennya terhadap aspek keberlanjutan dan pembiayaan yang bertanggung jawab. Bank melihat hal tersebut penting bagi arah bisnis, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Manajemen Bank juga berkomitmen dan berperan aktif dalam penerapan keuangan berkelanjutan melalui pembiayaan berwawasan lingkungan. In 2019, the Bank continued to reaffirm its commitment to sustainability aspect and responsible financing. The Bank recognizes the importance of having its business aligned with the Sustainable Development Goals (SDGs). The Bank’s management is also committed and takes active role in implementing sustainable finance through green financing. Pada tahun 2019, selain menyalurkan pembiayaan hijau, Bank telah melaksanakan inisiatif, antara lain, menuntaskan identifikasi portofolio hijau, membentuk Sustainability Council dan menuntaskan penyusunan kebijakan pembiayaan yang bertanggung jawab. In addition to disburse green financing, in 2019 the Bank has executed initiatives which include completing the identification of green portfolios, establishing a Sustainability Council and formulating sustainable financing policy. Kerangka Kerja Pembiayaan yang Bertanggung Jawab yang dimiliki Bank berisi prinsip-prinsip Keuangan Berkelanjutan serta komitmen Bank dalam memberikan dukungan menyeluruh untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan yang selaras dengan kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Kerangka Kerja ini diturunkan dalam bentuk ‘Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab’ dan ‘Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab untuk Sektor-Sektor Industri Tertentu’. Bank telah menyiapkan Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab untuk sektor pertambangan, pengolahan limbah dan infrastruktur. The Bank’s Responsible Financing Framework encompasses the Sustainable Finance principles and the Bank’s commitment to provide comprehensive support on the creation of sustainability development that is in line with the economic, social and environmental interests. This Framework is translated into a ‘Responsible Financing Policy’ and ‘Sector-Based Responsible Financing Policies’ that target certain industries. The Bank has arranged Responsible Financing Policies for mining, waste treatment, and infrastructure sectors. Lebih lanjut, sejalan dengan semangat Bank di tahun 2019 yaitu “Empowering You to Grow Beyond”, Bank terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanannya untuk mendukung nasabah dalam mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan Moreover, corresponding to the Bank’s theme in 2019, “Empowering You to Grow Beyond”, the Bank continued to enhance its service capacity and capability to support its customers to reach the next level through ONe Mobile Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  29. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report antara lain melalui aplikasi ONe Mobile dan inisiatif digital lainnya . Untuk mendukung upaya Bank bertransformasi dengan memanfaatkan digitalisasi guna mewujudkan layanan perbankan yang aman, ramah, nyaman dan berstandar internasional, Bank terus meningkatkan kualitas layanannya, antara lain melalui: • ONe Mobile, sebuah aplikasi yang memungkinkan nasabah individu untuk melakukan sebagian besar transaksi perbankan melalui telepon seluler (smart phones). Bank terus mendorong peningkatan aktivitas perbankan secara online melalui aplikasi ONe Mobile dengan memberikan kenyamanan dan fleksibilitas bagi nasabah dalam bertransaksi, tidak hanya transaksi perbankan biasa, tetapi juga pengelolaan investasi atau kekayaan; • Velocity, yaitu sistem electronic banking dari Cash Management yang memungkinkan nasabah bisnis melakukan transaksi secara digital. Bank terus melakukan pengembangan aplikasi atas layanan digital untuk nasabah bisnis ini untuk semakin memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi; dan • Premium Guest House, konsep perbankan berupa kantor cabang yang dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman perbankan dengan suasana hangat dan nyaman yang memberikan nilai tambah melalui upaya berbagi pengetahuan (knowledge sharing), pengalaman serta solusi untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi nasabah. Corporate Data 27 apps and other digital initiatives. Supporting the Bank’s transformation by utilizing digitalization to realize secure, friendly, and convenient international-standard service, the Bank continued to improve its services through: • ONe Mobile, a mobile apps that allows individual customers to perform most banking transactions through their smart phones. The Bank has continued to drive online banking activities through ONe Mobile app, which provides convenience and flexibility for customers in regular banking transactions and investing or wealth management activities; • Velocity, an electronic banking and cash management system that allows business banking customers to do digital transactions. The Bank continous to develope the apps for digital service to further enhance business banking customers’ convenience in doing transaction; and • Premium Guest House, a banking services in a form of branch, especially designed to create warm and comfortable banking experience that offers knowledge sharing, experience and solutions to meet customers’ needs and aspirations. Pada ulang tahun yang ke-78, Bank menyerukan semangat ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ #TAYTB untuk mengajak anak muda, yang merupakan kelompok usia mayoritas di Indonesia, untuk menjadi generasi muda yang produktif untuk meraih aspirasi dan cita-cita mereka. Bank hadir untuk menjawab berbagai keraguan dan tantangan yang mereka hadapi dan akan menjadi partner perbankan tepercaya bagi mereka. Celebrating its 78th anniversary, the Bank championed the spirit of ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ #TAYTB to encourage the young generation, who makes up majority of Indonesia’s population, to be productive in working towards their aspirations and goals. the Bank is present to answer any doubt and challenge that they face and is committed to be their reliable banking partner. Lebih lanjut, Bank mendirikan anak usaha, PT OCBC NISP Ventura (ONV), untuk menunjang kegiatan Bank dan mendapatkan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 3 Januari 2020. Pendirian ONV dimaksudkan untuk mendapatkan manfaat melalui kerjasama dan akuisisi mitra ekosistem agar Bank dapat memenuhi kebutuhan dan aspirasi nasabah, serta memungkinkan Bank dalam mengakuisisi nasabah baru. Moreover, the Bank established a subsidiary, PT OCBC NISP Ventura (ONV), to better support its activities and obtained operating permit from the Financial Services Authority (OJK) on January 3rd, 2020. ONV is incorporated to tap into the potentials through collaboration and acquisition of ecosystem partners so that the Bank will be able to help customers to meet their needs and goals, and enable the Bank to acquire new customers. PERBANDINGAN ANTARA HASIL YANG DICAPAI DENGAN YANG DITARGETKAN ACHIEVEMENTS AND TARGETS COMPARISON Kinerja keuangan tahun 2019 menunjukkan bahwa Bank tetap berhasil mencatatkan hasil yang positif secara berkesinambungan di tengah tantangan global dan domestik. Strategi Bank juga berhasil menjaga peringkat Bank OCBC NISP berada di 10 besar Bank berdasarkan Total Aset, Kredit yang diberikan dan Dana Pihak Ketiga. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi dan inisiatif yang tepat, serta pelaksanaan yang senantiasa memperhatikan prinsip kehati-hatian. The financial performance in 2019 indicates the Bank positive achievements in sustainable way despite global and domestic challenges. The Bank’s strategies successfully maintained the Bank’s position as a top 10 banks in term of Total Assets, Loans and Third-Party Funds. This success was the result of proper strategies and initiatives that were implemented tactfully guided by prudence principle. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  30. Kinerja 2019 28 2019 Performances Company Profile Management Report Pada tahun 2019 , kredit perbankan nasional tumbuh melambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal yang sama juga dihadapi oleh Bank. Selain mengelola risiko dengan berhati-hati, Bank pun tetap mencari peluang pertumbuhan di tengah kondisi yang belum kondusif. Hasilnya Bank tetap dapat menjaga kinerja yang positif dan secara umum dapat mencapai target bisnis. Adapun total aset Bank tumbuh 4,1% menjadi Rp180,7 triliun, menempatkan Bank sebagai bagian dari 10 besar bank nasional dari sisi total aset dengan pangsa pasar 2,1%. Target 2019* 2019 Target* Keterangan Profil Perusahaan Laporan Manajemen Pertumbuhan Kredit Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Imbal Hasil Aset (ROA) Realisasi 2019 2019 Realization Description 4,1% Asset Growth 1.0% Loans Growth 0.4% Third Party Funds Growth 2.2% Return on Assets (ROA) Pendapatan (Marjin Bunga Bersih – NIM) Pada Kisaran ± 4,0% Circa ± 4.0% 4.0% Struktur Modal (Rasio Kecukupan Modal – CAR) Pada Kisaran ± 17,0% Circa ± 17.0% 19.2% Kebijakan Dividen Management Discussion & Analysis Banking credit in 2019 had slower growth compared to the previous year, which was also experienced by the Bank. Aside from prudently managing its risks, the Bank still had to look for growth opportunities amid a persistently unfavourable condition. As the result, the Bank managed to maintain positive performance and Bank’s business targets were met. Total assets grew by 4.1% to Rp180.7 trillion, which placed the Bank as one of the top ten national banks in terms of assets with market share of 2.1%. Pada Kisaran 1-5% Circa 1-5% Pada Kisaran 1-5% Circa 1-5% Pada Kisaran 1-5% Circa 1-5% Pada Kisaran ± 2,0% Circa ± 2.0% Pertumbuhan Aset Analisis & Pembahasan Manajemen Revenue (Net Interest Margin – NIM) Capital Structure (Capital Adequacy Ratio – CAR) Berdasarkan hasil keputusan Rapat RUPST memutuskan tidak Umum Pemegang Saham Tahunan ada pembagian dividen untuk tahun buku 2018 (RUPST) Based on Annual General AGMS decided not to Meeting Shareholders (AGMS) distribute dividends for 2018 financial year resolutions *Sesuai dengan proyeksi Bank terakhir. Dividend Policy As per the Bank’s latest projection.* Penyaluran Kredit LENDING Total kredit bruto tercatat sebesar Rp119,0 triliun, yang didukung oleh pertumbuhan pada segmen UKM, dengan pangsa pasar total kredit sebesar 2,1%. Penyaluran kredit industri perbankan Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang melambat pada tahun 2019 karena melemahnya permintaan terhadap kredit yang antara lain merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi global yang di bawah tekanan. Bank OCBC NISP pun berhati-hati dalam menyalurkan kredit untuk menjaga kualitas aset. Total gross loans stood at Rp119.0 trillion backed by the Small and Medium Enterprise (SME) segment growth, which resulted in a loan market share of 2.1%. Industry-wide, lending activities growth contracted in 2019 due to lower demand to credit that, in part, was the result of the global economy that was under pressure. Bank OCBC NISP adopted prudent lending to maintain asset quality. Bank tetap melanjutkan inisiatif membantu nasabah melakukan bisnis dengan memperhatikan aspek keberlanjutan yang menekankan pertumbuhan dengan mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan, yaitu dengan memberikan pembiayaan berwawasan lingkungan (green financing). Pada tahun 2018, Bank merupakan Bank pertama di Indonesia yang menerima dana senilai Rp2 triliun dari International Finance The Bank continues its initiatives in helping customers doing business by incorporating sustainable aspect and that highlights growth in social and environmental perspectives through providing green financing. In 2018, the Bank was the first bank which received Rp2 trillion from the International Finance Corporation (IFC) to finance green projects. By the end of 2019, the entire funds have been utilized to provide Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  31. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 29 Corporation (IFC) untuk mendanai proyek-proyek berwawasan lingkungan. Hingga akhir tahun 2019, seluruh dana telah dimanfaatkan untuk pembiayaan nasabah yang bergerak antara lain di bidang pengelolaan air dan green building. financing to customers in water management and green building sectors. Selanjutnya, Bank mempertahankan fungsi intermediasi yang optimal, ditunjukkan dengan rasio perbandingan antara total Kredit dengan Dana Pihak Ketiga (Loans to Deposit Ratio/ LDR) sebesar 94,1% pada akhir tahun 2019 dan 93,5% tahun lalu. Kualitas aset yang sehat senantiasa dipertahankan dengan rasio kredit non-performing loans bruto sebesar 1,7% dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,5%. Furthermore, the Bank maintained an optimal intermediation function, as indicated by its loan to deposits ratio (LDR) of 94.1% at the end of 2019, as compared to 93.5% in the previous year. Sound asset quality has always been maintained, as demonstrated by gross non-performing loan ratio of 1.7% compared to the industry average of 2.5%. Aktivitas PENDANAAN Funding Activities Total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp126,1 triliun pada akhir tahun 2019 dan mencatatkan pangsa pasar 2,1%. Kinerja DPK terutamanya didukung oleh giro nasabah dan tabungan, yang masing-masing mencatatkan pertumbuhan 12,7% dan 9,3%, hal mana merupakan hasil dari strategi Bank, salah satunya melalui value proposition layanan yang “simple, fast and convenient”. Total third-party funds (TPF) reached Rp126.1 trillion at the end of 2019 and translated to a market share of 2.1%. TPF performance was mainly contributed by current accounts and savings, each grew respectively by 12.7% and 9.3%, a result of the Bank’s strategies, includes its service value proposition of “simple, fast and convenient”. Kinerja Keuangan Financial Performance Pada tahun 2019, Bank membukukan laba bersih sebesar Rp2,9 triliun, meningkat 11,4% dibanding tahun sebelumnya. Rasio Imbal Hasil Aset (Return on Assets/ROA) dan Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity/ROE) masing-masing sebesar 2,2% dan 11,6%. Total ekuitas meningkat menjadi sebesar Rp27,7 triliun dan rasio kecukupan modal sebesar 19,2% di akhir tahun 2019 menyokong pengembangan usaha di masa yang akan datang. In 2019, the Bank posted net profit of Rp2.9 trillion, an increase of 11.4% compared to the previous year. The Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) ratio reached 2.2% and 11.6%, respectively. Total equity increased to Rp27.7 trillion and capital adequacy ratio stood at 19.2% by the end of 2019 to support future business development. Kinerja Operasional Operational Performance Bank senantiasa menyelaraskan dan menyempurnakan proses operasionalnya sejalan dengan pertumbuhan usaha dan perkembangan teknologi. Untuk mendorong pertumbuhan, Bank melakukan berbagai inovasi dalam menjalankan bisnis yang dimiliki dan menjaga kualitas pelayanan yang diberikan agar selalu dapat memenuhi kebutuhan nasabah. The Bank consistently aligns and refines its operational process, taking into account business growth and technology development. To drive growth, the Bank carried out various innovations in its operations and maintained its service delivery quality in order to always be able to meet customers’ needs. Bank meningkatkan produktivitas sumber daya manusia dan mengoptimalkan jaringan bisnis yang dimiliki, antara lain dengan mengevaluasi kinerja jaringan layanan yang ada, sentralisasi beberapa fungsi tertentu, serta memperkuat berbagai investasi dalam teknologi informasi dan sumber daya manusia. Hasil dari inisiatif-inisiatif tersebut memungkinkan Bank berhasil menjaga rasio cost-to-income sebesar 45,1% pada tahun 2019. The Bank continues to increase the productivity of its human resources and optimize its business network, among others, by evaluating the performance of existing distribution networks, and centralizes certain functions, while strengthening investment in information technology and human resources. As a result of these initiatives, the Bank was able to maintain cost-to-income ratio of 45.1% in 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  32. 30 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Kemudian, fundamental Bank yang kokoh ini berhasil menjaga peringkat perusahaan “AAA” dengan outlook “stabil” dari lembaga pemeringkat ternama, Fitch Ratings dan Pefindo, sekaligus sebagai salah satu bank dengan peringkat kredit tertinggi di Indonesia pada tahun 2019. Solid fundamentals have enabled the Bank to maintain its “AAA” corporate rating with a “stable” outlook from reputable rating institutions, Fitch Ratings and Pefindo, as well as one of the banks with highest credit ratings in Indonesia in 2019. Bank terus membawa brand tagline “Bank OCBC NISP – With You” yang merupakan komitmen Bank untuk senantiasa berdampingan dengan nasabah serta menjadi rekan yang dapat diandalkan. Bank OCBC NISP juga meluncurkan ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’#TAYTB yang dikomunikasikan melalui berbagai media untuk menyampaikan pesan semangat Bank yang akan berinovasi tanpa henti untuk memberikan produk dan layanan terbaik dalam membantu mewujudkan aspirasi nasabah. The Bank maintains its brand tagline of “Bank OCBC NISP – With You”, which encapsulates the Bank’s commitment to always stand beside its customers and be a depandeble partner. Moreover, the Bank also communicated ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ #TAYTB campaign through various media platforms to widely announce the Bank’s commitment to tireless innovation in order to provide the best products and services, and help customers realize their aspirations. Bank memperoleh berbagai penghargaan atas prestasinya sepanjang tahun 2019, diantaranya: • World’s Best Banks by Consumer Endorsement oleh Majalah Forbes dan Statista, New York, untuk kategori One of “World’s Best Banks 2019” in the country Indonesia. • Retail Banking and Wholesale Banking Award 2019 oleh Majalah Asian Banking & Finance, Singapura, untuk kategori: »» Indonesia SME Bank of The Year »» Indonesia Domestic Foreign Exchange Bank of The Year. • Indonesia Award 2019: Deposit Product of The Year, OCBC NISP – Multi Currency Savings Account oleh The Asian Banker. • Recognition of Excellence for ONe Mobile Initiative oleh OpenGov Asia. • Best Bank for SME’s dan Alpha Southeast Asia Awards: Best SME Bank in Indonesia oleh Asiamoney. • The Banker Award 2019. The Best Bank of The Year – Indonesia oleh The Banker Magazine. For its achievements in 2019, the Bank received numerous accolades, among others: • World’s Best Banks by Consumer Endorsement from Forbes Magazine and Statista, New York, for One of “World’s Best Banks 2019” in the country Indonesia category. • Retail Banking and Wholesale Banking Award 2019 from Asian Banking & Finance Magazine, Singapore, for categories: »» Indonesia SME Bank of The Year »» Indonesia Domestic Foreign Exchange Bank of The Year. • Indonesia Award 2019: Deposit Product of The Year, OCBC NISP – Multi Currency Savings Account from The Asian Banker. • Recognition of Excellence for ONe Mobile Initiative from OpenGov Asia. • Best Bank for SME’s dan Alpha Southeast Asia Awards: Best SME Bank in Indonesia from Asiamoney. • The Banker Award 2019 The Best Bank of The Year – Indonesia from The Banker Magazine KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI PERUSAHAAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIANNYA THE COMPANY’S CHALLENGES AND ITS SOLUTIONS Dalam menghadapi kondisi perekonomian yang masih dalam tekanan, disertai persaingan ketat dalam industri perbankan, Bank melanjutkan pertumbuhan bisnis diikuti kualitas kredit yang terjaga baik, yaitu NPL bruto sebesar 1,7% pada akhir tahun 2019. Secara internal, Bank melanjutkan upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi secara menyeluruh pada setiap aspek operasionalnya. Selain itu, Bank terus menerapkan strategi-strategi yang mendukung pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian. To navigate through economic condition that has continued to be under pressure, coupled with intense competition in the banking industry, the Bank continued to grow its business by maintaining solid credit quality, as shown by 1.7% of gross NPL at the end of 2019. Internally, the Bank continue all efforts to comprehensively improve the effectiveness and efficiency of every operational aspect. Besides, the Bank also implemented other strategies that allowed for sound and sustainable growth, whilst implementing prudent principle. PANDANGAN KE DEPAN DAN ANALISIS TENTANG PROSPEK USAHA FUTURE OUTLOOK AND BUSINESS PROSPECTS ANALYSIS Indonesia masih dapat mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif dalam beberapa tahun terakhir, dan diharapkan masih akan berlanjut dengan tingkat pertumbuhan Indonesia has been able to sustain positive economic growth in the past several years, and it is expected to continue with growth rate at around 5%. The Bank remains optimistic for Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  33. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 31 sekitar 5 %. Bank tetap bersikap optimis menjalankan kegiatan usaha perbankan di masa mendatang, sambil tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan akan membaik dibandingkan dengan tahun 2019. Lebih lanjut, inflasi yang terkendali dan konsumsi yang masih kuat serta harapan akan meningkatnya investasi diharapkan akan mewujudkan pertumbuhan yang lebih baik. its business going forward, albeit with prudent principle. In 2020, Indonesia’s economic growth is projected to be better compare to 2019 growth rate. Moreover, controlled inflation and strong consumption, as well as the expectation of increase in investment are expected to realize stronger growth. Melalui kebijakan fiskal, pemerintah berusaha untuk menjaga stabilitas makro-ekonomi di tengah ketidakpastian global. Sasaran pemerintah adalah, antara lain, • untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mencakup pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial; • peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, miskin dan rentan miskin melalui berbagai program peningkatan kesejahteraan, produktivitas pertanian, • pemberdayaan masyarakat; melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur; insentif fiskal untuk mendorong investasi yang termasuk tax holiday, super deduction Research & Development dan vocational training hingga omnibus law. Through fiscal policies, the government seeks to maintain macro-economy stability amid global uncertainties. The government’s targets, among others are to: • improve the human resources quality through education, healthcare and social protection; • improving welfare of the low income, in poverty and vulnerable to poverty group through various programs focusing on welfare, agricultural productivity • community empowerment; accelerating infrastructure development; providing fiscal incentives to boost investments, including tax holiday, super deduction research & development, and vocational training, as well as the formulation of an omnibus law. Ke semua inisiatif tersebut diharapkan dapat membawa Indonesia mencapai target tahun 2020, antara lain pertumbuhan ekonomi di atas 5%, inflasi tahunan terjaga sekitar 3,1%, pendapatan negara tumbuh 10% dan defisit neraca sebesar 1,76% dari PDB. These initiatives are expected to catalyse Indonesia to meet 2020 targets, among others, over 5% economic growth, annual inflation rate of 3.1%, state revenues of 10%, and balance of payment deficit at 1.76% to GDP. Pada tahun 2019, pertumbuhan kredit masih belum sesuai ekspektasi meskipun bank sentral telah memangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis poin. Pada tahun 2020, diperkirakan bank sentral masih memiliki ruang untuk penurunan suku bunga acuan, meskipun tidak sebesar tahun 2019. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaga inflasi dengan adanya rencana kenaikan iuran BPJS dan penyesuaian harga listrik non subsidi 900 AV. In 2019, credit growth did not meet expectation although the central bank had reduced its benchmark interest rate by 100 bps. In 2020, the central bank is predicted to have some room to decrease the rate, even though not more than 2019. One of the objectives is to keep the inflation rate low considering the plan to increase goverment’s health insurance tariff and adjustment of electricity tariff for non - subsidized customers in the 900 AV band. Pada tahun 2020, perbankan nasional diperkirakan tetap mencatatkan pertumbuhan, dengan pertumbuhan kredit sebesar 11%±1%, dan pertumbuhan DPK sebesar 10%±1%. Sementara Bank menargetkan kredit tumbuh pada kisaran 7%-9%, dan menargetkan DPK tumbuh kisaran 8%-10%. Bank akan menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip kehati-hatian termasuk memperhatikan arahan pertumbuhan dari Regulator. In 2020, the national banking industry is projected to grow, through 11%±1% growth in terms of credit and 10%±1% in terms of TPF. While, the Bank targets to grow its credit at around 7%9% and TPF by 8% to 10%. The Bank will exercise its business prudently and consider regulators’ growth direction. Bank akan terus mempertajam kebijakan penyaluran kreditnya dengan menjaga aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara berkesinambungan. Bank memastikan keuangan berkelanjutan menjadi bagian dari bisnis sesuai dengan visinya menjadi Bank berstandar dunia. Bank telah menyusun strategi pencapaian target atau sasaran di dalam Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB), dan telah menganggarkan sejumlah dana untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penyaluran dana (financing), sesi edukasi serta kerjasama dengan mitra Bank OCBC NISP. The Bank will continue to sharpen its lending policies by maintaining the sustainable economic, social and environmental aspects. The Bank ensures sustainable finance is a part of its business, in line with the Bank’s vision of becoming an international standard Bank. The Bank has prepared Sustainable Finance Action Plan that contains strategies to achieve its targets and has allocated some funds to execute financing activities, education activities, and cooperation with the Bank’s partners. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  34. 32 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Selain itu, Bank melanjutkan strategi digital untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang semakin pesat, di antaranya dengan mempersiapkan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi digitalisasi transaksi keuangan, mengembangkan produk-produk jasa perbankan dan fitur-fitur sesuai dengan perkembangan digitalisasi transaksi keuangan, serta mensosialisasikan produk-produk dan informasi terkait digitalisasi kepada nasabah secara langsung atau melalui berbagai media. The Bank also continues its digital strategies to anticipate rapid technology development. This includes training its employees to have the suitable capacities and capabilities in addressing the digitalizion of financial transactions, developing banking products and services, and coming up with product features that appropriate for digital financial transactions development, as well as directly and indirectly promote products and information on digitalization to customers. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) DAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) HUMAN CAPITAL (HC) AND INFORMATION TECHNOLOGY (IT) Sumber Daya Manusia (SDM) Human Capital (HC) Bank berpegang pada nilai-nilai budaya OCBC NISP One, Professionalism, Integrity, dan Customer Focus (ONe PIC). Nilai-nilai ini merupakan pedoman bagi setiap karyawan untuk bertindak dalam aktifitas sehari-hari. Upaya untuk memperkenalkan budaya perusahaan kepada karyawan baru dilakukan melalui Program New Employee Orientation. Selain kepada karyawan baru, Bank, melalui berbagai kegiatan dan media komunikasi, secara berkelanjutan melakukan internalisasi nilai-nilai inti perusahaan. Sejalan dengan proses transformasi yang saat ini sedang berjalan, Bank telah memulai inisiatif untuk meninjau kembali visi, misi, falsafah dan nilainilai (core values) yang dimiliki. Tujuannya adalah untuk memastikan agar tetap relevan dengan perkembangan saat ini di antaranya terkait digitalisasi, transparansi, milenial dan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).  The Bank adheres to OCBC NISP values of One, Professionalism, Integrity, and Customer Focus (One PIC). These values guide each employee in his/her day-to-day conduct. New employees get introduced with the values during the New Employee Orientation Program. Additionally, the Bank continuously cultivates the values through various internal activities and communications channel. In line with the ongoing transformation, the Bank has started an initiative to revisit its vision, mission, philosophy, and core values to ensure their relevancy with the present industry landscape that is characterized by issues of digitalization, transparency, millennials, and Sustainable Development Goals (SDGs). Untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM, Bank telah menyusun Training Roadmap, yaitu programprogram pelatihan yang harus diikuti oleh karyawan sesuai dengan fungsi dan jabatannya di masing-masing Divisi. Dengan demikian, program pelatihan dapat diselaraskan dengan kebutuhan Bank dengan tetap memperhatikan pengembangan karir setiap karyawan. To continue developing and improving the quality of human resources, the Bank has prepared a Training Roadmap that identifies mandatory training programs for employees based on their functions and positions in their respective Division. Thus, training programs can be aligned with the Bank’s needs and at the same time accommodates employees’ need of professional development. Bank menyadari bahwa mendapatkan dan mempertahankan karyawan terbaik serta memiliki keterikatan yang erat dengan mereka adalah hal yang paling penting untuk mendukung pencapaian target Bank. Bank melaksanakan Survei Keterikatan Karyawan (Employee Engagement Survey/EES) yang berjalan rutin minimal setiap dua tahun. EES dilakukan untuk mengetahui tingkat keterikatan karyawan yang kemudian menjadi acuan untuk menyusun tindak lanjut menuju berbagai The Bank realizes that recruiting and retaining quality employees and to maintain their active engagement are crucial for the Bank’s target attainment. The Bank carries out Employee Engagement Survey (EES) every two years at minimum. EES assesses employees’ level of engagement, and its result will serve as a benchmark for the Bank’s preparation to create improvements in Human Resources. For EES execution, the Bank colaborates with an independent consultant in HR to Bank menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan syarat mutlak untuk dapat mempertahankan kelangsungan bisnis Bank dan untuk mampu bersaing di tengah kondisi persaingan yang semakin ketat. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank secara intensif melakukan peningkatan kualitas SDM melalui perbaikan sistem informasi SDM, perekrutan SDM sesuai dengan kebutuhan Bank, serta peningkatan kualitas pelatihan SDM. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank realizes that having quality human resource is necessary to maintain the Bank’s business continuity and to stay competitive in an increasingly challenging market. The Bank therefore, intensely improves its HR quality by improving HR information system, ensures full alignment of HR recruitment with its needs, and enhances training quality.
  35. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 33 perbaikan dalam bidang SDM . Dalam pelaksanaan EES, Bank bekerja sama dengan konsultan independen dalam bidang SDM sehingga pelaksanaan survei terjamin independensinya. EES yang terakhir dilakukan pada tahun 2018, yang mana engagement index Bank mencapai angka 74% yang merupakan prestasi tersendiri bagi Bank dan membuktikan kemajuan dalam meningkatkan engagement karyawan. Bank juga mengadakan serangkaian kegiatan bagi karyawan sebagai wujud Employer Brand Proposition. ensure the survey’s independence. The last EES in 2018, which has reached a new high of engagement index by 74%, was an achievement for the Bank and has demonstrated progress in engaging employees. The Bank has also put a series of activites in place as part of its Employer Brand Proposition. Teknologi Informasi (TI) Information Technology (IT) PERKEMBANGAN PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK DAN DINAMIS ENHANCEMENT OF DYNAMIC AND GOOD CORPORATE GOVERNANCE IMPLEMENTATION Direksi menyadari perlunya Bank menjalankan tata kelola yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan operasional serta standar dan praktik terbaik. The Board of Directors understands the importance of having dynamic corporate governance that evolves following the changes in operational needs, standards, and best practices. Bank menerapkan tata kelola sesuai dengan Pedoman Umum GCG Indonesia yang diterbitkan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Peraturan OJK dan Undang-Undang Republik Indonesia. Selain itu, dalam rangka mengembangkan praktik terbaik penerapan GCG, pelaksanaan tata kelola Bank juga mengacu, antara lain, pada Organization on Economic Cooperation and Development (OECD), ASEAN Capital Market Forum (ACMF) dan Basel Committee on Banking Supervision. Corporate governance in the Bank implements the Indonesian GCG Guideline issued by the National Committee on Governance Policy (KNKG), OJK regulations, and the laws and regulations. In addition, to develop GCG best practice within the organization, the Bank also refers to the Organization on Economic Cooperation and Development (OECD), ASEAN Capital Market Forum (ACMF), and Basel Committee on Banking Supervision. Komitmen penerapan GCG selama ini dapat menjaga kepercayaan pemangku kepentingan dan membangun reputasi serta kredibilitas brand image positif, terbukti dari didapatkannya beberapa penghargaan di antaranya sebagai: • “The Best Bank in Risk Profile & GCG”dan “The Best Performance Bank 2019” dalam Infobank Award dari Infobank. • “Best Responsibility of the Board” dalam IICD Corporate Governance Award dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). • “Good Corporate Governance Award - Most Trusted Company” berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI) dari Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) selama 8 tahun berturut-turut. The commitment to GCG implementation has contributed to maintain the trust of its stakeholders, to its reputation and credibility as well as positive brand image, as reflected by various accolades such as: • “The Best Bank in Risk Profile & GCG” and “The Best Performance Bank 2019” in the Infobank Award from Infobank. • “Best Responsibility of the Board” in the IICD Corporate Governance Award from Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD). • Good Corporate Governance Award - Most Trusted Company based on Corporate Governance Perception Index (CGPI) from Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) for eight consecutive years. Pada tahun 2019, pengembangan TI difokuskan pada proses otomasi dan integrasi guna meningkatkan konektivitas antar sistem dan layanan bagi nasabah yang didukung dengan tata kelola cyber security yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi yang dilakukan Bank secara keseluruhan melalui proses digitalisasi produk dan layanan. Bank telah menyusun pelaksanaan inisiatif TI, antara lain pengembangan Application Programming Interface (API) untuk memperluas kerjasama dengan pihak ketiga, melanjutkan pengembangan layanan e-money dan QRIS, serta pengembangan aplikasi Corporate Mobile Banking untuk meningkatkan customer experience corporate user. In 2019, IT development is focused on automation and integration to enhance connectivity between systems and front-end services to serve customers, where the Bank’s IT system is backed by continuous cyber security efforts. IT development is certainly part of the Bank’s comprehensive transformation journey through product and service digitalization. The Bank has also prepared IT initiative implementation plans, such as Application Programming Interface (API) to expand its partnership with third parties, plan to continue e-money and QRIS development, and development of Corporate Mobile Banking app to enhance the customer experience of corporate users. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  36. 34 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis MANAJEMEN RISIKO YANG EFEKTIF DAN EFISIEN EFFECTIVE AND EFFICIENT RISK MANAGEMENT Secara rutin, Bank melakukan evaluasi manajemen risiko secara mendalam dan menyeluruh berdasarkan sistem dan prosedur pemantauan yang efisien dan efektif. Hasil evaluasi dilaporkan kepada Direksi untuk mendapatkan rekomendasi perbaikan yang berkesinambungan. Melalui proses evaluasi tersebut, Bank mampu mengidentifikasi dan memahami setiap potensi risiko yang muncul dan memberikan dampak signifikan pada Bank, dan kemudian menyiapkan strategi mitigasi yang tepat. The Bank routinely conducts in-depth and comprehensive risk management evaluations using efficient and effective monitoring systems and procedures. The evaluation results are reported to the Board of Directors for their continous improvement recommendations. This evaluation allows the Bank to identify and understand any risk potential that may occur and affect the Bank significantly and prepare appropriate mitigation strategies. TANGGUNG JAWAB SOSIAL CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY Bank senantiasa menerapkan berbagai program kepedulian tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Bisnis perbankan yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan lingkungan sebagai bagian dari tumbuh dengan harmonis dan berkembang bersama-sama, sehingga Bank melaksanakan CSR yang fokus pada bidang edukasi literasi keuangan, lingkungan/ kesehatan dan sosial. The Bank consistently implements various social and environmental programs as part of its corporate responsibility (CSR). For the Bank, its banking business is aimed to improve living and environmental quality, to allow the Bank to grow harmoniously together with the sociaty. As such, the Bank’s CSR programs focus on education, environment/health, and humanitarian. Ke depan, program-program CSR Bank senantiasa untuk dapat dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam strategi Bank, guna meningkatkan besaran manfaat nyata dari programprogram CSR dalam jangka panjang. Selain itu, programprogram CSR Bank telah mengacu pada Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, dan ketentuan lain yang relevan. Going forward, the Bank’s CSR programs will continously be developed and integrated with the Bank’s strategies, to enhance the benefits in the long-term. The Bank’s CSR programs also refer to the Limited Liability Company Law No. 40 of 2007, and other relevant regulations. Program CSR dalam bidang pendidikan antara lain dilakukan melalui Program Sosialisasi Literasi Keuangan sebagai bentuk partisipasi dalam “Gerakan Inklusi Keuangan Nasional” yang dilakukan oleh OJK. Bank juga bekerja sama dengan Karya Salemba Empat (KSE) dalam mengadakan workshop Young Entrepreneurship Spirit (YES). Bank juga melakukan edukasi keuangan kepada siswa-siswi di sejumlah sekolah menengah dan universitas di Jakarta. In education, the Bank has in place Financial Literacy Program, which is the Bank’s participation in the National Movement for Financial Inclusion initiated by OJK. The Bank also collaborates with Karya Salemba Empat (KSE) organization to carry out a Young Entrepreneurship Spirit (YES) workshop. In addition, the Bank delivers financial literacy education to high-school, vocational-school and university students in Jakarta. Di bidang sosial, selain donasi yang diberikan Bank untuk mendukung kebutuhan keuangan, kesehatan dan pendidikan, Bank juga mengadakan program-program CSR untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti mendistribusikan paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar lokasi kantor operasional Bank OCBC NISP, membangun fasilitas penerangan dan sanitasi bagi 100 rumah, membangun dan merenovasi fasilitas sanitasi dan Pendidikan di Desa Sukajadi dan Desa Cukanggenteng, Soreang, Bandung Selatan. Program ini juga menyediakan alat belajar bagi sekolahsekolah di wilayah tersebut. Sedangkan melalui program Thalassaemia “Tanda Kasih”, Bank mendistribusikan donasi kepada 100 penerima guna mendukung pendidikan dan edukasi di Tasikmalaya, Garut dan Surabaya. Dalam momentum Hari Pohon Sedunia, Bank OCBC NISP mengadakan program OCBC NISP Clean Day atau #ONCleanDay sebagai wujud tindakan pelestarian lingkungan. Bank mengajak karyawan dan mitra bisnis untuk berpartisipasi dalam membersihkan Sungai Ciliwung di Jakarta, serta menanam pohon melalui program MyBabyTree di area tersebut. In social sector, aside from the Bank’s donations to meet financial, health, and education needs, the Bank also holds CSR programs to improve sociaty’s welfare, such as distributing household basic packages for disadvantaged families around Bank OCBC NISP’s operational offices, building lighting and sanitation facilities for 100 homes, building and renovating sanitation and educational facilities in Sukajadi and Cukanggenteng Villages in Soreang, South Bandung. Through this program, the Bank also provides learning kits to schools in the area. Meanwhile, in the health sector, through Thalassemia “Tanda Kasih” program, the Bank has distributed donations to 100 beneficiaries to support the education in Tasikmalaya, Garut, and Surabaya. Furthermore, in environment sector, conciding with World Tree Day, Bank OCBC NISP has organized OCBC NISP Clean Day or #ONCleanDay, as a concrete contribution to the environment. Through MyBabyTree program, the Bank invited its employees and business partners to participate in cleaning Jakarta’s Ciliwung River and planted trees in the area. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  37. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 35 INISIATIF DI TAHUN 2020 2020 INITIATIVES Bank OCBC NISP akan terus fokus untuk mencapai visi dan misi Bank dan target di tahun 2020 dengan melanjutkan strategi yang ditetapkan , yaitu: 1. Memperkuat model bisnis Bank. 2. Melanjutkan proses transformasi. 3. Melanjutkan upaya memperkuat brand OCBC NISP. 4. Terus meningkatkan efektifitas ketiga lini penjagaan (three lines of defense). 5. Mengoptimalkan sinergi dengan OCBC Group. Bank OCBC NISP will continue to focus on realizing the Bank’s vision, mission, and 2020 targets by implementing the following strategies: 1. Strengthening business model. 2. Continuing transformation journey. 3. Strengthening OCBC NISP brand. 4. Reinforcing effective implementation of three llines of defense. 5. Optimizing synergy with OCBC Group. PERUBAHAN KOMPOSISI ANGGOTA DIREKSI DAN ALASAN PERUBAHANNYA CHANGES TO THE COMPOSITION OF THE BOARD OFDIRECTORS Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) tanggal 9 April 2019, RUPS telah mengangkat kembali Andrae Krishnawan Widjajakusuma, Johannes Husin dan Low Seh Kiat yang masa jabatannya berakhir. Lebih lanjut, RUPS juga telah menyetujui perubahan jabatan Hartati, dari sebelumnya Direktur Independen menjadi Direktur, sehubungan dengan dicabutnya ketentuan perihal Direktur Independen dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00183/BEI/12-2018 tanggal 26 Desember 2018. Adapun susunan Direksi Bank pada tanggal 31 Desember 2019 dapat dilihat dalam laporan ini pada halaman 170. Pursuant to the Resolution of the Annual Meeting of Shareholders (AGMS) on 9 April 2019, the AGMS has reappointed Andrae Krishnawan Widjajakusuma, Johannes Husin and Low Seh Kiat whose term of office had concluded. The AGMS also approved the change in the position of Hartati, from previously Independent Director to Director, following the revocation of provisions concerning Independent Directorship in the Board of Directors Decree of Indonesia Stock Exchange Number Kep-00183/BEI/12-2018 on December 26, 2018. The complete composition of the Bank’s Board of Directos as of 31 December 2019 is available on page 170. APRESIASI DAN PENUTUP APPRECIATION AND CLOSING Direksi memberikan penghargaan sebesar-besarnya kepada para nasabah, pemegang saham, Dewan Komisaris, regulator, pemerintah, media dan pemangku kepentingan lain atas kerjasama dan kepercayaan yang diberikan. Juga tentunya, terima kasih mendalam kepada segenap karyawan atas kinerja serta dedikasinya bagi kegiatan usaha dan pengembangan Bank selama tahun 2019. Perjalanan Bank bertransformasi menjadi lebih dari sekadar bank tradisional belum selesai, bahkan lebih dari itu, untuk tumbuh ke tingkat selanjutnya. Dengan dukungan para pihak, kami akan terus berupaya mewujudkan transformasi tersebut yang mengokohkan Bank menjadi Lembaga keuangan masa depan yang terpercaya. The Board of Directors would like to express its highest appreciation to the customers, shareholders, Board of Commissioners, regulators, the government, media, and other stakeholders for their cooperation and trust. We are also deeply grateful for our employees, for their performance and dedication to the Bank’s activities and development throughout 2019. The Bank’s transformational journey to go beyond a traditional bank has yet to end, as we look forward to take our growth to the next level. With the support of all parties, we will continue the effort to realize the transformation that will strengthen and shape the Bank as the future, trusted financial institution. PARWATI SURJAUDAJA Presiden Direktur President Director Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  38. 36 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Surat Pernyataan Anggota Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2019 PT Bank OCBC NISP Tbk Statement of the Board of Directors regarding Responsibility for the 2019 Annual Report of PT Bank OCBC NISP Tbk Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank OCBC NISP Tbk Tahun 2019 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan. We, the undersigned, hereby declare that all information in the 2019 Annual Report of PT Bank OCBC NISP Tbk is presented in its entirety and that we take full responsibility for the correctness of the contents of this Annual Report. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. This statement is made in all truthfulness. Jakarta, 4 Maret 2020 Jakarta, 4 March 2020 Direksi The Board of Directors PARWATI SURJAUDAJA Presiden Direktur President Director EMILYA TJAHJADI Direktur Director HARTATI Direktur Director MARTIN WIDJAJA Direktur Director ANDRAE KRISHNAWAN W. Direktur Director Joseph Chan Fook Onn Direktur Director Johannes Husin Direktur Director Low Seh Kiat Direktur Director MIRAH WIRYOATMODJO Direktur Director Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  39. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report Data Perusahaan 37 Corporate Data Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan 2019 PT Bank OCBC NISP Tbk Statement of the Board of Commissioners regarding Responsibility for the 2019 Annual Report of PT Bank OCBC NISP Tbk Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Tahunan PT Bank OCBC NISP Tbk Tahun 2019 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan Perusahaan . We, the undersigned, hereby declare that all information in the 2019 Annual Report of PT Bank OCBC NISP Tbk is presented in its entirety and that we take full responsibility for the correctness of the contents of this Annual Report. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. This statement is made in all truthfulness. Jakarta, 4 Maret 2020 Jakarta, 4 March 2020 Dewan Komisaris The Board of Commissioners PRAMUKTI SURJAUDAJA Presiden Komisaris President Commissioner PETER EKO SUTIOSO Wakil Presiden Komisaris (Komisaris Independen) Deputy President Commissioner (Independent Commisioner) Lai Teck PoH Komisaris Commissioner Jusuf Halim Komisaris Independen Independent Commissioner Kwan Chiew CHOI Komisaris Independen Independent Commissioner BETTI S. ALISJAHBANA Komisaris Independen Independent Commissioner RAMA P. KUSUMAPUTRA Komisaris Independen Independent Commissioner HARDI JUGANDA Komisaris Independen Independent Commissioner Samuel Nag Tsien Komisaris Commissioner Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  40. 38 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PROFIL PEMEGANG SAHAM PENGENDALI Controlling Shareholder's Profile Profil Pemegang Saham Pengendali: Bank OCBC Controlling Bank OCBC Overseas Investment Pte. Ltd., anak perusahaan Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Bank), menjadi pemegang saham mayoritas pada tahun 2005, dan memiliki 85,1% saham pada akhir 2019. Sebagai pemegang saham pengendali, OCBC Bank terus memberikan dukungan kuat kepada Bank OCBC NISP. OCBC Bank adalah bank yang paling lama berdiri di Singapura, dibentuk pada tahun 1932 melalui penggabungan tiga bank lokal, yang tertua didirikan pada tahun 1912. Bank ini adalah grup jasa keuangan terbesar kedua di Asia Tenggara berdasarkan aset, dengan total aset sebesar SGD492 miliar per 31 Desember 2019. OCBC Bank terdaftar di Bursa Singapura (SGX-ST) dan merupakan salah satu perusahaan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di Singapura. Kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari SGD 48 miliar pada tanggal 31 Desember 2019. OCBC Bank adalah salah satu bank dengan peringkat tertinggi di dunia, dengan peringkat Aa1 dari Moody’s. Diakui karena kekuatan dan stabilitas finansialnya, OCBC Bank secara konsisten termasuk di peringkat 50 Bank Teraman di Dunia oleh Global Finance dan dinobatkan sebagai Bank yang dikelola terbaik (Best Managed Bank) di Singapura oleh The Asian Banker. OCBC Overseas Investment Pte. Ltd., a subsidiary of OverseaChinese Banking Corporation Limited (OCBC Bank), became the majority shareholder in 2005, and owned an 85.1% interest as at end 2019. As its controlling shareholder, OCBC Bank has constantly provided strong support to Bank OCBC NISP. OCBC Bank is the longest established Singapore bank, formed in 1932 through the merger of three local banks, the oldest of which was founded in 1912. It is the second largest financial services group in Southeast Asia by assets, with total assets of S$492 billion as of December 31, 2019. OCBC Bank is listed on the Singapore Exchange (SGX-ST) and is one of the largest companies by market capitalisation in Singapore. Its market capitalisation was over S$48 billion as of December 31, 2019. OCBC Bank is one of the world’s most highly rated banks, with an Aa1 rating from Moody’s. Recognised for its financial strength and stability, OCBC Bank is consistently ranked among the World’s Top 50 Safest Banks by Global Finance and has been named Best Managed Bank in Singapore by The Asian Banker. OCBC Bank dan anak-anak perusahaannya menawarkan beragam perbankan komersial, layanan spesialis keuangan dan manajemen kekayaan, mulai dari konsumen, perusahaan, investasi, perbankan swasta dan transaksi hingga layanan tresuri, asuransi, manajemen aset, dan pialang saham. Pasar utama OCBC Bank adalah Singapura, Malaysia, Indonesia dan China Daratan. Pasar ini terdiri atas lebih dari 540 cabang dan kantor perwakilan di 19 negara dan wilayah, dan termasuk lebih dari 280 cabang dan kantor di Indonesia di bawah anak perusahaan Bank OCBC NISP, dan lebih dari 80 cabang dan kantor di China Daratan, SAR Hong Kong, dan SAR Makau di bawah OCBC Wing Hang. OCBC Bank and its subsidiaries offer a broad array of commercial banking, specialist financial and wealth management services, ranging from consumer, corporate, investment, private and transaction banking to treasury, insurance, asset management and stockbroking services.   OCBC Bank’s key markets are Singapore, Malaysia, Indonesia and Greater China. It has more than 540 branches and representative offices in 19 countries and regions. These include over 280 branches and offices in Indonesia under subsidiary Bank OCBC NISP, and over 80 branches and offices in Mainland China, Hong Kong SAR and Macau SAR under OCBC Wing Hang.   Layanan perbankan swasta OCBC Bank dilaksanakan oleh anak perusahaannya yang sepenuhnya dimiliki Bank of Singapore, yang beroperasi pada platform produk berarsitektur terbuka yang unik untuk mencari produk-produk yang terbaik di kelasnya untuk memenuhi kebutuhan kliennya. OCBC Bank’s private banking services are provided by its wholly-owned subsidiary Bank of Singapore, which operates on a unique open-architecture product platform to source for the best-in-class products to meet its clients’ goals.    Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Shareholder’s Profile: OCBC
  41. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 39 Anak perusahaan OCBC Bank , Great Eastern Holdings, adalah grup asuransi jiwa tertua dan paling mapan di Singapura dan Malaysia. Anak perusahaan manajemen asetnya, Lion Global Investors, adalah salah satu perusahaan manajemen aset sektor swasta terbesar di Asia Tenggara. OCBC Bank’s insurance subsidiary, Great Eastern Holdings, is the oldest and most established life insurance group in Singapore and Malaysia. Its asset management subsidiary, Lion Global Investors, is one of the largest private sector asset management companies in Southeast Asia. Dukungan untuk Bank OCBC NISP Support for Bank OCBC NISP Beberapa tonggak pencapaian telah dicapai selama bertahuntahun melalui kolaborasi yang erat antara OCBC Bank dan Bank OCBC NISP, termasuk: tata kelola operasional dan TI yang ditingkatkan serta penerapan teknologi informasi untuk meningkatkan keunggulan operasional; pengiriman uang dengan cepat antara Singapura dan Indonesia selain dari sambungan ATM bersama di Singapura dan Indonesia; peluncuran platform manajemen kekayaan konsumen yang komprehensif, termasuk kolaborasi dengan PT OCBC Sekuritas Indonesia dan Great Eastern Life; peluncuran Private Banking, layanan Premier Banking dan produk kartu kredit; peluncuran versi lokal dari platform manajemen kas milik OCBC Bank, yaitu Velocity@ocbc di Bank OCBC NISP dan penerapan model bisnis OCBC Bank yang berhasil untuk perusahaan-perusahaan kecil yang sedang berkembang dengan penekanan pada proses yang efisien dan produk serta layanan yang sederhana, cepat dan nyaman. Untuk membantu memelihara budaya keunggulan layanan, OCBC Bank juga telah meluncurkan program pelatihan untuk pelibatan pelanggan dan kualitasnya kepada staf Bank OCBC NISP. Sejumlah staf Bank OCBC NISP juga mendapat manfaat dari program pengikut sertaan staf di OCBC Bank. OCBC Bank juga memberikan dukungan dan bimbingan melalui perwakilannya di Dewan Komisaris Bank OCBC NISP (Samuel Nag Tsien - CEO dan Lai Teck Poh - Direktur). Several milestones have been achieved over the years through the close collaboration between OCBC Bank and Bank OCBC NISP, including: enhanced operational and IT governance as well as information technology implementation to improve operational excellence; speedy remittances between Singapore and Indonesia aside from a joint ATM link-up in Singapore and Indonesia; rollout of a comprehensive consumer wealth management platform, including collaboration with PT OCBC Sekuritas Indonesia and Great Eastern Life; launch of Private Banking, Premier Banking services and credit card products; the launch of a local version of OCBC Bank’s award winning Velocity@ocbc cash management platform at Bank OCBC NISP and adoption of OCBC Bank’s successful business model for small emerging enterprises with an emphasis on efficient processes and simple, quick and convenient products and services. To help nurture a service excellence culture, OCBC Bank has also rolled out its customer engagement and quality training programs to Bank OCBC NISP staff. Various staff of Bank OCBC NISP have also benefited from the staff attachment program at OCBC Bank. OCBC Bank also lends support and guidance through its representation on Bank OCBC NISP’s Board of Commissioners (Samuel Nag Tsien – CEO and Lai Teck Poh - Director). OCBC Bank terus mendukung Bank OCBC NISP dalam memperluas proposisi perbankan individu termasuk memperluas segmen yang berkecukupan dan juga dengan cara berbagi keahlian di semua lini, termasuk bidang-bidang seperti manajemen produk, pemasaran, branding, penyampaian jalur, manajemen risiko, audit, teknologi informasi dan platform dan proses operasional, sambil meningkatkan keunggulan operasional. OCBC Bank continues to support Bank OCBC NISP in broadening its individual banking propositions including expanding affluent segments as well as through sharing of expertise in all fronts, including such areas as product management, marketing, branding, channel delivery, risk management, audit, information technology and operational platforms and processes, while improving operational excellence. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  42. 40 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis SAMBUTAN GRUP CEO OCBC BANK Message from Group CEO OCBC Bank Tema dari Laporan Tahunan tahun ini – “Empowering You to Grow Beyond” – merangkum dengan sangat baik komitmen Bank OCBC NISP dalam penyempurnaan layanan dan dorongan untuk memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Samuel Nag Tsien Grup CEO OCBC Bank CEO OCBC Bank Group The theme in this year’s Annual Report – “Empowering You to Grow Beyond” – neatly encapsulates Bank OCBC NISP’s commitment to service improvement and drive to deliver sustainable growth. PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT, DEAR VALUED SHAREHOLDERS, Saya ingin mengucapkan selamat kepada Bank OCBC NISP atas pencapaian yang kuat pada tahun 2019. Meskipun kondisi bisnis penuh dengan tantangan, Bank OCBC NISP mampu meraih pertumbuhan laba sebesar 11% dan mencapai pertumbuhan aset yang baik. Bank menjaga posisi permodalan yang kuat dan berdisiplin dalam pengelolaan risko untuk memastikan kualitas aset yang memuaskan. Saya sangat senang melihat mereka terus mempertahankan tingkat kualitas aset yang sehat dan lebih baik dari rata-rata industri. Dengan adanya budaya tata kelola dan kualitas aset/neraca Bank yang baik, Bank OCBC NISP adalah salah satu Bank dengan peringkat paling tinggi di Indonesia dan memiliki peringkat kredit nasional AAA dari Fitch Ratings Indonesia dan Pefindo, yang merupakan peringkat yang diinginkan banyak perusahaan di Indonesia. Please allow me to extend my congratulations to Bank OCBC NISP for reporting a strong set of results for 2019. Despite the challenging business environment, Bank OCBC NISP delivered 11% profit growth and achieved respectable asset growth. The Bank maintained a strong capital position and disciplined risk management to ensure satisfactory asset quality. I am pleased to note that they continue to be maintained at very healthy levels which were better than the industry average. Given the Bank’s respected governance culture and sound balance sheet, Bank OCBC NISP is one of the most highly rated banks in Indonesia and holds the coveted AAA national credit rating from both Fitch Ratings Indonesia and Pefindo. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  43. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 41 Tema dari Laporan Tahunan tahun ini – “Empowering You to Grow Beyond” – merangkum dengan sangat baik komitmen Bank OCBC NISP dalam penyempurnaan layanan dan dorongan untuk memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Bank terus-menerus meningkatkan kapabilitas produk dan layanan di seluruh jaringan, sambil memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan customer experience. Bank OCBC NISP memastikan agar karyawannya mengalami peningkatan keahlian dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kapabilitas di seluruh organisasi. Bank telah membuat kemajuan yang sangat mantap dalam agenda pembiayaan berkelanjutan dan bertanggung jawab, membantu nasabahnya mencapai tujuan dengan memberikan dukungan dan pembiayaan berbagai inisiatif hijau/berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Sebagai salah satu bank yang telah lama berdiri di Indonesia, Bank OCBC NISP terus-menerus membangun reputasinya yang sudah selayaknya dimiliki sebagai sebuah institusi keuangan yang berpegang pada standar tata kelola perusahaan terbaik. Bank juga dikenal sebagai organisasi yang mendukung komunitas dengan aktif melalui program Tanggung Jawab Sosialnya, yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kemanusiaan. Komitmennya yang diakui dalam senantiasa mendampingi nasabah dan masyarakat, dimana Bank ada untuk membantu memenuhi aspirasi mereka, saya sangat bangga atas banyaknya penghargaan dan pengakuan bergengsi yang diberikan kepada Bank OCBC NISP pada tahun 2019. The theme in this year’s Annual Report – “Empowering You to Grow Beyond” – neatly encapsulates Bank OCBC NISP’s commitment to service improvement and drive to deliver sustainable growth. The Bank has continuously enhanced its product and service capabilities across its network, while leveraging on digitalisation to improve customer experience. Bank OCBC NISP has ensured that its staff are up-skilled to leverage advances in technology to improve capabilities across the organisation. The Bank has made very steady progress in its sustainable and responsible financing agenda, helping its customers achieve their goals by supporting and financing numerous green and sustainable initiatives. As one of the longest established banks in Indonesia, Bank OCBC NISP has continued to build upon its well-earned reputation as a financial institution that upholds the highest standards of corporate governance. It is also recognised as an organisation that actively supports the community through its Corporate Social Responsibility programs, which focused on education, health, the environment, and the humanitarian sector. For its recognised commitment to always stand by the customer and the community it serves to help realise their aspirations, I am very proud of the many prestigious awards and recognitions accorded to Bank OCBC NISP in 2019. OCBC Group memiliki sejarah yang solid dalam memberikan pendapatan yang stabil melewati siklus ekonomi, dan kami memiliki keyakinan dalam memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan kami. Pada tahun 2019, OCBC Group mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar S$4,87 miliar, 8% lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan ini merupakan satu lagi tahun dengan pendapatan tertinggi kami. Hal ini didorong oleh kinerja yang kuat di seluruh bisnis perbankan, bisnis wealth management dan asuransi. Bank OCBC NISP memberikan kontribusi yang positif kepada kinerja OCBC Group, dan kolaborasi yang erat antara Bank OCBC NISP dan OCBC Group menciptakan sinergi selanjutnya untuk meraih bisnis dan alur perdagangan di regional yang mendorong peningkatan nilai bagi para nasabah dan pemangku kepentingan kami. The OCBC Group has a solid history of producing stable earnings through economic cycles, and we are confident of delivering sustainable returns to all our stakeholders. In 2019, the OCBC Group reported a net profit after tax of S$4.87 billion, 8% higher than a year ago and this marked another consecutive year of record earnings for us. This was driven by the strong performance across our banking, wealth management and insurance businesses. Bank OCBC NISP contributed positively to the Group’s results, and the close collaboration between Bank OCBC NISP and the Group created further synergies to capture business and trade flows in the region that drove increased value for our customers and stakeholders. Ketika saya melihat ke masa depan, perkiraan ekonomi global pada tahun 2020 diperkirakan akan lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya. Kita akan waspada atas dampak terhadap bisnis dan nasabah kita dengan adanya perang dagang yang masih berlangsung, risiko geopolitik yang terus memanas dan wabah COVID-19. As I look ahead, the global economic outlook in 2020 is expected to be weaker than originally expected. We will be vigilant of the impact to our business and customers from the ongoing trade disputes, enhanced geo-political risks and the COVID-19 outbreak. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  44. 42 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Saya mengucapkan selamat kepada Bank OCBC NISP untuk satu lagi tahun yang sangat baik. Kinerja tersebut menjadi mungkin diraih melalui dedikasi dan komitmen anggota Dewan Komisaris, Direksi, manajemen dan seluruh karyawan Bank OCBC NISP. Bagi segenap nasabah dan pemangku kepentingan Bank OCBC NISP, terima kasih atas dukungan yang teguh. I congratulate Bank OCBC NISP for yet another outstanding year. Your performance has been made possible by the dedication and commitment of the members of the Board of Commissioners, Board of Directors, management and all employees of Bank OCBC NISP. To all customers and shareholders of Bank OCBC NISP, thank you for your unwavering support. Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan penghormatan khusus kepada Bapak Karmaka Surjaudaja, Founding Chairman Bank OCBC NISP, yang telah berpulang pada 17 Februari 2020. Beliau adalah seseorang dengan integritas, ketekunan, kerendahan hati dan rasa hormat yang luar biasa, dan etosnya yang sangat dihormati terpatri dengan mendalam pada nilai dan budaya Bank OCBC NISP. Dalam lebih dari 55 tahunnya bersama Bank OCBC NISP, beliau telah memberikan teladan dalam kepemimpinan, dan menunjukkan loyalitas dan kepedulian yang patut dikagumi terhadap nasabah, karyawan, rekan usaha dan pemegang saham. Keberhasilan Bank OCBC NISP yang terus berlanjut tidak mungkin dapat tercapai tanpa kontribusinya yang signifikan, dan belasungkawa saya yang terdalam kepada segenap keluarga Bank OCBC NISP. In closing, I would like to pay special tribute to Mr. Karmaka Surjaudaja, Founding Chairman of Bank OCBC NISP, who passed away in February 17, 2020. He was a person of extraordinary integrity, diligence, humility and honour, and his highly respected ethos is deeply ingrained in Bank OCBC NISP’s values and culture. In his over 55 years with Bank OCBC NISP, he has demonstrated exemplary leadership, and displayed admirable loyalty and care to its customers, employees, partners and shareholders. Bank OCBC NISP’s enduring success could not have been achieved without his significant contributions and my deepest condolences go to the entire Bank OCBC NISP family. Samuel Nag Tsien Grup CEO OCBC Bank CEO OCBC Bank Group Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  45. 03 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 43 Profil Perusahaan Company Profile Agar dapat terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat , Bank terus MELAKUKAN transformasi, inovasi untuk menyediakan produk dan layanan agar dapat memberi nilai tambah bagi nasabah, sehingga mampu menjadi SALAH SATU DARI TOP 10 BANK di Indonesia. Komitmen ini juga yang mendorong kesiapan Bank untuk merespon era digitalisasi global agar tetap relevan dalam menyediakan solusi KEUANGAN yang terbaik sesuai kebutuhan dan keinginan nasabah. Continuing its transformation to grow and evolve with society, the Bank continues to transform, innovate and provide customer services and experiences. This eventually let the Bank become a Top 10 Bank in Indonesia. This commitment also promotes the Bank’s readiness to respond to the global digitalization era, hence to stay relevant in providing the best financial solutions as required by the customers’ needs and expectations. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  46. Kinerja 2019 44 Laporan Manajemen 2019 Performances Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis DATA PERUSAHAAN Corporate Data Nama Perusahaan [102-1] Negara Tempat Beroperasi [102-4] Company Name [102-1] Country of Operations [102-4] PT Bank OCBC NISP Tbk OCBC NISP Tower Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25, Jakarta 12940, Indonesia Tel: (021) 255 33 888 | Fax: (021) 579 44 000 4 Republik Indonesia Republic of Indonesia Struktur Kepemilikan Saham [102-5] Structure of Stock Ownership [102-5] Tanggal Pendirian Date of Establishment 85.1% OCBC Overseas Investment Pte. Ltd. APRIL 1941 100.0% 14.9% Publik Public Bentuk Hukum [102-5] Legal Entity [102-5] Perseroan Terbatas (PT) Limited Liability Company Akta No. 6 yang dibuat dihadapan Notaris TH. J. INDEWEY GERLINGS tanggal 4 April 1941 dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (dahulu Menteri Kehakiman). Dasar Hukum Pendirian [102-5] Legal Basis of Establishment [102-5] Deed No.6 made before Notary TH. J. INDEWEY GERLINGS dated April 4, 1941 and ratified by Minister of Law and Human Rights. Skala Perusahaan [102-7] Scale of the Company [102-7] 5,949 283 Jumlah Karyawan Number of Employee 1 Jumlah Kantor Pusat Head Office 45 Jumlah Kantor Cabang Branch Offices 204 Jumlah Kantor Cabang Pembantu Supporting Branch Offices Jumlah Kantor Number of Offices 16 Jumlah Kantor Kas Jumlah Cash Offices Jumlah Kantor Cabang Syariah Sharia Branch Offices Rp180.7 T Rp153.0 T Total Aset Total Assets Jumlah Liabilitas Total Liabilities 2019 Rp2.9 T Rp27.7 T Laba Bersih Total Net Income Jumlah Ekuitas Total Equity Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 10 238 Jumlah Produk dan layanan Number of Product and Service 7 Jumlah Payment Point Payment Points
  47. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 45 Corporate Data Keikutsertaan Dalam Asosiasi [102-13] Participation in Associations [102-13] • Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) • Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) • Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) • Asosiasi Sekretaris Perusahaan Indonesia (ICSA) • Indonesia Banks Association (Perbanas) • Indonesia Public Listed Companies Association (AEI) • Indonesia Payment System Association (ASPI) • Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) Kontak Perusahaan [102-53] Company Contacts [102-53] Call OCBC NISP 1500 – 999 Nasabah | Customers callcenter@ocbcnisp.com Pemegang Saham dan Investor | Shareholders and Investors ir@ocbcnisp.com Regulator | Regulators corporate.secretary@ocbcnisp.com Publik | Public corporate.communication@ocbcnisp.com www.ocbcnisp.com Perubahan Nama dan Logo Perusahaan Changes of Company Name and Logo 1941 - 1971 1972 - 1994 1994 - 2008 2008 - Sekarang | Present Didirikan dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (NISP) berdasarkan akta No.6 tanggal 4 April 1941 dari notaris Theodoor Johan Indewey Gerlings. Established under the name of NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank (NISP) based on deed No.6 dated 4 April 1941 of notary Theodoor Johan Indewey Gerlings. • Singkatan NISP berubah menjadi Nilai Inti Sari Penyimpan. • Tahun 1978 NISP bukan lagi singkatan melainkan nama Bank yaitu Bank NISP. Menggunakan logo baru bersamaan dengan pencatatan saham di bursa efek. Menggunakan nama dan logo baru Bank OCBC NISP. Used new logo along with share listing at the stock exchange. Used new name and logo called Bank OCBC NISP. • The abbreviation of NISP was changed into Nilai Inti Sari Penyimpan. • In 1978, NISP was no longer an abbreviation, but became the Bank’s name called Bank NISP Makna Logo dan Brand Bank Ocbc Nisp The Meaning of Bank Ocbc Nisp’s Logo and Brand Logo Bank dengan tagline “OCBC NISP With You” menunjukkan komitmen untuk senantiasa berdampingan dengan nasabah dan menjadi rekan yang dapat diandalkan. Sebagai Bank yang tumbuh bersama para Nasabahnya, Bank bersikap terbuka dalam memahami aspirasi setiap Nasabah dan tulus berbagi pengetahuan untuk memberi solusi yang tepat demi kemajuan Nasabah. The Bank’s logo with the tagline “OCBC NISP With You” demonstrates a commitment to always being alongside its customers and as a reliable partner. As a Bank that grows with its customers, the Bank is open to understand each customer’s aspirations, and its sincerity in sharing knowledge to provide the right solutions for the customers’ advancement. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  48. 46 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Riwayat Singkat daN JEJAK LANGKAH Brief History & Milestones Berdiri pada tahun 1941, Bank OCBC NISP mulai dikembangkan oleh keluarga Karmaka Surjaudaja dan Lelarati Lukman, tumbuh dengan sangat sehat, bahkan di tengah kondisi krisis nasional. Hal ini yang kemudian menarik perhatian OCBC Bank Singapura untuk masuk sebagai pemegang saham pengendali dan membawa peringkat bank naik dari di atas 30 menjadi Top 10 bank terbesar di Indonesia. Established in 1941, Bank OCBC NISP was developed by the Karmaka Surjaudaja and Lelarati Lukman families, grew very healthily, amidst the challenging moments. Thus , Bank’s healthy performance attracted the presence of OCBC Bank - Singapore as controlling shareholder that brought Bank’s rating from above Top 30 to Top 10 largest bank in Indonesia. Kiprah Bank OCBC NISP (selanjutnya disebut “Bank”) senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudence principal) sejak awal didirikan. Prinsip yang membawa Bank dengan lebih dari 78 tahun pengalaman ini menjadikannya sebagai salah satu ‘bank pilihan’ dengan latar belakang kesehatan perusahaan yang kuat serta komitmen untuk selalu mengutamakan ‘tumbuh dan berkembang’ bersama masyarakat. The progress of Bank OCBC NISP (the “Bank”) since its establishment has always prioritized the prudence principle when providing banking solutions for customers. Over its 78 years of operation, this principle has made the Bank to be one of the banks of choice due to its strong soundness background that prioritizes growth and development with its customers. Bank juga mempunyai sejarah keberhasilan dalam menghadapi berbagai kondisi yang sangat berat dan bahkan mampu berkembang dalam berbagai kondisi tersebut. Seperti, dalam menghadapi krisis dahsyat yang melumpuhkan ekonomi, politik dan sosial seperti yang terjadi pada akhir tahun 1960-an dan krisis perbankan Asia pada tahun 1998. Keberhasilan-keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sosok penting Karmaka dan Lelarati Lukman, dibantu orang-orang kunci lainnya di Bank. The Bank has long history to survive and grow during many critical conditions. For example, during the national crisis in the era of late 1960 and Asian banking crisis in 1998 that crippled the economic, politic and social condition of the country. The success in managing those very hard time are inseparable from the important role of Karmaka Surjaudaja and Lelarati Lukman, supported by other key people in the Bank. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  49. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report 1941 Bank NISP didirikan pertama kali dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank oleh beberapa orang Belanda namun belum beroperasi karena masa perang . Bank NISP was initially incorporated by several Dutch people under the name of NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank. However, due to war situation, the Bank could not operate yet. Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 1948 Seluruh saham Bank NISP dialihkan kepemilikannya kepada pengusaha nasional, Lim Khe Tjie (ayah dari Ibu Lelarati Lukman) dan Bank mulai beroperasi. Lim Khe Tjie (father of Mrs. Lelarati Lukman) purchased all shares of NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposit Bank, and started the operation. Data Perusahaan 47 Corporate Data 1967 B e r h a s i l m e l e wa t i k r i s i s d a n b a h ka n meningkatkan status menjadi Bank Komersial. 1990 Menjadi Bank Devisa Became a Foreign Exchange Bank The Bank succeeded in overcoming the crisis and improved its status to become a Commercial Bank. Atas kemampuan dan pengalaman, serta keberhasilannya membawa Bank melewati masa-masa sulit, Karmaka Surjaudaja diangkat menjadi Presiden Direktur untuk periode 1971–1997 dan Presiden Komisaris untuk periode 1997– 2008, sedangkan Lelarati Lukman menjadi Komisaris pada tahun 1982 – 2011. Kemudian, Karmaka Surjaudaja dan Lelarati Lukman dianugerahi gelar Founding Chairman dan Founding Chairwoman atas pengabdian mereka selama lebih dari 40 tahun. Setelah tidak lagi menjabat, keduanya masih dikenal sebagai tokoh yang meletakkan landasan, nilai dan budaya Bank, yang hingga kini masih diterapkan kepada seluruh keluarga besar Bank. For his capabilities, experience and success in bringing the Bank through these challenging times, Karmaka Surjaudaja was appointed as President Director for the period of 1971-1997 and President Commissioner for the period of 1997-2008, while Lelarati Lukman became Commissioner in 1982 - 2011. Then, Karmaka Surjaudaja and Lelarati Lukman were awarded the titles of Founding Chairman and Founding Chairwoman for their service of more than 40 years. While no longer serving, both are still known as figures that laid the Bank’s foundation, values and culture, which until now are still applied within the Bank’s extended family. Sejarah Bank dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi, serta keberhasilan Bank dalam mempertahankan reputasi baik yang sarat akan pertumbuhan positif, menarik perhatian the Netherlands Development Finance Company (FMO) untuk memberikan berbagai pinjaman jangka panjang dengan bunga menarik untuk disalurkan pada segmen UKM sejak awal tahun 1990-an. Selain FMO , International Finance Corporation (IFC) - bagian dari Grup Bank Dunia, juga memberikan pinjaman jangka panjang pada tahun 1997. IFC bahkan kemudian masuk menjadi pemegang saham Bank pada tahun 2001 hingga 2010, serta menempatkan wakilnya di Dewan Komisaris. The Bank’s history in facing economic challenges whilst maintaining its good reputation and its promising growth, attracted the attention of the Netherlands Development Finance Company (FMO) who provided various long-term loans with attractive interest rates to be channeled to the SME segment in the early 1990s. In addition to FMO, the International Finance Corporation (IFC), part of the World Bank Group, provided long-term loans in 1997, with IFC later becoming the Bank shareholder from 2001 to 2010, and placing its representatives on the Board of Commissioners. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  50. Kinerja 2019 48 2019 Performances 1997 Mendirikan Bank campuran bernama Bank OCBC Indonesia bersama OCBC Bank Singapura . Established a combined Bank with OCBC Bank Singapore called the Bank OCBC Indonesia. Laporan Manajemen Management Report 2004 OCBC group mulai masuk sebagai pemegang saham dengan k e p e m i l i ka n s a h a m sebesar 22,5%. OCBC group became a shareholder with a 22.5% shareholding. Profil Perusahaan Company Profile 2008 B r a n d B a n k NI S P berganti menjadi Bank OCBC NISP. Kepemilikan saham OCBC Bank Singapura mencapai 74,73%. B a n k NI S P b r a n d changed into the Bank OCBC NISP. The OCBC Bank Singapore’s shareholding reached 74.73%. Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis 2009 Menghadirkan layanan perbankan syariah dengan membuka UUS. Presenting the sharia banking services by establishing Sharia Business Unit. Perjalanan Bank berlanjut dengan masuknya OCBC Bank Singapura sebagai pemegang saham minoritas pada tahun 2004 yang kemudian ditingkatkan menjadi mayoritas melalui serangkaian akuisisi dan penawaran tender sejak tahun 2004. OCBC Bank Singapura adalah salah satu bank yang paling tinggi peringkatnya di dunia menurut Moody’s dan S & P, disamping salah satu bank di dunia yang paling aman menurut majalah Global Finance. OCBC Bank Singapura juga senantiasa berhasil mengatasi tantangan-tantangan besar seperti Era Great Depression, Perang Dunia II, Krisis Keuangan Asia dan Global. The Bank’s journey continued with the entry of OCBC Bank Singapore as a minority shareholder and then upgraded into controlling shareholder, through a series of acquisitions and tender offers starting in 2004. OCBC Bank Singapore is one of the world’s most highly rated banks according to Moody’s and S & P, as well as consistently ranked as one of the safest bank in the world according to Global Finance Magazine. has been known for its excellent integrity and financial soundness. The bank has very long and solid experiences including its ability to overcome major challanges, such as The Great Depression, World War II, Asian Financial Crisis and Global Financial Crisis. Kehadiran OCBC Bank Singapura sebagai pengendali telah memberikan peningkatan yang sangat berarti, antara lain dalam bidang pengelolaan resiko dan bidang lain nya yang meliputi kegiatan bank OCBC NISP. Dalam hal peningkatan kompetensi, OCBC Bank Singapura juga terus membantu dengan menempatkan beberapa wakilnya yang sangat berkualitas dan senior untuk membantu peningkatan kualitas bank dalam berbagai bagian yang penting sesuai kebutuhan. Selain itu, mereka juga memberikan beberapa eksekutif yang paling senior untuk membantu pengelolaan bank dengan duduk sebagai anggota Direksi serta Dewan Komisaris Bank. Para anggota Bank OCBC NISP juga diberikan kesempatan magang di OCBC Bank Singapura untuk lebih memperdalam kemampuannya. As a controlling shareholder, OCBC Bank Singapore has made truly significant improvements in Risk Management,and all other divisions across the bank. OCBC Bank Singapore also provided their highly qualified senior members for shortmedium term assigments to help keep improving the bank in various key sections according to the needs. In addition, they also assign senior executives to assist in the bank management as member of the Bank’s Board of Directors and Commissioners. Many of Bank OCBC NISP’s people have been stationed in OCBC Bank Singapore for a short-term period of time to help improving their skills, too. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang OCBC Bank Singapura, Bank diberikan izin terkait penggunaan nama dan logo baru “OCBC NISP” pada akhir 2008 yang diikuti dengan transformasi yang optimal di seluruh organisasi. Selanjutnya, pada tahun 2011, anak perusahaan OCBC Bank Singapura di Following the optimal transformation throughout the organization, and as a form of OCBC Bank Singapore’s longterm commitment, the Bank was granted permission to use the new “OCBC NISP” name and logo at the end of 2008. Later, in 2011, a subsidiary of OCBC Bank Singapore in Indonesia, Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  51. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report 2011 Bank OCBC Indonesia bergabung kedalam Bank OCBC NISP . Bank OCBC Indonesia joined with Bank OCBC NISP. Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 2017 Meluncurkan Kartu Kredit Voyage khusus bagi Nasabah High Affluent dengan fasilitas layanan concierge premium, dan memperkenalkan Layanan Private Banking untuk solusi keuangan Nasabah High Networth. Launching of Voyage Credit Card spesifically for High Affluent Customers with concierge premium service, and presenting the Private Banking Service of financial solution for the High Networth Customer. Data Perusahaan 49 Corporate Data 2018 Memperkenalkan Aplikasi ONe Mobile (mobile banking yang lebih fleksibel) dalam mendukung mobilitas nasabah untuk bertransaksi perbankan. Presenting the One Mobile Apps (a more fl e x i b l e m o b i l e banking) to support the customers’ mobility in doing the banking transactions. 2019 Memperkenalkan semangat Tidak Ada Yang Tidak Bisa # TAY T B d e n g a n Nyalakan Indonesia untuk menginsiprasi Indonesia dalam meraih aspirasinya. Launching the “No Such Thing As Can’t” #TAYTB spirit with “Nyalakan Indonesia” to inspire Indonesian in reaching their dreams. Indonesia, Bank OCBC Indonesia bergabung dengan Bank OCBC NISP sebagai konsolidasi untuk memperkuat daya saing. Penggabungan tersebut merupakan wujud keyakinan dan komitmen OCBC Bank Singapura sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 85,1%, untuk memusatkan perhatiannya hanya pada satu bank di Indonesia, Bank OCBC NISP, untuk dapat menyediakan produk dan layanan terbaik bagi nasabah di Indonesia. Bank OCBC Indonesia was merged to Bank OCBC NISP to consolidate and strengthen its competitiveness. This merger was the manifestation of OCBC Bank Singapore’s confidence and commitment, as a majority 85.1% shareholder, to focus its attention on one bank in Indonesia, Bank OCBC NISP, to provide the best products and services for customers in Indonesia. Perjalanan Bank melewati berbagai tantangan dalam memberikan layanan perbankan, diperkuat oleh semangat ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ atau #TAYTB, untuk terus bertransformasi agar dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Semangat ini juga yang mendorong kesiapan Bank untuk merespon era digitalisasi global agar tetap relevan dalam menyediakan solusi perbankan yang terbaik sesuai kebutuhan dan keinginan nasabah. Dengan semangat Tidak Ada Yang Tidak Bisa (#TAYTB), Bank terus bertransformasi, beradaptasi dengan inovasi dan menyediakan produk dan layanan serta pengalaman bagi nasabah sehingga mampu menjadi bagian dari 10 bank terbesar di Indonesia dari sisi total aset. Continuing its transformation to grow and evolve with society, the Bank’s journey has taken it through the challenges of providing banking services. This commitment is strengthened by the spirit of “Tidak Ada Yang Tidak Bisa” (No Such Thing As Can’t) or #TAYTB. This spirit also promotes the Bank’s readiness in respond to the global digitalization era, hence to stay relevant in providing the best banking solutions as required by the customers’ needs and expectations. With the spirit of #TAYTB, the Bank continues to transform, innovate and provide customer services and experiences. This eventually let the Bank become a part of Top 10 biggest bank by assets in Indonesia. Tidak berhenti disana, Bank OCBC NISP pada perayaan usia Bank yang ke-78 tahun memperkenalkan semangat #TAYTB untuk menginspirasi masyarakat Indonesia dalam meraih aspirasi dan cita-citanya. Lewat #TAYTB, Bank OCBC NISP ingin menjadi rekan yang dapat diandalkan melalui solusi perbankan yang end-to-end untuk menjawab kebutuhan finansial dan layanan khusus yang mendukung nasabah mencapai aspirasinya. In conjunction with its 78th anniversary, to inspire Indonesian citizens to realize their aspirations and dreams, Bank OCBC NISP continues to introduce the #TAYTB spirit. With this spirit, the Bank aims to become a reliable partner through end-to-end banking solutions by addressing specific financial needs and providing services that, at the same time, foster the customers’ aspirations. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  52. 50 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Bidang USAHA [102-2] [102-6] Core Business [102-2] [102-6] Bidang usaha Bank menurut anggaran dasar terakhir yaitu melakukan usaha di bidang perbankan umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pursuant to the latest articles of association, the Bank’s line of business is commercial banking including sharia business based on prevailing laws and regulations. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Bank dapat melakukan kegiatan usaha antara lain sebagai berikut: 1. Menghimpun dana dari masyarakat. 2. Memberikan pinjaman baik jangka panjang, jangka menengah atau diberikan dalam usaha perbankan. 3. Melakukan kegiatan anjak piutang dan usaha kartu kredit. 4. Melakukan kegiatan dalam valuta asing. To attain the above purpose and objective, the Bank may undertake the following activities: 1. Collecting public’s fund. 2. Lending services for long-term, medium-term or for banking business. 3. Factoring and credit card services. 4. Foreign exchange services. Informasi lengkap mengenai kegiatan usaha Bank dapat dilihat pada Anggaran Dasar Bank pada situs web www.ocbcnisp.com. The Bank’s comprehensive business activities may be viewed from it’s Articles of Association in the website www.ocbcnisp. com. Produk DAN JASA Products and Services NASABAH INDIVIDU Simpanan Tabungan, giro dan deposito dalam mata uang Rupiah dan mata uang asing. Kredit Konsumer Pinjaman untuk keperluan konsumsi atau investasi. Kartu Kredit Layanan pembayaran menggunakan kartu, untuk pembelian barang dan jasa secara kredit. Bancassurance Perlindungan bagi Nasabah, mencakup perlindungan jiwa, kesehatan, perjalanan dan warisan, baik yang bersifat endowment maupun unit linked, dari perusahaan asuransi rekanan. Reksadana Investasi dalam instrument pasar uang, pendapatan tetap, saham, campuran dan terproteksi, dari manajer investasi rekanan. Layanan Prima Layanan perbankan istimewa dengan layanan pengelolaan kekayaan menyeluruh dan fasilitas eksklusif. Layanan Private Banking Layanan perbankan istimewa dengan pengelolaan kekayaan secara holistik dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan Nasabah. Layanan Perbankan Elektronik Layanan transaksi perbankan melalui media elektronik Bank seperti ATM, maupun media elektronik Nasabah seperti Internet Banking dan Mobile Banking. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP PERSONAL BANKING Saving Savings, current accounts and time deposits in Rupiah and foreign currencies. Consumer Credit Loans for consumption or investment purpose. Credit Card Card payment services for purchase of goods and services in credit. Bancassurance Protection for Customers covering life, health, travel and inheritance, for both endowment and unit linked, from insurance companies partners. Mutual Fund Investment in money market, fixed income, shares, mixed and protected, from investment managers partners. Premier Banking Service Special banking services with comprehensive wealth management services and exclusive facilities. Private Banking Service Special banking services with holistic wealth management and customized banking solution designed to Customer’s specific needs and goals Electronic Banking Services Banking transaction services through Bank’s electronic media such as ATM, as well as Customer’s electronic media such as Internet Banking and Mobile Banking
  53. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report NASABAH BISNIS Cash Management Layanan pengelolaan uang tunai , pengiriman uang, pembayaran tagihan, pembayaran pajak dan payroll, untuk mendukung perkembangan bisnis. Pembiayaan Produktif Pembiayaan dengan berbagai skema pencairan dan pembayaran untuk mendukung perkembangan bisnis. Trade Finance Layanan trade untuk mendukung transaksi ekspor/impor, penerbitan garansi, program supply chain dan akseptasi. Layanan Trust Layanan penitipan harta kepada Bank untuk dikelola sesuai perjanjian Trust. Layanan Perbankan Elektronik Layanan transaksi perbankan melalui media elektronik Bank seperti mesin EDC maupun media elektronik Nasabah seperti Internet Banking. TRESURI Foreign Exchange dan Derivatif Produk berbasis pertukaran valuta bagi Nasabah yang membutuhkan hedging atas transaksi atau portofolionya. Debt Securities Obligasi pemerintah dan korporasi. Interest Rate Derivative Produk berbasis swap bagi Nasabah yang membutuhkan hedging atas pinjaman atau portofolionya. Structured Product Produk investasi yang merupakan gabungan dari beberapa instrumen, dengan beragam tingkat risiko, baik yang memiliki perlindungan atas nilai pokok maupun yang tidak memiliki perlindungan atas nilai pokok. PERBANKAN SYARIAH Penghimpunan Dana Syariah Tabungan, giro dan deposito berdasarkan akad Syariah, tersedia dalam mata uang Rupiah dan mata uang asing. Penyaluran Dana Retail Syariah Pembiayaan kepemilikan rumah dan kendaraan bermotor berdasarkan akad Syariah Penyaluran Dana Produktif Syariah Pembiayaan bertujuan produktif dengan berbagai skema pencairan dan pembayaran berdasarkan akad Syariah. Bancassurance Syariah Perlindungan jiwa bagi Nasabah perorangan dengan manfaat investasi (unitlink) berdasarkan akad Syariah. Data Perusahaan Corporate Data 51 BUSINESS BANKING Cash Management Cash management services, money transfers, bill payments, tax payments and payroll, to support business development. Productive Financing Financing with various disbursement and payment schemes to support business development. Trade Finance Trade services to support export/import transactions, guarantee issuance, supply chain program and acceptance. Trust Services Safekeeping services to the Bank in accordance with the Trust agreement. Electronic Banking Services Banking transaction services through Bank’s electronic media such as EDC machine, as well as Customer’s electronic media such as Internet Banking. TREASURY Foreign Exchange and Derivative Foreign exchange based products for Customers who needs to hedge their transactions or portfolios. Debt Securities Government and corporate bonds. Interest Rate Derivative Swap-based products for Customers who need to hedge their loans or portfolios. Structured Product Investment products with a combination of several instruments, with varying levels of risk, whether principal protected, or nonprincipal protected. SHARIA BANKING Sharia Funding Savings, current accounts and time deposits in accordance with Sharia law, available in Rupiah and foreign currencies. Sharia Retail Financing Home ownership and motorized vehicles financing in accordance with Sharia law. Sharia Productive Financing Productive financing with various disbursement and payment schemes in accordance with Sharia law. Sharia Bancassurance Life protection for individual Customers with investment benefits (unit link) in accordance with Sharia law. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  54. 52 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis INFORMASI SITUS WEB PERUSAHAAN Corporate Website Information Bank OCBC NISP telah menyajikan informasi terkait Bank sesuai ketentuan pada POJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik. Informasi yang disediakan antara lain: Pursuant to OJK Regulation No. 8/POJK.04/2015 regarding the Website of Issuers or Public Companies, the Bank has presented information on the Bank’s website. Information provided includes: Tentang OCBC NISP • Sejarah Singkat • Visi dan Misi • Manajemen • Siaran Pers • Tata Kelola • Tata Kelola Terintegrasi • KYC/AML • Struktur Organisasi • Penghargaan • Pengumuman About OCBC NISP • Brief History • Vision and Mission • Management • Press Release • Corporate Governance • Integrated Corporate Governance • KYC/AML • Organization Structure • Awards • Announcement Corporate Social Responsibility • Tentang CSR • Berita CSR Corporate Social Responsibility • Tentang CSR • CSR News Hubungan Investor • Kepemilikan - Struktur Kelompok Pemegang Saham - Struktur Pemegang Saham - 20 Pemegang Saham Terbesar • Informasi Keuangan - Laporan Publikasi Triwulanan - Laporan Keuangan - Presentasi Kinerja - Leverage Ratio - Pengungkapan Basel III - LCR (Liquidity Coverage Ratio) - NSFR (Net Stable Funding Ratio) - Informasi Kuantitatif Exposure Risiko - Ikhtisar Data Keuangan Penting - Informasi Penggabungan - Laporan Keuangan Entitas Induk (OCBC Bank) • Laporan Tahunan - Laporan Tahunan - Laporan Keberlanjutan • Peringkat Kredit • Informasi Saham dan Obligasi • Lembaga/Profesi Penunjang Pasar Modal Investor Relations • Ownership - Structure of Group Shareholders - Share Ownership Composition - Top 20 Shareholders • Financial Informations - Quarterly Published Report - Financial Reports - Performance Presentation - Leverage Ratio - Basel III Disclosure - LCR (Liquidity Coverage Ratio) - NSFR (Net Stable Funding Ratio) - Quantitative Exposure Risk - Financial Highlights - Financial Statements of Parent Entity (OCBC Bank) - Merger Information • Annual Report - Annual Report - Sustainability Report • Credit Ratings • Shares and Bonds Informations • Institutions/Capital Market Supporting Professional Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  55. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Data 53 Jaringan mitra USAHA [102-9] Partnership [102-9] Dalam menjalankan bisnis serta mencapai target yang telah ditentukan, Bank telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra usaha baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri. Bentuk kemitraan yang dilakukan Bank guna menyediakan layanan produk keuangan dan berbagai pilihan akses bertransaksi terbaik kepada nasabah di antaranya: • • • • • • Kerja sama produk bancassurance dengan berbagai perusahaan asuransi seperti Great Eastern dan Prudential. Kerja sama produk Investasi dengan Manajer Investasi diantaranya Aberdeen, Ashmore, BNP Paribas, Manulife, Schroder, dan Batavia. Kerja sama jasa jaringan dan kartu antara lain ATM Bersama, Prima, GPN, MEPS, OCBC Bank, VISA, dan Mastercard, kemitraan ini dilakukan untuk memperluas cakupan jaringan produk Bank berbasis kartu. Kerja sama yang luas dengan institusi ternama di dunia dalam kegiatan pengiriman uang. Kerja sama di bidang pembiayaan kredit dengan Developer dan Property Agent, seperti Grup Developer besar berskala Nasional antara lain: Ciputra, Sinarmas Land, Summarecon, Lyman, Pakuwon, dan Agung Sedayu, juga developer lokal di kota besar seperti: BSA Land, Putera Karyasindo Prakarsa, Premier, Villa Puncak Tidar, Istana, Lavon, Kembar Mas dan Sumber Baru Land. Sedangkan untuk Property Agent, mulai dari Property Agent berskala Internasional seperti: Century 21, Raywhite, ERA, Harcourts dan LJ Hooker dan Property Agent berskala Nasional seperti: Brighton, Eastons, Informasi, dll. Bentuk kerja sama lainnya yang dilakukan Bank dalam rangka memperluas bisnis serta meningkatkan kinerja Bank secara berkelanjutan. To run its business and to achieve the predetermined targets, the Bank cooperates with a number of domestic and overseas business partners. The Bank’s partnerships provides a wide selection of financial product services and transactions for customer access including: • • • • • • Bancassurance products in cooperation with insurance companies such as Great Eastern, and Prudential. Investment products in cooperation with Investment Managers including Aberdeen, Ashmore, BNP Paribas, Manulife, Schroder, and Batavia. Network and card services in cooperation with ATM Bersama, Prima, GPN, MEPS, OCBC Bank, VISA, and Mastercard. These partnerships help to expand the Bank’s card-based product network coverage. Broad cooperation with reputable institutions worldwide for remittance. Loan financing in cooperation with developers and property agents including large-scale National Developer Groups: Ciputra, Sinarmas Land, Summarecon, Lyman, Pakuwon, and Agung Sedayu, and also local developers in major cities such as: BSA Land, Putera Karyasindo Prakarsa, Premier, Villa Puncak Tidar, Istana, Lavon, Kembar Mas and Sumber Baru Land, while for Property Agents, starting with International Property Agents such as Century 21, Raywhite, ERA, Harcourts and LJ Hooker, and National Property Agents such as : Brighton, Eastons, Information, etc. Other ongoing cooperation related to the Bank’s business expansion and performance improvement. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  56. 54 Kinerja 2019 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis VISI DAN MISI [102-16] Vision and Mission [102-16] VISI VISION Menjadi Bank pilihan dengan standar dunia yang diakui kepeduliannya dan terpercaya. To be the Bank of choice with world-class standards recognized for its care and trustworthiness. MISI MISSION Bank berusaha dan bekerja sebagai warga korporat terhormat yang mampu bertumbuh kembang bersama masyarakat secara berkelanjutan dengan cara: • • • • Menyediakan dan mengembangkan pelayanan keuangan yang inovatif, berkualitas dan melebihi harapan masyarakat yang dinamik dengan hasil terbaik. Membina jejaring kerja sama saling menguntungkan yang dilandasi rasa saling percaya. Menciptakan lingkungan kerja yang meningkatkan profesionalisme dan mendorong pembaruan organisasional dengan semangat kekeluargaan. Membangun kepercayaan publik melalui perilaku beretika, peduli dan hati-hati. Bank conducts its business and work as an honorable corporate citizen and able to grow together continuously with the society in a sustainable manner by: • Providing and developing innovative and high quality financial services that exceeding growing people’s expectations with optimum results. • Developing and maintaining cooperation networks based on mutual trust. • Creating a work environment that ensures the growth of professionalism and organizational renewal with a familial spirit. • Building public trust through ethical, caring and prudent behaviors. Tinjauan Visi dan Misi Review of Vision and Mission Dewan Komisaris dan Direksi secara reguler meninjau pernyataan visi misi Bank untuk memastikan tetap sesuai dengan perkembangan bisnis serta rencana Bank di masa yang akan datang. Pada tahun 2019 Bank sedang melakukan peninjauan ulang visi dan misinya seiring dengan perkembangan Bank agar tetap relevan dengan perkembangan bisnis serta rencana Bank di masa datang. The Board of Commissioners and the Board of Directors regularly reviews the Bank’s vision and mission to ensure it is still valid with the current business development and future plan of the Bank. In 2019, the Bank was reviewing its vision and mission to be remained relevant with the Bank’s business development and future plans. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  57. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 55 Corporate Data Budaya PERUSAHAAN Corporate Culture Professionalism Customer Focus Karyawan memiliki kebanggaan sebagai profesional dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan . Karyawan fokus kepada nasabah dalam segala hal. Professionalism Employees continue to focus on clients in every respect. Employees are proud as a professional and always responsible for every action. Customer Focus OCBC NISP One INTEGRITY OCBC NISP One INTEGRITY Karyawan berpikir dan bertindak untuk tujuan yang sama dengan menempatkan kepentingan Bank di atas kepentingan kelompok dan individu. Employees think and act for the same purpose by putting the interests of the Bank above the interests of groups and individuals. Karyawan melaksanakan secara konsisten perilaku satunya kata dan perbuatan dengan penuh integritas. Employees consistently implement integrity in their actions and words. Budaya perusahaan Bank OCBC NISP konsisten dan sejalan dengan nilai-nilai OCBC Group yaitu “Lasting Value, Integrity, Forward Looking, Respect, and Responsibility”, meskipun menggunakan kata-kata yang berbeda. Bank OCBC NISP corporate culture is consistent with the corporate values of OCBC Group “Lasting Value, Integrity, Forward Looking, Respect, and Responsibility”, though some different words are used. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  58. Kinerja 2019 56 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Struktur Organisasi Organization Structure Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sharia Supervisory Board (SSB) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) General Meeting of Shareholders (GMS) Direksi | Board of Directors (BOD) Board Risk Committee ALCO Credit Risk Management Committe ALCO Sharia Business Unit Market Risk Management Committe IT Steering Committee Wholesale Banking Director Martin Widjaja Wholesale Banking Suwano Credit Management Lie Ie China Business Development TBA Commercial & Enterprise Banking Director Emilya Tjahjadi Commercial & Enterprise Banking A Suwardi Chandra Commercial & Enterprise Banking B Arman Marta Djohan Firdauzi Gianto Kusno Enterprise Banking Client Services & Delivery Agustina Santoso Funding Business Yekti Budi Utami Financial Institution Indrayanto Business Management & Analytics Andre Tiono Board of Directors Group Asset Liability Management Tjen Mellia Liman Treasury Trading Robby Retail Treasury Advisory TBA Commercial Banking Trade Finance Amran Setiawan Johannes Husin Sianny P. Enterprise Banking Cash Management Treasury Director President Director Parwati Surjaudaja Retail Banking Director Low Seh Kiat (Thomas Low) Unsecured Loan Rudy Sutjiawan Retail Funding Frengky TBA R. P. Private Banking Peter Tjondro H. Business Banking Treasury Advisory National Emerging Business Jeffrey C. Tjoeng Business Management National Secured Loan Business Veronika Susanti*) Miliyat Multopo Alfred Pohan Djingga *) Enterprise Banking Credit Management Customer Solutions Retail Loan Veronika Susanti Retail Proposition Felix Kesuma Chinni Yanti Tjhin Commercial & Enterprise Banking Quality Assurance Business Business Management Management Aelwen Wanady Minnarto Djojo Commercial & Enterprise Banking Portfolio Quality Management Paulus Dewanto Retail Credit Management Handojo Widodo Wealth Management Juky Mariska Division Non Division *) Rangkap Jabatan Concurrent Position Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Network Director Andrae Krishnawan W. National Network A Heriwan Gazali National Network B Eny Surjani T. Network Management Yenny Susilo Network Service & Quality Management Mia R. Amalia Unit Usaha Syariah Koko Tjatur Rachmadi Network Marketing Communication Bibiana Eva Nirmala
  59. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report 57 Corporate Data Audit Committee Dewan Komisaris Board of Commissioners (BOC) Risk Monitoring Committe Remuneration and Nomination Committee Ethic and Conduct Committee Internal Audit Sani Effendy Risk Management Director Joseph Chan Fook Onn Head of Strategy & Innovation Ka jit Marketing Communication Amir Widjaja Digital Business TBA Analytics & Decision Making Lourencius Christian A Customer Experience TBA Business Incubation • Altona Widjaja • Komang Arha Yasa Finance Director Compliance Director Hartati MIRAH Lili S. Budiana WIRYOATMODJO Heriyanto Financial Control & Advisory Monalisa Corporate Credit Risk Management Corporate Planning & Development TBA Head of Credit Risk Cindy Siauw Commercial Credit Risk Management Franki Management Reporting & Analysis Rudianto Head of Operations & IT Filipus H. Suwarno Branch Services Chyntia V. The Corporate Communication Aleta Hanafi Corporate Secretary Head Office Operations Ivonne P. Chandra Iswahyudi Raharjo Operational Risk Management Robby Hardiyono Radiman A. Rohim Linda M. Christine A AML –CFT Lili S. Budiana*) Payment Operations Lisda Lionardo Retail Credit Risk Management Andriyanto T. Asset Recovery Management Compliance Imelda LILI S. BUDIANA Widjaja Loan & Trade Operations Record Management Nio Antonio Operations & IT Development JOYCE YOGA Enterprise Risk & Policy Management C. Zilvia Suzanna Corporate Legal Market & Liquidity Risk Management Budi Gunawan Operations & IT Monitoring Tedy Tedy Setiawan Setiawan Sri Rezeki Procurement Darmawati TBA Facility Services & Infrastructure Johannes P. Wijaya Information Technology Head of Human Capital Julie Anwar HC Business Partner A Carina H. T. HC Business Partner B Abdul Manaf HC Management Mustika Atmanari HC Services Lily Johan Talent, Learning & Development Christine Nisrina Recruitment Lisa Christiana Business Transformation Betty Goenawan Filipus H.S.*) Per 31 Desember 2019 As of December, 31 2019 IT Security Volvin Irawan Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  60. Kinerja 2019 58 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Profil Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Profile Hardi Juganda Komisaris Independen Independent Commissioner LAI TECK POH Komisaris Commissioner PRAMUKTI SURJAUDAJA Presiden Komisaris jusuf halim Komisaris Independen President Commissioner Independent Commissioner RaMA P. KUSUMAPUTRA Komisaris Independen Independent Commissioner PETER EKO SUTIOSO Wakil Presiden Komisaris (Komisaris Independen) Kwan Chiew Choi Komisaris Independen Independent Commissioner SAMUEL NAG TSIEN Komisaris Commissioner Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Deputy President Commissioner (Independent Commissioner) BETTI S. ALISJAHBANA Komisaris Independen Independent Commissioner
  61. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report PRAMUKTI SURJAUDAJA Warga negara Indonesia , 57 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Presiden Komisaris Bank OCBC NISP sejak 16 Desember 2008. Riwayat Pekerjaan: • 1987–1989: Executive Trainee, Daiwa Bank New York, London dan Tokyo. • 1989–1997: Direktur, Bank NISP. • 1997–2000: Komisaris, Bank OCBC Indonesia. • 1997–2008: Presiden Direktur, Bank NISP. • 2005–sekarang: Non-executive Director, OCBC Bank, Singapura. Rangkap Jabatan: 2014 - sekarang: Komisaris PT Biolaborindo Makmur Sejahtera. Riwayat Organisasi: • 2002-sekarang: ASEAN Council Member, INSEAD. • 2011-sekarang: Anggota Dewan Pembina, Yayasan Karya Salemba Empat. • 2015-sekarang: Anggota Dewan Penasehat, Universitas Katolik Parahyangan. • 2018-sekarang:Wakil Ketua Dewan Pengawas Perkumpulan IOA. Riwayat Pendidikan: • Bank Indonesia-SESPIBI XVI; program beasiswa International Relations, International University of Japan, Jepang. • MBA Perbankan, Golden Gate University, USA (1986). • BSc Perbankan dan Keuangan, San Fransisco State University, USA (1985). Beberapa Penghargaan yang diterima: • Best CEO Award 2004 - Majalah SWA. • Best CEO Award 2006 - Majalah Business Review. • Most Prominent Banker Award 2006 - Majalah Investor. • Outstanding Entrepreneur Awards 2008 - Asia Pasific Entrepreneurship. Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Presiden Komisaris pada RUPSLB 16 Oktober 2008, efektif tanggal 16 Desember 2008, diangkat kembali pada RUPST tahun 2011, 2014 dan 30 Maret 2017. PETER EKO SUTIOSO Warga negara Indonesia, 79 tahun. Domisili: Bandung, Indonesia. Wakil Presiden Komisaris Bank OCBC NISP sejak 24 November 1998. Riwayat Pekerjaan: • 1965: Memulai karir di Bank NISP • 1972-1997: Direktur Bank NISP • 1997-1998: Komisaris Bank NISP Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: • 1983-1988: Ketua Umum Perbanas Jawa Barat. • 1977-1990: Pengurus Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat. Riwayat Pendidikan: Sarjana Hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung, (1965). Data Perusahaan Corporate Data 59 Presiden Komisaris | President Commissioner Indonesian citizen, 57 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. President Commissioner of Bank OCBC NISP since December 16, 2008. Work Experience: • 1987-1989: Executive Trainee, Daiwa Bank in New York, London and Tokyo. • 1989-1997: Managing Director, Bank NISP. • 1997 – 2000: Commissioner, Bank OCBC Indonesia. • 1997-2008: President Director, Bank NISP. • 2005 – Present: Non-executive Director, OCBC Bank, Singapore. Concurrent Positions: 2014-present: Commissioner of PT Biolaborindo Makmur Sejahtera. Organization : • 2002-present: ASEAN Council Member, INSEAD. • 2011- present: Member of Board Trustee, Karya Salemba Empat Foundation. • 2015- present: Advisory Board Member, Parahyangan Catholic University. • 2018- present: Deputy Chairman of Supervisory Board, IOA. Education: • Bank Indonesia-SESPIBI XVI; Scholarship program International Relations, International University of Japan, Japan. • MBA Banking, Golden Gate University, USA (1986). • BSc Banking and Finance, San Fransisco State University, USA (1985). Awarded the following: • Best CEO Award 2004 - SWA Magazine • Best CEO Award 2006 - Business Review Magazine • Most Prominent Banker Award 2006 - Investor Magazine • Outstanding Entrepreneur Award 2008 - Asia Pacific Entrepreneurship. Appointment History : Initial appointment as a President Commissioner at the EGMS on October 16, 2008, effective on December 16, 2008, reappointment at AGMS 2011, 2014 and March 30, 2017. Wakil Presiden Komisaris (Komisaris Independen)/ Deputy President Commissioner (Independent Commissioner) Indonesian citizen, 79 years old. Domicile: Bandung, Indonesia. Deputy President Commissioner of Bank OCBC NISP since November 24, 1998. Work Experience: • 1965: Started his career in Bank NISP. • 1972-1997: Director of Bank NISP. • 1997-1998: Commissioner of Bank NISP. Concurrent Positions: None Organization: • 1983-1988: Chairman of Perbanas West Java • 1977-1990: Board member of BMPD West Java. Education: Bachelor’s degree in Law from Padjadjaran University, Bandung (1965). Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  62. 60 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Riwayat Penunjukan: Penunjukan sebagai Wakil Presiden Komisaris pada RUPSLB 29 Juni 1998, efektif tanggal 24 November 1998, diangkat kembali pada tahun 2001 dan 2004. Appointment History : Appointment as Deputy President Commissioner at the EGMS on June 29, 1998, effective on November 24, 1998, reappointment in 2001 and 2004. Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris Independen pada RUPST 1 Juni 2006, diangkat kembali sebagai Wakil Presiden Komisaris (Komisaris Independen) pada tahun 2010 dan 2013, penetapan kembali masa jabatan sebagai Wakil Presiden Komisaris (Komisaris Independen) pada RUPST 7 April 2014, dan pengangkatan kembali pada RUPST 30 Maret 2017. Initial appointment as an Independent Commissioner at the AGMS on June 1, 2006, reappointment as Deputy President Commissioner (Independent Commissioner) in 2010 and 2013, restatement as Deputy President Commissioner (Independent Commissioner)’s terms of office at the AGMS on April 7, 2014 and reappointment at the AGMS on March 30, 2017. SAMUEL NAG TSIEN Warga negara Inggris, 65 tahun. Domisili: Singapura. Komisaris Bank OCBC NISP sejak 12 Desember 2012. Riwayat Pekerjaan: • 1995-2006: President dan Chief Executive Officer di Bank of America (Asia). • 2006-2007: Director of The Board, President dan Chief Executive Officer China Construction Bank (Asia). • 2007-sekarang: Group Chief Executive Officer dan Executive Director Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Bank) sejak April 2012. Bergabung dengan OCBC Bank pada July 2007 sebagai Senior Executive Vice President dan Global Head, Global Corporate Bank. • 2012 - sekarang: Menjabat sebagai pengurus di hampir seluruh anak perusahaan Grup OCBC, termasuk Great Eastern Holdings, OCBC Bank (Malaysia) Bhd, OCBC Wing Hang Bank Ltd., OCBC Wing Hang (China) Ltd., dan Bank of Singapore. Rangkap Jabatan: 2014–sekarang: Direktur Mapletree Investments Pte Ltd. Riwayat Organisasi: • Ketua Asosiasi Bank di Singapura dan Wakil Ketua Institut Perbankan dan Keuangan. • Anggota Monetary Authority of Singapore (MAS) Financial Centre Advisory Panel. • Anggota MAS Payments Council • Direktur International Monetary Conference. • Direktur ASEAN Bankers Association Riwayat Pendidikan: Bachelor of Arts with Honours dalam bidang Ekonomi dari University of California, Los Angeles (UCLA) pada tahun 1977. Penghargaan yang diraih: IBF Distinguished Fellow (2010) Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris pada RUPST 22 Mei 2012 efektif tanggal 12 Desember 2012, diangkat kembali pada tahun 2015 dan pada RUPST 3 April 2018. LAI TECK POH Warga Negara Singapura, 75 tahun Domisili: Singapura. Komisaris Bank OCBC NISP sejak 4 September 2008. Riwayat Pekerjaan: • 1968-1986: Corporate Relationship Management dengan jabatan terakhir sebagai Head of Corporate Account Management di Citibank NA. • 1986-1987: Managing Director/CEO di Citicorp Investment Bank (Singapura). Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Komisaris | Commissioner British citizen, 65 years old. Domicile: Singapore. Commissioner of Bank OCBC NISP since December 12, 2012. Work Experience: • 1995-2006: President and Chief Executive Officer of Bank of America (Asia). • 2006-2007: Director of the Board, President and Chief Executive Officer of China Construction Bank (Asia). • 2007-present: Group Chief Executive Officer and Executive Director of Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC) since April 2012. Joined OCBC Bank in July 2007 as Senior Executive Vice President and Global Head, Global Corporate Bank. • 2012-present: Served on the boards of major OCBC Group companies including Great Eastern Holdings, OCBC Bank (Malaysia) Bhd, OCBC Wing Hang Bank Ltd., OCBC Wing Hang (China) Ltd., and Bank of Singapore. Concurrent Positions: 2014–present: Director of Mapletree Investment Pte Ltd. Organization: • Chairman of the Association of Banks in Singapore and Vice Chairman of the Institute of Banking and Finance. • Member of the Monetary Authority of Singapore (MAS) Financial Centre Advisory Panel. • Member of the MAS Payments Council. • Director of International Monetary Conference. • Director of ASEAN Bankers Association. Education: Bachelor of Arts with Honours in Economics from University of California, Los Angeles (UCLA) (1977). Awarded as: IBF Distinguished Fellow (2010) Appointment History : Initial appointment as a Commissioner at the AGMS on May 22, 2012, effective on December 12, 2012, reappointment in 2015 and at the AGMS on April 3, 2018. Komisaris | Commissioner Singapore citizen, 75 years old. Domicile: Singapore. Commissioner of Bank OCBC NISP since September 4, 2008. Work Experience: • 1968-1986: Corporate relationship management with last position as Head of Corporate Account Management at Citibank N.A. • 1986-1987: Managing Director/CEO at Citicorp Investment Bank (Singapore).
  63. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report • 1988-2010: Head of Corporate Banking, Head of Information Technology & Central Operations and Head of Risk Management dengan jabatan terakhir sebagai Head of Grup Audit di OCBC Bank. • 2010-2019: Non-Executive Director OCBC Bank. • 2011-2019: Non-Executive Director OCBC Bank (Malaysia) Bhd. Rangkap Jabatan: 2011-sekarang: Non-Executive Independent Director AV Jennings Ltd. Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: • Bachelor of Arts (Honours) dari University of Singapore (1968). • Program Pengembangan Eksekutif di Cornell University, USA (1977). • Mengikuti Pelatihan Risk Management di INSEAD (2003). • Mengikuti berbagai pelatihan di bidang Manajemen Risiko, Akuntansi, GCG dan Manajemen. Riwayat Penunjukan: Penunjukan sebagai Komisaris pertama kali pada RUPST 30 April 2008, efektif tanggal 4 September 2008, diangkat kembali pada RUPST tahun 2011, 2014 dan 30 Maret 2017. JUSUF HALIM Warga negara Indonesia, 63 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Komisaris Independen Bank OCBC NISP sejak 11 Oktober 2006. Riwayat Pekerjaan: • 1982-1990: Senior Audit Manager di Drs. Utomo & Co, Arthur Andersen, Jakarta. • 1990-2003: Partner di Kantor Akuntan Jusuf Halim & Rekan. • 2003-2004: Partner di Deloitte Tax Solution. Rangkap Jabatan: 1990–sekarang: Dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia. Riwayat Organisasi: • 1994-1998: Ketua Komite Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). • 2003-2006: Ketua Dewan Penguji Ujian Sertifikasi Akuntan Publik, IAI. • 2004-2010: Anggota Dewan Pengurus, Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI). • 2010-2014: Anggota Dewan Pengurus Nasional, IAI. • 2010-2016: Anggota Dewan Kehormatan, IKAI. • 2014-sekarang: Anggota Dewan Penasehat, IAI. • 2016-2019: Anggota Dewan Sertifikasi, IKAI. • 2017-sekarang: Anggota Majelis Kehormatan Kode Etik – sebagai pihak eksternal mewakili unsur profesi akuntan – Badan Pemeriksa Keuangan. Riwayat Pendidikan: • Doktor di bidang Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia (2009). • Magister Hukum Bisnis dari Universitas Pelita Harapan (2003). • Sarjana Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1982). Corporate Data 61 • 1988-2010: Head of Corporate Banking, Head of Information Technology & Central Operations and Head of Risk Management with last position as Head of Group Audit at OCBC Bank. • 2010-2019: Non-Executive Director of OCBC Bank • 2011-2019: Non-Executive Director OCBC Bank (Malaysia) Bhd. Concurrent Positions: 2011-present: Non-Executive Independent Director of AV Jennings Ltd. Organization: None Education: • Bachelor of Arts (Honours) from University of Singapore (1968). • Executive Development Program in Cornell University, USA (1977). • Participated in the Risk Management Training at INSEAD (2003). • Participated in various training programs in the areas of Risk Management, Accounting, GCG and Management. Appointment History : Initial appointment as a Commissioner at the AGMS on April 30, 2008, effective on August September 4, 2008, and reappointment at AGMS 2011, 2014 and March 30, 2017. Komisaris Independen | Independent Commissioner Indonesian citizen, 63 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Independent Commissioner of Bank OCBC NISP on October 11, 2006. Work Experience: • 1982-1990: Last position as Senior Audit Manager at Drs. Utomo & Co, Arthur Andersen, Jakarta. • 1990-2003: Partner in Accounting Firm Jusuf Halim & Co. • 2003-2004: Partner in Deloitte Tax Solution. Concurrent Positions: 1990–present: Lecturer at the Faculty of Economics and Business, University of Indonesia. Organization: • 1994-1998: Chairman of Financial Accounting Standards Committee, the Indonesian Institute of Chartered Accountants (IAI). • 2003-2006: Chairman of CPA Examination Board, IAI. • 2004-2010: Board Member, the Indonesian Institute of Audit Committee (IKAI). • 2010-2014: Member of National Council, IAI. • 2010-2016: Member of Honorary Board, IKAI. • 2014-present: Member of Advisory Board, IAI. • 2016-2019: Member of Certification Board, IKAI. • 2017-present: Member of Disciplinary Board – as external party representing the accounting profession – State Audit Agency. Education: • PhD in Strategic Management from University of Indonesia (2009). • Master of Business Law from Pelita Harapan University (2003). • Bachelor of Accounting from University of Indonesia (1982). Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  64. 62 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Riwayat Penunjukan : Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris Independen pada RUPSLB 11 September 2006, efektif tanggal 11 Oktober 2006 dan diangkat kembali pada tahun 2009 dan 2012, penetapan kembali masa jabatan sebagai Komisaris Independen pada RUPST 7 April 2014 dan pengangkatan kembali pada RUPST 30 Maret 2017. Kwan Chiew Choi Warga negara Singapura, 70 tahun. Domisili: Singapura. Komisaris Independen Bank OCBC NISP sejak 1 Januari 2011. Riwayat Pekerjaan: • 1973-1982: Loans Department Manager di Sumitomo Bank Ltd, Singapura. • 1983: General Manager di Hock Seng Hardware Pte Ltd. • 1984-1987: Vice President of Corporate Banking di First National Bank of Chicago, Singapura. • 1987-2007: Jabatan terakhir sebagai Senior Vice President & Head Credit Control and Approval di OCBC Bank. • 2008-2010: Komisaris Independen PT Bank OCBC Indonesia. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: Bachelor of Social Science (Honours) dari University of Singapore (1971). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris Independen pada RUPSLB 9 November 2010, efektif tanggal 1 Januari 2011, diangkat kembali pada tahun 2013, penetapan kembali masa jabatan sebagai Komisaris Independen pada RUPST 7 April 2014 dan pengangkatan kembali pada RUPST 30 Maret 2017. HARDI JUGANDA Warga negara Indonesia, 61 tahun. Domisili: Bandung, Indonesia. Komisaris Independen Bank OCBC NISP sejak 27 November 2017. Riwayat Pekerjaan: • 1985: Bergabung dengan Bank NISP dan menjabat berbagai posisi. • 1991-1997: Pemimpin Kantor Bank NISP Cabang Asia Afrika Bandung. • 1997-2012: Direktur Bank OCBC NISP. • 17 Juli 2012 – 30 Maret 2017: Komisaris Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: • Sarjana Hukum dari Universitas Parahyangan, Bandung (1985). • SESPIBANK (Sekolah Pimpinan Perbankan LPPI) (1989). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris Independen pada RUPST 30 Maret 2017, efektif tanggal 27 November 2017. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Appointment History : Initial appointment as an Independent Commissioner at the EGMS on September 11, 2006, effective October 11, 2006 and reappointment in 2009 and 2012, restatement of Independent Commissioner’s terms of office at the AGMS on April 7, 2014 and reappointment at the AGMS on March 30, 2017. Komisaris Independen | Independent Commissioner Singapore citizen, 70 years old. Domicile: Singapore. Independent Commissioner of Bank OCBC NISP since January 1, 2011. Work Experience: • 1973-1982: Loans Department Manager in Sumitomo Bank Ltd, Singapore Branch. • 1983: General Manager in Hock Seng Hardware Pte Ltd. • 1984-1987: Vice President of Corporate Banking in First National Bank of Chicago, Singapore Branch. • 1987-2007: Last position as Senior Vice President & Head Credit Control and Approval in OCBC Bank. • 2008-2010:Independent Commissioner in PT Bank OCBC Indonesia. Concurrent Positions: None Organization: None Education: Bachelor of Social Science (Honours) from University of Singapore (1971). Appointment History : Initial appointment as an Independent Commissioner at the EGMS on November 9, 2010, effective on January 1, 2011, reappointment in 2013, restatement of Independent Commissioner’s terms of office at the AGMS on April 7, 2014 and reappointment at the AGMS on March 30, 2017. Komisaris Independen | Independent Commissioner Indonesian citizen, 61 years old. Domicile: Bandung, Indonesia. Independent Commissioner of Bank OCBC NISP on November 27, 2017. Work Experience: • 1985: Joined Bank NISP and served in various positions. • 1991-1997: Head of Asia Afrika Bandung Branch, Bank NISP. • 1997-2012: Director of Bank OCBC NISP. • July 17, 2012 – March 30, 2017: Commissioner of Bank OCBC NISP. Concurrent Positions: None Organization: None Education: • Bachelor’s degree in Law from Padjadjaran University, Bandung (1985). • SESPIBANK (LPPI Banking Management Institute (1989). Appointment History : Initial appointment as an Independent Commissioner at the AGMS on March 30, 2017, effective on November 27, 2017.
  65. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report BETTI S . ALISJAHBANA Warga negara Indonesia, 59 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Komisaris Independen Bank OCBC NISP sejak 7 Desember 2017. Riwayat Pekerjaan: • 1984-2008: IBM ASEAN & Asia Selatan dengan posisi terakhir sebagai Presiden Direktur PT IBM Indonesia. • 2008- sekarang: Leadership & Executive Coach di QB Leadership Center. • 2010-Juli 2017: Komisaris Independen PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma). • 2012-Desember 2014: Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk. • 2015-September 2017: Komisaris Independen PT Bhinneka Mentari Dimensi. Rangkap Jabatan: 2005 – sekarang: Komisaris Independen PT Anabatic Technologies Tbk. Riwayat Organisasi: • 2014-Mei 2019: Ketua Majelis Wali Amanat Institut Teknologi Bandung. • 2018-sekarang: Ketua Dewan Profesi & Asosiasi, Masyarakat Telematika. Riwayat Pendidikan: Insinyur Arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (1984). Penghargaan yang diraih: • IBM Country General Manager Excellence Award - IBM (2000). • Ganesha Wira Adi Utama (2013) - Institut Teknologi Bandung. • Satyalancana Wira Karya (2013) – Presiden Republik Indonesia. Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris Independen pada RUPSLB 1 November 2017, efektif tanggal 7 Desember 2017. RAMA P. KUSUMAPUTRA Warga Negara Indonesia, 54 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia Komisaris Independen Bank OCBC NISP sejak 9 April 2019. Riwayat Pekerjaan: • 1989-2000: Menjabat berbagai posisi di Bank Bali, dengan posisi terakhir sebagai General Manager. • 2001-2005: Koordinator Regional II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Sukabumi) di Bank NISP. • 2005-2006: Asisten Direksi Bank NISP. • 2006-2018: Direktur Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: Sarjana Ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta (1989). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Komisaris Independen pada RUPST 9 April 2019. Data Perusahaan Corporate Data 63 Komisaris Independen | Independent Commissioner Indonesian Citizen, 59 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Independent Commissioner of Bank OCBC NISP on December 7, 2017. Work Experience: • 1984-2008: IBM ASEAN & South Asia with the last position as President Director of PT IBM Indonesia. • 2008-present: Leadership & Executive Coach at QB Leadership Center. • 2010-July 2017: Independent Commissioner of PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma). • 2012-Desember 2014: Independent Commissioner of PT Garuda Indonesia Tbk. • 2015-September 2017: Independent Commissioner of PT Bhinneka Mentari Dimensi. Concurrent Positions: 2015-present: Independent Commissioner of PT Anabatic Technologies Tbk. Organization: • 2014-May 2019: Chairperson of the Board of Trustees of Bandung Institute of Technology. • 2018-present: Chairperson of the Professional & Association Board, Telematics Society. Education: Bachelor’s degree in Architecture from Bandung Institute of Technology (1984). Awarded the following: • IBM Country General Manager Excellence Award – IBM (2000) • Ganesha Wira Adi Utama (2013) - Bandung Institute of Technology. • Satyalancana Wira Karya (2013) - Presiden Republik Indonesia. Appointment History: Initial appointment as an Independent Commissioner at the EGMS on November 1, 2017, effective on December 7, 2017. Komisaris Independen | Independent Commissioner Indonesian citizen, 54 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia Independent Commissioner of Bank OCBC NISP since April 9, 2019. Work Experience: • 1989-2000: Served in various positions at Bank Bali, with last position as General Manager. • 2001-2005: Regional Coordinator II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi and Sukabumi) at Bank NISP. • 2005-2006: Assistant to the Board of Directors of Bank NISP. • 2006-2018: Director of Bank OCBC NISP. Concurrent Positions: None Organization: None Education: Bachelor of Economics from Catholic University of Atmajaya, Jakarta (1989). Appointment History : Initial appointment as an Independent Commissioner at the AGMS on April 9, 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  66. Kinerja 2019 64 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Profil Direksi Board Of Directors’ Profile Low Seh Kiat Direktur Director Andrae Krishnawan W. Direktur Director Emilya Tjahjadi Direktur Director Martin Widjaja Direktur Director Johannes Husin Direktur Director Parwati Surjaudaja Presiden Direktur President Director Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Hartati Direktur Director Joseph Chan Fook Onn Direktur Director Mirah Wiryoatmodjo Direktur Director
  67. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report PARWATI SURJAUDAJA Warga negara Indonesia , 55 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Presiden Direktur Bank OCBC NISP sejak 16 Desember 2008. Riwayat Pekerjaan: • 1987-1990: Konsultan Senior di SGV Utomo/Arthur Andersen. • 1990-1997: Direktur Bank NISP (menangani berbagai bidang termasuk Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Perencanaan). • 1997-2008: Wakil Presiden Direktur Bank NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: • 2012–sekarang: Pengurus Perbanas. • 2011–sekarang: Pengurus Ikatan Bankir Indonesia (IBI) . Riwayat Pendidikan: • SESPIBI XVII (Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia) pada tahun 1992. • Executive Programs di Columbia University dan Harvard University. • MBA Accounting (1987) dan BSc Cum Laude Accounting and Finance (1985) dari San Francisco State University, USA. Penghargaan yang diraih: • 99 Most Powerful Woman di Indonesia (2009-2013) – Majalah Globe Asia. • Salah satu CEO Terbaik – Bisnis Indonesia Award 2015 – Harian Bisnis Indonesia. • The Best CEO 2016 – Majalah SWA, Ipsos dan Dunamis Organization Services. • Indonesia 100 Business Woman of The Year Versi Majalah SWA (2016). • Top 50 Asia’s Power Business Woman dari Majalah Forbes Asia (2016). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Presiden Direktur pada RUPSLB 16 Oktober 2008, efektif tanggal 16 Desember 2008, diangkat kembali pada tahun 2011, 2014 dan pada RUPST 30 Maret 2017. EMILYA TJAHJADI Warga negara Indonesia, 51 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 13 Mei 2011. Riwayat Pekerjaan: • 1991-1996 - Senior Relationship Manager of Corporate Banking, Jakarta di Standard Chartered Group, Jakarta dan Singapura. • 1996-2002: Direktur Corporate Banking di American Express Bank Ltd., Jakarta. • 2003-2009 – SVP dan Head Commercial Banking MME di HSBC Bank Ltd, Jakarta. • 2009 – 2010: Direktur Bank OCBC Indonesia. • 2011: Senior Corporate Executive di Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Data Perusahaan Corporate Data 65 Presiden Direktur | President Director Indonesian citizen, 55 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. President Director of Bank OCBC NISP since December 16, 2008. Work Experience: • 1987-1990: Senior Consultant at SGV Utomo/Arthur Andersen. • 1990-1997: Managing Director of Bank NISP (handling various responsibilities including Human Resources, Financial and Planning). • 1997-2008: Deputy President Director of Bank NISP. Concurrent Positions: None Organization: • 2012-present: Board Member of Perbanas • 2011-present: Board Member of Indonesian Bankers Association. Education: • SESPIBI XVII (School of Bank Indonesia Executive Staff) in 1992. • Executive Programs from Columbia University and Harvard University. • MBA Accounting (1987) and BSc Cum Laude Accounting and Finance (1985) from the San Francisco State University, USA. Awarded the following: • 99 Most Powerful Woman in Indonesia (2009-2013) – Globe Asia Magazine. • One of the Best CEOs – Bisnis Indonesia Award 2015 – Bisnis Indonesia Newspaper. • The Best CEO 2016 – Majalah SWA Ipsos and Dunamis Organization Services. • Indonesia 100 Business Woman of The Year – SWA Magazine (2016). • Top 50 Asia’s Power Business Woman from Forbes Asia Magazine (2016). Appointment History: Initial appointment as President Director at the EGMS on October 16, 2008, effective on December 16, 2008, reappointment in 2011, 2014 and at the AGMS on March 30, 2017. Direktur / Director Indonesian citizen, 51 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since May 13, 2011. Work Experience: • 1991-1996: Senior Relationship Manager of Corporate Banking, Jakarta at Standard Chartered Group, Jakarta and Singapore. • 1996 – 2002: Director of Corporate Banking at American Express Bank Ltd., Jakarta. • 2003 – 2009: SVP and Head of Commercial Banking MME at HSBC Bank Ltd, Jakarta. • 2009 – 2010: Director of Bank OCBC Indonesia. • 2011: Senior Corporate Executive at Bank OCBC NISP. Concurrent Positions: None Organization: None Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  68. 66 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Riwayat Pendidikan : Bachelor of Science dalam bidang Bisnis Administrasi dari University of Southern California, Los Angeles, USA (1990). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 15 Maret 2011, efektif tanggal 13 Mei 2011, diangkat kembali pada tahun 2014 dan pada RUPST 30 Maret 2017. HARTATI Warga negara Indonesia, 53 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 13 Mei 2011. Riwayat Pekerjaan: • 1984-2001: Menjabat berbagai posisi di Bank Bali selama 17 tahun dengan posisi terakhir sebagai Financial Control Department Head (Vice President). • 2001-2005: Accounting Group Head (Senior Vice President) di Bank Mandiri. • 2005-2011: Bergabung dengan Bank OCBC NISP dengan jabatan terakhir sebagai Chief Financial Officer. • 2014-April 2019: Direktur Independen Bank OCBC NISP. • Juli 2019-sekarang: Komisaris PT OCBC NISP Ventura Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: • Magister Manajemen di Universitas Pelita Harapan, Jakarta (2005). • Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia, Jakarta (1995). • Sarjana Muda Akuntansi Akademi Akuntansi Sjakhyakirti, Palembang (1986). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 15 Maret 2011, efektif tanggal 13 Mei 2011, penunjukan sebagai Direktur Independen pada RUPST 7 April 2014 dan diangkat kembali pada RUPST 30 Maret 2017. Perubahan jabatan dari Direktur Independen menjadi Direktur pada RUPST 9 April 2019. MARTIN WIDJAJA Warga negara Indonesia, 47 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 10 September 2012. Riwayat Pekerjaan: • 1997-2000: Account Officer Corporate Banking, Deutsche Bank AG. • 2000-2012: berbagai posisi di HSBC dengan posisi terakhir sebagai Senior Vice President & Head of International and Large Local Corporation. • Juli 2019-sekarang: Komisaris PT OCBC NISP Ventura Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: Master of Business Administration (1996) dan Bachelor of Science, Cum Laude (1995) dari Chapman University, Orange, California, USA. Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 22 Mei 2012, efektif tanggal 10 September 2012, diangkat kembali pada tahun 2015 dan pada RUPST 3 April 2018. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Education: Bachelor of Science in Business Administration from the University of Southern California, Los Angeles, USA (1990). Appointment History : Initial appointment as a Director at the AGMS on March 15, 2011, effective on May 13, 2011 and reappointment in 2014 and at the AGMS on March 30, 2017. Direktur / Director Indonesian citizen, 53 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since May 13, 2011. Work Experience: • 1984-2001: Served in various positions at Bank Bali for 17 years, with last position as Financial Control Department Head (Vice President). • 2001-2005: Accounting Group Head (Senior Vice President) at Bank Mandiri. • 2005-2011: Joined Bank OCBC NISP with last position as Chief Financial Officer. • 2014-April 2019: Independent Director of Bank OCBC NISP. • July 2019-present: Commissioner of PT OCBC NISP Ventura Concurrent Positions: None Organization: None Education: • Master of Management from Pelita Harapan University, Jakarta (2005). • Bachelor of Economics from University of Indonesia, Jakarta (1995). • Baccalaureate in Accounting from Accounting Academy Sjakhyakirti, Palembang (1986). Appointment History: Initial appointment as a Director at the AGMS on March 15, 2011, effective on May 13, 2011, appointment as an Independent Director at the AGMS on April 7, 2014 and reappointment at the AGMS on March 30, 2017. Change of position from Independent Director to Director at the AGMS on April 9, 2019. Direktur / Director Indonesian citizen, 47 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since September 10, 2012. Work Experience: • 1997-2000: Corporate Banking Account Officer of Deutsche Bank AG. • 2000-2012: Served in various positions at HSBC with last position as Senior Vice President & Head of International and Large Local Corporation. • July 2019-present: Commissioner of PT OCBC NISP Ventura Concurrent Positions: None Organization: None Education: Master of Business Administration (1996) and Bachelor of Science, Cum Laude (1995) from Chapman University, Orange, California, USA. Appointment History : Initial appointment as a Director at the AGMS on May 22, 2012, effective on September 10, 2012, reappointment in 2015 and at the AGMS on April 3, 2018.
  69. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report ANDRAE KRISHNAWAN W . Warga negara Indonesia, 53 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 29 Juli 2013. Riwayat Pekerjaan: • 1991-2006: Menjabat berbagai posisi di Bank International Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Regional Head. • 2006: Staff Direksi Bank NISP. • 2007-2009: Asisten Direktur Bank NISP. • 2009-2013: Senior Corporate Executive Bank OCBC NISP. • 2012-2013: National Commercial Business Head Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: Bachelor of Business Administration jurusan Marketing & Management dari St. Edward’s University, Texas, USA (1990). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 3 April 2013, efektif tanggal 29 Juli 2013, diangkat kembali pada tahun 2016, dan pada RUPST 9 April 2019. JOHANNES HUSIN Warga negara Indonesia, 46 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 29 Juli 2013. Riwayat Pekerjaan: • 1997-1998: Foreign Exchange Trader di Bank Dagang Nasional Indonesia. • 1998-2000: Currency Forward Trader di ABN Amro Bank. • 2000-2004: Vice President, Senior Interest Rate Trader di Standard Chartered Bank. • 2004-2005: Senior Vice President, Head of Trading di Bank Danamon. • 2005-2008: Executive Director di JP Morgan Chase Bank. • 2008-2011: Executive Vice President, Head of Trading & Sales di Bank Danamon. • 2011-2013: Treasurer di Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: • Master of Business Administration dari University of Rhode Island, USA (1996). • BSc di bidang Ekonomi dari University of Iowa, USA (1995). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 3 April 2013, efektif tanggal 29 Juli 2013, diangkat kembali pada tahun 2016, dan pada RUPST 9 April 2019. Data Perusahaan Corporate Data 67 Direktur / Director Indonesian citizen, 53 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since July 29, 2013. Work Experience: • 1991-2006: Served in various positions at Bank International Indonesia with last position as Region Head. • 2006: Staff to Director of Bank NISP. • 2007-2009: Assistant to Director of Bank NISP. • 2009-2013: Senior Corporate Executive of Bank OCBC NISP. • 2012-2013: National Commercial Business Head of Bank OCBC NISP. Concurrent Positions: None Organization: None Education: Bachelor of Business Administration majoring in Marketing & Management from St. Edward’s University, Texas, USA (1990). Appointment History: Initial appointment as a Director at the AGMS on April 3, 2013, effective on July 29, 2013, reappointment in 2016, and at the AGMS on April 9, 2019. Direktur / Director Indonesian citizen, 46 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since July 29, 2013. Work Experience: • 1997-1998: Foreign Exchange Trader at Bank Dagang Nasional Indonesia. • 1998-2000: Currency Forward Trader at ABN Amro Bank. • 2000-2004: Vice President, Senior Interest Interest Rate Trader at Standard Chartered Bank. • 2004-2005: Senior Vice President, Head of Trading at Bank Danamon. • 2005-2008: Executive Director of JP Morgan Chase Bank. • 2008-2011: Executive Vice President, Head of Trading & Sales at Bank Danamon. • 2011-2013: Treasurer at Bank OCBC NISP. Concurrent Positions: None Organization: None Education: • Master of Business Administration from University of Rhode Island, USA (1996) • BSc in Economics from University of Iowa, USA (1995). Appointment History: Initial appointment as a Director at the AGMS on April 3, 2013, effective on July 29, 2013, reappointment in 2016, and at the AGMS on April 9, 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  70. 68 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report LOW SEH KIAT Warga negara Singapura , berusia 55 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 30 Agustus 2013. Riwayat Pekerjaan: • 1992-1994: Sales Manager di D&D International Enterprises Ltd, USA. • 1995-2000: Menjabat berbagai posisi di Heller Factoring (S) Ltd dan Heller Asia Capital (S) Ltd, Singapura dengan posisi terakhir sebagai Assistant Vice President. • 2001-2004: Vice President di GE Commercial Financing (S) Ltd, Singapura. • 2004-2005: Vice President, Head of Program Management & Marketing di OCBC Bank, Singapura. • 2005-2010: Vice President, Business Division Head of Emerging Business di OCBC Bank, Singapura. • 2010-2013: National Emerging Business Division Head di Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: Master of Business Administration (1991) dan Bachelor of Business Administration (Cum Laude) (1990) dari Indiana State University, USA. Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 3 April 2013, efektif tanggal 30 Agustus 2013, diangkat kembali pada tahun 2016, dan pada RUPST 9 April 2019. JOSEPH CHAN FOOK ONN Warga negara Malaysia, 56 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 2 September 2014. Riwayat Pekerjaan: • 1981-1990: Bank Officer di RHB Bank Bhd, Malaysia. • 1994-1995: Auditor di KPMG Singapura. • 1995-2000: Assistant Audit Manager di Standard Chartered Bank, Malaysia. • 2000-2003: Audit Manager di Standard Chartered Bank, Singapura. • 2004-2006: Senior Audit Manager Consumer Credit Review di OCBC Bank, Singapura. • 2006-2010: Internal Audit Division Head di Bank OCBC NISP. • 2010-2014: Head of Internal Audit Division di OCBC Bank Malaysia Bhd. • 2014: OCBC Group Risk Management di OCBC Bank, Singapura. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Direktur / Director Singapore citizen, 55 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since August 30, 2013. Work Experience: • 1992-1994: Sales Manager D&D International Enterprises Ltd, USA • 1995-2000: Served in various positions at Heller Factoring (S) Ltd and Heller Asia Capital (S) Ltd, Singapore with the last position as Assistant Vice President. • 2001-2004: Vice President at GE Commercial Financing (S) Ltd, Singapore. • 2004-2005: Vice President, Head of Program Management & Marketing at OCBC Bank, Singapore. • 2005-2010: Vice President, Business Division Head of Emerging Business at OCBC Bank, Singapore. • 2010-2013: National Emerging Business Division Head at Bank OCBC NISP. Concurrent Positions: None Organization: None Education: Master of Business Administration (1991) and Bachelor of Business Administration (Cum Laude) (1990) from Indiana State University, USA. Appointment History: Initial appointment as a Director at the AGMS on April 3, 2013, effective on August 30, 2013, reappointment in 2016, and at the AGMS on April 9, 2019. Direktur / Director Malaysian citizen, 56 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since September 2, 2014. Work Experience: • 1981-1990: Bank Officer at RHB Bank Bhd, Malaysia. • 1994-1995: Auditor at KPMG Singapore. • 1995-2000: Audit Manager Assistant at Standard Chartered Bank, Malaysia. • 2000-2003: Audit Manager at Standard Chartered Bank, Singapore. • 2004-2006: Senior Audit Manager Consumer Credit Review at OCBC Bank, Singapore. • 2006-2010: Internal Audit Division Head at Bank OCBC NISP. • 2010-2014: Head of Internal Audit Divison at OCBC Bank Malaysia Bhd • 2014: OCBC Group Risk Management at OCBC Bank, Singapore.
  71. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Rangkap Jabatan : Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: • Master of Business Administration dari University of Southern Queensland, Australia (2013). • Bachelor of Business (Accounting) dari Monash University, Australia (1994). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 7 April 2014, efektif tanggal 2 September 2014 dan diangkat kembali pada RUPST 30 Maret 2017. MIRAH WIRYOATMODJO Warga Negara Indonesia, usia 53 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Direktur Bank OCBC NISP sejak 5 Juni 2018. Riwayat Pekerjaan: • 1988-1992: Menjabat berbagai posisi di Bakrie Group. • 1992-1996: Senior Manager EXCO Nusantara Indonesia. • 1996-2004: Senior Manager dan Vice President di Citigroup Indonesia. • 2004-2005: Vice President di Bank Danamon Indonesia. • 2005-2010: Direktur Kepatuhan Citibank N.A., Indonesia. • 2010-2018: Direktur Kepatuhan Bank Permata. Rangkap Jabatan: Tidak ada Riwayat Organisasi: Tidak ada Riwayat Pendidikan: Lulusan Fakultas Science, University of Auckland (1988). Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Direktur pada RUPST 3 April 2018, efektif tanggal 5 Juni 2018. Data Perusahaan Corporate Data 69 Concurrent Positions: None Organization: None Education: • Master of Business Administration from University of Southern Queensland, Australia (2013). • Bachelor of Business (Accounting) from Monash University, Australia (1994). Appointment History: Initial appointment as a Director at the AGMS on 7 April 2014, effective on September 2, 2014 and reappointment at the AGMS March 30, 2017. Direktur / Director Indonesian citizen, 53 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Director of Bank OCBC NISP since June 5, 2018. Work Experience: • 1988-1992: Served in various positions at Bakrie Group. • 1992-1996: Senior Manager at EXCO Nusantara Indonesia. • 1996-2004: Senior Manager and Vice President at Citigroup Indonesia. • 2004-2005: Vice President at Bank Danamon Indonesia.of Citibank N.A., Indonesia. • 2005-2010: Compliance Director of Citibank N.A., Indonesia • 2010-2018: Compliance Director of Bank Permata. Concurrent Positions: None Organization: None Education: Graduated from the Faculty of Science, University of Auckland (1988). Appointment History: Initial appointment as a Director at the AGMS on April 3, 2018, effective on June 5, 2018. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  72. Kinerja 2019 70 Laporan Manajemen 2019 Performances Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis DEMOGRAFI KARYAWAN Employees Demography Jumlah Karyawan Bank Berdasarkan Jenis Kelamin Employees by Genders  Jenis Kelamin | Gender 2019 2018 2017 Pria | Male Wanita | Female 2,539 3,410 2,537 3,538 2,701 3,776 6,075 6,477 5,949 TOTAL Employees Composition by Education and Gender Komposisi Karyawan Berdasarkan Pendidikan dan Jenis Kelamin Pendidikan Education S1, S2, S3 Undergraduate, Post Graduate, Doctorate D1 - D4 Diploma SLTA High School Sampai SLTP Up to Junior High School TOTAL 2019 Pria | Male 2018 Wanita | Female Total Pria | Male 2017 Wanita | Female Pria | Male Wanita | Female Total 2,246 2,856 5,102 2,209 2,879 5,088 2,299 2,981 5,280 201 376 577 215 417 632 244 465 709 89 177 266 109 241 350 154 329 483 3 1 4 4 1 5 4 1 5 2,539 3,410 5,949 2,537 3,538 6,075 2,701 3,776 6,477 Employees Composition by Age and Gender Komposisi Karyawan Bank Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Usia Age Total 2019 2018 Pria | Male Wanita | Female 18-25 168 361 Total 2017 Pria | Male Wanita | Female 529 58 156 Total Pria | Male Wanita | Female Total 214 164 492 656 26-35 1,200 1,906 3,106 1,150 2,051 3,201 1,285 2,073 3,358 36-45 816 850 1,666 885 961 1,846 863 886 1,749 46-55 352 289 641 430 355 785 385 322 707 3 4 7 14 15 29 4 3 7 2,539 3,410 5,949 2,537 3,538 6,075 2,701 3,776 6,477 >55 TOTAL Komposisi Pemegang Saham Shareholders’ Composition Jumlah Pemegang Saham dan Persentase Kepemilikan Berdasarkan Institusi/Individu dan Lokal/Asing Number of Shareholders and The Percentage of Ownership Based on Institution/Individual and Local/Foreign 31 Desember 2019 December 31, 2019 Pemegang Saham Jumlah Pemegang Saham Number of Shareholders 31 Desember 2018 December 31, 2018 Persentase Percentage Jumlah Pemegang Saham Number of Shareholders Kepemilikan Institusi Lokal 52 4.39% 54 Kepemilikan Institusi Asing 58 95.41% 58 Kepemilikan Individu Lokal 1,142 0.20% 988 Kepemilikan Individu Asing Jumlah 26 0.00% 20 1,278 100.00% 1,120 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Persentase Percentage Shareholders 4.38% Ownership by Local Institutions Ownership by Foreign 95.47% Institutions 0.15% Ownership by Local Individual 0.00% Ownership by Foreign Individual 100.00% Total
  73. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report 71 Corporate Data 20 Pemegang Saham Terbesar dan Persentase Kepemilikannya per 31 Desember 2019 * 20 Largest Shareholders and the Percentage of Ownership as of 31 December 2019* Pemegang Saham Shareholders No. Jumlah Saham Number of Shares Persentase Percentage 1. OCBC OVERSEAS INVESTMENTS PTE. LTD 19,521,391,224 85.08% 2. HSBC-FUND SERVICES, CAM-GTF LTD 535,597,684 2.33% 3. PT UDAYAWIRA UTAMA 497,950,936 2.17% 4. PT SURYASONO SENTOSA 494,512,602 2.16% 5. BP2S LUXEMBOURG/ABERDEEN STANDARD SICAVI-ASIAN SMALLER COMPANIES FUND 467,174,924 2.04% 6. BP2S LONDON S/A ABERDEEN STANDARD ASIA FOCUS PLC 379,629,166 1.65% 7. BNYMSANV RE BNYMIL RE FS INV ICVC - STEWART INVESTOR 270,918,300 1.18% 8. HSBC-FUND SERVICES, RAFFLES-ASIA INVESTMENT COMPANY 156,306,652 0.68% 9. JPMCB NA RE-PACIFIC ASSETS TRUST PLC 150,252,000 0.65% 10. JPMCB NA AIF CLT RE-THE SCOTTISH ORIENTAL 86,000,700 0.37% 11. RBC S/A QUAESTIO CAPITAL MANAGEMENT 63,785,300 0.28% 12. BP2S LUXEMBOURG/ABERDEEN STANDARD SICAVI-EMERGING MARKETS SMALLER COMPANIES FUND 61,209,486 0.27% 13. JPMCB NA AIF CLT RE - SCOTGEMS PLC 51,766,800 0.23% 14. SSB AM4N S/A ABERDEEN EMERG MRKT SM CF 47,736,390 0.21% 15. BP2S SINGAPORE 34,567,266 0.15% 16. BNYM RE FLORIDA RETIREMENT SYSTEM 21,373,600 0.09% 17. RBC S/A DANSKE INVEST SICAV-GLOBAL EMERGING MARKETS 11,629,300 0.05% 18. DANSKE BK/CLIENTS, UCITSHOLMENS KANAL 6,650,350 0.03% 19. KARMAKA SURJAUDAJA 6,461,286 0.03% 20. NOMURA PB NOMINEES LTD 5,624,100 0.02% * Termasuk Pemegang Saham yang memiliki >5% dan <5% | * Including Shareholders with >5% and <5% ownership. Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi Share Ownership of the Board of Commissioners and Board of Directors Pemegang Saham OCBC Overseas Investment Pte. Ltd. 31 Desember 2019 December 31, 2019 Jumlah Saham Number of Shares 19,521,391,224 31 Desember 2018 December 31, 2018 Persentase Percentage 85.08% Jumlah Saham Number of Shares 19,521,391,224 Persentase Percentage 85.08% Dewan Komisaris: Pramukti Surjaudaja OCBC Overseas Investment Pte. Ltd. Board of Commissioners: 451,942 0.00% 451,942 0.00% Direksi: Parwati Surjaudaja Shareholders Pramukti Surjaudaja Board of Directors: 3,046,420 0.01% 3,006,420 0.01% Parwati Surjaudaja Emilya Tjahjadi 72,000 0.00% 36,000 0.00% Emilya Tjahjadi Hartati 72,000 0.00% 36,000 0.00% Hartati Martin Widjaja 72,000 0.00% 36,000 0.00% Martin Widjaja Andrae Krishnawan W 72,000 0.00% 36,000 0.00% Andrae Krishnawan W Johannes Husin 72,000 0.00% 36,000 0.00% Johannes Husin Joseph Chan Fook Onn 72,000 0.00% 36,000 0.00% Joseph Chan Fook Onn 36,000 0.00% - 0.00% 3,419,939,386 14.91% 3,420,231,386 14.91% Mirah D. Wiryoatmodjo Other Shareholders (below 5% ownership) 22,945,296,972 100.00% 22,945,296,972 100.00% Total Mirah D. Wiryoatmodjo Pemegang Saham Lainnya (kepemilikan masing-masing di bawah 5%) Jumlah Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  74. Kinerja 2019 72 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Kronologi Pencatatan Saham Chronology of Share Listing Sebelum Aksi Korporasi Before Corporate Action No. Aksi Korporasi Corporate Action Rasio Ratio Tanggal Pencatatan Listing Date - 20 Oktober 1994 October 20, 1994 1. Initial Public Offering (IPO) 2. 1st Stock Split 3. 1st Bonus Stocks 4. 1st Stock Dividend 5. 2nd Bonus Stocks 6. 1st Rights Issue - 7. 2nd Stock Split (1-untuk-1) (1-for-1) 8. 2nd Rights Issue - 9. 3rd Rights Issue - 10. 3rd Stock Split (1-untuk-1) (1-for-1) (5-untuk-2) (5-for-2) (25-untuk-9) (25-for-9) (100-untuk-33) (100-for-33) (1-untuk-1) (1-for-1) (100-untuk-4) (100-for-4) 11. 2nd Stock Dividend 12. 4th Rights Issue - 13. 5th Rights Issue - 14. New Share issued in relation with Merger - 15. 6th Rights Issue - 16 7th Rights Issue - 17. 3rd Bonus Stocks (1-untuk-1) (1-for-1) 3 Februari 1997 February 3, 1997 28 Februari 1997 February 28, 1997 4 Desember 1998 December 4, 1998 4 Desember 1998 December 4, 1998 18 Desember 1998 December 18, 1998 4 November 1999 November 4, 1999 18 Januari 2001 January 18, 2001 2 Juli 2002 July 2, 2002 13 Februari 2003 February 13, 2003 7 Oktober 2003 October 7, 2003 24 November 2005 November 24, 2005 8 Mei 2007 May 8, 2007 3 Januari 2011 January 3, 2011 5 Juni 2012 June 5, 2012 13 November 2013 November 13, 2013 4 Mei 2018 May 4, 2018 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Jumlah Saham Beredar Total Outstanding Shares Tambahan Saham Baru Additional Listed Shares Harga Saham Share Price (Rp) - - 62,500,000 62,500,000 155 62,500,000 125,000,000 159 50,000,000 175,000,000 102 63,000,000 238,000,000 102 57,750,000 295,750,000 81 253,471,865 549,221,865 259 549,221,865 1,098,443,730 119 117,432,571 1,215,876,301 184 810,584,200 2,026,460,501 186 2,026,460,501 4,052,921,002 298 81,058,420 4,133,979,422 786 801,992,008 4,935,971,430 838 878,602,915 5,814,574,345 1,601 1,227,368,320 7,041,942,665 1,242 1,506,975,730 8,548,918,395 1,220 2,923,730,091 11,472,648,486 1,030 11,472,648,486
  75. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report Sesuadah Aksi Korporasi After Corporate Action Harga Jumlah Saham Saham Beredar Share Total Outstanding Price Shares (Rp) Nilai Nominal Nominal Value (Rp) Harga Penawaran Offering Price (Rp) 62,500,000 133 1,000 3,100 125,000,000 166 500 - 175,000,000 156 500 - 238,000,000 113 500 - 295,750,000 113 500 - 549,221,865 86 500 500 1,098,443,730 302 250 - 1,215,876,301 119 250 400 2,026,460,501 184 250 405 4,052,921,002 191 125 - 4,133,979,422 294 125 - 4,935,971,430 703 125 750 5,814,574,345 838 125 800 7,041,942,665 1,517 125 - 8,548,918,395 1,193 125 1,000 1 1,472,648,486 1,230 125 1,200 22,945,296,972 920 125 - 73 Corporate Data Data Saham Stock Data Harga Saham Akhir Tahun Buku Share Financial Year End Price (Rp) 31 Desember 1994 December 31, 1994 31 Desember 1997 December 31, 1997 31 Desember 1997 December 31, 1997 31 Desember 1998 December 31, 1998 31 Desember 1998 December 31, 1998 31 Desember 1998 December 31, 1998 31 Desember 1999 December 31, 1999 31 Desember 2001 December 31, 2001 31 Desember 2002 December 31, 2002 31 Desember 2003 December 31, 2003 31 Desember 2003 December 31, 2003 31 Desember 2005 December 31, 2005 31 Desember 2007 December 31, 2007 31 Desember 2011 December 31, 2011 31 Desember 2012 December 31, 2012 31 Desember 2013 December 31, 2013 31 Desember 2018 December 31, 2018 Jumlah Saham Beredar Total Outstanding Shares 143 62,500,000 - 175,000,000 - 175,000,000 - 549,221,865 - 549,221,865 81 549,221,865 - 1,098,443,730 90 1,215,876,301 177 2,026,460,501 - 4,133,979,422 - 4,133,979,422 712 4,935,971,430 848 5,814,574,345 - 7,041,942,665 1,520 8,548,918,395 1,230 11,472,648,486 855 22,945,296,972 Bursa Pencatatan Saham Stock Exchange Listing Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  76. 74 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Kronologi Pencatatan Efek Lainnya Chronology of Other Securities Listing Obligasi Bonds Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2016 Dengan Tingkat Bunga Tetap Tahun Penerbitan Year of Issuance 2016 Continuous Bonds II Phase I Bank OCBC NISP 2016 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap II Tahun 2017 Dengan Tingkat Bunga Tetap 2017 Continuous Bonds II Phase II Bank OCBC NISP 2017 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap III Tahun 2017 Dengan Tingkat Bunga Tetap 2017 Continuous Bonds II Phase III Bank OCBC NISP 2017 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap Continuous Bonds III Phase I Bank OCBC NISP 2018 With Fixed Interest Rate Jumlah Nominal Nominal Amount (Rp) 2018 Tingkat Bunga Interest Rate Jangka Waktu Tenor Tanggal Efektif Effective Date Tanggal Jatuh Tempo (Maturity Date) Peringkat Rating Keterangan Notes AAA (PEFINDO) Sudah Lunas Repaid A 837,000,000,000 7,50% per tahun 7.50% p.a. 370 hari 370 days B 380,000,000,000 8,00% per tahun 8.00% p.a. 2 tahun 2 years C 783,000,000,000 8,25% per tahun 8.25% p.a 3 tahun 3 years 11 Mei 2019 May 11, 2019 A 1,248,000,000,000 6,75% per tahun 6.75% p.a. 370 hari 370 days 2 September 2018 September 2, 2018 B 300,000,000,000 7,30% per tahun 7.30% p.a. 2 tahun 2 years 22 Agustus 2019 August 22, 2019 C 454,000,000,000 7,70% per tahun 7.70% p.a. 3 tahun 3 years 22 Agustus 2020 August 22, 2020 A 975,000,000,000 6,15% per tahun 6.15% p.a. 370 hari 370 days 22 Desember 2018 December 22, 2018 B 175,000,000,000 6,75% per tahun 6.75% p.a. 2 tahun 2 years AAA (PEFINDO) 12 Desember 2019 & AAA(idn) (PT Fitch December 12, 2019 Ratings Indonesia) C 609,000,000,000 7,20% per tahun 7.20% p.a. 3 tahun 3 years 12 Desember 2020 December 12, 2020 Masih Beredar Outstanding A 525,000,000,000 6,00% per tahun 6.00% p.a. 370 hari 370 days 20 April 2019 April 20, 2019 Sudah Lunas Repaid 2018 Continuous Bonds II Phase IV Bank OCBC NISP 2018 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri Series B 535,000,000,000 6,90% per tahun 6.90% p.a. 3 tahun 3 years A 655,000,000,000 6,75% per tahun 6.75% p.a. 370 hari 370 days B 3,000,000,000 7,25% per tahun 7.25% p.a. 2 tahun 2 years 342,000,000,000 7,75% per tahun 7.75% p.a. 3 tahun 3 years C Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 21 Mei 2017 May 21, 2017 29 April 2016 April 29, 2016 29 April 2016 April 29, 2016 29 April 2016 April 29, 2016 29 April 2016 April 29, 2016 11 Mei 2018 May 11, 2018 id AAA (PEFINDO) & AAA(idn) (PT Fitch Ratings Indonesia) id Masih Beredar Outstanding id 10 April 2021 April 10, 2021 AAA (PEFINDO) id & AAA(idn) (PT Fitch Ratings Indonesia) 6 Juli 2020 July 6, 2020 6 Juli 2021 July 6, 2021 Sudah Lunas Repaid Masih Beredar Outstanding Sudah Lunas Repaid 16 Juli 2019 July 16, 2019 29 Juni 2018 June 29, 2018 Sudah Lunas Repaid AAA (PEFINDO) id & AAA(idn) (PT Fitch Ratings Indonesia) Masih Beredar Outstanding
  77. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report 75 Corporate Data pemeringkatan Rating Pemeringkatan (Per 31 Desember 2019) Ratings (As of 31 December 2019) PEFINDO Fitch Ratings Outlook National - Long Term Foreign Currency, Long Term Rp Foreign Currency, Short Term Rp Local Currency, Long Term Rp Individual Rating Support Rating Viability Rating Public Offering of Continuous Bonds II & III Bank OCBC NISP Outlook Corporate Rating Public Offering of Continuous Bonds II & III Bank OCBC NISP Stable AAA (idn) BBB F2 A C/D 2 bb+ Stable AAA id id AAA AAA (idn) Struktur Grup Perusahaan Company’s Group Structure Lee Foundation Selat (Pte) Ltd 12.2% Others 5.1% 82.7% Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (OCBC Bank) Lainnya Others 12.1% 100.0% PT Suryasono Sentosa 5.0% Great Eastern General Insurance Limited 95.0% PT Great Eastern General Insurance Indonesia PT Han Yang Primatama 0.5% 87.9% 100.0% Great Eastern Holdings Limited OCBC Overseas Investments Pte. Ltd.(OOI) 100.0% The Great Eastern Life Assurance Company Limited Publik Public 14.9% 99.5% PT Great Eastern Life Indonesia PT Bank OCBC NISP Tbk 0.1% Per 31 Desember 2019 | As of December 31, 2019 85.1% 95.1% PT Farnella Mandiri Utama 4.9% PT OCBC Sekuritas Indonesia 99.9% PT OCBC NISP Ventura Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  78. Kinerja 2019 76 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis ANAK PERUSAHAAN Subsidiary PT OCBC NISP Ventura OCBC NISP Tower 8th Floor Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25, Jakarta 12940 www.ocbcnispventura.com Corporate.secretary@ocbcnispventura.com VISI 1. 2. Mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia melalui investasi di perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi Mendukung inklusi keuangan di Indonesia melalui sinergi antara sektor perbankan dengan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia VISION 1. 2. Nurture the growth of Indonesia’s digital ecosystem through investments in startup companies Support the financial inclusion efforts in Indonesia through synergies between the banking industry and startup companies. MISI Inkubasi MISSION Incubation Kemitraan Partner Investasi Investments Profil Profile Pemegang saham ONV adalah Bank sebesar 99,9% dan PT Suryasono Sentosa sebesar 0,1%. ONV merupakan salah satu inisiatif digital Bank untuk ikut berperan dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia. ONV berperan dalam penyertaan modal, penyertaan melalui pembelian obligasi konversi, dan penyertaan dalam bentukbentuk lain yang sesuai dengan POJK Modal Ventura kepada perusahaan-perusahaan startup yang berpotensi memiliki sinergi baik dengan Bank dan menyediakan solusi inovatif bagi nasabahnasabah Bank. ONV’s shareholders include Bank at 99.9% and PT Suryasono Sentosa at 0.1%. ONV was created as part of the Bank digital initiative to advance Indonesia’s digital ecosystem. ONV invests through equity participation, convertible notes, and other available forms according to the POJK on Venture Capital in startups that have potential synergy with the Bank and innovative solutions for its banking clients. Berdasarkan anggaran dasar tanggal 15 Juli 2019, susunan Dewan Komisaris dan Direksi ONV adalah sebagai berikut: Based on the Article Association dated Monday, 15 July 2019, the composition of ONV’s Board of Commissioners and Board of Directors is as follows: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Komisaris : Ka Jit : Hartati : Martin Widjaja Board of Commissioners President Commissioner Commissioner Commissioner : Ka Jit : Hartati : Martin Widjaja Direksi Direktur Utama Direktur : Darryl Nicholas Ratulangi : Destya Danang Pradityo Board of Directors President Director Director : Darryl Nicholas Ratulangi : Destya Danang Pradityo Mendukung ide inovatif dari pengusaha di Indonesia dalam menciptakan kemajuan teknologi terbaru dengan menjadi investor pada tahap pendanaan awal. Meningkatkan sinergi antara perbankan dengan industri startup dengan menjalin kerjasama strategis sehingga masyarakat Indonesia dapat lebih mudah mendapatkan akses terhadap produk-produk finansial Mempercepat pertumbuhan ekosistem digital dengan berinvestasi secara langsung kepada perusahaan startup (UMKM) yang sedang mengembangkan usahanya di Indonesia PT OCBC NISP Ventura (“ONV”) merupakan anak perusahaan Bank yang didirikan pada tanggal 15 Juli 2019 dan bergerak di bidang modal ventura serta telah mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 3 Januari 2020. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Supporting great minds in building new technology advancements by acting as investor at the early funding stage. Bolstering beyond banking products through partnerships between banking and startups industry for better access in financial products for Indonesians. Creating a digital ecosystem through direct investments to developing MSME startups in Indonesia. PT OCBC NISP Ventura (“ONV”) is the venture capital arm of Bank which was established on July 15, 2019 and obtained its operational license from Otoritas Jasa Keuangan (OJK) on January 3, 2020.
  79. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report Data Perusahaan 77 Corporate Data Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Capital Market Supporting Institutions and Professions Kantor Akuntan Publik Public Accounting Firm Pemeringkat Efek Rating Agencies Wali Amanat Trustee KAP Tanudiredja , Wibisana, Rintis & Rekan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) PT Bank Mega Tbk (firma anggota Jaringan Global PwC) (a member firm of Pricewaterhouse Coopers Network) WTC 3 Jl. Jend, Sudirman Kav. 29-31 Jakarta 12920 – Indonesia Telp : (62-21) 521 – 12901 Fax : (62-21) 529 – 05555 Website : www.pwc.com/id Panin Tower, Senayan City lt. 17 Jl. Asia Afrika Lot 19 Jakarta 10270, Indonesia Telp : (62-21) 7278 2380 Fax : (62-21) 7278 2370 Website : www.pefindo.com PT Fitch Ratings Indonesia Biro Administrasi Efek (BAE) Share Registrar PT Sirca Datapro Perdana DBS Bank Tower 24th Floor, Suite 2403 Jl. Prof Dr. Satrio Kav. 3-5 Jakarta 12940, Indonesia Telp : (62-21) 2988 6800 Fax : (62-21) 2988 6822 Website : www.fitchratings.co.id Menara Bank Mega Lt. 16 Kav. 12-14 A Jakarta 12790 Telp : (62-21) 791 75000 Fax : (62-21) 799 0720 Website : www.bankmega.com Notaris Notary Notaris Engawati Gazali, SH. Jl. Tanah Abang 1/12, Jakarta 10160 Tel. 021 – 386 1041 – 42 Fax. 021 – 3861026 Email: egarif@cbn.net.id Fitch Ratings Singapore Pte. Ltd.One Raffles Quay, South Tower Jl. Johar No. 18, Menteng Jakarta 10340 – Indonesia Telp : (62-21) 314 0032, 390 0645 Fax : (62-21) 390 0652, 390 0671 Website : www.sircadp.com # 22-11 Singapore 048583 Telp : (65) 6796 7200 Website : www.fitchratings.com Jasa Berkala Profesi Penunjang Pasar Modal 2019 Regular Service of Capital Market Supporting Institutions 2019 Profesi Penunjang Supporting Institutions Kantor Akuntan Publik Public Accounting Firm Biro Administrasi Efek (BAE) Share Registrar Konsultan Hukum Legal Consultant Jasa Services Audit Laporan Keuangan 31 Desember 2019 Audit on Financial Statements as of December 31, 2019 Administrasi Saham Share Administration - Notaris Notary Akta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2019 Wali Amanat Trustee Perwali Amanatan Trustee Services Decree of Annual general Meeting Shareholders 2019 Fee (Rp juta) Fee (Rp million) Periode Penggunaan Period of Assignment 4,070.0 2019 60.5 2019 - 2019 12.5 2019 275.0 2019 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  80. 78 Kinerja 2019 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Penghargaan dan Sertifikasi Tahun 2019 Awards and Certifications 2019 No. Penghargaan Award Penyelenggara Organizer 1 2nd Satisfaction Loyalty Engagement Awards 2019 Categories: • Rank III Engagement for Conventional Commercial Bank BUKU 3 • Rank I Satisfaction (Customer Service) for Conventional Commercial Bank BUKU 3 • Rank III Net Promotor Score for Conventional Commercial Bank BUKU 3 • Rank II Loyalty for Conventional Commercial Bank BUKU 3 • Rank I Satisfaction (Teller) for Conventional Commercial Bank BUKU 3 • Rank III Satisfaction (ATM) for Conventional Commercial Bank BUKU 3 by Infobank Magazine and Marketing Research Indonesia (MRI) in March 2019 2 World’s Best Banks by Consumer Endorsement | One of “World’s Best Banks 2019” in the country Indonesia 2nd Best Human Capital | For Bank – Public Company with Asset > Rp 100T, from Economic Review, May 2019 8th Digital Brands Award | 3rd Winner – Credit Card, Conventional Bank 8th Digital Brands Award | 3rd Winner – Home Loan, Conventional Bank Banking Service Excellence Awards 2019 | Rank I Best Telephon Category: Sharia Business Unit From: Forbes Magazine and Statista, New York, March 2019 Human Capital Award V 2019 Best Bank Award 2019 | The Best Bank 2019 Category: Conventional Bank BUKU III With Core Capital 5 – 100 Trillion Ranked 30 - Top 100 Most Valuable Brand 2019 From Investor Magazine, June 2019 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Banking Service Excellence Awards 2019 | Rank I Best Call Center Category: Commercial Bank Banking Service Excellence Awards 2019 | Rank II Best Security Category: Sharia Business Unit Banking Service Excellence Awards 2019 | Rank IV Best Overall Performance Category: Sharia Business Unit Banking Service Excellence Awards 2019 | Rank III Best Teller Category: Commercial Bank Recognition of Excellence for ONeMobile inisiative Indonesia Award 2019 | Deposit Product of The Year, OCBC NISP - Multi Currency Savings Account Indonesia Enterprise Risk Management | 1st Rank - The Best Risk Management 2019 Bank BUKU III category, Indonesia GCG Award 2019 | 2nd Rank – The Best Indonesia GCG Implementation 2019 Infobank Award: The Best Performance Bank 2019 Infobank Award: The Best Bank in Risk Profile & GCG Best Bank for SME’s Alpha Southeast Asia Awards: Best SME Bank in Indonesia 11th IICD Corporate Governance Award: Top 50 Big Capitalization Public Listed Company 11th IICD Corporate Governance Award: Best Responsibility of The Board Indonesia Best Brand Awards 2019 Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within: The 1st Rank, Best of The Best Companies Indonesia Best Companies in Creating Leaders from Within: The 1st Rank, Banking Companies Indonesia Best Bank: Bank Berpredikat "SANGAT SEHAT" in BUKU 3 With Asset over 100 Trillion Indonesia Operational Excellence Award II Rank 1st: The Best Public Operational Excellence 2019 Public Company - Bank BUKU III (Asset 100T) Indonesia IT Award II The Big 6th: Information Technology 2019 Public Company - Bank BUKU III (Asset 100T) Anugerah Perbankan Indonesia VIII Rank 1st: The Best Public Company/Bank 2019 Public Company - Bank BUKU III (Asset 100T) Top 20 Financial Institutions 2019: The Best Performing Bank 2019 Based on Financial Performance 2017 - 2019. Core Capital Rp 5 – to under Rp 30 Trilion/Buku 3 Indonesia Public Company Award: Indonesia Excellent Performance Public Company 2019 in Financial Sector Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP From: Infobank Magazine, May 2019 From Infobank and MRI, June 2019 From: SWA Magazine and Brand Finance, June 2019 From Infobank and MRI, June 2019 by OpenGov Asia, Juli 2019 by The Asian Banker, August 2019 from Economic Review, August 2019 from Infobank, August 2019 Asiamoney, September 2019 by Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), October 2019 from CMO Global, October 2019 by SWANetwork, October 2019 by Warta Ekonomi, November 2019 by Economic Review, December 2019 by The Finance, December 2019 by Warta Ekonomi, December 2019
  81. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Governance Implementation Report 79 Corporate Data Retail Banking Award : SME Bank of the Year – Indonesia The Banker Award 2019 by Asian Banking & Finance, Singapore, Juli 2019. The Best Bank of The Year – Indonesia For 6th consecutive years by The Banker Magazine, London November 2019 Wholesale Banking Award: For 2 years in a row Indonesia Domestic Foreign Exchange Bank Of The Year by Asian Banking & Finance, Singapore, Juli 2019. For 6th consecutive years Titanium Thropy Predikat Kinerja Keuangan “Sangat Bagus” dengan  Rating Tertinggi Bank with Asset more than IDR 100 Trilion 2004 – 2019, by Infobank, August 2019 For 15th consecutive years Good Corporate Governance Award Best of The Best Awards by Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG), December 2019 by Forbes Magazine, October 2019 Most Trusted Company based on Corporate Governance Perception Index (CGPI) 8 years in a row Sebagai bentuk komitmen dan upaya keberlanjutan dalam memberikan layanan TI yang andal, serta upaya meningkatkan efektivitas sistem manajemen risiko melalui penguatan Information Security Management System sebagai second line of defense, OCBC NISP menerima sertifikasi ISO/IEC 20000-1:2018 dan ISO/IEC 27001:2013 dari institusi akreditasi internasional INTERTEK. Sertifikasi ini diberikan dalam rangka penghargaan terhadap IT Service Management System dan Information Security Management System. The Top 50 Listed Companies for 2019 3 Years in a row As part of our commitment and continuous effort to deliver IT service excellence and improve the effectiveness of risk management systems through strengthening Information Security Management System as second line of defense, OCBC NISP has received the certification to ISO/IEC 200001:2018 and ISO/IEC 27001:2013 by the international accredited entity INTERTEK in recognition of the organization’s IT Service Management System and Information Security Management System. Ruang Lingkup: Service Management System sebagai penunjang layanan aplikasi “One Mobile” oleh the OpIT Group yang ditujukan untuk para pelanggan Divisi Digital Business PT Bank OCBC NISP Tbk. Masa Berlaku: Januari 2023 Ruang Lingkup: Kelengkapan Information Security Management System untuk IT Security Services dan Physical security dari Data Center Infrastructure dalam Grup TI, PT Bank OCBC NISP Tbk. Masa Berlaku: Desember 2022 ISO/IEC 20000-1:2018 : IT Service Management System ISO/IEC 27001:2013 : Information Security Management System Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  82. 04 80 Kinerja 2019 Laporan Manajemen Profil Perusahaan Pembahasan dan Analisis Manajemen PEMBAHAsan DAN analisis Mana jemen 2019 Performances Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Management Discussion and Analysis Peluncuran gerakan #NyalakanIndonesia merupakan refleksi historis dari keberhasilan Bank OCBC NISP dalam mengatasi berbagai tantangan menyediakan layanan perbankan dengan semangat ‘TIDAK Ada Yang TIDAK Bisa’ (TAYTB). The launch of the #NyalakanIndonesia movement represents Bank OCBC NISP’s reflection upon its history and success in overcoming many challenges in providing banking services with the underlying spirit of ‘Tidak Ada Yang Tidak Bisa’ Sikap optimisme ini diyakini (‘No Such Thing as Can’t’ - TAYTB). dapat bertransmisi membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengatasi rasa ketakutan dan ketidakpercayaan diri dalam menggapai harapan, termasuk kebebasan finansial. The Bank believes this optimism can be shared to make others aware of what they can do to free themselves from fear and self-doubt in achieving whatever they aspire to, including financial freedom. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  83. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan Corporate Data 81 Tinjauan Bisnis Business Overview PERBANKAN RITEL RETAIL BANKING Selama tahun 2019 , Bank terus meningkatkan “engagement nasabah” sebagai salah satu bagian dari pengembangan bisnisnya. Beberapa strategi yang dilakukan adalah menjalankan campaign program untuk produk utama Bank, yakni tabungan dan deposito berjangka. Selain itu Bank juga mengembangkan aplikasi online untuk menyediakan kemudahan akses bagi nasabah dalam mendapatkan produkproduk Bank. The Bank has continuously improved “customer engagement” as part of its business development during 2019. The Bank’s strategies for its main products involved savings and time deposits campaigns. In addition, Bank also develop its online application to deliver easy access to its products for customer. Bank menyadari bahwa kebutuhan nasabah dan aspirasi semakin berkembang seiring dengan penetrasi teknologi dan perubahan gaya hidup nasabah. Oleh karena itu, Bank senantiasa mengembangkan kapasitas dan kompetensi yang dimilikinya, agar mampu memenuhi kebutuhan nasabah. Hal inilah yang mendorong Bank mengembangkan strategi dengan menghadirkan kantor-kantor cabang dengan konsep Premium Guest House. Aligned with the influence of technology penetration and shifting customer behaviors, the Bank realizes that customers’ needs and aspirations are always evolving. This has driven the Bank to strive in developing its capacities and competencies when addressing the customer needs. This encouraged the Bank to develop new type of branch offices with Premium Guest House. Premium Guest House dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman perbankan dengan suasana yang hangat dan nyaman, agar proses knowledge sharing bisa berjalan dengan baik. Hal ini ditampilkan melalui beberapa area, yakni pada Welcome Area, Smart Area untuk bertansaksi, Premium Living Space dan Personal Meeting Room untuk proses knowledge sharing. Semua area tersebut dilengkapi dengan unsur kenyamanan dan keunikan suasana untuk menambah pengalaman perbankan yang mengesankan bagi nasabah saat berinteraksi dengan Bank, baik kebutuhan transaksi perbankan maupun kebutuhan finansialnya, sehingga mendapatkan solusi keuangan yang tepat sesuai kebutuhan. The Premium Guest House is specifically designed to create a banking experience with a warm and comfortable atmosphere, hence to facilitate a proper knowledge sharing process. There are several areas, such as the Welcome Area, Smart Area for transaction, Premium Living Space, and Personal Meeting Room for knowledge sharing. Each area is designed to create a comfortable and unique atmosphere to enhance a better customer experience while communicating with the Bank, both for conducting banking transactions and other financial needs, so that they can have proper financial solution that suited to their needs. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  84. Laporan Manajemen 2019 Performances Produk Simpanan Sepanjang tahun 2019 , Bank melakukan beberapa inisiatif yang berhasil meningkatkan total Dana Pihak Ketiga (DPK) menjadi Rp126,1 triliun atau meningkat sebesar 0,4% dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp125,6 triliun, dengan pertumbuhan utama di low cost funding. Inisiatif tersebut, antara lain: • Melakukan campaign program untuk produk utama dan unggulan, yakni tabungan dan deposito berjangka untuk akuisisi nasabah baru, melanjutkan program loyalty berupa program Poin Seru dan juga program taktikal baik melalui kantor cabang maupun online channel. • Mengembangkan produk simpanan yang didukung layanan digital (e-channel) ONe Mobile, yaitu aplikasi mobile banking dengan fitur-fitur yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan seperti multi-transfer, transaksi valuta asing, serta kemudahan belanja online dan transaksi lainnya. • Memperkenalkan program akuisisi nasabah baru salah satunya dengan mempromosikan program Nyala Bisnis, layanan perbankan yang memberikan kenyamanan dalam mengatur keuangan pribadi dan bisnis. • Meluncurkan program Taktikal untuk produk Tanda 360 Plus, TAKA (Tabungan Berjangka) dan Deposito. • Menjalankan program promosi dan komunikasi melalui media konvensional dan digital. Ke depan, Bank akan melanjutkan pengembangan strategi pertumbuhan produk DPK, di antaranya dengan: • Mengembangkan kapabilitas produk DPK dengan struktur biaya yang kompetitif serta proses pembukaan rekening yang mudah dan nyaman. • Meneruskan upaya untuk meningkatkan penetrasi ONe Mobile sebagai aplikasi mobile banking dengan fitur-fitur yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi dan layanan perbankan terutama untuk nasabah individu. • Mengembangkan fasilitas e-channel untuk mempermudah transaksi nasabah dalam melakukan simpanan (DPK) dan produk selain DPK (seperti pinjaman, kartu kredit, wealth management dan lainnya) untuk meningkatkan engagement nasabah terhadap Bank. • Meluncurkan program-program taktikal dan yang dirancang khusus untuk tabungan dan giro serta deposito berjangka secara berkelanjutan berdasarkan inisiatif dan ide-ide baru, baik untuk nasabah baru maupun nasabah existing. • Menjalankan program promosi dan komunikasi melalui media konvensional dan digital. Dana Pihak Ketiga (Rp triliun) Third Party Funds (Rp trillion) 2017 125.6 Company Profile 2018 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Management Discussion & Analysis The Bank conducted several initiatives thoughout 2019 and was able to increase total Third Party Funds (TPF) by 0.4% to Rp126.1 trillion, compared to Rp125.6 trillion in 2018, mainly driven by low cost funding growth. These initiatives included: • • • • • Conducted campaigns for savings and time deposits products, to acquire new customers and continued loyalty programs such as Poin Seru and tactical programs through branch offices as well as online channels. Developed savings and deposits products capabilities supported by ONe Mobile digital service (e-channel), a mobile banking application providing convenient features for customer banking transactions including multi-transfers, foreign exchange transactions, convenient online shopping capabilities and other transactions. Introduced a new customer acquisition program, which includes promoting the Nyala Bisnis program, a banking service that offers convenience in personal and business finance management. Launched of tactical programs for Tanda 360 Plus, TAKA (installment savings) and time deposits. Conducted promotional and communication program through conventional and digital media. Moving forward, the Bank will continue to develop its TPF product growth strategies, which will include: • Developed TPF product capabilities development with competitive cost structures and simple and convenient account opening process. • Increased market penetration for ONe Mobile, a mobile banking application providing convenient features for customers banking transactions, particularly for individual customers. • Developed e-channel facilities to simplify customers’ deposits transactions for both TPF and non-TPF products (such as loans, credit cards, wealth management and others), which aims to increase customer engagement with the Bank. • Launched sustainable tailormade and tactical programs based on new ideas and initiatives for new and existing customers on current accounts, savings, as well as time deposits products. • Run promotional and communication programs through conventional and digital media. Komposisi Dana Pihak Ketiga (Rp triliun) Third Party Funds Composition (Rp trillion) 20 % 126.1 2019 Pembahasan dan Analisis Manajemen Savings Products 60% 113.4 Profil Perusahaan Management Report 2019 Deposito Time Deposits 20% 82 Kinerja 2019 Tabungan Saving Accounts Giro Current Accounts
  85. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report Data Perusahaan 83 Corporate Data Kredit Konsumer Consumer Loans Kinerja selama tahun 2019 di atas dicapai melalui pengembangan strategi kredit konsumer , antara lain: • Meluncurkan kredit Step Up Installment (KPR Easy Start) dengan fitur pembayaran angsuran KPR yang progresif selama 10 tahun pertama untuk membantu generasi muda/millennials agar lebih mudah dan cepat membeli properti. Produk ini fokus pada segmen karyawan/pembeli rumah pertama dan kedua yang membeli properti di pasar primer maupun sekunder. • Membina hubungan baik dengan pengembang dan broker properti melalui kerja sama peluncuran paketpaket promo. • Mengembangkan pengajuan KPR secara online melalui aplikasi ONe Mobile. 2019 results were achieved through various consumer loan strategy development that included: • The launch of Step Up Installment Mortgage (KPR Easy Start), offering 10 years progressive mortgage payment features to allow easier and faster property purchase by young generation/millennials. This product focuses on the employee segment/first time and second time home buyers who buy property in the primary market or secondary market. • Fostered good relations with property developers and brokers by working closely to launch promotional packages. • Developed mortgage online application using ONe Mobile application. Ke depannya Bank akan mendorong pertumbuhan kredit konsumsi dengan cara: • Mengembangkan variasi produk, program dan layanan. • Mengembangkan program referral dan cross-selling dengan produk perbankan lainnya. • Mengembangkan channel baru dengan melakukan kerjasama dengan developer dan agen properti baru. • Pengembangan lanjutan dari aplikasi online yang telah ada yaitu pengajuan kredit yang mudah dan cepat. Moving forward, the Bank will drive its consumer loan growth by: • Developing a wide variety of products, programs and services. • Expanding its referral and cross-selling programs with other banking products. • Developing new channels through collaboration with new property developers and agents. • Continuing development of existing online application, such as fast and easier mortgage loan onboarding. Sepanjang tahun 2019, industri perbankan masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya konsumsi rumah tangga yang belum sepenuhnya menggeliat dan sektor properti yang lesu. Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Bank memberikan kontribusi sebesar 79% dari total komposisi kredit konsumer, yakni sebesar Rp10,6 triliun pada akhir tahun 2019. Throughout 2019, the banking industry was still having obstacles to be dealt with, among others sluggish household consumption and a slowdown in the property sector. The Bank’s mortgage loans contributed 79% of total consumer loans. It was recorded at Rp10.6 trillion by the end 2019. Kredit Konsumer (Rp triliun) Consumer Loans (Rp trillion) 79% 14.2 KPR Mortgage 13.6 4% 2019 17% 14.2 2017 2018 Kredit Multi Guna dan Kredit Pemilikan Mobil Multipurpose Loans and Autoloans Kartu Kredit & lainnya Credit card & others 2019 Kartu Kredit Credit Cards Beberapa strategi yang diterapkan untuk meningkatkan transaksi kartu kredit sepanjang tahun 2019: The following are several strategies implemented to increase credit card transactions during 2019, including: Produk kartu kredit fokus membangun brand equity melalui excellent customer service yang memberikan berbagai manfaat sesuai target pasar. Salah satunya melalui diferensiasi fiturfitur yang telah ada dari kartu kredit Titanium, Platinum dan Voyage. Kartu Titanium dan Platinum menyasar segmen nasabah kelas menengah (emerging affluent dan affluent) sedangkan Voyage menyasar segmen Premier dan Private Banking (high net worth). Credit card products focus on building brand equity through excellent customer service that provides best value for the target market. This is proven through features in Titanium, Platinum and Voyage credit cards. Titanium and Platinum credit cards target the emerging affluent and affluent segment while the Voyage targets the Premier and Private Banking (high net worth) segment. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  86. Kinerja 2019 84 • • • • Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Melakukan cross-selling untuk menjaga kualitas portofolio dan meningkatkan jumlah pengguna kartu. Menjalankan program promosi dengan merchant offline dan online untuk mendorong peningkatan utilisasi kartu kredit. Melakukan berbagai pengembangan fitur guna meningkatan kompetitif produk dengan produk sejenis. Memperluas lingkup kerja sama dengan sejumlah merchant baik di dalam dan di luar negeri. • • • • Profil Perusahaan Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Cross selling to maintain portfolio quality and increase number of cardholders. Tactical promotion partnering with offline and online merchant to boost credit card usage. Various features enhancement to increase product competitiveness among the market. Expanding the scope of partnership with a number of merchants, both domestic and overseas. Saat ini, nasabah kartu kredit Bank dapat menikmati kemudahan bertransaksi di lebih dari 1 juta merchant yang bekerja sama dengan jaringan Visa atau Mastercard, serta menikmati beragam keuntungan dari berbagai merchant Bank di Singapura dan Malaysia. Currently, Bank’s credit card customers can enjoy the covenience of transacting at more than 1 million merchants linked to Visa or Mastercard’s network, as well as enjoying a wide array of benefits from various Bank’s merchants in Singapore and Malaysia. Strategi yang dilakukan berhasil mendorong kinerja positif segmen kartu kredit pada tahun 2019, sebagaimana terlihat dari outstanding kartu kredit yang tercatat sebesar Rp541 miliar, sedangkan volume transaksi kartu kredit Bank sepanjang tahun 2019 sebesar Rp2,7 triliun. These strategies have successfully boosted a positive performance for credit card segment in 2019, as can be seen from the total outstanding credit card of Rp541 billion, while credit cards transactions volumes in 2019 amounted to Rp2.7 trillion. Ke depan, segmen kartu kredit akan terus mendorong perkembangan bisnisnya melalui berbagai macam upaya: • Melanjutkan program cross-selling terhadap nasabah Bank dan juga menggarap segmen baru di luar nasabah existing. • Memanfaatkan kerjasama dengan online marketplace serta business partner lainnya dengan pemanfaatan teknologi digital. • Memperluas kerja sama dengan sejumlah merchant baik di dalam maupun di luar negeri. • Melengkapi fitur-fitur baru guna meningkatkan pelayanan kepada nasabah. • Mengeluarkan produk Kartu Kredit Baru dengan fitur dan benefit yang menyasar segment traveler. Moving forward, the credit card segment will continue its business development through the following means: • Continuing the cross-selling program targeting the Bank’s existing customers and tapping the new segments other than existing customers. • Utilizing the collaboration with online marketplace and other business partners by applying digital technology. • Expanding partnership with merchants, both domestic and overseas. • Improving new features to accelerate services to customers. • Launching new credit card product with features and benefits targeting the traveler segment. Strategi penjualan dan peningkatan transaksi akan senantiasa memperhatikan peningkatan pelayanan terpadu dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian. Integrated service improvement with prudence principle remains as our main focus in delivering our sales strategies and transaction growth. Outstanding Transaksi Kartu Kredit (Rp miliar) Outstanding Credit Card Transactions (Rp billion) Volume Transaksi Kartu Kredit (Rp triliun) Credit Card Transactions Volume (Rp trillion) 519 2017 541 509 2018 2.4 2019 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 2017 2.5 2018 2.7 2019
  87. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Data 85 Wealth Management dan Premier Banking Wealth Management and Premier Banking Wealth Management dan Premier Banking senantiasa bersinergi dengan perusahaan asuransi dan manajer investasi yang mempunyai kredibilitas tinggi dalam mengembangkan ragam produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah . The Wealth Management and Premier Banking consistently synergize with highly credible insurance companies and investment managers to develop a diverse product range that meet customers’ needs. Selama tahun 2019, Bank melakukan pengembangan bisnis melalui produk reksadana dan asuransi. Beberapa inisiatif yang dilakukan di antaranya yaitu: • Meluncurkan produk Reksadana BNP Obligasi Bintang, Reksadana Terproteksi Mandiri 180, Batavia Proteksi Maxima 11, Batavia Dana Obligasi Utama, Batavia Dana Saham, Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara, dan Batavia Proteksi Maxima 17. • Meluncurkan kerjasama dengan partner baru yaitu PT Mandiri Manajemen Investasi. • Meluncurkan produk Bancassurance yakni Asuransi PRU Capital Protected, Great Treasure Assurance and Asuransi Tambahan Great Term Cover. • Menyelenggarakan event bersama nasabah premier, nasabah perorangan dan komunitas lainnya. During 2019, the Bank’s business development was implemented for mutual funds and insurance products. The following initiatives were carried out: • The launch of Mutual Funds, namely BNP Obligasi Bintang, Reksadana Terproteksi Mandiri 180, Batavia Proteksi Maxima 11, Batavia Dana Obligasi Utama, Batavia Dana Saham, Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara and Batavia Proteksi Maxima 17. • Developed a new partnership with PT Mandiri Manajemen Investasi. • The launch of Bancassurance products namely Asuransi PRU Capital Protected, Great Treasure Assurance and Rider Great Term Cover. • Organized joint events for premier customers, individual customers and communities. Kinerja positif Wealth Management dan Premier Banking ditunjukkan dengan: • Jumlah total kekayaan nasabah yang dikelola Wealth Management dan Premier Banking meningkat masingmasing sebesar 1% dan 8%. • Jumlah nasabah Wealth Management dan Premier Banking Bank meningkat selaras dengan peningkatan dana yang dikelola. Wealth Management and Premier Banking recorded positive performance as follows: • Total assets under management for Wealth Management and Premier Banking increased by 1% and 8%, respectively. • The number of Bank’s Wealth Management and Premier Banking customers increased in line with the growth of managed funds. Pada tahun mendatang, Wealth Management dan Premier Banking melanjutkan strategi pengembangan bisnis yang bertumpu pada pengembangan produk Wealth Management seperti: • Menambahkan produk reksadana, bancassurance dan pengembangan fitur untuk memperbanyak alternatif pilihan bagi nasabah. • Mengembangkan produk Wealth Management melalui media elektronik. • Meluncurkan berbagai program edukasi dan sosialisasi nasabah secara berkelanjutan mengenai kesadaran perencanaan masa depan (financial planning awareness) sekaligus memberikan pengertian akan profil risiko. • Melakukan penetrasi produk/cross-selling dan mendorong sinergi internal Bank. Going forward, Wealth Management and Premier Banking will continue its business development strategies focusing on wealth management products, among others: • • • • Adding mutual fund and bancassurance products, and developing features to enrich alternative choices for the customers. Developing wealth management products through electronic media. Launching sustainable educational and socialization programs for customers on financial planning awareness, while providing insight on risk profiles. Conducting product penetration/cross selling and promoting internal synergy within the Bank. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  88. Kinerja 2019 86 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Jumlah Nasabah Premier Banking dan Wealth Management Total Customers of Premier Banking and Wealth Management 27 ,112 2018 Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Dana Kelolaan Reksadana Konvensional (Rp triliun) Asset Under Management of Conventional Mutul Fund (Rp trillion) 4.0 29,398 4.0 3.4 24,305 2017 Profil Perusahaan 2019 2017 2018 2019 Private Banking Private Banking Pada tahun 2019, Bank terus mendorong pertumbuhan nasabah, baik melalui akuisisi nasabah baru maupun aktivasi nasabah existing. Selain itu, seluruh kapabilitas Private Banking dari sisi produk, proses dan layanan terus ditingkatkan oleh Bank. In 2019, the Bank continued to foster customer growth through new customer acquisition, as well as upgrading existing customer. The Bank continuously improved Private Banking capabilities in all aspects, including product, process and services. Ke depannya, Bank akan menambah produk investasi agar lebih lengkap, menjalankan program promosi dan komunikasi melalui event atau konferensi; meningkatkan cross-selling dan kapabilitas private bankers sebagai single contact point untuk memberikan solusi atas kebutuhan nasabah sesuai dengan profil risikonya masing-masing. Going forward, the Bank will continue to expand investment products to complement existing ones, conduct promotional and communication programs through events or conferences, increase cross-selling, and enhance the capabilities of private bankers as a single contact point to provide solutions for customer needs according to their respective risk profiles. Unit Usaha Syariah (UUS) Sharia Business Unit (SBU) Komposisi penyaluran dana adalah 68% pada pembiayaan KPR iB dan 32% pembiayaan produktif, sedangkan komposisi sumber dana adalah Deposito Berjangka 33%, Tabungan 61% dan Giro 6%. Pembiayaan UUS senantiasa disertai dengan terjaganya kualitas aset yang sehat. Hal tersebut tercermin pada rasio pembiayaan bermasalah bruto (Gross Non Performing Financing atau NPF) dan rasio pembiayaan bermasalah bersih (net NPF) tercatat masing-masing sebesar 1,5% dan 1,1%. Dari sisi rasio keuangan, UUS mencatat return on asset (ROA) dan financing to deposit ratio (FDR) sebesar 0,4% dan 110,9%. The composition of funding was 68% for KPR iB financing and 32% for productive financing, while the composition for funding resources was 33% Time Deposits, 61% Savings Accounts and 6% Current Accounts. The SBU financing was accompanied by sound asset quality, as reflected in the gross Non-Performing Financing (gross NPF) ratio and the Net Non-Performing Financing (net NPF) ratio of 1.5% and 1.1%, respectively. On the financial ratio aspect, the SBU recorded return on assets (ROA) and financing to deposit ratio (FDR) of 0.4% and 110.9%, respectively. Pada tahun 2019, UUS melakukan kerjasama dengan beberapa asuransi rekanan untuk produk Asuransi Unit Link Syariah. Selain itu, UUS juga sudah ditunjuk sebagai salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPSBPIH) oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dengan In 2019, SBU has entered into cooperation with several insurance partners for Sharia Unit Linked Insurance product. SBU was also already appointed by the Hajj Fund Management Agency (BPKH) to be one of the Deposit Beneficiary Banks for the hajj pilgrimage costs (BPS-BPIH) as the Deposit Sejak pertengahan bulan Mei tahun 2017, Bank meluncurkan layanan Private Banking dalam rangka perluasan layanan Wealth Management. Segmen ini melayani nasabah high net worth pemilik bisnis, baik dari sektor usaha kecil dan menengah (UKM) maupun perusahaan besar. Sampai akhir tahun 2019, UUS menunjukkan perkembangan yang cukup baik dengan aset Rp4,3 triliun dan laba bersih Rp15,2 miliar. Pembiayaan tumbuh menjadi sebesar Rp3,7 triliun dan dana yang dihimpun sebesar Rp3,3 triliun. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Since mid-May 2017 the Bank has launched Private Banking services to expand its Wealth Management service. This segment serves high net worth business-owner customers, both from small and medium sectors (SME), as well as largesize companies. By the end of 2019, the SBU recorded a relatively positive growth with assets of Rp4.3 trillion and net income of Rp15.2 billion. Financing increased to Rp3.7 trillion and funding reached Rp3.3 trillion.
  89. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report Data Perusahaan 87 Corporate Data fungsi sebagai Bank Penerima Setoran , Bank Penempatan dan Bank Pengelolaan Nilai Manfaat sehingga dapat mendukung perkembangan bisnis Bank. Sebagai Bank Penerima Setoran maka pendaftaran calon Jemaah dapat diterima di 10 Kantor Cabang Syariah (KCS); Medan, Batam, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Pontianak dan Balikpapan serta didukung oleh 232 Kantor Layanan Syariah (KLS ). Receiving Bank, Placement Bank and Benefit Management Bank, which supported the Bank’s business growth. As the Deposit Receiving Bank, registration of Pilgrim candidates can be accepted at 10 Sharia Branch Offices (SBO) in Medan, Batam, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Pontianak and Balikpapan, supported by 232 Sharia Services Offices (SSO). Pada tahun 2019, realisasi bagi hasil UUS Bank OCBC NISP adalah sebesar 9,92065% per bulan. In 2019, the realization of revenue sharing of Bank OCBC NISP’s SBU was 9.92065% per month. Pembiayaan UUS (Rp triliun) SBU Financing (Rp trillion) 3.7 61% 2019 33% Tabungan Saving Accounts Deposito Berjangka Time Deposits Giro Current Accounts 6% 2.3 2.8 Komposisi Dana Pihak Ketiga UUS Composition of SBU Third Party Deposits 2017 2018 2019 Ke depan, strategi bisnis UUS Bank akan melanjutkan pengembangan digital banking dan sistem Teknologi Informasi sebagai solusi bagi kebutuhan nasabah, serta meningkatkan pertumbuhan low cost funding dengan menggarap segmen affluent dengan fokus pada emotional market. Selain itu, Bank akan melanjutkan pemasaran produk investasi wealth management dan akad pembiayaan produktif. Melanjutkan pengalaman tahun 2019, Bank akan meningkatkan bisnis penghimpunan dana haji, setelah UUS ditunjuk sebagai bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPSBPIH) oleh BPKH. Going forward, the SBU will set a business strategy to develop digital banking and Information Technology Systems as solutions for customer needs as well as improving low cost funding growth by tapping into the affluent segment with the focus on the emotional market. The Bank will also continue to market its wealth management investment products and productive financing agreements. Continuing from 2019, the Bank will enhance its hajj fund raising business, following the SBU’s appointment as the deposit-receiving bank for hajj pilgrimage costs (BPS-BPIH) by the BPKH. Emerging Business Emerging Business Sebagai salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomi Indonesia, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti mampu mendorong laju perekonomian di Indonesia dan terbukti juga mampu melalui berbagai kondisi krisis yang ada. As one of the key sectors in Indonesia’s Economy, Small and Medium Enterprises (SME) have proven their capability for driving Indonesia’s economy and ability to journey through various crises. Bank melalui salah satu divisinya, Emerging Business (EmB), juga fokus mendukung sektor UKM dengan memberikan pelayanan keuangan melalui fasilitas kredit modal kerja dan kredit investasi, dengan produk unggulannya berupa pembiayaan properti komersil. The Bank, through its Emerging Business (EmB) division, also focused on supporting the SME sector by providing financial services through working capital loan and investment loan facilities, with commercial property financing as its primary product. Pada tahun 2019, Bank melakukan penyesuaian maksimum pembiayaan menjadi Rp25 miliar, dengan tujuan memberikan layanan keuangan yang lebih maksimal kepada para pelaku industri UKM di Indonesia. In 2019, the Bank adjusted its maximum financing to Rp25 billion, in order to better serve the SME businesses in Indonesia. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  90. 88 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Dengan tetap mengedepankan value proposition berupa layanan yang “sederhana, cepat dan nyaman”, unit EmB pada tahun 2019 berhasil memepertahankan kinerja positif, sebagai berikut: • Pertumbuhan kredit sebesar 12% mencapai Rp21,0 triliun pada tahun 2019 dari Rp18,8 triliun di tahun 2018. • Dana pihak ketiga tumbuh sebesar 8% menjadi Rp2,1 triliun pada tahun 2019 dari Rp2,0 triliun pada tahun 2018. By prioritizing its value proposition, “simple, fast and convenient”, in 2019 the EmB unit maintained its positive performance as follows: Fokus pada peningkatan produktivitas penjualan, memperluas jaringan pemasaran produk dan mengoptimalkan sinergi dengan unit bisnis lain melalui cross selling, menjadi beberapa faktor yang turut membantu pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga. The focus on increasing sales productivity, product marketing, network expansion and synergy optimization with other business units via cross selling were some factors that supported the loan growth and the third-party funds. Untuk memastikan pertumbuhan yang menguntungkan, sehat dan berkelanjutan, sepanjang tahun 2019 EmB terus berupaya melakukan penyempurnaan dalam proses kredit internal, scoring system, monitoring portfolio kredit dan juga pembekalan pengetahuan yang terus menerus kepada staff penjual. To ensure a sound and sustainable model, in 2019 EmB continuously improved its internal loans process, scoring system, and loans portfolio monitoring. Melihat kondisi perekonomian di tahun 2020 yang diprediksi masih cukup menantang, EmB akan lebih memfokuskan diri pada peningkatan product holding dari nasabah existing, strategi memilih saluran distribusi yang tepat dengan kualitas target pasar yang baik, peningkatan layanan kepada nasabah dengan menghadirkan layanan beyond banking, dan pengembangan layanan digital sebagai inisiatif baru secara kreatif. As the economic conditions are predicted to remain challenging in 2020, EmB will be focusing more on productholding improvements for existing customers, proper strategy in selecting the right distribution channels, focus on quality target market, provide beyond banking service for customers. We will also develop digital services to complement our customer solution in a new, creative way. Selain itu, EmB memastikan secara konsisten untuk terus memberikan pelatihan kepada tim penjualan agar memiliki pengetahuan yang lebih mendalam tentang industri tertentu, memperkuat analisis profil risiko nasabah dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan UKM. Moreover, EmB will consistently provide training to the sales team to impart deeper knowledge about certain industries, to strengthen the analysis of customers’ risk profiles and to provide added value to SME customers. Perbankan Bisnis Business Banking Sepanjang 2019, Bank memaksimalkan pelayanannya dalam berbagai segmen seperti segmen Commercial dan Enterprise Banking, Wholesale Banking, Financial Institution, Grup Transaction Banking dan Grup Tresuri. Pencapaian di setiap segmen tidak lepas dari peran nasabah yang tetap memberikan kepercayaannya kepada Bank. Throughout 2019, the Bank maximized its services in various segments, including the Commercial and Enterprise Banking, Wholesale Banking, Financial Institution, Transaction Banking Group and Treasury Group segments. Each segment’s achievement indicated the customers’ trust to the Bank. Funding Business Banking Funding Business Banking Sepanjang tahun 2019, fokus strategi Bank adalah meningkatkan dana murah pihak ketiga secara berkelanjutan melalui inisiatif-inisiatif sebagai berikut: • Meningkatkan pertumbuhan dana murah secara berkesinambungan melalui rekening Giro Business Smart dan Signature dengan program pendukung. The Bank’s strategic focus in 2019 was to increase sustainable third party funds through several initiatives: Funding Business Banking fokus pada nasabah non perorangan, atau badan usaha yang tidak memiliki fasilitas kredit. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP • • Loan growth of 12%, reaching Rp21.0 trillion in 2019 from Rp18.8 trillion in 2018. Third-party funds grew 8% to Rp2.1 trillion in 2019 from Rp2.0 trillion in 2018. Funding Business Banking focuses on non-individual customers, or business entities that do not have loan facilities. • Increasing low-cost funds on an on-going basis through Business Smart and Signature current accounts with supporting programs.
  91. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report • • Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Memperdalam hubungan dengan setiap nasabah agar dapat memenuhi kebutuhan mereka beserta dengan group perusahaannya. Melakukan refreshment product knowledge dan selling skills untuk frontliners. Corporate Data 89 • Deepening relationships with each customer to meet their needs along with its group companies. • Conducting product knowledge and selling skills refreshment for frontliners. Strategi yang dilakukan berhasil mendorong kinerja positif segmen Funding Business Banking pada tahun 2019, sebagaimana terlihat jumlah dana yang dihimpun tercatat sebesar Rp21 triliun dan kenaikan giro sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya. These strategies boosted the performance in the Funding Business segment in 2019 as shown by third party funds growth to Rp21 trillion, of which current account grew 17% compared to the previous year. Ke depannya, strategi pengembangan bisnis yang sudah diterapkan pada tahun sebelumnya masih akan secara konsisten dilanjutkan dengan cara: • Melakukan penetrasi terhadap nasabah perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce, start-up company dan teknologi financial (fintech). • Menentukan fokus ke beberapa industri sebagai upaya untuk mendapatkan nasabah baru. • Melakukan beberapa inisiatif baru untuk meningkatkan cross selling produk – produk cash management, trade finance dan tresuri kepada nasabah perusahaan. • Melanjutkan penetrasi internet banking sebagai layanan untuk Solusi Cash Management. • Meningkatkan produktivitas sales melalui sales activity management yang lebih sistematis. Moving forward, the business development strategies will continue through the following: • • • • • Penetration of corporate customers in e-commerce, startup, and financial technology (fintech). Focusing on several industries to acquire new customers. Implementing several new initiatives to increase cross selling of cash management, trade finance and treasury products to corporate customers. Continuing internet banking penetration for Cash Management Solutions. Increasing sales productivity through systematic sales activity management. Commercial Banking Dan Enterprise Banking Commercial and Enterprise Banking Sepanjang tahun 2019, segmen Commercial & Enterprise Banking menjalankan strategi dan inisiatif dengan fokus pada peningkatan dan pertumbuhan jumlah nasabah yang berkualitas dengan cara: • Melakukan kerjasama dengan unit bisnis lain dalam rangka pemberian referral nasabah untuk meningkatkan cross-selling dengan memanfaatkan jaringan kantor cabang, grup dan komunitas bisnis nasabah yang memiliki prospek usaha yang baik • Melakukan evaluasi secara berkala terhadap produk, proses kredit serta pelayanan yang diberikan kepada nasabah guna memberikan solusi yang tepat serta menciptakan pengalaman nasabah yang baik. Selain itu juga mendorong nasabah untuk menggunakan produk dan layanan berbasis digital untuk kemudahan dalam bertransaksi guna meningkatkan loyalitas nasabah. • Terus menjaga kualitas portofolio kredit dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses pemberian kredit yang sesuai dengan risk appetite Bank. • Terus mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan engaged melalui rekrutmen yang berkualitas dan berkesinambungan, penyediaan pendidikan dan pelatihan yang efektif. During 2019, Commercial and Enterprise Banking segment implemented strategy and initiatives to focus on increasing number of prospective customers through these actions: Segmen Commercial & Enterprise Banking selalu berinovasi dalam mendukung performa Bank dengan memberikan multi-product, layanan yang lengkap, solusi yang tepat, serta kemudahan bertransaksi kepada nasabah sesuai dengan karakteristik bisnis masing – masing. Commercial and Enterprise Banking segment always innovates to support the Bank performance by delivering multi-product, complete services, the right solution and the ease of transaction to suit each business characteristic. • • • • Collaboration with other business units in referring customers to increase cross-selling by utilizing branch network operation, prospective customer groups and business communities. Conduct periodical products, credit processes and services evaluations to customers to ensure appropriate and comprehensive solutions while providing great customer experience. At the same time, also encourage customers to increase product and services digital usage in order to improve easiness of transactions while improving customer loyalty. Continue to maintain loan portfolio quality and implementing prudent banking principle in providing loan facilities in accordance to the Bank’s risk appetite. Continue to develop competent and engaged human resources through continuous quality recruitment while providing effective education and training. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  92. Kinerja 2019 90 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Profil Perusahaan Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Pada tahun 2019, segmen Commercial & Enterprise Banking melakukan pertumbuhan secara selektif di tengah perkembangan ekonomi yang dinamis dan penuh tantangan. In 2019, Commercial & Enterprise Banking segment selectively grew in the midst of challenging and dynamic economic developments. Ke depannya, strategi pengembangan bisnis yang sudah ditetapkan sebagian besar masih akan dilanjutkan, termasuk terus berupaya menambah jumlah nasabah dan portofolio melalui akuisisi nasabah baru dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Going forward, the business strategy would be continued and would include continuing efforts to increase number of customers and portfolio whilst promoting prudent banking principles. Kredit Komersial (Emerging, Commercial dan Enterprise) (Rp triliun) Commercial Loans (Emerging, Commercial and Enterprise) (Rp trillion) Kredit Korporasi (Wholesale dan Financial Institutions (Rp triliun) Corporate Loans (Wholesale and Financial Institutions) (Rp trillion) 66.1 37.6 68.4 34.4 57.8 2017 2018 37.1 2019 2017 2018 2019 Wholesale Banking Wholesale Banking Segmen Wholesale Banking senantiasa meningkatkan kapabilitas dalam memberikan solusi yang bernilai tambah, termasuk mendedikasikan tim Relationship Manager dan Product Expert yang sangat memahami detail bisnis nasabah dari masing-masing sektor industri, guna membantu mengidentifikasi peluang dan mendukung pencapaian pertumbuhan bisnis nasabah korporasi. Wholesale Banking segment continues to improve its capabilities to provide value-added solutions, including the formation of dedicated teams of Relationship Managers and Product Experts who understand customer’s businesses in each industry sector. This will help us identify opportunities and support the growth of corporate customers. Sepanjang tahun 2019, segmen Wholesale Banking mengimplementasikan inisiatif-inisiatif bisnis guna memaksimalkan produktivitas, di antaranya: • Meningkatkan pertumbuhan portofolio kredit yang berfokus pada industri yang sesuai dengan target market. • Senantiasa menjaga kualitas portofolio kredit dengan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam proses pemberian fasilitas kredit. • Mendorong kenaikan kontribusi penghimpunan dana pihak ketiga. • Meningkatkan jumlah nasabah dan grup baru guna mengurangi risiko konsentrasi pada portofolio kredit dan dana pihak ketiga. During 2019, Wholesale Banking segment implemented business initiatives to maximize productivity, including: Segmen Wholesale Banking fokus menjadi penyedia solusi terintegrasi pilihan bagi perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional besar di Indonesia. Segmen ini menyalurkan kredit bagi nasabah korporasi dengan nilai penjualan tahunan di atas Rp2 triliun, terutama pada sektor-sektor industri potensial di Indonesia selaras dengan Target Market Risk Acceptance Criteria (TMRAC ). Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Wholesale Banking segment aims to become the integrated solution provider of choice for large national and multinational companies in Indonesia. This segment manages corporate customers with annual sales above Rp2 trillion, especially in potential industrial sectors in Indonesia in line with the Target Market Risk Acceptance Criteria (TMRAC). • • Improved the growth of an industry-focused credit portfolio that is in line with the target market. Strived to maintain the loan portfolio quality by prudent lending principle. • Enhanced third party funds raising acitivities. • Improved number of new customers and groups to reduce concentration risk in loan portfolios and third party funds.
  93. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report • Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Mengoptimalkan hubungan dengan nasabah guna meningkatkan kontribusi fee-based income. Corporate Data • 91 Optimized customer relationships to increase fee-based income contributions. Strategi yang dilakukan berhasil menjaga kinerja segmen Korporasi pada tahun 2019. The strategies successfully maintained Corporate Banking segment’s performance in 2019. Ke depannya, strategi pengembangan bisnis yang sudah ditetapkan masih akan dilanjutkan secara konsisten. Moving forward, the established business development strategies will be consistently implemented. Financial Institution Financial Institution Inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh segmen Financial Institution di sepanjang tahun 2019 antara lain: • Menjalin kerja sama dengan unit internal Bank dan perusahaan afiliasi untuk meningkatkan bisnis Bank dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. • Menjalin kerja sama dengan Grup Tresuri dalam melayani transaksi Pasar Uang Antar Bank, Reverse Repo, suratsurat berharga dan valuta asing secara selektif dengan lembaga keuangan bank dan non-bank guna mendorong pertumbuhan fee-based income. • Meningkatkan portofolio kredit dalam bentuk kredit modal kerja jangka pendek dan jangka panjang secara selektif kepada perusahaan pembiayaan dan perusahaan sekuritas. • Memacu pertumbuhan dana pihak ketiga, baik yang berasal dari lembaga keuangan bank maupun bukan bank. • Membangun sinergi dengan tim Cash Management dan Trade Finance menawarkan produk terkait guna meningkatan pendapatan fee-based income. Financial Institution initiatives in 2019 include: • Working closely with the Bank’s internal units and affiliated companies to increase the Bank’s business and provide best service to customers. • Cooperating with Treasury Group in supporting Interbank Money Market, Reverse Repo, Marketable Securities, and Foreign Exchange transactions with selective banks and non-bank financial institutions to boost fee-based income. • Increasing credit portfolio of short term and long term working capital to selected Multi Finance and Securities companies. • Driving third party funds growth from Banks and NonBank Financial Institutions. • Synergizing with Cash Management and Trade Finance to offer relevant products to increase fee-based income Seiring dengan semakin kompleks kebutuhan nasabah, maka segmen Financial Institution akan terus memberikan layanan perbankan yang unggul dan meningkatkan kontribusi terhadap kinerja Bank. With the increasingly complex customers’ needs, Financial Institution segment will continue to provide excellent banking services and increase its contribution to the Bank’s performance. Transaction Banking Group Transaction Banking Group Transaction Banking Group yang terdiri dari Trade Finance dan Cash Management berfokus untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari pembiayaan dan layanan ekspor-impor dan pengelolaan arus kas. Transaction Banking Group, consists of Trade Finance and Cash Management, focusing on revenue contribution from customer financing and export-import services, as well as cash management. Berbagai inisiatif untuk meningkatkan layanan kepada nasabah dilakukan di lingkup Trade Finance pada tahun 2019, diantaranya: • Mengembangkan produk dan layanan Trade Finance termasuk evaluasi kebijakan produk dan prosedur kerja yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bisnis nasabah. To improve Trade Finance services for customers, various service developments were carried out in 2019, including: Financial Institution berperan aktif dalam memperluas kerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan seperti bank, perusahaan sekuritas, dana pensiun, perusahaan asuransi dan lembaga keuangan non-bank lainnya. Dengan dukungan jaringan yang luas dari Grup OCBC dan kerja sama yang luas dengan institusi ternama di dunia, Financial Institution mempunyai kapabilitas memberikan layanan terbaik untuk International Trade, Remittance, penyimpanan dana dan obligasi negara. Financial Institution actively expanded its cooperation with financial institutions, such as banks, securities, pension funds, insurance companies and other non-bank financial institutions. With OCBC Group’s extensive network and broad cooperation with reputable Institutions worldwide, Financial Institution has the capability to deliver excellent services for International Trade, Remittances, Deposits and Government. • Developing new Trade Finance products and services, including evaluation of product policies and procedures to accommodate customer business conditions and needs. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  94. 92 • • • Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Melanjutkan optimalisasi peran Trade Counter di berbagai wilayah untuk mendukung layanan yang komprehensif bagi nasabah. Terus mengembangkan sistem Trade dengan menambahkan fitur-fitur guna meningkatkan kapabilitas dan kualitas produk dan layanan. Melanjutkan pengembangkan sumber daya manusia yang kompeten melalui quality recruitment yang berkesinambungan, penyediaan pendidikan dan pelatihan yang efektif. • • • Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Optimizing the Trade Counter role in the regions to support comprehensive customer service. Continuing to develop Trade system with features enhancement to improve capabilities and quality of our products and services. Developing competent human resources through continuous quality recruitment, effective education and training. Pada lingkup Cash Management, upaya-upaya untuk meningkatkan jumlah giro dan perolehan pendapatan dari pengelolaan arus kas nasabah sebagai berikut: • Memastikan solusi Cash Management tersedia bagi nasabah, di samping melakukan pemantauan terhadap penggunaan layanan oleh nasabah. • Terus mengembangkan fitur, tampilan dan konsistensi interaksi nasabah pada aplikasi Velocity (Corporate Internet Banking) yang disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan nasabah dan teknologi. • Terus melakukan pengembangan dan/atau penambahan fitur dari produk giro untuk dapat memberikan layanan perbankan unggulan bagi nasabah. • Mengoptimalkan hubungan kerja sama dengan nasabah dengan memberikan solusi terintegrasi. On Cash Management, various efforts to increase current accounts and revenues from customer cash management were as follows: • Ensuring cash management solutions were available to customers while monitoring customer service usage. • Keeping up with technology and customers’ needs, while continuing to enhance Velocity (Corporate Internet Banking) features, interface and customer experience. • Developing and/or added features to current account products to provide superior banking services for customers. • Optimizing relationships with customers by providing integrated solutions. Hasil dari upaya-upaya yang dilakukan oleh Trade Finance dan Cash Management pada tahun 2019, antara lain: • Jumlah giro tumbuh 12,7% menjadi sebesar Rp25,2 triliun pada tahun 2019. • Jumlah nilai transaksi Velocity dan pengguna Velocity meningkat masing-masing sebesar 39,2% dan 5,5% pada tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. • Jumlah nilai transaksi Virtual Account meningkat sebesar 11,5% pada tahun 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. The following were some of the results achieved by Trade Finance and Cash Management in 2019: • Total current accounts increased 12.7% to Rp25.2 trillion in 2019. • The total of transaction amount Velocity and Velocity’s users increased by 39.2% and5.5% respectively in 2019 compared to the previous year. • The total of Virtual Account’s transaction amount increased by 11.5% in 2019 compared to the previous year. Di tahun mendatang, Trade Finance dan Cash Management akan terus melakukan terobosan-terobosan dalam pengembangan produk dan proses layanan guna mengikuti perkembangan kebutuhan nasabah Bank. Pada lingkup Trade Finance, akan dilakukan beberapa inisiatif di tahun 2020, antara lain: - Meningkatkan volume transaksi perdagangan dengan fokus pada sektor unggulan yang berorientasi pada ekspor dan/atau industri yang berkembang. - Mengoptimalkan peran Trade Counter yang tersebar di 23 kota di Indonesia untuk mendukung layanan Trade Finance yang komprehensif bagi nasabah. - Meningkatkan kompetensi layanan dan kapabilitas Trade System melalui penyempurnaan proses dan pengembangan sistem berbasis teknologi. Going forward, Trade Finance and Cash Management will continue to deliver breakthroughs in product development and services to satisfy customer requirements. For Trade Finance, the following initiative have been set for 2020: - Improving trade transaction volumes with a focus on export-oriented sector and/or developing industries. - Optimizing Trade Counter across 23 cities in Indonesia to provide comprehensive Trade Finance services for customers. - Enhancing trade system capabilities through improved technology-based processes and system development. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  95. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan Corporate Data 93 Sementara itu di lingkup Cash Management , di tahun 2020 akan dilakukan beberapa inisiatif seperti: 1. Meningkatkan utilisasi Velocity (Corporate Internet Banking). 2. Bekerja sama dengan pihak ketiga (khususnya di bidang teknologi), untuk memperluas solusi Cash Management yang sesuai dengan perkembangan jaman terkini. 3. Meningkatkan pengetahuan tim atas sektor-sektor yang menjadi target pasar sehingga dapat memberikan solusi spesifik terbaik bagi sektor tertentu sekaligus dapat menjalin kerja sama dengan seluruh komunitas di sektor industri tersebut. For Cash Management, the following initiative have been set for 2020: 1. Improving the penetration of Velocity (Corporate Internet Banking). 2. Collaborating with third parties (especially in technology) to enhance Cash Management solutions. Treasury Treasury Grup Treasury memiliki peranan penting dalam menerapkan kerangka kerja manajemen likuiditas dan suku bunga Bank, yang dilaksanakan melalui aktivitas pengelolaan likuiditas harian, serta pelaksanaan strategi pendanaan, investasi, dan lindung nilai. Sebagai tim Customer Solution, Treasury juga bertanggung jawab dalam menyediakan produk dan layanan konsultasi untuk membantu nasabah mengelola risiko keuangan. Treasury Group plays a key role in implementing the Bank’s liquidity and interest rate management framework, through its daily liquidity management activities, as well as its execution on the funding, investment and hedging strategies. Furthermore, as a customer solution team, Treasury is responsible for providing products and advisory services to help our customers manage their financial risks. Treasury sebagai pelaku pasar memiliki komitmen untuk selalu melaksanakan aktivitas sesuai dengan kode etik dan best practice yang berlaku di pasar. Sebagai pihak perantara pertama Bank ke pasar global, Treasury bekerja secara proaktif dalam berkoordinasi dengan Regulator dan mendukung aturan regulasi yang bertujuan untuk menciptakan pasar keuangan Indonesia yang kuat dan stabil. Kami memahami bahwa pasar keuangan yang kuat merupakan persyaratan utama dalam pembangungan sektor riil di negeri ini. Treasury, as a market participant, is committed to align its activities with the prevailing code of conduct and best practices in the market. As the face of the Bank to the global markets, Treasury takes a proactive stance in coordinating with Regulators and supporting regulatory efforts aimed to create a deep and stable Indonesian financial markets. We understand that a strong financial market is among the key prerequisites for the development of real sectors of our country. Dalam rangka memberikan kemudahan dan meningkatkan layanan kepada nasabah terhadap produk-produk Treasury, beberapa pengembangan dilakukan pada aplikasi One Mobile di tahun 2019 yaitu untuk transaksi FX dan Bonds yang dapat dilakukan melalui telepon seluler. Treasury akan terus berupaya untuk meningkatkan nilai dan kontribusi bagi Bank dengan mengembangkan produk dan layanan yang inovatif untuk terus mendapatkan dan mempertahankan pendanaan yang stabil. In order to improve convenience and customer experience for Treasury products, a number of enhancements on FX and Bonds mobile dealing capabilities were implemented in ONe Mobile in 2019.  Treasury will continue efforts to increase its value and contribution to the Bank by creating more innovative products and services that can help procure and maintain stable funding. 3. Enhancing the team’s knowledge on target market sectors to provide best customized solutions for customers while establishing collaboration with all communities within the industrial sectors Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  96. 94 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Tinjauan Pendukung Bisnis Business Support Overview TEKNOLOGI INFORMASI (TI) Information Technology (IT) Pengelolaan Teknologi Informasi Information Technology Management Pada tahun 2019, Divisi Teknologi Informasi terus melakukan pengembangan TI yang berfokus pada upaya penyempurnaan dan proses integrasi sistem. Tujuannya untuk meningkatkan konektivitas antar sistem dan layanan bagi nasabah dengan memanfaatkan teknologi Omni channel. Pengembangan TI didukung dengan tata kelola cyber security yang berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi yang dilakukan Bank secara keseluruhan melalui proses digitalisasi produk dan layanan. In 2019, the Information Technology Division continued focusing on the development of system refinements and integration processes to improve intersystem connectivity and customer service by utilizing the Omni channel technology. IT development is supported by sustainable cyber security governance, as a part of a comprehensive transformation conducted by the Bank through the product and service digitalization process. Bank melakukan proses pengembangan Chatbot yang dapat memberikan layanan informasi mengenai produk melalui media chatting dengan robot yang terintegrasi dengan media sosial maupun mobile banking. Bank juga mengembangkan koneksi dengan pihak ketiga untuk meningkatkan kerjasama melalui penggunaan Application Programming Interface (API), dan melanjutkan proses pengembangan biometric behaviour analytics. Selanjutnya akan mulai dikembangkan ke arah pemanfaatan teknologi terkini seperti pengenalan wajah (face recognition) yang dapat diaplikasikan ke dalam berbagai interaksi verification dan authentication process. The Bank developed a Chatbot system to provide a product information service using chat media interactions with a robot integrated with social media and mobile banking. The Bank also enhanced third party collaboration by using the Application Programming Interface (API) and continued the biometric behavior analytics development. Moving forward, the Bank will apply the latest technologies, such as face recognition in various verification and authentication processes. Dari sisi tata kelola risiko keamanan siber, Bank terus melakukan peningkatan dan pembaruan berkesinambungan terhadap strategi dan penerapan cyber resiliency (ketahanan siber). Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan User & Entity Behavior Analytic (UEBA) dan melakukan pengawasan terintegrasi terhadap seluruh security devices (perangkat keamanan) melalui monitoring tools yang terpadu. On cyber security risk governance, the Bank continues to improve and update its cyberresiliency strategy and implementation by using the User & Entity Behavior Analytic (UEBA), and conducting integrated supervision on all its security devices through integrated monitoring tools. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Pengembangan TI Bank berfokus pada upaya penyempurnaan dan proses integrasi sistem yang didukung dengan tata kelola TI yang efektif The Bank focuses its IT development on system refinement and integration processes supported by effective IT governance.
  97. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan Corporate Data 95 Untuk mendukung pengembangan teknologi ke depan , Bank akan terus melanjutkan proses transformasi digitalisasi layanan perbankan. Khususnya yang terkait dengan pengotomatisan, aplikasi pendukung untuk nasabah melalui aplikasi mobile, mobile banking serta internet banking melalui penambahan fitur dan pengembangan user interface (UI), dan melanjutkan persiapan pengembangan Data Center baru yang memenuhi kualifikasi Tier 3. The Bank will therefore continue the digitalization of its banking services to foster future technological development, notably those related to automation, the mobile-based customer support application, mobile banking and internet banking applications by feature additions, user interface developments, and the continuing preparations for the new Tier 3-compliant Data Center. IT Governance IT Governance Di bidang IT Governance, Bank terus mengembangkan proses tata kelola TI yang efektif. Hal ini merupakan salah satu pilar utama dalam GCG, dengan mengacu pada Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 tanggal 30 November 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. On IT governance, the Bank continues developing an effective IT governance process, as one of GCG’s main pillars, by referring to Bank Indonesia Regulation No. 9/15/PBI/2007 dated November 30, 2007 concerning the Implementation of Risk Management in the Use of Information Technology by Commercial Banks. Dalam penerapannya, Data Center Bank sudah melaksanakan Sistem Manajemen Layanan sesuai standar ISO 20000 dan Sistem Manajemen Keamanan Informasi sesuai standar ISO 27000. The Data Center has carried out a Service Management System based on the ISO 20000 standard and ISO 27000 standard for Information Security Management Systems. Bank secara berkesinambungan terus melakukan upaya untuk meningkatkan layanan dan pengelolaan keamanan informasi agar sesuai dengan standar ISO 20000-1, khususnya pada Layanan One Mobile yang meliputi proses pengembangan, pemeliharaan, dan monitoring. Selain itu, ISO 27001 pada seluruh proses fungsi di IT Security Division dan pengendalian keamanan fisik dan lingkungan Data Center. The Bank strives to improve its information security services and management to comply with the ISO 20000-1 standard, particularly on the One Mobile service covering development, maintenance, and monitoring. Additionally, the ISO 27001 standard is applied to the entire function process of the IT Security Division, including the physical and surrounding areas of the security control of the Data Center. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  98. 96 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Tinjauan KEUANGAN Financial Overview GAMBARAN UMUM MAKRO EKONOMI INDONESIA TAHUN 2019 INDONESIA MACRO ECONOMIC OVERVIEW FOR 2019 Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terjaga dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,0%, sedikit lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 5,2%. Pertumbuhan masih dikontribusikan oleh komponen konsumsi rumah tangga. Indonesia’s economic growth continues to be stable in the last few years. In 2019, Indonesia’s economic growth reached 5.0%, slightly lower than 5.2% in 2018. The household consumption component continued to contribute to this growth. Dari sisi neraca perdagangan, secara kumulatif nilai ekspor dan impor Indonesia masing-masing tercatat USD167,5 miliar dan USD170,7 miliar pada akhir tahun 2019. Keduanya mengalami kontraksi, yakni 6,9% untuk ekspor dan 9,5% untuk impor bila dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu, jumlah cadangan devisa pada akhir tahun 2019 naik sebesar USD8,5 miliar menjadi sebesar USD129,2 miliar atau setara dengan pembiayaan 7,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, yang berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. On trade balance, cumulatively the value of Indonesia’s exports and imports were at USD167.5 billion and USD170.7 billion at the end of 2019. Both experienced a contraction, i.e. by 6.9% for exports and 9.5% for imports compared with previous year. Foreign exchange reserves at the end of 2019 increased by USD8.5 billion to USD129.2 billion, equivalent to financing 7.3 months of import and payment of government foreign debt, which is above the international adequacy standard of around 3 months of import. Dengan perkembangan tersebut, secara keseluruhan neraca perdagangan 2019 tercatat defisit USD3,2 miliar, membaik dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan defisit sebesar USD8,7 miliar. Defisit neraca perdagangan 2019 tersebut yang dipicu oleh sektor migas walaupun sektor nonmigas mengalami surplus yang lebih besar dibandingkan tahun 2018. Meski demikian, nilai tukar rupiah pada akhir tahun 2019 menguat sebesar 4,1% menjadi Rp13.883/USD dibanding akhir tahun 2018. As a result, the overall trade balance in 2019 recorded a deficit of USD3.2 billion, improved against the deficit in 2018 of USD8.7 billion. The 2019 trade balance deficit was triggered by the oil and gas sector even though the non-oil and gas sector experienced a greater surplus in contrast to 2018. However, the rupiah exchange rate at the end of 2019 strengthened by 4.1% to IDR13,883/USD compared to the end of 2018. Selama tahun 2019, inflasi tercatat pada level 2,7%, turun dari tingkat inflasi tahun 2018 sebesar 3,1%. Tingkat inflasi ini berada dalam kisaran sasaran inflasi yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu sebesar 3,5%±1%. During 2019, inflation was recorded at 2.7%, decreased from the 2018 inflation rate of 3.1%. This was within the range set by Bank Indonesia at 3.5%±1%. Sepanjang tahun 2019, Bank Indonesia melakukan beberapa kali penyesuaian pada BI 7-day reverse repo rate. Dengan demikian, suku bunga acuan BI telah ditutup pada level 5,00% pada akhir tahun 2019 dan lending facility pada level 5,75%. Throughout 2019, Bank Indonesia adjusted its BI 7-day reverse repo rate several times. As a result, the BI base rate closed 2019 at 5.00%, with lending facility at 5.75%. Pada tahun 2019, Indonesia mampu mempertahankan “investment grade”, dengan rating dari lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings dan S&P adalah BBB dengan prospek stabil dan dari Moody’s adalah Baa2 dengan prospek stabil. In 2019, Indonesia was able to maintain “investment grade” by having BBB rating with stable prospect from international rating agencies Fitch Ratings and S&P and Baa2 with stable prospect from Moody’s. Sedangkan pada pasar modal Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan perbaikan 1,7% menjadi 6.300 pada akhir tahun 2019 dari 6.195 pada tahun 2018. Perbaikan secara terbatas ini pada indeks antara lain disebabkan oleh beberapa hal, antara lain pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dari tahun sebelumnya, defisit neraca perdagangan serta kenaikan pada Fed Rate, meskipun nilai tukar rupiah menguat. Meski demikian, kinerja IHSG ini masih lebih baik dari beberapa bursa utama di dunia. Meanwhile in the Indonesian capital market, the Indonesia Stock Exchange (IDX) Composite Index (IDXCI) recorded an improvement of 1.7% to 6,300 at the end of 2019 from 6,195 in 2018. This limited index improvement was driven by, among others, the stagnant economic growth from previous year, trade balance deficit and an increase of Fed Rate, albeit improved rupiah exchange rate. Nevertheless, the IDXCI performance was still considered stronger than other global indexes. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  99. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Indikator Ekonomi Indonesia Keterangan 97 Corporate Data Indonesia Economy ’s Indicators Satuan 2018 2019 Unit Description Pertumbuhan PDB % y-o-y 5.2 5.0 % y-o-y GDP Growth Ekspor USD miliar 180.0 167.5 USD billion Exports Impor USD miliar 188.7 170.7 USD billion Imports Neraca Perdagangan USD miliar -8.7 -3.2 USD billion Balance of Trade Cadangan Devisa USD miliar 120.7 129.2 USD billion Foreign Exchange Reserves Rp/USD (akhir periode) Rp 14,480 13,883 Rp Rp/USD (end of period) Inflasi IHK % 3.1 2.7 % Inflation BI Rate (akhir tahun) * % 6.75 5.75 % BI Rate (end of year) * BI 7-day Reverse Repo Rate % 6.00 5.00 % BI 7-day Reverse Repo Rate Indeks Harga Saham Gabungan Akhir periode 6,195 6,300 End of period Indoensia Composite Index Peringkat Fitch – Valuta Asing BBB BBB Fitch Rating – Foreign Exchange Jangka Panjang (Outlook: Stabil) (Outlook: Stabil) Long Term Sumber: Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia dan BEI. Source: Central Agency on Statistic, Bank Indonesia and IDX. * Berdasar data lending facility dari siaran pers Bank Indonesia. Based on lending facility data from Bank Indonesia press release.* INDUSTRI PERBANKAN INDONESIA INDONESIAN BANKING INDUSTRY Perkembangan Bisnis Bank Umum Commercial Banks’ Business Development Secara umum stabilitas sistem perbankan masih tetap terjaga dan disertai fungsi intermediasi yang relatif baik dalam mendukung pembiayaan perekonomian. The banking system in general remained stable, accompanied by a relatively sound intermediary functions to support economic financing. Keterangan Kredit yang diberikan Dana Masyarakat Pendapatan Bunga Bersih Pendapatan Non Bunga Pendapatan Operasional Laba Operasional Laba Bersih Marjin Bunga Bersih (NIM) Rasio Kontribusi Pendapatan Operasional Lainnya terhadap Total Pendapatan Operasional Rasio Pengembalian terhadap Aktiva (ROA) Rasio Kredit yang Diberikan terhadap Dana Masyarakat Rasio Kredit Bermasalah Bruto (Gross NPL) Satuan 2018 2019 Unit Rp Triliun Rp Triliun Rp Triliun Rp Triliun Rp Triliun Rp Triliun Rp Triliun % % 5,295 5,630 377 261 1,004 185 150 5.1 26.0 5,617 5,999 389 318 1,146 196 156 4.9 27.8 Rp Trillion Rp Trillion Rp Trillion Rp Trillion Rp Trillion Rp Trillion Rp Trillion % % % 2.6 2.5 % Return on Asset (ROA) % 94.8 94.4 % Loan to Deposit Ratio (LDR) % 2.4 2.5 % Tingkat Kecukupan Modal (CAR) % 23.0 Sumber: Statistik Perbankan Indonesia (SPI) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan-to-Deposit Ratio/LDR) bank umum turun menjadi 94,4% pada akhir tahun 2019 dibandingkan 94,8% di akhir tahun 2018. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kredit terbatas yang masih dapat dipertahankan dengan penyaluran kredit yang diiringi prinsip kehati-hatian (prudent), meskipun pada saat yang sama, terjadi pengetatan pada likuiditas. Penyaluran kredit Description Loans Deposits Net Interest Income Non-Interest Income Operating Income Income from Operations Net Income Net Interest Margin (NIM) Other Operating Income to Operating Income Non-Performing Loans (Gross NPL) 23.4 % Capital Adequacy Ratio (CAR) Source: Indonesia Banking Statistic (SPI) ) – Financial Service Authority (FSA or OJK) Loan-to-Deposit Ratio (LDR) for commercial banks decreased to 94.4% at the end of 2019 from 94.8% in 2018. This was in line with limited loan growth accompanied by prudent lending, albeit at the same time there was liquidity tightening. Loan rose by 6.1% y-o-y to Rp5,617 trillion from Rp5,295 trillion in 2018. By type of purpose, the composition of bank loans was dominated by working capital of 45.9%, followed by consumer Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  100. 98 Kinerja 2019 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report naik sebesar 6 ,1% y-o-y menjadi Rp5.617 triliun pada tahun 2019 dari Rp5.295 triliun pada tahun 2018. Adapun komposisi kredit perbankan berdasarkan penggunaannya didominasi oleh kredit modal kerja 45,9%, diikuti kredit konsumsi 27,7% dan kredit investasi 26,4%. Rasio kredit bermasalah (NonPerforming Loan/NPL) tercatat sebesar 2,5% pada akhir tahun 2019, masih jauh berada di bawah batas maksimum rasio kredit bermasalah - bersih sebesar 5%. Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis loans of 27.7% and investment loans at 26.4%. Non-Performing Loans (NPL) ratio stood at 2.5% at the end of 2019, which was still far below the maximum limit of NPL - net 5%. Komposisi Kredit Bruto Berdasarkan Jenis Penggunaan (Rp triliun, kecuali %) Loan Gross Composition by Usage (Rp trillion, except %) 5,617 5,295 26.4% 24.7% Konsumsi Consumption 27.7% Investasi Investment 27.8% 45.9% 47.5% 2018 (Dalam Rp triliun, kecuali %) Modal Kerja Working Capital 2019 (In Rp trillion, except %) YoY Keterangan Modal Kerja Konsumsi Investasi Jumlah 2018 2019 Jumlah Amount % 2,512 1,474 1,309 5,295 2,577 1,559 1,481 5,617 65 85 172 322 2.5% 5.8% 13.2% 6.1% Pertumbuhan kredit pada tahun 2019 didorong oleh tingginya pertumbuhan kredit dalam rupiah sebesar 7,5% y-o-y, sedangkan kredit valas terkontraksi sebesar 1,8%. Description Working Capital Consumption Investment Total Loan growth in 2019 was driven by strong credit growth in rupiah currency of 7.5% y-o-y, while foreign currency decreased by 1.8%. Komposisi Kredit Bruto Berdasarkan Jenis Mata Uang (Rp triliun, kecuali %) Loan Gross Composition by Currency (Rp trillion, except %) 5,617 5,295 14.0% 15.1% Valas Foreign Currency 84.9% 86.0% 2018 2019 Rupiah Rupiah (Dalam Rp triliun, kecuali %) (In Rp trillion, except %) YoY Keterangan Rupiah Valas Jumlah 2018 4,494 801 5,295 2019 Jumlah Amount 4,831 786 5,617 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 337 (15) 322 Description % 7.5% -1.8% 6.1% Rupiah Foreign Currencies Total
  101. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report 99 Corporate Data Sementara itu , dilihat berdasarkan sektornya, sektor produktif memiliki pertumbuhan yang relatif merata pada tahun 2019. Based on sector, the productive sector had a relatively even growth in 2019. Komposisi Kredit Bruto Berdasarkan Sektor Ekonomi (Rp triliun, kecuali %) Loan Gross Composition by Economic Sector (Rp trillion, except %) 5,617 5,295 6.5% 7.6% 8.9% 16.6% 6.0% 7.3% 9.3% 17.0% 20.3% 40.1% 2018 Konstruksi Constuction Manufaktur Manufacture 19.9% Jasa Service Perdagangan Trade 40.5% Pertanian & Pertambangan Agriculture & Mining Lain-lain Others 2019 (Dalam Rp triliun, kecuali %) (In Rp trillion, except %) YoY Keterangan Perdagangan Manufaktur Pertanian dan Pertambangan Jasa Konstruksi Lain-lain Jumlah 2018 2019 Jumlah Amount % 1,076 899 493 388 316 2,123 5,295 1,116 932 504 429 362 2,274 5,617 40 33 11 41 46 151 322 3.7% 3.6% 2.3% 10.4% 14.6% 7.1% 6.1% Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2019 mencapai Rp5.999 triliun atau meningkat sebesar 6,5% y-o-y dari Rp5.630 triliun pada tahun 2018. Adapun komposisi dana dengan biaya murah seperti tabungan dan giro tumbuh masing-masing sebesar 6,6% dan 11,5% pada tahun 2019. Peningkatan dana dengan biaya murah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepercayaan terhadap prospek perekonomian dan kekuatan sektor perbankan di Indonesia. Description Trade Manufacture Agriculture and Mining Service Construction Others Total Third Party Funds (TPF) in 2019 reached Rp5,999 trillion, an increase of 6.5% y-o-y from Rp5,630 trillion in 2018. The composition of low-cost funds such as savings and current accounts each grew by 6.6% and 11.5% respectively in 2019. These indicated the public’s confidence in economic outlook and strength of Indonesian banking sector. Komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Berdasarkan Jenis Simpanan (Rp triliun, kecuali %) Third Party Funds Composition by Type of Deposits (Rp trillion, except %) 5,999 5,630 Giro Current Accounts 24.5% 23.4% 32.4% 44.2% 2018 32.4% Tabungan Saving Accounts 43.1% Deposito Time Deposits 2019 (Dalam Rp triliun, kecuali %) (In Rp trillion, except %) YoY Keterangan Deposito Tabungan Giro Jumlah 2018 2019 Jumlah Amount % 2,490 1,825 1,315 5,630 2,588 1,945 1,466 5,999 98 120 151 369 3.9% 6.6% 11.5% 6.5% Description Time Deposits Saving Accounts Current Accounts Total Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  102. 100 Kinerja 2019 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Berdasarkan jenis mata uang , DPK dikontribusikan oleh DPK denominasi Rupiah. Pada tahun 2019, DPK denominasi Rupiah bertambah sebesar Rp340 triliun atau naik 7,0% y-o-y, sedangkan DPK denominasi valas juga mencatatkan kenaikan sebesar Rp29 triliun atau naik sebesar 3,5% y-o-y. Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis By currency, Rupiah-denominated TPF made up a major contribution to total TPF. In 2019, Rupiah denominated TPF increased by Rp340 trillion, or 7.0% y-o-y, while TPF in foreign currencies increased by Rp29 trillion or, 3.5% y-o-y. Komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) Berdasarkan Mata Uang (Rp triliun, kecuali %) Third Party Funds Composition by Currency (Rp trillion, except %) 5,630 5,999 14.3% 13.9% 85.7% 86.1% 2018 2019 Valas Foreign Currency Rupiah Rupiah (Dalam Rp triliun, kecuali %) (In Rp trillion, except %) YoY Keterangan 2018 Rupiah Valas Jumlah 2019 4,825 805 5,630 Jumlah Amount 5,165 834 5,999 340 29 369 Description % 7.0% 3.5% 6.5% Rupiah Foreign Currencies Total Industri perbankan secara umum tumbuh secara terbatas pada tahun 2019. Industri mencatat laba bersih sebesar Rp156 triliun, naik sebesar 4,3% dibandingkan Rp150 triliun pada tahun 2018. Sampai dengan akhir tahun 2019 kinerja profitabilitas industri perbankan masih tumbuh, meskipun tidak setinggi tahun sebelumnya, yang dapat dilihat dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sepanjang tahun 2019 yang mencapai Rp389 triliun, atau naik sebesar 3,1% y-o-y, yang melampaui pendapatan bunga bersih pada tahun 2018 sebesar Rp377 triliun. The banking industry in general had a limited growth in 2019. The industry recorded net income of Rp156 trillion, an increase of 4.3% from Rp150 trillion in 2018. By the end of 2019, the banking industry’s profitability performance was still at growing pace, albeit not as strong as previous year. This was demonstrated by growth of net interest income at Rp389 trillion in 2019, an increase of 3.1% y-o-y, exceeded the Rp377 trillion growth in 2018. Marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) perbankan membukukan penurunan menjadi sebesar 4,9% pada tahun 2019 dari 5,1% pada tahun 2018, yang terutamanya disebabkan oleh penyaluran kredit yang melambat. Meski demikian pendapatan non bunga dari perbankan naik sebesar 21,8% y-o-y. Bank’s Net Interest Margin (NI M) decreased to 4.9% in 2019 from 5.1% in 2018, as a slowing down in credit disbursement. Nevertheless, in 2019, non-interest income from banks increased to 21.8% y-o-y. Stabilitas industri perbankan masih tetap terjaga dengan baik juga tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/ Capital Adequacy Ratio) yang mencapai 23,4% pada akhir tahun 2019, sedikit naik dibandingkan tahun 2018 sebesar 23,0%, namun masih berada jauh di atas ketentuan minimum. The banking industry’s stability was still well-maintained as reflected in the high capital adequacy ratio (CAR ) of 23.4% at the end of 2019, slightly up from 23.0% in 2018, but remains far above the minimum requirement TINJAUAN KINERJA OPERASIONAL BANK THE BANK ’S OPERATIONAL PERFORMANCE OVERVIEW Bank berhasil meningkatkan kinerjanya selama tahun 2019 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp2,9 triliun. Imbal hasil aset (ROA) dan imbal hasil ekuitas (ROE) Bank masingmasing sebesar 2,2% dan 11,6% pada tahun 2019. The Bank managed to improve its performance in 2019, recording a net income of Rp2.9 trillion. Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) stood at 2.2% and 11.6%, respectively, in 2019. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  103. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan Corporate Data 101 Pada akhir tahun 2019 , total aset Bank mencapai Rp180,7 triliun. Kredit bruto mencapai Rp119,0 triliun. Pertumbuhan kredit diiringi dengan terjaganya kualitas kredit, yang ditunjukkan dengan kredit bermasalah bruto (Gross NPL) sebesar 1,7% dari total Kredit bruto. Tingkat NPL bruto ini relatif lebih rendah dibanding dengan rata-rata industri di kisaran 2,5% pada akhir tahun 2019. Pertumbuhan kredit Bank didukung oleh pertumbuhan total DPK yang mencapai Rp126,1 triliun pada akhir tahun 2019. Di sisi permodalan, total ekuitas mencapai Rp27,7 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR ) tercatat sebesar 19,2% di akhir tahun 2019. At the end of 2019, total assets stood at Rp180.7 trillion. Gross Loans amounted Rp119.0 trillion. The loan growth was accompanied by maintained loan quality, as reflected by the Bank’s gross NPL of 1.7% of total gross loans. Gross NPL level was relatively lower than the industry’s average of 2.5% at the end of 2019. The growth of gross Loans was also supported by the growth of TPF that reached Rp126.1 trillion at the end of 2019. In terms of capital, total equity reached Rp27.7 trillion and the Capital Adequacy Ratio (CAR) was recorded at 19.2% at the end of 2019. Di samping itu, Bank berhasil mempertahankan posisinya sebagai bank swasta yang sehat dan pruden dengan mempertahankan peringkat lokal ‘AAA’ dari Fitch Ratings dan Pefindo, menjadi salah satu bank dengan peringkat kredit tertinggi di Indonesia pada tahun 2019. The Bank also successfully strengthened its position as a sound and prudent national private bank by maintaining its local rating of ‘AAA’ from Fitch Ratings and Pefindo, becoming one of the banks with highest credit rating in Indonesia in 2019. Pencapaian kinerja keuangan juga senantiasa diiringi dengan upaya-upaya untuk meningkatkan posisi dan kapabilitas lini produk dan layanan transaksi perbankan yang lengkap termasuk meningkatkan efektivitas jaringan 283 kantor, 669 ATM, e-Banking termasuk internet dan mobile banking, branding, tata kelola perusahaan, sistem, teknologi dan perbaikan proses kerja secara berkesinambungan, guna mampu menghasilkan nilai ekonomi yang maksimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. The financial performance achievement was bolstered by the Bank’s efforts to consistently increase the position and capabilities of its comprehensive banking products and transaction services, including to improve network’s effectiveness of its 283 offices, 669 ATMs, e-Banking, including internet and mobile banking services, branding, corporate governance, systems, technology, as well as continuous improvements in working processes in order to build maximum and sustainable economic value for all stakeholders. Kinerja Keuangan Bank THE Bank’s Financial Performance Bank mencatatkan kenaikan laba bersih pada tahun 2019 menjadi sebesar Rp2,9 triliun atau meningkat sebesar 11,4% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp 2,6 triliun dengan imbal hasil aset (ROA) Bank di tahun 2019 sebesar 2,2%, naik dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar 2,1%. Sedangkan untuk imbal hasil ekuitas (ROE) Bank tercatat sebesar 11,6% di tahun 2019. The Bank recorded increase in net income to Rp2.9 trillion in 2019, an increase of 11.4% from Rp2.6 trillion in 2018. The Bank’s ROA in 2019 was 2.2% in 2019 or higher than 2.1% in 2018, while ROE was recorded at 11.6% in 2019. Pendapatan Bunga Interest Income Pendapatan bunga pada tahun 2019 sebesar Rp13,5 triliun, meningkat sebesar Rp1,3 triliun atau sebesar 10,4% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp12,2 triliun. Kenaikan ini terutama didukung oleh penyaluran kredit yang masih terjaga. Suku bunga rata-rata Kredit bruto dalam denominasi Rupiah naik menjadi sebesar 10,28% pada tahun 2019 dibandingkan dengan 10,13% pada tahun 2018, sedangkan suku bunga rata-rata Kredit Bruto dalam denominasi mata uang asing turun menjadi 5,52% pada tahun 2019. Interest income was Rp13.5 trillion in 2019, an increase of Rp1.3 trillion, or 10.4% from Rp12.2 trillion in 2018. This was mainly derived by maintained credit disbursement. The average interest rate in Rupiah-denominated gross loans increased to 10.28% in 2019 from 10.13% in 2018, whereas the average interest rate in foreign currency-denominated gross loans decreased to 5.52% in 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  104. Kinerja 2019 102 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Pendapatan Bunga (Dalam Rp miliar, kecuali %) Aset Pinjaman yang diberikan Efek-efek dan obligasi Pemerintah Giro dan penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia Lain-lain Jumlah Management Discussion & Analysis Interest Income (In Rp billion, except %) 2018 2019 Suku Bunga Rata-Rata Average Interest Rate (%) Pendapatan Bunga Interest Rupiah Income Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Mata Uang Asing Foreign Currencies Suku Bunga Rata-Rata Average Interest Rate (%) Pendapatan Bunga Interest Income Δ% Pendapatan Bunga Interest Income Mata Uang Asing Foreign Currencies Rupiah 10,314 10.13 5.74 10,950 10.28 5.52 6.2% 1,697 6.54 2.56 2,037 7.04 2.86 20.0% 200 6.00 1.45 281 7.31 1.76 10 12,221 - - 228 13,496 - - Assets Loans Marketable securities and Government bonds 40.3% Current Account and Placement with other banks and Bank Indonesia 2,271.7% Others 10.4% Total Komposisi Pendapatan Bunga (Rp miliar, kecuali %) | Interest Income Composition (Rp billion, except %) 13,496 12,221 13.9% 1.7% 15.1% Lain-lain Others 3.8% Surat berharga Marketable Securities 84.4% 81.1% 2018 2019 Kredit Loans Beban Bunga Interest Expenses Beban bunga Bank pada tahun 2018 dan 2019 dijabarkan sebagai berikut: The Bank’s interest expenses in 2018 and 2019 were as follows: Pada tahun 2019, beban bunga adalah sebesar Rp7,1 triliun atau meningkat sebesar Rp1,3 triliun dibandingkan dengan beban bunga tahun 2018 yang sebesar Rp5,8 triliun. In 2019, Interest Expenses amounted to Rp7.1 trillion, rose by Rp1.3 trillion compared to 2018 of Rp5.8 trillion. Interest Expenses (In Rp billion, except %) Beban Bunga (Dalam Rp miliar, kecuali %) 2018 Liabilitas Deposito berjangka Giro Tabungan Pinjaman yang diterima Efek-efek yang diterbitkan Simpanan dari bank lain Lain-lain Total Beban Bunga Interest Expense 2019 Suku Bunga Rata-Rata Average Interest Rate (%) Beban Bunga Interest Expense Mata Uang Asing Foreign Currencies Rupiah Suku Bunga Rata-Rata Average Interest Rate (%) Mata Uang Asing Foreign Currencies Rupiah Δ% Beban Bunga Interest Expense 4,126 390 368 151 412 6.30 2.47 2.47 9.09 7.31 1.66 0.59 0.29 - 4,955 463 481 346 230 7.12 2.85 2.56 9.09 7.46 2.13 0.68 0.35 - 20.1% 18.5% 30.7% 129.6% -44.1% 140 5.36 2.02 101 5.51 2.14 -27.7% 257 5,844 - - 481 7,057 - - 87.1% 20.8% Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Liabilities Time Deposits Current Accounts Saving Accounts Borrowings Marketable Security Issued Deposits from other Banks Others Total
  105. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Suku bunga rata-rata deposito berjangka dalam denominasi Rupiah naik menjadi 7 ,12% pada tahun 2019 dari 6,30% pada tahun 2018. Sementara suku bunga rata-rata tabungan dalam denominasi Rupiah naik menjadi 2,56% pada tahun 2019 dari sebesar 2,47% pada tahun 2018 dan suku bunga ratarata giro dalam denominasi Rupiah naik menjadi sebesar 2,85% pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 2,47%. Suku bunga rata-rata deposito berjangka dalam denominasi mata uang asing naik menjadi 2,13% pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 1,66%, sementara suku bunga rata-rata tabungan dalam denominasi mata uang asing naik menjadi sebesar 0,35% pada tahun 2019, dibandingkan dengan sebesar 0,29% pada tahun 2018. Suku bunga rata-rata giro dalam denominasi mata uang asing menjadi sebesar 0,68% pada tahun 2019, dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 0,59%. Data Perusahaan 103 Corporate Data The average interest rate for Rupiah-denominated time deposits rose to 7.12% in 2019 from 6.30% in 2018, while the average interest rate for Rupiah-denominated of saving account went up slightly to 2.56% in 2019 from 2.47% in 2018, while average interest rate for Rupiah-denominated of current accounts increased to 2.85% in 2019 compared to 2,47% in 2018. The average interest rate for foreign-currency denominated time deposits increased to 2.13% in 2019 from 1.66% in 2018, whereas the average interest rate for foreign currency denominated saving accounts increased to 0.35% in 2019, compared to 0.29% in 2018. The average interest rate for foreign-currency denominated current accounts stood at 0.68% in 2019, compared to 0.59% in 2018. Komposisi Beban Bunga (Rp miliar, kecuali %) Interest Expense Composition (Rp billion, except %) 7,057 5,844 9.4% 7.0% 13.1% 3.3% 83.6% 83.6% 2018 2019 Lain-lain Others Efek-efek yang Diterbitkan Marketable Securities Dana Pihak Ketiga Third Party Funds Pendapatan Bunga Bersih Net Interest Income Dengan demikian, rasio marjin bunga bersih adalah sebesar 4,0% pada tahun 2019 atau menurun dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 4,2%, akibat kenaikan aset yang menghasilkan (earning assets) sebesar 5,1%, sementara pendapatan bunga bersih relatif stabil. Meanwhile the net interest margin stood at 4.0% in 2019, a decrease from 4.2% in 2018 due to the 5.1% increase in net earning assets, while net interest income was reatively stable. Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp6,4 triliun pada tahun 2019 atau sama dibandingkan dengan tahun 2018 terutama karena pada tahun 2019, penyaluran Kredit bruto relatif stabil. Kontribusi pendapatan bunga bersih terhadap total pendapatan di tahun 2019 menjadi 77,1% dari sebesar 81,9% di tahun 2018. Net interest income was Rp6.4 trillion in 2019 or the same compared to 2018, mainly due to the relatively stable loans disbursement in 2019. Net interest income’s contribution to total income was at 77.1% in 2019 compared to 81.9% in 2018. Pendapatan Bunga Bersih (Rp miliar, kecuali %) Net Interest Income (Rp billion, except %) 4.2% 4.0% 6,378 6,439 Dalam % In % Dalam Rp miliar In Rp billion 2018 2019 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  106. 104 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Other Operating Income Pendapatan Operasional Lainnya (Dalam Rp miliar, kecuali %) (In Rp billion, except %) Keterangan 2018 2019 Δ% Description Provisi dan komisi Keuntungan dari perubahan nilai wajar instrumen keuangan dan penjualan instrumen keuangan 892 78 865 558 -3.1% 617.0% Laba selisih kurs – bersih Jumlah 441 1,411 490 1,913 11.0% 35.6% Pendapatan operasional lainnya pada tahun 2019 mencapai Rp1,9 triliun, naik sebesar Rp502 miliar atau 35,6% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp1,4 triliun, terutama disebabkan oleh keuntungan dari penjualan instrumen keuangan dan perubahan nilai wajar instrumen keuangan yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya, serta naiknya laba selisih kurs - bersih. Fees and commissions Gain from changes in fair value of financial instruments and sale of financial instruments Foreign exchange gain-net Total Other operating income in 2019 amounted to Rp1.9 trillion, increased by Rp502 billion or 35.6% from 2018 of Rp1.4 trillion. The increase was mainly due to higher gain from sale of financial instruments and changes in fair value of financial instruments compared to last year, as well as increased foreign exchange - gain. Pendapatan Operasional Lainnya (Rp miliar, kecuali %) Other Operating Income (Rp billion, except %) 1,913 1,411 Lain-lain Others 29.2% 5.5% 31.3% 25.6% 63.2% 45.2% 2018 2019 Laba Selisih Kurs - Bersih Foreign Exchange gain-net Provisi dan Komisi Fee and Commissions Beban Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atas Aset Keuangan dan Lainnya Allowance for Impairment Losses for Financial and Other Assets Pembentukan/(Pembalikan) Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan dan Lainnya Allowance/(Reversal) for Impairment Losses on Financial and Other Assets Beban cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan lainnya Bank pada tahun 2018 dan 2019 dijabarkan sebagai berikut: The Bank’s allowance for impairment losses on financial assets and others in 2018 and 2019 are outlined as follows: (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan Pinjaman yang diberikan Efek-efek Aset lain-lain - Tagihan transaksi Letter of Credit - Agunan yang diambil alih dan aset tidak produktif Tagihan akseptasi Jumlah (In Rp billion, except %) 2018 2019 Δ% 771 5 684 22 -11.3% 324.3% 4 10 790 1 34 (46) 695 -63.6% nm -580.7% -12.0% Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Description Loans Marketable securities Other assets Letter of Credit transaction receivables Foreclosed collateral and non earning assets Acceptance receivable Total
  107. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report 105 Corporate Data Beban cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan lainnya mengalami penurunan sebesar Rp95 miliar atau 12 ,0% menjadi sebesar Rp695 miliar pada tahun 2019, dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp790 miliar. Penurunan tersebut terutama didorong perlambatan pertumbuhan kredit dan kualitas kredit yang terjaga pada tahun 2019. Allowances for Impairment losses on financial and other assets decreased by Rp95 billion or 12.0% to Rp695 billion in 2019, compared to 2018 at Rp790 billion. The decrease was mainly driven by lower loan growth and well managed loan quality in 2019. Beban Operasional Lainnya Other Operating Expenses (Dalam Rp miliar, kecuali %) (In Rp billion, except %) Keterangan 2018 Gaji dan tunjangan Umum dan administrasi Lain-lain 2019 2,152 1,180 181 Jumlah 2,224 1,349 196 3,513 3,769 Δ% Description 3.4% 14.4% 8.0% 7.3% Salaries and benefits General and administrative Others Total Beban operasional lainnya tahun 2019 sebesar Rp3,8 triliun, meningkat sebesar Rp256 miliar atau 7,3% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp3,5 triliun, terutama disebabkan oleh meningkatnya beban umum dan administrasi sebesar Rp169 miliar serta beban gaji dan tunjangan sebesar Rp72 miliar. Other operating expenses in 2019 amounted to Rp3.8 trillion, an increase of Rp256 billion, or 7.3% from Rp3.5 trillion in 2018, due to increases in general and administrative expenses of Rp169 billion, as well as salaries and allowances of Rp72 billion. Kenaikan beban umum dan administrasi terutama dikontribusikan oleh meningkatnya beban promosi sebesar Rp64 miliar, beban pemeliharaan dan perbaikan sebesar Rp40 miliar dan penyusutan aset tetap Rp15 miliar, asuransi sebesar Rp13 miliar, keamanan & outsourcing Rp13 miliar, dan alat-alat kantor & ekspedisi Rp10 miliar. Sedangkan Kenaikan beban gaji dan tunjangan terutama dikontribusikan oleh penyesuaian gaji dan tunjangan karyawan pada tahun 2019. The general and administrative expense increase was the result of a rise in promotion expenses of Rp64 billion, repairs and maintenance of Rp40 billion, depreciation of fixed assets of Rp15 billion, insurance of Rp13 billion, security & outsourcing of Rp13 billion and Office supplies & courier charges of Rp10 billion. Meanwhile, the salaries and allowances increase was the result of adjustments in the employees’ salaries and allowances in 2019. Rasio biaya operasional terhadap total pendapatan operasional (Cost-to-Income Ratio) tercatat sebesar 45,1% pada tahun 2019 atau sama dengan tahun 2018. The Cost-to-Income ratio was recorded at 45.1% in 2019, the same as in 2018. Beban Operasional Lainnya & Rasio Beban Terhadap Pendapatan (Rp miliar, kecuali %) Other Operating Expense & Cost-to-Income Ratio (Rp billion, except %) 45.1% 45.1% 3,769 3,513 5.1% 33.6% 61.3% 2018 5.2% 35.8% 59.0% Rasio beban terhadap Pendapatan Cost to Income Ratio Lain-lain Others Umum dan Administrasi General and Administrative Gaji dan Tunjangan Salaries and Benefits 2019 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  108. 106 Kinerja 2019 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Laba Sebelum Pajak Penghasilan Income Before Tax Dengan pertumbuhan yang terjadi pada laba sebelum pajak ini dan kenaikan pada aset sebesar 4,1%, ROA tercatat sebesar 2,2% pada tahun 2019, naik dibandingkan sebesar 2,1% pada tahun 2018. With this growth in income before tax, as well as increase in assets of 4.1%, the ROA in 2019 was 2,2%, a slight increase compared to 2.1% in 2018. Laba sebelum pajak mencapai Rp3,9 triliun pada tahun 2019, naik sebesar Rp406 miliar atau 11,6% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp3,5 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya pendapatan operasional lainnya sebesar 35,6%, penurunan pada cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan dan lainnya sebesar 12,0%, sementara terjadi kenaikan pada beban operasional lainnya sebesar 7,3%. Income before tax reached Rp3.9 trillion in 2019, an increase of Rp406 billion, or 11.6% compared to Rp3.5 trillion in 2018. The growth was mainly driven by an increase in other operating income of 35.6%, lower allowance for impairment losses on financial and other assets of 12.0%, while other operating expenses increased by 7.3%. Laba Sebelum Pajak Penghasilan & Imbal Hasil Atas Aset (ROA) (Rp miliar, kecuali %) Income Before Tax & Return on Assets (ROA) (Rp billion, except %) 2.2% 2.1% 3,486 3,891 Laba sebelum Pajak Penghasilan Income before Tax Imbal hasil atas Aset (ROA) Return on Assets (ROA) 2018 2019 Laba Bersih Net Income Kenaikan laba setelah pajak disertai dengan kenaikan ekuitas sebesar 13,2% pada tahun 2019, dengan ROE tercatat sebesar 11,6% pada tahun 2019 dibandingkan 11,8% pada tahun 2018. The increase in net income, followed by the increase in equity by 13.2%, resulted in a higher ROE of 11.6% in 2018 compared to 11.8% in 2018. Pada tahun 2019, laba bersih Bank tercatat sebesar Rp2,9 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp301 miliar atau 11,4% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp 2,6 triliun. In 2019, the Bank’s recorded net income of Rp2.9 trillion in 2019, an increase of Rp301 billion, or 11.4% compared to Rp2.6 trillion in 2018. Laba Bersih & Imbal Hasil Atas Ekuitas (ROE) (Rp miliar, kecuali %) Net Income & Return on Equity (ROE) (Rp billion, except %) 11.8% 2,638 11.6% 2,939 Laba Bersih Net Income Imbal hasil atas Ekuitas (ROE) Return on Equity (ROE) 2018 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 2019
  109. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report 107 Corporate Data Laporan Laba Rugi Komprehensif Lain Statement of Other Comprehensive Income Pendapatan komprehensif lain Bank terutama diperoleh dari aset keuangan tersedia untuk dijual yakni aset keuangan non derivatif yang ditetapkan dimiliki untuk periode tertentu di mana akan dijual dalam rangka pemenuhan likuiditas atau perubahan suku bunga , valuta asing atau yang tidak diklasifikasikan sebagai: • Kredit yang diberikan dan piutang • Aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo • Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. The Bank’s other comprehensive income is mainly derived from available for sale financial assets consisting of non-derivative financial assets designated to be held for a certain period to be sold to fulfill the Bank’s liquidity needs or changes in interest rates, exchange rates, or those not classified as: • • • Loans and receivables Financial assets classified as held to-maturity. Financial assets calculated at fair value through the income statements. The Statement of Other Comprehensive Income as of December 31, 2018 and 2019 were as follows: Laporan Laba Rugi Komprehensif Lainnya Bank untuk tahuntahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: (Dalam Rp miliar) (In Rp billion) Keterangan Laba Bersih Penghasilan/(Beban) Komprehensif Lain: Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi Aset keuangan tersedia untuk dijual - (Kerugian)/keuntungan untuk tahun berjalan - Perubahan nilai wajar yang ditransfer ke laporan laba rugi 2018 2,638 (340) (23) Pajak penghasilan terkait Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi Surplus revaluasi aset tetap Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja 91 216 83 Pajak penghasilan terkait Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan, Setelah Pajak Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan, Setelah Pajak 2019 (21) 6 2,644 Description 2,939 Net Income Other Comprehensive Income/ (Expenses): Items that will be reclassified subsequently to profit or loss Available for sale financial assets 194 (Loss)/gain for the year 202 Fair value changes transferred to profit or loss related income tax (99) Related income tax Items that will not be reclassified subsequently to profit or loss Revaluation surplus of fixed asset 0 Re-measurements from post-employment benefit obligation (0) Related income tax 297 Other Comprehensive Income for the Year, After Tax 3,236 Total Comprehensive Income for the Year, After Tax Pada tahun 2019, Bank mencatatkan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, setelah pajak sebesar Rp297 miliar. Kenaikan sebesar tersebut disebabkan oleh pergerakan pada aset keuangan tersedia untuk dijual yang mencatatkan keuntungan dan perubahan nilai wajar untuk tahun berjalan yang ditransfer ke laporan laba rugi dengan total Rp297 miliar (setelah pajak penghasilan terkait). In 2019, Bank OCBC NISP recorded other comprehensive income for the year, after tax amounted to Rp297 billion. The increase was mainly due to movement in available for sale financial assets which recorded gain and fair value changes for the year transfer to profit or loss with total of Rp297 billion (after related tax income). Pada tahun 2018, Bank mencatatkan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, setelah pajak sebesar Rp6 miliar. Jumlah tersebut terutama disebabkan oleh pergerakan pada aset keuangan tersedia untuk dijual yang mencatatkan kerugian dan perubahan nilai wajar untuk tahun berjalan yang ditransfer ke laporan laba rugi dengan total Rp272 miliar (setelah pajak penghasilan terkait), diimbangi dengan surplus revaluasi aset tetap dan pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasca kerja sejumlah Rp278 miliar (setelah pajak penghasilan terkait). In 2018, Bank OCBC NIS P recorded other comprehensive income for the year, after tax amounted to Rp6 billion. It was mainly due to movement in available for sale financial assets which recorded losses and fair value changes for the year transfer to profit or loss with total of Rp272 billion (after related tax income), compensated with revaluation surplus of fixed assets and re-measurement from post-employment benefits obligation amounted to Rp278 billion (after related tax income). Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  110. 108 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Posisi Keuangan Bank The Bank’s Financial Position Bank membukukan total aset sebesar Rp180,7 triliun atau tumbuh sebesar 4,1% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp173,6 triliun. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan Bank sebagai bank nasional terbesar ke-8 dari sisi total aset dengan pangsa pasar sebesar 2,1% pada akhir tahun 2019. Pertumbuhan total aset terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia yang tumbuh Rp7,5 triliun, obligasi pemerintah tumbuh sebesar Rp1,7 triliun serta pinjaman yang diberikan atau kredit tumbuh sebesar Rp0,9 triliun. Bank juga melakukan diversifikasi pendanaan untuk mendukung pemberian kredit, antara lain melalui pinjaman yang diterima pada 2019 tercatat sebesar Rp2,0 triliun. Bank recorded total assets amonted Rp180.7 trillion, an increase of 4.1% from Rp173.6 trillion in 2018. This achievement placed the Bank as the 8th largest national bank in terms of total assets with a market share of around 2.1% in 2019. Total assets growth was mainly contributed from growth in placements with other banks and Bank Indonesia of Rp7.5 trillion and growth in government bonds of Rp1.7 trillion and growth in loans of Rp0.9 trillion. The Bank also diversified funding to support lending activities, which included lending amounted Rp2.0 trillion. Bank tetap mempertahankan fungsi intermediasi yang optimal, yang ditunjukkan dengan rasio perbandingan antara total Kredit dengan total DPK (LDR) sebesar 94,1% pada akhir tahun 2019 dan 93,5% pada akhir tahun 2018. The Bank maintained its optimal intermediary function, as indicated by it’s Loan to Deposit Ratio – LDR of 94.1% at the end of 2019 compared to 93.5% at the end of 2018. Aset Assets Total aset pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp180,7 triliun, meningkat sebesar Rp7,1 triliun atau 4,1% dibandingkan dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp173,6 triliun. Peningkatan total aset di antaranya didorong oleh pertumbuhan penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia yang tumbuh Rp7,5 triliun, obligasi pemerintah tumbuh sebesar Rp1,7 triliun serta pinjaman yang diberikan atau kredit tumbuh sebesar Rp0,9 triliun. Rincian total aset Bank pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: Total assets as of December 31, 2019 amounted to Rp180.7 trillion, an increase of Rp7.1 trillion, or 4.1% compared to Rp173.6 trillion in 2018. The increase was due to growth in placements with other banks and Bank Indonesia of Rp7.5 trillion and growth in government bonds of Rp1.7 trillion and growth in loans of Rp0.9 trillion. The following table shows details of the Bank’s total assets as of December 31, 2018 and 2019: (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan (In Rp billion, except %) 2018 2019 Description Kas Giro pada Bank Indonesia 1,067 9,459 0.6% 5.4% 1,249 8,598 0.7% 4.8% Giro pada bank lain Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia 395 5,264 0.2% 3.0% 401 12,796 0.2% 7.1% Efek-efek – bersih Obligasi Pemerintah Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 13,299 18,899 - 7.7% 10.9% 0.0% 11,865 20,614 463 6.6% 11.4% 0.2% Tagihan derivatif Pinjaman yang diberikan – bersih Tagihan akseptasi – bersih Beban dibayar dimuka Aset tetap – nilai buku Aset lain-lain – bersih Aset pajak tangguhan Total 552 113,491 4,699 449 2,800 2,517 692 173,583 0.3% 65.4% 2.7% 0.3% 1.6% 1.5% 0.4% 100.0% 740 114,437 3,371 388 2,784 2,337 664 180,707 0.4% 63.3% 1.9% 0.2% 1.5% 1.3% 0.4% 100.0% Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Cash Current accounts with Bank Indonesia Current accounts with other banks Placements with other banks and Bank Indonesia Marketable securities – net Government Bonds Securities purchased under resale agreement Derivative receivables Loans – net Acceptance receivables – net Prepayments Fixed assets – book value Other assets – net Deferred tax assets Total
  111. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report 109 Corporate Data Kredit Loans Pada tanggal 31 Desember 2019 , total Kredit bruto yang diberikan adalah sebesar Rp119,0 triliun, meningkat sebesar 1,0% dibandingkan dengan 31 Desember 2018 sebesar Rp117,8 triliun. Dengan kondisi perekonomian domestik yang masih belum kondusif, Bank OCBC NISP senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit. Kredit yang diberikan berdasarkan kolektibilitas pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: As of December 31, 2019, total gross Loans disbursed amounted to Rp119.0 trillion, an increase of 1.0% compared to Rp117.8 trillion as of December 31, 2018. As the domestic economy is yet to be conducive, Bank OCBC NISP implemented prudent measures in its loans disbursement. Loans disbursed on collectability as of December 31, 2018 and 2019 were as follows: (Dalam Rp miliar) (In Rp billion) 2018 Jumlah Pinjaman yang Diberikan Total Loans Keterangan Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet Jumlah 113,807 1,996 391 381 1,260 117,835 2019 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Allowance for Impairment Losses Jumlah Pinjaman yang Diberikan Total Loans Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Allowance for Impairment Losses 111,929 5,080 57 300 1,680 119,046 2,197 1,303 11 192 907 4,610 3,070 206 110 248 710 4,344 Description Pass Special mention Substandard Doubtful Loss Total Komposisi Penyaluran Kredit Bruto Dalam Denominasi Rupiah dan Mata Uang Asing Gross Loans Composition Denominated in Rupiah and Foreign Currencies 8% % .9 78 . 2018 2% Rp117,8 triliun Rp117.8 trillion 19 Rp119,0 triliun Rp119.0 trillion 2019 80 .1% 21. Mata Uang Rupiah Rupiah Currency Mata Uang Asing Foreign Currency Komposisi penyaluran Kredit bruto dalam denominasi Rupiah dan mata uang asing masing-masing mewakili 80,1% dan 19,9% dari total Kredit bruto di akhir tahun 2019. Kredit bruto dalam denominasi Rupiah sebesar Rp95,3 triliun pada akhir tahun 2019, mengalami kenaikan sebesar 3,4% dibanding dengan tahun sebelumnya. Kredit bruto dalam denominasi mata uang asing sebesar ekuivalen Rp23,7 triliun pada akhir tahun 2019, turun sebesar 7,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. At the end of 2019, gross Loans composition in Rupiah and foreign currencies was 80.1% and 19.9% respectively. Rupiah denominated gross Loans was Rp95.3 trillion by the end of 2019, an increase of 3.4% compared to previous year. Foreign currency-denominated gross loans amounted to an equivalent of Rp23.7 trillion, a decrease of 7.5% compared to previous year. Sedangkan dari sisi kualitas kredit, NPL bruto dalam denominasi Rupiah sebesar 2,1% di tahun 2019 dan sebesar 2,0% di tahun 2018, sedangkan NPL bruto dalam denominasi mata uang asing masing-masing sebesar 0,2% dan 0,7% di tahun 2019 dan 2018. Sedangkan komposisi NPL bruto dalam denominasi Rupiah dan mata uang asing adalah masing-masing sebesar 97,2% dan 2,8% dari total NPL bruto di akhir tahun 2019. In terms of loan quality, Rupiah-denominated gross NPL was 2.1% in 2019 compared to 2.0% in 2018, and foreign currency denominated gross NPL was respectively at 0.2% and 0.7% in 2019 and 2018. The composition of gross NPL in Rupiah and foreign currencies was 97.2% and 2.8%, respectively, at the end of 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  112. Kinerja 2019 110 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Berdasarkan distribusi wilayah , kontribusi penyaluran kredit terbesar adalah di wilayah Jawa dan Bali sebesar 89.3% dari total Kredit bruto pada akhir tahun 2019 atau sebesar Rp106,3 triliun, meningkat 1,9% dari 31 Desember 2018. Wilayah Sumatera memberikan kontribusi sebesar 8,0% dari total Kredit bruto di akhir tahun 2019 atau sebesar Rp9,5 triliun, disusul oleh wilayah Kalimantan sebesar 1,2% dari total Kredit bruto atau sebesar Rp1,4 triliun, serta wilayah Sulawesi dan lainnya sebesar 1,5% dari total Kredit bruto di akhir tahun 2019 atau sebesar Rp1,8 triliun. Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Based on regional distribution, the major Loans contribution was in Java and Bali, with 89.3% of total gross loans at end of 2019, or Rp106.3 trillion, an increase of 1.9% from December 31, 2018. Sumatera contributed 8.0% of total gross loans at end of 2019, or Rp9.5 trillion, followed by Kalimantan with the contribution of 1.2% of total gross loans or amounted to Rp1.4 trillion, as well as Sulawesi and other regions with contribution of 1.5% of total gross loans at end of 2019 or Rp1.8 trillion. Komposisi Penyaluran Kredit Bruto Berdasarkan Wilayah Composition of Gross Loans Based on Region 2019 Berdasarkan klasifikasi segmen usaha, Kredit bruto terbesar dikontribusikan oleh segmen komersial disusul oleh segmen korporasi dan segmen konsumsi (termasuk pinjaman karyawan) masing-masing sebesar Rp68,4 triliun, Rp37,1 triliun dan Rp13,5 triliun atau sebesar 57,5%; 31,1% dan 11,4% pada akhir tahun 2019. .3% Rp119,0 triliun Rp119.0 trillion .6% 2018 8.0% Rp117,8 triliun Rp117.8 trillion Jawa dan Bali Java and Bali 89 1.5% 1.2% 88 8.9% 1.5% 1.0% Sumatera Kalimantan Sulawesi dan lainnya Sulawesi and others Based on business segment classification, the largest contribution came from the commercial segment, followed by the corporate and consumer segments (including employee loans), respectively amounted to Rp68.4 trillion, Rp37.1 trillion and Rp13.5 trillion or equivalent to 57.5%; 31.1% and 11.4%, respectively at the end of 2019. Komposisi Penyaluran Kredit Bruto Berdasarkan Segmen Usaha (Rp miliar, kecuali %) Composition of Gross Loans Based on Business Segment (Rp billion, except %) 117,835 119,046 12.0% 11.4% 31.9% 56.1% 2018 31.1% 57.5% Korporasi Corporate Komersial Commercial 2019 Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit modal kerja memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 47,7% dari total Kredit bruto pada akhir tahun 2019 atau sebesar Rp56,8 triliun, meningkat 2,3% dari akhir tahun 2018. Kredit investasi memberikan kontribusi sebesar 41,2% dari total Kredit bruto di akhir tahun 2019 atau sebesar Rp49,0 triliun, meningkat 1,5% dari tahun sebelumnya. Kredit konsumsi memberikan kontribusi 11,1% terhadap total Kredit bruto, yakni sebesar Rp13,2 triliun. Adapun sekitar 79% dari kredit didominasi oleh kredit pemilikan rumah (KPR). Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Konsumsi Consumer Based on loan type, working capital loans provided by the largest contribution was from working capital loans at 47.7% of total gross Loans at the end of 2019, or Rp56.8 trillion, an increase of 2.3% from 2018. Investment loans contributed 41.2% at the end of 2019, or Rp49.0 trillion, an increase of 1.5% from previous year. Consumer loans contributed 11.1% to gross Loans, amounted to Rp13.2 trillion. Around 79% of the loans were dominated by mortgage.
  113. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Data 111 Komposisi Penyaluran Kredit Bruto Berdasarkan Jenis Penggunaan (Rp miliar, kecuali %) Composition of Loans - Gross Based on Type of Usage (Rp billion, except %) 119,046 117,835 11.9% 41.0% 11.1% Konsumsi Consumer 41.2% Investasi Investment 47.1% 47.7% 2018 2019 Dari sisi NPL bruto berdasarkan jenis penggunaannya, kontribusi terbesar adalah dari kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing sebesar Rp1.014 miliar, Rp709 miliar dan Rp314 miliar atau sebesar 1,8%; 1,4% dan 2,4% terhadap jumlah kredit berdasarkan jenis penggunaannya masing-masing pada akhir tahun 2019. Modal Kerja Working Capital On gross NPL based on type of loan, the largest contribution derived from working capital loans, investment loans and consumer loans amounted to Rp1,014 billion, Rp709 billion and Rp314 billion respectively, or 1.8%, 1.4% and 2.4% of its respective loans by usage at the end of 2019. Komposisi NPL dan Rasio NPL Bruto Berdasarkan Jenis Penggunaan (Rp miliar, kecuali %) Composition of NPL and Gross NPL Based on Type of Usage (Rp billion, except %) 2.2% 1.8% 1.6% 2,031 15.4% 2.4% 1.8% 1.4% 2,037 15.4% Rasio NPL Bruto Kredit Konsumsi Gross NPL Ratio Consumer Loan Rasio NPL Bruto Kredit Modal Kerja Gross NPL Ratio Working Capital Loan Rasio NPL Bruto Kredit Investasi Gross NPL Ratio Investment Loan 36.7% 34.8% Konsumsi Consumer 47.9% 49.8% Investasi Investment 2018 2019 Dari sudut distribusi penyaluran Kredit berdasarkan sektor ekonomi, sektor manufaktur menjadi kontributor terbesar yaitu 28,8% dari total Kredit bruto atau sebesar Rp34,3 triliun. Selanjutnya adalah sektor perdagangan; serta pertanian, pertambangan dan lain-lain; yang masing-masing menyumbang 25,3% atau sebesar Rp30,1 triliun dan 24,2% atau sebesar Rp28,8 triliun. Sedangkan gabungan sektor jasa dan konstruksi sebesar 21,7% dari total Kredit bruto atau sebesar Rp25,8 triliun. Modal Kerja Working Capital In terms of loans distribution by economic sectors, the manufacturing sector was the largest contributor with 28.8% of total gross Loans or amounted to Rp34.3 trillion. It was followed by trading sectors, as well as agriculture, mining and other sector, which contributed 25.3%, amounted to Rp30.1 trillion and 24.2% or amounted to Rp28.8 trillion. While the combination of service and construction sectors contributed 21.7% to total Loans – gross, amounted to Rp25.8 trillion. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  114. Kinerja 2019 112 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Komposisi Penyaluran Kredit Bruto Berdasarkan Sektor Ekonomi (Rp miliar, kecuali %) Gross Loan Composition by Economic Sector (Rp billion, except %) Konstruksi Constuction 119,046 117,835 Jasa Service 3.2% 18.5% 3.9% 17.7% Pertanian, Pertambangan dan lain-lain Agriculture, Mining and others 24.2% 25.8% 25.3% 24.7% 27.9% 28.8% 2018 2019 Perdagangan Trade Manufaktur Manufacture Untuk NPL bruto berdasarkan sektor ekonomi, NPL bruto terbesar dikontribusikan oleh sektor perdagangan sebesar Rp1,1 triliun atau sebesar 54,6% terhadap jumlah NPL bruto di tahun 2019. Sektor pertanian, pertambangan dan lain-lain serta manufaktur menyusul dengan menyumbang masing-masing sebesar Rp461 miliar dan Rp242 miliar atau sebesar 22,6% dan 11,9% terhadap jumlah NPL bruto. Sedangkan gabungan sektor jasa dan konstruksi, menyumbang NPL bruto sebesar Rp222 miliar atau sebesar 10.9% terhadap total NPL bruto. On gross NPL based on economic sectors, trade sector contributed the largest portion with Rp1.1 trillion or 54.6% of total gross NPL in 2019. Agriculture, mining and other sectors, as well as manufacture followed by respective contribution of Rp461 billion and Rp242 billion, or 22.6% and 11.9% of gross NPL. Meanwhile, the combination of service and construction contributed Rp222 billion or 10.9% of total gross NPL. Komposisi NPL dan NPL Bruto Berdasarkan Sektor Ekonomi (Rp miliar, kecuali %) Composition of NPL and Gross NPL Based on Economic Sector (Rp billion, except %) 3.9% 2.1% 1.3% 0.9% 0.7% Rasio NPL Bruto Sektor Perdagangan | Gross NPL Ratio of Trade Sector 3.7% 2.7% Rasio NPL Bruto Sektor Konstruksi | Gross NPL Ratio of Construction Sector Rasio NPL Bruto Pertanian, Pertambangan & lain lain Gross NPL Ratio of Agriculture, Mining & others 1.6% Rasio NPL Bruto Sektor Perindustrian | Gross NPL Ratio of Manufacture Sector 0.7% 0.5% 2,031 2,037 4.8% 9.0% 5.1% 5.8% 10.6% 11.9% 19.2% 22.6% Rasio NPL Bruto Sektor Jasa | Gross NPL Ratio Service Sector Konstruksi | Constuction Jasa | Service Perindustrian | Manufacture Pertanian, Pertambangan & lain lain | Agriculture, Mining & others 56.4% 54.6% 2018 2019 Perdagangan | Trade Bank menjaga kualitas aset dengan baik, yang tercermin dari tingkat kredit bermasalah bruto (NPL) sebesar 1,7% pada akhir tahun 2019, sama dengan tahun sebelumnya dan lebih rendah dibanding dengan rata-rata industri sebesar 2,5% pada akhir tahun 2019. The Bank’s assets quality was maintained, as reflected by gross NPL of 1.7% at the end of 2019, same as previous year and lower than the industry average of 2.5% at the end of 2019. Demikian juga dengan rasio NPL bersih sebesar 0,8% pada akhir tahun 2019, masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan ketentuan regulator sebesar 5,0%. Similarly, the Bank’s net NPL was recorded at 0.8% at the end of 2019, still far below the benchmark set by regulator of 5.0%. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  115. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan 113 Corporate Data NPL - Bruto dan NPL - Bersih (Rp miliar, kecuali %) NPL - Gross and NPL - Net (Rp billion, except %) 1.7% 1.7% 0.8% 0.8% 2,037 2,031 963 2018 927 NPL - Bruto NPL - Gross NPL - Bruto NPL - Gross NPL - Bersih NPL - Net NPL - Bersih NPL - Net 2019 Bank telah mengalokasikan penyisihan kerugian kredit yang cukup untuk menutupi potensi kerugian kredit bermasalah, yang tercermin dari rasio penyisihan kerugian penurunan nilai kredit terhadap NPL yang sebesar 226,3% dan 213,9% masing-masing pada akhir tahun 2019 dan 2018. The Bank allocated adequate allowances for impairment loan losses to cover possible losses from non-performing loans, as reflected in 226.3% and 213.9% at the end of 2019 and 2018, respectively. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit (Rp miliar, kecuali %) Allowance for Impairment Loan Losses (Rp billion, except %) 226.3% 213.9% 4,344 4,610 2,031 2018 2,037 2019 Cadangan kerugian kredit pada 31 Desember 2019 adalah sebesar Rp4,6 triliun atau naik sebesar 6,1% dibandingkan Rp4,3 triliun pada 31 Desember 2018. Kenaikan ini didorong oleh cadangan wajib dan cadangan khusus yang dibentuk agar Bank tetap mempertahankan kecukupan cadangan kerugian. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit (CKPN) Allowance for Impairment Loan Losses NPL - Bruto NPL - Gross Rasio CKPN terhadap Kredit Bermasalah Loan Loss provision to NPL Ratio The allowance for impairment loan losses on December 31, 2019 stood at Rp4.6 trillion, an increase of 6.1% from Rp4.3 trillion as of December 31, 2018. The increase was driven by a mandatory and special reserves to ensure that Bank continues to maintain adequate loan loss allowances. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  116. Kinerja 2019 114 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Kredit (Rp miliar, kecuali %) Allowance for Impairment Loan Losses (Rp billion, except %) -405 684 770 -631 16 4,160 29 Saldo Awal Penyisihan Penghapusan Penerimaan Lain-Lain *) Tahun Tahun Kembali Berjalan Berjalan Pinjaman yang Telah Dihapusbukukan Beginning Balance Allowance During the Year Write-offs During the Year Bad Debt Recoveries Others*) 4,334 Saldo Akhir Ending Balance *Termasuk selisih kurs karena penjabaran mata uang asing Penempatan pada Bank Lain dan Bank Indonesia Total penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp12,8 triliun, naik sebesar 143,1% dibandingkan Rp5,3 triliun pada akhir tahun 2018, terutama didorong oleh kelebihan likuiditas pada tahun 2019 lebih banyak ditempatkan dalam bentuk Deposito Berjangka Bank Indonesia. 4,334 15 -28 Saldo Awal Penyisihan Penghapusan Penerimaan Lain-Lain *) Tahun Tahun Kembali Berjalan Berjalan Pinjaman yang Telah Dihapusbukukan Beginning Balance Allowance During the Year Write-offs During the Year Bad Debt Recoveries Others*) 4,610 Saldo Akhir Ending Balance Include effect of foreign exchange translations * Placements with other banks and Bank Indonesia Total placements with other banks and Bank Indonesia on December 31, 2019 amounted to Rp12.9 trillion, an increase of 143.1% from Rp5.3 trillion at the end of 2018, as the Bank placed 2019 excess liquidity placement in the form of Bank Indonesia Time Deposits. Komposisi penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia terdiri dari 62,2% dalam mata uang Rupiah dan 37,8% dalam mata uang asing. Placements at other banks and Bank Indonesia consisted of 62.2% Rupiah dominated and 37.8% foreign currency dominated. Efek-efek Marketable Securities Pada akhir tahun 2019, total efek-efek bruto (termasuk Sertifikat Bank Indonesia/SBI, Sertifikat Deposito Bank Indonesia dan obligasi korporasi) sebesar Rp11,9 triliun, turun sebesar Rp1,4 triliun atau 10,6% dibandingkan pada akhir tahun 2018, terutama disebabkan penurunan pada SBI kategori tersedia untuk dijual (Available for Sale) sebesar Rp4,0 triliun, sedangkan terdapat kenaikan pada obligasi korporasi kategori diperdagangkan dan tersedia untuk dijual masing-masing sebesar Rp734 miliar dan Rp 1,2 triliun serta kenaikan pada wesel tagih sebesar Rp616 miliar. At the end of 2019, total gross marketable securities (including Certificates of Bank Indonesia (SBI), Certificates Deposits of Bank Indonesia and corporate bonds) were Rp11.9 trillion, decreased by Rp1.4 trillion or 10.6% compared to 2018, primarily due to decrease in the SBI under available for sale category amounted Rp4.0 trillion, while there were increases in corporate bonds of trading and available for sale category amounted Rp734 billion and Rp1,2 trillion, respectively and export bills amounted Rp616 billion. Komposisi efek-efek dalam denominasi Rupiah dan mata uang asing masing-masing sebesar Rp6,9 triliun dan Rp5,0 triliun atau sebesar 57,7% dan 42,3% dari keseluruhan penempatan di akhir tahun 2019. Seluruh efek-efek adalah dengan tingkat suku bunga tetap. Marketable securities comprise Rupiah and foreign currencies, respectively amounted to Rp6.9 trillion and Rp5.0 trillion or 57.7% and 42.3% of the total placements at the end of 2019. All marketable securities are with fixed interest rates. Obligasi Pemerintah Government Bonds Berdasarkan klasifikasi efek-efek bruto terdiri atas klasifikasi Diperdagangkan, Tersedia untuk dijual (Available for Sale) serta Pinjaman yang diberikan dan piutang masing-masing sebesar Rp2,2 triliun; Rp8,9 triliun dan Rp803 miliar dengan komposisi sebesar 18,8%; 74,5% dan 6,7% pada akhir tahun 2019. Pada akhir tahun 2019, Obligasi Pemerintah berkontribusi sebesar 11,4% terhadap total aset, meningkat dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 10,9%. Obligasi Pemerintah yang Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Based on classification, gross marketable securities comprised of securities for trading and available for sale, as well as loans and receivables, which was amounted to Rp2.2 trillion, Rp8.9 trillion and Rp803 billion with composition of 18.8%, 74.5% and 6.7% at the end of 2019. At the end of 2019, Government Bonds accounted its contribution as much of 11.4% of the total assets, higher than 10.9% in 2018. Government Bonds amounted to Rp20.6 trillion,
  117. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report 115 Corporate Data dimiliki adalah sebesar Rp20 ,6 triliun atau meningkat sebesar 9,1% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp18,9 triliun. Komposisi Obligasi Pemerintah adalah 83,9% dalam Rupiah dan 16,1% dalam mata uang asing, sementara berdasarkan kategori, yang Diperdagangkan sebesar 12,3% dan tersedia untuk dijual sebesar 87,7%. an increase of 9.1% from Rp18.9 trillion in 2018. The Government Bonds composition comprised 83.9% in Rupiah and 16.1% in foreign currencies, while by category comprised of 12.3% for trading and 87.7% of available for sale. (Dalam Rp miliar, kecuali %) (In Rp billion, except %) 2018 Berdasarkan Jenis Rupiah Mata Uang Asing Foreign Currencies 2019 Jumlah Total Diperdagangkan Tersedia untuk dijual Jumlah 752 15,132 15,884 90 2,925 3,015 842 18,057 18,899 Komposisi % 84.0% 16.0% 100.0% % Terhadap Jumlah % of Total 4.5% 95.5% 100.0% Rupiah Mata Uang Asing Foreign Currencies Jumlah Total % Terhadap Jumlah % of Total Based on Type 2,428 14,877 17,305 107 3,202 3,309 2,535 18,079 20,614 12.3% Trading 87.7% Available for sale 100.0% Total 83.9% 16.1% 100.0% Composition % Aset Tetap – Nilai Buku Fixed Assets – Book Value Liabilitas Liabilities Rincian total liabilitas Bank pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: The following table shows details of the total liabilities as of December 31, 2018 and 2019: Pada akhir tahun 2019, aset tetap – nilai buku berkontribusi sebesar 1,5% terhadap total aset. Aset tetap yang dimiliki sebesar Rp2,80 triliun pada 31 Desember 2018, turun sedikit sebesar 0,6% menjadi Rp2,78 triliun pada 31 Desember 2019. Penurunan terutama karena bertambahnya akumulasi penyusutan. Total liabilitas tumbuh sebesar Rp4,0 triliun atau 2,6% menjadi Rp153,0 triliun pada akhir tahun 2019 dari Rp149,2 triliun pada akhir tahun 2018. Peningkatan ini terutama didorong oleh pertumbuhan simpanan dari bank lain sebesar Rp5,7 triliun, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp1,0 triliun dan DPK yang tumbuh Rp561 miliar, yang dikompensasi oleh penurunan efek-efek yang diterbitkan sebesar Rp2,4 triliun dan liabiltas akseptasi sebesar Rp1,4 triliun. At the end of 2019, fixed assets accounted for 1.5% of total assets. Fixed assets amounted to Rp2.8 trillion as of December 31, 2018, and decrease by 0,6% to Rp2.78 trillion as of December 31, 2019. The decrease was mainly due to increase in accumulated depreciation. Total liabilities increased by Rp4.0 trillion, or 2.6% to Rp153.0 trillion at the end of 2019 from Rp149.2 trillion in 2018. The increase was mainly due to the growth in deposits from other banks of Rp5.7 trillion, securities sold under repurchase agreements of Rp1.0 trillion and third-party funds of Rp561 billion, compensated with decline in marketable securities issued of Rp2.4 trillion and acceptance payables of Rp1.4 trillion. (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan Liabilitas segera Simpanan nasabah *) Simpanan dari bank lain Liabilitas derivatif Liabilitas akseptasi Utang pajak Beban yang masih harus dibayar Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (In Rp billion, except %) 2018 540 125,560 928 629 4,759 135 959 7,927 2019 0.4% 84.2% 0.6% 0.4% 3.2% 0.1% 0.7% 5.3% 850 126,121 6,600 367 3,385 228 819 8,949 Description 0.6% 82.4% 4.3% 0.2% 2.2% 0.2% 0.5% 5.9% Efek-efek yang diterbitkan 4,373 2.9% 1,941 1.3% Pinjaman yang diterima 1,979 1.3% 1,983 1.3% Pinjaman subordinasi 144 0.1% 139 0.1% Liabilitas imbalan kerja 326 0.2% 356 0.2% Liabilitas lain-lain 895 0.6% 1,304 0.8% Jumlah 149,155 100.0% 153,042 100.0% *) Simpanan nasabah Bank OCBC NISP terdiri dari giro, tabungan dan deposito berjangka. *) Deposits from Customers consist of current accounts, saving accounts and time deposits. Obligation due immediately Deposits from customers *) Deposits from other banks Derivative payables Acceptance payables Tax payables Accrued expenses Securities sold under repurchase agreements Marketable securities issued Borrowings Subordinated debts Employee benefits obligation Other liabilities Total Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  118. Kinerja 2019 116 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Dana Pihak Ketiga Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Third Party Funds Pada akhir tahun 2019, Dana pihak ketiga mencapai Rp126,1 triliun, meningkat sebesar 0,4% dibandingkan Rp125,6 triliun pada akhir tahun 2018. Komposisi dana pihak ketiga terdiri dari giro, tabungan dan deposito berjangka masing-masing mencakup 20,0%; 20,4% dan 59,6% dari total dana pihak ketiga di akhir tahun 2019. At the end of 2019, Third-party funds amounted to Rp126.1 trillion, an increase of 0.4% compared to Rp125.6 trillion in 2018. Third party funds consist of current accounts, saving accounts and time deposits with a share of 20.0%, 20.4% and 59.6%, respectively, at the end of 2019. Komposisi Dana Pihak Ketiga (Rp miliar, kecuali %) Composition of Third Party Fund (Rp billion, except %) 40.4% 36.5% 125,560 126,121 17.8% 20.0% 18.7% 20.4% 63.5% 59.6% 2018 2019 (Giro+tabungan)/Dana Pihak Ketiga (Current+Saving Accounts)/Third Party Funds Giro Current Accounts Tabungan Saving Accounts Deposito Time Deposits Pada tahun 2019, pencapaian dana pihak ketiga didukung oleh pertumbuhan produk giro sebesar Rp2,8 triliun atau 12,7% dan tabungan sebesar Rp2,2 triliun atau 9,3%, sementara terjadi kontraksi pada produk deposito berjangka sebesar Rp4,5 triliun atau 5,6%. Ini merupakan hasil dari strategi Bank untuk meningkatkan komposisi dana murah. Growth in third-party funds was supported by increase of in current accounts of Rp2.8 trillion or 12.7% and saving accounts of Rp2,2 trillion or 9.3%, while time deposits contracted by Rp4.5 trillion or 5.6%. This was the result of Bank’s strategy to increase the composition of low cost funding. Pertumbuhan pada giro dan tabungan ini mendorong kenaikan pada rasio komposisi giro dan tabungan menjadi 40,4% di akhir tahun 2019 dibanding 36,5% di akhir tahun 2018. The increase in current accounts and savings resulted in a higer current account and saving account ratio of 40.4% at the end of 2019 compared to 36.5% at the end of 2018. 72 Komposisi dana pihak ketiga dalam denominasi Rupiah dan mata uang asing masing-masing sebesar 75,0% dan 25,0% pada akhir tahun 2019. Dana pihak ketiga dalam denominasi Rupiah sebesar Rp94,5 triliun pada akhir tahun 2019 atau meningkat sebesar 3,8% dibandingkan tahun 2018, sedangkan dalam denominasi mata uang asing sebesar ekuivalen Rp31,6 triliun atau turun sebesar 8,3% dibandingkan dengan tahun 2018. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP % .0 Rp126,1 triliun Rp126.1 trillion 2019 Mata Uang Rupiah Rupiah Currency Mata Uang Asing Foreign Currency .0% 2018 .6% Rp125,6 triliun Rp125.6 trillion 25 75 27 .4 % Komposisi Dana Pihak Ketiga Dalam Denominasi Rupiah dan Mata Uang Asing Composition of Third Party Funds Denominated in Rupiah and Foreign Currencies The third-party funds composition of Rupiah and foreign currency denominations stood respectively at 75.0% and 25.0% at the end of 2019. Third party funds in Rupiah amounted to Rp94.5 trillion at the end of 2019, an increase of 3.8% compared to 2018. Third party funds in foreign currencies amounted to Rp31.6 trillion, or a decrease of 8.3% compared to 2018.
  119. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report 117 Corporate Data Komposisi Dana Pihak Ketiga Berdasarkan Distribusi Wilayah Composition of Third Party Funds Based on Regional Distribution Rp126 ,1 triliun Rp126.1 trillion 2019 Sumatera Kalimantan % 2018 9.5% Rp125,6 triliun Rp125.6 trillion Jawa dan Bali Java and Bali 87.6 1.1% 1.8% 88. 1% 9.1% 1.1% 1.7% Sulawesi dan lainnya Sulawesi and others Berdasarkan distribusi wilayah, kontribusi terbesar adalah wilayah Jawa dan Bali sebesar 87,6% dari total Dana Pihak Ketiga pada akhir tahun 2019 atau sebesar Rp110,5 triliun, turun sedikit sebesar 0,1% dari akhir tahun 2018. Wilayah Sumatera memberikan kontribusi sebesar 9,5% atau sebesar Rp12,0 triliun, meningkat sebesar 5,4% dari akhir tahun 2018. Disusul wilayah Kalimantan sebesar 1,8% atau sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh sebesar 2,1% dari akhir tahun 2018, serta wilayah Sulawesi dan lainnya sebesar 1,1% atau sebesar Rp1,4 triliun, tumbuh sebesar 0,5% dari akhir tahun 2018. Based on the regional distribution, the major contribution was in Java and Bali with 87.6% of total third party funds in 2019, or Rp110.5 trillion, a slight decrease of 0.1% from the end of 2018. Meanwhile, Sumatera contributed 9.5% or amounted to Rp12.0 trillion, an increase of 5.4% from the end of 2018. Kalimantan accounted for 1.8% or amounted to Rp2.2 trillion, increased by 2.1% from the end of 2018, whereas Sulawesi and other regions contributed 1.1% or amounted to Rp1.4 trillion, grew by 0.5% from the end of 2018. Simpanan dari Bank Lain Deposits from Other Banks Rincian simpanan dari bank lain pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: Details on deposits from other banks as of December 31, 2018 and 2019 were as follows: Pada tanggal 31 Desember 2019, Simpanan dari bank lain adalah sebesar Rp6,6 triliun, naik sebesar Rp5,7 triliun dibandingkan akhir tahun 2018. Kenaikan terutama berasal dari inter-bank call money. Pergerakan ini merupakan bagian dari aktivitas perbankan secara umum. As of December 31, 2019, Deposits from other banks amounted to Rp6.6 trillion, increased by Rp5.7 trillion compared to the end of 2018. The increase was primarily contributed by inter-bank call money. This movement was part of banking activities in general. (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan Giro dan tabungan Inter-bank call money Deposito berjangka Jumlah (In Rp billion, except %) 2018 128 451 349 928 2019 13.8% 48.6% 37.6% 100.0% 123 6,458 19 6,600 Description 1.9% 97.8% 0.3% 100.0% Current and saving accounts Inter-bank call money Time deposits Total Efek-Efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali Securities Sold Under Repurchase Agreements Pada tanggal 31 Desember 2019, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali tercatat sebesar Rp8,9 triliun, naik sebesar Rp1,0 triliun dibandingkan akhir tahun 2018. Perubahan ini merupakan bagian dari aktivitas perbankan secara umum. As of December 31, 2019, securities sold under repurchase agreements was recorded at Rp8.9 trillion, increased from Rp1.0 trillion at the end of 2018. The movement was part of banking activities in general. Efek-Efek yang Diterbitkan Marketable Securities Issued Bank melakukan diversifikasi pendanaan melalui efek-efek yang diterbitkan. Pada akhir tahun 2019, jumlah efek-efek yang diterbitkan setelah dikurangi biaya emisi yang belum diamortisasi sebesar Rp1,9 triliun, turun dibandingkan Rp4,4 triliun pada akhir tahun 2018. Penurunan terjadi seiring dengan pelunasan yang dilakukan atas obligasi yang jatuh tempo sepanjang tahun 2019 sesuai dengan yang tercantum di prospektus, yaitu: The Bank diversified its funding by issuing marketable securities. By the end of 2019, the total issued marketable securities issued, after deduction of unamortized issued, amounted to Rp1.9 trillion, a decrease from Rp4.4 trillion at the end of 2018. The decrease was due settlement of matured bonds in 2019 as stated in prospectus, i.e.: Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  120. Kinerja 2019 118 • • • • • 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV Tahun 2018 Seri A sebesar Rp525 miliar; Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2016 Seri C sebesar Rp783 miliar; Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2018 Seri A sebesar Rp655 miliar; Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap II Tahun 2017 Seri B sebesar Rp300 miliar; dan Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap III Tahun 2017 Seri B sebesar Rp175 miliar. • • • • • Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase IV Year 2018 Series A for Rp525 billion; Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase I Year 2016 Series C for Rp783 billion; Continuous Bonds III Bank OCBC NISP Phase I Year 2018 Series A for Rp655 billion; Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase II Year 2017 Series B for Rp300 billion; and Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase III Year 2017 Series B for Rp175 billion. Pinjaman yang Diterima Borrowings Pinjaman Subordinasi Subordinated Debt Ekuitas Equity Rincian total ekuitas Bank pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: The following shows details of the Bank’s total equity as of December 31, 2018 and 2019: Selain melakukan diversifikasi pendanaan melalui penerbitan efek-efek, Bank juga memperoleh pinjaman dari institusi keuangan. Pada tahun 2018, Bank mencairkan fasilitas pinjaman dari International Finance Corporation (“IFC”) sebesar Rp2 triliun untuk tenor 5 tahun yang digunakan untuk membiayai proyek berwawasan lingkungan (green financing). Pada akhir tahun 2019, pinjaman yang diterima ini tercatat sebesar Rp2,0 triliun. Pada tahun 2018, Bank telah mencairkan fasilitas pinjaman subordinasi dari Bank OCBC Singapura sebesar USD10 juta untuk jangka waktu 7 tahun. Pinjaman subordinasi ini dalam rangka memenuhi Peraturan OJK No. 14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi (Recovery Plan) bagi Bank Sistemik. Pada akhir tahun 2019, pinjaman subordinasi ini tercatat sebesar Rp139 miliar, atau setara dengan USD10 juta. Pada tanggal 31 Desember 2019, total ekuitas Bank mencapai Rp27,7 triliun, meningkat sebesar Rp3,2 triliun atau 13,2% dibandingkan Rp24,4 triliun pada tanggal 31 Desember 2018. Kenaikan ekuitas ini terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan laba bersih pada tahun 2019 sebesar Rp2,9 triliun dan keuntungan bersih yang belum direalisasi dari kenaikan nilai wajar efek-efek dan obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual (setelah pajak tangguhan) yang naik sebesar Rp297 miliar. In addition to funding diversification through marketable securities issue, the Bank also obtained loans from financial institution. In 2018, the Bank drew down the borrowing facility from the International Finance Corporation (“IFC”) of Rp2 trillion for 5 years, which was distributed for green financing projects. At the end of 2019, the borrowings stood at Rp2.0 trillion. In 2018, the Bank drew down a subordinated credit facility from OCBC Bank Singapore amounted to USD10 million for 7 years. The subordinated credit facility is to fulfil the OJK Regulation No. 14/POJK.03/2017 regarding Recovery Plan for Systemic Banks. At the end of 2019, the subordinated debt stood at Rp139 billion, an equivalent to USD10 million. As of December 31, 2019, the Bank’s total equity amounted to Rp27.7 trillion, an increase of Rp3.2 trillion, or 13.2% compared to Rp24.4 trillion as of December 31, 2018. The equity increase was mainly due to net income growth of Rp2.9 trillion in 2019 and unrealized gain from increase in fair value of available for sale marketable securities and Government bonds (net of deferred tax) which rose by Rp297 billion. (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan Modal ditempatkan dan disetor penuh Tambahan modal disetor/agio saham Keuntungan/(kerugian) bersih yang belum direalisasi dari penurunan nilai wajar efek-efek dan obligasi Pemerintah yang tersedia untuk dijual setelah dikurangi pajak tangguhan Surplus revaluasi aset tetap Saldo laba - sudah ditentukan penggunaannya Saldo laba - belum ditentukan penggunaannya Kepentingan non pengendali Jumlah (In Rp billion, except %) 2018 2019 Description 2,868 5,395 (178) 11.7% 22.1% -0.7% 2,868 5,395 119 10.4% 19.5% 0.4% 1,474 2 6.0% 0.0% 1,474 2 5.3% 0.0% Issued and fully paid capital Additional paid-in capital/agio Unrealized gain/(loss) from decrease in fair value of available for sale marketable securities and Government bonds, net of deferred tax Revaluation surplus of fixed asset Retained earnings - Appropriated 14,867 60.9% 17,807 64.4% Retained earnings - Unappropriated 24,428 0.0% 100.0% 0 27,665 0.0% 100.0% Non-controlling interest Total Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  121. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report 119 Corporate Data Arus Kas Cash Flows Tabel di bawah ini menampilkan data historis mengenai arus kas Bank untuk tahun 2018 dan 2019 : The table below shows historical data on the Bank’s cash flows in 2018 and 2019: Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Statements of cash flows are prepared using the direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities. (Dalam Rp miliar) (In Rp billion) Keterangan 2018 Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 2019 Description 8,319 4,623 Kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas investasi (7,596) 2,951 Kas bersih diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas pendanaan 337 (2,438) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2019 sebesar Rp4,6 triliun sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2018 sebesar Rp8,3 triliun, antara lain dikarenakan kas yang digunakan untuk penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia sebesar Rp1,7 triliun dan kas yang digunakan untuk pinjaman yang diberikan sebesar Rp1,2 triliun, sementara kas yang diperoleh pada simpanan nasabah sebesar Rp561 miliar, kas yang diperoleh dari efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali sebesar Rp1,0 triliun dan kas yang diperoleh pada simpanan dari bank lain sebesar Rp5,7 triliun. Kesemua ini merupakan bagian dari aktivitas perbankan secara umum. Net cash flows provided from operating activities Net cash provided from/(used in) investing activities Net cash provided from/(used in) financing activities Net Cash Flows Provided from Operating Activities Net cash flows provided from operating activities in 2019 amounted to Rp4.6 trillion, compared to net cash provided from operating activities of Rp8.3 trillion in 2018, among others due to cash used in placements with other banks and Bank Indonesia amounted Rp1.7 trillion and cash used in loans amounted Rp1.2 trillion, while cash provided from customer deposits amounted Rp561 billion, cash provided from securities sold under repurchase agreement amounted Rp1.0 trillion and cash provided from deposits from other banks Rp5.7 trillion. These posts were part of banking activities in general. Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi Net Cash Flows Provided from Investing Activities Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan Net Cash Flows Used in Financing Activities Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada tahun 2019 sebesar Rp2,9 triliun sedangkan kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tahun 2018 adalah sebesar Rp7,6 triliun. Pergerakan pada tahun 2019 ini terutama terjadi karena aktivitas penjualan efek-efek dan obligasi Pemerintah tersedia untuk dijual sebesar Rp15,2 triliun atau lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian efek-efek dan obligasi Pemerintah tersedia untuk dijual sebesar yang naik Rp12,1 triliun, serta pembelian asset tetap sebesar Rp187 miliar sehingga terdapat selisih arus kas bersih diperoleh dari aktivitas investasi sebesar Rp2,9 triliun. Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun 2019 sebesar Rp2,4 triliun miliar, sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2018 sebesar Rp337 miliar. Perubahan terutama karena adanya pelunasan yang dilakukan atas obligasi yang telah jatuh tempo sepanjang tahun 2019, yaitu Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV Tahun 2018 Seri A sebesar Rp525 miliar, Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2016 Seri C sebesar Rp783 miliar, Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2018 Seri A sebesar Rp655 miliar, Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap II Tahun 2017 Seri B sebesar Rp300 miliar; Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap III Tahun 2017 Seri B sebesar Rp175 miliar. Net cash flows provided from investing activities in 2019 amounted to Rp2.9 trillion, while net cash used for investment activities in 2018 was Rp7.6 trillion. The movement in 2019 was mainly due to the selling activities of marketable securities and government bonds available for sale amounted Rp15.2 trillion or higher than the purchasing activities of marketable securities and government bonds available for sale amounted Rp12.1 trillion, also acquisition of fixed assets amounted Rp187 billion, which led to a difference of the net cash flow provided in investing activities of Rp2.9 trillion. Net Cash used in financing activities in 2019 amounted to Rp2.4 trillion, while net cash provided from financing activities in 2018 amounted to Rp337 billion. The movement was mainly due to settlement of matured bonds in 2019, i.e. Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase IV Year 2018 Series A for Rp525 billion, Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase I Year 2016 Series C for Rp783 billion, Continuous Bonds III Bank OCBC NISP Phase I Year 2018 Series A for Rp655 billion, Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase II Year 2017 Series B for Rp300 billion; Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase III Year 2017 Series B for Rp175 billion. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  122. Kinerja 2019 120 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis INFORMASI PENTING LAINNYA OTHER IMPORTANT INFORMATION Struktur Modal Capital Structure Komposisi kepemilikan saham Bank pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: The Bank’s stock ownership composition as of December 31, 2018 and 2019 was as follows: Nilai Nominal Saham Biasa Rp125 Per Saham | Common Shares Nominal Value Rp125 Per Shares Keterangan 2018 Jumlah Saham Number of Shares Modal dasar 50,000,000,000 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: - OCBC Overseas Investment Pte. Ltd. Jumlah Saham Number of Shares % 6,250,000,000,000 Description Nominal (Rp) Amount (Rp) % 50,000,000,000 6,250,000,000,000 2,440,173,903,000 85.08       451,942 56,492,750 0.00       3,006,420 375,802,500 36,000 36,000 36,000 36,000 Authorized capital Issued and Fully paid: 85.08 OCBC Overseas – Investment Pte. Ltd. The Board of – Commissioners 19,521,391,224 2,440,173,903,000 451,942 56,492,750 0.01 3,046,420 380,802,500 0.01 4,500,000 4,500,000 4,500,000 4,500,000 0.00 0.00 0.00 0.00 72,000 72,000 72,000 72,000 9,000,000 9,000,000 9,000,000 9,000,000 0.00 0.00 0.00 0.00 36,000 36,000 4,500,000 4,500,000 0.00 0.00 72,000 72,000 9,000,000 9,000,000 0.00 0.00 - - - 36,000 4,500,000 0.00 3,420,231,386 427,528,923,250 14.91 3,419,939,386 427,492,423,250 14.91 22,945,296,972 2,868,162,121,500 100.00 22,945,296,972 2,868,162,121,500 100.00% 27,054,703,028 3,381,837,878,500 27,054,703,028 3,381,837,878,500 - Direksi  milya Tjahjadi E Hartati Martin Widjaja Andrae Krishnawan W Johannes Husin Joseph Chan Fook Onn Mirah D. Wiryoatmodjo - Pemegang saham lainnya (kepemilikan masing-masing dibawah 5%) Jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh Jumlah saham dalam portepel Nominal (Rp) Amount (Rp) 19,521,391,224 - Dewan Komisaris Pramukti Surjaudaja Parwati Surjaudaja 2019   Adapun rincian ekuitas Bank pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019 adalah sebagai berikut: Modal ditempatkan dan disetor penuh Tambahan modal disetor/agio saham Keuntungan/(kerugian) bersih yang belum direalisasi dari penurunan nilai wajar efek-efek dan obligasi pemerintah yang tersedia untuk dijual setelah dikurangi pajak tangguhan Surplus revaluasi aset tetap Saldo laba Kepentingan non pengendali Jumlah Pramukti Surjaudaja The Board – of Directors Parwati Surjaudaja Emilya Tjahjadi Hartati Martin Widjaja Andrae Krishnawan W Johannes Husin Joseph Chan Fook Onn Mirah D. Wiryoatmodjo Other – shareholders (below 5% ownership) Total issued and fully paid capital Total shares in portfolio The following shows details of the Bank’s equity as of December 31, 2018 and 2019: (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan 0.00 (In Rp billion, except %) 2018 2019 2,868 5,395 (178) 2,868 5,395 119 1,474 14,869 24,428 1,474 17,809 0 27,665 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Description Issued and fully paid capital Additional paid-in capital/agio Unrealized gain/(loss) from decrease in fair value of available for sale marketable securities and government bonds net of deferred tax Revaluation surplus of fixed assets Retained earnings Non-controlling interest Total
  123. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report • Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Kebijakan Manajemen atas Struktur Modal dan Dasar Penentuannya Pengelolaan permodalan Bank dilakukan untuk mempertahankan posisi modal yang kuat untuk mendukung pertumbuhan usaha, memastikan struktur permodalan yang efisien dan memenuhi ketentuan permodalan dari regulator. Kebijakan Bank dalam pengelolaan modal adalah menjaga modal yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor, deposan, kreditur dan pasar dan untuk mendukung perkembangan usaha serta mempertimbangkan tingkat pengembalian modal yang optimal bagi pemegang saham, menjaga keseimbangan antara tingkat pengembalian yang tinggi dengan gearing ratio yang lebih besar serta keamanan yang diperoleh dari posisi modal yang kuat. Aksi korporasi sehubungan dengan penjelasan tersebut telah dilakukan, yaitu pada 10 tahun terakhir terdapat aksi korporasi seperti pada tahun 2013 dan 2012 yaitu: • Dalam rangka memperkuat struktur permodalan, Bank melakukan penawaran umum terbatas atau Rights Issue VII Bank. Dari sebesar 2.923.730.091 saham yang ditawarkan, pemesanan yang masuk sebesar 3.145.984.369 saham atau terdapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 8%. Melalui Rights Issue VII ini, Bank memperoleh tambahan dana sebesar Rp3,5 triliun, yang disalurkan seluruhnya ke dalam aset dan digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk pemberian kredit, setelah dikurangi biaya emisi. • Sebelumnya, dalam rangka memperkuat struktur permodalan, Bank melakukan juga penawaran umum terbatas atau Rights Issue VI Bank. Dari sebesar 1.506.975.730 saham yang ditawarkan, pemesanan yang masuk sebesar 1.682.000.179 saham atau terdapat kelebihan permintaan (oversubscribed) sebesar 12%. Melalui Rights Issue VI ini, Bank memperoleh tambahan dana sebesar Rp1,5 triliun, yang disalurkan seluruhnya ke dalam aset dan digunakan untuk penempatan aset produktif yang mana seluruhnya setelah dikurangi biaya emisi dipergunakan untuk penyaluran kredit. Corporate Data • 121 Management Policy on Capital Structure and the Basis for Determination The Bank’s capital management activities aim is to maintain a strong capital position to support its business growth, to ensure an efficient capital structure and to fulfill the capital requirements set by the regulator. The Bank’s capital management policy is to maintain strong capital to sustain the trust of investors, depositors, creditors and the market, and to support business expansion and provision of an optimum rate of capital return to the shareholders, maintaining a balance between higher returns with a gearing ratio and security derived from a healthy capital position. The following shows the corporate actions for the above, which in a range of 10 years before, the Bank has conducted corporate actions in 2013 and 2012: • • In order to strengthen its capital structure, the Bank completed a limited public offering or Rights Issue VII Bank OCBC NISP. For a total of 2,923,730,091 shares offered, total subscriptions received were recorded at 3,145,984,369 shares, resulting in an 8% oversubscription of the offered shares. Through Rights Issue VII , the Bank obtained additional capital funds of Rp3.5 trillion, which were entirely channeled into assets and used for business expansion through loan distribution, after deducting issuance costs. Previously, to strengthen its capital structure, the Bank completed a limited public offering or Rights Issue VI Bank OCBC NISP. For a total of 1,506,975,730 shares offered, total subscriptions received were recorded at 1,682,000,179 shares, resulting in a 12% oversubscription of the offered shares. Through Rights Issue VI, the Bank obtained additional capital funds of Rp1.5 trillion, which were entirely channeled into assets and used for placement of productive assets through loan distribution, after deducting issuance costs. Lebih lanjut pada tanggal 4 Mei 2018, Bank membagikan saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham dengan rasio 1:1 sehingga jumlah saham yang dikeluarkan sebanyak 11.472.648.486 lembar saham, masing-masing dengan nilai nominal Rp125 (nilai penuh) setiap saham, setelah saham bonus dibagikan jumlah saham dan disetor penuh adalah sebanyak 22.945.296.972 lembar saham. In addition, on May 4, 2018, the Bank distributed bonus shares from the original paid-in capital (agio) with a 1:1 ratio, for a total of 11,472,648,486 shares, with a nominal value of Rp125 (full amount) per share. With these bonus shares, the number of issued and fully paid shares became 22,945,296,972 shares. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan No. 43 tanggal 17 Mei 2018 dari Fathiah Helmi, SH, notaris di Jakarta, Bank meningkatkan modal dasar menjadi sebesar Rp6,25 triliun, terdiri dari 50.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp125 per saham. Based on the Deed of Annual General Meeting Shareholders No. 43 dated May 17, 2018 before Fathiah Helmi, SH, notary in Jakarta, the Bank increased its authorized capital to Rp6.25 trillion, consisting of 50,000,000,000 shares with a nominal value Rp125 per share. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  124. 122 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Komponen Modal Bank senantiasa menganalisa kecukupan rasio permodalan sesuai dengan yang diwajibkan regulator untuk memantau permodalan . Pengukuran rasio permodalan tersebut atau sering disebut Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio - CAR ) menunjukkan bahwa modal Bank jauh lebih tinggi dari ketentuan kecukupan modal minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 9,00% pada tahun 2018 dan 2019. Tujuan manajemen permodalan Bank adalah untuk mempertahankan posisi modal yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan mempertahankan kepercayaan investor, deposan, pelanggan dan kepercayaan pasar. Dalam pengelolaan permodalan, Bank mempertimbangkan faktor-faktor seperti: pengembalian modal yang optimal pada pemegang saham, menjaga keseimbangan antara keuntungan yang lebih tinggi dengan gearing ratio serta keamanan yang diberikan oleh posisi modal yang sehat. Bank menghitung kebutuhan modal berdasarkan peraturan OJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan sebagaimana telah diubah dengan POJK No.34/POJK.03/2016. Pada tanggal 31 Desember 2018 dan 2019, posisi permodalan Bank sesuai peraturan tersebut adalah sebagai berikut: Company Profile Modal Inti (Tier 1) Modal Inti Utama (CET 1) Modal disetor Cadangan tambahan modal Kepentingan non-pengendali Faktor pengurang modal inti utama Total Modal Inti Modal Pelengkap (Tier 2) Total Modal Regulasi Aset Tertimbang Risiko Risiko kredit Risiko pasar Risiko operasional Total Aset Tertimbang Menurut Risiko Rasio Penyediaan Modal: Rasio Modal Inti Utama (CET 1) Rasio Modal Inti Rasio Modal Pelengkap Rasio Total Rasio Penyediaan Modal Sesuai Profil Risiko Management Discussion & Analysis Capital Components The Bank continuously analyzes its capital adequacy ratio based on the requirements from the regulators for monitoring capital. The measurement of the Capital Adequacy Ratio (CAR ), shows that the Bank maintains a capital position at a significantly higher level compared to the 9.00% minimum capital requirement based on risk profile set by Financial Service Authority (FSA or OJK) in 2018 and 2019, respectively. The Bank’s capital management objective is to maintain a strong capital position to support business expansion, and to maintain the trust of investors, depositors, creditors and the market. When managing its capital, the Bank considers factors such as: provision of an optimum rate of capital return to the shareholders, maintaining a balance between higher returns with a gearing ratio and security derived from a healthy capital position. The Bank calculates its capital requirements in accordance with OJK regulation No. 11/POJK.3/2016 concerning Minimum Capital Adequacy for Commercial Banks as amended in OJK Regulation No. 34/POJK.03/2016. As of December 31, 2018 and 2019, the Bank’s regulatory capital position according to the applicable regulations were as follows: (Dalam Rp miliar, kecuali %) Keterangan Pembahasan dan Analisis Manajemen (In Rp billion, except %) 2018 2019 Description 2,868 21,704 (977) 23,595 1,448 25,043 2,868 24,762 0 (812) 26,818 1,479 28,297 126,940 2,566 12,553 142,060 130,528 2,855 14,204 147,587 16.61% 16.61% 1.02% 17.63% 9.00% 18.17% 18.17% 1.00% 19.17% 9.00% Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio/CAR ) pada akhir tahun 2019 naik sebesar 1,54% menjadi 19,17% dibandingkan 17,63% pada akhir tahun 2018. Kenaikan CAR pada tahun 2019 terutama didorong oleh naiknya total modal regulasi sebesar 13,0%, yang terutama dikontribusi oleh peningkatan laba bersih tahun berjalan. Sementara aset tertimbang menurut risiko mencatatkan peningkatan sebesar 3,9%. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Core Capital (Tier 1) Main Core Capital (CET 1) Paid-in capital Additional paid-in capital Non-interest shareholders Deducting factor main core capital Total Tier 1 Capital Supplementary Capital (Tier 2) Total Regulatory Capital Risk Weighted Assets Credit risk Market risk Operational risk Total Risk Weighted Assets Capital Adequacy Ratio: Main Core Capital (CET 1) Ratio Tier 1 Ratio Tier 2 Ratio Total Ratio Required Capital Adequacy Based on Risk Profile Capital Adequacy Ratio/CAR at the end of 2019 increased by 1.54% to 19.17% from 17.63% at the end of 2018. The CAR in 2019 was mainly driven by an increase in total regulatory capital of 13.0%, which was mainly contributed by the increase in net income for the year. Meanwhile, risk-weighted assets booked an increase of 3.9%.
  125. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Corporate Governance Implementation Report 123 Corporate Data Rasio Kecukupan Modal (CAR) Capital Adequacy Ratio (CAR) 17.63% 1.02% 19.17% 1.00% 16.61% 18.17% 2018 2019 Kemampuan Membayar Utang Lebih lanjut, terkait dengan solvabilitas Bank dapat terlihat dari kemampuan Bank dalam melakukan pembayaran atas utang pokok dan bunga dari efek-efek yang diterbitkan. Adapun penjabaran pembayaran atas utang pokok dan bunga efekefek yang diterbitkan Bank adalah sebagai berikut: Efek-efek yang Diterbitkan Marketable Securities Issued Seri Series Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase IV Year 2018 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan II OCBC NISP Tahap I Tahun 2016 Dengan Tingkat Bunga Tetap Continuous Bonds II OCBC NISP Phase I Year 2016 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan III OCBC NISP Tahap I Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap Continuous Bonds III OCBC NISP Phase I Year 2018 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan II OCBC NISP Tahap II Tahun 2017 Dengan Tingkat Bunga Tetap Continuous Bonds II OCBC NISP Phase II Year 2017 With Fixed Interest Rate Obligasi Berkelanjutan II OCBC NISP Tahap III Tahun 2017 Dengan Tingkat Bunga Tetap Continuous Bonds II OCBC NISP Phase III Year 2017 With Fixed Interest Rate A Rasio Modal Pelengkap Tier 2 Ratio Rasio Modal Inti Tier 1 Ratio Solvency The Bank’s solvency is demonstrated by its ability to fulfill payment obligations on principal and interest for all marketable securities issued by the Bank. Details on principal and interest related payments for marketable securities are shown below: Jumlah Nominal Nominal Value (Rp) Tanggal Efektif Effective Date Jangka Waktu Tenor Jatuh Tempo Maturity Date Pelunasan Repayment 525,000,000,000 29 April 370 hari 2016 / days April 29, 2016 20 April 2019 April 20, 2019 Sudah lunas pada 20 April 2019 Repaid on April 20, 2019 C 783,000,000,000 29 April 3 tahun 2016 / years April 29, 2016 11 Mei 2019 May 11, 2019 Sudah lunas pada 11 Mei 2019 Repaid on May 11, 2019 A 655,000,000,000 16 Juli 2019 July 16, 2019 Sudah lunas pada 16 Juli 2019 Repaid on July 16, 2019 B 300,000,000,000 29 April 2 tahun 22 Agustus 2019 / years August 22, 2019 2016 April 29, 2016 B 29 Juni 370 hari 2018 / days June 29, 2018 175,000,000,000 29 April 2 tahun 2016 / years April 29, 2016 12 Desember 2019 Desember 12, 2019 Sudah lunas pada 22 Agustus 2019 Repaid on August 22, 2019 Sudah lunas pada 12 Desember 2019 Repaid on December 12, 2019 Pada tahun 2019, Bank telah melunasi pokok dan bunga efekefek yang diterbitkan sesuai yang disepakati seperti yang disebutkan di dalam prospektus masing-masing efek yang diterbitkan tersebut. In 2019, the Bank has repaid all principal and interest for marketable securities issued in accordance with the agreed terms set forth in the prospectus of the issued securities. Selain itu kemampuan membayar utang Bank dapat dilihat dari rasio berikut: The Bank’s ability to pay loans can be seen in the following ratios: Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  126. 124 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Rasio Likuiditas Bank senantiasa menjaga tingkat likuiditas yang sehat sepanjang tahun 2019. Salah satu ukuran yang dipergunakan sesuai ketentuan Bank Indonesia yaitu rasio PLM (Penyangga Likuiditas Makroprudensial/ Macroprudential Liquidity Buffer), dimana bank wajib menjaga rasio PLM sebesar 4%. Pada tanggal 31 Desember 2019 dan 2018, rasio PLM Bank masingmasing sebesar 21,7% dan 20,6%. Bank juga berusaha menjaga tingkat LDR (rasio kredit yang diberikan terhadap dana pihak ketiga) yang optimal. Bank tetap mampu mempertahankan LDR-nya sehingga terjaga pada level 94,1% pada 31 Desember 2019 dan 93,5% pada 31 Desember 2018. LDR yang dicapai oleh Bank mencerminkan perannya sebagai lembaga intermediasi keuangan dalam mengumpulkan dana masyarakat dan menyalurkannya kembali di tengah kondisi perekonomian yang masih belum sepenuhnya kondusif. Liquidity Ratio The Bank maintained a healthy liquidity level throughout 2019. One of the measurements used is in accordance to the provision from Bank Indonesia i.e. PLM ratio (Macroprudential Liquidity Buffer), whereby the Bank needs to maintain the PLM ratio of 4%. On December 31, 2019 and 2018, the Bank’s PLM ratio stood at 21.7% and 20.6%, respectively. The Bank also managed an optimum LDR level (loans to third party funds ratio), maintaining it at 94.1% as of December 31, 2019, and 93.5% as of December 31, 2018. The Bank’s LDR achievement reflected its role as financial intermediary institution in gathering funds from the public and to disburse them amidst economic condition which was yet to be conducive. Di samping itu, Bank juga menjaga komponen pendanaan lainnya terutama yang mendukung likuiditas jangka menengah dan panjang, yang tidak kalah penting dan tidak tercermin dalam perhitungan LDR, seperti pendanaan jangka menengah dan panjang dalam bentuk obligasi senior, pinjaman subordinasi dan pinjaman yang diterima. In addition, the Bank also uses other funding components, particularly those that support medium-term and long-term liquidity, which are no less important and are not reflected in the Bank’s LDR calculation, such as medium-term and longterm financing in the form of senior bonds, subordinated debt and borrowings. Keseluruhan pendanaan termasuk dari obligasi senior, pinjaman subordinasi dan pinjaman yang diterima tercatat sebesar Rp130,2 triliun pada akhir tahun 2019. Sehingga rasio Kredit terhadap Pendanaan (Loan to Funding Ratio/LTF) yaitu rasio kredit yang diberikan terhadap total dana pihak ketiga ditambah dengan obligasi senior adalah sebesar 91,1%, suatu tingkat yang baik untuk mendukung pertumbuhan bisnis bank dalam jangka panjang. The overall funding including from senior bonds, subordinated debt and borrowings stood at Rp130.2 trillion at the end of 2019. Hence, the Loan to Funding Ratio (LTF), a ratio of loans distributed to total third party funds plus senior bonds was amounted to 91.1%, a sound level to support the Bank’s longterm business growth. Kredit, Simpanan Nasabah dan Pendanaan (Rp miliar, kecuali %) Loans, Deposits from Customers and Funding (Rp billion, except %) 94.1% 91.1% 93.5% 88.9% 132,057 117,834 125,560 119,046 126,121 130,183 Rasio Kredit terhadap Dana Pihak Ketiga Loan Deposit Ratio (LDR) Rasio Kredit terhadap Pendanaan (LTF) Loan to Funding Ratio (LTF) Kredit Loans Dana Pihak Ketiga Third Party Fund Pendanaan Funding 2018 2019 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  127. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report 125 Corporate Data Kebijakan Dividen Dividend Policy Kebijakan dividen Bank senantiasa mempertimbangkan berbagai faktor , termasuk tingkat kesehatan, keadaan keuangan, kebutuhan modal, rencana pertumbuhan kedepan dan ketaatan terhadap ketentuan dari regulator dengan keputusan akhir berada pada Rapat Umum Pemegang Saham. The Bank’s long-term dividend policy considers various factors, including financial soundness and conditions, capital requirements, future growth plans and compliance with the provisions of regulator, while final decision rests on the General Meeting of Shareholders. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham No. 2 tanggal 9 April 2019 dan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham No. 2 tanggal 3 April 2018, masing-masing dari Notaris Engawati Gazali, SH dan Notaris Fathiah Helmi, SH., para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen atas laba tahun buku 2018 dan 2017 serta menetapkan Rp100 juta sebagai cadangan wajib Bank untuk masing-masing tahun buku. Based on the Annual General Meeting Deed No. 2 dated April 9, 2019 and Annual General Meeting Deed No. 2 dated April 3, 2018 before respectively Notary Engawati Gazali, SH and Notary Fathiah Helmi, SH., the shareholders agreed not to distribute dividends from profits for the financial years 2018 and 2017, and to set aside Rp100 million as the Bank’s statutory reserve for each financial year. Bank senantiasa berusaha untuk menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan, dalam hal ini termasuk menyeimbangkan usaha-usaha untuk memaksimalkan nilai pemegang saham dengan pencapaian pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Keterangan Tanggal Pembayaran Dividen Kas Dividen Kas per Saham (Rp) Total Dividen Kas (Rp) The Bank strives to create value for stakeholders, and in this regard, includes balancing efforts to maximize shareholders’ value with sustainable business growth achievements. 2018 2019 - - - Investasi Barang Modal Biaya investasi barang modal selama tahun 2019 sebesar Rp187 miliar, yang mana biaya investasi barang modal untuk bidang IT yaitu sebesarRp162 miliar, di antaranya untuk pembelian perangkat untuk data center dan perangkat jaringan kantor, pembaharuan mesin ATM dan barang IT lainnya, serta pengembangan aplikasi yang diperlukan untuk menunjang bisnis dari berbagai unit bisnis. Biaya investasi barang modal ini menggunakan dana internal bank. - Description Cash Dividend Payment Date Cash Dividend per Stock (Rp) Total Cash Dividend (Rp) Capital Goods Investments The cost of capital goods investments during 2019 amounted to Rp187 billion, with IT-related capital investments amounting to Rp162 billion, intended for the purchase of data center and branch tools, renewal of ATM machines and other IT items, as well as for the development of the required applications to support business growth. This capital goods investment used internal funds. • Tujuan Investasi Barang Modal Tujuan investasi barang modal yang dilakukan demi menunjang pertumbuhan bisnis dan memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah. Pada tahun 2019, Bank terus mengoptimalkan kapasitas jaringan kantor, ATM, EDC/PC e-channel untuk mencapai tujuan tersebut. • Objective of Capital Goods Investment The purpose of investing in capital goods is done to support business growth and provide better services to customers. In 2019. To reach this objectives, the Bank continued to optimize the capacity of office networks, ATMs, EDC/PC e-channels to reach this objective. • Jenis Investasi Barang Modal Komposisi belanja modal pada tahun 2019 terdiri atas pengadaan bangunan sebesar Rp24 miliar, peralatan teknologi informasi (IT) dan kantor sebesar Rp162 miliar dan kendaraan bermotor sebesar Rp1 miliar. • Types of Capital Goods Investment Capital goods expenditure for 2019 consisted of Rp24 billion for building procurement, Rp162 billion for IT and office equipment, and Rp1 billion for motorbike vehicles. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  128. Kinerja 2019 126 • 2019 Performances Laporan Manajemen Nilai Investasi Barang Modal yang Dikeluarkan: • (Dalam Rp miliar) Keterangan Profil Perusahaan Management Report 2018 127 Tanah dan bangunan Kendaraan Bermotor Jumlah 24 162 4 1 187 329 (In Rp billion) Description 198 Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal Management Discussion & Analysis Investment Value of Capital Expenditure: 2019 Peralatan teknologi informasi dan kantor Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Land and building Office equipment and information technology equipment Motor vehicles Total Significant Capital Commitment Pada tahun 2019, Bank OCBC NISP memiliki sejumlah ikatan yang material untuk investasi barang modal sehubungan untuk mendukung perkembangan usaha Bank. In 2019, Bank OCBC NISP had several significant capital commitments to support the business expansion. • Tujuan Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal Sebagian besar sisa ikatan yang material untuk investasi barang modal adalah dalam rangka pengembangan kantor cabang dan kapasitas sistem teknologi informasi (Information Technology System) guna mendukung perkembangan bisnis dan operasional Bank. • Objective of Significant Capital Goods Commitment Most of the commitments were made with regard to expand the Bank’s branch office network and the Information Technology System capacity in order to support business development and daily banking operations. • Sumber Dana untuk Memenuhi Ikatan yang Material untuk Investasi Barang Modal dan Mata Uang yang Menjadi Denominasi Bank OCBC NISP masih memiliki sisa ikatan yang material untuk investasi barang modal sebesar Rp51,5 miliar pada tanggal 31 Desember 2019. Komposisi sisa ikatan atas barang modal yang berdenominasi Rupiah dan mata uang asing masing-masing sebesar Rp24,5 miliar dan ekuivalen Rp27,0 miliar. Biaya dari ikatan yang material untuk investasi barang modal ini menggunakan dana internal bank. Komposisi sisa ikatan material barang modal selama 2 tahun terakhir adalah sebagai berikut: • Funding to Fulfill Capital Commitments and Currency as Denominations Bank OCBC NISP still had the significant outstanding commitments for capital investments amounted to Rp51.5 billion as of December 31, 2019. The composition of outstanding capital commitments in Rupiah and foreign currencies denominations amounted to Rp24.5 billion and equivalent to Rp27.0 billion. The cost used the Bank’s internal fund. The composition of capital commitments over the last 2 years are as follows: (Dalam Rp miliar) (In Rp billion) Keterangan • 2018 2019 Description Dalam Rupiah Dalam Mata Uang Asing (Ekuivalen Rupiah) 23.4 16.1 24.5 27.0 In Rupiah In Foreign currencies (Equivalent Rupiah) Jumlah 39.5 51.5 Total Langkah Perusahaan untuk Melindungi risiko dari Posisi Mata Uang Asing yang Terkait Bank senantiasa melakukan pemantauan terhadap pemenuhan kewajiban atas sisa ikatan yang material untuk investasi barang modal, sehingga setiap kewajiban tersebut selalu dapat dipenuhi secara tepat waktu dengan menggunakan sumber dana yang telah dialokasikan sebelumnya. Bank telah menyiapkan langkah-langkah sehubungan dengan Risiko atas fluktuasi mata uang asing atas sisa ikatan barang modal dalam denominasi mata uang asing dikelola oleh bagian keuangan yang bekerjasama dengan Divisi Tresuri. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP • Bank’ steps to minimize risks arising from the related foreign currency positions The Bank continually monitors the fulfillment of its obligations related to the outstanding capital goods commitments, to ensure that each financial obligation is met consistently in a timely manner from fund sources that have been adequately allocated in advance. Bank OCBC NISP also prepares the necessary steps in relation to risk of foreign currency fluctuations for outstanding capital goods commitments denominated in foreign currencies, which is managed by the Finance Department working closely with the Treasury Division.
  129. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan Corporate Data 127 Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan Kepentingan atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi Information on Material Transactions with Conflicts of Interest or with Related Parties Pada tahun 2018 dan 2019 , tidak terdapat transaksi yang dilakukan oleh Bank yang bersifat material dan dapat digolongkan pada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. In 2018 and 2019, there were no transactions undertaken by the Bank that were classified as transactions with conflicts of interest. Pada tahun 2018 dan 2019, Bank melakukan beberapa transaksi dengan pihak-pihak berelasi/terafiliasi, diantaranya dengan Pemegang Saham, Perusahaan terafiliasi lainnya, Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif, antara lain berupa transaksi giro pada bank lain, tagihan derivatif, pinjaman yang diberikan, beban dibayar dimuka, simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, liabilitas derivatif, liabilitas akseptasi, beban yang masih harus dibayar, efek-efek yang diterbitkan, pinjaman subordinasi, pendapatan bunga, beban bunga, provisi dan komisi, beban umum dan administrasi dan komitmen dan kontijensi. Penjelasan lebih rinci mengenai kewajaran transaksi, alasan dilakukannya transaksi, kebijakan perusahaan terkait dengan mekanisme review atas transaksi dan pemenuhan peraturan terkait sebagaimana terurai dalam Catatan 44 atas laporan keuangan yang disajikan secara terpisah dalam Laporan Tahunan ini In 2018 and 2019, the Bank performed a number of transactions with related parties, including the Shareholders, other related companies, the Board of Commissioners, the Board of Directors, and Executive Officers in the form of current accounts with other banks, derivative receivables, acceptance receivables, loans, prepayments, deposits from customers, deposits from other banks, derivative payables, acceptance payables, accrued expenses, marketable securities issued, subordinated debt, interest income, interest expenses, fees and commissions, general and administrative expenses and commitment and contigencies. A more detailed explanation about fairness, the reasons for the transactions, the company’s policy related to its review mechanism for transactions and related regulatory compliance are described in Note 44 of the financial statements which are presented separately in this Annual Report. Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi, Penggabungan/Peleburan Usaha, Akuisisi atau Restrukturisasi Utang/ Modal Information on Investments, Expansions, Divestments, Mergers/Consolidations, Acquisitions or Debt/Capital Restructuring Pada tahun 2019, Bank tidak memiliki transaksi material atas investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan/peleburan, akuisisi atau restrukturisasi utang/modal selain yang diuraikan dibawah ini. In 2019, the Bank did not undertake any significant transactions associated with investments, expansions, divestments, mergers/consolidations, acquisitions or debt/capital restructuring activities unless as described as below. Pada tahun 2019, PT OCBC NISP Ventura (“ONV”) didirikan berdasarkan Akta Pendirian No.37 tanggal 15 Juli 2019 yang dibuat di hadapan Notaris Ashoya Ratam di Jakarta. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU- 0119077. AH.01.11 tanggal 24 Juli 2019. Tujuan pendirian ONV adalah untuk menunjang kegiatan Bank. PT OCBC NISP Ventura (“ONV”) was established in accordance to Deed No.37 dated 15 July 2019 made by Ashoya Ratam Notary in Jakarta. The deed is accepted by Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia No. AHU-0119077.AH.01.11 dated 24 July 2019. The establishment of ONV is intended to support Bank’s activity. Bank melakukan penyertaan modal dengan memperhatikan pemenuhan ketentuan terkait dan sesuai dengan kewajaran transaksi yang berlaku. The Bank made capital investment by complying to the related provisions and according to the fairness of transaction. Penyertaan modal Bank atas ONV telah mendapatkan persetujuan dari OJK melalui surat No. SR- 70/PB.32/2019 tanggal 13 Mei 2019. Persentase kepemilikan Bank pada tanggal pendirian entitas anak adalah 99,9% atau setara dengan Rp99,9 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2019, total aset ONV adalah Rp102,4 miliar. Capital investment of Bank has been approved by OJK through the letter no. SR-70/PB.32/2019 dated 13 May 2019. Percentage of Bank’s ownership on the establishment date is 99.9% or equals to Rp99.9 billion. As at 31 December 2019, the total asset of ONV is Rp102.4 billion. ONV telah mendapatkan izin operasional dari OJK sesuai Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No.1/KDK.05/2020 tertanggal 3 Januari 2020. ONV has obtained approval for operational activity from OJK based on Decision Letter of OJK Commissioner No.1/ KDK.05/2020 dated January 3, 2020. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  130. Kinerja 2019 128 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Pembahasan dan Analisis Manajemen Company Profile Management Discussion & Analysis Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Report on Use of Proceeds from Public Offerings Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Secara Kumulatif Sampai Dengan Akhir Tahun Buku: • Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap pada tanggal 10 April 2018 sebesar Rp1,060 triliun dengan 2 seri yaitu: a. Seri A untuk jangka waktu 370 hari sebesar Rp525 miliar dengan tingkat bunga 6,00% per tahun dan jatuh tempo pada 20 April 2019; dan b. Seri B untuk jangka waktu 3 tahun sebesar Rp535 miliar dengan tingkat bunga 6,90% per tahun dan jatuh tempo pada 10 April 2021. Seluruh dana yang diterima setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk pemberian kredit. Cumulative Position on the Use of Proceeds from Public Offerings as at End of the Financial Year • The Bank issued Continuous Bonds II Bank OCBC NISP Phase IV Year 2018 with Fixed Interest Rate on April 10, 2018 amounting to Rp1.060 trillion in 2 series: Di samping menggunakan dana pihak ketiga (DPK), Bank juga menggunakan dana dari efek-efek yang diterbitkan pada tahun 2018 di dalam penyaluran Kredit. Hal ini dilakukan untuk mendiversifikasi pendanaan dalam penyaluran Kredit. Besides third-party funds, the Bank also used funds raised from issuing marketable securities during 2018 to diversify funding of its lending portfolio. a. Series A, with tenor of 370 days amounting to Rp525 billion at 6.00% per annum, maturing on April 20, 2019; and b. Series B, with tenor of 3 years amounting to Rp535 billion at 6.90% per annum, maturing on April 10, 2021. All proceeds, net of issuance costs, will be use to fund business growth in the form of loan disbursements. (Dalam Rp jutaan) Jenis Penawaran Tanggal Tanggal Umum Efektif Penerbitan Type of Public Effective Date Issuance Date Offering (In Rp million) Nilai Realisasi Hasil Penawaran Umum Realization Value of Public Offering Proceeds Jumlah Biaya Penerbitan Penerbitan Total Issuance Issuance Cost Obligasi Bonds 29 April 2016 10 April 2018 April 29, 2016 April 10, 2018 1,060,000 Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, pada tanggal 11 Juli 2018, Bank telah menyampaikan surat No. 124/CPDD-CDU/SS/PUB-II/VII/2018 kepada OJK untuk melaporkan bahwa dana yang diperoleh dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan II Bank OCBC NISP Tahap IV Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap setelah dikurangi dengan biayabiaya emisi, telah digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk pemberian kredit, sesuai dengan yang disebutkan dalam prospektus obligasi tersebut. Bank menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2018 dengan Tingkat Bunga Tetap pada tanggal 6 Juli 2018 sebesar Rp1,0 triliun dalam 3 seri, yaitu: a. Seri A untuk jangka waktu 370 hari sebesar Rp655 miliar dengan tingkat bunga 6,75% per tahun dan jatuh tempo pada 16 Juli 2019; b. Seri B untuk jangka waktu 2 tahun sebesar Rp3 miliar dengan tingkat bunga 7,25% per tahun dan jatuh tempo pada 6 Juli 2020; dan c. Seri C untuk jangka waktu 3 tahun sebesar Rp342 miliar dengan tingkat bunga 7,75% per tahun dan jatuh tempo pada 6 Juli 2021. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 3,079 Hasil Bersih Net Proceed 1,056,921 Rencana Penggunaan Dana Menurut Prospektus Plan of Fund Utilization Based on Prospectus Realisasi Penggunaan Dana Realization of Fund Utilization Kredit Loans Kredit Loans 1,056,921 1,056,921 Sisa Dana Penawaran Umum Remained Fund Balance from Public Offering Proceed - In order to fulfill the OJK Regulation, on July 11, 2018 the Bank submitted letter No. 124/CPDD-CDU/SS/PUB-II/VII/2018 to OJK to report that all proceeds raised from the public offering of Continuous Bond II Bank OCBC NISP Phase IV Year 2018 with Fixed Interest Rate, net of the issuance costs had been used to support business growth in the form of loan disbursements, in accordance with the terms provided in the prospectus of the bonds. The Bank issued Continuous Bonds III Bank OCBC NISP Phase I Year 2018 with Fixed Interest Rate on July 6, 2018 amounting to Rp1.0 trillion in 3 series: a. Series A, with tenor of 370 days amounting to Rp655 billion at 6.75% per annum, maturing on July 16, 2019; b. Series B, with tenor of 2 years amounting to Rp3 billion at 7.25% per annum, maturing on July 6, 2020; and c. Series C, with tenor of 3 years amounting to Rp342 billion at 7.75% per annum, maturing on July 6, 2021.
  131. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability report Seluruh dana yang diterima setelah dikurangi biaya-biaya emisi digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk pemberian kredit . 129 Corporate Data All proceeds, net of issuance costs, will be use to fund business growth in the form of loan disbursements. (Dalam Rp jutaan) (In Rp million) Jenis Penawaran Tanggal Tanggal Umum Efektif Penerbitan Type of Public Effective Date Issuance Date Offering Nilai Realisasi Hasil Penawaran Umum Realization Value of Public Offering Proceeds Jumlah Biaya Penerbitan Penerbitan Total Issuance Issuance Cost Obligasi Bonds 29 Juni 2018 June 29,2018 6 Juli 2018 July 6, 2018 1,000,000 4,886 Hasil Bersih Net Proceed 995,114 Rencana Penggunaan Dana Menurut Prospektus Plan of Fund Utilization Based on Prospectus Realisasi Penggunaan Dana Realization of Fund Utilization Kredit Loans Kredit Loans 995,114 Sisa Dana Penawaran Umum Remained Fund Balance from Public Offering Proceed 995,114 - Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, pada tanggal 4 Januari 2019, Bank telah menyampaikan surat No. 033/CPDD-CDU/SS/PUB-III/I/2019 kepada OJK untuk melaporkan bahwa dana yang diperoleh dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan III Bank OCBC NISP Tahap I Tahun 2018 Dengan Tingkat Bunga Tetap setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, telah digunakan untuk pertumbuhan usaha dalam bentuk pemberian kredit, sesuai dengan yang disebutkan dalam prospektus obligasi tersebut. In order to fulfill the OJK Regulations, on January 4, 2019 the Bank submitted letter No. 033/CPDD-CDU/SS/PUB-III/I/2019 to OJK to report that all proceeds raised from the public offering of Continuous Bond III Bank OCBC NISP Phase I Year 2018 with Fixed Interest Rate, net of the issuance costs had been used to support business growth in the form of loan disbursements, in accordance with the terms provided in the prospectus of the bonds. Pada tahun 2019, Bank tidak melakukan penerbitan obligasi mengingat kondisi perekonomian yang belum kondusif dan perlambatan penyaluran kredit. In 2019, the Bank did not issue bonds as the economic condition was yet to be conducive and slowdown in disbursement. Selanjutnya, tidak terdapat perubahan terhadap rencana penggunaan dana dari hasil penawaran umum yang telah dilakukan oleh Perusahaan. Moreover, there were no changes made to the plans for using the proceeds from public offerings carried out by the Bank. Perubahan Peraturan Perundang-undangan yang Berdampak Material Terhadap Kinerja Keuangan Changes in Laws and Regulations Impacting Financial Performance Tidak terdapat perubahan Undang-Undang, Peraturan Bank Indonesia ataupun Peraturan OJK di tahun 2018 dan 2019 yang berdampak material terhadap kinerja ataupun posisi keuangan Bank. There were no changes in laws or Bank Indonesia or OJK regulations in 2018 and 2019 that had a material impact on the financial performance or position of the Bank. Informasi Keuangan yang Telah Dilaporkan yang Mengandung Kejadian yang Sifatnya Luar Biasa atau Jarang Terjadi Reported Financial Information Pertaining to Extraordinary Events Pada tahun 2019, tidak ada informasi keuangan yang telah dilaporkan yang mengandung kejadian yang sifatnya luar biasa atau jarang terjadi. In 2019, there were no extraordinary or rare events that needed reporting. Jumlah Dan Kualitas Aset Produktif Serta Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (Ckpn) Productive Assets Amount And Quality As Well As Allowance For Impairment Losses Informasi di atas berdasarkan pengelompokan instrumen keuangan; penyediaan dana kepada pihak terkait; kredit kepada debitur UMKM; debitur yang membutuhkan perhatian khusus; dan penyisihan penghapusan aset yang wajib dibentuk, dapat dilihat pada situs web Bank (www.ocbcnisp. com) bagian Hubungan Investor. The above information based on financial instrument classification; provision of fund to related parties; credit to SME debtors; debtors under special mention classification; and allowance for impairment losses, is available at the Bank’s website (www.ocbcnisp.com) at the Investor Relations section. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  132. 130 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Informasi dan/atau Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal Laporan Akuntan Subsequent Events Tidak terdapat peristiwa material yang terjadi setelah tanggal Laporan Akuntan 23 Januari 2020. There were no material events subsequent to the Auditor’s Report dated January 23, 2020. Perubahan Kebijakan Akuntansi yang Berdampak Material Terhadap Kinerja Keuangan Changes in Accounting Policies that Affect Financial Performance Standar Akuntansi Baru Berikut ini adalah amandemen Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang relevan yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2019: New Accounting Standard The following are relevant amendments of Standards (SFAS) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISFAS) which were effective since 1 January 2019: • • • • • ISAK 33: ”Transaksi Valuta Asing dan Imbalan Dimuka”; ISAK 34: “Ketidakpastian Dalam Perlakuan Pajak Penghasilan”; Amendemen PSAK 24 : “Imbalan Kerja tentang Amendemen, Kurtailmen, atau Penyelesaian Program”; Annual improvement 2018: “PSAK 46: Pajak Penghasilan”. • • • ISFAS 33: “Foreign Currency Transactions and Advance Considerations”; ISFAS 34: “Uncertainty over Income Tax Treatments”; Amendments to SFAS 24: ” Employee Benefits: Plan amendment, Curtailmen or Settlement; Annual improvement 2018: “SFAS 46: Income Taxes”. Penerapan amandemen PSAK baru di atas tidak berdampak substansial terhadap kebijakan akuntansi dan laporan keuangan konsolidasian tahun berjalan atau tahun sebelumnya. Kebijakan akuntansi yang lengkap dapat dilihat pada catatan 2 atas laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2019 yang terdapat di bagian lain dalam Laporan Tahunan ini. The implementation of the new amendments SFAS above do not have substantial impact to the accounting policies and consolidated financial statements for current or prior financial years. The complete accounting policy can be seen in Note 2 on the company’s financial statements as of December 31, 2019 in the others section which is included in this Annual Report. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Prime Lending Rate (PLR) Dalam perhitungan SBDK, Bank belum memperhitungkan komponen premi risiko individual nasabah Bank, SBDK merupakan suku bunga terendah yang digunakan sebagai dasar bagi Bank dalam penentuan suku bunga kredit yang dikenakan kepada nasabah Bank. In calculating its PLR, the Bank does not factored in its individual customers’ risk premium component. The PLR is currently the lowest rate used as the basis for determining lending rates charged to its customers. Perhitungan SBDK dalam Rupiah dilaporkan oleh Bank kepada Bank Indonesia dan dipublikasikan, dihitung untuk 3 jenis kredit yaitu: (1) kredit korporasi; (2) kredit retail; dan (3) kredit konsumsi (KPR dan Non KPR). Untuk kredit konsumsi non KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Penggolongan jenis kredit tersebut didasarkan pada kriteria yang ditetapkan oleh internal Bank. SBDK tersebut dihitung secara per tahun dalam bentuk persentase (%). The Bank reports the PLR calculation in Rupiah to Bank Indonesia and publishes it for the public, calculated for three types of loans, which are: (1) corporate loans, (2) retail loans, and (3) consumer loans (mortgage and non-mortgage). Non-mortgage consumer loans exclude the provision of funds through credit cards and unsecured loans. This loan classification is based on criteria previously determined by Bank OCBC NISP’s internally. The bank calculates its PLR on an annual basis, as a percentage (%). Berikut adalah Suku bunga Dasar Kredit (SBDK) yang telah dihitung dan dipublikasikan pada akhir Desember 2018 dan 2019: The PLR as calculated and published at the end of 2018 and 2019 were as follows: Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional di Indonesia wajib untuk melaporkan dan mempublikasikan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dalam Rupiah. Perhitungan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) merupakan hasil perhitungan dari 3 komponen yaitu: (1) Harga Pokok Dana untuk Kredit atau HPDK; (2) Biaya overhead yang dikeluarkan Bank dalam proses pemberian kredit; dan (3) Marjin Keuntungan (profit margin) yang ditetapkan untuk aktivitas perkreditan. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Commercial Banks that conduct conventional business activities in Indonesia are required to report and publish its prime lending rate in Rupiah. It is the result of the calculation of three components, namely: (1) Cost of Funds for Loans or HPDK, (2) Overhead costs incurred in the lending process, and (3) Profit margin targeted for lending activities.
  133. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan 131 Corporate Data Tabel SBDK PLR Table Keterangan 2018 Kredit Korporasi Kredit Ritel Kredit Konsumsi • KPR • Non KPR 10.50% 11.50% 10.20% 10.75% Target dan Realisasi tahun 2019 Bank telah berhasil menutup tahun 2019 dengan mencapai target yang ditetapkan antara lain sebagai berikut: Keterangan Pertumbuhan Aset Pertumbuhan Kredit Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Imbal Hasil Aset (ROA) Pendapatan (Marjin Bunga Bersih – NIM) 2019 Description 10.50% 11.50% 10.20% 10.75% Corporate Loans Retail Loans Consumer Loans Mortgage • Non-Mortgage • 2019 Target and Realization The Bank successfully completed 2019 by achieving its designated targets, including: Target 2019* 2019 Target* Realisasi 2019 2019 Realization Pada Kisaran 1-5% Circa 1-5% 4.1% Asset Growth 1.0% Loans Growth 0.4% Third Party Funds Growth 2.2% Return on Assets (ROA) 4.0% Revenue (Net Interest Margin – NIM) Pada Kisaran 1-5% Circa 1-5% Pada Kisaran 1-5% Circa 1-5% Pada Kisaran ± 2,0% Circa ± 2.0% Pada Kisaran ± 4,0% Circa ± 4.0% Description Pada Kisaran ± 17,0% Capital Structure 19.2% Circa ± 17.0% (Capital Adequacy Ratio – CAR) Berdasarkan hasil keputusan RUPST memutuskan tidak ada Rapat Umum Pemegang Saham pembagian dividen untuk tahun buku 2018 Tahunan (RUPST) Dividend Policy Kebijakan Dividen AGMS decided not to distribute Based on Annual General Meeting of Shareholders dividends for 2018 financial year (AGMS) resolutions * Sesuai dengan proyeksi Bank terakhir. As per the Bank’s latest projection. * Struktur Modal (Rasio Kecukupan Modal – CAR) Bank OCBC NISP berhasil menutup tahun 2019 dengan mencapai target yang ditetapkan antara lain sebagai berikut: • Total aset tercatat sebesar Rp180,7 triliun atau naik sebesar 4,1% dibandingkan tahun 2018 dan sesuai dengan target. • Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga masingmasing sebesar 1,0% dan 0,4%. • Pencapaian ROA pada tahun 2019 sebesar 2,2%, mencapai target yang telah ditetapkan. • Pendapatan yang ditunjukkan oleh NIM yang sebesar 4,0%, sesuai dengan target. • Struktur Modal yang ditunjukkan oleh Rasio kecukupan modal (CAR ) yang sebesar 19,2%, sesuai dengan target. • Kebijakan manajemen yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan didukung dengan praktik tata kelola dan praktik manajemen risiko yang baik dalam pemberian kredit terbukti dapat mempertahankan kualitas kredit pada tingkat yang sehat, yang mana rasio NPL bruto terjaga di 1,7%, lebih rendah dari batas maksimal yang ditargetkan Bank sebesar 2,5%. The Bank completed 2019 with the following achieved targets, namely: • Total Assets of Rp180.7 trillion or an increase of 4.1% compared to 2018, as targeted. • Growth of Loans and Third-Party Funds stood at 1.0% and 0.4% respectively. • ROA in 2019 was 2.2%, as targeted. • Revenue as shown by Net Interest Margin (NIM) of 4.0%, as targeted. • Capital structure, as shown by Capital Adequacy Ratio (CAR ) of 19.2%, as targeted. • The management’s policies that prioritize the prudent principles, supported by corporate governance and risk management practices in loan disbursement has proven to be effective in maintaining the loan quality at a healthy level, whereby the gross NPL was kept at 1.7%, lower than the maximum level set by the Bank at 2.5%. Rasio NPL tercatat sebesar 1,7% pada akhir tahun 2019, juga jauh lebih rendah dibandingkan ketentuan maksimal dari regulator sebesar 5,0% dan Rasio NPL rata-rata industri perbankan sebesar 2,5% pada akhir tahun 2019. The NPL ratio recorded at 1.7% at the end of 2019, also much lower than the maximum level set by regulator at 5.0% and the average banking industry NPL ratio of 2.5% by the end of 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  134. Kinerja 2019 132 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Target Tahun 2020 2020 Target Bank juga akan senantiasa berupaya untuk mempertahankan tingkat profitabilitas yang baik, dimana selain meningkatkan pendapatan bunga bersih juga akan dilakukan upaya untuk meningkatkan kontribusi fee-based income, di antaranya dengan meluncurkan berbagai produk, jasa, dan fiturfitur terkini yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah maupun mengintensifkan product bundling dan cross selling. Bank senantiasa meningkatkan efisiensi dan produktivitas antara lain melalui pengendalian biaya operasional, process improvement secara end-to-end, serta optimalisasi kinerja jaringan kantor dan ATM. The Bank will also maintain its good profitability levels by increasing net interest revenue and contributions from feebased income. The efforts to drive this include the launching of up-to-date products, services and features tailored to customers’ needs, and intensifying product bundling and cross selling. The Bank will continue improving efficiencies and productivity through control of operations cost, end-to-end process improvements, and by optimizing the office networks and ATMs performance. Dengan asumsi tercapainya rencana pertumbuhan ekonomi tahun 2020, Bank menargetkan pertumbuhan total aset sekitar 4-6% pada tahun 2020. Implementasi strategi pertumbuhan Kredit sebagai kontributor terbesar pertumbuhan total aset akan fokus pada peningkatan pendapatan di seluruh segmen usaha dan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan. Bank akan senantiasa menjaga penyaluran kredit yang dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian (Prudent Banking Principle) termasuk memperhatikan arahan pertumbuhan kredit dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta mempertahankan rasio kredit bermasalah tidak lebih dari 5% sesuai dengan ketentuan regulator. Pertumbuhan kredit juga senantiasa didukung oleh pertumbuhan DPK, melalui strategi untuk meningkatkan pertumbuhan giro dan tabungan secara berkesinambungan, sehingga cost of fund menjadi lebih efisien. Target 2020 2020 Target Keterangan Pada Kisaran 4-6% Circa 4-6% Pertumbuhan Aset Pada Kisaran 7-9% Circa 7-9% Pertumbuhan Kredit Pada Kisaran 8-10% Circa 8-10% Pada Kisaran 2,0% Circa 2.0% Pada Kisaran 3,8% Circa 3.8% Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Imbal Hasil Aset (ROA) Pendapatan (Marjin Bunga Bersih – NIM) Pada Kisaran 17,0% Circa 17.0% Struktur Modal (Rasio Kecukupan Modal – CAR) Kebijakan Dividen Assuming the economy grows as planned in 2020, the Bank’s growth target for total assets will be around 4-6% in 2020. The loan growth strategy, as the largest contributor to asset growth, will focus on revenue improvement from all business segments and sustainable business growth. The Bank will maintain its prudent loan disbursement policy and will pay attention to the OJK loan growth directives while also maintaining its Non-Performing Loans at no more than 5% as set by the regulator. Loan growth will be supported by the growth in TPF, through a strategy of continuously increasing its current and saving accounts, for a more efficient cost of funds. Berdasarkan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Based on Annual General Meeting Shareholders (AGMS) resolutions Description Asset Growth Loans Growth Third Party Funds Growth Return on Assets (ROA) Revenue (Net Interest Margin – NIM) Capital Structure (Capital Adequacy Ratio – CAR) Dividend Policy PROSPEK USAHA DAN PRIORITAS STRATEGIS TAHUN 2020 BUSINESS PROSPECTS AND STRATEGIC PRIORITIES FOR 2020 Prospek Perekonomian Indonesia Tahun 2020 Indonesian Economic Prospects for 2020 Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan masih akan berkisar 5%, namun diharapkan akan lebih baik dibandingkan tahun 2019. Meskipun masih dibayangi ketidakpastian global, yang antara lain disebabkan oleh perang In 2020, the economic growth is projected to remain at around 5%, while expected to be stronger compared to 2019. Albeit being overshadowed by global uncertainties, among others, on going US-China trade wars, middle east Indonesia masih dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya dalam beberapa tahun terakhir ini, yang terjaga sekitar 5%. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Indonesia could maintain its economic growth for the past several years at around 5%.
  135. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan 133 Corporate Data dagang AS-China yang masih berlanjut , kondisi geopolitik di Timur Tengah yang memanas, dan yang terbaru yaitu adanya ancaman virus corona yang juga dapat memberikan dampak pada aspek perekonomian global, namun pemerintah terus melanjutkan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sasaran pemerintah adalah, antara lain, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mencakup pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial; peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah, miskin dan rentan miskin melalui berbagai program peningkatan kesejahteraan, produktivitas pertanian, dan pemberdayaan masyarakat; melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur; insentif fiskal untuk mendorong investasi yang termasuk tax holiday, super deduction Research & Development dan vocational training hingga omnibus law. geopolitics situation heating up with the latest one being the threat from corona virus that could potentially impact the global economy, however, the government continues to push forward Indonesia economy. The government’s targets, among others, are to improve the human resources quality through education, healthcare and social security; improve welfare of the low income, in poverty and vulnerable to poverty group through various welfare improvement programs, agriculture productivity, and community empowerment; continue the acceleration of infrastructure construction; fiscal incentives to drive investment including tax holiday, Research & Development and vocational training super deduction to omnibus law. Berikut adalah asumsi indikator ekonomi tahun 2020: The following are the assumption of economic indicators for 2020: Keterangan PDB Riil Inflasi IHK Kurs (Rp/USD) Harga Minyak Indonesia (USD/barrel) Lifting Minyak Sumber: Kementerian Keuangan Satuan Unit Asumsi 2020 2020 Assumption % y-o-y 5.3 Real GDP 3.1 CPI Inflation % akhir periode % end of period Rp USD Ribu barrel per Hari Thousand barrels per day 14,400 63 Description Exchange Rate (Rp/USD) Indonesian Oil Price (USD/barrel) 755 Oil Lifting Source: The Ministry of Finance Prospek Industri Perbankan tahun 2020 Banking Industry Prospects for 2019 Di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya membaik, Bank senantiasa berupaya untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan tetap berpedoman kuat pada prinsip kehati-hatian serta menjaga penerapan tata kelola pada setiap kegiatan usaha bank. In the global conditions that have not yet fully recovered, the Bank consistently maintain a healthy and sustainable growth, guided by prudent principles and sound Good Corporate Governance (GCG ) in every banking activities. Dengan asumsi kondisi sosial, politik dan keamanan yang stabil, perbankan nasional diperkirakan masih tetap bertumbuh. Bank menargetkan untuk dapat tumbuh sekitar 7-9% berdasarkan prinsip kehati-hatian (Prudent Banking Principle) termasuk memperhatikan arahan pertumbuhan kredit dari Regulator. Assuming stable social, political and security conditions, the national banks are expected to grow. The Bank targets growth around 7-9% based on prudent banking principles, as well as observing the loans growth directives from Regulators. Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, pengembangan di sisi TI akan difokuskan pada pada proses otomasi dan integrasi guna meningkatkan konektivitas antar sistem dan layanan bagi nasabah yang didukung dengan tata kelola cyber security yang berkelanjutan, sebagai bagian dari transformasi yang dilakukan Bank secara keseluruhan melalui proses digitalisasi produk dan layanan. To support sustainable growth, the IT development shall focus on automation and integration process to enhance system inter-connectivity and customer service, supported by sustainable cyber security governance as a part of holistic transformation implemented by the Bank through product and service digitalization. Dengan berbagai inisiatif yang akan terus didorong pemerintah, sektor industri perbankan diperkirakan masih tetap mencatatkan pertumbuhan pada tahun 2020. Sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia, industri perbankan diperkirakan dapat mencatat pertumbuhan kredit sebesar 10-12%, sementara pertumbuhan DPK perbankan sebesar 8-10% dengan kecukupan likuiditas yang terjaga. In line with the economic assumptions outlined above, the banking industry is expected to record growth in 2020. As projected by Bank Indonesia, the banking industry is expected to record credit growth of 10-12%, while banking TPF are expected to reach 8-10% growth with sustained liquidity. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  136. 134 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Pembahasan dan Analisis Manajemen Management Discussion & Analysis Lebih lanjut, Bank juga mempersiapkan kapasitas dan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi digitalisasi transaksi keuangan, mengembangkan produkproduk jasa perbankan serta fitur-fitur sesuai dengan perkembangan digitalisasi transaksi keuangan, serta mensosialisasi produk-produk dan informasi terkait digitalisasi kepada nasabah secara langsung atau melalui berbagai media. Furthermore, the Bank is also preparing the capacity and capability of Human Capital (HC) to face of digitalization of financial transactions, developing banking services, products and features in accordance with the banking transaction digitalization developments, as well as communication products and information pertaining towards digitalization to customers, both directly or through various medias. Aspek Pemasaran dan Prioritas Stategis Tahun 2020 Marketing Aspects and Strategic Priorities for 2020 Bank masih melanjutkan penyesuaian brand line yaitu “Bank OCBC NISP – With You”, untuk menjadi lebih dari sekedar tagline, merupakan komitmen Bank untuk senantiasa berdampingan dengan nasabah serta menjadi rekan yang dapat diandalkan. Going forward, the Bank will also make adjustments to the ”Bank OCBC NISP - With You” brand line, to be more than a tagline, but also a commitment by the Bank to constantly walk side-by-side with the customers as well as being a reliable partner. Pada tahun 2020, langkah-langkah strategis yang akan ditempuh Bank untuk mencapai visi dan misi Bank sesuai dengan arah kebijakan ke depan, yaitu: 1. Memperkuat model bisnis Bank. 2. Melanjutkan transformasi. 3. Mengoptimalkan sinergi dengan Grup OCBC. 4. Memperkuat brand presence. 5. Memperkuat pelaksanaan ketiga lini penjagaan (three lines of defense) secara efektif. In 2020, the Bank will undertake strategic steps to achieve its vision and mission according to the future direction policy, namely: 1. To continue strengthening the business model of the Bank. 2. To continue the transformation. 3. To optimize synergy with OCBC Group. 4. To strengthen brand presence. 5. To strengthen the three lines of defence effectively. Dengan semangat untuk mencapai pertumbuhan yang baik dan berkelanjutan, Bank senantiasa menerapkan prinsipprinsip tata kelola perusahaan yang baik dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, serta menumbuhkan rasa percaya dan keyakinan pelaku pasar. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP With the spirit for achieving proper and sustainable growth, the Bank constantly applies good corporate governance principles and creates added value for all stakeholders, and fosters trust and faith in market players.
  137. 05 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability report Data Perusahaan Corporate Data 135 laporan pelaksanaan TATA KELOLA PERUSAHAAN Corporate Governance Implementation Report “THE MOST TRUSTED COMPANY” DALAM INDONESIAN CORPORATE GOVERNANCE INDEX AWARD 2018 DARI INDONESIAN INSTITUTE FOR CORPORATE GOVERNANCE (IICG). Received “The Most Trusted Company” in the Indonesian Corporate Governance Index Award 2018 from the Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  138. Kinerja 2019 136 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis LAPORAN pelaksanaan TATA KELOLA Corporate Governance Implementation Report Didukung oleh penerapan tata kelola yang baik, Bank mampu terus mengembangkan layanannya sebagai solusi keuangan terintegrasi untuk memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan. Supported by good governance implementation, the Bank is able to continuously expand its service as an integrated financial solution, to provide added value for the stakeholders. Kebijakan Tata Kelola GOVERNANCE POLICY Dasar Penerapan Tata Kelola The Basis of Governance Implementation Prinsip-prinsip Tata Kelola Corporate Governance Principles Bank berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (Good Corporate Governance GCG) di seluruh tingkat organisasi. Penerapan tata kelola bagi Bank mengacu pada Peraturan mengenai penerapan tata kelola Bank Umum, Perusahaan Terbuka, dan ASEAN Corporate Governance (ASEAN CG), di samping mengacu pada kebiasaan-kebiasaan perbankan yang sehat (best practices). The Bank is committed to implement the good corporate governance principles at all organizational levels. The governance (GCG) implementation refers to the applicable Regulations on Corporate Governance for Commercial Banks and Public Companies, ASEAN Corporate Governance (ASEAN CG), in addition to best practices. KETERBUKAAN Pengungkapan informasi secara jelas, akurat dan tepat waktu. Clear, accurate and timely disclosure of information. AKUNTABILITAS Fungsi, hak, kewajiban dan wewenang serta tanggung jawab yang jelas antara Dewan Komisaris, Direksi dan pemegang saham Bank. Functions, rights, obligations and authorities as well as clear responsibilities between the Board of Commissioners, Board of Directors and Bank’s shareholders. PERTANGGUNGJAWABAN Kepatuhan terhadap semua ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku dan peran untuk bertanggung jawab kepada pemegang saham dan juga kepada pemangku kepentingan lainnya. Compliance with all applicable legal and regulatory provisions and those accountable to shareholders and also to other stakeholders. INDEPENDENSI Objektivitas anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam segala hal, termasuk penilaian independensi terkait dengan hal-hal yang melibatkan potensi benturan kepentingan. The objectivity of the Board of Commissioners and the Board of Directors members in all matters, including independency assessments related to matters involving potential conflicts of interest. KEWAJARAN Profesionalisme dan integritas dalam pengambilan keputusan untuk menjamin perlakukan yang adil dan setara guna melindungi kepentingan para pihak. Professionalism and integrity in decision making to ensure a fair and equal treatment in order to protect the interests of all parties. Transparency Accountability Responsibility Independency Fairness Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  139. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Data 137 Komitmen Penerapan Tata Kelola Commitment to Governance Implementation Pedoman Tata Kelola Governance Guidelines Pedoman Penerapan Tata Kelola memuat (1) sistem tata kelola, (2) peran dan tanggung jawab masing-masing organ Perusahaan, serta (3) pemantauan dan pelaporan. The GCG Charter contain (1) the governance system, (2) roles and responsibilities of each of the Company’s organs, as well as (3) monitoring and reporting. Selain itu, beberapa hal yang mencerminkan komitmen Bank untuk menerapkan tata kelola yang baik, antara lain: 1. Memasukkan prinsip tata kelola ke dalam falsafah, visi, misi dan budaya perusahaan. 2. Memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris dan Direksi, Perjanjian Kerja Bersama dan Pedoman Perilaku Bank. 3. Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direktur diatur sedemikian rupa untuk memastikan hubungan check and balance untuk kemajuan dan kesehatan Bank. Subsequently, the Bank’s commitment on GCG, among others: Menyadari bahwa pengaturan dan implementasi GCG membutuhkan komitmen Top Management dan seluruh jajaran organisasi, Bank telah menetapkan kebijakan dasar, visi, misi dan corporate values yang merupakan langkah awal dalam penerapan GCG. Di samping itu, Bank juga telah menerapkan Kode Etik sebagai pedoman perilaku yang diwujudkan dalam satunya kata dan perbuatan yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam Bank, serta membangun corporate culture yang merupakan faktor penting sebagai landasan penerapan GCG. GCG management and implementation require the commitment of the Top Management and everyone across the organization. The Bank therefore has established fundamental policies, vision, mission, and corporate values that represent the initial step of GCG implementation. Moreover, the Bank has the Code of Conduct in place that expected to be part of daily conduct for all employees. The Bank also develops corporate culture as the cornerstone of GCG implementation. 1. Incorporation of GCG principles into the Bank’s philosophy, vision, mission, and culture. 2. The Board of Commissioners and Directors Charter, Collective Labor Agreements, as well as Code of Conduct. 3. The ethics of the Board of Commissioners and Directors work relationship to enable checks and balances for the Bank’s robust development. Bank selalu menilai dan mengevaluasi penerapan tata kelola yang telah dijalankan agar penerapan tata kelola Bank dapat terus dikembangkan untuk melindungi kepentingan dan harapan para pemangku kepentingan. GCG assessment and evaluation are constantly implemented for continuous improvement and therefore safeguard the interests and expectations of all stakeholders. Struktur dan Infrastruktur Tata Kelola Governance Structure and Infrastructure • • • Struktur Tata Kelola Struktur terdiri dari Organ Perusahaan dan Unit Independen. Organ Perusahaan mencakup Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite-komite dibawah Dewan Komisaris. Sedangkan Unit Independen terdiri dari Fungsi Kepatuhan, Fungsi Audit Internal dan Eksternal, Fungsi Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Intern, serta Fungsi Sekretaris Perusahaan. Infrastruktur Infrastruktur merupakan kebijakan Bank dalam rangka melakukan usaha, hal ini meliputi (1) Rencana Jangka Panjang serta Rencana Kerja dan Anggaran; (b) Kebijakan Usaha; (c) Kebijakan Pengawasan. Penilaian Penerapan Tata Kelola Penilaian dan pengendalian tata kelola dilakukan oleh pihak intern (self-assessment) dan pihak ekstern. Hasil penilaian menjadi dasar perbaikan dan penyelesaian permasalahan terkait implementasi tata kelola. • Penilaian oleh Pihak Intern (Self-assessment) Bank melakukan Penilaian Sendiri Tata Kelola dengan merujuk pada Peraturan OJK (POJK) No.55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. Sepanjang tahun 2019, Bank melakukan 2 (dua) kali • Governance Structure The structure consists of the Company Organs and Independent Units. The Company Organs include the General Meeting of Shareholders (GMS), the Board of Commissioners, Board of Directors, and Committees of the Board of Commissioners. The Independent Units consist of Compliance Function, Internal and External Audit Function, Risk Management and Internal Control System Function, and Corporate Secretary Function. Infrastructure The Infrastructure is the Bank policies in conducting business, including (a) Corporate Plan, as well as Work and Budget Plan; (b) Business Policy; (c) Supervisory Policy. Governance Implementation Assessment Governance assessment and control are conducted internally (self-assessment) and by external parties. The assessment results are applied for improvement and resolution of issues on the governance implementation. • Internal Assessment (Self-Assessment) The Bank performs the Governance Self-Assessment by referring to OJK Regulation (POJK) No. 55/POJK.03/2016 concerning the Governance Implementation for Commercial Banks. During 2019, the Bank conducted Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  140. 138 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report penilaian sendiri yaitu untuk periode Januari-Juni dan JuliDesember dengan hasil Peringkat 1 yang mencerminkan penerapan Tata Kelola yang secara umum dinilai Sangat Baik . Selain itu, dilakukan juga penilaian sendiri atas penerapan Tata Kelola Perusahaan Terbuka yang mengacu pada POJK No.21/POJK.04/2015 dengan rincian seperti disajikan pada halaman 206. • Penilaian oleh Pihak Ekstern Penilaian oleh pihak ekstern dilakukan antara lain oleh Domestic Rangking Body ASEAN Corporate Governance yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan kriteria ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), Bank masuk sebagai salah satu dari 10 perusahaan di Indonesia dengan skor ACGS tertinggi. Penghargaan lain terkait tata kelola yang diterima pada tahun 2019 adalah: 1. Peringkat ke-2 Indonesia Good Corporate Governance Award dari Majalah Business Review. 2. Top 50 Big Capitalization Public Listed Companies dan The Best Responsibility of the Board dari Indonesian Institute of Corporate Directorship. 3. Perusahaan Sangat Terpercaya dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award dari Indonesian Institute for Corporate Governance selama 8 (delapan) tahun berturut-turut. Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis 2 (two) self-assessments, for the periods of January June and July - December resulted in a 1st Rating, which in general indicated a Very Good implementation of Corporate Governance. In addition, governance selfassessment was also conducted by referring to POJK No. 21/ POJK.04/2015 concerning the Governance implementation for Public Companies with details presented on page 206. • Assessment by External Parties The external assessments are performed by, among others, the Domestic Ranking Body ASEAN Corporate Governance appointed by the Financial Services Authority (OJK). Based on the ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS), the Bank is listed as one of 10 companies with the highest ACGS scores. Other awards on governance received in 2019 are as follows: 1. 2nd place of Indonesia Good Corporate Governance Award from Business Review Magazine. 2. Top 50 Big Capitalization Public Listed Companies and The Best Responsibility of the Board from Indonesian Institute of Corporate Directorship. 3. The Most Trusted Company in Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award from Indonesian Institute for Corporate Governance for 8 (eight) consecutive years. Pelaksanaan Konglomerasi Keuangan Financial Conglomeration Implementation Bank ditunjuk oleh Pemegang Saham Pengendali sebagai Entitas Utama dalam Konglomerasi Keuangan OCBC di Indonesia, dengan perusahaan terelasi yaitu PT Great Eastern Life Indonesia (GELI), PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS), dan PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), sebagai anggota. Sebagai Entitas Utama, Bank telah membentuk Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT) dan Komite Manajemen Risiko Terintegrasi (KMRT). Bank juga memiliki Satuan Kerja Kepatuhan Terintegrasi (SKKT), Satuan Kerja Audit Internal Terintegrasi (SKAIT) dan Satuan Kerja Manajemen Risiko Terintegrasi (SKMRT). Penerapan Tata Kelola Terintegrasi dilakukan secara komprehensif oleh Entitas Utama dan masing-masing Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang saling berkoordinasi memastikan pelaksanaan fungsi pengurusan oleh Direksi Entitas Utama dan LJK, serta pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris Entitas Utama dan LJK telah dilaksanakan secara efektif. The Controlling Shareholders have appointed the Bank as the Main Entity of OCBC Financial Conglomerate in Indonesia, with sister companies PT Great Eastern Life Indonesia (GELI), PT OCBC Sekuritas Indonesia (PTOS), and PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) as members. As the Main Entity, the Bank has established the Integrated Governance Committee (IGC) and the Integrated Risk Management Committee (IRMC). The Bank has also put in place the Integrated Compliance Working Unit (ICWU), the Integrated Internal Audit Working Unit (IIAWU) and the Integrated Risk Management Working Unit (IRMWU). The Integrated Governance Implementation is comprehensively conducted by the Main Entity and each Financial Service Institution (FSI) in coordination to ensure effective implementation of the management function by the Board of Directors of the Main Entity and FSI, as well as the oversight function by the Board of Commissioners of the Main Entity and FSIs. Informasi lebih detil untuk Laporan Tahunan Pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi dapat diakses pada situs web Bank www. ocbcnisp.com. More detailed information on the Integrated Governance Implementation Annual Report can be accessed on the website www.ocbcnisp.com. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  141. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Data Perusahaan 139 Corporate Data RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM General Meeting of Shareholders Landasan Hukum RUPS Legal Basis of GMS Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ tertinggi Bank dengan kewenangan yang tidak diberikan kepada Dewan Komisaris ataupun Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. The General Meeting of Shareholders (GMS) is the Bank’s highest organ with non-transferrable authority to the Board of Commissioners or Board of Directors within limitations as stated in the Bank’s Articles of Association and the prevailing laws and regulations. Mekanisme Penyelenggaraan dan Pelaksanaan RUPS Tahunan (RUPST) 2019 Mechanism of the 2019 Annual GMS (AGMS) 2019 IMPLEMENTATION RUPST 2019 dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar Bank dan POJK No.32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka. The 2019 AGMS was conducted in accordance with the stipulations in the Bank’s Articles of Association and POJK No.32/POJK.04/2014 concerning the Planning and Implementation of General Meetings of Shareholders for Public Companies. Bank telah menyelenggarakan 1 (satu) kali RUPST pada tanggal 9 April 2019 di Kantor Pusat Bank OCBC NISP, OCBC NISP Tower, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25, Jakarta Selatan. The Bank held 1 (one) AGMS on April 9, 2019 at the Bank’s Head Office, OCBC NISP Tower, Prof. Dr. Satrio Street Kav. 25, South Jakarta. Ketentuan Kuorum, Mekanisme Pengambilan Keputusan Rapat dan Pemungutan Suara telah tercantum dalam Tata Tertib RUPST yang dapat diakses pada situs web Bank di www.ocbcnisp.com. Quorum stipulations, Meeting Decision Making and Voting Mechanisms have been stated in the AGMS can be accessed at the Bank’s website: www.ocbcnisp.com. Penyelenggaraan RUPST 2019 The Implementation of 2019 Agms Tanggal Date 15 Februari 2019 February 15, 2019 Keterangan Description Pemberitahuan rencana RUPST kepada OJK melalui AGMS notification to OJK through an electronic report. laporan elektronik. 22 Februari 2019 February 22, 2019 Pengumuman melalui iklan di media cetak harian Bisnis Announcement via advertisements in Business Indonesia Indonesia, situs web Bursa Efek Indonesia (BEI), dan situs newspaper, the Indonesia Stock Exchange (IDX) website, web Bank www.ocbcnisp.com. and the Bank’s website www.ocbcnisp.com 11 Maret 2019 March 11, 2019 Pemanggilan melalui iklan di media cetak harian Bisnis Invitation via advertisements in the Business Indonesia Indonesia, situs web BEI, dan situs web Bank www. newspaper, the IDX website, and the Bank’s website ocbcnisp.com. www.ocbcnisp.com. 9 April 2019 April 9, 2019 Pelaksanaan RUPST pada Pukul 10.00 – 11.04 WIB, The conducting of AGMS at 10.00 - 11.04 Western bertempat di OCBC NISP Tower Lt. 23, Jalan Prof. Dr. Satrio Indonesian Time, at OCBC NISP Tower floor 23, Prof. Dr. Kav. 25, Jakarta Selatan. Satrio Street Kav. 25, South Jakarta. 10 April 2019 April 10, 2019 Ringkasan Risalah RUPST diumumkan melalui iklan di Resolution Announcement via advertisements in the media cetak harian Bisnis Indonesia, situs web OJK dan Business Indonesia newspaper, OJK and IDX websites, BEI, serta situs web Bank www.ocbcnisp.com. as well as the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Keputusan dan Realisasi Hasil RUPST 2019 Hasil keputusan untuk seluruh agenda dan pembahasan RUPST telah disetujui dengan suara bulat secara musyawarah untuk mufakat dengan jumlah suara yang sah sebanyak 22.855.021.096 suara, sebagai berikut: Resolution and Realization of 2019 AGMS The resolution of AGMS agenda and discussion has been unanimously approved in consensus with legitimate votes of 22,855,021,096, as follows: Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  142. 140 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Mata Acara 1 | 1st Agenda Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2018 Approval of the Company’s Annual Report for the 2018 Financial Year Keputusan: • Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk Laporan Direksi dan Laporan Pengawasan Dewan Komisaris • Menyetujui serta mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, firma anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers dengan opini “Wajar Tanpa Modifikasian” sebagaimana dinyatakan dalam laporannya tertanggal 25 Januari 2019 • Menyetujui membebaskan segenap anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dari tanggung jawab dan segala tanggungan (acquit et de charge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2018, sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2018, kecuali untuk perbuatan penggelapan, penipuan dan tindak pidana lainnya. Resolution: • Approved the Company’s Annual Report for the financial year ended on December 31, 2018, including the Board of Directors Report and the Board of Commissioners Supervision Report • Approved and ratified the Company’s Financial Report for the financial year ended on December 31, 2018, audited by Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan Public Accounting Firm, member firm of Pricewaterhouse Coopers global network with “Unmodified” opinion as set forth in its report dated January 25, 2019 • Approved to release and discharge all members of the Company’s Board of Directors and Board of Commissioners of responsibilities and all liabilities (acquit et de charge) for the management and supervision performed during the financial year 2018, insofar as such actions were reflected in the Company’s Annual Report and Financial Statement for the financial year 2018, except for acts of embezzlement, fraud and other crimes. Realisasi: Telah terealisasi Realization: Has been realized Mata Acara 2 | 2nd Agenda Penetapan Penggunaan Laba Perseroan Tahun Buku 2018 Appropriation of the Company’s Profit earned in the 2018 Financial Year. Keputusan: Menyetujui penggunaan laba tahun buku 2018 sebesar Rp2.638.064.002.068 setelah dikurangi cadangan umum sebesar Rp100.000.000 sesuai Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, sepenuhnya akan digunakan untuk memperkuat posisi permodalan Perseroan dan tidak dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham. Resolution: Approved the determination of the appropriation of the 2018 financial year profit of Rp2,638,064,002,068 after deducting the general reserves in the amount of Rp100,000,000 in accordance with Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability Company, entirely to strengthen the Company’s capital position rather than being distributed as dividends to shareholders. Realisasi: Telah terealisasi Realization: Has been realized Mata Acara 3 | 3rd Agenda Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Accountability for the Actual Use of Public Offering Proceeds. Pada agenda ketiga Rapat ini oleh karena bersifat laporan, maka tidak dilakukan proses tanya jawab dan pengambilan keputusan. As the third agenda for information purposes only, no question and answer or decision making process were conducted. Mata Acara 4 | 4th Agenda Pembelian Kembali Saham Perseroan dalam rangka Pemberian Remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK No. 45/POJK.03/2015 Buyback of the Company's Shares for Variable Remuneration Distribution in accordance with POJK No.45/POJK.03/2015. Keputusan: Menyetujui pembelian kembali saham Perseroan dengan jumlah Saham Perseroan yang akan dibeli kembali maksimum 364.000 (tiga ratus enam puluh empat ribu) saham atau 0,002% (nol koma nol nol dua persen) dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh. Pelaksanaan pembelian kembali saham dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel kepada manajemen dan karyawan dengan mengacu pada POJK No. 30/POJK.04/2017 dan akan dilaksanakan dengan mengikuti dan tunduk kepada peraturan yang berlaku, serta kewenangan pelaksanaan atas pembelian kembali saham Perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel diberikan kepada Direksi Perseroan. Resolution: Approved the buyback of the Company’s shares with the maximum number of the Company’s Shares to be buybacked being 364,000 (three hundred sixty-four thousand) shares or 0.002% (zero point zero zero two percent) of the entire shares issued and fully paidup. The buyback of shares for variable remuneration distribution to the management and employees pursuant to POJK No. 30/ POJK.04/2017 shall be performed with due observance of and subject to the prevailing regulations, and the authority of the buyback of shares for variable remuneration are granted to the Company’s Board of Directors. Realisasi: Pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan telah terealisasi pada tanggal 16 Juli 2019 dan telah dilaporkan kepada OJK melalui surat nomor 015/CPDD-CDU/SS/BB/VII/2019 tanggal 16 Juli 2019. Realization: The buyback of Company shares was realized on July 16th, 2019 and was reported to OJK via letter number 015/CPDD-CDU/SS/BB/ VII/2019 dated July 16th, 2019. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  143. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 141 Mata Acara 5 | 5th Agenda Persetujuan Pengkinian Rencana Aksi (Recovery Plan) sesuai POJK No. 14/POJK.03/2017 Approval of Recovery Plan in accordance with POJK No.14/POJK.03/2017. Keputusan: Menyetujui pengkinian Rencana Aksi (Recovery Plan), dan selanjutnya apabila terjadi kondisi yang mana Perseroan harus melaksanakan salah satu atau beberapa opsi dalam Rencana Aksi yang memerlukan persetujuan RUPS, dan mengingat kondisi tersebut memerlukan tindakan segera sehingga tidak mungkin diselenggarakan RUPS terlebih dahulu, memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk pelaksanaannya dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris. Resolution: Approved the Recovery Plan Update, and subsequently if there is a condition where the Company must implement one or several options in the Recovery Plan that requires the approval of the GMS, and considering that these conditions require immediate action so that it is impossible to hold a GMS in advance, to grant the power and authority to the Company’s Board of Directors for the implementation with prior approval from the Board of Commissioners. Realisasi: Evaluasi dan pengkinian Rencana Aksi dilakukan secara tahunan dan telah disampaikan kepada OJK pada tanggal 28 November 2019. Instrumen Utang yang memiliki karakteristik modal telah diterbitkan pada tanggal 27 September 2019. Realization: Evaluation and update of Recovery Plan to be conducted annually and submitted to OJK on November 28, 2019. Debt Instruments with capital characteristics were issued on September 27, 2019. Mata Acara 6 | 6th Agenda Penunjukan Akuntan Publik untuk Tahun 2019 dan Penetapan Honorarium serta Persyaratan lain berkenaan dengan Penunjukan tersebut Appointment of a Public Accountant for 2019 and Determination of the Honorarium and other relevant Qualifications to the Appointment. Keputusan: Menyetujui untuk memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Audit untuk menunjuk Akuntan Publik yang akan memeriksa atau mengaudit buku dan catatan Perseroan untuk tahun buku 2019 sesuai dengan kriteria POJK No. 13/ POJK.03/2017, dan menetapkan jumlah honorarium serta persyaratan lainnya berkenaan dengan Akuntan Publik yang ditunjuk tersebut. Resolution: Approved the granting of authority to the Board of Commissioners upon recommendation from the Audit Committee to appoint a Public Accountant to examine or audit the books and records of the Company for the 2019 financial year in accordance with the criteria of POJK No.13/POJK.03/2017 and to determine the honorarium and other relevant qualifications for the appointed Public Accountant. Realisasi: Berdasarkan Rekomendasi Komite Audit No. 002/AC-Reco/IPCWS/V/2019 tanggal 3 Mei 2019, Dewan Komisaris menunjuk Akuntan Publik (AP) Angelique Daryanto, S.E., CPA dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan sebagai AP dan KAP untuk tahun buku 2019 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/DEKOM/IPC-WS/V/2019 tanggal 10 Mei 2019. Realization: Based on the Audit Committee Recommendation No. 002/ACRECO/IPC-WS/V/2019 of May 3, 2019, the Board of Commissioners appointed Public Accountant Angelique Daryanto, S.E., CPA and KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Partners as the Public Accountant and Public Accounting Firm of the 2019 financial year based on the Board of Commissioners Decree No. 011/DEKOM/IPC-WS/ V/2019 dated May 10, 2019. Mata Acara 7 | 7th Agenda Perubahan Susunan Pengurus Perseroan beserta Penetapan Remunerasinya. Change in the Company Management Composition and Determination of Their Remuneration. Keputusan: 1. Menyetujui untuk mengangkat kembali anggota Direksi, yaitu Andrae Krishnawan W, Johannes Husin, dan Low Seh Kiat sebagai Direktur untuk masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2022. 2. Menyetujui perubahan jabatan Hartati dari Direktur Independen menjadi Direktur, sehubungan dengan ketentuan perihal Direktur Independen telah dicabut dalam SK Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00183/BEI/12-2018 tanggal 26 Desember 2018. 3. Menyetujui pengukuhan atas pengangkatan Rama P. Kusumaputra sebagai Komisaris Independen menjadi efektif sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun 2022. Resolution: 1. Approved the reappointment of Andrae Krishnawan W, Johannes Husin, and Low Seh Kiat as Directors for the term of office effective from the closing of this Meeting until the closing of the Company’s 2022 AGMS. 2. Approved the change of position of Hartati from Independent Director to Director, in relation to the revocation of the Independent Director position as stated in Indonesia Stock Exchange’s Director Decision Letter No. Kep-00183/BEI/12-2018 dated December 26, 2018. 3. Approved the affirmation of the appointment of Mr. Rama P. Kusumaputra as an Independent Commissioner, effective from the closing of this Meeting until the closing of the Company’s 2022 AGMS. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  144. 142 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis 4. Menyetujui penetapan besarnya remunerasi bagi Dewan 4. Approved the determination of the remuneration of the Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi: Company’s Board of Commissioners, Sharia Supervisory Board, • Memberikan kembali wewenang kepada OCBC Overseas and Board of Directors: Investments Pte. Ltd. sebagai pemegang saham mayoritas • To again grant the authority to OCBC Overseas berdasarkan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Investments Pte. Ltd. as the majority shareholder upon the Nominasi untuk menetapkan besarnya remunerasi bagi recommendation of the Remuneration and Nomination Dewan Komisaris. Committee to determine the remuneration of the Board of • Memberikan kembali wewenang kepada Dewan Komisaris Commissioners. berdasarkan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan • To again grant the authority to the Board of Commissioners Nominasi untuk menetapkan besarnya remunerasi bagi upon the recommendation of the Remuneration and Dewan Pengawas Syariah dan Direksi. Nomination Committee to determine the remuneration of Berlaku untuk 3 (tiga) tahun buku yaitu sejak tahun buku 2020 the Board of Directors. sampai dengan tahun buku 2022. To be valid for 3 (three) financial years, from the financial year 2020 up to the financial year 2022. 5. Menyetujui memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi 5. Approved the granting of the power and authority to the Perseroan untuk menyatakan keputusan Rapat tersebut dalam Company’s Board of Directors to set out the aforementioned Akta Notaris tersendiri, serta memberikan kuasa dan wewenang Meeting resolutions in a separate Notary Deed, and to grant the kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi kepada Notaris power and authority to the Company’s Board of Directors with untuk memberitahukan kepada instansi yang berwenang, the right of substitution to the Notary to notify the authorized mendaftarkan dan melakukan segala tindakan yang diperlukan agency, to register, and as well as to take all necessary actions sesuai dengan ketentuan anggaran dasar dan peraturan in accordance with the provisions of the articles of association perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan and the prevailing laws and regulations in connection with keputusan tersebut. said resolutions. Realisasi: Realization: • Pengangkatan kembali anggota Direksi dan pengukuhan atas • The reappointment of the Board of Directors’ members, and the pengangkatan Komisaris Independen telah dinyatakan dalam affirmation of Independent Commissioner have been stated in a Akta Notaris tersendiri dan telah didaftarkan dalam Daftar separate Notarial Deed and have been registered in the company Perseroan Nomor AHU-0065002.AH.01.11 TAHUN 2019 tanggal 22 register number AHU-0065002.AH.01.11 year 2019 dated April 22, April 2018. 2018. • Susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi tersedia pada • The complete composition of the Board of Commissioners situs web Bank www.ocbcnisp.com and the Board of Directors are available at the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Pernyataan Terkait Keputusan RUPS 2019 yang Belum Terealisasi Statement Concerning Unrealized 2019 GMS Resolutions Penyelenggaraan RUPS Tahun 2018 The IMPLEMENTATION of 2018 GMS Bank dengan ini menyatakan bahwa pada tahun 2019 seluruh The Bank hereby declares that in 2019, all GMS resolutions Keputusan RUPS telah terealisasi dan tidak ada keputusan RUPS have been realized. There were no GMS resolutions that had not been realized or delayed. yang tidak terealisasi atau tertunda realisasinya. Keputusan RUPST 3 April 2018 telah disampaikan secara lengkap The resolutions of the AGMS dated April 3, 2018, have been fully pada Laporan Tahunan 2018, dan pada Ringkasan Risalah RUPST delivered in the 2018 Annual Report, and in the summary of the 2018 yang tersedia pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. 2018 AGMS available at the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  145. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 143 Realisasi Hasil RUPST 3 April 2018 sebagai berikut : The realization of AGMS April 3rd, 2018 are as follows: Mata Acara 1 Persetujuan atas Laporan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku 2017 1st Agenda Approval of the Company’s Annual Report Fiscal Year of 2017 Realisasi: Telah terealisasi Mata Acara 2: Penetapan Penggunaan Laba Perseroan Tahun Buku 2017 Realization: Has been realized 2nd Agenda Used determanation of the Company’s profit during the 2017 fiscal year. Realisasi: Telah terealisasi Mata Acara 3: Pertanggungjawaban Realisasi Penawaran Umum Realization: Has been realized 3RD Agenda Accountability for the Actual Use of Public Offering Proceeds Penggunaan Dana Hasil Realisasi: Telah terealisasi Mata Acara Ketiga Rapat ini bersifat laporan Mata Acara 4 Pembagian Saham Bonus Realization: Has been realized The third agenda of this meeting is a report in nature. 4TH Agenda Bonus Share Distribution Realisasi: Pembagian saham bonus telah terealisasi pada tanggal 4 Mei 2018 dan laporan perubahan kepemilikan saham Bank OCBC NISP telah dilaporkan kepada OJK melalui surat nomor 033/ CorpSecr/KS.01/KN/V/2018 tanggal 17 Mei 2018. Mata Acara 5 Pembelian Kembali Saham Perseroan dalam rangka Pemberian Remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan POJK No.45/ POJK.03/2015 Realization: The bonus share distribution was realized on May 4, 2018 and the report of the Bank OCBC NISP share ownership change was reported to the OJK via the letter number 033/ CorpSecr/KS.01/KN/V/2018 dated May 17, 2018. 5TH Agenda Buyback of the Company’s Shares for Variable Remuneration Distribution in accordance with POJK No.45/POJK.03/2015 Realisasi: Pelaksanaan pembelian kembali saham Perseroan telah terealisasi pada tanggal 5 Oktober 2018 dan telah dilaporkan kepada OJK melalui surat nomor 004/CPDDCDU/SS/BB/X/2018 tanggal 9 Oktober 2018. Mata Acara 6 Peningkatan Modal Dasar Realization: The buyback of Company shares was realized on October 5th, 2018 and was reported to OJK via letter number 004/CPDD-CDU/SS/BB/X/2018 of October 9, 2018. 6TH Agenda Increase of Authorized Capital Realisasi: Peningkatan Modal Dasar telah terealisasi dan dinyatakan dalam Akta Perubahan Anggaran Dasar yang telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0011028.AH.01.02 tahun 2018. Mata Acara 7 Persetujuan Rencana Aksi (Recovery Plan) termasuk Persetujuan memiliki Instrumen Utang yang memiliki Karakteristik Modal sesuai POJK No.14/POJK.03/2017. Realization: Increase of Authorized Capital has been realized and declared in the Deed of Amendment to the Articles of Association that was approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia number AHU-0011028.AH.01.02 year of 2018. 7TH Agenda Approval of Recovery Plan including Approval to have Debt Instrument with Capital Characteristic in accordance with POJK No.14/POJK.03/2017. Realisasi: • Evaluasi dan pengkinian Rencana Aksi dilakukan secara tahunan dan telah disampaikan kepada OJK pada 23 November 2018. • Instrumen Utang yang memiliki karakteristik modal telah diterbitkan pada tanggal 27 September 2018. Realization: • Evaluation and update of Action Plan to be conducted annually and submitted to OJK on November 23, 2018. • Debt Instruments with capital characteristics were issued on September 27, 2018. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  146. 144 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Mata Acara 8 Penunjukan Akuntan Publik untuk Tahun 2018 dan Penetapan Honorarium serta Persyaratan lain berkenaan dengan Penunjukan tersebut. 8TH Agenda Appointment of a Public Accountant for 2018 and Determination of the Honorarium and other relevant Qualifications to the Appointment. Realisasi: Berdasarkan Rekomendasi Komite Audit No. 003/ AC-RECO/IPC-WS/V/2018 tanggal 2 Mei 2018, Dewan Komisaris menunjuk Akuntan Publik Angelique Daryanto, S.E., CPA dan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan sebagai Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2018 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 023/DEKOM/IPC-WS/V/2018 tanggal 7 Mei 2018. Realization: Based on the Audit Committee Recommendation No. 003/AC-RECO/IPC-WS/V/2018 of May 2, 2018, the Board of Commissioners appointed Public Accountant Angelique Daryanto, S.E., CPA and KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Partners as the Public Accountant and Public Accounting Firm of the 2018 financial year based on the Board of Commissioners Decision Letter No. 023/DEKOM/IPCWS/V/2018 dated May 7, 2018. Mata Acara 9 Perubahan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi beserta Penetapan Gaji/Honorarium dan Tunjangannya. 9TH Agenda Change in the Composition of the Company’s Board of Commissioners and Board of Directors, and Determination of their Salaries/Honoraria and Allowances. Realisasi: • Pengangkatan kembali dan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah dinyatakan dalam Akta Notaris tersendiri dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0055746.AH.01.11 TAHUN 2018 tanggal 19 April 2018. • Pengangkatan Mirah Wiryoatmodjo sebagai Direktur telah memperoleh persetujuan OJK dan efektif tanggal 5 Juni 2018, serta dinyatakan dalam Akta Notaris tersendiri dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan Nomor AHU-0078742. AH.01.11 TAHUN 2018 tanggal 07 Juni 2018. • Pengangkatan Rama Pranata Kusumaputra sebagai Komisaris Independen, yang bersangkutan telah menjalani masa tunggu 6 (enam) bulan dan Bank telah mendapatkan persetujuan OJK tanggal 11 Februari 2019. Pengukuhan atas pengangkatan dan masa jabatan yang bersangkutan telah diajukan dan disetujui dalam RUPST 9 April 2019. Realization: • The reappointment and the composition of the Board of Commissioner and the Board of Director was stated in a separate Notarial Deed and was registered in the Company Registry number AHU-0055746.AH.01.11 year of 2018 dated April 19, 2018. • The appointment of Mirah Wiryoatmodjo as a Director was approved by OJK effective on June 5, 2018, and stated in a separate Notarial Deed and was registered in Company Registry number AHU-0078742.AH.01.11 year of 2018 dated June 7, 2018. • The appointment of Rama Pranata Kusumaputra as an Independent Commissioner, after the completion of a 6 (six) month of cooling period and the Bank has obtained the OJK approval on February 11, 2019. The affirmation of his appointment and his terms of service was submitted and approved at AGMS on April 9, 2019. Pernyataan Terkait Keputusan RUPS 2018 yang Belum Terealisasi Statement Concerning Unrealized 2018 GMS Resolutions Bank dengan ini menyatakan bahwa pada tahun 2018 seluruh Keputusan RUPS telah terealisasi dan tidak ada keputusan RUPS yang tidak terealisasi atau tertunda realisasinya. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank hereby declares that in 2018, all GMS resolutions have been realized. There were no GMS resolutions that had not been realized or delayed.
  147. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 145 Corporate Data DEWAN KOMISARIS The Board of Commissioners Pedoman dan Tata Tertib Kerja Board of Commissioners ’ Charter Bank memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja bagi Dewan Komisaris sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. The Bank has in place the Board of Commissioners Charter as a Guideline in performing duties. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris mencakup: 1. Kriteria dan komposisi 2. Tugas dan tanggung jawab 3. Tata cara pengadaan rapat 4. Prosedur remunerasi 5. Pembagian kewenangan The Board of Commissioners Charter covers the following: 1. Criteria and composition 2. Duties and responsibilities 3. Meeting procedures 4. Remuneration procedures 5. Distribution of authority Pedoman selengkapnya dapat diakses pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. The complete guidelines can be accessed at the Bank website www.ocbnisp.com. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris Duties and Responsibilities Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan serta memberikan nasihat terhadap kegiatan pengelolaan Bank oleh Direksi sesuai dengan Anggaran Dasar Bank. The Board of Commissioners carries out the oversight function and advisory to the Board of Directors regarding the Bank management according to the Bank’s Articles of Association. Kriteria Anggota Members Criteria Pemilihan Anggota Dewan Komisaris, dilaksanakan dengan kriteria antara lain: a. Mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik. b. Cakap melakukan perbuatan hukum. c. Memiliki rekam jejak yang baik dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat d. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan e. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan The Bank puts in place several criteria for the selection of the Board of Commissioners’ members: a. Having good character, morals and integrity. b. Capable in carrying out legal actions. c. Having a good track record in the 5 (five) years prior to appointment and during tenure. d. Having a commitment to comply with laws and regulations. e. Having the knowledge and/or expertise in the required fields. Komposisi Dewan Komisaris Board of Commisioners Composition 67% Komposisi Komisaris Independen Composition of Independent Commissioners 9 Jumlah Komisaris Total Commissioners 1 Jumlah Komisaris Perempuan Total Female Commissioner 67% Komisaris Warga Negara Indonesia Commissioners with Indonesian Citizenship Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  148. 146 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Kebijakan Keberagaman Dewan Komisaris Diversity Policy of the Board of Commissioners Dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan kegiatan operasional Bank, komposisi Dewan Komisaris Bank mencerminkan keberagaman anggotanya dalam hal kewarganegaraan, usia, pendidikan, pengalaman kerja, dan gender. Rincian kualifikasi Dewan Komisaris disajikan pada Profil Dewan Komisaris di halaman 58-63. Carrying out the supervisory duties for the Bank’s operations, the Board of Commissioners’ composition reflects the diversity of its members in terms of nationality, age, education, work experience, and gender. Details of the Board of Commissioners’ qualifications are presented in the Board of Commissioners profile on page 58-63. Rapat Dewan Komisaris Board of Commissioners Meetings Kebijakan Rapat Dewan Komisaris Board of Commissioners Meeting Policy Jumlah & Tingkat Kehadiran Rapat Dewan Komisaris Total Meetings and Attendance Levels Sepanjang tahun 2019, jumlah rapat Dewan Komisaris dilaksanakan sebanyak 6 (enam) kali dengan rapat jumlah secara fisik 3 (tiga) kali dan secara video conference 3 (tiga) kali. Kehadiran masing-masing anggota Dewan Komisaris dalam rapat adalah 100%. 6 (six) Board of Commissioners meetings were conducted during 2019, consisting of 3 (three) physical meetings and 3 (three) video conferences. The attendance level of each member was 100%. Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi Board of Commissioners and Board of Directors Joint Meetings Kebijakan Rapat Dewan Komisaris diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris Bank, antara lain: 1. Frekuensi rapat paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan dan rapat bersama Direksi paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. 2. Dewan Komisaris wajib menghadiri setidaknya 2 (dua) rapat, baik secara fisik atau melalui video call/ conference. 3. Hasil rapat wajib dituangkan dalam risalah rapat, ditandatangani oleh anggota Dewan Komisaris dan Direksi yang hadir dan disampaikan kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. 4. Pada rapat yang telah dijadwalkan, materi rapat disampaikan kepada peserta paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat diselenggarakan. Sepanjang tahun 2019, telah diadakan sebanyak 3 (tiga) kali rapat gabungan dengan tingkat kehadiran 100%. Rekomendasi Dewan Komisaris Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya selama tahun 2019, Dewan Komisaris telah memberikan rekomendasi kepada Direksi, antara lain: 1. Rencana Bisnis Bank dan Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) 2020 2. Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik 3. Risk Appetite Statement 4. Outsourcing Policy 5. Kebijakan di bidang Manajemen Risiko 6. Laporan Tahunan 2018 7. Penerapan Anti Fraud Strategy 8. Batas Risiko Likuiditas dan Risiko Pasar 2019. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Board of Commissioners Charter regulates the Board of Commissioners Meetings, as follows: 1. Meetings are held at least once every 2 (two) months, and joint meetings with the Board of Directors at least once every 4 (four) months. 2. The Board of Commissioners shall attend at least 2 (two) meetings, either physically or via video/call conference. 3. The meeting results shall be stated in the meeting minutes and signed by the Board of Commissioners’ members and the Board of Directors’ members present and delivered to all members of the Board of Commissioners and Board of Directors. 4. At the scheduled meeting, the material shall be conveyed to the meeting participants no later than five (5) days before the meeting is held. 3 (three) joint meetings were held during 2019 with attendance levels of 100%. Board of Commissioners Recommendations Carrying out its duties and responsibilities, the Board of Commissioners provided recommendations on the following matters to the Board of Directors: 1. Bank Business Plan and Financial Sustainability Action Plan 2020 2. Good Corporate Governance implementation 3. Risk Appetite Statement 4. Outsourcing Policy 5. Policies in Risk Management areas 6. 2018 Annual Report 7. Application of Anti-Fraud Strategy 8. Threshold of Liquidity Risk and Market Risk 2019.
  149. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Data Penilaian Kinerja Dewan Komisaris Board of Commissioners Performance Assessment Prosedur Penilaian Assessment Procedures • • Penilaian atas kinerja Dewan Komisaris dilakukan dengan cara: • Penilaian mandiri menggunakan kuesioner yang mencakup antara lain: 1. Komposisi 2. Kualitas rapat Dewan Komisaris 3. Kinerja pengawasan Dewan Komisaris terhadap kinerja perusahaan 4. Pelaksanaan suksesi Direksi 5. Memastikan pelaksanaan manajemen risiko dan pengendalian internal. Penilaian melalui Penilaian Mandiri Tata Kelola. Penilaian kinerja Dewan Komisaris lainnya dilakukan juga melalui penilaian mandiri pelaksanaan Tata Kelola sebagaimana diatur pada Surat Edaran OJK No.13/ SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. Tujuan dari penilaian mandiri adalah untuk mengevaluasi kontribusi dan efektivitas kinerja Dewan Komisaris. Kriteria Penilaian 147 The performance assessment for the Board of Commissioners is carried out by the following: • Self-assessment by questionnaires, which includes: 1. Composition 2. Quality of the Board of Commissioners meetings 3. Board of Commissioners’ oversight performance on Bank performance 4. Implementation of the Board of Directors’ succession 5. Ensuring the implementation of risk management and internal controls. Assessment through Governance Self-Assessment. Another Board of Commissioners’ performance assessment is also carried out through corporate governance selfassessment as stipulated in OJK Circular Letter No.13/ SEOJK.03/2017 on the Governance Implementation for Commercial Banks. The objective of self-assessment is to evaluate the contribution and effectiveness of the Board of Commissioners. Assessment Criteria 1. Penilaian governance structure menilai kecukupan struktur dan infrastuktur tata kelola Bank agar proses pelaksanaan prinsip Tata Kelola memberikan outcome yang sesuai dengan harapan pemangku kepentingan Bank. 2. Penilaian efektivitas proses pelaksanaan prinsip tata kelola yang didukung oleh kecukupan struktur dan infrastruktur tata kelola Bank. 3. Penilaian hasil tata kelola menilai kualitas hasil yang memenuhi harapan pemangku kepentingan Bank. 1. Governance structure assesses the adequacy of the Bank’s governance structure and infrastructure, hence to meet the Bank’s stakeholders’ expectation on the outcomes of GCG principles implementation process. 2. Assessment of the effectiveness on the governance principles implementation process, supported by the Bank’s governance structure and infrastructure adequacy. 3. Assessment of the governance results on the outcome quality that fulfilled the Bank’s Stakeholders expectations. Pihak Yang Melakukan Penilaian Assessors 1. Dewan Komisaris melalui penilaian mandiri. 2. Direksi melalui kuesioner memberikan penilaian dan masukan kepada Dewan Komisaris. 1. The Board of Commissioners through Self-Assessment. 2. The Board of Directors through questionnaires that provide assessment and input to the Board of Commissioners. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  150. Kinerja 2019 148 2019 Performances Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Program Orientasi Orientation Program Bank memiliki program orientasi dan pengenalan bagi anggota Dewan Komisaris yang baru dan anggota independen Komite di bawahnya dengan tujuan memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Bank, serta lingkup pekerjaannya. Sepanjang 2019 terdapat orientasi bagi 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris dan 2 (dua) orang anggota independen Komite Pemantau Risiko yang baru. The Bank has in place the orientation and introduction program for new members of the Board of Commissioners and its Independent Committee members, aimed at providing knowledge and understanding of the Bank, as well as the scope of work. The orientation program in 2019 was conducted for 1 (one) new member of the Board of Commissioners and 2 (two) new independent members of the Risk Monitoring Committee. Program Pelatihan Anggota Dewan Komisaris Training Programs for Board of Commissioners’ Members Guna meningkatkan kompetensi dan penyelarasan dengan perkembangan dunia usaha, khususnya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris mengikuti pelatihan pada tahun 2019, antara lain sebagai berikut: In 2019, the Board of Commissioners attended various training sessions for competency enhancement and to conform with business development, specifically in supporting their duties and responsibilities. The training sessions were as follows: Nama Name Pelatihan/Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Peter Eko Sutioso Penyelenggara Organizer Tempat Place UBS Wealth Insights 2019 Conference: Global 14 January 2019 Outlook, APAC Outlook, US-China Trade War and January 14, 2019 China Economy Spokesperson Training 31 January 2019 January 31, 2019 UBS Wealth Management Singapura Singapore Bank OCBC NISP Jakarta 70th ICP Semi-Annual Forecast 24 April 2019 April 24, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 Castle Asia Indonesia Country Program Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Presentation on Open Banking Framework and API Marketplace / Financial Planning Digital Service Indonesia Update 1 Agustus 2019 August 1, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore 1 Agustus 2019 August 1, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore Directors visit to companies in Shenzhen to explore and discuss their innovations and extensive use of technology relevant to OCBC General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 8-9 Agustus 2019 August 8-9, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta SID Directors Conference 2019 - Transformation From Ordinary to Extraordinary 11 September 2019 September 11, 2019 Singapore Institute of Directors Jakarta ON Value Project 19 September 2019 September 19, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Quality Leader 4.0 10 Mei 2019 May 10, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Quality Leader 4.0 Pramukti Surjaudaja Tanggal Date Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  151. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Nama Name Samuel Nag Tsien Pelatihan /Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Kwan Chiew Choi 149 Corporate Data Tanggal Date Penyelenggara Organizer Tempat Place Economic Outlook 2019 19 Februari 2019 February 19, 2019 Great Eastern Holdings Singapura Singapore Looking Ahead - What’s in store for Singapore and China businesses in 2019 and beyond 14 Maret 2019 March 14, 2019 Allen & Gledhill LLP Singapura Singapore 13th Singapore Maritime Lecture 8 April 2019 April 8, 2019 Maritime and Port Authority of Singapore Singapura Singapore 1st Singapore-Shanghai Comprehensive Cooperation Council Meeting 24 Mei 2019 May 24, 2019 Enterprise Singapore Singapura Singapore The International Monetary Conference 3-4 Juni 2019 June 3-4, 2019 International Monetary Conference Singapura Singapore ABS Dialogue - General Ketih Alexandra (retired), A member of MAS Cyber Security Panel, Founder of Ironnet Cyber Security SkillsFuture Festival Forum – Innovating for The Future of Work 24 Juni 19 June 24, 2019 The Association of Banks in Singapore Singapura Singapore 28 Juni 2019 June 28, 2019 Skills Future Singapore Singapura Singapore OCBC Culture & Conduct Programme 12 Juli 2019 July 12, 2019 Ernst & Young Singapura Singapore Technology Risk Update 16 Juli 2019 July 16, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore • • 1 Agustus 2019 August 1, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore 8-9 Agustus 2019 August 8-9, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore PIMCO’s Investment Strategy in a World of Low 18 September 2019 Rates, Low Volatility and High Uncertainty, High September 18, 2019 Disruption Great Eastern Holdings Singapura Singapore MAS Lecture 2019 19 September 2019 September 19, 2019 Monetary Authority of Singapore Singapura Singapore GIC Insights 2019 18 September 2019 September 18, 2019 GIC Singapura Singapore Singapore Summit 2019 20-21 September 2019 EDB, GIC, MAS and September 20-21, 2019 Temasek Singapura Singapore Temasek International Panel Lunch 23 September 2019 September 23, 2019 Temasek Singapura Singapore Technology Risk Update 1 Oktober 2019 October 1, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore Annual AML/CFT Training for Directors 21 Oktober 2019 October 21, 2019 Bank of Singapore Singapura Singapore Annual AML/CFT Training for Directors 4 November 2019 November 4, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore Update on Technology Risk 26 November 2019 November 26, 2019 OCBC Bank Singapura Singapore Looking Ahead - What’s in store for Singapore and China businesses in 2019 and beyond 14 Maret 2019 March 14, 2019 Allen & Gledhill Singapura Singapore General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Board Leadership for Cyber Resilience 04 April 2019 April 04, 2019 Singapore Institute of Directors Singapura Singapore General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta • • Lai Teck Poh Data Perusahaan Open Banking Framework API Marketplace / Financial Planning Digital Service Market Development and Emerging Trends on New Technologies Digital Advancement in Banking Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  152. Kinerja 2019 150 2019 Performances Nama Name Jusuf Halim Hardi Juganda Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Pelatihan /Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Company Profile Tanggal Date Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Penyelenggara Organizer Tempat Place Regular Tax Discussion “Arah dan Strategi 02 April 2019 Kebijakan Penegakan Hukum Perpajakan 2019” April 02, 2019 Regular Tax Discussion “The Direction and Strategy of Tax Law Enforcement Policies 2019” Quality Leader 4.0 10 Mei 2019 May 10, 2019 Ikatan Akuntan Indonesia Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Diskusi Panel: “Perjalanan Profesi Komite Audit di Indonesia: Tantangan dan Prospek Masa Depan” Panel Discussion: “The Journey of Audit Committee Profession in Indonesia: The Challenge and Prospect in the Future” Sharing and Discussion: “Emerging Financial Crime Threats in Digital Age” 18 Juni 2019 June 18, 2019 Ikatan Komite Audit Indonesia Jakarta 28 Juni 2019 June 28, 2019 CPA Australia Jakarta Sharing and Discussion: “Big Data Practices in Organizations” 24 Juni 2019 June 24, 2019 Indonesia Strategic Management Society Jakarta Seminar “Dialog Pengelolaan Keuangan Negara 2019: Peningkatan Efisiensi Pengelolaan Keuangan Negara di Era Digital 4.0 Menuju Indonesia Emas” Seminar “The State’s Financial Management Dialog 2019: The State’s Financial Management Efficiency Improvement in the 4.0 Digital Era towards Golden Indonesia” Star-up Indonesia - How it Benefits Future Enterpreneurs 25-26 Juni 2019 June 25-26, 2019 Ikatan Akuntan Indonesia Jakarta 18 Juli 2019 July 18, 2019 CPA Australia Jakarta General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Panel Discussion : “Menyongsong Penerapan Standar Auditing (SA) 701-Komunikasi Key Audit Matters” Panel Discussion:”Facing The Auditing Standard (SA) 701 ImplementationCommunication of Key Audit Matters” International Tax Conference 2019 : “The Current Issues of International Taxation and Digital Economy Era” IBEX Seminar 28 Agustus 2019 August 28, 2019 Ikatan Komite Audit Indonesia Jakarta 17 September 2019 September 17, 2019 Ikatan Akuntan Indonesia Jakarta 6 November 2019 November 6, 2019 Perbanas Jakarta Akuntan Profesional Unggul, Indonesia Maju : Mendukung Pembangunan SDM dan Transformasi Ekonomi Menuju Emas 2045 Superior Professional Accountant, Advanced Indonesia: To Support the HR Development and Economy Transformation Towards Golden 2045 Quality Leader 4.0 5-6 Desember 2019 December 5-6, 2019 Ikatan Akuntan Indonesia Jakarta 10 Mei 2019 May 10, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Skills For The Future 26 September 2019 September 26. 2019 Bank OCBC NISP Bandung Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  153. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Nama Name Betti S . Alisjahbana Rama P. Kusumaputra Pelatihan/Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Data Perusahaan 151 Corporate Data Tanggal Date Penyelenggara Organizer Tempat Place Precensing Based Coaching 25 Januari 2019 January 25, 2019 ICF Jakarta Jakarta Spokesperson Training 31 Januari 2019 January 31 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Business Cycle in Developing Countries: “Role of Economic Policy for Economic Development” 6 Maret 2019 March 6, 2019 ITB Jakarta Fitch on Indonesia - Election, Macro-Economy and Credit Market 20 Maret 2019 March 20, 2019 PT Fitch Rating Indonesia Jakarta Quality Leader 4.0 10 Mei 2019 May 10, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Fintech in the Indonesian Digital Economy 21 Juni 19 June 21, 2019   Jakarta Coaching Mastery through Mentor Coaching & Coaching Supervision 25 Juni 19 June 25, 2019 ICF Jakarta Jakarta “Karakter dan Mindset Sebagai Penentu Keberhasilan dan Kelangsungan Bangsa” “Character and Mindset as the Key to the Nation’s Success and Longevity” General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 3 Juli 2019 July 3, 2019 ITB Jakarta 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Indonesia Banking Expo “Consolidate to Elevate” 6 November 2019 November 6, 2019 Perbanas Jakarta Quality Leader 4.0 10 Mei 2019 May 10, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Komisaris Independen Independensi Anggota Dewan Komisaris Independent Commissioner Independence of Bard of Commissioners’ Members Seluruh Anggota Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara independen. All Board of Commissioners’ Members performed their duties and responsibilities independently. Pernyataan Independensi Komisaris Independen Independent Statement Of Independent Commissioners Tidak ada Komisaris Independen yang menjabat lebih dari 2 (dua) periode masa jabatan berturut-turut. There are no Independent Commissioners who served more than 2 (two) consecutive terms. Hubungan Afiliasi Affiliations Pramukti Surjaudaja memiliki hubungan keluarga dengan anggota Direksi, yaitu Parwati Surjaudaja. Komisaris yang memiliki hubungan keuangan dengan Pemegang Saham Pengendali Bank adalah Pramukti Surjaudaja, Samuel Nag Tsien, dan Lai Teck Poh. Komisaris lainnya tidak memiliki hubungan keluarga dan hubungan keuangan dengan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, maupun Pemegang Saham Pengendali Bank. Pramukti Surjaudaja has a family relationship with a member of the Board of Directors, Parwati Surjaudaja. Pramukti Surjaudaja, Samuel Nag Tsien, and Lai Teck Poh are the Commissioners who have financial relationships with the Bank’s Controlling Shareholders. The other Commissioners have neither familial nor financial relationships with members of the Board of Directors, Board of Commissioners, or the Bank’s Controlling Shareholders. Kebijakan Remunerasi Dewan Komisaris Board of Commissioners’ Remuneration Policy Pengungkapan Prosedur Pengusulan sampai Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris Disclosure for Proposal Procedure for Determining the Board of Commissioners’ Remuneration Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  154. 152 Kinerja 2019 2019 Performances KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI Remuneration and Nomination Committee Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners Company Profile RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM General Meeting of Shareholders (GMS) PEMEGANG SAHAM MAYORITAS Majority Shareholders Membuat rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Mengusulkan kepada RUPS untuk menetapkan remunerasi Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Memberikan kuasa dan wewenang kepada pemegang saham mayoritas Bank untuk menetapkan remunerasi Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Atas kuasa dan wewenang yang diberikan RUPS, menetapkan remunerasi bagi Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Prepare recommendations for the Board of Commissioners. Propose that the GMS determine the Board of Commissioners’ remuneration based on the Remuneration and Nomination Committee’s recommendations. Provide power and authority to the Bank’s majority shareholders to determine the Board of Commissioners’ remuneration based on the Remuneration and Nomination Committee’s recommendations. Upon the power and authority granted by the GMS, determine the remuneration for the Board of Commissioners based on the Remuneration and Nomination Committee’s recommendations. Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis REMUNERASI DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners’ Remuneration Pengungkapan Bonus Kinerja, Bonus NonKinerja, dan/atau opsi saham yang diterima setiap anggota Dewan Komisaris Disclosure of Performance Bonuses, NonPerformance Bonuses, and/or stock options received by each Board of Commissioners’ member Guna menjaga independensi dalam menjalankan tugasnya, sejak tahun 2008 Dewan Komisaris Bank tidak menerima remunerasi dalam bentuk bonus atas pencapaian kinerja Bank. To maintain independence in carrying out its duties, since 2008 the Bank’s Board of Commissioners has declined any remuneration in the form of bonuses for achieving Bank performance. KOMITE-KOMITE DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners’ Committee Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Dewan Komisaris membentuk Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi, Komite Pemantau Risiko dan Komite Etik dan Perilaku. Pengangkatan anggota komite tersebut dilakukan oleh Direksi sesuai Keputusan Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Setiap Komite diketuai oleh Komisaris Independen dan memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja yang diperbarui secara berkala. For effectiveness of duties and responsibilities, the Board of Commissioners established the Audit Committee, Remuneration and Nomination Committee, Risk Monitoring Committee and Ethic and Conduct Committee. The Board of Directors appoints the Committees’ members following a decree of the Board of Commissioners based on the Remuneration and Nomination Committee’s recommendations. Each Committee is chaired by an Independent Commissioner and has a periodically updated Charter. KOMITE AUDIT AUDIT COMMITTEE Dasar Hukum Legal Basis Pembentukan Komite Audit berdasarkan Peraturan dan Surat Edaran OJK tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Komite Audit, Fungsi Kepatuhan Bank Umum, Akuntan Publik, serta Keputusan Dewan Komisaris tentang Pembentukan Komite Audit Bank NISP tahun 2001 dan Perubahannya tahun 2006. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Audit Committee was established based on OJK regulations and circulars concerning Governance Implementation for Commercial Banks, Audit Committees, Compliance Functions, Public Accountants, and the Board of Commissioners’ decree on the establishment of the Bank NISP’s Audit Committee in 2001 and its Amendment in 2006.
  155. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Profil Komite Audit Data Perusahaan Corporate Data 153 Audit Committee Profile Kwan Chiew Choi Ketua Chairman Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 62 di Laporan Tahunan ini . His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 62 in this Annual Report. Hardi Juganda Anggota Member Kurnia Irwansyah Anggota (Pihak Independen) Member (Independent Party) Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 62 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 62 in this Annual Report. Rufina Tinawati Marianto Anggota (Pihak Independen) Member (Independent Party) Warga negara Indonesia, 61 tahun. Indonesian Citizen, 61 years old. Anggota Komite Audit Bank OCBC NISP sejak Juli Audit Committee Member of Bank OCBC NISP 2014. since July 2014. Riwayat Pekerjaan: • 1979-1983: Asisten Audit Manager KAP Hadi Sutanto & Rekan/Pricewaterhouse. • 1983-1985: Accounting Manager PT Coca Cola Indonesia. • 1985-sekarang: Dosen Senior Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia • 1985-1988: Finance Manager PT Djaya Beverage Bottling Company. • 1988-1993: Financial Controller IFF PT Essence Indonesia. • 1993-1998: Finance Director IFF PT Essence Indonesia. • 1998–2008: Managing Director IFF PT Essence Indonesia. Work Experience: • 1979-1983: Asisten Audit Manager KAP Hadi Sutanto & Rekan/Pricewaterhouse. • 1983-1985: Accounting Manager PT Coca Cola Indonesia. • 1985-present: Senior Lecturer of Accounting, Faculty of Economics, Universitas Indonesia • 1985–1988: Finance Manager PT Djaya Beverage Bottling Company. • 1988-1993: Financial Controller IFF PT Essence Indonesia. • 1993-1998: Finance Director IFF PT Essence Indonesia. • 1998–2008: Managing Director IFF PT Essence Indonesia. Rangkap Jabatan: Tidak ada Concurrent Position: None Riwayat Pendidikan: • Dosen Bersertifikasi dari Depdikbud, Chartered Accountant dari Ikatan Akuntan Indonesia (2014). • Magister Akuntansi lulusan MAKSI Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta (2010). • Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta (1982). Education: • Certified Lecturer from Ministry of Education, Chartered Accountant from Institute of Indonesian Chartered Accountants (2014). • Master Degree in Accounting krom MAKSI, Faculty of Economics, University of Indonesia (2010). • Bachelor’s degree in Economics majoring in Accounting, Faculty of Economics, University of Indonesia (1982). Warga Negara Indonesia, 60 tahun. Anggota Komite Audit Bank OCBC NISP sejak Maret 2017. Indonesian Citizen, 60 years old. Audit Committee Member of Bank OCBC NISP since March 2017. Riwayat Pekerjaan: • 1987-2003 Menjabat berbagai posisi di Bank Bali dengan posisi terakhir sebagai General Manager of Large Commercial Banking – Unit Bisnis Jakarta • 2003-2006: General Manager Commercial Jatabeka di Bank Permata • 2007-2014: Commercial Business Division Head, Executive VP, Commercial Business Unit, Anggota Komite Kredit Komersial, dan Commercial Sales & Marketing Support Head di Bank OCBC NISP. Work Experience: • 1987-2003: Served in various positions at Bank Bali with last positions as General Manager of Large Commercial Banking – Jakarta Business Unit • 2003-2006: General Manager of Commercial Jatabeka at Bank Permata • 2007-2014: Commercial Business Division Head, Executive VP, Commercial Business Unit, Member of the Commercial Credit Committee and Commercial Sales & Marketing Support Head at Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: 2016-sekarang: Komisaris Independen PT Bank Mayora. Concurrent Position: 2016-present: Independent Commissioner of PT Bank Mayora. Riwayat Pendidikan: Sarjana Ekonomi Manajemen (1986) dan Sarjana Teknik Arsitektur (1985) dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Education: Bachelor’s degree in Economics majoring in Management (1986) and Architecture (1985) from Parahyangan Catholic University, Bandung. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  156. Kinerja 2019 154 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Posisi di Posisi di Bank OCBC NISP dalam Position in Bank OCBC Komite NISP Position in the Committee Kwan Chiew Choi Ketua Chairman Hardi Juganda Anggota Member Kurnia Irwansyah Anggota Member Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Pihak Independen Independent Party Rufina Tinawati Marianto Anggota Member Pihak Independen Independent Party Company Profile Management Discussion & Analysis Audit Committee Members’ Period and Term of Office Periode dan masa jabatan anggota komite audit Nama Name Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Dasar Hukum Penunjukan Surat Keputusan Direksi Legal Basis of Appointment - Board of Directors Decree KPTS/DIR/HK.02.02/CORPSECR/020/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17, 2017 KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/004G/2018 tanggal 4 April 2018 dated April 4, 2018 KPTS/DIR/HK.02.02/CORPSECR/022/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17, 2017 KPTS/DIR/HK.02.02/CORPSECR/021/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17, 2017 Periode dan Masa Jabatan Period and Term of Office Tanggal Efektif Effective Date Akhir Masa Jabatan End of Term 30 Maret 2017 March 30, 2017 RUPST 2020 AGMS 2020 3 April 2018 April 3, 2018 RUPST 2021 AGMS 2021 30 Maret 2017 March 30, 2017 RUPST 2020 AGMS 2020 30 Maret 2017 March 30, 2017 RUPST 2020 AGMS 2020 Struktur, Keanggotaan dan Keahlian Structure, Membership and Expertise Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Audit Audit Committee Charter Pernyataan Independensi Komite Audit Audit Committee Independence Declaration Tugas dan tanggung jawab Komite Audit Audit Committee Duties and Responsibilities Rapat Komite Audit Audit Committee Meetings Keputusan rapat diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal tidak tercapai musyawarah untuk mufakat, maka keputusan sah apabila disetujui oleh mayoritas anggota Komite Audit yang hadir dalam rapat. The meeting resolutions shall be based on discussion and consensus. In the event of disagreement, the decision is made legitimate by the approval of a majority of the members of the Audit Committee attending the meeting. Komite Audit terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Independen yang merangkap sebagai Ketua, 1 (satu) orang Komisaris Independen sebagai anggota, 1 (satu) orang Pihak Independen sebagai anggota yang memiliki keahlian di bidang keuangan atau akuntansi, dan 1 (satu) orang Pihak Independen sebagai anggota yang memiliki keahlian di bidang hukum atau perbankan. Dalam menjalankan tugasnya Komite Audit memiliki Piagam Komite Audit yang selengkapnya dapat diakses pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. Komite Audit bertindak secara independen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk dalam memberikan pendapat jika terdapat perbedaan pendapat antara Direksi dan Akuntan Publik. Komite Audit membantu Dewan Komisaris dalam mengawasi kualitas dan integritas pelaporan keuangan, sistem pengendalian intern, proses audit internal dan eksternal, tata kelola, serta proses pemantauan kepatuhan terhadap ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. Komite Audit dapat mengadakan rapat setiap saat, minimal 4 (empat) kali dalam satu tahun. Rapat dapat diselenggarakan jika dihadiri minimal 51% dari jumlah anggota. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Audit Committee consists of 1 (one) Independent Commissioner as Chairman, 1 (one) Independent Commissioner as member, 1 (one) Independent Party as member who has expertise in finance or accounting, and 1 (one) Independent Party as member who has expertise in law or banking. In carrying out its duties, the Audit Committee has the Audit Committee Charter which can be accessed at the Bank’s website www.ocbcnisp.com. The Audit Committee acts independently in carrying out its duties and responsibilities, including in providing recommendations in the event of dissenting opinions between the management and independent auditors. The Audit Committee assists the Board of Commissioners in overseeing the quality and integrity of the financial reporting, internal control system, internal and external audit processes, and governance, as well as in monitoring compliance with prevailing laws and regulations. The Audit Committee may hold a meeting any time, at least four times in a year. A meeting may be conducted when at least 51% of members are in attendance.
  157. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 155 Corporate Data Selama tahun 2019 , Komite Audit telah menyelenggarakan 20 (dua puluh) kali rapat, dengan: 1. Akuntan Publik: 4 (empat) kali rapat, termasuk 1 (satu) kali rapat tanpa kehadiran manajemen 2. Direktur Keuangan: 4 (empat) kali rapat 3. Audit Internal: 6 (enam) kali rapat, termasuk 1 (satu) kali rapat tanpa kehadiran manajemen 4. Direktur yang membawahkan Fungsi Kepatuhan: 4 (empat) kali rapat 5. Dewan Komisaris: 2 (dua) kali rapat. During 2019, the Audit Committee held 20 (twenty)meetings, with: 1. Public Accountant: 4 (four) meetings, including 1 (one) meeting without management 2. Director of Finance: 4 (four) meetings 3. Internal Audit: 6 (six) meetings, including 1 (one) meeting without management 4. Compliance Director: 4 (four) meetings 5. Board of Commissioners: 2 (two) meetings Tingkat Kehadiran Komite Audit Attendance of Audit Committee Meetings Nama Name Kwan Chiew Choi Hardi Juganda Kurnia Irwansyah Rufina Tinawati Marianto Posisi di dalam Komite Attendance of Audit Committee Meetings Ketua Chairman Anggota Member Anggota (Pihak Independen) Member (Independent Party) Anggota (Pihak Independen) Member (Independent Party) Jumlah Rapat Number of Meetings Kehadiran Attendance % Kehadiran % Attendance 20 20 100% 20 20 100% 20 17 85% 20 20 100% Pelaksanaan Kegiatan Komite Audit Audit Committee Activities Dengan Direktur yang membawahi fungsi Kepatuhan, membahas antara lain: • Pelaksanaan ketentuan kehati-hatian oleh Bank dan ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan budaya kepatuhan. • Tindak lanjut atas rekomendasi dari audit internal, akuntan publik dan otoritas pengawas terkait temuan ketidaktaatan dan langkah-langkah perbaikan yang telah dan akan dilakukan manajemen. • Perkembangan terkini ketentuan perundangan di bidang perbankan dan ketentuan perundangan lainnya yang relevan dan analisis dampaknya bagi Bank serta langkah langkah penerapannya oleh manajemen. • Efektivitas sistem pemantauan ketaatan terhadap ketentuan perundang-undangan, kebijakan, sistem, prosedur dan kode etik serta tindak lanjut Manajemen atas ketidaktaatan. • Implementasi kebijakan, prosedur dan program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme serta tindak lanjut atas rekomendasi audit internal With the Compliance Director, to discuss among others: Komite Audit telah melakukan kajian, evaluasi dan pemantauan sesuai dengan lingkup tugas dan tanggung jawabnya selama tahun 2019, sebagai berikut: During 2019, the Audit Committee has conducted reviews, evaluations and monitoring based on its scope of duties and responsibilities, as follows: • • • • • Implementation of prudential banking principles and compliance with applicable regulations and efforts to enhance compliance culture. Follow-up on recommendations from internal audit, external auditor, and regulators on the findings of noncompliance and corrective measures that have and will be performed by the management. Current development of banking regulations and other relevant regulations and analysis of its impact on the Bank, as well as implementation by the management. Effectiveness of compliance monitoring system on regulations, policies, systems, procedures, and code of conduct, as well as management’s follow-up on noncompliance. Implementation of AML-CFT (Anti-Money Laundering and Combating the Financing of Terrorism) policies, procedures and program as well as follow-up on internal audit recommendations. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  158. 156 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Dengan Direktur Keuangan, antara lain: • Melakukan kajian atas sistem akuntansi dan proses pelaporan keuangan untuk memastikan terselenggaranya pelaporan keuangan yang sehat dan transparan. • Melakukan kajian untuk meyakinkan bahwa Manajemen telah melakukan tindak lanjut atas temuan audit dan rekomendasi audit intern, akuntan publik, dan otoritas pengawas terkait aspek akuntansi dan pelaporan keuangan. Disamping itu, melakukan kajian untuk meyakinkan bahwa Manajemen senantiasa mengikuti perkembangan isu terkini dan perubahan standar akuntansi yang berdampak langsung terhadap laporan keuangan Bank, dan melakukan langkahlangkah persiapan dini yang diperlukan dalam penerapannya secara tepat. • Melakukan kajian untuk memastikan bahwa isi dan pengungkapan laporan keuangan, aplikasi prinsip-prinsip dan kebijakan akuntansi, penggunaan estimasi dan pertimbangan signifikan serta perlakuan atas perubahan akuntansi termasuk aplikasi standar akuntansi baru yang berlaku efektif tahun berjalan, dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. With the Finance Director, among others: • Reviewing the accounting and financial reporting systems to ensure a sound and transparent financial reporting process. • Reviewing to ensure the follow-up by the Management on key findings and recommendations from internal audit, public accountant, and regulators regarding financial reporting. In addition, reviewing to ensure that Management keeps abreast of current issues and changes to accounting standards that had a direct impact on the Bank’s financial statements and conducts immediate preparations for its accurate implementation. Dengan Audit Intern, antara lain: • Melakukan kajian atas kecukupan dan efektivitas fungsi audit internal dan meyakinkan terselenggaranya proses audit internal yang independen dan objektif dalam melakukan penilaian kecukupan dan efektivitas proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal. • Melakukan kajian atas hasil penilaian risiko oleh audit internal, rencana audit berbasis risiko, ruang lingkup dan fokus audit untuk meyakinkan bahwa prioritas dan lingkup audit diarahkan pada risiko utama teridentifikasi dan fungsi utama Bank. Di samping itu dikaji juga aspekaspek penting lainnya seperti usulan penyempurnaan metodologi audit, pemanfaatan perkembangan teknologi dalam proses audit untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi audit serta peran Audit Intern dalam penguatan dan pemberdayaan Three Lines of Defense. • Melakukan kajian atas laporan audit berkala yang disampaikan Audit Intern, termasuk temuan audit atas proses pengendalian intern, manajemen risiko dan tata kelola serta temuan audit terkait fraud dan temuan audit lain yang signifikan, rekomendasi audit intern, tindak lanjut tepat waktu oleh manajemen. • Melakukan kajian untuk memastikan bahwa terdapat koordinasi dan komunikasi yang efektif antara Audit Intern dengan Akuntan Publik, Otoritas Jasa Keuangan dan Otoritas Pengawas lainnya. Di samping itu, memantau tindak lanjut manajemen yang tepat atas rekomendasi Audit Intern, Akuntan Publik, Otoritas Jasa Keuangan dan Otoritas Pengawas lainnya. • Meyakinkan kecukupan sumber daya, kompetensi, dan terselenggaranya pengembangan dan pelatihan berkelanjutan bagi auditor intern. With Internal Audit, among others: • Reviewing the adequacy and effectiveness of internal audit functions and ensuring an independent and objective internal audit process to assess the adequacy and effectiveness of governance processes, risk management and internal control. • Reviewing the results of risk assessments by internal audit, risk based audit plans, audit scope and focus to ensure they are prioritized and directed according to the identification key risks and functions. In addition, reviewing the proposed improvement of audit methodology, and utilization of current technology development in the audit process to enhance audit effectiveness and efficiency, as well as the role of Internal Audit in strengthening and empowering the Three Lines of Defense. • Reviewing periodic audit reports submitted by Internal Audit, including key audit findings on internal control, risk management and governance process, as well as audit findings on fraud and other significant audit findings, recommendations by internal audit, and timely follow-up by Management. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP • • • Reviewing to ensure appropriate contents and disclosures of financial statements, accounting principles application, the use of significant estimates and judgements and the treatment of accounting changes, including the application of new accounting standards effective in the current year that are in accordance with the applicable Financial Accounting Standards in Indonesia. Reviewing to ensure effective coordination and communication between Internal Audit and the External Auditor, the Financial Services Authority and other Regulators. Monitoring proper and timely follow-up by the management on the recommendations issued by External Auditor, the Financial Services Authority and other Regulators. Ensuring the adequacy of resources and competencies, as well as sustainable development and training of internal auditors.
  159. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report • Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Melakukan rapat dengan Audit Intern tanpa kehadiran manajemen untuk membahas hal-hal penting yang ingin disampaikan oleh Audit Intern. Corporate Data • 157 Conducting meeting with Internal Audit without the management to discuss any important matters raised by Internal Audit. Dengan Akuntan Publik, antara lain: • Melakukan konfirmasi tentang independensi akuntan publik dan kantor akuntan publik dan meyakinkan adanya langkah langkah yang dijalankan untuk mempertahankan independensi dan objektivitas selama audit berlangsung. Di samping itu, membahas rencana audit, hasil penilaian risiko, strategi audit, ruang lingkup , fokus audit dan respon auditor terhadap risiko utama teridentifikasi untuk meyakinkan bahwa audit diarahkan untuk melakukan respon yang layak terhadap risiko-risiko utama teridentifikasi. • Melakukan kajian atas hasil evaluasi auditor atas kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian intern, temuan audit yang signifikan, termasuk hasil audit atas penerapan prinsip dan kebijakan akuntansi, kualitas penerapan asumsi, estimasi dan pertimbangan yang signifikan oleh Manajemen termasuk kecukupan cadangan kerugian penurunan nilai, isu pelaporan keuangan lain yang signifikan, kecukupan pengungkapan dan transparansi kondisi keuangan Bank, keterbukaan dan dukungan manajemen selama audit berlangsung, serta jika ada perbedaan pendapat dengan manajemen. Selanjutnya, dilakukan pembahasan tentang perkembangan standar akuntansi keuangan untuk memahami dampak penerapan standar akuntansi baru yang telah dan akan diterbitkan, termasuk membahas hasil review atas kecukupan langkahlangkah persiapan manajemen untuk melakukan persiapan implementasi PSAK 71 (IFRS 9) pada tahun 2020. • Mengawasi efektivitas penyelenggaraan proses audit ekstern yang independen dan objektif sesuai standar audit. • Melakukan pertemuan dengan Akuntan Publik dalam sesi tersendiri tanpa kehadiran Manajemen, untuk memberikan kesempatan kepada Akuntan Publik jika ingin menyampaikan dan membahas hal-hal penting. With the Public Accountant, among others: • Obtaining confirmation on the independence of the public accountant and the public accounting firm, and ensuring that necessary steps were undertaken to maintain its independence and objectivity during the audit. In addition, reviewing the audit plan, risk assessment results, audit strategy, audit scope and focus, auditor’s response to identify key risks so as to ensure the proper address and response of audit to the identified key risks. Dengan Dewan Komisaris antara lain: • Melaporkan kegiatan triwulanan Komite Audit, menyampaikan hal-hal penting untuk mendapat perhatian Dewan Komisaris dan rekomendasi Komite Audit kepada Dewan Komisaris tentang aspek tata kelola, akuntansi, audit, kepatuhan dan pengendalian intern, serta menyampaikan laporan hasil evaluasi Komite Audit terhadap pelaksanaan audit oleh akuntan publik atas laporan keuangan tahun sebelumnya, di samping menyampaikan rekomendasi Komite Audit atas usulan penunjukan Akuntan Publik untuk tahun berjalan. With the Board of Commissioners, among others: • Reporting the quarterly activities of the Audit Committee, key issues for the Board of Commissioners’ attention and recommendations by the Audit Committee for the Board of Commissioners on governance, accounting, audits, compliance and internal controls, and the Audit Committee’s evaluation results on the audit performance of the public accountant for the previous year’s financial statements, as well as the Audit Committee’s recommendation on the appointment of Public Accountant for the current year. Selain itu Komite Audit juga melakukan evaluasi mandiri atas kinerja Komite Audit. The Audit Committee also performed self-assessment on the performance of the Audit Committee. • • • Reviewing the results of auditor’s evaluation on the adequacy and effectiveness of internal control system, significant audit findings, including results of accounting principles and policies application review, the quality of management’s assumptions, significant estimates and judgements including the adequacy of the allowance for impairment losses, other significant financial reporting issues, the adequacy of disclosures and transparency of the Bank’s financial condition, management’s support during the audit, including in the event of dissenting opinions with the management. Moreover, reviewing the current development of financial accounting standards in order to understand the impact of newly and soon-to-be issued accounting standards, including the results of auditor’s review on the adequacy of management’s preparatory steps to implement PSAK 71 (IFRS 9) in 2020. Monitoring the effectiveness of an independent and objective external audit process in accordance with the applicable auditing standards. Conducting meeting with the Public Accountant in a separate session without the management to discuss any matters that may be privately raised by the Public Accountant. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  160. Kinerja 2019 158 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Program Pelatihan Komite Audit Tahun 2019 Name Name Kwan Chiew Choi Hardi Juganda Kurnia Irwansyah Rufina Tinawati Marianto Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Audit Committee Training Programs in 2019 Pelatihan/Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Tanggal Date Penyelenggara Organizer Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151 Can be seen in the Board of Commissioners training table on page 148-151 Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151 Can be seen in the Board of Commissioners training table on page 148-151 11-12 April 2019 Ikatan Akuntan IAI-AFA-IAESB International Conference 2019: Competence of the Future: Professionalism of Indonesia Accountants in Disruption Era Panduan Komite Audit 18 Juni/June 2019 Pricewaterhouse Coopers Audit Committee Guideiines Tempat Location Bali Jakarta KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI NOMINATION AND REMUNERATION COMMITTEE Dasar Hukum Legal Basis Profil Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Profiles Pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan Peraturan dan Surat Edaran OJK tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Komite Nominasi dan Remunerasi, Tata Kelola Pemberian Remunerasi, serta Keputusan Dewan Komisaris tentang Pembentukan Komite Remunerasi dan Nominasi tahun 2006. The Remuneration and Nomination Committee was established based on OJK regulations and circulars on the Governance Implementation for Commercial Banks, Nomination and Remuneration Committees, and Remuneration Governance, and the Board of Commissioners decree on the establishment of the Remuneration and Nomination Committee in 2006. Jusuf Halim Ketua Chairman Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 61 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 61 in this Annual Report. Pramukti Surjaudaja Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 59 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 59 in this Annual Report. Peter Eko Sutioso Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 59 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 59 in this Annual Report. Samuel Nag Tsien Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 60 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 60 in this Annual Report. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  161. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Julie Anwar Anggota Member Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 159 Corporate Data Indonesian citizen , 45 years old. Warga Negara Indonesia, 45 tahun. Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Bank Bank OCBC NISP Remuneration and OCBC NISP sejak RUPST 30 Maret 2017. Nomination Committee member since the AGMS on March 30th, 2017. Riwayat Pekerjaan: • 1998-2001: Analis di HSBC Securities Indonesia, Jakarta • 2001–2004: Associate di Mercer Human Resources Consulting, Jakarta • 2004–2013: Menjabat berbagai posisi di Citibank N.A. Jakarta. • 2013–2014: Kepala Human Resources PT Bank QNB Kesawan Tbk. • Juli 2014–sekarang: Head of Human Capital Bank OCBC NISP. Work Experience: • 1998-2001: Analyst at HSBC Securities Indonesia, Jakarta • 2001–2004: Associate at Mercer Human Resources Consulting, Jakarta • 2004–2013: Served in various positions at Citibank N.A. Jakarta. • 2013–2014: Head of Human Resources of PT Bank QNB Kesawan Tbk. • July 2014–present: Head of Human Capital at Bank OCBC NISP Bank. Rangkap Jabatan: Tidak ada Concurrent Position: None Riwayat Pendidikan: Education: Memperoleh gelar Bachelor Degree di bidang Bachelor’s degree in Business from Deakin Bisnis dari Universitas Deakin, Victoria, Australia University, Victoria, Australia (1998). (1998). Masa Jabatan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi Nama Name Posisi di dalam Posisi di Bank OCBC NISP Komite Position in Bank OCBC Position in the NISP Committee Jusuf Halim Ketua Chairman Pramukti Surjaudaja Anggota Member Peter Eko Sutioso Anggota Member Samuel Nag Tsien Anggota Member Komisaris Independen Independent Commissioner Remuneration and Nomination Committee members’ Term of Office Dasar Hukum Penunjukan Surat Keputusan Direksi Legal Basis of Appointment Board of Directors Decree KPTS/DIR/HK.02.02/CORP. SECR/027/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17th, 2017 KPTS/DIR/HK.02.02/CORP. Komisaris Independen SECR/028/2017 tanggal 17 Independent Maret 2017 Commissioner dated March 17th, 2017 Wakil Presiden Komisaris KPTS/DIR/HK.02.02/CORP. (Komisaris Independen) SECR/029/2017 tanggal 17 Maret 2017 Deputy President Commissioner dated March 17th, 2017 (Independent Commissioner) Komisaris KPTS/DIR/KB.01/ CORPSECR/004H/2018 tanggal Commissioner 4 April 2018 dated April 4th, 2018 Periode dan Masa Jabatan Period and Term of Office Tanggal Efektif Effective Date Akhir Masa Jabatan End of Term 30 Maret 2017 March 30, 2017 RUPST 2020 AGMS 2020 30 Maret 2017 March 30, 2017 RUPST 2020 AGMS 2020 30 Maret 2017 March 30, 2017 RUPST 2020 AGMS 2020 3 April 2018 April 3rd, 2018 RUPST 2021 AGMS 2021 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  162. Kinerja 2019 160 Laporan Manajemen 2019 Performances Nama Name Julie Anwar Management Report Posisi di dalam Posisi di Bank OCBC NISP Komite Position in Bank OCBC Position in the NISP Committee Anggota Member Pejabat Eksekutif yang membawahi Sumber Daya Manusia Executive Officer in charge of Human Resources Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Dasar Hukum Penunjukan Surat Keputusan Direksi Legal Basis of Appointment Board of Directors Decree KPTS/DIR/HK.02.02/CORP. SECR/030/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17th, 2017 Management Discussion & Analysis Periode dan Masa Jabatan Period and Term of Office Tanggal Efektif Effective Date 30 Maret 2017 March 30, 2017 Akhir Masa Jabatan End of Term RUPST 2020 AGMS 2020 Struktur, Keanggotaan dan Keahlian Structure, Membership, and Expertise Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Charter Pernyataan Independensi Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Independence Declaration Tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Duties and Responsibilities Komite Remunerasi dan Nominasi terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Independen sebagai Ketua, 1 (satu) orang Komisaris Independen sebagai anggota, 2 (dua) orang Komisaris sebagai anggota, dan 1 (satu) orang pejabat eksekutif yang membawahi sumber daya manusia. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Remunerasi dan Nominasi telah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja yang dapat diakses pada situs web Bank www. ocbcnisp.com. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, Komite Remunerasi dan Nominasi bertindak secara independen, profesional dan mandiri, serta tidak dipengaruhi intervensi dari pihak lain. The Remuneration and Nomination Committee comprises 1 (one) Independent Commissioner as Chairman, 1 (one) Independent Commissioner as member, 2 (two) Commissioners as members, and 1 (one) executive officer with expertise in human capital. In performing its duties and responsibilities, the Remuneration and Nomination Committee has in place the Charter which can be accessed on the Bank’s website www.ocbcnisp.com. In performing its duties and responsibilities, the Remunerationand Nomination Committee acts independently, professionally and self-sufficiently, free from influence by other parties. Tugas dan tanggung jawab Komite Remunerasi dan Nominasi mencakup: 1. Bidang Remunerasi, melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi dan menyampaikan hasil evaluasi dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris, memastikan kebijakan remunerasi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan melakukan evaluasi secara berkala atas penerapan kebijakan remunerasi. 2. Bidang Nominasi, memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai komposisi jabatan, pencalonan, penilaian kinerja, dan program pengembangan kemampuan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, anggota Dewan Pengawas Syariah, serta anggota Komite. The duties and responsibilities of the Remuneration and Nomination Committee include: 1. On Remuneration, the Committee performs an evaluation of remuneration policies and reports the evaluation results and recommendations to the Board of Commissioners, ensuring that the remuneration policies are in line with the applicable regulations, and regularly evaluates the implementation of remuneration policies. 2. On Nomination, the Committee provides recommendations to the Board of Commissioners on the composition, nomination, performance evaluation, and capability development program for the members of the Board of Directors, Board of Commissioners, and Sharia Supervisory Board, as well as Committee members. Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Meetings Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi diselenggarakan secara berkala setidaknya 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. Rapat hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh paling kurang 51% (lima puluh satu perseratus) dari jumlah anggota, termasuk seorang Komisaris Independen dan Pejabat Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Meetings are held periodically at least once every 4 (four) months. Meetings can take place if they are attended by at least 51% (fifty-one percent) of all members, including an Independent Commissioner and an Executive Officer who oversees human capital or an employee representative, with
  163. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 161 Corporate Data Eksekutif yang membawahi sumber daya manusia atau perwakilan karyawan dan salah satu dari anggota Komite tersebut merupakan Ketua Komite . Keputusan rapat dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. one of the members being the Committee Chairman, and the meeting resolutions being decided based on deliberations for a consensus. Informasi terperinci mengenai Kebijakan Rapat Komite Remunerasi dan Nominasi tersedia dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. Further information on the Meeting Policy of the Remuneration and Nomination Committee is available in the Remuneration and Nomination Committee Charter on the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Selama tahun 2019 Komite Remunerasi dan Nominasi Bank telah menyelenggarakan 3 (tiga) kali rapat dengan tingkat kehadiran sebagai berikut: During 2019, the Remuneration and Nomination Committee held 3 (three) meetings with the following attendance: Nama Name Jusuf Halim Pramukti Surjaudaja Peter Eko Sutioso Samuel Nag Tsien Julie Anwar Posisi di dalam Komite Position in the Committee Jumlah Rapat Number of Meetings Kehadiran Attendance % Kehadiran % Attendance Ketua | Chairman Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 100% 100% 100% 100% 100% Pelaksanaan Kegiatan Komite Remunerasi dan Nominasi Remuneration and Nomination Committee Activities Fungsi Remunerasi 1. Remunerasi bagi Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah dan Komite di bawah Dewan Komisaris. 2. Remunerasi bagi eksekutif dan pegawai secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi. 3. Remunerasi variabel bagi Material Risk Taker (MRT). 4. Kebijakan penangguhan pembayaran remunerasi variabel yang ditangguhkan bagi MRT dan pengaturan malus. Remuneration Function 1. Remuneration for the Board of Commissioners, Board of Directors, Sharia Supervisory Board, and Committees of the Board of Commissioners. 2. Remuneration for all executive officers and employees to be reported to the Board of Directors. 3. Variable remuneration for Material Risk Takers (MRT). 4. Deferred payment policy on variable remuneration for MRT and malus provisions. Fungsi Nominasi 1. Usulan penunjukan maupun penunjukan kembali Komisaris, Direksi, untuk disampaikan kepada dan mendapat persetujuan RUPS. 2. Usulan penunjukan maupun penunjukan kembali anggota Komite di bawah Dewan Komisaris. Nomination Function 1. Proposing the appointment and reappointment of Commissioners and Directors, to be submitted to the AGMS for approval. 2. Proposing the appointment and re-appointment of members of the Committees under the Board of Commissioners. Sepanjang tahun 2019, Komite Remunerasi dan Nominasi telah menjalankan tugas dan tanggung jawab, antara lain melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris terkait beberapa hal sebagai berikut: During 2019, the Remuneration and Nomination Committee performed its duties and responsibilities which included conducting evaluations and providing recommendations to the Board of Commissioners concerning the following matters: Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  164. Kinerja 2019 162 2019 Performances Laporan Manajemen Program Pelatihan Komite Remunerasi dan Nominasi Tahun 2019 Name Name Jusuf Halim Pramukti Surjaudaja Peter Eko Sutioso Samuel Nag Tsien Julie Anwar Profil Perusahaan Management Report Pelatihan /Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Remuneration and Nomination Committee Training Program in 2019 Tanggal Date Penyelenggara Organizer Tempat Location Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151 Can be seen at the Board of Commissioners’ training table at page 148-151 Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151 Can be seen at the Board of Commissioners’ training table at page 148-151 Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151 Can be seen at the Board of Commissioners’ training table at page 148-151 Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151 Can be seen at the Board of Commissioners’ training table at page 148-151 Spokesperson Training 31 Januari/January 2019 Bank OCBC NISP Quality Leader 4.0 10 Mei/May 2019 Bank OCBC NISP Talent Leaders Forum 21 Agustus/August 2019 Bank OCBC NISP ON Challenge Talkshow - Sustainability 25 Oktober/October 2019 Bank OCBC NISP Future Readiness 15 November 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Jakarta Kebijakan Suksesi Direksi Succession Policy for Directors Komite bertanggung jawab dalam menentukan kriteria dan mengindentifikasi para calon, mengkaji dan menyetujui nominasi sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Dalam melakukan proses tersebut, Komite mempertimbangkan catatan riwayat calon, umur, pengalaman, kemampuan, dan faktor-faktor relevan lainnya. The Committee is responsible for establishing the criteria and identifying the candidates, reviewing and approving the nominations in accordance with the established criteria. In its review, the Committee takes into account the track record, age, and capabilities of the candidates, and other relevant factors. Remunerasi yang telah dibayarkan kepada Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi selama 1 (satu) tahun. Remuneration for the Remuneration and Nomination Committee’s Members in 1 (one) year Bank tidak membayarkan remunerasi kepada Ketua dan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi. No remuneration is given by the Bank to the Chairman and Members of the Remuneration and Nomination Committee. KOMITE PEMANTAU RISIKO RISK MONITORING COMMITTEE Dasar Hukum Legal Basis Sesuai dengan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Remunerasi dan Nominasi, salah satu tugas Komite Remunerasi dan Nominasi yaitu memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kriteria calon yang memenuhi syarat sebagai anggota Direksi untuk disampaikan kepada RUPS untuk mendapat persetujuan. Pembentukan Komite Pemantau Risiko berdasarkan Peraturan dan Surat Edaran OJK tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, serta Keputusan Dewan Komisaris tentang Pembentukan Komite Pemantau Risiko tahun 2006. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Pursuant to the Remuneration and Nomination Committee Charter, amongst the Remuneration and Nomination Committee’s duties is to provide recommendations to the Board of Commissioners on the criteria for qualified candidates as prospective Directors to be submitted to the GMS for approval. The Risk Monitoring Committee was established based on OJK regulations and circulars on the Governance Implementation for Commercial Banks and the Board of Commissioners decree on the establishment of the Risk Monitoring Committee in 2006.
  165. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Profil Komite Pemantau Risiko Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 163 Risk Monitoring Committee Profiles Jusuf Halim Ketua Chairman Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 61 di Laporan Tahunan ini . His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 61 in this Annual Report. Pramukti Surjaudaja Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 59 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 59 in this Annual Report. Samuel Nag Tsien Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan His complete profile can be seen in the Board Komisaris pada halaman 60 di Laporan Tahunan of Commissioners profiles on page 60 in this ini. Annual Report. Lai Teck Poh Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan His complete profile can be seen in the Board Komisaris pada halaman 60 di Laporan Tahunan of Commissioners profiles on page 60 in this ini. Annual Report. Kwan Chiew Choi Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 62 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 62 in this Annual Report. Betti S. Alisjahbana Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 63 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page63 in this Annual Report. Paulus Agus Tjarman Anggota (Pihak Independen) Member (Independent Party) Warga Negara Indonesia, 57 tahun. Domisili: Bandung, Indonesia. Anggota Komite Pemantau Risiko Bank OCBC NISP sejak 9 April 2019 Indonesian Citizen, age 57. Domicile: Bandung, Indonesia. Member of Risk Monitoring Committee Bank OCBC NISP since 9 April 2019 Work Experience: Riwayat Pekerjaan: • 1987 - 2000: Worked at Bank Bali with last • 1987 - 2000: Bekerja di Bank Bali dengan position as Credit Approval Officer. posisi terakhir sebagai Credit Approval • 2000 - 2017: Joined Bank OCBC NISP with Officer. last position as Staff for Board of Directors. • 2000 - 2017: Bergabung dengan Bank OCBC During his assignment in Bank OCBC NISP NISP dan menjabat berbagai posisi dengan hold various position as Branch Manager, posisi terakhir sebagai Staf Direksi. Selama di Bank OCBC NISP menangani berbagai Regional Coordinator, Assistant Director, Senior Corporate Executive, and Human bidang diantaranya sebagai Branch Manager, Capital. Regional Coordinator, Assistant Director, Senior Corporate Executive, dan Human Capital. Riwayat Pendidikan: Sarjana Administrasi Niaga dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katholik Parahyangan, Bandung (1986). Work Experience: Bachelor Degree of Commerce Administration from the Faculty of Social and Political Science of Catholic University of Parahyangan, Bandung (1986). Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  166. Kinerja 2019 164 Laporan Manajemen 2019 Performances Angeline Nangoi Anggota (Pihak Independen) Member (Independent Party) Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Warga Negara Indonesia, 63 tahun. Indonesian Citizen, age 63. Domisili: Jakarta, Indonesia. Domicile: Jakarta, Indonesia. Anggota Komite Pemantau Risiko Bank OCBC Member of Risk Monitoring Committee Bank NISP sejak 9 April 2019. OCBC NISP since 9 April 2019. Riwayat Pekerjaan: • 1980-1982: PT Desigras (Engineering Consultant). • 1982–1993: PT Indonesian Investment International dengan posisi terakhir sebagai Manager and Head of Corporate Finance Division. • 1993-1995: PT Indovest Bank dengan posisi terakhir sebagai General Manager. • 1995–1997: PT Bank Bumiraya Utama sebagai General Manager untuk bidang Marketing, Credit Division dan Anggota Komite Kredit. • 1997–2001: Direktur Kredit PT Bank Global Internasional Tbk. • 2001–2003: Direktur Kepatuhan PT Bank Societe Generale Indonesia. • 2003–2010: Direktur Kepatuhan PT Bank OCBC Indonesia. • 2011–2014: PT Bank OCBC NISP Tbk sebagai Kepada Divisi Kepatuhan dan posisi terakhir sebagai Corporate Secretary • 2014–2017: Direktur Kepatuhan PT Bank Commonwealth. • 2018– Juli 2019: Komisaris Independen PT Bank OKE Indonesia. Work Experience: • 1980-1982: PT Desigras (Engineering Consultant). • 1982–1993: PT Indonesian Investment International with last position as Manager and Head of Corporate Finance Division. • 1993-1995: PT Indovest Bank with last position as General Manager. • 1995–1997: PT Bank Bumiraya Utama as General Manager for Marketing and Credit Division and hold as Credit Committee member. • 1997–2001: Credit Director of PT Bank Global Internasional Tbk. • 2001–2003: Compliance Director of PT Bank Societe Generale Indonesia. • 2003–2010: Compliance Director of PT Bank OCBC Indonesia. • 2011–2014: PT Bank OCBC NISP Tbk Compliance Division Head and last position as Corporate Secretary. • 2014–2017: Compliance Director of PT Bank Commonwealth. • 2018–July 2019: Independent Commissioner of PT Bank OKE Indonesia. Riwayat Pendidikan Education: Meraih gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Bachelor Degree in Industrial Engineering Teknologi Bandung (ITB), Bandung (1980). from Bandung Institute of Technology (ITB), Bandung (1980). Masa Jabatan anggota Komite Pemantau Risiko Nama Name Posisi di dalam Komite Position in the Committee Risk Monitoring Committee Term of Office Posisi di Bank OCBC NISP Position in Bank OCBC NISP Jusuf Halim Ketua Chairman Pramukti Surjaudaja Anggota Member Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Commissioner Samuel Nag Tsien Anggota Member Komisaris Commissioner Lai Teck Poh Anggota Member Komisaris Commissioner Kwan Chiew Choi Anggota Member Betti S. Alisjahbana Anggota Member Paulus Agus Tjarman Anggota Member Komisaris Independen Independent Commissioner Komisaris Independen Independent Commissioner Pihak Independen Independent Party Angeline Nangoi Anggota Member Pihak Independen Independent Party Dasar Hukum Penunjukan Surat Keputusan Direksi Legal Basis of Appointment - Board of Directors Decree KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/004B/2018 tanggal 4 April 2018 dated April 4, 2018 KPTS/DIR/HK.02.02/CORPSECR/024/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17, 2017 KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/004D/2018 tanggal 4 April 2018 dated April 4, 2018 KPTS/DIR/HK.02.02/CORPSECR/025/2017 tanggal 17 Maret 2017 dated March 17, 2017 KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/004C/2018 tanggal 4 April 2018 dated April 4, 2018 KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/004E/2018 tanggal 4 April 2018 dated April 4, 2018 KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/016/2019 tanggal 26 Maret 2019 dated March 26, 2019 KPTS/DIR/KB.01/CORPSECR/015/2019 tanggal 26 Maret 2019 dated March 26, 2019 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Periode dan Masa Jabatan Period and Term of Office Tanggal Efektif Effective Date 3 April 2018 April 3, 2018 Akhir Masa Jabatan End of Term RUPST 2020 AGMS 2020 30 Maret 2017 RUPST 2020 March 30, 2017 AGMS 2020 3 April 2018 April 3, 2018 RUPST 2021 AGMS 2021 30 Maret 2017 RUPST 2020 March 30, 2017 AGMS 2020 3 April 2018 April 3, 2018 RUPST 2020 AGMS 2020 3 April 2018 April 3, 2018 RUPST 2020 AGMS 2020 9 April 2019 April 9, 2019 RUPST 2022 AGMS 2022 9 April 2019 April 9, 2019 RUPST 2022 AGMS 2022
  167. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 165 Struktur , Keanggotaan dan Keahlian Structure, Membership, and Expertise Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko Risk Monitoring Committee Charter Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya Komite Pemantau Risiko memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja yang selengkapnya dapat diakses pada situs web Bank www. ocbcnisp.com The Risk Monitoring Committee has in place the Charter covering its duties performance, which can be accessed on the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Pernyataan Independensi Komite Pemantau Risiko Risk Monitoring Committee Independence Komite Pemantau Risiko memiliki komitmen bertindak secara independen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. The Risk Monitoring Committee acts independently in performing its duties and responsibilities. Tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko Risk Monitoring Committee Duties and Responsibilities Rapat Komite Pemantau Risiko Risk Monitoring Committee Meetings Selama tahun 2019 Komite Pemantau Risiko telah menyelenggarakan 6 (enam) kali rapat dengan tingkat kehadiran sebagai berikut: During 2019, the Risk Monitoring Committee held 6 (six) meetings with the following attendance: Komite Pemantau Risiko terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Independen sebagai Ketua merangkap anggota, 2 (dua) orang Komisaris Independen sebagai anggota, 3 (tiga) orang Komisaris sebagai anggota, 1 (satu) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang keuangan sebagai anggota, dan 1 (satu) orang Pihak Independen yang memiliki keahlian di bidang manajemen risiko sebagai anggota. Komite Pemantau Risiko bertugas dan bertanggung jawab untuk untuk melakukan kajian atas kebijakan penting manajemen risiko serta memberikan hasil rekomendasi kepada Dewan Komisaris tentang hasil evaluasi kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan implementasinya dan hasil evaluasi pelaksanaan tugas komite manajemen risiko dan satuan kerja manajemen risiko. Rapat Komite Pemantau Risiko dapat diselenggarakan setiap waktu namun setidaknya 4 (empat) kali dalam satu tahun. Rapat hanya dapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh paling kurang 51% (lima puluh satu perseratus) dari jumlah anggota termasuk seorang Komisaris Independen dan Pihak Independen. Keputusan rapat dilakukan berdasarkan musyawarah mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah untuk mufakat, maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak dengan prinsip 1 (satu) orang 1 (satu) suara. Informasi lebih lanjut mengenai Kebijakan Rapat Komite tersedia dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Pemantau Risiko pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. The Risk Monitoring Committee consists of 1 (one) Independent Commissioner as Chairman and member, 2 (two) Independent Commissioners, 3 (three) Commissioners, 1 (one) Independent Party with expertise in finance, and 1 (one) Independent Party with expertise in risk management as member. The Risk Monitoring Committee’s duties and responsibilities include reviewing major risk policies and providing recommendations to the Board of Commissioners on the results of conformity evaluations of risk management policies and their implementation and the results of evaluations of the execution of the duties of the risk management committee and risk management unit. The Committee meetings can take place any time at least 4 (four) times a year. The meetings can only be held if attended by at least 51% (fifty-one percent) of all members, including an Independent Commissioner and an Independent Party. Meeting decisions are made based on deliberations for consensus. In the event of disagreement, decisions are made by a majority vote, with the principle of one (1) person, one (1) vote. Further information on the Committee Meeting Policy is available in the Risk Monitoring Committee Charter on the Bank’s website: www.ocbcnisp.com. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  168. Kinerja 2019 166 2019 Performances Nama Name Jusuf Halim Pramukti Surjaudaja Samuel Nag Tsien Lai Teck Poh Kwan Chiew Choioi Betti S . Alisjahbana Paulus Agus Tjarman *) Angeline Nangoi *) Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Posisi di dalam Komite Attendance of Audit Committee Meetings Jumlah Rapat Number of Meetings Kehadiran Attendance % Kehadiran % Attendance Ketua | Chairman Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member 6 6 6 6 6 6 5 5 6 6 6 6 6 6 5 4 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 80% *) Efektif menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko pada RUPST9 April 2019. *) Effectively served as a Risk Monitoring Committee member at the AGMS April 9, 2019. Pelaksanaan Kegiatan Komite Pemantau Risiko Risk Monitoring Committee Activities a. Risk Appetite Statement sebagai salah satu prinsip utama yang menjadi panduan kerangka kerja manajemen risiko, limit risiko dan kebijakan terkait manajemen risiko. b. Profil risiko Bank berdasarkan pendekatan Risk Based Bank Rating dan memberikan masukan dalam strategi dan pengelolaan risiko Bank. c. Kebijakan manajemen risiko termasuk Kebijakan Manajemen Risiko Stratejik, Kebijakan Fund Transfer Pricing, Kerangka Kerja Pengelolaan Fraud, Kebijakan Sistem Pengendalian Intern, Kebijakan Counterparty Credit Risk, Kebijakan Manajemen Risiko Terintegrasi, Kebijakan Perkreditan Bank, Kebijakan Manajemen Produk, Kebijakan Manajemen Risiko Pasar, Kebijakan Pengelolaan Risiko Suku Bunga pada Banking Book, Kebijakan Pembiayaan yang Berkelanjutan, Kebijakan Pengelolaan Model Risiko Pasar. d. Penetapan limit risiko seperti Market & Liquidity Risk Limit, Credit Portfolio Concentration & Limit, Recovery Plan Review dan kajian atas Authority Grid untuk Legal Lending Limit. e. Implementasi kebijakan dan strategi manajemen risiko antara lain terkait pengelolaan IT Risk Management, Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP), Anti-fraud Strategy, dan Outsourcing. a. The Risk Appetite Statement as a key principle guideline for a risk management framework, risk limits, and policies related to risk management. b. The Bank’s risk profile based on the Risk-Based Bank Rating approach, and the feedback provided on the Bank’s risk strategies and management. c. Risk management policies that include an Strategic Risk Management Policy, Fund Transfer Pricing Policy, Fraud Management, Internal Control System Policy, Counterparty Credit Risk Policy, Integrated Risk Management Policy, Bank Credit Policy, Product Management Policy, Market Risk Policy, Interest Rate Risk at the Banking Book Policy, Sustainable Financing Policy, Market Risk Model Policy. d. Risk limit determination, such as Market and Liquidity Risk Limit, Credit Portfolio Concentration and Limit, Recovery Plan Review and Authority Grid Review for Legal Lending Limit. e. Implementation of the risk management policies and strategies related to IT Risk Management, Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP), anti-fraud strategy, and Outsourcing. Program Pelatihan Komite Pemantau Risiko Tahun 2019 Risk Monitoring Committee Training Programs in 2019 Sepanjang tahun 2019, Komite Pemantau Risiko telah melakukan evaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris, terkait antara lain: Name Name Jusuf Halim Pramukti Surjaudaja Samuel Nag Tsien Lai Teck Poh Kwan Chiew Choi During 2019, the Risk Monitoring Committee has conducted evaluations and provided recommendations to the Board of Commissioners, involving among others: Pelatihan/Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Tanggal Date Penyelenggara Organizer Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148-151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148-151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148-151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148-151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148-151. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Tempat Location
  169. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Betti S . Alisjahbana Paulus Agus Tjarman Angeline Nangoi Data Perusahaan 167 Corporate Data Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148-151. Orientasi Anggota Komite Baru 15-16 April 2019 Bank OCBC NISP Orientation New Member Program April 15-16, 2019 Orientasi Anggota Komite Baru 15-16 April 2019 Bank OCBC NISP Orientation New Member Program April 15-16, 2019 Jakarta Jakarta KOMITE ETIK DAN PERILAKU ETHICS AND CONDUCT COMMITTEE Dasar Hukum Pembentukan Legal Basis Profil Komite Etik dan Perilaku Ethics and Conduct Committee Profile Pembentukan Komite Etik dan Perilaku berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris tentang Pembentukan Komite Etik dan Perilaku tanggal 15 Juli 2019. The Ethics and Conduct Committee was established based on the Decree of the Board of Commissioners regarding the Ethics and Conduct Committee on July 15, 2019. Betti S. Alisjahbana Ketua Chairman Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 63 di Laporan Tahunan ini. Her complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 63 in this Annual Report. Pramukti Surjaudaja Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 59 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 59 in this Annual Report. Peter Eko Sutioso Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 59 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 59 in this Annual Report. Lai Teck Poh Anggota Member Profil Lengkap dapat dilihat pada profil Dewan Komisaris pada halaman 60 di Laporan Tahunan ini. His complete profile can be seen in the Board of Commissioners profiles on page 60 in this Annual Report. Periode dan Masa Jabatan anggota Komite Etik dan Perilaku Nama Name Posisi di dalam Komite Position in the Committee Betti S. Alisjahbana Ketua Chairman Pramukti Surjaudaja Anggota Member Peter Eko Sutioso Anggota Member Lai Teck Poh Anggota Member Posisi di Bank OCBC NISP Position in Bank OCBC NISP Komisaris Independen Independent Commissioner Ethics and Conduct Committee Members’ Period and Term of Office Dasar Hukum Penunjukan Surat Keputusan Direksi Legal Basis of Appointment Board of Directors Decree KPTS/DIR/KB-01/CORPSECR/021B/2019 tanggal 23 Juli 2019 dated July 23, 2019 Presiden Komisaris KPTS/DIR/KB-01/CORPSECR/021C/2019 tanggal 23 Juli 2019 President Commissioner dated July 23, 2019 Wakil Presiden Komisaris KPTS/DIR/KB-01/CORPSECR/021D/2019 (Komisaris Independen) tanggal 23 Juli 2019 Vice President Commissioner dated July 23, 2019 (Independent Commissioner) Komisaris KPTS/DIR/KB-01/CORPSECR/021E/2019 tanggal 23 Juli 2019 Commissioner dated July 23, 2019 Struktur, Keanggotaan dan Keahlian Keanggotaan Komite Etik dan Perilaku terdiri dari 1 (satu) orang Komisaris Independen yang merangkap sebagai Ketua, 1 (satu) orang Komisaris Independen sebagai anggota, dan 2 (dua) orang Komisaris sebagai anggota. Periode dan Masa Jabatan Period and Tenure Tanggal Akhir Masa Efektif Jabatan Effective Date End of Tenure 23 Juli 2019 July 23, 2019 RUPST 2020 AGMS 2020 23 Juli 2019 July 23, 2019 RUPST 2020 AGMS 2020 23 Juli 2019 July 23, 2019 RUPST 2020 AGMS 2020 23 Juli 2019 July 23, 2019 RUPST 2020 AGMS 2020 Structure, Membership and Expertise The Ethics and Conduct Committee comprises 1 (one) Independent Commissioner as Chairman, 1 (one) Independent Commissioner as member, and 2 (two) Commissioners as members. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  170. Kinerja 2019 168 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Pedoman dan tata tertib kerja Komite Etik dan Perilaku Ethics and Conduct Committee Charter Dalam menjalankan tugasnya Komite Etik dan Perilaku memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Etik dan Perilaku yang selengkapnya dapat diakses pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. In performing its duties and responsibilities, the Ethics and Conduct Committee has in place the Charter which can be accessed on the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Etik dan Perilaku Ethics and Conduct Committee Duties and Responsibilities Pembentukan Komite berpedoman pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan praktik terbaik internasional. Komite diberdayakan untuk membantu Dewan Komisaris melakukan kajian berbagai kebijakan dan inisiatif terkait, mengawasi implementasinya dan memberiikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris. The establishement of the Committee is guided by the principle of good corporate governance and international best practies. Committee is empowered to assist the Board of Commissioners in revieweing ethics initiatives and poliies, overseeing the implementation and providing recommendations to the Board of Commissioners. Independensi Anggota Komite Etik dan Perilaku Ethics and Conduct Committee Independence Kebijakan, Pelaksanaan dan Tingkat kehadiran Rapat Komite Etik dan Perilaku Ethics and Conduct Committee Meeting Policy, Convetion and Attendance Keputusan rapat dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat. Dalam hal tidak terjadi musyawarah untuk mufakat, maka pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak, dengan prinsip 1 (satu) orang 1 (satu) suara. The meeting resolutions shall be based on discussion and consensus. In the event of disagreement, the decision is made legitimate by the approval of a majority of the members with a principle of 1 (one) member 1 (one) vote. Selama tahun 2019, Komite Etik dan Perilaku telah menyelenggarakan 2 (dua) kali rapat, dengan tingkat kehadiran sebagai berikut: During 2019, the Ethics and Conduct Committee has convened 2 (two) meeting, with the following attendance: Komite Etik dan Perilaku (“Komite) dibentuk secara sukarela dibawah Dewan Komisaris untuk memberikan masukan dan mengawasi upaya-upaya Manajemen dalam mengembangkan dan memelihara budaya berperilaku dan berbisnis secara etis di dalam perusahaan dan dalam bekerjasama dengan pemangku kepentingan eksternal. Komite Etik dan Perilaku harus bertindak secara independen dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Komite Etik dan Perilaku dapat mengadakan rapat setiap saat, minimal 4 (empat) kali dalam satu tahun, dengan kuorum kehadiran minimal 51% dari total anggota Komite termasuk Ketua. Nama Name Betti S. Alisjahbana Pramukti Surjaudaja Peter Eko Sutioso Lai Teck Poh The Ethic and Conduct Committee (“Committee”) is a voluntarily established committee under the Board of Commissioners with purpose to advise and oversee Management’s effort to develop and nurture the culture of ethical business conduct within the organization and in working with external stakeholders. The Ethics and Conduct Committee acts independently in carrying out its duties and responsibilities. The Ethics and Conduct Committee shall convene the meeting anytime, at least 4 (four) times a year, with attendance quorum of minimum 51% of total members including the Chairman. Posisi di dalam Komite Attendance of Audit Committee Meetings Jumlah Rapat Number of Meetings Kehadiran Attendance % Kehadiran % Attendance Ketua | Chairman Anggota | Member Anggota | Member Anggota | Member 2 2 2 2 2 2 2 2 100% 100% 100% 100% Pelaksanaan Kegiatan Komite Etik dan Perilaku Tahun 2019 Melalui penyelenggaraan rapat sebagaimana disampaikan di atas, Komite Etik dan Perilaku telah melakukan kajian, evaluasi dan pemantauan sesuai dengan lingkup tugas dan tanggung Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Ethics and Conduct Committee Activities in 2019 Following the above meetings, the Ethics and Conduct Committee has conducted review, evaluation and monitoring in accordance with its duties and responsibilities, as follows:
  171. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 169 Corporate Data jawabnya , sebagai berikut: 1. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Komite Etik dan Perilaku sebagai panduan tugas dan tanggung jawab Komite, termasuk panduan dan prosedur kerja yang mengikat masing-masing anggota Komite. 2. Kebijakan terkait Etik dan Perilaku yang sudah dimiliki Bank, seperti antara lain nilai-nilai, brand promise, kode etik, whistleblowing dan fraud, serta internal trading. 3. Dashboard yang digunakan sebagai media pelaporan pelanggaran etik dan perilaku sehingga Komite dapat memiliki gambaran mengenai kondisi yang sedang terjadi di Bank dan konsistensi Manajemen dalam penerapan Etik dan perilaku. 1. The Ethics and Conduct Committee Charter as the guidelines of duties and responsibilities, including work ethics and procedures that bind each member of the Committee. 2. Policy on Ethics and Conduct established by the Bank, such as values, brand promise, code of conduct, whistleblowing and fraud, as well as internal trading. 3. A dashboard used as a reporting media on ethics and conduct fraud, hence the Committee may be able to comprehend the Bank’s current conditions, and the Management’s consistency in implementing ethics and conduct. Program Pelatihan Komite Etik dan Perilaku Tahun 2019 Ethics and Conduct Committee Training Programs 2019 Name Name Betti S. Alisjahbana Pramukti Surjaudaja Peter Eko Sutioso Lai Teck Poh Pelatihan/Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Tanggal Date Penyelenggara Organizer Tempat Location Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148 - 151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148 - 151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148 - 151. Dapat dilihat pada tabel pelatihan Dewan Komisaris di halaman 148-151. Can be seen at the Board of Commissioners training table in page 148 - 151. Penilaian Kinerja Komite Dewan Komisaris Dewan Komisaris melakukan penilaian atas kinerja komitekomite di bawah Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi, Komite Pemantau Risiko serta Komite Etik dan Perilaku. Penilaian mencakup pemenuhan tugas dan tanggung jawab, frekuensi dan kualitas rapat serta rekomendasi yang diberikan, keragaman kapabilitas, pengalaman serta keahlian anggota Komite guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris secara efektif. Performance Assessment for Committees of the Board of Commissioners The Board of Commissioners conducts the performance assessment of its committees, namely the Audit Committee, Remuneration and Nomination Committee, Risk Monitoring Committee and Ethics and Conduct Committee. The assessments covered the fulfillment of duties and responsibilities, frequency and quality of meetings, and recommendations, diversity of capabilities, experience as well as the expertise of Committee members to effectively support the Board of Commissioners’ duties and responsibilities. Sepanjang 2019, anggota Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi, dan Komite Pemantau Risiko juga telah melakukan evaluasi mandiri (self-assessment) untuk mengevaluasi kinerja masing-masing Komite. Members of the Audit Committee, Remuneration and Nomination Committee and Risk Monitoring Committee conducted self-assessments during 2019 to evaluate each of the Committees’ performances. Hasil evaluasi tersebut antara lain menunjukkan Komite telah melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sesuai dengan Pedoman dan Tata Tertib Kerja, memenuhi frekuensi dan kualitas rapat serta memberikan rekomendasi yang dibutuhkan, termasuk adanya keragaman kapabilitas dan keahlian anggota Komite yang memadai dalam mendukung pelaksanaan tugas Dewan Komisaris. Among others, the results indicated that the Committees had carried out their proper duties and responsibilities in accordance with each Charter, has met the frequency and quality of meetings and provided recommendations as required, including having adequate diversity of capabilities and expertise to support the Board of Commissioners’ duties. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  172. Kinerja 2019 170 Laporan Manajemen 2019 Performances Profil Perusahaan Management Report Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis DIREKSI The Board of Directors Dasar Hukum Legal Basis Direksi diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham, dan bertanggung jawab dalam hal pelaksanaan dan pengembangan GCG di lingkungan Bank. The Board of Directors was appointed through a General Meeting of Shareholders, and is responsible for GCG implementation and development within the Bank. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Board of Directors Charter Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi telah memiliki Pedoman dan Tata Tertib Kerja yang selengkapnya dapat diakses pada situs web Bank www.ocbcnisp.com. The Board of Directors Charter serves as a guideline in carrying out duties and responsibilities that can be accessed on the Bank’s website www.ocbcnisp.com. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi meliputi penjelasan antara lain mengenai: 1. Kriteria dan komposisi 2. Tugas dan tanggung jawab 3. Tata cara pengadaan rapat 4. Prosedur Remunerasi 5. Pembagian kewenangan The Board of Directors Charter includes the following elaborations: 1. Criteria and compositions 2. Duties and responsibilities 3. Meeting procedures 4. Remuneration procedures 5. Distribution of authority Tugas dan Tanggung Jawab masingmasing Anggota Direksi Board of Directors Duties and Responsibilities Tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi telah diperbarui dan diatur dalam Surat Keputusan Direksi No.KPTS/DIR/KB.01/HC/021/2019 tanggal 21 Juni 2019, sebagai berikut: The duties and responsibilities of each member of the Board of Directors are updated and regulated in Directors Decree No. KPTS/DIR/KB.01/HC/021/2019 dated June 21st, 2019, as follows: Nama Name Jabatan Position Parwati Surjaudaja Presiden Direktur President Director Hartati Direktur Director Direktur Director Direktur Director Emilya Tjahjadi Martin Widjaja Andrae Krishnawan W. Direktur Director Johannes Husin Direktur Director Low Seh Kiat Direktur Director Joseph Chan Fook Onn Direktur Mirah Wiryoatmodjo Direktur Director Tugas dan Tanggung Jawab Duties and Responsibilities Mengkoordinasikan pelaksanaan kepengurusan Bank melalui seluruh anggota Direksi dan secara langsung bertanggung jawab antara lain atas: Coordinating the Bank’s management implementation through all Board of Directors’ members and directly responsible among others to: • Human Capital • Internal Audit • Operations and IT • Strategy and Innovation Finance Commercial and Enterprise Banking • • • • • • Wholesale Banking Transaction Banking Business Management & Analytics Financial Institution Network Unit Usaha Syariah Treasury Retail Banking Risk Management • Compliance • AML-CFT • Corporate Communication • Corporate Secretary Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  173. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 171 Wewenang Direksi Board of Directors Authority Direksi berwenang menjalankan pengurusan Bank sesuai dengan kebijakan yang dipandang tepat , sesuai dengan maksud dan tujuan yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar. The Board of Directors has the authority to manage the Bank according to the policies deemed to be appropriate, aligned with the purpose and objectives in the Articles of Association. Kriteria Anggota Direksi Board of Directors Criteria Pemilihan Direksi Bank dilaksanakan berdasarkan kriteria tertentu, antara lain: 1. Mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik. 2. Cakap melakukan perbuatan hukum. 3. Memiliki rekam jejak yang baik dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat. 4. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan. 5. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang dibutuhkan. The Bank puts in place several criteria for the selection of members of the Board of Directors, among others: 1. Having good character, morals and integrity. 2. Capable in carrying out legal actions. 3. Having a good track record in the 5 (five) years prior to appointment and during tenure. 4. Having a commitment to comply with laws and regulations. 5. Having the knowledge and/or expertise in the required fields. Komposisi Anggota Direksi Board of Directors Composition Jumlah anggota Direksi per 31 Desember 2019 adalah 9 (sembilan) orang, termasuk 1 (satu) Presiden Direktur, dan 1 (satu) Direktur yang membawahi fungsi kepatuhan. Mayoritas WNI dan seluruhnya berdomisili di Jakarta, Indonesia. The Board of Directors comprises 9 (nine) members, including 1 (one) President Director and 1 (one) Director in charge of compliance. The majority of members of the Board of Directors are Indonesian citizens and are all domiciled in Jakarta, Indonesia. Independensi Direksi Board of Directors Independence Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai derajat kedua dengan sesama anggota Direksi dan/ atau anggota Dewan Komisaris. Selain itu tidak ada rangkap jabatan sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan, dan/atau lembaga yang dapat menimbulkan konflik kepentingan Direksi dalam mengelola Bank. Dengan demikian, Direksi dapat menjaga independensinya dan bersikap profesional dalam menjalankan operasional Bank. The majority of the Board of Directors’ members have no family relationships up to the second degree with fellow Directors and/or the Board of Commissioners. In addition, there is no concurrent positions as members of the Board of Directors, Board of Commissioners or Executive Officers in the banks, companies, and/or institutions that may create a conflict of interest for the Board of Directors in managing the Bank. As such, the Board of Directors maintains its independence and professionalism in the Bank operations. Rangkap Jabatan Anggota Direksi Board of Directors Concurrent Positions Sesuai dengan Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi, anggota Direksi dilarang merangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi, atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan dan/atau lembaga lain, kecuali anggota Direksi yang bertanggung jawab terhadap pengawasan atas penyertaan pada perusahaan anak Bank, menjalankan tugas fungsional menjadi anggota Dewan Komisaris pada perusahaan anak bukan bank yang dikendalikan oleh Bank. Pursuant to the Board of Directors Charter, members of the Board are prohibited from having concurrent positions as members of the Board of Commissioners, Board of Directors, or Executive Officers in other banks, companies, and/or other institutions, except members of the Board of Directors in charge of supervising the equity in the Bank’s subsidiaries, conducting the functional duty of becoming a member of the Board of Commissioners at a non-bank subsidiary controlled by the Bank. Hartati dan Martin Widjaja menjalankan tugas fungsional sebagai Komisaris pada anak perusahaan Bank, yaitu OCBC NISP Ventura. Hartati and Martin Widjaja perform the functional task as Commissioners at OCBC NISP Ventura, the Bank’s subsidiary. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  174. 172 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Prosedur Penetapan Remunerasi Direksi Board of Directors Remuneration Procedures Prosedur Penetapan Remunerasi Procedure of Determining the Remuneration of Board of Directors KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners Remuneration and Nomination Committee RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM DEWAN KOMISARIS Board of Commissioners General Meeting of Shareholders (GMS) Membuat rekomendasi kepada Dewan Komisaris. Mengusulkan kepada RUPS untuk menetapkan remunerasi Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi berdasarkan rekomendasi dari Komite Remunerasi dan Nominasi. Atas kuasa dan wewenang yang diberikan RUPS, menetapkan remunerasi bagi Direksi berdasarkan rekomendasi Komite Remunerasi dan Nominasi. Prepare recommendations for the Board of Commissioners. Propose that the GMS determine the Board of Commissioners’ remuneration based on the Remuneration and Nomination Committee’s recommendations. Provide power and authority to the Board of Commissioners to determine the Board of Directors’ remuneration based on the Remuneration and Nomination Committee’s recommendations. Upon the power and authority granted by the GMS, determine the remuneration for the Board of Directors based on the Remuneration and Nomination. REMUNERASI DIREKSI Board of Directors’ Remuneration Rapat Direksi Board of Directors Meetings Kebijakan Rapat Direksi Board of Directors Meeting Policy Pelaksanaan dan Tingkat Kehadiran Rapat Direksi Board of Directors Meetings and Attendance Kebijakan Rapat Direksi diatur dalam Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi Bank antara lain: 1. Rapat dilaksanakan secara berkala sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan, dan rapat bersama Dewan Komisaris paling kurang 1 (satu) kali dalam 4 (empat) bulan. 2. Rapat dapat dilangsungkan apabila dihadiri atau diwakili mayoritas oleh seluruh anggota Direksi. 3. Jadwal Rapat untuk tahun berikutnya sudah ditentukan sebelum akhir tahun buku dan sudah harus diterima oleh seluruh anggota Direksi selambat-lambatnya awal bulan Januari. 4. Setiap kebijakan dan keputusan strategis wajib diputuskan melalui rapat Direksi. 5. Hasil rapat wajib dituangkan dalam risalah rapat, ditanda tangani oleh anggota Direksi dan khusus untuk rapat dengan Dewan Komisaris ditandatangani pula oleh anggota Dewan Komisaris yang hadir dan disampaikan kepada seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris. Sepanjang tahun 2019, pelaksanaan dan tingkat kehadiran Rapat Direksi sebagai berikut: Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Board of Directors Charter regulates the Board of Directors Meeting, as follows: 1. Meetings are held periodically at least once a month, and joint meetings with Board of Commissioners at least once every 4 (four) months. 2. The meetings can be held when attended or represented by majority of members of the Board of Directors’. 3. The meeting schedule for the following year is determined prior to the end of financial year and must be received by all members of the Board of Directors no later than the beginning of January. 4. All policies and strategic decisions must be decided through the Board of Directors’ meeting. 5. The meeting results must be stated in the minutes of meeting, signed by present members of the Board of Directors and for meeting attended by member of Board of Commissioners also signed by present members of the Board of Commissioners, and circulated to all members of the Board of Directors and members of the Board of Commissioners. The following were the Board of Directors meetings and attendance in 2019:
  175. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Nama Name 173 Corporate Data Jumlah Rapat Number of Meetings Kehadiran Attendance % Kehadiran % Attendance 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 24 23 24 23 23 23 24 21 100% 100% 96% 100% 96% 96% 96% 100% 88% Parwati Surjaudaja Hartati Emilya Tjahjadi Martin Widjaja Andrae Krishnawan W. Low Seh Kiat Johannes Husin Joseph Chan Fook Onn Mirah Wiryoatmodjo Agenda Rapat Direksi Board of Directors Meeting Agenda Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris Board Of Directors And Board Of Commissioners Joint Meeting Sepanjang tahun 2019, Rapat Direksi telah membahas beberapa hal penting Bank, antara lain: • pembahasan operasional, • pembahasan kinerja keuangan, • kinerja bisnis, laporan audit internal, • laporan kepatuhan/APU-PPT, • pembentukan PT OCBC NISP Ventura, • transformation update (business, strategy & innovation, human capital), • Risk Culture, • Three Lines of Defense • Rencana Bisnis Bank. In 2019, the Board of Directors meetings discussed the Bank’s key issues, including: • discussions on operations, • financial performance, • business performance, • internal audit reports, • compliance/AML-CFT reports, • establishment of PT OCBC NISP Ventura, • transformation update (business, strategy & innovation, human capital), • Risk Culture, • Three Lines of Defense • the Bank Business Plan. Sepanjang tahun 2019, pelaksanaan dan tingkat kehadiran Rapat Gabungan Direksi dan Dewan Komisaris, sebagai berikut: Nama Name The following were the meetings and attendance of the Board of Commissioners and the Board of Directors Joint Meetings in 2019: Jumlah Rapat Number of Meetings Kehadiran Attendance % Kehadiran % Attendance 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 100% 100% 100% 100% 67% 100% 100% 100% 67% Parwati Surjaudaja Hartati Emilya Tjahjadi Martin Widjaja Andrae Krishnawan W. Low Seh Kiat Johannes Husin Joseph Chan Fook Onn Mirah Wiryoatmodjo Agenda rapat Gabungan Joint Meeting Agenda Penilaian Kinerja Direksi Board of Directors Performance Assessment Prosedur Penilaian Kinerja Direksi Board of Directors Performance Assessment Procedures Selama tahun 2019, agenda Rapat Gabungan membahas antara lain mengenai kinerja operasional, pembahasan strategi 2019, serta pembahasan laporan kinerja keuangan. Bank melaksanakan proses evaluasi kinerja Direksi secara individu dan secara kelompok terkait rencana dan strategi Bank yang telah ditentukan sebelumnya. In 2019, the Joint Meetings agenda included discussions on operational performance, 2019 strategies, and financial performance reports. The Bank carries out the performance evaluations on the Directors individually and collegially based on the Bank’s predetermined plans and strategies. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  176. 174 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Kriteria Penilaian Kinerja Direksi 1 . Penilaian Individual Anggota Direksi Dalam melaksanakan penilaian kinerja Anggota Direksi, Bank menggunakan Balance Score Card (BSC) yang dituangkan dalam bentuk goal setting dan penyusunan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih detail serta disepakati bersama serta mengacu pada strategi Bank. Penilaian kinerja anggota Direksi secara individual dilakukan oleh Presiden Direktur. Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Board of Directors performance assessment Criteria 1. Individual Director Assessment The Bank applies a Balance Score Card (BSC) by assessing the goal setting and the more detailed and mutually agreed Key Performance Indicators (KPI), which refer to the Bank’s strategy. The individual directors’ assessments are conducted by President Director. Kriteria penilaian KPI anggota Direksi mengacu pada 5 (lima) aspek kriteria penilaian, yaitu: • Keuangan • Nasabah • Produk dan Jasa • Proses • People The KPI assessment criteria for the Board of Directors’ members refers to 5 (five) assessment criteria aspects, namely: • Financial • Customers • Product and services • Process • People 2. Penilaian Kinerja secara kelompok atau kolegial • Penilaian pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi secara kolegial dilaksanakan oleh Dewan Komisaris dan dibantu oleh Komite Remunerasi dan Nominasi. • Penilaian kinerja Direksi dilakukan dengan metode self-assessment berdasarkan Struktur, Proses, dan Hasil Tata Kelola sesuai dengan Surat Edaran OJK No. 13/ SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum. 2. Group or collegial performance assessments • Assessment of the Board of Directors’ duties and responsibilities as a group is carried out by the Board of Commissioners and assisted by the Remuneration and Nomination Committee. • The Board of Directors’ self-assessment method is based on GCG Structure, Process and Outcome in accordance with OJK Circular Letter No. 13/ SEOJK.3/2017 on the Implementation of Corporate Governance for Commercial Banks. Program Orientasi Bagi Anggota Direksi Baru Orientation Program for New Director Bank memiliki program orientasi dan pengenalan bagi anggota Direksi yang baru bergabung dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang Bank. Pada tahun 2019 tidak ada anggota Direksi yang baru. The Bank has an orientation and introduction program for new Directors aimed at providing knowledge and understanding of the Bank. In 2019 there is no new member of the Board of Directors. Program Pelatihan Anggota Direksi Training Programs for Board of Directors’ Members Guna meningkatkan kompetensi dan penyelarasan dengan perkembangan dunia usaha, khususnya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi mengikuti pelatihan pada tahun 2019, antara lain sebagai berikut: In 2019, the Board of Directors attended various training sessions for competency enhancement and to conform with business development, specifically in supporting their duties and responsibilities. The training sessions were as follows: Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  177. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Tabel Program Kegiatan Peningkatan Kompetensi Direksi Tahun 2019 Name Name Data Perusahaan Sustainability Report Competency Improvement Programs for the Board of Directors in 2019 Pelatihan /Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Seminar Bloomberg Emerging & Frontier Forum OCBC Culture & Conduct Programme Board & Senior Management Workshop Diagnostic Workshop by McKinsey Parwati Surjaudaja Study Visit for Digital Learning Tempat Location Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bloomberg London OCBC Bank Bank OCBC NISP Singapura Singapore Jakarta McKinsey Bangkok Bank OCBC NISP Jakarta OCBC NISP Value 19 September 2019 September 19, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Future Readiness 15 November 2019 November 15, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta CEO Forum 100Th Kompas 28 November 2019 November 28, 2019 Kompas Jakarta Spokesperson Training 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 10 May 2019 27 Agustus 2019 August 27, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 26 September 2019 September 16, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 27 Agustus 2019 27 August 2019 15 November 2019 November 15, 2019 Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Treasury Advance Future Readiness Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Emilya Tjahjadi 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 25-26 Juni 2019 June 25-26,2019 12 Juli 2020 12 July 2020 20 Agustus 2019 August 20, 2019 22 Agustus 2019 August 22, 2019 Penyelenggara Organizer 27 Agustus 2019 August 27, 2019 Future Readiness Andrae Krishnawan W Tanggal Date General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia Quality Leader 4.0 Hartati 175 Corporate Data General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia Future Readiness Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  178. Kinerja 2019 176 2019 Performances Name Name Laporan Manajemen Management Report Pelatihan /Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar Moving In Harmony Refreshment Treasury Certification Spokesperson Training Johannes Husin Quality Leader 4.0 General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia Future Readiness Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Martin Widjaja General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia Future Readiness Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Diagnostic Workshop Low Seh Kiat General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia ON Value Project Future Readiness Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Diagnostic Workshop Joseph Chan Fook Onn General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia ON Value Project Future Readiness Spokesperson Training Quality Leader 4.0 Seminar dan RUA FKDKP Mirah Wiryoatmodjo Diagnostic Workshop General Insurance Industry and Product - Great Eastern General Insurance Indonesia ON Value Project Future Readiness Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Profil Perusahaan Company Profile Tanggal Date 12 Januari 2019 January 12, 2019 18-19 Januari 2019 18-19 January 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 27 Agustus 2019 August 27, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 27 Agustus 2019 August 27, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 20 Agustus 2019 August 20, 2019 27 Agustus 2019 August 27, 2019 19 September 2019 September 19, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 20 Agustus 2019 27 Agustus 2019 August 27, 2019 19 September 2019 September 19, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 31 Januari 2019 January 31, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 27 Juni 2019 June 27, 2019 20 Agustus 2019 August 20, 2019 27 Agustus 2019 August 27, 2019 19 September 2019 September 19, 2019 15 November 2019 November 15, 2019 Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Penyelenggara Organizer Tempat Location  PT Inspirasi Indonesia Jakarta PT ACI FMA Indonesia Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan Perbankan (FKDKP) Bank OCBC NISP Jakarta Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta Bank OCBC NISP Jakarta
  179. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 177 Corporate Data Hubungan Afiliasi Affiliations Mayoritas anggota Direksi tidak memiliki hubungan afiliasi , baik secara keuangan maupun keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Direksi lainnya dan/atau Pemegang Saham Pengendali Bank. The majority of the Board of Directors’ members do not have affiliate relationships, either financial or family, with the Board of Commissioners, and other Directors and/or the Bank’s Controlling Shareholders. Parwati Surjaudaja memiliki hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, Pramukti Surjaudaja, sedangkan Low Seh Kiat dan Joseph Chan Fook Onn memiliki hubungan keuangan dengan Pemegang Saham Pengendali OCBC Bank. Parwati Surjaudaja has a family relationship with a member of the Board of Commissioners, Pramukti Surjaudaja, while Low Seh Kiat and Joseph Chan Fook Onn have financial relationships with the Controlling Shareholders, OCBC Bank. KOMITE-KOMITE DIREKSI Committees of the Board of Directors Direksi dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh KomiteKomite sebagai berikut. Komite Committee The Board of Directors has in place the following Committees to assist in its duties, as follows: Ruang Lingkup Tugas dan Tanggung Jawab Scope and Responsibilities Susunan Composition Komite Manajemen Risiko (KMR) Menyusun dan mengawasi pelaksanaan kebijakan manajemen risiko, memberikan rekomendasi kepada Direksi mengenai manajemen risiko, termasuk di dalamnya adalah manajemen risiko di Unit Usaha Syariah Ketua: Presiden Direktur Wakil Ketua: Direktur Risk Management Anggota: Seluruh Direktur Board Risk Committee (BRC) Preparing and supervising the implementation of risk management policies, presenting recommendations to the Board of Directors on risk management, including risk management in the Sharia Business Unit (SBU) Memantau dan mengevaluasi perkembangan kondisi portofolio kredit, merumuskan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan perkreditan dan memberikan saran perbaikan serta langkah-langkah yang diperlukan. Chairman: President Director Vice-Chairman: Risk Management Director Member: All Directors Credit Risk Management Monitoring and evaluating the development of the loan portfolio, formulating and supervising the implementation Committee (CRMC) of the loan policies, and providing suggestions for required improvements and measures. Komite Manajemen Mendukung Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Presiden Risiko Pasar (KMRP) Direktur dalam mengelola manajemen risiko pasar Bank. KMRP berfungsi mengawasi pelaksanaan manajemen risiko pasar Bank, serta memastikan kebijakan dan praktik manajemen risiko pasar Bank dilakukan dengan tepat, efektif, dan mendukung strategi bisnis Bank. Chairman: President Director Vice-Chairman: Risk Management Director Member: All Directors Komite Manajemen Risiko Kredit (KMRK) Market Risk Management Committee (MRMC) Supporting the Board Risk Committee (BRC) and the President Director in controlling the Bank’s market risk management. The MRMC’s functions are to supervise the implementation of the Bank’s market risk management, and to ensure that the Bank’s market risk management policies and practice are conducted accurately, effectively, and support the Bank’s business strategy. Ketua: Presiden Direktur Wakil Ketua: Direktur Risk Management Anggota: Seluruh Direktur Ketua: Direktur Risk Management Anggota: • Direktur Finance (Ketua Pengganti) • Direktur Treasury • Kepala Divisi Treasury Trading • Kepala Divisi Asset Liability Management • Kepala Divisi Market & Liquidity Risk Management Sekretaris: Market Risk Management Head Chairman: Risk Management Director Member: • Finance Director (Substitute Chairman) • Treasury Director • Treasury Trading Division Head • Asset Liability Management Division Head • Market & Liquidity Risk Management Division Head Secretary: Market Risk Mangement Head Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  180. Kinerja 2019 178 2019 Performances Komite Committee Komite Asset Liability Management Asset Liability Management Committee (ALCO) Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Ruang Lingkup Tugas dan Tanggung Jawab Scope and Responsibilities Management Discussion & Analysis Susunan Composition Mengawasi pengelolaan neraca Bank dan berperan untuk memastikan bahwa neraca memiliki struktur yang tepat dan konsisten untuk memaksimalkan net interest income dan shareholder value dengan batas toleransi yang disetujui oleh Dewan Komisaris. ALCO juga menetapkan kebijakan- kebijakan mengenai pengelolaan eksposur neraca, pengelolaan risiko suku bunga struktural, pengelolaan risiko likuiditas dan pendanaan, serta mekanisme internal FTP Bank. Ketua: Presiden Direktur Wakil Ketua: Direktur Finance Supervising the Bank’s balance sheet management and taking a role in ensuring that the balance sheet has the appropriate and consistent structure to maximize net interest income and shareholders value with tolerant limit approved by the Board of Commissioners. ALCO also establishes policies regarding balance sheet exposure management, structural rate risk management, liquidity and financing risk management, as well as the Bank’s FTP internal mechanisms. Chairman: President Director Vice-Chairman: Finance Director Member with Voting Rights: All Director Member without Voting Rights: Compliance Director Secretary: Market & Liquidity Risk Management Division Head Anggota dengan Hak Suara: Seluruh Direktur Anggota Tanpa Hak Suara: Direktur Compliance Sekretaris: Kepala Divisi Market & Liquidity Risk Management Komite Asset Menetapkan strategi pengelolaan Aset dan Liabilitas dan Liability Management memastikan bahwa neraca UUS memiliki struktur yang Unit Usaha Syariah (UUS) tepat dan konsisten untuk memaksimalkan investasi dan keuntungan kedua belah pihak untuk Bank dan Masyarakat Ketua: Direktur Unit Usaha Syariah Wakil Ketua: • Direktur Finance • Direktur Risk Management Anggota: ALCO UUS juga menetapkan strategi pengelolaan eksposur • Kepala Unit Usaha Syariah neraca, termasuk pengelolaan risiko likuiditas dan pendanaan, • Kepala Divisi Market & Liquidity Risk pengelolaan risiko imbal hasil dan risiko investasi, dan Management mekanisme internal FTP Bank. • Kepala Divisi Management Reporting & Methodologies Sekretaris: Asset Liability Risk Management Head Asset Liability Management Committee (ALCO) Sharia Business Unit (SBU) Determining the Asset and Liability Management strategy and ensuring the SBU balance has the appropriate and consistent structure to maximize investments and benefits both the Bank and the community. ALCO SBU also determined the balance sheet exposure management, including liquidity and financing risk management, yield risk and investment risk management, and the Bank’s FTP internal mechanism. Komite Pengarah Teknologi Informasi Memberikan rekomendasi kebijakan TI termasuk review dan persetujuan anggaran TI dan keamanan informasi, penyelarasan strategi Teknologi Informasi dan Bisnis, pengelolaan risiko serta pengukuran dan evaluasi kinerja Teknologi Informasi. IT Streeting Committee Providing IT policy recommendations including IT and information safety budget review and approval, Business and Information Technology strategy alignment, risk management, and Information Technology performance assessment and evaluation. Chairman: Sharia Business Unit Director Vice-Chairman: • Finance Director • Risk Management Director Member: • Sharia Business Unit Head • Market & Liquidity Risk Management Division Head • Management Reporting & Methodologies Division Head Secretary: Asset Liability Risk Management Head Ketua: Presiden Direktur Anggota: • Direktur Risk Management • Direktur Finance • Head of the Operations and Information Technology Chairman: President Director Member: • Risk Management Director • Finance Director • Head of the Operations and Information Technology Penilaian atas Kinerja Komite Di bawah Direksi Committees of the Board of Directors Performance Assessment Sepanjang tahun 2019, Direksi menilai bahwa komite tersebut telah melaksanakan tugasnya dengan baik dan optimal. Penilaian ini didasarkan pada laporan berkala yang disampaikan, masukan dan rekomendasi atas hal-hal yang masuk ke dalam lingkup tugas Direksi serta pelaksanaan tugas Komite. The executive committees have performed optimum and proper duties and responsibilities during 2019. The Board of Directors’ assesment was generated from regular submitted reports, input and recommendations on matters included in the Board of Directors’ duties, as well as the Committees’ duties implementation. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  181. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 179 KEPEMILIKAN SAHAM DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS Shareholding of The Board of Directors And Commissioners Seluruh anggota Dewan Komisaris tidak memiliki saham yang mencapai 5 % atau lebih dari modal disetor pada Bank, bank lain, lembaga jasa keuangan bukan bank, maupun perusahaan lain. No members of the Board of Commissioners have 5% of shares or more of the paid-in capital of the Bank, other banks, nonbank financial institutions, or other companies. Per 31 Desember 2019, Anggota Direksi hanya Low Seh Kiat memiliki saham 15% pada lembaga keuangan bukan bank, Yolland Investment Pte. Ltd. Anggota Direksi lainnya tidak ada yang memiliki saham 5% atau lebih dari modal disetor Bank, bank lain, lembaga keuangan bukan bank, dan perusahaan lain. As of December 31, 2019, only Low Seh Kiat held 15% of shares in a non-bank financial institution, Yolland Investment Pte. Ltd. No other members of the Board of Directors have 5% of shares or more of the paid-in capital of the Bank, other banks, non-bank financial institutions, or other companies. PENERAPAN REMUNERASI Implementation of Remuneration Penyusunan Kebijakan Remunerasi Latar Belakang Remuneration Policy Preparation Background Persaingan bisnis yang ketat, khususnya di bidang perbankan, menuntut Bank untuk mampu bersaing, dan bertumbuh secara cepat, salah satunya melalui program remunerasi untuk menarik karyawan yang kompeten, mempertahankannya dan memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja Bank. With competitive competition, particularly in banking industry, the Bank is required to be competitive and one of the tools for this is through the remuneration program to attract, retain and motivate competent employees to improve the Bank’s performance. Bank telah mengeluarkan Kebijakan Remunerasi pada tanggal 27 Februari 2019 yang berlaku efektif tanggal 1 April 2019. Kebijakan ini dibuat dibuat berdasarkan Peraturan OJK No. 45/POJK.03/2015 dan Surat Edaran OJK No. 40/SEOJK.03/2016 tentang Pelaksanaan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum. Kebijakan remunerasi tersebut mencakup remunerasi secara besaran bagi Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan. Kebijakan remunerasi tersebut didukung oleh kebijakan-kebijakan Human Capital lainnya yang berhubungan dengan manfaat/benefit bagi karyawan. The Bank published the Remuneration Policy on February 27, 2019 that effective as at April 1, 2019, which was made based on the OJK Regulation No. 45/POJK.03/2015 and OJK Circular Letter No. 40/SEOJK.03/2016 concerning the Implementation of Governance in Providing Remuneration for Commercial Banks. The remuneration policy covers the general remuneration for the Board of Commissioners, Board of Directors and Employees. The remuneration policy is supported by other Human Capital policies related to the benefits for employee. Tujuan Purpose 1. Memberikan panduan dan pemahaman yang jelas terkait pengaturan program remunerasi pada Bank. 2. Menjaga hubungan industrial yang harmonis dimana kebijakan pemberian remunerasi dan benefit/fasilitas akan mempertimbangkan kesetaraan peran dan kontribusi karyawan disamping menjaga risiko Bank, memperhatikan kemampuan Bank dan praktik praktik di industri perbankan secara keseluruhan. 1. Provide clear guidance and awareness on the Bank’s remuneration programs. 2. Maintain harmonious industrial relations in which the remuneration and benefits/facilities will take into account the employee’s equal roles and contribution, while keeping the Bank’s riks, taking into consideration the Bank’s ability and practices in banking industry as a whole. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  182. 180 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Pelaksanaan kaji ulang atas kebijakan remunerasi Analysis of Remuneration Policy Bank telah memperbarui kebijakan remunerasi yang merupakan bagian dari Kebijakan Human Capital dan telah ditetapkan pada tanggal 27 Februari 2019. Perubahan yang dilakukan terkait pada tata kelola penerapan remunerasi Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Komite di bawah Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan. The Bank has renewed the previous remuneration policy as part of the Human Capital Policy which was established on February 27, 2019. The changes included the remuneration governance for the Board of Commissioners, the Sharia Supervisory Board, the Committees of the Board of Commissioners, Board of Directors and Employees. Mekanisme Mechanism Cakupan Kebijakan Remunerasi dan implementasinya per unit bisnis, per wilayah dan kantor cabang Remuneration Policy Scopes and Implementation per Business Units, Regions and Branch Offices Kebijakan remunerasi mengatur secara besaran remunerasi Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Komite di bawah Dewan Komisaris, Direksi dan karyawan. Remunerasi diberikan dengan mempertimbangkan kinerja Bank, kinerja unit kerja dan kinerja individu setiap tahunnya. The remuneration policy regulates the remuneration amount for the Board of Commissioners, Sharia Supervisory Board, Committees under the Board of Commissioners, Board of Directors and employees. The remuneration was granted with due observance of the annual performances of the Bank, work units, and individuals. Remunerasi dikaitkan dengan risiko Remuneration associated with Risks Dalam menerapkan strategi remunerasi, Bank tetap memperhatikan kinerja Bank, kinerja unit kerja, kinerja setiap karyawan. Bank juga memastikan bahwa dengan mekanisme yang ada, karyawan yang bekerja di unit kontrol dapat menjalankan fungsinya secara independen untuk menjaga tata kelola Bank berjalan baik. Kebijakan remunerasi antara lain dikaitkan dengan jenis risiko utama, kriteria, dampak dan perubahan jenis risiko, seperti dijabarkan pada tabel ini: Jenis Risiko Utama Main Risk Type Kriteria Criteria The Bank implements the remuneration strategy by taking into account the Bank’s performance, the units’ performances, and employees’ performances. The Bank also shall ensure that the mechanism allows employees in control units to function their independence to maintain the Bank’s good governance. The remuneration policy is correlated to the main risk types, criteria, impact and changes of risk types, as illustrated in the following table: Dampak terhadap Remunerasi Impact on Remuneration Kredit NPL Loans Providing variable pay in the form of bonuses, and not as incentives, for employees who provide loans to nonretail customers, and for employees of certain position. Liquidity Risk Memberikan variable pay dalam bentuk bonus dan bukan insentif untuk karyawan di Tresuri. Tresuri Treasury Perubahan Jenis Risiko Utama dan Perubahan Kriteria dibanding tahun lalu Changes of Main Risk and Criteria Compared to the previous Year Memberikan variable pay dalam bentuk bonus dan bukan insentif Belum ada perubahan untuk karyawan yang memberikan kredit kepada nasabah non retail, No change dan untuk karyawan dengan posisi jabatan tertentu. Belum ada perubahan No change Providing variable pay in the form of bonuses, and not as incentives, for employees in the Treasury. Pengukuran kinerja dikaitkan dengan remunerasi Bank mempunyai kebijakan Performance Management dengan menerapkan prinsip reward berbasis kinerja (meritocracy) untuk menciptakan keselarasan strategis yang diharapkan dalam mencapai tujuan. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Remuneration is linked to performance measurement The Bank has a Performance Management policy by which the Bank applies the principle of meritocracy to create the expected strategic harmony to support the Bank in achieving its goals.
  183. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 181 Corporate Data Metode yang digunakan Method Uraian Description Bank juga menentukan panduan besaran kenaikan gaji berdasarkan hasil performa individu . The Bank also stipulated the amount of salary increases based on individual achievements. Penyesuaian Remunerasi dikaitkan dengan kinerja dan risiko Remuneration adjustment linked with performance and risk Bank mempertimbangkan kinerja Bank, kinerja unit kerja dan kinerja individu untuk menentukan pembagian performa bonus setiap tahunnya. Bank menentukan panduan besaran performa bonus berdasarkan hasil kinerja unit kerja dan hasil performa individu. To determine the share of the annual performance bonus, the Bank takes into account the Bank’s performance, operating unit performance and individual performance. The amount of the performance bonus is stipulated based on the achievements of the operating unit and individual. 1. Kebijakan mengenai remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan, besarannya, dan kriteria untuk menetapkan besaran tersebut. 2. Kebijakan Bank mengenai remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan yang ditunda pembayarannya (Malus), atau ditarik kembali dalam hal sudah dibayarkan (Clawback). 1. Policy regarding deferred variable remuneration, amount, and the criteria for determining the amount. 2. The Bank policy regarding deferred variable remuneration by deferring the payment (Malus) or implementation of clawback. Penyesuaian remunerasi dikaitkan dengan Kinerja dan Risiko Remuneration adjustments linked with Performance and Risk as referred to in point E.1 1. Kebijakan pembayaran (vesting) atas penangguhan yang dilakukan antara lain jangka waktu pembayaran. 2. Pengungkapan faktor yang menentukan perbedaan Remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan diantara karyawan atau kelompok karyawan, jika ada. Remunerasi yang bersifat Variabel yang ditangguhkan Deferred Variable Remuneration Bonus Kebijakan Bank Bank Policy Penangguhan dalam bentuk tunai dan saham Deferral in the form of cash and shares 1. A vesting policy for deferrals, including payment terms. 2. Disclosure of factors that determine the difference in variable remuneration that is deferred between employees or groups of employees, if any. Besaran Magnitude 80% tunai dan 20% ditangguhkan 80% cash and 20% deferred Remunerasi yang bersifat Variabel yang ditangguhkan Deferred Variable Remuneration Yang ditunda pembayarannya (Malus) Payment is deferred (Malus) Yang ditarik kembali dalam hal sudah dibayarkan (Clawback) Clawback Nama konsultan ekstern dan tugas konsultan terkait kebijakan Remunerasi, dalam hal Bank menggunakan jasa konsultan ekstern Untuk memastikan bahwa remunerasi Bank sejalan dengan praktik remunerasi di industri perbankan dan menjaga daya saing Bank, maka Bank ikut serta dalam survei remunerasi dengan Willis Towers Watson di tahun 2019. Kriteria Criteria Kualitatif Qualitative Jangka Waktu Time period Ditangguhkan (malus) 3 tahun Deferred (malus) 3 years Kebijakan Bank Bank Policy 20% dari bonus 20% of the bonus - Names of external consultants and their assignments regarding the Remuneration policy, in case the Bank uses external consultant services To ensure that the Bank’s remuneration is in line with the remuneration practices in the banking industry and maintains the Bank’s competitiveness, the Bank participated in a remuneration survey with Willis Towers Watson in 2019. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  184. 182 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Paket Remunerasi dan fasilitas yang diterima oleh Direksi dan Dewan Komisaris mencakup struktur Remunerasi dan rincian jumlah nominal , sebagaimana dalam tabel di bawah ini: Company Profile Jumlah Diterima dalam 1 (satu) Tahun Total Amount Received in 1 (one) Year Direksi Board of Directors Paket Remunerasi yang dikelompokkan dalam tingkat penghasilan yang diterima oleh Direksi dan anggota Dewan Komisaris dalam 1 (satu) tahun, sebagaimana dalam tabel di bawah ini: Jumlah Remunerasi per Orang dalam 1 (satu) Tahun Annnual Remuneration per Person Di atas Rp2.000.000.000,Above Rp2,000,000,000 Di atas Rp1.000.000.000,- s.d. Rp2.000.000.000,Above Rp1,000,000,000, up to Rp2,000,000,000 Di atas Rp500.000.000,- s.d. Rp1.000.000.000,Above Rp500,000,000 up to Rp1,000,000,000 Rp500.000.000 ke bawah Rp500,000,000 and below Keterangan - Remunerasi yang diterima secara tunai - Dewan Komisaris tidak menerima tantiem/bonus kinerja Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Management Discussion & Analysis Board of Directors and Board of Commissioners remuneration packages and facilities received, including the remuneration structure and nominal amount shown in the table below: Jenis Remunerasi dan Fasilitas Type of Remuneration and Facilities Gaji, bonus, tunjangan rutin, tantiem, dan fasilitas lainnya dalam bentuk non natura Salaries, bonuses, routine allowances, tantieme and other non-natura facilities Fasilitas lain dalam bentuk natura (perumahan, asuransi kesehatan, dan sebagainya) yang: a. Dapat dimiliki b. Tidak dapat dimiliki Other facilities (housing, health insurance, etc.) that: a. Owned b. Could not be owned Total Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Dewan Komisaris Board of Commissioners Orang Persons Juta Rp Million Rp Orang Persons Juta Rp Million Rp 9 102,843 9 31,089 - - - - 9 102,843 9 31,089 Board of Directors and Board of Commissioners annual remuneration packages, by level of income group, as shown in the table below: Jumlah Direksi Number of Directors Jumlah Komisaris Number of Commissioners 9 6 - 3 - - - - Notes: - Remunerations received in cash - Board of Commissioners does not accept performance bonus
  185. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Remunerasi yang Bersifat Variabel Variable Remuneration Jenis remunerasi bersifat variabel dan alasan pemberiannya seperti tercantum pada tabel di bawah ini : The following table illustrates the variable remuneration and reasons for the provision: Jenis Remunerasi yang bersifat Variabel Type of Variable Remuneration Bonus Insentif Incentive Long Term Cash Incentive (LTCI) Special Recognition Program (SRP) Saham Shares Alasan Reason Bentuk penghargaan Bank kepada karyawan yang diberikan dengan mempertimbangkan kinerja bank, kinerja unit kerja dan kinerja individu. Type of Bank reward to employees, taking into account bank performance, work unit performance and individual performance. Bentuk penghargaan Bank kepada karyawan front office (seller) yang diberikan berdasarkan pencapaian target. Type of Bank reward to front office employees (seller) based on achievement of targets. Bentuk penghargaan Bank kepada karyawan yang menunjukkan kinerja yang baik dan mempunyai potensi sesuai dengan ambisi Bank. Penghargaan ini diberikan sebagai upaya dari Bank untuk mempertahankan talent. Type of Bank reward to employees who have shown good performance and have potential in accordance with the Bank’s ambitions. This award is given in an effort for the Bank to retain talent. Bentuk penghargaan Bank kepada karyawan front office (seller) yang menunjukkan kinerja baik dan mempunyai potensi sesuai dengan ambisi Bank. Penghargaan ini diberikan sebagai upaya dari Bank untuk mempertahankan talent. The Bank’s recognition to front office employee (sellers) that perform well and has the potential that conform to the Bank’s aspirations. The award is granted as the Bank’s effort to retain talent. Bentuk penghargaan Bank kepada karyawan yang merupakan Material Risk Taker. Hal ini merupakan pemenuhan peraturan POJK No.45/POJK.03/2015. Type of Bank reward to employees who are Material Risk Takers. This is a fulfillment of POJK No.45/ POJK.03/2015. Jumlah Direksi, Dewan Komisaris, dan Karyawan yang menerima remunerasi yang Bersifat Variabel selama 1 (satu) tahun dan total nominal sebagaimana dalam tabel di bawah ini: Remunerasi yang bersifat Variabel Variable Remuneration Total 183 Corporate Data The number of Directors, Commissioners, and Employees receiving Variable Remuneration in 1 (one) year and total amounts, as shown in the table below: Jumlah Diterima dalam 1 (satu) Tahun Amount Received in 1 (one) Year Direksi Board of Directors Dewan Komisaris Board of Commissioners Karyawan Employees Jumlah Total Nominal (Rp Juta) Amount (IDR Million) Jumlah Total Nominal (Rp Juta) Amount (IDR Million) Jumlah Total Nominal (Rp Juta) Amount (IDR Million) 9 51,405 - - 5,681 263,582 Jabatan dan jumlah pihak yang menjadi MRT Jabatan Presiden Direktur Direktur Asset Liability Management Division Head Treasury Trading Division Head Head of Credit Risk Material Risk Takers (MRT) positions and numbers Position Jumlah Amount President Director Director Asset Liability Management Division Head Treasury Trading Division Head Head of Credit Risk 1 7 1 1 1 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  186. Kinerja 2019 184 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Shares option yang dimiliki Direksi, Dewan Komisaris dan Pejabat Eksekutif Share options held by the Board of Directors, Board of Commissioners and Executive Officers Rasio gaji tertinggi dan terendah Ratio of the highest and lowest salaries Yang dimaksud dengan “karyawan” dalam hal ini adalah karyawan tetap Bank. Definition of “employees” is the Bank’s permanent employees. Bank tidak memberikan shares option namun Bank memberikan variabel bonus dalam bentuk saham sebagaimana diatur dalam POJK No.45/POJK.03/2015. Gaji yang diperbandingkan dalam rasio gaji adalah imbalan yang diterima oleh Direksi, anggota Dewan Komisaris, dan karyawan per bulan. The Banks does not provide share options, but provides variable bonuses in the form of shares as stipulated in POJK No.45/ POJK.03/2015. Salary ratios include salaries received by the Board of Directors, Board of Commissioners and employees per month. Keterangan | Description Rasio Gaji | Salary Ratios Karyawan | Employees Direksi | Board of Directors Dewan Komisaris | Board of Commissioners Keterangan | Description 1 : 84.7 1 : 2.1 1 : 3.9 Rasio Gaji | Salary Ratios Tertinggi Karyawan dan Direksi | Highest Employee and Director Rasio | Ratio 1 : 2.5 Jumlah penerima dan jumlah total remunerasi yang Bersifat Variabel yang dijamin tanpa syarat akan diberikan oleh Bank kepada calon Direksi, calon Dewan Komisaris, dan/atau calon Karyawan selama 1 (satu) tahun pertama bekerja: Tidak ada. The number of recipients, and the total amount of variable remuneration, guaranteed without conditions, given by the Bank to prospective Directors, Commissioners, and/or Employees during the first 1 (one) year of work: None. Jumlah karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja dan total nominal pesangon yang dibayarkan. Number of employees whose employment terminated and the total nominal severance paid. Jumlah Nominal Pesangon yang dibayarkan per Orang dalam 1 (satu) Tahun Total severance pay amount paid per person in 1 (one) year Di atas Rp1.000.000.000,Above Rp1,000,000,000 Di atas Rp500.000.000,- s.d. Rp1.000.000.000,Above Rp500,000,000 up to Rp1,000,000,000 Rp500.000.000 ke bawah Rp500,000,000 and below Keterangan - Termasuk pensiun normal. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Jumlah Karyawan Number of Employees 14 26 53 Notes: - Including normal pension.
  187. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Jumlah total remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan , yang terdiri dari tunai dan/atau saham atau instrumen yang berbasis saham yang diterbitkan Bank dan Jumlah total remunerasi yang Bersifat Variabel yang ditangguhkan yang dibayarkan selama 1 (satu) tahun Jenis Remunerasi Variabel yang ditangguhkan Deferred Variable Remuneration Type Tunai | Cash Saham | Shares Data Perusahaan 185 Corporate Data Total deferred variable remuneration, comprising cash and/or shares or stock-based instruments issued by the Bank and Total deferred variable remuneration paid for 1 (one) year Jumlah yang dibayarkan selama 1 (satu) tahun Amount paid in 1 (one) year 4,276 121,333 lembar | shares Total 12,829 364,000 lembar | shares Keterangan: - Hanya untuk MRT dan diungkapkan dalam juta rupiah. Notes: - Only for MRT and expressed in million rupiah Rincian jumlah remunerasi yang diberikan dalam 1 (satu) tahun Details of the amount of remuneration given in 1 (one) year A. Remunerasi yang bersifat Tetap | Fixed Remuneration Tunai | Cash Tidak Ditangguhkan | Not Deferred Ditangguhkan | Deferred 56,919 Saham | Shares - B. Remunerasi yang bersifat Variabel | Variable Remuneration Tunai | Cash Saham | Shares Tidak Ditangguhkan | Not Deferred 52,779 Ditangguhkan | Deferred 12,829 364,000 lembar | shares Keterangan - Hanya untuk MRT dan diungkapkan dalam juta rupiah. Notes: - Only for MRT and expressed in million rupiah Informasi kuantitatif Quantitative information Total sisa remunerasi variabel untuk MRT yang masih ditangguhkan sebesar Rp8.552 juta dalam bentuk tunai dan 242.667 lembar saham. Tidak ada pengurangan remunerasi yang disebabkan karena penyesuaian eksplisit dan implisit selama periode laporan. The total remaining variable remuneration for MRT being deferred is Rp8,552 million in cash and 242,667 shares. There are no reductions in remuneration because of explicit and implicit adjustments during the reporting period. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  188. 186 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis SEKRETARIS PERUSAHAAN Corporate Secretary Dasar Hukum Legal Basis of Establishment Penunjukan Sekretaris Perusahaan berdasarkan Surat Keputusan Direksi Bank OCBC NISP No. KPTS/DIR/HCM/ HK.02.02/180/2014 tanggal 28 Februari 2014, sebagai pemenuhan atas Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014. The appointment of Corporate Secretary was based on the Decree of the Bank OCBC NISP’s Board of Directors No. KPTS/ DIR/HCM/HK.02.02/180/2014 dated February 28, 2014, in compliance with OJK Regulation No. 35/POJK.04/2014 dated December 8, 2014. Profil Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Profile Ivonne P. Chandra Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Warga Negara Indonesia, 56 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Indonesian citizen, 56 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Sekretaris Perusahaan sejak 28 Februari 2014. Corporate Secretary since February 28, 2014. Riwayat Pekerjaan • 1989-1994: Management Associate, jabatan terakhir Citigold Service Head, Citibank, N.A. • 1994-2003: Branch Manager, jabatan terakhir Consumer Distribution Head, Bank Universal (Permata Bank) • 2003-2006: Sales & Marketing Director Astra CMG Life (Commonwealth Life). • 2006-2008: Privilege Banking Head Bank Danamon. • 2009-2011: Metropolitan Consumer Distribution Head Bank OCBC NISP. • 2011-2013: Metropolitan Liabilities & Wealth Distribution Head Bank OCBC NISP. • 2013-2014: Consumer Quality Assurance Division Head Bank OCBC NISP. Riwayat Pekerjaan • 1989-1994: Management Associate, last position as Citigold Service Head at Citibank, N.A. • 1994-2003: Branch Manager, latest position as Consumer Distribution Head at Bank Universal (Permata Bank). • 2003-2006: Sales & Marketing Director at Astra CMG Life (Commonwealth Life). • 2006-2008: Privilege Banking Head at Bank Danamon. • 2009-2011: Metropolitan Consumer Distribution Head at Bank OCBC NISP. • 2011-2013: Metropolitan Liabilities & Wealth Distribution Head at Bank OCBC NISP. • 2013-2014: Consumer Quality Assurance Division Head at Bank OCBC NISP. Rangkap Jabatan: Tidak ada Concurrent Position: None Organisasi: • 2017-sekarang: Bendahara Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA). • 2006-sekarang: Wakil Ketua Bidang Pendidikan Perkumpulan IOA. Organization: • 2017-present: Treasurer of Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA). • 2006-present: Deputy Chairman of Education, IOA. Riwayat Pendidikan: • MBA bidang Marketing dari Golden Gate University, San Francisco, USA (1988). • Sarjana Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung (1986). Education: • MBA in Marketing from Golden Gate University, San Francisco, USA (1988). • Sarjana Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Bandung (1986). Laporan Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary Activities Report Dalam memenuhi pelaksanaan tugasnya, sepanjang tahun 2019 Sekretaris Perusahaan dan tim telah melakukan aktivitas, antara lain: a. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal. b. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. c. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan. In carrying out its duties, the Corporate Secretary and its units have carried out the following activities in 2019, among others: Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP a. Following the Capital Market developments in particular the prevailing laws and regulations of the Capital Market. b. Providing recommendations to the Board of Directors and Board of Commissioners on the compliance with the prevailing laws and regulations of the Capital Market. c. Providing assistance to the Board of Directors and Board of Commissioners on the implementation of corporate governance.
  189. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 187 Corporate Data d . Sebagai penghubung antara Bank dengan pemegang saham, OJK dan pemangku kepentingan lainnya. d. As a liaison of the Bank with shareholders, OJK and other stakeholders. Program Pelatihan Training Programs Tabel di bawah ini menjelaskan program pelatihan dalam Rangka Mengembangkan Kompetensi Sekretaris Perusahaan. The table below describes the training programs aimed at developing the competence of the Corporate Secretary. Selain itu, Sekretaris Perusahaan juga mengikuti sosialisasi dan seminar tentang peraturan-peraturan baru dari OJK dan BEI. The Corporate Secretary also attended the publicity sessions and seminars on the new regulations issued by OJK and BEI. Pelatihan/Workshop/Seminar Training/Workshop/Seminar No. 1 Tanggal Date Penyelenggara Organizer Tempat Venue 12 Februari 2019 February 12, 2019 Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta 2 Seminar POJK Nomor 36/POJK.04/2018 tentang Tata Cara Pemeriksaan di Sektor Pasar Modal Seminar POJK No. 36/POJK.04/2018 concerning Procedures for Examination in the Capital Market Sector Spokesperson Training 18 Februari 2019 February 18, 2019 Mayang Schreiber & Associates Jakarta 3 “Business Reporting on the Sustainable Development Goals” BEI & GRI Jakarta 4 Value Based Leadership Bank OCBC NISP Jakarta 5 Quality Leader 4.0 Bank OCBC NISP Jakarta 6 25 April 2019 April 25, 2019 26 April 2019 April 26, 2019 10 Mei 2019 May 10, 2019 25 September 2019 September 25, 2019 FGD-Pemaparan dan Diskusi Hasil Penelitian mengenai Integrated Reporting di Indonesia: Perspektif Preparer, User, Regulator, dan Standard Setter. FGD – Presentation and Discussion of Research Results on Integrated Reporting in Indonesia: Perspective of the Preparer, User, Regulator, and Standard Setter. CG Officer Workshop Series Intermediate Competency 2 - Investor Relations 23-24 Oktober 2019 October 23-24, 2019 OJK Jakarta Jakarta Seminar “Persiapan Indonesia dalam Menghadapi Turbulensi Ekonomi Global: Menanti Gebrakan Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju” Seminar “Indonesia’s preparation in facing the Global Economic Turbulence: Awaiting Breakthrough from the Economy Team of the Onward Indonesia Cabinet. Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) BEI - ICSA 7 8 12 November 2019 November 12, 2019 Jakarta HUBUNGAN INVESTOR INVESTOR RELATIONS Bank terus menjalin komunikasi dan memelihara hubungan dengan para investor, antara lain: • melalui pertemuan resmi secara berkelompok maupun perorangan, • conference call, • publikasi laporan keuangan triwulanan dan tahunan, • pengungkapan informasi dan peristiwa penting, • siaran pers, • serta update situs web Bank secara berkala. Selama tahun 2019, Unit Investor Relations telah melakukan 12 kali pertemuan dengan investor/analis. The Bank continued to foster communication and maintained relationships with investors, including: • through official groups and individual meetings, • conference calls, • publications of quarterly and annual financial statements, • disclosure of information and significant events, • press conferences, • and periodic updates of the Bank’s website. In 2019, the Investor Relations Unit conducted 12 meetings with investors/analysts. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  190. 188 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis divisi AUDIT INTERN Internal Audit Division Bank telah memiliki Divisi Audit Intern sebagaimana disyaratkan dan telah sesuai dengan Peraturan OJK No.1/ POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern pada Bank Umum. The Bank has in place the Internal Audit Division as required by and in accordance with OJK Regulation No. 1/POJK.03/2019 regarding the Implementation of Internal Audit Function for Commercial Banks. Divisi Audit Intern memiliki dua fungsi utama, yaitu: 1. Memberikan keyakinan (assurance) kepada Direksi dan Dewan Komisaris (melalui Komite Audit) bahwa tata kelola, manajemen risiko, dan proses pengendalian intern Bank telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai dan efektif; 2. Sesuai permintaan Manajemen, menjalankan fungsi konsultasi untuk keperluan internal dalam ruang lingkup Audit intern. Internal Audit Division has two main functions: 1. Providing reasonable assurance to the Board of Directors and Board of Commissioners (through the Audit Committee) that the Bank’s governance, risk management and internal control processes are designed and implemented adequately and effectively; 2. Carrying out consulting functions for internal purposes within the scope of Internal Audit, as per the Management’s request. Profil Kepala Divisi Audit Intern Internal AUDIT division HEAD PROFILE Sani Effendy Kepala Divisi Audit Intern Internal Audit Division Head Warga negara Indonesia, 54 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia Indonesian Citizen, 54 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia Kepala Divisi Audit Intern sejak 1 Desember 2015 Internal Audit Division Head since December berdasarkan Surat Pengangkatan No. 4752/HCS- 1, 2015 based on Appointment Letter No. 4752/ HCS-JKT/OR.08.03/NA/XII/2015. JKT/OR.08.03/NA/XII/2015. Riwayat Pekerjaan: • 2008 – 2015: Posisi terakhir sebagai Head of Wholesale Banking Bank OCBC NISP. • 1998 – 2008: Head of Corporate Finance di Rabobank International Indonesia. Work Experience: • 2008 – 2015: Head of Wholesale Banking Bank OCBC NISP. • 1998 – 2008: Head of Corporate Finance at Rabobank International Indonesia. Rangkap Jabatan: Tidak ada Concurrent Position: None Riwayat Pendidikan • 1988: Sarjana Ekonomi Akuntansi dari Universitas Indonesia. • 2008: Magister Administrasi Bisnis dari Institut Teknologi Bandung (ITB). • 2016: Certified Internal Auditor (CIA). Education: • 1988: Bachelor Degree in Accounting from University of Indonesia • 2008: Master in Business Administration from the Institute of Technology Bandung (ITB). • 2016: Certified Internal Auditor (CIA). Staf Audit Intern Internal Audit Staff Per 31 Desember 2019, staf Divisi Audit Intern berjumlah 52 orang termasuk Kepala Divisi Audit Intern. Seluruh staf memiliki kualifikasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam bidang teknis audit, peraturan dan perundangan serta pengetahuan lain yang relevan. As of December 31, 2019, the number of Internal Audit Division staff, including the Internal Audit Division Head, was 52. All staff has qualifications, knowledge and experience in audit techniques, laws and regulations, as well as other relevant knowledge. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  191. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 189 Program Pelatihan Auditor Auditor Training Program Selama tahun 2019 , Divisi Audit Intern telah mengikuti berbagai program training di antaranya training Agile & Scrum Framework, Cyber Security Audit, Perbankan Syariah, Treasury Product, dan IFRS 9. The Internal Audit Division participated in various training programs during 2019 that included the Agile and Scrum Framework, Cyber Security Audit, Sharia Banking, Treasury Product, and IFRS 9. Sertifikasi Sebagai Profesi Audit Intern Internal Audit Profession Certification Per 31 Desember 2019, beberapa Auditor Internal Bank telah memperoleh sertifikasi profesi antara lain: Certified Internal Auditors, Certified Information Systems Auditor, Qualified Internal Auditor. As of December 31, 2019, some of the Bank’s Internal Auditors has obtained profession certifications among others: Certified Internal Auditor, Certified Information Systems Auditor, Qualified Internal Auditor. Piagam Audit Intern Internal Audit Charter Kegiatan Divisi Audit Intern berpedoman pada Piagam Audit Intern dan Manual Audit Intern. Piagam Audit Intern disusun berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.1/ POJK.03/2019 tentang Penerapan Fungsi Audit Intern Pada Bank Umum dan dikaji ulang secara berkala setiap tahun atau sewaktu-waktu apabila diperlukan. Kaji ulang terakhir telah dilakukan pada tanggal 23 April 2019. Sebagai acuan ke arah global best practices, Divisi Audit Intern juga menerapkan standar dan kode etik yang diterbitkan oleh The Institute of Internal Auditors (IIA). The Internal Audit Charter and Internal Audit Manual serve as the guidelines for Internal Audit Division activities. The Internal Audit Charter was developed based on OJK Regulation No. 1/ POJK.03/2019 regarding the Implementation of Internal Audit Function for Commercial Banks and is annually reviewed, or as required. The Bank conducted its last review on April 23, 2019. As a reference to global best practices, the Internal Audit Division also adapts the standards and code of ethics issued by the Institute of Internal Auditors (IIA). Struktur dan Kedudukan Audit Intern Internal Audit Structure and Position Kepala Divisi Audit Intern bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur dan secara tidak langsung kepada Dewan Komisaris melalui Komite Audit. Kepala Divisi Audit Intern secara rutin melakukan pertemuan dengan Presiden Direktur, Komite Audit, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah. The Internal Audit Division Head reports directly to and is responsible to the President Director, and indirectly to the Board of Commissioners through the Audit Committee. The Internal Audit Division Head regularly meets with the President Director, Audit Committee, the Board of Commissioners, and Sharia Supervisory Board. Kepala Divisi Audit Intern membawahi beberapa departemen audit sesuai dengan area audit antara lain Corporate Banking Audit, Network & Retail Banking Audit, Treasury Audit, Corporate Function Audit, Operations Audit, dan IT Audit. Selain itu, Kepala Divisi Audit Intern juga membawahi fungsi Audit Methodology & Standards dan Main Entity Audit. The Internal Audit Division Head oversees several audit departments according to the audit area: among others the Corporate Banking Audit, Network and Retail Banking Audit, Treasury Audit, Corporate Function Audit, Operations Audit, and IT Audit. The Internal Audit Division Head also oversees the Audit Methodology and Standards and Main Entity Audit functions. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  192. 190 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Tugas dan Tanggung Jawab Pokok Audit Intern Internal Audit Key Duties and Responsibilities Sesuai dengan Piagam Audit Intern, tugas dan tanggung jawab utama Divisi Audit Intern adalah: • Menyusun dan melaksanakan Rencana Audit Tahunan dan memantau hasil audit • Mengkomunikasikan ringkasan hasil kegiatan audit dan status tindak lanjut temuan audit kepada Direksi, Dewan Komisaris, Komite Audit, dan Dewan Pengawas Syariah • Melakukan komunikasi dengan Auditor Ekstern, Manajemen Risiko, dan Regulator untuk menentukan cakupan audit yang optimal. • Memberikan informasi yang objektif dan rekomendasi saran perbaikan tentang kegiatan yang diperiksa Pursuant to the Internal Audit Charter, the Internal Audit Division’s main duties and responsibilities are: • Developing and executing the Annual Audit Plan and monitoring audit results. • Communicating the summary result of audit activities and status of audit issues follow up to the Board of Directors, Board of Commissioners, Audit Committee and Sharia Supervisory Board. • Communicating with the External Auditor, Risk Management, and Regulators for the purpose of providing optimal audit coverage. • Providing objective information and recommendations on audited activities. Peran dan tanggung jawab Divisi Audit Intern selengkapnya dapat diakses pada situs web www.ocbcnisp.com. Details of Internal Audit duties and responsibilities can be accessed on the website www.ocbcnisp.com. Pelaksanaan dan Efektivitas Tugas Audit Intern Internal Audit Activities and Effectiveness Selama tahun 2019, Divisi Audit Intern telah melaksanakan audit sesuai dengan Rencana Audit Tahunan yaitu, (1) melaksanakan penugasan audit sebanyak 47 penugasan yang mencakup area bisnis dan operasional kantor cabang, aktivitas perkreditan dan pendanaan, tresuri, teknologi dan sistem informasi, fungsi support dan operasional kantor pusat dan (2) mengembangkan inisiatif untuk meningkatkan peran strategis Audit Intern melalui pengembangan data analytics, implementasi continuous auditing, strategic risk auditing, digital risk auditing, dan agile audit. During 2019, Internal Audit Division has done audit in line with its Annual Audit Plan, including (1) 47 audit assignments covering branch office business and operations, lending and funding, treasury, technology and information systems activities, and Head Office support and operational functions, and (2) developing the initiative to increase the Internal Audit’s strategic roles through the development of data analytics, continuous auditing implementation, strategic risk auditing, digital risk auditing, and agile audit. Efektivitas pelaksanaan fungsi Audit Intern dan kepatuhannya terhadap Standar Profesional Audit Intern dikaji ulang oleh Audit Intern sekali dalam 1 (satu) tahun, dan oleh pihak ekstern sekurang-kurangnya sekali dalam 3 (tiga) tahun. Kaji ulang terakhir oleh pihak ekstern dilakukan pada tahun 2017. The effectiveness of the Internal Audit function and its compliance with the Professional Standard of Internal Audit was reviewed once a year by the Internal Audit, and at least once every 3 (three) years by external parties. The latest review by an external party was in 2017. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  193. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 191 Corporate Data FUNGSI KEPATUHAN Compliance Function Bank menjalankan fungsi kepatuhan sebagai upaya preventif (ex-ante) maupun kuratif (ex-post) untuk memitigasi risiko kegiatan usaha. The Bank’s compliance function is designed for preventive (ex-ante) and curative (ex-post) efforts to mitigate business activity risks. Sepanjang tahun 2019, aktivitas yang telah dilakukan yaitu: 1. Meningkatkan kesadaran kepatuhan dan budaya kepatuhan di Bank melalui beberapa kegiatan. 2. Memastikan kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur serta kegiatan usaha yang dilakukan Bank telah sesuai dengan ketentuan perbankan dan peraturan perundangundangan yang berlaku, termasuk Prinsip Syariah bagi Unit Usaha Syariah (UUS), serta memantau pelaksanaan ketentuan kehati-hatian yang dilakukan oleh Bank. 3. Mendistribusikan surat masuk dari regulator kepada divisi/fungsi yang terkait agar dapat ditindaklanjuti dan bertindak sebagai liaison officer dalam hubungannya dengan regulator. 4. Membuat ringkasan peraturan, menganalisa dampaknya bagi Bank dan menyelenggarakan sosialisasi peraturan perbankan kepada Direksi dan Kepala Divisi/Fungsi yang berkepentingan sehingga memudahkan pelaksanaan Fungsi Kepatuhan termasuk Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT). 5. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan penerapan program APU PPT di seluruh kegiatan Bank, termasuk memantau pelaporan terkait sesuai peraturan yang berlaku. The activities conducted during 2019 were as follows: 1. Enhanced the Bank’s compliance awareness and culture through compliance activities. 2. Ensured the Bank’s policies, regulations, systems, procedures, and business activities have met the prevailing banking laws and regulations, including the Sharia Principles for the Sharia Business Units (SBU), as well as monitored the prudential principles implemented by the Bank. 3. Distributed the incoming letters from the Regulators to the relevant divisions/functions for follow-up, and acted as liaison with the regulators. 4. Prepared the regulation summaries, analyzed their impact on the Bank, and publicized the banking regulations to the Board of Directors and related Divisions/Function Heads, as well as facilitated the Compliance Function including the Anti-Money Laundering and Combating of Terrorism Financing Programs (AML-CTF). 5. Monitored the AML-CTF program implementation for all Bank activities, including monitored the related reports in accordance with applicable regulations. Tingkat Kepatuhan Bank terhadap Ketentuan dan Peraturan Perundang-Undangan serta Pemenuhan Komitmen dengan Otoritas yang Berwenang The Bank’s Compliance to the Laws and Regulations and Commitments to the Regulators Dalam mendukung Penerapan Budaya Kepatuhan guna mewujudkan terciptanya kepatuhan terhadap ketentuan Regulator dan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang sejalan dengan pertumbuhan bisnis dan organisasi Bank, Divisi Kepatuhan telah menerapkan metodologi dan proses monitoring atas pelaksanaan regulasi guna menghindari risiko kepatuhan dan menunjang serta meningkatkan kinerja Bank dalam rangka melaksanakan prinsip kehati-hatian perbankan. To encourage compliance culture implementation in order to create compliance towards the Regulators’ regulations and the prevailing laws in line with the Bank’s business and organization growth, the Compliance Division has applied monitoring methodology and process on the regulations for the prevention of compliance risk, as well as to support and improve the Bank’s performance in implementing the prudential banking principle. Penerapan tersebut dilakukan melalui assurance berdasarkan pelaksanaan self-assessment (Regulatory Requirement SelfAssessment). This was implemented with assurance based on the Regulatory Requirement Self-Assessment. Sebagai industri yang diatur secara ketat, Bank perlu membangun hubungan yang efektif dengan Regulator dalam menjalankan kegiatan usahanya. Oleh karena itu Compliance Division senantiasa melakukan komunikasi yang efektif dengan Regulator untuk menjembatani kebutuhan usaha Bank dengan kesesuaian dengan ketentuan Regulator dan memastikan pemenuhan komitmen dengan Otoritas yang berwenang. As a highly regulated industry, the Bank needs to build an effective relationship with the Regulators in managing its business activities. As such, the Compliance Division strives to effectively communicate with the Regulators to bridge the gap between the Bank’s business requirements and the suitability to Regulators rules and to ensure commitment to the authority. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  194. Kinerja 2019 192 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis AKUNTAN PUBLIK Public Accountant Penunjukan Kantor Akuntan Publik APPOINTMENT OF PUBLIC ACCOUNTING FIRM Berdasarkan Rekomendasi Komite Audit No. 002/AC-Reco/ IPC-WS/V/2019 tanggal 3 Mei 2019, Dewan Komisaris menunjuk Akuntan Publik Angelique Daryanto, S.E.,CPA dan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan sebagai Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2019 berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No.011/ DEKOM/IPC-WS/V/2019 tanggal 10 Mei 2019 dan memberikan wewenang kepada Direksi untuk melaksanakannya. Based on Audit Committee Recommendation No. 002/ AC-Reco/IPC-WS/V/2019 dated May 3, 2019, the Board of Commissioners appointed Angelique Daryanto, SE, CPA, and Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan as the Public Accountant and Public Accounting Firm for the 2019 fiscal year based on the Board of Commissioners’ Decree No. 011/DEKOM/IPCWS/V/2019 dated May 10, 2019 and granted the power of attorney to the Board of Directors for its implementation. Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik yang Melakukan Audit Laporan Keuangan Tahunan Selama 5 Tahun Terakhir Public Accounting Firms and Public Accountants that Conducted the Annual Audited Financial Statements during 5 Years RUPST yang diselenggarakan pada tanggal 9 April 2019 menyetujui untuk memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris berdasarkan rekomendasi Komite Audit untuk menunjuk Akuntan Publik yang akan memeriksa atau mengaudit buku dan catatan Bank untuk tahun buku 2019 sesuai dengan kriteria POJK No. 13/POJK.03/2017, dan menetapkan jumlah honorarium serta persyaratan lainnya berkenaan dengan Akuntan Publik yang ditunjuk tersebut. Tahun Year 2015-2017 2018-2019 Kantor Akuntan Publik Public Accounting Firms KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan The AGMS held on April 9, 2019 approved granting authority to the Board of Commissioners to appoint a Public Accountant, based on the Audit Committee recommendation, to examine or audit the Bank’s books and records for the 2019 fiscal year, pursuant to POJK Criteria No. 13/POJK.03/2017, and to determine the honorarium and other requirements related to the designated Public Accountant. Akuntan Publik Public Accountants Lucy Luciana Suhenda, SE, AK, CPA Angelique Daryanto, SE, CPA Biaya audit dan non-audit Audit and Non-Audit Services Fees Efektivitas Pelaksanaan Audit Ekstern External Audit Effectiveness Total honorarium yang dibayarkan kepada KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (a member firm of PricewaterhouseCoopers Global Network) terkait dengan jasa audit atas laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim, serta jasa non-audit pada tahun 2019 adalah Rp4,2 miliar. Dalam rangka memenuhi penerapan fungsi Audit Ekstern sesuai dengan POJK No.55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Umum, efektivitas pelaksanaan Audit Ekstern dan kepatuhan Bank terhadap ketentuan adalah sebagai berikut: 1. Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk oleh Bank adalah yang terdaftar di OJK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penunjukkan tersebut telah mendapat persetujuan RUPS berdasarkan rekomendasi Komite Audit. 2. Akuntan Publik dan KAP telah bekerja secara independen dan profesional sesuai dengan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) dan perjanjian kerja serta ruang lingkup audit yang ditetapkan. 3. Akuntan publik telah bertindak secara obyektif dalam melaksanakan audit sesuai dengan ruang lingkup audit yang diatur dalam ketentuan. Hasil audit dan management letter telah disampaikan kepada OJK secara tepat waktu. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The total fees paid to Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (a member firm of the PricewaterhouseCoopers Global Network) for audit services of the annual and interim financial statements and non-audit services in 2019 was Rp4.2 billion. To fulfill the External Audit function application in accordance with POJK No.55/POJK.03/2016 concerning the Corporate Governance for Commercial Banks, the effective implementation of the External Audit and the Bank’s compliance to the rules were as follows: 1. The Public Accountant and Public Accounting Firm appointed by the Bank were registered with the OJK in accordance with applicable regulations. The appointment has been approved by the GMS based on the recommendations of the Audit Committee. 2. The Public Accountant and Public Accounting Firm worked independently and professionally according to the Generally Accepted Auditing Standards (GAAP) and work agreement and the set audit scope. 3. The Public Accountant acted objectively in carrying out its audits in accordance with the stipulated audit scope. The audit results and management letters were submitted to the OJK in a timely manner.
  195. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 193 Corporate Data SISTeM PENGENDALIAN INTERN Internal Control System Bank menetapkan kebijakan Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang efektif dan efisien sebagai suatu mekanisme pengawasan secara berkesinambungan yang diimplementasikan di seluruh level jabatan dari kantor pusat dan kantor cabang. Sistem Pengendalian Intern Bank meliputi 5 (lima) komponen utama, yaitu: 1. Pengawasan manajemen dan lingkungan yang mendukung pengendalian. 2. Proses identifikasi dan penilaian risiko. 3. Aktivitas kontrol dan pemisahan tugas serta tanggung jawab. 4. Keandalan sistem akuntansi, informasi dan komunikasi yang efektif. 5. Pemantauan dan perbaikan terhadap kelemahan. The Bank established an effective and efficient Internal Control System (ICS) as a continuous supervision mechanism for all head office and branch office levels. The Bank’s Internal Control System consists of 5 (five) main components, including: 1. Management supervision and environmental support controls. 2. Risk identification and measurement. 3. Control activities and separation of duties and responsibilities. 4. Reliable and effective accounting, information and communication systems. 5. Monitoring and shortfall improvements. Implementasi SPI di lingkungan Bank dilakukan pada 3 (tiga) aspek pengendalian utama, yaitu: 1. Pengendalian Operasional a. Bank memiliki kebijakan dan prosedur lengkap yang mendukung proses operasional sehari hari dan secara rutin dievaluasi agar selalu sesuai dengan peraturanperaturan yang berlaku dan lingkungan kerja yang dihadapi Bank. b. Bank menyusun kajian risiko pada setiap produk dan aktivitas, menerapkan Key Risk Indicator (KRI) dan Risk and Control Self-Assessment (RCSA). Kelemahan kontrol atau eksposure risiko yang significant akan diesklasi kepada Operational Risk Council (ORC) dan Control Assurance Council (CAC). c. Bank menerapkan proses penyusunan, kaji ulang dan pengujian Business Continuity Plan serta melaporkan kepada Direksi melalui rapat Operational Risk Management Council (ORC), Komite Manajemen Risiko dan Dewan Komisaris melalui Komite Pemantau Risiko. The Bank’s ICS implementation covers 3 (three) main control aspects, including: 1. Operational Control a. Comprehensive policies and procedures that support daily operations are routinely evaluated to ensure their continuous alignment with the applicable regulations and work environment faced by the Bank. b. The Bank conducts risk assessments on products and activities and implements Key Risk Indicators (KRI) and Risk and Control Self-Assessments (RCSA). Any significant control shortfalls or risk exposures will be referred to the Operational Risk Council and the Control Assurance Council. c. The Bank implements the preparation, review and testing of the Business Continuity Plan (BCP) and reports to the Director through the Operational Risk Management Council (ORC) and the Board Risk Committee (BRC) meetings and reports to the Board of Commissioners through the Risk Monitoring Committee (RMC). 2. Pengendalian Kepatuhan terhadap Ketentuan Peraturan dan Perundang-undangan a. Bank memiliki divisi-divisi yang berfungsi menjaga serta mendukung kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku. b. Bank melakukan proses Regulatory Requirement SelfAssessment (RRSA) bersamaan dengan proses RCSA. Divisi Compliance melakukan assurance terhadap hasil RRSA. Selain itu Bank juga melakukan pengawasan melalui unit kerja Quality Assurance, Operation Monitoring dan Audit Internal. 2. Laws and Regulations Compliance Control 3. Pengendalian Keuangan a. Bank memiliki ‘Rencana Bisnis Bank’ untuk pencapaian jangka pendek dan jangka panjang dengan memperhitungkan kemampuan modal yang dimiliki Bank. b. Pengendalian keuangan menekankan pada pelaksanaan kontrol yang efektif, seperti: • Adanya Unit Kontrol atau Quality Assurance untuk 3. Financial Control a. The Bank has a ‘Bank Business Plan’ containing short and long-term achievements that align with Bank Capital Capability. b. Emphasis on effective control implementation, such as: • A Control Unit or Quality Assurance to supervise a. The Bank has the divisions that function to maintain and support the Bank’s compliance with prevailing regulations. b. The Bank embedded Regulatory Requirement SelfAssessments (RRSA) within the RCSA process. The Compliance Division conducted assurance on the RRSA results. The Bank also conducted control through Quality Assurance, Operation Monitoring, and Internal Audit units. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  196. Kinerja 2019 194 2019 Performances • • Laporan Manajemen Profil Perusahaan Management Report mengawasi proses dari masing-masing unit kerja terkait. Adanya Satuan Kerja Manajemen Risiko, Divisi Compliance maupun Audit Internal yang independen. Bank memiliki sistem informasi dan saluran komunikasi dengan pengamanan sistem enkripsi. Bank juga melakukan sosialisasi melalui berbagai media seperti email awareness dan e-learning kepada karyawan untuk pengamanan data dan informasi. Company Profile • • Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis each related unit’s processes. An Independent Risk Management Unit, Compliance Division, and Internal Audit. Information system and communication channels equipped with encryption system security. The Bank also disseminates to employees information related to the use of data and information security, such as email awareness and e-learning, through publication on media. Kesesuaian dengan Ketentuan Regulator dan Sistem Internasional Compliance with Regulatory and International System Requirements Evaluasi atas Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Internal Control System Effectiveness Evaluation Rancangan dan implementasi SPI Bank berpedoman pada Pedoman Standar Sistem Pengendalian Intern bagi Bank Umum dan Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Manajemen telah menyampaikan laporan pernyataan kecukupan pengendalian intern kepada Dewan Komisaris yang menyatakan bahwa pelaksanaan atas pengendalian intern dan pengelolaan risiko di sepanjang tahun 2019 telah dilakukan secara memadai dan efektif. The Bank’s ICS design and implementation referred to the Standard Internal Control System Guidelines for Commercial Banks, and the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). The management has submitted a statement on the adequacy of internal controls to the Board of Commissioners, stating that the execution of internal controls and risk management had been satisfactorily and effectively conducted throughout 2019. PERKARA PENTING YANG DIHADAPI PERSEROAN/ENTITAS ANAK/ANGGOTA DIREKSI ANGGOTA DEWAN KOMISARIS Important Cases of The Company/Subsidiaries/Members of Board of Directors/ Members of Board of Commissioners Berikut ini adalah data Permasalahan Hukum yang dihadapi oleh Bank di sepanjang tahun 2019: Permasalahan Hukum Legal Case Telah mendapat putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap Resolved (final and binding) Dalam Proses Penyelesaian Ongoing Process Total Perkara perdata yang dihadapi Bank di tahun 2019 antara lain disebabkan oleh: 1. Keberatan atas lelang jaminan. 2. Sengketa antara Debitur dengan pihak ketiga yang mengaku sebagai pemilik awal dari barang jaminan yang menjadi agunan di Bank. 3. Keberatan atas perhitungan Bank terhadap nilai outstanding kewajiban Debitur. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The following are the Bank’s litigation actions in 2019: Perdata Civil Pidana Criminal 33 4 50 4 83 8 The Bank’s civil cases in 2019 were, among other caused by the following: 1. Objection to the auction of a collateral. 2. Dispute between the debtor and third party claiming to be the original owner of the item held as collateral in the Bank. 3. Objection to the Bank’s calculation of the outstanding value of debtor’s liabilities.
  197. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Pokok Perkara /Gugatan dan Status Penyelesaian Cases/Lawsuits Facts and Settlement Status Berikut adalah 3 (tiga) perkara perdata dengan nilai perkara terbesar yang dihadapi Bank sampai dengan 31 Desember 2019: No. 1 2 3 195 Corporate Data Pokok Perkara Cases The following are the 3 (three) civil cases with the largest case values faced by the Bank up to December 31, 2019: Para Pihak Parties Nilai Perkara Case Value Gugatan pembatalan sertifikat milik Debitur Penggugat: S yang diterbitkan oleh BPN. Sertifikat merupakan Bank sebagai Tergugat jaminan atas kredit Debitur di Bank OCBC NISP Intervensi Lawsuit for the cancellation of the Debtor’s certificate issued by the Indonesian National Land Office. The certificate was collateral for Debtor’s loan from Bank OCBC NISP. Plaintiff: S Bank as Defendant in Intervention Keberatan atas proses pelaksanaan Lelang Eksekusi atas Jaminannya di PN Jogja Penggugat: RKS Bank sebagai Tergugat Keberatan atas proses pelaksanaan Lelang Eksekusi atas Jaminannya di PN Jogja Debitur kembali mengajukan bantahan atas permohonan lelang yang diajukan oleh Bank Plaintiff: RKS Bank as Defendant Peggugat: AUHM Bank sebagai Tergugat Debtor filed another counter claim for the Execution of Mortgage Auction proposed by the Bank. Plaintiff: AUHM Bank as Defendant Rp54,500,000,000 Rp7,500,000,000 Status Penyelesaian Status Penyelesaian Bank telah menang pada tingkat PN, PT, MA, saat ini dalam proses PK. The bank has won at the District Court, High Court, Supreme Court, currently in the PK process. Perkara dimenangkan Bank pada tahapan PK. The case was won by the Bank at the PK stage. Rp3,890,000,000 Perkara dimenangkan Bank pada tahapan Kasasi. The case was won by the Bank at the High Court stage. Risiko yang Dihadapi Bank atas Tuntutan/ Gugatan Risks Faced by the Bank related to Claims/ Lawsuits Perkara Penting yang Dihadapi Anggota Direksi dan/atau Anggota Dewan Komisaris Significant Cases Faced by Members of the Board of Directors and/or the Board of Commissioners Terkait perkara penting yang dihadapi Bank selama tahun 2019, tidak ditemukan perkara yang memiliki dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan dan keberlangsungan usaha Bank di kemudian hari. Sepanjang tahun 2019, tidak terdapat perkara penting yang dihadapi Bank yang melibatkan anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Pengaruh terhadap kondisi Bank Terkait perkara penting yang dihadapi Bank selama tahun 2019, tidak ditemukan perkara yang memiliki dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan dan keberlangsungan usaha Bank di kemudian hari. With regards to the significant cases faced by the Bank in 2019, no cases were found to have had a material negative impact on the Bank’s future financial conditions and business continuity. During 2019, there were no significant cases faced by the Bank that involved the members of the Board of Commissioners and the Board of Directors. Impact on the Bank’s condition With regards to the significant cases faced by the Bank in 2019, no cases were found to have had a material negative impact on the Bank’s future financial conditions and business continuity. Transaksi yang mengandung benturan kepentingan Conflict of Interest Transactions Selama tahun 2019 tidak terdapat transaksi yang mengandung benturan kepentingan yang dapat merugikan Bank atau mengurangi keuntungan Bank. In 2019, there were no transactions that contained conflicts of interest that could potentially harm the Bank or its profitability. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  198. Kinerja 2019 196 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis SANKSI ADMINISTRATIF Administrative Sanction Sepanjang tahun 2019, terdapat beberapa sanksi yang dikenakan oleh Bank Indonesia dan OJK atas pelanggaran terhadap ketentuan. Sebagian besar pelanggaran yang terjadi merupakan kesalahan bersifat administratif yang disebabkan oleh faktor kesalahan sistem dan manusia yang berdampak minor dan dapat ditindaklanjuti segera. Several sanctions were imposed in 2019 by Bank Indonesia and the OJK for violations of the stipulations. Most of the violations were due to administrative errors caused by system and human errors with minor impacts and had been immediately followed up. AKSES INFORMASI Information Disclosure Bank berkomitmen memberikan kemudahan bagi para pemangku kepentingan untuk mengakses berbagai informasi terkait Bank, seperti informasi kinerja perusahaan, aksi korporasi, informasi produk dan promosi, pelayanan nasabah, dan lain-lain melalui situs web www.ocbcnisp.com, dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. The Bank is committed to provide convenience for the stakeholders to access various information, such as on the Bank’s performance, corporate actions, product information and promotion, customer service, and other information through the website, www.ocbcnisp.com, both in Bahasa Indonesia and English. Selain itu, pemangku kepentingan dapat memanfaatkan saluran komunikasi berikut ini: The stakeholders can also utilize the following information channels: Bagi Nasabah dapat menghubungi Customers may contact callcenter@ocbcnisp.com Pemegang Saham dan Investor Shareholders and Investors: ir@ocbcnisp.com Publik Public Regulator Regulators corporate.secretary@ocbcnisp.com Platform komunikasi digital yang dimiliki Bank OCBC NISP juga dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi mengenai Bank OCBC NISP, antara lain: Bank OCBC NISP berita pers didistribusikan news releases 21 ocbc_nisp Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Bank OCBC NISP To realize the Bank’s commitment to provide access and information convenience for the stakeholders, the Bank maintains good relations and builds close collaboration with media for regularly delivering corporate information. This was to regulatory deliver: acara media dilaksanakan media events corporate.communication@ocbcnisp.com The Bank’s information may also be accessed through the Bank OCBC NISP digital communication platforms, among others: @bankocbcnisp @tanyaocbcnisp Untuk mewujudkan komitmen Bank dalam meyediakan akses dan kemudahan informasi bagi pada pemangku kepentingan, Bank terus membina hubungan baik dan membangun kerja sama yang erat dengan media dalam menyampaikan informasi perusahaan secara berkala. Hal ini dilaksanakan melalui: 36 Call OCBC NISP 1500 – 999 2,549 artikel positif mengenai Bank terbit baik di media online, cetak dan TV positive articles about the Bank through online, print and TV media
  199. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 197 Corporate Data KODE ETIK Code of Conduct Sebagai upaya Bank dalam menerapkan prinsip tata kelola yang berkualitas , Bank memiliki Kode Etik sebagai aturan dasar yang diberlakukan dan harus dipenuhi oleh seluruh karyawan, Direksi dan Dewan Komisaris. As part of the Bank’s effort to implement quality governance principles, the Bank has in place the Code of Conduct as the basic rules and shall be obeyed by all employees, Board of Directors and Board of Commissioners. Pokok-pokok Kode Etik Code of Conduct Key Principals Penyebarluasan/Sosialisasi Kode Etik dan Upaya Penegakannya Dissemination/Socialization and Enforcement of Code of Conduct Upaya penegakan Kode Etik di Bank dilakukan dengan mengintegrasikan Kode Etik ke dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan menetapkan mekanisme pemberian sanksi terhadap pelanggaran Kode Etik ke dalam Kebijakan Pemberian Sanksi. The Bank enforces the Code of Conduct by integrating it into the Collective Labor Agreement (CLA), and establishes a mechanism for imposing sanctions on violations of the Code of Conduct in the Sanctioning Policy. Sanksi Untuk Masing-Masing Jenis Pelanggaran Sanctions for Each Type of Violation Jumlah Pelanggaran Kode Etik dan Sanksi yang Diberikan Total Code of Conduct Violations and Sanctions Selama tahun 2019, Bank mencatat 3 (tiga) kasus pelanggaran Kode Etik. Dari jumlah tersebut, seluruhnya telah ditangani dan masing-masing sanksi yang diberikan berupa surat peringatan. During 2019, the Bank recorded 3 (three) cases of violations of the Code of Conduct. Of these, all have been handled and each sanction was given with a warning letter. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Mematuhi peraturan dan perundangan; Menghindari benturan kepentingan; Menjaga kerahasiaan data dan informasi nasabah dan Bank; Melakukan pencatatan dan pelaporan dengan benar; Menolak pencucian uang dan pembiayaan terorisme; Melarang “Insider Trading”; Menjaga aset dan reputasi Perusahaan; Tidak berafiliasi dengan partai politik; Menciptakan lingkungan kerja yang sehat; Berkomitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Sosialisasi Kode Etik dilakukan secara berkala oleh Bank melalui e-learning wajib dan setiap karyawan wajib memberikan pernyataan telah membaca, mengetahui dan berjanji untuk mematuhi Kode Etik Bank. Karyawan juga setiap saat dapat mengakses Kode Etik pada situs internal Bank. Jika ditemukan adanya pelanggaran Kode Etik, Bank dapat memberikan sanksi minimal Surat Peringatan Kedua dengan memperhatikan kesalahan yang terjadi serta dampak yang timbul. Sanksi bagi pelaku pelanggaran Kode Etik serta pihak yang ikut bertanggung jawab akan diputuskan berdasarkan keputusan Disciplinary Council atau Human Capital Council. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Comply with the laws and regulations; Avoid of conflicts of interests; Protect customers’ and Bank’s data confidentially; Record and report correctly; Against of money-laundering and terrorism-financing; Prohibition of “Insider Trading”; Protect the Bank’s assets and reputation; No affiliations with political parties; Develop healthy work environment; Commit to social and environmental responsibility. The Bank conducts regular socialization of the Code of Conduct through compulsory e-learning and every employee is required to make a statement that he/she has read, understood and promised to comply with the Bank’s Code of Conduct. Employees can also access the Code of Conduct at the Bank’s internal site at all times. In the event of a violation of the Code of Conduct, the Bank may render a minimum sanction of a Second Warning Letter by taking into account the conduct and the impact of the conduct. Sanctions for violators of the Code of Conduct, as well as those who are responsible, will be imposed based on the decision of the Disciplinary Council or the Human Capital Council. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  200. 198 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PEMBELIAN KEMBALI SAHAM DAN/ATAU OBLIGASI BANK Shares Buyback and/or Bonds Buyback Selama tahun 2019, Bank tidak melakukan transaksi Pembelian Kembali Obligasi, namun melakukan Pembelian Kembali Saham. The Bank did not conduct any Bonds Buyback in 2019, however enacted a Shares Buyback transaction. Kebijakan Dalam Melakukan Pembelian Kembali Saham Pada Tahun 2019 Policy in Shares Buyback in 2019 Sesuai dengan keputusan RUPST tanggal 9 April 2019, Bank telah melakukan pembelian kembali saham pada tanggal 1216 Juli 2019 dengan jumlah 364.000 saham dari total saham yang dikeluarkan dan disetor penuh, dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel kepada manajemen dan karyawan untuk memenuhi POJK No.45/POJK.03/2015 dan telah melaporkan kepada OJK dengan surat No. 015/CPDDCDU/SS/BB/VII/2019 tertanggal 16 Juli 2019. Pursuant to the AGMS resolution dated April 9, 2019, the shares buyback was conducted on July 12-16, 2019 amounted to 364,000 shares of the total issued and fully paid shares. The shares buyback was intended to provide variable remuneration to management and employees to fulfill POJK No.45/ POJK.03/2015. The Bank has reported the shares buyback to OJK through letter No. 015/CPDD-CDU/SS/BB/VII/2019 dated July 16, 2019. Tidak terdapat perubahan laba per saham sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham pada tahun 2019. There was no change in earning per share in relation to the shares buyback in 2019. Laporan Hasil Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Bank OCBC NISP Tanggal 1 - 16 Juli 2019 Report on the Results of the Shares Buyback by Bank OCBC NISP July 1 - 16, 2019 No. Tanggal Transaksi Transaction Date 1. 2. 12 Juli 2019 July 12, 2019 3. 15 Juli 2019 July 15, 2019 4. 16 Juli 2019 July 16, 2019 5. 16 Juli 2019 July 16, 2019 6. 16 Juli 2019 July 16, 2019 Jumlah Total *Biaya yang dianggarkan Jumlah Saham yang Harga Rata-Rata Dibeli Pembelian (Rp) Number of shares Average Purchased Purchase Price (Rp) Jumlah Nominal Saham yang Dibeli Terhadap Keputusan RUPS (%) Share Nominal Amount Purchased on GMS Resolution (%) Sisa Biaya Pembelian Kembali Saham Residual Cost of Shares Buyback 9,100 Saham/Shares 897.2 2.5% Rp 500,000,000* Rp 491,835,800 8,800 Saham/Shares 897.2 2.4% Rp 483,940,102 20,000 Saham/Shares 56,100 Saham/Shares 896.8 5.5% Rp 466,004,812 901.8 15.4% Rp 415,415,273 270,000 Saham/Shares 906.8 74.2% Rp 170,583,549 905.0 100.0% - 364,000 Saham/Shares Budgetted cost* PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN/ATAU KEGIATAN POLITIK Funding for Social and/or Political Activities Bank tidak pernah terlibat dalam kegiatan politik dan tidak memberikan bantuan untuk kegiatan politik. Sebaliknya, sejalan dengan visi dan misi untuk menjadi Bank yang diakui kepeduliannya dan tepercaya, Bank secara konsisten terus berupaya memberikan kontribusi optimal pada kegiatan sosial dalam penerapan tanggung jawab sosial perusahaan. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank has never been involved in political activities nor provided assistance for political activities. Conversely, in line with the Bank’s vision and mission to be recognized for its care and trustworthiness, the Bank continuously endeavors to provide optimal contributions to social activities as part of its corporate social responsibility.
  201. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 199 Corporate Data Untuk tahun buku 2019 , Bank mengalokasikan dana untuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah Rp3,2 miliar untuk dukungan dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta kemanusiaan. Informasi kegiatan CSR Bank disajikan pada Laporan Keberlanjutan halaman 271-321. For the 2019 fiscal year, the Bank allocated Rp3.2 billion for Corporate Social Responsibility (CSR) to support the education, health and environment also humanity. Information on the Bank’s CSR activities is presented in Sustainability Report on page 271-321. PENYEDIAAN DANA KEPADA PIHAK TERKAIT DAN PENYEDIAAN DANA BESAR Funding for Related Parties and Large Exposure Dalam pelaksanaan penyediaan dana pada pihak terkait atau pihak berelasi, Bank telah merumuskan kebijakan dalam bentuk peraturan dan prosedur tertulis sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian. Kebijakan tersebut selalu diperbarui, agar sesuai dengan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. The Bank has formulated policies for funding to related parties in the form of rules and procedures as part of its prudential banking principal. The policies are continuously updated to align with the prevailing laws and regulations. Dewan Komisaris berperan dalam melakukan pengawasan untuk memastikan penyediaan dana pada pihak terkait telah sesuai dengan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku. The Board of Commissioners undertakes a monitoring role to ensure that funding to related parties are aligned with the prevailing laws and regulations. Selama tahun 2019, Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (related party) dan Penyediaan Dana Besar (large exposure), telah dilaksanakan Bank sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, dan tidak terdapat pelampauan dan/atau pelanggaran atas penyediaan dana, baik kepada pihak tidak terkait maupun pihak terkait. In 2019, funding to related parties and large exposures were implemented according to the applicable laws and regulations, and there were no exceeds and/or violations of the funds, both to unrelated and related parties. Penyediaan Dana | Funding Kepada Pihak Terkait Kepada Debitur Inti a. Individu b. Grup Related Parties To Core Debtors a. Individual b. Group Debitur | Debtors Jumlah | Total Nominal (dalam Rp Juta) | Nominal (in Rp Million) 193 862,591 1 24 2,008,350 64,584,758 RENCANA STRATEGIS BANK The Bank's Strategic Plan Bank terus melanjutkan upaya transformasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan produktivitas dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian serta menjaga penerapan GCG di setiap kegiatan usaha Bank. The Bank strives to continue its transformation agenda to support business growth and increase productivity, while constantly referring to the prudential principle, as well as maintaining GCG in every business activity. Untuk mengantisipasi perkembangan teknologi informasi pada sektor industri jasa keuangan yang semakin pesat, Bank terus mengembangkan strategi digital. Bank akan terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia The Bank continues improving its digital strategies to anticipate the rapidity of information technology advancement in the financial service industry sector. To address the financial transaction digitalization, the Bank is consistently enhancing Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  202. 200 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis (SDM) dalam menghadapi digitalisasi transaksi keuangan. Bank juga tanpa henti mengembangkan produk-produk jasa perbankan serta fitur-fitur sesuai dengan kebutuhan perkembangan digitalisasi transaksi keuangan. Selain itu, melalui berbagai media, Bank berupaya memberikan sosialisasi dan informasi terkait digitalisasi produk perbankan kepada nasabah. its human capital (HC) capacity and capability. The Bank also develops banking products and features that correspond to the needs of financial transaction digitalization innovation. Through various media, the Bank publicizes and informs customers on banking product digitalization. Saat ini perkembangan keuangan berkelanjutan dan pembiayaan bertanggung jawab menjadi salah satu perhatian penting bagi investor dan pemangku kepentingan, sehingga aspek environmental, social, dan governance (ESG) menjadi penting sejalan dengan pengembangan bisnis Bank. Bank juga telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) untuk mendukung perkembangan keuangan berkelanjutan dan pembiayaan bertanggung jawab. The sustainable and responsible financing development is currently essential to investors and stakeholders, making the environmental, social, and governance (ESG) aspects more important in harmony with the Bank’s business development. The Bank has already established its Financial Sustainability Action Plan (RAKB) to support the sustainable and responsible financing development. Rencana Jangka Pendek Short-Term Plan Bank telah merumuskan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh guna mencapai visi dan misi, di antaranya sebagai berikut: 1. Memperkuat model bisnis dengan: • Memperkuat struktur pendanaan Bank. • Melanjutkan upaya untuk mepercepat pertumbuhan retail business. • Meningkatkan jumlah nasabah produktif. • Memperkuat target pasar pada target industri dan segmen pelanggan tertentu, sejalan dengan perkembangan pasar yang semakin dinamis serta mengantisipasi potensi “disruptive drivers” • Terus mendukung pertumbuhan bisnis keuangan berkelanjutan. 2. Melanjutkan transformasi di bidang network and channels, operations and IT, data driven business, dan human capital serta me-leverage digital initiatives. 3. Mengoptimalkan sinergi dengan Grup OCBC melalui strategic collaboration dan sharing best practice. 4. Memperkuat brand presence dengan menyelaraskan Divisi Corporate Communication dan Divisi Marketing Communication (retail campaign) melalui integrasi saluran komunikasi digital maupun non-digital. 5. Terus memperkuat pelaksanaan ketiga lini penjagaan (three lines of defense) secara efektif. 2. Continuing the transformation of network and channels, operations and IT, data driven business, and human capital sectors, as well as leveraging digital initiatives. 3. Optimizing synergy with the OCBC Group through strategic collaboration and sharing best practices. 4. Bolstering brand presence by harmonizing Corporate Communication Division and Marketing Communication Division (retail campaign) through integrated digital and non-digital communication channels. 5. Continue improving effective implementation of three lines of defense. Rencana Jangka Menengah dan Panjang Long- and Medium-Term Plan Bank telah menetapkan langkah-langkah strategis jangka menengah dan panjang (3 - 5 tahun) dengan rincian sebagai berikut: 1. Peningkatan penyaluran kredit dengan tetap memperhatikan arahan pertumbuhan kredit dan mempertahankan rasio kredit bermasalah sesuai dengan ketentuan regulator. 2. Dukungan pada penyaluran kredit untuk sektor-sektor ekonomi strategis, sejalan dengan fokus program pembangunan Pemerintah, seperti sektor kemaritiman, pangan, dunia usaha dan pariwisata, serta infrastruktur. 3. Peningkatan penghimpunan dana dengan tetap berfokus pada produk dengan suku bunga rendah, sehingga struktur pendanaan diharapkan menjadi lebih baik dan biaya dana menjadi lebih efisien. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank has formulated the necessary strategic steps to achieve its vision and mission, including: 1. Strengthening the business model by: • Strengthening the Bank funding structure. • Accelerating retail business growth. • Increasing the number of productive customers. • Reinforcing the target market in specific industry targets and customer segments, in accordance with increasingly dynamic market development, as well as anticipating potential ”disruptive drivers” • Continue fostering financial sustainability business growth. The Bank has established the following medium- and longterm (3 to 5 years) strategic steps: 1. Increasing lending with due observance to loan growth direction and maintaining the non-performing loan ratio in compaliance with regulations. 2. Providing lending support to strategic economy sectors, in line with the Government development program focus, such as maritime, food, business and tourism, as well as infrastructure sectors. 3. Increasing funds collection by focusing on products with low interest rates, hence to improve the financing structure and enhance cost efficiency.
  203. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report 4 . Peningkatan kontribusi fee based income, di samping mengintensifkan product bundling dan cross selling, Bank juga akan meluncurkan berbagai produk, jasa, dan fiturfitur terkini yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. 5. Peningkatan efisiensi dan produktivitas antara lain melalui proses transformasi yang saat ini sedang dan akan terus dilanjutkan, serta peningkatan produktivitas melalui perbaikan proses secara menyeluruh dan mengoptimalkan jaringan kantor dan ATM. Data Perusahaan Corporate Data 201 4. Increasing fee-based income contributions, as well as intensifying product bundling and cross selling. The Bank will also launch several products and services with modern features that meet customer needs. 5. Intensifying efficiency and productivity through the ongoing transformation process, as well as increasing productivity through end-to-end process improvement and optimizing the office and ATM network. TRANSPARANSI KONDISI KEUANGAN DAN NON KEUANGAN BANK Transparency of The Bank’s Financial and Non Financial Conditions Informasi kondisi keuangan Bank telah dituangkan secara jelas dan transparan dalam beberapa laporan, di antaranya sebagai berikut: The Bank’s financial condition has been clearly and transparently informed in several reports, including: Transparansi Kondisi Keuangan Financial Condition Transparency 1. Laporan Tahunan, antara lain mencakup: a. Ikhtisar Data Keuangan Penting, Laporan Dewan Komisaris, Laporan Direksi, Profil Perusahaan, Tinjauan Bisnis, Tinjauan Pendukung Bisnis, Tinjauan Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, Manajemen Risiko, dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. b. Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di OJK. c. Pernyataan Pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi atas kebenaran isi Laporan Tahunan yang ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi. 2. Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan Bank secara rutin mengumumkan Laporan Keuangan Publikasi secara triwulanan melalui surat kabar berbahasa Indonesia yang mempunyai peredaran luas serta disajikan pada situs Bank www. ocbcnisp.com. 3. Laporan Keuangan Publikasi Bulanan Bank memublikasikan Laporan Keuangan Publikasi Bulanan di situs Bank www.ocbcnisp.com dalam format sesuai dengan ketentuan OJK. 1. Annual Report, which includes: a. Financial Highlights, Board of Commissioners’ Report, Board of Directors’ Report, Company Profile, Business Review, Business Function Review, Financial Review, Corporate Governance, Risk Management, and Corporate Social Responsibility. b. Audited Annual Financial Statements by a Public Accountant and Public Accounting Firm registered at OJK. c. The Board of Commissioners’ and Board of Directors’ Statements on the accuracy of the Annual Report’s contents, signed by all members of the Board of Commissioners and Board of Directors. 2. Quarterly Financial Statements The Bank routinely announces the quarterly Financial Statements in the nation-wide Indonesian newspapers and presents it on the Bank’s website, www.ocbcnisp.com. 3. Monthly Financial Statements The Bank publishes the Monthly Financial Statements on the Bank’s website, www.ocbcnisp.com, in compliance with the OJK’s format. Transparansi Kondisi Non-Keuangan Non-Financial Condition Transparency Bagi Nasabah yang ingin menyampaikan keluhan dan/atau saran, Bank telah menyediakan berbagai saluran komunikasi seperti Call Center Bank, menu Hubungi Kami pada situs web Bank, dan @tanyaocbcnisp (akun twitter). For Customers complaint and/or recommendations, the Bank has provided several communication channels, such as Call Center, online Contact Us menu at the Bank’s website, and through @tanyaocbcnisp (twitter account). Bank telah memberikan informasi mengenai produk Bank secara jelas, akurat dan terkini. Informasi tersebut dapat diperoleh secara mudah oleh Nasabah, antara lain dalam bentuk brosur yang dapat diperoleh di setiap Kantor Bank dan/ atau dalam bentuk informasi elektronik melalui Call Center Bank atau situs web Bank www.ocbcnisp.com. The Bank has provided clear, accurate and updated product information. Such information is easily accessible by the Customers, among others brochures that may be easily attained in every Branch Office by the customers, and/or electronic information through the Bank’s Call Center or website www.ocbcnisp.com. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  204. 202 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Bagi stakeholder lainnya , seperti pemegang saham dan regulator, situs web Bank juga telah menyajikan berbagai informasi kondisi non-keuangan lainnya seperti Laporan Implementasi GCG, Struktur Pemegang Saham, Kegiatan Perusahaan melalui Siaran Pers, Penerimaan Penghargaan, dan lain-lain. Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis For other stakeholders such as shareholders and regulators, the Bank’s website presents various other non-financial condition information such as GCG Implementation Report, Shareholders Structure, Corporate Actions through Press Releases, Awards, and etc. KEBIJAKAN ANTI KORUPSI Anti Corruption Policy Kebijakan Gratifikasi Gratuity POLICY Kebijakan Pengelolaan Penerimaan Hadiah di Bank mengatur: 1. Larangan untuk menerima atau meminta hadiah dalam bentuk apa pun dari pihak eksternal. 2. Kewajiban menolak dan mengembalikan hadiah dari pihak eksternal. 3. Kewajiban deklarasi dan penyerahan hadiah yang terpaksa diterima. The Bank’s Gratuity Policy regulates the following: 1. Prohibition on receiving or requesting gifts in any form from external parties. 2. Obligation to refuse and return gifts from external parties. 3. Obligation to declare and handover of gifts unable to return. SiSTEM WHISTLEBLOWING WHISTLEBLOWING SYSTEM Bank memiliki program whistleblowing sebagai sarana komunikasi yang bersifat rahasia sehingga karyawan dan/ atau pihak eksternal tidak merasa khawatir atau sungkan untuk melaporkan tindakan penyalahgunaan wewenang, tindakan fraud, atau pelanggaran kode etik perusahaan, baik yang dilakukan oleh karyawan dari tingkat paling bawah sampai dengan tingkat yang paling tinggi. The Bank has in place the whistleblowing program as a confidential communication tool to provide ease or prevent reluctancy by employees and/or external parties to report acts of abuse of authority, acts of fraud, or violations of the company’s code of ethics, whether carried out by employees from the lowest to the highest levels. Penyampaian Laporan Pelanggaran Violation Report Submission • • • • Kebijakan Pengelolaan Penerimaan Hadiah melarang Komisaris, Direksi, anggota Dewan Pengawas Syariah, anggota komite di bawah Dewan Komisaris, karyawan Bank dan/atau keluarga inti menerima pemberian dari pihak eksternal mana pun. Laporan pelanggaran dapat disampaikan lisan atau tertulis melalui channel sebagai berikut: • • Melalui e-mail whistleblowing@ocbcnisp.com Ditujukan ke Kepala Divisi Audit Intern, Kepala Divisi Operational Risk Management, Kepala Divisi Human Capital Services, atau Tim Penanganan Fraud (TPF). Ditujukan kepada Presiden Direktur atau Presiden Komisaris jika merasa kurang nyaman untuk melaporkan kepada pejabat yang sudah ditunjuk. Melalui website https://whistleblowing.ocbcnisp.com Program Perlindungan Pelapor Untuk melindungi pelapor dari tindakan yang merugikan, Human Capital Services Division Head menugaskan whistleblowing protection officer untuk memberikan perlindungan kepada pelapor. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Gratuity Policy stipulates the prohibition on receiving gifts from any external parties by the Commissioners, Directors, members of the Sharia Supervisory Board, committee members of the Board of Commissioners, Bank employees and/or their direct dependents. The violation reports can be submitted via verbal or written report channel as follows: • • Via e-mail whistleblowing@ocbcnisp.com Directed to the Internal Audit Division Head, Operational Risk Management Division Head, Human Capital Services Division Head, or Fraud Management Team (TPF). Directed to the President Director or President Commissioner if uncomfortable reporting to the appointed officials. Through the website, https://whistleblowing.ocbcnisp.com Reporting Protection Program To protect whistleblowers from unfair actions, the Human Capital Services Division Head appoints a whistleblowing protection officer to provide protection to the whistleblowers.
  205. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Penanganan Pengaduan 203 Corporate Data Complaint Handling a . Investigasi Semua laporan pengaduan yang diterima akan dilakukan proses investigasi oleh unit kerja yang independen yaitu Tim Penanganan Fraud (TPF). b. Pelaporan Laporan statistik whistleblowing dipresentasikan dalam Fraud Council, Komite Manajemen Risiko dan Komite Pemantau Risiko. Untuk laporan whistleblowing yang berdampak signifikan akan dilaporkan kepada Presiden Direktur. c. Sanksi Bank memberikan sanksi yang tegas kepada karyawan yang bersalah. Keputusan sanksi diputuskan oleh Disciplinary Council atau Fraud Council tergantung Job Level karyawan yang diberikan sanksi. b. Reporting The whistleblowing statistical report is presented to the Fraud Council, the Board Risk Committee and the Risk Monitoring Committee. Whistleblowing reports that have a significant impact will also be reported to the President Director. c. Sanctions Firm sanctions are rendered to employee who found guilty. The decision on sanctions are taken by the Disciplinary Council or Fraud Council which will depending on the employee’s Job Levels. Pihak yang Mengelola Pengaduan Parties Managing Complaints Empat pihak yang menangani pengaduan fraud sebagai tindak lanjut dari pelaporan : a. Tim Penanganan Fraud: investigasi seluruh laporan pengaduan b. Human Capital Services Division Head: memberikan perlindungan kepada pelapor c. Diciplinary Council atau Fraud Council: memutuskan sanksi kepada pelaku yang terbukti bersalah d. Operational Risk Management: mengadmistrasikan laporan hasil investigasi dan berkordinasi dengan unit kerja terkait untuk menyiapkan langkah-langkah perbaikan dan mitigasi. Jumlah Pengaduan yang Masuk Sepanjang tahun 2019 telah diterima 9 (sembilan) laporan whistleblowing atas tindakan yang terindikasi Fraud, sebagaimana pada tabel di bawah. a. Investigation All complaints received will be investigated by an independent unit, the Fraud Handling Team. Four parties handle fraud complaints as a follow up a report: a. Fraud Handling Team: to investigate all complaint reports b. Human Capital Services Division Head: to provide protection to reporters c. The Disciplinary Council or the Fraud Council: to impose sanctions on guilty offenders d. Operational Risk Management: to administer the investigation report and coordinating with work related units to prepare steps improvement and mitigation. Number of Complaints Received During 2019, 9 (nine) whistleblowing reports have been received regarding actions that indicated fraud, as shown in the table below. Status laporan whistleblowing (WB) | Status of whistleblowing (WB) report 2019 Jumlah laporan WB yang diterima | Number of WB reports received 9 Jumlah laporan WB yang bersumber dari internal | Number of WB reports from internal sources 5 Jumlah laporan WB yang bersumber dari eksternal | Number of WB reports from external sorce 4 Jumlah laporan WB yang sudah selesai dilakukan investigasi | Number of WB reports investigated 7 Jumlah laporan WB yang masih dalam proses investigasi | Number of WB reports still under investigation 2 Jumlah laporan WB yang termasuk keluhan | Number of WB reports including complaints 0 Jumlah laporan WB yang termasuk pelanggaran | Number of WB reports including violations 9 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  206. 204 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Sanksi/Tindak Lanjut atas Pengaduan yang telah Selesai di Proses di tahun 2019 Sanctions/Follow-Up on Completed Complaints in 2019 KECURANGAN INTERN Internal Fraud Kecurangan intern merupakan tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Bank, nasabah, atau pihak lain yang terjadi di lingkungan Bank dan/atau menggunakan sarana Bank sehingga mengakibatkan Bank, nasabah, pihak lain menderita kerugian dan/atau pelaku fraud memperoleh keuntungan baik secara langsung maupun tidak langsung yang dilakukan oleh karyawan Bank. Internal fraud is an act of deviation or omission intentionally carried out to deceive, or manipulate the Bank, customers, or other parties that occur within the Bank and/or use Bank facilities to cause the Bank, customers, other parties to suffer losses and / or fraud perpetrators obtain direct or indirect profits made by Bank employees. Bank menerapkan strategi anti-fraud yang terdiri dari empat pilar utama, yaitu: The Bank has implemented an anti-fraud strategy consisting of four main pillars: 1. Pencegahan Tindakan pencegahan dilakukan untuk meminimalkan peluang terjadinya fraud melalui a. Melakukan sosialisasi risk and fraud awareness kepada staf dan nasabah b. Melakukan perbaikan atas kelemahan kontrol yang sudah teridentifikasi. c. Mengimplementasikan Know Your Employee (KYE). 2. Deteksi Deteksi dilakukan untuk meminimalisasi dampak atas kejadian fraud secara dini, antara lain: a. Sistem Whistleblowing yang dapat diakses bukan hanya oleh karyawan namun oleh pihak eksternal untuk melaporkan kejadian mencurigakan dan indikasi kejadian fraud b. Proses rekonsiliasi dan proses audit secara berkala dan berkesinambungan c. Pemantauan transaksi mencurigakan atau surveillance. d. Monitoring proses kerja pada karyawan yang melakukan block leave. 3. Investigasi, Pelaporan & Sanksi Investigasi, Pelaporan & Sanksi, dilakukan melalui: a. Investigasi kejadian fraud dilakukan oleh petugas independen. b. Pelaporan kejadian fraud kepada Fraud Council, Komite Manajemen Risiko dan Komite Pemantau Risiko (dengan Dewan Komisaris sebagai anggota). c. Pelaporan kepada Regulator d. Pemberian sanksi kepada pelaku atau pihak- pihak yang terlibat. 1. Prevention Preventive actions for minimizing the chance of fraud, including: a. Conducting dissemination of risk and fraud awareness to staffs and customers. b. Conducting improvements to identified control weaknesses. c. Implementing Know Your Employee (KYE). 2. Detection Detection is conducted to minimize the impact of possible fraud as early as possible, including: a. A whistleblowing system that can be accessed not only by employees, but also by external parties to report suspicious events and indications of fraud. b. c. Continuous and regular reconciliation and audit processes. d. Monitoring suspicious transactions or surveillance. e. Monitoring work processes for employees who take block leave. Dari tujuh laporan pengaduan yang telah selesai diinvestigasi, terdapat enam laporan pengaduan terlapor terbukti bersalah, telah diberikan sanksi sesuai dengan keterlibatan masingmasing, mulai dari Surat Peringatan sampai pelaku diproses oleh aparat penegak hukum. Sedangkan satu laporan pengaduan tidak terbukti. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Of seven whistleblowing reports being investigated, six report have been proven guilty and have been sanctioned through warning letters with respective involvements. Moreover, there was perpetrator that has been proceeded by law enforcement, and one report was founded not proven. 3. Investigation, reporting & sanctions Investigation, reporting & sanctions, including: a. Fraud investigations conducted by Independent officers. b. Reporting fraud to Fraud Council, Board Risk Committee and Risk Monitoring Committee (with Board of Commissioners as members). c. Reporting to Regulators. d. Imposing sanctions on the perpetrators or the involved parties.
  207. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 205 Corporate Data 4 . Pemantauan, Evaluasi & Tindak Lanjut Pemantauan terhadap tindak lanjut penanganan fraud dan perkembangan hasil perbaikan, dimonitor oleh Fraud Council dan ditelusuri oleh Audit Intern. 4. Monitoring, Evaluation & Follow-Up Monitoring follow-up of fraud handling and improvement development is monitored by Fraud Council and tracked by Internal Audit. Sepanjang tahun 2019, Bank telah melakukan komunikasi, training atau refreshment kebijakan atau prosedur untuk mengurangi kejadian fraud dan meningkatkan awareness karyawan terhadap tindakan fraud, yaitu sebagai berikut: During 2019, the Bank conducted communication, training or refreshment of policy or procedure to reduce fraud incidents and increase employee awareness of fraud actions, as follows: Komunikasi dan Training Kebijakan dan Prosedur Anti Korupsi* Communication and Training of Anti-Corruption Policy and Procedures* 2019 Jumlah Peserta Total Participants Persentase dari Total Percentage of Total 18 100% 5,949 100% 18 100% 5,857 98% Komunikasi Kebijakan dan Prosedur Anti Korupsi pada organ perusahaan tertinggi ** Communication on Anti-Corruption Policies and Procedures to the highest bodies of the company** Komunikasi Kebijakan dan Prosedur Anti Korupsi pada Karyawan *** Communication on Anti-Corruption Policies and Procedures to Employees*** Training Anti Korupsi pada Direksi dan Dewan Komisaris Anti-Corruption Training for the Board of Directors and Board of Commissioners Training Anti Korupsi pada Karyawan **** Anti-Corruption Training for the employees**** * ** Anti-Korupsi termasuk: APU-PPT dan Kampanye Anti-Fraud Komunikasi kebijakan dan prosedur fraud dilakukan salah satunya melalui Rapat Komite terkait risiko *** Komunikasi kebijakan dan prosedur fraud kepada karyawan dilakukan melalui publikasi di web internal Bank yang dapat diakses oleh seluruh karyawan **** Training mengenai Fraud Awareness dan Risk Awareness baik melalui classroom atau E-learning * ** Anti-Corruption including: AML-CFT and Anti-Fraud Campaign Communication of fraud policies and procedures conducted through Committees meeting related to risk *** Communication of fraud policies and procedures to employees made through the Bank’s internal web publication that can be accessed by all employees. **** Training on Fraud Awareness and Risk both through classroom or e-Learning Sepanjang tahun 2019 telah terjadi 1 (satu) kejadian internal fraud yang dilakukan oleh karyawan dengan eksposur kerugian lebih dari Rp100.000.000 (seratus juta rupiah). Throughout 2019 there were 1 (one) internal fraud incidents committed by employees with loss exposure of more than Rp100,000,000 (one hundred million rupiah). Internal Fraud dalam 1 tahun* Internal Fraud in 1 year* Jumlah kasus yang disebabkan oleh Total cases by Manajemen Management Pegawai Tetap Permanent Employee Pegawai Tidak Tetap Non Permanent Employee - 1 - - 1 - - 1 - - 0 - - 1 - Jumlah Fraud Total Fraud Telah diselesaikan Settled Dalam proses penyelesaian di internal Internal Settlement process Belum diupayakan Penyelesaiannya Not yet resolved Telah ditindaklanjuti melalui proses hukum Followed-up through legal process *Jumlah kejadian fraud dengan eksposur kerugian lebih dari Rp100.000.000,- (seratus juta rupiah) *Total fraud with loss exposure of more than Rp100,000,000 (one hundred million rupiah) Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  208. 206 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PENERAPAN PEDOMAN TATA KELOLA PERUSAHAAN TERBUKA GCG Guidelines Implementation for Public Companies Bank mengungkapkan informasi mengenai penerapan POJK No.21/POJK.04/2015 tanggal 16 November 2015 dan SEOJK No.32/SEOJK.04/2015 tanggal 17 November 2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka. Terkait hal tersebut, Bank telah melakukan berbagai aktivitas dalam rangka memenuhi rekomendasi tersebut seperti dijelaskan pada tabel di bawah ini: The Bank disclosed the information as referred in the OJK Regulation No. 21/POJK.04/ 2015 dated November 16, 2015 and OJK Circular Letter No.32/SEOJK.04/2015 dated November 17, 2015 on the Corporate Governance Guidelines for Public Companies. As such, the Bank has conducted various activities to meet the recommendation as described in the table below: Pemenuhan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka Fulfillment of Corporate Governance Guidelines for Public Companies No. Rekomendasi Recommendation Keterangan Description Aspek 1: Hubungan Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham Dalam Menjamin Hak-Hak Pemegang Saham Aspect 1. Relationship Between Public Company and Shareholders in Ensuring the Rights of the Shareholders Prinsip 1. Meningkatkan Nilai Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Principle 1. Improving the Value of GMS Convention 1.1 Perusahaan Terbuka memiliki cara atau Terpenuhi. Bank memiliki prosedur pengambilan suara (voting) secara terbuka dengan cara prosedur teknis pengumpulan suara mengangkat tangan sesuai dengan instruksi pilihan yang ditawarkan oleh pimpinan (voting) baik secara terbuka maupun RUPS dengan mengedepankan independensi dan kepentingan pemegang saham tertutup yang mengedepankan independensi dan kepentingan sebagaimana dituangkan dalam Tata Tertib RUPS yang dibacakan dalam RUPS dan tersedia di situs web www.ocbcnisp.com sebelum RUPS. pemegang saham. 1.2 1.3 Public Company has voting procedures either publicly or confidentially, which promotes independency and shareholder interest Complied. The Bank has an open voting system conducted through the raising of hands following the selected options being offered by the GMS chairman that prioritizes the shareholders’ independence and interests as stated in the GMS Rules, which have been read out in the GMS and made available on the website www.ocbcnisp. com before the GMS. Seluruh anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Perusahaan Terbuka hadir dalam RUPS Tahunan. Seluruh anggota Direksi dan 5 (lima) dari 8 anggota Dewan Komisaris Bank hadir dalam RUPS Tahunan 2019 dan dapat memperhatikan, menjelaskan dan menjawab secara langsung permasalahan/pertanyaan yang diajukan pemegang saham terkait mata acara dalam RUPS. All Board of Directors and Board of Commissioners members attended the Annual General Meeting of Shareholders. Ringkasan risalah RUPS tersedia dalam Situs Web Perusahaan Terbuka paling sedikit selama 1 (satu) tahun. All members of the Board of Directors and 5 (five) of the total 8 (eight) members of the Board of Commissioners attended the 2019 Annual GMS to observe, explain and answer directly the issues/questions raised by the shareholders related to the GMS agenda. Terpenuhi. Ringkasan Risalah RUPS selama 5 (lima) tahun terakhir tersedia pada situs web www.ocbcnisp.com. The GMS Summary is available on the company’s website for at least 1 (one) year. Complied. GMS summaries for the pas 5 (five) years are available on the website at www.ocbcnisp.com. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  209. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report No . Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Rekomendasi Recommendation Data Perusahaan Corporate Data 207 Keterangan Description Prinsip 2. Meningkatkan Kualitas Komunikasi Perusahaan Terbuka dengan Pemegang Saham atau Investor. Principle 2. Improving the quality of Public Companies Communication with Shareholders or Investors 2.1 Perusahaan Terbuka memiliki suatu Terpenuhi. kebijakan komunikasi dengan pemegang Bank telah memiliki Kebijakan mengenai Pemberian Informasi dan Laporan Kinerja saham atau investor. kepada Investor dan Analis sejak tahun 2015. Komunikasi dengan pemegang saham dan investor dilaksanakan melalui pelaksanaan RUPS, Public Expose, Analyst Meeting, dan distribusi kinerja keuangan secara reguler. Public Company has a communication policy with shareholders or investors. 2.2 Complied. The Bank has a Policy on Information Disclosure and Performance Reports for the Investors and Analysts since 2015. Communication with shareholders and investors is conducted through the GMS, Public Expose, Analyst Meetings, and distribution of financial performance on a regular basis. Perusahaan Terbuka mengungkapkan Terpenuhi. kebijakan komunikasi Perusahaan Terbuka Kebijakan Pemberian Informasi dan Laporan Kinerja kepada Investor tersedia di situs dengan pemegang saham atau investor web www.ocbcnisp.com dalam situs Web. Company discloses its communication Complied. policy with shareholders or investors on The Policy on Information Disclosure and Performance Reports for the Investors website. can be obtained at the website www.ocbcnisp.com. Aspek 2: Fungsi dan Peran Dewan Komisaris Aspect 2: Board of Commissioners Functions and Roles Prinsip 3: Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Dewan Komisaris Principle 3: Strengthening the Board of Commissioners Membership and Composition 3.1 Penentuan jumlah anggota Dewan Terpenuhi. Komisaris memertimbangkan kondisi Dengan memertimbangkan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Perusahaan, pada Perusahaan Terbuka. tahun 2019, Bank menambah 1 (satu) orang anggota Dewan Komisaris sehingga total menjadi 9 (sembilan) orang. Determining the number of Board of Commissioners members considering the company’s condition. 3.2 Penentuan komposisi anggota Dewan Komisaris memperhatikan keberagaman keahlian, pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan. Complied. Considering the Company’s need, condition, and capability, in 2019, the Bank added 1 (one) new member of the Board of Commissioner thus the total of the Board of Commissioners is 9 (nine) members. Terpenuhi. Bank memiliki anggota Dewan Komisaris dengan berbagai keahlian, pengetahuan, pengalaman, kewarganegaraan dan gender sebagaimana tercantum dalam Profil Dewan Komisaris pada halaman 58-63 untuk mendukung perkembangan perusahaan. Determining the Board of Commissioners membership composition by considering various skills, knowledge, and experiences. Complied. The Bank’s Board of Commissioners members have the skills, knowledge and experience to support company development as shown in the Board of Commissioners Profiles on page 58-63. Prinsip 4: Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Principle 4: Improving the Quality of the Board of Commissioners Duties and Responsibilities 4.1 Dewan Komisaris mempunyai kebijakan Terpenuhi. penilaian sendiri (Self-Assessment) untuk Bank memiliki kebijakan penilaian sendiri (Self-Assessment) untuk menilai kinerja menilai kinerja Dewan Komisaris. Dewan Komisaris. 4.2 The Board of Commissioners has a selfassessment policy for its performance. Complied. The Bank has a self-assessment policy to assess the Board of Commissioners’ performance. Kebijakan penilaian sendiri (SelfTerpenuhi. Assessment) untuk menilai kinerja Dewan Kebijakan Self-Assessment terdapat pada Laporan Tahunan halaman 147. Komisaris, diungkapkan melalui Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka. The self-assessment policy to assess the Complied. Board of Commissioners, is disclosed The self-assessment policy has been disclosed in this Annual Report on page 147. to the Annual Report of the public company. . Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  210. 208 No . 4.3 4.4. Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Rekomendasi Recommendation Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Keterangan Description Dewan Komisaris mempunyai kebijakan terkait dengan pengunduran diri anggota Dewan Komisaris apabila terlibat dalam kejahatan keuangan. Terpenuhi. Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris mensyaratkan kriteria anggota Dewan Komisaris antara lain 5 (lima) tahun sebelum dan selama menjabat tidak pernah dihukum melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/ atau berkaitan dengan sektor keuangan. Dengan demikian, apabila ada anggota Dewan Komisaris terlibat dalam kejahatan keuangan, yang bersangkutan tidak lagi memenuhi kriteria tersebut dan akan mengundurkan diri. The Board of Commissioners has a policy with respect to the resignation of Board of Commissioners member if such member involved in financial crime. Complied. The Board of Commissioners Charter requires that Board member should never have been convicted of a crime, or sentenced under criminal law, that harmed public finance and/or was related to the financial sector within a period of 5 (five) years prior to their appointment and while serving in office. Thus, if any Board of Commissioners member is involved in a financial crime, then it is deemed a failure in criteria and the member must resign. Terpenuhi. Komite Remunerasi dan Nominasi memiliki Kebijakan Nominasi yang mencakup kebijakan suksesi dalam proses nominasi Direksi. Dewan Komisaris atau Komite yang menjalankan fungsi Nominasi dan Remunerasi menyusun kebijakan suksesi dalam proses nominasi anggota Direksi. The Board of Commissioners or Committee that carries out the Nomination and Remuneration function develops succession policies for the Board of Directors members’ nomination. Complied. The Remuneration and Nomination Committee has the Nomination Policy that includes the succession policy for the nomination process of the Board of Directors. Determining the number of Board of Directors members considering the company’s condition and effectiveness in decision making. Penentuan komposisi anggota Direksi memerhatikan, keberagaman keahlian, pengetahuan, dan pengalaman yang dibutuhkan. Complied. Currently the Bank has 9 (nine) Board of Directors members which suit the needs and complexity of the Bank. Aspek 3: Fungsi dan Peran Direksi Aspect 3: Board of Directors Functions and Roles Prinsip 5: Memperkuat Keanggotaan dan Komposisi Direksi Principle 5: Strengthening the Board of Directors Membership and Composition 5.1. Penentuan jumlah anggota Direksi Terpenuhi. memertimbangkan kondisi Perusahaan Saat ini Bank memiliki 9 (sembilan) anggota Direksi sesuai dengan kebutuhan dan Terbuka serta efektivitas dalam kompleksitas Perusahaan. pengambilan keputusan. 5.2 5.3. Terpenuhi. Bank memiliki anggota Direksi dengan berbagai keahlian, pengetahuan, dan pengalaman sebagaimana tercantum dalam Profil Direksi pada halaman 64-69. Determining the Board of Directors Complied. membership composition by considering The Bank’s Board of Directors members have the various skills, knowledge and various skills, knowledge, and experience as shown in the Board of Directors Profiles on page 64-69. experiences. Anggota Direksi yang membawahi bidang Terpenuhi. akuntansi atau keuangan memiliki Tertera pada Profil Direktur Keuangan pada halaman 66 pada Laporan Tahunan ini. keahlian dan/atau pengetahuan di bidang akuntansi. The Board of Directors members who are in charge of accounting or financial have expertise and/or knowledge in accounting. Complied. Refer to the Finance Directors’ Profile on page 66 in this Annual Report. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  211. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report No . Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Rekomendasi Recommendation Data Perusahaan Corporate Data 209 Keterangan Description Prinsip 6: Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Principle 6: Improving the Quality of the Board of Directors Duties and Responsibilities 6.1 Direksi mempunyai kebijakan penilaian Terpenuhi. sendiri untuk menilai kinerja Direksi. Bank memiliki pedoman GCG yang mengatur penilaian kinerja Direksi melalui pengisian kertas kerja Self-Assessment GCG untuk faktor penilaian tugas dan The Board of Directors has a selftanggung jawab Direksi. Selain itu, Bank juga melakukan penilaian terhadap kinerja assessment policy for its members Direksi berdasarkan Balance Score Card secara kolegial dan individu. performance. Complied. The Bank has GCG guidelines that regulate the Board of Directors performance assessment through the completion of GCG Self-Assessment factors related to the Board of Directors duties and responsibilities. In addition, the Bank also assesses the Board of Directors performance based on a Balance Score Card collegially and individually. 6.2 Direksi mempunyai kebijakan penilaian Terpenuhi. sendiri untuk menilai kinerja Direksi. Kebijakan tersebut dapat dilihat pada halaman 174 pada Laporan Tahunan ini. The self-assessment policy to be disclosed in the Annual Report. 6.3 Complied. The self-assessment policy has been disclosed in this Annual Report on page 174. Direksi mempunyai kebijakan terkait Terpenuhi. pengunduran diri anggota Direksi apabila Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi mensyaratkan kriteria anggota Direksi antara terlibat dalam kejahatan keuangan. lain 5 tahun sebelum dan selama menjabat tidak pernah dihukum melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau berkaitan dengan sektor keuangan. Dengan demikian, apabila ada anggota Direksi terlibat dalam kejahatan keuangan, yang bersangkutan tidak lagi memenuhi kriteria tersebut dan akan mengundurkan diri. The Board of Directors has policies relating to the resignation of Board of Directors members if they are involved in financial crimes. Complied. The Board of Directors’ Charter requires that all Board members should never have been convicted of a crime, or sentenced under criminal law, that harmed public finance and/or was related to the financial sector within a period of 5 (five) years prior to their appointment and while serving in office. Thus, if any Board of Directors member is involved in a financial crime, then it is deemed a failure in criteria and the member must resign. Aspek 4: Partisipasi Pemangku Kepentingan Aspect 4: Stakeholder Participation Prinsip 7: Meningkatkan Aspek Tata Kelola Perusahaan melalui Partisipasi Pemangku Kepentingan Principle 7: Increasing Good Corporate Governance Aspects through Stakeholder Participation 7.1 Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan Terpenuhi. untuk mencegah terjadinya insider Bank memiliki Kode Etik yang melarang insider trading. Selain itu Bank memiliki trading. kebijakan Information Wall yang mengelola arus informasi yang bersifat rahasia/ tidak untuk diketahui secara luas (“inside information”) dan menghindari benturan kepentingan yang mungkin timbul. Informasi yang diperoleh dari dalam dan diketahui oleh satu pihak atau lebih dari suatu bagian organisasi tidak harus diketahui oleh seluruh pihak di suatu organisasi (publik). Public Company has policies to prevent insider trading. 7.2. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan anti korupsi dan Anti-Fraud. Complied. The Bank has a Code of Conduct prohibiting insider trading. The Bank also has an Information Wall policy that regulates confidential/for-limited audienceonly information flow (also referred to as “inside information”) and to avoid any conflict of interest that might arise, information obtained from the inside and known only by one party or more does not have to be disclosed to all parties in the organization (public). Terpenuhi. Bank memiliki Kebijakan Pengelolaan Penerimaan Hadiah yang mencakup anti korupsi, Kebijakan Sistem Whistleblowing, dan Kebijakan Anti-Fraud. Hal ini juga tercakup dalam Kode Etik yang melarang penerimaan pemberian dan mewajibkan pencatatan dan pelaporan yang akurat dan benar. Public Company has anti-corruption and Complied. anti-fraud policies. The Bank has a Code of Conduct prohibiting insider trading. The Bank also has an Information Wall policy that regulates confidential/for-limited audience-only information flows (also referred to as “inside information”) and to avoid any conflict of interest that might arise, information obtained from the inside and known only by one party or more does not have to be disclosed to all parties in the organization (public). Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  212. 210 No . 7.3. 7.4. Kinerja 2019 2019 Performances 7.6. Management Report Rekomendasi Recommendation Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan tentang seleksi dan peningkatan kemampuan pemasok atau vendor. Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Keterangan Description Terpenuhi. Bank memiliki Kebijakan tentang proses seleksi vendor dengan menerapkan prinsip keterbukaan dan keadilan (fairness). Selain itu kebijakan ini juga mengatur tentang evaluasi kinerja vendor yang dapat dijadikan sarana bagi vendor untuk melakukan perbaikan. Public Company has policies regarding Complied. the selection and increase in the abilities The Bank has a vendor selection process Policy that follows the principles of suppliers or vendors. of transparency and fairness. The Policy also regulates vendor performance evaluations that can be used in assisting vendor improvements Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan Terpenuhi. untuk pemenuhan hak-hak kreditur. Bank memiliki Kebijakan/Pedoman GCG yang antara lain mengatur kewajiban Bank untuk melindungi dan memenuhi hak-hak kreditur. Selain itu hak-hak kreditur juga dicantumkan dalam setiap perjanjian pemberian pinjaman dari kreditur. Public Company has policies regarding the fulfillment of creditor rights. 7.5. Laporan Manajemen Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan Sistem whistleblowing. Complied. The Bank has GCG Policies/Guidelines that regulate the Bank’s liabilities in protecting and fulfilling creditors’ rights. In addition, creditors’ rights are also included in the creditors’ loan agreement. Terpenuhi. Bank memiliki kebijakan sistem whistleblowing yang dapat diakses di situs web perusahaan www.ocbcnisp.com. Public Company has whistleblowing system policies. Complied. The Bank has a whistleblowing system policy that can be obtained on the website at www.ocbcnisp.com. Perusahaan Terbuka memiliki kebijakan pemberian insentif jangka panjang kepada Direksi dan karyawan. Terpenuhi. Bank memiliki kebijakan remunerasi yang mencakup antara lain pemberian insentif jangka panjang kepada Direksi dan karyawan. Public Company has policies for providing long-term incentives to the Board of Directors and employees. Complied. The Bank has a remuneration policy that includes the provision of long-term incentives for the Board of Directors and employees. Aspek 5. Keterbukaan Informasi Aspect 5: Information Disclosure Prinsip 8: Meningkatkan Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Principle 8: Improving Information Disclosure 8.1. Perusahaan Terbuka memanfaatkan Terpenuhi. penggunaan teknologi informasi secara Bank telah memanfaatkan pengembangan teknologi informasi secara luas sebagai lebih luas selain Situs Web sebagai media media keterbukaan informasi, di antaranya melalui situs web perusahaan www. keterbukaan informasi. ocbcnisp.com dan beberapa akun media sosial seperti facebook, twitter, instagram dan youtube. Public Companies utilize information technology widely outside its website Complied. in the form of information disclosure The Bank utilize information technology for information disclosure as seen on the media. Bank’s website www.ocbcnisp.com, and on several social media accounts such as facebook, twitter, instagram and youtube. 8.2 Laporan Tahunan Perusahaan Terbuka Terpenuhi. mengungkapkan pemilik manfaat akhir Bank telah mengungkapkannya pada Laporan Tahunan halaman 75 pada Laporan dalam kepemilikan saham Perusahaan Tahunan ini. Terbuka paling sedikit 5% (lima persen), selain pengungkapan pemilik manfaat akhir dalam kepemilikan saham Perusahaan Terbuka melalui pemegang saham utama dan pengendali. Public Companies Annual Reports disclose the final beneficial owners of their shares holding at least five percent, in addition to the disclosure of the final beneficial owners in the Public Companies through the majority and controlling shareholder. Complied. The Bank has disclosed this information in this Annual Report on page 75. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  213. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 211 LAPORAN penerapan TATA KELOLA UNIT USAHA SYARIAH (UUS) Sharia Business Unit (SBU) GCG Implementation Report Penerapan GCG pada Unit Usaha Syariah Bank sesuai dengan Prinsip Syariah berdasarkan Fatwa yang diterbitkan oleh DSN-MUI dan ketentuan yang diatur oleh regulator yaitu PBI No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, serta Undang Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. The implementation of GCG on the Bank’s Sharia Business Unit refers to the Sharia Principles issued by the National Sharia Board of the Indonesian Ulama Council (DSN-MUI) Fatwa and to stipulations from the regulator, the PBI No. 11/33/PBI/2009 concerning Implementation of Good Corporate Governance in Sharia Commercial Banks and Sharia Business Units, as well as the 2007 Law No. 40 concerning Limited Liability Companies. Visi, Misi, dan Prinsip Tata Kelola VISION, MISSION, AND GCG Principles VISI VISION Bersama dalam harmoni menjadikan syariah lebih mudah dan menguntungkan Together in Harmony making a more accessible and profitable Sharia. MISI MISSION UUS Bank berkomitmen untuk menjadi rekan yang dapat diandalkan dengan senantiasa terbuka dan tulus dalam memberikan solusi yang tepat demi kemajuan nasabah. UUS Bank menghadirkan kemudahaan mengakses produk dan layanan di Kantor Cabang Syariah dan Kantor layaan syariah serta jaringan modern lainnya. The Bank’s SBU is committed to being a reliable partner with always being open and sincere in providing the right solutions for customers development. SBU Bank presents easy access to products and services at Sharia Branch Offices and Sharia Service Offices as well as other modern networks, Prinsip tata kelola GCG Principles Keterbukaan, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, Profesional, Kewajaran. Transparency, Accountability, Responsibility, Professional, Fairness. Direktur UUS SBU Director Bank telah mengangkat Direktur UUS yaitu Sdr. Andrae Krishnawan W. efektif sejak tanggal 29 Juli 2013. The Bank has appointed Andrae Krishnawan W. as SBU Director, effective since July 29. Tugas dan Tanggung Jawab Direktur UUS Bank The SBU Director’s Duties and Responsibilities DIrektur UUS bertanggung jawab atas pengelolaan seluruh kegiatan UUS dan memastikan bahwa pengelolaan kegiatan usaha telah berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan yang berlaku. Informasi lebih detail mengenai tugas dan tanggung jawab Direktur UUS dapat diakses di situs web www.ocbcnisp.com bagian Pedoman dan Tata Tertib Kerja Direksi. The SBU Director is responsible for managing all SBU activities, and for ensuring the management of business activities in accordance with prevailing sharia principles and regulations. Detailed information on the SBU Directors’ duties and responsibilities can be accessed on the website, www.ocbcnisp. com, in the Board of Directors Charter section. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  214. 212 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Dewan Pengawas Syariah (DPS) Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Sharia Supervisory Board Ketua Dewan Pengawas Syariah Chairman of the Sharia Supervisory Board Muhammad Anwar Ibrahim Anggota Dewan Pengawas Syariah Member of the Sharia Supervisory Board Mohammad Bagus Teguh Perwira DPS melakukan tugas dan tanggung jawab untuk memberikan nasihat dan saran kepada Direktur UUS, serta mengawasi kegiatan UUS Bank yang dilakukan berdasarkan prinsip Syariah, antara lain meliputi: • Menilai dan memastikan pemenuhan Prinsip Syariah dalam pedoman operasional dan produk yang dikeluarkan UUS Bank. • Mengawasi proses pengembangan produk baru UUS Bank sejak awal sampai dengan dikeluarkannya produk tersebut. • Memberikan opini syariah terhadap produk baru UUS Bank dan/atau pembiayaan yang direstrukturisasi. • Meminta fatwa kepada DSN-MUI untuk produk baru yang belum ada fatwanya. • Melakukan review secara berkala atas pemenuhan Prinsip Syariah terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa-jasa UUS Bank. • Meminta data dan informasi terkait dengan aspek syariah dari satuan kerja UUS dalam rangka pelaksanaan tugasnya. • Menyampaikan hasil pengawasan syariah kepada Direksi, Dewan Komisaris, DSN-MUI, dan OJK sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku. • Melakukan evaluasi terhadap Risk profile UUS yang dilaporkan ke OJK (triwulanan). The SSB’s duties and responsibilities include providing advice and suggestions to the SBU Director, as well as supervising the Bank’s SBU activities based on Sharia principles, including the following: • Assessing and ensuring the fulfillment of Sharia Principles in the operational and product guidelines issued by the Bank’s SBU. • Supervising new product development processes by the Bank SBU from the start to the launch of the products. • Providing sharia opinions on new products of the Bank SBU and/or restructured financing. • Requesting fatwa from the DSN-MUI for new products for which no fatwa has been issued. • Performing periodic reviews of Sharia Principles compliance for funds collection and disbursement mechanisms, as well as the Bank SBU services. • Requesting data and information related to sharia aspects from the SBU task force in support of its duties. • Reporting the sharia supervision results to the Board of Directors, Board of Commissioners, DSN-MUI, and the OJK in accordance with the applicable laws and regulations. • Conducting evaluations on the SBU Risk profile, which is then to be reported to the OJK quarterly). Kriteria dan Independensi DPS SSB Criteria and Independence Pada tahun 2019, komposisi, kriteria dan independensi DPS telah sesuai dengan ketentuan regulator sebagai berikut: • • Anggota DPS memiliki integritas, yang paling kurang mencakup: 1. Memiliki akhlak dan moral yang baik. 2. Memiliki komitmen untuk mematuhi ketentuan perbankan Syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 3. Memiliki komitmen terhadap pengembangan perbankan Syariah yang sehat dan berkelanjutan (sustainable). 4. Tidak termasuk dalam daftar tidak lulus uji kepatutan dan kelayakan sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) yang ditetapkan oleh OJK. Anggota DPS merupakan para profesional yang memiliki kompetensi, yang sekurang-kurangnya memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang Syariah mu’amalah dan pengetahuan perbankan dan/atau keuangan secara umum. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP SSB Duties and Responsibilities In 2019, the SSB composition, criteria and independence was aligned with Bank Indonesia regulations and included the following: • SSB members must have integrity, which at least includes: 1. Good character and morals. 2. Committed to comply with sharia banking regulations and the applicable laws and regulations. 3. Committed to the development of sound and sustainable sharia banking. 4. Not included in the fit and proper test unqualified list, as stated in the OJK regulation concerning the fit and proper test. • SSB members must be competent professionals, who at least have knowledge and experience in sharia mu’amalah and banking and/or finance in general.
  215. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 213 Corporate Data • Anggota DPS memiliki reputasi keuangan yang baik, paling kurang mencakup: 1. Tidak termasuk dalam daftar kredit macet. 2. Tidak pernah dinyatakan pailit atau menjadi pemegang saham, anggota Dewan Komisaris, atau anggota Direksi suatu perseroan dan/atau anggota pengurus suatu badan usaha yang dinyatakan bersalah dan menyebabkan suatu perseroan dan/ atau badan usaha dinyatakan pailit dalam waktu 5 (lima) tahun terakhir sebelum dicalonkan. • SSB members must have good financial reputations, which at least includes: 1. Not included on Non-Performing Loan lists. 2. Having never been declared bankrupt or been a shareholder, a member of Board of Commissioners, or Board of Directors of a company and/or an executive member of a company that has been found guilty, causing the company and/or institution to become bankrupt in the last 5 (five) years before being nominated. • Anggota DPS merangkap jabatan sebagai anggota DPS pada lembaga keuangan Syariah lain tidak lebih dari 4 (empat) lembaga keuangan syariah lain. • SSB members are allowed to hold concurrent positions as SSB members in no more than 4 (four) other Sharia financial institutions. Rapat DPS Rapat DPS wajib diselenggarakan paling kurang 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. Dewan Pengawas Syariah Sharia Supervisory Board Muhammad Anwar Ibrahim Mohammad Bagus Teguh Perwira SSB Meetings The Sharia Supervisory Board Meetings are mandatory and must be held at least 1 (one) time in every 1 (one) month. Frekuensi Rapat Meeting Frequency Jumlah Kehadiran Total Attendance Persentase (%) Percentage (%) 13 13 13 13 100% 100% Laporan Hasil Pengawasan DPS SSB Supervision Report 1. Produk Baru: terdapat produk baru pada Semester II-2019 yaitu Produk Pembiayaan Musyarakah iB. 2. Kegiatan Pembiayaan: Pembiayaan KPR iB dan investasi (korporasi) dengan Akad Musyarakah Mutanaqisah dan Akad Musyarakah. 3. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga: Tanda iB, Taka iB, Deposito iB, Tabungan Mudharabah iB, Tabungan Haji, dan Tabungan Komunitas. 4. Kegiatan Treasury: Sukuk Pemerintah dan Fasbis. 5. Pelayanan Jasa Perbankan: Sistem Kliring Nasional (SKN) dan Real Time Gross Settlement (RTGS). 1. New Products: There was new product in Semester II-2019 namely Musyarakah iB. 2. Financing: KPR iB Financing and investment (corporation) with Musyarakah Mutanaqisah and Musyarakah agreement. 3. Third Party Funds: Tanda iB, Taka iB, Time Deposit iB, Mudharabah Saving Account, Hajj Saving Account, and Community Saving Account. 4. Treasury Activities: Government Sukuk and Fasbis. 5. Banking Services: National Clearing System (SKN) and Real Time Gross Settlement (RTGS). Untuk tahun 2019, DPS menyampaikan Laporan Pengawasan kepada OJK berupa Laporan pelaksanaan atas kesesuaian produk dan jasa Bank dengan fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia yaitu: For 2019, the SSB submitted supervision reports to OJK in the form of an Implementation report on the suitability of the Bank’s products and services with the DSN – MUI fatwa, which are: Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  216. Kinerja 2019 214 2019 Performances Laporan Manajemen Remunerasi DPS Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis SSB Remuneration Jenis Remunerasi dan Fasilitas Lain Remunerasi Fasilitas lain seperti perumahan, transportasi, asuransi, kesehatan dll a. Yang dapat dimiliki b. Yang tidak dapat dimiliki Total Jumlah Remunerasi per Orang dalam 1 (satu) tahun Di atas Rp2.000.000.000,Di atas Rp1.000.000.000,- sd Rp2.000.000.000,Diatas Rp500.000.000,- sd Rp1.000.000.000,Rp500.000.000,- ke bawah Total Dewan Pengawas Syariah (DPS) Sharia Supervisory Board Type of Remuneration and Other Facilities Remuneration Other facilities such as housing, transport, insurance, healthcare, etc. a. Can be owned b. Cannot be owned Total Annual Remuneration per Person in 1 (one) year Above Rp2,000,000,000 Above Rp1,000,000,000 up to Rp2,000,000,000 Above Rp500,000,000 up to Rp1,000,000,000 Rp500,000,000 and below List of SBU Consultants Internal Fraud Internal Fraud Perkara Hukum Legal Cases Sampai dengan Desember 2019 tidak ada kejadian internal fraud yang dilakukan oleh karyawan di lingkungan UUS Bank. Sampai dengan Desember 2019, terdapat 1 (satu) kasus atau perkara hukum perdata di lingkungan UUS Bank perdata, yaitu gugatan terhadap pelaksanaan lelang. Perkara Telah mendapat kekuatan hukum tetap Dalam proses penyelesaian Jumlah Jumlah (Rp juta) Total (Rp million) 2 1,006 2 1,006 Jumlah Dewan Pengawas Syariah (DPS) Number of Sharia Supervisory Board (SSB) 2 2 Daftar Konsultan UUS Pada tahun 2019, UUS tidak menggunakan jasa konsultan Orang Person In 2019, the SBU did not use consulting services. Up to December 2019, there was no internal fraud committed by the Bank’s employees. Up to December 2019, there was 1 (one) case or civil lawsuit in Bank SBU related to the execution of an auction. Case Perdata Civil Has received full legal power In the settlement Process Total Pidana Criminal 1 1 Pendapatan Non-Halal dan Penggunaannya Non-Halal Income and Its Use Penyaluran Dana Kebajikan Dari UUS Bank Untuk Kegiatan Sosial Distribution of Interest-Free Loans from the Bank SBU for Social Activities Sampai dengan bulan Desember 2019 tidak terdapat pendapatan Non-Halal. Sepanjang tahun 2019, UUS Bank menyalurkan Dana Kebajikan sebesar Rp289 juta yang sumber dananya dari UUS Bank, dan penyaluran Dana Kebajikan tersebut melalui kegiatan sosial seperti kegiatan: perayaan keagamanaan, kegiatan rutin tahunan Mudik Lebaran, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta bantuan untuk korban bencana alam. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP - Up to December 2019, there was no Non-Halal income. Throughout 2019, Bank SBU distributed charitable funds amounting to Rp289 million originating from Bank SBU, and interest free loans were distributed through social activities, such as religious celebrations, improvement of education facilities, and infrastructure, as well as disaster relief.
  217. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data Self Assessment UUS Bank Self-Assessment of the Bank ’s SBU Penilaian terhadap pelaksanaan GCG bagi UUS Bank diwujudkan dan difokuskan dalam 5 (lima) faktor yang terdiri dari: 1. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direktur UUS. 2. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah. 3. Pelaksanaan Prinsip Syariah dalam kegiatan penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa. 4. Penyaluran dana kepada nasabah pembiayaan inti dan penyimpanan dana oleh deposan inti. 5. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan UUS, laporan pelaksanaan GCG serta pelaporan internal. The Bank SBU GCG implementation assessment was conducted and focused on 5 (five) factors, including: Sampai dengan Desember 2019, UUS Bank telah menyelenggarakan Self Assessment GCG yang mengacu kepada ketentuan Bank Indonesia tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang diatur dalam PBI No. 11/33/ PBI/2009 dan SEBI No. 12/13/ DPbS. Kesimpulan Umum Hasil Self Assessment GCG Unit Usaha Syariah Berdasarkan penilaian pada Self Assessment GCG diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai Komposit dan Predikat Composite Score and Rating Kelemahan dan penyebab hasil Self Assessment Weakness and Factors of SelfAssessment Results Kekuatan Pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang Baik Strength in Good Coporate Governance Implementation Tindak Lanjut Follow Up 215 Up to December 2019, Bank SBU performed a GCG SelfAssessment that referred to Bank Indonesia stipulations concerning the Implementation of Good Corporate Governance by Islamic Commercial Banks and Islamic Business Units, as regulated in Bank Indonesia Regulation No. 11/33/ PBI/2009 and Bank Indonesia Circular Letter No. 12/13/ DPbS. 1. Implementation of the SBU Director’s duties and responsibilities. 2. Implementation of the Sharia Supervisory Board’s duties and responsibilities. 3. Implementation of Sharia Principles in fund accumulation and funds distribution as well as service activities. 4. Funds distribution to key financing customers and funds deposits by key depositors. 5. Transparency of the SBU’s financial and non-financial conditions, GCG implementation report, and internal reporting. General Conclusion for the Sharia Business UNIT’S GCG Self-Assessment Results Based on the GCG Self-Assessment, the following results were obtained: Penerapan Tata Kelola UUS Bank OCBC NISP mencapai peringkat 1 dengan kategori Sangat Baik. The Bank SBU Good Corporate Governance Implementation achiebed a rating of 1 or Very Good Category. Peran aktif Direktur UUS dan DPS dalam memastikan pemenuhan prinsip syariah dalam kegiatan usahanya serta komitmen seluruh pihak dalam organisasi UUS dan Unit terkait The SBU Director’s and the SSB active role ensured the fulfillment of Sharia principles in the business activitires, as well as the commitment of all parties in the SBU Organization and relevant units. The Bank SBU remains committed to Good Corporate Governance Implementation, and performs continuous Improvements on every aspect of Good Coporate Governance Implementation. Tidak terdapat kelemahan Signifikan dalam There were no significant weaknesses in penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik di the Bank SBU Good Corporate Governance UUS Bank Implementation UUS Bank tetap berkomitmen dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik serta melakukan peyempurnaan yang berkesinambungan atas pelaksanaan setiap aspek Tata Kelola Perusahaan. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  218. 216 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Riwayat Hidup Singkat DPS Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PROFILE OF SHARIA SUPERVISORY BOARD Muhammad Anwar Ibrahim Ketua Dewan Pengawas Syariah Chairman of Sharia Supervisory Board Warga Negara Indonesia,berusia 78 tahun. Domisili: Jakarta, Indonesia. Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank OCBC NISP sejak 2009. Indonesian citizen, aged 78 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Bank OCBC NISP Sharia Supervisory Board Chairman since 2009. Riwayat Pekerjaan: Saat ini juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pleno Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pendiri International Shari’ah Research Academy for Islamic Finance Malaysia (ISRA) dan Dosen Pengantar Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi Unversitas Trisakti. Work experience: Currently, he also serves as Member of Plenary Council - Indonesian Ulema Council (MUI). The founder of International Shari’ah Research Academy for Islamic Finance Malaysia (ISRA) and Lecturer of Introduction to Islamic Economy at the Faculty of Economics, University of Trisakti. Rangkap Jabatan: • Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Maybank Indonesia, (2003 – sekarang) • Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Prudential Life Assurance, (2008 – sekarang) Concurrent Positions: • Chairman of Sharia Supervisory Board at PT Maybank Indonesia, (2003 - present) • Chairman of Sharia Supervisory Board at PT Prudential Life Assurance, (2008 – present) Riwayat Pendidikan: Lulusan S2 di bidang Ushululf iqh Perbandingan (Sumber dan Filsafat Hukum Islam) Fakultas Syariah dan Jurisprudensi (1969) dan meraih gelar Doktor di bidang yang sama (1978), keduanya dari Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Educational Background: Master’s degree and a PhD degree in Ushululfiqh Comparative (Source and Philosophy of Islamic Law) from the Faculty of Sharia and Jurisprudence, Al Azhar University, Cairo, Egypt in 1969 and 1978 respectively. Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah pada RUPST 2009, efektif tanggal 14 September 2009 dan telah beberapa kali diangkat kembali, terakhir diangkat pada RUPST 2014 dan 2017. Appointment History: First appointed as Sharia Supervisory Board Chairman at the AGMS 2009, effective as at September 14th, 2009, and has been reappointed several times with the latest appointment at the 2014 and 2017 AGMS. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  219. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 217 Mohammad Bagus Teguh Perwira Anggota Dewan Pengawas Syariah Member of Sharia Supervisory Board Warga Negara Indonesia ,berusia 41 tahun. Domilisi: Jakarta, Indonesia. Anggota Dewan Pengawas Syariah Bank OCBC NISP sejak 2009. Indonesian citizen, aged 41 years old. Domicile: Jakarta, Indonesia. Bank OCBC NISP Sharia Supervisory Board Member since 2009 Riwayat Pekerjaan: Saat ini juga menjabat sebagai Pengurus Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia sebagai Member of Islamic Capital Market Task Force. Work Experience: Currently, he also serves on the Executive Board of the National Sharia Board – Indonesian Ulema Council as an Islamic Capital Market Task Force Member. Rangkap Jabatan: • Anggota Dewan Pengawas Syariah PT Schroder Investment Management Indonesia, (2009 – sekarang) • Ketua Dewan Pengawas Syariah PT Aberdeen Asset Management, (2015 – sekarang) • Anggota Dewan Pengawas Syariah Sharia Advisory Fund Services pada Citibank N.A. (2008 – sekarang) Concurrent Positions: • Member of Sharia Supervisory Board at PT Schroder Investment Management Indonesia, (2009 – present) • Chairman of Sharia Supervisory Board at PT Aberdeen Asset Management (2015 – present) • Member of Sharia Supervisory Board at the Sharia Advisory Fund Services at Citibank. Riwayat Pendidikan: Lulusan SI bidang Kajian Islam & Bahasa Arab di Universitas Al Azhar, Cairo (1999) dan S2 di bidang Ekonomi Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta (2007) Riwayat Penunjukan: Penunjukan pertama kali sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah pada RUPST 2009, efektif tanggal 14 September 2009, dan telah beberapa kali diangkat kembali dengan pengangkatan terakhir pada RUPST 2014 dan 2017. Educational Background: Bachelor’s degree in Islamic Studies and Arabic Language from Al Azhar University, Cairo (1999), and a Master’s degree in Islamic Economics from Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta (2007). Appointment History: First appointed as Sharia Supervisory Board Member at the AGMS 2009, effective as at September 14th, 2009 and has been reappointed several times with the latest appointment at the 2014 and 2017 AGMS. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  220. 218 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis MANAJEMEN RISIKO Risk Management Dalam menerapkan manajemen risiko Bank OCBC NISP dituntut untuk selalu bertransformasi dalam menghadapi berbagai tantangan agar Bank senantiasa memperhatikan prinsip kehatian-hatian dan selalu relevan dalam mendukung nasabah. Bank OCBC NISP’s risk management implementation must continually transform to address the challenges, enabling the Bank to stay prudent and relevant to support customer. OVERVIEW MANAJEMEN RISIKO 2019 OVERVIEW OF RISK MANAGEMENT IN 2019 Bank OCBC NISP selalu meningkatkan kualitas manajemen risiko dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan. Selama tahun 2019 pengelolaan risiko telah ditangani dengan baik oleh Risk Management Group (RMG) dengan berfokus pada: Bank OCBC NISP continues to improve its risk management quality by taking social and environmental impacts into account. In 2019, the Bank’s Risk Management Group (RMG) exercised robust risk management, and focused on: Mendukung transformasi digital melalui inisiatif manajemen risiko kredit dan risiko operasional yang efektif. Menerapkan dan mengembangkan pengelolaan risiko lingkungan dan sosial dari debitur dan/atau calon debitur dalam rangka mendukung Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab. Mengembangkan Data Management and Governance Framework (DMGF) dalam pengelolaan data secara komprehensif. Meningkatkan pengelolaan risiko Teknologi Informasi dan pertahanan keamanan siber cyber security defense Menerapkan infrastruktur risiko untuk pengelolaan risiko suku bunga yang lebih baik. Mengembangkan alat monitoring risiko untuk melihat eksposur risiko di masing-masing unit bisnis. Menerapan pendekatan Policy Lifecycle Management secara efektif. Mengembangkan sistem Risk Culture Maturity dan melaksanakan Risk Culture Maturity Assessment. Menyelaraskan baris pertahanan kedua dan ketiga. Meningkatkan pengelolaan manajemen risiko terintegrasi untuk konglomerasi keuangan. 1. Supporting digital transformation through effective credit and operational risk management initiatives. 2. Implementing and enhancing environmental and social risk management of debtors and/or potential debtors in support of Responsible Financing Policy. Secara umum, meski Bank masih dihadapkan dengan perkembangan kondisi ekonomi domestik maupun global yang dinamis, Bank tetap berhasil menjaga kualitas kreditnya dengan baik yang mana hal tersebut tercermin dari rasio Non Performing Loan (NPL) Bank di sepanjang tahun ini yang masih masih terjaga di bawah 2%. In general, the impact of the dynamic domestic and global economy developments was addressed prudently by the Bank, hence successfully maintained a sound credit quality as indicated by the Bank’s Non-Performing Loan (NPL) ratio of below 2% during the year. PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT IMPLEMENTATION Implementasi manajemen risiko di lingkungan Bank mengacu kepada Risk Appetite Statement (RAS) yang menjadi landasan dasar bagi Bank dalam proses pengambilan risiko. Dengan demikian bisnis Bank tetap bertumbuh secara hati-hati dan berkesinambungan. The Bank’s risk management implementation adheres to the Risk Appetite Statement (RAS), which has become the Bank’s foundation in risk-taking. Thereby, the Bank’s business may continue to grow prudently and sustainably. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 3. Developing Data Management and Governance Framework (DMGF) for comprehensive data management. 4. Improving IT risk management and cyber security defense. 5. Implementing risk infrastructure to improve interest rate risk management. 6. Enhancing risk monitoring tools to better supervise risk exposure of the individual business units. 7. Implementing effective Policy Lifecycle Management Approach. 8. Building Risk Culture Maturity system and implementing Risk Culture Maturity Assessment. 9. Aligning the 2nd and 3rd lines of defense. 10. Enhancing integrated risk management for financial conglomerate.
  221. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Pengawasan Aktif Dewan Komisaris dan Direksi Dalam melaksanakan fungsi pengawasan atas penerapan manajemen risiko di Bank , Dewan Komisaris memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas. Antara lain memastikan pelaksanaan fungsi manajemen risiko berlangsung sesuai Risk Appetite Statement, kerangka kerja dan kebijakan yang ditetapkan, dan memberikan arahan strategis untuk meningkatkan kualitas serta efektivitas fungsi manajemen risiko. Dalam kaitannya dengan fungsi di atas, Dewan Komisaris juga melakukan peninjauan ulang dan memutuskan apa yang direkomendasikan oleh Komite Pemantau Risiko. Hal ini termasuk pengelolaan risiko, penetapan batasan dan limit risiko yang boleh diambil. Dewan Komisaris juga bertanggung jawab untuk: • Menyetujui pemberian fasilitas kredit kepada pihak terkait. • Melakukan pengawasan atas penerapan manajemen risiko terintegrasi dalam konglomerasi keuangan. Corporate Data 219 Board of Commissioners and Board of Directors’ Active Supervision When conducting its supervisory function on the Bank’s implementation of risk management, the Board of Commissioners has clear duties and responsibilities, including overseeing its implementation in accordance with the Risk Appetite Statement, established framework and policies, and providing strategic direction to improve its quality and effectiveness. In relation to the above function, the Board of Commissioners would review and concur on the recommendations of the Risk Monitoring Committee pertaining to such risk matters, including risk thresholds and limits that may be undertaken. The Board of Commissioners is also responsible for: • Approving lending to related parties • Overseeing the implementation of integrated risk management in the financial conglomerate. Dalam melaksanakan fungsi manajemen risiko, Direksi memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, di antaranya: In carrying out its risk management function, the Board of Directors has clear duties and responsibilities, including: • • • • • • • • • Menyusun kebijakan dan strategi manajemen risiko secara tertulis dan komprehensif. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan manajemen risiko dan eksposur risiko yang diambil oleh Bank secara keseluruhan. Mengevaluasi dan memutuskan transaksi yang memerlukan persetujuan Direksi. Mengembangkan budaya manajemen risiko pada seluruh jenjang organisasi Bank. Memastikan peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang terkait dengan manajemen risiko. Memastikan bahwa fungsi manajemen risiko telah beroperasi secara independen Melaksanakan kaji ulang secara berkala untuk memastikan keakuratan metodologi penilaian risiko, kecukupan implementasi sistem informasi manajemen risiko dan ketepatan kebijakan, prosedur dan penetapan limit risiko. Memastikan masing-masing Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang terafiliasi dalam konglomerasi keuangan telah menerapkan pengelolaan risiko secara efektif. Kecukupan Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit Manajemen Risiko Bank telah memiliki kebijakan, prosedur dan penetapan limit yang memadai untuk mendukung penerapan kerangka kerja manajemen risiko yang efektif, efisien dan profesional terhadap 8 (delapan) jenis risiko utama yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko stratejik dan risiko kepatuhan serta terhadap risiko lainnya dalam mendukung pertumbuhan Bank secara hati-hati, konsisten dan berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah Bank di mata seluruh pemangku kepentingan. • • • • • • • Developing written and comprehensive risk management strategies. Being responsible for the implementation of the risk management policies and risk exposures taken by the Bank in a holistic manner. Evaluating and deciding on transactions that require the Board of Directors’ approval. Developing a risk management culture at every level in the Bank. Ensuring competency implementation for human resources associated with risk management. Ensuring independent operations of risk management functions. Conducting periodical reviews to ensure the accuracy of risk assessment methodologies, the adequacy of risk management system implementation; and the accuracy of the policies, procedures, as well as risk thresholds. Ensuring effective risk management implementation by each Financial Services Institution (FSI) affiliated in the financial conglomerate. Adequacy of Risk Management Procedures, and Limit Setting Policies, The Bank has adequate risk management policies, procedures, and thresholds supporting an effective, efficient and professional Risk Management framework covering 8 (eight) main risk types. The risks are credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, reputation risk, strategic risk and compliance risk as well as other risks that support the Bank’s growth in a prudent, consistent and sustainable manner, while improving on the Bank’s added value for all of its stakeholders. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  222. 220 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Kebijakan, prosedur dan penetapan limit risiko didokumentasikan dan ditinjau secara berkala disesuaikan dengan perkembangan internal maupun eksternal. The risk policies, procedures, and thresholds are periodically documented and reviewed according to internal and external development. Kecukupan Proses Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko serta Sistem Informasi Manajemen Risiko Adequacy of Identification, Measurement, Monitoring and Risk Control Process and Risk Management Information System Untuk mengantisipasi potensi risiko di masa mendatang, dengan analisa ke depan, Bank mengembangkan pendekatan emerging risk sebagai mekanisme peningkatan dini untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko yang mungkin akan dihadapi oleh Bank dalam beberapa waktu mendatang. To anticipate the potential future risks, through forward looking analysis, the Bank has developed an emerging risk approach that serves as an early warning mechanism to identify various potential risks that may be encountered by the Bank in the future. Melalui pendekatan emerging risk tersebut, Bank mampu mengidentifikasi potensi risiko sesuai dengan profil karakteristik bisnis Bank, baik berupa besaran dampak risiko (severity of material impact) maupun perkiraan waktu terjadinya risiko tersebut (imminence) di waktu mendatang, sehingga Bank mampu melakukan berbagai tindakan yang diperlukan untuk memitigasi dan mengendalikan potensi risiko tersebut. Through this emerging risk approach, the Bank is able to identify potential risks in accordance with the Bank’s business profile characteristics, both on risk impact (severity of material impact) and the estimated time of risks occurrence (imminence), hence the Bank is prepared to take the necessary actions to mitigate and control the potential risks. Sejalan dengan penerapan pilar 2 Basel II, Bank menerapkan Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP) guna memastikan kecukupan modal sesuai profil risiko Bank di luar profil risiko yang sudah tercakup di pilar 1. Bank senantiasa memastikan ketersediaan modal yang cukup agar mampu menyerap potensi kerugian material yang mungkin terjadi dalam skenario kondisi stress serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan (sustainable business growth). In accordance with the second pillar of Basel II, the Bank applies Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP) to ensure the capital adequacy is in accordance with the Bank’s risk profile outside of the risk profile already covered in the first pillar. The Bank consistently ensures there is sufficient capital adequacy to absorb potential material losses that may occur in stress condition scenarios and to support the Bank’s sustainable business growth. Organisasi dan Tata Kelola Manajemen Risiko Risk Management Organization and Governance Dalam melaksanakan manajemen risiko yang efektif, Direksi dibantu oleh komite atau council terkait fungsi manajemen risiko, yaitu Komite Manajemen Risiko, Komite Manajemen Risiko Kredit, Komite Manajemen Risiko Pasar, ALCO, ALCO UUS. Sementara itu, pengawasan organisasi secara keseluruhan In conducting effective risk management, the Board of Directors is supported by committees or councils with relevant risk management function. They are the Board Risk Committee, Credit Risk Management Committee, Market Risk Management Committee, ALCO, ALCO SBU. Meanwhile, Bank telah memiliki infrastruktur untuk mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan risiko yang didukung dengan sistem informasi manajemen yang memadai dan mampu mendukung fungsi manajemen risiko secara menyeluruh. Bank telah memiliki beberapa unit kerja pada struktur organisasi Risk Management Group yang bertanggung jawab mengelola berbagai jenis risiko. Sebagai pertahanan baris kedua (second line of defense), selain bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi tata kelola manajemen risiko secara independen, Risk Management Group juga bekerja sama dan bermitra dengan seluruh unit bisnis dan unit pendukung, mulai dari level strategis sampai dengan level transaksi dalam rangka membangun proses identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengendalian risiko dan sistem informasi serta sistem pengendalian intern yang menyeluruh. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank has in place the infrastructure to identify, measure, supervise and control risk supported by an adequate management information system capable of supporting the overall risk management function. The Bank has several work units in its Risk Management Group’s organizational structure that are responsible to manage various risk types. As a second line of defense, besides being responsible to carry out risk management governance independently, the Risk Management Group also works closely and partners with all business units and supporting units, from the strategic to transaction levels in order to build a process of risk identification, measurement, monitoring, control and an information system as well as the overall internal control system.
  223. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 221 dilakukan oleh Dewan Komisaris dengan bantuan komitekomite terkait , seperti Komite Pemantau Risiko dan Komite Audit sebagaimana terlihat pada struktur organisasi pada halaman 56. the overall supervision for the organization is conducted by the Board of Commissioners with the support of related committees, such as the Risk Monitoring Committee and Audit Committee, as illustrated in the organizational structure in page 56. Manajemen Risiko Unit Usaha Syariah Risk Management of Sharia Business Unit Pengendalian Risiko Terhadap Produk dan/atau Aktivitas Baru Risk Control for New Products and/or Activities Agar Bank dapat senantiasa memenuhi kebutuhan Nasabah yang semakin beragam, Bank perlu melakukan inovasi secara berkelanjutan atas produk dan/atau aktivitasnya. Untuk memastikan inovasi tersebut, Bank telah melakukan dengan infrastruktur dan proses yang siap, patuh terhadap regulasi dan pengendalian risiko yang memadai serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang ditargetkan oleh Bank. Setiap produk dan/atau aktivitas baru harus memenuhi proses dan ketentuan yang telah ditetapkan pada Kebijakan Manajemen Produk atau yang dikenal juga dengan istilah New Product Approval Process (NPAP). To meet an increasing variety of customers’ needs, the Bank continuously innovates its products and/or activities. To ensure such innovations have been carried out within a prepared infrastructure, process, and comply with the proper regulations and risk control as well as aligned with the targeted Sustainable Development Goals (SDGs). Each new product and/or activity must meet the required processes and provisions stipulated in the Product Management Policy known as the New Product Approval Process (NPAP). Manajemen Risiko Terintegrasi Integrated Risk Management Bank memiliki layanan perbankan berdasarkan prinsip Syariah yang berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS). Penerapan manajemen risiko pada UUS dilakukan terhadap seluruh kegiatan usaha UUS yang merupakan satu kesatuan dengan penerapan manajemen risiko pada Bank. Penerapan manajemen risiko tersebut melibatkan semua unsur Bank, termasuk Direksi yang dibantu dengan ALCO Syariah, serta pengawasan aktif dari Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Penilaian faktor profil risiko UUS merupakan penilaian terhadap risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko dalam operasional Bank. Berdasarkan hasil penilaian sendiri tahun 2019, peringkat profil risiko UUS (composite risk rating) Bank berada pada kategori peringkat rendah. The Bank provides banking services based on the Sharia principle through Sharia Business Units (SBU). The implementation of risk management in the SBU covers all business activities, and are integrated with the Bank’s risk management. The implementation involves all banking elements, including the Board of Directors supported by the ALCO SBU, with active supervision by the Board of Commissioners and the Sharia Supervisory Board (SSB). The SBU risk profile assessments involve an assessment of the inherent risks and the quality of risk management implementation in the Bank’s operations. Based on the self-assessment results in 2019, the SBU composite risk rating was Low. Bank OCBC NISP sebagai Entitas Utama yang ditunjuk oleh OCBC Bank Ltd melalui OCBC Overseas Investment Pte. Ltd selaku pemegang saham pengendali, telah melakukan penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan secara komprehensif. Bank OCBC NISP, as the Main Entity appointed by OCBC Bank Ltd through OCBC Overseas Investment Pte. Ltd. as the controlling shareholder, has carried out comprehensive Integrated Risk Management for Financial Conglomerate. Dalam Konglomerasi Keuangan ini, Bank terelasi dengan PT Great Eastern Life Indonesia (GELI) dan PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI) serta PT OCBC Sekuritas Indonesia. GEGI bergabung dalam Konglomerasi Keuangan per tanggal 17 Juli 2019. Penyelarasan terus dilakukan mengingat hubungan kepemilikan dan/atau pengendalian di berbagai sektor jasa keuangan dapat mempengaruhi kelangsungan usaha lembaga jasa keuangan yang disebabkan oleh eksposur risiko yang timbul baik secara langsung maupun tidak langsung dari kegiatan usaha perusahaan yang tergabung dalam suatu Konglomerasi Keuangan. In this Financial Conglomerate, the Bank is related to PT Great Eastern Life Indonesia (GELI), PT Great Eastern General Insurance Indonesia (GEGI), and PT OCBC Sekuritas Indonesia. GEGI joined the conglomerate as of 17 July 2019. The alignment is continuously carried out with related companies in the Financial Conglomerate, given that the ownership and/or controlling relationships in the various financial services sectors may affect the financial services business continuity due to the risk exposures, both directly and indirectly derived from the company’s business activities in the Financial Conglomerate. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  224. 222 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Pemantauan dan pengelolaan manajemen risiko terintegrasi meliputi 10 (sepuluh) jenis risiko yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, yang terdiri dari risiko kredit, pasar, operasional, likuiditas, hukum, stratejik, reputasi, kepatuhan, risiko transaksi intra-grup dan risiko asuransi (khusus untuk GELI dan GEGI). The integrated risk management monitoring and management covers 10 (ten) risk types as established by the Financial Services Authority, consisting of credit risk, market risk, operational risk, liquidity risk, legal risk, strategic risk, reputation risk, compliance risk, intra-group transaction risk and insurance risk (applies specifically to GELI and GEGI). PERMODALAN DAN PRAKTIK MANAJEMEN RISIKO CAPITAL AND RISK MANAGEMENT PRACTICES Kebijakan Permodalan Capital Policy Manajemen permodalan menjadi satu kesatuan yang utuh dengan upaya Bank dalam menjaga stabilitas keuangan dan manajemen keberlanjutan karena sudah melekat dalam tata cara operasional Bank sebagai badan hukum dan perencanaan strategis Bank. Selain itu, Strategi Manajemen Permodalan Bank juga didorong oleh tujuan strategis Bank, persyaratan peraturan, dan Risk Appetite yang ditetapkan oleh Direksi. Capital management is the Bank’s effort to maintain financial stability and sustainability management that remained inherent in the Bank’s operational procedures as a legal entity, and the Bank’s strategic planning. Moreover, the Capital Management Strategy is also driven by the Bank’s strategic objectives, requirements, and Risk Appetite set by the Board of Directors. Berpijak pada peraturan dan jenis modal yang dapat diperhitungkan, serta untuk mendukung rencana dan strategi bisnis di masa mendatang, Bank berfokus pada pengelolaan sumber-sumber pendanaan internal untuk memenuhi Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sesuai dengan ketentuan regulator. Based on regulations and measurable capital, and to support the future business plan and strategy, the Bank focuses on the management of internal financing sources to meet the Minimum Capital Adequacy Requirement in accordance with regulatory provisions. Kecukupan Permodalan Capital Adequacy Terkait dengan inisiatif masing-masing unit kerja pada Risk Management Group, selama tahun 2019, Bank melaksanakan berbagai inisiatif penerapan manajemen risiko, sebagai berikut: In line with each work unit’s initiatives in the Risk Management Group, the Bank undertook the following risk management initiatives during 2019: PENGELOLAAN RISIKO KREDIT CREDIT RISK MANAGEMENT Risiko kredit adalah risiko yang timbul akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain (counterparty) dalam memenuhi kewajibannya kepada Bank. Risiko kredit Bank dapat muncul dari penyediaan dana untuk Nasabah di segmen Business Banking (Corporate dan Commercial Business), Retail Banking (Consumer dan Emerging Business), Lembaga Keuangan Bank (LKB) dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Kegiatan perbankan berupa trading dan investment seperti trading derivatif, debt securities, pertukaran mata uang asing, dan transaksi penyelesaian juga dapat membuat Bank terekspos risiko counterparty dan risiko issuer credit. Credit risk is the risk that exists due to the failure of the debtor and/or counter-party in fulfilling their obligations to the Bank. The Bank is exposed to credit risk arising from the financing of customer activities in the Business Banking (Corporate and Commercial Business), Retail Banking (Consumer and Emerging Business), Financial Institutions (FI) and Non-Bank Financial Institutions (NBFIs) segments. Banking activities, including trading and investments such as derivatives trading, debt securities, foreign currency exchange, and settlement transactions also expose the Bank to counter-party risk and issuer credit risk. Bank telah menetapkan Kebijakan Manajemen Permodalan yang berisi pendekatan-pendekatan, prinsip-prinsip dan kerangka dasar bagaimana permodalan akan diukur, diawasi dan diatur agar tidak melanggar peraturan eksternal dan/atau pedoman kehati-hatian internal. Rasio kecukupan modal Bank per 31 Desember 2019 tercatat sebesar 19,17%, jauh di atas modal minimum sesuai profil risiko yang dipersyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank has established a Capital Management Policy on the approaches, principles and basic framework for capital measurement, monitoring and supervision in order to not violate external rules and/or internal prudential guidelines. As of December 31, 2019, the Bank’s capital adequacy ratio stood at 19.17%, well above the minimum requirement set by the Financial Services Authority.
  225. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 223 Corporate Data Pengawasan dan Organisasi Manajemen Risiko Kredit Credit Risk Management Organization Unit Credit Risk Management pada Risk Management Group mengelola risiko kredit dalam pre-determined risk appetite , target Nasabah, limit dan standar risiko yang telah ditentukan. Unit kerja tersebut juga bertanggung jawab dalam hal pemberian kredit dengan melakukan pengawasan terhadap portofolio risiko, metodologi pengukuran risiko, pelaporan risiko, dan remedial pinjaman agar sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit sekaligus memastikan bahwa semua risiko kredit telah dikelola secara optimal. The Credit Risk Management Unit in the Risk Management Group manages the credit risk based on pre-determined risk appetite, target customers, limits and risk standards. The work unit is also responsible for controlling lending activities by supervising the risk portfolio, risk measurement methodology, risk reporting and remedial loans in line with prudent banking principles in lending activities, as well as ensuring that all of the credit risks have been optimally managed. Untuk memastikan risiko kredit dapat dikelola dengan baik, Bank telah melakukan berbagai upaya, antara lain: To ensure sound management of the credit risk, the Bank conducted various efforts, including: 1. Memantau kualitas portofolio kredit dengan melihat tren yang terjadi baik dalam hal perburukan ataupun perbaikan, serta menganalisanya dengan melihat secara detil portofolio dari berbagai sisi. Berbagai laporan disusun secara berkala seperti tren portofolio kredit berdasarkan unit bisnis, komposisi mata uang, sektor industri, tren konsentrasi kredit, kelompok peminjam besar, portofolio kredit dalam perhatian khusus dan kredit bermasalah. 2. Merumuskan rencana kerja yang akan dilakukan agar sejalan dengan pantauan dan hasil analisa kualitas portofolio kredit yang telah dilakukan, baik untuk perbaikan maupun untuk mempertahankan kualitas kredit. 3. Melakukan stress test untuk portofolio kredit dengan menggunakan skenario baik top - down ataupun bottom – up dan menentukan langkah-langkah mitigasi yang akan diambil sehubungan dengan hasil stress test tersebut. 4. Semua upaya tersebut dilakukan secara berkala dan akan disampaikan kepada Direksi melalui Komite Manajemen Risiko (KMR) dan Komite Manajemen Risiko Kredit (KMRK) secara tepat waktu, objektif dan transparan. Pelaporan tersebut dapat digunakan oleh manajemen untuk perbaikan dan memastikan kualitas portofolio kredit yang sehat. 1. Monitoring the credit portfolio quality by observing current trends in terms of deterioration or improvement, as well as analysis by observing the portfolio in detail from many sides. Various reports are regularly compiled, such as credit portfolio trends by business unit, currency composition, industry sectors, credit concentration trends, large borrowers, Special Mention, and Non-Performing Loan portfolio. 2. Formulating a work plan to be executed in line with the monitoring and credit portfolio quality analysis results, both for improving or maintaining credit quality. Pendekatan Manajemen Risiko Kredit Credit Risk Management Approach Bank menerima risiko kredit yang sesuai dengan standar sebagaimana telah ditetapkan oleh Bank dan hanya risikorisiko yang sepadan dengan return yang cukup untuk meningkatkan nilai para pemegang saham. The Bank accepts credit risks that are within its established standards and those commensurate with an adequate return to increase the shareholder value. Komite Manajemen Risiko Kredit (KMRK) merupakan komite yang dibentuk untuk membantu Direksi dalam merumuskan Kebijakan Perkreditan Bank (KPB), mengawasi pelaksanaan, memantau perkembangan dan kondisi portofolio perkreditan serta memberi masukan langkah-langkah perbaikan. Kerangka kerja manajemen risiko kredit Bank mencakup keseluruhan siklus risiko kredit, didukung oleh proses-proses risiko kredit yang komprehensif, yang juga menggunakan model-model untuk mengkuantifikasi dan mengelola risiko secara efisien dan konsisten. Supervision and The Credit Risk Management Committee (CRMC) has been established to assist the Board of Directors in formulating the Bank’s Credit Policy (KPB), supervising its implementation, monitoring the progress and the conditions of credit portfolio as well as providing suggestions on remedial actions. 3. Conducting stress tests for credit portfolios by using top-down or bottom-up scenarios, as well as ensured mitigating actions were taken in relation to the stress test results. 4. The above efforts were carried out on a regular basis and were objectively, transparently and timely submitted to the Board of Directors through the Credit Risk Management Committee and Board Risk Committee. Such reporting may be used by the management for improvements and to ensure a sound credit portfolio quality. The credit risk management framework at the Bank covers the complete credit risk cycle, supported by comprehensive credit risk processes, which use models to efficiently and consistently quantify and manage risks. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  226. 224 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Pinjaman terhadap Nasabah Consumer dan Emerging Business Portofolio kredit untuk nasabah Retail Banking (Consumer dan Emerging Business) berasal dari program kredit, antara lain: • • • • • Kredit properti komersial Kredit Kepemilikan Rumah Kredit Modal Kerja Kartu Kredit Kredit Tanpa Agunan Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Consumer and Emerging Business Loans The Credit Portfolio for Retail Banking consumers (Consumer and Emerging Business) is derived from credit programs, Including: • Commercial Property Loans • Mortgage Loans • Working Capital Loans • Credit Cards • Unsecured Loans Kredit yang diberikan sesuai dengan target pasar dan mengikuti ketentuan (policy) yang tercantum dalam Product Program. Adapun Product Program tersebut dikaji secara berkala untuk memastikan bahwa target pasar telah mengikuti perkembangan pasar dan ketentuan yang ditetapkan sudah sesuai dengan regulasi yang terbaru. Lending facilities are in accordance with the target markets and comply with the Product Program policy. The Product Program is regularly examined to ensure that the target markets have kept abreast with the market development and the set policies have complied with the current regulations. Analisa kredit dilakukan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian yang mana kinerja pemegang limit dikaji secara regular dan digunakan sebagai dasar evaluasi kelayakan terhadap wewenang kredit yang telah diberikan, sesuai dengan kebijakan internal dan regulator. Credit analysis is conducted while prioritizing the prudent banking principles whereby the limit holders’ performance is regularly examined and used as the basis for feasibility evaluations on authorized lending, in accordance with the internal and regulator policies. Tingkat risiko dari aplikasi kredit yang diproses akan otomatis dihitung oleh Loan Origination System (LOS) karena aplikasi ini telah terintegrasi dengan aplikasi Scorecard dan sesuai dengan parameter kebijakan yang berlaku, sehingga diharapkan proses pengambilan keputusan kredit berjalan secara efektif, efisien, objektif dan konsisten. The risk level of processed credit applications will be calculated automatically by the Loan Origination System (LOS) as it has been integrated with the Application Scorecard model and applicable parameter policy, hence to ensure the effective, efficient, objective and consistent performance of the loans decision making process as expected. Pinjaman terhadap Nasabah Komersial, Korporasi dan Institusi Commercial, Corporate and Financial Institution Loans Pinjaman yang diberikan kepada Nasabah komersial, korporasi dan institusi dinilai dan direkomendasikan oleh Credit Risk Officer yang berpengalaman. Credit Risk Officer meng-identifikasi dan menilai risiko kredit dari Nasabah komersial, korporasi atau institusi secara individu dan grup Nasabah dengan mempertimbangkan kualitas manajemen, keuangan dan profil perusahaan terhadap ancaman keadaan industri dan ekonomi. Jaminan atau pendukung kredit lainnya juga dinilai guna memitigasi atau mengurangi risiko. Pemberian kredit diarahkan pada Target Market dan Risk Acceptance Criteria (TM RAC) yang telah ditetapkan sebelumnya. Target Market digunakan sebagai acuan dalam menyaring debitur/calon debitur berdasarkan industrinya. Sementara itu, Risk Acceptance Criteria berisi sejumlah kriteria yang digunakan pada saat Bank menganalisa kualitas debitur yang menggambarkan Risk Appetite Bank. Untuk memastikan objektivitas pemberian kredit, proses persetujuan mengikuti prinsip empat mata sebagai syarat mutlak, dengan pengelolaan risiko dibagi antara unit bisnis dan fungsi-fungsi pengelolan risiko kredit. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Lending to commercial, corporate and financial institution customers are assessed and recommended by experienced Credit Risk Officers. They identify and assess the credit risk of commercial, corporate or financial institution customers, both as individuals and groups, by considering the management, financial and company profile quality against industry and economic threats. The Collateral or other credit support is also assessed to mitigate or reduce the risks. Loan disbursements are directed towards pre-defined Target Markets and Risk Acceptance Criteria (TM RAC). The pre-defined target is used as a screening reference on the debtors/potential debtors based on the industry that they are in, while the Risk Acceptance Criteria are used to analyze the quality of debtors, which represents the Bank’s Risk Appetite. To ensure lending objectivity, the approval process follows the four-eyes principle as an absolute requirement, with risk handling shared between the business units and credit risk management functions.
  227. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 225 Sebagai bagian dari implementasi keuangan berkelanjutan , Bank telah membuat Kerangka Kerja dan Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab, termasuk kebijakan untuk masing-masing sektor industry. Di awal tahun 2019 Bank telah mengembangkan kebijakannya mencakup Sektor industri Pertambangan dan Mineral Logam. Bank juga telah melakukan kaji ulang atas Kebijakan Pembiayaan yang Bertanggung Jawab dan Kebijakan berbasis setor yang berlaku untuk industri Pertanian, Kehutanan serta sektor Energi. Prosedur detil tentang pemberian fasilitas kredit terkait Pembiayaan yang Bertanggung Jawab telah dimasukkan sebagai bagian dari Prosedur Proses Kredit segmen Business Banking. Dengan demikian, Bank telah memiliki Environmental and Social Management System (ESMS) yang lengkap, yang terdiri dari seperangkat kebijakan dan prosedur, pengukuran kinerja, proses pemantauan dan peninjauan, serta kapasitas internal dalam melakukan identifikasi dan pengelolaan risiko Lingkungan dan Sosial debitur/calon debitur secara sistematis dan berkelanjutan. Sejak April 2019, Bank berkomitmen untuk tidak memberikan pembiayaan kepada pembangkit listrik batu bara (coal fired power plant). As part of sustainable financing implementation, the Bank has created a Responsible Financing Framework and Policy, including policies by industry sector. In early 2019, the Bank expanded the policy’s scope to include Mining and Metal Mineral Sector. The Bank also re-analyzed the Responsible Financing Policy and the sector-based policies applicable to the Agriculture, Forestry, and Energy sectors. The detailed procedures on credit facility that observes Responsible Financing has been included in the Credit Process Procedures of the Business Banking segment. As such, the Bank has a comprehensive Environmental and Social Management System (ESMS) in place, which consists of a set of policies and procedures, performance measurements, monitoring and review processes, and internal capacity to systematically and sustainably identify and manage the Environmental and Social risks of debtors/potential debtors. Moreover, the Bank made a commitment since April 2019 to discontinue financing to coal fired power plant projects. Risiko Kredit dari Aktivitas Investasi atau Trading Credit Risk from Investment or Trading Activities Pengendalian Risiko Kredit Credit Risk Control Untuk mendukung infrastruktur manajemen risiko kredit, Bank telah menyusun dan memiliki kebijakan kredit yang lengkap sesuai dengan arsitektur kebijakan yang berlaku. To support the credit risk management infrastructure, the Bank has drawn up and completed a credit policy in accordance with the applicable policy architecture. Secara berkala, Bank juga melakukan emerging risk assessment yang bersifat forward looking untuk melihat potensi risiko yang muncul di kemudian hari. Assessment ini merupakan kolaborasi antara Unit Bisnis dan Unit Manajemen Risiko Kredit. Adapun skenario yang biasa digunakan, antara lain: risiko krisis ekonomi global, kondisi makro ekonomi Indonesia, kenaikan suku bunga, kenaikan tingkat inflasi, depresiasi Rupiah, dan beberapa skenario lainnya terkait risiko kredit. The Bank also periodically conducts forward-looking emerging risk assessments to ascertain the future potential risk. The assessment is a collaborative effort between the Business Units and Credit Risk Management Unit. The commonly used scenarios, include: global economic crisis risk, Indonesia’s macroeconomic conditions, interest rate hikes, inflation rate hikes, Rupiah depreciation, and other scenario related to credit risk. Risiko kredit counterparty dari aktivitas trading, derivatif dan pinjaman surat berharga diawasi secara ketat dan secara aktif dikelola untuk melindungi Bank dari kemungkinan kerugian dalam menggantikan sebuah kontrak jika counterparty mengalami default. Limit kredit counterparty ditetapkan untuk setiap counterparty berdasarkan penilaian atas kapasitas kredit counterparty sesuai dengan kebijakan internal, serta mengikuti kelayakan serta kecocokan counterparty dengan produk yang ditawarkan. Eksposur kredit dikontrol melalui pengawasan independen dan pelaporan langsung terkait pelampauan atas limit serta threshold mitigasi risiko yang telah disetujui. Pengembangan sumber daya manusia terus dilakukan secara berkesinambungan dengan menyelenggarakan pelatihanpelatihan kredit, baik untuk SDM di unit bisnis dan di unit risiko kredit. Kolaborasi dengan unit bisnis telah diperkuat melalui berbagai penyempurnaan, di antaranya bekerja sama dengan tim manajemen risiko sejak awal proses pengajuan fasilitas kredit sampai dengan persetujuan kredit. Counterparty credit risk from trading, derivatives and security loans activities are closely monitored, and actively managed, to protect the Bank from potential losses that may occur when replacing a contract if the counterparty defaults. A credit limit is set for each counterparty following a counterparty credit capacity assessment in accordance with the internal policy and following a feasibility and counterparty compatibility for products offered. The credit exposure is controlled through independent monitoring and direct reporting related to breaches of the approved limit and risk mitigation threshold. Human resource development is continuously performed through credit training programs, both for business and risk functions relating to credit. Collaboration with the business units has been strengthened through a series of improvements, including working closely with the risk management teams from the initial process of credit proposal to the final credit approval. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  228. 226 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Selain itu, berdasarkan stress testing yang dilakukan oleh Unit Bisnis dan Unit Manajemen Risiko Kredit, Bank melakukan langkah-langkah proaktif dan preventif yakni penetapan debitur dalam kategori Dalam Pengawasan untuk perusahaanperusahaan yang kondisi keuangannya diproyeksikan menurun karena terpengaruh imbas perubahan kondisi ekonomi tertentu. Debitur-debitur yang masuk dalam kategori Dalam Pengawasan akan dimonitor secara ketat dan berkala untuk mengantisipasi terjadi penurunan kualitas kredit di kemudian hari. Based on stress testing exercises performed by the Business Units and Credit Risk Management Unit, the Bank also undertakes proactive and preventive actions, such as determining a Watchlist category for companies affected by changes in certain economic conditions whose financial condition is projected to decline. The debtors included in the Watchlist category will be closely and regularly monitored in anticipation of future deterioration in credit quality. Dengan menerapkan berbagai strategi pengendalian risiko di atas, Kredit Bermasalah Bank per 31 Desember 2019 secara konsisten dapat dijaga pada level yang rendah yaitu sebesar 1,72% (gross). Hal ini mencerminkan bahwa Bank telah menjalankan prinsip kehati-hatian yang sangat baik dalam mengelola risiko kreditnya di sepanjang tahun. Backed by the above strategies, the Bank’s Non- Performing Loan (NPL) as of December 31, 2019 was consistently maintained low level of 1.72% (gross). This reflects proper implementation of the Bank’s prudent banking principles on credit risk management throughout the year. Mitigasi Risiko Kredit Credit Risk Mitigation Pengungkapan Tagihan Bersih Bobot Risiko Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 1 halaman 248. Disclosure of Risk Weighted Net Receivables After Calculating the Impact of Credit Risk Mitigation - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 1 on page 248. Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 2 halaman 250. Disclosure of Risk Weighted Net Receivables and Credit Risk Mitigation Techniques - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 2 on page 250. Perhitungan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Risiko Kredit Calculation of Risk Weighted Assets (RWA) for Credit Risk Eksposur Aset di Neraca dapat dilihat pada Tabel 3 halaman 251. Assets Exposure in the Balance Sheet can be seen on Table 3 on page 251. Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif dapat dilihat pada Tabel 4 halaman 251. Commitment/Contingency Liabilities Exposure Off Balance Sheet Transactions can be seen on Table 4 on page 251. Eksposur Risiko Kredit Akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) dapat dilihat pada Tabel 5 halaman 252. Counter-party Credit Risk Exposure can be seen on Table 5 on page 252. Eksposur di Unit Usaha Syariah dapat dilihat pada Tabel 6 halaman 252. Sharia Business Unit Exposure can be seen on Table 6 on page 252. Total Pengukuran Risiko Kredit dapat dilihat pada Tabel 7 halaman 252. Total Credit Risk Measurement can be seen on Table 7 on page 252. Dalam menghitung Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) risiko kredit berdasarkan Standardized Approach, Bank memperhitungkan keberadaan agunan, garansi, penjaminan, atau asuransi kredit sebagai teknik mitigasi risiko kredit (Teknik MRK). Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) untuk risiko kredit posisi per 31 Desember 2019 individual Bank tercatat sebesar Rp142,0 triliun. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP To calculate the Risk Weighted Assets (RWA) for credit risk based on the Standardized Approach, the Bank recognizes the existence of collateral, warranty, guarantee, collateral, or credit insurance as Credit Risk Mitigation Techniques (CRMT). The Risk Weighted Assets for credit risk as of December 31, 2019 for individual Bank was stood at Rp142.0 trillion.
  229. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 227 Pengelolaan Risiko Konsentrasi Kredit Credit Concentration Risk Management Dalam melaksanakan pengelolaan risiko konsentrasi kredit , Bank telah memiliki beberapa pedoman penetapan limit yang dituangkan dalam pernyataan Risk Appetite, ketentuan mengenai Target Market and Risk Acceptance Criteria (TM RAC), dan juga melalui ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit antara lain batas pinjaman untuk Top Borrower, perorangan ataupun kelompok, sektor industri tertentu, serta kelompok peminjam, pihak terkait dan lain-lain. In managing credit concentration risk, the Bank has several threshold determination guidelines stipulated in the Risk Appetite statement, rules on the Target Market and Risk Acceptance Criteria (TM RAC), as well as stipulations on Legal Lending Limit, including the limits for Top Borrowers, individuals or groups, certain industrial sectors, as well as groups of borrowers, related parties and others. Dengan adanya panduan-panduan tersebut, maka risiko konsentrasi kredit Bank dapat dikendalikan dengan baik karena tingkat eksposur kredit kepada pihak dan sektor industri tertentu telah dibatasi, dikelola dan dipantau secara berkala. With these guidelines, credit concentration risk can be properly controlled as the credit exposure for certain parties and industrial sectors are limited, managed and regularly monitored. Manajemen Remedial Remedial Management Tagihan yang Telah Jatuh Tempo dan Penurunan Nilai Tagihan Matured Account Receivables and Impairment of Receivables Bank telah memiliki kriteria yang digunakan sebagai pedoman dalam menentukan bukti objektif atas penurunan nilai. Selain itu, terdapat juga beberapa kriteria tambahan yang digunakan khusus untuk kredit dengan jumlah yang signifikan. The Bank has established criteria used as the basic guidelines for determining objective evidence of impairment. Also, there are several additional criteria used specifically for credits for significant amounts. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 8 halaman 253. Disclosure of Net Receivables Based on Region – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 8 on page 253. Risiko konsentrasi kredit adalah risiko yang timbul akibat terkonsentrasinya penyediaan dana antara lain kepada debitur, wilayah geografis, produk, jenis pembiayaan atau lapangan usaha tertentu. Risiko tersebut harus dikelola dengan baik untuk menghindari adanya kerugian. Bank secara konsisten berusaha untuk mengantisipasi secara dini kredit yang bermasalah dan secara proaktif mengelola kredit tersebut pada saat mulai memburuk dan/atau dalam proses pemulihan menuju kondisi yang sehat kembali. Oleh karenanya, Bank telah mendedikasikan unit kerja khusus untuk menangani kredit bermasalah yaitu Unit Asset Recovery Management (ARM). Khusus untuk portofolio unsecured consumer loan, pengendalian risiko dilakukan oleh tim Consumer Collection. Dengan didukung oleh kebijakan internal yang kuat, Bank akan menempuh prosedur penyelesaian kredit bermasalah, prosedur restrukturisasi kredit, prosedur litigasi kredit bermasalah, dan prosedur penghapus-bukuan kredit macet serta tata cara pelaporannya berdasarkan prinsip yang sehat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bank mendefinisikan tagihan jatuh tempo (matured) sebagai seluruh tagihan yang terlambat bayar lebih dari 90 (sembilan puluh) hari, baik atas pembayaran pokok dan/atau bunga. Semua tagihan dapat dinilai mengalami penurunan apabila berdasarkan hasil evaluasi Bank terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat terjadinya satu atau lebih” peristiwa yang merugikan” setelah ditetapkannya kredit menjadi bermasalah, yang mana peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. Credit concentration risk is the risk that arises from financing concentration with certain debtors, geographic regions, products, types of financing or certain business fields. These risks should be properly managed to prevent any losses. The Bank consistently strives to anticipate non-performing loans at an early stage, and proactively manages the non performing loans and/or recovery towards a sound condition. As such, the Bank has established the Asset Recovery Management (ARM) Division, a dedicated special work unit to manage non-performing loans. Specifically for the unsecured consumer loan portfolio, the risk control function is performed by Consumer Collection team. Supported by strong internal policies, the Bank carries out procedure for non-performing loans settlement, restructuring, litigation, and write-offs including the necessary reporting procedures based on sound banking principles and in accordance with prevailing regulations. The Bank defines matured account receivables as all receivables with 90 days overdue, both for principal and/or interest repayments. All receivables are subject to impairment based on the Bank’s evaluation, which is based on objective evidence on the impairment due to one or more “loss events”, after initial credit problem recognition where the loss event has had an impact on the reliable estimated future cash flow of the financial asset or group of financial assets. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  230. 228 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 9 halaman 253. Disclosure of Net Receivables Based on Maturity Term – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 9 on page 253. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 10 halaman 254. Disclosure of Net Receivables Based on Economic Sector – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 10 on page 254. Pendekatan yang Digunakan Untuk Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Approach Used for Calculating Allowance for Impairment Losses (CKPN) Bank telah memiliki pedoman dalam menentukan apakah pembentukan CKPN dilakukan secara individual atau kolektif. Pembentukan CKPN secara individual dilakukan untuk aset keuangan yang signifikan secara individual dan mengalami penurunan nilai. Sementara pembentukan CKPN secara kolektif dilakukan untuk aset keuangan yang secara individual tidak signifikan tetapi mengalami penurunan nilai dan untuk aset keuangan yang dinilai secara individual tetapi tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai. Metode perhitungan CKPN untuk penurunan nilai secara individu dilakukan dengan membandingkan nilai tercatat aset keuangan dengan nilai terkini yang diperoleh dari Discounted Cash Flows, yaitu estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan dengan tingkat suku bunga efektif awal aset keuangan. The Bank has guidelines to determine whether an allowance for impairment losses should be applied individually or collectively. Individual allowance for impairment losses is applied on individually significant financial assets with impairment. While, collective allowance for impairment losses is applied for individually insignificant financial assets with impairment; and on financial assets individually assessed with no objective evidence of impairment. The method for calculating individual allowance for impairment losses compares the recorded amount of financial assets and the current obtained amount from the Discounted Cash Flows, being the estimated future cash flows discounted by the financial assets’ original effective interest rate. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 11 halaman 256. Disclosure of Receivables and Allowance based on Region Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 11 on page 256. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan - Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 12 halaman 256 Disclosure of Receivables and Allowance By Economic Sector – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 12 on page 256. Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 13 halaman 257. Disclosure of Movements in Allowance for Impairment Losses (CKPN) - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 13 on page 257. Pemenuhan Ketentuan Regulator dan Basel Regulatory and Basel Requirements Compliance Saat ini, Bank masih mengadopsi Standardized Approach dalam pengukuran risiko kredit dengan tetap mengacu pada ketentuan regulator. Sebagai persiapan untuk memenuhi kriteria implementasi Internal Rating Based (IRB) sesuai standar Basel, Bank telah menetapkan dan mengembangkan model penilaian kredit dan model scorecard untuk kredit korporasi, dan sebuah aplikasi scorecard dan behavior scorecard, untuk kredit retail dan konsumer. Currently, the Bank still adopts a Standardized Approach in credit risk measurement by referring to the regulatory provisions. In preparation of meeting the criteria for Internal Rating Based (IRB) in accordance with Basel standards, the Bank has established and developed a credit rating model and a scorecard model for corporate credit, and an application scorecard and behavior scorecard for retail and consumer credit. Jika setelah dilakukan estimasi ternyata terjadi penurunan nilai dan terdapat selisih antara nilai yang tercatat kredit dengan nilai saat ini, maka Bank wajib membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) untuk menutup kerugian penurunan nilai. Seiring dengan komitmen penuh Bank untuk selalu melaksanakan praktik-praktik terbaik dalam melakukan pengelolaan risikonya, Bank telah menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi berbagai regulasi yang ditetapkan oleh regulator termasuk di antaranya penerapan Basel framework sebagai international best practice. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP In the event of an impairment and difference between the recorded and the current loan values, the Bank is required to reserve an allowance for impairment losses as cover. Align with the Bank’s commitment to consistently implement the risk management best practices, it has established an infrastructure to meet the various stipulations by the regulators, including the Basel framework as an international best practice.
  231. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 229 Penilaian kredit untuk korporasi dan credit scorecard untuk retail telah diimplementasikan sebagai salah satu sistem dalam proses pengambilan keputusan kredit . Melalui sistem penilaian kredit dan tersebut, Bank mampu menilai kelayakan kredit secara objektif sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas analisa kredit secara portofolio maupun individual. Both the corporate credit rating and retail credit scorecard have been implemented as one system in the credit decision making process. Through the credit rating and scorecard, the Bank is able to objectively assess the credit feasibility, with a view to improve credit analysis quality for portfolios and individually. Khusus untuk kredit retail, selain menggunakan scorecard dalam melakukan penilaian kelayakan kredit saat aplikasi kredit dilakukan, Bank juga telah mengembangkan metode behaviour scorecard untuk melengkapi application scorecard yang ada. Melalui metode behaviour scorecard tersebut, Bank dapat mengidentifikasi potensi risiko kredit dari kebiasaankebiasaan debitur. For retail credit in particular, apart from using a scorecard to assess the credit application feasibility, the Bank has also developed a behavior scorecard method to complement the existing application scorecard. With the behavior scorecard method, the Bank is able to identify any credit risk potential from the debtor’s habits. Sebelum diiplementasikan, seluruh model yang digunakan untuk penilaian kredit dan scorecard telah divalidasi oleh pihak independen sesuai dengan model kerangka kerja manajemen risiko dan akan senantiasa dievaluasi serta dianalisa secara periodik sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian model dengan pola bisnis yang berlaku. All models used for credit rating and scorecard have been validated by an independent party in accordance with the model risk management framework prior to implementation, and will be constantly evaluated as well as periodically analyzed according to the regulations to ensure the model’s feasibility and compatibility with prevailing business patterns. Pengukuran Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) risiko kredit sudah dilakukan secara penuh menggunakan metode pendekatan standar (Standardized Approach) sesuai dengan ketentuan regulator. Standar dengan pembobotan risiko ditetapkan berdasarkan peringkat debitur atau pihak lawan, sesuai kategori portofolio atau menggunakan persentase tertentu untuk jenis tagihan tertentu. The Risk Weighted Assets (RWA) measurement for credit risk uses the Standardized Approach in accordance with regulatory rules. The risk weighted standard is set based on the debtor or counter-party rating, according to portfolio category, or by using a certain percentage for a specific type of receivable. Portofolio kelompok tagihan dibagi dalam kategori tagihan kepada pemerintah, tagihan kepada entitas sektor publik, tagihan kepada bank, tagihan kepada korporasi dan tagihan yang telah lewat jatuh tempo. Bobot risiko menggunakan ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulator. Apabila terdapat tagihan yang yang membutuhkan pemeringkatan, maka Bank menggunakan lembaga pemeringkat yang diakui oleh regulator sesuai ketentuan lembaga pemeringkat dalam negeri yang diakui, yaitu Pefindo, sedangkan untuk pemeringkat internasional dapat menggunakan S&P, Moody’s dan Fitch. The Bank’s receivable group portfolio is divided into claims on government, claims on public sector entities, claims on banks, claims on corporate, and claims on past due exposures. The risk weight refers the rules set by the regulators. In the event of required rating for receivables, the Bank uses a rating agency recognized by the regulators in accordance with the domestic rating agency stipulations, such as Pefindo, as well as international credit rating agencies such as S&P, Moody’s and Fitch. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Peringkat – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak pada 31 Desember 2019 dapat dilihat pada Tabel 14 halaman 258. Disclosure of Net Receivables Based on Portfolio Categories and Individual Rating – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary as of December 31, 2019 can be seen on Table 14 on page 258. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan – Transaksi Derivatif – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 15 halaman 260. Disclosure for Counterparty Credit Risk – Derivative Transactions – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 15 on page 260. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: untuk Transaksi Repo – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 16 halaman 260. Disclosure of Counterparty Credit Risk for Repo Transactions – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 16 on page 260. Pengungkapan Risiko Kredit Pihak Lawan: Transaksi Reverse Repo – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 17 halaman 261. Disclosure of Counterparty Credit Risk for Reverse Repo Transactions – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 17 on page 261. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  232. 230 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PENGELOLAAN RISIKO PASAR MARKET RISK MANAGEMENT Risiko pasar adalah risiko kerugian pada posisi neraca dan rekening administratif termasuk transaksi derivatif, akibat perubahan keseluruhan dari kondisi pasar, seperti perubahan suku bunga, nilai tukar, termasuk risiko perubahan harga option. Market risk is the risk of losses on the balance sheet and off balance sheet positions, including derivative transactions, resulting from overall movements in market conditions such as changes in interest rates, foreign exchange, including changes in options prices. Strategi manajemen risiko pasar dibentuk sesuai dengan risk appetite dan strategi bisnis Bank, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi makro dan perkembangan pasar. Market risk management strategy is established in line with the Bank’s risk appetite and business strategy, by considering the macro economic and market conditions. Kerangka Kerja Manajemen Risiko Pasar Market Risk Management Framework Pengelolaan risiko pasar Bank dijalankan dengan berpedoman pada berbagai kebijakan dan prosedur yang ditinjau secara berkala, yang mengatur berbagai proses manajemen risiko pasar, termasuk pembuatan model manajemen risiko dan sistem pelaporan. Proses kontrol dan pelaporan dilengkapi oleh Bank dengan proses eskalasi yang transparan dilakukan secara disiplin, untuk mendukung terselenggaranya proses manajemen risiko pasar secara efektif. Market risk management is carried out by referring to policies and procedures that are periodically reviewed, which regulate numerous risk management processes, including risk management models and reporting systems. The controlling and reporting processes are complemented by the Bank using a transparent and disciplined escalation process, to support an effective market risk management process. Untuk mengontrol besaran risiko yang dapat diambil, Bank telah menetapkan berbagai limit risiko pasar yang ditinjau secara teratur, minimal setahun sekali, dan disesuaikan dengan perkembangan bisnis dan kondisi pasar. Untuk memastikan bahwa setiap eksposur risiko pasar berada di di tingkat toleransi risiko dan risk appetite yang telah disetujui, limit risiko pasar dipantau secara harian. To control the amount of risk that can be taken, the Bank has set various market risk thresholds that regularly reviewed, at least once a year and are adjusted to market developments and conditions. To ensure that each market risk exposure is within the approved risk tolerance level and risk appetite, market risk threshold is monitored daily. Eksposur risiko pasar dilaporkan dan dianalisa oleh tim independen dan dibahas dalam forum Komite Manajemen Risiko Pasar yang diselenggarakan setiap bulan. Market risk exposure is reported and analyzed by independent teams and discussed in the Market Risk Management Committee every month. Pengawasan dan Organisasi Manajemen Risiko Pasar Market Risk Management Organization and Supervision Pengelolaan risiko pasar dilakukan dengan mengacu pada kerangka kerja manajemen risiko pasar yang komprehensif yang meliputi pemisahan organisasi, wewenang dan tanggung jawab antara unit pengambil risiko dan unit yang melakukan kontrol dan pengawasan, serta tim analitik risiko yang menyiapkan berbagai aturan dan batasan yang wajib dipatuhi oleh unit pengambil risiko. Dalam rangka memastikan bahwa pengelolaan manajemen risiko pasar Bank telah memadai, maka diperlukan pengawasan aktif dari Direksi dan Dewan Komisaris. Di tingkat Direksi, pengawasan risiko dilaksanakan oleh Komite Manajemen Risiko Pasar/Market Risk Management Committee (MRMC), ALCO dan Komite Manajemen Risiko/Board Risk Committee (BRC), sedangkan di tingkat Dewan Komisaris, fungsi pengawasan risiko dilakukan oleh Komite Pemantau Risiko/ Risk Monitoring Committee (RMC). MRMC dan ALCO diadakan secara bulanan, sedangkan, BRC dan RMC diadakan sebanyak enam kali dalam setahun. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Market risk management is carried out by referring to a comprehensive risk management framework covering segregation of duties, authorities and responsibilities between risk taking units and units which carry out control and supervision, as well as risk analytic teams that prepare various mandatory rules and limitations to be followed by the risk-taking units. To ensure the adequacy of the Bank’s market risk management, active monitoring by the Board of Directors and Board of Commissioners is needed. At the Board of Directors level, the risk monitoring function is performed through the Market Risk Management Committee (MRMC), ALCO, and the Board Risk Committee (BRC), while at the Board of Commissioners level, the monitoring function is performed by the Risk Monitoring Committee (RMC). The MRMC and ALCO meetings are held on a monthly basis, while the BRC and RMC meetings are held six times a year.
  233. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Data 231 MRMC merupakan komite yang beranggotakan manajemen senior yang mendukung BRC dan President Direktur dalam proses manajemen risiko pasar secara menyeluruh . MRMC bertanggung jawab dalam hal pengawasan atas implementasi manajemen risiko pasar Bank dan memastikan bahwa kebijakan serta pelaksanaannya sudah dilakukan dengan tepat, efektif, dan memadai serta sejalan dengan strategi bisnis Bank. Selanjutnya, setiap potensi masalah dalam pengelolaan risiko pasar akan didiskusikan di MRMC dan dilaporkan ke BRC bersama-sama dengan fungsi risiko lainnya. MRMC is the committee consisting of senior management as members that support BRC, and the President Director in managing the overall market risk processes. The MRMC is responsible to supervise the Market Risk Management, by ensuring the appropriate, effective, and sufficient policies and practices are in place to support the Bank’s business strategies. Moreover, any potential problems in the market risk management will be reported to the BRC with other risk functions. Pelaksanaan manajemen risiko pasar dilakukan dengan menerapkan prinsip pemisahan tanggung jawab, dimana terdapat pemisahan yang jelas antara fungsi lini depan (Treasury), lini tengah (Market & Liquidity Risk Management) dan lini belakang (Treasury Operation). Selain itu Bank juga melakukan pemisahan yang tegas antara transaksi portofolio, yang dikelompokkan ke dalam Trading Book, dengan portfolio Banking Book. Market risk management is carried out through the segregation of duties principle, whereby there is segregation between the front-end function (Treasury), middle end (Market Liquidity Risk Management) and back end (Treasury Operation). In addition, the Bank clearly separates the trading portfolio, which is grouped into the Trading Book, with a portfolio Banking Book. Market and Liquidity Risk Management Division (MLRMD) merupakan unit kontrol independen yang bertanggung jawab melakukan pengawasan terhadap aktivitas risiko pasar di unit bisnis sesuai kebijakan manajemen risiko pasar, baik trading book maupun banking book. MLRMD dibentuk untuk memastikan adanya pemisahan fungsi yang jelas antara unit pengambil risiko (Treasury) dan unit pengontrol risiko, sehingga tidak terjadi benturan kepentingan. The Market and Liquidity Risk Management Division (MLRMD) is an independent control unit responsible to supervise market risk activities in business units in accordance with market risk management policies, both trading book and banking book. The MLRMD was established to ensure a clear separation of functions between the risk-taking unit (Treasury) and the risk control unit, hence to prevent conflict of interest. Pendekatan Manajemen Risiko Pasar Market Risk Management Approach Pedoman kerja manajemen risiko pasar meliputi proses-proses risiko utama di bawah ini, antara lain: The market risk management working guidelines include the following main risk processes. Bank menyadari bahwa manajemen risiko pasar merupakan tanggung jawab bersama. Setiap unit bisnis bertanggung jawab untuk secara proaktif mengelola risiko pasar sesuai dengan strategi bisnis dan mandat yang disetujui, sementara MLRMD bertindak sebagai unit independen yang bertugas mengidentifikasi risiko, menetapkan dan melakukan validasi model manajemen risiko agar mampu mengukur potensi risiko pasar secara memadai, serta melakukan pemantauan, pengendalian dan pelaporan risiko secara independen. • Identifikasi Risiko Pasar Bank harus dapat mengidentifikasi seluruh risiko pasar yang melekat pada seluruh portfolio keuangan yang terekspos risiko pasar. Identifikasi risiko pasar dilakukan melalui analisa pergerakan harga pasar dan perubahan portofolio keuangan dibandingkan dengan strategi business unit, serta analisa risiko pasar yang melekat pada produk baru yang akan diluncurkan. The Bank is aware that market risk management is a joint responsibility. Each business unit is responsible to proactively managing the market risk with regards to the approved strategy and trading mandate, while MLRMD acts independently and is in charge of identifying risks, establishing and validating risk management models to be able to adequately measure potential market risks, as well as monitoring, controlling and reporting risks independently. • Market Risk Identification The Bank shall be able to identify all market risks inherent in all financial portfolios exposed to market risk. The market risk identification is conducted through market price movement analysis and changes in financial portfolios compared to the business unit strategies, as well as analysis of market risks inherent in new products launch. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  234. 232 • • Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Pengukuran Risiko Pasar Teknik pengukuran risiko pasar dilakukan menggunakan metodologi control risiko berikut ini. 1. Value-At-Risk Value-At-Risk (VaR) adalah metodologi untuk mengukur potensi risiko kerugian maksimum yang mungkin terjadi atas suatu portofolio keuangan, dalam rentang waktu tertentu dan berdasarkan tingkat kepercayaan (confidence level) tertentu. VaR diukur dan dipantau untuk faktor-faktor risiko suku bunga dan risiko nilai tukar, yang dihitung secara individu maupun pada tingkat agregat. Perhitungan VaR dilakukan dengan pendekatan simulasi historis pergerakan harga pasar, dengan menggunakan oneday holding period, pada tingkat kepercayaan 99%. • Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Market Risk Measurement Market risk measurement techniques are conducted using the following risk control methodologies. 1. Value-At-Risk Value-At-Risk (VaR) is a methodology for measuring the potential risk of maximum losses that may occur in a financial portfolio within a specific time frame and based on certain confidence levels. VaR is measured and monitored for interest rate risk factors by using a historical simulation approach to market movements, under 99% confidence level and for one-day holding periode. 2. Sensitivitas Portfolio Keuangan Perhitungan sensitivitas portofolio keuangan dilakukan dengan mengukur dampak pergerakan instrument risiko yang mendasarinya (underlying risk instrument) portofolio keuangan, yaitu: • PV01 untuk mengukur potensi perubahan harga suatu portofolio keuangan dari pergerakan suku bunga. • CS01 untuk mengukur dampak dari pergerakan credit spread terhadap suatu portofolio keuangan yang terpapar risiko kredit. 2. Financial Portfolio Sensitivity Financial portfolio sensitivity is calculated by measuring the impact of movements in the underlying risk instruments on the financial portfolio. The calculation of sensitivity is: • PV01 to measure the potential change in price of a financial portfolio from the movement of interest rates • CS01 to measure the impact from the credit spread on a financial portfolio exposed to credit risk. 3. Stress Testing Stress testing untuk risiko pasar dilakukan untuk mengestimasi potensi kerugian ekonomis yang mungkin terjadi akibat perubahan kondisi pasar sesuai dengan asumsi skenario tertentu berdasarkan suatu hipotesis perubahan faktor risiko (anticipatory stress test) atau observasi historis yang terjadi di luar kondisi wajar (historical stress test), yang mempunyai probabilitas rendah tetapi mungkin terjadi (plausible). Umumnya hasil stress test digunakan sebagai faktor pelengkap dari perhitungan VaR. Stress testing untuk risiko pasar dilakukan secara berkala dan hasil stress test dipresentasikan kepada MRMC, BRC dan RMC. 3. Stress Testing Market risk stress testing is carried out to estimate potential economic losses that may occur due to changes in market conditions using certain scenario assumptions based on a risk factor change hypothesis (anticipatory stress test) or historical observations that occur outside normal conditions (historical stress test), which has a low probability but is plausible. Generally, the stress tests results are used as a complementary factor in VaR calculations. Market Risk Stress Testing are conducted regularly and stress test result presented Pemantauan dan Pengelolaan Risiko Pasar 1. Limit Besaran eksposur risiko yang boleh diambil dari satu aktivitas perdagangan portfolio keuangan dibatasi oleh suatu limit-limit tertentu, yang berlaku untuk kegiatan trading book maupun banking book. • Market Risk Monitoring and Management 1. Limits The amount of risk exposure that can be taken from a financial portfolio trading activity is restricted by certain thresholds that apply to the trading book and banking book activities. Penentuan besaran limit risiko dan toleransi risiko dihitung berdasarkan Risk Appetite Statement, yang diartikulasikan ke dalam bentuk risk limit dan toleransi risiko yang disetujui oleh Direksi dan Dewan Komisaris. Determining the risk limit amount and risk tolerance is based on the Risk Appetite Statement, which is articulated in the form of risk limits and risk tolerances agreed upon by the Board of Directors and the Board of Commissioners. Limit risiko pasar diantaranya adalah limit PV01, VaR, FX NOP, Stop Loss, dan FX Option Greeks. Market risk limits include PV01, VaR, FX NOP, Stop Loss, and FC Option Greeks limits. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  235. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 233 Selain limit , kegiatan perdagangan portofolio keuangan juga dibatasi dengan jenis produk dan instrumen keuangan yang dapat dilakukan oleh unit bisnis. Limit risiko tersebut dipantau secara harian oleh unit independen di bawah Risk Management Group. In addition to limits, financial portfolio trading activities are also limited to the types of products and financial instruments that can be handled by business units. These risk thresholds are monitored daily by independent units under the Risk Management Group. 2. Validasi Model Validasi model merupakan bagian integral dari proses pengendalian risiko Bank. 2. Model Validation Model validation is an integral part of the Bank’s risk control process. Validasi model merupakan serangkaian proses yang dilakukan secara berkala ditujukan untuk memverifikasi bahwa sebuah model yang digunakan telah sesuai dengan tujuan yang dimaksud, setelah melalui verifikasi internal dan penilaian oleh pihak independen. Model validation is a series of processes carried out periodically aimed at verifying that a model used is in accordance with its intended purpose, after going through internal verification and evaluation by an independent party. 3. Back-testing Back testing merupakan proses untuk memastikan integritas suatu model dan mengevaluasi kualitas dari suatu model statistik. Dalam aplikasinya, back testing digunakan terhadap metodologi yang digunakan untuk mengukur risiko pasar, salah satunya VaR. Bank melakukan back-testing untuk mengkonfirmasi konsistensi nilai P&L actual perdagangan harian dan juga P&L hipotetos terhadap asumsi-asumsi model statistik yang digunakan. 3. Back-testing Back testing is a process to ensure a model’s integrity and to evaluate a statistical model’s quality. In its application, back testing is used as a methodology to measure market risk, one being VaR. The Bank conducts back testing to confirm the consistency of its actual daily trading P&L and also hypothetical P&L against assumptions for the statistical model used. 4. Sistem Manajemen Risiko Pasar Sistem manajemen risiko pasar Bank dibangun sesuai dengan lingkup, ukuran, dan kompleksitas aktivitas risiko pasar yang ada, yang mencakup semua risiko pasar material, baik on maupun off-balance sheet. Bank menggunakan Murex sistem untuk mengelola, dan mengontrol eksposur risiko pasar yang timbul dari portofolio trading dan banking book. Selain itu untuk mengukur risiko interest rate risk in the banking book (IRRBB), Bank menggunakan sistem Fermat ALM. 4. Market Risk Management System The Bank’s market risk management system has been built in accordance with the scope, size and complexity of the existing market risk activities, which covers all material market risks, both on and off-balance sheet. The Bank uses Murex system to manage, measure and control market risk exposures arising from the trading and banking book portfolios. In addition to measuring the interest rate risk in the banking book (IRRBB), the Bank uses the Fermat ALM system. Bank mempercayai bahwa pelaporan risiko yang baik merupakan hal yang penting untuk memastikan kepatuhan terhadap limit-limit risiko serta mengidentifkasi setiap peningkatan profil risiko Bank, sehingga jika diperlukan tindakan perbaikan dapat segera diambil secara tepat waktu. Unit Bisnis, Manajer Risiko, dan manajemen harus menerima laporan risiko dari pihak yang independen, tepercaya dan tepat waktu. Frekuensi pelaporan dapat berbedabeda mengingat kebutuhan dan kepentingan dari setiap jenis laporan, laporan tersebut akan digunakan dalam mengambil keputusan, baik di tingkat strategis, taktis atau bahkan tingkat transaksional. The Bank believes that good risk reporting is important for ensuring compliance with risk limits and identifying any improvements needed in the Bank’s risk profiles, hence necessary corrective actions can be taken in a timely manner. The Business Units, Risk Managers, and management must receive risk reports from independent, trusted and timely parties. The report frequency can be different given the needs and interests of each report type, and the reports will be used when making decisions, both at the strategic, tactical or even the transactional level. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  236. 234 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis VaR dapat dilihat pada Tabel 18 halaman 261. VaR can be seen on Table 18 page 261. PV01 dapat dilihat pada Tabel 19 halaman 261. Pv01 can be seen on Table 19 page 261. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Pasar dapat dilihat pada Tabel 20 halaman 261. Market Risk Weighted Assets – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 20 page 261. PENGELOLAAN RISIKO ASET DAN LIABILITAS ASSET AND LIABILITY RISK MANAGEMENT Manajemen risiko aset dan liabilitas merupakan manajemen strategis yang dilakukan Bank untuk mengatur komposisi dan struktur aset dan liabilitas Bank, dengan tujuan untuk memaksimalkan pendapatan serta mengoptimalkan manajemen risiko likuiditas dan risiko suku bunga, sesuai dengan batas toleransi risiko dan limit yang ditetapkan. Fokus utama dalam manajemen risiko aset dan liabilitas (ALM) adalah risiko likuiditas dan risiko suku bunga dalam banking book (IRRBB). The asset and liability risk management is a strategic management carried out by the Bank to regulate the Bank’s assets and liabilities composition and structure, with the aim of maximizing revenue and optimizing liquidity risk and interest rate risk management, in accordance with risk tolerance limits and set limits. The main focus in asset and liability (ALM) risk management is liquidity risk and interest risk in the banking book (IRRBB). Kerangka Dan Kontrol Manajemen Risiko Aset Dan Liabilitas Asset and Liability Risk Management Framework and Control Limit dan trigger ditetapkan bagi setiap jenis risiko ALM untuk memastikan bahwa eksposur risiko yang diambil telah sesuai dengan batasan-batasan risiko yang ditentukan. Seluruh kebijakan dan limit tersebut secara konsisten dievaluasi serta ditinjau ulang guna memastikan relevansinya terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pasar maupun strategi bisnis Bank. The limits and triggers are set for each type of ALM risk to ensure that the risk exposure taken is in accordance with the specified risk limits. All policies and limits are consistently evaluated and reviewed to ensure their relevance to changes in economic and market conditions and the Bank’s business strategies. Pemantauan dan pelaporan eksposure risiko ALM maupun kepatuhan terhadap limit-limit risiko ALM dilaporkan secara harian, yang dilakukan oleh unit kerja independen di dalam Risk Management Group, untuk memastikan kepatuhan terhadap batas risiko yang disetujui. Sistem pemantauan dilengkapi dengan proses eskalasi untuk memastikan governance terhadap implementasi limit-limit maupun trigger. The ALM risk exposure monitoring and reporting and ALM risk limits compliance are reported on a daily basis, by an independent unit within the Risk Management Group, to ensure compliance with agreed risk limits. The monitoring system has an escalation process to ensure limits and triggers implementation governance. Proses eskalasi akan segera diaktifkan apabila terjadi pelampauan limit ataupun trigger yang telah disetujui sebelumnya. Adapun proses eskalasi tersebut dilengkapi dengan mekanisme penyelesaiannya, termasuk jangka waktu untuk memperbaiki pelampauan yang terjadi. The escalation process will be immediately activated if a preagreed limit or trigger is exceeded. The escalation process is equipped with a settlement mechanism, including the time period to correct the exceedances that occur. Selain batasan limit risiko dan trigger, Bank juga melakukan simulasi stress test secara bulanan untuk mengantisipasi dan mengukur kemampuan Bank menghadapi kondisi terburuk yang mungkin dihadapi, akibat perubahan pasar maupun perilaku nasabah. In addition to risk limits and trigger, the Bank also conducts stress test simulations on a monthly basis to anticipate and measure the Bank’s ability to address the possible worst conditions, due to the market changes and customer behavior. Pelaksanaan manajemen risiko likuiditas dan IRRBB dibatasi oleh limit-limit risiko yang mengacu kepada Risk Appetite Statement (RAS) Bank. Penetapan limit dan kebijakan pengelolaan risiko ALM ditetapkan sejalan dengan strategi bisnis, perkembangan kondisi pasar dan ekonomi, dan risk appetite Bank. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Implementing liquidity risk management and IRRBB is limited to risk limits with reference to the Bank’s Risk Appetite Statement (RAS). Limit setting and ALM risk management policies are established in line with business strategies, market developments and economic conditions, and the Bank’s risk appetite.
  237. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Pengawasan dan Organisasi pada Manajemen Risiko Aset dan Liabilitas Corporate Data 235 Assets and Liabilities Risk Management Oversight and Organization Asset Liability Management Committee (ALCO) adalah komite yang terdiri dari seluruh Direksi dan diketuai oleh Presiden Direktur, dimana komite ini bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan neraca Bank secara menyeluruh dan memberikan arahan strategis dalam pengelolaan risiko likuiditas dan IRRBB. The Asset Liability Management Committee (ALCO) is a committee consisting of all Directors and chaired by the President Director, where this committee is responsible for overseeing the overall management of the Bank’s balance sheet and providing strategic direction in managing liquidity risk and IRRBB. Risiko likuiditas dan IRRBB secara konsisten dilaporkan dan dibahas didalam pertemuan ALCO yang dilakukan secara regular minimal setiap sebulan sekali. Selain itu, perkembangan posisi likuiditas dan IRRBB juga disampaikan dalam rapat Komite Manajemen Risiko dan kepada Dewan Komisaris melalui rapat Komite Pemantau Risiko. The liquidity risk and IRRBB are consistently reported and discussed in the ALCO meetings, which are regularly held at least once a month. In addition, the liquidity-risk updates and IRRBB positions are also reported at the Board Risk Committee (BRC) meeting, and to the Board of Commissioners through the Risk Monitoring Committee (RMC) meetings. Analisis dan pemantauan terhadap risiko ALM dilakukan oleh Divisi Market and Liquidity Risk Management (MLRM), yang merupakan unit kerja manajemen risiko yang bertanggung jawab dalam mengidentifikasi, memonitor, mengukur, dan melaporkan risiko likuiditas dan IRRBB. The ALM risk analysis and control is conducted by the Market and Liquidity Risk Management (MLRM) Division, a risk management unit responsible for monitoring, measuring, and reporting on liquidity and IRRBB risk. Adapun manajemen risiko likuiditas dan IRRBB secara harian dilakukan oleh unit kerja Treasury ALM, sebagai unit pengambil risiko, yang secara aktif mengelola eksposur risiko likuiditas dan IRRBB agar tidak melampaui batasan limit risiko dan trigger yang telah ditetapkan. The daily liquidity and IRRBB risk management is conducted by the Treasury ALM unit, as a risk-taking unit, which actively manages liquidity risk exposure and IRRBB hence it does not exceed the set limits and predetermined triggers. Pendekatan dan Pengukuran Manajemen Risiko Aset dan Liabilitas Assets and Liabilities Risk Management Measurement and Approach • Manajemen Risiko Likuiditas Risiko likuiditas adalah risiko ketidakmampuan Bank dalam memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo tanpa menimbulkan biaya atau kerugian yang tidak dapat diterima melalui pengumpulan dana dan likuidasi aset. Risiko ini mencakup ketidakmampuan Bank dalam mengelola penurunan atau perubahan yang tidak direncanakan dari sumber pendanaan dan kegagalan untuk mengenali atau menyampaikan perubahan dari kondisi pasar yang mempengaruhi kemampuan Bank untuk melikuidasi aset dengan kerugian nilai yang minimal. • Liquidity Risk Management Liquidity risk is the risk of the Bank being unable to meet its financial obligations as they fall due without incurring unacceptable costs or losses through fund raising and assets liquidation. This risk includes the inability of the Bank to manage unplanned decreases or changes in funding sources and the failure to recognise or address changes in market conditions that affect the Bank’s ability to liquidate assets quickly with minimal loss in value. Manajemen risiko likuiditas bertujuan untuk memastikan bahwa tersedia sumber-sumber pendanaan yang cukup guna memenuhi kewajiban keuangan yang jatuh tempo, sehingga dapat mempertahankan kemampuan Bank dalam melakukan kegiatan bisnis secara wajar. The liquidity risk management aims to ensure that sufficient funding sources are available to meet financial obligations, so that it can maintain the Bank’s ability to conduct business activities properly. Bank mengelola dan memantau likuiditas operasional dengan memproyeksikan arus kas secara harian berdasarkan pendekatan kontraktual dan behavioral. Simulasi eksposur likuiditas untuk skenario stress juga dilakukan guna mengukur ketahanan likuiditas Bank dalam menghadapi skenario stress test yang disetujui. The Bank manages and monitors operational liquidity by projecting cash flows on a daily basis based on the contractual and behavioral approaches. Liquidity exposure simulations under stress scenariosare also performed to measure the Bank’s liquidity position resistance levels, using approved stress test scenarios. Selain laporan gap likuiditas secara harian, Bank juga memantau indikator-indikator rasio likuiditas yang bersifat struktural seperti Loan to Deposit Ratio (LDR), Non-Bank Funding Ratio, Medium Term Funding Ratio, Net Interbank In addition to the daily liquidity gap reports, the Bank also monitors structural liquidity ratio indicators such as the Loan to Deposit Ratio (LDR), Non-Bank Funding Ratio, Medium Term Funding Ratio, Net Interbank Borrowing Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  238. 236 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Borrowing Ratio, serta Deposit Concentration Ratio untuk menjaga komposisi optimal antara pendanaan dan aset. Strategi-strategi pendanaan dilakukan untuk mencapai diversifikasi dan stabilitas sumber pendanaan yang efektif di seluruh jangka waktu, produk, dan posisi geografis. Ratio, and Deposit Concentration Ratio to maintain the optimal composition between funding and assets. Funding strategies are carried out to achieve diversification and stability of funding sources that are effective for time periods, products, and geographical positions. Di samping itu, Bank juga menjaga kecukupan Secondary Reserve Ratio (SRR) yang terdiri dari surat utang/investasi pemerintah dan surat utang korporasi yang berkualitas, untuk memastikan adanya kecukupan cadangan aset likuid yang dapat digunakan untuk kondisi darurat di situasi krisis likuiditas. In addition, the Bank also maintains a sufficient Secondary Reserve Ratio (SRR), consisting of government securities/ investments and high-quality corporate bonds, to ensure the adequacy of liquid asset reserves for emergency use in case of liquidity crisis. Sesuai ketentuan regulator terkait implementasi BASEL III liquidity standard, Bank juga melakukan pemantauan Liquidity Coverage Ratio (LCR) secara harian dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) secara bulanan. In accordance with the regulatory provisions related to implement BASEL III liquidity standards, the Bank also monitors its daily Liquidity Coverage Ratio (LCR) and Net Stable Funding Ratio (NSFR) on a monthly basis. Selain itu, Bank telah membangun indikator peringatan dini baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif dan dimonitor secara bulanan, sebagai bentuk peringatan dini mengenai potensi peningkatan risiko likuiditas yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Indikator peringatan dini tersebut berguna sebagai alat analisis untuk mengaktifkan Rencana Pendanaan Darurat apabila diperlukan. In addition, the Bank has built early warning indicators, both quantitative and qualitative, which are monitored on a monthly basis, to provide early warning to the management with regards to potential liquidity risk that might occur at any time. These early warning indicators are useful for activating the Contingency Funding Plan (CFP), if needed. Untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi likuiditas Bank OCBC NISP, beberapa tabel berikut menyajikan informasi mengenai profil maturitas Bank dan rasio-rasio likuiditas posisi 31 Desember 2019. To obtain an overview of Bank’s liquidity conditions, the following tables provide information on the Bank’s maturity profile and liquidity ratios as of December 31, 2019. Profil Maturitas Mata Uang Rupiah – Bank Secara Individu dan Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 21 halaman 262. Maturity Profile in Rupiah Currency – Bank Individually and Bank Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 21 on page 262. Profil Maturitas Mata Uang Asing – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 22 halaman 263. Maturity Profile in Foreign Currency – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 22 on page 263. Profil Maturitas Seluruh Mata Uang – Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 23 halaman 264. Maturity Profile in All Currencies – Bank Individually and Bank Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 23 on page 264. Rasio Likuiditas – Bank Secara Individu dan Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 24 halaman 267. Liquidity Ratio – Bank Individually and Bank Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 24 on page 267. • • Manajemen Risiko Suku Bunga Dalam Banking Book Risiko suku bunga dalam banking book (IRRBB) adalah risiko terhadap pendapatan dan modal karena adanya ketidaksesuaian waktu repricing suku bunga antara aset dan liabilitas di dalam aktivitas banking book yang kemungkinan dapat mengakibatkan potensi kerugian karena adanya pergerakan suku bunga. Pengelolaan IRRBB bertujuan untuk memastikan bahwa eksposur IRRBB dapat diidentifikasi, diukur, diawasi dan dikelola sesuai dengan toleransi risikonya. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Interest Rate Risk Management in Banking Book IRRBB is the risk to earnings and capital arising from mismatches in the timing of repricing assets and liabilities in the Bank’s banking book activities, which can possibly exposed to adverse movements in interest rates. IRRBB management is aimed to ensure that IRRBB exposures can be identified, measured, monitored and managed in accordance within defined risk tolerances.
  239. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Data 237 Oleh karena itu , Bank mengukur eksposur IRR Banking Book dati tiga perspektif: • Repricing gap dan PV01 dalam satu waktu tertentu. • Perspektif pendapatan, untuk mengukur dampak perubahan suku bunga terhadap pendapatan bunga bersih (NII) – dalam berbagai skenario risiko suku bunga. • Perspektif nilai ekonomis ekuitas (EVE). Pendekatan nilai ekonomi memberikan pandangan yang lebih komprehensif mengenai potensi efek jangka panjang dari perubahan suku bunga pada kecukupan modal. Therefore, Bank measures IRRBB exposure from the following three perspectives: • Point in time repricing gaps and PV01 • Earnings perspective, the impact of interest rate change on Net Interest Income (NII) – over different interest rate scenarios • Economic value of equity (EVE) perspective. The economic value approach provides a more comprehensive view of the potential long-term effects of changes in interest rates on capital adequacy. Dalam menghitung NII, Bank mengukur perubahan tingkat suku bunga terhadap pendapatan bunga bersih untuk 12 bulan ke depan, dengan asumsi asumsi besaran dan komposisi neraca konstan. In calculating NII, the Bank measures changes in interest rates to net interest income for the next 12 months, assuming constant balance sheet compositions. Dalam menghitung EVE, Bank menggunakan pendekatan arus kas perilaku simpanan tanpa jatuh tempo, perilaku penarikan dipercepat untuk deposito berjangka dan perilaku pinjaman dengan pelunasan dipercepat. Perhitungan ini termasuk marjin komersial dan spread dalam arus kas, serta menggunakan risk-free rate sebagai tingkat suku bunga diskonto. Bank menggunakan scenario shock sesuai standar OJK, yaitu parallel up, parallel down, flattener, steepener, short rate up dan short rate down. In calculating EVE, the Bank applies a behavioural cash flow for non-maturity deposit, early redemption of time deposit, and taken into account prepayment cash flow of loan products. The calculation includes commercial margins and spreads in the cash flow, and uses risk-free rate as the discount rate. The Bank uses standard OJK shock scenarios on the calculation of EVE sensitivity, i.e. parallel up, parallel down, flattener, steepener, short rate up and short rate down. Gambaran mengenai kondisi risiko suku bunga dalam banking book Bank, dapat dilihat pada Tabel Repricing Gap Seluruh Mata Uang, Tabel 25 halaman 268. Overview of Bank’s banking book interest rate, can be seen in the Repricing Gap Table for All Currencies, Table 25 on page 268. Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih – Bank Secara Individu dan Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 26 halaman 270. Sensitivity of Net Interest Income – Bank Individually and Bank Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 26 on page 270. Sensitivitas Nilai Ekonomis Ekuitas – Bank Secara Individu dan Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak dapat dilihat pada Tabel 27 halaman 270. Sensitivity of Economic Value of Equity – Bank Individually and Bank Consolidated with Subsidiary can be seen on Table 26 on page 270. • Sistem dan Infrastruktur Untuk mendukung pelaksanaan proses manajemen risiko likuiditas dan IRRBB, Bank telah mengembangkan sistem dan infrastruktur manajemen informasi yang dapat menghasilkan laporan profil risiko ALM secara harian, termasuk mengimplementasikan bentuk-bentuk permodelan profil risiko aset dan liabilitas secara efektif. Sejak tahun 2017 Bank telah menerapkan sistem baru yaitu “Moody ‘s Fermat ALM System” yang memungkinkan proses manajemen risiko aset dan liabilitas dilakukan secara lebih efektif dan komprehensif. Dengan sistem Fermat tersebut pelaporan Basel III Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebagai bagian dari laporan likuiditas harian dan pelaporan Net Stable Funding Ratio (NSFR) secara bulanan ke regulator dapat pula dilakukan secara efektif. • System and Infrastructure To support the implementation of the liquidity risk management process and IRRBB, the Bank has developed an information management system and infrastructure that produces ALM risk profile reports on a daily basis, including implementing forms for effective asset and liability risk profile modelling. Since 2017 the Bank implemented a new system namely “Moody’s Fermat ALM System” that allows the risk management process of assets and liabilities to be carried out more effectively and comprehensively. Through the Fermat system reporting the Basel III Liquidity Coverage Ratio (LCR), as part of the daily liquidity report, and reporting the Net Stable Funding Ratio (NSFR) on a monthly basis for the regulator is done effectively. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  240. 238 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis PENGELOLAAN RISIKO OPERASIONAL OPERATIONAL RISK MANAGEMENT Risiko Operasional adalah risiko yang dapat timbul karena adanya kerugian yang disebabkan oleh ketidak-cukupan atau kegagalan proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem dan manajemen, atau kejadian eksternal. Pengelolaan risiko operasional bertujuan untuk meminimalkan kerugian yang sifatnya tidak terduga (unexpected loss) atau catastrophic, mengelola kerugian yang sifatnya terduga (expected loss), serta mendukung pembuatan peluang bisnis baru dengan risiko yang terkontrol. Operational Risk is a risk that can arise due to losses caused by the insufficiency or failure of internal processes, human errors, system and management failures, or external events. Operational risk management aims to minimize unexpected losses or catastrophic losses, manage expected losses, and supports the creation of new business opportunities with controlled risk. Pengawasan dan Organisasi Manajemen Risiko Operasional Operational Risk Management Oversight and Organization Divisi Operational Risk Management (Divisi ORM) melakukan pemantauan risiko operasional yang terkait dengan produk, proses kerja, sistem, infrastruktur maupun faktor eksternal. Masing-masing Divisi/unit kerja memiliki karyawan yang ditunjuk sebagai Operational Risk Partner (ORP) untuk bekerja sama dengan Divisi ORM dalam mengimplementasikan pengelolaan risiko operasional secara efektif di unit kerjanya masing-masing. The Operational Risk Management Division (ORM Division) conducts monitoring on operational risks related to products, work processes, systems, and infrastructure as well as external factors. Each division/work unit has an employee appointed as an Operational Risk Partner (ORP) to team-up with the ORM Division to implement effective operational risk management in each work unit. Pendekatan Manajemen Risiko Operasional Operational Risk Management Approach Bank telah memiliki sistem untuk mendukung pengelolaan risiko operasional yang andal. Dalam rangka mengoptimalkan fungsi kontrol pada aktivitas trading, Bank telah membentuk unit Control Assurance Function. Setiap tahun, pihak Manajemen secara rutin menyampaikan laporan kepada Presiden Direktur dan Dewan Komisaris mengenai kecukupan dan efektivitas pengelolaan risiko dan Sistem Pengendalian Intern Bank. The Bank already has a system that supports reliable operational risk management. To optimize the trading activities control function, the Bank has established a Control Assurance Function unit. Every year, the management routinely submits reports to the President Director and the Board of Commissioners on the adequacy and effectiveness of risk management and Internal Control System. Bank telah memiliki dan mengimplementasikan kerangka kerja, kebijakan dan prosedur pengelolaan risiko operasional dalam melakukan proses identifikasi, penilaian (assessment), mitigasi (treatment), monitoring risiko serta pelaporan kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas eksposur risiko yang berdampak terhadap Bank. Kerangka kerja pengelolaan risiko operasional Bank didukung pula dengan Sistem Pengendalian Intern yang efektif melalui penetapan tugas, tanggung jawab serta wewenang yang jelas kepada karyawan dalam melaksanakan tugas dan fungsi kontrol. Masing-masing unit kerja melakukan penilaian sendiri (Self-Assessment) atas risiko yang melekat pada proses kerjanya masing-masing, termasuk pemenuhan ketentuan regulasi. Selanjutnya, hasil penilaian sendiri akan digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas kontrol yang telah dilakukan oleh masing-masing unit kerja. Key Risk Indicator (KRI) telah digunakan untuk mendeteksi dan menentukan tindakan segera yang harus diambil oleh manajemen sebelum potensi risiko menimbulkan kerugian terhadap Bank. Bank juga memiliki program asuransi untuk mengurangi dampak kerugian finansial akibat risiko operasional. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank has implemented the operational risk management framework, policies and procedures to handle the risk identification, assessment, treatment, monitoring process as well as reporting to the Board of Directors and Board of Commissioners on risk exposures that affect the Bank. The operational risk management framework is also supported by an effective Internal Control System through determination of duties, responsibilities as well as clear authorities for the employees in carrying out their duties and control function. Each work unit conducts Self-Assessments on inherent risk in each work process, including compliance with regulations. Furthermore, the Self-Assessment results will measure the control effectiveness levels from each work unit. Key Risk Indicators (KRI) have been used to detect and decide the prompt actions that must be taken by the management prior to the Bank suffering losses due to potential risks. Bank also has an insurance program to reduce the impact of financial loss due to operational risk.
  241. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 239 Untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran atas risiko operasional dan fraud terhadap karyawan , Bank mengadakan pelatihan kepada karyawan baik di dalam kelas, e-learning maupun dalam bentuk email blast. To enhance risk understanding and awareness by employees, the Bank conducts training sessions for employees through classroom training, e-learning and email blasts. Alih Daya Outsourcing Manajemen Keberlangsungan Bisnis Business Continuity Management Pengelolaan Risiko Fraud Fraud Risk Management Strategi Manajemen Risiko Teknologi dan Keamanan Informasi Information Technology and Security Risk Management Strategy Bank juga telah mengembangkan sistem keamanan siber sebagai salah satu sarana untuk melindungi Bank dari serangan siber yang semakin meningkat. Sebagai langkah antisipasi atas perkembangan teknologi, Bank juga selalu mengupdate teknologi keamanan dengan trend terbaru yang sesuai dengan kebutuhan Bank. Saat ini Bank telah mengimplementasikan Sistem Pertahanan Keamanan Siber yang terintegrasi untuk memproteksi Bank, baik dari serangan eksternal maupun internal. Sistem-sistem tersebut diimplementasikan secara menyeluruh, baik pada jaringan, server, aplikasi, pangkalan data The Bank has also developed a cyber security system as a tool to protect the Bank from increasing cyber-attacks. To keep abreast of technological developments, the Bank updates its security technology to keep up with the latest trends in accordance with the Bank’s needs. Currently the Bank has implemented an integrated Cyber Security Defense System to protect the Bank from internal or external attacks. The systems have been implemented thoroughly, both for the network, servers, application, database, and end users, which is monitored by a cyber security operations monitoring center team (24 hours). Bank menyadari adanya risiko inheren yang dapat terjadi sewaktuwaktu terkait dengan program alih daya. Oleh karenanya, Bank sudah memiliki kebijakan untuk mengelola potensi risiko yang muncul sesuai dengan regulasi yang berlaku. Manajemen Keberlangsungan Bisnis bertujuan untuk mengurangi gangguan pada proses bisnis dan pada operasi Bank terutama pada saat situasi krisis. Setiap tahun, Bank melakukan reviu dan pengujian terhadap rencana Manajemen Keberlangsungan Bisnis agar senantiasa sesuai dengan kondisi terkini. Bank mengimplementasikan strategi anti-fraud yang terdiri dari 4 (empat) pilar utama, yaitu pilar pencegahan, pilar deteksi, pilar investigasi, pelaporan & sanksi, serta pilar pemantauan, evaluasi & tindak lanjut. Manajemen mendorong seluruh karyawan untuk segera melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya kejadian yang terindikasi fraud, pelanggaran prosedur maupun penyalahgunaan wewenang melalui saluran Whistleblowing. Bank memberikan sanksi yang tegas kepada setiap karyawan yang terlibat pada setiap kejadian fraud. Secara reguler, penanganan kejadian fraud serta perkembangan perbaikan proses kontrol atau mitigasi dilaporkan kepada Fraud Council, Komite Manajemen Risiko dan Komite Pemantau Risiko. Bank melindungi dan memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan aset informasi dengan mengimplementasikan sistem dan kontrol yang memadai untuk mencegah serta menghindari penyalahgunaan aset informasi Bank. Kebijakan Manajemen Risiko Teknologi Informasi telah diimplementasikan untuk memastikan bahwa risiko penggunaan teknologi informasi sudah diidentifikasi, dikelola, dimonitor, dimitigasi dan dilaporkan secara konsisten dan berkesinambungan. Laporan terkait risiko teknologi dan keamanan informasi dilaporkan secara berkala kepada Operational Risk Management Council dan Komite Manajemen Risiko. The Bank is aware of the inherent risks that may occur at anytime due to its outsourcing program. Therefore, the Bank has policies for managing any potential risks that may arise in this program in accordance with the prevailing regulations. The Bank’s Business Continuity Management aims at reducing disruption to business processes and the Bank’s operations mainly in crisis situations. Every year, the Bank conducts a review and testing on the Business Sustainability Management plan to keep abreast of the current conditions. The Bank anti-fraud strategy consists of four main pillars, which are prevention, detection, investigation, reporting & sanctions, as well as monitoring, evaluation & follow-ups. The management calls on all employees to immediately report any knowledge or suspicion of fraud indications, abuse of procedures and authority through its Whistleblowing channel. The Bank may impose strict sanctions on any employee engaged in fraud. Regularly, fraud handling and control process or mitigation improvements are reported to the Fraud Council, Board Risk Committee and Risk Monitoring Committee. The Bank protects and ensures the confidentiality, integrity and availability of asset information with adequate systems and control to prevent and avoid misuse of the Bank’s assets information. The information technology risk management policy ensures that the risk of using technology has been identified, managed, monitored, mitigated and reported consistently and continuously. The report related to information technology and security risk is presented periodically to the Operational Risk Management Council and Board Risk Committee. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  242. 240 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis dan pengguna akhir serta dimonitor oleh tim cyber security operations monitoring center (24/7). Bank menerima sertifikasi ISO 20000 mengenai service management system dan ISO 27001:2013 mengenai information security management system untuk terus meningkatkan keamanan informasi perbankan dan nasabah. Selain itu, untuk terus meningkatkan kesadaran seluruh karyawan, Bank juga secara berkala melaksanakan program peningkatan kesadaran dengan menggunakan email, e-Learning maupun melakukan testing social engineering. The Bank has received ISO 2000 certification for its service management system, and ISO 27001:2013 for its information security management system to keep improving banking and customer information security. Moreover, to continuously increase awareness for all employees, the Bank periodically performs awareness programs using email, e-Learning and social engineering testing. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Operasional Operational Risk-Weighted Asset (RWA) Perhitungan ATMR Risiko Operasional dilakukan dengan menggunakan Pendekatan Indikator Dasar. Operational Risk-Weighted Asset (RWA) is calculated by using a Basic Indicator Approach. Alokasi modal dan ATMR Risiko Operasional dapat dilihat pada Tabel 28 halaman 270. Allocation of Capital and Operational Risk RWA can be seen on Table 28 on page 270. Pengelolaan Risiko Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Anti Money Laundering and Combating the Financing of Terrorism Risk Management Selama periode 2019, Bank telah menjalankan program APUPPT sebagai berikut: 1. Program Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) Pelatihan dan peningkatan kualitas SDM dilakukan secara berkala dan berjenjang guna meningkatkan awareness karyawan dan update informasi perkembangan modus serta tipologi pencucian uang dan pendanaan terorisme. Beberapa materi pelatihan yang disampaikan yaitu: a. Pengenalan Program APU-PPT b. Proses CDD (Customer Due Diligence) dan EDD (Enhanced Due Diligent). c. Penetapan Area Berisiko Tinggi d. Beneficial Owner e. Analisa Transaksi Keuangan Nasabah f. Implementasi AML-CFT Sanctions g. Implementasi Peraturan Perpajakan Internasional (FATCA dan CRS). The Bank has implemented the following AML-CFT program during 2019: 1. Human Capital Training Program The human capital training and improvements were periodically conducted in stages to enhance employee awareness and update information on the latest mode and typology of money laundering and terrorism financing. Below are the training materials: a. AML-CFT Program Introduction b. CDD (Customer Due Diligence) and EDD (Enhanced Due Diligent) Process c. High Risk Area Determination d. Beneficial Owner e. Customer Financial Transaction Analysis f. AML-CFT Sanctions Implementation g. International Taxation Regulation (FATCA and CRS) Implementation Karyawan baru wajib mengikuti e-learning APU-PPT. Karyawan lama, wajib mengikuti program penyegaran APU-PPT setiap tahun, juga melalui e-learning. Khusus untuk para frontliners dan unit kerja bisnis di Kantor Cabang, terdapat tambahan pelatihan dengan kegiatan sosialisasi dan workshop di kelas mengenai mitigasi risiko APU-PPT. Pelatihan APU-PPT juga dilakukan melalui program khusus yang diselenggarakan oleh Divisi Human Capital Learning & Development, antara lain Banking Academy, Management Associate, dan Workshop Frontliners. The new employees are required to complete APU-PPT e-learning. For existing employees, it is essential for them to complete AML-CFT refreshment programs every year through e-learning as well. Specifically, for frontliners and business work units at Branch Offices, additional training is included with socialization activities and classroom workshops on AML-CFT risk mitigation. The AML-CFT training is also delivered through special programs held by the Human Capital Learning & Development Division, including the Banking Academy, Management Associate, and Workshop Frontliners. 2. Kerja Sama Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang Bank bekerja sama dengan regulator perbankan (OJK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan/PPATK) dan aparat penegak hukum (Kepolisian RI, KPK, BNN, dan Kejaksaan RI) dalam hal penyediaan informasi dan data yang terkait dengan indikasi tindak pidana pencucian uang atau pendanaan terorisme yang sedang diperiksa oleh 2. Cooperation on Prevention of Money Laundering The Bank cooperates with banking regulators (OJK and Financial Transaction Reports and Analysis Center/PPATK) and law enforcement officials (Indonesian National Police, Corruption Eradication Commission (KPK), and Indonesian Judiciary) in providing information and data with regards to indications of money laundering or Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  243. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 241 aparat penegak hukum . Bank juga berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh regulator maupun aparat penegak hukum seperti kegiatan seminar, workshop, focus group discussion yang membahas implementasi dan perkembangan terkini seputar rezim anti pencucian uang atau pencegahan pendanaan terorisme. terrorism financing that is being examined by the law enforcement officials. The Bank is also actively involved in activities held by regulators and law enforcement, such as seminars, workshops, and focus group discussions regarding the implementation and latest development on the anti-money laundering regime or terrorism financing prevention. 3. Pelaporan Bank secara berkala memberikan laporan kepada PPATK, di antaranya Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT), Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM), Laporan Transaksi Keuangan Transfer Dana Dari dan Keluar Negeri (LTKL), dan penyampaian informasi pengguna jasa melalui Sistem Informasi Pengguna Jasa Terpadu (SIPESAT). Hingga Desember 2019, Bank telah memberikan laporan tersebut secara konsisten dan berkesinambungan. 3. Reporting The Bank regularly submits reports to PPATK, which include Cash Transaction Report (CTR), Suspicious Transaction Report (STR), International Fund Transfer Instructions Report (IFTI), and Integrated Customer Information System (SIPESAT). Up to December 2019, the Bank has consistently and continuously submitted the reports. RISIKO HUKUM LEGAL RISK Risiko hukum adalah risiko yang timbul akibat tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek hukum. Risiko ini juga dapat timbul antara lain karena ketiadaan atau perubahan peraturan perundang-undangan atau kelemahan perikatan, seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak, pengikatan agunan yang tidak sempurna sehingga menyebabkan suatu transaksi yang telah dilakukan oleh Bank menjadi tidak sesuai dengan ketentuan, dan proses litigasi yang timbul dari gugatan pihak ketiga terhadap Bank maupun Bank terhadap pihak ketiga. Legal risk is the risk arising from lawsuits and/or weakness in managing legal requirements. This risk may also arise from the absence of or changes in laws and regulations, weakness of agreement, such as by failing to fulfil the legal requirements of the contract, imperfection of security/collateral agreement causing a transaction conducted by the Bank to be in breach of regulations, and litigation proceeding arising from a lawsuit by a third party against the Bank and/or by the Bank against a third party. Mekanisme Pengendalian Risiko Hukum Legal Risk Control Mechanism Langkah pengendalian faktor litigasi dilakukan dengan penanganan sengketa yang melibatkan Bank dalam tahap pra-litigasi dan tahap litigasi. Faktor kelemahan perikatan dikendalikan antara lain dengan cara pemberian opini hukum dan saran hukum atas kebijakan dan prosedur internal disamping atas penyusunan dan penetapan standar dokumentasi hukum terkait dengan seluruh layanan dan transaksi Bank. Faktor ketiadaan atau perubahan peraturan perundang-undangan dikendalikan, antara lain dengan melakukan review secara berkala terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan(termasuk ketentuan baru dan/atau perubahannya) dan terhadap praktik terbaik di industri perbankan dalam standar dokumentasi hukum yang relevan bagi Bank. The control of the litigation factor is performed by handling the disputes involving the Bank in the pre-litigation stage and during the litigation stage. The weakness of agreement factor is controlled by providing legal opinions and legal advice on the Bank’s internal policies and procedures, as well as in the drafting and establishment of legal documentation standards in relation to the Bank’s services and transactions. The absence or changes in legislation factor is controlled by, amongst others, regularly reviewing the laws and regulations and industry best practice in legal standards which impact the Bank (including new provisions and/or their changes). Proses pengelolaan risiko hukum dilakukan dengan cara mengidentifikasi dan mengendalikan risiko hukum yang melekat (inheren) dalam produk/aktivitas Bank (termasuk dalam rencana produk/aktivitas baru Bank. Dalam rangka pengendalian risiko hukum, Unit Kerja Corporate Legal melaksanakan strategi manajemen risiko hukum yang menekankan pada 3 (tiga) faktor, yaitu litigasi, kelemahan perikatan, dan faktor ketiadaan atau perubahan peraturan perundang-undangan. The legal risk management process is carried out by identifying and controlling the inherent legal risks in the Bank’s products/ activities (including proposals on new products/activities). In the context of controlling legal risk, the Corporate Legal Department carries out a legal risk management strategy that emphasizes 3 (three) factors: litigation, weakness of agreement and the absence or changes in laws and regulations. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  244. 242 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Unit Kerja Corporate Legal juga melakukan sosialisasi, pelatihan dan workshop guna memastikan seluruh Unit Kerja memahami dan dapat mengendalikan risiko hukum. Dalam melakukan pemantauan risiko hukum, Unit Kerja Corporate Legal juga melakukan hal-hal berikut: a. Mengukur tingkat risiko hukum inheren atas terjadinya risiko hukum yang dihadapi Bank secara periodik (triwulanan) dengan menggunakan indikator/parameter risiko hukum yang ditentukan oleh OJK. b. Memantau dan melaporkan profil risiko hukum inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko hukum secara periodik (triwulanan) sesuai ketentuan OJK kepada Direksi melalui Satuan Kerja Manajemen Risiko. The Corporate Legal Department also organizes socialization sessions, training and workshops to ensure all Work Units understand and are able to manage and control the legal risks of the Bank. In monitoring legal risks, the Corporate Legal Department also carries out the following: a. Measuring the inherent legal risk level of legal risk events faced by the Bank periodically (quarterly) using legal risk indicators/parameters determined by the OJK. b. Monitoring and reporting inherent legal risk profiles and the quality of legal risk management implementation periodically (quarterly), according to OJK regulations, to the Board of Directors through the Risk Management Work Unit. Unit Kerja Corporate Legal berkoordinasi dengan Divisi Asset Recovery Management, Tim Penanganan Fraud, Human Capital Services Division, dan Credit Legal & Appraisal untuk melaksanakan pengelolaan risiko hukum berdasarkan kebijakan dan prosedur internal Bank. The Corporate Legal Department coordinated with the Asset Recovery Management Division, Fraud Handling Team, Human Capital Services Division, and Credit Legal & Appraisal to carry out legal risk management based on the Bank’s internal policies and procedures. RISIKO STRATEjik STRATEGIC RISK Risiko strategis merupakan risiko yang dapat timbul akibat adanya keputusan dan/atau penerapan strategi Bank yang tidak tepat atau kurang tepat, serta kegagalan Bank dalam merespon atau mengantisipasi perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis dan ekonomi. Strategic risk is the risk that may arise due to decisions and/ or application of an incorrect or inappropriate Bank strategy, and risks that may arise if the Bank fails to respond to, or anticipate, changes that occur in the business and economic environment. Upaya Mitigasi Mitigation Efforts 1. Menyusun rencana strategis yang dituangkan dalam rencana jangka pendek-tahunan dan rencana jangka panjang-lima tahun Bank serta rencana jangka menengah-tiga tahun dalam Rencana Bisnis Bank. 2. Melakukan ulasan secara berkala atas pencapaian target bisnis Bank untuk mengukur kelayakan target dalam upaya penyempurnaan strategi bisnis (jika diperlukan). 3. Mengomunikasikan tingkat pencapaian target keuangan, realisasi strategi, dan tindak lanjut dalam kerangka Corporate Plan dan Rencana Bisnis Bank melalui berbagai forum dan rapat koordinasi untuk memastikan target dan tujuan Bank dipahami secara baik dan selaras dengan aktivitas seluruh komponen di tingkat regional dan kantor pusat, serta antar semua segmen dan unit pendukung. 1. Preparing strategic plans as outlined in the annual and five-year Corporate Plans and three-year Business Plan. 2. Conducting periodic reviews of the Bank’s achievements against the business targets to measure the suitability of targets for refinement of the business strategies (if needed). 3. Communicating the performance against the financial targets, realization of strategies, and follow-up in the framework of the Corporate and Business Plans through various forums and coordination meetings. The goal is to ensure that the Bank’s targets and objectives are well understood and aligned with the business activities at the regional and head office levels, as well as between segments and supporting units. Bank melalui Direksi dan Dewan Komisaris telah menetapkan dan secara berkala menyesuaikan strategi-strategi jangka pendek, menengah maupun jangka panjang melalui proses pertimbangan dan pengambilan keputusan secara kolektif dan komprehensif. Selain itu Bank juga terus menjalankan upayaupaya Manajemen Risiko Stratejik, termasuk hal-hal berikut : Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The Bank, through the Board of Directors and Board of Commissioners, determines and periodically adjusts short-, medium- and long-term strategies through a collective and comprehensive consideration and decision-making process. In addition, the Bank also continues to carry out strategic risk management efforts, including the following:
  245. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 243 RISIKO KEPATUHAN COMPLIANCE RISK Risiko Kepatuhan adalah risiko yang timbul ketika bank tidak mematuhi dan /atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Compliance Risk is the risk that arises when the Bank fails to comply with and/or implement the prevailing laws and regulations. Di dalam mengelola risiko kepatuhan, Bank telah menetapkan kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur untuk membangun budaya kepatuhan sebagai salah satu kunci keberhasilan dalam penerapan manajemen risiko kepatuhan Bank baik secara individual maupun secara terintegrasi dalam kerangka Konglomerasi Keuangan. In managing the compliance risk, the Bank has established system, policies, and procedures to build a compliance culture which is a key factor to the Bank’s success in compliance risk management implementation, both individually and integrally, in the framework of Financial Conglomeration. Organisasi Manajemen Risiko Kepatuhan Compliance Risk Management Organization Bank memiliki Direktur Kepatuhan, dibantu oleh Divisi Kepatuhan, bertanggung jawab untuk merumuskan strategi budaya kepatuhan, menetapkan sistem, kebijakan dan prosedur, untuk memastikan seluruh sistem, kebijakan dan prosedur yang dimiiki oleh Bank telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Divisi Kepatuhan juga memastikan kepatuhan Bank atas komitmen yang dibuat kepada OJK, Bank Indonesia, dan Otoritas Pengawas lain yang berwenang. The Bank has a Compliance Director who, assisted by the Compliance Division, is responsible for formulating the compliance culture strategy and establishing the compliance systems, policies and procedures, to ensure that every system, policy and procedure of the Bank complies with the prevailing laws and regulations. The Compliance Division is also responsible for the adherence to the commitment that the Bank has made to the OJK, Bank Indonesia, and other Supervisory Authorities. Strategi Manajemen Risiko Kepatuhan Compliance Risk Management Strategy Mekanisme Pemantauan dan Pengendalian Risiko Kepatuhan Compliance Risk Monitoring and Control Mechanism Identifikasi dan pengukuran risiko kepatuhan dilakukan melalui kajian kepatuhan terhadap sistem, kebijakan, prosedur yang dimiliki oleh Bank untuk mendeteksi adanya potensi ketidakpatuhan terhadap ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemantauan dan Compliance risk identification and measurement is conducted through review of compliance to the Bank’s systems, policies, and procedures to detect potential non-compliance to the prevailing rules or regulations. Compliance risk monitoring and control is performed based on (i) assessment of the Dalam mendukung penerapan manajemen risiko (1) Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pemantau Risiko melakukan pengawasan aktif terhadap pelaksanaan sistem, kebijakan dan prosedur kepatuhan. (2) Direksi dibantu oleh Komite Manajemen Risiko bertanggung jawab untuk menanamkan budaya kepatuhan pada semua tingkat organisasi dan kegiatan usaha Bank. Strategi manajemen risiko kepatuhan Bank didasarkan kepada tindakan atau langkah-langkah yang bersifat preventif (exante) untuk memastikan bahwa sistem, kebijakan, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank telah sesuai dengan ketentuan OJK, BI dan otoritas pengawas lainnya. Hal ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa komitmen Bank untuk mematuhi standar praktik perbankan yang sehat sehingga dapat meningkatkan kinerja operasional, bisnis serta kepercayaan dari para pemangku kepentingan (stakeholders). Mekanisme Pemantauan dan pengendalian risiko kepatuhan dilakukan melalui proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalikan risiko. In supporting the compliance risk management, (1) The Board of Commissioners, assisted by the Risk Monitoring Committee, conducts active supervision over the implementation of the compliance system, policies and procedure; (2). The Board of Directors, assisted by the Board Risk Committee, is responsible for cultivating the compliance culture across the organization and all its business activities. The Bank’s compliance risk management strategy is based on preventive (ex-ante) actions or steps to ensure that system, policies, and procedures, as well as business activities performed by the Bank are in accordance with the OJK, BI, and other Supervisory Authorities prevailing rules and regulations. It also ensures that the Bank adheres to its commitment to comply with its practice standards that improve operational and business performance and also the stakeholders’ trust. Compliance risk monitoring and controlling is carried out through the process of risk identification, measurement, monitoring, and control. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  246. 244 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis pengendalian risiko kepatuhan dilakukan berdasarkan (i) penilaian terhadap kelayakan sistem, kebijakan, dan prosedur, serta (ii) kepatuhan Bank atas pemenuhan komitmen kepada OJK, Bank Indonesia, dan Otoritas Pengawas lainnya . appropriateness of the Bank’s systems, policies and procedures and (ii) the Bank’s adherence to its commitment made to the OJK, Bank Indonesia, and other Supervisory Authorities. Hasil pemantauan dan pengendalian Risiko Kepatuhan disampaikan oleh Direktur Kepatuhan kepada Presiden Direktur dan Dewan Komisaris secara periodik. Result of compliance risk monitoring and control are submitted by Compliance Director to the President Director and Board of Commissioners, periodically. RISIKO REPUTASI Risiko reputasi adalah risiko yang timbul akibat persepsi negatif dari nasabah, rekanan, pemegang saham, investor, pemegang obligasi, analis pasar, pihak lainnya atau regulator, yang dapat mempengaruhi kemampuan Bank untuk membangun atau mempertahankan hubungan bisnis yang telah terjalin dengan baik atau membangun hubungan bisnis baru serta keberlanjutan akses terhadap sumber pendanaan. REPUTATION RISK Reputational risk is the risk arising from negative perception on the part of customers, counterparties, shareholders, investor, debt-holders, market analyst, other relevant parties or regulators that can be adversely affect the Bank’s ability to maintain existing or established new business relationship and continued access to sources of funding. • Pengelolaan Risiko Reputasi Agar mampu mengelola risiko reputasi dengan baik dan efisien, Bank menunjuk beberapa unit kerja yang bertanggungjawab dalam mengelola risiko reputasi, yaitu Human Capital Group, Network Service and Quality Management, Corporate Communication dan Corporate Secretary. Pengawasan aktif terhadap pengelolaan manajemen risiko reputasi dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direksi. • Reputational Risk Management To efficiently manage this reputation risk properly, the Bank has appointed several work units as stakeholders for reputation risk management, namely the Human Capital Group, Network Service and Quality Management, Corporate Communication and Corporate Secretary. Active supervision of reputation risk management is carried out by the Board of Commissioners and Board of Directors. • Kebijakan dan Mekanisme Risiko Reputasi Bank menyadari bahwa kegagalan dalam mengidentifikasi dan mengelola masalah yang berkaitan dengan risiko reputasi, berpotensi menimbulkan pengaruh negatif terhadap Bank. Guna mengantisipasi persepsi negatif, pengelolaan penerapan manajemen risiko reputasi dilakukan secara berkesinambungan di lingkungan Bank dengan cara sebagai berikut: 1. Membangun program komunikasi yang konsisten dan berkesinambungan, dengan: a. Memublikasikan informasi mengenai inisiatif, inovasi produk dan layanan, kegiatan-kegiatan internal dan eksternal karyawan, laporan kinerja keuangan melalui berbagai saluran komunikasi yang dimiliki. b. Melaksanakan berbagai kegiatan Corporate Social Responsibilty (CSR) yang berfokus pada bidang edukasi, lingkungan, kesehatan dan kemanusiaan yang melibatkan karyawan sebagai sukarelawan. c. Menjalin dan membina hubungan yang baik dengan rekan-rekan media dengan menyediakan informasi yang tepat dan akurat secara transparan dan konsisten. d. Melakukan survei kepuasan nasabah dan evaluasi terhadap kualitas layanan secara berkala. e. Jika terdapat isu atau peristiwa negatif, secara proaktif mengumpulkan informasi yang relevan dan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk memperoleh solusi terbaik bagi semua pihak. • Reputation Risk Policy and Mechanism The Bank realizes that a failure in identifying and managing problems that related to reputation risk, has the potential to affect the Bank negatively. In order to anticipate negative perceptions, management implements reputation risk management continuously on an ongoing basis within the Bank as follows: 1. Establishing a consistent and continuous communications program by: a. Providing public disclosures on the Bank’s initiatives, product and service innovations, internal and external employee activities, and financial performance reports through various communication channels. b. Carrying out Corporate Social Responsibility (CSR) programs focusing on education, environment, health and humanity that involve the employees as volunteers. c. Building good relationships with media by providing timely and accurate information transparently and consistently. d. Conducting customer satisfaction surveys and evaluating service quality on a regular basis. e. Proactively looking for relevant information and taking necessary steps to reach the best solution for all parties concerned in the event of occurrence of negative issues or events. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  247. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Data 2 . Menangani keluhan nasabah melalui berbagai saluran komunikasi, memperkuat proses manajemen penanganan keluhan nasabah untuk mencegah terulangnya keluhan yang sama. penjelasan lebih lanjut tersedia pada halaman 281 - 284. 2. Handling customer complaints through various communication channels, strengthen the complainthandling management and analyzed further to anticipate and avoid any repeating of similar complaints. More information available on page 281 – 284. 3. Conducting a comprehensive monitoring and review process periodically on any matters that has the potential to affect the Bank’s reputation, such as corporate issues in printed and online/digital media publication, new product development and business collaboration through the New Product Approval Process (NPAP) and monitoring product suitability with customer profiles, and risk and return aspects transparently. 3. Melakukan pemantauan dan review yang komprehensif secara berkala untuk mengidentifikasi hal-hal yang berpotensi memengaruhi reputasi Bank, seperti pemberitaan di media cetak dan online/digital, pengembangan produk dan kerja sama baru melalui New Product Approval Process (NPAP) dan pemantauan atau review atas kelayakan produk dengan profil nasabah serta transparansi aspek risk & return . • Pengelolaan Risiko Reputasi pada Saat Krisis 1. Bank telah memiliki Business Continuity Plan (BCP) untuk mengelola setiap potensi gangguan operasional dan dampak negatif terhadap reputasi Bank jika terjadi suatu krisis. 2. Bank membentuk Crisis Management Team yang bertanggung jawab mengoordinasikan proses pengelolaan krisis termasuk pengelolaan komunikasi kepada nasabah dan pihak eksternal lainnya termasuk media massa. 245 • Reputational Risk Management During Crisis 1. The Bank has an established Business Continuity Plan (BCP) to manage any potential disruptions to the Bank’s operations and adverse impact to the Bank’s reputation during a crisis. 2. The Bank’s has set up a dedicated Crisis Management Team that is responsible for crisis management, including managing the communications to customers and other external parties, including the mass media. EVALUASI MANAJEMEN RISIKO RISK MANAGEMENT EVALUATION Pelaksanaan evaluasi manajemen risiko tidak hanya dilakukan oleh unit kerja pada Risk Management Group dan Divisi Audit Intern sebagai pengawas independen, melainkan juga dilakukan secara aktif oleh Dewan Komisaris dan Direksi melalui komite atau council yang dibentuk khusus terkait ruang lingkup dari masing-masing jenis risiko yang dikelola. Risk management evaluation is not only carried out by the work units in the Risk Management Group and in the internal audit Division as independent supervisors, but is also actively carried out by the BOC and BOD. At the BOC and BOD levels through committees or councils that are established specifically to the scope of each managed risk type. Pengawasan aktif selama tahun 2019 dapat dilihat dalam pemaparan Komite-Komite Dewan Komisaris pada bagian CGC halaman 152 - 169. The active supervision carried out in 2019 by the Board of Commissioners’ Committees can be viewed on CGC chapter page 152 - 169. Proses evaluasi yang lebih mendalam dilakukan oleh unit kerja manajemen risiko maupun unit kerja pendukung terkait lainnya dengan menggunakan pendekatan berbasis risiko, Risk-Based Bank Rating (RBBR), sesuai dengan arahan regulator mengenai tingkat kesehatan bank melalui penilaian profil risiko. Penilaian profil risiko dilaksanakan setiap triwulanan melalui proses evaluasi yang dimulai dari 8 (delapan) jenis risiko inheren hingga evaluasi mengenai kualitas penerapan manajemen risiko Bank dalam mengelola kedelapan jenis risiko tersebut. Proses evaluasi kualitas penerapan manajemen risiko untuk masing-masing risiko mencakup tata kelola risiko, kerangka manajemen risiko, proses manajemen risiko, kecukupan sistem informasi manajemen, kecukupan sumber daya manusia dan kecukupan sistem pengendalian risiko. Hasil akhir dari penilaian serta evaluasi risiko inheren dan kualitas penerapan manajemen risiko disimpulkan dalam More in-depth evaluations carried out by the risk management unit and other related supporting work units using the RiskBased Bank Rating (RBBR) approach in accordance with the guidelines on the Banks’ financial health, using risk profile assessments. Risk profile assessments are performed regularly on a quarterly basis through an evaluation process on the 8 (eight) inherent type of as well as the evaluation on the quality of risk management implementation for each type of risk. The evaluation on the quality of risk management implemented for each risk type covers risk governance, risk management framework, risk management process, information systems adequacy, human resources adequacy, and control system adequacy. The final output of the assessment and evaluation of inherent risks and quality of risk management implementation are summarized as the Bank’s overall risk profile rating, which is subsequently submitted and evaluated by the Board of Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  248. 246 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis bentuk peringkat profil risiko Bank secara keseluruhan untuk kemudian disampaikan dan dievaluasi oleh Dewan Komisaris melalui Komite Pemantau Risiko dan kepada Direksi melalui Komite Manajemen Risiko. Commissioners through the Risk Monitoring Committee and to the Board of Directors through the Board Risk Committee. Sebagai bukti nyata bahwa implementasi tata kelola dan manajemen risiko pada Bank telah dilakukan dengan baik dan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan, pada tahun 2019 Bank berhasil mempertahankan predikat  “Indonesia Most Trusted Company” versi CGPI Award (Corporate Governance Perception Index) untuk kedelapan kalinya. As tangible evidence that the Bank’s governance and risk management has been carried out properly and has delivered added value to the company, in 2019, the Bank successfully retained its title as “Indonesia Most Trusted Company” by CGPI Award (Corporate Governance Perception Index) for the eighth time. Tinjauan Atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko Risk Management System Effectiveness Review PENGELOLAAN RISIKO KE DEPAN RISK MANAGEMENT MOVING FORWARD Seiring dengan perkembangan aktivitas perbankan yang semakin beragam dan kompleks serta diiringi oleh potensi risiko yang meningkat, Bank senantiasa menyempurnakan pengelolaan risiko baik dari segi struktur organisasi dan sumber daya manusia, kebijakan dan prosedur, sistem pendukung, hingga metodologi. Align with the development of more diverse and complex banking activities, coupled with increasing potential risks, the Bank continuously improves its risk management in terms of organization and human resources structure, policies and procedures, supporting systems, and methodologies. Untuk pengelolaan risiko Bank ke depan, Risk Management Group melanjutkan strategi kunci yang berfokus kepada 9 (sembilan) hal, yaitu: 1. Memelihara kualitas portofolio pinjaman. 2. Menguatkan kerangka kerja manajemen risiko kredit. 3. Meninjau ulang dan mengembangkan model-model dan metodologi risiko untuk meningkatkan kompetensi analitik risiko. 4. Menguatkan kerangka kerja manajemen risiko operasional. 5. Meningkatkan infrastruktur data risiko dan pelaporan. 6. Secara aktif melakukan penilaian strategi ALM untuk memperkuat neraca Bank. 7. Meningkatkan efektivitas 3 lini pertahanan untuk mendukung penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan. 8. Memperkuat pengelolaan risiko terintegrasi untuk konglomerasi keuangan. For the Bank’s future risk management, the Risk Management Group has key strategies that focus on nine issues, as follows: Fungsi pengawasan dan evaluasi manajemen risiko Bank dilakukan oleh berbagai komite atau council yang berkaitan dengan risiko dan Divisi Audit Intern. Sebagai pelaksana atas pengendalian internal dan risk assurance Bank, Divisi Audit Intern secara aktif melakukan evaluasi dan rekomendasi terhadap kualitas dan proses tata kelola risiko di Bank secara keseluruhan. Di samping evaluasi secara internal, evaluasi manajemen risiko secara independen juga diperoleh dari audit eksternal maupun pihak-pihak eksternal lainnya. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan selama tahun 2019, Audit Intern berpendapat bahwa secara umum sistem pengendalian risiko yang diterapkan Bank telah memadai. Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP The oversight function and risk management evaluations are performed by various committees or councils related to risk management and the Internal Audit Division. As the Bank’s executor for internal control and risk assurance, Internal Audit Division actively conducts evaluations and recommendations on the quality and processes of risk governance in the Bank. In addition to internal evaluations, independent risk management evaluation is obtained from the external auditor and other external parties. Based on the assessments conducted in 2019, Internal Audit considered that the overall risk management system implemented by the Bank was generally acceptable. 1. Maintaining a quality loan portfolio. 2. Strengthening the framework of credit risk management. 3. Reviewing and developing risk models and methodologies to improve risk analytic capability. 4. Strengthening the framework of operational risk management. 5. Improving risk data infrastructure and reporting. 6. Actively assessing ALM strategies to strengthen the Bank’s balance sheet. 7. Improving the effectiveness of the 3 lines of defense to support the risk management implementation. 8. Strengthening the integrated risk management for the financial conglomerate.
  249. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 247 Corporate Data 9 . Mengembangkan sumber daya manusia dan membangun kapasitas untuk proses pengelolaan risiko yang lebih baik dan mendukung dinamika bisnis. 9. Developing human resources risk analytics abilities to improve risk management processes and to support the business dynamics. Profil risiko Bank secara keseluruhan berdasarkan penilaian sendiri untuk Triwulan IV 2019 berada pada peringkat risiko komposit Rendah. Ke depan, Bank berkomitmen akan terus mempertahankan serta memperbaiki implementasi manajemen risiko di lingkungan Bank demi mengoptimalkan kinerja Bank yang berkesinambungan. The Bank’s overall risk profile based on self-assessment measurement for the fourth quarter of 2019 was at “Low” composite risk rating. In the future, the Bank is committed to continuously maintaining and improving the risk management implementation within the Bank in order to optimize the Bank’s sustainable performance.   Risiko Kredit Credit Risk Low to Moderate Peringkat Kualitas Manajemen Risiko Risk Management Implementation Quality Rating Strong Risiko Pasar Market Risk Low to Moderate Strong Low Low Risiko Likuiditas Liquidity Risk Low to Moderate* Strong Low Low Risiko Operasional Operational Risk Low to Moderate Strong Low Low Risiko Hukum Legal Risk Low Strong Low Low Risiko Stratejik Strategic Risk Low Strong Low Low Risiko Kepatuhan Compliance Risk Low Strong Low to Moderate* Low Risiko Reputasi Reputation Risk Low Strong Low Low Low Low Peringkat Komposit Net Risk Level Peringkat Risiko Inheren Inherent Risk Rating Peringkat Tingkat Risiko Q4-2019 Risk Rating Q4-2019 Low to Moderate* Peringkat Tingkat Risiko Tahun Sebelumnya Q4-2018 Risk Rating in Previous Year Q4-2018 Low to Moderate* *adjustment Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  250. 248 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 1. Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 1. Net Receivables Risk Weighted after Credit Risk Mitigation - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp No Kategori Portofolio Portfolio Category 0% A. Eksposur Neraca | Balance Sheet Exposures 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 20% 25% 35% 39,871,040 - - - - 900,516 - - - 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures 11. Aset Lainnya | Other Assets Total Eksposur Neraca | Total Balance Sheet Exposures 39,871,040 B. Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pd Transaksi Rekening Administratif Commitment and Contigencies Liabilities Exposures on Administrative Account 3,051,431 1,348,742 - 2,413,713 - 2,569,663 - - - - 1,728,987 7,029,676 2,413,713 2,569,663 - 4,715 - - - - 40,000 9,517 - - - 42,055 - - - 757,784 854,071 - - 10,797 - - - - - 592,055 - - - - 249,611 - - 10,797 841,666 - - 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures Total Eksposur TRA | Total Exposures on Administrative Account C. Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) Counterparty Credit Risk Exposure 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 6. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates Total Eksposur Counterparty Credit Risk | Total of Counterparty Credit Risk Exposure Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  251. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 249 Corporate Data 31 Desember 2019 | December 31,2019 Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit Net Receivable After Credit Risk Mitigation 40% 45% 50% 75% 100% Lainnya Others 150% Beban Modal Capital Charge ATMR RWA - - - - - - - - - - - 2,630,999 - - - - - 1,487,102 - 118,968 - - - 4,408,719 - - 33,686,830 - - 2,814,645 1,772,559 33,439,901 225,172 141,805 2,675,192 - - - 3,626,198 - - - 2,667,922 213,434 - - 7,039,718 3,626,198 74,025,243 122,593 4,640,164 112,474,830 773,062 1,106,186 1,879,248 - 70,703,485 1,281,939 5,050,663 119,218,216 5,656,279 102,555 404,053 9,537,458 - - - - - - - 2,358 - 189 - - - 201 1,195,899 - 9,308 - - - 24,753 1,203,753 1,980 96,300 - - 148,966 - 229,905 - - 315,694 25,256 - - 5,889,831 7,234,897 - 1,913,527 2,152,740 - - 8,553,933 10,100,491 684,315 808,040 - - - - - - - - - - - 537,285 - 13,459 - - - 387,054 10,094 30,964 808 - - 3,378 - 402,300 - - 453,911 36,313 - - 540,663 13,459 402,300 - - 851,059 68,085 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  252. 250 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 2. Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 2. Net Receivables and Credit Risk Mitigation Technique - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No Kategori Portofolio Portfolio Category Tagihan Bersih Net Receiveable Bagian Yang Dijamin Dengan Portion Secured By Agunan Collateral A. Eksposur Neraca | Balance Sheet Exposures 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 39,871,040 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector 3,531,515 17,002 Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 7,460,150 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential 6,332,118 Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by 33,686,830 246,928 Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio 3,626,198 68,968 Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 75,754,230 3,701,224 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures 895,655 164 11. Aset Lainnya | Other Assets 5,746,350 Total Eksposur Neraca | Total Balance Sheet Exposures 176,904,086 4,034,286 B. Eksposur Rekening Administratif | Exposures on Administrative Account 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector 4,715 Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 49,509 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by 1,205,416 1,664 Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio 420,926 Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 8,561,142 7,209 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures Total Eksposur Rekening Administratif | 10,241,708 8,873 Total Exposures on Administrative Account C. Eksposur akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) | Counterparty Credit Risk Exposure 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 10,797 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 1,129,340 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio 13,459 Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 6. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 655,289 Total Eksposur Counterparty Credit Risk 1,808,885 Total of Counterparty Credit Risk Exposure Total (A+B+C) 188,954,679 4,043,159 - Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Bagian yang tidak dijamin Unsecured Portion Asuransi Garansi kredit Lainnya Guarantee Credit Others Insurance - - 39,871,040 3,514,513 - - - - - 7,460,149 6,332,118 - - 33,439,901 - - 3,557,230 - - 72,053,007 895,491 5,746,350 172,869,799 - - 4,715 - - - - - 49,509 1,203,753 - - 420,926 - - 8,553,933 - - - 10,232,836 - - 10,797 - - - - - - 1,129,340 13,459 - - 655,289 - - 1,808,885 - - 184,911,520
  253. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 251 Corporate Data Tabel 3 . E  ksposur Aset di Neraca - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 3.Exposure of Assets in Balance Sheet - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No Kategori Portofolio Portfolio Category 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10 Tagihan yang telah jatuh tempo Claims on Past Due Exposures 11. Aset Lainnya | Other Assets Total ATMR Sebelum MRK RWA Before Risk Mitigation Tagihan Bersih Net Receiveable ATMR Setelah MRK RWA After Credit Risk Mitigation 39,871,040 - - 3,531,515 1,495,603 1,487,102 - - - 7,460,149 6,332,118 2,814,645 1,772,559 2,814,645 1,772,559 33,686,829 33,686,829 33,439,901 3,626,198 2,719,649 2,667,922 75,754,231 895,655 74,371,041 1,282,186 70,703,485 1,281,939 5,746,350 176,904,085 118,142,512 5,050,663 119,218,216 Tabel 4. Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontijency pada Transaksi Rekening Administratif - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 4. E  xposure of Commitment/Contingency Responsibility on Off Balance Sheet Transactions - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No Kategori Portofolio Portfolio Category 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10 Aset Lainnya | Other Assets Total ATMR Sebelum MRK RWA Before Risk Mitigation Tagihan Bersih Net Receiveable ATMR Setelah MRK RWA After Credit Risk Mitigation - - - 4,715 2,358 2,358 - - - 49,509 - 24,753 - 24,753 - 1,205,417 1,205,417 1,203,753 420,926 315,694 315,694 8,561,142 10,241,709 8,561,142 10,109,364 8,553,933 10,100,491 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  254. Kinerja 2019 252 2019 Performances Laporan Manajemen Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 5. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit Akibat Kegagalan Pihak Lawan - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 5. Exposure of Counterparty Credit Risk - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category No 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel | Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 6. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates Total ATMR Sebelum MRK RWA Before Risk Mitigation Tagihan Bersih Net Receiveable ATMR Setelah MRK RWA After Credit Risk Mitigation 10,797 - - - - - - - - 1,129,340 13,459 387,054 10,094 387,054 10,094 655,289 1,808,885 453,911 851,059 453,911 851,059 Tabel 6. Pengungkapan Eksposur di Unit Usaha Syariah - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 6. Exposure at Sharia Business Unit - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Jenis Transaksi Transaction Type No 1 Faktor Pengurang Modal Less Factor ATMR RWA Total Eksposur - - Total Exposure - - Tabel 7. Total Pengukuran Risiko Kredit - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 7. Measurement of Credit Risk - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp No 1 2 Jenis Transaksi Transaction Type Total ATMR Risiko Kredit | Risk Weighted Assets Credit Risk Total Faktor Pengurang Modal | Capital Charged Factor Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 31 Desember 2019 | December 31, 2019 130,527,998 -
  255. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 253 Corporate Data Tabel 8 Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 8. N  et Receivables Based on Region - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No Kategori Portofolio Portfolio Category 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures 11. Aset Lainnya | Other Assets TOTAL Tagihan Bersih Berdasarkan Wilayah | Net Receivables based on Region Jawa Bali Sumatera Kalimantan Lainnya Others Sulawesi Total 39,881,837 3,536,230 - - - - 39,881,837 3,536,230 - - - - - - 8,638,999 5,444,440 626,503 118,178 134,354 8,643 8,638,999 6,332,118 31,528,777 2,613,775 335,859 394,378 19,457 34,892,246 3,529,054 361,804 72,079 91,845 5,801 4,060,583 77,296,762 675,250 5,887,553 90,433 810,407 41,776 919,833 87,610 56,106 586 84,970,661 895,655 5,335,100 265,370 175,866,449 9,845,438 46,580 1,424,879 89,696 1,717,716 9,604 5,746,350 100,197 188,954,679 Tabel 9 Tagihan Bersih Berdasarkan Sisa Jangka Waktu Kontrak - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 9. N  et Receivables Based on Maturity Term - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No Kategori Portofolio Portfolio Category 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures 11. Aset Lainnya | Other Assets TOTAL Tagihan Bersih Berdasarkan jangka waktu kontrak | Net Receivable Based on Region ≤ 1 tahun ≤ 1 year > 1 - 3 tahun > 3 - 5 tahun > 1 - 3 years > 3 - 5 years > 5 tahun > 5 years Non Kontraktual Non Contractual Total 23,200,051 9,096,247 3,417,990 4,167,549 - 39,881,837 397,131 1,616,904 201,614 1,320,581 - 3,536,230 - - - - - - 7,622,509 63,322 1,016,490 483,459 622,519 5,162,818 - 8,638,999 6,332,118 14,298,555 5,918,079 5,378,506 9,297,106 - 34,892,246 901,557 765,095 568,990 1,824,941 - 46,049,073 541,514 9,867,707 78,538 10,085,503 77,428 18,968,378 198,175 - 84,970,661 895,655 93,073,712 28,842,519 20,352,550 40,939,548 5,746,350 5,746,350 5,746,350 188,954,679 4,060,583 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  256. 254 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 10. Tagihan Bersih Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 10. N  et Receivables Based on Economic Sector - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp Sektor Ekonomi Economic Sector 31 December 2019 | December 31, 2019 1 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan | Agricultures, hunting and forestry 2 Perikanan | Fisheries 3 Pertambangan dan Penggalian | Mining and Quarrying 4 Industri Pengolahan | Processing Industry 5 Listrik, Gas, dan Air | Electricity, Gas, and Water 6 Konstruksi | Construction 7 Perdagangan Besar dan Eceran | Big and Retail Trade 8 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | Provision of Accommodation and Food Supply Drinking 9 Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi | Transportation, Warehousing and Communications 10 Perantara Keuangan | Transitional Finance 11 Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan | Real Estate, Rental Business, and Services Company 12 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Government Administration, The Defense and Compulsory Social Security 13 Jasa Pendidikan | Education Services 14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | Health and Social Services 15 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya | Community, Sociocultural, Entertainment and Other Individual Services 16 Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga Individual Services which Serve Households 17 Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya | International Agency and Other International Extra Agency 18 Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya | Business Activities which are not Clearly Defined 19 Bukan Lapangan Usaha | Credit Recipients Non Industrial Origin 20 Lainnya | Others TOTAL Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Tagihan Kepada Bank Pembangunan Tagihan Kepada Multilateral Entitas Sektor dan Lembaga Publik Internasional Claims Claims on on Public Multilateral Sector Development Banks Entities and International Entities Tagihan Kepada Pemerintah Claims on Government/ Sovereign - 2,110,321 521,262 - - - - - 39,881,837 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 39,881,837 904,647 3,536,230 -
  257. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Tagihan Kepada Bank Claims on Banks Data Perusahaan Sustainability Report Kredit Beragun Rumah Tinggal Claims Secured by Residential Property Kredit Beragun Properti Komersial Claims Secured by Commercial Real Estate 255 Corporate Data Tagihan Kepada Usaha Mikro , Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio Kredit Pegawai/ Pensiunan Claims on Pension Loans Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo Tempo Claims on Past Due Exposures Tagihan kepada korporasi Claims on Corporates Aset Lainnya Other Assets - - 5,053,074 12,618 68,328 14,842,052 363,906 1,389,439 8,225,382 1,699,123 - 9,760 932 145,657 1,353 82,630 499,189 10,808 5,624,953 97,322 3,984,355 19,954,312 1,307,184 2,885,221 21,075,622 505,040 22,141 109,244 4,466 54,728 883 - - - 1,380,672 - 20,337 5,368,772 43,816 - 8,638,999 - - 1,300,537 - 2,846 26,605 2,035,858 12,439,059 14,278 - - - - - - - - - - - 69,558 258,206 223,468 - 1,970 4,398 13,569 379,820 395,407 487,808 6,656 - - - - - - 82,576 1,200,555 - - - - - - - - - - - - 1,599 - 999 33,537 - - 8,638,999 6,332,118 6,332,118 1 4,283 34,892,246 - 747,624 2,409,330 4,060,583 56,219 7,139,617 84,970,661 36 639,407 895,655 5,746,350 5,746,350 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  258. 256 Kinerja 2019 Laporan Manajemen 2019 Performances Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 11. Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 11. Receivables and Allowance Based on Region - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp No 1. 2. 3. 4. 5. Kategori Portofolio Portfolio Category Tagihan | Receivables Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai | Impaired Receivables a. Belum Jatuh Tempo | Non Past Due b. Telah Jatuh Tempo | Past Due Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Individual | Allowance for Impairment Losses – Individual Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Kolektif | Allowance for Impairment Losses – Collective Tagihan yang Dihapus Buku | Claims Written Off 31 December 2019 | December 31, 2019 Jawa Bali Sumatera Kalimantan Lainnya Others Sulawesi Total 165,650,273 1,660,034 9,826,991 166,739 1,436,533 72,518 1,768,173 137,211 100,411 801 178,782,381 2,037,303 74,238 1,585,796 8,366 158,373 1,590 70,928 3,909 133,302 801 88,103 1,949,200 834,070 22,563 20,176 33,340 - 910,149 3,333,749 298,004 23,370 43,465 831 3,699,419 393,854 11,017 - - - 404,871 Tabel 12. Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Sektor Ekonomi - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 12. Receivables and Allowance Based on Economic Sector - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai Receivables Sektor Ekonomi Economic Sector 31 Desember 2019 | December 31, 2019 1 Pertanian, Perburuan dan Kehutanan | Agricultures, Hunting and Forestry 2 Perikanan | Fisheries 3 Pertambangan dan Penggalian | Mining and Quarrying 4 Industri Pengolahan | Processing Industry 5 Listrik, Gas, dan Air | Electricity, Gas, and Water 6 Konstruksi | Construction 7 Perdagangan Besar dan Eceran | Big and Retail Trade 8 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum | Provision of Accommodation and Food Supply Drinking 9 Transportasi, Pergudangan, dan Komunikasi | Transportation, Warehousing and Communications 10 Perantara Keuangan | Transitional Finance 11 Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan | Real Estate, Rental Business, and Services Company 12 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Government Administration, the Defense and Compulsory Social Security 13 Jasa Pendidikan | Education Services 14 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial | Health and Social Services Cadangan Cadangan Kerugian Kerugian Penurunan Penurunan Nilai (CKPN) Nilai (CKPN) Tagihan - Individual - Kolektif Receivables Belum Jatuh Telah Jatuh Allowance Allowance Tempo for for Tempo Non Past Impairment Impairment Past Due Due - Losses - Losses Individual Collective Tagihan yang Dihapus Buku Claim Written Off 10,223,748 - 171 - 474,004 4,313 111,721 3,639,501 - 35,526 13,365 1,697 11,561 66,686 37,187,485 1,713,722 3,825,326 29,449,115 8,227 7,416 48,479 233,892 110,446 96,382 1,067,518 114,847 105,811 35,707 597,337 1,701,605 18,919 113,697 909,540 58,507 4,232 175,387 1,852,237 - 1,423 - 20,086 - 5,836,007 533 75,030 26,790 83,629 - 49,654,080 - - - 7,543 - 11,859,543 523 28,411 5,774 148,778 - - - - - - - 365,215 581,769 - 7,213 300 - 3,039 3,824 - Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  259. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 257 Corporate Data Dalam jutaan Rp | In million Rp Tagihan yang Mengalami Penurunan Nilai Receivables Cadangan Cadangan Kerugian Kerugian Penurunan Penurunan Nilai (CKPN) Nilai (CKPN) Tagihan - Individual - Kolektif Receivables Belum Jatuh Telah Jatuh Allowance Allowance Tempo for for Tempo Non Past Past Due Impairment Impairment Due - Losses - Losses Individual Collective Sektor Ekonomi Economic Sector 15 16 17 18 19 20 Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya | Community, Sociocultural, Entertainment and Other Individual Services Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga Individual Services which serve hHouseholds Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya | International Agency and Other International Extra Agency Kegiatan yang Belum Jelas Batasannya | Business Activities which are not clearly defined Bukan Lapangan Usaha | Credit Recipients Non Industrial Origin Lainnya | Others JUMLAH | TOTAL Tagihan yang Dihapus Buku Claim Written Off 726,423 - 500 - 8,134 66,726 664,953 - - - - - - - - - - - 36,135 - - - 168 - 817,780 3,198 4,509 173 24,375 - 20,237,621 178,782,381 19,727 88,103 287,878 1,949,199 10,345 910,149 168,820 3,699,419 29,020 404,871 Tabel 13. Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 13. D  etails on Movements of Allowance for Impairment Losses - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No 1. 2. 3. 4. CKPN Individual Allowance for Impairment Losses - Individual Kategori Portofolio Portfolio Category Saldo awal CKPN | Beginning Balance - Allowance for Impairment Losses Pembentukan (pemulihan) CKPN pada tahun berjalan (Net) | Allowance/(reversal) for Impairment Losses during the year (Net) 2. a. Pembentukan CKPN pada tahun berjalan | Allowance for Impairment Losses during the year 2. b.Pemulihan CKPN pada tahun berjalan | Reversal for impairment losses during the year CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada tahun berjalan | Allowance for impairment losses used to claims written off during the year Pembentukan (pemulihan) lainnya pada tahun berjalan | Other allowance/(reversal) during the year Ending Balance Saldo akhir CKPN | Ending Balance Allowance for Impairment Losses CKPN Kolektif Allowance for Impairment Losses Collective 926,980 3,416,922 343,033 340,668 - - (365,036) (39,835) 5,172 (18,336) 910,149 3,699,419 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  260. Kinerja 2019 258 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Tabel 14. Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 14. N  et Receivables Based on Portfolio Category and Individual Rating - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp Lembaga Pemeringkat Rating Agencies Kategori Portofolio Portfolio Category No Standard and Poor’s AAA Fitch Rating AAA Moody’s Aaa Aa1 s.d Aa3 id AAA id AA+ s.d id AA - PT. Fitch Ratings Indonesia PT ICRA Indonesia PT Pemeringkat Efek Indonesia 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Kredit Beragun Rumah Tinggal | Claims Secured by Residential Property 6. Kredit Beragun Properti Komersial | Claims Secured by Commercial Real Estate 7. Kredit Pegawai/Pensiunan | Claims on Pension Loans 8. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 9. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates 10. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo | Claims on Past Due Exposures 11. Aset Lainnya | Other Assets TOTAL Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 789,655 - 105,417 - 2,158,991 - 102,404 - 1,045,424 933,173 - - 3,994,070 1,140,994
  261. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 259 Corporate Data 31 December 2019 | December 31, 2019 Tagihan Bersih | Net Receivables Peringkat jangka Panjang Long-Term Rating Peringkat jangka pendek Short-Term Rating > B3 A-1 A-2 A-3 F1+ s.d F1 F2 F3 P-1 P-2 P-3 id A1 id A2 id A3 s.d id A4 Tanpa Peringkat Unrated Total < B-(idn) - - - - - - - - - 39,881,837 2,641,158 - 39,881,837 3,536,230 - 148 - - - - - - - - - 6,377,456 - 8,638,999 - 3,378 - - - - - - - - 82,988,686 84,970,661 - - - - - - - - - 3,526 - - - - - - - - 132,784,792 137,923,382 895,655 - 895,655 - Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  262. Kinerja 2019 260 Laporan Manajemen 2019 Performances Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 15. Risiko Kredit Pihak Lawan Transaksi Derivatif - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 15. Counterparty Credit Risk Derivative Transaction - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No 1. Underlying Variables Suku Bunga Interest Rate Nilai Tukar Foreign Exchange Lainnya | Others TOTAL 2. 3. Jumlah Nasional National Amount Variabel yang Mendasari < 1 tahun > 1 - 5 tahun > 5 tahun < 1 tear > 1- 5 years > 5 years Tagihan Derivatif Derivative Receivable Tagihan bersih sebelum MRK Net Receivables Before Credit Risk Mitigation Kewajiban Derivatif Derivative Payable Tagihan bersih setelah MRK Risk Mitigation Tagihan bersih setelah MRK Net Receivables After Credit Risk Mitigation MRK Credit Risk Mitigation 31,569,486 - - 134,705 138,579 318,011 - 318,011 81,939 6,823,594 2,562,142 435,087 204,920 1,128,407 - 1,128,407 145,225 31,796,650 2,199,846 9,023,440 2,562,142 170,388 740,180 23,706 367,205 362,467 1,808,885 - 362,467 1,808,885 Tabel 16. Risiko Kredit Pihak Lawan Transaksi Repo - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 16. C  ounterparty Credit Risk Repo Transaction - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 No Kategori Portofolio Portfolio Category 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 6. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates Total Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Nilai Wajar SSB Repo Fair Value of Repo Securities Tagihan Bersih Net Receivable Kewajiban Repo Repo Payable ATMR RWA 9,405,132 - 8,948,801 - - - - - - - 9,405,132 8,948,801 - -
  263. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 261 Corporate Data Tabel 17 . R  isiko Kredit Pihak Lawan Transaksi Reverse Repo - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 17. C  ounterparty Credit Risk Reverse Repo Transaction - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 December 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category No Tagihan Bersih Net Receivables 1. Tagihan Kepada Pemerintah | Claims on Government/ Sovereign 2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik | Claims on Public Sector Entities 3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional | Claims on Multilateral Development Banks and International Entities 4. Tagihan Kepada Bank | Claims on Banks 5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel Claims on Micro, Small, and Retail Portfolio 6. Tagihan Kepada Korporasi | Claims on Corporates Total Tagihan Bersih ATMR setelah setelah MRK MRK Net Risk Weighted Receivables Asset After after Credit Credit Risk Risk Mitigation Mitigation Nilai MRK Credit Risk Mitigation 463,514 - - 463,514 - - - - - - 463,514 - 463,514 - Tabel 18. VaR Table 18. VaR Dalam jutaan Rp | In million Rp Jenis Risiko Risk Type IR VAR FX VAR TOTAL VAR 2019 Year End 7,710 8,501 8,187 Average 11,354 4,658 10,944 Minimum 5,076 157 4,309 Maximum 28,949 17,043 28,684 Tabel 19. PV01 Table 19. PV01 Dalam jutaan Rp | In million Rp Buku Book PV01 - Trading Book 2019 Year End 960 Average 856 Minimum 381 Maximum 1,569 Tabel 20. A  ktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Pasar - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 20.Market Risk Weighted Assets (RWA) - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary No 31 Desember 2019 | December 31, 2019 Jenis Risiko Risk Type Beban Modal Capital Charge 1. Risiko Suku Bunga | Interest Rate Risk a. Risiko Spesifik | Specific Risk b. Risiko Umum | General Risk 2. Risiko Nilai Tukar | Foreign Exchange Risk 3. Risiko Ekuitas *) | Equity Risk *) 4. Risiko Komoditas *) | Commodity Risk *) 5. Risiko Option | Option Risk Total 155,123 36,999 118,124 73,255 228,378 ATMR RWA 1,939,033 462,485 1,476,548 915,692 2,854,725 *Untuk bank yang memiliki perusahaan anak yang memiliki eksposur risiko dimaksud *For banks having subsidiaries with above risk exposure Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  264. 262 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 21 A. Profil Maturitas Rupiah - Bank Secara Individu Table 21 A. Maturity Profile - Bank Individually Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 Desember 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category I NERACA | BALANCE SHEET A. Aset | Assets 1. Kas | Cash 2. Penempatan pada Bank Indonesia | Placement with Central Bank 3. Penempatan pada bank lain | Interbank Placement 4. Surat Berharga | Marketable Securities 5. Kredit yang diberikan | Loans to Customer 6. Tagihan lainnya | Other Receivables 7. Lain-lain | Other Total Aset | Total Assets B. Kewajiban | Liabilities 1. Dana Pihak Ketiga | Third Party Fund 2. Kewajiban pada Bank Indonesia | Borrowing from Central Bank 3. Kewajiban pada bank lain | Interbank Borrowing 4. Surat Berharga yang Diterbitkan | Debt Securities Issued 5. Pinjaman yang Diterima | Borrowing 6. Kewajiban lainnya | Other Liabilities 7. Lain-lain | Other Total Kewajiban | Total Liabilities Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca | On Balance Sheet Gap Jatuh Tempo | Maturity Saldo Balance 1,104,724 9,250,097 1,104,724 9,244,097 - 6,000 - - 4,360,882 870,373 490,860 444,420 2,555,229 - 24,166,207 94,975,950 1,544,065 1,648,622 137,050,547 2,476 5,925,975 781,390 1,564,327 19,493,362 4,935,132 9,285,816 364,284 37,236 15,113,328 593,761 11,993,750 131,606 47,059 13,216,596 1,277,726 18,746,555 109,225 22,688,735 17,357,112 49,023,854 157,560 66,538,526 94,648,611 - 71,443,591 - 17,865,637 - 3,189,239 - 1,522,415 - 627,729 - 2,886,603 2,886,103 - - 500 - 1,940,551 - - - 1,065,147 875,404 1,982,588 9,727,931 3,222,850 9,190,802 3,222,850 326,820 - 30,420 - 198 - 1,982,588 179,691 - 114,409,134 86,743,346 18,192,457 3,219,659 2,588,260 3,665,412 22,641,413 (67,249,984) (3,079,129) 9,996,937 20,100,475 62,873,114 13,240,091 - 2,478,605 - 1,450,861 - 1,554,279 - 3,195,226 - 4,561,120 - 13,240,091 2,478,605 1,450,861 1,554,279 3,195,226 4,561,120 6,114,067 - 6,002,754 - 9,188,770 - 13,807,060 - 13,273,502 - 6,114,067 6,002,754 9,188,770 13,807,060 13,273,502 II REKENING ADMINISTRATIF | OFF-BALANCE SHEET A. Tagihan Rekening Administratif | Derivative Inflows 1. Komitmen | Commitment 2. Kontijensi | Contingency Total Tagihan Rekening Administratif TOTAL administrative account receivables B. Kewajiban Rekening Administratif | Derivative Outflows 1. Komitmen | Commitment 48,386,153 2. Kontijensi | Contingency Total KEWAJIBAN Rekening Administratif 48,386,153 TOTAL administrative account payables Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif OFF-BALANCE SHEET GAP (35,146,062) (3,635,462) (4,551,893) (7,634,491) (10,611,834) (8,712,382) Selisih | GAP [(IA-IB)+(IIA-IIB)] (12,504,649) (70,885,446) (7,631,022) 2,362,446 9,488,641 54,160,732 - (70,885,446) (78,516,468) (76,154,022) (66,665,381) (12,504,649) Selisih Kumulatif | CUMMULATIVE GAP Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  265. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 263 Corporate Data Tabel 21 B Profil Maturitas Rupiah - Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 21 B. Maturity Profile - Bank Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 Desember 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category I NERACA | BALANCE SHEET A. Aset | Assets 1. Kas | Cash 2. Penempatan pada Bank Indonesia | Placement with Central Bank 3. Penempatan pada bank lain | Interbank Placement 4. Surat Berharga | Marketable Securities 5. Kredit yang diberikan | Loans to Customer 6. Tagihan lainnya | Other Receivables 7. Lain-lain | Other Total Aset | Total Assets B. Kewajiban | Liabilities 1. Dana Pihak Ketiga | Third Party Fund 2. Kewajiban pada Bank Indonesia | Borrowing from Central Bank 3. Kewajiban pada bank lain | Interbank Borrowing 4. Surat Berharga yang Diterbitkan | Debt Securities Issued 5. Pinjaman yang Diterima | Borrowing 6. Kewajiban lainnya | Other Liabilities 7. Lain-lain | Other Total Kewajiban | Total Liabilities Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca | On Balance Sheet Gap Jatuh Tempo | Maturity Saldo Balance 1,104,724 9,250,097 1,104,724 9,244,097 - 6,000 - - 4,360,882 870,373 490,860 444,420 2,555,229 - 24,166,207 94,975,950 1,544,065 1,648,622 137,050,547 2,476 5,925,975 781,390 1,564,327 19,493,362 4,935,132 9,285,816 364,284 37,236 15,113,328 593,761 11,993,750 131,606 47,059 13,216,596 1,277,726 18,746,555 109,225 22,688,735 17,357,112 49,023,854 157,560 66,538,526 94,548,518 - 71,343,498 - 17,865,637 - 3,189,239 - 1,522,415 - 627,729 - 2,886,603 2,886,103 - - 500 - 1,940,551 - - - 1,065,147 875,404 1,982,588 9,727,931 3,220,575 9,190,802 3,220,575 326,820 - 30,420 - 198 - 1,982,588 179,691 - 114,306,766 86,640,978 18,192,457 3,219,659 2,588,260 3,665,412 22,743,781 (67,147,616) (3,079,129) 9,996,937 20,100,475 62,873,114 13,240,091 - 2,478,605 - 1,450,861 - 1,554,279 - 3,195,226 - 4,561,120 - 13,240,091 2,478,605 1,450,861 1,554,279 3,195,226 4,561,120 6,114,067 - 6,002,754 - 9,188,770 - 13,807,060 - 13,273,502 - 6,114,067 6,002,754 9,188,770 13,807,060 13,273,502 II REKENING ADMINISTRATIF | OFF-BALANCE SHEET A. Tagihan Rekening Administratif | Derivative Inflows 1. Komitmen | Commitment 2. Kontijensi | Contingency Total Tagihan Rekening Administratif TOTAL administrative account receivables B. Kewajiban Rekening Administratif | Derivative Outflows 1. Komitmen | Commitment 48,386,153 2. Kontijensi | Contingency Total KEWAJIBAN Rekening Administratif 48,386,153 TOTAL administrative account payables Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif OFF-BALANCE SHEET GAP (35,146,062) (3,635,462) (4,551,893) (7,634,491) (10,611,834) (8,712,382) Selisih | GAP [(IA-IB)+(IIA-IIB)] (12,402,281) (70,783,078) (7,631,022) 2,362,446 9,488,641 54,160,732 - (70,783,078) (78,414,100) (76,051,654) (66,563,013) (12,402,281) Selisih Kumulatif | CUMMULATIVE GAP Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  266. 264 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 22. Profil Maturitas Mata Uang Asing - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 22. Maturity Profile Foreign Currency - Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 Desember 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category I NERACA | BALANCE SHEET A. Aset | Assets 1. Kas | Cash 2. Penempatan pada Bank Indonesia | Placement with Central Bank 3. Penempatan pada bank lain | Interbank Placement 4. Surat Berharga | Marketable Securities 5. Kredit yang diberikan | Loans to Customer 6. Tagihan lainnya | Other Receivables 7. Lain-lain | Other Total Aset | Total Assets Jatuh Tempo | Maturity Saldo Balance 144,056 7,815,630 144,056 6,427,380 1,388,250 - - - 373,752 373,752 - - - - 8,352,477 23,212,378 3,044,793 341,662 43,284,748 141,130 807,009 696,665 156,595 8,746,587 2,468,836 1,379,268 965,375 60,389 6,262,118 2,051,820 1,590,115 1,027,430 75,313 4,744,678 1,367,815 3,338,450 209,362 49,366 4,964,993 2,322,875 16,097,536 145,961 18,566,372 31,572,981 - 28,099,024 - 2,846,440 - 428,039 - 195,882 - 3,596 - 3,813,637 3,813,637 - - - - - - - - - - 138,825 2,973,229 1,022,890 666,804 1,022,890 923,353 - 1,024,542 - 208,626 - 138,825 149,903 - 39,521,562 33,602,355 3,769,793 1,452,581 404,508 292,324 3,763,186 (24,855,768) 2,492,325 3,292,097 4,560,485 18,274,048 II REKENING ADMINISTRATIF | OFF-BALANCE SHEET A. Tagihan Rekening Administratif | Derivative Inflows 1. Komitmen | Commitment 2. Kontijensi | Contingency 36,890,495 Total Tagihan Rekening Administratif 36,890,495 TOTAL administrative account receivables 9,972,799 6,569,532 551,815 5,053,299 14,743,048 9,972,799 6,569,532 551,815 5,053,299 14,743,048 10,589,696 - 8,748,043 - 5,488,904 - 7,076,632 - 19,090,214 - 10,589,696 8,748,043 5,488,904 7,076,632 19,090,214 B. Kewajiban | Liabilities 1. Dana Pihak Ketiga | Third Party Fund 2. Kewajiban pada Bank Indonesia | Borrowing from Central Bank 3. Kewajiban pada bank lain | Interbank Borrowing 4. Surat Berharga yang Diterbitkan | Debt Securities Issued 5. Pinjaman yang Diterima | Borrowing 6. Kewajiban lainnya | Other Liabilities 7. Lain-lain | Other Total Kewajiban | Total Liabilities Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca | On Balance Sheet Gap B. Kewajiban Rekening Administratif | Derivative Outflows 1. Komitmen | Commitment 50,993,491 2. Kontijensi | Contingency Total KEWAJIBAN Rekening Administratif 50,993,491 TOTAL administrative account payables Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif OFF-BALANCE SHEET GAP (14,102,996) (616,897) (2,178,511) (4,937,089) (2,023,333) (4,347,166) Selisih | GAP [(IA-IB)+(IIA-IIB)] (10,339,810) (25,472,665) 313,814 (1,644,992) 2,537,152 13,926,882 - (25,472,665) (25,158,851) (26,803,844) (24,266,692) (10,339,811) Selisih Kumulatif | CUMMULATIVE GAP Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  267. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report 265 Corporate Data Tabel 23 A . Profil Maturitas Seluruh Mata Uang - Bank Secara Individu Table 23 A. Maturity Profile All Currency - Bank Individually Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 Desember 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category I NERACA | BALANCE SHEET A. Aset | Assets 1. Kas | Cash 2. Penempatan pada Bank Indonesia | Placement with Central Bank 3. Penempatan pada bank lain | Interbank Placement 4. Surat Berharga | Marketable Securities 5. Kredit yang diberikan | Loans to Customer 6. Tagihan lainnya | Other Receivables 7. Lain-lain | Other Total Aset | Total Assets Jatuh Tempo | Maturity Saldo Balance 1,248,780 17,065,727 1,248,780 15,671,477 1,388,250 6,000 - - 4,734,634 1,244,125 490,860 444,420 2,555,229 - 32,518,684 118,188,328 4,588,858 1,990,284 180,335,295 143,606 6,732,984 1,478,055 1,720,922 28,239,949 7,403,968 10,665,084 1,329,659 97,625 21,375,446 2,645,581 13,583,865 1,159,036 122,372 17,961,274 2,645,541 22,085,005 318,587 49,366 27,653,728 19,679,987 65,121,390 303,521 85,104,898 126,221,592 - 99,542,615 - 20,712,077 - 3,617,278 - 1,718,297 - 631,325 - 6,700,240 6,699,740 - - 500 - 1,940,551 - - - 1,065,147 875,404 2,121,413 12,701,160 4,245,740 9,857,606 4,245,740 1,250,173 - 1,054,962 - 208,824 - 2,121,413 329,594 - Total Kewajiban | Total Liabilities 153,930,696 120,345,701 21,962,250 4,672,240 2,992,768 3,957,736 Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca | On Balance Sheet Gap 26,404,599 (92,105,752) (586,804) 13,289,034 24,660,960 81,147,162 II REKENING ADMINISTRATIF | OFF-BALANCE SHEET A. Tagihan Rekening Administratif | Derivative Inflows 1. Komitmen | Commitment 2. Kontijensi | Contingency 50,130,586 Total Tagihan Rekening Administratif 50,130,586 TOTAL administrative account receivables 12,451,404 8,020,393 2,106,094 8,248,525 19,304,168 12,451,404 8,020,393 2,106,094 8,248,525 19,304,168 16,703,763 - 14,750,797 - 14,677,674 - 20,883,692 - 32,363,716 - 16,703,763 14,750,797 14,677,674 20,883,692 32,363,716 B. Kewajiban | Liabilities 1. Dana Pihak Ketiga | Third Party Fund 2. Kewajiban pada Bank Indonesia | Borrowing from Central Bank 3. Kewajiban pada bank lain | Interbank Borrowing 4. Surat Berharga yang Diterbitkan | Debt Securities Issued 5. Pinjaman yang Diterima | Borrowing 6. Kewajiban lainnya | Other Liabilities 7. Lain-lain | Other B. Kewajiban Rekening Administratif | Derivative Outflows 1. Komitmen | Commitment 99,379,644 2. Kontijensi | Contingency Total KEWAJIBAN Rekening Administratif 99,379,644 TOTAL administrative account payables Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif OFF-BALANCE SHEET GAP (49,249,058) (4,252,359) (6,730,404) (12,571,580) (12,635,167) (13,059,548) Selisih | GAP [(IA-IB)+(IIA-IIB)] (22,844,459) (96,358,111) (7,317,208) 717,454 12,025,793 68,087,614 Selisih Kumulatif | CUMMULATIVE GAP - (96,358,111) (103,675,319) (102,957,866) (90,932,073) (22,844,460) Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  268. 266 Kinerja 2019 2019 Performances Laporan Manajemen Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 23 B. Profil Maturitas Seluruh Mata Uang - Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 23 B. Maturity Profile All Currency - Bank Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp 31 Desember 2019 | December 31, 2019 Kategori Portofolio Portfolio Category I NERACA | BALANCE SHEET A. Aset | Assets 1. Kas | Cash 2. Penempatan pada Bank Indonesia | Placement with Central Bank 3. Penempatan pada bank lain | Interbank Placement 4. Surat Berharga | Marketable Securities 5. Kredit yang diberikan | Loans to Customer 6. Tagihan lainnya | Other Receivables 7. Lain-lain | Other Total Aset | Total Assets Jatuh Tempo | Maturity Saldo Balance 1,248,780 17,065,727 1,248,780 15,671,477 1,388,250 6,000 - - 4,734,634 1,244,125 490,860 444,420 2,555,229 - 32,518,684 118,188,328 4,588,858 1,990,284 180,335,295 143,606 6,732,984 1,478,055 1,720,922 28,239,949 7,403,968 10,665,084 1,329,659 97,625 21,375,446 2,645,581 13,583,865 1,159,036 122,372 17,961,274 2,645,541 22,085,005 318,587 49,366 27,653,728 19,679,987 65,121,390 303,521 85,104,898 126,121,499 - 99,442,522 - 20,712,077 - 3,617,278 - 1,718,297 - 631,325 - 6,700,240 6,699,740 - - 500 - 1,940,551 - - - 1,065,147 875,404 2,121,413 12,701,160 4,243,465 9,857,606 4,243,465 1,250,173 - 1,054,962 - 208,824 - 2,121,413 329,594 - Total Kewajiban | Total Liabilities 153,828,328 120,243,333 21,962,250 4,672,240 2,992,768 3,957,736 Selisih Aset dengan Kewajiban dalam Neraca | On Balance Sheet Gap 26,506,967 (92,003,384) (586,804) 13,289,034 24,660,960 81,147,162 II. REKENING ADMINISTRATIF | OFF BALANCE SHEET A. Tagihan Rekening Administratif | Derivative Inflows 1. Komitmen | Commitment 2. Kontijensi | Contingency 50,130,586 Total Tagihan Rekening Administratif 50,130,586 TOTAL administrative account receivables 12,451,404 8,020,393 2,106,094 8,248,525 19,304,168 12,451,404 8,020,393 2,106,094 8,248,525 19,304,168 16,703,763 - 14,750,797 - 14,677,674 - 20,883,692 - 32,363,716 - 16,703,763 14,750,797 14,677,674 20,883,692 32,363,716 (49,249,058) (4,252,359) (6,730,404) (12,571,580) (12,635,167) (13,059,548) (22,742,091) (96,255,743) (7,317,208) 717,454 12,025,793 68,087,614 - (96,255,743) (103,572,951) (102,855,498) (90,829,705) (22,742,092) B. Kewajiban | Liabilities 1. Dana Pihak Ketiga | Third Party Fund 2. Kewajiban pada Bank Indonesia | Borrowing from Central Bank 3. Kewajiban pada bank lain | Interbank Borrowing 4. Surat Berharga yang Diterbitkan | Debt Securities Issued 5. Pinjaman yang Diterima | Borrowing 6. Kewajiban lainnya | Other Liabilities 7. Lain-lain | Other B. Kewajiban Rekening Administratif | Derivative Outflows 1. Komitmen | Commitment 99,379,644 2. Kontijensi | Contingency Total KEWAJIBAN Rekening Administratif 99,379,644 TOTAL administrative account payables Selisih Tagihan dan Kewajiban dalam Rekening Administratif OFF-BALANCE SHEET GAP Selisih | GAP [(IA-IB)+(IIA-IIB)] Selisih Kumulatif | CUMMULATIVE GAP Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  269. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 267 Corporate Data Tabel 24 A . R  asio Likuiditas - Bank Secara Individu Table 24 A. L iquidity Ratio - Bank Individually No 1 2 3 4 5 Rasio Likuiditas Liquidity Ratio Rasio Intermediasi Makroprudensial | Macroprudential Intermediation Ratio Secondary Reserve Ratio Net Interbank Borrowing Ratio Medium Term Funding Ratio Liquidity Coverage Ratio 31 Desember 2019 | December 31, 2019 94.79% 25.50% 2.91% 142.53% 138.83% Tabel 24 B. Rasio Likuiditas - Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 24 B. Liquidity Ratio - Bank Consolidated with Subsidiary 1 Rasio Likuiditas Liquidity Ratio Rasio Intermediasi Makroprudensial | Macroprudential Intermediation Ratio 4 Medium Term Funding Ratio No 2 3 5 Secondary Reserve Ratio Net Interbank Borrowing Ratio Liquidity Coverage Ratio 31 Desember 2019 | December 31, 2019 94.86% 25.52% 2.91% 142.53% 138.94% Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  270. Kinerja 2019 268 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 25. Repricing Gap - Seluruh Mata Uang Table 25. Repricing Gap - All Currencies Dalam jutaan Rp | In million Rp Kategori Portofolio Portfolio Category No. A ≤ 1 bulan > 1 - 3 bulan > 3 bulan 1 tahun ≤ 1 month > 1 - 3 months > 3 months 1 year Aset | Assets Kas | Cash - - - Giro pada Bank Indonesia | Current accounts with Bank Indonesia - - - 400,531 - - 7,917,485 1,879,110 2,999,649 143,596 1,856,770 4,623,891 Giro pada bank lain | Current accounts with other banks Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia Placements with other banks Bank Indonesia Efek - efek | Marketable securities Dikurangi: | Less: Cadangan kerugian penurunan nilai | Allowance for impairment losses - - - Obligasi pemerintah | Government bonds - 5,907,592 673,230 463,514 - - Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Securities purchased under resale agreement Tagihan derivatif | Derivative receivables - - - 57,332,728 45,678,065 6,306,866 Cadangan kerugian penurunan nilai | Allowance for impairment losses - - - Tagihan akseptasi | Acceptance receivables - - - Aset lain-lain | Other assets - 22,484 273,625 66,257,854 55,344,021 14,877,261 - - - Pinjaman yang diberikan | Loans Dikurangi: | Less: Jumlah aset keuangan | Total financial assets B Liabilitas | Liabilities Liabilitas segera | Obligations due immediately Simpanan dari nasabah | Deposits from customers - Giro | Current accounts 25,160,744 - - - Tabungan | Saving accounts 24,573,667 257,055 821,011 - Deposito berjangka | Time deposits 50,213,744 20,328,277 4,681,515 123,138 - - Simpanan dari bank lain | Deposits from other banks - Giro dan tabungan | Current and Saving accounts - Inter-bank call money 6,458,275 - - 18,394 150 500 Liabilitas derivatif | Derivative payables - - - Liabilitas akseptasi | Acceptance payables - - - - Deposito berjangka | Time deposits Beban yang masih harus dibayar | Accrued expenses - - - 6,100,740 2,848,061 - Efek-efek yang diterbitkan | Marketable securities issued - - 1,066,000 Pinjaman subordinasi | Subordinated debts - - - Pinjaman yang diterima | Borrowing - - - Liabilitas lain-lain | Other liabilities - - - 112,648,702 23,433,543 6,569,026 (46,390,848) 31,910,478 8,308,235 Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Securities sold under repurchase agreement Jumlah liabilitas keuangan | Total financial liabilities Jumlah gap repricing suku bunga | Total interest repricing gap Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  271. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Laporan Keberlanjutan Data Perusahaan Sustainability Report Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report 269 Corporate Data 31 Desember 2019 | December 31, 2019 > 1 - 2 tahun > 2 - 3 tahun > 3 - 4 tahun > 4 - 5 tahun > 5 tahun Tidak dikenakan bunga Jumlah > 1 - 2 years > 2 - 3 years > 3 - 4 years > 4 - 5 years > 5 years Non interest bearing Total - - - - - 1,248,780 1,248,780 - - - - - 8,597,585 8,597,585 - - - - - - 400,531 - - - - - - 12,796,244 1,249,675 3,033,396 454,950 500,436 47,762 - 11,910,476 - - - - - (45,941) (45,941) 6,840,954 4,383,498 78,182 333,149 2,397,603 - 20,614,208 - - - - - - 463,514 - - - - 740,180 740,180 3,022,452 2,476,567 941,418 142,759 319,542 2,825,996 119,046,393 - - - - - (4,609,568) (4,609,568) - - - - - 3,370,820 3,370,820 - - - - - 868,028 1,164,137 11,113,081 9,893,461 1,474,550 976,344 2,764,907 12,995,880 175,697,359 - - - - - 850,434 850,434 - - - - - - 25,160,744 47,894 20,548 10,965 5,878 189 - 25,737,207 12 - - - - - 75,223,548 - - - - - - 123,138 - - - - - - 6,458,275 - - - - - - 19,044 - - - - - 367,205 367,205 - - - - - 3,385,160 3,385,160 - - - - - 818,671 818,671 - - - - - - 8,948,801 877,000 - - - - (2,449) 1,940,551 - - - - 138,825 - 138,825 - - 1,982,588 - - - 1,982,588 - - - - - - - 924,906 20,548 1,993,553 5,878 139,014 6,293,367 152,028,538 10,188,175 9,872,913 (519,003) 970,466 2,625,893 6,702,513 23,668,821 Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  272. Kinerja 2019 270 2019 Performances Laporan Manajemen Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis Tabel 26 A. Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih - Bank Secara Individu Table 26 A. Sensitivity of Net Interest Income - Bank Individually Dalam jutaan Rp | In million Rp Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih Sensitivity of Net Interest Income No 1. 2. 2019 Parallel up Parallel down 581,254 (587,532) Tabel 26 B. Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih - Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 26 B. Sensitivity of Net Interest Income - Bank Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih Sensitivity of Net Interest Income No 1. 2. 2019 Parallel up Parallel down 585,077 (591,361) Tabel 27 A. Sensitivitas Nilai Ekonomis Ekuitas - Bank Secara Individu Table 27 A. Sensitivity of Economic Value of Equity - Bank Individually Dalam jutaan Rp | In million Rp Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih Sensitivity of Net Interest Income No 1. 2. 3. 4 5. 6. 7. 8. 9. 2019 Parallel up Parallel down Steepener Flattener Short rate up Short rate down Maximum Negative (absolute) Tier 1 Capital Percentage of Maximum Negative against Tier 1 Capital (844,230) 969,903 114,859 (306,795) (572,240) 599,215 844,230 26,715,909 3.16% Tabel 27 B. Sensitivitas Nilai Ekonomis Ekuitas - Bank Secara Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 27 B. Sensitivity of Economic Value of Equity - Bank Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp Sensitivitas Pendapatan Bunga Bersih Sensitivity of Net Interest Income No 1. 2. 3. 4 5. 6. 7. 8. 9. 2019 Parallel up Parallel down Steepener Flattener Short rate up Short rate down Maximum Negative (absolute) Tier 1 Capital Percentage of Maximum Negative against Tier 1 Capital (844,399) 970,072 114,992 (306,960) (572,448) 599,424 844,399 26,818,277 3.15% Tabel 28. Risiko Operasional - Bank Secara Individu dan Konsolidasi dengan Perusahaan Anak Table 28. Operational Risk – Bank Individually and Consolidated with Subsidiary Dalam jutaan Rp | In million Rp No 1. Pendekatan Yang Digunakan Approach Used 31 December 2019 | December 31, 2019 Pendapatan Bruto (Rata-rata 3 tahun terakhir) Gross Income (Avarage, in the past 3 years) Pendekatan Indikator Dasar Basic Indicator Approach Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 7,575,440 Beban Modal Capital Charge 1,136,316 ATMR RWA 14,203,951
  273. 06 Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Corporate Governance Governance Implementation Implementation Report Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 271 LAPORAN KEBERLANJUTAN Sustainability Report Sebagai bagian dari kepedulian terhadap lingkungan hidup , Bank menekankan pada gerakan pengelolaan environmental footprint serta dampaknya terhadap lingkungan. As part of its environmental engagement, the Bank focuses on environmental footprint movement and its impacts toward the environment. Eva (alias Environmental Advocate) & Ramli (alias Ramah Lingkungan) merupakan ikon yang diciptakan untuk mengajak seluruh karyawan mendukung gerakan green lifestyle dengan komunikasi yang menarik dan interaktif. The Icons Eva (Environmental Advocate) & Ramli (Environment Initiative) are created to invite all employees in fostering green lifestyle with attractive and interactive communication campaign. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  274. Kinerja 2019 272 Laporan Manajemen 2019 Performances Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report Company Profile Management Discussion & Analysis IKHTISAR Keberlanjutan Sustainability Highlights Rp33.5 TRILIUN trillion TOTAL pendanaan hijau TOTAL green financing Pendanaan hijau semakin meningkat, 28,2% dari total pembiayaan telah disalurkan pada sektor Kategori Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB). Rp2 triliun pendanaan hijau berasal dari IFC. Green funding is increasing, 28.2% of total funding has been channeled to the Sustainability Business Activity Category (KKUB). Rp2 trillion of green funding from IFC. TOTAL WAKTU YANG DILUANGKAN KARYAWAN TOTAL TIME SPENT BY EMPLOYEES 6,369 jam hour sebagai relawan pada program CSR as volunteers in the CSR program TOTAL WAKTU RATA-RATA AVERAGE SPENT TIME 39.7 jam/KARYAWAN hour/employee Seluruh Program Training & Pendidikan Karyawan Bank 2019 All Training Program & Education in 2019 3.5 jam/KARYAWAN hour/employee Training Sustainable Finance Sustainable Finance Training TOTAL SUKARELAWAN TOTAL VOLUNTEERS kenaikan increament 40% 2,607 karyawan employees menjadi relawan pada program CSR as volunteers in the CSR program PENERIMA MANFAAT CSR PEOPlE BENEFITTING FROM CSR PROGRAM 18,003 beneficiaries 57.3% PENGHEMATAN KERTAS PAPER SAVING 19.9% dalam nilai in value 23% total keseluruhan karyawan wanita Total female employees 2,560 orang participants 44.4% PENURUNAN EMISI GRK (Listrik & BBM) DECREASE OF GHG EMISSIoN (electricity & FUEL) 39.1% BBM (Liter) Fuel (Litre) Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 12% PESERTA PROGRAM LITERASI KEUANGAN PARTICIPANT OF FINANCIAL LITERACY PROGRAM kenaikan increament orang kenaikan increament 4 dari 9 total Direktur wanita atau Total female Director or 4 of 9 Efisiensi penggunaan air water use efficiency 17.6% dalam nilai in value
  275. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 273 Tentang Laporan Keberlanjutan About the Sustainability Report Laporan Keberlanjutan Bank OCBC NISP (’Laporan’) Tahun 2019 ini memuat data dan informasi kinerja keberlanjutan untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2019 secara komprehensif sebagaimana pemaparan pada tahun sebelumnya. Laporan ini dibuat mengacu pada Global Reporting Initiative (GRI) standards: Core Option selain menerapkan Financial Services Sector Disclosures dari GRI dan mempertimbangkan berbagai referensi terkait lain, mencakup: Sustainable Development Goals (SDGs), Asian CG Scorecard, dan berbagai regulasi Otoritas Jasa Keuangan mengenai tata kelola perusahaan dan keuangan berkelanjutan. Melibatkan Pemangku Kepentingan Lebih Dari Perbankan Tradisional, Mengelola Dampak Multidimensi Secara Strategis Stakeholders engagement beyond traditional banking, Managing multidimensional impacts strategically Siklus Laporan ini adalah tahunan, dan pada tahun sebelumnya, Bank menerbitkan Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Tahun 2018 pada bulan Maret 2019. [102-50] [102-51] [102-52] [102-54] Sebagaimana ruang lingkup laporan keuangan Bank, Laporan ini hanya mencakup kegiatan Bank di Indonesia. Bank belum melibatkan pihak independen untuk melakukan assurance atas Laporan. Dalam Laporan ini, tidak ada restatement dari Laporan Tahunan sebelumnya. [102-45] [102-48] [102-56] Bank OCBC NISP’s 2019 Sustainability Report (‘the Report’) presents comprehensive data and information on sustainability performance for the period of January 1 to December 31, 2019, as in the previous year. The Report applies the Core Option Global Reporting Initiative (GRI) standards, including its Financial Service Sector Disclosures and taking into account various references, such as Sustainable Development Goals (SDGs), Asian CG Scorecard, and Financial Services Authority regulations on corporate governance and sustainable finance. The cycle of this Report is annualy. The Bank published the 2018 Annual Report and Sustainability Report in March 2019. [102-50] [102-51] [102-52] [102-54] Following a bank financial report’s scope, this Report only covers the Bank’s activities in Indonesia. The Bank has not yet involved independent parties to conduct assurance on the Report. There is also no restatement from the previous year’s in this Report. [102-45] [102-48] [102-56] Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  276. Kinerja 2019 274 Laporan Manajemen 2019 Performances Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Report Development Process [102-46] Penentuan batasan topik dan isi Laporan dilakukan dengan memerhatikan prinsip-prinsip stakeholder inclusiveness, sustainability context, materiality, dan completeness. The report’s topics and contents are determined with due observance to the principles of stakeholder inclusiveness, sutainability context, materiality, and completeness. Bank mengidentifikasi topik yang menjadi perhatian dan berdampak material bagi para pemangku kepentingan maupun bagi kelangsungan usaha. Hasil identifikasi tersebut disajikan dalam bentuk diagram materialitas dan tabel pemangku kepentingan, lengkap dengan daftar topik material, batasan serta strategi pendekatannya. The Bank identifies the topics that required the attention of and have material impacts on stakeholders and business continuity. The result is then presented in a Materiality Diagram and Stakeholder Table, complete with the material topics list, limitations and the approach strategies. Topik Material [102-47] Material Topics [102-47] Pada Laporan ini, topik material disesuaikan berdasarkan perkembangan strategi bisnis Bank dan dinamika kondisi industri perbankan. Tidak ada perubahan signifikan terkait lokasi operasi, struktur modal, dan rantai pasokan Bank selama periode pelaporan. [102-10, 102-49] The material topics in this Report are adapted to the Bank’s business strategy development and the dynamics of banking industry. No significant changes on the Bank’s operational locations, capital structure, or supply chain during the reporting period. [102-10, 102-49] Sebagaimana tahun sebelumnya, Laporan menyajikan sembilan topik yang relevan dan menjadi prioritas dalam bisnis Bank. Topik dengan prioritas tinggi mencakup: kinerja ekonomi, portofolio produk, antikorupsi, literasi keuangan, privasi pelanggan, energi dan emisi serta pelatihan dan pendidikan. Topik dengan prioritas sedang, mencakup: keanekaragaman dan kesempatan setara, serta lingkungan, sosial dan tata kelola (LST). Topik lain yang relevan dengan kegiatan bisnis Bank tetap disampaikan. Penetapan prioritas topik ditentukan berdasarkan analisis dampak yang ditimbulkan dan pentingnya topik tersebut bagi pemangku kepentingan. [102-47] As in previous year, the Report presented nine relevant topics and priorities in the Bank’s business. High priority topics include the economic performance, product portfolios, anti-corruption, financial literacy, customer privacy, energy and emissions, training and education. Moderate priority topics include diversity and equality of opportunity, as well as environment, social, and governance (ESG). Other topics related to the Banks’s business activities are also presented. The determination of topic priorities was based on analysis of their impacts and importance to the stakeholders. [102-47] Matriks Prioritas Topik Material [102-47, 103-1] Priority Matrix of Material Topics [102-47, 103-1] Topik material yang relevan dan menjadi prioritas pengelolaan dampak terhadap para pemangku kepentingan disajikan dalam matriks berikut. Material topics that are relevant and priority for impact management in regards to the stakeholders are presented in the matrix below. Prioritas Topik Priority Topics Pengaruh pada penilaian dan keputusan penting bagi pemangku kepentingan (eksternal) Influence on important assessments and decisions by stakeholders (external) Proses Penyusunan Laporan [102-46] Kinerja Ekonomi Economic Performance Portofolio Produk Product Portfolio 4 Anti Korupsi Anti Corruption Literasi Keuangan Financial Literacy Privasi Pelanggan Customer Privacy Energi dan Emisi Energy and Emissions 3 2 1 1 2 3 4 Dampak signifikan ekonomi, lingkungan dan sosial penting untuk internal Significant internal economic, environmental and social impact Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Pelatihan dan Pendidikan Training and Education Keanekaragaman dan Kesempatan Setara Diversity and Equal Opportunities Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (LST) Environmental, Social and Government (ESG)
  277. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Data Perusahaan Laporan Keberlanjutan 275 Corporate Data Sustainability Report Dari identifikasi topik material melalui proses Forum Diskusi Kelompok terbatas , Bank menetapkan 17 indeks disclosure specific GRI yang relevan dengan kegiatan yang dijalankan, sebagaimana disampaikan di Daftar Indeks GRI Standard. In identifying material topics through the limited Group Discussion Forum process, the Bank determined 17 GRI-specific disclosure indexes that are relevant to the Bank’s activities, as follows: Daftar Topik Material, Boundary dan Indeks Disclosure Specific [102-47] List of Material Topics, Boundary and Disclosure Specific Index [102-47] Boundary No 1 2 Topik Material Material Aspects Kinerja Ekonomi Economic Performance Anti Korupsi Anti Corruption 3 Energi & Emisi Energy & Emissions 4 Keanekaragaman dan Kesempatan Setara Diversity and Equal Opportunities Pelatihan dan Pendidikan Training and Education 5 6 7 Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola Environment, Social and Governance Privasi Pelanggan Customer Privacy 8 Portofolio Produk Product Portfolio 9 Literasi Keuangan Financial Literacy Alasan Materialitas Materiality Reasons Indeks Disclosure EKONOMI | ECONOMY Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan Significantly impacted the stakeholders Berdampak signifikan pada pembangunan dan pada reputasi Perseroan Significantly impacted the Company’s growth and reputation LINGKUNGAN | ENVIRONMENT Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan Significantly impacted the stakeholders SOSIAL | SOCIAL Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan dan bagi kesinambungan usaha Significantly impacted the stakeholders and business continuity Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan dan bagi kesinambungan usaha Significantly impacted the stakeholders and business continuity Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan dan bagi kesinambungan usaha Significantly impacted the stakeholders and business continuity Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan Significantly impacted the stakeholders LAYANAN KEUANGAN | FINANCIAL SERVICE Berdampak signifikan pada pemangku kepentingan dan bagi kesinambungan usaha Significantly impacted the stakeholders and business continuity Berdampak signifikan pada kesinambungan usaha Significantly impacted the business continuity Di dalam OCBC NISP Internal of OCBC NISP 201-1, 203-1 v 205-2, 205-3 v 302-1, 305-1 v 401-1, 405-1 v 404-1 v 413-1 v 418-1 v FS6, FS7, FS8, FS10, FS11 v FS16 v Diluar OCBC NISP External of OCBC NISP v v v Pelibatan Pemangku Kepentingan Stakeholders Engagement Bank melibatkan pemangku kepentingan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhannya melalui metode pelibatan yang spesifik dengan terlebih dahulu mengidentifikasi signifikansi pemangku kepentingan melalui analisis pengaruh dan hubungannya terhadap Bank. Untuk itu, Bank melakukan komunikasi berkala dengan pemangku kepentingan sebagai landasan proses identifikasi isu utama dari masing-masing pemangku kepentingan, kemudian menindaklanjutinya sesuai kebutuhan. The stakeholders engagement is carried out according to their characteristics and needs through a specific involvement method by first identifying the stakeholders’ significance via an analysis of their influence and correlation to the Bank. As such, the Bank maintained regular communications with the stakeholders as the basis of each stakeholder’s mainissue identification process, which was then followed up on according to the needs. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  278. 276 Pemangku Kepentingan Stakeholders Karyawan Employee Kinerja 2019 2019 Performances Dasar Identifikasi Pemangku Kepentingan Stakeholders Identification Basis Hubungan industrial dan aset Bank dalam menjalankan kegiatan operasional Pemegang Saham / Investor Kinerja keuangan dan kewajiban pemenuhan aturan dan target kinerja oleh regulator Management Report Profil Perusahaan Company Profile Isu Prioritas Priority Issues • • • • • • • • Industrial relationship and Bank’s assets in running the operational activities Laporan Manajemen • • • • • • • • • • • • • • INTERNAL | INTERNAL Kesehatan dan keselamatan kerja Pelatihan dan pengembangan kompetensi Kesetaraan kesempatan kerja Hak-hak karyawan Informasi mengenai kinerja ekonomi, target dan strategi Bank Kinerja untuk mendukung antikorupsi, literasi keuangan bagi masyarakat, privasi pelanggan, peningkatan efisiensi energi dan emisi. Penilaian kinerja dan jenjang karir Remunerasi dan benefit bagi karyawan Shareholders / Investors Financial performance and regulatory compliance obligations performance • Nasabah Customers Penerima jasa, sumber penerimaan Bank, pembiayaan keuangan berkelanjutan, hubungan ekonomi dan sosial • • • • • • • Kinerja Bank Prosedur dan informasi produk Kenyamanan dan kepuasan nasabah Keamanan dan privasi data nasabah Layanan yang jelas dan transparan Literasi keuangan Kebijakan terhadap lingkungan dan sosialdalam analisis risiko kredit untuk pembiayaan hijau. Service receiver, Bank income source, Sustainable financing, economic and social relations • • • • • • • Bank performance Procedure and Product Information Customers’ convenience and satisfaction Customer data safety and privacy Transparent and clear service Financial Literacy Policies on environmental and social in credit risk analysis for green financing • • • • • Financial performance/stocks value including Bank portfolio Corporate actions and strategy Sustainable Finance Recovery Plan Anti-corruption performance Latest company information EKSTERNAL | EXTERNAL Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP Management Discussion & Analysis Pendekatan Bank Bank’s Approach Berdialog dengan Serikat Pekerja Dialogues with the worker’s union Pelatihan dan seminar Trainings and seminars Majalah Internal Internal Magazine • Penilaian kinerja berkala • Performance assessment Health and occupational safety Training and competency development Equal work opportunity • Employee rights Information about economic performance Bank • targets and strategies Performance to support anti-corruption, financial literacy for the people, customer privacy, enery and emission efficiency improvement Performance Appraisal and Career Path Remuneration and Benefit for Employees Kinerja keuangan/nilai saham, termasuk portofolio Bank Aksi dan strategi korporasi Keuangan Berkelanjutan Recovery Plan Kinerja antikorupsi Informasi perusahaan terkini Analisis & Pembahasan Manajemen Frekuaensi Pelibatan Involvement Frequency Minimal setahun sekali At least once a year Sesuai kebutuhan As required Setiap bulan Monthly Minimal setahun sekali At least once a year Kebersamaan karyawan Employee togetherness RUPST AGMS Sekali setahun Annually RUPSLB EGMS Jika diperlukan If needed Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan Annual Report and Sustainability Report Laporan Kinerja Performance Report Menjaga Relasi dengan media Media relations Layanan Call Center dan operasional sehari hari Call Center service and daily operations Website information, social media dan online banking Website information, social media and onlie banking Pertemuan nasabah Customer Gathering Sekali setahun Once a year Bulanan dan kuartalan Monthly and Qarterly Bila diperlukan If required Setiap hari Everyday Setiap saat Anytime Minimal dua kali setahun At least twice a year
  279. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Pemangku Kepentingan Stakeholders Masyarakat The Public Pemerintah / Regulator Government / Regulator Data Perusahaan Laporan Keberlanjutan Dasar Identifikasi Pemangku Kepentingan Stakeholders Identification Basis Isu Prioritas Priority Issues Tanggung jawab sosial Bank • Bank Social Responsibility • • • • Kepatuhan pada ketentuan aturan/ • undang-undang perbankan dan tata • kelola Bank Compliance to the • Banking rules and • regulations and • Bank Governance 277 Corporate Data Sustainability Report Pendekatan Bank Bank’s Approach Kerja sama strategis dalam kegiatan pemberdayaan Kegiatan CSR dalam masyarakat bentuk pelatihan, Literasi keuangan pemberdayaan masyarakat CSR activities in the Strategic coorporation in the society’s form of training empowerment activities. and community Financial literacy empowerment programs Kepatuhan terhadap hukum dan seluruh undang- Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan undang Informasi yang transparan dan terkini Annual Report and Tata kelola perusahaan yang baik Sustainability Report Compliance to all rules and regulations Accurate and current information Good corporate governance Pelaporan ke Regulator Reporting the the Regulators Pemenuhan Peraturan Complying to the Regulation Mitra Kerja Working Partner Pemasok jasa/ produk untuk mendukung kegiatan operasional • Service/product suppliers to support the operational activities • • • Proses pengadaan barang dan jasa yang adil dan transparan Anti korupsi Sosialisasi kebijakan Policy Socialization Frekuaensi Pelibatan Involvement Frequency Berdasarkan CSR Masterplan Based on CSR Masterplan Setahun sekali Annually Berkala, sesuai dengan ketentuan yang berlaku Regularly, according to applicable stipulations Setiap saat Any time Minimal setahun sekali At least once year Fair and transparent goods and service procurement process Anti-corruption IKHTISAR KINERJA PROGRAM KEBERLANJUTAN 2017-2019 SUSTAINABILITY PROGRAM PERFORMANCE HIGHLIGHTS 20172019 IKHTISAR KINERJA EKONOMI ECONOMIC PERFORMANCE HIGHLIGHTS Ikhtisar kinerja ekonomi yang meliputi pendapatan, laba bersih, produk keuangan Bank dan distribusi perolehan nilai ekonomi disajikan pada uraian Laporan Tahunan halaman 100-120 atau Ikhtisar Data Keuangan Penting halaman 8, dan Distribusi Perolehan Nilai Ekonomi, halaman 310. The economic performance highlights covering the Bank’s revenues, net profits, financial products and economic value generated distribution are presented on the Annual Report page 100-120 or Financial Highlights on page 8, as well as the Economic Value Earnings Distribution on page 310. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  280. Kinerja 2019 278 Laporan Manajemen 2019 Performances IKHTISAR KINERJA LINGKUNGAN Aspek Aspect Energi (Listrik) Energy (Electricity) Energi (BBM) Energy (Fuel) kWh Air Water M3 Kertas Paper Rim Company Profile Management Discussion & Analysis ENVIRONMENTAL PERFORMANCE HIGHLIGHTS 2019 Satuan Unit Analisis & Pembahasan Manajemen Profil Perusahaan Management Report 2018 Konsumsi Riil Real Consumption % Konsumsi Riil Real Consumption 2017 Konsumsi Riil Real Consumption % % 5,363,040 -10.5% 5,993,400 -1.00% 6,053,640 -3.66% 5,974 -10.9% 6,704 -1.11% 6,779 -0.04% 156,779 -39.1% 257,639 n.a n.a n.a 1,167 -39.2% 1,918 n.a n.a n.a 69,270 -15.4% 81,876 -24.13% 107,911 -18.92% 875 -17.6% 1,062 -22.59% 1,372 -18.62% 15,951 -15.6% 18,906 -1.06% 19,108 -0.98% 609 -19.9% 760 38.18% 550 1.10% Nominal (Rp juta | million) Liter | Litre Nominal (Rp juta | million) Nominal (Rp juta | million) Nominal (Rp juta | million) IKHTISAR KINERJA SOSIAL SOCIAL PERFORMANCE HIGHLIGHTS Uraian | Description 2019 Jumlah Program CSR | Total CSR Programs 2018 2017 42 23 15 18,003 14,684 8,493 Jumlah Sukarelawan | Total Volunteers 2,607 2,335 1,226 Jumlah Biaya CSR (Rp Juta) | Total CSR Cost (Rp million) 3,209 2,431 3,739 Jumlah Penerima Manfaat (Orang) | Total Beneficiaries IKHTISAR PENDANAAN PROGRAM CSR Kategori Kegiatan CSR PROGRAM COST HIGHLIGHTS Satuan 2019 2018 2017 Program Lingkungan | Environmental Program Rp juta | million 857 415 474 Program Sosial Lainnya (termasuk Keagamaan) | Other Social Programs (including Religious Program) Rp juta | million 797 960 870 Program Pendidikan | Educational Program Rp juta | million 813 389 1,461 Program Kesehatan | Health Program Rp juta | million 323 200 294 Perbaikan Fasilitas Umum | General Facility Improvements Rp juta | million 205 n.a 25 Program Kewirausahaan | Enterpreneurship Program Rp juta | million 102 250 250 Donasi dan Sponsorship | Philantrophy Rp juta | million 112 216 365 Total Rp juta | million 3,209 2,430 3,739 Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP
  281. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan Corporate Data 279 KERANGKA & STRATEGI KEBERLANJUTAN Sustainability Framework & Strategy Sesuai visi “Menjadi Bank pilihan dengan standar dunia yang diakui kepeduliannya dan terpercaya”, Bank berupaya berkontribusi dan bersinergi secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan juga tercermin pada upaya Bank dalam meningkatkan kinerja keuangan berkelanjutan, termasuk mendukung implementasi komitmen dalam bidang lingkungan, sosial dan tata kelola (LST) baik dalam kegiatan internal Bank maupun screening debitur. In line with the Bank’s vision “To be the bank of choice with world class standards recognized for its care and trustworthiness”, the Bank optimally contributes and sinergizes in improving the community’s life quality while preserving the environment. The commitment is also reflected in the Bank’s efforts in improving its sustainable financial performance, including supporting the implementation of ESG commitment, both in its internal activities and debtor screenings. Pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan Bank mengacu pada visi, misi, serta nilai-nilai Perusahaan, yakni senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah, tumbuh bersama masyarakat secara berkelanjutan, dan turut serta menjaga kelestarian lingkungan. Pernyataan Visi, Misi serta Budaya Perusahaan dapat dilihat pada halaman 54 Laporan ini. The Bank’s social and environmental responsibilities refers to the Company’s vision, mission, and values, which emphasize the commitment to provide the best services to customers, sustainably growing together with the community, and participating in preserving the environment. The Company’s Vision, Mission, and Values Statements are stated on page 54 of this report. PRINSIP, KEBIJAKAN DAN KERANGKA KEBERLANJUTAN SUSTAINABILITY PRINCIPLES, POLICIES, AND FRAMEWORK Pendekatan Managemen Mengacu pada 17 rumusan tujuan SDGs dan lima pilar utama landasan pembangunan berkelanjutan yaitu 5P (people, planet, prosperity, peace, dan partnership) yang dikembangkan sebagai resolusi PBB dengan nomor “A/Res/70/1/2015”, Bank meyakini peran penting pemangku kepentingan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari strategi untuk mencapai tujuan Bank. Oleh karenanya, Bank memiliki dan menjalankan Kerangka Keberlanjutan yang diterapkan melalui serangkaian inisiatif pemberian pembiayaan dan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Management Approach Referring to the 17 SDGs objectives and 5Ps (people, planet, prosperity, peace, and partnership) of five primary pillars of sustainability development platform developed as the UN resolution No. A/RES/70/2015, the Bank places the stakeholder’s important role as an integral part in the strategy to accomplish the Bank’s objectives. As such, the Bank established and executed the Sustainability Framework which has been implemented through a series of financing initiatives and programs for Corporate Social and Environmental Responsibility. Rencana Keuangan Berkelanjutan Bank mengacu pada pencapaian berbagai rumusan tujuan SDGs, yakni meliputi kegiatan untuk menciptakan iklim lingkungan dan tatanan masyarakat yang berkelanjutan, pengelolaan aspek sumber daya manusia Bank, dan menetapkan kebijakan yang berdampak terhadap nasabah. Bank juga telah memetakan keterikatan kegiatan operasionalnya melalui lima rumusan tujuan SDGs, yang kemudian diintegrasikan ke dalam Kerangka Keberlanjutan Bank. The Bank’s Sustainable Finance Plan refers to the accomplishment of various SDGs objectives, including creating sustainable environmental climate and community governance, managing the Bank’s human resources, and policy setting that affecs the customers. The Bank has also mapped out the operations engagement with five goals of SDGs, which further integrated into the Bank’s Sustainability Framework. Bank OCBC NISP 2019 Annual Report and Sustainability Report
  282. Kinerja 2019 280 2019 Performances Laporan Manajemen Management Report Profil Perusahaan Company Profile Analisis & Pembahasan Manajemen Management Discussion & Analysis Lima aspek dalam keuangan berkelanjutan Bank dan keterkaitannya dengan SDGs Bank's five sustainable finance aspects and their relevance with the SDGs included Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (SDG 3) Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8) Infrastruktur, Industri dan Inovasi (SDG 9) Penanganan Perubahan Iklim (SDG 13) SDGs dalam Kerangka Keberlanjutan Bank OCBC NISP SDGs in the Bank OCBC NISP Sustainability Framework Putting Customer First 1) Customer Experience Acting With Integrity 4) Strong Governance Valuing Our People 8) Inclusive Workforce Engaging Communities 10) Economic Contributions 5) Fair Dealing 2) Financial Inclusion 6) Responsible and Sustainable Financing 9) Talent Management and Retention 3) Digitalisation 7) Combating Financial Crimes & Cyber Threats Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2019 Bank OCBC NISP 11) Community Development Being Environmentally Responsible 12) Environmental Footprint
  283. Laporan Pelaksanaan Tata Kelola Corporate Governance Implementation Report Laporan Keberlanjutan Sustainability Report Data Perusahaan 281 Corporate Data RENCANA STRATEGIS KEUANGAN BERKELANJUTAN SUSTAINABLE FINANCIAL STRATEGIC PLAN Guna mendukung pencapaian tujuan SDGs , OJK telah mengeluarkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan untuk tahun 2015 – 2019. Roadmap ini mengarahkan bank, sebagai lembaga jasa keuangan, untuk mulai menerapkan pembiayaan yang berwawasan lingkungan. Roadmap ini mendasari keluarnya Peraturan OJK No.51/POJK.03/2017 (POJK51) tentang Penerapan Keuan